Sejarah dan Biografi Tokoh Ilmuwan Penemu

Sabtu - 1 Oktober 2011

Bapak Palang Merah Dunia
Jean Henri Dunant lahir pada tahun 1828. Dia seorang warga negara Swiss yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Dunia adalah pemuda yang menyaksikan perang mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di Solferino, Italia Utara pada tanggal 24 Juni 1859. Tidak kurang 40.000 tentara terluka menjadi korban perang, sementara bantuan medis tidak cukup merawat korban sebanyak itu. Tergetar penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bersama penduduk setempat mengerahkan bantuan menolong mereka. Sekembali ke Swiss, Henry Dunant menuangkan kesan & pengalamannya dalam buku berjudul Kenangan dari Solferino menggemparkan Eropa. Henry Dunant mengajukan 2 gagasan. Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional yg dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong prajurit yg terluka di medan perang. Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yg cedera dan sukarelawan serta organisasinya yg menolong saat terjadinya perang. Pada 1863 Henry Dunant bersama keempat kawannya merealisasi gagasan tersebut dengan mendirikan komite internasional untuk nantuan para tentara yang cedera, sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau Committee of The Red Cross (ICRC) merupakan lembaga kemanusiaan bersifat mandiri, sebagai penengah dan netral. Dalam perkembangannya Palang Merah Internasional juga memiliki Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau International Federation of Red Cross dan Red Crescent (IFRC). Semangat Henry Dunant inilah yang mengilhami terbentuknya Perhimpunan Nasional Palang Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia berjumlah 176 perhimpunan nasional. Sedang gagasan kedua Henry Dunant direalisasi Pemerintah Swiss dengan mengadakan konferensi Jenewa dengan menghasilkan Konvensi Jenewa (1864) yang terus dikembangkan sehingga dikenal sebagai Konvensi Jenewa 1949. Jean Henri Dunant wafat pada tahun 1910 Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873. Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang. Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori dr RCL Senduk dan dr Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas dari kalangan terpelajar Indonesia dan diajukan

Garis hidupnya yang cukup panjang mengguratkan titik-titik perkembangan yang kontras. Frederic Passy. Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945. dr Marzuki. saat Presiden Soekarno memerintahkan Dr Buntaran (Menkes RI Kabinet I) membentuk badan Palang Merah Nasional. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Di usia tua. Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Ia pendiri Komite Internasional Palang Merah dan pemrakarsa Konvensi Jenewa. akan tetapi ditolak mentah-mentah. Tanggal 17 September 1945 terbentuklah PMI dan tanggal bersejarah itu hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI. Di bagian pertama hidupnya. namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang hingga untuk kedua kalinya rancangan tersebut disimpan. Belgia dan Belanda. Ia tumbuh di tengah keluarga yang kaya tetapi meninggal dunia di sebuah rumah sakit tingkat desa. Rumahnya di Jenewa menjadikan Henri Dunant orang yang relijius. Dunant. ia konsisten dengan dedikasinya yang tak lekang kepada masalah-masalah kemanusiaan. Dibantu Panitia lima orang terdiri atas dr R Mochtar (Ketua) dr Bahder Djohan (Penulis) dan 3 anggota : dr Djuhana. bersama tokoh Perancis. Namun di sepanjang usia yang penuh gejolak itu. . mempersiapkan terbentuknya Perhimpunan Palang Merah Indonesia. Hadiah Nobel Perdamaian ia peroleh pada tahun 1901. ia diasingkan dari masyarakat Jenewa yang pernah menjadikannya pahlawan dan meninggal dunia di ruang yang sepi dengan sebuah testamen yang pahit. ia terlibat serius dalam kegiatan keagamaan dan sekali waktu pernah bekerja purna waktu sebagai duta Ikatan Remaja Kristen yang melakukan perjalanan keliling Perancis. dr Sitanala. Jean Henri Dunant lahir pada tahun 1828 di kota Jenewa. Palang Merah merupakan bukti dari konsistensi ini. seorang aktivis kemanusiaan asal Swiss. Di usia pertengahan ia sangat terkenal karena sikap hidupnya yang sama sekali tidak jelas dan usaha bisnisnya yang semula sukses tetapi kemudian bangkrut total.ke dalam Sidang Konferensi Narkei pada 1940. Bapak Palang Merah Internasional JEAN HENRI DUNANT. peka terhadap masalah kemanusiaan dan selalu peduli kepada kepentingan umum. Swiss.

Terketuk oleh salah satu perang yang paling berdarah di abad-19. 39 anggota delegasi dari 16 negara hadir dalam konferensi lanjutan di Jenewa. yakni bentuk palang merah dengan latar berwarna putih. Dari tanggal 26 hingga 29 oktober 1863. Di dalamnya terdapat antara lain kesepakatan untuk menjamin netralitas personel Palang Merah. komite itu berhasil membentuk Red Cross atau Palang Merah. ia mengkampanyekan sebuah desain kemanusiaan berskala besar. Dunant membuat skema untuk menciptakan koloni netral di Palestina. Bisnisnya kemudian berjalan. kebangkrutan menerpa. Dunant kemudian mencurahkan banyak waktu dan uangnya untuk mengunjungi hampir seluruh negara di Eropa. Satu tahun berikutnya ia berencana membentuk Perpustakaan Internasional dan Universal yang mengkoleksi karya-karya besar sepanjang jaman. Di tengah-tengah ikhtiarnya yang dahsyat di jalur kemanusiaan dan perdamaian itu. Pada tahun 1866. Di tahun 1872.Saat berumur 26. Menurut Dunant. ia memasuki dunia bisnis sebagai wakil perusahaan Colonie de Satif di Afrika Utara dan Sisilia. Namun tak lama kemudian. Terjadi salah kelola yang fatal pada aktivitas ini dan sejak itu Dunant jatuh miskin dan dibenci oleh kawan-kawan Jenewanya yang ikut memasok modal. termasuk Dunant. Pada tanggal 7 Oktober 1863. ia mulai membagi perhatiannya pada masalah lain. Dengan modal awal 100 milyar franc. Melalui konferensi internasional. ia meminta hak pengendalian air kepada Kaisar Napoleon III dan permintaannya dikabulkan. ia menggulir konferensi antarnegara yang diarahkan untuk membentuk sebuah konvensi internasional mengenai tawanan perang serta sebuah pengadilan arbitrasi untuk menyelesaikan sengketa antarnegara. roda perusahaannya bisa bergulir lancar tetapi mulai tahun 1868. Dunant berusaha mengeksploitasi sebidang tanah yang sangat luas. Dalam posisi magang itu. Sampai di sini Dunant berhasil mengubah gagasan pribadinya menjadi sebuah perjanjian internasional namun ia merasa tugasnya belum selesai. untuk mempelajari kemungkinan mewujudkan rencana tersebut. Sekitar satu tahun kemudian. ia merancang rencana keuangan yang berani dan banyak investor tertarik hingga mereka menjadikannya direktur MonsGemila Mills di Aljazair. Dalam periode 1859-1867. Karena membutuhkan pasokan air yang tetap. yakni pertempuran yang pecah tatkala pasukan Perancis dan Italia berusaha mengusir orang-orang Austria dari bumi Italia. seraya mengelola Mons-Gemila Mills. Masyarakat Jenewa bahkan . negara-negara di dunia seharusnya membangun mekanisme bersama untuk merawat orang-orang yang terluka selama perang dan tiap orang dalam masyarakat didorong untuk menjadi sukarelawan serta dilatih ketrampilan merawat luka-luka korban perang hingga sembuh. melancarkan pasokan yang mereka perlukan serta memberi mereka emblem tanda khusus. 12 negara meneken sebuah perjanjian yang kemudian dikenal sebagai Konvensi Jenewa. usaha bisnisnya mengalami pergolakan. Masyarakat Jenewa bagi Kesejahteraan Umum menunjuk komite yang terdiri dari empat orang. Ia berusaha memperluas jangkauan Palang Merah ke angkatan laut setiap negara yang terlibat perang dan ke masa damai untuk ikut mengurangi akibat-akibat bencana alam. Dalam pertemuan ini disepakati resolusi yang menjadi dasar-dasar tugas Palang Merah. Ia melobi negara-negara itu agar mereka mau mengirim seorang wakil tetap di Palang Merah.

berpakaian compang-camping. Saat kematiannya di tahun 1910. Di sana. ia menghabiskan sisa hidupnya selama delapan belas tahun sebagai orang yang sama sekali tak dikenal. ia menetap di Heiden. Di sini seorang guru desa bersama Wilhelm Sonderger menemukannya di tahun 1890 dan mengabarkan kepada dunia bahwa Dunant masih hidup tetapi informasi ini tak ditanggapi siapa pun. Dalam kurun waktu 20 tahun berikutnya (1875-1895). Sesuai keinginan Dunant sendiri. . makan hanya kerak roti. di kamar nomor 12. ia ingin dikuburkan layaknya binatang. tak ada pula iring-iringan manusia yang mengantarnya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Dunant menghilang dalam kesepian. Ia menjadi pengemis. Dunant dipindahkan ke sebuah klinik kecil di Heiden. Sejak 1895 banyak hadiah dan penghargaan internasional sebetulnya diberikan kepadanya tetapi ia tetap memilih untuk tinggal di kamar nomor 12. karena sakitnya yang parah. memutihkan kerah bajunya dengan kapur dan tidur di emperen rumah orang. Selama beberapa tahun ia dikejar-kejar dan dipaksa hidup menggelandang. sebuah desa kecil di Swiss. tak ada upacara penguburan. Di tahun 1892.menolak kedatangannya. Setelah tinggal sebentarbentar di berbagai tempat. tak ada orang yang menangisinya. Ia tak pernah membelanjakan hadiah uang dalam jumlah besar yang pernah diterimanya. ia mewariskan sebagian hadiah itu kepada orang yang merawatnya di Heiden dan sebagian lainnya kepada sejumlah yayasan derma di Norwegia dan Swiss. Sebab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful