P. 1
Bab 1 Potensi Ekonomi Pesantren

Bab 1 Potensi Ekonomi Pesantren

|Views: 155|Likes:
Dipublikasikan oleh r4v3n5

More info:

Published by: r4v3n5 on May 15, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2012

pdf

text

original

BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.

Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012

KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT., yang telah memberikan rahmat, taufiq serta hidayahnya, sehingga laporan pendahuluan ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam, kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengarahkan kita kepada jalan yang benar dan jalan yang lurus sesuai dengan ajaran Islam. Mengingat pentingnya Pengembangan potensi ekonomi pesantren, untuk menjadikan pesantren berdaulat secara ekonomi dan memberikan dampak sosioekonomi yang luas bagi masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Situbondo, menarik untuk kita amati secara mendalam. Sehingga, paling tidak, kita memiliki gambaran atau pengetahun, bahwa peran pesantren sangat vital dalam realitas social-ekonomi masyarakat. Tentu, tidak hanya dalam hal-hal yang berkaitan dengan amalaiyah keagamaan, namun secara objektif, Pesantren bisa memberikan akses ekonomi terhadap santri dan masyarakat disekitarnya secara berkelanjutan, sehingga fungsi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat menjadi jembatan untuk membantu biaya operasional pendidikan secara internal dan ekonomi masyarakat umum. Harapannya dari penelitian ini, untuk mengetahui perkembangan dan potensi-potensi ekonomi pesantren di Kabupaten Situbondo khususnya di Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.Panji kabupaten Situbondo. Sehingga, informasi yang masuk tersebut perlu untuk dideskripsikan, lebih lanjut agar semua pihak, baik dari kalangan pesantren sendiri maupun para pemerhati. Memiliki refrensi yang cukup serta Valid dalam mengambil sebuah kebijakan dalam proses-proses pemberdayaan khususnya pesantren sendiri dan masyarakat disekitar pesantren. Demikian pengantar dalam laporan pendahuluan ini, atas keterbatasan dan kekurangan, kami harapkan sebuah masukan yang bermanfaat. Semoga berguna di masa sekarang dan yang akan datang. Amiiin. Situbondo, 28 April 2012 Tim Penyusun

i

.........................................4 Pemberdayaan ekonomi dipondok pesantren........... Daftar isi..................................................................3............................Manfaat penelitian 1............................ .................................5........................................................................................................................... ii ........... 3...................................................................2..............................2 Tujuan Pemberdayaan ekonomi pesantren ....................... .........................Latar belakang masalah 1.........................2..........Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 DAFTAR ISI Pengantar...................................... Pendekatan penelitian...............................................................................................4............................................Fokus masalah 1........... Sumber data........... ........................................................................................... 3. Kondisi pondok pesantren................6.............................. i ii 1 1 5 5 6 6 8 10 10 13 14 17 23 23 23 24 24 27 28 29 29 39 1.................. Gambaran Umum Kabupaten Situbondo ...................................................................................... 3..........................................................................1..........................................................3.................... ................................................................................................... Bab IV Gambaran umum kabupaten Situbondo......................................... 4............ 2................................ Bab II Kerangka teoritik............................................. Tehnik pengumpulan data..............................................3 Kendala-kendala pemberdayaan ekonomin pesantren............................................. Keabsahan data......................... Bab I Pendahuluan.................................. 3................. .................................................................................Sistem pembahasan Bab III Metodologi penelitian.................................................. Jenis penelitian...................................................................Landasan hukum 1......... .....................................Tujuan penelitian 1.... 3..................1....................................................................................................................................... 2........................................................................................................................................................... 3................. Analisa data........................................... 4...............6........5..... 2....1.......................................1 Sekilas Tentang Dinamika Ekonomi Pesantren............................................................... 2............................................BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec...........................................2.....4....................................

.................................15................................................................ Produk dalam negeri......... Laporan akhir..........................14................................................................6..1......................................................... Pedoman pengumpulan data lapangan............... 5...........................5....................................................13..Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 Bab V Sistematika dan struktur organisasi kerja......... 5.................................................................... 5......... Keluaran...........................9...................................2. Jadwal Tahapan..................................... 5.................................................. Draf Laporan hasil..............17...................................... 5............................... Alih pengetahuan............. 5........................... Ruang lingkup kegiatan....... 5.7.................... Laporan pendahuluan............................................................... 5.............................. Persyaratan kerjasama...............11............................................................. 5....4.10.................................................................. Standart tekhnis.................8.................................. Daftar Pustaka 51 51 52 53 54 55 56 56 57 57 58 58 58 59 59 59 60 60 iii ......... 5....16.................. Substansi Penelitian. 5.................. Laporan antara ........................... Laporan bulanan....BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec........... 5.................. 5... Rencana kerja. 5............. 5............................................................................3............. 5....... Refrensi hukum................... 5....................................................... lingkup kewenangan penyedia jasa....................................................12...............

Terlebih lagi dewasa ini pondok pesantren telah mengalami berbagai pengembangan internal yang memungkinkan besarnya peluang pondok pesantren untuk berperan sabagai agen pembangunan dalam rangka menjembatani dan memecahkan persoalan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Pondok pesantren yang cukup besar jumlahnya dan tersebar di wilayah pedesaan.Pondok pesantren dengan tenaga-tenaga usia muda yang dimiliki merupakan SDM yang potensial tidak hanya dalam menyebarkan ilmu agama namun juga dalam penyebaran informasi dan inovasi-inovasi khususnya di sector ekonomi. pesantren mempunyai peran besar dalam pembinaan umat. Latar Belakang Masalah Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Tertua dalam sejarah nasional yang hingga kini masih merupakan asset bangsa yang cukup mengakar dalam kehidupan masyarakat.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 BAB I PENDAHULUAN 1. pembinaan umat dan kegiatan sosial lainnya. kegiatan tidak lagi terbatas pada pendidikan agama. menjadikan lembaga ini memiliki posisi yang strategis dalam mengemban peranperan vital pengembangan pendidikan maupun sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dalam konteks ini. tetapi juga telah merambah pada kegiatan ekonomi. 4 . mencerdaskan masyarakat. dan memiliki potensi untuk menjadi pelopor pembangunan masyarakat kedepan. dakwah. Pondok pesantren dapat dilihat sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah mencetak kader-kader ulama. Cakupan kegiatan pondok pesantren semakin luas dan mendalam. maka pondok pesantren dipandang memiliki potensi besar dalam pembangunan di disektor ekonomi Riil yaitu di dalam mengembangkan agribisnis. Mengingat pondok pesantren terdapat di daerah pedesaan dengan usaha pokok pembinaannya di bidang keduniawian perlu untuk lebih diintensifkan kearah yang lebih produktif. Sebagai lembaga dakwah. Selama ini kegiatan di pondok pesantren lebih banyak diarahkan pada kegiatan keagamaan sedangkan kegiatan keterampilan di bidang usaha dirasakan masih perlu untuk lebih ditingkatkan. berhasil menanamkan semangat kewiraswastaan. semangat berdikari.1.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.ketahanan pangan dan wirausaha lainnya.

demikian pula hasil produksi peternakan ayam yang dihasilkan pesantren C dipasarkan ke seluruh pesantren yang telah bekerjasama dalam jaringan usahanya. maka disetiap daerah yang memiliki pesantren tidak lagi membutuhkan Mart-Mart yang saat ini menjalar dan cenderung memasarkan produk-produk impor. semestinya diarahkan menjadi lembaga pasar komoditas hasil produksi pesantren bersangkutan. perusahaan air minum yang besar dan mempunyai Mini market yang tersebar di berbagai wilayah.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 Pondok pesantren dengan potensi SDM yang melimpah seharusnya bisa menjadikan badan usaha yang mampu bersaing di masyarakat umum. Kita bisa melihat Pondok pesantren Sidogiri yang mempunyai. Kerjasama usaha antar pesantren akan menciptakan kopontren masingmasing pesantren menjadi pasar seluruh barang yang dihasilkan oleh seluruh pesantren yang bekerjasama. Karena bukankah pengabdian kepada masyarakat adalah prinsip yang dipegang teguh oleh pesantren. 5 1 . Keberadaan kopontren di setiap daerah yang memasarkan hasil produksi seluruh pesantren di Indonesia akan memberikan ketenangan kepada masyarakat Pondok Pesantren Sidogiri menjadi Icon pesantren yang sukses mengembangkan Usaha disektor ekonomi baik Jasa perbankan maupun Barang 2 Misalnya pesantren A menjadi pemasok bahan baku bagi industri pakan ayam yang dikelola pesantren B. dan hasil produksi pakan ayam disalurkan kepada pesantren C yang mengelola peternakan ayam. dengan memproduksi barang yang berkualitas dengan harga jual yang terjangkau. Upaya pembuatan jaringan usaha antar pesantren yang diperkuat dengan lembaga kopontren diawali dengan kerjasama antar pesantren untuk saling memenuhi permintaan kebutuhan produksi dan pemasaran hasil produksi pesantren. bahkan cenderung menjadi pasar produk impor atau lebih banyak bergeser menjadi koperasi simpan pinjam.1 Kemandirian pondok pesantren dalam mengelola kelembagaan pendidikannya serta kemandirian dalam membiayai aktifitasnya merupakan potensi kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia.2Pola kerjasama yang terangkum dalam jaringan usaha pesantren dapat dikembangkan pada berbagai industri yang menjadi keahlian masing-masing pesantren. dengan demikian kopontren menjadi pasar kebutuhan hidup masyarakat disekitar pesantren. perbankan (BMT). Kehadiran koperasi pondok pesantren (Kopontren) yang selama ini belum memenuhi standar koperasi yang diharapkan dapat membantu ekonomi pondok pesantren dan masyarakat sekitar pesantren.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.

terlihat Kondisi masyarakat yang ada di Desa Tenggir Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo tergolong sangat sederhana secara ekonomi. Berdasarkan studi pendahuluan yang diambil dari satu Desa. hal ini terjadi karena kegiatan produksi yang berbasis keahlian pesantren dan keberadaan kopontren menjadi pusat pembelajaran kewirausahaan yang langsung dapat diimplementasi oleh santri. Terlebih pondok pesantren yang berada dikabupaten Situbondo yang dijuluki kota “Santri” dengan kuantitas 116 pesantren yang tercatat dan tersebar di 17 kecamatan dengan 136 Desa.3 Sedangkan Pesantren yang ada di Desa Tenggir Kec. Pada akhirnya dakwah yang dilakukan menjadi dakwah lahir bathin.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 Muslim Indonesia dalam mengkonsumsi kebutuhan hidupnya. mengingat masih banyak pesantren yang menggantungkan dana operasionalnya kepada Donatur dan Pemerintah. 15 % Wiraswasta dan 5 % Pegawai (guru).BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Selain itu Pesantren Raudlatul Mustarsyidin memiliki usaha berupa kapontren. Pesantren ini memiliki lembaga pendidikan formal dari MI s/d MA dan yaitu Madin (Madrasah Diniyah). 20 % Pedagang. pertanian dan usaha-usaha lainnya. komposisi Rata-rata pekerjaan di Desa tersebut yaitu : 60 % Petani.Keuntungan lain ketika jaringan usaha antar pesantren telah terwujud adalah lahirnya santri-santri yang mumpuni dalam ilmu-ilmu agama dan piawai dalam mengelola usaha untuk mengembangkan kehidupan ekonomi masyarakat. Situbondo sebanyak 1 Pesantren dengan nama Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin. Kondisi diatas merupakan gambaran ideal sekaligus tawaran yang sangat solutif dalam memberikan kemandirian kepada pesantren. 3 4 Sumber Data Kantor Desa Tenggir Observasi awal Pada Tanggal. Disamping usaha pesantren yang berkembang Pesantren Raudlatul Mustarsyidin juga memberikan usaha-usaha masyarakat tumbuh berkembang disekitar pesantren untuk memenuhi kebutuhan santri. 07-05-2012 6 .4 Dari potensi ekonomi pesantren yang di teliti diatas sebagai refrensi awal tentang potensi ekonomi pesantren maka dapat dapat diambil asumsi sementara sebagai berikut : bahwa pesantren tersebut Memiliki usaha baik berupa usaha perdagangan maupun usaha pertanian. tidak akan ada lagi lebel halal dalam kemasan barang yang diragukan. Panji Kab. tepatnya Desa Tenggir kecamatan Panji.

agrobisnis dan lain sebagainya. dapat dengan mudah mengakses ekonomi di pesantren-pesantren terdekat.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Selain asumsi awal tersebut pesantren Raudlatul Mustarsyidin dikabupaten Situbondo dapat menjadi sentra ekonomi masyarakat pedesaan dengan pemanfaatan Usaha dan kapontren yang ada. baik bagi masyarakat Situbondo Sendiri maupun Masyarakat diluar daerah Kabaupaten Situbondo. Sehingga simbiosa ekonomi antara pesantren dan masyarakat sekitar dapat berjalan secara simultan.2. maka rumusan penelitian sebagai berikut : 7 . Mengingat Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin di Desa Tenggir Kec. masyarakat yang notabenanya berada dipedesaan dengan kedekatan yang kuat dengan kultur pesantren. Oleh sebab itu pengkajian pengembangan potensi ekonomi tersebut ditarik pada suatu Freme pengkajian dengan judul penelitian “Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 Secara kuantitas pondok pesantren yang tersebar dikabupaten situbondo memiliki potensi besar dalam meningkatkankan pembangunan pada sektor ekonomi. jika masing-masing pesantren memiliki produk yang bisa bersaing dengan produk yang ada dipasaran. maka pesantren harus memiliki dana operasional yang tidak sedikit. Oleh sebab itu asumsi awal dari pengkajian potensi pengembangan ekonomi pesantren ini adalah adanya usaha-usaha yang dimiliki oleh pesantren untuk membiayai dana operasional pendidikan selain bantuan dari luar.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012. sebab ia merupakan sesuatu yang menjadi sasaran penelitian. baik hal itu berupa kapontren. karena Pesantren-pesantren disitubondo memiliki potensi yang cukup besar bagi perkembangan ekonomi. Panji dikabupten Situbondo harus dilakukan secara cepat dan akurat.Panji kabupaten Situbondo adalah wadah institusi pendidikan yang memiliki pembiayaan yang cukup besar. Dari diskripsi diatas maka pengkajian potensi ekonomi pondok pesantren Raudlatul Mustarsyidin kec. Dalam Analisis pengembangan potensi ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.Namun tingkat akselerasi usaha yang dilakukan oleh pesantren tersebut belum terjamah secara komprehensip oleh instansi-instansi yang terkait.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012”. 1.Fokus Masalah Dalam suatu penelitian rumusan masalah merupakan suatu hal yang sangat penting.

Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012. b.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren di kabupaten Situbondo adalah : a.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012. 1.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 b.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Potensi usaha yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.4. Peluang dan tantangan usaha yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi beberapa pihak. c. c. Untuk mengetahui Potensi usaha yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Untuk mengidentifikasi Faktor-faktor pendukung dan penghambat usaha yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Untuk mengidentifikasi Peluang dan tantangan usaha yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Pesantren 1) Pondok pesantren sebagai pelaku utama dapat melihat potensi ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat 2) Menjadikan pesantren sebagai media sentra ekonomi masyarakat pedesaan 3) Menjadikan pesantren mampu berdiri sendiri dalam hal pembiayaan operasional di lapangan baik yang menggunakan sistem salam maupun khalaf b.Manfaat Penelitian Dari penelitian tersebut diatas. Faktor-faktor pendukung dan penghambat usaha yang dikembangkan oleh oleh Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012.3. 1.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012. diantaranya adalah sebagai berikut: a.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 a. Pemerintah 1) Pemerintah sebagai instansi yang mengayomi pondok pesantren dapat melihat potensi-potensi ekonomi yang bisa dibuat menjadi kemitraan 8 .

Landasan hukum 1.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4438). 3) Menentukan skala prioritas pembangunan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan kultur yang berkembang. Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 namor 125. 4. Peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 nomor 89. Peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 nomor 140). tambahan lembarah negara republik Indonesia nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah. pemerintah daerah kabupaten/kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 nomor 82. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4741). tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4844). pemerintah daerah provinsi. 2.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 2) Pemerintah bisa dengan mudah menyusun rencana pembangunan terutama pada sektor ekonomi dengan memanfaatkan temuan-temuan data dilapangan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2005 nomor 140 tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4578). tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4737). 5. terakhir dengan undang-undang nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 59. 1. 7. Undang-undang nomor 39 tahun 2008 tentang kementrian negara (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 166. Peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah antara pemerintah. 6.5. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4916). 8. 9 . 3. Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 nomor 126.

3.Panji Kabupaten Situbondo. maka dijabarkan sebagai berikut.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 9. yaitu hal-hal yang secara metodologis sangat dibutuhkan dalam penelitian ilmiah. jenis penelitian. 1. Bab III Metodologi penelitian Sedangkan dalam konteks metodologi penelitian. 11. landasan hukum dan sistem pembahasan. sumber data. Bab II Kerangka teoritik Sedangkan dalam bab II ini berisikan pembahasan dan uraian dari kerangka teoritik sebagai berikut: Potensi Ekonomi Pondok Pesantren. Bab I Pendahuluan Untuk mengetahui tentang latar belakang dan maksud secara umum tentang penelitian ini dilakukan. 10. teknik pengumpulan data. agar laporan dapat tersajikan secara sistematis dan sesuai dengan tata cara penelitian yang baku. 12. di antaranya: pendekatan penelitian. Situbondo.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. ada beberapa hal yang disajikan. 2. Bab IV Gambaran umum kabupaten Situbondo Di dalam bab IV ini. Sistem pembahasan Adapun sistematika penyusunan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. akan diuraikan dan dibahas tentang kondisi geografis. Daerah. kondisi pondok pesantren dan profil Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. Belanja dan Pendapatan Daerah. Peraturan Bupati Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Situbondo. Adapun bab I ini berisi tentang latar belakang masalah. Hal ini dimaksudkan. analisa data dan keabsahan data. tujuan penelitian. manfaat penelitian. 4. gambaran umum demografis Kabupaten Situbondo. 10 Peraturan Bupati tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Peraturan Bupati Situbondo Kabupaten Situbondo nomor 31 tahun 2010 tentang penjabaran Anggaran Peraturan daerah Kabupaten Situbondo nomor 2 tahun 2010 tentang Anggaran Belanja dan Pendapatan .6. fokus masalah.

Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012. 6.Panji kabupaten Situbondo Tahun 2012 5. sistem pelaporan. jadwal penugasan tenaga ahli. Bab VI Penutup Bab ini akan berisikan penutup laporan pendahuluan masterplan Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. komposisi tim dan penugasan (daftar personil). jadwal pekerjaan. daftar fasilitas pendukung untuk presentasi.BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Pondok Pesantren Raudlatul Mustarsyidin Desa Tenggir Kec. fasilitas pendukung untuk penyusunan. paling tidak akan menguraikan tentang rencana kerja. Bab V Sistematika dan struktur organisasi kerja Bab V. tenaga ahli. daftar staff pendukung. jadwal penugasan tenaga ahli dan personil. 11 . organisasi pelaksanaan kegiatan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->