Anda di halaman 1dari 24

TUGAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Faizal Dwiansah Septian Rusydianto Aiman Abdul Aziz Wibi Esya Daniza Mario Lamtorang

120110090109 120110090112 120110090116 120110090124 120110090126

PROFIL
Roti Jepang adalah industri yang bergerak dalam usaha makanan khususnya usaha roti. Industri ini asalnya terbentuk dengan kecil-kecilan dengan modal usaha yang minim dan tempat yang masih mengontrak. Industri ini berdiri karena dahulu Bapak Baekuni bekerja di salah satu perusahaan roti besar, namun akhirnya beliau keluar dan berkeinginan untuk membuka usaha sendiri yang bekerjasama dengan keluarganya. Industri ini didirikan pada tahun 1995 dengan nama Roti Jepang, nama Roti Jepang mempunyai makna tersendiri dari usaha yang didirikan oleh Bapak Baekuni yaitu Roti yang berarti roti sedangkan Jepang mempunyai arti semangat warga Jepang yang membara. Setelah bertahun-tahun menjalani usaha kecil-kecilan ini, akhirnya Roti Jepangberkembang dan telah memiliki lahan sendiri untuk dijadikan home industri serta pegawai yang bertambah dan kini Roti Jepang dapat memproduksi lebih banyak roti. Dalam menjalankan kegiatan produksinya, Roti Jepang memperoleh izin yang dikeluarkan oleh pemerintah khususnya Departemen Kesehatan yaitu Dep. Kes. RI SP No. 446/10.02.98. Industri ini menghasilkan beberapa jenis rasa pada roti yaitu diantaranya rasa coklat, rasa keju, rasa kacang, rasa strawberry dan masih banyak lagi rasa lainnya dengan kapasitas produksi yang cukup lumayan perbulannya.

VISI
Menjadikan Roti Jepang sebagai home industri yang professional dan handal serta mewujudkan pegawai yang menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik

MISI
Meningkatkan pelayanan yang memenuhi kepuasan pelanggan dan mencapai penghasilan yang lebih baik

STRUKTUR
Struktur organisasi menunjukkan pembagian aktivitas kerja dan merinci bagaimana tingkatan aktivitas yang berkaitan/berhubungan satu sama lain serta menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja. Struktur organisasi menggambarkan wewenang serta memperlihatkan hubungan pelaporannya sehingga operasi perusahaan dapat berjalan lancar

Struktur organisasi dimaksudkan untuk memberikan pembagian tanggung jawab, wewenang dan uraian pekerjaan masing-masing bagian secara jelas. Untuk lebih jelas tentang gambaran struktur organisasi pada home Industri Roti Jepang dapat dilihat melalui gambar berikut:

Struktur Organisasi Home Industri Roti Jepang

DESKRIPSI TUGAS
Deskripsi tugas yaitu pemaparan fungsi,tugas,wewenang, dan tanggung jawab setiap bagian dalam organisasi. Berikut fungsi dari masing-masing bagian dalam organisasi pada home industri Roti Jepang :

PIMPINAN
Memimpin dan mengelola serta mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan masalah yang menyangkut kelangsungan kegiatan produksi pada home industri Roti Jepang

ADMINISTRASI
Bertanggungjawab kepada pimpinan, mengawasi kelangsungan kegiatan kerja serta melakukan pencatatan transaksi yang timbul dari kegiatan operasional perusahaan

SEKRETARIS Bertanggungjawab kepada pimpinan, mengawasi kelangsungan kegiatan kerja, melakukan pencatatan data barang masuk dan keluar pada home industri Roti Jepang

BAGIAN ADMINISTRASI Bertanggungjawab dalam hal proses pemasaran barang hasil produksi pada home industri Roti Jepang

BAGIAN PRODUKSI Bertanggungjawab dalam hal proses produksi barang, mengolah bahan-baku menjadi barang jadi

SIKLUS PENJUALAN
Prosedur Penjualan
1. Sekretaris memasukkan data roti hasil produksi kedalam data barang dari bagian produksi 2. Dari data barang , kemudian sekertaris memasukkan data pengambilan barang yang akan diambil oleh bagian pemasaran kedalam data pengambilan barang dan membuat nota pengambilan barang untuk diserahkan kepada petugas bagian pemasaran. 3. Penjualan kemudian dilakukan oleh petugas bagian pemasaran , apabila terdapat pengembalian barang dari pelanggan, bagian pemasaran melakukan penggantian 4. Petugas bagian pemasaran kemudian mengganti barang yang dikembalikan oleh pelanggan tersebut dengan yang baru dan mencatat kembali ke nota penjualan yang dibuat 2 rangkap 5. Lembar kedua tersebut kemudian diserahkan kepada pelanggan dan lembar satu lagi dipegang oleh bagian pemasaran 6. Petugas pemasaran kemudian memperbaiki jumlah barnag termasuk yang dikembalikan oleh pelanggan kemudian menyerahkan nota penjualan ke bagian administrasi sedangakan nota pengembalian barang diserahkan ke sekertaris untuk dijadikan arsip 7. Bagian administrasi memasukkan data transaksi Bagian administrasi menginput data transaksi penjualan berdasarkan nota penjualan kedalam data penjualan kemudian nota penjualan yang sudah input disimpan untuk dijadikan arsip. 8. Bagian administrasi membuat laporan penjualan untuk diserahkan kepada pimpinan. 9. Sekertaris membuat laporan pengambilan barang dan persediaan roti kemudian diserahkan ke pimpinan

Tujuan Sistem Informasi Penjualan :


Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat Untuk mengirim produk dan memberikan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan kepada konsumen Untuk membuat tagihan atas produk dan jasa secara tepat waktu dan akurat Untuk mencatat dan mengelompokkan penerimaan kas secara cepat dan akurat Untuk memposting penjualan dan penerimaan kas

Untuk menjaga keamanan produk Untuk menjaga kas perusahaan

Paparan Risiko yang dihadapi dalam siklus penjualan


Kelewat mecatat pengiriman barang atau mengirim barang dan lupa membuatkan tagihan (faktur). Perusahaan rugi karena tidak akan pernah menerima kas dari pengiriman tersebut Kesalahan dalam membuat faktur (salah jumlah atau salah harga). Konsumen bisa marah atau perusahaan bisa rugi, menagih terlalu rendah Salah posting, sehingga catatan akuntansi yang dihasilkan salah Pencurian produk dari UMKM Pencurian kas oleh orang yang bertanggung jawab untuk memegang kas. Lapping Virus Pencurian data konsumen (misal transaksi melalui web)

Dekomposisi Diagram

SIKLUS PENJUALAN

Penjualan

Penyesuaian Penjualan

Penerimaan Kas

Flowchart Siklus Penjualan

DFD Level 1 Penjualan

Dokumen-Dokumen Terkait : 1. Nota pengambilan barang

2. Nota penjualan 3. Dokumen barang keluar 4. Faktur penjualan 5. Dokumen pengiriman

SIKLUS PEMBELIAN
SASARAN SIKLUS PEMBELIAN
1. Dapat membeli barang yang hanya telah di otorisasi saja 2. Memastikan barang yang tersedia saat dibutuhkan untuk produksi 3. Barang yang di terima merupakan barang yang kita pesan 4. Barang yang kita pesan tidak rusak 5. Dapat membayar pembelian tepat tepat waktu

RESIKO
1. Munculnya pembelian yang sebenarnya tidak dilaksanakan oleh usaha 2. Munculnya penggelapan atas pengeluaran kas yang dilakukan 3. Munculnya penggelapan atas barang yang kita terima, misalnya karena yang bertanggung jawab dengan permintaan pembelian sama dengan penerimaan barang

Dekomposisi Diagram

Siklus pembelian

Pesan pembelian

Terima barang & jasa

Akui kewajiban

Proses Catat, Pengeluaran kas

Prosedur pembelian yang sedang berjalan


1. Sekertaris mencatat data pemakaian bahan baku dari bagian produksi. 2. Kemudian sekertaris mengecek data bahan baku apabila terdapat bahan baku yang kurang
sekertaris memberitahukan kepada bagian admnistrasi data bahan baku tersebut kurang

3. Bagian administrasi melakukan pemesanan bahan baku kepada supplier 4. Supplier memberikan bahan baku yang dipesan tersebut dan faktur pembelian diserahkan ke
bagian administrasi

5. Bagian administrasi memeriksa bahan baku yang dipesan berdasarkan faktur pembelian apabila
bahan baku tidak sesuai maka faktur pembelian tersebut di kembalikan ke supplier untuk di perbaiki. Apabila sesuai maka bagian adminstrasi melakukan acc faktur pembelian tersebut.

6. Faktur pembelian lembar kedua disimpan supplier sedangkan lembar pertama diserahkan ke
bagian administrasi

7. Bagian administrasi mencatat data transaksi pembelian berdasarkan faktur pembelian kemudian
dijadikan arsip. Bagian administrasi membuat laporan pembelian berdasarkan arsip data pembelian untuk diserahkan ke pimpinan

8. Sekertaris mencatat data bahan baku hasil pembelian tersebut berdasarkan faktur pembelian,
kemudian faktur pembelian tersebut di arsipkan

FLOWCHART

DATA FLOW DIAGRAM LEVEL 0

DATA FLOW DIAGRAM LEVEL 1

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM

Dokumen terkait pembelian barang diantaranya: Nota pengambilan barang Laporan data pengambilan barang Laporan pembelian Surat pemesanan barang

SIKLUS PENGGAJIAN
Proses Bisnis
Bagian yang berkaitan dengan proses bisnis siklus penggajian adalah sebagai berikut: Bagian Administrasi Mencatat daftar hadir karyawan dan waktu Kasir Membuat laporan penerimaan gaji Membayar kerja karyawan sesuai laporan data penggajian Memasukan uang ke dalam amplop gaji Membayarkan gaji dan minta tanda tangan Membubuhkan tanda lunas Bagian Departemen SDM Membuat perubahan dalam penggajian

Diagram DFD tingkat 0 untuk siklus penggajian


Aktivitas pertama sistem penggajian adalah melakukan pembaruan file induk penggajian bagian departemen SDM memberikan informasi mengenai perubahan penggajian pada aktivitas tersebut. Setelah itu file yang telah diperbaharui tersebut disimpan ke file induk. Aktivitas yang kedua pada sistem penggajian adalah validasi data waktu dan kehadiran bagian administrasi melakukan validasi data mengenai kehadiran karyawan. Kemudian aktivitas ketiga yaitu melakukan penyiapan penggajian data dan waktu kehadiran yang telah di validasi oleh bagian administrasi beserta file induk penggajian. Aktivitas keempat sistem penggajian melakukan penggajian terhadap karyawan. Pada aktivitas ini daftar gaji diberikan ke bagian kasir dan juga slip gaji diberikan kepada pegawai yang nantinya slip gaji ini diberikan kepada kasir dan kemudian setelah menerima slip dari pegawai kasir yang memberikan uang gaji pegawai. Setelah menerima semua rincian gaji, bila ada potongan atau pengurangan gaji, pegawai akan mengembalikan kepada aktivitas file induk penggajian.

DFD SIKLUS PENGGAJIAN


Bagian Administrasi Kartu waktu kerja Validasi Data,Waktu & Kehadiran Kartu waktu
Update data

Perbarui file induk penggajian

Data, waktu, & kehadiran

File induk penggajian

Siapkan Penggajian

Pengurangan dan potongan

penggajian Departemen SDM Keluaran dana penggajian Slip gaji

Daftar gaji uang Slip gaji

kasir

Pegawai

CONTEXT DIAGRAM

Keuangan melakukan pemeriksaan dan penghitunga n gaji

arsip

Resiko yang mungkin muncul dalam siklus penggajian


Terjadinya pemadaman listrik Adanya kesalahan dalam penghitungan gaji Pencurian uang Adanya kesalahan saat mentransfer gaji ke rekening karyawan Keterlambatan dalam pembayaran gaji Hilangnya bukti pembayaran gaji

SIKLUS PRODUKSI
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam siklus produksi antara lain : 1. Perancangan Produk Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi. 2. Perencanaan dan Penjadwalan Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi. 3. Operasi Produksi Merupakan kegiatan utama dalam siklus produksi, yaitu digunakan untuk memproses bahan baku menjadi bahan jadi untuk kemudian dijual. Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari operasi produksinya : Bahan baku yang digunakan Jam tenaga kerja yang digunakan Operasi mesin yang dilakukan Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi

4. Akuntansi Biaya Proses terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya dimana dalam aktivitas ini dilakukan pencatatan , serta pengalokasian beban dan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi ke dalam klasifikasi yang tepat

Sasaran perlu adanya sistem informasi akuntansi untuk siklus produksi antara lain : Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Produksi :


a. Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik. b. Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya.

c. Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat.

Analisis resiko yang muncul pada sistem informasi akuntansi siklus produksi :
Transaksi yang tidak diotorisasi Pencurian atau pengrusakan persediaan dan aktiva tetap Kesalahan pencatatan dan posting Kehilangan data Masalah tidak efisiennya proses produksi yang berjalan dan pengendalian kualitas

CONTEXT DIAGRAM

FLOWCHART

DATA FLOW DIAGRAM LEVEL 0

DATA FLOW DIAGRAM LEVEL 1

DOKUMEN

DOKUMEN