Anda di halaman 1dari 30

Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP)

ESAMP

PROSEDUR PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL PROYEK JALAN Prosedur Kerja (PK) No. 1.1

Daftar Isi 1. Dasar Hukum 2. Maksud dan Tujuan 3. Definisi Proyek Jalan 4. Penggunaan Prosedur 5. Prosedur Penyaringan 6. Proses Penyaringan 7. Jenis Format Penyaringan 8. Instruksi Pengisian Format

Format I A Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Kota dan Jalan Tol

Format I B Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Antar Kota

Format 2 Prosedur Penyaringan Tahap Kedua untuk AMDAL dan UKL/UPL

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Prosedur Penyaringan AMDAL Dan UKL/UPL Proyek Jalan Dan Jembatan


Prosedur Kerja (PK) No. 1.1

Daftar Isi 1. Dasar Hukum 2. Maksud dan Tujuan 3. Definisi Proyek Jalan 4. Penggunaan Prosedur 5. Prosedur Penyaringan 6. Proses Penyaringan 7. Jenis Format Penyaringan 8. Instruksi Pengisian Format

Format I A Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Kota dan Jalan Tol Format I B Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Antar Kota Format 2 Prosedur Penyaringan Tahap Kedua untuk AMDAL dan UKL/UPL

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Prosedur Kerja (PK) No. 1.1

PROSEDUR PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL PROYEK JALAN


1. Dasar Hukum UU No. 23 tahun 1997 mengenai Pengelolaan Lingkungan, Pasal 3 dan 15 Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Pasal 3. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Keputusan ini menggantikan KepMen LH No. 3 / 2000. Dalam Keputusan ini, kriteria kegiatan pekerjaan jalan yang wajib ANDAL adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Pembangunan baru Jalan TOL, seluruh ukuran.. Pembangunan overpass dan subway 2 Km Pembangunan/peningkatan jalan dengan pelebaran diluar Damija. 2. Kota Besar/Metropolitan : panjang 5 Km atau luas 5 ha Kota Sedang : panjang 10 Km atau luas 10 Ha Pedesaan : panjang 30 Km.

Maksud dan Tujuan 2.1 Maksud prosedur penyaringan adalah memberikan prosedur AMDAL dan UKL/UPL serta memastikan bahwa proyek jalan berjalan lancar sesuai dengan peraturan yang ada dan memperoleh hasil yang tepat. 2.2 Tujuannya adalah agar AMDAL dan UKL/UPL pekerjaan proyek dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Sasaran Proyek Jalan 3.1 Proyek jalan yang tercakup dalam prosedur penyaringan AMDAL dan UKL/UPL ini adalah sebagai berikut: a. Jalan TOL dan bypass b. Jalan Kota c. Jalan Antar-Kota; dan d. Jembatan Penggunaan Prosedur Penggunaan penyaringan AMDAL dan UKL/UPL proyek jalan ini khusus ditujukan pada proyek jalan yang didanai dari APBN termasuk proyek dengan bantuan dana luar negeri. Dengan demikian prosedur yang ditetapkan dalam dokumen ini juga secara teknis dapat digunakan untuk proyek jalan yang didanai oleh APBD, namun operasionalnya dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat.

3.

4.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

5.

Prosedur Penyaringan Prosedur penyaringan adalah sebagai berikut : a. Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL untuk proyek jalan dilakukan dengan pengisian format penyaringan yang telah ditetapkan oleh Sub-Direktorat Bina Lingkungan, Kimpraswil. b. Penyaringan dilakukan dalam dua tahap. Dengan menggunakan Format I A (untuk jalan Kota dan TOL), dan Format I B (untuk jalan Antar-Kota). Penyaringan tahap pertama dilakukan pada tahap perencanaan umum dengan pengisian format I A atau I B, sedangkan penyaringan tahap dua dilakukan pada tahap pra-studi atau studi kelayakan melalui pengisian format 2. c. Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL yang telah dilengkapi diserahkan pada bagian AMDAL untuk melewati penyaringan tahap kedua. d. Hasil penyaringan proyek wajib AMDAL dilaporkan oleh bagian AMDAL ke Project Management Unit (PMU), Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah dengan tembusan untuk Dinas Praswil Propinsi, serta diumumkan ke publik melalui media masa. e. Hasil penyaringan proyek wajib UKL/UPL ke Dinas Praswil Propinsi terkait, Departemen Kimpraswil. Proses Penyaringan Proses penyaringan dilakukan menggunakan langkah-langkah berikut : 6.1 Penyaringan Tahap Pertama Penyaringan AMDAL pada tahap perencanaan umum harus dimulai dengan studi dimensi dan ukuran jalan yang diusulkan oleh proyek. Hal ini akan mencakup : Jenis pekerjaan : pembangunan baru, pemeliharaan atau peningkatan jalan dan penggantian jembatan. Lokasi proyek : jalan di kota besar, kota sedang atau antar-kota (pedesaan) Panjang jalan atau bentang jembatan Lahan yang dibutuhkan Dimensi dan ukuran proyek tersebut akan disesuaikan dengan Keputusan Menteri LH No. 17/2001. 6.2 Penyaringan Tahap Kedua a. Penyaringan tahap kedua diperlukan hanya jika hasil penyaringan tahap pertama menyarankan bahwa proyek wajib dilengkapi AMDAL. Penyaringan tahap kedua menggunakan pengisian format 2. b. Hasilnya kemudian difokuskan dan dievaluasi sesuai dengan dampak dan bagaimana pengelolaannya yang ada. Apabila seluruh dampak dapat dikelola maka tidak wajib dilengkapi AMDAL, cukup dengan UKL/UPL. c. Pengamatan lapangan dan konsultasi dengan lembaga terkait diperlukan untuk mengetahui kondisi lingkungan sebagai berikut : Keadaan topografi; Penggunaan tanah secara keseluruhan; Penggunaan tanah yang perlu dibebaskan; Kondisi jalan yang akan dilalui kendaraan berat (truk);

6.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Keadaan sosial-ekonomi-budaya; Lokasi quarry, base camp, daerah galian, dan timbunan; Lokasi daerah yang dilindungi dan daerah rentan terhadap perubahan, dan Tempat rentan kebisingan seperti rumah sakit, sekolah, dan pemukiman. d. Hasil penyaringan tahap kedua juga diperlukan untuk digunakan sebagai bahan perumusan acuan ANDAL. 7. Pemilihan Jenis Format Format 1A digunakan untuk penyaringan tahap pertama AMDAL dan UKL/UPL proyek jalan kota dan TOL; sedangkan Format 1B digunakan untuk proyek jalan antar-kota (pedesaan). Format 2 digunakan dalam penyaringan tahap kedua baik untuk proyek jalan kota atau jalan antar-kota. Jenis format isian dapat dilihat di bagian terakhir Appendix ini. Apabila diperlukan, pelaksana AMDAL dapat memodifikasi format tersebut. Instruksi Pengisian Format a. Untuk memperoleh hasil penyaringan yang tepat dan konsisten, masing-masing jenis format dilengkapi sesuai dengan instruksi. b. Sebelum pengisian format, petugas penyaringan harus membaca dan memahami instruksi secara keseluruhan. c. Jika diperlukan, Pimbagpro pada masing-masing sub-proyek dapat menambahkan informasi tambahan dalam lembar terpisah yang dianggap sebagai lampiran.

8.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL; PROYEK JALAN KOTA Format 1A Ukuran Program Nama Ruas Jalan Status Proyek Di dalam atau dekat Kebutuhan daerah dilindungi Tanah (Ya/tidak) 9 10 Hasil
Penyaringan

Status Kota

No.

Nomor Ruas

Program

Fungsi

Panjang (km)

Informasi

11

12

INFORMASI Kolom 1,2 dan 3 berupa uraian Kolom 4: Km = Kota Metropolitan Kb = Kota Besar Ks = Kota Sedang Kolom 7,8 dan 9 berupa uraian Kolom 10: Ya : jika dalam daerah dilindungi Tidak : jika tidak dalam daerah dilindungi Kolom 5: - Pembangunan Baru - Perbaikan Kolom 6: PU : Perencanaan Umum PSK : Pra-studi kelayakan SK : Studi kelayakan PT : Perencanaan Teknik PK : Pra-Konstruksi K : Konstruksi = jika wajib AMDAL = jika wajib UKL/UPL = jika bebas AMDAL dan UKL/UPS

Kolom 11: AMDAL UKL/UPL Bebas

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

FORMAT PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL PROYEK JALAN ANTAR-KOTA Berbatasan/dekat dengan kawasan lindung Pelebaran di dalam DMJ Yangdilaksanakan sudah dlaksanakan
Panjang (Km)
Sedang dilaksanakan

Sedangtahun ini dilaksanakan dalam

Format 1B Pemindahan penduduk

Pembebasan tanah

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Status Proyek

Nomor Ruas

No.

Nama Ruas Jalan

10

11

12

13

14

Kolom 1,2 dan 3 berupa uraian Kolom 4: - Pembangunan jalan baru - Perbaikan jalan Kolom 5: PU : Perencanaan Umum PSK : Pra-studi kelayakan SK : Studi kelayakan PT : Perencanaan Teknik PK : Pra-Konstruksi K : Konstruksi

Informasi Kolom 6,7,8,10 berupa uraian Kolom 9: Ya :jika perbaikan jalan dalam DMJ Kolom 11: Ya : jika dalam daerah dilindungi Tidak : jika tidak dalam daerah dilindungi Kolom 12: : jika ada pemindahan penduduk Ya (sesuai jumlah KK) Tidak : jika tidak perlu pemindahan penduduk Kolom 13: AMDAL : UKL/UPL : jika UKL/UPL diperlukan Bebas : jika bebas AMDAL dan UKL/UPL

Hasil penyaringan

Penentuan pilihan

Panjang Ruas

Program

Yang sudah

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

FORMULIR PERLINGKUPAN DAMPAK PENTING PROYEK JALAN (PENYARINGAN AMDAL TAHAP KEDUA)

Formulir 2 A. DESKRIPSI PROYEK


A.1 A.2 A.3 A.4 A.5 Nama Ruas Jalan No. Ruas Panjang Ruas Jenis Program Lebar Jalan a. DAMIJA existing b. DAMIJA rencana c. Perkerasan existing d. Perkerasan rencana A.6 A.7 A.8 A.9 LHR Existing LHR Rencana Status Proyek Lokasi Proyek a. Kabupaten / Kodya b. Propinsi A.10 Perkiraan Volume Pekerjaan a. Pengadaan tanah b. Pengangkutan material c. Galian tanah d. Timbunan tanah e. Penyiapan tanah dasar f. Pondasi g. Lapis permukaan A.11 A.12 A.13 Quarry Jarak quarry ke lokasi proyek Proyek / kegiatan lain yang terkait : .. : . : .. : . : : .. : : : : : .. : .. : .. ha m3 m3 m3 m2 m3 m2 : ... Km : ........ m m m m Kendaraan / hari Kendaraan / hari : : : .... Km

: Pembangunan/Peningkatan

Uraian singkat tentang rencana kegiatan proyek dan peta lokasi proyek terlampir :

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

B. RONA LINGKUNGAN (Komponen Lingkungan yang sensitif terhadap perubahan)


B.1 Fisiografi Alinyemen jalan melalui areal a. Berlereng curam (> 40 %) b. Geologi sensitif B. 2 Hidrologi Badan air sekitar proyek yang mungkin terkena dampak a. Sungai / saluran Irigasi b. Danau / waduk c. Laut d. Daerah rawan banjir B. 3 Penggunaan Lahan ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) : km : : .... Km Km

Jenis Penggunaan lahan yang dilalui alinyemen jalan a. Pemukiman b. Pertanian c. Hutan / belukar d. Lain-lain B.4 Kawasan Lindung Alinyemen jalan melalui/berbatasan atau berdekatan dengan kawasan linfung a. Hutan lindung b. Taman Nasional c. Kawasan Suaka Alam d. Cagar Budaya e. Lain-lain B.5 Masyarakat Terasing Apakah alinyemen jalan melalui atau berdekatan dengan pemukiman Masyarakat Terasing B.6 Lasekap Lasekap khas yang mungkin terkena dampak : .. B. 7 Lain-lain (yang bersifat khas) : ( Ya / Tidak ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) : : : : km km km km

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

C. IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING


No C.1 C.1.1 Tahap Prakonstruksi Areal Terkena Proyek a. Pemukiman Perkotaan b. Pemukiman pedesaan c. Industri d. Perdagangan e. Perkantoran f. Pertanian g. Kawasan wisata h. Hutan i. Kawasan lindung j. Lain-lain C.1.2 C.1.3 C.2 C.2.1 : : : : : : : : : : ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha KK KK Jenis Dampak Dampak Sudah / Belum Dapat Dikelola

Penduduk Terkena Proyek : Penduduk Terpindahkan : Tahap Konstruksi Dampak Mobilisasi Alat dan Pengangkutan Material a. Kerusakan jalan : b. Pencemaran udara /kebisingan di lokasi sensitif Permukiman padat Sekolah Rumah sakit Tempat ibadah : : : : : :

( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada )

c. Kemacetan lalu lintas C.2.2 d. Kecelakaan lalu lintas Dampak Pekerjaan Tanah Kabel listrik Pipa gas / minyak Pipa air Kabel telepon Rel kereta api Saluran irigasi

a. Gangguan pada sarana dan prasarana : : : : : : : : : : ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada )

Lain-lain () b. Gangguan stabilitas tanah Gejala longsor c. Pencemaran air permukaan Sungai / saluran irigasi Danau / laut

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

C. IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING (Lanjutan) No C.2.3 Jenis Dampak Dampak Pengoperasian Base Camp a. Pencemaran udara / kebisingan : Gangguan pada pemukiman b. Pencemaran air permukaan : Sungai /asaluran irigasi : Danau / laut Dampak Kegiatan Quarry a. Pencemaran udara / kebisingan : Gangguan pada pemukiman b. Pencemaran air permukaan : Sungai /asaluran irigasi : Danau / laut c. Kecelakaan Akibat penggunaan bahan peledak: Tahap Pasca Konstruksi Dampak Pengoperasian Jalan a. Pencemaran udara / kebisingan Volume lalu lintas = ..kendaraan / hari Areal terkena dampak - Pemukiman padat : - Sekolah : - Rumah sakit : - Tempat ibadah : b. Kecelakaan lalu lintas c. Gangguan pada flora / fauna dilindungi Gangguan pada flora : Gangguan pada fauna : d. Dampak pada masyarakat terasing e. Dampak pada lasenkap : ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) Dampak Sudah / Belum Dapat Dikelola

C.2.4

( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada )

C.3 C.3.1

( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada )

( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada )

C.3.2

C.4 C.4.1

Dampak Lingkungan Terhadap Proyek a. Sumber dampak : b. Jenis dampak : Keterkaitan dengan kegiatan lain Dampak proyek terhadap kegiatan lain a. Sumber dampak : b. Jenis dampak :. Dampak Kegiatan Lain Terhadap Proyek a. Sumber dampak :. b. Jenis dampak :.

C.4.2

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

10

Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP)

ESAMP

STANDAR PELASANAAN PEKERJAAN (SOP) BIDANG LINGKUNGAN HUDUP SRIP SUB-PROJEK DAFTAR ISI

I.

Persaratan Kontrak ............................................................................................... 1 1.1 Keselamatan ....... ...................................................................................... 1 1.2 Penemuan-penemuan................................................................................ 1 Data-Data Kontrak .......... ...................................................................................... 1 Spesifikasi.............................................................................................................. 2 3.1 Mobilisasi dan Demobilisasi ....................................................................... 2 3.2 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya ............................................................ 2 A. Umum ................................................................................................... 2 3.3 Transportasi dan Penanganan .................................................................. 2 A. Umum ................................................................................................... 2 B. Pelaksanaan ......................................................................................... 3 3.4 Pemeliharaan Lalu Lintas .......................................................................... 4 A. Umum ................................................................................................... 4 B. Pengaturan Sementara Untuk Lalu Lintas ............................................ 4 C. Pemeliharaan Untuk Keselamatan Lalu Lintas ..................................... 5 3.5 Rekayasa Lapangan ................................................................................. 5 3.6 Material dan Penimbunan Material ........................................................... 5 A. Umum ................................................................................................... 5 B. Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini ...................... 5 3.7 Jadwal Pelaksanaan ................................................................................. 5 3.8 Pekerjaan dan Pemeliharaan .................................................................... 6 A. Umum ................................................................................................... 6 B. Pembersihan Selama Pelaksanaan ...................................................... 6 3.9 Aspek Lingkungan Hidup .......................................................................... 7 A. Umum ................................................................................................... 7 B. Upaya Pengelolaan Lingkungan ........................................................... 7 3.10 Galian ........................................................................................................11 A. Umum ...................................................................................................11 3.11 Ketentuan Instalasi Pencampuran Aspal ..................................................11 A. Umum ...................................................................................................11 3.12 Pemasangan Jembatan Rangka Baja........................................................11 A. Umum ...................................................................................................11 3.13 Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan ...........................................12 A. Umum ...................................................................................................12 B. Pemeliharaan Jalan Samping Dan Jembatan Yang Digunakan Oleh Kontraktor .............................................................................................13 C. Pemeliharaan untuk Keselamatan Lalu Lintas .....................................13

II. III.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

STANDAR PELASANAAN PEKERJAAN (SOP) BIDANG LINGKUNGAN HUDUP SRIP SUB-PROJEK

I.

PERSYARATAN KONTRAK 1.1 Keselamatan Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan kerja dari semua kegiatan di Lapangan. Penemuan penemuan Semua benda yang memiliki nilai sejarah atau penemuan kepentingan lain atau nilai penting lainnya yang secara tidak sengaja ditemukan di lapangan adalah kepunyaan pemilik. Kontraktor harus memberitahu Direksi Pekerjaan bila menemukan hal seperti itu dan melaksanakan petunjuk Direksi Pekerjaan untuk mengamankannya.

1.2

II.

DATA KONTRAK Kontraktor harus, selama pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan memperbaiki setiap cacat mutu dengan memperhatikan berikut ini : (a) dan

Mempunyai perhatian penuh terhadap keselamatan seluruh karyawan yang berada dilapangan dan memelihara Lapangan (sejauh yang sama yang berada di bawah pengawasannya) dan Pekerjaan (sejauh yang sama yang tidak diselesaikan atau ditempati oleh Pemilik) dalam kondisi yang memadai dari gangguan yang berbahaya terhadap personil-personil tersebut, dan; Menyediakan dan memelihara atas biaya sendiri, penerangan, satpam, pagar, rambu peringatan dan perhatian, kapan dan dimana diperlukan atau dibutuhkan oleh Direksi Pekerjaan atau oleh Instansi yang berwenang, untuk melindungi pekerjaan atau untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat atau lainnya, dan; Menangani semua tindakan pencegahan yang memadai untuk menghindari kerusakan kehidupan dan lingkungan kerja. Tindakan-tindakan pencegahan semacam ini harus termasuk tetapi tidak terbatas pada : (i) Kelengkapan fasilitas sanitasi untuk mencegah polusi biologi atau pabrik dari lapangan atau setiap sumber air, sungai, sumur, tangki, penampungan atau pemasokan air.

(b)

(c)

(ii) Pencegahan timbulnya kerusakan tanpa alasan terhadap flora dan fauna. (iii) Pencegahan timbulnya gas yang berlebihan atau pengeluaran asap dari mesin atau alat-alat operasional lainnya yang berhubungan dengan Pekerjaan. (iv) Pencegahan dari kerusakan atau gangguan terhadap sumber air, saluran irigasi dan alur drainase. (v) Pencegahan dari kebisingan suara knalpot yang sangat mengganggu atau tidak dikehendaki.
Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

Jika Direksi Pekerjaan menganggap bahwa pencegahan yang telah dilakukan untuk memenuhi ketentuan di atas masih belum memadai, kontraktor harus mengambil langkah-langkah pencegahan atau pengukuran lanjutan sebagaimana diperintahkan Direksi Pekerjaan.

III.

SPESIFIKASI 3.1 Mobilisasi dan Demobilisasi (a) (b) Mobilisasi dan pemasangan dari peralatan konstruksi dari lokasi pada saat ini menuju lapangan sesuai dengan kontrak. Perlengkapan dan pemeliharaan pada base camp kontraktor, termasuk diantaranya yang diperlukan antara lain kantor lapangan, tempat tinggal sementara, bengkel dan gudang. Memperkuat jembatan yang ada yang akan dilalui pengangkutan peralatan konstruksi.

(c)

3.2

Kantor Lapangan Dan Fasilitasnya A. Umum

1) Uraian Pekerjaan Menurut Seksi ini, Kontraktor harus membangun, menyediakan, memasang, memelihara, membersihkan, menjaga, dan pada saat selesainya Kontrak harus memindahkan atau membuang semua bangunan kantor darurat, gudang-gudang penyimpanan, barak-barak pekerja dan bengkel-bengkel yang dibutuhkan untuk pengelolaan dan pengawasan proyek. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) b) c) Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan dan Penyimpanan Pekerjaan Pembersihan : Seksi 1.2 : Seksi 1.11 : Seksi 1.16

3) Ketentuan Umum a) Kontraktor harus menaati semua peraturan-peraturan Nasional maupun Daerah.

3.3

Transportasi dan Penanganan A. Umum 1) Uraian Seksi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk transportasi dan penanganan tanah, bahan campuran panas, bahan-bahan lain, peralatan, dan perlengkapan.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

Ketentuan Seksi 1.8, Pemeliharaan Lalu Lintas, Seksi 1.11, Bahan dan Penyimpanan, dan Seksi 10.2, Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan, harus diberlakukan sebagai pelengkap isi dari Seksi ini. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) Syarat-syarat Kontrak b) c) d) e) : Pasal-pasal yang berkaitan Pemeliharaan Lalu Lintas : Seksi 1.8 Bahan dan Penyimpanan : Seksi 1.11 Galian : Seksi 3.1 Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan : Seksi 10.2

B. Pelaksanaan 1) Standard Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah Tingkat I dan Tingkat II, yang berlaku maupun ketentuan-ketentuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. 2) Pembatasan Beban Transportasi a) Bilamana diperlukan, Direksi Pekerjaan dapat mengatur batas beban dan muatan sumbu untuk melindungi jalan atau jembatan yang ada di lingkungan proyek. b) Kontraktor harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan jalan maupun jembatan yang disebabkan oleh kegiatan pelaksanaan pekerjaan. c) Bilamana menurut Direksi Pekerjaan, kegiatan pengangkutan yang dilakukan oleh Kontraktor akan mengakibatkan kerusakan jalan raya atau jembatan, atau bilamana terjadi banjir yang dapat menghentikan kegiatan pengangkutan Kontraktor, maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Kontraktor untuk menggunakan jalan alternatif, dan Kontraktor tak berhak mengajukan tuntutan apapun untuk kompensasi tambahan sebagai akibat dari perintah Direksi Pekerjaan. 3) Pembuangan Bahan di luar Daerah Milik Jalan a) Kontraktor harus mengatur pembuangan bahan di luar Daerah Milik Jalan sebagaimana diisyaratkan dalam Pasal 3.1.1.(11).(d) dari Spesifikasi ini. b) Bilamana terdapat bahan yang hendak dibuang di luar Daerah Milik Jalan, maka Kontraktor harus mendapatkan ijin tertulis dari pemilik tanah dimana bahan buangan tersebut akan ditempatkan, dan ijin tersebut harus ditembuskan kepada Direksi Pekerjaan bersama dengan permohonan (request) untuk pelaksanaan. c) Bilamana bahan yang dibuang seperti yang diisyaratkan diatas dan lokasi pembuangan tersebut terlihat dari jalan, maka Kontraktor harus

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

membuang bahan tersebut dan meratakannya sedemikian sehingga dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan. 3.4 Pemeliharaan Lalu Lintas A. Umum

1) Uraian a) Tujuan Pasal-pasal dalam seksi ini adalah untuk menjamin bahwa selama pelaksanaan pekerjaan semua jalan lama tetap terbuka untuk lalu lintas dan dijaga dalam kondisi aman dan dapat digunakan, dan pemukiman di sepanjang dan yang berdekatan dengan Pekerjaan disediakan jalan masuk yang aman dan nyaman kepemukiman mereka. Dalam keadaan khusus Kontraktor dapat mengalihkan lalu lintas ke jalan alih sementara. Pengalihan ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan memenuhi ketentuan Pasal 1.8.2 dibawah ini.

b)

2) Lahan Yang Diperlukan Sebelum membuat jalan atau jembatan sementara, Kontraktor harus melakukan semua pengaturan yang diperlukan, bila diperlukan termasuk pembayaran kepada pemilik tanah yang bersangkutan atas pemakaian tanah itu dan harus memperoleh persetujuan dari pejabat yang berwenang dan Direksi Pekerjaan. Setelah pekerjaan selesai, Kontraktor harus membersihkan dan mengembalikan kondisi tanah itu ke kondisi semula sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan dan pemilik tanah yang bersangkutan. B. Pengaturan Sementara Untuk Lalu Lintas

1) Rambu dan Penghalang (Barrier) Agar dapat melindungi Pekerjaan, dan menjaga keselamatan umum dan kelancaran arus lalu lintas yang melalui atau di sekitar pekerjaan, Kontraktor harus memasang dan memelihara rambu lalu lintas, penghalang dan fasilitas lainnya yang sejenis pada setiap tempat dimana kegiatan pelaksanaan akan mengganggu lalu lintas umum. Semua rambu lalu lintas dan penghalang harus diberi garis-garis (strips) yang reflektif dan atau terlihat dengan jelas pada malam hari. 2) Petugas Bendera Kontraktor harus menyediakan dan menempatkan petugas bendera di semua tempat kegiatan pelaksanaan yang mengganggu arus lalu lintas, terutama pada pengaturan lalu lintas satu arah. Tugas utama petugas bendera adalah mengarahkan dan mengatur arus lalu lintas yang melalui dan di sekitar Pekerjaan tersebut.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

C.

Pemeliharaan Untuk Keselamatan Lalu Lintas

1) Jalan Alih Sementara dan Pengendalian Lalu Lintas Semua jalan alih sementara dan pemasangan pengendalia lalu lintas yang disiapkan oleh Kontraktor selama pelaksanaan Pekerjaan harus dipelihara agar tetap aman dan dalam kondisi pelayanan yang memenuhi ketentuan dan dapat diterima Direksi Pekerjaan sehingga menjamin keselamatan lalu lintas dan bagi pemakai jalan umum. 2) Pembersihan Penghalang Selama pelaksanaan- pelaksanaan, Kontraktor harus menjamin bahwa perkerasan, bahu jalan lokasi yang berdekatan dengan Daerah Milik Jalan harus dijaga agar bebas dari bahan pelaksanaan, kotoran dan bahan yang tidak terpakai lainnya yang dapat mengganggu atau membahayakan lalu lintas yang lewat. Pekerjaan juga harus dijaga agar bebas setiap parkir liar atau kegiatan perdagangan kaki lima kecuali untuk daerah-daerah yang digunakan untuk maksud tersebut. 3.5 Rekayasa Lapangan Selama tiga bulan pertama dari masa mobilisasi, pihak kontraktor menugaskan personil teknisnya untuk melalukan survai lapangan dan membuat laporan fisik lapangan serta kondisi saat ini dari struktur perkerasan dan saluran pembuang. . Material dan Penimbunan Material A. Umum Material untuk pelaksanaan harus memenuhi syarat : (a) (b) Sesuai dengan ditentukan. spesifikasi dan memenuhi standard yang

3.6

Mengikuti ukuran, pembuatan, jenis dan kualitas sesuai dengan gambar dan bagian yang lain dari spesifikasi, atau disyahkan secara tertulis oleh tenaga teknis. Seluruh produk harus dalam kondisi baru.

(c) B. (a) (b) (c) 3.7

Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini Syarat-syarat Kontrak Transportasi dan Penanganan Pekerjaan Pembersihan : : Seksi 3.3 : Seksi 3.8

Jadwal Pelaksanaan Menyediakan secara terpisah skedul dari seluruh bahan material menurut lokasi, bersama-sama dengan rencana tanggal penyampaian contoh material dan rencana produksi material serta skedul pengirimannya.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

3.8

Pekerjaan dan Pembersihan A. Umum 1) Uraian Selama periode pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memelihara Pekerjaan bebas, dari akumulasi sisa bahan bangunan, kotoran dan sampah, yang diakibatkan oleh operasi pelaksanaan. Pada saat selesainya Pekerjaan, semua sisa bahan bangunan dan bahan-bahan tak terpakai, sampah, perlengkapan, peralatan, dan mesin-mesin harus disingkirkan, seluruh permukaan terekspos yang nampak harus dibersihkan dan proyek ditinggal dalam kondisi siap pakai dan diterima oleh Direksi Pekerjaan. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) : Pasal pasal yang berkaitan Penutupan Kontrak : Seksi 1.14 Pemeliharaan Rutin Perkerasan, Bahu Jalan, Drainase : Seksi 10.1 Perlengkapan Jalan dan Jembatan Syarat-syarat Kontrak (Bab 3 dari Dokumen Kontrak)

b) c)

B. Pembersihan Selama Pelaksanaan 1) Kontraktor harus melakukan pembersihan secara teratur untuk menjamin bahwa tempat kerja, struktur, kantor sementara, tempat hunian dipelihara bebas dari akumulasi sisa bahan bangunan, sampah dan kotoran lainnya yang diakibatkan oleh operasi-operasi di tempat kerja dan memelihara tempat kerja dalam kondisi rapi dan bersih setiap saat. Kontraktor harus menjamin bahwa sistem drainase terpelihara dan bebas dari kotoran dan bahan yang lepas dan berada dalam kondisi operasional pada setiap saat. Kontraktor harus menjamin bahwa rumput yang tumbuh pada benih lama atau yang baru dikerjakan dan pada talud samping dipangkas dan dipelihara sedemikian rupa sehingga ketinggiannya maksimum 3 cm. Bilamana dianggap perlu, Kontraktor harus menyemprot bahan dan sampah yang kering dengan air untuk mencegah debu atau pasir yang berterbangan. Kontraktor harus menjamin bahwa rambu jalan dan sejenisnya dibersihkan secara teratur agar bebas dari kotoran dan bahan lainnya. Kontraktor harus menyediakan drum di lapangan untuk menampung sisa bahan bangunan, kotoran dan sampah sebelum dibuang. Kontraktor harus membuang sisa bahan bangunan, kotoran dan sampah ditempat yang telah ditentukan sesuai dengan Peraturan Pusat maupun Daerah dan Undang-undang Pencemaran Lingkungan yang berlaku.

2)

3)

4)

5)

6)

7)

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

8)

Kontraktor tidak diperkenankan mengubur sampah atau sisa bahan bangunan di lokasi proyek tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

3.9

Aspek Lingkungan Hidup A. Umum

1) Uraian Kontraktor harus memahami dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat pelaksanaan kegiatan konstruksi, serta cara penanganannya sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan. Sebelum melaksanakan kegiatan fisik dilapangan, Kontraktor harus menyusun program pelaksanaan manajemen lingkungan yang harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) Syarat-syarat Kontrak (Bab 3 dari Dokumen Kontrak) : Pasal-pasal yang berkaitan Pekerjaan Pembersihan : Seksi 1.16 Galian : Seksi 3.1 Pelebaran Perkerasan : Seksi 4.1 Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat : Seksi 6.1 Pengembalian Kondisi Selokan, Saluran Air, Galian : Seksi 8.3 dan Timbunan dan penghijauan Pasal-pasal yang berkaitan dengan Aspek Lingkungan Hidup untuk setiap Seksi dalam Spesifikasi ini.

b) c) d) e) f) g)

B. 1)

Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) Semua kendaraan dan mesin-mesin harus mempunyai perendam sehingga menghasilkan suara yang tidak membisingkan. Semua kendaraan dan mesin-mesin harus menghasilkan gas buang yang cocok dengan standar mutu udara yang ada. Operasi dan pemeliharaan semua kendaraan dan mesin-mesin harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pabrik pembuatnya dan tidak mencemari air dan tanah. Kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan, maka semua kegiatan pekerjaan harus dilaksanakan bukan pada malam hari. Dalam pengadaan tenaga kerja dengan kemampuan dan keahlian sesuai dengan yang diperlukan maka prioritas harus diberikan kepada pekerja setempat. Dalam pemilihan lokasi sumber bahan (quarry), beberapa arahan dibawah ini harus diperhatikan :

2)

3)

4)

5)

6)

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

a) Prioritas harus diberikan pada lokasi sumber bahan yang sudah dibuka, bilamana jumlah dan mutunya memenuhi. b) Lokasi sumber bahan harus dipilih harus memberikan rasio tertinggi antara kapasitas bahan yang digali (baik kuantitas maupun kualitas) dan kehilangan sumber daya Negara. c) Lokasi sumber bahan yang berdekatan dengan alinyemen jalan, yang sangat mudah diambil dan mempunyai tebing yang tidak curam lebih disarankan. d) Ekploitasi sumber bahan di daerah sumber daya alam yang vital harus dihindari, seperti hutan tanaman berkayu dan hutan lebat lainnya maupun daerah-daerah penghasil bahan makanan dan hutan lindung untuk barang dan hewan lainnya. e) Disarankan untuk menghindari atau setidaknya mengurangi pemilihan lokasi sumber bahan di dasar sungai. Meskipun pemilihan lokasi sumber bahan di luar dasar sungai tidak memungkinkan, sumber bahan yang terletak di sungai atau saluran kecil tetap tidak boleh diambil. Disarankan untuk memilih lokasi sumber bahan dipetak-petak atau endapan alluvial yang terletak di dasar sungai tetapi tidak dialiri air pada kondisi air normal. 7) Penggalian di daerah sumber bahan hanya dilaksanakan untuk pemasokan bahan kebutuhan proyek. Bilamana sumber bahan terletak di daerah bergunung atau berbukit, atau bilamana kondisi talud sangatlah mempengaruhi stabilitas lereng, maka penggalian bertangga harus dilaksanakan. Lereng setiap sumber bahan yang telah dibentuk kembali harus mempunyai kelandaian yang tidak kurang dari nilai rata-rata 1:3. Setelah pelaksanaan lereng bertangga dan pembaharuan sistem drainase sebagaimana juga diisyaratkan dalam Pasal 3.1.1.(12).(d) dari Spesifikasi ini, permukaan tersebut harus dilengkapi dengan lapisan rumput dan ditanami dengan semak maupun pohon. Pemeliharaan tanaman ini diperlukan dalam dua tahun pertama setelah penanaman. Pembentukan kembali lokasi sumber bahan dilaksanakan dengan kriteria berikut : (a) Kegiatan rehabilitasi harus dimulai sesegera mungkin setelah pekerjaan selesai dan kegiatan ini harus dilaksanakan bersamasama dengan pengambilan bahan galian berikutnya. Galian dilokasi sumber bahan harus ditimbun kembali dengan menggunakan bahan yang diperoleh dari pekerjaan pembersihan sebagaimana yang diuraikan dalam Seksi 1.16 dari Spesifikasi ini dan bahan galian tidak dapat digunakan untuk bahan konstruksi. Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan dengan memanfaatkan kembali bahan humus yang diperoleh dari pekerjaan pembersihan dan pembongkaran pada lapis permukaan tanah asli (kira-kira setebal 50 cm). Bahan humus ini ditumpuk agak landai dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan jauh dari lokasi pengambilan bahan

8)

1)

(b)

(c)

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

galian. Tumpukan humus ini ditutup dengan bahan organik seperti rumput atau daun. Perumputan dengan jenis herbaceous lebih disarankan. Tumpukan humus tersebut secara bertahap ditempatkan kembali di lokasi bekas galian pada sumber bahan dan selanjutnya ditutup dengan tanaman. Rumput, semak dan pohon dapat digunakan untuk penutupan ini. Bilamana Kontraktor memperoleh bahan ini dari pemasok maka ketentuan butir (9).(c) diatas tidak digunakan. 2) Kegiatan pembersihan dan pembongkaran hanya dilaksanakan di daerah yang benar-benar diperlukan untuk Pekerjaan. Pembabatan tanaman selama kegiatan pembersihan dan pembongkaran harus ditindaklanjuti dengan penanaman kembali sedemikian hingga mendekati kondisi sebelum pembabatan. Penanaman kembali dengan pohon atau semak sebagaimana yang diisyaratkan dalam Seksi 4.1 dan 8.3 dari Spesifikasi ini harus mengikuti arahan berikut : (a) (b) Penggantian dengan tanaman sejenis yang ditebang, bila memungkinkan. Bilamana pertumbuhan tanaman dirasa agak lambat, maka tanaman yang berumur tiga tahun atau lebih harus digunakan, kecuali jika jenis tersebut tidak mampu menciptakan kondisi seperti semula atau tidak mampu memberikan perlindungan lereng dalam waktu yang lama. Selanjutnya, jenis tanaman dengan pertumbuhan sedang sampai cepat dapat digunakan. Jenis Authochthonous lebih disarankan untuk tanaman exotic. Untuk penanaman kembali semak, pemilihan jenis semak harus mengutamakan jenis yang dapat memberi makanan dan perlindungan bagi binatang. Jenis tanaman berakar panjang tetapi tidak membahayakan stabilitas jalan dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi lebih disarankan. Berbagai jenis tanaman yang baik untuk digunakan untuk penanaman kembali adalah : Leucaena, Leucocephala, Calliandra, Calonthrysus, Acacia Auriculiformis, Acacia Ducurrens dan Gliricidia Sepium. Pohon harus ditanam pada jarak yang cukup dari tepi jalan. Jarak antar pohon pada garis yang sama sekitar 15 meter. Pemeliharaan yang teratur pada tanaman yang ditanam kembali sangat diperlukan. Pohon hasil penanaman kembali yang mati harus diganti dengan yang baru.

3)

4)

(c) (d)

(e)

(f)

(g) (h) (i)

(j)

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

5)

Permukaan yang menghasilkan sejumlah debu diatmosfer akibat kegiatan pekerjaan harus dibasahi secara teratur sebagaimana juga disyaratkan dalam pasal 1.16.2 (4) dari Spesifikasi ini. Kerusakan dan gangguan terhadap utilitas umum seperti jaringan telepon, listrik, gas, pipa, air, fasilitas irigasi, pipa minyak, pipa pembuangan, pipa drainase, dan lain sebagainya, harus dicegah dengan upaya mendapatkan informasi tentang keberadaan lokasi utilitas yang ada, terutama utilitas apa yang terletak dibawah permukaan tanah. Kontraktor harus bertanggungjawab atas perlindungan terhadap setiap fasilitas pipa kabel bawah tanah, saluran kabel bawah tanah atau jaringan bawah tanah lainnya atau struktur yang mungkin ditemukan dan perbaikan atas setiap kerusakan yang diakibatkan operasi kegiatannya. Bilamana sumur yang terletak di dekat lokasi pekerjaan yang dipengaruhi oleh kegiatan galian dan timbunan, maka sumur pengganti yang setara harus disediakan, meskipun harus membuat sumur baru, baik dengan penggalian maupun pengeboran, yang terletak sedekat mungkin dengan sumur lama. Tumpukan minyak dan polusi bahan buangan yang berasal dari pekerjaan harus dicegah.

6)

7)

8)

9)

10) Aspal dan minyak pemanas harus disimpan dalam tanki yang terletak diatas lantai beton yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya dan dikelilingi dinding yang cukup tinggi sehingga dapat menghalangi tersebarnya cairan yang bocor atau tumpah. 11) Bahan aspal (termasuk air yang berasal dari mesin pencuci) dan minyak pemanas buangan tidak boleh dituangkan ke dalam saluran air ataupun dibuang diatas tanah sebagaimana juga disyaratkan dalam Pasal 6.1.1(7).(c) dalam Spesifikasi ini. 12) Dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pekerjaan jembatan harus dicegah dengan menggunakan teknik pengembalian bentuk yang cocok, sesuai dengan arahan berikut : (a) Kegiatan pengembalian bentuk harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah pekerjaan selesai, bilamana memungkinkan, bersama-sama dengan pekerjaan. Pengembalian bentuk tepi sungai harus dilaksanakan dengan pemadatan yang cukup pada tanah yang diganti, terutama untuk daerah yang kurang stabil, dan harus diberi tanaman pelindung yang cepat tumbuh (baik rumput maupun semak). Untuk talud-talud yang penting dimana pengembalian bentuk dengan teknik rekayasa biologi (bioengineering) sangat diperlukan, maka cara slope fascinate (anyaman semak-semak) (Kraebel, 1936, Schiechtel : Sicherungsarbeiten im landschaftsbau 1991, Austria) dapat digunakan. Bilamana kelandaian lereng tepi sugai di atas sekitar 1:3, dan untuk sungai dengan fluktuasi aliran yang besar dan resiko penggerusan yang tinggi pada saat banjir, maka cara wooden green prop (Hassenteufel, 1934, Schiechtel :

(b)

(c)

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

10

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

Sicherungsarbeiten im Landschaftsbau, 1991, Austria) harus digunakan. (d) Jalan masuk yang dibuat di dalam saluran air untuk pelaksanaan pembuatan pier harus ditutup kembali dengan tumpukan tanah di sampingnya dan harus ditanami kembali.

13) Penggunaan sistem pelaksanaan yang memadai untuk mengurangi suara dan getaran yang diakibatkan oleh pekerjaan jembatan harus di terapkan. 3.10 Galian A. Umum

1) Pengamanan Pekerjaan Galian a) Kontraktor harus memikul semua tanggung jawab dalam menjamin keselamatan pekerja, yang melaksanakan pekerjaan galian, penduduk dan bangunan yang ada di sekitar lokasi galian.

2) Retribusi Untuk Bahan Galian Bilamana bahan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat, agregat untuk campuran aspal atau beton atau bahan lainnya diperoleh dari galian sumber bahan di luar daerah milik jalan, Kontraktor harus melakukan pengaturan yang diperlukan untuk membayar konsesi dan retribusi kepada pemilik tanah maupun pihak yang berwenang utnuk ijin menggali dan mengangkut bahan-bahan tersebut. 3.11 Ketentuan Instalasi Pencampuran Aspal A. Umum Instalasi pencampuran aspal harus dipasang di lokasi yang jauh dari pemukiman dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan sehingga tidak mengganggu ataupun protes dari penduduk sekitarnya. Instalasi pencampur aspal (AMP) harus dilengkapi dengan alat pengumpul debu (dust collector) yang lengkap yaitu sistem pusaran kering (dry cyclone) dan pusaran basah (wet cyclone) sehingga tidak menimbulkan pencemaran debu ke atmosfir. Bilamana salah satu sistem di atas rusak atau tidak berfungsi maka instansi pencampur aspal tidak boleh dioperasikan. 3.12 Pemasangan Jembatan Rangka Baja A. Umum

1) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) b) Mobilisasi Pemeliharaan Lalu Lintas : Seksi 3.1 : Seksi 3.4

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

11

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

c) d) e) f) g) h) i) j) k) l)

Rekayasa Lapangan : Bahan dan Penyimpanan : Jadwal Pelaksanaan : Beton : Baja Tulangan : Adukan Semen : Pasangan Batu : Pembongkaran Struktur : Pengembalian Kondisi Jembatan : Pemeliharaan Rutin Perkerasan, Bahu Jalan, Drainase, Perlengkapan Jalan dan Jembatan

Seksi 3.5 Seksi 3.6 Seksi 3.7 Seksi.7.1 Seksi 7.3 Seksi 7.8 Seksi 7.9 Seksi 7.15 Seksi 8.5 : Seksi 10.1

2) Pengajuan Kesiapan Kerja a) Kontraktor harus menyerahkan rincian jadwal pekerjaan dan perlengkapan pengendalian lalu lintas untuk semua jembatan rangka rangka baja yang akan dipasang dan harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan sebelum memulai operasi pemasangan.

3) Pengendalian Lalu Lintas Pengendalian lalu lintas harus sesuai dengan ketentuan pada Seksi 1.8, Pemeliharaan lalu lintas, dengan ketentuan tambahan berikut ini : Bilamana pemasangan struktur jembatan rangaka baja memerlukan pembongkaran atau penutupan seluruh jembatan lama, maka program penutupan harus dikoordinasikan dengan Direksi Pekerjaan agar pengalihan lalu lintas (detour) atau perlengkapan alternatif lainnya dapat disediakan untuk memperkecil gangguan terhadap lalu lintas. 4) Pengaturan Lalu Lintas Jembatan, gorong-gorong dan struktur lain yang digunakan oleh lalu lintas tidak boleh dibongkar sampai pengaturan untuk memperlancar arus lalu lintas dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan sesuai dengan ketentuan Seksi 1.8, Pemeliharaan Lalu Lintas. 3.13 Pemeliharaan Jalan Samping Dan Jembatan A. Umum

1) Uraian Yang dimaksud dari Pasal-pasal dalam Seksi ini adalah untuk memastikan bahwa selama pelaksanaan Pekerjaan seluruh jalan dan jembatan yang ada baik yang berdekatan atau menuju lokasi pekerjaan yang dilewati oleh peralatan dan mesin milik Kontraktor tetap terbuka untuk lalu lintas dan dipelihara dalam keadaan aman dan dapat digunakan. Dalam keadaan tertentu struktur yang ada mungkin memerlukan perkuatan dan jembatan sementara dan timbunan mungkin perlu dibuat selama Periode Pelaksanaan untuk memudahkan transportasi peralatan dan mesin milik Kontraktor, menuju dan dari lokasi pekerjaan.
Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

12

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP)

ARPLS

2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) b) c) d) e) Syarat-syarat Kontrak Mobilisasi Transportasi dan Penanganan Pemeliharaan Lalu Lintas Pekerjaan Pembersihan : : : : : Pasal-pasal yang berkaitan Seksi 3.1 Seksi 3.3 Seksi 3.4 Seksi 3.8

B.

Pemeliharaan Jalan Samping Dan Jembatan Yang Digunakan Oleh Kontraktor Jalan umum dan jembatan yang berdekatan dengan proyek dan digunakan oleh Kontraktor selama kegiatan transportasi dan pengangkutan dalam pelaksanaan Pekerjaan, termasuk perkuatan jembatan yang ada oleh Kontraktor, pembuatan jembatan sementara oleh Kontraktor dan jalan masuk ke lokasi sumber bahan yang menerima beban berat tambahan sebagai akibat kegiatan Kontraktor, harus dipelihara secara keseluruhan oleh Kontrakror dengan biaya sendiri selama waktu yang diperlukan untuk Pekerjaan tersebut dan harus ditinggalkan dalam keadaan berfungsi dengan baik, mutu dan kenyamanannya tidak lebih buruk daripada sebelum kegiatan Kontraktor dimulai. Jembatan sementara yang dibuat oleh Kontraktor menurut Seksi dan Spesifikasi ini tidak boleh dibongkar oleh Kontraktor pada Tanggal Penyelesaian Pekerjaan kecuali diperintah lain oleh Direksi Pekerjaan.

C.

Pemeliharaan Untuk Keamanan Lalu Lintas

(a) Pekerjaan Jalan Sementara dan Pengendalian Lalu Lintas Seluruh pekerjaan jalan sementara dan kelengkapan pengendali lalu lintas yang ada disediakan oleh Kontraktor di atas jalan samping atau jalan lokal ke lokasi pekerjaan setiap saat selama Periode Kontrak harus dipelihara dalam kondisi aman dan dapat berfungsi menurut ketentuan dan dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan, sehingga dapat menjami keamanan lalu lintas lainnya dan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. Ketentuan pengendalian lalu lintas harus memenuhi ketentuan dari seksi 1.8, Pemeliharaan Lalu lintas.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

13

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP) PEMANTAUAN DAN PENANGANAN DAMPAK LINGKUNGAN PADA TAHAP KONSTRUKSI
Tanggal : Bulan : Tahun :
Catatan (Kendala / Tindak lanjut)

Jenis Kegiatan

Kegiatan Ada Tidak 3

Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 Polusi udara akibat pengangkutan material Debu meningkat akibat ceceran tanah Terjadi licin akibat ceceran tanah di musim hujan Kebisingan dan getaran disekitar jalur 5

Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7

Upaya Pengelolaan

Spesifikasi Kontrak

Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11

1 Mobilisasi Material dan Peralatan

8 Semua kendaraan dan mesin harus menghasilkan gas buang yang cocok dengan standar mutu yang ada Menggunakan tutup terpal yang memadai untuk tanah yang diangkut Pembersihan ceceran tanah yang jatuh di jalur angkutan tanah Memilih alat berat yang digunakan, yang sedikit mungkin menghasilkan getaran- getaran terhadap lingkungan sekitarnya atau memasang peredam kebisingan pada knalpot kendaraan alat berat dan mengurangi kecepatan kendaraan Semua kendaraan yang mengangkut material harus layak pakai (diupayakan harus mempunyai peredam, sehingga menghasilkan suara yang tidak bising) Mengatur batas beban/muatan yang diperbolehkan oleh angkutan material. Kontraktor harus beratanggung jawab atas kerusakan jalan/jembatan yang ada disekitar Memasang rambu lalu lintas, penghalang atau fasilitas lainnya yang diperlukan untuk mendukung kelancaran & kenyamanan lalu lintas & pemakai jalan Pengaturan lalu lintas dengan penempatan petugas bendera (plugman) dan mengupayakan pengangkutan material dilakukan pada malam hari Upaya pengelolaan lainnya : Memberikan informasi/penyuluhan kepada masyarakat setempat untuk dapat berpartisipsi membangun prasarana bersama pekerja pendatang Melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk memelihara keamanan lingkungan serta melakukan tindakan pengamanan jika terjadi konflik sosial Memberikan penyuluhan kepada pekerja pendatang Memberikan kesempatan/prioritas kepada masyarakat setempat yang terkena dampak (tenaga kerja lokal) yang tidak membutuhkan keahlian khusus untuk bekerja di proyek Upaya pengelolaan lainnya : Mengupayakaan penempatan base camp jauh dari permukiman (jarak minimum 200 m)

9 1.17.2 (2)

10

12

1.17.2 (1) 1.17.2 (9) 1.5.2 (3) 1.8.4 (1) 1.8.4 (2)

Kerusakan jalan eksisting, akses dan jembatan Keselamatan pemakai jalan / gangguan lalu lintas

Dampak Lainnya : .. Mobilisasi Tenaga Kerja Keresahan dan persepsi penduduk Konflik masyarakat akibat pendatang

1.17.2 (5)

Kecemburuan sosial Dampak Lainnya : .. Pembuatan & Peng operasian Base Camp Gangguan estetika

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Jenis Kegiatan

Kegiatan Ada Tidak 3

Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 Penurunan kualitas air 5

Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7

Upaya Pengelolaan

Spesifikasi Kontrak

Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11

Catatan (Kendala / Tindak lanjut)

8 Membangun dan memelihara septic tank dan tempat pembuangan bahan padat/sampah yang layak Menghindari/mencegah terjadinya tumpahan minyak atau polusi cairan Menghindari/mencegah terjadinya tumpahan minyak atau polusi cairan di atas tanah Upaya pengelolaan lainnya : Lokasi tempat penyimpanan material sebaiknya jauh dari lokasi pemukiman (minimum 200 m) Tempat penyimpanan material bebas genangan air, sampah dan tanaman Pemisahan material sesuai dengan jenisnya (jangan dicampur) Upaya pengelolaan lainnya : Melakukan penyiraman berkala dilokasi sekitar AMP/Stone Crusher Mengupayakan penempatan lokasi material/quarry, jauh dari lokasi pemukiman (jarak pemukiman min. 200 m) Menempatkan AMP jauh dari pemukiman Tidak membuang limbah berbahaya seperti cairan kimia, minyak atau thinner cat kedalam saluran atau sanitasi yang ada Tidak membuang sisa bahan bangunan kedalam sungai atau saluran air Melakukan penanggulangan dan pencegahan lebih lanjut terhadap penggunaan saluran drainase samping atau bagian lain dari sistem drainase selain dari pengaliran air permukaan Mencegah terjadinya tumpahan minyak dan polusi bahan buangan yang berasal dari pekerjaan Mencegah terjadinya tumpahan minyak dan polusi bahan buangan yang berasal dari pekerjaan Bahan aspal atau minyak pemanas buangan tidak boleh dibuang kedalam saluran air atau diatas tanah Upaya pengelolaan lainnya : Pembersihan dan pembongkaran dilakukan pada daerah yang diperlukan untuk pekerjaan Membatasi penebangan vegetasi selama konstruksi Menyeleksi dan mempertahankan jenis tanaman yang perlu dipertahankan Membuang hasil pembabatan tanaman/sampah ke tempat pembuangan sampah yang di tentukan Mengusahakan pemisahan tanah lapis atas untuk memudahkan penanaman kembali Upaya pengelolaan lainnya :

10

12

1.17.2 (17) 1.1.7.2(17)

Pencemaran tanah Dampak Lainnya : .. Persebaran debu Gangguan aliran air permukaan Gangguan sisa material Dampak Lainnya : .. Kegiatan di lokasi AMP dan Stone Crusher Meningkatnya polusi udara/debu

Penyimpanan Material

1.11.3 (2) 1.11.3 (3)

6.3.4(1) 6.3.4(1) 1.16.2(9) 1.16.2(10) 1.16.2(11) 1.17.2(17) 1.17.2(18) 1.17.2(19)

Meningkatnya kebisingan Pencemaran air permukaan yang diakibatkan oleh buangan bahanpelumas, oli, semen, aspal atau material lainnya

Dampak Lainnya : .. Pembersihan lahan(Land Clearing) dan Pembongkaran Gangguan lahan/lereng terhadap kestabilan

1.17.2 (10)

Gangguan estetika

1.16.2(7) 8.3.3(3)

Hilangnya tumbuhan penutup Dampak Lainnya :

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Jenis Kegiatan

Kegiatan Ada Tidak 3

Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 .. Pencemaran dan polusi udara Perubahan aliran air permukaan Gangguan kerusakan sementara terhadap fasilitas umum (listrik, telepon, air bersih, saluran irigasi dll) Kecelakaan atau cedera pekerja atau orang lain Gangguan ketidaknyamanan & kemacetan lalu - lintas Kebisingan dan getaran akibat peralatan 5

Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 8

Upaya Pengelolaan

Spesifikasi Kontrak

Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11

Catatan (Kendala / Tindak lanjut)

1 Pekerjaan Tanah (Pemadatan Tanah, Galian dan Timbunan)

9 galian dan

10

12

Melakukan penyiraman terlebih dahulu pada lokasi pekerjaan timbunan untuk mengurangi debu

1.17.2 (6) 2.1.3(3) 1.17.2(14) 1.17.2(15) 3.1.1(5) 3.2.1(11)

Lokasi pembuangan tanah agar tidak pada saluran air/sungai Mengupayakan agar pada waktu penggalian tidak merusak atau mengganggu utilitas umum maupun fasilitas pipa atau kabel bawah tanah Melakukan perlindungan terhadap setiap fasilitas pipa kabel bawah tanah dan jaringan bawah tanah lainya atau struktur yang mungkin ditemukan dan perbaikan atas setiap kerusakan yang diakibatkan operasi kegiatannya Melakukan pengamanan terhadap pekerja serta penduduk dan bangunan yang ada disekitar galian Pengendalian lalu lintas sesuai seksi 1.8 pemeliharaan lalu lintas Mengupayakan agar getaran dan kebisingan yang di timbul kan oleh alat berat didalam kegiatan pemadatan, tidak mencapai pada tingkat mengganggu kenyamanan dan kesehatan berdasarkan baku mutu tingkat kebisingan dan getaran(Kep.48/MENLH/11/1996 dan Kep.49.MENLH/11/1996) Membuat penggalian bertangga jika terletak di bukut, yang mana permukaannya harus dilengkapi dengan lapisan rumput atau tembok pengaman Upaya pengelolaan lainnya : Pembuatan selokan untuk menghindari terjadinya genangan air Membuat relokasi saluran air, jika pekerjaan drainase menghalangi saluran yang ada Pengendalian lalu lintas sesuai seksi 1.8 pemeliharaan lalu lintas Upaya pengelolaan lainnya : Pengambilan material hendaknya dilokasi tertentu, tidak ditikungan sungai bagian luar dan tidak di dekat bangunan Penanaman tanaman ekosistem tepi sungai seperti bambu untuk pengamanan erosi tepi sungai Pencucian material hendaknya tidak dilakukan didalam sungai, melainkan disuatu kolam tertentu diluar sungai Mengarahkan air sungai pada belokan sungai agar tidak terjadi erosi sungai dan sedimentasi Pencucian material hendaknya tidak dilakukan didalam sungai, melainkan disuatu kolam tertentu diluar sungai Pengamanan jarak tepi sungai dengan aktivitas penduduk antara 2-5 meter dari tepi sungai Upaya pengelolaan lainnya :

Gangguan kestabilan lahan/lereng (erosi dan longsor) Dampak Lainnya : .. Pekerjaan Drainase (Saluran air, Gorong gorong dan Box Culvert) Genangan air/banjir yang melimpah ke badan jalan Gangguan kelancaran lalu lintas Dampak Lainnya : .. Pengambilan Bahan/ Material Sungai Menurunnya stabilitas lereng dan erosi

8.3.3(1)

2.1.1 (6) 2.1.3.(4) 2.3.1.(12)

Peningkatan sedimen pada bagian hilir Longsor akibat terbentuknya lereng sungai yang terjal Dampak terhadap mahkluk hidup dalam air Penurunan dasar sungai yang menyebabkan kerusakan bangunan sungai yang ada di hilir Dampak Lainnya :

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Jenis Kegiatan

Kegiatan Ada Tidak 3

Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 .. Terbentuknya kubangan-kubangan, rawan kecelakaan Hilangnya top soil akibat pengupasan Rusaknya lansekap setempat Hilangnya vegetasi lokal Dampak Lainnya : .. 5

Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 8

Upaya Pengelolaan

Spesifikasi Kontrak

Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11

Catatan (Kendala / Tindak lanjut)

1 Material Darat

10

12

Dilakukan rehabilitasi pada lokasi penambangan Pada bekas lokasi ditambang, harus direhabilitasi dengan timbunan top soil yang asli dan dilakukan upaya penanaman kembali Pada bekas lokasi ditambang, harus direhabilitasi dengan timbunan top soil yang asli dan dilakukan upaya penanaman kembali Hendaknya tidak semua pohon ditebang, melainkan hanya pohon-pohon yang berada pada lokasi yang sangat dibutuhkan saja Upaya pengelolaan lainnya : Pemberitahuan jadwal peledakan Peledakan dilaksanakan pagi hingga siang hari Penyiraman lokasi untuk menghindari debu Tidak melakukan peledakan dengan kekuatan tinggi (baku mutu tingkat getaran tercantum dalam KepMen. Lingkungan Hidup No. 49/MENLH/11/1996) Pengambilan material hendaknya dilokalisasi di tempat tertentu Hendaknya tidak semua pohon ditebang, melainkan hanya pohon-pohon yang berada pada lokasi yang sangat dibutuhkan saja Pada bekas lokasi ditambang, harus direhabilitasi dengan timbunan top soil yang asli dan dilakukan penanaman kembali Upaya pengelolaan lainnya : Membuat pengaturan lalu lintas (memakai petugas bendera dan memasang rambu lalu lintas atau pembatas) dilokasi pekerjaan Pengaturan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan Menghindari/mencegah kemacetan lalu lintas yang terdapat pada perlintasanperlintasan sebidang (dengan pengaturan petugas bendera atau perbaikan badan jalan diperlintasan sehingga kendaraan yang melintas dapat lancar) Semua kendaraan dan peralatan harus dilengkapi alat peredam suara Semua kendaraan dan peralatan harus menghasilkan gas buang yang sesuai dengan standar baku mutu udara Mendisiplinkan para pekerja untuk mematuhi prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pemakaian/penggunaan pakaian maupun peralatan pengaman/pelindung kerja Memberikan asuransi kecelakan atau kematian terhadap pekerja Membatasi beban transportasi kendaraan yang di izinkan melalui jalan tersebut Membuang sisa aspal pada tempat yang telah disetujui

1.17.2(9) 1.17.2.(9) 1.17.2.(9) 1.17.2(10)

Material Gunung

Suara akibat peledakan Debu akibat peledakan Getaran Penurunan dan gangguan nilai visual / bentang alam Terjadinya longsor akibat pengundulan tanaman Dampak Lainnya : ..

1.17.2(10) 1.17.2 (9)

Pekerjaan Perkerasan Jalan (Pelebaran jalan, Lapis pondasi, Lapis perekat/lapis resap pengikat, Perkerasan beraspal)

Gangguan terhadap kenyamanan dan kelancaran lalu lintas

1.8.4.(2) 6.1.1(7) 1.8.2 1.17.2 (1) 1.17.2 (2) 19.1(*) 13.1(d)(*) 1.5.2.(3) 6.1.1(7)

Pencemaran udara dan kebisingan

Kecelakaan kerja

Kerusakan pada jalan yang dilalui Pencemaran terhadap air /tanah

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Jenis Kegiatan

Kegiatan Ada Tidak 3

Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 Dampak Lainnya : .. 5

Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7

Upaya Pengelolaan

Spesifikasi Kontrak

Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11

Catatan (Kendala / Tindak lanjut)

8 Upaya pengelolaan lainnya : Rute lalu lintas sementara dipersiapkan kontraktor selama pelaksanaan Membatasi beban transportasi kendaraan yang di izinkan melalui jalan tersebut Membuat pengaturan lalu lintas (memakai petugas bendera dan memasang rambu lalu lintas atau pembatas) dilokasi pekerjaan Pengaturan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan Menghindari/mencegah kemacetan lalu lintas yang terdapat pada perlintasanperlintasan sebidang (dengan pengaturan petugas bendera atau perbaikan badan jalan diperlintasan sehingga kendaraan yang melintas dapat lancar) Mendisiplinkan para pekerja untuk mematuhi prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pemakaian/penggunaan pakaian maupun peralatan pengaman/pelindung kerja Memberikan asuransi kecelakan atau kematian terhadap pekerja Semua kendaraan dan peralatan harus dilengkapi alat peredam suara Semua kendaraan dan peralatan harus menghasilkan gas buang yang sesuai dengan standar baku mutu udara Penetapan lokasi bangunan bawah jembatan dengan memperhatikan arah aliran air sungai (desain) Mencegah ceceran material kesungai selama peklerjaan abutment Pekerjaan Struktur pada musim kering Pembersihan sisa material seperti batu, bambu, kayu dll. Rehabilitasi kerusakan lingkungan disekitar sungai dengan penanaman pohon, stabilisasi kemiringan dengan penanaman rumput dissusaikan dengan kondisi stempat Upaya pengelolaan lainnya : Mengetahui Nama Jabatan Tanggal TTD : : : : :

10

12

Pek.Beton, Jembatan termasuk penulangan dan bekesting

Gangguan lalu lintas Kerusakan jalan/jembatan yang dilalui Gangguan terhadap kenyamanan dan kelancaran lalu lintas

1.8.3 (4)

1.5.2 (3) 1.8.4.(2) 6.1.1(7) 1.8.2 19.1 13.1(d) 1.17.2 (1) 1.17.2 (2)

Kecelakaan kerja

Pencemaran udara dan kebisingan Perubahan aliran sungai Polusi / Penurunan Kualitas Air Erosi Pinggir Sungai, Sedimentasi dan Gangguan Aliran Air

8.33 (3)

Dampak Lainnya : .. Keterangan : (*) - Syarat-syarat Kontrak

Pelaksanaan Pemantauan Nama Jabatan Tanggal TTD

: : : : :

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E