Anda di halaman 1dari 2

Maafkan Ibu..

Maafkan Ibu, bila


menyakitimu
Bahz bin Hakim, dari ayah dan eyangnya, katanya : ”Aku bertanya kepada
Nabi saw, ”Ya Rasul, siapakah yang harus aku taati ?” Beliau menjawab :
”Ibumu.”, ”Kemudian siapa ?” Beliau menjawab : ”Ibumu,” Lalu siapa lagi
? Jawabnya : ”Ibumu,” Dan siapa lagi ? Jawabnya : ”Bapakmu,” dan yang
terdekat serta yang dekat dengan famili.”

Aban dari Anas ra. Katanya : ”Di zaman Rasul saw. ada seorang pemuda
yang sangat tekun beribadah, dan banyak amalnya (ia bernama) Al
Qamah. Tiba-tiba sakit keras dan istrinya utusan orang memanggil Rasul
saw. Lalu beliau mengutus Bilal, S. Ali, Salman dan Amr melihatnya dari
dekat, ketika itu Al Qamah tengah sakaratul maut, oleh mereka ditalkin
dengan kalimat thayyibah, tetapi ia tidak mampu mengucapkannya.

Lalu mereka menyuruh Bilal pergi menyampaikan beritanya kepada Rasul


saw. Beliau bertanya : ”Ia masih punya ayah Ibu ?” Jawabnya : ”Tinggal
ibunya sangat tua,” Kata beliau : ”Hai Bilal temui ibunya, salamku
kepadanya, katakanlah : Apakah kau datang menemui Rasul atau Rasul
yang menemui (datang) kepadamu ?”. Jawabnya : ”Akulah yang harus
menemui beliau”, dan setelah sampai kepada Nabi, beliau bertanya :
”Sampaikan berita yang benar kepadaku tentang anakmu ?” Jawabnya :
”Ia tekun beribadah, shalat, puasa dan bersedekah sebanyak-banyaknya
sampai aku tidak mengetahuinya”, Lalu hubunganmu dengannya ?
Jawabnya : ”Ia membuatku marah (menyakiti hatiku)”, Kata beliau : ”Apa
sebabnya ?” Jawabnya : ”Ia terlalu menuruti kemauan istrinya, sehingga
mengabaikan aku serta menentang kepadaku.”

Lalu beliau bersabda : ”Karena marahnya Ibu, ia sulit mengucapkan


kalimah thayyibah.” Alkisah Bilal diperintah mengumpulkan kayu bakar
untuk membakarnya. Dan Ibunya bertanya : ”Ya Rasul, anakku tersayang
akan kau bakar dimuka mataku ? Siapa yang merelakannya ?” Beliau
menjawab : ”Hai Ibu Al Qamah, siksa Allah lebih pedih lagi kekal, oleh
karena itu maafkanlah dia, berilah keridlaanmu padanya, pasti Allah
memberi ampun kepada anakmu, demi Allah, shalat dan sedekahnya tiada
berguna, selama kau marah kepadanya.” Kemudian dia mengangkat
kedua tangannya dan berkata : ”Ya Rasul, aku bersaksi kepada Allah di
langit, dan engkau Ya Rasul, dan para hadirin, bahwa : ”Kumaafkan dia,
dan aku ridla kepadanya”.

Sesudah itu Bilal diperintah kembali ke tempat Al Qamah, dan ketika


menginjak pintu rumahnya, terdengar suaranya mengucapkan kalimat
Thayyibah, Lalu kata Bilal : ”Hai sekalian manusia,kemarahan ibu Al

www.kangtris.com 1
Maafkan Ibu..

Qamah itulah yang menyulitkan Al Qamah membaca kalimah syahadat,


terbukti setelah ibunya memaafkan/meridlainya, maka dengan mudah Al
Qamah mengucapkannya, dan matilah ia pada hari itu.”

Kemudian Rasul saw datang, memerintahkan agar segera dimandikan,


dikafankan, dan dishalati oleh beliau. Sesudah selesai ditanam, beliau
berdiri di atas tepi makamnya seraya bersabda : ”Hai sekalian shahabat
Muhajirin – Anshar, barangsiapa terlalu mengutamakan istri daripada
ibunya, pasti dikutuk oleh Allah, semua ibadahnya baik fardlu ataupun
sunnah tidak diterima.” (Al Hadits).

Kata seseorang (shahabat Nabi) : Salah satu dari antara penyebab kesulitan
penghidupan ialah tidak mendo’akan kedua orang tuanya. Dan apakah
yang memuaskan kedua orang tua sesudah matinya ? Jawabnya 3 perkara,
yaitu :
1. Dia menjadi orang baik, sebab menggembirakan keduanya.
2. Menyambung famili dan kawan-kawan kedua orang tuanya.
3. Beristighfar untuknya, dan memohonkan untuk keduanya, serta
bersedekah untuk keduanya.

Seorang suku bani Salimah datang dan bertanya kepada Nabi saw : ”Ya
Rasul, orang tuaku sudah mati keduanya, apakah bisa aku berbakti kepada
keduanya sesudah mati ?” Beliau menjawab : ”Ya bisa, beristighfarlah
untuk keduanya, dan menghubungi famili dari keduanya.”

Sumber : Tanbihul Ghafilin ; Al Faqih Abu Laits Samarqandi

www.kangtris.com 2