Anda di halaman 1dari 7

Faktor Penting Sebelum Memilih Investasi Tanah Published December 9, 2011 | By admin Investasi tanah dinilai sangat menjanjikan

karena keuntungan investasi ini setia p tahun terus meningkat diiringi harga yang juga ikut melonjak. Sebelum berinves tasi tanah ada baiknya kita kita memperhatikan faktor-faktor dibawah ini agar ki ta tidak salah pilih tanah untuk investasi : 1. Tanah setengah matang Tanah setengah matang adalah tanah berprospek yang terletak di luar daerah pemuk iman atau yang masih jarang bangunannya. Prospek tanah 1/2 matang dapat dilihat dari ada tidaknya rencana pembangunan di daerah tersebut. Pembangunan ini melipu ti jalan protokol, fasilitas umum seperti pasar dan lain-lain. Akan lebih berpro spek lagi jika tanah 1/2 matang tersebut dilalui oleh kendaraan umum. 2. Jarak dari pusat kota Semakin dekat lokasi tanah dari pusat kota, semakin mahal pula harganya. Namun jika ditinjau dari segi bisnis dan investasi tanah yang jauh dari pusat kota pun tidak kalah prospektifnya. Ketika bicara soal bisnis dan investasi, bukan mahal atau tidaknya tanah yang menjadi satu-satunya pertimbahangan. Seberapa besar pr osentase keuntungan yang akan didapatkan. Tanah di pusat kota mungkin bisa kita jual dengan harga mahal, karena ketika membeli boleh jadi memang sudah mahal. Ta pi tanah di daerah pinggiran namun bisa terjual dengan mahal bisa jadi lebih men guntungkan karena pada umumnya harga tanah di pinggiran lebih murah. 3. Bentuk tanah Tanah yang ideal adalah tanah yang berbentuk persegi. Persegi panjang juga cukup bagus selama lebar muka sekitar 40-75% dari panjangnya. Selain itu kedataran ta nah juga perlu dipertimbangkan. Untuk mendirikan bangunan, tentu orang akan memi lih tanah yang datar. Tanah yang tidak datar bisanya memaksa orang untuk melakuk an pengurugan yang menambah biaya. Jika kita berpikiran sebagai pembeli, kita te ntu akan mempertimbangkan hal ini dalam negosiasi harga. 4. Ukuran Tanah Membeli tanah di daerah yang menjadi calon daerah elit atau tempat orang berkema mpuan ekonomi tinggi sebaiknya kita pilih yang berukuran lebar. Minimal 400m2. O rang-orang berkemampuan ekonomi tinggi biasanya memiliki kebutuhan hidup yang ti nggi pula. Tanah yang kecil tentu bukan menjadi pilihan mereka. Sebaliknya, untu k tanah di daerah orang berkemampuan ekonomi menengah kebawah, tanah berukuran s edang atau kecil bisa menjadi pilihan bagus, misalnya; 90m2, 120m2, dan maksimal 200m2. 5. Hadap Tanah Secara umum, tanah yang diminati adalah tanah yang menghadap ke arah utara atau selatan. Alasannya sederhana, tanah yang menghadap ke arah utara atau selatan me miliki penyinaran matahari yang merata sepanjang tahun. Sedangkan pilihan beriku tnya adalah tanah yang menghadap ke arah timur. Tanah yang menghadap ke arah tim ur memperoleh penyinaran matahari pagi yang menghangatkan dan baik bagi kesehata n. 6. Sebelah tanah Tanah yang bersebelahan dengan makam pada umumnya jarang diminati. 7. Kepadatan dan Kerataan Tanah Sebagian kalangan mau membayar tanah pekarangan lebih mahal daripada tanah sawah . Tapi tentu saja, pada beberapa kasus seperti tanah pekarangan yang kurang mera ta atau dari bekas urugan sampah, masih perlu pembenahan dengan menambah urugan tambahan agar kepadatan tanah menjadi lebih solid. 8. Keamanan

Yang ini tidak perlu kita bahas lebih detail. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa tanah yang terletak di daerah yang aman harganya berpeluang untuk menjadi lebih mahal dibandingkan tanah dengan kondisi yang sama namun rawan kejahatan. 9. Legalitas Legalitas lagi-lagi merupakan hal utama yang harus kita perhatikan. Legalitas ad alah bukti bahwa seseorang memiliki hak atas tanah. Macam kepemilikannya pun ber beda-beda ada hak pakai, hak sewa, hak guna bangunan, hak milik dll. Diantara be berapa hak tersebut, kepemilikan yang paling kuat atas tanah adalah hak milik ya ng tertuang dalam Sertifikat Hak Milik atau SHM. 10. Rencana Pembangunan Sebaiknya ketika anda ingin berinvestasi tanah anda harus mencari info akan dija dikan apa lokasi sekitar tanah 1-10 tahun kedepannya. Jadi anda bisa memperkirak an bagaimana hasil lonjakan harga tanah yang akan anda beli.

Nama: Nomor: 899 Isi: Pulsa anda telah bertambah sebesar 50000. Total pulsa anda saat ini 50500. Waktu: 07/04/2012 10:23:42 Prioritas pesan teks: Normal FNET Regular Bulanan user:k5zdiolj@free, passwd:81B6F088.Aktif s/d 07-05-12 09:3 8.User/Passwd hrs benar utk mendapatkan layanan data. Waktu: 07/04/2012 18:29:02 Prioritas pesan teks: Normal Dasar-dasar Falsafah Hidup Kejawen: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Brbudi Bawale ksana, Ngudi Sejatining Becik Perpustakaan pelestarian budaya Yogyakarta Ketuhanan 1. Pangeran iku siji, ana ing ngendi papan langgeng, sing nganakake jagad iki sa isine, dadi sesembahane wong sak alam kabeh, nganggo carane dhewe-dhewe. (Tuhan itu tunggal, ada di mana-mana, yang menciptakan jagad raya seisinya, disembah se luruh manusia sejagad dengan caranya masing-masing) 2. Pangeran iku ana ing ngendi papan, aneng siro uga ana pangeran, nanging aja s iro wani ngaku pangeran. (Tuhan ada di mana saja, di dalam dirimu juga ada, namu n kamu jangan berani mengaku sebagai Tuhan) 3. Pangeran iku adoh tanpa wangenan, cedhak tanpa senggolan. (Tuhan itu berada j auh namun tidak ada jarak, dekat tidak bersentuhan) 4. Pangeran iku langgeng, tan kena kinaya ngapa, sangkan paraning dumadi. (Tuhan itu abadi dan tak bisa diperumpamakan, menjadi asal dan tujuan kehidupan) 5. Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iku dudu Pangeran. (Tuhan itu bi sa mewujud namun perwujudannya bukan Tuhan) 6. Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, akarya alam saisine, kang katon lan kang o ra kasat mata. (Tuhan berkuasa tanpa alat dan pembantu, mencipta alam dan seluru h isinya, yang tampak dan tidak tampak) 7. Pangeran iku ora mbedak-mbedakake kawulane. (Tuhan itu tidak membeda-bedakan (pilih kasih) kepada seluruh umat manusia) 8. Pangeran iku maha welas lan maha asih, hayuning bawana marga saka kanugrahani ng Pangeran. (Tuhan Maha Belas-Kasih, bumi terpelihara berkat anugrah Tuhan) 9. Pangeran iku maha kuwasa, pepesthen saka karsaning Pangeran ora ana sing bisa murungake. (Tuhan itu Mahakuasa, takdir ditentukan atas kehendak Tuhan, tiada y ang bisa membatalkan kehendak Tuhan)

10. Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran. (Kehidupan berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan) 11. Pangeran iku ora sare. (Tuhan tidak pernah tidur) 12. Beda-beda pandumaning dumadi. (Tuhan membagi anugrah yang berbeda-beda) 13. Pasrah marang Pangeran iku ora ateges ora gelem nyambut gawe, nanging percay a yen Pangeran iku maha Kuwasa. Dene kasil orane apa kang kita tuju kuwi saka ka rsaning Pangeran. (Pasrah kepada Tuhan bukan berarti enggan bekerja, namun perca ya bahwa Tuhan Menentukan) 14. Pangeran nitahake sira iku lantaran biyung ira, mulo kudu ngurmat biyung ira . (Tuhan mencipta manusia dengan media ibumu, oleh sebab itu hormatilah ibumu) 15. Sing bisa dadi utusaning Pangeran iku ora mung jalma manungsa wae. (Yang bis a menjadi utusan Tuhan bukan hanya manusia saja) 16. Purwa madya wasana. (zaman awal/ sunyaruri, zaman tengah/ mercapada, zaman a khir/ keabadian) 17. Owah gingsiring kahanan iku saka karsaning Pangeran kang murbeng jagad. (Ber ubahnya keadaan itu atas kehendak Tuhan yang mencipta alam) 18. Ora ana kasekten sing madhani pepesthen awit pepesthen iku wis ora ana sing bisa murungake. (Tak ada kesaktian yang menyamai takdir Tuhan, sebab takdir itu tidak ada yang bisa membatalkan) 19. Bener kang asale saka Pangeran iku lamun ora darbe sipat angkara murka lan s eneng gawe sangsaraning liyan. (Bener yang menurut Tuhan itu bila tidak memiliki sifat angkara murka dan gemar membuat kesengsaraan orang lain) 20. Ing donya iki ana rong warna sing diarani bener, yakuwi bener mungguhing Pan geran lan bener saka kang lagi kuwasa. (Kebenaran di dunia ada dua macam, yakni benar menurut Tuhan dan benar menurut penguasa) 21. Bener saka kang lagi kuwasa iku uga ana rong warna, yakuwi kang cocok karo b enering Pangeran lan kang ora cocok karo benering Pangeran. (Benar menurut pengu asa juga memiliki dua macam jenis yakni cocok dengan kebenaran menurut Tuhan dan tidak cocok dengan kebenaran Tuhan) 22. Yen cocok karo benering Pangeran iku ateges bathara ngejawantah, nanging yen ora cocok karo benering Pangeran iku ateges titisaning brahala. (Kebenaran yang sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, itu berarti tuhan yang mewujud, namun bi la tidak sesuai dengan kebenaran menurut Tuhan, berarti penjelmaan angkara) 23. Pangeran iku dudu dewa utawa manungsa, nanging sakabehing kang ana iki uga d ewa lan manungsa asale saka Pangeran. (Tuhan itu bukan dewa atau manusia, namun segala yang ada (dewa dan manusia) adanya berasal dari Tuhan. 24. Ala lan becik iku gandengane, kabeh kuwi saka karsaning Pangeran. (Keburukan dan kebaikan merupakan satu kesatuan, semua itu sudah menjadi rumus/kehendak Tu han) 25. Manungsa iku saka dating Pangeran mula uga darbe sipating Pangeran. (Manusia berasal dari zat Tuhan, maka manusia memiliki sifat-sifat Tuhan) 26. Pangeran iku ora ana sing Padha, mula aja nggambar-nggambarake wujuding Pang eran. (Tidak ada yang menyerupai Tuhan, maka janganlah melukiskan dan menggambar kan wujud tuhan) 27. Pangeran iku kuwasa tanpa piranti, mula saka kuwi aja darbe pangira yen manu ngsa iku bisa dadi wakiling Pangeran. (Tuhan berkuasa tanpa perlu pembantu, maka jangan menganggap manusia menjadi wakil Tuhan di bumi) 28. Pangeran iku kuwasa, dene manungsa iku bisa. (Tuhan itu Mahakuasa, sementara itu manusia hanyalah bisa) 29. Pangeran iku bisa ngowahi kahanan apa wae tan kena kinaya ngapa. (Tuhan mamp u merubah keadaan apa saja tanpa bisa dibayangkan/perumpamakan) 30. Pangeran bisa ngrusak kahanan kang wis ora diperlokake, lan bisa gawe kahana n anyar kang diperlokake. (Tuhan mampu merusak keadaan yang tidak diperlukan lag i, dan bisa membuat keadaan baru yang diperlukan) 31. Watu kayu iku darbe dating Pangeran, nanging dudu Pangeran. (Batu dan kayu a dalah milik zat Tuhan, namun bukanlah Tuhan) 32. Manungsa iku bisa kadunungan dating Pangeran, nanging aja darbe pangira yen manungsa mau bisa diarani Pangeran. (Di dalam manusia dapat bersemayam zat tuhan , akan tetapi jangan merasa bila manusia boleh disebut Tuhan) 33. Titah alus lan titah kasat mata iku kabeh saka Pangeran, mula aja nyembah ti

tah alus nanging aja ngina titah alus. (Makhluk halus dan makhluk kasar/wadag se muanya berasal dari tuhan, maka dari itu jangan menyembah makhluk halus, namun j uga jangan menghina makluk halus) 34. Samubarang kang katon iki kalebu titah kang kasat mata, dene liyane kalebu t itah alus. (Semua yang tampak oleh mata termasuk makhluk kasat mata, sedangkan l ainnya termasuk makhluk halus) 35. Pangeran iku menangake manungsa senajan kaya ngapa. (Tuhan memenangkan manus ia walaupun seperti apa manusia itu) 36. Pangeran maringi kawruh marang manungsa bab anane titah alus mau. (Tuhan mem berikan pengetahuan kepada manusia tentang eksistensi makhluk halus) 37. Titah alus iku ora bisa dadi manungsa lamun manungsa dhewe ora darbe penyuwu n marang Pangeran supaya titah alus mau ngejawantah. (Makhluk halus tidak bisa m enjadi manusia bila manusia tidak punya permohonan kepada Tuhan agar makhluk hal us menampakkan diri) 38. Sing sapa wani ngowahi kahanan kang lagi ana, iku dudu sadhengah wong, nangi ng minangka utusaning Pangeran. (Siapa yang berani merubah keadaan yang terjadi, bukanlah sembarang orang, namun sebagai utusan tuhan) 39. Sing sapa gelem nglakoni kabecikan lan ugo gelem lelaku, ing tembe bakal tam pa kanugrahaning Pangeran. (Siapa saja yang bersedia melaksanakan kebaikan dan j uga mau lelaku prihatin, kelak akan memperoleh anugrah tuhan) 40. Sing sapa durung ngerti lamun piyandel iku kanggo pathokaning urip, iku seja tine durung ngerti lamun ana ing donyo iki ono sing ngatur. (siapa yang belum pa ham, lalu menganggap sipat kandel itu sebagai rambu-rambu hidup, yang demikian i tu sesungguhnya belum memahami bila di dunia ini ada yang mengatur) 41. Sakabehing ngelmu iku asale saka Pangeran kang Mahakuwasa. (Semua ilmu beras al dari Tuhan yang Mahakuasa) 42. Sing sapa mikani anane Pangeran, kalebu urip kang sempurna. (Siapa yang meng etahui adanya Tuhan, termasuk hidup dalam kesempurnaan)

Kebatinan 1. Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira. (Lahirnya manusia karena berkat adanya kedua orang tua) 2. Manungsa iku kanggonan sipating Pangeran. (Di dalam manusia tedapat sifat-sif at Tuhan) 3. Titah alus iku ana patang warna, yakuwi kang bisa mrentah manungsa nanging ya bisa mitulungi manungsa, kapindho kang bisa mrentah manungsa nanging ora mitulu ngi manungsa, katelu kang ora bisa mrentah manungsa nanging bisa mitulungi manun gsa, kapat kang ora bisa mrentah manungsa nanging ya ora bisa mrentah manungsa. (Makhluk halus ada empat macam, pertama ; yang bisa memerintah manusia namun bis a juga menolong manusia. Kedua; yang bisa memerintah manusia namun tidak bisa me nolong manusia. Ketiga ; yang tidak bisa memerintah manusia namun bisa menolong manusia. Keempat ; yang tidak bisa memerintah anusia namun juga tak bisa diperin tah manusia. 4. Lelembut iku ana rong warna, yakuwi kang nyilakani lan kang mitulungi. (Makhl uk halus ada dua macam; yang mencelakai dan yang menolong) 5. Guru sejati bisa nuduhake endi lelembut sing mitulungi lan endi lelembut kang nyilakani. (Guru Sejati bisa memberikan petunjuk mana makhluk halus yang bisa m enolong dan mana yang mencelakakan) 6. Ketemu Gusti iku lamun sira tansah eling. ( Bertemu Tuhan dapat dicapai dengan c ara selalu eling) 7. Cakra manggilingan. (Kehidupan manusia akan seperti roda yang selalu berputar , kadang di bawah kadang di atas. Hukum sebab akibat dan memungkinkan terjadi pe nitisan) 8. Jaman iku owah gingsir. (Zaman akan selalu mengalami perubahan) 9. Gusti iku dumunung ana atining manungsa kang becik, mulo iku diarani Gusti ik u bagusing ati. (Tuhan berada di dalam hati manusia yang baik, oleh sebab itu di sebut Gusti (bagusing ati) 10. Sing sapa nyumurupi dating Pangeran iku ateges nyumurupi awake dhewe. Dene k

ang durung mikani awake dhewe durung mikani dating Pangeran. (Siapa yang mengeta hui zat Tuhan berarti mengetahui dirinya sendiri. Sedangkan bagi yang belum mema hami jati dirinya sendiri maka tidak mengetahui pula zat Tuhan) 11. Kahanan donya ora langgeng, mula aja ngegungake kesugihan lan drajat ira, aw it samangsa ana wolak-waliking jaman ora ngisin-ngisini. (Keadaan dunia tidaklah abadi, maka jangan mengagungkan kekayaan dan derajat pangkat, sebab bila sewakt u-waktu terjadi zaman serba berbalik tidak menderita malu) 12. Kahanan kang ana iki ora suwe mesthi ngalami owah gingsir, mula aja lali mar ang sapadha-padhaning tumitah. (Keadaan yang ada sekarang ini tidak akan berlang sung lama pasti akan mengalami perubahan, maka dari itu janganlah lupa kepada se sama makhluk hidup ciptaan Tuhan) 13. Lamun sira kepengin wikan marang alam jaman kelanggengan, sira kudu weruh al amira pribadi. Lamun sira durung mikan alamira pribadi adoh ketemune. (Bila kamu ingin mengetahui alam di zaman kelanggengan. Kamu harus memahami alam jati diri (jagad alit), bila kamu belum paham jati dirimu, maka akan sulit untuk menemuka n (alam kelanggengan) 14. Yen sira wus mikani alamira pribadi, mara sira mulanga marang wong kang duru ng wikan. (Jika kamu sudah memahami jati diri, maka ajarilah orang-orang yang be lum memahami) 15. Lamun sira wus mikani alamira pribadi, alam jaman kelanggengan iku cedhak ta npa senggolan, adoh tanpa wangenan. (Bila kamu sudah mengetahui sejatinya diri p ribadi, tempat zaman kelanggengan itu seumpama dekat tanpa bersentuhan, jauh tan pa jarak) 16. Lamun sira durung wikan alamira pribadi mara takono marang wong kang wus wik an. (Bila anda belum paham jati diri pribadi, datang dan tanyakan kepada orang y ang telah paham) 17. Lamun sira durung wikan kadangira pribadi, coba dulunen sira pribadi. (Bila anda belum paham saudaramu yang sejati, carilah hingga ketemu dirimu pribadi) 18. Kadangira pribadi ora beda karo jeneng sira pribadi, gelem nyambut gawe. ( Sau dara sejati mu tidak berbeda dengan diri pribadimu, bersedia bekerja) 19. Gusti iku sambaten naliko sira lagi nandang kasangsaran. Pujinen yen sira la gi nampa kanugrahaning Gusti. (Pintalah Tuhan bila anda sedang menderita kesengs araan, pujilah bila anda sedang menerima anugrah) 20. Lamun sira pribadi wus bisa caturan karo lelembut, mesthi sira ora bakal nga la-ala marang wong kang wus bisa caturan karo lelembut. (Bila anda sudah bisa be rcakap-cakap dengan makhluk halus, pasti anda tidak akan menghina dan mencela or ang yang sudah bisa bercakap-cakap dengan makhluk halus) 21. Sing sapa nyembah lelembut iku keliru, jalaran lelembut iku sejatine rowangi ra, lan ora perlu disembah kaya dene manembah marang Pangeran. (Siapa yang menye mbah lelembut adalah tindakan keliru, sebab lelembut sesungguhnya teman mu sendi ri) 22. Weruh marang Pangeran iku ateges wis weruh marang awake dhewe, lamun durung weruh awake dhewe, tangeh lamun weruh marang Pangeran. (Memahami tuhan berarti s udah memahami diri sendiri, jika belum memahami jati diri, mustahil akan memaham i Tuhan) 23. Sing sapa seneng ngrusak katentremane liyan bakal dibendu dening Pangeran la n diwelehake dening tumindake dhewe. (Siapa yang gemar merusak ketentraman orang lain, pasti akan dihukum oleh Tuhan dan dipermalukan oleh perbuatannya sendiri) 24. Lamun ana janma ora kepenak, sira aja lali nyuwun pangapura marang Pangerani ra, jalaran Pangeranira bakal aweh pitulungan. (Walaupun mengalami zaman susah, namun janganlah lupa mohon ampunan kepada Tuhan, sebab Tuhan akan memberikan per tolongan) 25. Gusti iku dumunung ana jeneng sira pribadi, dene ketemune Gusti lamun sira t ansah eling. (Tuhan ada di dalam diri pribadi, dapat anda ketemukan dengan cara selalu eling) Filsafat Kemanusiaan 1. Rame ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana. (Giat bekerja/membantu dengan tanpa pamrih, memelihara alam semesta /mengendalikan nafsu) 2. Manungsa sadrema nglakoni, kadya wayang umpamane. (Manusia sekedar menjalani apa adanya, seumpama wayang)

3. Ati suci marganing rahayu. (Hati yang suci menjadi jalan menuju keselamatan j iwa dan raga) 4. Ngelmu kang nyata, karya reseping ati. (Ilmu yang sejati, membuat tenteram di hati) 5. Ngudi laku utama kanthi sentosa ing budi. (Menghayati perilaku mulia dengan b udi pekerti luhur) 6. Jer basuki mawa beya. (Setiap usaha memerlukan beaya) 7. Ala lan becik dumunung ana awake dhewe. (Kejahatan dan kebaikan terletak di d alam diri pribadi) 8. Sing sapa lali marang kebecikaning liyan, iku kaya kewan. (Siapa yang lupa ak an amal baik orang lain, bagaikan binatang) 9. Titikane aluhur, alusing solah tingkah budi bahasane lan legawaning ati, darb e sipat berbudi bawaleksana. (Ciri khas orang mulia yakni, perbuatan dan sikap b atinnya halus , tutur kata yang santun, lapang dada, dan mempunyai sikap wibawa luhur budi pekertinya) 10. Ngunduh wohing pakarti. (Orang dapat menerima akibat dari ulahnya sendiri) 11. Ajining dhiri saka lathi lan budi. (Berharganya diri pribadi tergantung ucap an dan akhlaknya) 12. Sing sapa weruh sadurunge winarah lan diakoni sepadha-padhaning tumitah iku kalebu utusaning Pangeran. (Siapa yang mengetahui sebelum terjadi dan diakui ses ama manusia, ia termasuk utusan tuhan) 13. Sing sapa durung wikan anane jaman kelanggengan iku, aja ngaku dadi janma li nuwih. (Siapa yang belum paham adanya zaman keabadian, jangan mengaku menjadi or ang linuwih) 14. Tentrem iku saranane urip aneng donya. (Ketenteraman adalah sarana menjalani kehidupan di dunia) 15. Yitna yuwana lena kena. (Eling waspdha akan selamat, yang lengah akan celaka ) 16. Ala ketara becik ketitik. (Yang jahat maupun yang baik pasti akan terungkap juga) 17. Dalane waskitha saka niteni. (Cara agar menjadi awas, adalah berawal dari si kap cermat dan teliti) 18. Janma tan kena kinira kinaya ngapa. (Manusia sulit diduga dan dikira) 19. Tumrap wong lumuh lan keset iku prasasat wisa, pangan kang ora bisa ajur iku kena diarani wisa, jalaran mung bakal nuwuhake lelara. (Bagi manusia, fakir dan malas menjadi bisa/racun, makanan yang tak bisa hancur dapat disebut sebagai bi sa/racun, sebab hanya akan menimbulkan penyakit) 20. Klabang iku wisane ana ing sirah. Kalajengking iku wisane mung ana pucuk bun tut. Yen ula mung dumunung ana ula kang duwe wisa. Nanging durjana wisane dumunu ng ana ing sekujur badan. (Racun bisa Lipan terletak di kepala, racun bisa kalaj engking ada di ujung ekor, racun bisa ular hanya ada pada ular yang berbisa, nam un manusia durjana racun bisanya ada di sekujur badan) 21. Geni murub iku panase ngluwihi panase srengenge, ewa dene umpama ditikelake loro, isih kalah panas tinimbang guneme durjana. (Nyala api panasnya melebihi pa nas matahari, namun demikian umpama panas dilipatgandakan, masih kalah panas dar ipada ucapan orang durjana) 22. Tumprape wong linuwih tansah ngundi keslametaning liyan, metu saka atine dhe we. (Bagi orang linuwih selalu berupaya menjaga keselamatan untuk sesama, yang k eluar dari niat suci diri pribadi) 23. Pangucap iku bisa dadi jalaran kebecikan. Pangucap uga dadi jalaraning pati, kesangsaran, pamitran. Pangucap uga dadi jalaraning wirang. (Ucapan itu dapat m enjadi sarana kebaikan, sebaliknya ucapan bisa pula menyebabkan kematian, keseng saraan. Ucapan bisa menjadi penyebab menanggung malu) 24. Sing bisa gawe mendem iku: 1) rupa endah; 2) bandha, 3) dharah luhur; 4) eno m umure. Arak lan kekenthelan uga gawe mendem sadhengah wong. Yen ana wong sugih , endah warnane, akeh kapinterane, tumpuk-tumpuk bandhane, luhur dharah lan isih enom umure, mangka ora mendem, yakuwi aran wong linuwih. (Penyebab orang menjad i lupa diri adalah : gemerlap hidup, harta, kehormatan, darah muda. Arak dan min uman juga membuat mabuk sementara orang. Namun bila ada orang kaya, tampan rupaw

an, banyak kepandaiannya, hartanya melimpah, terhormat, dan masih muda usia, nam un semua itu tidak membuat lupa diri, itulah orang linuwih) 25. Sing sapa lena bakal cilaka. (Siapa terlena akan celaka) 26. Mulat salira, tansah eling kalawan waspada. (Jadi orang harus selalu mawas d iri, eling dan waspadha) 27. Andhap asor. (Bersikap sopan dan santun) 28. Sakbegja-begjane kang lali luwih begja kang eling klawan waspada. (Seberuntu ngnya orang lupa diri, masih lebih beruntung orang yang eling dan waspadha) 29. Sing sapa salah seleh. (Siapapun yang bersalah akan menanggung celaka) 30. Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake. (Bertanding tanpa bala bantuan) 31. Sugih ora nyimpen. (Orang kaya namun dermawan) 32. Sekti tanpa maguru. (Sakti tanpa berguru, alias dengan menjalani laku prihat in yang panjang) 33. Menang tanpa ngasorake. (Menang tanpa menghina) 34. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. (Yang mengganggu akan lebur, yang men ghalangi akan hancur) 35. Mumpung anom ngudiya laku utama. (Selagi muda berusahalah selalu berbuat bai k) 36. Yen sira dibeciki ing liyan, tulisen ing watu, supaya ora ilang lan tansah k elingan. Yen sira gawe kebecikan marang liyan tulisen ing lemah, supaya enggal i lang lan ora kelingan. (Jika kamu menerima kebaikan orang lain, tulislah di atas batu supaya tidak hilang dari ingatan. Namun bila kamu berbuat baik kepada oran g lain hendaknya ditulis di atas tanah, supaya segera hilang dari ingatan) 37. Sing sapa temen tinemu. (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) 38. Melik nggendhong lali. (Pamrih menyebabkan lupa diri) 39. Kudu sentosa ing budi. (Harus selamat ke dalam jiwa) 40. Sing prasaja. (Menjadi orang harus bersikap sabar) 41. Balilu tau pinter durung nglakoni. (Orang bodoh yang sering mempraktekan, ka lah pandai dengan orang pinter namun belum pernah mempraktekan) 42. Tumindak kanthi duga lan prayogo. (Bertindak dengan penuh hati-hati dan teli ti/tidak sembrono) 43. Percaya marang dhiri pribadi. (Bersikaplah percaya diri) 44. Nandur kebecikan. (Tanamlah selalu kebaikan) 45. Janma linuwih iku bisa nyumurupi anane jaman kelanggengan tanpa ngalami pral aya dhisik. (Manusia linuwih adalah dapat mengetahui adanya zaman keabadian tanp a harus mati lebih dulu) 46. Sapa kang mung ngakoni barang kang kasat mata wae, iku durung weruh jatining Pangeran. (Siapa yang hanya mengakui hal-hal kasat mata saja, itulah orang yang belum memahami sejatinya Tuhan) 47. Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah ru mangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kalok a iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking. (Bil a anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu me rasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terke nal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang ke ring) 48. Sing sapa gelem gawe seneng marang liyan, iku bakal oleh wales kang luwih ge dhe katimbang apa kang wis ditindakake. (Barang siapa gemar membuat orang lain b ahagia, anda akan mendapatkankan balasan yang lebih besar dari apa yang telah an da lakukan)