Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MANAJEMEN STRESS

Oleh : Kelompok 10 Amirul Muminin HP Annisa Nurhidayah Aura Aulia Imam Suhani S.

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG JURUSAN KEPERAWATAN Mei 2012


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Mata Ajar Pokok bahasan Sasaran Hari/tanggal Tempat I.

: : : : :

Ilmu Keperawatan Jiwa Manajemen Stress Pasien dan Pengunjung Puskesmas Gribig Kamis,3 Mei 2012 Puskesmas gribig

Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan tentang manajemen stress , peserta diharapkan dapat mengerti tentang manajemen stress tersebut.

II.

Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasien dan pengunjung dapat :

1. 2. 3.
4. III.

Menjelaskan pengertian stress Menjelaskan pengertian manajemen stress. Menyebutkan teknik manajemen stress. Mendemonstrasikan teknik manajemen stress. Materi

Materi penyuluhan terlampir.

IV.

Metode Ceramah dan tanya jawab

V.

Media Leaflet dan Flip Chart

VI. No 1.

Kegiatan Penyuluhan. Fase Pra interaksi 1. Kegiatan Waktu Menyiapkan satuan 5 menit acara penyuluhan dan materi penyuluhan. 2. Mengidentifikasi peserta penyuluhan. 1. Memberi salam dan 30 menit memperkenalkan diri.

2.

Kerja

2. 3. 4. jawab. 5. 3. Terminasi

Membagikan leaflet. Menjelaskan materi. Diskusi dan tanya

Membuat kesimpulan. 1. Mengucapkan kasih 2. Memberi penutup

terima 5 menit salam

VII.Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan melihat proses selama penyuluhan dan evaluasi hasil berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Pertanyaan untuk pasien :

1.
2.

Apa pengertian stress ? Apa pengertian manajemen stress ? Bagaimana teknik manajemen stress ? Bagaimana cara mendemonstrasikan teknik manajemen

3.
4.

stress ?

Lampiran MATERI PENYULUHAN MANAJEMEN STRES

I.

Pengertian stress

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada 2 pengertian stress: (1) Gangguan atau kekacauan mental dan emosional (2) -Tekanan. Secara teknis psikologik, stress didefinisikan sebagai Suatu respons stress penyesuaian seseorang terhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan orang bersangkutan. Jadi hal yang dipandang sebagai menyebabkan cekaman, merupakan suatu respon fisiologik ataupun perilaku terhadap stressor gangguan keseimbangan (homeostasis), baik internal maupun eksternal Dalam pengertian ini, bisa kita perjelas bahwa stress bersifat subjektifm sesuai perspsi orang yang memandangnya. Dengan perkataan lain apa yang mencekam bagi seseorang belum tentu dipersepsi mencekam bagi orang lain. II. Pengertian Manajemen Stres stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya

Manajemen

(manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. Manajemen stres adalah kecakapan menghadapi tantangan dengan cara mengendalikan tanggapan secara proporsional.

Stres adalah reaksi dari tubuh (respon) terhadap lingkungan yang dapat memproteksi diri kita dan bagian dari sistem pertahahan yang membuat kita tetap hidup.

Stres sudah ada sejak kita dalam kandungan dan tak pernah lepas dari kehidupan kita

Oleh Karenanya sangat menjadi penting untuk kita mengenali sumber stress dan kelolalah stres tersebut III. Teknik manajemen stress

1. NAFAS DALAM Teknik relaksasi napas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan napas dalam, napas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan napas secara perlahan. Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi napas. Pernapasan dalam mempunyai peran yang sangat penting bagi tubuh kita, diantaranya adalah: Memperlambat denyut jantung Mengatur tekanan darah, Menghilangkan ketegangan otot dan Mengembalikan keseimbangan mental dan emosional batin.

Tahap Persiapan : 1. Kaji dan berikan informasi terkait dengan pelaksanaan tindakan 2. Sediakan waktu selama 5-10 menit 3. Atur posisi duduk/berbaring yang nyaman

Tahap Pelaksanaan : 1. Putar music dengan suara pelan dan rileks 2. Redupkan cahaya 3. Tutup mata ,letakkan satu tangan pada perut kanan atas

4. Tarik nafas dalam secara perlahan lewat hidung,rasakan gerakan pelan perut Anda 5. Hembuskan secara perlahan ,lewat mulut Anda 6. Fokuskan pada pernafasan Anda,dan rasakan pergerakan keluar masuknya udara pada tubuh Anda 7. Ulangi tahap 4-5 beberapa kali sampai Anda merasakan rileks 8. Buka mata pelan-pelan

Tahap Terminasi : 1. Evaluasi perasaan klien setelah prosedur dilakukan 2. Evaluasi manfaat yang dirasakan

2.RELAKSASI OTOT PROGRESIF Relaksasi merilekskan otot progresif adalah teknik menegangkan 5-7 dan , otot-otot.Peregangan dilakukan selama detik

kemudian rileks selama 20-30 detik.Saat inspirasi otot ditegangkan,lalu ekspirasi secara perlahan ketika relaksasi otot.Dengan berkurangnya ketegangan otot dan emosi,merangsang pelepasan endorphin sehingga menimbulkan relaksasi. Indikasi : a.Nyeri b.Kecemasan c.Insomnia

Tujuan yang diharapkan : a.Berkurangnya kecemasan klien

b.Berkurangnya rasa nyeri c.Berkurangnya mual d.Berkurangnya insomnia e.Meningkatnya control diri Tahap Persiapan : 1. Lakukan tindakan 2. Musik,bantal 3. Cuci tangan 4. Atur posisi klien pada tempat duduk atau di tempat tidur yang nyaman.Gunakan bantal untuk menopang lengan , buat klien dalam kondisi nyaman. 5. Jaga pelaksanaan prosedur untuk tidak terputus selama 15-30 menit pengkajian dan berikan informasi berkaitan dengan

Tahap Pelaksanaan: 1. Kurangi cahaya lampu dan putar music pelan-pelan 2. Instruksikan klien tutup mata pelan-pelan,anjurkan tarik nafas dalam dan hembuskan secara perlahan (3-6 kali) dan rileks (saat menginstruksikan pertahankan suara lemah lembut) 3. Mulai proses penegangan dan relaksasi diiringi tarik nafas dan hembuskan secara perlahan Wajah,rahang,mulut (kedipkan mata dan kerutkan wajah lalu rileks) Leher (tarik dagu ke leher lalu rileks) Tangan kanan (genggam lalu rileks)

Lengan kanan (tegangkan siku lalu rileks) Tangan kiri (genggam lalu rileks) Lengan kiri (tegangkan siku lalu rileks) Punggung,bahu,dada (angkat bahu,lalu rileks) Abdomen (angkat abdomen lalu rileks) Tungkai atas kanan (tekan ke bawah dengan kuat lalu rileks) Tungkai bawah kanan (cengkramkan jari-jari lalu rileks) Tungkai atas kiri (tekan ke bawah dengan kuat lalu rileks) Tungkai bawah kiri (cengkramkan jari-jari lalu rileks)

4. Tambah 3-6 kali nafas secara rileks lalu gerakkan kaki , tangan, lengan,tungkai,buka mata kembali (orientasi diri)

Tahap Terminasi : Evaluasi perasaan/ketegangan klien (untuk mengetahui efektivitas tindakan)

DAFTAR PUSTAKA Priharjo, R. (2003). Perawatan Nyeri. Jakarta :EGC

DAFTAR HADIR MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG DIII KEPERAWATAN MALANG TANGGAL 30 APRIL 5 MEI 2012

N o.

Nama Mahasis wa

30 April 2012 Data Pula ng ng

1 Mei 2012 Data ng Pula ng

2 Mei 2012 Data ng Pula ng

3 Mei 2012 Data ng Pula ng

4 Mei 2012 Data ng Pula ng

5 Mei 2012 Data ng Pula ng

1. 2. 3. 4.

Amirul M. Annisa N. Aura A. Imam S.