Anda di halaman 1dari 31

AKUNTANSI INTERNASIONAL

13 MARET 2012
Oleh : Mia Ika Rahmawati, S.E., M.Com., Ak

PERKENALAN

Nama : Mia Ika Rahmawati, S.E., M.Com., Ak Ruangan : Diploma 3, Lantai 3 Ruang PPM (Pusat Penjaminan Mutu) Layanan Konsultasi : Senin 13.00 14.00 Rabu 13.00 14.00

PERATURAN PERKULIAHAN

Mahasiswa di haruskan hadir tepat waktu, toleransi keterlambatan hanya di berikan paling lama 15 menit. Mahasiswa diwajibkan menghadiri perkuliahan minimal 75% dari kuliah efektif, Mahasiswa yang kurang dari jumlah tersebut tidak di perkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester. Mahasiswa harus menyiapkan materi presentasi dan bahan pertanyaan serta aktif berdiskusi di dalam kelas. Mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkan semua tugas yang di berikan dalam mata kuliah. Apabila ada tugas yang tidak di kerjakan dan dikumpulkan, mahasiswa akan di kurangi nilai aktivitas kelasnya. Selama kuliah berlangsung, mahasiswa dilarang : Mengobrol Merokok Menghidupkan PONSEL dan menganggu jalannya perkuliahan Menunjuk Koordinator Mahasiswa Fungsi : Mengumpulkan Kontrak Perkuliahan dari rekan-rekan mahasiswa Mengumpulkan Tugas Studi Mandiri dari rekan-rekan mahasiswa setiap perkuliahan Referensi Buku Teks : M. Zafar Iqbal, International Accounting : A Global Perspective, Second Edition, South Westren, 2002 Frederick D.S. Choi dan Gary K. Meek (alih bahasa Edward Tanujaya), Akuntansi Internasional, Edisi 5, Penerbit Salemba Empat, 2005

AKUNTANSI INTERNASIONAL : SUATU PENGANTAR

PENDAHULUAN

Apa perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi Murni Domestik ?


Geografi Harmonisasi Standar Akuntansi Perbandingan Prinsip-prinsip Akuntansi

Definisi Akuntansi Internasional: Accounting for international transactions, comparisons of accounting principles in different countries, harmonization of diverse accounting standard worldwide, and accounting information for the management and control of global operations (Iqbal, 2002)

PENDAHULUAN

Mengapa perlu mempelajari Akuntansi Internasional? Persaingan global Kompetensi Informasi akuntansi yang relevance dan reliable Keputusan alokasi sumber (alam, manusia, keuangan) yang tepat sasaran Dikarenakan lingkungan makin dinamis dan dengan memahami apa itu Akuntansi Internasional, para akuntan di harapkan harus selalu dapat mengikuti perubahan dinamis tersebut. Pada akhirnya, diharapkan keputusan yang diambil akan tepat sasaran Jika tidak di kuatirkan akan terjadi kekosongan informasi dan keputusan ekonomi tidak maksimal yang mengakibatkan pengalokasian sumber daya yang salah di seluruh dunia.

LATAR BELAKANG KEBUTUHAN AKUNTANSI INTERNASIONAL


Global Ekonomi North American Trade Agreement (NAFTA) Canada, Mexico, U.S 1 Januari 1944 Zona perdagangan yang secara berkala dapat mengurangi hambatan dan memungkinkan pergerakan bebas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja di kawasan Amerika Utara. Untuk mencapai tujuan dari terbentuknya NAFTA ini semua pajak ekspor, hak impor, kuota dan pembatasan lainnya di kurangi. European Union (EU) Sebuah organisasi antar-pemerintahan yang terdiri dari negara-negara Eropa, yang sejak 1 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht) pada 1992. Hilangnya batasan-batasan perdagangan, membuat negara Uni Eropa lebih kompetitif dalam perdagangan internasional. Konsumen memperoleh manfaat berupa harga yang lebih murah, yang di hasilkan dari peningkatan persaingan antar perusahaan anggota Uni Eropa. Pengiriman produk menjadi lebih murah dan mudah. Konsumen di tiap negara Uni Eropa dapat membeli barang dan jasa di negara anggota lainnya tanpa membayar kewajiban ekspor dan impor.

LATAR BELAKANG KEBUTUHAN AKUNTANSI INTERNASIONAL


World Trade Organization (WTO) Organisasi lanjutan dari International Trade Organitation (ITO) terbentuk dari tahun 1995 dan mempunyai 153 anggota yang bertujuan meniadakan hambatan perdagangan internasional

KARAKTERISTIK ERA EKONOMI GLOBAL


Peningkatan perdagangan internasional bisa memfasilitasi pergerakan barang dan jasa serta meningkatkan sumber-sumber ekonomi. Setiap negara berusaha memproduksi barang dan jasa secara lebih efisien dibandingkan negara lain Berikut adalah karakteristik era ekonomi global:

Bisnis Internasional

Bisnis internasional bisa melampui batas antar negara. Kegiatan ini meliputi semua transaksi komersial yang di hasilkan dari aliran barangm jasa, atau sumber keuangan antar negara. Beberapa faktor dapat membantu percepatan globalisasi ekonomi, seperti: standarisasi produk dan proses produksi, perkembangan teknologi informasi, dan peningkatan transportasi dan sistem distribusi

KARAKTERISTIK ERA EKONOMI GLOBAL

Hilangnya Batasan antar Negara

Di era ekonomi global, terkadang sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan. Saat ini, keputusan tentang produksi dan lokasi di dasarkan pada kompetisi global bukan negara asal

Ketergantungan pada Perdagangan Internasional

Ketergantungan pada perdagangan internasional dapat dilihat pada contoh berikut: Salah satu penjelasan yang di berikan oleh eksekutif IBM (International Business Mechines) ketika kinerja perusahaannya memburuk adalah kerugian yang di alami akibat memburuknya ekonomi di negara-negara di Eropa dan Asia. Hal ini tidak mengejutkan, karena dua pertiga pendapatan IBM berasal dari penjualan internasional.

ALASAN-ALASAN PERUSAHAAN UNTUK GO INTERNATIONAL


Dari survey yang di lakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu International terhadap 400 perusahaan di 20 negara maju, beberapa alasan untuk go international adalah: 1. Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang 2. Kurangnya ketergantungan pada ekonomi dalam negeri 3. Permintaan konsumen luar negeri 4. Rendahnya biaya Selain itu juga di kemukakan beberapa alasan, kenapa perusahaan tidak melanjutkan usahanya untuk go public. Alasan yang utama adalah: 1. Kesalahan perkiraan pemasaran yang terlalu tinggi 2. Kesalahan operasional 3. Masalah dengan partner bisnis 4. Konflik politik

ALASAN-ALASAN PERUSAHAAN UNTUK GO INTERNATIONAL

Theory of Competitive Advantange

Menurut teori ekonomi klasik, setiap negara hanya mampu memproduksi barang dan jasa yang di produksi relatif efisien dibandingkan dengan negara lain, kemudian menjualnya ke negara lain. Begitu pula sebaliknya, negara tersebut harus mengimpor barang dan jasa secara relatif efisien oleh negara lain. Manfaat dari ekspor/impor inilah yang di jadikan alasan untuk memperluas perdagangan internasional. Manfaat ini tidak dapat di realisasikan tanpa adanya spesialisasi produksinya yang di hasilkan dari competitive advantage. Konsep ini mendapatkan kritikan karena menjelaskan hanya dimensi ekspor-impor pada bisnis internasional.

Padahal, perusahaan multinasional yang beroperasi global tidak hanya memfokuskan pada ekspor impor, tetapi juga lainnya. Seperti, Manufacturing, financing, investment, dan kegiatan lainnya.
Teori ini mengasumsikan bahwa faktor-faktor produksi di negara itu adalah konstan. Hal tersebut dirasa kurang relevan, karena saat ini faktor-faktor produksi dapat dengan mudah di pindahkan.

ALASAN-ALASAN PERUSAHAAN UNTUK GO INTERNATIONAL


The Product Cycle Therory Menurut teori ini, perusahaan pertama kali melakukan penjualan domestik karena mempunyai keuntungan yaitu informasi mengenai konsumen dan persaingan. Permintaan dari pasar luar negeri dilayani dengan ekspor. Karena ekspor adalah titik awal untuk memasuki perdagangan internasional. Dengan berjalannya waktu, perusahaan ingin menahan kompetisi di pasar asing tersebut dengan mengalokasikan sebagian produksinya di luar negeri. Hal ini biasanya dilakukan untuk menurunkan biaya transpor.

ALASAN-ALASAN PERUSAHAAN UNTUK GO INTERNATIONAL


The Imperfect Market Theory Alasan untuk melakukan operasi secara internasional adalah mendapatkan akses ke faktorfaktor produksi. Termasuk di dalamnya adalah : tenaga kerja yang murah, tenaga kerja yang memiliki skill khusus, ketersediaan bahan baku, dan lain lain. Akan tetapi, menurut teori ini, tidak semua faktor-faktor produksi dapat dipindahkan. Terdapat biaya dan pembatasan yang berhubungan dengan transfer tenaga kerja dan sumber-sumber lain yang di gunakan untuk produksi.

ALASAN-ALASAN PERUSAHAAN UNTUK GO INTERNATIONAL


Technology Transfers dan Strategic Alliance Perusahaan mungkin melakukan bisnis internasional karena ingin melakukan akses untuk memperluas pengembangan teknologi dari negara lain. Banyak technological alliance dibentuk untuk berbagi pengetahuan teknologi untuk memperoleh manfaat bersama. Dalam pasar global waktu lebih penting dari pada biaya. Untuk dapat bersaing di pasar global yang dinamis, organisasi harus mampu memproduksi dan mendistribusikan dengan cepat sesuai permintaan.

BERBAGAI BENTUK KETERLIBATAN INTERNASIONAL


Exports Perusahaan yang mengeskpor produk dan jasanya diklasifikasikan sebagai perusahaan internasional. Suatu perusahaan mungkin termasuk eksportir langsung, eksportir tidak langsung maupun keduanya. Menjadi eksportir langsung, berarti suatu perusahaan harus memiliki pemasaran sendiri di berbagai negara. Termasuk di dalamnya mempunyai staf sales sendiri, saluran distribusi, dan lain lain. Beresiko lebih besar dan berbiaya lebih besar daripada eksportir tidak langsung. Salah satu perusahaan yang terkenal di bidang ini adalah : Boeing. Perusahaan ini memproduksi pesawat terbang di Seattle sebagai home base dan menjual produknya ke seluruh dunia. Eksportir tidak langsung menjual produknya kepada pembeli lokal, yang kemudian menjualnya ke luar negeri. Sedangkan menjadi Eksportir langsung sekaligus eksportir tidak langsung dapat menjadi ekportir langsung untuk beberapa negara dan eksportir tidak langsung untuk negara lainnya.

BERBAGAI BENTUK KETERLIBATAN INTERNASIONAL

Strategic Alliances Suatu perusahaan mungkin berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk berbagi hak dan tanggung jawab dalam pendapatan dan pengeluaran. Di beberapa negara, Alliance menjadi alternatif untuk menghadapi bias politik dan budaya yang memerangi perusahaan asing. Tipe-tipe Strategic Alliances : 1. Research Collaboration 2. Lisensing Program 3. Copromotion agreement

BERBAGAI BENTUK KETERLIBATAN INTERNASIONAL


1.

2.

3.

Research Collaboration : Dua atau lebih perusahaan berpartisipasi dalam membentuk riset dan mengambil keuntungan dari hasil yang di capai. Lisencing Program : Bentuk lain dari Alliance, biasanya berupa hak paten yang di lisensikan oleh pemilik (licensor) ke pihak lain (licenses). Kompensi yang di terima licensor biasanya berupa royalti. Copromotion agreement : suatu produk yang di hasilkan bersama-sama oleh dua perusahaan dengan merk dan pemasaran yang sama.

BERBAGAI BENTUK KETERLIBATAN INTERNASIONAL


Multinational Operations Perusahaan yang menganggap dunia sebagai suatu kesatuan pasar di sebut perusahaan multinasional. Untuk bisa mengembangkan perdagangan internasional, perusahaan ini memiliki pengembangan produk, pembelian, manufacturing, pemasaran dan operasi keuangan yang mendunia.

THE ASIA-PASIFIC RIM REGION


Kawasan Asia Fasifik muncul sebagai suatu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di dunia. Yang menarik, beberapa negera di Asia Pasifik lemah di sumber daya tetapi mereka berhasil memasuki perdagangan internasional karena produknya memfokuskan terhadap Economy Added Value (aktifitas yang memberi nilai tambah. Contoh : Jepang dan Singapur- Mereka terbatas dalam Sumber daya alamnya, akan tetapi mereka berfokus pada masing-masing aktifitas yang memberi nilai tambahnya. Jepang berfokus pada kecanggihan teknologi, sedangkan Singapur pada Tourism-nya.

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Tantangan yang di hadapi Akuntansi Internasional Bisnis internasional menimbulkan saling ketergantungan ekonomi antarnegara, yang pada akhirnya berpengaruh pada : Operasional perusahaan multinasional yang semakin menglobal, meliputi pengembangan produk, produksi, dan marketing. Pasar global yang mengglobal memberikan kesempatan bagi investor dan kreditor untuk melakukan aktivitas financing yang mendunia. Perkembangan telekomunikasi, transfer teknologi merupakan pupuk bagi investor dan kreditor melakukan transaksi keuangan dengan cepat di pasar modal internasional
1.

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Timbul tantangan bagi profesi Akuntan di antaranya: Cultural Dimension - Menuntut para akuntan mempunyai pemahaman multikultural dan memiliki perspektif global. Understanding the Cross-Functional Linkages - Akuntan tidak hanya cukup mahir dalam teknik, prosedur dan standar akuntansi, tetapi juga harus biasa memandang bisnis sebagai suatu bentuk yang terintegrasi. Faktor-faktor seperti kualitas produk, fleksibilitas produksi, dan kemampuan untuk memproduksi dan mengeskpor dengan cepat dapat memenangkan persaingan global.

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Financial Analysis and Comparibility Tantangan lain adalah ketidakmampuan perbandingan laporan keuangan dari negara-negara yang berbeda dan menyebabkan masalah dalam melakukan keuangan. Faktor yang menimbulkan masalah tersebut: - Transaksi akuntansi di ukur dan di laporkan berbeda di berbagai negara - Berbagai macam praktek bisnis yang di implementasikan di berbagai negara - Penggunaan istilah/ terminologi akuntansi Global Information System Development - Perusahaan yang beroperasional secara global harus dapat mengembangkan sistem yang mengakomodir kebutuhan informasi dari managemen (rencana strategis, rencana jangka pendek, pengkontrolan, laporan keuangan, dll) - Selain itu harus dapat mengembangkan sistem yang dapat memfasilitasi perbedaan standar akuntansi dan hukum pajak

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Lingkungan yang mempengaruhi Akuntansi Pelaporan keuangan yang memberikan informasi untuk pengambilan keputusan ekonomi. Lingkungan yang berbeda antarnegara menimbulkan tipe keputusan yang berbeda. Ada lima lingkungan yang mempengaruhi akuntansi yaitu: 1. Sistem Ekonomi 2. Sistem Politik 3. Sistem Hukum 4. Sistem Pendidikan 5. Agama

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Sistem Ekonomi Sistem Politik Sistem Hukum

Sistem Pendidikan

Agama

Nilai Sosial (Budaya)

Nilai Profesi Akuntansi

Sistem Akuntansi

Lingkungan yang mempengaruhi Akuntansi

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL

Lima lingkaran tersebut berperan dalam pembentukan nilai-nilai sosial budaya. Khusus untuk lingkungan agama biasanya sangat berpengaruh di kawasan timur tengah. Nilai sosial kemudian mempengaruhi nilai-nilai profesi akuntansi. Sistem akuntansi suatu negara dipengaruhi sebagian besar profesi akuntansi. Pada akhirnya, informasi dari sistem akuntansi ini akan mempengaruhi sistem ekonomi, politik, hukum dan pendidikan.

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Sistem Ekonomi Sistem ekonomi negara industri beda dengan negara agraris. Aktiva tidak berwujud lebih penting di negara yang ekonominya maju di banding negara yang ekonominya baru berkembang. Sumber pendanaan juga menjadi pertimbangan penting dalam pelaporan dan pengungkapan akuntansi. Peraturan perpajakan mempunyai dampak pada perhitungan pendapatan. Di beberapa negara (Jepang, Jermanm dan Perancis) pendapatan untuk perhitungan pajak sama dengan pendapatan untuk tujuan pelaporan keuangan. Sedangkan di negara lain seperti Amerika dan Inggris, pendaptan untuk tujuan pajak di hitung berbeda

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Sistem Politik Sistem politik suatu negara memberi pengaruh penting karena bisa menentukan kebijakan ekonomi. Terdapat kaitan erat antara kestabilan politik dan ekonomi. Pengembangan akuntansi juga sangat di tentukan oleh sistem ekonomi yang stabil. Sistem Hukum Di beberapa negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, sistem hukum memiliki dampak langsung pada akuntansi. Hukum meliputi peraturan akuntansi secara detail. Di negara tersebut, akuntansi secara langsung bergantung pada permintaan legislatif.

PERMASALAHAN UTAMA AKUNTANSI INTERNASIONAL


Sistem Pendidikan Sistem pendidikan berdampak pada akuntansi suatu negara melalui dua cara. Pemakai informasi akuntansi yang berpendidikan baik dapat memahami informasi akuntansi dengan baik. Akuntansi di negara yang memiliki standar pendidikan yang tinggi, biasanya memiliki skill dan kompetensi yang tinggi, latar pendidikan pembuat dan pengguna informasi akuntansi sangat mempengaruhi pengembangan sistem akuntansi suatu negara. Agama Di beberapa negara, misalnya Pakistan, Profit atau income mungkin tidak menjadi masalah, tetapi interest mungkin menjadi masalah.

KESIMPULAN

Pentingnya memahami Akuntansi Internasional Latar Belakang Kebutuhan Akuntansi Internasional Karakteristik Era Ekonomi Global Alasan-alasan Perusahaan Untuk Go Internasional Berbagai bentuk Keterlibatan Internasional The Asia Pasific Rim Region Permasalahan Utama Akuntansi Internasional

TUGAS KELOMPOK
Menyusun dan Presentasi untuk Kelompok 1 yaitu Ringkasan Chapter 2 (Textbook 1) untuk pertemuan ke 2 (20 Maret 2012) Untuk Mahasiswa yang tidak melakukan presentasi, menyusun ringkasan Chapter 6 (Textbook 2) dikumpulkan untuk pertemuan 2 (20 Maret 2012) Menyusun Jurnal Akuntansi Internasional dengan memilih topik sebagai berikut : - Harmonisasi Akuntansi Internasional - Pengukuran dan Pengungkapan Akuntansi Internasional Dikumpulkan pada perkuliahan ke 7 (Sebelum UTS)