ORDE LAMA

LATAR BELAKANG
Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia. Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando. Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan system pemerintahan parlementer. Presiaden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando.

BERAKHIRNYA ORDE LAMA
Setelah turunnya presiden soekarno dari tumpuk kepresidenan maka berakhirlah orde lama.kepemimpinan disahkan kepada jendral soeharto mulai memegang kendali.pemerintahan dan menanamkan era kepemimpinanya sebagai orde baru konsefrasi penyelenggaraan sistem pemerintahan dan kehidupan demokrasi menitipberatkan pada aspek kestabilan politik dalam rangka menunjang pembangunan nasional.untuk mencapai titik-titik tersebut dilakukanlah upaya pembenahan system keanekaragaman dan format politik yang pada prinsipnya mempunyai sejumlah sisi yang menonjol.yaitu; 1.adanya konsep difungsi ABRI 2.pengutamaan golonga karya 3.manifikasi kekuasaan di tangan eksekutif 4.diteruskannya sistem pengangkatan dalam lembaga-lembaga pendidikanpejabat 5.kejaksaan depolitisan khususnya masyarakat pedesaan melalui konsep masca mengembang (flating mass) 6.karal kehidupan pers konsep diafungsi ABRI pada masa itu secara inplisit sebelumnya sudah ditempatkan oleh kepala staf angkatan darat.mayjen A.H.NASUTION tahun 1958 yaitu dengan konsep jalan tengah prinsipnya menegaskan bahwaperan tentara tidak terbatas pada tugas profesional militer belaka melainkan juga mempunyai tugas-tugas di bidang sosial politik dengan konsep seperti inilah dimungkinkan dan bhakan menjadi semacam KEWAJIBAN JIKALAU MILITER BERPARTISIPASI DI BIDANG POLITIK PENERAPAN, konjungsi ini menurut pennafsiran militer dan penguasa orde baru memperoleh landasan yuridi konstitusional di dalam pasal 2 ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan majelis permusyawaratan rakyat.

ORDE BARU
LATAR BELAKANG
Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno. Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.

Masa Jabatan Suharto

Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi.Pada 1968. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. kebijakan-kebijakan ini.Presiden Soeharto melakukan pergerakan untuk kensenjangan antara rakyat kaya dan miskin dalam berbagai bidang dan peningkatan antara lain : Politik dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. 1988.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. 1983. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. perayaan hari raya Imlek. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. Pengucilan politik . MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Sanksi criminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta. TNI. dan 1998. 1993. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. Contohnya. . Sejak tahun 1967. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Pada tahap awal. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Dengan ditopang kekuatan Golkar. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Kesenian barongsai secara terbuka. Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. 1978. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Orde Lama atau Orde Baru. KTP ditandai ET (eks tapol). dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang.

yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. nepotisme o pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah.000 o sukses transmigrasi o sukses KB o sukses memerangi buta huruf o sukses swasembada pangan o pengangguran minimum o sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) o sukses Gerakan Wajib Belajar o sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh o sukses keamanan dalam negeri o Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia o sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru o semaraknya korupsi. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. terutama ke Kalimantan. Agama tradisional Tionghoa dilarang. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. kolusi.Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Timor Timur. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. terutama di Aceh dan Papua o kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya . Bali dan Madura ke luar Jawa. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. Perpecahan bangsa Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. dan Irian Jaya. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Padahal. Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. 1. Sulawesi. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat o munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang disertai sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru o perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.

tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". Reformasi Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" (petrus) o tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997. meminta pengunduran diri Soeharto. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel o penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. yang awalnya dipimpin para mahasiswa. Habibie. Pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Rupiah jatuh.o bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) o kritik dibungkam dan oposisi diharamkan o kebebasan pers sangat terbatas. B. dan perpindahan modal dipercepat. Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Di Indonesia. inflasi meningkat tajam. Para demonstran. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru Ellyana Ngadina XI IPA 2 /12 . Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. J.