Anda di halaman 1dari 1

RECOMBINED MILK

Definisi
Recombined milk atau dapat disebut sebagai susu yang dikombinasi. Pembuatan recombined milk ini adalah salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan akan susu dengan harga yang lebih terjangkau. Air, skim milk powder, dan lemak merupakan bahan-bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan recombined milk, cara pembuatannya mencampurkan air dengan skim milk powder (SMP) dan lemak susu secara terpisah hingga terbentuk susu yang komposisinya mirip atau bahkan hampir sama dengan susu segar.

Komposisi
Lemak susu yang umum digunakan adalah anhydrous milk fat (AMF), karena lebih mudah dalam penyimpanan dan penggunaannya. Air yang digunakan harus berkualitas standar air minum, yaitu murni dan bebas dari mikroorganisme berbahaya. Sedangkan, skim milk powder (SMP) yang digunakan harus memiliki tingkat kelarutan yang baik sehingga ketika dilarutkan ke dalam air tidak menggumpal.

Proses Produksi
Recombined milk, dalam proses produksinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu, waktu hidrasi (penyerapan air) skim milk powder (SMP), penambahan lemak, emulsifikasi, komposisi udara, dan penanganan bahan. Tingginya suhu dan lamanya waktu hidrasi dari skim milk powder yang berbentuk bubuk akan sangat mempengaruhi lamanya proses pelarutan bahan taersebut di dalam air. Agar komposisi protein di dalam susu tersebut tidak berubah atau terdenaturasi maka sebaiknya suhu yang digunakan adalah 40 - 50C dengan lama waktu 20 menit. Setelah proses pelarutan skim milk powder dengan air, lemak (AMF) baru akan ditambahkan. Penambahan lemak (AMF) pada recombined milk harus pada saat titik leleh lemak tersebut (AMF), yaitu diatas 40 C dan saat waktu hidrasi susu itu selesai, karena jika tidak maka akan menurunkan kualitas dari produk recombined milk itu sendiri. Agar bakteri dalam produk tidak cepat tumbuh setelah proses produksi, maka suhu saat mixing-nya harus segera (maks. 2 jam) diturunkan. Komposisi udara pada skim milk powder (SMP) untuk recombined milk juga perlu diperhatikan, yaitu sebesar 40% dari berat bahan. Jika terlalu banyak udara dalam bahan bakunya maka akan memberikan hasil yang tidak baik pada produknya, yaitu akan menghasilkan banyak buih (busa) pada saat mixing, terlalu matang saat pasteurisasi, terjadi peronggaan didalam homogeniser, terbentuk whey, dan meningkatnya resiko oksidasi lemak.

Penerapan di Industri
Penerapan proses produksi recombined milk dapat dilakukan untuk skala kecil dan besar, yaitu dengan penambahan lemak langsung ke dalam tangki pencampur (kecil & besar) atau dengan membuat in-line pencampuran lemak terpisah (besar). Produksi dalam skala kecil (1000 2000 L), umumnya menggunakan double jacket tank sehingga dapat memanaskan dan mendinginkan pada satu tangki saja. Produksi dalam skala besar, umumnya tangki pencampur SMP dengan air akan terpisah dari tangki input untuk anhydrous milk fat (AMF), setelah dicampurkan selanjutnya akan dihomogenkan dengan homogeniser agar lemak yang globulanya terdispersi akan terlarut dalam recombined milk. Setelah selesai dihomogenkan, recombined milk siap dipasterurisasi dan didinginkan. Proses pasteurisasi telah selesai, maka produk siap dikemas.

Pengemasan dan Penyimpanan


Kemasan yang digunakan untuk recombined milk tergantung dari proses produksi, dilakukan UHT (Ultra High Temperature) atau pasteurisasi. Susu dengan proses UHT sebaiknya menggunakan kemasan aseptik atau kaleng, sedangkan untuk susu dengan proses pasteurisasi dapat menggunakan kemasan plastik atau botol kaca. Penyimpanan produk susu yang telah dikemas, tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan stok recombined milk yang telah selesai diproses akan disimpan dalam tangki penyimpanan. Penyimpanan ini juga tergantung dari proses pemanasan apa yang telah dilalui oleh produk susu tersebut. Produk susu yang dipasteurisasi disimpan di dalam tangki atau ruang pendingin, sedangkan produk susu yang di UHT disimpan didalam tangki yang steril.