Anda di halaman 1dari 6

BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Pengertian Bahan ajar adalah sesuatu yang memungkinkan siswa belajar.

Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berguna untuk pengembangan diri siswa baik dalam kaitannya untuk menyelesaikan studi, melanjutkan studi, mempersiapkan diri memasuki dunia pekerjaan, dan belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. Sesuatu yang memungkinkan siswa belajar tersebut dapat berupa teks, tampilan visual (grafik, bagan, table, dan sejenisnya), teks dan tampilan visual, objek, hasil pengamatan, dll.yang memungkinkan siswa belajar. Proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu dapat dilakukan melalui membaca, mendengarkan, mengamati, mendiskusikan, memikirkan, menuliskan, dan kegiatan reseptif dan produktif lainnya yang penting siswa menjadi tahu dari sebelumnya tidak tahu atau menjadi lebih atau dari sebelumnya tahu sedikit, lebih terampil dari sebelum sedikit atau tidak terampil, atau lebih memiliki sikap positif dari sebelumnya kurang atau tidak memiliki sikap positif dalam kehidupannya. Dengan demikian, wujud bahan ajar sangat bervariasi sesuai dengan proses dan hasil belajar yang secara garis besar berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap tersebut. Wujud bahan ajar yang bervariasi itu misalnya berwujud teks, tampilan visual (gambar, tabel, grafik, diagram, dan sejenisnya), objek, contoh perilaku, dan contoh praktik suatu kegiatan.Dari wujud bahan ajar itu siswa dapat mempelajari fakta, konsep, prinsip, dan prosedur untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Unsur-unsur Bahan Ajar Bahan ajar dibangun oleh unsur yang berupa fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.Fakta adalah kejadian nyata yang dapat ditemukan di sekitar siswa.Fakta dapat berupa objek, peristiwa nyata, hasil pengamatan atau penelitian yang dituangkan dalam laporan/teks. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, puisi, cerpen, atau karya sastra yang lain, berita, artikel, atau bentuk tulisan yang lain termasuk fakta bahasa dan fakta sastra. Sementara itu, bahan ajar yang berupa konsep adalah bahan ajar tekstual yang berisi definisi, pengertian, dan penjelasan konseptual lainnya.Bahan ajar yang berupa prinsip berwujud bahan tektual yang berisi penjelasan cirri-ciri atau atau unsure-unsur suatu konsep atau entitas tertentu, misalnya cirri-ciri prosa fiksi, cirri-ciri demokrasi, cirri-ciri kalimat efektif, dan sejenisnya. Terakhir, bahan ajar yang berupa prosedur adalah bahan ajar yang menjelaskan langkah-langkah, misalnya langkah-langkah menemukan ide pokok, langkah-langkah menulis karya ilmiah, langkah-langkah mengapresiasi prosa fiksi, dan langkah-langkah menulis puisi. Hampir setiap KD memerlukan bahan ajar yang mengandung empat unsur itu. Ciri-ciri Bahan Ajar yang Baik Bahan ajar yang disuguhkan kepada siswa hendaknya memenuhi syarat bahan ajar yang baik. Bahan ajar yang baik memiliki cirri-ciri (a) mengandung empat unsur bahan ajar, (b) bahan ajar berisi fakta, uraian konseptual yang mutakhir, dan prosedur yang benar, (c) bahan ajar mengandung nilai-nilai positif yang berguna bagi siswa untuk keberhasilan hidupnya, (d) bahan ajar menantang dan mengondisikan siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inventif, (e) bahan ajar memberikan contoh penggunaan unsur dan kaidah bahasa lisan dan tulis yang cermat, (f) bahan ajar menantang siswa mengembangkan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan

berbicara secara langsung, dan (g) bahan ajar mendukung penguasaan materi pelajaran yang lain, gemar membaca dan menulis dalam rangka mendalami materi pelajaran tersebut. Kemasan Bahan Ajar Bahan ajar terbaik adalah buatan guru yang berkompeten. Bahan ajar buatan penulis buku teks merupakan bahan yang masih perlu diolah disesuaikan dengan kondisi siswa yang akan mempelajarinya. Bahan ajar buatan penulis buku teks sangat mungkin teksnya sudah kadaluwarsa atau kurang sesuai dengan latar belakang kehidupan atau lingkungan siswa. Oleh karena itu, sebaiknya guru belajar dan terus belajar mengembangkan bahan ajar untuk setiap pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dalam rangka menghasilkan bahan ajar itu, guru perlu mengetahui kemasan-kemasan bahan ajar.Kemasan bahan ajar merujuk kepada bagaimana bahan ajar disajikan atau disuguhkan kepada siswa. Dalam praktiknya, bahan ajar disajikan dalam beberapa bentuk kemasan, yakni dalam kemasan (a) buku teks, (b) modul, (c) tersaji lepas-lepas, (d) tersaji di alam semesta (fisik dan social), (e) tersaji dalam media massa (cetak dan elektronik), dan (f) tersaji dalam jaringan internet. Langkah-langkah Mengembangkan Bahan Ajar Bahan ajar dikembangkan dengan mengikuti langkah-langkah (a) memahami konteks SK/KD secara mendalam, (b) menjabarkan KD menjadi indikator-indikator yang tepat, (c) mengumpulkan bahan-bahan mentah untuk diolah menjadi bahan ajar, (d) mengolah bahan-bahan mentah menjadi bahan ajar dengan cara (i) memanfaatkan teks yang dilengkapi dengan petunjuk, latihan, dan contoh-contoh, (ii) memanfaatkan teks untuk diolah menjadi bahan yang berupa definisi konsep, prinsip, dan langkah-langkah, dan (iii) mengolah bahan-bahan yang berupa hasil pengamatan, data, informasi dan bentuk lainnya menjadi teks baru yang berisi ilustrasi, contoh, dan teks-teks yang menunjukkan perbandingan/persamaan/perbedaan mengenai materi tertentu. Contoh Bahan Ajar

Uraian singkat materi pendukung pencapaian kompetensi Menulis Teks Pengumuman dengan Bahasa yang Efektif, Baik dan Benar Dalam kehidupan sehari-hari, suatu lembaga atau badan atau organisasi atau unit sering harus mengumumkan berbagai hal kepada komunitasnya (karyawannya) atau masyarakat pada umumnya.Sebelum mengumumkan sesuatu kepada komunitas atau masyarakat luas, lembaga atau badan atau organisasi atau unit tersebut perlu menyiapkan teks pengumuman. Teks pengumuman itu akan disiapkan oleh seseorang atau tim yang ditunjuk dalam lembaga tersebut. Ketika akan menyiapkan teks pengumuman, seseorang atau tim tersebut wajib (a) memahami isi pengumuman (apa yang akan diumumkan), (b) calon pembaca pengumuman, (c) kapan pengumuman itu berlaku, (d) bagaimana pengumuman itu dikemas dalam paparan pengumuman yang jelas, rinci, dan menarik pembaca, dengan menggunakan BI yang efektif, baik, dan benar. Isi pengumuman itu misalnya, tentang (a) adanya lowongan atau formasi pekerjaan, (b) adanya suatu kegiatan (donor darah, bazaar sandang, gerak jalan), (c) adanya tawaran

kerjasama, dan (d) adanya sumbangan tertentu kepada masyarakat di sekitarnya. Sementara calon pembaca pengumuman bisa mencakup komunitas terbatas (karyawan) lembaga, badan, oganisasi, atau unit atau masyarakat luas di sekitar lembaga itu.Mengenai kapan pengumuman itu berlaku umumnya mengarah kepada masa berlakunya pengumuman atau lebih spesifik masa berlakuknya pendaftaran/lowongan pekerjaan, misalnya, atau masa berlakunya tawaran kerjasama atau lainnya. Terakhir, mengenai bagaimana pengumuman itu dikemas dalam paparan pengumuman yang jelas, rinci, dan menarik pembaca, dengan menggunakan BI yang efektif, baik, dan benar merujuk kepada kualitas BI yang digunakan. Pilihan kata, pengembangan kalimat, paragraf, kecermatan penggunaan ejaan/tanda baca, perlu diupayakan setepat dan secermat mungkin agar bisa dipahami secara tepat pula oleh (calon) pembacanya.Hindari pilihan kata dan kalimat yang ambigu.Untuk itu, gunakan kata/kalimat yang tidak menimbulkan multitafsir.
Daftar Rujukan

MODEL LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah bagian perangkat pembelajaran yang biasa disiapkan guru atau penulis LKS untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.LKS merupakan kumpulan lembar-lembar kerja yang berisi identitas LKS, uraian singkat materi, petunjuk dan aktivitas pembelajaran siswa, tempat untuk merekam hasil kerja siswa, dan diakhiri dengan daftar sumber belajar/rujukan lebih lanjut. Format LKS dan Deskripsi Komponennya Komponen LKS sekurang-kurangnya mencakup: (a) identitas LKS, (b) uraian singkat materi pendukung pencapaian kompetensi, (c) petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar siswa, (d) tempat untuk merekam hasil kerja siswa, dan (e) sumber belajar/rujukan lebih lanjut. Identitas LKS Identitas LKS berisi keterangan tentang KD yang akan dicapai, indikator pencapaian KD, semester, kelas, dan alokasi waktu belajar yang disediakan. Identitas LKS ini disediakan agar guru dan siswa lebih mudah dan cepat ketika mencari LKS di antara berkas atau tumpukan LKS mata pelajaran yang lain. Uraian singkat materi pendukung pencapaian KD Uraian singkat materi pendukung pencapaian KD berisi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur serta bahan-bahan yang dapat dibaca, dipelajari, dan didiskusikan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, mengerjakan tugas-tugas, atau melakukan sesuatu aktivitas yang merupakan bagian dari pengembangan kompetensi (KD) yang akan dicapai. Keempat unsure materi pendukung pencapaian KD tersebut semakin lengkap semakin baik dan bermanfaat bagi siswa.

Petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar siswa Petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar siswa akan memandu siswa dalam bekerja menuju pencapaian KD sebagaimana dirinci dalam indikator-indikator. Petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar ini sangat penting karena apa yang akan dilakukan siswa tampaknya sangat ditentukan oleh kejelasan, kerincian, dan kelengkapan petunjuk/panduan ini. Bahkan bila bahan-bahan yang disediakan masih kurang/belum lengkap asal petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar ini rinci dan lengkap, siswa dapat belajar secara mandiri dan terarah.Oleh karena itu, petunjuk/panduan ini harus bervariasi dan merangsang seluruh potensi siswa. Kata/frasa kunci yang dapat digunakan untuk mengembangkan petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar misalnya: bacalah, tulislah, dengarkanlah, lakukan, bandingkan, selidiki, temukan persamaan-perbedaan, hubungkan, buatlah peta konsep, identifikasi ciri-ciri, temukan sebab-sebab, jelaskan akibat, kemukakan apa yang akan terjadi, tunjukkan contoh, dan tulislah rangkuman/simpulan. Tempat untuk merekam hasil kerja siswa Tempat untuk merekam hasil kerja siswa perlu disiapkan yang luas-sempitnya sesuai dengan kebutuhan.Sedapat mungkin tempat untuk merekam hasil kerja siswa ini semuanya tersedia di LKS untuk memudahkan siswa dalam bekerja dan merekam hasil kerjanya serta memudahkan guru melacak dan memeriksa hasil kerja siswa. Apabila tempat untuk merekam hasil kerja siswa tidak cukup dan hasil kerja siswa harus ditulis di tempat atau lembar lain diduga hasil kerja siswa akan tercecer di berbagai tempat dan akan menyulitkan siswa dan guru melacak hasil kerja tersebut. Sumber belajar/rujukan lebih lanjut Sumber belajar/rujukan lebih lanjut sangat diperlukan siswa untuk melakukan aktivitasaktivitas kerja dan belajar menuju tercapainya KD.Sumber belajar yang relevan semuanya perlu disebutkan secara jelas wujud dan identitasnya seperti lazimnya daftar rujukan. Dengan cara demikian, siswa akan dapat bekerja dan belajar secara mandiri dan cepat. Prinsip Pengembangan LKS Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengembangan LKS, di antaranya prinsip-prinsip (a) ilmiah, (b) relevan, (c) memandu, dan (d) mandiri. Prinsip ilmiah menekankan bahwa isi LKS, terutama uraian materi, aktivitas pembelajaran, dan hasil kerja siswa, harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, artinya benar menurut kaidah keilmuan (bahasa dan sastra Indonesia).Prinsip relevan merujuk kepada arahan bahwa isi LKS harus relevan dengan kebutuhan/tuntutan SK/KD/indikator yang telah dipilih/ditetapkan sebelumnya.Prinsip memandu menekankan bahwa LKS harus benarbenar memandu siswa dalam belajar dan beraktivitas yang terarah, mudah diikuti, dan fokus pada perilaku tertentu sebagaimana yang tercantum/ditetapkan dalam SK/KD/indikator.Jangan sampai LKS petunjuknya tidak/kurang memandu atau kurang jelas.Prinsip mandiri merujuk kepada kebutuhan belajar mandiri siswa.LKS harus mewadahi aktivitas belajar mandiri sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Model LKS Identitas LKS

KD yang akan dicapai: Menulis teks pengumumandengan bahasa yang efektif, baik dan benar (Kelas VII/semester 1). Indikator pencapaian KD: Menentukan isi pengumuman (tentang apa) Merinci isi pengumuman (tentang apa, apa syarat-syarat, kapan (bulan/hari/tanggal/pukul) pengumuman itu berlaku) Menggunakan bahasa tulis (pilihan kata) secara tepat Menggunakan bahasa tulis (bentuk kalimat) benar, jelas, cermat, dan menarik Menggunakan bahasa tulis (paragraf) yang tepat Menggunakan ejaan dan tanda baca secara cermat Semester: 1 Kelas: VII Alokasi waktu belajar yang disediakan: 2 x 40 menit Uraian singkat materi pendukung pencapaian kompetensi Menulis Teks Pengumuman dengan Bahasa yang Efektif, Baik dan Benar Dalam kehidupan sehari-hari, suatu lembaga atau badan atau organisasi atau unit sering harus mengumumkan berbagai hal kepada komunitasnya (karyawannya) atau masyarakat pada umumnya.Sebelum mengumumkan sesuatu kepada komunitas atau masyarakat luas, lembaga atau badan atau organisasi atau unit tersebut perlu menyiapkan teks pengumuman. Teks pengumuman itu akan disiapkan oleh seseorang atau tim yang ditunjuk dalam lembaga tersebut. Ketika akan menyiapkan teks pengumuman, seseorang atau tim tersebut wajib (a) memahami isi pengumuman (apa yang akan diumumkan), (b) calon pembaca pengumuman, (c) kapan pengumuman itu berlaku, (d) bagaimana pengumuman itu dikemas dalam paparan pengumuman yang jelas, rinci, dan menarik pembaca, dengan menggunakan BI yang efektif, baik, dan benar. Isi pengumuman itu misalnya, tentang (a) adanya lowongan atau formasi pekerjaan, (b) adanya suatu kegiatan (donor darah, bazaar sandang, gerak jalan), (c) adanya tawaran kerjasama, dan (d) adanya sumbangan tertentu kepada masyarakat di sekitarnya. Sementara calon pembaca pengumuman bisa mencakup komunitas terbatas (karyawan) lembaga, badan, oganisasi, atau unit atau masyarakat luas di sekitar lembaga itu.Mengenai kapan pengumuman itu berlaku umumnya mengarah kepada masa berlakunya pengumuman atau lebih spesifik masa berlakuknya pendaftaran/lowongan pekerjaan, misalnya, atau masa berlakunya tawaran kerjasama atau lainnya. Terakhir, mengenai bagaimana pengumuman itu dikemas dalam paparan pengumuman yang jelas, rinci, dan menarik pembaca, dengan menggunakan BI yang efektif, baik, dan benar merujuk kepada kualitas BI yang digunakan. Pilihan kata, pengembangan kalimat, paragraf, kecermatan penggunaan ejaan/tanda baca, perlu diupayakan setepat dan secermat mungkin agar bisa dipahami secara tepat pula oleh (calon) pembacanya.Hindari pilihan kata dan kalimat yang ambigu.Untuk itu, gunakan kata/kalimat yang tidak menimbulkan multitafsir. Petunjuk/panduan aktivitas kerja dan belajar siswa

Melalui pembelajaran KD ini (menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar), kalian diharapkan benar-benar dapat menulis pengumuman secara tepat, cermat, dan menarik mengenai suatu hal dengan mengandaikan diri sebagai staf atau sekretaris atau bagian tim yang ditugasi menulis pengumuman. Agar pengumuman yang akan kalian hasilkan benar-benar tepat, cermat, dan menarik, lakukan langkah-langkah berikut: (a) tentukan pokok-pokok isi pengumuman, misalnya apa yang akan diumumkan (lowongan pekerjaan, adanya suatu kegiatan: donor darah, kerja bakti, dll), kapan masa berlaku pengumuman itu (kapan dimulai dan kapan berakhir), apa syarat dan ketentuan bagi pembaca/masyarakat yang berminat, (b) tulislah draf pengumuman, (c) baca draf pengumuman yang telah ditulis (dibaca sendiri atau orang lain) untuk menemukan kekurangtepatan pilihan kata dan kalimat, pengembangan paragraf, dan kecermatan ejaan/tanda baca yang digunakan, (d) tandai bagian-bagian yang perlu disempurnakan/diperbaiki dengan menggunakan bolpoin berwarna biru atau merah agar mudah dibaca/dikenali, (e) sempurnakan atau perbaiki draf pengumuman itu sesuai dengan hasil pencermatan yang telah kalian lakukan tersebut. Kemudian tulslah draf pengumuman, catatan/hasil penyuntingan dan penyempurnaanya di tempat yang telah disediakan. Panduan Penyekoran Hasil Kerja Siswa Hasil kerja siswa (pengumuman yang dihasilkan) akan diskor dengan menggunakan rubrik di bawah ini. Rubrik Penyekoran Kualitas Pengumuman

Tempat untuk merekam hasil kerja siswa Tulislah draf pengumuman, catatan-catatan, dan perbaikannya di bawah ini.

Sumber belajar/rujukan lebih lanjut Soedjito.2000. Kalimat Efektif Bahasa Indonesia. Bandung: Rosdakarya Suyono.2009. Panduan Menulis Teknis Bahasa Indonesia. Malang: YA3 Malang