Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu

: : : :

SMAN 1 Kota Tangerang Selelatan Biologi X/2 2 X 45 menit

Standar Kompetensi 3: Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

Kompetensi Dasar 3.4 : Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan.

Indikator Mendeskripsikan ciri umum filum Mollusca. (Nilai karakter: rasa ingin tahu, gemar membaca, dan komunikatif). Menyebutkan penggolongan atau klasifikasi filum Mollusca. (Nilai karakter; gemar membaca). Mendeskripsikan ciri-ciri anggota filum Mollusca berdasarkan pengamatan. (Nilai karakter: rasa ingin tahu, dan komunikatif). Menjelaskan peranan filum Mollusca dalam kehidupan. (Nilai karakter: gemar membaca, komunikatif, dan peduli lingkungan).

A. Tujuan pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan ciri-umum filum Mollusca. 2. Siswa dapat menyebutkan penggolongan filum Mollusca. 3. Siswa dapat mengetahui struktur tubuh filum Mollusca. 4. Siswa dapat menyebutkan klasifikasi filum Mollusca. 5. Siswa dapat mengetahui struktur tubuh bekicot.

6. Siswa dapat mengetahui struktur tubuh cumi-cumi. 7. Siswa dapat mengetahui struktur tubuh kerang. 8. Siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri anggota filum Mollusca; Amphineura, Scapophoda, Cephalopoda, Bivalvia, dan Gastropoda. 9. Siswa dapat membedakan masing-masing anggota filum Mollusca; Amphineura, Scapophoda, Cephalopoda, Bivalvia, dan Gastropoda. 10. Siswa dapat menjelaskan peranan Mollusca dalam kehidupan.

B. Materi Pembelajaran Mollusca berarti hewan yang mempunyai tubuh lunak (mollus: lunak). Ciri-ciri hewan ini adalah sebagai berikut: Triploblastik selomata, yaitu mempunyai 3 lapisan embrional (ectoderm, mesoderm, dan endoderm). Tubuh tidak bersegmen dan bilateral simetri. Tidak memiliki rangka dalam, tetapi mempunyai kelenjar mantel yang dapat digunakan untuk membentuk cangkok. Sudah mempunyai sistem pencernaan yang berkembang sempurna, dimana sudah memiliki saluran pencernaan dari mulut hingga anus, pada rongga mulut terdapat lidah bergerigi (radula). Sistem peredaran darah terbuka, kecuali pada Cephalopoda. Alat ekskresi berupa ginjal. Sistem saraf, berupa 3 pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion serebral, ganglion visceral, dan ganglion pedal. Ketiganya saling berhubungan dengan serabut serabut saraf. Pernapasan dilakukan oleh pulmo, epidermis, insang atau mantel,. Alat reproduksinya terpisah (dioseus), tetapi ada yang hermaprodit seperti pada bekicot. Habitat kosmopolit.

Struktur tubuh Mollusca sangat bervariasi. Berdasarkan struktur kaki, cangkok, mantel, insang, simetri tubuhnya, Mollusca dapat dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu:
Kelas Amphineura Gambar

Scapophoda

Cephalopoda

Bivalvia

Gastropoda

C. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan 2. Metode 3. Model : Kontekstual. : Diskusi, ceramah, dan tanya jawab. : Discovery.

D. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) : Motivasi dan Apersepsi: Guru mengkondisikan siswa untuk belajar. Guru mengajukan pertanyaan: apa yang kalian ketahui tentang Mollusca?

2. Kegiatan Inti (70 menit) : Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi: Guru membimbing siswa membetuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa/i. Siswa mempersiapkan alat dan bahan terkait dengan pengamatan yang akan dilakukan. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru memberikan instruksi singkat terkait dengan pengamatan yang akan dilakukan. Siswa melakukan pengamatan dan mengerjakan LKS. Setiap perwakilan kelompok melaporkan hasil pengamatannya.

Elaborasi Dalam kegiatan eksplorasi: Guru bersama siswa berdiskusi tentang ciri umum filum Mollusca. Guru bersama siswa berdiskusi tentang penggolongan filum Mollusca. Guru bersama siswa berdiskusi tentang ciri-ciri anggota filum Mollusca; Amphineura, Scapophoda, Cephalopoda, Bivalvia, dan Gastropoda.

Guru bersama siswa berdiskusi tentang peranan Mollusca dalam kehidupan.

Konfirmasi Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalah pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan hasil diskusi siswa. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.

3. Kegiatan Penutup (10 menit) : Siswa bersama dengan Guru menyimpulkan ciri khas/karakteristik Mollusca. Mengevaluasi pengetahuan siswa terhadap materi dengan memberikan pertanyaan. Guru meminta siswa mempelajari di rumah filum dunia hewan yang lain untuk pertemuan berikutnya.

E. Media Pembelajaran Bekicot, Cumi-cumi, dan Kerang. Kaca Pembesar Alat dan papan bedah.

F. Sumber Belajar 1. Buku Biologi kelas X SMA 2. Buku-buku pelajaran Biologi yang relevan. 3. Internet

G. Penilaian Teknik penilaian ; Tes tertulis, dan Penugasan (LKS Terlampir). Bentuk Instrumen: essay.

Instrument/soal Jawablah pertanyaan dibawah ini! 1. Tuliskan nama-nama hewan yang termasuk filum Mollusca! 2. Tuliskan ciri-ciri Mollusca dilihat dari: a. Ciri-ciri tubuhnya. b. Alat pencernaan makanannya. c. Alat pernapasan. d. Habitat (tempat hidup). e. Cara perkembang biakan. 3. Filum Molluska dibagi menjadi lima kelas. a. Kelas Amphineura. Tuliskan nama hewan yang termasuk Amphineura. Tuliskan ciri-cirinya. b. Kelas Scaphopoda. Tuliskan nama hewan yang termasuk Scaphopoda. Tuliskan ciri-cirinya. c. Kelas Bivalvia atau Pelcipoda. Tuliskan nama hewan yang termasuk Bivalvia atau Pelcipoda. Tuliskan ciri-cirinya. d. Kelas Cephalopoda. Tuliskan nama hewan yang termasuk Cephalopoda. Tuliskan ciri-cirinya. e. Kelas Gastropoda. Tuliskan nama hewan yang termasuk Gastropoda. Tuliskan ciri-cirinya.

4. Jelaskan peranan Mollusca bagi kehidupan, baik peran yang menguntungkan, maupun yang merugikan!

Kunci jawaban 1. Hewan yang termasuk kedalam filum Mollusca diantaranya; Chiton sp, Caetopleura apiculata, Achatina fulica (bekicot), Helix pomata (siput air tawar), Dentalium sp, Meleagrina margaretifera (kerang mutiara), Mytilus viridis (kerang hijau), Anadonta sp dan Curbicula sp, Loligo sp (cumi-cumi), Nautilus pompilium, Argonauta sp, Sepia officinalis (sotong), Octopus sp (gurita).

2. Ciri-ciri Mollusca adalah sebagai berikut: Tubuhnya triploblastik selomata, yaitu mempunyai 3 lapisan embrional (ectoderm, mesoderm, dan endoderm), Tubuh tidak bersegmen dan bilateral simetri, Tidak memiliki rangka dalam, tetapi mempunyai kelenjar mantel yang dapat digunakan untuk membentuk cangkok. Sudah mempunyai sistem pencernaan yang berkembang sempurna, dimana sudah memiliki saluran pencernaan dari mulut hingga anus, pada rongga mulut terdapat lidah bergerigi (radula). Pernapasan dilakukan oleh pulmo, epidermis, insang atau mantel. Habitat kosmopolit, artinya dapat hidup di air laut, tawar, dan darat dari daerah kutub sampai tropis. Berkembang biak dengan cara seksual. Alat reproduksinya terpisah (dioseus), tetapi ada yang hermaprodit seperti pada bekicot.

3. Filum Mollusca dibagi menjadi lima kelas, yaitu: a. Kelas Amphineura, Contoh: Chiton sp, dan Caetopleura apiculata. Ciri-ciri Amphineura adalah sebagai berikut: Kakinya pipih, dilengkapi dengan radula (lidah parut). Cangkok terdiri atas delapan kepingan yang terbuat dari zat kapur. Bernapas menggunakan insang.

Simetri tubuhnya bilateral. Sistem saraf terdiri atas cincin sirkum esophagus. Hidup di laut dangkal.

b. Kelas Scaphopoda, contohnya: Dentalium sp. Ciri-ciri Scaphopoda adalah sebagai berikut: Memiliki cangkok yang terbuat dari zat kapur dan berbentuk gading, terompet, taring atau tanduk. Bernapas menggunakan insang. Hidup di air laut dan pantai berlumpur. Kedua kakinya berfungsi debagai alat penggali. Ujung cangkoknya berlubang dan bermantel.

c. Kelas Bivalvia atau Pelcipoda, contoh: Meleagrina margaretifera (kerang mutiara), Mytilus viridis (kerang hijau), Anadonta sp dan Curbicula sp. Ciri-ciri Bivalvia atau Pelcipoda adalah sebagai berikut: Bernapas menggunakan insang yang berlapis-lapis. Mempunyai kaki berbentuk pipih seperti kapak. Peredaran darah terbuka jantung terdiri atas sepasang bilik. Makanan masuk melalui sifon ventral. Sistem saraf terdiri atas ganglion anterior (dekat lambung), ganglion pedal dekat kaki, dan ganglion posterior di sebelah bawah otot adductor posterior. Mempunyai alat keseimbangan (statokis) di dekat ganglion pedal. Reproduksi secara seksual dengan membentuk zigot yang selanjutnya akan membentuk larva glosidium. Memiliki sepasang cangkok yang terdiri dari tiga lapisan; periastracum berfungsi sebagai pelindung, prismatik, nakreas berfungsi menghasilkan sekret mutiara. d. Kelas Cephalopoda, contoh: Loligo sp (cumi-cumi), Nautilus pompilium, Argonauta sp, Sepia officinalis (sotong), Octopus sp (gurita). Ciri-ciri Cephalopoda adalah sebagai berikut: Tubuhnya tidak dilindungi oleh cangkang kecuali Nautilus sp.

Tubuh berbentuk gelendong, kulitnya mengandung zat kromatofora sehingga dapat berubah warna sesuai dengan lingkungannya. Pada kepala terdapat cerobong penyemprot yang berfungsi sebagai alat kemudi jika bergerak ke depan.

Memiliki 8-10 kaki disekitar mulut yang bermodifikasi menjadi tentakel. Hewan ini bergerak menggunakan lengan dan semburan air dari rongga mantel. Alat pencernaan lengkap yang dilengkapi dengan kelenjar ludah, hati, danpankreas. Peredaran darah ganda dan tertutup. Alat ekskresi berup nefridia, mempunya kantong yang berisi cairan hitam (tinta) yang akan disemprotkan melalui sifon apabila terancam. Habitatya di laut. Reproduksi secara seksual, alat kelamin terpisah antara jantan dan betina.

e. Kelas Gastropoda, contoh: Achatina fulica (bekicot), Helix pomata (siput air tawar). Ciri-ciri Gastropoda adalah sebagai berikut: Tubuhnya simetri bilateral. Pada kepala terdapat dua pasang tentakel sebagai alat pembau (pendek )dan alat penglihatan (panjang), sedangkan pada mulutnya terdapat radula (lidah parut). Alat geraknya berupa otot yang tebal di perutnya. Mempunya sebuah cangkok yang berbentuk kerucut terpilin spiral. Peredaran darah terbuka, jantung terdiri atas satu serambi dan satu bilik. Bernapas menggunakan paru-paru (hidup di darat) dan insang (hidup di air). Habitat di air laut, air tawar, dan di darat. Reproduksi hermaprodit dengan alat kelamin berupa ovotestes yang dapat menghasilkan ovum dan sperma sekaligus, namun tidak terjadi autofertilisasi.

4. Sebagian besar anggota Mollusca menguntungkan manusia, misalnya cumi-cumi, sotong, tiram, kerang, dan remis digunakan sebagai bahan makanan. Beberapa jenis tiram sangat

bernilai secara ekonomi karena merupakan penghasil mutiara. Selain menguntungkan, beberapa jenis Mollusca juga dapat merugikan, misalnya Bivalvia jenis Teredo navalis (cacing kapal) merusak dermaga dan kapal kayu. Anadara (kerang bulu) merupakan pembawa bakteri Salmonella typhi penyebab tifus. Bekicot (Achatina fulica) menimbulkan kerugian karena memakan tanaman perkebunan.

Ciputat, 10 April 2012 Mengetahui Guru Mapel Biologi Praktikan

H. Yetti Nurhayati, S.Pd NIP : 19540905 198211 2 002

Indar Sri Wening NIM: 108016100003

Pengamatan Mollusca

Tujuan: untuk mengetahui struktur morfologis dan anatomi anggota filum Mollusca. Alat dan Bahan: Kaca pembesar Alat-alat bedah Papan bedah Sarung karet - Sarung karet - Bekicot, Cumi-cumi, dan Kerang.

Cara kerja: 1. Letakkan cumi-cumi, dan kerang di dalam papan bedah. 2. Amati bentuk dan bagian tubuh cumi-cumi dan kerang. 3. Letakkan bekicot pada kaca yag terdapat di laboratorium, perhatikan pergerakannya. 4. Setelah diamati dan dikenali bagian-bagian tubuhnya gambarlah sesuai dengan yang kalian amati. 5. Setelah melukan pengamatan morfologi, kemudian lakukan pembedahan pada ketiga hewan tersebut. 6. Amati organ-organ yang terdapat di dalam tubuhnya. 7. Kemudian gambarlah bagian dalam ketiga hewan tersebut.

Tabel Pengamatan
Karakteristik yang dimiliki 1. Cangkang a. terletak di luar b. terletak di dalam 2. Kepala 3. Organ yang terdapat pada kepala: a. antenna b. mata c. mulut d. tentakel e. gigi f. tangan 4. alat gerak berupa: a. kaki b. tentakel 5. alat pernapasan berupa: a. insang b. paru-paru Bekicot Cumi-cumi Kerang