P. 1
62 jenis kayu

62 jenis kayu

|Views: 188|Likes:
Dipublikasikan oleh AdityaRakhmad

More info:

Published by: AdityaRakhmad on May 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2015

pdf

text

original

Ketahanan 62 jenis kayu ….

(Mohammad Muslich dan Ginuk Sumarni)

KETAHANAN 62 JENIS KAYU INDONESIA TERHADAP PENGGEREK KAYU DI LAUT The Resistance of 62 Indonesian Wood Species Against Marine Borers
Oleh/By: Mohammad Muslich dan Ginuk Sumarni ABSTRACT
Sixty two Indonesian wood species were exposed to marine borers for determining their resistances. The study was conducted at Rambut Island seashore using wood samples measuring 2,5 cm by 5 cm by 30 cm. The samples were randomly arranged using nylon rope immersed in the shore and then observed after six months. Results revealed that most of the samples were completely attacked by Martesia striata Linne of the Pholadidae family, Teredo bartchi Clapp., Dicyathifer manni Wright and Bankia cieba Clench., of the Teredinidae family. Nine out of 62 wood species i.e. 14.5% were resistant to marine borers. Eusideroxylon zwageri T. et B., was classified as very resistant (no attack), while Diospyros celebica Bakh., Mimusops elingi L., Parinari corymbosa Miq., Tectona grandis L.f., Trestania maengayi Duthii.,Trestania whiteana Griff., Vitex cofassus Reinw., and Vitex pubescens Vahl. were categorized as resistant (light attack). These nine wood species are suitable for marine constructions. Keywords: Resistance, Indonesian wood species, marine borers ABSTRAK Enam puluh dua jenis kayu yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia diuji sifat ketahanannya terhadap serangan penggerek laut. Masing-masing jenis kayu dibuat contoh uji berukuran 2,5 cm x 5 cm x 30 cm, kemudian direnteng dengan tali plastik, kemudian dipasang di perairan Pulau Rambut dan diamati setelah 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 6 bulan hampir semua contoh uji mendapat serangan berat oleh Martesia striata Linne dari famili Pholadidae, Teredo bartchi Clapp. Dicyathifer manni Wright. dan Bankia cieba Clench. dari famili Teredinidae. Sembilan dari 62 jenis kayu atau 14,5% tahan terhadap penggerek di laut. Eusideroxylon zwageri T. et B. termasuk dalam katagori sangat tahan (tidak ada serangan), sedangkan Diospyros celebica Bakh, Mimusops elingi L., Parinari corymbosa Miq., Tectona grandis L.f., Trestania maengayi Duthii.,Trestania whiteana Griff., Vitex cofassus Reinw. dan Vitex pubescens Vahl. termasuk dalam katagori tahan (serangan ringan). Jenis-jenis kayu tersebut cocok untuk bangunan kelautan. Kata kunci: Ketahanan, jenis kayu Indonesia, penggerek kayu di laut

183

Bahan dan Metode Pada penelitian ini diteliti sebanyak 62 jenis kayu yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia. melainkan hanya berdasarkan dari informasi yang tertera pada herbarium sebagai hasil pengamatan di lapangan atau hasil wawancara dengan penduduk di sekitar pohon tersebut tumbuh yang dicocokkan dengan data di berbagai sumber. Ketahanan alami kayu adalah daya tahan suatu jenis kayu terhadap organisme perusak seperti serangga. dipasang di perairan Pulau Rambut secara horizontal seperti yang dilakukan oleh Muslich dan Sumarni (1987). klasifikasi tersebut sama sekali belum mewakili keawetan alami terhadap organisme yang ada di laut. Contoh uji yang sudah direnteng. Perairan tersebut mempunyai salinitas sekitar 30 – 33 permil. Rudman dan Gay. Lain dari pada itu. insektisida atau zat lain yang bersifat racun. Padahal klasifikasi tersebut bukan berdasarkan dari hasil penelitian. jamur dan penggerek di laut. II. IV dan V). Masing-masing jenis kayu dibuat contoh uji berukuran 2. terutama yang bersentuhan dengan air laut. Ada anggapan bahwa kayu yang mempunyai berat jenis tinggi. berkarang dan bebas polusi atau limbah buangan. B. Berdasarkan data tersebut diharapkan agar kayu dapat digunakan secara tepat. PENDAHULUAN Indonesia memiliki sekitar 4000 jenis kayu. Menurut Oey Djoen Seng (1964). Backer. temperatur. arus dan gelombang pada setiap tahunnya tidak menunjukkan perbedaan yang menyolok. Maka ketahanan alami kayu cenderung bersifat relatif. BAHAN DAN METODE A. 22 No. Semua contoh uji diikat satu sama lain (direnteng) dengan tali plastik. tergantung kepada organisme yang menyerang. 1975). Akan tetapi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama yang menentukan ketahanan alami kayu yaitu adanya zat ekstraktif yang bersifat fungisida.Penelitian Hasil Hutan Vol.191 I. Setelah 6 bulan contoh uji diambil. Tulisan ini disajikan berdasarkan hasil penelitian ketahanan jenis-jenis kayu Indonesia terhadap serangan penggerek di laut. Perubahan salinitas. Oktober 2004: 183 . dkk. meliputi 785 genus dalam 106 famili (Martawijaya. biasanya tergantung di mana kayu tersebut dipakai. 3. temperatur 28 – 29ºC. Klasifikasi inilah yang sampai sekarang masih dipakai sebagai pegangan untuk memperkirakan ketahanan alami kayu terhadap organisme perusak. sehingga populasi penggerek kayu di perairan tersebut dapat berkembang dengan baik (Muslich dan Sumarni 1987).0 cm x 30 cm dengan ulangan 10 kali. 1985. pengamatan dilakukan dengan membelah contoh uji menjadi dua bagian dan dinilai intensitas serangan terhadap penggerek di laut menurut standar Nordic Wood Preservation Council (NWPC) yang dikutip oleh Norman dan Heningson (1975) seperti pada Tabel 1. Zat ekstraktif yang bersifat racun terhadap salah satu organisme perusak belum tentu bersifat racun terhadap organisme perusak lainnya.5 cm x 5. hanya sebagian kecil saja (1520 persen) yang termasuk kelas awet tinggi (I dan II) sedangkan sisanya termasuk kelas awet rendah (III. sebagai sekat diantara contoh uji digunakan selang plastik. akan mempunyai ketahanan alami tinggi (Da Costa. 184 . 1981).. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Rambut (Kepulauan Seribu). berpasir putih.

grandis terdapat kelompok “quinones” yang juga bersifat anti rayap yang disebut dengan “techtochinon”. hasil penelitian menunjukkan bahwa contoh uji kayu yang dipasang di perairan Pulau Rambut selama 6 bulan.. Parinari corymbosa Miq. Demikian juga pada T. (1985) juga menyatakan bahwa “techtochinon” adalah suatu ekstraktif yang terdapat pada kayu T. Sedangkan Martawijaya 185 . hal tersebut disebabkan karena setiap jenis kayu mempunyai ketahanan alami yang berbeda.33% 2/3 = 34% . Mimusops elingi L. 1932) dan mempunyai zat ekstraktif “eusiderin” turunan dari phenolik yang beracun (Amin dkk.Trestania whiteana Griff.. HASIL DAN PEMBAHASAN A.2. zwageri tahan terhadap organisme perusak di laut diduga karena mempunyai kadar silika yang relatif tinggi yaitu 0. III.5% (Bianchi... Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 62 jenis kayu yang diuji. Intensitas serangan pada setiap jenis kayu berbeda. Sembilan jenis kayu tersebut dalam penggunaannya cocok untuk bangunan di laut terutama yang bersentuhan dengan air laut. Sumarni dan Roliadi (2002) menyatakan kedua jenis kayu tersebut juga mempunyai ketahanan tinggi terhadap rayap tanah dan rayap kayu kering. Trestania maengayi Duthii. Diospyros celebica Bakh. grandis bersifat racun terhadap jamur Coniophora olivacea. Identifikasi jenis penggerek tersebut sesuai dengan klasifikasi yang disusun oleh Turner (1971). 1. dan Vitex pubescens Vahl.66% 1 = > 66% Sumber (Source): Nordic Wood Preservation Council (NWPC) No.5% mendapat serangan penggerek di laut dengan intensitas serangan sedang dan berat. Kemungkinan besar pada V. 2002).. grandis juga merupakan jenis kayu yang tahan terhadap penggerek di laut karena mempunyai zat ekstraktif “techtochinon”. Classification on wood resistance based on the NWPC standard Kelas (Class) I II III IV Kondisi kayu (Wood condition) Tidak ada serangan (No attack) Serangan ringan (Light attack) Serangan sedang (Medium attack) Serangan berat (Heavy attack) Intensitas serangan (Attack intensity) 0=<1% 1/3 = 2% . cofassus juga mempunyai komponen kimia tertentu yang dapat menahan serangan terhadap berbagai organisme perusak di laut. baru mendapat serangan ringan.. Di samping T.. sebagian besar mendapat serangan berat dari penggerek di laut. Klasifikasi ketahanan kayu berdasarkan standar NWPC Table 1.5% saja yang mempunyai ketahanan tinggi terhadap penggerek di laut. Supriana (1999) mengatakan bahwa pada bagian teras kayu T.Ketahanan 62 jenis kayu …. et B. E. Rudman (1963) dalam Costa et al. cofassus tahan terhadap penggerek di laut. Sisanya 53 jenis lainnya sekitar 85.4. Jenis-jenis kayu tersebut termasuk kategori mempunyai ketahanan yang rendah dan tidak layak untuk digunakan di laut. Intensitas Serangan Ditinjau secara umum. kayu tersebut termasuk jenis yang paling tahan.2/73 Untuk identifikasi jenis penggerek yang menyerang contoh uji dilakukan pengamatan struktur cangkuk dan bentuk palet dari penggerek serta bekas lubang gerek pada kayu. (Mohammad Muslich dan Ginuk Sumarni) Tabel 1. Vitex cofassus Reinw. grandis dan V. Tectona grandis L. hanya 9 jenis atau 14. Jenis kayu yang belum mendapat serangan penggerek di laut hanya pada Eusideroxylon zwageri T.f.

Fosberk.95 0.79 0.89 1.60 0.42 0. 10. Cananga odorata Hook et.43 0. Hopea odorata Roxb. 24.38 0.73 0. 27.et B Gmelina moluccana (Bl) Backer. Eugenia polyantha Wight. Aleurites muluccana (L. grandis mempunyai kelas awet tinggi pada uji kuburan (graveyard test) . Eusideroxylon zwageri T. Elmerrillia ovalis Dandy.52 0.90 0.65 0. 34.90 0. The attack intensity of marine borers on 62 wood species Berat jenis (Specific grafity)* (4) 0. Melia excelsa Jack.05 0. 3.Penelitian Hasil Hutan Vol. 21.58 0. 186 . 33. Intsia palembanica Miq.Jun Koompassia malaccensis Maing.90 0.63 0. Peronema canescens Jack. Albizzia falcataria L. 23.51 0.67 0.50 0.90 0. Parinari corymbosa Miq.92 0.95 0. 6. Ailanthus malabarica D. 22 No.T.60 1. 7. 32.90 0. Eucalyptus urophylla S.90 0.73 0. Nama daerah (Local name) (3) Mangium Damar pilau Damahu Kayu langit Sengon Kemiri Jabon Keledang Nyamplung Kenanga Eboni Kayu arang Keruing bunga Dahu daun kecil Dahu daun lebar Buniyaga Durian Cempaka Ampupu Leda Salam Ulin Kayu titi Merawan tanduk Merawan siput Cengal Locus Merbau darat Mahoni uganda Mahoni Kempas Pasang Surian bawang Kala-kala Pala Merbatu Buter tree Sungkai Tusam Jamuju Kasai besar Angsana kembang Bimiek Bayur jawa (1) 1. Artocarpus sp. 11. 5. 39. 37.23 0. Kosterm.82 0.70 0. 4.33 0. 14. Dracontomelon mangiferum Bl. Pterocymbium elongatum Korth. 44.33 0. Et Rolfe. Khaya anthotheca C. 28.) Willd. 3. 19.45 0. Oktober 2004: 183 .90 0. Pinus merkusii Jungh.46 0.85 0. et Hoff. Th. Eucalyptus alba Reiw. 20. Drypetes longifolia Pax.42 0. 43. Lithocarpus sundaicus Bl.90 0.96 0.56 0.69 0.70 0. 17. Anthocephalus cadamba Miq.69 0.59 0. 30. 29. Durio zibethinus Murr. Agathis borneensis Warb. Hopea mengarawan Miq.57 0.90 0.90 0. 22. 41.55 0. Khaya senegelensis A. 40.53 Intensitas serangan (Attack intensity) (5) 0. 16. 12. Intensitas serangan penggerek di laut pada 62 jenis kayu Table 2. Diospyros macrophylla Bl.55 0.60 0. zwageri dan T. Pometia pinnata Forst.00 0.Blake.63 0.71 0.96 0. 25. 35. Pterospermum javanicum Jungh.73 0. Calophyllum inophyllum L.33 0. 26. Hymenaea courbaril L.Dl.60 0.93 0.96 0. Hopea sangal Korth.96 0.77 0.95 0.04 0.58 0. Pterocarpus indicus Willd. 36. 31.33 0. 42.45 0.66 0.96 0. Diospyros celebica Bakh. 38. Palaquium edule Reinw.86 0. 2.73 0.73 0. Nama botanis (Scientific name) (2) Acasia mangium Willd. Tabel 2. Podocarpus imbricatus Bl. et de Vries.. 15.64 1.90 0.63 0.95 Jenis penggerek (Marine Borer species) T (6) ++ ++ ++ +++ +++ +++ +++ + ++ +++ ++ + + +++ + ++ ++ +++ ++ + +++ +++ + +++ +++ +++ ++ +++ +++ +++ +++ +++ + + + +++ ++ +++ +++ + ++ +++ +++ P (7) ++ ++ ++ +++ +++ +++ +++ ++ + + + ++ ++ ++ +++ + +++ + ++ ++ ++ +++ ++ ++ + ++ + + ++ ++ ++ ++ + +++ + ++ + ++ ++ ++ + ++ + No.00 0.70 0. 13. Agathis philippinensis Warb.65 0. Dracontomelon dao Merr. 18. Dipterocarpus hasseltii Bl.66 0. Mimusops elingi L.191 (1981) menyatakan bahwa E.31 0. 9.66 0.78 0.C.73 0. Pentadisma butyracea Sab.73 0. 8.

Sebaliknya pada komponen kimia yang berupa kandungan selulosa di dalam kayu akan lebih disukai oleh famili Teredinidae karena sebagai sumber makanannya (Turner.70 0.00 0.63 0. 62.88 0. Toona sureni Merr. Demikian pula kayu yang dipakai untuk di laut tentunya akan berbeda ketahanan alaminya apabila dipakai di darat. 54.70 0. mangiferum. merkusii dan P.50 0. Tristania whiteana Griff.45 (6) ++ +++ ++ ++ ++ +++ +++ +++ +++ + +++ + +++ + + + + ++ (7) ++ ++ ++ ++ + + ++ ++ ++ +++ ++ + ++ + + + + + Keterangan (Remarks): *) = Oey Djoen Seng 1964. T = Teredinidae. anthotheca. 57. ++ = Sedang (moderate). 48. Sumarni dan Roliadi (2002) mengatakan bahwa kayu yang dipakai di dataran rendah mempunyai ketahanan alami yang berbeda apabila dipakai di dataran tinggi. 1988). 47.32 0. + = Sedikit (slight).41 0.V. Shorea johoriensis Foxw Shorea laevis Ridl. 46. Tristania maengayi Duthii.9%. Southwell dan Bultman. Shorea selanica Bl.17 1. tergantung pada jenis penggerek yang menyerangnya. A. kadar silika merupakan salah satu faktor yang dapat menahan serangan terhadap penggerek kayu di laut. Bianchi (1932) menyatakan bahwa pada P. seminis intensitas serangan tinggi disebabkan oleh famili Pholadidae.93 0. muluccana.25 0. Kayu yang mendapat serangan berat dari suatu jenis penggerek belum tentu mendapat serangan yang sama oleh penggerek yang lain.33 0. ovalis. (2) Quercus lineata Bl.46 0.96 0. 58. 60. 49. Shorea stenoptera Burck. +++ = Banyak (heavy) Demikian pula pada P. Beenson (1946) dalam Supriana (1999) juga menyatakan bahwa ada hubungan antara kadar silika pada kayu dengan daya tahan terhadap penggerek di laut. javanicum disebabkan oleh famili Teredinidae. 51. Shorea leprosula Miq. corymbosa juga termasuk jenis kayu yang tahan terhadap penggerek di laut. moluccana intensitas serangan tinggi disebabkan oleh famili Poladidae dan Teredinidae. Kadar silica. Shorea mecistopteryx Ridl. (3) Mempening batu Balangeran Damar kaca Kenuar Balau tanduk Meranti tembaga Tengkawang layar Meranti sarang punai Meranti bapa Terindak Tengkawang tungkul Jati Suren Pelawan merah Belawan napu Gofasa Laban Menjalin (4) 1.68 (5) 0.18 0.86 0.74 0. P. (Mohammad Muslich dan Ginuk Sumarni) (1) 45. Kemudian Supriana dan House (1982) menyatakan bahwa kadar silika tidak ada hubungan yang nyata terhadap daya tahan kayu terhadap serangan rayap. 55. Pada D. 61.99 0. cadamba dan G.55 1. Shorea javanica K. Shorea parvifolia Dyer.90 0.45 0. 52. 1966) sehingga kayu yang banyak mengandung selulosa akan lebih cepat mendapat serangan (Muslich dan Sumarni.63 0. 1971). Sedangkan pada A.Ketahanan 62 jenis kayu ….5%. 53.90 0. Xanthophyllum excelsum Miq.08 0.76 0. 50. Tectona grandis L. inophyllum. Tabel 2 menunjukkan bahwa intensitas serangan tinggi pada C.95 0. falcataaria. Shorea balangeran Burck. Shorea seminis V. Vitex cofassus Reinw. 56. kekerasan atau kerapatan dan kandungan zat ekstraktif yang bersifat racun dapat menekan serangan penggerek kayu di laut (Bianchi dan Gongrijp. P.Sl. P = Pholadidae. Adanya perbedaan intensitas serangan tersebut disebabkan karena komponen kimia pada tiap jenis kayu berbeda.75 0. E. 187 . edule dan S.51 0.63 0. 1932. malabarica.86 0. H.et. A. corymbosa mempunyai kadar silika yang relatif tinggi yaitu 0. terutama pada kadar di atas 0. A.f. Vitex pubescens Vahl. 59.46 0. sangal.90 0.40 0. Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa intensitas serangan pada kayu ternyata bersifat relatif. K.35 0.

Namun demikian. 1. Secara terus menerus binatang ini memperpanjang lubang gerek di dalam kayu dan dinding salurannya dilapisi zat kapur. perlu diamati lebih lanjut pada penelitian tersendiri.52 menunjukkan kelas awet yang rendah. Tipe Serangan Kerusakan kayu yang disebabkan oleh famili Pholadidae tidak sehebat seperti serangan Teredinidae.55 dan 0. Backer (1975) membuktikan bahwa ternyata yang lebih berpengaruh terhadap keawetan alami kayu adalah zat ekstraktif. K.Penelitian Hasil Hutan Vol. Muslich dan Sumarni. 3. Pholadidae merusak kayu sebagai tempat tinggalnya saja sehingga hampir semua jenis kayu akan mendapat serangan dari famili tersebut. laevis. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa E. 1971.04 akan mempunyai kelas awet yang tinggi. Dalam suatu genus. Planconella obovata dan Tamarindus indicus yang berturut-turut mempunyai berat jenis 1. Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Atwood dan Johnson (1924) bahwa dengan banyaknya penggerek yang menyerang kayu pada suatu tempat yang terbatas. Serangan Teredinidae pada contoh uji menunjukkan bahwa pada awal penggerekan mula-mula tegak lurus terhadap serat kayu. Pholadidae biasa membuat lubang gerek tegak lurus pada permukaan kayu. Q. jenis kayu yang lebih berat biasanya akan lebih awet dari pada yang lebih ringan. Adanya korelasi tersebut terbatas hanya pada species dalam satu genus. Lebih lanjut Oey menyatakan bahwa pada Xanthophyllum stipitatum. kemudian membelok ke arah sejajar serat kayu tersebut. urophylla. Hasil identifikasi jenis penggerek kayu yang menyerang contoh uji dari famili Pholadidae yaitu Martesia striata Linne. Misalnya E. 1. Serangan pholadidae mudah diketahui.191 Selain dari pada itu.4%) dan mengandung zat ekstraktif tectochinon yang beracun (Bianchi. Mata dan Sariban (1972) menyatakan bahwa panjang penggerek mencapai 30 – 100 cm dan diameternya 2.05. Intensitas serangan yang tinggi pada kayu akan menunjukkan kepadatan populasi di dalam kayu.01 dan 0. 22 No. Oey Djoen Seng (1964) menyatakan bahwa hubungan antara berat jenis dengan ketahanan alami kayu kurang berlaku umum. 1932). maka akan terbentuk banyaknya saluran gerek yang saling bertemu sehingga bagian kayu yang diserang akan terbentuk seperti sarang lebah. Meskipun serangan Pholadidae tidak sehebat Teredinidae. sebaliknya pada P. S.00.63. berupa data yang diambil dari Oey Djoen Seng (1964) yang diperkirakan tidak jauh berbeda dengan berat jenis kayu yang sesungguhnya. merkusii dan P. grandis mengandung silika yang relatif tinggi (0. imbricatus yang mempunyai berat jenis rendah yaitu 0. maka organisme perusak akan cenderung memilih kayu yang lebih lunak. 1988).84 ternyata hanya sedikit memiliki ketahanan terhadap pembusukan jamur dan serangan serangga perusak kayu. Sepintas terlihat bahwa berat jenis kayu seakan-akan cenderung ada hubungan korelasi terhadap ketahanan alami kayu. malaccensis yang mempunyai berat jenis relatif tinggi yaitu 1. sedangkan luas serangannya sesuai dengan ukuran cangkuknya. akan tetapi kayu yang mempunyai ketahanan tinggi terhadap Teredinidae tidak kebal terhadap serangan Pholadidae (Southwell dan Bultman. lineata. zwageri yang mempunyai berat jenis 1. Kepadatan populasi akan berpengaruh terhadap saluran lubang gerek yang dibuatnya sehingga menjadi tidak beraturan dan perkembangan tubuhnya menjadi terbatas.5 cm. Hal tersebut disebabkan bahwa T. grandis yang mempunyai berat jenis 0. berupa pengikisan bagian luar kayu dengan lubang-lubang yang dangkal. berat jenis kayu yang dicantumkan pada Tabel 2. Akan tetapi apabila populasi di dalam kayu terlalu banyak maka 188 . Backer juga menyatakan bahwa apabila ada dua pilihan jenis kayu yang diserang. seharusnya faktor berat jenis kayu. 0.95 ternyata mempunyai ketahanan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan T. B.04.99 dan 0. Oktober 2004: 183 .

. kemudian Diospyros celebica Bakh.. C. bagian permukaan kayu berupa celah agak besar dan dinding gerek tidak dilapisi zat kapur. agak panjang dengan ujung cekung. Pada ujung tangkai melebar berbentuk seperti mangkuk. dan Bankia cieba Clench/Turner dari famili Teredinidae. Serangan Pholadidae berupa pengikisan pada kayu berupa lubang yang dangkal seluas ukuran cangkuknya. KESIMPULAN Dari 62 jenis kayu yang diuji... 189 . berwarna kecoklat-coklatan. akan tetapi di dalam kayu sudah terjadi kerusakan yang berat dan pada dinding lubang gereknya dilapisi zat kapur. sedangkan pada permukaan contoh uji hanya berupa noda kecil yang tidak berarti.5 persen saja yang mempunyai ketahanan tinggi terhadap penggerek di laut. Trestania maengayi Duthii. Palet mempunyai tangkai panjang. Bankia cieba Clench/Turner. pipih. Jenis-jenis organisme penggerek yang menyerang adalah Martesia striata Linne dari famili Pholadidae. Dicyathifer manni Wright. Teredo bartchi Clapp. Dicyathifer manni Wright. Sedangkan serangan Teredinidae pada permukaan kayu berupa noda kecil. Palet mempunyai tangkai panjang. Menon (1957) menyatakan bahwa serangan Teredinidae lebih dikenal dengan nama “shipworm” atau ”teredine borers”.. 2.f. termasuk jenis kayu yang paling tahan terhadap penggerek di laut. Mempunyai cangkuk berwarna putih. IV. Ciri-ciri penggerek di laut yang dikumpulkan dapat dikenali sebagai berikut: 1. Sebagian ujung mangkuk lurus dan sebagian yang lain cekung.Trestania whiteana Griff. Ciri lain serangan yang dimilki oleh Teredinidae adalah serangan hebat hanya terdapat pada bagian dalam kayu. Eusideroxylon zwageri T. Tipe serangan dari kedua famili tersebut pada kayu jelas berbeda sehingga mudah diidentifikasi. Parinari corymbosa Miq. Martesia striata Linne. dan Vitex pubescens Vahl. Paletnya bertangkai panjang dan pada ujungnya terdapat bangunan yang berbentuk seperti mangkuk yang bersusun-susun dan makin keujung makin kecil warna kecoklatcoklatan. Teredo bartchi Clapp. pipih. et B. rapuh dan berbentuk seperti sayap. 4.. Dicyathifer manni Wright. dan Bankia cieba Clench/Turner dari famili Teredinidae.. Teredo bartchi Clapp. Identifikasi Jenis Hasil identifikasi jenis organisme penggerek yang merusak contoh uji yaitu Martesia striata Linne dari famili Pholadidae. pipih. hanya 9 jenis atau 14. Vitex cofassus Reinw. Pada cangkuk terdapat alur radial dan pada ujungnya terdapat celah. Pada salah satu ujung celah terdapat bagian yang tidak beralur bentuknya membulat. Mimusops elingi L. Pada ujung tangkai melebar berbentuk menyerupai mangkuk yang pipih dan berwarna kecoklat-coklatan.Ketahanan 62 jenis kayu …. 3. Tectona grandis L. (Mohammad Muslich dan Ginuk Sumarni) perkembangannya akan terbatas.

dan G. W. http. Johnson. S. A. Bogor.ac. Heningson. XX (1) : 1-6. Sumarni dan H. Stockholm. Pusat Litbang Hasil Hutan. 1932. N. and A. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. 1972. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4 (2) : 46-49. Marine structures their deterioration and preservation.J. Laguna 3720.R. Rayap dan kayu. Siriban. Kuala Lumpur. Pusat Litbang Hasil Hutan. 22 No. FORPRIDE COM. A survey and illustrated catalogue of the teredinidae. Oey Djoen Seng. and F. . College.A. Termites and fungi. D. and J. Lembaga Penelitian Universitas Mulawarman. Canada.R. K. 1. Samarinda. Buletin Penelitian Hasil Hutan 20 (3) : 177– 185.T. R. Washington. Pengaruh salinitas terhadap serangan penggerek kayu di laut pada beberapa jenis kayu. 2002. A Note on marine borers in Malayan waters. Jurnal Penelitian Hail Hutan 5 (7) : 400-403.S. Roliadi. The resistance of some Netherlands East Indian Timbers against the attack of shipworms (Teredo).D. Document No. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. A. 1924.D. Turner.. Norman. Rudman. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. sektor kehutanan. Oktober 2004: 183 .//unmul. National Research Council.J. P. Technical Note. 1987.W.G. Tinjauan sosiologis dan ekonomis pada bidang agribisnis. 171. G. 190 .C.C. Biotropica 3 (1): 81-107. Pengumuman No. Southwell. Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan. 1975. Bogor. 3. 1964. Menon. Bogor. Vol 37: 291-298. Sumarni. Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgreen). Asri. No. and F. Philippines. Canada. Jakarta. 2002. 1985.D. Fith Pacific Congress. Supriana. Becker. Description of a trial with wood preservatives against marine wood borring organisms. Sweden. Da Costa.B.191 DAFTAR PUSTAKA Amin. E. Empire Forestry Review. Issued by the Ministry for Agriculture. Muslich.pdf. 1966. Bogor.id/dat/pub/lemit/ tinjauan sosiologis. Washington D. M.Penelitian Hasil Hutan Vol. Gay. Canbridge. C. Naval Research Laboratory. Investigation on the durability of Tectona grandis. 1971. Berlin Dahlem. and B. Laju serangan Pholadidae dan Teredinidae pada beberapa jenis kayu. P. Forest Products Journal. Resistance of woods to marine borers. Mata. Bultman. E. Harvard University. 1988. dan Muladi. Atwood. IRG/WP/412. Marine borers resistance of untreated woods over long periods of immersion in tropical waters. Reprinted from the Malayan Forester. Mass. Organismen Und Holz International Symposium. 1957. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan Pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. 1999. Bianchi. 1975.G.

fungi and fouling organisms of wood. Identification of marine wood-boring mollusks. 191 . (Mohammad Muslich dan Ginuk Sumarni) __________. 1971. Organisation for Economics Co-operation and Development. Marine borers.Ketahanan 62 jenis kayu …. Paris.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->