Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP

)

ESAMP

PROSEDUR PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL PROYEK JALAN Prosedur Kerja (PK) No. 1.1

Daftar Isi 1. Dasar Hukum 2. Maksud dan Tujuan 3. Definisi Proyek Jalan 4. Penggunaan Prosedur 5. Prosedur Penyaringan 6. Proses Penyaringan 7. Jenis Format Penyaringan 8. Instruksi Pengisian Format

Format I A Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Kota dan Jalan Tol

Format I B Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Antar Kota

Format 2 Prosedur Penyaringan Tahap Kedua untuk AMDAL dan UKL/UPL

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Prosedur Penyaringan AMDAL Dan UKL/UPL Proyek Jalan Dan Jembatan
Prosedur Kerja (PK) No. 1.1

Daftar Isi 1. Dasar Hukum 2. Maksud dan Tujuan 3. Definisi Proyek Jalan 4. Penggunaan Prosedur 5. Prosedur Penyaringan 6. Proses Penyaringan 7. Jenis Format Penyaringan 8. Instruksi Pengisian Format

Format I A Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Kota dan Jalan Tol Format I B Format Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL : Proyek Jalan Antar Kota Format 2 Prosedur Penyaringan Tahap Kedua untuk AMDAL dan UKL/UPL

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

1

Strategic Roads Infrastructure Project

ARPLS

Prosedur Kerja (PK) No. 1.1

PROSEDUR PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL PROYEK JALAN
1. Dasar Hukum • • • UU No. 23 tahun 1997 mengenai Pengelolaan Lingkungan, Pasal 3 dan 15 Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Pasal 3. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Keputusan ini menggantikan KepMen LH No. 3 / 2000. Dalam Keputusan ini, kriteria kegiatan pekerjaan jalan yang wajib ANDAL adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Pembangunan baru Jalan TOL, seluruh ukuran.. Pembangunan overpass dan subway ≥2 Km Pembangunan/peningkatan jalan dengan pelebaran diluar Damija. 2. Kota Besar/Metropolitan : panjang ≥ 5 Km atau luas ≥ 5 ha Kota Sedang : panjang ≥ 10 Km atau luas ≥ 10 Ha Pedesaan : panjang ≥ 30 Km.

Maksud dan Tujuan 2.1 Maksud prosedur penyaringan adalah memberikan prosedur AMDAL dan UKL/UPL serta memastikan bahwa proyek jalan berjalan lancar sesuai dengan peraturan yang ada dan memperoleh hasil yang tepat. 2.2 Tujuannya adalah agar AMDAL dan UKL/UPL pekerjaan proyek dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Sasaran Proyek Jalan 3.1 Proyek jalan yang tercakup dalam prosedur penyaringan AMDAL dan UKL/UPL ini adalah sebagai berikut: a. Jalan TOL dan bypass b. Jalan Kota c. Jalan Antar-Kota; dan d. Jembatan Penggunaan Prosedur Penggunaan penyaringan AMDAL dan UKL/UPL proyek jalan ini khusus ditujukan pada proyek jalan yang didanai dari APBN termasuk proyek dengan bantuan dana luar negeri. Dengan demikian prosedur yang ditetapkan dalam dokumen ini juga secara teknis dapat digunakan untuk proyek jalan yang didanai oleh APBD, namun operasionalnya dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat.

3.

4.

Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E

2

Kimpraswil. b. • Lokasi proyek : jalan di kota besar. Hasilnya kemudian difokuskan dan dievaluasi sesuai dengan dampak dan bagaimana pengelolaannya yang ada. Dengan menggunakan Format I A (untuk jalan Kota dan TOL). c. Penyaringan tahap kedua diperlukan hanya jika hasil penyaringan tahap pertama menyarankan bahwa proyek wajib dilengkapi AMDAL. d. Penyaringan tahap pertama dilakukan pada tahap perencanaan umum dengan pengisian format I A atau I B. Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL untuk proyek jalan dilakukan dengan pengisian format penyaringan yang telah ditetapkan oleh Sub-Direktorat Bina Lingkungan. Hasil penyaringan proyek wajib UKL/UPL ke Dinas Praswil Propinsi terkait. Penyaringan tahap kedua menggunakan pengisian format 2. Hal ini akan mencakup : • Jenis pekerjaan : pembangunan baru. 6. Penggunaan tanah secara keseluruhan. serta diumumkan ke publik melalui media masa. 17/2001. b. Penyaringan AMDAL dan UKL/UPL yang telah dilengkapi diserahkan pada bagian AMDAL untuk melewati penyaringan tahap kedua. Penyaringan dilakukan dalam dua tahap. dan Format I B (untuk jalan Antar-Kota). pemeliharaan atau peningkatan jalan dan penggantian jembatan. kota sedang atau antar-kota (pedesaan) • Panjang jalan atau bentang jembatan • Lahan yang dibutuhkan Dimensi dan ukuran proyek tersebut akan disesuaikan dengan Keputusan Menteri LH No.2 Penyaringan Tahap Kedua a. Apabila seluruh dampak dapat dikelola maka tidak wajib dilengkapi AMDAL. Departemen Kimpraswil.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS 5. c. Prosedur Penyaringan Prosedur penyaringan adalah sebagai berikut : a. 6. Penggunaan tanah yang perlu dibebaskan. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 3 . Proses Penyaringan Proses penyaringan dilakukan menggunakan langkah-langkah berikut : 6. sedangkan penyaringan tahap dua dilakukan pada tahap pra-studi atau studi kelayakan melalui pengisian format 2. Hasil penyaringan proyek wajib AMDAL dilaporkan oleh bagian AMDAL ke Project Management Unit (PMU). Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah dengan tembusan untuk Dinas Praswil Propinsi. Pengamatan lapangan dan konsultasi dengan lembaga terkait diperlukan untuk mengetahui kondisi lingkungan sebagai berikut : Keadaan topografi.1 Penyaringan Tahap Pertama Penyaringan AMDAL pada tahap perencanaan umum harus dimulai dengan studi dimensi dan ukuran jalan yang diusulkan oleh proyek. e. cukup dengan UKL/UPL. Kondisi jalan yang akan dilalui kendaraan berat (truk).

Lokasi quarry. 7. Pimbagpro pada masing-masing sub-proyek dapat menambahkan informasi tambahan dalam lembar terpisah yang dianggap sebagai lampiran. Jenis format isian dapat dilihat di bagian terakhir Appendix ini. Hasil penyaringan tahap kedua juga diperlukan untuk digunakan sebagai bahan perumusan acuan ANDAL. dan pemukiman. petugas penyaringan harus membaca dan memahami instruksi secara keseluruhan. base camp. Jika diperlukan. sedangkan Format 1B digunakan untuk proyek jalan antar-kota (pedesaan). Sebelum pengisian format. masing-masing jenis format dilengkapi sesuai dengan instruksi. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 4 . Pemilihan Jenis Format Format 1A digunakan untuk penyaringan tahap pertama AMDAL dan UKL/UPL proyek jalan kota dan TOL. Apabila diperlukan. c. dan Tempat rentan kebisingan seperti rumah sakit. Format 2 digunakan dalam penyaringan tahap kedua baik untuk proyek jalan kota atau jalan antar-kota. sekolah.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS Keadaan sosial-ekonomi-budaya. 8. d. pelaksana AMDAL dapat memodifikasi format tersebut. dan timbunan. daerah galian. Untuk memperoleh hasil penyaringan yang tepat dan konsisten. Lokasi daerah yang dilindungi dan daerah rentan terhadap perubahan. b. Instruksi Pengisian Format a.

Nomor Ruas Program 1 2 3 4 5 6 Fungsi Panjang (km) Informasi 7 8 11 12 INFORMASI Kolom 1.8 dan 9 berupa uraian Kolom 10: Ya : jika dalam daerah dilindungi Tidak : jika tidak dalam daerah dilindungi Kolom 5: .Pembangunan Baru .Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL.Perbaikan Kolom 6: PU : Perencanaan Umum PSK : Pra-studi kelayakan SK : Studi kelayakan PT : Perencanaan Teknik PK : Pra-Konstruksi K : Konstruksi = jika wajib AMDAL = jika wajib UKL/UPL = jika bebas AMDAL dan UKL/UPS Kolom 11: AMDAL UKL/UPL Bebas Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 5 . PROYEK JALAN KOTA Format 1A Ukuran Program Nama Ruas Jalan Status Proyek Di dalam atau dekat Kebutuhan daerah dilindungi Tanah (Ya/tidak) 9 10 Hasil Penyaringan Status Kota No.2 dan 3 berupa uraian Kolom 4: Km = Kota Metropolitan Kb = Kota Besar Ks = Kota Sedang Kolom 7.

10 berupa uraian Kolom 9: Ya :jika perbaikan jalan dalam DMJ Kolom 11: Ya : jika dalam daerah dilindungi Tidak : jika tidak dalam daerah dilindungi Kolom 12: : jika ada pemindahan penduduk Ya (sesuai jumlah KK) Tidak : jika tidak perlu pemindahan penduduk Kolom 13: AMDAL : UKL/UPL : jika UKL/UPL diperlukan Bebas : jika bebas AMDAL dan UKL/UPL Hasil penyaringan Penentuan pilihan Panjang Ruas Program Yang sudah Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 6 .8. Nama Ruas Jalan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kolom 1.7.Pembangunan jalan baru .2 dan 3 berupa uraian Kolom 4: .Perbaikan jalan Kolom 5: PU : Perencanaan Umum PSK : Pra-studi kelayakan SK : Studi kelayakan PT : Perencanaan Teknik PK : Pra-Konstruksi K : Konstruksi Informasi Kolom 6.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS FORMAT PENYARINGAN AMDAL DAN UKL/UPL PROYEK JALAN ANTAR-KOTA Berbatasan/dekat dengan kawasan lindung Pelebaran di dalam DMJ Yangdilaksanakan sudah dlaksanakan Panjang (Km) Sedang dilaksanakan Sedangtahun ini dilaksanakan dalam Format 1B Pemindahan penduduk Pembebasan tanah 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 2 3 4 Status Proyek Nomor Ruas No.

.2 A. Perkerasan rencana A. Pengadaan tanah b.5 Nama Ruas Jalan No. Penyiapan tanah dasar f. : …………………….. Timbunan tanah e.10 Perkiraan Volume Pekerjaan a.. ha m3 m3 m3 m2 m3 m2 : ………………….3 A.7 A. Ruas Panjang Ruas Jenis Program Lebar Jalan a. Perkerasan existing d... : : : : : ……………………. : ……………………. : ……………………… : …………………….. Propinsi A. DAMIJA existing b..Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS FORMULIR PERLINGKUPAN DAMPAK PENTING PROYEK JALAN (PENYARINGAN AMDAL TAHAP KEDUA) Formulir – 2 A. Galian tanah d. Lapis permukaan A.. : …………………..…...1 A. Pondasi g.8 A. Km : ……………………….12 A.. DAMIJA rencana c..4 A. DESKRIPSI PROYEK A..9 LHR Existing LHR Rencana Status Proyek Lokasi Proyek a.11 A. : ……………………. Kabupaten / Kodya b. Km : Pembangunan/Peningkatan Uraian singkat tentang rencana kegiatan proyek dan peta lokasi proyek terlampir : Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 7 .………………………. m m m m Kendaraan / hari Kendaraan / hari : : : ………………….13 Quarry Jarak quarry ke lokasi proyek Proyek / kegiatan lain yang terkait : ………………….. Pengangkutan material c.6 A.. : …………………….

Sungai / saluran Irigasi b.6 Lasekap Lasekap khas yang mungkin terkena dampak : …………………………. RONA LINGKUNGAN (Komponen Lingkungan yang sensitif terhadap perubahan) B. Lain-lain B. Hutan / belukar d. Pertanian c. Hutan lindung b.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS B. Taman Nasional c. Pemukiman b. Laut d. 2 Hidrologi Badan air sekitar proyek yang mungkin terkena dampak a. Lain-lain B. 3 Penggunaan Lahan ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) : ……………………… km : …………………… : ……………………….1 Fisiografi Alinyemen jalan melalui areal a. Cagar Budaya e.4 Kawasan Lindung Alinyemen jalan melalui/berbatasan atau berdekatan dengan kawasan linfung a. Km Km Jenis Penggunaan lahan yang dilalui alinyemen jalan a. Daerah rawan banjir B. Kawasan Suaka Alam d. 7 Lain-lain (yang bersifat khas) : ( Ya / Tidak ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) : ……………………… : ……………………… : ……………………… : ……………………… km km km km Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 8 .. B. Berlereng curam (> 40 %) b.5 Masyarakat Terasing Apakah alinyemen jalan melalui atau berdekatan dengan pemukiman Masyarakat Terasing B. Geologi sensitif B.... Danau / waduk c.

Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS C. Kawasan lindung j.2 d.1. Pemukiman pedesaan c.2 C. Kawasan wisata h. Gangguan stabilitas tanah • Gejala longsor c.3 C. Hutan i.2. Gangguan pada sarana dan prasarana : : : : : : : : : : ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) • Lain-lain (……………) b. Pemukiman Perkotaan b.2. Pencemaran air permukaan • Sungai / saluran irigasi • Danau / laut Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 9 . Perdagangan e. Lain-lain C. IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING No C.2 C. Industri d. Kerusakan jalan : …………………… b. Kecelakaan lalu lintas Dampak Pekerjaan Tanah • • • • • • Kabel listrik Pipa gas / minyak Pipa air Kabel telepon Rel kereta api Saluran irigasi a. Pertanian g. Pencemaran udara /kebisingan di lokasi sensitif • • • • Permukiman padat Sekolah Rumah sakit Tempat ibadah : : : : : : ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) c. Perkantoran f. Kemacetan lalu lintas C.1 : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha KK KK Jenis Dampak Dampak Sudah / Belum Dapat Dikelola Penduduk Terkena Proyek : …………………… Penduduk Terpindahkan : …………………… Tahap Konstruksi Dampak Mobilisasi Alat dan Pengangkutan Material a.1 Tahap Prakonstruksi Areal Terkena Proyek a.1.1.1 C.

2. Jenis dampak :…………………………………………… Keterkaitan dengan kegiatan lain Dampak proyek terhadap kegiatan lain a. Kecelakaan lalu lintas c.4.1 ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) C. b. Sumber dampak :……………………………………………. Dampak pada lasenkap : ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) Dampak Sudah / Belum Dapat Dikelola C. C. IDENTIFIKASI DAMPAK PENTING (Lanjutan) No C.2. Jenis dampak :…………………………………………….Sekolah : .4 C.Rumah sakit : .Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS C. Sumber dampak :…………………………………………… b.4.3 C. Jenis dampak :…………………………………………….Tempat ibadah : b. Sumber dampak :…………………………………………… b. Dampak Kegiatan Lain Terhadap Proyek a. Pencemaran udara / kebisingan Volume lalu lintas = ………….3. Pencemaran udara / kebisingan : • Gangguan pada pemukiman b.kendaraan / hari Areal terkena dampak . Kecelakaan Akibat penggunaan bahan peledak: Tahap Pasca Konstruksi Dampak Pengoperasian Jalan a.Pemukiman padat : . Pencemaran air permukaan : • Sungai /asaluran irigasi : • Danau / laut c.4 ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) ( Ada / Tidak ada ) C.3 Jenis Dampak Dampak Pengoperasian Base Camp a.2 C. Dampak pada masyarakat terasing e.2 Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 10 . Pencemaran udara / kebisingan : • Gangguan pada pemukiman b. Gangguan pada flora / fauna dilindungi Gangguan pada flora : Gangguan pada fauna : d..3. Pencemaran air permukaan : • Sungai /asaluran irigasi : • Danau / laut Dampak Kegiatan Quarry a.1 Dampak Lingkungan Terhadap Proyek a.

.......................................................... Persaratan Kontrak ..........................................................................................7 Jadwal Pelaksanaan .............11 3......................................... 7 B.........................................6 Material dan Penimbunan Material ................................... Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E .. Umum ....................................................................9 Aspek Lingkungan Hidup ... 2 A.................................10 Galian ............................11 A.................... 3 3..... 6 3...........................................................................12 B...8 Pekerjaan dan Pemeliharaan ........ 2 3................................................................................ 5 3...................................................................................................................................................... Umum ...............................11 A......................13 Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan .............11 A...........................................................12 Pemasangan Jembatan Rangka Baja... Pemeliharaan Jalan Samping Dan Jembatan Yang Digunakan Oleh Kontraktor ........... 5 3................................................................................................ III........... Umum ......................................................... Pemeliharaan Untuk Keselamatan Lalu Lintas ..................... 7 3.............................................................................................................................................................. 2 A.............................................................................. 7 A........ 5 3.. 5 3...... 1 Data-Data Kontrak ...................... Pengaturan Sementara Untuk Lalu Lintas . ................ 4 C..................................................................Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP) ESAMP STANDAR PELASANAAN PEKERJAAN (SOP) BIDANG LINGKUNGAN HUDUP SRIP SUB-PROJEK DAFTAR ISI I........ Umum ............4 Pemeliharaan Lalu Lintas ................................................1 Keselamatan ........................................................................................................................................... Pelaksanaan ..... 5 B........................ Umum ........ 1 Spesifikasi............................................................. Umum ......13 II.................11 3............ 2 3........................... ....................................11 Ketentuan Instalasi Pencampuran Aspal ......... 6 B.......................................................................................................... 2 B.2 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya ................................................... Umum ......................................................1 Mobilisasi dan Demobilisasi .............. Umum .......3 Transportasi dan Penanganan ....... Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini ............. 1 1..................................11 3................... 1 1.13 C.........................12 A..........................................................................2 Penemuan-penemuan...........................................................................................................................................................5 Rekayasa Lapangan ................................................................ 4 A.......................................... Pemeliharaan untuk Keselamatan Lalu Lintas ...................................................... 4 B..................................................................... 6 A. Umum . 5 A................................ Upaya Pengelolaan Lingkungan ..................................................................... Pembersihan Selama Pelaksanaan ..... 2 3........................... Umum ....................................................

(v) Pencegahan dari kebisingan suara knalpot yang sangat mengganggu atau tidak dikehendaki.1 Keselamatan Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan kerja dari semua kegiatan di Lapangan. DATA KONTRAK Kontraktor harus. pagar. (b) (c) (ii) Pencegahan timbulnya kerusakan tanpa alasan terhadap flora dan fauna. Tindakan-tindakan pencegahan semacam ini harus termasuk tetapi tidak terbatas pada : (i) Kelengkapan fasilitas sanitasi untuk mencegah polusi biologi atau pabrik dari lapangan atau setiap sumber air. (iii) Pencegahan timbulnya gas yang berlebihan atau pengeluaran asap dari mesin atau alat-alat operasional lainnya yang berhubungan dengan Pekerjaan. dan. dan. PERSYARATAN KONTRAK 1. saluran irigasi dan alur drainase. Menyediakan dan memelihara atas biaya sendiri. kapan dan dimana diperlukan atau dibutuhkan oleh Direksi Pekerjaan atau oleh Instansi yang berwenang. 1.2 II. (iv) Pencegahan dari kerusakan atau gangguan terhadap sumber air.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS STANDAR PELASANAAN PEKERJAAN (SOP) BIDANG LINGKUNGAN HUDUP SRIP SUB-PROJEK I. tangki. sumur. sungai. penampungan atau pemasokan air. rambu peringatan dan perhatian. penerangan. satpam. Menangani semua tindakan pencegahan yang memadai untuk menghindari kerusakan kehidupan dan lingkungan kerja. Penemuan – penemuan Semua benda yang memiliki nilai sejarah atau penemuan kepentingan lain atau nilai penting lainnya yang secara tidak sengaja ditemukan di lapangan adalah kepunyaan pemilik. untuk melindungi pekerjaan atau untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat atau lainnya. Kontraktor harus memberitahu Direksi Pekerjaan bila menemukan hal seperti itu dan melaksanakan petunjuk Direksi Pekerjaan untuk mengamankannya. selama pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan memperbaiki setiap cacat mutu dengan memperhatikan berikut ini : (a) dan Mempunyai perhatian penuh terhadap keselamatan seluruh karyawan yang berada dilapangan dan memelihara Lapangan (sejauh yang sama yang berada di bawah pengawasannya) dan Pekerjaan (sejauh yang sama yang tidak diselesaikan atau ditempati oleh Pemilik) dalam kondisi yang memadai dari gangguan yang berbahaya terhadap personil-personil tersebut. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 1 .

Umum 1) Uraian Pekerjaan Menurut Seksi ini. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) b) c) Mobilisasi dan Demobilisasi Bahan dan Penyimpanan Pekerjaan Pembersihan : Seksi 1. membersihkan. peralatan. (c) 3. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 2 . kontraktor harus mengambil langkah-langkah pencegahan atau pengukuran lanjutan sebagaimana diperintahkan Direksi Pekerjaan. barak-barak pekerja dan bengkel-bengkel yang dibutuhkan untuk pengelolaan dan pengawasan proyek. Memperkuat jembatan yang ada yang akan dilalui pengangkutan peralatan konstruksi. Perlengkapan dan pemeliharaan pada base camp kontraktor.3 Transportasi dan Penanganan A. memelihara.16 3) Ketentuan Umum a) Kontraktor harus menaati semua peraturan-peraturan Nasional maupun Daerah.2 : Seksi 1. menyediakan. Kontraktor harus membangun.2 Kantor Lapangan Dan Fasilitasnya A. Umum 1) Uraian Seksi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk transportasi dan penanganan tanah. dan pada saat selesainya Kontrak harus memindahkan atau membuang semua bangunan kantor darurat. III. bahan campuran panas.11 : Seksi 1. 3. dan perlengkapan.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS Jika Direksi Pekerjaan menganggap bahwa pencegahan yang telah dilakukan untuk memenuhi ketentuan di atas masih belum memadai. gudang-gudang penyimpanan. bengkel dan gudang. bahan-bahan lain. memasang. termasuk diantaranya yang diperlukan antara lain kantor lapangan. menjaga. SPESIFIKASI 3.1 Mobilisasi dan Demobilisasi (a) (b) Mobilisasi dan pemasangan dari peralatan konstruksi dari lokasi pada saat ini menuju lapangan sesuai dengan kontrak. tempat tinggal sementara.

2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) Syarat-syarat Kontrak b) c) d) e) : Pasal-pasal yang berkaitan Pemeliharaan Lalu Lintas : Seksi 1. harus diberlakukan sebagai pelengkap isi dari Seksi ini. dan ijin tersebut harus ditembuskan kepada Direksi Pekerjaan bersama dengan permohonan (request) untuk pelaksanaan. kegiatan pengangkutan yang dilakukan oleh Kontraktor akan mengakibatkan kerusakan jalan raya atau jembatan. Pelaksanaan 1) Standard Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada Peraturan Pemerintah.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS Ketentuan Seksi 1. maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Kontraktor untuk menggunakan jalan alternatif. c) Bilamana bahan yang dibuang seperti yang diisyaratkan diatas dan lokasi pembuangan tersebut terlihat dari jalan. b) Bilamana terdapat bahan yang hendak dibuang di luar Daerah Milik Jalan. 2) Pembatasan Beban Transportasi a) Bilamana diperlukan. Bahan dan Penyimpanan.2.2 B.11.1.8 Bahan dan Penyimpanan : Seksi 1.1 Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan : Seksi 10. yang berlaku maupun ketentuan-ketentuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. maka Kontraktor harus Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 3 .11 Galian : Seksi 3. Direksi Pekerjaan dapat mengatur batas beban dan muatan sumbu untuk melindungi jalan atau jembatan yang ada di lingkungan proyek.(d) dari Spesifikasi ini. atau bilamana terjadi banjir yang dapat menghentikan kegiatan pengangkutan Kontraktor.(11). Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan.1. b) Kontraktor harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan jalan maupun jembatan yang disebabkan oleh kegiatan pelaksanaan pekerjaan. Seksi 1. maka Kontraktor harus mendapatkan ijin tertulis dari pemilik tanah dimana bahan buangan tersebut akan ditempatkan. Peraturan Daerah Tingkat I dan Tingkat II. dan Seksi 10.8. c) Bilamana menurut Direksi Pekerjaan. 3) Pembuangan Bahan di luar Daerah Milik Jalan a) Kontraktor harus mengatur pembuangan bahan di luar Daerah Milik Jalan sebagaimana diisyaratkan dalam Pasal 3. Pemeliharaan Lalu Lintas. dan Kontraktor tak berhak mengajukan tuntutan apapun untuk kompensasi tambahan sebagai akibat dari perintah Direksi Pekerjaan.

Kontraktor harus memasang dan memelihara rambu lalu lintas. Pengaturan Sementara Untuk Lalu Lintas 1) Rambu dan Penghalang (Barrier) Agar dapat melindungi Pekerjaan. Tugas utama petugas bendera adalah mengarahkan dan mengatur arus lalu lintas yang melalui dan di sekitar Pekerjaan tersebut. Pengalihan ini harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan memenuhi ketentuan Pasal 1. dan menjaga keselamatan umum dan kelancaran arus lalu lintas yang melalui atau di sekitar pekerjaan. Umum 1) Uraian a) Tujuan Pasal-pasal dalam seksi ini adalah untuk menjamin bahwa selama pelaksanaan pekerjaan semua jalan lama tetap terbuka untuk lalu lintas dan dijaga dalam kondisi aman dan dapat digunakan. Kontraktor harus membersihkan dan mengembalikan kondisi tanah itu ke kondisi semula sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan dan pemilik tanah yang bersangkutan. bila diperlukan termasuk pembayaran kepada pemilik tanah yang bersangkutan atas pemakaian tanah itu dan harus memperoleh persetujuan dari pejabat yang berwenang dan Direksi Pekerjaan.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS membuang bahan tersebut dan meratakannya sedemikian sehingga dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan. Semua rambu lalu lintas dan penghalang harus diberi garis-garis (strips) yang reflektif dan atau terlihat dengan jelas pada malam hari. Kontraktor harus melakukan semua pengaturan yang diperlukan. penghalang dan fasilitas lainnya yang sejenis pada setiap tempat dimana kegiatan pelaksanaan akan mengganggu lalu lintas umum. 3. Setelah pekerjaan selesai. B.4 Pemeliharaan Lalu Lintas A.2 dibawah ini.8. 2) Petugas Bendera Kontraktor harus menyediakan dan menempatkan petugas bendera di semua tempat kegiatan pelaksanaan yang mengganggu arus lalu lintas. dan pemukiman di sepanjang dan yang berdekatan dengan Pekerjaan disediakan jalan masuk yang aman dan nyaman kepemukiman mereka. Dalam keadaan khusus Kontraktor dapat mengalihkan lalu lintas ke jalan alih sementara. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 4 . terutama pada pengaturan lalu lintas satu arah. b) 2) Lahan Yang Diperlukan Sebelum membuat jalan atau jembatan sementara.

jenis dan kualitas sesuai dengan gambar dan bagian yang lain dari spesifikasi.pelaksanaan. 2) Pembersihan Penghalang Selama pelaksanaan. bahu jalan lokasi yang berdekatan dengan Daerah Milik Jalan harus dijaga agar bebas dari bahan pelaksanaan. Material dan Penimbunan Material A. 3. spesifikasi dan memenuhi standard yang 3. .7 Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini Syarat-syarat Kontrak Transportasi dan Penanganan Pekerjaan Pembersihan : : Seksi 3.8 Jadwal Pelaksanaan Menyediakan secara terpisah skedul dari seluruh bahan material menurut lokasi. atau disyahkan secara tertulis oleh tenaga teknis. Pekerjaan juga harus dijaga agar bebas setiap parkir liar atau kegiatan perdagangan kaki lima kecuali untuk daerah-daerah yang digunakan untuk maksud tersebut. pembuatan. (a) (b) (c) 3. bersama-sama dengan rencana tanggal penyampaian contoh material dan rencana produksi material serta skedul pengirimannya. Seluruh produk harus dalam kondisi baru.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS C. kotoran dan bahan yang tidak terpakai lainnya yang dapat mengganggu atau membahayakan lalu lintas yang lewat. Umum Material untuk pelaksanaan harus memenuhi syarat : (a) (b) Sesuai dengan ditentukan.5 Rekayasa Lapangan Selama tiga bulan pertama dari masa mobilisasi. Kontraktor harus menjamin bahwa perkerasan.6 Mengikuti ukuran. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 5 . Pemeliharaan Untuk Keselamatan Lalu Lintas 1) Jalan Alih Sementara dan Pengendalian Lalu Lintas Semua jalan alih sementara dan pemasangan pengendalia lalu lintas yang disiapkan oleh Kontraktor selama pelaksanaan Pekerjaan harus dipelihara agar tetap aman dan dalam kondisi pelayanan yang memenuhi ketentuan dan dapat diterima Direksi Pekerjaan sehingga menjamin keselamatan lalu lintas dan bagi pemakai jalan umum. pihak kontraktor menugaskan personil teknisnya untuk melalukan survai lapangan dan membuat laporan fisik lapangan serta kondisi saat ini dari struktur perkerasan dan saluran pembuang.3 : Seksi 3. (c) B.

kotoran dan sampah ditempat yang telah ditentukan sesuai dengan Peraturan Pusat maupun Daerah dan Undang-undang Pencemaran Lingkungan yang berlaku. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) : Pasal – pasal yang berkaitan Penutupan Kontrak : Seksi 1. Kontraktor harus membuang sisa bahan bangunan. Pembersihan Selama Pelaksanaan 1) Kontraktor harus melakukan pembersihan secara teratur untuk menjamin bahwa tempat kerja. 2) 3) 4) 5) 6) 7) Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 6 . perlengkapan. kotoran dan sampah sebelum dibuang. semua sisa bahan bangunan dan bahan-bahan tak terpakai. Bahu Jalan. tempat hunian dipelihara bebas dari akumulasi sisa bahan bangunan. struktur. Kontraktor harus menyediakan drum di lapangan untuk menampung sisa bahan bangunan. sampah. dan mesin-mesin harus disingkirkan. Bilamana dianggap perlu. yang diakibatkan oleh operasi pelaksanaan. Kontraktor harus menjamin bahwa sistem drainase terpelihara dan bebas dari kotoran dan bahan yang lepas dan berada dalam kondisi operasional pada setiap saat.8 Pekerjaan dan Pembersihan A. Kontraktor harus menjamin bahwa rumput yang tumbuh pada benih lama atau yang baru dikerjakan dan pada talud samping dipangkas dan dipelihara sedemikian rupa sehingga ketinggiannya maksimum 3 cm. kantor sementara.14 Pemeliharaan Rutin Perkerasan. Kontraktor harus menyemprot bahan dan sampah yang kering dengan air untuk mencegah debu atau pasir yang berterbangan. Drainase : Seksi 10. dari akumulasi sisa bahan bangunan. peralatan. Kontraktor harus memelihara Pekerjaan bebas. Umum 1) Uraian Selama periode pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus menjamin bahwa rambu jalan dan sejenisnya dibersihkan secara teratur agar bebas dari kotoran dan bahan lainnya. kotoran dan sampah. seluruh permukaan terekspos yang nampak harus dibersihkan dan proyek ditinggal dalam kondisi siap pakai dan diterima oleh Direksi Pekerjaan. Pada saat selesainya Pekerjaan.1 Perlengkapan Jalan dan Jembatan Syarat-syarat Kontrak (Bab 3 dari Dokumen Kontrak) b) c) B. sampah dan kotoran lainnya yang diakibatkan oleh operasi-operasi di tempat kerja dan memelihara tempat kerja dalam kondisi rapi dan bersih setiap saat.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS 3.

Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS 8) Kontraktor tidak diperkenankan mengubur sampah atau sisa bahan bangunan di lokasi proyek tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Dalam pemilihan lokasi sumber bahan (quarry). Umum 1) Uraian Kontraktor harus memahami dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat pelaksanaan kegiatan konstruksi.3 dan Timbunan dan penghijauan Pasal-pasal yang berkaitan dengan Aspek Lingkungan Hidup untuk setiap Seksi dalam Spesifikasi ini. Galian : Seksi 8. serta cara penanganannya sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan.1 Pengembalian Kondisi Selokan.16 Galian : Seksi 3.9 Aspek Lingkungan Hidup A. Kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Saluran Air. 1) Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) Semua kendaraan dan mesin-mesin harus mempunyai perendam sehingga menghasilkan suara yang tidak membisingkan. 3. beberapa arahan dibawah ini harus diperhatikan : 2) 3) 4) 5) 6) Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 7 . Kontraktor harus menyusun program pelaksanaan manajemen lingkungan yang harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Semua kendaraan dan mesin-mesin harus menghasilkan gas buang yang cocok dengan standar mutu udara yang ada. b) c) d) e) f) g) B.1 Pelebaran Perkerasan : Seksi 4. 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) Syarat-syarat Kontrak (Bab 3 dari Dokumen Kontrak) : Pasal-pasal yang berkaitan Pekerjaan Pembersihan : Seksi 1. maka semua kegiatan pekerjaan harus dilaksanakan bukan pada malam hari.1 Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat : Seksi 6. Dalam pengadaan tenaga kerja dengan kemampuan dan keahlian sesuai dengan yang diperlukan maka prioritas harus diberikan kepada pekerja setempat. Operasi dan pemeliharaan semua kendaraan dan mesin-mesin harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pabrik pembuatnya dan tidak mencemari air dan tanah. Sebelum melaksanakan kegiatan fisik dilapangan.

bilamana jumlah dan mutunya memenuhi. Pembentukan kembali lokasi sumber bahan dilaksanakan dengan kriteria berikut : (a) Kegiatan rehabilitasi harus dimulai sesegera mungkin setelah pekerjaan selesai dan kegiatan ini harus dilaksanakan bersamasama dengan pengambilan bahan galian berikutnya.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS a) Prioritas harus diberikan pada lokasi sumber bahan yang sudah dibuka. b) Lokasi sumber bahan harus dipilih harus memberikan rasio tertinggi antara kapasitas bahan yang digali (baik kuantitas maupun kualitas) dan kehilangan sumber daya Negara. c) Lokasi sumber bahan yang berdekatan dengan alinyemen jalan. Meskipun pemilihan lokasi sumber bahan di luar dasar sungai tidak memungkinkan.1. Lereng setiap sumber bahan yang telah dibentuk kembali harus mempunyai kelandaian yang tidak kurang dari nilai rata-rata 1:3. d) Ekploitasi sumber bahan di daerah sumber daya alam yang vital harus dihindari. sumber bahan yang terletak di sungai atau saluran kecil tetap tidak boleh diambil. maka penggalian bertangga harus dilaksanakan. Disarankan untuk memilih lokasi sumber bahan dipetak-petak atau endapan alluvial yang terletak di dasar sungai tetapi tidak dialiri air pada kondisi air normal. 7) Penggalian di daerah sumber bahan hanya dilaksanakan untuk pemasokan bahan kebutuhan proyek. yang sangat mudah diambil dan mempunyai tebing yang tidak curam lebih disarankan. Bilamana sumber bahan terletak di daerah bergunung atau berbukit.(d) dari Spesifikasi ini. Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan dengan memanfaatkan kembali bahan humus yang diperoleh dari pekerjaan pembersihan dan pembongkaran pada lapis permukaan tanah asli (kira-kira setebal 50 cm). e) Disarankan untuk menghindari atau setidaknya mengurangi pemilihan lokasi sumber bahan di dasar sungai. atau bilamana kondisi talud sangatlah mempengaruhi stabilitas lereng.(12). Bahan humus ini ditumpuk agak landai dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan jauh dari lokasi pengambilan bahan 8) 1) (b) (c) Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 8 . permukaan tersebut harus dilengkapi dengan lapisan rumput dan ditanami dengan semak maupun pohon. seperti hutan tanaman berkayu dan hutan lebat lainnya maupun daerah-daerah penghasil bahan makanan dan hutan lindung untuk barang dan hewan lainnya. Pemeliharaan tanaman ini diperlukan dalam dua tahun pertama setelah penanaman.16 dari Spesifikasi ini dan bahan galian tidak dapat digunakan untuk bahan konstruksi. Setelah pelaksanaan lereng bertangga dan pembaharuan sistem drainase sebagaimana juga diisyaratkan dalam Pasal 3. Galian dilokasi sumber bahan harus ditimbun kembali dengan menggunakan bahan yang diperoleh dari pekerjaan pembersihan sebagaimana yang diuraikan dalam Seksi 1.1.

semak dan pohon dapat digunakan untuk penutupan ini. Calonthrysus. Calliandra. Bilamana pertumbuhan tanaman dirasa agak lambat. Jarak antar pohon pada garis yang sama sekitar 15 meter. Jenis Authochthonous lebih disarankan untuk tanaman exotic. maka tanaman yang berumur tiga tahun atau lebih harus digunakan. Untuk penanaman kembali semak. Pohon harus ditanam pada jarak yang cukup dari tepi jalan. Jenis tanaman berakar panjang tetapi tidak membahayakan stabilitas jalan dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi lebih disarankan.3 dari Spesifikasi ini harus mengikuti arahan berikut : (a) (b) Penggantian dengan tanaman sejenis yang ditebang. Tumpukan humus tersebut secara bertahap ditempatkan kembali di lokasi bekas galian pada sumber bahan dan selanjutnya ditutup dengan tanaman. 2) Kegiatan pembersihan dan pembongkaran hanya dilaksanakan di daerah yang benar-benar diperlukan untuk Pekerjaan. Pembabatan tanaman selama kegiatan pembersihan dan pembongkaran harus ditindaklanjuti dengan penanaman kembali sedemikian hingga mendekati kondisi sebelum pembabatan. Perumputan dengan jenis herbaceous lebih disarankan. 3) 4) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) (j) Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 9 . bila memungkinkan. Pohon hasil penanaman kembali yang mati harus diganti dengan yang baru. pemilihan jenis semak harus mengutamakan jenis yang dapat memberi makanan dan perlindungan bagi binatang. Pemeliharaan yang teratur pada tanaman yang ditanam kembali sangat diperlukan. Acacia Auriculiformis. kecuali jika jenis tersebut tidak mampu menciptakan kondisi seperti semula atau tidak mampu memberikan perlindungan lereng dalam waktu yang lama. jenis tanaman dengan pertumbuhan sedang sampai cepat dapat digunakan. Bilamana Kontraktor memperoleh bahan ini dari pemasok maka ketentuan butir (9).Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS galian. Berbagai jenis tanaman yang baik untuk digunakan untuk penanaman kembali adalah : Leucaena. Leucocephala.(c) diatas tidak digunakan.1 dan 8. Rumput. Selanjutnya. Penanaman kembali dengan pohon atau semak sebagaimana yang diisyaratkan dalam Seksi 4. Acacia Ducurrens dan Gliricidia Sepium. Tumpukan humus ini ditutup dengan bahan organik seperti rumput atau daun.

pipa pembuangan. Bilamana kelandaian lereng tepi sugai di atas sekitar 1:3.(c) dalam Spesifikasi ini. dan untuk sungai dengan fluktuasi aliran yang besar dan resiko penggerusan yang tinggi pada saat banjir. bersama-sama dengan pekerjaan. baik dengan penggalian maupun pengeboran. terutama untuk daerah yang kurang stabil. Kerusakan dan gangguan terhadap utilitas umum seperti jaringan telepon.1(7). 1934. maka cara “wooden green prop” (Hassenteufel. sesuai dengan arahan berikut : (a) Kegiatan pengembalian bentuk harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah pekerjaan selesai.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS 5) Permukaan yang menghasilkan sejumlah debu diatmosfer akibat kegiatan pekerjaan harus dibasahi secara teratur sebagaimana juga disyaratkan dalam pasal 1. dan harus diberi tanaman pelindung yang cepat tumbuh (baik rumput maupun semak). 12) Dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pekerjaan jembatan harus dicegah dengan menggunakan teknik pengembalian bentuk yang cocok. Pengembalian bentuk tepi sungai harus dilaksanakan dengan pemadatan yang cukup pada tanah yang diganti. 1936. harus dicegah dengan upaya mendapatkan informasi tentang keberadaan lokasi utilitas yang ada. pipa. fasilitas irigasi. yang terletak sedekat mungkin dengan sumur lama. 6) 7) 8) 9) 10) Aspal dan minyak pemanas harus disimpan dalam tanki yang terletak diatas lantai beton yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya dan dikelilingi dinding yang cukup tinggi sehingga dapat menghalangi tersebarnya cairan yang bocor atau tumpah. air. saluran kabel bawah tanah atau jaringan bawah tanah lainnya atau struktur yang mungkin ditemukan dan perbaikan atas setiap kerusakan yang diakibatkan operasi kegiatannya. 11) Bahan aspal (termasuk air yang berasal dari mesin pencuci) dan minyak pemanas buangan tidak boleh dituangkan ke dalam saluran air ataupun dibuang diatas tanah sebagaimana juga disyaratkan dalam Pasal 6. maka sumur pengganti yang setara harus disediakan. Bilamana sumur yang terletak di dekat lokasi pekerjaan yang dipengaruhi oleh kegiatan galian dan timbunan. listrik. Austria) dapat digunakan. gas. terutama utilitas apa yang terletak dibawah permukaan tanah. Untuk talud-talud yang penting dimana pengembalian bentuk dengan teknik rekayasa biologi (bioengineering) sangat diperlukan. Kontraktor harus bertanggungjawab atas perlindungan terhadap setiap fasilitas pipa kabel bawah tanah.16. Tumpukan minyak dan polusi bahan buangan yang berasal dari pekerjaan harus dicegah. Schiechtel : (b) (c) Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 10 .1. pipa minyak. dan lain sebagainya. maka cara “slope fascinate” (anyaman semak-semak) (Kraebel. Schiechtel : “Sicherungsarbeiten im landschaftsbau”’ 1991.2 (4) dari Spesifikasi ini. bilamana memungkinkan. pipa drainase. meskipun harus membuat sumur baru.

Kontraktor harus melakukan pengaturan yang diperlukan untuk membayar konsesi dan retribusi kepada pemilik tanah maupun pihak yang berwenang utnuk ijin menggali dan mengangkut bahan-bahan tersebut.12 Pemasangan Jembatan Rangka Baja A.1 : Seksi 3. 1991.10 Galian A.4 Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 11 . 3. agregat untuk campuran aspal atau beton atau bahan lainnya diperoleh dari galian sumber bahan di luar daerah milik jalan.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS “Sicherungsarbeiten im Landschaftsbau. Umum 1) Pengamanan Pekerjaan Galian a) Kontraktor harus memikul semua tanggung jawab dalam menjamin keselamatan pekerja. penduduk dan bangunan yang ada di sekitar lokasi galian. Umum Instalasi pencampuran aspal harus dipasang di lokasi yang jauh dari pemukiman dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan sehingga tidak mengganggu ataupun protes dari penduduk sekitarnya. Austria) harus digunakan. 13) Penggunaan sistem pelaksanaan yang memadai untuk mengurangi suara dan getaran yang diakibatkan oleh pekerjaan jembatan harus di terapkan. yang melaksanakan pekerjaan galian. (d) Jalan masuk yang dibuat di dalam saluran air untuk pelaksanaan pembuatan pier harus ditutup kembali dengan tumpukan tanah di sampingnya dan harus ditanami kembali. 3. Umum 1) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) b) Mobilisasi Pemeliharaan Lalu Lintas : Seksi 3.11 Ketentuan Instalasi Pencampuran Aspal A. 3. Bilamana salah satu sistem di atas rusak atau tidak berfungsi maka instansi pencampur aspal tidak boleh dioperasikan. 2) Retribusi Untuk Bahan Galian Bilamana bahan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat. Instalasi pencampur aspal (AMP) harus dilengkapi dengan alat pengumpul debu (dust collector) yang lengkap yaitu sistem pusaran kering (dry cyclone) dan pusaran basah (wet cyclone) sehingga tidak menimbulkan pencemaran debu ke atmosfir.

7. dengan ketentuan tambahan berikut ini : Bilamana pemasangan struktur jembatan rangaka baja memerlukan pembongkaran atau penutupan seluruh jembatan lama.9 Seksi 7.8 Seksi 7. Drainase. Umum 1) Uraian Yang dimaksud dari Pasal-pasal dalam Seksi ini adalah untuk memastikan bahwa selama pelaksanaan Pekerjaan seluruh jalan dan jembatan yang ada baik yang berdekatan atau menuju lokasi pekerjaan yang dilewati oleh peralatan dan mesin milik Kontraktor tetap terbuka untuk lalu lintas dan dipelihara dalam keadaan aman dan dapat digunakan.13 Pemeliharaan Jalan Samping Dan Jembatan A.8. 3) Pengendalian Lalu Lintas Pengendalian lalu lintas harus sesuai dengan ketentuan pada Seksi 1.15 Seksi 8.5 Seksi 3. 3. Bahu Jalan. Perlengkapan Jalan dan Jembatan Seksi 3. gorong-gorong dan struktur lain yang digunakan oleh lalu lintas tidak boleh dibongkar sampai pengaturan untuk memperlancar arus lalu lintas dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan sesuai dengan ketentuan Seksi 1.8.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Rekayasa Lapangan : Bahan dan Penyimpanan : Jadwal Pelaksanaan : Beton : Baja Tulangan : Adukan Semen : Pasangan Batu : Pembongkaran Struktur : Pengembalian Kondisi Jembatan : Pemeliharaan Rutin Perkerasan.1 Seksi 7.6 Seksi 3. 4) Pengaturan Lalu Lintas Jembatan.1 2) Pengajuan Kesiapan Kerja a) Kontraktor harus menyerahkan rincian jadwal pekerjaan dan perlengkapan pengendalian lalu lintas untuk semua jembatan rangka rangka baja yang akan dipasang dan harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan sebelum memulai operasi pemasangan. menuju dan dari lokasi pekerjaan. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 12 .3 Seksi 7.7 Seksi. Dalam keadaan tertentu struktur yang ada mungkin memerlukan perkuatan dan jembatan sementara dan timbunan mungkin perlu dibuat selama Periode Pelaksanaan untuk memudahkan transportasi peralatan dan mesin milik Kontraktor.5 : Seksi 10. maka program penutupan harus dikoordinasikan dengan Direksi Pekerjaan agar pengalihan lalu lintas (detour) atau perlengkapan alternatif lainnya dapat disediakan untuk memperkecil gangguan terhadap lalu lintas. Pemeliharaan Lalu Lintas. Pemeliharaan lalu lintas.

Pemeliharaan Jalan Samping Dan Jembatan Yang Digunakan Oleh Kontraktor Jalan umum dan jembatan yang berdekatan dengan proyek dan digunakan oleh Kontraktor selama kegiatan transportasi dan pengangkutan dalam pelaksanaan Pekerjaan.1 Seksi 3. Pemeliharaan Untuk Keamanan Lalu Lintas (a) Pekerjaan Jalan Sementara dan Pengendalian Lalu Lintas Seluruh pekerjaan jalan sementara dan kelengkapan pengendali lalu lintas yang ada disediakan oleh Kontraktor di atas jalan samping atau jalan lokal ke lokasi pekerjaan setiap saat selama Periode Kontrak harus dipelihara dalam kondisi aman dan dapat berfungsi menurut ketentuan dan dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan.3 Seksi 3. mutu dan kenyamanannya tidak lebih buruk daripada sebelum kegiatan Kontraktor dimulai. termasuk perkuatan jembatan yang ada oleh Kontraktor.8 B. Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 13 .8.4 Seksi 3. Jembatan sementara yang dibuat oleh Kontraktor menurut Seksi dan Spesifikasi ini tidak boleh dibongkar oleh Kontraktor pada Tanggal Penyelesaian Pekerjaan kecuali diperintah lain oleh Direksi Pekerjaan. sehingga dapat menjami keamanan lalu lintas lainnya dan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. harus dipelihara secara keseluruhan oleh Kontrakror dengan biaya sendiri selama waktu yang diperlukan untuk Pekerjaan tersebut dan harus ditinggalkan dalam keadaan berfungsi dengan baik. Ketentuan pengendalian lalu lintas harus memenuhi ketentuan dari seksi 1.Strategis Roads Infrastructure Project (SRIP) ARPLS 2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini a) b) c) d) e) Syarat-syarat Kontrak Mobilisasi Transportasi dan Penanganan Pemeliharaan Lalu Lintas Pekerjaan Pembersihan : : : : : Pasal-pasal yang berkaitan Seksi 3. Pemeliharaan Lalu lintas. C. pembuatan jembatan sementara oleh Kontraktor dan jalan masuk ke lokasi sumber bahan yang menerima beban berat tambahan sebagai akibat kegiatan Kontraktor.

getaran terhadap lingkungan sekitarnya atau memasang peredam kebisingan pada knalpot kendaraan alat berat dan mengurangi kecepatan kendaraan ● Semua kendaraan yang mengangkut material harus layak pakai (diupayakan harus mempunyai peredam.2 (5) ● Kecemburuan sosial ● Dampak Lainnya : ………………………………….4 (2) ● Kerusakan jalan eksisting.8. Pembuatan & Peng operasian Base Camp ● Gangguan estetika Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 1 .Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS Strategic Roads Infrastructure Project (SRIP) PEMANTAUAN DAN PENANGANAN DAMPAK LINGKUNGAN PADA TAHAP KONSTRUKSI Tanggal : Bulan : Tahun : Catatan (Kendala / Tindak lanjut) Jenis Kegiatan Kegiatan Ada Tidak 3 Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 ● Polusi udara akibat pengangkutan material ● Debu meningkat akibat ceceran tanah ● Terjadi licin akibat ceceran tanah di musim hujan ● Kebisingan dan getaran disekitar jalur 5 Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 Upaya Pengelolaan Spesifikasi Kontrak Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11 1 Mobilisasi Material dan Peralatan 2 8 ● Semua kendaraan dan mesin harus menghasilkan gas buang yang cocok dengan standar mutu yang ada ● Menggunakan tutup terpal yang memadai untuk tanah yang diangkut ● Pembersihan ceceran tanah yang jatuh di jalur angkutan tanah ● Memilih alat berat yang digunakan. Kontraktor harus beratanggung jawab atas kerusakan jalan/jembatan yang ada disekitar ● Memasang rambu lalu lintas.17..5. penghalang atau fasilitas lainnya yang diperlukan untuk mendukung kelancaran & kenyamanan lalu lintas & pemakai jalan ● Pengaturan lalu lintas dengan penempatan petugas bendera (plugman) dan mengupayakan pengangkutan material dilakukan pada malam hari ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………… ● Memberikan informasi/penyuluhan kepada masyarakat setempat untuk dapat berpartisipsi membangun prasarana bersama pekerja pendatang ● Melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk memelihara keamanan lingkungan serta melakukan tindakan pengamanan jika terjadi konflik sosial ● Memberikan penyuluhan kepada pekerja pendatang ● Memberikan kesempatan/prioritas kepada masyarakat setempat yang terkena dampak (tenaga kerja lokal) yang tidak membutuhkan keahlian khusus untuk bekerja di proyek ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Mengupayakaan penempatan base camp jauh dari permukiman (jarak minimum 200 m) 9 1.4 (1) 1. Mobilisasi Tenaga Kerja ● Keresahan dan persepsi penduduk ● Konflik masyarakat akibat pendatang 1. akses dan jembatan ● Keselamatan pemakai jalan / gangguan lalu lintas ● Dampak Lainnya : ………………………………….2 (9) 1.17.2 (3) 1.8. sehingga menghasilkan suara yang tidak bising) ● Mengatur batas beban/muatan yang diperbolehkan oleh angkutan material.17. yang sedikit mungkin menghasilkan getaran..17.2 (2) 10 12 1.2 (1) 1.

Pembersihan lahan(Land Clearing) dan Pembongkaran ● Gangguan lahan/lereng terhadap kestabilan 1. semen. minyak atau thinner cat kedalam saluran atau sanitasi yang ada ● Tidak membuang sisa bahan bangunan kedalam sungai atau saluran air ● Melakukan penanggulangan dan pencegahan lebih lanjut terhadap penggunaan saluran drainase samping atau bagian lain dari sistem drainase selain dari pengaliran air permukaan ● Mencegah terjadinya tumpahan minyak dan polusi bahan buangan yang berasal dari pekerjaan ● Mencegah terjadinya tumpahan minyak dan polusi bahan buangan yang berasal dari pekerjaan ● Bahan aspal atau minyak pemanas buangan tidak boleh dibuang kedalam saluran air atau diatas tanah ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Pembersihan dan pembongkaran dilakukan pada daerah yang diperlukan untuk pekerjaan ● Membatasi penebangan vegetasi selama konstruksi ● Menyeleksi dan mempertahankan jenis tanaman yang perlu dipertahankan ● Membuang hasil pembabatan tanaman/sampah ke tempat pembuangan sampah yang di tentukan ● Mengusahakan pemisahan tanah lapis atas untuk memudahkan penanaman kembali ● Upaya pengelolaan lainnya : 9 10 12 1.16.3(3) ● Hilangnya tumbuhan penutup ● Dampak Lainnya : Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 2 .17.1.3 (2) 1.3 (3) 6. 200 m) ● Menempatkan AMP jauh dari pemukiman ● Tidak membuang limbah berbahaya seperti cairan kimia.2(10) 1.4(1) 1.16.2(19) ● Meningkatnya kebisingan ● Pencemaran air permukaan yang diakibatkan oleh buangan bahanpelumas. Kegiatan di lokasi AMP dan Stone Crusher ● Meningkatnya polusi udara/debu Penyimpanan Material 1.17.11. sampah dan tanaman ● Pemisahan material sesuai dengan jenisnya (jangan dicampur) ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Melakukan penyiraman berkala dilokasi sekitar AMP/Stone Crusher ● Mengupayakan penempatan lokasi material/quarry.17.3.4(1) 6.17. aspal atau material lainnya ● Dampak Lainnya : …………………………………. oli.2(17) 1.16.3.2(9) 1...Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS Jenis Kegiatan Kegiatan Ada Tidak 3 Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 ● Penurunan kualitas air 5 Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 Upaya Pengelolaan Spesifikasi Kontrak Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11 Catatan (Kendala / Tindak lanjut) 1 2 8 ● Membangun dan memelihara septic tank dan tempat pembuangan bahan padat/sampah yang layak ● Menghindari/mencegah terjadinya tumpahan minyak atau polusi cairan ● Menghindari/mencegah terjadinya tumpahan minyak atau polusi cairan di atas tanah ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Lokasi tempat penyimpanan material sebaiknya jauh dari lokasi pemukiman (minimum 200 m) ● Tempat penyimpanan material bebas genangan air.2(11) 1. ● Persebaran debu ● Gangguan aliran air permukaan ● Gangguan sisa material ● Dampak Lainnya : ………………………………….2(18) 1..11.2 (10) ● Gangguan estetika 1.2(17) ● Pencemaran tanah ● Dampak Lainnya : ………………………………….3.7.16. jauh dari lokasi pemukiman (jarak pemukiman min.17.2 (17) 1.2(7) 8.

(4) 2.1(11) ● Lokasi pembuangan tanah agar tidak pada saluran air/sungai ● Mengupayakan agar pada waktu penggalian tidak merusak atau mengganggu utilitas umum maupun fasilitas pipa atau kabel bawah tanah ● Melakukan perlindungan terhadap setiap fasilitas pipa kabel bawah tanah dan jaringan bawah tanah lainya atau struktur yang mungkin ditemukan dan perbaikan atas setiap kerusakan yang diakibatkan operasi kegiatannya ● Melakukan pengamanan terhadap pekerja serta penduduk dan bangunan yang ada disekitar galian ● Pengendalian lalu lintas sesuai seksi 1. yang mana permukaannya harus dilengkapi dengan lapisan rumput atau tembok pengaman ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Pembuatan selokan untuk menghindari terjadinya genangan air ● Membuat relokasi saluran air.17.49.1 (6) 2.lintas ● Kebisingan dan getaran akibat peralatan 5 Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 8 Upaya Pengelolaan Spesifikasi Kontrak Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11 Catatan (Kendala / Tindak lanjut) 1 Pekerjaan Tanah (Pemadatan Tanah.2.8 pemeliharaan lalu lintas ● Mengupayakan agar getaran dan kebisingan yang di timbul kan oleh alat berat didalam kegiatan pemadatan.1. Galian dan Timbunan) 2 9 ………………………………………………………… galian dan 10 12 ● Melakukan penyiraman terlebih dahulu pada lokasi pekerjaan timbunan untuk mengurangi debu 1.2 (6) 2.2(14) 1.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS Jenis Kegiatan Kegiatan Ada Tidak 3 Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 …………………………………..1(5) 3.3. melainkan disuatu kolam tertentu diluar sungai ● Mengarahkan air sungai pada belokan sungai agar tidak terjadi erosi sungai dan sedimentasi ● Pencucian material hendaknya tidak dilakukan didalam sungai.MENLH/11/1996) ● Membuat penggalian bertangga jika terletak di bukut. saluran irigasi dll) ● Kecelakaan atau cedera pekerja atau orang lain ● Gangguan ketidaknyamanan & kemacetan lalu .3(1) 2.2(15) 3.3(3) 1. Pengambilan Bahan/ Material Sungai ● Menurunnya stabilitas lereng dan erosi 8.17. tidak mencapai pada tingkat mengganggu kenyamanan dan kesehatan berdasarkan baku mutu tingkat kebisingan dan getaran(Kep. telepon.3. jika pekerjaan drainase menghalangi saluran yang ada ● Pengendalian lalu lintas sesuai seksi 1.8 pemeliharaan lalu lintas ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Pengambilan material hendaknya dilokasi tertentu.. air bersih.1.1.1.48/MENLH/11/1996 dan Kep.17. Gorong gorong dan Box Culvert) ● Genangan air/banjir yang melimpah ke badan jalan ● Gangguan kelancaran lalu lintas ● Dampak Lainnya : …………………………………. Pekerjaan Drainase (Saluran air..(12) ● Peningkatan sedimen pada bagian hilir ● Longsor akibat terbentuknya lereng sungai yang terjal ● Dampak terhadap mahkluk hidup dalam air ● Penurunan dasar sungai yang menyebabkan kerusakan bangunan sungai yang ada di hilir ● Dampak Lainnya : Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 3 . ● Pencemaran dan polusi udara ● Perubahan aliran air permukaan ● Gangguan kerusakan sementara terhadap fasilitas umum (listrik. melainkan disuatu kolam tertentu diluar sungai ● Pengamanan jarak tepi sungai dengan aktivitas penduduk antara 2-5 meter dari tepi sungai ● Upaya pengelolaan lainnya : ● Gangguan kestabilan lahan/lereng (erosi dan longsor) ● Dampak Lainnya : ………………………………….1. tidak ditikungan sungai bagian luar dan tidak di dekat bangunan ● Penanaman tanaman ekosistem tepi sungai seperti bambu untuk pengamanan erosi tepi sungai ● Pencucian material hendaknya tidak dilakukan didalam sungai.3.

8.(3) 6.17.1(d)(*) 1.17.1.. harus direhabilitasi dengan timbunan top soil yang asli dan dilakukan upaya penanaman kembali ● Pada bekas lokasi ditambang.8.17. melainkan hanya pohon-pohon yang berada pada lokasi yang sangat dibutuhkan saja ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Pemberitahuan jadwal peledakan ● Peledakan dilaksanakan pagi hingga siang hari ● Penyiraman lokasi untuk menghindari debu ● Tidak melakukan peledakan dengan kekuatan tinggi (baku mutu tingkat getaran tercantum dalam KepMen.17.1.(9) 1..2.2 1.2.5.2(9) 1.2.1(7) ● Pencemaran udara dan kebisingan ● Kecelakaan kerja ● Kerusakan pada jalan yang dilalui ● Pencemaran terhadap air /tanah Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 4 .17. 49/MENLH/11/1996) ● Pengambilan material hendaknya dilokalisasi di tempat tertentu ● Hendaknya tidak semua pohon ditebang.4. melainkan hanya pohon-pohon yang berada pada lokasi yang sangat dibutuhkan saja ● Pada bekas lokasi ditambang.17.2 (9) Pekerjaan Perkerasan Jalan (Pelebaran jalan.2 (1) 1.2(10) 1. 5 Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 8 Upaya Pengelolaan Spesifikasi Kontrak Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11 Catatan (Kendala / Tindak lanjut) 1 Material Darat 2 9 ………………………………………………………… 10 12 ● Dilakukan rehabilitasi pada lokasi penambangan ● Pada bekas lokasi ditambang. Perkerasan beraspal) ● Gangguan terhadap kenyamanan dan kelancaran lalu lintas 1.2 (2) 19. harus direhabilitasi dengan timbunan top soil yang asli dan dilakukan upaya penanaman kembali ● Hendaknya tidak semua pohon ditebang. Lingkungan Hidup No.(9) 1. 1. rawan kecelakaan ● Hilangnya top soil akibat pengupasan ● Rusaknya lansekap setempat ● Hilangnya vegetasi lokal ● Dampak Lainnya : …………………………………. harus direhabilitasi dengan timbunan top soil yang asli dan dilakukan penanaman kembali ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Membuat pengaturan lalu lintas (memakai petugas bendera dan memasang rambu lalu lintas atau pembatas) dilokasi pekerjaan ● Pengaturan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan ● Menghindari/mencegah kemacetan lalu lintas yang terdapat pada perlintasanperlintasan sebidang (dengan pengaturan petugas bendera atau perbaikan badan jalan diperlintasan sehingga kendaraan yang melintas dapat lancar) ● Semua kendaraan dan peralatan harus dilengkapi alat peredam suara ● Semua kendaraan dan peralatan harus menghasilkan gas buang yang sesuai dengan standar baku mutu udara ● Mendisiplinkan para pekerja untuk mematuhi prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pemakaian/penggunaan pakaian maupun peralatan pengaman/pelindung kerja ● Memberikan asuransi kecelakan atau kematian terhadap pekerja ● Membatasi beban transportasi kendaraan yang di izinkan melalui jalan tersebut ● Membuang sisa aspal pada tempat yang telah disetujui 1. Lapis perekat/lapis resap pengikat.17.(2) 6..17.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS Jenis Kegiatan Kegiatan Ada Tidak 3 Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 ………………………………….1(7) 1.1(*) 13. ● Terbentuknya kubangan-kubangan.2(10) Material Gunung ● Suara akibat peledakan ● Debu akibat peledakan ● Getaran ● Penurunan dan gangguan nilai visual / bentang alam ● Terjadinya longsor akibat pengundulan tanaman ● Dampak Lainnya : …………………………………. Lapis pondasi.

4.2 (3) 1.2 19.1. bambu. Sedimentasi dan Gangguan Aliran Air 8. Jembatan termasuk penulangan dan bekesting ● Gangguan lalu lintas ● Kerusakan jalan/jembatan yang dilalui ● Gangguan terhadap kenyamanan dan kelancaran lalu lintas 1..1(d) 1.Strategic Roads Infrastructure Project ARPLS Jenis Kegiatan Kegiatan Ada Tidak 3 Dampak Negatif Yang Timbul Ada 4 ● Dampak Lainnya : ………………………………….8.(2) 6.Syarat-syarat Kontrak Pelaksanaan Pemantauan Nama Jabatan Tanggal TTD : : : : : Analisis dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ARPLS/ESAMP) Appendix E 5 ..3 (4) 1. 5 Efek Dampak Tidak Ada 6 Tidak Jelas 7 Upaya Pengelolaan Spesifikasi Kontrak Pelaksanaan dilapangan Ada Tidak 11 Catatan (Kendala / Tindak lanjut) 1 2 8 ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… ● Rute lalu lintas sementara dipersiapkan kontraktor selama pelaksanaan ● Membatasi beban transportasi kendaraan yang di izinkan melalui jalan tersebut ● Membuat pengaturan lalu lintas (memakai petugas bendera dan memasang rambu lalu lintas atau pembatas) dilokasi pekerjaan ● Pengaturan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan ● Menghindari/mencegah kemacetan lalu lintas yang terdapat pada perlintasanperlintasan sebidang (dengan pengaturan petugas bendera atau perbaikan badan jalan diperlintasan sehingga kendaraan yang melintas dapat lancar) ● Mendisiplinkan para pekerja untuk mematuhi prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pemakaian/penggunaan pakaian maupun peralatan pengaman/pelindung kerja ● Memberikan asuransi kecelakan atau kematian terhadap pekerja ● Semua kendaraan dan peralatan harus dilengkapi alat peredam suara ● Semua kendaraan dan peralatan harus menghasilkan gas buang yang sesuai dengan standar baku mutu udara ● Penetapan lokasi bangunan bawah jembatan dengan memperhatikan arah aliran air sungai (desain) ● Mencegah ceceran material kesungai selama peklerjaan abutment ● Pekerjaan Struktur pada musim kering ● Pembersihan sisa material seperti batu. kayu dll.33 (3) ● Dampak Lainnya : …………………………………. Keterangan : (*) . stabilisasi kemiringan dengan penanaman rumput dissusaikan dengan kondisi stempat ● Upaya pengelolaan lainnya : ………………………………………………………… Mengetahui Nama Jabatan Tanggal TTD : : : : : 9 10 12 Pek.5.17.8.2 (2) ● Kecelakaan kerja ● Pencemaran udara dan kebisingan ● Perubahan aliran sungai ● Polusi / Penurunan Kualitas Air ● Erosi Pinggir Sungai.8.2 (1) 1.17.1 13. ● Rehabilitasi kerusakan lingkungan disekitar sungai dengan penanaman pohon.1(7) 1.Beton.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful