Anda di halaman 1dari 64

LAYANAN DAN BIMBINGAN KONSELING

Kamis, 17 Juni 2010


CONTOH
SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG HIMPUNAN DATA
A. Topik permasalahan : Pengadministrasian AUM umum B. Bidang Bimbingan : Bimbimgam pribadi C. Jenis Layanan : Himpunan Data D. Fungsi Layanan : Pengungkapan Permasalahan Siswa E. Tujuan Laanan : 1. mengindentifikasi masalah umum dan masalah yang dialami siswa 2. Melihat masalah kelompok/kelas sesuai dengan bidang masalah F. Sasaran Layanan : siswa Kelas XI.Ia SMA Negeri 2 Curup G. Uraian Kegiatan dan

Materi layanan : 1. Nama Instrumen : AUM Umum 2. Jenis Instruman : Non-tes 3. Penyusun Instrumen : Tim AUM Umum 4. Pokok-pokok isi Intrumen : Masalah-masalah umum yang dialami siswa a. memilih masalah umum yang dirasakan dari 9 klasifikasi masalah b. Memilih masalah terberat dirasakan dari seluruh masalah yang ditandai c. Menuliskan masalah lainyang tidak ada dalam buku AUM umum d. Kemungkinan untuk membicarakan masalah dengan seseorang 5. Pola pengerjaan soal : Tulisan 6. Pola pengadministrasian : Kelompok klasikal siswa kelas XI.IA 2 H. Tempat Penyelenggaraan : diruang kelas XI.IA 2 I. Waktu,Tgl,Semester : 26 APRIL 2009 Semester 1

J . Penyelenggara Layanan : Konselor Sekolah K. Konsultan : L. Pengolahan & Interprestasi Hasil : 1. Pengolah : thonie 2. Penginterpretasian : Thonie M. Penggunaan Hasil : 1. digunakan untuk ; siswa yang membutuhkan sesuai permasalahan 2. Waktu penggunaan ; Melihat keberhasilan penyelenggaraan konseling di SMA 2 curup 3. Yang menggunakan ; Konselor sekolah atau pihak lain yang mendapat izin 4. Waktu Penggunaan ; Relatif Pendek mengingat kesahihan data 5. Tempat Penggunaan ; Dilingkungan SMA N. 2 Curup N. Rencana penilaian & tindak lanjut layanan : Penilaian dilakukan setelah diolah dengan computer. Setelah diperileh hasil dapat dilihat

potret diri siswa yang dibagikan kepada masing-masing siswa melalui konselor sekolah yang memberikan bantuan. O. Keterkaitan Layanan ini dengan kegiatan Pendukung : AUM PTSDL, Sosiometri. P. Catatan Khusus : Diposkan oleh thonie di 00:47 0 komentar

CONTOH
SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG HIMPUNAN DATA
A. Topik permasalahan B. Bidang Bimbingan C. Jenis Layanan D. Fungsi Layanan E. Tujuan Laanan : Pengadministrasian AUM umum : Bimbimgam pribadi : Himpunan Data : Pengungkapan Permasalahan Siswa :

1. mengindentifikasi masalah umum dan masalah yang dialami siswa 2. Melihat masalah kelompok/kelas sesuai dengan bidang masalah F. Sasaran Layanan : siswa Kelas XI.Ia SMA Negeri 2 Curup

G. Uraian Kegiatan dan Materi layanan 1. Nama Instrumen 2. Jenis Instruman 3. Penyusun Instrumen : : AUM Umum : Non-tes : Tim AUM Umum

4. Pokok-pokok isi Intrumen : Masalah-masalah umum yang dialami siswa a. memilih masalah umum yang dirasakan dari 9 klasifikasi masalah b. Memilih masalah terberat dirasakan dari seluruh masalah yang ditandai c. Menuliskan masalah lainyang tidak ada dalam buku AUM umum d. Kemungkinan untuk membicarakan masalah dengan seseorang 5. Pola pengerjaan soal 6. Pola pengadministrasian H. Tempat Penyelenggaraan I. Waktu,Tgl,Semester J . Penyelenggara Layanan K. Konsultan : Tulisan : Kelompok klasikal siswa kelas XI.IA 2 : diruang kelas XI.IA 2 : 26 APRIL 2009 Semester 1 : Konselor Sekolah :-

L. Pengolahan & Interprestasi Hasil : 1. Pengolah 2. Penginterpretasian M. Penggunaan Hasil 1. digunakan untuk 2. Waktu penggunaan SMA 2 curup 3. Yang menggunakan izin 4. Waktu Penggunaan 5. Tempat Penggunaan ; Relatif Pendek mengingat kesahihan data ; Dilingkungan SMA N. 2 Curup ; Konselor sekolah atau pihak lain yang mendapat : thonie : Thonie : ; siswa yang membutuhkan sesuai permasalahan ; Melihat keberhasilan penyelenggaraan konseling di

N. Rencana penilaian & tindak lanjut layanan : Penilaian dilakukan setelah diolah dengan computer. Setelah diperileh hasil dapat dilihat potret diri siswa yang dibagikan kepada masing-masing siswa melalui konselor sekolah yang memberikan bantuan. O. Keterkaitan Layanan ini dengan kegiatan Pendukung : AUM PTSDL, Sosiometri. P. Catatan Khusus :-

Curup, 26 april 2009 Perencana Layanan ( thonie , S.Pd )

SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS


A. Topik permasalahan B. Bidang Bimbingan C. Jenis Layanan D. Fungsi Layanan E. Tujuan Layanan : membahas kasus narkoba yang dialami siswa X : Bimbimgam sosial : Konferensi kasus : pengentasan : untuk Menghasilkan keputusan cara terbaik bagi pemecahan masalah yang dialami siswa

F. Sasaran Layanan G. Gambaran ringkas masalah

: siswa Kelas XI.Ia SMA Negeri 2 Curup : Seperti biasa setiap habis pelaksanaan upacara, para wali kelas melakukan pengeledahan terhadap semua siswa baik itu didalam tas maupun disaku

dan tidak terkecuali video dalam handphone. Namun kali itu wali kelas mendapati seorang siswa membawa sejenis obat-obatan yang mencurigakan, dan setelah diperiksa secara teliti itu adalah narkoba, awalnya siswa yang berinisial X tidak mengakui namun setelah ditakut-takuti akhirnya siswa tersebut mengakuinya bahwa itu adalah obat terlarang narkoba siswa X juga mengakui dari mana barang haram tersebut ia dapatkan. H. Tempat Penyelenggaraan I. Waktu,Tgl,Semester J . Penyelenggara Layanan K. Konsultan L. Pihak-pihak yang disertakan : diruang BK : 26 APRIL 2009 Semester 1 : Konselor Sekolah :: Kepala sekolah atau Koordinator BK/Konselor mengundang para peserta konferensi kasus, baik atas insiatif guru, wali kelas atau konselor itu sendiri. Mereka yang diundang adalah orang-orang yang memiliki pengaruh kuat atas permasalahan dihadapi siswa (konseli) dan mereka yang dipandang memiliki keahlian tertentu terkait dengan permasalahan yang dihadapi siswa (konseli), seperti: orang tua, wakil kepala sekolah, guru tertentu yang

memiliki kepentingan dengan masalah siswa (konseli), wali kelas, dan bila perlu dapat menghadirkan berkepentingan ahli dengan dari luar yang siswa masalah

(konseli), seperti: psikolog, dokter, polisi, dan ahli lain yang terkait. M. Bahan Dan keterangan dalam pertemuan : 1. data konselinng 2. Data penyelenggaraan 3. Absensi Siswa N.Penggunaan Hasil Konferensi Kasus : alternatif yang konferensimenyimpulkanbeberapa rekomendas/keputusan untuk berupa alternatifoleh dipertimbangkan untuk

konselor, para peserta, dan siswa (konseli) bersangkutan, mengambil langkah-langkah penting berikutnya dalam rangka pengentasan masalah siswa (konseli). N. Rencana penilaian & tindak lanjut layanan : - Keputusan yang diambil dalam konferensi bukan bersifat mengadili siswa yang bersangkutan, - Menggunakan hasil analisis untuk melengkapi datadan memperkuat komitmen penanganan kasus

- Intensitas Pengentasan masalah O. Keterkaitan Layanan ini dengan kegiatan Pendukung : Setiap proses dan hasil konferensi kasus dicatat dan diadminsitrasikan secara tertib dan hasil layanan dimasukan dalam Himpunan data P. Catatan Khusus : - Dalam kondisi apa pun, kepentingan siswa (konseli) harus diletakkan di atas segala kepentingan lainnya. Dan Peserta konferensi kasus menyadari akan tugas dan peran serta batas-batas kewenangan profesionalnya.

Curup, 26 april 2009 Perencana Layanan ( Toni Hartono, S.Pd )

SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH


A. Topik permasalahan B. Bidang Bimbingan C. Jenis Layanan : Sering terlambat dating kesekolah : Bimbimgam pribadi : Kunjungan rumah

D. Fungsi Layanan E. Tujuan Laanan

: Fungsi pemahaman, fungsi pengentasan,Advokasi. :

1. memahami masalah yang dialami siswa 2. pengentasan mesalah siswa sehingga dapat menjalani kegiatan belajar dengan baik F. Sasaran Layanan G. Gambaran Ringkas Masalah H. Tempat Penyelenggaraan I. Waktu,Tgl,Semester J . Penyelenggara Layanan K. Konsultan : siswa Kelas XI.Ia SMA Negeri 2 Curup : : diruang kelas XI.IA 2 : 26 APRIL 2009 Semester 1 : Konselor Sekolah :-

L. Pengolahan & Interprestasi Hasil : 1. Pengolah 2. Penginterpretasian M. Penggunaan Hasil 1. digunakan untuk : toni hartoni : Toni hartono : ; siswa yang membutuhkan sesuai permasalahan

2. Waktu penggunaan SMA 2 curup 3. Yang menggunakan izin 4. Waktu Penggunaan 5. Tempat Penggunaan

; Melihat keberhasilan penyelenggaraan konseling di

; Konselor sekolah atau pihak lain yang mendapat

; Relatif Pendek mengingat kesahihan data ; Dilingkungan SMA N. 2 Curup

N. Rencana penilaian & tindak lanjut layanan : Penilaian dilakukan setelah diolah dengan computer. Setelah diperileh hasil dapat dilihat potret diri siswa yang dibagikan kepada masing-masing siswa melalui konselor sekolah yang memberikan bantuan. O. Keterkaitan Layanan ini dengan kegiatan Pendukung : AUM PTSDL, Sosiometri. P. Catatan Khusus :-

Curup, 26 april 2009 Perencana Layanan ( Toni Hartono, S.Pd )

Diposkan oleh thonie di 00:47 0 komentar


APLIKASI INTRUMENTASI A. PENGERTIAN Data adalah gambaran atau keterangan tentang ada atau keadaan tertentu. Layanan Himpunan Data adalah upaya Konselor untuk menghimpun, digolong-golongkan dan dikemas dalam betuk tertentu. B. TUJUAN 1. Umum Menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang penyelenggaraan pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan sasaran layanan. 2Khusus Didominasi oleh fungsi pemahaman terhadap individu yang datanya dihimpun. Ini akan mewujudkan fungsi pencegahan dan dapat pula fungsi pengentasan terhadap masalah individu. Lebih jauh, himpunan data ini dapat dijadikan bahan dalam melaksanakan fungsi pengembangan dan pemeliharaan dan dapatjuga digunakan dalam melindungi hak-hak individu yang sedang mengalami masalah HAM. C. KOMPONEN 1. Jenis data Data pribadi, kelompok dan data umum. 2. Bentuk himpunan data a. Buku data pribadi b. Himpunan lembaran dengan format khusus c. Kumpulan data kelompok dan laporan kegiatan d. Program computer e. Kumpulan data umum 3. Penyelenggara himpunan data Konselor sebagai penyelenggara Himpunan data memiliki fungsi: a. Menghimpun data b. Mengembangkan data c. Menggunakan data D. ASAS

Didominasi oleh asas kerahasiaan yang sebelumnya data diperoleh dari responden dengan sukarela. Demi pengembangan maka asas kedinamisan dan keterpaduan menjadi hal penting. E. PENDEKATAN DAN TEKNIK 1. Aplikasi intrumentasi 2. Penyusunan dan penyimpanan data 3. Penggunaan perangkat komputer 4. Tenaga administrasi F. OPERASIONALISASI a. Perencanaan Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya, menetapkan bentuk himpunan data, menetapkan dan manata fasilitas, menetapkan mekanisme pengisian, pemeliharaan dan penggunaan serta menyiapkan kelengkapan administrative. b. Pelaksanaan Memetik dan memasukkan ke dalam HD sesua dengan klasifikasi, memanfaatkan data, memelihara dan mengembangkan HD. c. Evaluasi Mengkaji evisiensi sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan, memerikasa kelengkapan, keakuratan, keaktualan dan kemanfaatan HD, d. Analisis hasil evaluasi Melaksanakan analisis terhadap hasil evaluasi berkenaan dengan kelengkapan, keakuratan, keaktualan, kemanfaatan dan efisiensi penyelenggaraannya. e. Tindak lanjut Mengembangkan himpunan data mencakup: 1) Bentuk, klasifikasi dan sistematika data 2) Kelengkapan, keakuratan, ketepatan dan keaktualan data. 3) Kemanfaatan data 4) Penggunaan teknologi 5) Teknis penyelenggaraan fPelaporan Menyusun laporan HD, menyampaikan laporan dan mendokumentasi laporan.

Diposkan oleh thonie di 00:21 0 komentar

Rabu, 16 Juni 2010

AHLI TANGAN KASUS A. PENGERTIAN

Upaya bantuan agar klien mendapatkan layanan yang optimal dari ahli lain yang benar-benar handal.

B. TUJUAN 1. Umum Klien mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya. 2. Khusus Terwujudnya keempat fungsi konseling tarutama dalam upaya pengentasan masalah klien. Layanan ini juga mewujudkan upaya pemahaman dan pencegahan serta pengembangan dan pemeliharaan. C. KOMPONEN 1. Klien dan masalahnya Konselor tidak berkewenangan dalam menangani masalah: a. Penyakit b. Kriminlitas c. Psikotropika d. Guna-guna e. Keabnormalan akut 2. Konselor

Sebelum

di-ATK-kan

maka

Konselor

hendaknya

memperhatikan keadaan kenormalan klien dan subtansi masalah klien. 3. Ahli lain Dokter Psikiater Psikolog Guru Ahli bidang tertentu: agama, adat dll D. Asas Asas yang digunakan adalah asas Kesukarelaan untuk dipindah ke ahli lain, keterbukaan terhadap segala yang dirasakan kepada ahli lain dan kerahasiaan. E. Pendekatan dan Teknik 1 Pertimbangan: karena masalah yang ada bukan lagi wewenang Konselor Hubungan antara ko dan ki sudah dekat 2. Kontak Konselor melakukan kontak awal dengan ahli lain, melalui cara yang cepat dan tepat. Jika ditanggapi positif oleh ahli lain yang dihubungi, maka klien bertemu dengan ahli lain tersebut dengan membawa surat pengantar jika diperlukan. 3. Evaluasi

Evaluasi dilakukan setelah ki menghubungi pihak lainnya. F. Operasionalisasi a. Perencanaan Menetapkan kasus yang akan di ATK, meyakinkan klien akan ATK, menghubung ahli lain yang menjadi arah ATK, menyiapkan materi ATK dan kelengkapan administratif. b. Pelaksanaan Mengkomunikasikan rencana ATK kepada pihak terkait dan mengalihtangankan klien kepada pihak terkait itu. c. Evaluasi Membahas hasil ATK melalui: Klien, laporan dari ahli lain dan analisis hasil ATK kemudian mengkaji hasil ATK terhadap pengentasan masalah klien. d. Analisis hasil evaluasi Melakukan analisis terhadap efektifitas ATK terhadap

pengentsan masalah klien secara menyeluruh. e. Tindak lanjut Menyelenggarakan layanan lanjutan oleh konselor jika

diperlukan atau klien memerlukan ATK ke ahli lain lagi. f. Pelaporan Menyusun laporan kegiatan ATK, menyampaikan laporan dan mendokumentasi laporan.

Diposkan oleh thonie di 23:59 0 komentar Label: study Beranda Langganan: Entri (Atom)

Pengikut Arsip Blog

2010 (4) o Juni (4) CONTOH SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG HIMPUNAN DA... CONTOH ... APLIKASI INTRUMENTASI A. PENGERTIAN Data a... AHLI TANGAN KASUS A. PENGE...

Mengenai Saya
thonie Lihat profil lengkapku

Pengembangan Diri
Jumat, 29 Juli 2011

CIRI KEPRIBADIAN SEHAT DAN TIDAK SEHAT


Hingga saat ini, para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam memberikan rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. Sementara itu, Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup : 1. Karakter; yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat. 2. Temperamen; yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan. 3. Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen 4. Stabilitas emosi; yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa 5. Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima resiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi. 6. Sosiabilitas; yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan

orang lain. Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut : =================================================== Kepribadian yang sehat : 1. Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya. 2. Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna. 3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik. 4. Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. 5. Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya. 6. Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak) 7. Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan. 8. Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya. 9. Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain. 10. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang

berakar dari keyakinan agama yang dianutnya. 11. Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktorfaktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang) =================================================== Kepribadian yang tidak sehat : 1. Mudah marah (tersinggung) 2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan 3. Sering merasa tertekan (stress atau depresi) 4. Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang 5. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum 6. Kebiasaan berbohong 7. Hiperaktif 8. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas 9. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain 10. Sulit tidur 11. Kurang memiliki rasa tanggung jawab 12. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis) 13. Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama 14. Pesimis dalam menghadapi kehidupan 15. Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan Diposkan oleh mastono.blogspot.com di 18:12 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

APA CINTA ITU ?


Cinta merupakan suatu keadaan perasaan yang sifatnya kuat, menakjubkan, mendalam, dan penuh kelembutan terhadap suatu objek tertentu. Karena merupakan suatu yang bersifat personal, seringkali cinta dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk diteliti secara eksperimental, sehingga para ahli psikologi pun mengalami kesulitan tersendiri untuk mengungkapkan dan menjelaskan lebih jauh tentang perasaan cinta ini. Kendati demikian, menurut para ahli bahwa perekembangan perasaan cinta seseorang pertama kali dibentuk dan diperoleh terutama dari ibu atau pengasuhnya pada masa bayi, melalui segenap upaya yang dilakukan ibu dalam rangka pemenuhan berbagai kebutuhan dasar sang bayi. Menurut Maslow, rasa dicintai dan mencintai merupakan salah satu kebutuhan penting manusia, setelah kebutuhan dasar dan kebutuhan rasa aman. John B. Watson salah seorang penganut behavioristik meyakini bahwa cinta itu ditimbulkan dari adanya rangsangan yang berkenaan dengan kulit pada wilayah erogenous. Pelukan, belaian, usapan dan kecupan halus seringkali digambarkan sebagai manifestasi dari rasa cinta. Sementara itu, dari kelompok Psikoanalis menganggap pentingnya menyusui sebagai bentuk jalinan cinta antara ibu dengan bayi. Menurut John Bowlby bahwa arti penting menyusui tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rasa haus atau lapar bayi semata, tetapi juga

sebagai bentuk primary object-clinging, yaitu kebutuhan akan keakraban atau kehangatan melalui kontak fisik dengan sang ibu. Di lain pihak, Erich Fromm (Nana Syaodich Sukmadinata, 2005) mengemukakan bahwa rasa cinta berkembang dari kesadaran manusia akan keterpisahannya dari yang lain, dan kebutuhan untuk mengatasi kecemasan karena keterpisahan tersebut melalui pembentukan suatu persekutuan dengan yang lain. Manusia sebagai individu berdiri sendiri terlepas dari yang lainnya. Karena kesendirian dan keterlepasannya dari yang lain ini seringkali merasa kesepian, merasa cemas, ia membutuhkan seseorang atau orang lain. Berkat adanya situasi ini tumbuhlah rasa cintanya akan orang lain atau suatu hal di luar dirinya. Every person as a separate individual, experiences aloness. And so we strive actively to overcome our aloness by some form of love (May, 1968). Presscot, (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) mengemukakan beberapa ciri rasa cinta: 1. Cinta melibatkan rasa empati. Seseorang yang mencintai berusaha memasuki perasaan dari orang yang dicintainya. 2. Orang yang mencintai sangat memperhatikan kebahagiaan, kesejahteraan dan perkembangan dari orang yang dicintainya. 3. Orang yang mencintai menemukan rasa senang, dan hal ini menjadi sumber bagi peningkatan kebahagiaan, kesejahteraan, dan perkembangan dirinya. 4. Orang yang mencintai melakukan berbagai upaya dan turut membantu orang yang dicintai untuk mendapatkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemajuan. Objek cinta tidak selalu manusia, bisa juga benda, keadaan, pekerjaan, negara, bangsa, tanah air, Tuhan, dsb. Dengan demikian karakteristik yang menjadi perhatian orang yang mencintai sesuai dengan objek yang dicintai ada perbedaan. Dengan mengutip dari Erich Fromm, Nana Syaodih Sukmadinata (2005) mengetengahkan lima macam cinta yang berbeda, yaitu: cinta sahabat, cinta orang tua, cinta erotik, cinta diri sendiri, dan cinta Tuhan. 1. Cinta sahabat atau persaudaraan, adalah cinta yang paling dasar dan umum. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan orang lain. Kehidupan kelompok, kebersamaan, interaksi sosial merupakan kebutuhan dasar dari individu. Untuk membentuk kehidupan bersama, kehidupan kelompok, dan interaksi sosial yang baik perlu didasari oleh rasa senang, rasa bersahabat, rasa cinta dari individu ke individu yang lainnya. 2. Cinta orang tua (cinta ibu atau ayah) kepada anak. Cinta ini cinta murni, sebab tanpa didasari pamrih atau imbalan apapun, cinta orang tua benar-benar ditujukan bagi kepentingan anaknya. Cinta orang yang tulus (unconditional parental love) menjadi dasar bagi pembentukan inti harga diri (core of self esteem) anak (Buss, 1973) 3. Cinta erotik merupakan cinta antara jenis kelamin yang berbeda, antara pria dengan wanita. Cinta ini disebut cinta erotik karena mengandung dorongan-dorongan erotik atau seksual. Pada umumnya, perasaan cinta ini muncul dalam diri seseorang bersamaan dengan

munculnya hormon seksual pada saat memasuki masa remaja awal. Jika perasaan cinta ini tidak terkendalikan dengan baik justru akan dapat menimbulkan berbagai bentuk penyimpangan perilaku seksual. 4. Cinta diri sendiri. Manusia adalah makhluk yang bisa bertindak sebagai subjek dan juga sebagai objek. Berkenaan dengan masalah cinta, objek cintanya bisa dirinya sendiri. Kecintaaan terhadap diri sendiri yang berlebihan dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan mentalnya, dengan apa yang disebut narcisisme. 5. Cinta Tuhan merupakan manifestasi dari hubungan manusia dengan yang ghaib, yaitu yang menciptakannya. Cinta Tuhan lahir dari keyakinan agamanya, dan akan Tuhannya yang menentukan segala kehidupannya. Cinta Tuhan juga merupakan manifestasi dari kesediaan makhluk untuk berbakti kepada-Nya. Semoga dengan memahai sekilas tulisan ini dapat memberikan konstribusi yang berarti dalam mengarungi bahtera hidup di dunia ini. Diposkan oleh mastono.blogspot.com di 18:03 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH


Dalam kehidupan sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu (organisasional-formal). Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Menurut Wikipedia (1993) bahwa disiplin sekolah refers to students complying with a code of behavior often known as the school rules. Yang dimaksud dengan aturan sekolah (school rule) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian (standards of clothing), ketepatan waktu, perilaku sosial dan etika belajar/kerja. Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan pula untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik (physical maltreatment) dan kesalahan perlakuan psikologis (psychological maltreatment), sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A. Hyman dan Pamela A. Snock dalam bukunya Dangerous School (1999).

Berkenaan dengan tujuan disiplin sekolah, Maman Rachman (1999) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya. Sementara itu, dengan mengutip pemikiran Moles, Joan Gaustad (1992) mengemukakan: School discipline has two main goals: (1) ensure the safety of staff and students, and (2) create an environment conducive to learning. Sedangkan Wendy Schwartz (2001) menyebutkan bahwa the goals of discipline, once the need for it is determined, should be to help students accept personal responsibility for their actions, understand why a behavior change is necessary, and commit themselves to change. Hal senada dikemukakan oleh Wikipedia (1993) bahwa tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas. Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa. Keith Devis mengatakan, Discipline is management action to enforce organization standarts dan oleh karena itu perlu dikembangkan disiplin preventif dan korektif. Disiplin preventif, yakni upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal itu pula, siswa berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang ada. Disiplin korektif, yakni upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada. Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawarirkan, seperti: kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, gang motor dan berbagai tindakan yang menjurus ke arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan masyarakat umum. Di lingkungan internal sekolah pun pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan yang merentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.Tentu saja, semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangganya, dan di sinilah arti penting disiplin sekolah. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah meru ( SUMBER AHMAD SUDRAJAD ) Diposkan oleh mastono.blogspot.com di 17:59 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

GAYA-GAYA BELAJAR EFEKTIF


Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Berikut adalah tujuh gaya belajar yang mungkin bisa Anda ikuti 1. Bermain dengan kata.

Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya. 2. Bermain dengan pertanyaan. Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiaop kali muncuil jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil yang paling akhirnya atau kesimpulan. 3. Bermain dengan gambar. Anda sementar orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu. Jika Anda termasuk kelompok ini, tak salah bila Anda mencoba mengikutinya. 4. Bermain dengan musik. Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara menginat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimanalagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu. 5. Bermain dengan bergerak. Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga. 6. Bermain dengan bersosialisasi. Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan. 7. Bermain dengan Kesendirian. Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang sepetti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang

terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri. [sumber http://www.tempo.co.id/edunet/ Diposkan oleh mastono.blogspot.com di 17:52 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Selasa, 26 Juli 2011


BIMBINGAN KONSELING DAN URGENSINYA
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sejak bergulirnya era reformasi di negeri ini, dunia pendidikan juga mengalami perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan adalah kebijakan yang dahulunya bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Sejalan dengan diberlakukannya UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menegaskan bahwa, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (pasal 1 butir 1). Selain itu dalam pasal 4 ayat (4) undang-undang tersebut dinyatakan bahwa paradigma pembiasaan yang harus dibangun adalah pemberian keteladanan, pembangunan kemauan dan pengembangan kreativitas dalam konteks kehidupan sosial kultural sekolah. Selain itu dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dinyatakan bahwa, pengembangan diri merupakan salah satu komponen struktur kurikulum setiap satuan pendidikan, dimana disebutkan bahwa pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/ dilaksanakan oleh konselor dan kegiatan ekstrakurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Dari penjelasan tentang pengembangan diri tersebut dimaknai bahwa ada dua kegiatan yang ada dalam komponen pengembangan diri, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan pelayanan konseling. Kegiatan ekstrakuriker dapat difasilitasi dan dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan lainnya dan kegiatan pelayanan konseling dilakukan oleh konselor (guru pembimbing). Pelayanan bimbingan dan konseling di SMKN 1 Jombang merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. B. LANDASAN Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Jombang berlandaskan pada : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan. 4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi konseling di sekolah dan di luar sekolah.

C. PENGERTIAN Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku. D. PARADIGMA, VISI, DAN MISI a. Paradigma Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik. b. Visi Visi pelayanan konseling di SMKN 1 Jombang adalah TERWUJUDNYA KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI DIRI,MENGARAHKAN DIRI, MENGEMBANGKAN DIRI SERTA MENGAKTUALISASIKAN DIRI SEBAGAI PRIBADI YANG BAIK DALAM MASYARAKAT DIMANA MEREKA TINGGAL Indikator pencapaian visi adalah : Perkembangan siswa secara optimal: mencapai 8 tugas perkembangan sesuai usianya. Mandiri : o Mampu memahami diri dan lingkngannya dari semua aspeknya; kekuatan dan kelemahan, tantangan dan hambatan, kelebihan dan kekurangan . o Mampu menerima diri dan lingkungannya scara positif dan dinamis o Mampu menentukan sikap dari belbagai alternatif yang ditemukan. o Mampu mengarahkan diri sesuai keputusan dan pertimbangan potensi dirinya. o Mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan yang membahagiakan : o Mampu mencegah diri dari terganggunya kehidupan efektif sehari-hari. o Mampu mengentaskan diri dari kehidupan yang tidak efektif o Mampu menjalani kehidupan sehari-hari secara efektif. c. Misi Untuk mencapai visi tersebut, SMKN 1 Jombang menetapkan misi Bimbingan Konseling adalah sebagai berikut : 1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku afektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan. 2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari. 4) Misi administratif, yaitu menyediakan himpunan data dan kegiatan pendukung yang memadahi untuk efektifitas dan efisiensi layanan bimbingan dan konseling. E. PRINSIP DAN ASAS KONSELING Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMKN 1 Jombang menggunakan prisip-prisip sebagai berikut : a. Prinsip pelaksanaan layanan BK berkaitan dengan sasaran adalah bahwa layanan BK belaku untuk semua siswa secara adil dan merata, tidak hanya yang bermasalah saja. Semua siswa SMKN 1 Jombang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan layanan BK. b. Berkaitan dengan permasalahan, bahwa layanan BK disediakan untuk membantu menyelesaikan masalah kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu sehingga mempengaruhi kemandirian, kebahagiaan dan pelaksanaan tugas pokok siswa yaitu belajar menjadi terganggu. c. Berkaitan dengan program, bahwa program BK di SMKN 1 Jombang disusun berdasarkan analisis kebutuhan ( need assesment ), disusun secara hirarkhi dari program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian. d. Berkaitan dengan tujuan, mengacu kepada tujuan yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan siswa. e. Berkaitan dengan pelaksanaan layanan BK, menjunjung tinggi kode etik dan profesionalisme, serta berpegang teguh pada azas layanan BK . Adapun azas-azas yang dipengang teguh dalan proses layanan BK adalah : 1. kerahasiaan, semua informasi dan data yang disampaikan klien dijamin rahasianya oleh guru pembimbing. Siapapun tidak berhak meminta untuk mengetahui rahasia klien kecuali seizin klien. 2. kesukarelaan, diharapkan klien datang dan menggunakan layanan BK secara suka rela tanpa paksaan dari siapapun juga. 3. keterbukaan, diharapkan klien bersedia secara terbuka menyampaikan semuia permasalahan sesunguhnya tanpa menutup-nutupinya, sebab kerahasiaan telah dijamin guru pembimbing. 4. kegiatan, sebaik apapun hasil konseling, pada akhirnya penyelesaiannya bergantung kepada klien sendiri. Yaitu kesediaan untuk melakukan kegiatan dalam rangka menyelesaikan masalahnya sendiri secara mandiri. 5. kemandirian, semua tindakan layanan BK adalah untuk memandirikan klien. Pusat perhatiannya pada bagaimana memandirikan klien dalam mengentaskan masalah. 6. kekinian, dalam pelaksanaan konseling seorang konselor haraus mengacu pada permasalahan masa kini dan saat ini. Tidak diperkenankan mengungkit-ngungkit masa lalu klien, kecuali ada relevansi dan hanya diperuntukkan menyelesaikan masalah kini. 7. kedinamisan, kegiatan layanan konseling harus dinamis menyesuaikan kebutuhan klien sesuai keunikan dan potensi klien. Tidak monoton. 8. keterpaduan, program pelaksanaan layanan BK harus terpadu dan selaras dengan

program pendidikan dan pembelajaran lainnya di madrasah. 9. kenormatifan, dalam praktiknya layanan BK harus senantiasa berlandaskan pada normanoram yang berlaku. Yaitu norma agama, masyarakat, kesopanan , hukum dan sebagainya. 10. keahlian, proses konseling hanya boleh dilakukan oleh konselor, yang memang kompeten dalam bidangnya. Tidak boleh dilakukan sembarang orang. 11. alih tangan kasus, ketika menghadapi masalah yang diluar waewenangnya maka konselor harus mengalihtangankan kepada akhlinya . dalam hal ini kepada dokte, psikiatri, psikolog, polisi dan sebagainya. Sehingga dengan demikian tidak terjadi mal praktek. 12. tut wuri handayani, layanan BK hendaknya mampu mendorong kemauan dan keinginan untuk lebih maju kepada klien, dengan tanpa menggurui dan merendahkan. Azas-azas tersebut akan dipegang teguh dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, sehingga klien/ peserta didik benar-benar merasa terlayani dan terjaga privasinya. Dengan terjaga privasinya maka diharapkan menghilangkan semua kesan buruk pada layanan BK. F. FUNGSI KONSELING Fungsi-fungsi dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan koseling di SMK Negeri 1 Jombang adalah : a. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. b. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. c. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. d. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. e. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. 10. Program Pelayanan a. Jenis Program 1) Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. 2) Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. 3) Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. 4) Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. 5) Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung

(SATKUNG) konseling. b. Penyusunan Program 1) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. 2) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, bentuk kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor. (Lampiran 1 dan Lampiran 2a, 2b, 2c, dan 2d) D. PENILAIAN KEGIATAN 1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. 2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. 3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG (Lampiran 4). 4. Penilaian pelayanan konseling dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif disertai deskripsi pada kolom pengembangan diri di laporan hasil belajar. Hasil penilaian yang dituliskan adalah proses kegiatan pelayanan yang diberikan dan ketercapaian tugas perkembangan. (Lampiran 6 dan Lampiran 7). F. PENGAWASAN KEGIATAN 1. Kegiatan pelayanan konseling di sekolah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan. 2. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara:

a. interen, oleh kepala sekolah. b. eksteren, oleh pengawas sekolah bidang konseling. 3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah. 4. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. 5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di sekolah 2. Tugas Perkembangan Peserta Didik SMK Negeri 1 Jombang Arah pelayanan konseling dalam mencapai visi dan misi di atas didasarkan pada pemenuhan tugas-tugas perkembangan peserta didik , yaitu: a. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. c. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita. d. Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas. e. Mengenal kemampuan, bakat, dan minat serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni. f. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan di masyarakat. g. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi. h. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara. BAB II STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK NEGERI 1 Jombang A. Starategi Layanan Dasar B. Strategi Layanan Responsif C. Strategi Layanan Perencanaan Individual D. Strategi Layanan Dukungan Sistem E. Strategi Pelaksanaan dengan pola 17 + 3. Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat,

serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir. 7. Jenis Layanan Konseling a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir, dan pendidikan lanjutan. c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler. d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam

menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. 8. Kegiatan Pendukung a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. 9. Bentuk Kegiatan a. Individual, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. b. Kelompok, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. c. Klasikal, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. d. Lapangan, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. e. Pendekatan Khusus, yaitu pengelompokan kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. BAB III PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK NEGERI 1 JOMBANG

A. PENYUSUNAN PROGRAM Program pelayanan konseling di SMK Negeri 1 Jombang disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi, dan analisis SWOT Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, bentuk kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor. Analisi SWOT KEKUATAN KELEMAHAN 1. SMK Negeri 1 sebagai rintisan RSBN 2. Guru BK aktif sebagai pengurus MGBK Kota Malang 3. Sudah punya ruangan BK 4. Sudah ada format-format instrument ke-BK-an 5. Sudah ada format-format himunan data. 1. Guru BK belum berkualifikasi sarjana BK semua. 2. Rasio jumlah guru BK dan Murid sudah cukup ( 1:200) 3. Kesejahteraan masih diperhitungkan seperti guru mata pelajaran , jumlah jam dihitung jumlah masuk kelas. 4. Belum tercipta kerja sama yang maksimal antara guru Bk dan guru mata pelajaran erta tenaga kependidikan lainnya. 5. Layanan BK belum familier bagi siswa-siswi dan guru. 6. Ruang data belum ada 7. Ruang khusus untuk konseling ada tp kurang krn layanan konseling sering bareng PELUANG HAMBATAN 1. SMK Negeri 1 sudah mempnyai nama besar di lingkungan Kab.Jombang. 2. Ada banyak relasi dengan lembaga atau tenaga ahli BK . 3. Ada relasi baik dengan MG BK SMK se Kab. Jombang 4. Ada relasi baik dengan dosen-dosen BK UNESA. 5. Lokasi dekat Kantor DIKnas 1. Kebijakan sekolah masih belum sesuai dengan tuntutana aturan/ panduan dalam pengembangan diri melalui BK 2. Tidak semua/ banyaknya guru mata pelajaran belum memahamisepenuhnya tentang keBK-an. Dari analisis SWOT tersebut maka SMKN 1 Jombang menetapkan sasaran progagram sebagai berukut : 1. Menguatkan sosialisasi bahkan hingga transformasi tentang ke-BK-an kepada semua

steak holder SMKN 1 Jombang : a) Kepada para pimpinan b) Kepada para guru mata pelajaran c) Kepada para tenaga kependidikan d) Kepada orang tua/ wali murid e) Kepada anggota kmite madrasah . f) Semua siswa 2. Mewujudkan jaringan sitem kerja sama yang solid antara guru pembimbing, guru mata pelajaran dan tenaga keendidikan lainnya. 3. Melengkapi sarana , prasarana dan media bimbingan. 4. Menyelenggarakan himpunan data yang lengkap, tepat, dan cepat diakses. 5. Menjadikan ruang Bk sebagai ruang yang menyenangkan bagi siswa dan guru serta tenaga kependidikan lainnya. 6. Menyediakan 9 jenis layanan kepada siswa secara provessional dan mudah diakses sehingga memuaskan siswa. B. RENCANA PROGRAM KEGIATAN GURU BK / Konselor SMK Negeri 1 Jombang : Dalam rangka mencapai sasaran/ tujuan tersebut di atas maka layanan BK SMK Negeri 1 Jombang melakukan kegiatan berupa : 1. Untuk menguatkan sosialisasi bahkan hingga transformasi tentang ke-BK-an kepada semua steak holder SMKN 1 Jombang : a. Mengusulkan kepada pimpinan untuk diadakan pertemuan dewan guru setiap sebulan sekali, untuk evaluasi diri termasuk sosialisasi BK. b. Meminta waktu dalam setiap pertemuan guru untuk presentasii tentang ke-BK-an, sosialissi program dan memperkuat jaringan kerja sama. c. Membuat panflet, handouts, dan atau informasi lain tentang BK dan ditempel pada ruang guru dan tempat-tempat strategis lainnya. d. Mengadakan pendekatan secara khusus kepada kepala sekolah, guru-guru, dan atau siswa dalam rangka mensosialisasikan ke-BK-an. e. Memasyrakatkan dan meyakinkan kepada siswa tentang azas-azas dan rinsip penyelenggaraan BK, agar BK bisa dipercaya dan dimanfaatkan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sebagian waktu tatap muka dengan siswa untuk itu. 2. Untuk mewujudkan jaringan sitem kerja sama yang solid antara guru pembimbing, guru mata pelajaran dan tenaga keendidikan lainnya. a. Membuat format system kerja sama secara mantap, dengan cara membuat rosedur kerjasama penanganan kasus/ masalah

. b. Mensosialisasikan daj mentrasformasikan prosedur tersebut kepada steak holder MTsN 12 , dengan melakukan sosialisasi sebagaimana tersebut dalam poin 1. c. Membuat buku penghubung dan mengoperasionalkan secara baik. d. Proaktif mengadakan pendekatan khusus kepada fihak-fihak yang strategis. 3. Untuk melengkapi sarana , prasarana dan media bimbingan. a. Mewujudkan lemari data yang bisa menjamin privasi klien. b. Mewujudkan ruang konseling yang ideal ( tembus pandang dan kedap suara) dengan cara menyekat ruang BK menjadi dua. Satu untuk ruang kerja dan data, yang satu khusus untuk ruang konseling individual dan kelompok. c. Menyediakan bahan-bahan dan media bimbingan di ruang BK. d. Menyediakan computer khusus BK . 4. Menyelenggarakan himpunan data yang lengkap, tepat, dan cepat diakses. a. Membuat dan mengoperasionalkan buku catatan pribadi atao cumulative record. b. Melengkapi format-format instrument pengumulan data. c. Melengkapi format-format pengadministrasian. d. Membuat dan menjalankan system administrasi Bk . 5. Untuk menjadikan ruang Bk sebagai ruang yang menyenangkan bagi siswa dan guru serta tenaga kependidikan lainnya. a. Menjaga ruang Bk dalam segi : 1) kenyamanan ; dicat warna yang sejuk, diberi pot bunga, fas bunga, dan hiasan-hiasan yang menggairahkan. 2) Kebersihan; menyediakan alat-alat kebersian tersendiri di ruang BK, bekerja sama dengan petugas kebersihan sekolah. 3) Kerahasiaan; menjaga semua data pribadi secara aman dan benar yang menjamin privasi siswa. b. Melengkappi sumber informasi tentang hal-hal yang dibutuhkan siswa; informasi mudamudi, narkaoba, dan sebaginya. 6. Untuk menyediakan 9 jenis layanan kepada siswa secara provessional dan mudah diakses sehingga memuaskan siswa. a. Menyelenggarakan BK konprehensif secara baik. b. Menyususn program layanan yang mencakup 4 bidang bimbngan dan 9 jenis layanan. c. Menyusun program layanan secara hirarkhi dari program tahunan, semesteran, bulanan , mingguan dan harian. d. Menghindari pencederahan terhadap azas dan prisip dalam enyelenggaraan BK ; dengan cara mencegah terjadinya: 1) Tercerderainya asas kerahasiaan, karena konselor secara langsung ataupun tidak langsung mengemukakan hal-hal berkenaan dengan diri peserta didik yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. 2) Memberikan label kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok, dengan cara apapun, yang berkonotasi negatif terhadap peserta didik yang bersangkutan. 3) Bertindak laksana polisi sekolah yang memata-matai ataupun mencari-cari kesalahan

peserta didik, seperti bertindak sebagai piket keamanan, perazzia, pencari pencuri. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang terjaring dalam kegiatan kepolisian sekolah yang dilakukan oleh pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling. 4) Membuat ataupun menyetujui dibuatnya surat perjanjian dengan peserta didik yang berkonotasi atau berakhir pada sanksi ataupun hukuman tertentu. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang telah membuat perjanjian dengan pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling agar terhindar dari sanksi ataupun hukuman sebagaimana dinyatakan dalam surat perjanjian. 5) Kondisi tempat ataupun ruang kerja konselor yang dapat mengganggu kesukarelaan, ketenangan, dan terjaminnya kerahasiaan peserta didik yang datang kepada konselor untuk mendapatkan pelayanan konseling. 6) Menyampaikan dan mensosialisasikan hal-hal tersebut di atas (poin 1-5) kepada pihakpihak terkait, terutama peserta didik, sejawat pendidik, dan pimpinan sekolah untuk mendapatkan dukungan dan faslitas dalam mewujudkannya. C. HIRARKHI PROGRAM BK DI SMK Negeri 1 Jombang : 1) Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. 2) Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. 3) Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. 4) Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. 5) Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. D. KEGIATAN GURU BK MENURUT WAKTU PELAKSANAAN : Rencana program tersebut di atas dilaksanakan secara bekesinambungan dan selaras dari harian, mingguan, bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan. Adapun penjabarannya sebagai berikut: a) . HARIAN 1. Masuk kelas sesuai jadwal yang telah ditentukan, untuk memberi layanan bimbingan pribadi, social, belajar dan karier berdasarkan silabus yang telah ditetapkan. 2. Melayani murid yang menginginkan konseling individual dan atau konsultasi. 3. Menerima laporan da atau mencari masukan dari wali kelas Guru maya pelajaran dan lainnya tentang permasalahan siswa. 4. Mengadakan studi kasus atu laporan dari wali kelas, guru mata pelajaran dan lainnya, sekaligus menindak lanjutinya. 5. Membuka kotak masalah dan menindak lanjutinya. 6. Mengerjakan tugas administrasi dan himpunan data ke- BK-an.

b) . MINGGUAN 1. Menindak lanjuti laporan dari wali kelas, guru mata pelajaran dan lainnya dengan mengadakan pemanggilan murid setelah diadakan studi kasus sebelumnya. 2. Memberikan tanggapan atas kotak masalah. 3. Mengerjakan administrasi BK dan himpunan data. 4. Mengisi materi bimbingan di madding di tempat madding yang disediakan. c) . BULANAN 1. Merekap hasil konseling dan atau konsultasi. 2. Merekap masukan/ laporan dari wali kelasguru mata pelajaran dan lainnya. 3. Mengadakan konsultasi dengan wali kelas dan atau Waka tentang penenganan permasalahan murid. 4. Berpartisipasi dalam pertemuan kelompok guru mata pelajaran. 5. Mengisi media informasi / madding sekolah dengan materi bimbingan. d) . TRIWULAN 1. Mengadakan evaluasi intern tentang pelaksanaan program layanan BK. 2. Menindak lanjuti hasil evaluasi. 3. Melaporkan dan atau mengkonsultasikan kebijakan BK dari hasil evaluasi. 4. Mengadakan angket sosiometri dan menindaklanjutinya. e). SEMESTERAN 1. Mengadakan evaluasi intern. 2. Menindaklanjuti hasil evaluasi. 3. Melaporkan dan atau mengkonsultasikan kebijakan BK yang diambil berdasarkan hasil evaluasi. 4. Mengumpulkan data nilai dari wakil kelas dan menganalisisnya. 5. Membuat buku prestasi akademis (tertingi-terrendah) dan mengoprasionakan dengan analisis /studi kasus. 6. Menindaklanjuti hasil analisis. f). INSIDENTAL 1. Mengadakan angket siswa dan mengelolanya. 2. Mengadakan angket orang tua murid dan mengelolanya. 3. Mengadakan kunujungan rumah. 4. Mengadakan konferensi kasus. 5. Mereferal kasus kepada fihak yang berwenang. 6. Mewujudkan kotak masalah (mendesak). 7. Mengadakan sosialisasi Ke-BK-an kepada murid, guru dan semua komponen madrasah (steak holders Madrasah). 8. Mengikuti pelatihan, seminar-seminar dan kegiatan organisasi BK DKI (MGP/SANGGAR BK dll) untuk pengembangan profesionalitas. 9. Menjalin hubungan dengan orang tua murid / steak holders madrasah untuk mendapatkan saran dan msukan. 10. Melayan konsultasi wali kelas, guru bidang studi dan wali murid/ orang tua murid tentang permasalahan murid. g). TAHUNAN

1. Menfasilitasi sosialisasi dan promosi madrasah-sekolah ( SLTA) faforit/ Pondok pesantren/ dll. Dengan mengadakan carier day. 2. Mewujudkan buku pribadi murid dan mengoprasikannya. 3. Mengadakan evaluasi tahunan. 4. Menyusun laporan tahunan dan melaporkan pelaksanaan BK kepada Kepala Madrasah. 5. Menyusun program tahunan berdasarkan analisis SWOT. 6. Melengkapi sarana dan prasarana BK. 7. Mengusahakan tambahan personil BK E. PERENCANAAN KEGIATAN 1. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan. 2. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat : a. Sasaran layanan/kegiatan pendukung b. Substansi layanan/kegiatan pendukung c. Jenis layanan/kegiatan pendukung, dan alat bantu yang digunakan d. Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e. Waktu dan tempat 3. Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. (1:150) 4. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. 5. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas mengajar guru di sekolah/ madrasah. F. PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, spontan, dan keteladanan. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihakpihak yang terkait. BAB IV PENGORGANISASIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK NEGERI 1 JOMBANG DIAGRAM POLA KOMUNIKASI PEMBINAAN DAN PENANGANAN MASALAH

Keterangan : = garis komunikasi A. WEWENANG DAN TUGAS KEPALA SEKOLAH DAN WAKIL KEPALA SEKOLAH Kepala Madrasah dan Wakil Kepala adalah sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan, yang meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan dan bimbingan di SMK N 1 Jombang , maka kepala madrasah kaitannya dengan BK, bertugas dan berwewenang antara lain: Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan yang meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan dan bimbingan. Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Memberikan kemudahan bagi terlaksananya bimbingan dan konseling. Mengadakan supervisi terhadap kegiatan bimbingan dan konseling. Menetapkan guru pembimbing dan konseling. Menetapkan tugas dan wewenang guru bidang studi dan wali kelas serta petugas administrasi berkaitan dengan layanan BK. Membuat surat tugas guru dalam proses bimbingan dan konseling setiap awal semesteran/ tahun. Menyiapkan surat pernyataan melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai bahan usulan angka kridit bagi guru pembimbing (konselor), surat pernyataan tersebut dilampiri bukti fisik pelaksanaan tugas. Megadakan kerjasama dengan instansi lain yang terkait dengan pelaksanaaan bimbingan dan konseling. Mengkoordinir pelaksanaan program pembiasaan. Wakil kepala sekolah membantu kepala madrasah dalam hal: Mengkoordinasikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada semua personel sekolah (Guru bidang studi, Wali kelas, Guru piket, Petugas Administrasi/TU). Melaksanakan kebijakan kepala sekolah terutama dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Mengkoordinir pelaksanaan tatib sekolah B. WEWENANG DAN TUGAS GURU PEMBIMBING /KONSELOR Tugas Guru Pembimbing (konselor) Guru pembimbing adalah guru professional (konselor) yang diberi tugas khusus untuk melaksanakan bimbingan dan konseling pada sejumlah kelas dan atau sejumlah murid tertentu. Ia mempunyai tugas antara lain: Mensosialisasikan ke-BK-an kepada steakholders sekolah. Memasyarakatkan kegiatan bimbingan. Merencanakan program bimbingan. Melaksanakan persiapan kegiatan bimbingan. Melaksanakan 9 layanan bimbingan dan konseling yang mencakup 4 bidang bimbingan

terhadap sejumlah siswa yang menjadi tanggungjawabnya. Melaksanakan 6 kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Menilai proses dan hasil kegiatan layanan bimbingan dan konseling. menganalisis hasil penilaian. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penialaian. Mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling. Membuat usulan kepada kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, sarana dan prasarana, serelah mengadakan analisis kebutuhan. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah. Mengkoordinir pelaksanaan konferensi kasus : merencanakan, melaksanakan, menindaklannjuti mengevaluasi serta melaporkan ). Turut serta dalam mengkoordinir program pembiasaan. Mengevaluasi pelaksanaan program layanan BK secaraberkala. Menindaklanjuti hasil evaluasi. C. WEWENANG DAN TUGAS GURU WALI KELAS KAITANNYA DENGAN BK Wali kelas sebagai pembimbing dan Pembina murid dikelasnya adalah mitra guru BK. Dalam melaksanakan tugasnya selalu bekerja sama dengan guru BK. Berkaitan hal ini Guru wali kelas mempunyai tugas antara lain: Melaksanakan tugas kepengasuhan (asah, asih dan asuh), pembibingan dan pembinaan kepada murid yang menjadi tanggung jawabnya. Menangani masalah /kasus-kasus pelanggaran yang menjadi wewenangnya dengan prinsip-prinsip amar makruf nahi munkar, yaitu: o Memberi pemahaman, pengertian kepada murid yang bersangkutan atas kesalahannya. o Memperingatkan kesalahannya dengan tanpa menjatuhkan harga diri murid. o Memperingatkan dengan keras. o Menakut-nakuti dengan ancaman hukuman yang mendidik. o Menghkum atau memberikan tindakan dengan paksa untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Mengumpulkan data, fakta dan informasi tentang perkembangan, kemajuan dan kemunduran murid dalam berbagai aspeknya. Melimpahkan / mengalihtangankan permasalah murid kepada guru BK/ konselor sekiranya perlu mendapatkan penyelesaiaan dan bimbingan konseling. Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus yang diadakan BK jika diperlukan. Membantu memasyarakatkan program BK kepada murid. Memberikan data niali /leger kepada BK untuk diadakan analisis dan studi kasus setiap mid semester atau setiap semester. Membuat catatan anekdot, kejadian tertentu, kemudian menindaklanjutinya dan atau menginformasikan kepada BK sekiranya perlu perhatian khusus atau penanganan konseling.

Menerima laporan atau informasi dari guru bidang studi tentang murid yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Menginformasikan kepada guru BK tentang murid yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Memeriksa cataan kasus pada buku catatan kasus kemudian menindaklanjutinya. Turut melaksanakan program kegiatan pembiasaan . D. WEWENANG DAN TUGAS GURU BIDANG STUDI KAITANNYA DENGAN BK Guru bidang studi sebagai personel yang sangat penting dalam aktifitas bimbingan yang setiap saat dapat bertatap muka secara langsung dengan murid. Untuk hal tersebut keitannya dengan layanan Bimbingan dan Konseling , maka guru bidang study mempunyai tugas sebagai berikut: Membantu memasyarakatkan program BK. Mendorong murid untuk memanfaatkan layanan BK untuk menyelesaikan masalahnya dan atau mengembangkan diri murid. Membantu Guru BK dalam mengidentifikasi murid yang memerlukan bantuannya /perhatian khusus. Berpartisipasi dalam konferensi kasus, jika diperlukan. Mengumpulakn data, fakta, dan informasi tentang perkembangan, kemajuan dan kemunduran murid dalam berbagai aspeknya. Kemudian menindaklanjutinya dan atau menginformasikannya kepada wali kelas atau guru BK. Turut menangani permasalahan siswa sesuai dengan kewenangannya. Memberi kesempatan/ kemudahan izin kepada murid yang menginginkan konseling /konsultasi pada jam pelajaran berlangsung, setelah mempertimbangkan kemaslahatan dan kemadlorotan bagi murid. Menginformasikan kepada wali kelas dan atau guru BP tentang murid yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Membuat catatan anekdot/ kejadian penting yang perlu perhatian dan mengiformasikan kepada guru BK / wali kelas. Mencatat kasus pada buku penghubung/ buku kasus. Turut mensukseskan program kegiatan pembiasaan. E. WEWENANG DAN TUGAS TUGAS TENAGA KEPENDIDIKAN BERKAITAN DENGAN BK Yang dimaksud dengan tenaga kependidikan yang berkaitan dengan BK adalah mereka yang berkaitan secara tidak langsung atau langsung dalam memperlancar pelaksanaan layanan BK di SMK N 1 Jombang. Yaitu : 1) petugas administrasi / TU atau staf, 2) Satpam. Tugas TU dan staf SMKN 1 Jombang berkaitan dengan BK Petugas administrasi TU dan staf TU dalam kaitannya dengan BK bertugas antara lain: Melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala madrasah. Turut menegakkan peraturan tata tertib yang ditentukan. Turut mensukseskan program kegiatan pembiasaan dengan memberikan peneguran dan lain-lain.

Memberikan informasi kepada wali kelas dan atau guru BK tentang prilaku murid atau kondisi murid yang perlu mendapatkan perhatian khusus atau perlu tindakan konseling. Tugas Satpam berkaitan dengan BK Petugas Satuan Pengamanan dalam kaitannya dengan BK bertugas antara lain: Menjaga lingkungan sekolah dari kemungkinan gangguan keamanan dan kenyamanan. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah. Turut menegakkan peraturan tata tertib yang ditentukan. Turut mensukseskan program kegiatan pembiasaan. Memberikan informasi kepada wali kelas dan atau guru BK tentang prilaku murid yang perlu mendapatkan perhatian khusus atau perlu tindakan konseling. F. PROSEDUR PENANGANAN KASUS / MASALAH Agar penanganan masalah murid di SMKN 1 Jombangberjalan efektif dan optimal dalam sebuah system yang sistematis maka ditentukan prosedur penanganan masalah murid sebagai berikut. 1. Semua warga sekolah yang mendapati murid yang melanggar tata tertib maka memberikan tindakan berupa : Memberi pemahaman, pengertian kepada murid yang bersangkutan atas kesalahannya. Memperingatkan kesalahannya dengan tanpa menjatuhkan harga diri murid. Memperingatkan dengan keras. Menakut-nakuti dengan ancaman hukuman yang mendidik. Menghukum atau memberikan tindakan untuk mencegah terjadinya pelanggaran tersebut. 2. Melaporkan kasusnya kepada petugas piket untuk dicatat pada buku kasus. 3. Dalam mencatat di buku kasus fihak pencatat harus menandatangani agar bisa dilacak pertanggungjawabannya dan murid yang bersangkutan diharapkan menandatangani sebagai bukti pengakuan. 4. Jika masalahnya berat atau sekiranya perlu perhatian khusus maka disamping mencatat di buku kasus juga melaporkannya kepada wali kelas, guru BK atau langsung kepada kepada kesiswaan, untuk ditindaklanjuti. Dalam hal wali kelas, guru BK dan kesiswaan tidak ada maka kasusnya dapat dicatat sebagai catatan anekdot dan dimasukkan ke dalam kotak masalah. 5. Guru wali kelas dan atau guru BK dan atau kesiswaan yang mendapat laporan harus menindaklanjuti sesuai kewenangannya. a. Wali kelas : berwewenang memanggil murid yang bersangkutan, memanggil wali murid, membuat surat perjanjian atau mengalihtangankan kepada kesiswaan sekiranya masalahnya berat atau mengkonsultasikan kepada guru BK sekiranya perlu perhatian khusus. b. Guru BK : berwewenang melakukan tindakan layanan konseling, melakukan konferensi kasus, dan kunjungan rumah dan layanan lainnya, untuk memandirikan murid dalam mengatasi permasalahannya. c. Kesiswaan : berwewenang membuat perjanjian tingkat akhir, mensekors, menghukum dan sebagainya dan mengkomunikasikan kepada guru BK untuk mendapatkan layanan BK. 6. Guru wali kelas dalam waktu berkala harus mengecek catatan anak di buku kasus yang menjadi perwaliannya untuk ditindaklannjuti, sesuai ketentuan. 7. Sekiranya mandapati anak -yang menjadi perwaliannya- mempunyai poin yang di ambang batas untuk diskors, maka wali kelas harus melaporan kepada Waka.Kesiswaan

dan mengkonsultasikan kepada guru BK. 8. Kepala sekolah memberikan tindakan skors (percobaan dikeluarkan) atas usulan dari kesiswaan dan wali kelas yang bersangkutan. 9. Kepala sekolah dapat memberikan sanksi pengeluaran kepada murid yang dinyatakan tidak mentaati perjanjian setelah mendapatkan perlakuan dan layanan perbaiakan melalui tindakan BK dan kesiswaan. DIAGRAM ALUR POLA ADMINISTRASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK NEGERI 1 Jombang Diposkan oleh mastono.blogspot.com di 19:22 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Jumat, 22 Juli 2011


KIAT AGAR HIDUP SELALU TERMOTIVASI
Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu? Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul. Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi? Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri. Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja. Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun: 1. Selalu konsisten Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan Yes sebelum bekerja, dan banyak lagi. 2. Bertanggung jawab Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia

bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda. 3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orangorang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama. 4. Fokus pada proses, bukan tujuan Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan. Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan seharihari. Seperti apa kata pepatah Ada kemauan ada jalan. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu. Diposkan oleh mastono.blogspot.com di 19:41 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Kumpulan Hadist Shohih


1. Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh. (HR. Bukhari) 2. Makar, tipu muslihat dan pengkhianatan rnenyeret pelakunya ke neraka. (HR. Abu Dawud) 3. Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari) 4. Bila hilang budaya malumu lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki. (HR. Bukhari) 5. Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi) 6. Sesungguhnya Allah tidak menyukai banyak bicara, menghambur-hamburkan harta dan terlalu banyak bertanya. (HR. Bukhari)

7. Semua (dosa) umatku akan diampuni kecuali orang yang berbuat (dosa) terang-terangan, yaitu yang melakukan perbuatan dosa pada malam hari lalu Allah menutup-nutupinya kemudian pada esok harinya dia bercerita kepada kawannya, "Tadi malam aku berbuat begini...begini..." Lalu dia membongkar rahasia yang telah ditutup-tutupi Allah 'Azza wajalla. (Mutafaq'alaih) 8. Barangsiapa mengintai-ngintai (menyelidiki) keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya. (HR. Ahmad) 9. Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka. (HR. Ahmad) 10. Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. (HR. Al Hakim) 11. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim) 12. Sesungguhnya Allah membenci orang yang selalu berwajah muram di hadapan kawankawannya. (HR. Ad-Dailami) 13. Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah ialah yang dijauhi manusia karena ditakuti kejahatannya. (Mutafaq'alaih) 14. Dua sifat tidak akan bertemu dalam diri seorang mukmin yaitu kikir (bakhil) dan akhlak yang buruk. (HR. Ahmad) 15. Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Ad-Dailami) 16. Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)

17. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat. (HR. Ahmad) 18. Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu Dawud) 19. Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

Pengembangan Diri
Selasa, 19 Juli 2011
APA SICH PACARAN ITU ?
I. Pendahuluan Berpacaran . . . . ? Satu kata yang terkesan indah dan bermakna romantis. Sudah terbayang kesan kedua insan makhluk yang namanya manusia sedang memadu kasih. Katanya menyenangkan bagi yang dilanda cinta dan terasa tragis / mungkin terasa menyedihkan bagi yang memutuskannya. Apakah Anda semua sudah mengalaminya ? Atau anda pernah mencobanya ? atau belum merasakan/ melakukan sama sekali ? Banyak sekali remaja berpacaran yang berpandangan bahwa kalau tidak pacaran berarti tidak gaul dan ketinggalan jaman. Ada juga yang bilang pacaran karena mengikuti tren.

Ada lagi yang pacaran karena teman. Pacaran yang model seperti ini biasanya dianut karena teman-temannya sudah pacaran. Adapun bagi yang belum pernah mengalami berpacaran,sering muncul pertanyaan seperti ini , ngapain saja sih yang dilakukan oleh orang yang pacaran itu ? Remaja yang lagi punya dorongan seksual yang tinggi ,rasa keingintahuan yang besar, didukung dengan pengaruh bacaan, internet dan film-film berbau porno, membuat para remaja semakin penasaran dan biasanya ada yang melakukan coba-coba beraktivitas seksual dengan sang pacar. Sebenarnya bahaya tidak sih gaya pacaran yang seperti itu ? dan apa akibatnya dari gaya pacaran yang seperti itu ? II. Materi Inti : A. Pengetian Pacaran Yang dikatakan pacaran yang menyimpang itu adalah pacaran yang melampaui batas atau pacaran yang melanggar norma-norma atau nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat sekitar / lingkungan dimana ia tinggal. Misalnya melakukan hubungan badan atau seksual di luar nikah. Hal ini dilakukan dengan banyak alasan, misalnya karena ingin membuktikan cintanya, apapun akan dilakukan demi orang yang dicintainya. Sebenarnya pacaran tidak harus disertai dengan hal-hal yang negatif,karena bisa mengakibatkan hal-hal yang buruk bagi orang tersebut. Sekali saja remaja melakukan hubungan seksualitas dengan lawan jenisnya, maka pengalaman pertama kesenangan /kenikmatan hubungan badan itu akan membekas atau terekam/tersimpan didalam otaknya. Dia akan mencoba lagi, lagi dan lagi. Sama seperti orang yang mencoba narkoba,sekali coba dia akan mencoba lagi,dan kahirnya kecanduan. Bila ada kesempatan dia akan mencari dan menggunakannya. Jika remaja ingin membuktikan rasa cintanya, bisa ditunjukkan dengan perhatian dan rasa sayang pada pasangannya. Pacaran tidak harus disertai dengan pegangan tangan atau ciuman bibir serta mojok ditempat-tempat yang sepi.Karena bermula dari hal itulah akan bisa mengarah pada hal-hal yang lainnya ( kreatifitas seksual ). Dan jika sudah terlanjur melangkah terlalu jauh nanti anda sendiri yang akan menanggung akibatnya. Dan biasanya hal ini bisa terjadi karena adanya kesempatan, Karena adanya kesempatan muncullah niat, tidak ada niat, kalau ada kesempatan maka niat itu akan muncul, misalnya sering berduaan mojok di tempat-tempat yang sepi, di dalam kamar kost tanpa ada fihak ketiga ,karena merasa bebas hanya mereka berdua dan bermula hanya memegang tangan, didukung dengan rasa keingintahuannya yang besar, ia merasa aman karena tidak ada orang yang melihat , apa yang terjadi mungkin saat itu bagi manusia yang normal yang benar-benar di mabuk oleh cintanya ? Penyebab yang lain adalah pakaian yang kurang sopan / mungkin karena mengikuti mode, rok pendek di atas lutut, ketat, baju / kaos ketat hingga memunculkan buah dadanya serta potongan baju/kaos di atas pusar sehingga kelihatan pusar atau pinggungnya. Dari hal-hal itulah membuat dan menyebabkan sang cowok terangsang. B. Sebab-Sebab Remaja Melakukan Pacaran Yang Menyimpang . Adapun sebab-sebabnya adalah sebagai berikut :

1. Keluarga ( terutama Bapak dan Ibu ) yang gagal melaksanakan perannya sebagai pembentuk kepribadian yang utama dan pertama. Anak kurang mendapat perhatian dan kasih sayang, anak merasa tidak nyaman dan tidak mendapatkan kehangatan,sehingga ia mencari orang lain untuk mendapatkan semua itu dan kebanyakan ia mendapatkan semua itu dari yang dicintainya ( pacar) ,karena ia tidak ingin kehilangan semua itu ia rela menyerahkan segalanya yang ia miliki. 2. Komunikasi antara orang tua dan anak yang tidak sehat Banyak sekali remaja yang menarik diri dari keluarganya,karena ketidaktahuan orang tua bagaimana cara mendengar cerita anak tanpa tanpa memberikan penilaian,kritik,dan saran 3. Cara mengasuh dan mendidik yang kurang tepat. - Sangat melindungi atau memanjakan anak bahkan ketika anak berbuat salah. - Hanya memberikan kepuasan materi / lahiriah saja. - Sangat menguasai anak ( otoriter ) dan memperlakukan anak dengan keras ( disiplin yang ketat ). 4. Orang tua Matrealistik Orang tua yang cinta harta terlalu berlebihan sehingga mengabaikan nilai-nilai agama. Keadaan ini menyebabkan remaja menyadarkan kegundahan hatinya pada orang yang kurang bertanggung jawab . Remaja ini akan menjadi remaja yang hedonis ( hidup hurahura, yang penting senang dan menghalalkan segala cara ). 5. Pengaruh Lingkungan. Pengaruh merusak dari luar rumah ditambah dengan hubungan yang tidak harmonis dengan orang tua, menyebabkan remaja berperan ganda,misalnya : Ada sebagian orang tua yang tidak tahu atau tidak peduli / tidak mau tahu kalau anak gadisnya menjadi penjaja seks. C. Akibat Pacaran Yang Menyimpang Pacaran yang menyimpang dapat mengakibatkan hal-hal buruk seperti berikut ini : 1. Hamil di luar nikah di usia muda Seks kebanyakan dijadikan bahan uji coba oleh remaja dan salah satu hasilnya adalah hamil di luar nikah ketika usia muda. Dan jika hal ini sudah terlanjur terjadi maka bisa berakibat : Ayah,ibu dan keluarga besarmu akan merasa malu karena tidak berhasil mendidik anak. Remaja putri akan menanggung resiko yang mengancam jiwanya. Kemungkinan melahirkan bayi prenatur ( berat badan dibawah 2,5 kg) atau keguguran. Proses kelahiran yang sulit Gangguan kejiwaan karena belum siap menerima kehamilan yang tidak direncanakan ( malu, takut, cemas, dan tertekan karena omongan orang lain ). Kesempatan sempit untuk memperoleh pendidikan dan ketrampilan yang diperlukan untuk masa dewasa ( ijasah untuk mencari pekerjaan ) atau persiapan untuk menjadi ayah atau ibu. 2. Pernikahan Dini Jika sudah terlanjur hamil bagaimanapun juga harus menikah,supaya bayi yang ada dalam

kandungan lahir berayah,tetapi apakah menikah berarti menyelesaikan masalah ? Remaja yang emosinya masih labil ,sebetulnya belum siap secara psikologis untuk menjadi orang tua. Dan ini bisa mengarahkan ke perceraian. 3. Aborsi Jika masih ingin melanjutkan sekolah, menjaga harga diri atau menjaga imej, sudah pasti pinginkan jalan pintas yaitu aborsi biar tidak malu-maluin keluarga dan harga diri. Tetapi apa benar aborsi jalan yang terbaik ? Remaja putri tidak memikirkan kalau aborsi itu bisa menyebabkan infeksi kalau peralatannya tidak steril,menyebabkan kangker rahim, juga kemandulan bisa terjadi karena aborsi dan yang paling parah bisa menyebabkan kematian kalau tidak dilakukan secara benar. Secara kejiwaan aborsi bisa menimbulkan depresi berat dan rasa bersalah / berdosa yang menjadi beban seumur hidupnya. 4. Resiko Tertular PMS. PMS singkatan dari penyakit menular seksual ,seperti kencing nanah ( GO), sipillis, kutil kelamin,hepatitis,bahkan HIV/AIDS. PMS ini mungkin terjadi kalau ternyata pacar anda suka gonta ganti pasangan, terutama sering melakukan hubugan seksual dengan orang yang beresiko tinggi( PSK, pengguna narkoba dengan jarum suntik ) tanpa menggunakan pengaman ( kondom ). Buat yang cowok ,PMS ini mudah diketahui karena alat kelaminnya di luar sehingga langsung dapat diobati. Sedangkan buat yang anak putri ,PMS baru ketahuan kalau sudah parah karena organ produksinya berada di dalam , jadi sering kali terlambat untuk diobati. Resiko PMS ini salah satunya adalah menyebabkan kemandulan. D. Cara Menghindari Pacaran Yang Menyimpang Jika ingin terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam berpacaran ,maka perhatikan hal-hal berikut ini : 1. Tanamkan nilai agama pada diri anda,sehingga anda punya benteng /patokan ketika harus memilih apakah akan melakukan hubungan seks sebelum menikah / ketika masih pacaran atau tidak. 2. Bina hubungan yang baik dengan keluarga,sehingga anda akan merasa bahagia. 3. Beraktivitas yang positif,misalnya dengan rajin berolah raga atau khursus ketrampilan yang bisa menunjang prestasi 4. Hindari tempat yang sepi / menerima pacar di dalam kost . ( Berduaan bisa berbahaya, apalagi tempatnya gelap,hindari tempat atau suasana yang bisa mengundang perbuatan negatif) 5. Berani Bilang Tidak Kalau pacar anda melakukan sesuatu yang tidak anda suka,apalagi menjurus kreativitas seksual, maka anda harus berani bilang tidak. Jangan takut kalau diancam putus, kita bisa tahu kalau dia bukan pacar yang baik. 6. Buat Kesepakatan Buat anda yang sudah atau belum pacaran jika mau memulai sebuah hubungan, buat

kesepakatan hal-hal apa yang masih bisa ditolerir untuk bisa atau tidak dilakukan, tanyakan sama sang pacar perilaku seperti apa yang bisa dia terima. 7. Jangan Asal Ngikut Trend Kalau anda tahu itu bertentangan dengan nilai yang anda anut atau teman anda bilang deep kiss itu lagi heboh. Terus anda juga penasaran pingin coba berdeep kissan dengan sang pacar, tanpa tahu konsekuensinya apa setelah ber- deep kiss ? III. Penutup A. Kesimpulan Banyak remaja yang salah langkah atau pacaran yang melampaui batas yang sebelumnya mereka tidak memikirkan apa akibatnya bagi mereka nanti. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau penyimpangan dalam pacaran diperlukan informasi mengenai bahaya penyimpangan berpacaran.

Pengembangan Diri
Selasa, 19 Juli 2011
CITRA DIRI POSITIF
Pengertian Manusia adalah makhluk yang unik. Tak ada dua orang yang sama di dunia ini. Kember siampun memiliki perbedaan-perbedaan. Perbedaan inilah yang kita kenal dengan cirri khas seseorang. Yang dimaksud dengan cirri khas/ ciri-ciri diri sendiri pada seseorang ialah tanda-tanda khusus atau karakteristik seseorang yang dapat membedakan seseorang dengan orang lain. Ciri-ciri seseorang dapat dikenal melalui ciri-ciri seseorang dapat dikenal melalui ciri-ciri fisiknya maupun ciri-ciri non fisik. Ciri Fisik dan Non Fisik Ciri-ciri fisik mudah sekali untuk dilihat dan dikenali, antara lain : bentuk badan, tinggi badan, berat badan, warna kulit, warna rambut, bentuk hidung, mata, dahi dan lain-lain.

Pada masa remaja setiap orang mengalami perkembangan fisik yang begitu pesat misalnya perkembangan tinggi dan bentuk badan suara dan sebagainya. Mengenali ciri-ciri fisik diri sendiri sangat perlu karena beberapa bidang karier menuntut persyaratan secara khusus, misalnya dalam hal tinggi dan bentuk badan, kesehatan mata, kepekaan pendengaran dan lain-lain. Oleh karena itu kita perlu mengenali sebanyak-banyaknya ciri fisik yang kita miliki. Seberapa Banyak-banyaknya,cirri-cirifisik yang anda miliki.Seberapa Banyak ciri-ciri fisik yang anda miliki mendukung cita-cita anda disamping itu juga perlu mencari informasi tentang persyaratan fisik suatu pekerjaan tertentu. Contoh : Anda bercita-cita menjadi seorang pelaut dan ingin menjadi nahkoda.Sebagai nahkoda anda dituntut memiliki kesehatan badan yang prima, kepekaan pendengaran , ketajaman pengelihatan dan tentu saja anda harus memeriksakan diri apakah anda buta warna atau tidak , karena seorang nahkoda tidak boleh menderita buta warna . Jelas kiranya memelihara keadaan fisik itu penting sekali .Memelihara dan memperhatikan kondisi fisik tidak hanya terbatas untuk menentukan cita-cita namun juga pergaulan seharihari . Karena bagaimanapun juga , tidak dapat dipungkiri bahwa orang lain menilai seseorang itu , dilihat dari fisiknya , dalam hal tertentu kesan pertama setiap orang dapat dilihat dari penampilannya . Memelihara kesehatan fisik merupakan suatu kewajiban setiap manusia , sebagai rasa syukur terhadap anugrah dari sang pencipta yang tidak ternilai harganya itu . Ciri cirri non fisik lebih sulit dikenali dibandingkan cirri cirri fisik . Ciri ciri non fisik dapat dikenali melalui tingkah laku dan expresi wajah , tutur kata , dan sikap .Misalnya rasa percaya diri , rendah diri , pemalu , pemberani , rajin , malas , pemurung ,periang , minat , bakat , intelegensi , dan prestasi akademis . Contoh : Orang yang pemarah mudah tersulut emosinya dan akan tampak expresi wajahnya yang memerah , mata membelalak , gigi gemeretak . Dan tutur katanya pun kasar tak terkendali . Tingkah laku sipemarah antara lain ada yang memukulnya , membanting pintu dan seterusnya . Dalam hal sikap , pada saat demikian dia tampak tak bersahabat dan tidak ramah .

Pengembangan Diri
Jumat, 22 Juli 2011
KIAT AGAR HIDUP SELALU TERMOTIVASI
Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu? Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul.

Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi? Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri. Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja. Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun: 1. Selalu konsisten Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan Yes sebelum bekerja, dan banyak lagi. 2. Bertanggung jawab Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda. 3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orangorang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama. 4. Fokus pada proses, bukan tujuan Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan. Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan seharihari. Seperti apa kata pepatah Ada kemauan ada jalan. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.

Pengembangan Diri
Selasa, 19 Juli 2011
KIAT SUKSES BERGAUL
Bergaul yang benar Di masa remaja, kamu mesti banyak bergaul, makin banyak teman makin baik. Kalau kita memiliki banyak teman, rasanya dunia begitu lapang. Sebaliknya jakau punya sedikit teman bakal terasa dunia ini kayaknya sempit banget. Dengan bergaul, kamu bisa mengenal berbagai karakter orang. Bergaullah dengan siapa saja, tetapi untuk menjadikan teman dekat, tentu kamu mesti selektif. Disaat kamu tumbuh dan kenal lebih banyak teman sebaya, kamu bakal menyadari bahwa cara terbaik untuk berteman adalah menjadi teman yang baik. Dan salah satu unsur utama persahabatan adalah rasa hormat Orang-orang yang asyik untuk bergaul Berbagai kiat berteman akan membangun hubungan persahabatan yang menyenangkan. Ini dia beberapa diantaranya :

1. Pilih teman yang mudah diajak bicara Ada teman yang bisa membosankan, bikin bete , yang hanya bisa diam, atau bicaranya nggak menarik sama sekali sehingga waktu terasa berjalan lambat. Seseorang teman yang pintar bicara menyenangkan banget, dan waktu sepertinya berlalu dengan amat cepatnya apabila bersama dia. Bercakap-cakap dengan seseorang yang belum kamu kenal baik bisa menjadi kaku dang nggak asyik. Kamu bisa saja mengatakan sesuatu yang bodoh yang rasanya sulit banget dipercaya bisa keluar dari mulut kamu. Yang lebih gawat lagi, kamu bisa mendadak bisu dan nggak bisa ngomong apa-apa. Itu biasa. Pada setiap pengalaman baru, kemungkinan besar kamu bakal membuat kesalahan. Begitulah caramu belajar. Itu sebabnya penting banget berteman dengan seseorang yang enak diajak ngomong. Kau bakal merasa lebih santai 2. Pilih teman yang menyukai hal-hal yang hamper dsama dengan kamu Hal ini bakal memberimu bahan pembicaraan atau suatu kegiatan untuk dilakukan bersama. Mustahil menemukan seseorang yang menyukai hal-hal sama persis denganmu, tapi kalau punya beberapa ketertarikan yang sama, minimal satu, dalam beberapa hal kamu bisa bergaul dengan asyik 3. Pilih teman yang enak diajak bareng Kalau kamu berteman dengan seseorang yang membuatmu merasa inferior, rendah diri, hubunganmu nggak bakal bisa berjalan.kamu bakal melakukan sesuatu Cuma untuk menanamkan kesan pada temanmu. Itu nggak jujur namanya. Akan lebih baik kalau kalian memperlakukan satu sama lain setara, dengan penuh hormat dan lembut. 4. Pilih teman yang sopan Budi bahasa yang bagus selalu penuh pesona. Sebaliknya, kelakuan buruk dan tingkah laku kurang hormat mungkin bisa menarik perhatian, tapi orang-orang yang memiliki sifat seperti ini bakal menjadi tgeman yang buruk. Jangan sia-siakan waktumu bersama seseorang yang suka mengolok-olok orang lain atau ngomong jorok dan kasar. 5. Pilih teman yang menghormati keterbatasan pribadimu Jangan biarkan teman menekanmu untuk melakukan hal-hal yang nggak ingin kamu lakukan. Pksaan, baik fisik maupun secara emosional, nggak mendapat tempat dalam hubungan yang sehat. Ada banyak jalan bagi para remaja untuk terlibat masalah; berhati-hatilah. Dalam menjalin hubungan, jangan pernah menebak-nebak. Biarkan orang lain tahu bahwa ada hal- hal yang nggak ingin kamu lakukan. So, mesti kamu sadari bahwa nggak ada orang yang sempurna, nggak bakal ada teman kamu yang sempurna. Kesimpulan : Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memiliki teman yang asyik diajak bergaul. Dengan banyak bergaul, kamu akan memiliki lingkaran sosial yang luas dan memiliki banyak teman dan kamu belajar cara berinteraksi dengan orang lain. Bergaullah dengan siapa saja, tapi untuk menjadikan teman dekat, kamu mesti selektif.Jangan sampai kamu

terjerumus ke dalam pengaruh yang membawa kamu dalam kesulitan hidup, walaupun kamu sangat menyayanginya. Memilih teman yang baik dalam bergaul hukumnya wajib bagi seseorang. Semoga Anda sukses dalam bergaul. AAMIIN.

Pengembangan Diri
Selasa, 19 Juli 2011
KIAT MENGENDALIKAN EMOSI
Cara Mengendalikan Emosi Ilustrasi Kasus Rudi adalah salah seorang pemain dan kapten tim basket yang paling diandalkan di sekolahnya. Ketika ada pertandingan basket antar siswa SMA di kotanya, Pak Jono (guru olah raganya) ragu untuk memasukkan Rudi sebagai pemain utama. Rudi mudah sekali terpancing emosinya, ia sulit mengendalikan marah. Kondisi demikian, mudah dimanfaatkan oleh pihak lawan untuk memecah konsentrasinya saat bermain dan iutu sangat merugikan tim basket sekolahnya. Tapi karena Rudi adalah kapten tim dan pemain andalan, Pak Jono memutuskan Rudi untuk bermain dalam pertandingan itu. Keraguraguan Pak Jono itu menjadi kenyataan. Rudi tidak bisa untuk mengendalikan marah, ketika diejek lawan dan dicemooh penonton. Permainan timnya jadi kacau, dan akhirnya

tim basketnya kalah. Atas permintaan Pak Jono, Bu Vini salah seorang konselor meminta Rudi untuk menemuinya di ruang BK pada jam istirahat pertama. Mendapat panggilan itu Rudi berpikir bahwa ia akan dimarahi atau bahkan diberhentikan menjadi pemain basket di sekolahnya. Rudi mulai merasakan jantungnya berdetak lebih kencang, otot lehernya menjadi tegang, dan perutnya terasa sakit. Perasaan cemas yang ia rasakan membuat konsentrasinya pada pelajaran terganggu, apa yang akan diterngkan oleh Bu Rahma sama sekali tidak dapat dia pahami. Rudi selalu mengatakan pada teman sebangkunya, Bagaimana kalau Bu Rahma membahas kekalahan tim kita? Dan bagaimana kalau aku tidak boleh lagi menjadi tim basket?. Masih jelas dalam ingatan Rudi saat tim basket sekolahnya gagal meraih juara I pertandingan basket siswa SMA di kotanya. Padahal tinggal sedikit lagi angka yang harus dikumpulkan oleh tim mereka sedangka lawan tertinggal jauh. Kegagalan tersebut dikarenakan Rudi sebagai kapten tim basket tidak dapat mengendalikan emosinya setiap lawan sengaja mengejek, atau mengumpat untuk memecah konsentrasinya. Kegagalan itu sangat mebuat Rudi sedih, sampai berhari-hari ia tidak mau makan, malas pergi sekolah, tidak bergairah, dan selalu ingin menyendiri terus. Rudi sangat kecewa dan merasa bersalah pada guru dan teman-temannya yang mengharapkan tim basket yang dipimpinnya dapat mempertahankan gelar Juara I yang selalu disandang oleh SMA tempat ia sekolah. Refleksi: 1. Apakah kamu pernah mempunyai pengalaman seperti Rudi? 2. Mengalami marah pada orang lain, cemas pada saat dipanggil oleh guru BK, atau sedih karena gagal mencapai sesuatu yang diinginkan? 3. Bila kamu dihina, diejek, atau tidak dihiraukan, emosi apakah yang kamu rasakan? 4. Bagaimana perasaanmu, bila tiba-tiba disuruh menghadap Kepala Sekolah? 5. Bagaimana perasaanmu saat menunggu hasil ujian? Marah, cemas, sedih, khawatir, kecewa yang dirasakan oleh Rudi atau mungki yang pernah kamu rasakan atau alami merupakan salah satu diantara sekian banyak bentuk emosi. Tapi tahukah kamu emosi itu? Apakah macam emosi? Apakah manfaat emosi? Bila kita mengalaminya bagaimana kita mengendalikannya? A. Pengertian Emosi Emosi berasal dari akar kata mevere kata kerja bahasa latin yang berarti menggerakkan atau bergerak, ditambah awalan e- untuk memberi arti bergerak menjauh, menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Dengan kata lain emosi merupakan perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Para ahli psikologi menyatakan bahwa antara emosi dan tingkah laku saling berkaitan. Karena dalam emosi terdapat tiga komponen, yaitu: 1. Komponen Fisiologis Emosi adalah reaksi tubuh menghadapi situasi spesifik. Jika sedih, biasanya orang menangis. Pada saat seseorang marah, ia akan merasakan denyut jantungnya lebih cepat, dan tubuhnya terasa tegang.

2. Komponen Subyektif Emosi adalah proses persepsi terhadap situasi. Jika memandang umpatan dan ejekan lawan mainnya adalah meremehkan dan menghina kemampuannya maka ia merasa harga dirinya direndahkan dan ia menjadi marah. Tapi bila menganggap umpatan dan ejekan itu sebagai taktik untuk menjatuhkan mentalnya, maka ia akan santai dan tetap konsentrasi. Emosi juga merupakan proses berfikir. Jika ujian semakin dekat kita mungkin gagal. Lalu kita mulai cemas dan belajar dengan tekun. Selain aspek pikiran, komponen ini juga mengandung aspek indera. Aspek ini merasakan apakah marah, cemas, atau sedih. Itu tingkatannya sangat, sedang atau rendah. 3. Komponen Perilaku Emosi juga berkaitan dengan perubahan perilaku, seperti munculnya ucapan-ucapan, gerakgerik tubuh, ekspresi wajah dan tingkah laku. B. Manfaat Emosi Coba bayangkan bila Tuhan tidak menciptakan emosi dalam kehidupan, mungkin kehidupan manusia akan terasa hambar tidak ada rasanya. Pasti kehidupan manusia akan tidak berarti, atau bahkan manusia tidak akan dapat hidup lebih lama di dunia. Emosi mempunyai peran penting dan sangat bermanfaat bagi hidup manusia. Manfaat emosi bagi manusia antara lain: 1. Energizer (pembangkit energi) Ingatlah pada bangsa Indonesia ketika dijajah Belanda, rakyat Indonesia marah sehingga menimbulkan semangat dan keberanian untuk melawan dan mengusir penjajah. Hanya dengan bambu runcing mereka berani melawan musuh yang bersenjata meriam. Mereka tidak mengenal kata menyerah atau pantang mundur. Semangat terus menggelora, perjuangannya sampai titik darah penghabisan. Sebaliknya bila kita sedih, kita akan meraskan hari-hari suram dan hamper tidak ada energi. 2. Messenger (pembawa pesan) Kita mungkin tidak akan tertawa terbahak-bahak di depan teman yang sedang menunjukkan wajah cemberut apalagi bila air mata menetes di pipi, petunjuk fisik ini cakup memberikan pesa pada kita bahwa teman kita sedang bersedih, atau misalkan kamu melihat teman tersenyum lebar pada saat pengumuman hasil ujian. Dapat kamu pastikan bahwa ia lulus dalam ujian atau bahkan mendapat nilai memuaskan. 3. Reinforcer (penguat) Informasi atau pesan yang disampaikan. Misalkan kamu mengatakan saya tidak suka dengan kata-katamu, dengan kata nada yang biasa seperti membaca majalah atau Koran. Bandingkan bila kamu mengatakan dengan tangan mengepal dan diliputi rasa marah. Saya tidak suka kata-katamu!. Sangat berbeda bukan pesan yang yang tertangkap? Perbedaannya terletak pada reaksi emosi yang diberikan. Inilah yang dimaksud dengan emosi mempertegas atau penguat pesan yang ingin disampaikan. 4. Balancer (penyeimbang) Kehidupan Ketika kamu sedih karena kehilangan orang yang kamu cintai, kamu akan menangis.

Tangis akan akan memberi perasaan lega. Atau bila kamu menyaksikan adegan lucu di TV kamu akan tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa akan memberi kelegaan bagi kamu. C. Mengenali Emosi Biasanya orang dapat menyebutkan banyak sekali nama-nama emosi yang diketahuinya. Namun tidak jarang mereka mencampur nama-nama emosi tersebut dengan proses berfikir, sikap, atau perilaku. Sekarang cobalah membuat daftar emosi yang kamu ketahui. Bila kamu memasukkan kata-kata merasa dihina, malas, atau tertawa adalah bentuk dari perilaku, sedangkan merasa dihina merupakan hasil dari proses berpikir. Bila didaftar nama dan jenis emosi, maka terdapat ribuan jenis emosi yang dialami oleh manusia. Namun dari sekian ribu nama emosi manusia, ilmu Psikologi cenderung menyederhanakannya dalam kategori emosi-emosi dasar. Richard G. warga membagi lima emosi dasar manusia yakni: senang, sedih, sayang, marah dan takut. D. Emosi Dapat Dikendalikan Para ahli psikologi menyatakan bahwa emosi merupakan hasil dari cara orang memandang situasi. Emosi adalah hasil cara (proses) berfikir. Proses berfikir tersebut terjadi sebelum seseorang merasakan suatu emosi. Dengan demikian menunjukkan bahwa emosi yang dialami oleh seseorang dapat dikendalikan. Pengendalian emosi dapat dilakukan dengan melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Tahap kesadaran emosi (emosional awareness) Yaitu tahap menyadari emosi yang dialami, ciri-ciri orang yang menyadari emosi yang dialami, dapat mendeskripsikan emosi, mengetahui penyebab munculnya emosi, mengetahui reaksi tubuh, mengetahui pengaruh emosi bagi dirinya. 2. Tahap pengelolaan emosi Yaitu tahap untuk mengetahui apa dibalik emosi dan mengatasinya. Ciri-ciri orang yang dapat mengelola emosi, dapat bersikap tenang dan berfikir sebelum bertindak, dapat melihat situasi dengan pandangan yang lebih positif, mempunyai banyak cara untuk meredakan emosi. E. Cara Mengendalikan Emosi Pengendalian emosi, bukan berarti hany meredam rasa tertekan atau menahan gejolak emosi, akan tetapi juga bisa bearti dengan sengaja menghayati suatu emosi, temasuk yang tidak menyenangkan. Pengendalian emosi tidak sama dengan pengendalian berlebihan, yaitu penyangkalan semua perasaan dan spontanitas. Bahkan kendali diri yang berlebihan, yaitu penyangkalan semua perasaan dan spontanitas. Bahkan kendali diri yang berlebihan dapat mendatangkan kerugian, baik fisik ataupun mental. Orang yang mematikan perasaan negatif yang kuat menyebabkan meningkatnya denyut jantung, sekaligus naiknya tekanan darah. Apabila penekanan emosi seperti ini menjadi kronis, kemampuan berpikir menjadi rusak, terganggunya hubungan sosial. Pengendalian diri terhadap emosi merupakan salah satu keterampilan hidup (life skills) yang dapat dilatihkan kepada setiap orang, termasuk remaja. Cara mengendalikan emosi, antara lain:

1. Perasaan yang kita alami umumya bersumber dari pikiran. Kita berpikiran negatif, perasaan kita cenderung menjadi negatif. Sebaliknya ketika kita berpikiran positif, perasaan kita cenderung positif. Jadi mengendalikan pikiran adalah langkah pertama untuk mengenadalikan perasaan. 2. Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiran untuk mengambil keputusan. Semakin kita mahir meyerahkan keputusan kepada pikiran, maka semakin sehat emosi kita. Itu adalah kondisi ideal dimana akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal. 3. Emosi negatif adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dalam diri kita. Ketika suasana hati kita menjadi tidak nyaman, cobalah menenangkannya dengan berdoa, menemui sahabat untuk berbagi perasaan, beristirahat, mendengarkan musik, atau apa saja yang kita sukai. 4. Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negatif yang kita rasakan. Misalkan, apakah masalahnya terlalu berbahaya sehingga kita begitu ketakutan? Apakah masalahnya begitu gawat sehingga kita harus marah besar? 5. Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan kita yang salah. Misalnya, siapa bilang kegagalan adalah kebodohan? Siapa bilang masalah yang kita hadapi itu tidak ada jalan keluarnya? Siapa bilang kita tidak mampu memaafkan? Siapa bilang putus cinta itu kiamat? 6. Kendalikan reaksi kita terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya ketika ada yang menyalip kendaraan kita, kita bisa memilih untuk marah atau tetap tenang. Yang pertama bisa membuat kita jadi orang yang reaktif dan emosional, tapi yang kedua mengajarkan kita menguasai diri dengan baik. 7. Perasaan bukanlah masalah besar atau salah. Manusiawi sesekali memiliki perasaan takut, marah, sedih dan kecewa. Yang penting kita tidak larut dalam perasaan-perasaan negatif itu dan tidak mengambil keputusan-keputusan penting dalam suasana hati yang kacau. 8. Perasaan yang negatif dan suasana hati yang buruk bisa juga disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak sehat. Kita bisa saja merasa bete ketika flu, ketika stress, ketika kurang tidur, dsb. Tidak perlu mencemaskan perasaan tidak nyaman kita yang bersifat sementara itu. Seringkali melakukan tindakan-tindakan sederhana bisa mengubah suasana hati kita. 9. Hidupkanlah perasaan-perasaan yang menyenangkan sesering mungkin, termasuk untuk hal-ha yang kita inginkan terjadi. Misalnya perasaan gembira, ketika kelak kita bertemu kekasih kita, ketika kita kelak mendapatkan pekerjaan atau bisnis yang kita impikan. Itu adalah salah satu cara mengarahkan emosi untuk membantu mewujudkan impian kita menjadi kenyataan. 10. Belajarlah mengucap syukur dalam segala keadaan. Hati yang penuh dengan ucapan

syukur akan membuat hidup lebih ringan, pkiran lebih jernih, dan perasaan lebih nyaman sehingga mengendalikan perasaan bukan lagi beban yang berat. Emosi adalah kekuatan besar yang bisa menggerakkan hidup kita ke arah kebahagiaan dan keberhasilan. Tapi tanpa pengendalian, emosi juga bisa merusak kualitas kehidupan kita