Anda di halaman 1dari 26

Elpe Sosiawan

Fidelia Catherine
Wayan Suadnyana
PENGUKURAN KEPERCAYAAN
DIRI SISWA KELAS XI MELALUI
KEGIATAN PRESENTASI DI
DEPAN KELAS

Latar Belakang
Kepercayaan diri adalah sebuah dasar dari
prestasi.
Langkah pertama untuk kemajuan,
pembangunan, dan kesuksesan
Cara berbicara dan bahasa tubuh siswa
Siswa kelas XI
Menyiapkan mereka untuk menghadapi jenjang
pendidikan yang lebih tinggi.
Kepercayaan Diri
Berbuat dengan penuh keyakinan
Karakter dari seseorang individu yang
memungkinkan mereka untuk memiliki
pandangan yang positif dan realistik
Membuat seseorang terlihat terampil dan
profesional dalam melakukan sebuah presentasi
Meningkatkan Rasa Percaya
Diri
Saat seorang siswa berani untuk melakukan
presentasi di depan kelas dengan suara yang
lantang, bahasa tubuh yang baik, menguasai bahan
yang dipresentasikan, dapat dikatakan bahwa siswa
tersebut memiliki rasa percaya diri yang baik di
dalam diri mereka.

Indikator Kepercayaan Diri
Seseorang
Berbuat dengan penuh keyakinan
Memiliki pandangan yang positif tentang diri
mereka
Memiliki konsep diri yang positif
Mempunyai harga diri yang tinggi
Memiliki suara yang lantang / jelas
Memiliki bahasa tubuh yang baik
Berani dan tidak merasa takut dengan orang lain
Merasa nyaman dengan orang lain

Tolak Ukur Percaya Diri dalam
Kegiatan Presentasi
Suara Bahasa Tubuh
Volume
Kecepatan Suara
Artikulasi dan
Ketepatan
Penjedaan
Kontak Mata
Ekspresi Wajah
Gesture dan Postur
Tubuh
Pergerakan / Movement
Rancangan Pengukuran dan
Evaluasi
Sasaran pengukuran
siswa kelas XI SMA Mutiara Bangsa 3
jumlah kelas 2 buah
jumlah total siswa 46 orang.
Masing masing kelas memiliki jumlah siswa
sebanyak 23 orang.
dilaksanakan pada tanggal 16 21 Maret 2012
pertemuan pada mata pelajaran bahasa Indonesia
dinilai oleh 2 orang pengajar sebagai observer

Parameter pengukuran
Alat ukur / instrumen yang digunakan adalah
dengan menggunakan skala likert.

skala Likert ini berhubungan dengan pernyataan
tentang sikap seseorang terhadap sesuatu obyek.

Skala ini dikembangkan oleh Rensis Likert dan
biasanya memiliki 5 atau 7 kategori.

Akan ada 13 pernyataan yang terdapat di
instrumen ini, Setiap pernyataan tersebut memiliki
range angka dari 1 sampai 5. Angka 1
menunjukan siswa belum memiliki kemampuan
yang baik dan angka 5 menunjukan siswa
memiliki kemampuan yang sangat baik.

Parameter alat pengukuran mengacu kepada 2
indikator kepercayaan diri yaitu suara dan
gerakan tubuh.

Point point yang akan dinilai, yang mengacu
kepada kepercayaan diri seseorang di dalam 2
indikator ini adalah sebagai berikut :
Suara
Kelantangan
Kecepatan anak dalam berbicara
Pengucapan dan pelafalan yang jelas
Penjedaan yang efektif dan sesuai
Gerak tubuh
Kontak mata
Ekspresi wajah
Gestures dan postur tubuh
Gerakan tubuh

Rancangan Pengukuran

Indikator Perancangan awal
Suara 1 2 3 4 5 6 7
Gerakan tubuh 8 9 10 11 12 13
Pernyataan dalam CheckList
Suara
Menggunakan volume suara yang dapat didengar
oleh seluruh siswa di kelas
Menggunakan variasi dalam kelantangan suara
Menggunakan kecepatan suara yang sesuai
Menggunakan variasi kecepatan suara saat
menyampaikan presentasi
Menggunakan artikulasi dan pelafalan yang tepat
dan jelas
Menggunakan penekanan suara pada pemakaian
kata kunci
Menggunakan penjedaan yang efektif

Pernyataan dalam CheckList
Gerak Tubuh
Melakukan dan mempertahankan kontak mata
dengan audience
Ekspresi wajah yang natural, tidak gugup, dan tidak
gelisah
Menggunakan kesan emosi yang sesuai dan
ekspresif
Mempunyai postur tubuh yang baik saat memberikan
presentasi, dengan cara berdiri dengan tegak dan
tidak kaku
Menggunakan / menggerakkan anggota tubuh seperti
tangan, untuk menggambarkan konteks yang sesuai
dengan hal yang sedang dipresentasikan
Melakukan movement / pergerakan yang sesuai,
yang mampu menguasai seluruh kelas / audience.

Indikator Nomor Pernyataan
Berbuat dengan penuh keyakinan
1 3 6 8 11
Memiliki pandangan yang positif tentang diri
mereka
8 13
Memiliki konsep diri yang positif
10 12
Mempunyai harga diri yang tinggi
8
Memiliki suara yang lantang / jelas
1 2 5
Memiliki bahasa tubuh yang baik
10 11 12
Berani dan tidak merasa takut dengan orang lain
7 9 10
Merasa nyaman dengan orang lain
4 9 13
Hasil Yang Diharapkan
alat ukur yang valid dan juga reliable

diharapkan dapat menghasilkan nilai yang valid dan
dapat mengukur kepercayaan diri siswa, khususnya
kelas XI.

dapat memberikan perhatian kepada siswa,
khususnya siswa kelas XI, untuk memperkuat rasa
percaya diri mereka, sehingga masing masing
siswa mendapatkan bekal yang cukup untuk
menghadap jenjang pendidikan yang lebih tinggi
lagi.


Analisis Hasil Pengukuran


Pengujian validitas dapat dilakukan dengan
membandingkan korelasi tiap pertanyaan pada
suatu indikator dengan total nilai indikator itu
sendiri. Hasil korelasi dari tiap pertanyaan ini
diperlihatkan pada tabel 4.

Tabel 4 : Uji korelasi untuk setiap
pertanyaan dengan indikatornya
Indikator Perancangan awal
Suara 0.91 0.89 0.92 0.90 0.86 0.86 0.86
gerakan
tubuh
0.87 0.94 0.90 0.91 0.89 0.86
Dari hasil pengujian ini, didapat korelasi yang tinggi, dengan alpha sebesar
0.05, sehingga didapat r tabel sebesar 0.297. Maka hasil pengukuran ini
dapat dikatakan valid karena hasil korelasi di atas r tabel. Nilai cronbach alpha
untuk indikator suara dan gerakan tubuh adalah 0.94 dan 0.93


Analisis penilaian indikator
kepercayaan diri dengan hasil kegiatan
presentasi siswa
di depan kelas.

Pengukuran nilai kepercayaan diri dari
siswa, akan disesuaikan dengan
penilaian checklist yang telah digunakan
sebelumnya untuk mengukur nilai
presentasi siswa. Seperti yang telah
diuraikan pada bab sebelumnya, bahwa
indikator kepercayaan diri yang
digunakan berjumlah 8 buah, yang
dikategorikan seperti di bawah ini :

Var 1 = Berbuat dengan penuh keyakinan
Var 2 = Memiliki pandangan yang positif
tentang diri mereka
Var 3 = Memiliki konsep diri yang positif
Var 4 = Mempunyai harga diri yang tinggi
Var 5 = Memiliki suara yang lantang / jelas
Var 6 = Memiliki bahasa tubuh yang baik
Var 7 = Berani dan tidak merasa takut dengan
orang lain
Var 8 = Merasa nyaman dengan orang lain

Untuk mengukur / menilai rasa percaya diri anak,
dapat dilihat dari hasil perhitungan total nilai
presentasi siswa di depan kelas. Ada 2 cara yang
dapat dilakukan guna mengukur rasa percaya diri
siswa, melalui tabel 5 yang berisikan jumlah nilai
maksimum dan total nilai yang diperoleh oleh siswa
dari kegiatan presentasi di depan kelas.

Contoh Nilai Maksimum
dan
Perolehan Nilai Presentasi Siswa

No
Nama
Siswa
Var 1
(25)
Var 2
(10)
Var 3
(10)
Var 4
(5)
Var 5
(15)
Var 6
(15)
Var 7
(15)
Var 8
(15)
1 Alfonso 13 8 7 2 5 10 7 7
2 Andrew 22 10 10 5 12 15 14 14
3
Antania
Pratiwi 18 7 9 5 11 13 14 12
Cara pertama pengukuran dilakukan melalui
score maksimum yang dibagi score yang
didapatkan oleh anak tersebut. Contoh yang
dapat dilihat dari tabel 5 adalah :

Total score dari 8 variable yang ada adalah = 110

Total score yang didapat anak no 1 (Alfonso )
adalah : 59

Jadi, score kepercayaan diri anak no 1 diperoleh
dari 59 : 110 = 0,536

Cara kedua, pengukuran dilakukan melalui
penjumlahan dari seluruh score perbandingan
antara score setiap variabelnya dengan score
maximal variabel tersebut.



Sehingga nilai total kepercayaan diri Alfonso
adalah :

|
|
.
|

\
|
=

=
8
1
(max)
* 125 . 0
i
i
i
X
X
N
541 . 0
15
7
...
10
8
25
13
* 125 . 0 =
|
.
|

\
|
+ + + = N
Setelah melakukan pengujian apakah kedua cara
perhitungan diatas akan menghasilkan hal yang
sama maka dari dua cara perhitungan diatas didapat
, dan
, maka
dengan maka
sehingga dapat disimpulkan kedua perhitungan
mempunyai rata-rata yang sama.

63 . 0
1
= 04 . 0
1
= o
, 62 . 0
2
= 04 . 0
2
= o
139 . 0 =
hitung
Z % 5 = o
96 . 1 =
Tabel
Z

Kesimpulan

Berdasarkan uji validitas keseluruhan
pernyataan, maka dapat dilihat bahwa dari
keseluruhan 13 pernyataan, seluruh pernyataan
adalah valid. Dan berdasarkan uji reliabilitas, alat
ukur ini dapat dikatakan memiliki reliabilitas yang
tinggi, karena nilai cronbach alpha nya adalah
0,94 , yang berarti mendekati angka 1 ( semakin
mendekati angka 1, semakin tinggi
reliabilitasnya).

Untuk lebih menguji lebih dalam kevaliditasan
dan kereliabilitasan alat pengukuran rasa
kepercayaan diri ini, peneliti dapat melakukan
observasi guna mengambil data yang ada di
berbagai sekolah.