MPIRAN : BERITA DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2004 PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1 TAHUN

2006 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang : a. bahwa dengan Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 telah ditetapkan pengaturan tentang Retribusi Daerah; b. bahwa dalam rangka mendukung perkembangan Otonomi Daerah yang nyata, dinamis, dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah dan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000, maka Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu disempurnakan kembali; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta pengawasan dan pengendalian perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. Mengingat : 1. Undang-Undang Gangguan (Hinder Ordonantie Stbl. 1926 Nomor 226); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokokpokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); 3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2824); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918); 5. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); 6. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3214); -1-

7. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3274); 8. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3299); 9. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3317); 10. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3318); 11. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 12. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3469); 13. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 47/1992, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3479); 14. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480); 15. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481); 16. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493); 17. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian di Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502); 18. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3611 ); 19. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1996, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3647 ); 20. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 246 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048); -2-

21. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1997, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699); 22. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3814); 23. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 24. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833); 25. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 26. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 146, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 3878); 27. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152); 28. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Bangun Bangunan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 29. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235); 30. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 31. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2003 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 32. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); 33. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 34. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2004); -3-

35. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 36. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444); 37. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib Pembebasan Untuk Ditera dan atau Ditera Ulang Serta Syarat-syarat Bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283 ); 38. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1987 tentang Penyediaan dan Penggunaan Tanah untuk Keperluan Tempat Pemakaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3350 ); 39. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3372); 40. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1990 tentang Penyerahan Sebagian Unsur Pemerintahan Dalam Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kepada Daerah Tk. I dan Daerah Tk. II (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3410); 41. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3445); 42. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3527); 43. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3528); 44. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3529); 45. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3576); 46. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 1998 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 189, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3795);

-4-

47. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 1999 tentang Angkutan di Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3907 ); 48. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3928); 49. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 50. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 51. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2000 tentang Kenavigasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 160, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4001); 52. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139); 53. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4227); 54. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988 tentang Usaha atau Kegiatan Yang Tidak Dikenakan Wajib Daftar Perusahaan; 55. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol; 56. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1978 tentang Pengaturan Tempat dan Usaha Serta pembinaan Pedagang Kali Lima dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1979 Nomor 15); 57. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1986 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1986 Nomor 91); 58. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 1986 tentang Penomoran Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1987 Nomor 31); 59. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1988 Nomor 31);

-5-

66. 67. 62. Perdagangan ternak dan Daging di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1990 Nomor 2). 65. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1989 Nomor 72). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 13 Tahun 1997 tentang Usaha Perikanan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2000 Nomor 12 ). 70. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1992 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 22). -6- . Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1990 tentang Usaha Persusuan di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1991 Nomor 2). 69. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 1995 tentang Pengawasan Hewan Rentan Rabies Serta Pencegahan dan Penanggulangan Rabies di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1996 Nomor 47 ). 64. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1989 tentang Pengawasan Pemotongan ternak. 61. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1992 tentang Penampungan dan Pemotongan Unggas serta Peredaran Daging Unggas di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 75). 63. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 1991 tentang Rumah Susun di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 19). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 23). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan dan Pajak Pemanfataan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1998 Nomor 30). 68. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 1992 tentang Pemakaman Umum dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 43).60.

74.71. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 25). -7- . Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Komoditas Hasil Pertanian di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 62). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 2001 tentang Bentuk Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sektretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 66). 72. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1999 tentang Perparkiran (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 22). 80. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 23). 79. 73. 76. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2002 Nomor 76). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 92). 78. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 26). Kereta Api. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Pertambangan Umum. 77. Minyak dan Gas Bumi serta Ketenagalistrikan (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2003 Nomor 83). 75. Sungai dan Danau serta Penyeberangan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2003 Nomor 87). 81. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 50).

Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah adalah Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 5. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 65). Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 84. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 3. -8- . 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.82. Gubernur adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 2. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2004 tentang Peredaran Hasil Hutan dan Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 66). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. 85. 6. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2005 Nomor 4). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 17 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Barang Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 72. 83. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 12. 11. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib retribusi serta pengawasan penyetorannya. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek retribusi. 17. lembaga. barang. prasarana. bentuk usaha tetap serta bentuk Badan usaha lainnya. penggunaan sumber daya alam. yayasan atau organisasi yang sejenis. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. 14. 18.7. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Tambahan yang selanjutnya disingkat SKRD Tambahan adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah retribusi yang ditetapkan. 8. prasarana. 13. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. kongsi. barang. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian Izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Retribusi Jasa Usaha adalah retribusi atas jasa usaha yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama atau bentuk apapun. dana pensiun. Golongan retribusi adalah pengelompokan retribusi yang meliputi retribusi jasa umum. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam. Perseroan lainnya. 15. firma. pengaturan. Retribusi Jasa Umum adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. -9- . koperasi. 16. Retribusi Perizinan Tertentu adalah retribusi atas kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian Izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. persekutuan. 9. Badan adalah suatu bentuk Badan usaha yang meliputi Perseroan Komanditer. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRD adalah surat keputusan yang menentukan besarnya retribusi yang terutang. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. retribusi jasa usaha dan retribusi perizinan tertentu. 19. perkumpulan. 10. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Jabatan yang selanjutnya disingkat SKRD Jabatan adalah surat ketetapan retribusi daerah yang ditetapkan karena jabatan sebagai akibat tidak menyampaikan permohonan.

21. mengumpulkan dan mengolah data dan/atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi berdasarkan peraturan perundangundangan retribusi daerah. 16. 7. 22. 15. Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan. Retribusi Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerjasama. 8. Retribusi Jasa Umum terdiri dari: 1. 19. 13. 6. Retribusi Jasa Rekomendasi. Tera Ulang dan Kalibrasi. BAB II GOLONGAN DAN JENIS RETRIBUSI Pasal 2 (1) Golongan dan Jenis Retribusi adalah sebagai berikut: a. Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. 21. Retribusi Pemeliharaan Data. Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. Retribusi Pelayanan Tera. 4. 12. Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). 9. Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Retribusi Pelayanan Kebersihan. 2. 11. 17. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. 3. Retribusi Jasa Peraturan Perusahaan. 5. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. 14.20. 18. Retribusi Pelayanan Kesehatan. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. 10. Retribusi Pelayanan Pemberian Plat Nomor Bangunan. . Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. Pemetaan dan Pengukuran.10 - . Retribusi Jasa Pertanahan. 20.

11 Udara. Retribusi Izin Pertambangan Umum. Retribusi Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. 3. Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan. Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. Retribusi Perizinan Tertentu terdiri dari: 1. Retribusi Izin Pemakaian Mesin. Retribusi Izin Sarana/fasillitas Kesehatan. Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). 7. Retribusi Tempat Pelelangan. Retribusi Jasa Perhubungan Penyeberangan. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Perizinan di bidang Perikanan. Retribusi Izin Ketenagalistrikan. Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olahraga. Retribusi Perizinan di bidang Pertanian dan Kehutanan. . Retribusi Jasa Terminal. 20. Angkutan Jalan Rel dan . Retribusi Tempat Khusus Parkir. 18. 21. 3. 11. 4. 14. Retribusi Perizinan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Retribusi Penyedotan Kakus. 4. 22. 5. Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. 10. Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. 9. 6. 15. Retribusi Tempat Rekreasi. 8. Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Retribusi Jasa Usaha terdiri dari: 1. Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. 23. Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. Retribusi Rumah Potong Hewan. Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan Tanah. 19. 11. Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. 2. 13. 12. 10. 6. 8. 24. Retribusi Izin Minyak dan Gas Bumi. Retribusi Perizinan di bidang Peternakan. Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan. Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. 7. Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa.b. Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). 5. c. 2. 16. 9. 17. Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman.

Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan 38. (3) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Pemerintahan terdiri dari: a. Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah Rinci. Retribusi Izin Perposan dan Pertelekomunikasian. 32. 26. Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. (2) Golongan dan jenis retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam 4 (empat) bidang terdiri dari: a. 43. Bidang Kesejahteraan Rakyat. Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. 42. 33. 27. 34.Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut. 40. Retribusi Izin Perhubungan Udara. Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. 39. . d. Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. . Bidang Pemerintahan. 35. 31. Retribusi Pelayanan Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir untuk umum di luar Badan Jalan. Retribusi Izin Pelengkap. 30. 2. Retribusi Izin Penebangan Pohon Pelindung. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. c.25. Retribusi Izin Trayek. 37. Retribusi Persetujuan Bangunan (KLB). Retribusi Izin Kepelabuhanan. Bidang Ekonomi. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. 28. 36.12 - . Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). 41. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. . b. 29.Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Kenavigasian dan Perkapalan. Retribusi Izin Perhubungan Laut. Bidang Pembangunan. Retribusi Jasa Umum: 1. Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan.

2. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Pertambangan dan Energi: a) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta.Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Tera Ulang dan Kalibrasi.b. Pelayanan Peternakan. 4. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: .Retribusi Izin Gangguan. 2. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan. c) Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. Retribusi Jasa Usaha: 1. b) Retribusi Pengujian Barang dalam Keadaan Tertutup (BDKT). . b) Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang. .Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. d) Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. Retribusi Jasa Umum: 1. Pelayanan Kepariwisataan: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (4) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Ekonomi terdiri dari: a. Pelayanan Peternakan. 3.Retribusi Pengujian Kapal Perikanan.Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Pelayanan Pemakaian Fasilitas Bangunan Milik Pemerintah Daerah. 4. c) Retribusi Tempat Pelelangan Ikan. 2. . b.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b) Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. 3. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: a) Retribusi Pelayanan Tera. e) Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. Perikanan dan Kelautan. Retribusi Perizinan Tertentu: Pelayanan Izin Undang-Undang Gangguan.13 - . . c. . f) Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 5. b) Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. b) Retribusi Rumah Potong Ternak/Unggas. Perikanan dan Kelautan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. .

4. . Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah: (5) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri dari: a. Perikanan dan Kelautan: a) Retribusi Perizinan di bidang Peternakan. 3. 2. Pelayanan Pertambangan dan Energi: a) b) c) d) e) a) b) Retribusi Izin Ketenagalistrikan. Retribusi Izin Pengeboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. b) Retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). b. Pelayanan Peternakan. Pelayanan Kesehatan: a) Retribusi Pemakaian Mobil Ambulan.Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. Usaha Kecil dan Menengah. Retribusi Izin Minyak dan Gas Bumi. 5.Retribusi Izin Usaha Industri Pariwisata. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Pemakaman: . Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. Pelayanan Kepariwisataan: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: . Pelayanan Ketenagakerjaan: a) Retribusi Jasa Pengesahan Peraturan Perusahaan. Pelayanan Kesehatan: . 2.Retribusi Pelayanan Kesehatan. 3.5. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. Pelayanan Kebersihan: .Retribusi Perizinan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Retribusi Jasa Umum: 1. 4. b) Retribusi Perizinan di bidang Perikanan. Retribusi Izin Pertambangan Umum.Retribusi Izin Usaha Pertanian dan Kehutanan. 6.Retribusi Kebersihan.14 - . b) Retribusi Pemakaian Laboratorium. . Pelayanan Koperasi. Retribusi Perizinan Tertentu: 1. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: . Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah. c) Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. c.

f) Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. h) Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja.Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium. b) Retribusi Tempat Rekreasi. 6. Pelayanan Keolahragaan: . Pelayanan Kebersihan: a) Retribusi Penyedotan Kakus. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Perizinan Tertentu: 1. i) Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. 5.Retribusi Jasa Pemakaian Pemerintah Daerah. Pelayanan Ketenagakerjaan: . Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.2. 4. 3.Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga. Pelayanan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman: a) Retribusi Tempat Rekreasi. d) Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan.Retribusi Izin Sarana/fasilitas Kesehatan. 3. .15 - . 7. Pelayanan Pemakaman: .Retribusi Pemakaian Rumah Susun Sederhana Milik Daerah. Pelayanan Pemakaman: . Pelayanan Keolahragaan: a) Retribusi Pemakaian Tempat Rekreasi dan Olahraga. Pelayanan Kesehatan: . Fasilitas Ketenagakerjaan Milik 6. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. c) Retribusi Izin Pemakaian Mesin. g) Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. 4. e) Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Pelayanan Ketenagakerjaan: a) Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. Pelayanan Perumahan: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 2. b) Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Planetarium dan Observatorium: . c.Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. 7.

b) Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta. 6.Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. 5.(6) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Pembangunan terdiri dari: a.Retribusi Penggantian Percetakan Plat Nomor Bangunan. Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan: a) b) c) Retribusi Pemeliharaan Data dan Penggantian Biaya Cetak. c) Retribusi Jasa Kepelabuhanan. Pelayanan Perparkiran: . Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Terminal. Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Jasa Umum: 1. 4. Pelayanan Peralatan Pengukuran dan b. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup: . 3. Pelayanan Pekerjaan Umum: . b) Retribusi Jasa Perhubungan Udara. . Kenavigasian dan Perkapalan. Pelayanan Perparkiran: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Tata Kota: a) Retribusi Ketatakotaan. Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan: . 4. Retribusi Retribusi Pemetaan. Pelayanan Tata Kota: a) Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Retribusi Jasa Pemetaan. 2. Pelayanan Pertamanan: . 5. Pengukuran dan Pertanahan. 2.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. c. 3. Retribusi Perizinan Tertentu: 1.Retribusi Tempat Khusus Parkir.16 - .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

c) Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah Rinci. Pelayanan Pertamanan: Retribusi Izin Penebangan pohon Pelindung. . e) Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut dan Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. e) Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Izin Trayek. Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan: Retribusi Surat izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). Angkutan Jalan Rel dan Angkutan Sungai. Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Jaringan Utilitas: Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap. 5. Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan: a) Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.17 - . Danau dan Penyeberangan. 8. 6. 3. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah: a) b) Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. d) Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB).b) Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). Pelayanan Perparkiran: Retribusi Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir untuk Umum di Luar Badan Jalan. c) Retribusi Jasa Perposan dan Pertelekomunikasian. 7. 4. 2. b) c) d) Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. e) Retribusi Perizinan Perhubungan Udara. Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. b) Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. d) Retribusi Perizinan Perhubungan Laut.

BAB III BIDANG PEMERINTAHAN Bagian Kesatu Kependudukan dan Catatan Sipil Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 3 (1) Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil terdiri dari: a. o. Pencatatan Pengangkatan Anak. r. Kartu Identitas Pendatang (KIP). e. (4) Untuk mendapatkan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. k. f. Pencatatan Kelahiran. m. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Pencatatan Pengakuan Anak. Surat Keterangan Pelaporan Akta Catatan Sipil Luar Negeri.18 - . Pencatatan Perkawinan dalam Kantor. . Duplikat Akta Catatan Sipil. h. selain tarif retribusi juga dikenakan denda. i. Keterangan Pengesahan Perjanjian Perkawinan. Kartu Tanda Penduduk (KTP). Salinan Lengkap Akta. (2) Setiap orang pribadi yang memerlukan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. p. Pencatatan Perceraian. q. g. Pencatatan Surat Pembatalan Akta. Pencatatan Kematian. l. Kartu Keluarga (KK). (3) Keterlambatan pendaftaran/pencatatan/pelaporan kependudukan dan catatan sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencatatan Pengesahan Anak. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. n. Pencatatan Mutasi Data. d. Pencatatan Perkawinan luar jam kerja/luar kantor/hari libur. s. b. Pencatatan Perbaikan/Perubahan Akta. j.

dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 7 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi penggantian biaya cetak akta catatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya cetak. Golongan. pemeliharaan Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. diukur berdasarkan jumlah akta/salinan akta yang diterbitkan dan jasa yang diberikan. biaya pengadaan blanko. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf s dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Pasal 8 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adalah sebagai berikut: . (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah wajib retribusi. Pasal 5 (1) Subjek retribusi penggantian biaya cetak dokumen kependudukan dan akte catatan sipil adalah orang pribadi yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1). Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 6 Tingkat penggunaan jasa penggantian biaya cetak dokumen kependudukan dan akta catatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2). Nama dan Subjek Pasal 4 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. proses penerbitan.Paragraf 2 Objek.19 - .

Pencatatan Perkawinan luar jam kerja/luar kantor/hari libur h. 2. f.00 Rp 300. WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar . 2. Pencatatan Kelahiran e.00 Rp 0. 2. 2.000.000.00 Rp 5. j. Pencatatan Kematian Pencatatan Perkawinan dalam kantor g. 2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1.00 Rp50.00 Rp 0.00 Rp 50. 1.00 Rp 6.000.00 Rp 0. 1.000.00 Rp 150. 2. 1.000.000.000. 1.00 Rp 3.00 Rp 100. i. Pencatatan Perbaikan/Perubahan Akta Catatan Sipil . 2.000.000.000. 1.000. Pencatatan Pengangkatan Anak Pencatatan Mutasi Data m. Kartu Keluarga (KK) c. 2.Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil: a. 1. Kartu Identitas Pendatang (KIP) d. 2.00 Rp 25. 2.00 Rp 0.000. 1.00 Rp 10.000.000.00 b.00 Rp 100.00 Rp 5. Pencatatan Penceraian Pencatatan Pengakuan Anak Pencatatan Pengesahan Anak k.000.00 Rp 50. 1.00 Rp 200. 2.000.00 Rp100.000.000. 1. 1.00 Rp 75.00 Rp 0. l. 1.00 Rp 10. 1.00 Rp 150.000. 2.20 Rp 0.00 Rp 100.

00 Rp 50.00 Rp 100. 2. 2. WNI sebesar WNA sebesar Rp10.000. 1. balik nama. izin undang-undang gangguan.00 Bagian Kedua Ketentraman.000.000.2.000.000. daftar ulang izin undang-undang gangguan. ganti merk izin undang-undang gangguan. Surat Keterangan Pelaporan Akta Catatan Sipil Luar Negeri 1.000. Duplikat Akta Catatan Sipil p. . Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 9 (1) Pelayanan Ketentraman.00 Rp100. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil lainnya (2) Keterlambatan pendaftaran/pencatatan/pelaporan kependudukan dan catatan sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku selain dipungut retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga dikenakan denda: 1. 2. 2.00 Rp 100.000. 1.000. Pencatatan Pembatalan Akta o.21 - .000. 2. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat terdiri dari: a. ganti nama. Keterangan Pengesahan Perjanjian Perkawinan s. Salinan Lengkap Akta q.00 n.000. b.000.00 Rp 25. 2.000. c. WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 25. 1. WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 20.00 Rp50.00 Rp5. 1.000.000.00 Rp50.00 Rp 50.00 Rp 50.00 r.00 Rp 50.

biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 13 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Undang-Undang Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dengan memperhatikan biaya pengecekan. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana dalam Peraturan Daerah ini.(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Ketentraman. biaya pemeriksaan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk.22 - . Paragraf 2 Objek. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 12 Tingkat penggunaan jasa Izin Undang-Undang Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) diukur berdasarkan perkalian luas areal usaha. Pasal 11 (1) Subjek Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). indeks lokasi dan jenis usaha. Golongan. Nama dan Subjek Pasal 10 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan. biaya pengukuran. (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. indeks gangguan.

00 Rp 2.00 .000 m2 9) Lebih dari 10.000.00 Rp 200. Lingkungan 2.001 sampai dengan 10.001 sampai dengan 5. Klasifikasi Jenis Usaha dan Tarif: a) Industri 1) sampai dengan 50 m2 2) 51 sampai dengan 100 m2 3) 101 sampai dengan 200 m2 4) 201 sampai dengan 400 m2 5) 401 sampai dengan 1000 m2 6) 1.000.000.000. Ekonomi c) Jl.000.001 sampai dengan 5.000.Pasal 14 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. b) Non Industri 1) sampai dengan 50 m2 2) 51 sampai dengan 100 m2 3) 101 sampai dengan 200 m2 4) 201 sampai dengan 400 m2 5) 401 sampai dengan 1000 m2 6) 1. Ekonomi c) Jl.00 Rp 1.000.000.00 Rp 37.00 Rp 100. Besarnya retribusi Izin Undang-Undang Gangguan dihitung berdasarkan perkalian dari klasifikasi jenis usaha.00 Rp 1.00 Rp 400.00 Rp 5.000.000. Lingkungan Indeks ½ ¾ 1 1 ¾ ½ Rp 37.001 sampai dengan 2.001 m2.000 m2 8) 5.00 Rp 10.00 Rp 50.000.000.000. Klasifikasi Indeks Lokasi: No.500.00 Rp 3.001 m2.00 Rp 7.000 m2 7) 2.23 - .000.00 Rp 300.000 m2 8) 5. luas ruangan.001 sampai dengan 2.00 Rp 750. Non Industri a) Jl.00 Rp 50. 1. klasifikasi indeks lokasi dan klasifikasi indeks gangguan sesuai tabel sebagai berikut: 1.001 sampai dengan 10.500.000 m2 7) 2.000.700.000.00 Rp 75. Jenis Usaha Industri Lokasi a) Jl.000.000.000.000.500.000. Protokol b) Jl. 2.000.00 Rp 150.000 m2 9) lebih dari 10. Protokol b) Jl.500.

Daftar ulang Izin Undang-Undang Gangguan: 1.00 Rp 100.00 2.000. Balik nama.00 .000.00 Rp 150. Jenis Usaha Industri Lokasi a) Berdampak penting b) Berdampak kurang penting c) Tidak berdampak 2. Keterlambatan mendaftar ulang izin Undang-Undang Gangguan dan dimungkinkan untuk Perpanjangan izin dikenakan retribusi dan sanksi administrasi sebesar 10% (sepuluh persen) setiap bulan keterlambatan dari jumlah retribusi yang terutang sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 1.000. 1. b. Penentuan lokasi jalan protokol. Keterlambatan mendaftar izin Undang-Undang Gangguan terhadap permohonan izin baru dikenakan biaya tambahan sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah retribusi terutang. menengah dan kecil ditetapkan oleh Gubernur. Daftar ulang Izin Undang-Undang Gangguan untuk 5 (lima) tahun: a) b) c) Perusahaan besar Perusahaan menengah Perusahaan kecil Rp 250. ganti merek Izin Undang-Undang Gangguan dikenakan retribusi: 1. Perusahaan kecil Rp200. jalan ekonomi dan jalan lingkungan serta indeks ganggunan berdampak penting dan tidak berdampak serta klasifikasi perusahaan besar. ganti nama.00 Rp100. Non Industri a) Berdampak penting b) Berdampak kurang penting c) Tidak berdampak Indeks 5 3 1 3 2 1 4.000. Klasifikasi Indeks Gangguan: No.24 - .00 Rp150.3.000. 5.000. c. Perusahaan menengah 3. Perusahaan besar 2.

(3) Untuk mendapatkan pelayanan pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian ruang serbaguna gedung Nyi Ageng Serang. b. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan penggunaan fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Golongan. Nama dan Subjek Pasal 16 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pemakaian ruang serbaguna gedung BIPI. Paragraf 2 Objek. pemakaian ruang serbaguna gedung Mitra Praja. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.25 - . Pasal 17 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1).Bagian Ketiga Pemakaian Fasilitas Bangunan Milik Pemerintah Daerah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 15 (1) Pelayanan pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah terdiri dari: a. c. .

000.00/5jam Rp2. . penelitian gambar rencana dan atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan gedung.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 18 Tingkat penggunaan jasa terhadap pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah diukur berdasarkan luas ruangan.000.26 - . b. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. c.000.000. fasilitas dan waktu pemakaian. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.00/5jam Rp1.00/5jam Bagian Keempat Penanggulangan Bahaya Kebakaran Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 21 (1) Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran terdiri dari: a. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Pemakaian ruang serbaguna Gedung Nyi Ageng Serang Pemakaian ruang serbaguna Gedung BIPI Pemakaian ruang serbaguna Gedung Mitra Praja Rp2. biaya penyusutan bangunan.000. Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya perawatan/pemeliharaan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 19 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.250.

pemakaian korps musik. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf i. f. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dipungut retribusi jasa umum dengan nama Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Nama dan Subjek Pasal 22 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. c. pemeriksaan berkala atas kelengkapan sarana proteksi kebakaran. Paragraf 2 Objek. pemakaian mobil tangga dan motor pompa. sarana penyelamatan jiwa dan ancaman bahaya kebakaran yang ada pada bangunan gedung termasuk B3 paling rendah luas 200 (dua ratus) m3. g. pemakaian gedung dan peralatan pada pusat pelatihan ketrampilan tenaga kebakaran. Golongan. pengujian alat pemadam api ringan. . e. (3) Untuk mendapatkan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. i. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.27 - . Pasal 23 (1) Subjek Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e. h. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf i. d.b. pengujian peralatan pencegah dan pemadam kebakaran di luar alat pemadam api ringan. pengujian perlengkapan pokok pemadam kebakaran. pemakaian mobil pompa dan mobil tangki.

00/titik Rp50. luas lantai pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. Pasal 26 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (2) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah fasilitas pencegahan kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) diukur berdasarkan volume. biaya operasional/pemeliharaan dan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 24 (1) Tingkat penggunaan jasa pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) diukur berdasarkan gambar rencana yang diteliti. biaya pemeriksaan/pengecekan.00/m2 . jenis dan tipe peralatan pencegahan pemadam kebakaran. biaya segel. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Pencegahan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya penyusutan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Penelitian gambar rencana dan/atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan gedung: 1.(3) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi.000. 2. biaya perawatan/ pemeliharaan.28 Rp10. Hidran kebakaran minimal 2 (dua) titik Pemercik . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 25 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan peralatan. biaya asuransi. frekuensi dan waktu pemakaian.

001 sampai dengan 5.00/buah Rp500. Kipas angin bertekanan: a) sampai dengan 7.00/tabung Rp1.500.000 m2 d) 10.00/tabung Rp1.500.00/titik .000 cfm b) 7.001 sampai dengan 10.00/m3 5.00/tabung Rp1.000.00/m2 Rp750.000.00/m2 Rp35.00/tabung Rp60.00/m2 Rp2.000 cfm sampai dengan 10.000..000 m2 .500.00/tabung Rp750.500.000 m2 b) 2..00/buah Rp12. Instalasi pemadam khusus Instalasi lain yang belum termasuk dalam butir 1 sampai dengan butir 6: a) berdasarkan luas lantai b) berdasarkan jumlah peralatan yang dipasang Rp500.00/m2 Rp30.00/buah Rp2.00/tabung Rp1. Alarm kebakaran: a) Otomatis b) manual Rp40.3.001 sampai dengan 20.00/tabung Rp750. Alat pemadam api ringan: a) Jenis air bertekanan: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b) Jenis busa kimia (chemical): 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter c) Jenis busa mekanik: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter d) Jenis kimia kering serbaguna (dry chemical): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg e) Jenis non halon (tidak mengandung CFC): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg f) Jenis CO2 (carbondioxida): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg Rp750.00/tabung Rp750.00/tabung Rp500.500. Fire dampaer: a) dengan motor b) sambungan lebur Rp10.000. 7.00/m2 Rp45..29 - .500.00/buah 8.00/buah Rp50.00/tabung Rp1.00/tabung Rp500.000 m2 c) 5.00/m2 Rp5. Paling sedikit 2 titik 4.000 cfm 6.000.00/tabung 9. Pemeriksaan gambar dan fisik: a) sampai dengan 2.

Sistem pemadam khusus: a) sampai dengan 180 m3 b) lebih dari 180 m3 5.001 sampai dengan 5.00/m2 Rp4.000 m2 e) 20.500..000 m2 f) lebih dari 40.00/m2 Rp500.000 m2 b) 2. paling sedikit 2 titik .00/titik Rp15.750.001 sampai dengan 20.000 m2 6) lebih dari 40. Pemeriksaan berkala atas kelengkapan sarana proteksi kebakaran sarana penyelamatan jiwa dan ancaman bahaya kebakaran yang ada pada bangunan gedung termasuk B3 paling rendah dari luas 200 (dua ratus) m2: 1.250.500.000 cfm sampai dengan 10.001 sampai dengan 40..00/ m3 Rp100.001 sampai dengan 40.001 m2 b) manual 3.00/m2 Rp10.00/m2 Rp1.00/buah Rp2. Hidran kebakaran paling sedikit 2 (dua) titik Alarm kebakaran: a) otomatis (paling sedikit 200 m2) 1) sampai dengan 2.e) 20.000 m2 c) 5.000 cfm .000 m2 5) 20.000 m2 4.00/m2 Rp10.00/buah Rp6.001 sampai dengan 10.00/m2 Rp700.00/m2 Rp8.001 sampai dengan 5.000 m2 d) 10.00/m2 Rp500.000 m2 4) 10.001 sampai dengan 10..000 m2 3) 5.00/m2 Rp6.00/titik .00/m2 Rp8.00/m3 Rp22.001 m2 1) ancaman bahaya ringan 2) ancaman bahaya sedang 3) ancaman bahaya tinggi h) Pemasangan tanda bahaya: 1) pemasangan labeling pada kemasan 2) pemasangan tanda bangunan/gudang bahaya pada Rp25.001 sampai dengan 20.00/buah g) bangunan yang menangani bahan-bahan berbahaya: b.00/m2 Rp12.000.00/m2 2 Rp1. 2.00/m2 Rp18.000 cfm b) 7.000 m2 f) lebih dari 40.000. Alat penahan api: a) dengan motor b) sambungan lebur 6.00/buah Rp500.30 Rp3.00/buah Rp18.00/m2 Rp600.00/m2 Rp12.00/m2 Rp15. Kipas angin bertekanan: a) sampai dengan 7.00/m2 Rp20.000.001 sampai dengan 40.00/kemasan Rp50. Pemercik (paling sedikit 100 m ): a) sampai dengan 2.000 m2 2) 2.

Alat pemadam api ringan Rp12.500. Bangunan yang menyimpan bahan berbahaya: a) ancaman bahaya ringan b) ancaman bahaya sedang c) ancaman bahaya tinggi 8.00/tipe Rp 10.000. Pengujian alat pemadam api ringan: 1.00/m2 Rp15.500.000 cfm 7.00/m2 Rp10.000.00/m2 Rp30.000 m2 e) 20.001 sampai dengan 20.001 sampai dengan 10.00/m2 (berlaku juga untuk pemeriksaan berkala dan persetujuan pada pelaksanaan pembangunan): a) Jenis air bertekanan: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b) jenis dry chemical: 1) sampai dengan 6 kg 2) lebih besar dari 6 kg c) jenis halon/alternatif pengganti halon: 1) sampai dengan 14 lbs 2) lebih besar 14 lbs d) jenis CO2 (karbondioxida): 1) sampai dengan 7 kg 2) lebih besar dari 7 kg 9.001 m2 c.00 Rp 450.c) lebih dari 10.500.00/buah . Jenis air bertekanan dan jenis foam/busa: a) sampai dengan 9 liter b) lebih besar dari 9 liter 3.000 m2 d) 10.00/buah Rp500.001 sampai dengan 5.00/m2 Rp20.00 Rp 225.00 Rp 250.00/buah Rp750.00/buah Rp750.00/buah Rp1.00/m2 Rp750.000 m2 f) lebih dari 40.00/buah Rp1.500.000.00/buah Rp1.00/buah Rp100.00/tipe Rp 125.31 - .00/m2 Rp200.00/m2 Rp35. kimia kering (dry chemical) dan pengganti halon: a) sampai dengan 7 kg b) lebih besar dari 7 kg 2.00 Rp45. Jenis CO2. Tabung alat pemadam api ringan: a) sampai dengan 6 kg b) lebih besar dari 6 kg Rp 7.000. Pemeriksaan gambar dan fisik: a) sampai dengan 2.00/m2 Rp300.001 sampai dengan 40.00/buah Rp1.500.000.500.000 m2 b) 2.000 m2 c) 5.

motor pompa Rp 125.000. 2.bantuan penjagaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2.000.000.500. 4. 3.komersial oleh swasta selama 24 (dua puluh empat) jam atau kurang. bantuan khusus memberikan air. bantuan khusus penjagaan yang bersifat . dengan mobil tangki g. .00/m3 Rp 250.00/tipe Rp 5.00/jam Rp 40.00/tipe Rp 20.000.000.00/unit biaya pemompaan seperti pada angka 1.00/tipe Rp 25. angka 2 dan angka 3 kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam. 4.000. Pengujian perlengkapan pokok pemadam kebakaran slang kebakaran Rp 100. Pengujian peralatan pencegah dan pemadam kebakaran di luar alat pemadam api ringan: 1. b) bersifat non komersial. breaksquirt.00/tipe Rp 30.d. 3.32 - . Pemakaian mobil tangga dan motor pompa 1.00/jam Rp 55.00/jam Rp 25. bantuan khusus memompa.000.00/tipe Rp 50. mobil tangga.00/tipe Rp 30.00/unit Rp 150. snorkel: a) bersifat komersial.000. 2. bantuan khusus penjagaan untuk swasta non .00/tipe f.000.000.000. alat pengindera (detektor): a) pengindera panas b) pengindera asap c) pengindera nyala 6. kepala pemercik Rp 20.00/jam Rp 5.000.00/tipe e. 3.00/jam Rp 125.500. 2. bantuan memompa pada waktu berlangsungnya . 5. resque.000.000.000.00/tipe Rp 45.komersial dan atau yang diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah Daerah yang komersial selama 24 (dua puluh empat) jam atau kurang. Pemakaian mobil pompa dan mobil tangki 1. pompa kebakaran dengan penggerak motor diesel pompa kebakaran dengan penggerak listrik pintu tahan api berikut perlengkapannya alat penahan api: a) sambungan lebur b) motorized 5.00/tipe Rp 25.000.

izin usaha industri melalui tahap persetujuan prinsip.33 - .00/kelas/hari Rp 100. b) penambahan waktu tiap jam berikutnya untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a.00/jam untuk keperluan swasta non komersial atau instansi pemerintah: a) satu kali penggunaan sampai dengan 2 (dua) jam. untuk pendidikan ketrampilan tenaga kebakaran paling sedikit 30 (tiga puluh) orang pribadi: a) swasta b) instansi pemerintah 2. pendidikan di luar ketrampilan tenaga kebakaran: a) ruang kelas b) barak c) gedung olah raga d) gedung pelatihan i.000.000.000. Rp 70. tanda daftar industri.00/jam BAB IV BIDANG EKONOMI Bagian Kesatu Perindustrian dan Perdagangan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 27 (1) Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari: a.000.00 Rp 25.000.h.00/orang/hari Rp 4. izin perluasan.00/3 jam Rp 3. Pemakaian Korps Musik: 1. e.00/orang/hari Rp 50.000. Rp 175. untuk keperluan swasta yang bersifat komersial: a) satu kali penggunaan sampai dengan 2 (dua) jam b) penambahan waktu tiap jam berikutnya untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a 2.000. Pemakaian gedung dan peralatan pada pusat pelatihan ketrampilan tenaga kebakaran.00/orang/hari Rp 8.000. b. izin usaha industri tanpa melalui tahap persetujuan prinsip. persetujuan perubahan/penggantian/duplikat. d.00 Rp 25.000. .000. 1. c.00/barak/hari Rp 25.

Nama dan Subjek Pasal 28 (1) Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pendaftaran kartu petunjuk manual berbahasa Indonesia dan kartu garansi bagi produk/barang teknologi informasi dan elektronika. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol. .34 - . surat tanda daftar gudang. Timbangan dan Perlengkapan (UTTP). m. Takaran. izin bebas tera ulang. h. surat keterangan penyelenggaraan pameran.f. ukuran takaran timbangan dan perlengkapan serta kalibrasi. (2) Atas Pelayanan Pemakaian Peralatan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf h dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. surat tanda pendaftaran usaha warabala. tanda daftar perusahaan. s. o. n. pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) perjenis kuantita nominal. r. j. g. pemakaian sarana praktek dan akomodasi balai bahan dan barang teknik. q. surat izin usaha pasar modern. i. Paragraf 2 Objek. tera ulang. pemakaian sarana praktek dan workshop balai kerajinan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setiap orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. x. y. p. konvensi dan seminar dagang. surat izin usaha perdagangan. tanda daftar keagenan produksi dalam negeri. pengujian barang-barang kerajinan. v. u. w. pemakaian sarana praktek balai tekstil. izin reparasi Ukuran. k. pengujian tekstil dan produk tekstil. pengujian bahan bangunan. izin perpanjangan tanda pabrik. Golongan. t. pelayanan tera. l.

jenis. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf x dipungut Retribusi Jasa Umum dengan Nama Retribusi Tera. Tera Ulang dan Kalibrasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf x. (3) Subjek Retribusi Tera. (5) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) adalah Wajib Retribusi. (2) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dan huruf l sampai dengan huruf w. kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. Pasal 29 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf k. Tera Ulang dan Kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (5) diukur berdasarkan keahlian. (4) Subjek Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf y. waktu dan klasifikasi jenis pengujian.(3) Atas Pelayanan Pemakaian Ruangan dan Fasilitas Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf i. huruf j dan huruf k dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.35 - . Tera Ulang dan Kalibrasi . (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (3) diukur berdasarkan fasilitas dan waktu pemakaian. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dan huruf l sampai dengan huruf w dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan Nama Retribusi dibidang Perindustrian dan Perdagangan. (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf y dipungut Retribusi Jasa Umum dengan Nama Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 30 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) diukur berdasarkan jenis bahan yang diuji. karakteristik. volume. . (3) Tingkat penggunaan Jasa Tera.

Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 31 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya pemeriksaan dan biaya pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian. a) besar . (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya survei.000. biaya penyusutan. biaya perawatan/pemeliharaan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan.00 Izin Usaha Industri tanpa melalui tahap persetujuan prinsip: . kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. biaya perawatan/pemeliharaan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya operasional. Tera Ulang dan Kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Tera. Izin Usaha Industri melalui tahap persetujuan prinsip: a) besar b) menengah c) kecil b. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.36 Rp 300.00 Rp 300.000. biaya operasional. Pasal 32 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.(4) Tingkat penggunaan Jasa Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) diukur berdasarkan keahlian. karakteristik. biaya asuransi.00 Rp 200. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.000. jenis. (5) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Tertentu sebagaimana dalam Pasal 28 ayat (4) diukur berdasarkan jenis kegiatan usaha dan jangka waktu. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.00 Rp 0.

000.00 Rp 75.00 Rp 55.00 Rp 50.00 Rp 30.000.00 Rp 60.000.000.b) menengah c) kecil c.00 Rp 40.00 Rp 200.00 Rp 60.000.000.00 Rp 25.000.00 Rp 50.00 Rp 30.000.000.00 Rp 0.00 Rp 55.00 Rp 0.000.000.000.000.00 Rp 150.000. Tanda Daftar Industri: a) menengah b) kecil e.00 Rp 35.000.000.00 Rp 35.00 Rp 90.00 Rp 150.000.00 Rp 0.00 Rp 125.00 Rp 50.000.000.00 Rp 40.37 - Rp 200. Pengujian Tekstil dan Produk Tekstil a) Benang 1) Pengujian bersifat fisika per jenis pengujian 2) Pengujian bersifat kimia per jenis pengujian 3) Khusus identifikasi serat secara kuantitatif: a)) Dua Jenis Serat b)) Penambahan per jenis serat 4) Pencelupan Skala Labolatorium b) Kain 1) Pengujian bersifat fisika per jenis pengujian 2) Pengujian bersifat kimia per jenis pengujian 3) Khusus identifikasi serat secara kuantitatif: a)) Dua Jenis Serat b)) Penambahan per jenis serat 4) Pencelupan skala laboratorium 5) Uji Merserisasi Kuantitatif (BAN) 6) Analisa Kualitatif Penyempurnaan 7) Identifikasi Zat Warna: a)) Serat Tunggal b)) Serat Campuran (paling banyak 2 jenis serat) 8) Uji Kadar Formaldehid 9) Komposisi Campuran Zat Warna c) Pakaian Jadi Pengujian per jenis pengujian . Izin perluasan: a) besar b) menengah c) kecil d.00 Rp 70.000. Persetujuan perubahan/penggantian/duplikat: a) besar b) menengah c) kecil f.000.00 Rp 200.00 Rp 0.00 .000.000.

000 Rp 150.000 Rp 200.000 Rp100.000 Rp100.000 Rp 100.000 Rp300.000 Rp 100.000 Rp125.000 Rp125.000 Rp 10.000 Rp 100.g. Pengujian Bahan Bagunan No Pelayanan Pengujian SNI Jumlah Sampel 50 kg 50 kg 50 kg 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 60 buah 60 buah 20 buah 20 buah 1 buah 1 buah 10 buah 20 kg 10 buah 50 kg 2 buah 3 lembar 4 lembar 4 lembar 5 lembar 20 buah Tarif 1.000 Rp 70.000 Rp125.000 15-0554-1989 g) bata merah karawang h) genteng keramik i) j) genteng keramik bergelasur ubin dinding keramik 15-0553-1989 03-2045-1995 03-2134-1996 03-0054-1987 k) ubin lantai keramik l) ubin semen m) ubin teraso n) kubus beton o) silinder beton p) bata beton untuk pasangan dinding q) agregat halus r) t) bata transs kapur pipa beton tanpa tulang s) agregat kasar 03-0106-1987 03-0028-1987 03-0136-1987 03-1974-1990 03-1974-1990 03-0349-1989 03-1754-1990 03-2097-1991 03-1753-1990 03-0445-1989 u) asbes semen gelombang v) asbes semen datar w) serat semen x) genteng baja berlapis butiran y) bata beton untuk lantai 03-2950-1990 03-1027-1995 03-1974-1990 03-1588-1989 03-0691-1996 .38 - . Komoditi non logam: a) batu alam b) batu kapur c) marmer d) bata merah pejal e) bata merah berlubang f) bata merah berlapis 03-0394-1989 03-2097-1991 15-0089-1998 15-2094-2000 15-0686-1989 Rp300.000 Rp 90.000 Rp300.000 Rp 100.000 Rp 10.000 Rp 100.000 Rp 70.000 Rp 70.000 Rp 70.000 Rp125.000 Rp 110.000 Rp 70.

000 03-0090-1987 07-0040-1987 07-2050-1997 07-0663-1995 03-3750-1998 g) pipa pvc saluran air h) pipa pvc saluran air buangan diluar bangunan i) j) jaringan kawat baja las jaringan kawat baja las lapis seng 06-0084-1987 06-0162-1987 07-0663-1995 2 (1mx1m) 1 unit Rp 125.000 Rp 200. Komoditi logam: a) baja lembaran lapis seng b) kawat baja lapis seng c) kawat baja biasa d) baja tulangan beton e) jaringan kawat baja las f) kawat bronjong lapis seng 03-4361-1996 03-4358-1996 5 buah 5 buah 1 buah Rp 70.000 Rp 300.000 Rp 135.000 07-0052-1992 07-3760-1995 07-0068-1987 07-2053-1995 03-3750-1998 07-4603-1998 03-3750-1998 s) logam bentang 07-3759-1995 .5 m 2 (1mx1m) 2x3 m 2x4 m 2x4 m Rp 200.000 Rp 400.000 Rp 200.000 Rp 400.000 Rp 300.000 Rp 60.39 - .000 Rp 350.z) kanstien aa) lembaran genteng asbes bb) beton keras 2.000 Rp 80.000 03-1974-1990 07-2053-1995 1 buah 2x3m 2x3m 2 x1.000 Rp 400.000 Rp 450.000 Rp 125.000 Rp 350.000 Rp 350.000 Rp 125.000 07-1590-1989 k) baja siku sama kaki l) baja bentuk l m) baja kanal n) bronjong logam bentang o) pipa baja untuk kontruksi umum p) pipa baja lapis seng q) bronjong kawat baja lapis r) bronjong kawat baja 07-0329-1989 1m 1m 2x1m 2x1m 1 unit 2x3m 1 unit 1 unit 2x1m Rp 350.000 Rp 300.000 Rp 400.

000 07-1050-1989 3 x 1.000 Rp 300.000 u) pagar tekuk jaringan kawat baja las v) baja tulangan beton hasil reroling w) baja tulangan untuk konstruksi beton pratekan x) veldvels y) kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan konsts beton pratekan z) jalinan tujuh kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan aa) anyaman kawat baja segi enam bb) kawat bronjong dan bronjong kawat lapis PVC cc) baja lembaran canai panas dd) baja lembaran canai dingin ee) kompor minyak tanah ff) muk aluminium gg) jaringan kawat baja u tulangan beton hh) kawat baja karbon rendah ii) jaringan kawat baja harmonika 07-4599-1998 1 lembar Rp 450.000 07-6503-2001 jj) kawat baja karbon 07-1051-1989 tinggi untuk .000 Rp 325.5 m Rp 100.5 x 0.5 m 2 buah 2 buah 2 (1m x 1m) Rp 550.000 Rp 1.000 Rp 400.000 Rp 100.000 Rp 285.5 m Rp 250.t) baja lembaran lapis seng yg diberi cat berwarna 07-006-1987 1x1m Rp 780.000.000 03-3046-1992 07-0601-1989 0.000 Rp 100.000 07-3567-1995 12-0345-1995 12-1297-1989 03-0090-1987 03-0090-1987 2x3m 2 (1m x 1m) 2x3m Rp 285.5 m 0.500.5 x 0.000 07-0065-1997 2x1m Rp 100.000 12-1297-1989 07-1155-1989 2 buah 3 x 1.000 07-1155-1989 3 x 1.40 - .000 07-0821-1989 2 (1mx1m) 2x3m Rp 300.000 Rp 200.5 m Rp 3.

Komoditi kimia: a) baja karbon b) cat minyak c) cat tembok emulsion 06-0469-1989 06-3564-1994 07-4096-1989 1 lembar Rp 200.000/jam 1 gallon 1 gallon 1 gallon Rp 500.konstruksi beton pratekan kk) baja lembaran lapis paduan aluminium seng ll) baja tulangan beton canai tulang mm) baja tulangan beton dlm bentuk gulungan nn) baja siku canai panai hasil canai ulang oo) baja lembaran lapis seng tahan lipat pp) pipa baja lapis seng qq) rantang susun rr) pipa baja konstruksi umum PKB 41 ss) pipa baja konstr umum PKB 50 konstr mesin tt) pipa baja konstr umum PKB 55 konstr mesin uu) pipa baja konstr umum PKB 55 vv) kolom praktis jaring kawat baja las ww)semprot kabut garam 3.000 07-0068-1987 2x1m Rp 550.000 07-0065-1987 2x1m Rp 100.000 07-0068-1987 2x1m 2x1m Rp 550.000 07-0954-1989 2x1m Rp 100.000 Rp 350.000 07-2053-1995 1 unit 2 unit 2x1m Rp 550.000 12-1297-1989 07-0068-1987 07-0068-1987 2x1m Rp 550.000 Rp 250.000 07-0132-1987 1 lembar Rp 250.000 .41 - .000 07-0070-1987 1 lembar Rp 350.000 07-4603-1998 0413-1989-A Paling singkat 150 jam uji Rp 2.000 Rp 550.000 Rp 150.000 Rp 200.

000. kekuatan jahitan.000.00/contoh Rp 80. upper.00/contoh Rp 20.000.000.42 - . kekuatan tarik.000. sesetan.h. Pemakaian Sarana Praktek Balai Tekstil: 1) jenis praktek per orang 2) industri skala kecil 3) industri skala besar Rp 10.00/contoh Rp 70.000. kekerasan kayu). kekuatan tekan.000.00/contoh Rp 50.000. Kayu dan meubel: a) pengujian kayu (kadar air.000.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 20.000. openan) i.00/contoh Rp 300. penyerapan air.000.000.00/contoh Rp 200.00/orang Rp 75.000.000 kali j) tali sepatu k) mutu bahan (jenis sol.00/contoh Rp 125. kekuatan tarik) 3.000.00/contoh Rp 120.00/8jam Rp 300. Pengujian barang-barang kerajinan 1.000.00/contoh Rp 25.000.00/contoh Rp 20. hak) l) pengerjaan (jahitan.000.00/contoh Rp 90.000.00/8jam Rp 150.000. b) kursi belajar c) tempat tidur 2. potongan. Peralatan olahraga: a) pengujian berbagai jenis bola untuk olahraga (dimensi. berat. ketahanan gosok) b) pengujian jaring untuk olahraga (dimensi.000. pantulan.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 200.000. Emas dan perak: a) kadar jarum uji b) kadar berat jenis c) kadar tetrasi d) kadar (peleburan) 4.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 300. lapis.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 25.000.000.000. Kulit dan sepatu: a) kulit bor (16 jenis uji) b) kulit sol (14 jenis uji) c) kulit beludru (16 jenis uji) d) kulit lapis domba/kambing (16 jenis uji) e) kulit sol imitasi (14 jenis uji) f) sepatu wanita (9 jenis uji) g) sepatu pria (9 jenis uji) h) ketahanan bengkap sepatu 60 jam i) ketahanan bengkap kulit 20.00/contoh .

000. potong 3. pengasah pisau.00/hari Rp 5. kompresor masing-masing alat b) mesin pengering 2. pembelah. Pemakaian mesin dan peralatan rotan mesin amplas.00/hari b) industri skala besar 3) Pemakaian ruangan fasilitas perindustrian: a) ruang penginapan b) ruang seminar c) ruang pelatihan k.000/hari/8Jam Rp 0. pembengkok serut roll. gergaji potong masing-masing alat a) mahasiswa b) masyarakat industri Rp 20. bubut vakum.000/hari/8Jam Rp 75. ples masing-masing alat b) centrifugal casting pewter 4. Pemakaian mesin dan peralatan bambu: mesin potong. potong masing-masing alat b) mesin gergaji belah.00/ hari Rp 100. skrap. bubut.43 - .000. penyayat.000.000/hari/8Jam Rp 50.j. bor.000/hari/8Jam Rp 30. Pemakaian mesin kayu: a) mesin serut.000/hari/ 8Jam/ hari/orang/paket .000/hari/8Jam Rp 40.000/hari/24Jam Rp 30.000.000. potong.00/hari Rp 200.00 Rp 40. dowel.000.00/hari Rp 100.00/hari Rp 15. penghilang bulu 5. pond. Pemakaian mesin dan peralatan logam: a) mesin bubut.00/hari Rp 30. gergaji besi. Pemakaian sarana praktek dan akomodasi balai bahan dan barang teknik 1) Sarana praktek: a) usaha industri kecil b) swasta dan konsultan 2) Akomodasi a) peserta pelatihan dan seminar Rp 5. gurinda. poles.000. Pemakaian mesin batu-batuan: a) mesin bor. pembuat lidi.000/hari/8Jam Rp 100. profil. Pemakaian sarana praktek dan workshop Balai Kerajinan 1. gergaji.000/hari/8Jam Rp 30.

hotel dan bar) p.000.00 Rp 50.l.000. Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba: a) pemberi waralaba dalam negeri b) pemberi waralaba lanjutan Rp 100.000.00/unit Rp 100.000. .000.00 Rp 50. Surat Izin Usaha Pasar Modern Tanda Daftar Perusahaan (TDP): a) perorangan b) Koperasi c) Persekutuan Komanditer (CV) d) Firma e) Perseroan Terbatas f) bentuk perusahaan lainnya g) perusahaan asing h) salinan resmi i) petikan resmi j) buku informasi perusahaan hasil olahan resmi s.000.00 Rp 100.000.000. Izin Reparasi Ukuran Takaran Timbangan dan Perlengkapan izin bebas tera ulang izin perpanjangan tanda pabrik Rp 500.00 Rp 250.000.00 Rp 100. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP): a) perusahaan kecil b) perusahaan menengah c) perusahaan besar Rp 0.00 Rp 250.00 Rp 250.000m2 sampai dengan kurang dari n. konvensi dan seminar dagang: a) nasional b) lokal Rp 150.00 Rp 1.00/izin u.000.00 o.000.000.000.00/izin Rp 20.00 Rp 100.00 Rp 1.000.00 Rp 100.250. w.000.00 Rp 500.00 Rp 2. v.00 Rp 500.500.44 - .500.000.00 Rp 100. Surat Tanda Daftar Gudang: a) luas 36m2 sampai dengan kurang dari 2.000.000.00 Rp 250.000.000. Tanda Daftar Keagenan Produksi Dalam Negeri Pendaftaran kartu petunjuk manual berbahasa Indonesia dan kartu garansi bagi produk/barang teknologi informasi dan elektronika.000.000.00 q.00 Rp 25. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol: a) pengecer (toko bebas bea) b) penjualan langsung (restoran.00 Rp 2.000. r.00 Rp 250.500 m2 b) luas 2.000. Surat keterangan penyelenggaraan pameran.000.00 Rp 100.000.00 m.000.000. t.00 Rp 1.500m2 10.

00/unit Rp 10.00/unit Rp 1.00/buah Rp 3.000 kg b) ketelitian halus (kelas II) mekanik tarif ditambah 25% (dua puluh lima persen) c) ketelitian sedang dan biasa (III & IIII) elektronik 1)) sampai dengan kapasitas 100 kg 2)) lebih dari 100 kg sampai dengan 1000 kg 3)) selebihnya dari 1.000. setiap 1. setiap m3/jam g) meter air: 1)) sampai dengan 7 m3/jam 2)) lebih dari 7 m /jam h) alat ukur dari gelas i) bejana ukur .00/unit Rp 4.000.000. tera ulang ukuran.00/unit Rp 20. BBG. pelayanan tera.000.000.00/buah Rp 15.000kg d) Ketelitian halus (kelas II) elektronik tarif ditambah 25 % (dua puluh lima persen) 3) alat ukur panjang: a) meter kayu dan logam b) ban ukur.00/unit Rp 250.000.00/buah Rp 1.000.000.00/Nozle Rp 20.000.00/unit Rp 10.00/unit Rp 500.00/unit Rp 5.45 3 Rp 300.000.00/Kiloliter Rp 200.000 kg 3)) lebih dari 1.00/Kiloliter Rp 1.000.00/unit Rp 15.00/buah Rp 10. depth tape.000.00/buah Rp 600.000.000.00/buah Rp 10. timbangan dan perlengkapan serta kalibrasi 1) alat ukur massa: a) anak timbangan biasa kelas m2 dan m3 b) anak timbangan biasa kelas m1 dan f2 2) alat timbang: a) ketelitian sedang & biasa (III & IIII) mekanik 1)) sampai dengan kapasitas 100 kg 2)) lebih dari 100 kg sampai dengan 1.000.x. takaran. dan LPG f) meter arus: 1)) sampai dengan 15 m3/jam 2)) lebih dari 15 m3/h.000.00/buah Rp 5.000kg.00/unit .000.000 kg.00/unit Rp 5.000. setiap 1.00/buah Rp 9. counter meter c) meter taksi 4) alat ukur volume: a) tangki ukur tetap 1 sampai dengan 500 kiloliter b) tangki ukur mobil/wagon c) tangki ukur tongkang/tangker d) takaran basah/kering e) pompa ukur BBM.

00/unit . paling sedikit Rp 10. pemeriksaan kesehatan ternak potong/unggas di rumah potong hewan. 6) alat ukur gas (meter gas) a) sampai dengan 50 m3/jam b) lebih dari 50 m3/jam 7) alat ukur waktu: . b. c.00/unit Rp 20. 9) biaya tambahan untuk peneraan/pengujian di luar kantor.000.46 Rp 25.000.00/unit Rp 1.00/unit Rp 1.000.00/jam Rp 6.meter parkir dan stop watch 8) alat ukur lain .500.000. pemeriksaan laboratorium kesmavet.5) meter listrik ( kWh meter ) a) kelas 2: 1)) 1 phase 2)) 3 phase b) kelas i dan 0.5 dan elektronik: tarif a) ditambah 50% (lima puluh persen).00/hari Rp 10.000. bagian dari jam dihitung 1 jam. Bagian Kedua Peternakan.00/ton/hari Rp 100.00/unit Rp 2.000.alat ukur lain yang tidak tersebut pada huruf a sampai dengan huruf g dihitung berdasarkan lamanya waktu pengujian paling singkat 4 jam.000. pemeriksaan pos/klinik kesehatan hewan. pemeriksaan laboratorium kesehatan hewan.10) sewa peralatan: a) anak timbangan bidur b) bejana ukur standar kerja c) roll tester meter taksi portable y.000.000. d.00/hari Rp 100.000. e. pemakaian fasilitas/peralatan peternakan. Perikanan dan Kelautan terdiri dari: a.000.00/unit Rp 3. . Perikanan dan Kelautan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 33 (1) Pelayanan Peternakan. Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT ) per jenis kuantita nominal.00/unit Rp 2.

(6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Pelelangan Ikan. perizinan bidang peternakan. huruf e. . i. pengujian kapal perikanan. huruf d. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf b. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan bidang Peternakan. huruf c. Golongan. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. penjualan bibit ternak.47 - . (3) Untuk mendapatkan pelayanan peternakan. h. n. m. Paragraf 2 Objek. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. Nama dan Subjek Pasal 34 (1) Pelayanan peternakan.f. j. pemakaian fasilitas pengujian mutu hasil perikanan. o. pemakaian tempat pendaratan kapal. k. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan peternakan. g. dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. pemakaian fasilitas/sarana dan prasarana perikanan. pemakaian tempat pelelangan ikan. pemakaian tempat penginapan nelayan. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf m dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. huruf h dan huruf i dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. l. penjualan benih ikan. perizinan bidang perikanan. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf k dan huruf l dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah.

. (6) Subjek retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf k dan huruf l. (3) Subjek retribusi Perizinan Bidang Peternakan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf f.(9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf n dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. huruf h dan huruf i. volume dan waktu. Pasal 35 (1) Subjek retribusi Rumah Potong Hewan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a. (8) Subjek retribusi Tempat Pendaratan Kapal adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf n. (9) Subjek retribusi Perizinan Bidang Perikanan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf o. (2) Subjek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf b. (7) Subjek retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf m. (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf o dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Bidang Perikanan. (5) Subjek retribusi Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf j. (10) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (9) adalah wajib retribusi. huruf e.48 - . huruf d. (4) Subjek retribusi Pengujian Kapal Perikanan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf g. huruf c. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 36 (1) Tingkat penggunaan jasa Rumah Potong Hewan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) diukur berdasarkan jenis.

huruf e dan huruf h diukur berdasarkan volume. klasifikasi/peralatan dan harga media. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa.(2) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf b. volume dan waktu. (3) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf i diukur berdasarkan volume.49 - . huruf d. (6) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (6) diukur berdasarkan prosentase volume dan harga transaksi. (7) Tingkat penggunaan jasa Produksi Usaha Daerah Penjualan Benih Ikan dan Bibit Ternak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (7) diukur berdasarkan jenis. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Perizinan tertentu Bidang Peternakan dan retribusi Perizinan tertentu Bidang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dan ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya penyusutan. volume dan harga pedoman. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 37 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Rumah Potong Hewan dan pemakaian kekayaan Daerah fasilitas/peralatan peternakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. huruf c. biaya asuransi. biaya perawatan/pemeliharaan. (4) Tingkat penggunaan jasa Perizinan Bidang Peternakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) diukur berdasarkan klasifikasi. (10) Tingkat penggunaan jasa Perizinan Bidang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (10) diukur berdasarkan klasifikasi. . klasifikasi/peralatan dan waktu pemakaian. (9) Tingkat penggunaan jasa Tempat Pendaratan Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (9) diukur berdasarkan Berat Kapal (GT) dan waktu pemakaian. biaya penyusutan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. volume dan waktu. (8) Tingkat penggunaan jasa Tempat Penginapan/pesanggrahan/villa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (8) diukur berdasarkan jumlah kamar dan waktu pemakaian. jumlah kapal yang diuji dan waktu. (5) Tingkat penggunaan jasa Pengujian Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) diukur berdasarkan berat kapal (GT). biaya asuransi.

biaya perawatan/ pemeliharaan. biaya perawatan/pemeliharaan. kerbau. Pemeriksaan kesehatan ternak potong/unggas di Rumah Potong Hewan: 1. biaya asuransi.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Pengujian Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya pembinaan. Pasal 38 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya penyusutan. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.500. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.000. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya tanda uji dan segel. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.00/ekor Rp 2. babi adat . angsuran bunga pinjaman. biaya operasional. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. babi 3. kuda 2. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.000.00/ekor Rp 5. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya pemeriksaan perlengkapan dan peralatan lainnya. biaya pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/ Villa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Tempat Pendaratan Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan fasilitas pendaratan dan transit.50 Rp 4. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.00/ekor . (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. sapi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.

000.000.000.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 15. 1.00/contoh Rp 25. Mikrobiologi a) total kuman/coliform/E.000.000.00/contoh Rp 250.51 - Rp 1.00/contoh/jenis Rp 5.000.00/contoh/jenis Rp 25.00/contoh Rp 25.000.000.000. Hewan kecil/besar a) pemeriksaan patologi anatomi b) pemeriksaan darah/hematologi c) pemeriksaan kimia darah d) pemeriksaan parasitologi e) pemeriksaan virologi/bakteriologi/mikrologi f) pemeriksaan bangkai g) pemeriksaan hispatologi h) pemeriksaan tuberculin c.000.000.00/contoh/jenis Rp 50.00/3hari/ekor Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Hewan dan Ikan: Rp 5.00/contoh/jenis Rp 100. kambing.4.000.Coli/Entrococci b) staphylococuus aureus/kapang/kamir c) salmonella spp/clostridium sp/comphylobacter d) listeria/bacilus antraxis 4.00/contoh .00/contoh Rp 200.000.000. a) fisik/organoleptik b) kualitas telur 2.000.000.000.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 20.00/contoh/jenis Rp 100.000.000.000.00/contoh/jenis Rp 50. Residu a) Antibiotika b) penecilin/oxytetracyclin/makrolida/ aminoglikosida 5.000. Hormon .000. Kimia a) Kadar lemak/protein/air/abu/total solid/Laktosa b) bahan pengawet/bahan tambahan 3. pengandangan/pemeriksaan babi b.00/contoh/jenis Rp 15. Pestisida a) organochlorine b) organophosphor 6.00/ekor Rp 25.000.000.000.00/contoh/jenis Rp 20.00/contoh/jenis Rp 100.00/contoh Rp 20. Pemeriksaan Laboratorium Kesmavet: 1.00/contoh Rp 30. unggas 6.00/contoh Rp 25.000.00/contoh/jenis Rp 15.00/contoh/jenis Rp 250.000. domba dan hewan kecil lainnya 5.000.00/contoh/jenis Rp 15.00/ekor Rp 2.00/contoh/jenis Rp 15.00/contoh Rp 25. Unggas/ikan a) pemeriksaan patologi anatomi b) pemeriksaan parasitologi c) pemeriksaan mikrobiologi/bakteriologi d) pemeriksaan serologi e) pemeriksaan histopatologi 2.

pemeriksaan dan pengobatan 3.000. operasi besar f.00/rekomendasi .00/ekor Rp40.000.00/ekor/hari a) pemakaian fasilitas penampungan b) pemakaian fasilitas pemotongan e.000.00/ekor Rp25. Pemakaian Aula Taman Ternak 2. Pemeriksaan ulang (herkeuring) BAH/HBAH yang masuk ke Wilayah Provinsi DKI Jakarta: a) Pemasukan daging sapi/kerbau lokal b) Pemasukan import daging sapi/kerbau/domba Rp 350.00/ekor/hari Rp 50.000. Pemakaian Tempat Pemotongan Unggas: Penampungan dan Rp 50.000.000.00/contoh 8. Pemakaian Rumah Observasi Rabies: a) observasi hewan penular rabies b) pemeliharaan hewan penular rabies yang diadopsi c) biaya eliminasi dan penguburan d) pemeliharaan hewan setelah observasi 5.000.7. operasi kecil 4.00/kamar/hari Rp 120.000. Pemeriksaan Pos/Klinik Kesehatan Hewan: 1. Izin Perusahaan Daging a) distributor daging .00/kamar/hari Rp 500. Logam berat Rp 150.00/kdg/bln Rp 50.52 Rp300.00/sampel Rp 300.000.00/izin Rp150. pemeriksaan kesehatan hewan 2.000.000.00/ekor Rp 10.00/sampel Rp 300. Pemakaian Fasilitas/Peralatan Peternakan 1. Pemakaian Asrama Taman Ternak a) non AC b) AC 3.000.000.00/sampel Rp 100.00/rekomendasi Rp50.000.000.00.00/ekor 1.00/sampel Rp 150.00/ekor Rp100.00/sampel c) Pemasukan daging unggas lokal d) Pemasukan daging unggas import e) Pemasukan daging olahan/jeroan (edible offal) d.000.000.00/rekomendasi Rp400.00/hari Rp 250.000. Perizinan Bidang Peternakan: Rp 400. Pemakaian Kandang Sapi 4.000. Izin/rekomendasi pemasukan/pengeluaran ternak dan daging untuk: a) Pemasukan ternak dari luar kota b) Pemasukan daging: 1) Pemasukan daging dari luar kota 2) Pemasukan daging dari luar negeri c) Pengeluaran daging 2.00/ekor/10hari Rp 10.000.00/rekomendasi Rp250.000.00/ekor Rp10.00/ekor/hari Rp 50.000.

00/ izin Rp50.000.000.000.000.000.000.00/kapal/tahun Rp 50. Retribusi izin/rekomendasi unggas a) pemasukan/pengeluaran unggas b) pemasukan/pengeluaran daging unggas c) izin distribusi daging unggas d) izin penjualan daging unggas (KTBD) 6. Rekomendasi/izin usaha persusuan a) pemasok susu b) pengolah susu a) hewan yang keluar masuk ke Wilayah Provinsi DKI Jakarta b) unggas/kera c) izin tempat penampungan hewan d) izin pet shop dan salon anjing e) izin klinik hewan f) izin praktek dokter hewan g) izin depo obat hewan h) izin toko obat hewan i) suntikan/vaksinasi rabies j) izin Rumah Sakit Hewan g.00/ izin Rp5. lebih dari 10 GT sampai dengan 30 GT 4. Izin usaha pengangkutan/kendaraan daging 5.00/rekomendasi 7.53 - .00/ izin Rp100.00/ izin Rp25.000.000. sampai dengan 5 Gross Tonage (GT) 2. Rp200.b) toko daging c) pasar swalayan d) KTBD e) usaha pengolahan daging f) penampungan daging cold storage 3.000.000.00/rekomendasi Rp100.000.00/ izin Rp250.00/ekor Rp350.00/rekomendasi Rp100.000.000.00/ izin Rp 0.00/kapal/tahun Pemakaian Fasilitas/Sarana dan Prasarana Perikanan: 1.00/ izin Rp100.000. domba dan hewan lainnya 4.000.00/kapal/tahun Rp 10.00/ izin Rp100.000.00/ izin Rp40.00/rekomendasi Rp50.000. Izin usaha pemotongan ternak a) sapi.000.000.000.00/ izin Rp200.00/ izin Rp100.000.00/m2/bulan .000. Pengujian Kapal Perikanan: 1. Rekomendasi/izin berdagang dan berusaha hewan kesayangan: Rp 25.00/ izin Rp250.000.00/ izin Rp50.00/kapal/tahun Rp 100.000. lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT 3.00/ izin Rp200.00/ izin Rp10.000. Pemakaian kios pengecer di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Rp 5.000.000.00/ izin Rp200.000.00/kendaraan Rp100.00/ izin Rp5.00/ izin Rp200. kuda b) kambing. kerbau. lebih dari 30 GT h.

bengkel.00/m2/bulan 2 Rp 4. 8.500.000. pengolahan ikan.000. Pemakaian alur docking untuk Kapal Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: .00/m2/bulan 2 Rp 7.00/hari Rp1. Pemakaian kios Pujaseri di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke : a) Pemakaian Kios Pujaseri b) Pemakaian Kios Pujaseri Mirasih 3. Pemakaian tanah di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke untuk: a) dock kapal.2. Pemakaian kios alat perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke dan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu . 7.00/m /bulan 12.00/hari 14. gudang alat perikanan.Pemakaian tempat penitipan kendaraan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke a) sepeda motor b) bajaj/kancil c) mobil d) truk/bis 13.000.00/m2/bulan Rp 5.500. Pemakaian fasilitas kolam di Balai Benih Ikan (BBI) 11. Pemakaian fasilitas lahan untuk usaha budidaya perikanan di Balai Benih Ikan (BBI) 10.000. Pemakaian Tempat Pengepakan Ikan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.000. Pemakaian wadah Pelelangan Ikan ikan/trays di Tempat Rp 500.000.00/m2/bulan Rp 10. Pemakaian fasilitas Tempat Pengolahan Ikan di Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke. SPBU.00/m2/tahun 15.000.00/m2/bulan Rp 5.000.54 - .00 /buah/1kali pakai Rp1.000. Pemakaian kantor di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.00/hari Rp3.00/m2/bulan Rp 50. 9. 4.00/hari Rp2.000.000.000. 6. cool room b) bioskop. pabrik es. Pemakaian gudang alat perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke. Pemakaian gudang garam di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.00/m2/tahun Rp 150. Pemakaian fasilitas tempat penjualan/ penampungan ikan Rp 6. restoran dan depot es Rp 6.000.00/m2/bulan Rp 8. 5.00/m /bulan Rp 7.00/m2/tahun Rp 9.00/unit/bulan Rp 600.

00/kapal/satu kali docking Rp25.00/kapal/satu kali docking Rp 30.000.00/kapal/satu kali docking Rp100.000.55 Rp 60.000.00/kapal/satu kali docking Rp50.000.00/kapal/satu kali docking Rp60.000.000.00/kapal/satu kali docking 18.000.000.00/kapal/satu kali docking Rp 45.00/kapal/satu kali docking Rp 85. Pemakaian alur docking untuk Kapal Bukan Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT Rp40.00/kapal/satu kali docking 16.00/kapal/satu kali docking .000.000.000.000. Pemakaian fasilitas docking kapal untuk Kapal Bukan Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke berukuran: a) sampai dengan 20 GT b) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT .00/kapal/satu kali docking Rp 70.00/kapal/satu kali docking Rp100.000.000.00/kapal/satu kali docking Rp50.000. Pemakaian fasilitas docking kapal untuk Kapal Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke dan Pulau Seribu berukuran: a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT Rp 25.a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT Rp20.00/kapal/satu kali docking Rp30.00/kapal/satu kali docking Rp150.000.000.00/kapal/satu kali docking d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT 17.00/kapal/satu kali docking Rp70.

Harga media pengujian sebagaimana dimaksud pada angka 1 ditetapkan oleh Gubernur.00/contoh Rp150.00/m2/tahun 1.00/kapal/satu kali docking Rp 2. Pengujian Mikrobiologi: a) Total Plate Count (TPC) b) Escherichia coli (E Coli) c) Salmonella d) Vibro cholerae e) Staphylococcus aureus f) Listeria Monocytogenesis Rp25.5 2. 3.00/kapal/satu kali docking Rp150.000.500.000. Cilincing dan Kamal Muara.5 2.000.000. harga media pengujian dan Nilai Ekonomis Komoditas (NEK) sebagai berikut: a) udang. Pemakaian tanah di Taman Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng.5 1. rajungan. 20.5 2. Kalibaru. kerang-kerangan l) kulit ikan m) kerupuk n) ikan kering.00/contoh Rp200.00/m2/bulan Rp 5.00/contoh Rp75. Besar retribusi pemakaian fasilitas pengujian mutu hasil perikanan dihitung berdasarkan perkalian dari volume (ton).00/contoh Rp200.000.00/contoh Rp100.5 2.00/contoh .000.5 5 5 5 2. Pemakaian Fasilitas Pengujian Mutu Hasil Perikanan: Rp110.5 10 5 2. i.000.5 0.5 2.000. asin o) rumput laut 12. lobster b) sirip c) paha kodok d) ikan e) tuna f) minyak ikan g) olahan teri h) ubur-ubur i) tepung ikan.c) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT d) lebih dari 50 GT 19.000. Pemakaian Kios Pengecer Ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Ikan.56 - . tepung rumput laut j) Ikan kaleng k) kepiting.5 0.

000. Ikan segar/beku/hidup/kering produksi lokal yang dijual tanpa melalui lelang 3. Uji Organoleptik (ikan segar) 6. Pemeriksaan ulang terhadap Produk Impor Hasil Perikanan: a) Ikan/olahan b) Udang c) Kodok d) Produk perikanan kering j.00/Kg Rp100.4.00/contoh Rp90.000. kering dan lain-lainnya yang sejenis dari luar daerah 4.000.000. Ikan segar/beku/hidup/kering produksi lokal dikenakan pada nelayan dan pedagang 2.00/Kg Rp25.57 - .000.00/contoh Rp25.00/contoh Rp100.000.000.00/Kg Rp200.00/contoh Rp250.000.00/contoh Rp80.00/contoh Rp20. asin.00/contoh Rp30. Pengujian tambahan: a) Uji antibiotik (metode HPLC) b) Uji antibiotik (metode bio assay) c) Uji histamin d) Uji merkuri e) Uji zat warna f) Uji zat pengawet g) Uji pestisida Rp250.00/contoh Rp20. Pengujian Kimia a) Garam b) Air c) Abu d) Abu tak larut dalam air 5.000. Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan: 1. Penjualan Benih Ikan 100% (seratus persen) dari harga pedoman 1% (satu persen) dari harga pedoman 5% (lima persen) dari harga pedoman 5% (lima persen) dari harga transaksi Rp50. Ikan segar/beku/hidup dari luar daerah yang masuk/dijual tanpa melalui lelang 1% (satu persen) dari harga pedoman k.00/contoh 7.000.000.000. Ikan olahan.00/Kg .00/contoh Rp150.00/contoh Rp20.00/contoh Rp50.

000. Pemakaian tempat pendaratan kapal di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.00/ izin .000. Hari ke 3 (tiga) sampai dengan hari ke 5 (lima): a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT 4.00/ izin Rp0. Pemberian Tanda Daftar Usaha Perikanan (TDUP) bidang pemasaran.400.00/kamar/hari m.200.800. Pemakaian Tempat Penginapan Nelayan n. Hari ke 1 (satu) sampai dengan hari ke 2 (dua): a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT 2.100. Pemberian izin Usaha Perikanan (IUP) bidang Penangkapan Ikan : a) IUP b) daftar ulang (perpanjangan) Rp100.600.000.00/kapal/24 jam Rp500.00/ izin Rp100.000.000.00/kapal/24 jam 3. 1.00/kapal/24 jam Rp4. Penjualan Bibit Ternak 100% (seratus persen) dari harga pedoman Rp20.00/kapal/24 jam Rp500.000.00/kapal/24 jam Rp1. Perizinan Bidang Perikanan: 1.000.00/kapal/24 jam Rp2.00/kapal/24 jam Rp1.00/ izin Rp250.00/tahun Rp500.200.00/kapal/24 jam Rp500.000.400.00/kapal/24 jam Rp2.00/kapal/24 jam Rp1. Hari ke 6 (enam) sampai dengan hari ke 9 (sembilan): 2.l.000.00/kapal/24 jam Rp1. Hari ke 10 (sepuluh) keatas a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT o.00/kapal/24 jam Rp5.00/kapal/24 jam Rp4.00/kapal/24 jam Rp4. pengolahan dan pengangkutan hasil perikanan: a) usaha pemasaran ikan dan olahan lainnya 1) pengecer 2) grosir 3) eksportir 4) jasa pengangkutan Rp25.00/kapal/24 jam Rp2.200.58 - .600.00/kapal/24 jam Rp2.00/ izin Rp150.

00/ izin Rp100. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel d) Jaring muro-ami e) Jaring ikan hias Rp30.000.000.00/ izin Rp75.b) usaha pengolahan ikan: 1) tradisional (pengeringan/pengasinan/ pemindangan dan lain-lain yang sejenis) 2) modern (pembekuan/pengalengan dan lain-lain yang sejenis) c) usaha pengangkutan ikan 1) menggunakan kendaraan angkutan ikan dengan insulasi berukuran: a)) sampai dengan 1 ton b)) lebih dari 1 ton sampai dengan 3 ton c)) lebih dari 3 ton sampai dengan 5 ton d)) lebih dari 5 ton a)) sampai dengan 1 ton b)) lebih dari 1 ton sampai dengan 3 ton c)) lebih dari 3 ton sampai dengan 5 ton d)) lebih dari 5 ton 3.000.00/ izin Rp100.000.000.000.000.00/izin Rp30.000. dengan alat: Rp40.000.00/ izin Rp00.000.000.000.00/ izin Rp250.00/rekomendasi 4. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel c) Jaring payang: 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/ izin Rp25.00/ izin Rp100.00/ izin Rp50.00/ izin Rp00.000. Pemberian Surat Penangkapan Ikan (SPI).00/ izin Rp75.00/ izin Rp30.00/ izin Rp00.00/izin Rp30.000.000.00/ izin Rp50.000.00/ izin Rp50.00/ izin Rp50.59 - . Rekomendasi pemasukan ikan/pakan/ikan obat-obatan ikan a) Jaring Insang (Gill Nett): 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.00/ izin Rp150.00/ izin 2) menggunakan kendaraan angkutan ikan tanpa insulasi berukuran: . dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK (daya kuda) b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel b) Jaring Kolor (purse seine): 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.000.00/ izin Rp25.00/unit/tahun Rp30.

000.000. pemakaian los promosi bunga.000.00/izin Bagian Ketiga Pertanian dan Kehutanan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 39 (1) Pelayanan Pertanian dan Kehutanan terdiri dari: a.00/izin Rp30. c.000.00/izin Rp00. b.00/unit/tahun Rp30.00/izin Rp50.00/izin Rp00. pemakaian kios terbuka promosi bunga. . dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel g) B u b u 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.000. dengan mesin berkekuatan: 1) sampai dengan 10 DK 2) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK Rp30.000. pemakaian kios promosi bunga.00/izin Rp00.f) Pancing: 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.00/izin Rp30.00/izin Rp30.00/izin Rp50.00/izin Rp00.000.60 - .000. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel j) Kapal Pengangkut Ikan kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/izin Rp50.00/izin Rp50. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel h) Jaring Cumi (Bouke Ami) 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel i) Jaring Arad 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/izin Rp50.

i. penjualan bibit/hasil kebun. k. h. f. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. pemakaian green house/lath house. pemakaian tempat penimbunan hasil hutan. pemakaian laboratorium uji mutu pertanian. pemakaian fasilitas kehutanan di kota/hutan wisata. Pasal 41 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n. Nama dan Subjek Pasal 40 (1) Pelayanan Pertanian dan Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertanian dan kehutanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. l. pemakaian sarana/fasilitas kehutanan. pemakaian lahan usaha promosi penangkar bibit. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf p dipungut retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terhadap hasil hutan yang diangkut oleh pribadi atau badan. e. pengukuran dan pengujian hasil hutan. pemakaian lahan taman anggrek ragunan. m. g.61 - . o. . j. pemakaian peralatan untuk pengujian pengawetan dan pengeringan kayu. p. pemakaian lahan kebun bibit. pemakaian peralatan pengeringan. pengawetan dan pengolahan kayu. Golongan. n. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pertanian dan kehutanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf o dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Paragraf 2 Objek. pemakaian pusat latihan pertanian klender dan fasilitasnya.d.

serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Tingkat penggunaan Jasa Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) diukur berdasarkan jenis. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.62 - . biaya perawatan/pemeliharaan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. . umur dan tinggi tanaman. ukuran dan volume. luas. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. jumlah dan waktu pemakaian. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 42 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) diukur berdasarkan penggunaan. biaya penyusutan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (3) Subjek Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf p. biaya asuransi. biaya perawatan/pemeliharaan. (3) Tingkat penggunaan Jasa Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4) diukur berdasarkan jenis. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 43 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah fasilitas/peralatan pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.(2) Subjek Retribusi Penjulan Produksi Usaha Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf o.

forklift Rp200.00/m2/bulan d. pengawetan dan pengolahan kayu: 1. bangunan Rp500.Pasal 44 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/m3 3.00/m2/bulan .00/hari 2. Kayu gelondongan/dolken Rp150. gedung pertemuan Rp150.00/kios/bulan Rp2. pemakaian lahan kebun bibit f.000.000.00/m3 3.00/m3 2. pemakaian lahan Taman Anggrek Ragunan : 1. pemakaian kios terbuka promosi bunga e.000.00/buah/hari 3.00/kav/bulan Rp7.000. Rotan Rp200.00/m2/hari Rp75.000. Tempat penimbunan hasil hutan: 1.500.00/orang/skl masuk Rp185.000.00/m3 b) sistem injeksi Rp175.00/m2/hari 2.00/hari 4.00/m3 b) pembuatan palet Rp35.000. pemakaian tempat tidur Rp4. pemakaian aula dan ruang makan Rp150. Pengawetan Rp3. Pengolahan kayu: a) penyerutan kayu Rp60.000. Jenis/kualitas kayu Rp3.00/M3/hari 3. Pemakaian sarana/fasilitas kehutanan: 1. Pemakaian peralatan untuk pengujian pengawetan dan pengeringan kayu: 1.00/m3 l. pemakaian kios promosi bunga b.00/M3/hari 2. masuk kawasan taman anggrek ragunan: a) mobil b) motor c) orang h.00/m3 2. tempat ruang terbuka Rp250.000.000.000.63 Rp1.00/m2/bulan Rp500.000.000.00/orang/hari i. Pengawetan kayu: a) sistem vacuum pressure Rp150.00/mobil/skl masuk Rp500.000. pemakaian kursi tambahan Rp500. Pengeringan kayu Rp100.000.00/hari 3. Pemakaian peralatan pengeringan.00/M3/hari j.000.00/motor/skl masuk Rp1. pemakaian los promosi bunga c.000.000.000. pemakaian lahan usaha promosi penangkar bibit Rp1. pemakaian Green House/lath House g. pemakaian lahan taman anggrek ragunan 2.00/ha/tahun Rp1. Pengeringan Rp2.00/m3 c) pembuatan kusen Rp130.000.00/m3 . Pemakaian pusat latihan pertanian Klender dan fasilitasnya: 1.00/m2/hari k.500. Kayu gergajian Rp100.

000.00/contoh Rp30. Kayu Bulat 2.000. p.m.00/m3 Rp10.00/contoh Rp35.000.000.000.00/ton .000. Penjualan bibit/hasil kebun 100% (seratus persen) dari harga pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.000.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp40.000.00/contoh Rp20.00/m2/bulan n.00/contoh/golongan Rp20.000.00/contoh Rp325.00/contoh Rp50. Pengukuran dan pengujian hasil hutan: besaran tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada Pasal 41 ayat (5) ditetapkan sebagai berikut : 1.00/contoh Rp35.000.000. Pelayanan pemakaian laboratorium uji mutu pertanian: o.000.000.000.00/contoh Rp30.00/contoh Rp1.000. Kayu Olahan 3. Sewa lapak tanaman hias 1) uji organopoleptik: a) sayur-sayuran segar b) buah-buahan segar c) hasil olahan: 1)) dalam kaleng 2)) kemasan lain 2) uji kimia: a) kadar lemak b) kadar serat c) kadar protein d) kadar abu e) kadar air f) kadar gula g) total gula h) kadar asam i) kadar vitamin c j) derajat kekentalan 3) uji residu pestisida 4) uji mikrobiologi: a) escherisia coli b) total plate count c) salmonella d) v pata haemoliticus e) stafilococcus f) clostridium botulinum Rp40.00/contoh Rp30.00/contoh Rp20.00/motor/sekali masuk Rp500.00/contoh Rp40.00/orang/sekali masuk Rp500.00/contoh Rp40.000.00/contoh Rp35.000.000.000.000.64 Rp5.00/contoh Rp40.00/contoh Rp50.000. Pemakaian fasilitas kehutanan di kota/hutan wisata/hutan lindung 1.00/mobil/sekali masuk Rp500.00/m3 Rp10.000. Masuk hutan kota/hutan wisata: a) mobil b) motor c) orang 2.00/contoh Rp50.00/contoh Rp20. Rotan .000.00/contoh Rp75.000.

Nama dan Subjek Pasal 46 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pemakaian penginapan Graha Wisata Kuningan.65 - . pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata Ragunan. b. pemakaian penginapan Graha Wisata Ragunan. izin usaha akomodasi. g. izin usaha jasa pariwisata. . Paragraf 2 Objek. h. (3) Untuk mendapatkan pelayanan kepariwisataaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. izin usaha kawasan pariwisata. e. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kepariwisataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata Kuningan. f. j. izin usaha penyediaan makanan dan minuman.4. pemakaian penginapan Graha Wisata TMII. c. i. d. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf f dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah. k. Getah/Damar Rp500. izin usaha rekreasi dan hiburan. Golongan.00/kg Bagian Keempat Pariwisata Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 45 (1) Pelayanan Kepariwisataan terdiri dari: a. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata TMII.

dan Besarnya Tarif Pasal 49 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 48 (1) Tingkat penggunaan Jasa Fasilitas Akomodasi Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) diukur berdasarkan jumlah orang. biaya promosi. klasifikasi fasilitas tempat. biaya pengawasan dan pengendalian. dan waktu pemakaian. biaya penertiban.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf g sampai dengan huruf k dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Usaha Industri Pariwisata. Pasal 47 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kepariwisataan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1). serta jangka waktu. biaya promosi. (2) Tingkat penggunaan Jasa Izin Usaha Industri Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3) diukur berdasarkan jenis dan klasifikasi industri pariwisata. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Jasa Pelayanan Izin Usaha Industri Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3) adalah dengan memperhatikan jenis dan klasifikasi industri pariwisata yang mencakup biaya pemeriksaan lokasi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.66 - . biaya penyusutan. Pasal 50 Struktur dan besarnya tarif retribusi Pelayanan Kepariwisataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) adalah sebagai berikut: . Struktur. biaya pembinaan.

00/orang/tempat tidur/hari c. Pemakaian penginapan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.000.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).00/orang/tempat tidur/hari Rp10.00/8 jam Rp400. f.00/8 jam Rp400.000.000.000.000.000.000.a.00/8 jam Rp400. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200.00/orang/tempat tidur/hari Rp20. e.000.000.000.000.00/orang/tempat tidur/hari Rp10.00/orang/tempat tidur/hari b.00/orang/tempat tidur/hari Rp20.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen). Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Kuningan: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200.000.00/orang/tempat tidur/hari Rp50.000.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).000.00/orang/tempat tidur/hari Rp10. Pemakaian penginapan Graha Wisata Ragunan: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.000.00/orang/tempat tidur/hari Rp20.00/orang/tempat tidur/hari d.000.00/orang/tempat tidur/hari Rp50.00/orang/tempat tidur/hari Rp50. Pemakaian penginapan Graha Wisata Kuningan: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.000. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Ragunan: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200.67 - . .000.

000.00 Rp0.00 Rp0.000.00 Rp0.000.00/tahun Rp 7.000. Resort wisata: a) baru b) daftar ulang 5.00/tahun Rp 5.g.00 Rp0.000. Motel: a) baru b) daftar ulang 3.00 Rp0.00 Rp0.000.000.000.00/tahun Rp 15.00/tahun Rp5.00/tahun .00/tahun Rp3.68 Rp1.000.500.00/tahun Rp 2.00/tahun Rp 20.000.000.000.000.00/tahun Rp15.000.000.000.000.00 Rp0.000.000. Izin usaha akomodasi 1.000.00 Rp0.00 Rp 0.00 Rp0.000.000. Losmen: a) baru b) daftar ulang 4.00 Rp0. Hotel: a) bintang lima: 1) baru 2) daftar ulang b) bintang empat: 1) baru 2) daftar ulang c) bintang tiga: 1) baru 2) daftar ulang d) bintang dua: 1) baru 2) daftar ulang e) bintang satu: 1) baru 2) daftar ulang f) melati 3: 1) baru 2) daftar ulang g) melati 2: 1) baru 2) daftar ulang h) Melati 1: 1) baru 2) daftar ulang 2. Penginapan remaja: a) baru b) daftar ulang .00/tahun Rp 3.00/tahun Rp 10.000.00/tahun Rp 1.00 Rp0.

Bakeri: a) baru b) daftar ulang i.000. Izin usaha jasa pariwisata 1.00/tahun Rp1.000.00/tahun Rp1.00 Rp 0.00/tahun Rp2.00 Rp0.00 Rp0.00 Rp0.00/tahun .000.00 Rp 0.000.00/tahun Rp500. Jasa biro perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang .69 Rp7.000.00/tahun Rp5.6. Pusat jajan: a) baru b) daftar ulang 4. Restoran/Rumah Makan: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang 2.00 Rp 0.00 Rp 0.00/tahun Rp10.000.00/tahun Rp2.500.00 Rp0.000. Pondok wisata/cottage: a) baru b) daftar ulang 9.000.000. Izin Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman: 1.00/tahun Rp1.00 Rp0. Wisma: a) baru b) daftar ulang h.000. Bar: a) baru b) daftar ulang 3. Karavan: a) baru b) daftar ulang 8. Jasa boga: a) baru b) daftar ulang 5.00 Rp 0.00 Rp0. Hunian wisata/service apartemen: a) baru b) daftar ulang 7.000.000.000.00/tahun Rp10.00 Rp0.000.500.000.000.00/tahun Rp1.000.000.000.000.00/tahun Rp500.

perjalanan insentif dan pameran: a) baru b) daftar ulang 7. Jasa fasilitas konvensi dan pameran: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang Rp 2. Jasa konsultasi pariwisata: a) baru b) daftar ulang 9.00/tahun Rp 1.500.000.70 - .00 Rp 0.000.00 Rp 0.000. Jasa impresariat: a) baru b) daftar ulang 8.000.00/tahun Rp 1. Jasa penyediaan pramuwisata: a) baru b) daftar ulang 6.00/tahun Rp 5.00/tahun Rp 1.000.00 Rp 0.2. Jasa penyelenggaraan konvensi.00 Rp 0.00/tahun . Jasa fasilitas teater: a) baru b) daftar ulang 12.00 Rp 0. Jasa gerai jual perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 5.00 Rp 0.00/tahun Rp 2.00 Rp 0.000.000.000.000.000.500. Jasa agen perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 4.00 Rp0.00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 5.00 Rp 0.000.00/tahun Rp 3.500. Jasa cabang biro perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 3.500. Jasa manajemen hotel: a) baru b) daftar ulang 11.000.000.000.000.00 Rp 0.00 Rp 0.000.000.500.00/tahun Rp 1.000.000. Jasa informasi pariwisata: a) baru b) daftar ulang 10.00 Rp 0.00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 1.

000. Karaoke: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang 5.00/tahun Rp 3.00 Rp 0.00 Rp 0. Mandi uap: a) baru b) daftar ulang 6.00/tahun Rp 3.000.000.71 - .13. Musik hidup: a) baru b) daftar ulang 4.000.000.000.000.000.00 Rp 0. Izin usaha rekreasi dan hiburan 1.00 Rp 0.000.000. Spa: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang Rp 3.000. Diskotik: a) baru b) daftar ulang 3.000. Klab malam: a) baru b) daftar ulang 2.00/tahun Rp 5.00 Rp 0.00/tahun Rp 5.00 Rp 0.000.00/tahun Rp 5.00 Rp0. Jasa ruang pertemuan eksekutif: a) baru b) daftar ulang j.00 Rp 0.000. Griya pijat: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang 7.000.00/tahun Rp 5.00 Rp 0.000.000.000.00/tahun Rp 2.000.000.000.00/tahun Rp 5.000.00/tahun .00/tahun Rp 3.00/tahun Rp 5.00 Rp 0.00 Rp0.

000. Bola sodok: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang 11.72 Rp 3.00/tahun Rp 2.000.00/tahun Rp 5.000.000.00 Rp 0. Permainan ketangkasan manual/mekanik/elektronik: a) klasifikasi A (jumlah mesin 50 keatas): 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B (jumlah mesin 20 sampai dengan 49): 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C (jumlah mesin sampai dengan 19): 1) baru 2) daftar ulang 13.00 Rp 0.00/tahun .000.00/tahun Rp 1.000.000.000.000.000. Pusat olah raga dan kesegaran jasmani: a) baru b) daftar ulang .500.000.500.00 Rp 0.000. Bioskop untuk per layar: a) Bioskop klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) Bioskop klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) Bioskop klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang Rp 250.00 Rp 0.00 Rp 0.00 Rp 0.8. Bola gelinding: a) baru b) daftar ulang 10.00/tahun Rp 1.00 Rp 0. Seluncur: a) baru b) daftar ulang 12.000.000.000.000.00/tahun Rp 7.000.00 Rp 0.00/tahun Rp 10.000.00/tahun Rp 500.000.00 Rp 0.00 Rp 0.00 Rp 0.00/tahun Rp 1.000.00/tahun Rp 2.00/tahun 9.00 Rp 0.00/tahun Rp 3.

00 Rp0.00 Rp 0.00 Rp0.000.000.000.00 Rp 0.00 Rp 250.000.00/tahun Rp 500.00/tahun Rp 10.00 Rp 0. Taman rekreasi: a) baru b) daftar ulang 19.00 Rp 500.00/tahun .00/tahun Rp 20.000. Arena latihan golf: a) baru b) daftar ulang 16.000.000. Gelanggang renang: a) baru b) daftar ulang 18. baru 2.000.000.000.000.000.000.14.000.000.000. Kolam pemancingan: a) baru b) daftar ulang 21.000.00 Rp0.00/tahun Rp 30.00/tahun Rp 250.00/tahun Rp 300. Izin usaha kawasan pariwisata: 1.00 Rp0.000.00/tahun Rp 1.00 Rp 0. Padang golf: a) kelas A (36 hole): 1) baru 2) daftar ulang b) kelas B (18 hole): 1) baru 2) daftar ulang c) kelas C (9 hole): 1) baru 2) daftar ulang 15. Pangkas rambut: a) baru b) daftar ulang 17.00 Rp 0. daftar ulang Rp 5. Pagelaran kesenian: a) baru b) daftar ulang 22.00 Rp 0.00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 1. Taman Margasatwa: a) baru b) daftar ulang 20.000. Pertunjukan temporer: a) dengan menggunakan harga tanda masuk b) tanpa menggunakan harga tanda masuk k.00/tahun Rp 15.000.000.73 - .00 Rp 0.

d. izin pengusahaan minyak dan gas bumi. . b. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pertambangan Umum. izin pertambangan umum. g. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan pengangkutan Tanah. pemanfaatan ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi. e. h.Bagian Kelima Pertambangan dan Energi Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 51 (1) Pelayanan pertambangan terdiri dari: a. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. c. pemanfaatan air bersih. penggantian biaya cetak peta.74 - . Nama dan Subjek Pasal 52 (1) Pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Ketenagalistrikan. f. izin ketenagalistrikan. Golongan. izin penggalian/pengurugan dan pengangkutan tanah. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan dan memerlukan pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. izin pemboran dan pemanfaatan air bawah tanah. Paragraf 2 Objek .

(2) Subjek Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b. (3) Subjek Retribusi Izin Pertambangan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf c. (7) Subjek Retribusi Pemanfaatan Air Bersih adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf g. Pasal 53 (1) Subjek Retribusi Izin Ketenagalistrikan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a. (5) Subjek Retribusi Izin Pemboran Dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf e. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. . (4) Subjek Retribusi Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf d.75 - . (8) Subjek Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf h.(6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. (9) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (8) adalah Wajib Retribusi. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Penggantian Biaya Cetak Peta. (6) Subjek Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf f. (9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu.

(7) Tingkat penggunaan Jasa Pemanfaatan Air Bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (8) diukur berdasarkan volume. . biaya segel dan biaya penertiban. biaya pemeriksaan. ukuran. jenis. (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Pertambangan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) diukur berdasarkan lokasi. jenis pemanfaatan air bawah tanah. ayat (5) diukur berdasarkan volume. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 55 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan.76 - . lokasi. resiko. jenis bahan tambang. biaya pengumpulan dan pemutakhiran data. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. resiko dan waktu. (5) Tingkat penggunaan Jasa Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dimaksud dalam Pasal 52 ayat (6) diukur berdasarkan kedalaman pemboran. kapasitas dan waktu. resiko dan waktu. volume.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 54 (1) Tingkat penggunaan Jasa Izin Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) diukur berdasarkan kapasitas. biaya konservasi dan penertiban serta kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) diukur berdasarkan volume. jenis pemanfaatan. biaya sosialisasi. (6) Tingkat penggunaan Jasa Pengantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (7) diukur berdasarkan skala. resiko dan waktu. luas area dan waktu. biaya laboratorium. (4) Tingkat penggunaan Jasa Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. resiko dan kualitas air. volume. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya pemeriksaan/pengecekan. biaya analisa laboratorium. resiko dan waktu. biaya penyediaan peralatan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. teknis pencetakan dan jumlah. (8) Tingkat penggunaan jasa Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (9) diukur berdasarkan jenis.

00/5tahun Rp250.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pertambangan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya pemeriksaan kualitas air. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya sosialisasi. biaya penertiban kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya sosialisasi. biaya peralatan. biaya meter air. tanda daftar penyediaan tenaga listrik . biaya pemeriksaan. biaya analisa laboratorium. biaya analisa air. ukuran. Izin ketenagalistrikan: 1. biaya operasional/pemeliharaan.500.00/5tahun Rp500. Pasal 56 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pengusahaan Miyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. perpanjangan izin usaha penyediaan tenaga listrik 3. biaya bahan bakar. teknis pencetakan dan jumlah peta. biaya penertiban.00/5tahun Rp1.00/5tahun . biaya sosialisasi. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. izin usaha penyediaan tenaga listrik 2. biaya konservasi dan penertiban kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (8) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya peralatan. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya sosialisasi. biaya operasional/pemeliharaan. biaya operator. biaya pengujian. biaya pemeriksaan. izin operasional penyediaan tenaga listrik 4. biaya pengumpulan/pengolahan dan analisa data. perpanjangan izin operasional penyediaan tenaga listrik 5. biaya pemeriksaan. biaya pengumpulan. biaya penyusutan. biaya penyusutan. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemanfaatan Air Bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan.77 Rp0. pengolahan dan analisa data. biaya konservasi dan penertiban.000.00/5tahun Rp2. biaya sosialisasi. biaya konservasi. biaya pengumpulan/pengolahan dan analisa data hidrogeologi. jenis. biaya operator.500. biaya pemutakhiran data. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (7) adalah dengan memperhatikan skala.000. biaya koordinasi. biaya segel.000. biaya pemeriksaan/uji laik.000.

500. atas keterlambatan perpanjangan izin pertambangan umum dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi perpanjangan izin. perpanjangan izin pengumpulan dan penyaluran minyak pelumas bekas 9.00/tahun Rp2. b.00/5tahun Rp1.000.00/tahun /lokasi 13.000.00/5tahun Rp1. perpanjangan izin usaha penunjang tenaga listrik 9.000. pengesahan penanggung jawab teknik Rp0. izin usaha penunjang tenaga listrik 8.000.00/5tahun Rp1. izin penjualan dan/penampungan 12.00/5tahun Rp10. izin eksploitasi 6. izin penyelidikan umum 2.000.000.00/10tahun Rp250.00/tahun Rp500.000. perpanjangan izin pengusahaan depo lokal 5.00/tahun Rp1.000.000.00/5tahun Rp2.00/5tahun Rp2. atas keterlambatan perpanjangan izin ketenagalistrikan dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi perpanjangan izin.000.00/5tahun Rp10.000.000.000.00/10tahun Rp100. izin pengusahaan minyak tanah: a) pangkalan b) agen 6.000.000.000.00/5tahun .000. izin pengusahaan SPBU 2. perpanjangan izin pengangkutan 11.000.500. Izin pertambangan umum: 1.000.00/tahun Rp1.500.000. perpanjangan tanda daftar penyediaan tenaga listrik 7. perpanjangan izin pengolahan dan pemurnian 9.00/5tahun Rp500.000.000. izin pemasaran bahan bakar khusus .000.000.000.00/10tahun Rp1.00/5tahun Rp7.000.00/5tahun 10.78 Rp500. perpanjangan izin penjualan dan/penampungan Rp1. perpanjangan izin eksplorasi 5. Izin penggalian/pengurugan dan pengangkutan tanah c.000.000. izin pengumpulan dan penyaluran minyak pelumas bekas 8. perpanjangan izin pengusahaan SPBU 3. Izin pengusahaan minyak dan gas bumi: 1.000.000.000. perpanjangan izin pengusahaan minyak tanah: a) pangkalan b) agen 7.00/10tahun Rp2. izin eksplorasi 4.000. izin pengolahan dan pemurnian 8.00/10tahun Rp1.00/10tahun Rp500.000.000.500.000. izin pengangkutan 10.00/5tahun Rp100. perpanjangan izin eksploitasi 7.000.6. d.000.000. izin pengusahaan depo lokal 4.00/5tahun Rp5. perpanjangan izin penyelidikan umum 3.00/10tahun Rp50.000.00/5tahun Rp250.000.00/5tahun Rp500.00/10tahun Rp1.

00/3bulan Rp3.000.00/3bulan Rp5.00/3tahun Rp2.000.00 Rp1.000.00/3bulan Rp2.000.00/3bulan Rp4. Perpanjangan izin pemboran air bawah tanah: a.000. atas keterlambatan perpanjangan izin pengusahaan minyak dan gas bumi dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi perpanjangan izin.000. perpanjangan rekomendasi penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan migas 15.000. instansi pemerintah dan sosial b. rekomendasi penggunaan lokasi pendirian kilang 16. perpanjangan izin pengusahaan bahan bakar gas 23.000. perpanjangan izin pendirian dan penggunaan gudang bahan peledak 21.500.000.000.00/3tahun 25.00/2tahun Rp1.000.00/2tahun Rp1.000.000.00/2tahun Rp1.00/2tahun Rp1.00/5tahun Rp500.00/2tahun Rp2. non niaga .10.000.00/2tahun Rp1.000.000.000.000. perpanjangan izin penggunaan wilayah kuasa penambangan diluar kegiatan migas 19.000.000.000.000.000. perpanjangan izin pemasaran bahan bakar khusus 11. rekomendasi penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan migas 14. izin usaha jasa penunjang kegiatan migas 24. izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan sub sektor migas 12.000.79 Rp00.000.00/2tahun Rp2.000.00/2tahun Rp500. Izin pemboran air bawah tanah: a) instansi pemerintah dan sosial b) non niaga c) niaga kecil d) industri kecil e) niaga besar f) industri besar 2.000. izin pendirian dan penggunaan gudang bahan peledak 20.00/3bulan Rp00.000.000.000.000.00/5tahun Rp1.000.00/2tahun Rp500. perpanjangan izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan sub sektor migas 13.00/5tahun Rp2.000.000. izin pengusahaan bahan bakar gas 22. Izin pemboran dan pemanfaatan air bawah tanah: 1.000.000.00/2tahun Rp2. perpanjangan izin usaha jasa penunjang kegiatan migas Rp1. e.00 Rp1.00/3bulan . perpanjangan rekomendasi penggunaan lokasi pendirian kilang 17. izin penggunaan wilayah kuasa penambangan diluar kegiatan migas 18.000.000.

SIPA pantek b.000.000. Izin kartu pengenal instalasi bor 10. Perpanjangan izin pengambilan atau pemanfaatan Air Bawah Tanah: a.000/3tahun Rp500. masyarakat 2.000.000. niaga kecil d.00/3bulan Rp5. Perpanjangan kartu pengenal instalasi bor Rp2.00/3tahun 6.000. .80 - .00/3tahun Rp100. niaga besar f. SIPA bor 4.000.00/3tahun Rp500.000 ukuran (50x50) cm g. Kecil dan Menengah terdiri dari: a.00/3tahun Rp500. Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu besarnya tarif retribusi disesuaikan dengan ketentuan tarif PLN. Izin juru bor air bawah tanah 8.00/3tahun Rp100.000. pemakaian tempat usaha di lokasi binaan usaha mikro. Bagian Keenam Koperasi.c. SIPA bor 5.00/liter Rp500.000.000.000. f. industri besar 3. Perpanjangan izin juru bor air bawah tanah 9.00 h. komersial Rp25.000/3tahun Rp500.000. industri kecil e. Usaha Kecil dan Menengah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 57 (1) Pelayanan Usaha Mikro.00/3bulan Rp100.500.00/3bulan Rp3. Izin pengambilan atau pemanfaatan: a.000/3tahun Rp100. Atas kelebihan debit dari yang diizinkan dikenakan denda sebesar 50% (lima puluh persen) dari golongan tarif/m3.00/3bulan Rp4. Pemanfaatan air bersih: 1. Perpanjangan izin perusahaan pemboran air bawah tanah 11.00/liter Rp100. Penggantian biaya cetak peta Peta digital skala 1: 50.000.000/3tahun Rp500. Izin perusahaan pemboran air bawah tanah (SIPPAT) (SIPPAT) 7.000. SIPA pantek b.00/3tahun Rp500.000.

(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Nama dan Subjek Pasal 58 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. Pasal 59 (1) Subjek retribusi tempat Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) dan ayat (2). pemakaian tempat usaha di lokasi sementara usaha mikro. pemakaian sarana produksi/bengkel kerja usaha kecil dan menengah.b. . h. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1). d. c. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. f. e. pemakaian tempat usaha di lokasi binaan usaha kecil. Golongan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 60 Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah di Lokasi Usaha Mikro. g. pemakaian tempat usaha di lokasi promosi dan pusat perdagangan usaha kecil dan menengah. orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 2 Objek. intensitas pemakaian lokasi usaha dan jenis lokasi usaha. pemakaian tempat usaha di lokasi terjadwal usaha mikro. pemakaian tempat usaha di lokasi sarana pujasera usaha kecil dan menengah.81 - . pemakaian tempat usaha di lokasi usaha pedagang tanaman hias. Kecil dan Menengah diukur berdasarkan luas lahan. batu alam. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah wajib Retribusi.

00/hari Rp 10. biaya penyusutan.000.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi binaan Pedagang Usaha Mikro: 1) Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2) Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3) Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2.00/hari b.000.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Sementara Usaha Mikro: 1) Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2) Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2. Kecil dan Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000.Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 61 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di Lokasi Usaha Mikro.00/hari Rp 2.00/hari Rp 9. dengan orientasi pada kemampuan usaha.500.00/hari Rp 9.000. biaya rutin periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.00/hari Rp 5.000.00/hari Rp 3.00/hari Rp 3.000.000.00/hari Rp 10.000.00/hari .00/hari Rp 4. biaya perawatan/pemeliharaan.00/hari Rp 5.000.000.000.82 - .500.00/hari Rp 3. biaya asuransi.00/hari Rp 6. Pasal 62 Struktur dan besarnya tarif Retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/hari Rp 4.

000. Batu Alam.000.00/hari Rp 8.000. dikenakan retribusi sebesar Rp5.000. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 3.00/m2/hari untuk luas yang lebih dari 25 m2.00/hari . Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000. d. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3. e.00/hari f.00/hari c. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 3.000.00/hari Rp 5.00/hari Rp 14.00/hari Rp 5.000.000.000.3) Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2.00/hari Rp 15.00/hari Rp 3.83 - .000.00/hari Rp 4.000. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Sarana Pujasera Usaha Kecil dan Menengah: 1.00/hari Rp 15.00/hari Rp 12.000.00/hari Rp 9.00/hari/pedagang.00/hari Rp 12.00/hari Rp 8. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2. Pemakaian Tempat Usaha di Lokasi Usaha Pedagang Tanaman Hias.00/hari Rp 14.000.000.000.000.000.000. Pemakaian Tempat Usaha di Lokasi Usaha Terjadwal Usaha Mikro dikenakan retribusi sebesar Rp5.000.00/hari Rp 9.00/hari Rp 10.00/hari Rp 4.000.00/hari Rp 6.00/hari Rp 10. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Promosi dan Pusat Perdagangan Usaha Kecil dan Menengah: 1.00/hari dengan paling luas tempat dagang 25 m2 dikenakan tambahan Rp500.000.000.000.

Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2.84 - .500. c. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pelayanan kesehatan di puskesmas dan penyediaan fasilitas/peralatan kesehatan dasar lainnya milik daerah. . pelayanan kesehatan di rumah sakit umum/khusus milik pemerintah daerah.000.000.g.00 Rp 100. pelayanan laboratorium kesehatan daerah. b.000.000. pelayanan mobil ambulance.00/hari Rp 10.000. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2.000. Pemakaian Sarana Produksi/Bengkel Kerja Usaha Kecil dan Menengah: 1.00/hari Rp 9.000.00 Rp 250. Untuk pelatihan per 10 orang/hari 2.000. e.000.00/hari Rp 6.00/hari Rp 2. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Binaan Usaha Kecil 1. Untuk komersial per m2 3. d.00/hari Rp 5.00/hari Rp 3.00/hari BAB V BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Bagian Kesatu Kesehatan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 63 (1) Pelayanan kesehatan terdiri dari: a.000. izin sarana/fasilitas kesehatan.00/hari Rp 3. Show room/ruang pertemuan perhari/8 jam Rp 175.00 h. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000.00/hari Rp 4.

. Pasal 65 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a dan huruf b. jenis pelayanan kesehatan dasar. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Golongan. (3) Subjek Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf e. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a dan huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan.85 - . ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. Nama dan Subjek Pasal 64 (1) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c dan huruf d dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. dan jenis pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c dan huruf d. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 (1) Tingkat penggunaan Jasa Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) diukur berdasarkan jenis pelayanan kesehatan di puskesmas.(3) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Paragraf 2 Objek.

lokasi.00/orang/kunjungan Rp 5. keahlian dan waktu.(2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) diukur berdasarkan jenis pemeriksaan. biaya pemeriksaan. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. .000. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah fasilitas/peralatan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/orang/kunjungan . Pasal 68 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 adalah sebagai berikut: a.000. biaya pengawasan dan pengendalian. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya perawatan/pemeliharaan. jarak tempuh dan jumlah pemakaian.000.000.00/orang/kunjungan Rp 10. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dengan mempertimbangkan harga pasar.00/orang/kunjungan Rp 2. biaya pengujian. Poliklinik rawat jalan semi spesialis atau spesialis yaitu: a) THT. 1. biaya penginapan dan konsumsi. Pelayanan kesehatan di puskesmas dan penyediaan fasilitas/peralatan kesehatan dasar lainnya milik Pemerintah Daerah. biaya analisa laboratorium. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 67 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya pembinaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan .86 Rp 5. (3) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) diukur berdasarkan jenis usaha.000. fasilitas. biaya operasional dan pemeliharaan. pengobatan dan obat-obatan): a) poliklinik pagi b) poliklinik sore c) keur kesehatan d) pelayanan UGD/Puskesmas 24 Jam 2.00/orang/kunjungan Rp 5. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.

000.000.000.000.00/orang Rp 7.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 250.00/orang Rp 100.00/orang/kunjungan Rp 5. h) konsultasi usia lanjut. p) spesialis 3.000.000.00/orang/kunjungan Rp 5.000.000.00/orang Rp 25. f) klinik gizi.000.00/orang Rp 25.000.00/orang .00/orang/kunjungan Rp 5.000.000.00/orang Rp 100.00/orang Rp 50.000.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 50.00/orang Rp 3.000.000. j) akupuntur. o) paru. i) konsultasi remaja.00/orang/kunjungan Rp 5.500.000. d) kulit/kelamin. Tindakan khusus di Poliklinik/BP: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 c) Tindakan khusus mata: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 3. l) neurologi.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang Rp 5. c) penyakit dalam.000. g) klinik jiwa. e) kebidanan.b) anak. k) mata.000.500.87 - .00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 100.00/orang Rp 1.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang/kunjungan Rp 5.000.750. n) klinik sanitasi.00/orang Rp 50.500.00/orang Rp 10.000.000.00/orang Rp 15.000.00/orang/kunjungan Rp 5. Perawatan tindakan khusus: a) Tindakan khusus gigi dan mulut: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 b.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang/kunjungan Rp 5.000.000. m) fisioterapi.000.00/orang Rp 250.00/orang Rp 7.000.000.000.00/orang Rp 7.

000.000.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 5.000.00/orang Rp 9.00/orang Rp 3.500.000.00/orang Rp 50.d) Tindakan khusus keluarga berencana dan KIA: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 e) Tindakan khusus kulit dan kelamin serta akupuntur: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 f) Tindakan khusus kebidanan (rumah bersalin): 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g) Tindakan khusus THT: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 h) Tindakan khusus UGD/Puskesmas 24 Jam: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 4.000.00/orang Rp 7.00/orang Rp 100.00/orang Rp 2.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 9.00/orang Rp 200.000.000.000.000.000.00/orang Rp 35.000. Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana: a) labotarium klinik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 8) kelompok 8 b) Radiodiagnostik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 .000.00/orang Rp 75.000.00/orang Rp 150.00/orang Rp 5.00/orang Rp 20.00/orang Rp 15.00/orang Rp 100.00/orang Rp 30.00/orang Rp 25.00/orang Rp 20.000.00/orang .000.00/orang Rp 25.000.000.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 7.000.88 Rp 15.00/orang Rp 25.00/orang Rp 10.000.000.00/orang Rp 250.00/orang Rp 50.000.000.000.00/orang Rp 10.000.500.000.

00/orang Rp 25.000.00/orang Rp 2.000.00/orang Rp 5.000.00/jenazah Rp 30. Lain-lain pelayanan kesehatan: a) angkutan mobil pusling/1 kali pakai b) pemeriksaan mayat Rp 10.c) Elektromedik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 d) Laboratorium kesling pemeriksaan air: 1) air bersih bakteriologi 2) air bersih kimia 3) air kolam renang 4) air limbah 5.000.000.000.00/orang Rp 7.000.00/orang Rp 400.000.00/orang Rp 25.000.00/orang Rp 25.00/contoh Rp 25.00/orang Rp 35.000.00/orang Rp 15.00/orang Rp 15.00/orang Rp 100.000.00/orang Rp 10.000.00/contoh Rp 10.000.500.00/orang .000.00/orang Rp 15.500.000.000.000.89 - .000.000.00/orang Rp 10. Rawat inap rumah bersalin a) perawatan 1 (satu) hari: 1) kelas 3 2) kelas 2 3) kelas 1B 4) kelas 1 A (AC) b) pertolongan partus: 1) bidan 2) dokter umum 3) konsul dokter spesialis 4) pertolongan partus oleh dokter Kebidanan c) perawatan ibu: 1) visite dokter umum 2) visite dokter spesialis d) perawatan bayi: 1) perawatan bayi tanpa kelainan 2) perawatan bayi khusus 3) dokter spesialis anak (konsul) e) tindakan rumah persalinan: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 6.00/orang Rp 15.00/orang Rp 15.000.000.000.000.00/contoh Rp 15.00/orang Rp 20.00/orang Rp 10.00/4 parameter Rp 100.00/orang Rp 2.00/orang Rp 350.000.

000.00/orang Rp 50.000.00/orang Rp 24.00/orang Rp 25.00/orang Rp 70.00/orang . 2.000.00/orang Rp 40.000.000.Pelayanan kesehatan di rumah sakit umum/khusus milik Pemerintah Daerah: 1.000.000. 6.000.00/orang Rp 55.00/orang Rp 40.00/orang Rp 15.00/orang Rp 35.000.00/orang Rp 8.00/orang Rp 15.000. 8.00/orang Rp 12.00/orang Rp 100.00/orang Rp 30.000.000.00/orang Rp 250.000.00/orang Rp 20.000.000.000.000.00/orang Rp 135.000.90 Rp 5.000.00/orang Rp 90. 5.000.000.000. Poliklinik spesialis pagi Kamar gawat darurat (IGD): a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 3.000. Perawatan isolasi per hari Perawatan bayi sehat per hari Perawatan bayi sakit per hari Perawatan dengan blue light per hari Pemeriksaan patologi klinik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 q) kelompok 17 r) kelompok 18 .00/orang Rp 5.00/orang Rp 35. 7.00/orang Rp 150.00/orang Rp 35.000.00/orang Rp 50.000.00/orang Rp 75.000.000.00/orang Rp 75.000.00/orang Rp 18.000.000.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 300.00/orang Rp 115.000.00/orang Rp 200.b.00/orang Rp 85.00/orang Rp 50.00/orang Rp 60.000.00/orang Rp 80. Perawatan: a) kelas III a per hari b) kelas III b per hari 4.000.000.

000.00/orang Rp 600.000.00/orang Rp 285.00/orang Rp 250.000.00/orang Rp 185.00/orang Rp 375.00/orang Rp 210.000.000.000.00/orang Rp 275.00/orang Rp 75.00/orang Rp 300.000.s) kelompok 19 t) kelompok 20 u) kelompok 21 v) kelompok 22 w) kelompok 23 x) kelompok 24 y) kelompok 25 z) kelompok 26 aa) kelompok 27 bb) kelompok 28 cc) kelompok 29 dd) kelompok 30 9.000.00/orang Rp 15.00/orang Rp 165.00/orang Rp 250.00/orang Rp 275.000.000.000.00/orang Rp 50.000.00/orang Rp 240.00/orang Rp 35.00/orang Rp 465.000.00/orang Rp 40.00/orang Rp 65.00/orang Rp 110.000.000.000.000.00/orang Rp 260.00/orang Rp 225.00/orang Rp 750.00/orang Rp 415.00/orang Rp 510.250.000.000.000.000.000.91 - Rp 155.00/orang Rp 225.000.000.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 290.000.000.000.00/orang Rp 205.000.000.000.00/orang Rp 270.000.00/orang Rp 26.00/orang Rp 300.00/orang .000.00/orang Rp 100.000. Pemeriksaan radio diagnostik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 .000. Patologi anatomi: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 10.000.00/orang Rp 150.000.00/orang Rp 1.

000.00/orang Rp 350.00/orang Rp 5.00/orang Rp 275.00/orang .000.000.00/orang Rp 40.000.000.00/orang Rp 350.00/orang Rp 10.00/orang Rp 1.000.000.00/orang Rp 1.000.000.00/orang Rp 200.000.000.00/orang Rp 60.00/orang Rp 110.000.000.00/orang Rp 175.000.000.000.000.000.000. Pemeriksaan elektro medik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 12.000.00/orang Rp 45.00/orang Rp 400.00/orang Rp 150.00/orang Rp 250.00/orang Rp 80.000.000.00/orang Rp 150.00/orang Rp 600.000.000.000.000.00/orang Rp 10.00/orang Rp 100.q) kelompok 17 r) kelompok 18 s) kelompok 19 11.00/orang Rp 30.000.00/orang Rp 70.000.00/orang Rp 450.000.00/orang Rp 700.00/orang Rp 500.000.000.00/orang Rp 20.00/orang Rp 300.000.000.00/orang Rp 225.500.000.750.000.92 - Rp 1. Tindakan ringan rumah bersalin/RJ/RI: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 q) kelompok 17 r) kelompok 18 .00/orang Rp 800.00/orang Rp 2.000.00/orang Rp 260.00/orang Rp 300.00/orang Rp 200.000.000.00/orang Rp 15.

00/orang Rp 500.00/orang Rp 1.93 - Rp 450.000.000.00/orang Rp 900.500.000.00/orang Rp 300.000.000.000.00/orang Rp 1.000.00/orang Rp 200.000.00/orang Rp 20.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 400.000.000.000.00/orang Rp 300.000.00/orang Rp 25.00/orang Rp 100.000.000.00/orang Rp 800.750.00/orang Rp 850.00/orang Rp 15.000. Pelayanan Persalinan Kelas III: a) persalinan normal b) persalinan dengan penyulit 1 c) persalinan dengan penyulit 2 15.s) kelompok 19 t) kelompok 20 13.000.250. Pelayanan tindakan medik: a) tindakan medik kecil 1 b) tindakan medik kecil 2 c) tindakan medik kecil 3 d) tindakan medik sedang 1 e) tindakan medik sedang 2 f) tindakan medik sedang 3 g) tindakan medik besar 1 h) tindakan medik besar 2 i) tindakan medik besar 3 j) tindakan medik khusus 1 k) tindakan medik khusus 2 l) tindakan medik khusus 3 m) tindakan medik cito 2 kali total tindakan medik 14.000.000.00/orang Rp 500.00/orang Rp 800.000.00/orang Rp 350.00/orang .000.000.000.000.000.200.000.000.00/orang Rp 450.500.00/orang Rp 250.000.000.000.00/orang Rp 600.00/orang Rp 350.00/orang Rp - Rp 250.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 400.00/orang Rp 600.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 50.00/orang Rp 500.000.00/orang Rp 2. Tindakan gigi dan mulut: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 .000.00/orang Rp 750.000.00/orang Rp 1.

200.00/orang Rp 30.00/orang Rp 34.000.000.000.00/jenazah Rp 700.00/orang Rp 3.00/jenazah Rp 800. Tindakan medik khusus /kosmetik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 20.00/orang Rp 1.000.00/orang Rp 800.000.00/orang Rp 25.00/orang Rp 38.800.00/orang Rp 1.000.000.00/jenazah Rp 600.00/jenazah Rp 150.000.000.00/orang Rp 5.00/orang Rp 4.000.000.000.00/jenazah Rp 450. Pelayanan khusus Rumah Sakit Duren Sawit a) Psikiatri dan Napza 1) Tindakan Ringan Rawat Jalan/Rawat Inap Psikiatri/Napza Pendaftaran Family Therapi Group Therapy .00/orang Rp 2.000.000.00/jenazah Rp 75.00/orang Rp 20. Bedah rawat jalan/ ODC a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 19.000.000.000.000.000.00/jenazah Rp 12. Rehab medik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 17.000.000.00/orang Rp 15.000.94 Rp 5.00/orang Rp 17.00/orang Rp 15.000.000. Perawatan jenazah: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 18.00/orang/kunjungan Rp 45.16.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang Rp 450.000.000.000.000.00/orang Rp 42.000.00/orang .00/orang Rp 2.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 1.000.00/orang Rp 22.000.

00/orang/kunjungan Rp 80.00/orang Rp 15.000.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 80.00/orang/kunjungan Rp 25.000.000.00/orang/kunjungan Rp 80.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 60.S/Parafin/HOT PACK Brain Rehab/latihan IQ Toys Terapi / OT .00/orang/kunjungan Rp 20.00/orang/kunjungan Rp 1.000.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang/kunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 45.00/orang /paket Rp 3.000.000.00/orang/kunjungan Rp 15.00/orang /paket Rp 5.000.000.00/orang/kunjungan Rp 20.000.000.00/orang/kunjungan Rp 150.000.00/orang Rp 45.000.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 60.500.00/orang/kunjungan Rp 15.00/orang/kunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 45.000.S/Berat/E.95 - Rp 30.00/orang/kunjungan Rp 60.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.00/orang/kunjungan Rp 30.00/orang/kunjungan Rp 30.000.000.00/orang/kunjungan .TAK Surat Kesehatan Jiwa Psikoterapi I Psikoterapi II Psikoterapi III Rehabilitasi Mental Home Visit dalam Wilayah Home Visit luar Wilayah Home Visit luar DKI 2) Tindakan Medik Khusus Detox I Detox II Rehabilitasi narkoba Sleep Laboratorium b) Psikologi Tindakan Ringan Rawat Jalan Psikologi Pendaftaran Family Therapi Group Therapy Surat Kesehatan Jiwa Test Minat Test IQ Test EQ Test Bakat Test Seleksi Pekerjaan Psikoterapi I Psikoterapi II Psikoterapi III c) Rehab medik Pendaftaran Exercise tanpa alat /ringan/Pemeriksaan ADL Exercise dengan 1 alat/Infra red Terapi Inhalasi + Chest Therapy Exercise dengan Static Cycle/sedang Terapi dengan U.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang /paket Rp 2.000.00/orang/kunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 60.000.00/orang /paket Rp 1.000.

000.000.00/orang/kunjungan Rp 30.00/kali Rp1.000.00/orang/kunjungan Rp 34.500.000.00/contoh . Angkutan orang sakit dalam kota lain wilayah 3. Angkutan orang sakit keluar kota 4.00/orang/kunjungan Rp 34.00/orang/kunjungan Rp 34.000.00/orang/kunjungan Tarif Khusus Terapi dg 3 alat listrik + Exc.00/orang/kunjungan Rp 30.00/contoh Rp 500.00/orang/kunjungan Rp20.00/orang/kunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 30.00/contoh Rp 350.000. Penggunaan mobil jenazah keluar kota d.750.00/kali Rp50.000.00/contoh Rp 700.00/orang/kunjungan Rp 34.000.00/orang/kunjungan Rp 34.00/orang/kunjungan Rp 34.Terapi Wicara/Behavior/SI Terapi Bin Roh Terapi SWD / E.00/orang/kunjungan Rp 25.000.000.500.96 - Rp 25. Pelayanan Mobil Ambulan 1.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 450.Ringan Rp 42.000.00/orang/kunjungan Rp 30.00/contoh Rp 1. Pelayanan laboratorium kesehatan daerah: 1.00/contoh Rp 1.00/orang/kunjungan Rp 25.00/contoh Rp 600. Penggunaan mobil jenazah dalam kota 5.00/km Rp100. Pemeriksaan doping atlet: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 .00/kali Rp2.000.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 34.200.000.S / Tens / MWD Terapi Inhalasi + Chest Therapy + Infra red Terapi Traksi lumbal/cervical Home Program/Touch therapy Terapi Snozlen/Terapi relaksasi Ketrampilan / Lukis Rehab MTPS dengan lidocain inj Biofeedback Terapi Laser Treadmill exercise Terapi Whirpool Terapi Ken A Terapi 2 alat listrik + Exc.500.00/km Rp 300.000.00/contoh Rp 1.ringan Pembuatan Alat Bantu c.000.000.000. Angkutan orang sakit dalam kota satu wilayah 2.000.000.

00/contoh Rp 180.00/contoh Rp 350.000.000.000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 80.00/contoh Rp 120.000.000.00/contoh Rp 150.000.000.000.000.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 250.00/contoh Rp 400.97 - .00/contoh Rp 180.000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 210. Penelitian a) Uji kromatografi tanpa preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 b) Uji kromatografi dengan preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 c) Uji spektrophotometer tanpa preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 d) Uji spektrophotometer dengan preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 3.000.00/contoh .000.00/contoh Rp 200.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 30.000.000.000.000.00/contoh Rp 350.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 150.000 .00/contoh Rp 400.000.000.000. Pemeriksaan mutu obat dan makanan: a) mutu obat: Uji Kadar (Kuantitatif) 1) Uji dengan spektropotometri: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji kadar / disolusi: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 b) Mutu makanan: Rp 300.000.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 40.000.2.00/contoh Rp 250.000.000.00/contoh Rp 300.000.000.00/contoh Rp 55.000.00/contoh Rp 100.

000.250.000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp40.00/contoh Rp1.000.000.00/contoh Rp 50.000.000.00/contoh Rp1. pemanis dan pengawet) 1) Uji dengan kromatografi lapis tipis: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji kadar dengan spektrofotometri: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3) Uji dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4) Uji kadar gula total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5) Uji kadar gula sacharosa: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6) Kadar gula pereduksi: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7) Uji kadar air: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4.00/contoh Rp 200.00/contoh Rp1.00/contoh Rp 220.000.00/contoh Rp 35.000.000.000.00/contoh Rp1.00/contoh Rp 200.00/contoh Rp 350. Pemeriksaan toksikologi cholinesterase: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 1) Uji cemaran residu pestisida organoklorin: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji cemaran residu pestisida organophosfat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp750.000.00/contoh Rp 45.00/contoh Rp35.zat adiktif (pewarna.00/contoh Rp 160.000.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 30.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp 120.000.000.000.98 - .00/contoh Rp 400.000.000.00/contoh Rp750.000.000.250.00/contoh Rp 60.000.000.00/contoh Rp 100.00/contoh .00/contoh Rp 160.000.00/contoh Rp 100.000.000.00/contoh Rp 300.000.000.00/contoh Rp 180.00/contoh Rp 150.000.000.

500.00/contoh Rp 9.000.500.000.000.000.500.000.00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 6.500.000. Fisika: 1).00/contoh Rp 12. Kecerahan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000. Zat padat tersuspensi (TTS): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).00/contoh Rp 12. Salinitas: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.000.000.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp 9.000.000.000.000.00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 9.00/contoh Rp 6. Zat padat terlarut (TDS): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).000.000.00/contoh Rp 10.000.000.000.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp8.000. Warna: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp 9.000.000.000.00/contoh Rp6.00/contoh Rp 12. Zat padat total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 7. Zat padat terendapkan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000.00/contoh Rp 7.99 - .00/contoh Rp7.00/contoh Rp 10.00/contoh .00/contoh Rp 5. Pemeriksaan/ analisis kimia air a).00/contoh Rp 5. Suhu: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.00/contoh Rp 7.000. Daya hantar listrik: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 5.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp 15.5.00/contoh Rp 6. Kekeruhan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp 7.

00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 62.00/contoh Rp 35.000. Klorida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh .000.00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 12.500. Amonia total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.00/contoh Rp 22.000. Nitrit (sebagai N): Rp 30.00/contoh Rp 62.00/contoh Rp 59.500.00/contoh Rp 40.00/contoh Rp 57. Klorin: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).500.00/contoh Rp 20.000.000.500. Karbondioksida/ bikarbonat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4). Kesadahan magnesium: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).500.000. Kimia: 1).000.000.00/contoh Rp 18.500.000.00/contoh Rp 22.000.000.00/contoh Rp 70.000.500. Kesadahan total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).000.00/contoh Rp 10.000.000.00/contoh Rp 72.000. Amonia bebas: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).b).00/contoh Rp 15. Fluorida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp 57.00/contoh Rp 62.500.00/contoh Rp 12.000.00/contoh Rp 22.500. Nitrat (sebagai N): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 22.000.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 57.00/contoh Rp 20.100 - .00/contoh Rp 17.500.000. Kesadahan calcium: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).

000.00/contoh Rp 20. Khusus 1).101 - .000. Zat organik (sebagai KMNO4) Rp 17.000.00/contoh Rp 23.00/contoh Rp 6.00/contoh .00/contoh Rp 10.000.000.000.00/contoh Rp 62.000.00/contoh Rp 112.000.00/contoh Rp 7.a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 12).00/contoh Rp 25.000.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 70.000.000.500.00/contoh Rp 115. DO (oksigen terlarut): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).00/contoh Rp 5.000.000.000.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 19.000. COD (kebutuhan oksigen kimiawi): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.500.500. Cyanida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.500.00/contoh Rp 70.000.000.000.00/contoh Rp 22. Minyak dan lemak: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp 70.00/contoh Rp 28.00/contoh Rp 22.00/contoh Rp 65.000. Sulfat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 14). BOD (kebutuhan oksigen biologi): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 120.000. Sulfida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 c).00/contoh Rp 20.000.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 20.500.500. pH: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 13). Detergent (extract carbon cloroform): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 12.

Arsen a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 125.000.000. Senyawa aktif biru metilen (surfaktan) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 d).00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 62.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 120.000.000.00/contoh Rp 68.000. 1 sampai dengan 3 jenis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp 65. Boron a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 115.000.000.000. Air raksa a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 125.000.500.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 125.500.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100.000.000.000.00/contoh Rp 125.000.000.000. Aluminium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 300.000.000.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 100. Phenol a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9). Logam: 1).102 - .000. Barium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6). Cadmium Rp 112.000. Besi a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh .000.

00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 100.000.000. Cobalt a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 13).00/contoh Rp 100. Chromium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 100.000.000.000.000.00/contoh Rp 100. Kalium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 14).000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 125.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.000. Calcium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10). Magnesium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 15).00/contoh Rp 125. Natrium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 17).103 - .00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 100.000.000.000.00/contoh .00/contoh Rp 100.000.000.000.a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 75. Nikel a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 18).00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75. Mangan a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 16).000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100. Chromium hexavalent (Cr6+) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 12).00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 75. Selenium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 Rp 75.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 100.000.

00/contoh Rp 125.00 /contoh Rp 100.000. Air minum/ air kemasan a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.00/contoh Rp 300.000. Silver a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 21).00/contoh Rp 500. Seng a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 20).000.00/contoh Rp 100. Air buangan (limbah) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).00/contoh Rp 450.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 550.00/contoh Rp 350.000.00/contoh Rp 250.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 200.000.00/contoh Rp 100. Timbal a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 e).00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 475.00/contoh Rp 175. Air bersih a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2). Tembaga a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 23).000.000.000.00/contoh Rp 125.c)) kelompok 3 19). Strontium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 22).000.00/contoh Rp 390.104 - .000.000.00/contoh Rp 75. Air badan air/ air sungai a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 125.000.00/contoh Rp 430.000.00/contoh Rp 600.000.00/contoh .00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 400.000.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 75.000.000. Air kolam renang a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.000.000.000.00/contoh Rp 500.000.000.00/contoh Rp 400.000. Mutu air (kimia) 1).

00/contoh Rp 35.000.00/contoh Rp 55.000.000.000.00/contoh Rp 55.000.00/contoh Rp 55. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 55. Psikotropika dan Zat adiktif lainnya) a).00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 35.000.00/contoh Rp 35.000.00/contoh Rp 65.000.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 65.000.00/contoh Rp 55.000.00/contoh Rp 65. Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5). Propoxyphene .000. Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.6).00/contoh Rp 500.000.00/contoh Rp 65. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7). Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 35.00/contoh Rp 35.000.000.00/contoh Rp 55.000.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 55.105 - .000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3). Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000.00/contoh Rp 400.000. Skrining (urin) 1). Air pemandian umum a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 350.000.00/contoh Rp 65.000.00/contoh Rp 65.000.000.00/contoh 6 Pemeriksaan Napza (Narkotika.00/contoh Rp 65.000. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.000.00/contoh 2).000.

00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 350.000.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 350. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 400.000. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 75. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.00/contoh Rp 400.000.000.00/contoh Rp 350. Konfirmasi urin 1).000.000.00/contoh Rp 300.106 - .00/contoh Rp 400.000. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 300.00/contoh Rp 350.00/contoh 2).00/contoh Rp 300. Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 350.000. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 300. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6). Propoxyphene a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 .a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 55.00/contoh Rp 300.000.000.000.000.00/contoh Rp 300.000.000.000.00/contoh Rp 400.000.000.000.000.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 400.00/contoh b).000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.000.000.00/contoh Rp 400. Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.000.00/contoh Rp 300.000.

000. Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 500. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.000.00/contoh 10).000.000.000.00/contoh Rp 400. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).107 - .00/contoh Rp 500.000.000.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 400. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.000.000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 400.00/contoh 2). Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 500.000.00/contoh Rp 500.000. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 350. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 500.000.000.00/contoh Rp 350.000.000.000. Konfirmasi (Darah) 1).00/contoh Rp 500.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 400. Propoxyphene .000.000.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 350.000. Nicotine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 c).000.000.000.00/contoh Rp 350. Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).00/contoh Rp 400.c)) kelompok 3 Rp 400.000.

000.00/contoh Rp 400.108 - .000.00/contoh Rp 70.000.000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.000.000.000.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 350. Alkohol a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).000.000.000.00/contoh Rp 150.000.000.000.000.00/contoh b) MPN Fecal Coliform 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 c). Salmonella 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 f).00/contoh Rp 75. Total Plate Count 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 d).00/contoh Rp 100.000.000.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 500. Vibrio Sp 1) kelompok 1 2) kelompok 2 .000.00/contoh Rp 55.a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 350.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 70.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.000.000.000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh 10). Coli 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e).000.00/contoh Rp 500.000. Nicotine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7 Pemeriksaan mikrobiologi: a) MPN coliform: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Rp 40.000.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 40.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 60. Staphylococcus aureus 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g).00/contoh Rp 400.000.000.00/contoh Rp 120.000.

00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 40. TPHA 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e).000.00/contoh Rp 35.3) kelompok 3 Rp 150.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 180.000.000.00/contoh h).00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 40.000.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 50.000.00/contoh b).000.000.000.00/contoh Rp 90. Leptospirosis 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 c). Pewarnaan gram/ zeil nelson 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 8 Pemeriksaan epidemiologi/ penyakit menular: a). HIV/ AIDS 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 d).000.00/contoh Rp 60.000.00/contoh Rp 150.000.000.00/contoh Rp 200.000.000.000.00/contoh Rp 75. VDLR 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 f). Demam Berdarah Dengue (DBD) 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Rp 100.000.00/contoh Rp 40. Bacillus cereus 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 i).000.000.00/contoh Rp 25.000.00/contoh Rp 110.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 60.109 - . Malaria 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g).00/contoh Rp 25. BTA Direct 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 .000.000.00/contoh Rp 210.00/contoh Rp 30.00/contoh Rp 30.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.

000. YANKES SPESIALIS a).500. KESEHATAN 1.000.000. RUMAH SAKIT UMUM/KHUSUS 1).h).GANTI PENANGGUNG JAWAB TEKNIS .000.00/contoh Rp 50.000.00 TARIF RETRIBUSI REKOMENDASI 1.500.GANTI PEMILIK .500. IZIN MENDIRIKAN . Retribusi izin sarana/fasilitas kesehatan SARANA JENIS IZIN RETRIBUSI WAKTU 1 FARMASI MAKANAN / MINUMAN: a).000.000. PABRIK ALAT KESEHATAN k).500.00 SETIAP ADA PERUBAHAN DIKENAIKAN 1.00/contoh Rp 50.000.00 2.00/contoh Rp 90.00/contoh Rp 60.500.000. PABRIK OBAT h).Pratama 2).000. IZIN SEMENTARA .00 2.00/contoh Rp 175.000.Utama .000.000.00 IZIN KECUALI TOKO OBAT 2 TAHUN . Antibodi Basil TB (Tuberculosis) 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Rp 75.00 750.Utama . INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL d).500. Widal test/salmonella 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 j). Rekomendasi Izin Tetap .00/contoh Rp 75.00 500.000.00 2.Pratama 3).000.500.00 . IZIN SEMENTARA Rp 1.Madya . Hepatitis B 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e.00 1.000.000.000.PERLUASAN PERUSAHAAN .500.00 200. PRAKTEK BERKELOMPOK DR/DRG SPESIALIS 1).Utama .00 1.110 - .500.00 . PABRIK KOSMETIK j). Hepatitis A 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 k).RUMAH TANGGA l).Pratama b).000.00/contoh Rp 60.000. CABANG PEDAGANG BESAR FARMASI IZIN IZIN IZIN IZIN IZIN IZIN Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.00/contoh Rp 75.Madya .500.000. PABRIK PERBEKALAN KES. e).000.000.00 DEMIKIAN HALNYA DENGAN REKOMENDASI 1.000.00 1.00 SETIAP ADA PERUBAHAN BERGANTI 300. SERTIFIKAT PENYULUHAN MAK/MIN f).GANTI NAMA PERUSAHAAN 1.00 IZIN ADA DI DEP.00 Rp Rp Rp 3.00 1.000.000.000.00/contoh Rp 110. USAHA PENYALUR ALAT KESEHATAN REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3.Madya .000.000.000.PINDAH ALAMAT PERUSAHAAN SETIAP ADA PERUBAHAN DIKENAIKAN TARIF RETRIBUSI IZIN g). APOTEK b).00 Rp Rp Rp 3.000.00 Rp Rp Rp 3.000.000.000.500.00/contoh i).000.500.000.500. TOKO OBAT c).000.000.00/contoh Rp 150. PABRIK OBAT TRADISIONAL i). PEDAGANG BESAR FARMASI/BUAHN BAKU FARMASI m).00 1.00 2.000.000. CABANG / SUB PENYALUR ALAT KES.00/contoh Rp 200.500.

00 100.00 200. RUMAH BERSALIN d).000.000.000.00 100.000.000.00 500. KLINIK HEMODIALISA 1). SURAT IZIN KERJA ASISTEN APOTEKER h).00 400.000.00 300. BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK h).000. KLINIK FISIOTERAPI 1). DEPO AIR MINUM f). KLINIK IMUNISASI 4.000.000. TYPE B 4).00 150.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30.00 250.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 500.000. IZIN TETAP e). PRAKTEK FISIOTERAPI f).00 250. IZIN MENDIRIKAN 2). PENYEHATAN MAKANAN RESTORAN c). AKUPUNKTUR i). IZIN TETAP 3.500. AHLI KECANTIKAN j).00 50. IZIN TETAP d). PRAKTEK Dr.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 300. TYPE D 2).000. PRAKTEK PERAWAT & PERAWAT GIGI d).000. INSECT CONTROL 2).000.00 750.SPESIALIS e). IZIN TETAP f). KLINIK GIZI j).000.00 50.00 500.000. PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT 6. PRAKTEK Dr. .00 100. MOBILE KLINIK i). SALON KECANTIKAN 1).00 500. RODENT CONTROL 3).00 500.000. PRAKTEK BERKELOMPOK DR/DRG UMUM c).00 50. II dan VIP diatur dengan Peraturan Gubernur atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.00 300. YANKES TRADISIONAL: a). OPTIK e). PANTI PENGOBATAN TRADISIONAL b).UMUM /GIGI 1).000.000.00 Pasal 69 (1) Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian kelompok sebagaimana dimaksud pada Pasal 68 diatur dengan Peraturan Gubernur.000. IZIN TETAP c). YANKES DASAR: a).000.000. (2) Ketentuan mengenai tarif layanan Rumah Sakit Umum Daerah kelas I.000. LABORATORIUM KLINIK SWASTA 1).00 750.000.000. TYPE C 3). TERMITE CONTROL 4).00 150.000. IZIN SEMENTARA 2).000.000.000.00 100.00 100.000. IZIN MENDIRIKAN 2).2).00 Rp Rp Rp Rp 100. PENYEHATAN MAKANAN JASA BOGA d).000. PES CONTROL: 1). SIPTM /SPTP b).00 150.000. FUMIGASI e). BALAI KESEHATAN MASYARAKAT g).00 150.000.00 50.000. IZIN SEMENTARA 3).00 1.00 1.00 150.000.111 - .000. TYPE A 5.000.00 750.000.00 300. PRAKTEK BIDAN c). BALAI PENGOBATAN UMUM / GIGI b).000. MEDICAL CHECK UP f).00 50.000.00 150. REFRAKSI OPTISIEN g).000.00 150.00 50.000.00 150.000.00 100.00 Rp 250.000. IZIN SEMENTARA 2). SUMBER DAYA MANUSIA a). KESEHATAN MASYARAKAT: a).000.SPESIALIS/Drg. TANDA DAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL IZIN IZIN IZIN IZIN SERTIFIKAT SERTIFIKAT SERTIFIKAT SERTIFIKAT SERTIFIKAT Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.00 700. KLINIK REHABILITASI NAPZA 1).000. IZIN MENDIRIKAN 2). LAIK SEHAT HOTEL b).000.00 500.00 50.500.

Golongan. e. g. pemakaian teropong di pelataran puncak monumen nasional. pemakaian ruang serba guna museum. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kebudayaan dan permuseuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. b. acara ritual dan sejenisnya. areal taman medan merdeka dan taman monumen soekarno-hatta proklamator kemerdekaan ri untuk kegiatan perlombaan. tempat untuk rekreasi.112 - . (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi. pemakaian plaza taman. d. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Nama dan Subjek Pasal 71 (1) Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. c. Pasal 72 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a. pemakaian plaza ruangan dan taman museum. rekaman dan sejenisnya.Bagian Kedua Kebudayaan dan Permuseuman Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 70 (1) Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman terdiri dari: a. Paragraf 2 Objek. (3) Untuk mendapatkan Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. sarasehan. . jalan silang monumen nasional. Pemakaian Gedung Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk pertunjukan kesenian. pemakaian lokasi untuk shooting film. f.

00/orang Rp750.500. Pasal 75 Struktur dan besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Museum : a) dewasa / umum c) mahasiswa d) rombongan mahasiswa minimal 20 orang e) anak-anak pelajar Rp2. jenis pemakaian dan jumlah orang.000. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi.00/orang . biaya perawatan/pemiliharaan dan biaya pembinaan.113 - . Tempat untuk rekreasi: 1. waktu.00/orang Rp600. biaya penyusutan dan biaya pembinaan. luas. biaya pengadaan. jenis pemanfaatan dan pemakaian.(2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g.00/orang b) rombongan dewasa paling rendah 20 orang Rp1.00/orang f) rombongan anak-anak/pelajar minimal 20 org Rp500. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 73 (1) Tingkat penggunaan Jasa Tempat Rekreasi Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) diukur berdasarkan frekuensi masuk. biaya pengadaan.00/orang Rp1. (2) Prinsip penetapan Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (3) adalah untuk memperoleh keuntungan yang layak dengan mempertimbangkan biaya administrasi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 74 (1) Prinsip penetapan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) adalah untuk memperoleh keuntungan yang layak dengan mempertimbangkan biaya administrasi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. biaya perawatan/pemiliharaan.000.

000 m2 2.00/hari/lokasi Rp1. acara ritual dan sejenisnya: 1.00/hari Rp250.2.00/orang Rp3. Luas 10.000.00/hari Rp150.500.500.000. Pemakaian plaza ruangan dan taman untuk: 1.000 m2 Rp350.000 m2 5. Pelataran Puncak Monumen Nasional: a) Dewasa/umum (17 tahun keatas) b) Mahasiswa/Anak-anak Pelajar c) Rombongan Tamu Negara/Pemerintah Rp7.500. Gedung Teater Besar Rp2.001 sampai dengan 25. Pemakaian ruang serbaguna e.000. Luas lebih dari 25.00/hari Rp250.000.000. sarasehan.00/hari Rp25. Untuk kegiatan pertunjukan kesenian yang mendapat rekomendasi dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Pemerintah Daerah dibebaskan dari tarif pelayanan .000.00/hari f. promosi dan pameran Rp350. perlombaan dan sarasehan d.000.00/hari/lokasi g.000. Pemakaian Gedung Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk pertunjukkan kesenian: 1.00/orang d) Rombongan dengan jumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang diberikan Keringanan 25 % (dua puluh lima persen). Areal Taman Medan Merdeka dan Taman Monumen Soekarno-Hatta Proklamator Kemerdekaan RI untuk kegiatan perlombaan. Pemakaian Plaza Taman.000. pameran.500.000. b.500. Jalan Silang Monumen Nasional. Pemakaian Teropong di pelataran puncak Rp1.00/hari Rp250. Pelataran Cawan Monumen Nasional: a) Dewasa/umum (17 th keatas) b) Mahasiswa/Anak-anak Pelajar c) Rombongan Tamu Negara/Pemerintah Rp2.00/hari 3. 4.00/hari/lokasi Rp900. 3. diberikan keringanan tarif sebesar 50 % (lima puluh persen).5menit 3.00/hari/lokasi Rp750.00/hari/lokasi Rp1. Luas sampai dengan 1.00/orang Rp0. rekaman dan sejenisnya c.000. Untuk kegiatan pertunjukan kesenian yang bersifat sosial dan mendapat rekomendasi dari pejabat instansi terkait.000.00/orang Rp1.001 sampai dengan 5. pemotretan untuk iklan.001 sampai dengan 10.000.000 m2 4.00/orang d) Rombongan dengan Jumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang diberikan Keringanan 25% (dua puluh lima persen). Luas 5.000 m2 3.000. Gedung Teater Kecil 2.000.000. .00/hari Rp2. Pemakaian lokasi untuk shooting film.000.00/orang Rp0.114 - .00/unit/1.000. Luas 1. bazar a) taman b) plaza ruangan 2.

jenis pertunjukkan dan jumlah orang. (2) Setiap orang pribadi atau rombongan yang memerlukan pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Cara mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 79 Tingkat penggunaan jasa tempat rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 diukur berdasarkan frekuensi masuk. Paragraf 2 Objek.Bagian Ketiga Pendidikan Menengah dan Tinggi (Planetarium dan Observatorium) Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 76 (1) Pelayanan Planetarium dan Observatorium terdiri dari: a) pertunjukan planetarium dan observatorium.115 - . b) pertunjukan multimedia. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau rombongan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. . Nama dan Subjek Pasal 77 (1) Pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium. Golongan. (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Pasal 78 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas planetarium dan observatorium adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1).

000.00/orang Bagian Keempat Olah Raga Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 82 (1) Pelayanan keolahragaan terdiri dari: a. Pertunjukan multimedia 1.000.00/orang Rp5.00/orang Rp3.00/orang Rp3. pemakaian kolam renang.00/100 orang Rp2. Pertunjukan planetarium dan observatorium: 1. biaya asuransi. biaya penyusutan.500. umum a) dewasa b) anak-anak /pelajar 2. rombongan (paling sedikit 100 orang): a) pelajar/mahasiswa b) bukan pelajar dan mahasiswa b. biaya perawatan/pemeliharaan.Paragraf 4 Prinsip Penetapan. . b.00/100 orang Rp150. umum a) dewasa b) anak-anak /pelajar 2. angsuran bunga pinjaman.00/orang Rp1.00/orang Rp7. pemakaian gedung olah raga.116 - . Pasal 81 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 76 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000.rombongan (paling sedikit 100 orang): a) pelajar b) bukan pelajar dan mahasiswa Rp100.500. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.000.500.000. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 80 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa tempat rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.

(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. g. f. i. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf i dipungut retribusi Perizinan tertentu dengan nama Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga. Pasal 84 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2). h. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf d dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga. d. pemakaian gedung olah raga dan gelanggang remaja di luar kegiatan olah raga. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Golongan. . pemakaian peralatan gedung olah raga dan gelanggang remaja. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf e sampai dengan huruf h dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Nama dan Subjek Pasal 83 (1) Pelayanan Keolahragaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. izin operasional fasilitas olah raga. pemakaian lapangan olah raga terbuka. e. (3) Untuk mendapatkan pelayanan keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian lokasi tempat usaha pada fasilitas olah raga. pemakaian stadion olah raga.c. Paragraf 2 Objek. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3). (3) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4).117 - . pemakaian wisma atlet.

biaya perawatan/pemeliharaan. lokasi. biaya penyusutan. perorangan: . angsuran bunga pinjaman biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa dalam rangka pembinaan dan prestasi olah raga serta berusaha untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya asuransi.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 85 (1) Tingkat penggunaan Jasa Tempat Rekreasi dan Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) diukur berdasarkan frekuensi masuk.118 - . biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (3) Tingkat penggunaan Jasa Izin Operasional Fasilitas Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4) diukur berdasarkan waktu. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah sebagai berikut: a. gangguan dan jenis usaha. biaya pemeriksaan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 86 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) diukur berdasarkan penggunaan luas ruangan. dan waktu pemakaian. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya asuransi. jumlah orang. biaya penyusutan. jenis olah raga dan jenis organisasi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya pengecekan. biaya pengukuran. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Pemakaian kolam renang: 1. luas areal. jenis.

000.000.00/lapangan/2 jam Rp3.000.00/6 jam Rp10.00/meja/2 jam Rp8.1/2 jam Rp4.000.000.000. Bulu tangkis/sepak takraw: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 2.00/orang Rp2.1/2 jam Rp20.00/meja/2 jam Rp4.00/meja/2 jam .00/lapangan/2 jam Rp5.000.119 - Rp1.00/lapangan/2 jam Rp3.00/orang/1.000.000.1/2 jam Rp30.00/meja/2 jam Rp3. rombongan sekolah dan perguruan tinggi empat kali sebulan.00/meja/2 jam Rp4.00/orang/1.00/lapangan/2 jam Rp8.000.00/lapangan/2 jam Rp10.000.000.000. kegiatan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan b. Tenis meja: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan .000.00/orang Rp5. langganan perorangan (delapan kali sebulan) 7.00/rombongan/2 jam Rp200.500. setiap rombongan paling sedikit 20 (dua puluh) orang 3. rombongan instansi/kantor/umum empat kali sebulan paling sedikit 20 (dua puluh) orang 4.000.00/meja/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam Rp5.000.000. Pemakaian gedung olahraga (GOR): 1. rombongan PRSI (induk organisasi olah raga) untuk latihan empat kali sebulan 5 untuk pertandingan 6.00/orang/1.00/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp10.00/orang Rp2.a) hari biasa b) hari libur c) malam hari 2.000.000.000.000.

000.00/lapangan/2 jam Rp9.00/lapangan/2 jam Rp4.000.00/ 2 jam Rp8.00/lapangan/2 jam Rp20.000.000.000.d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 3.000.000.120 Rp3.00/lapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp7.00/lapangan/2 jam Rp10.000.00/ 2 jam Rp30.000.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp6.00/lapangan/2 jam Rp8.000.00/lapangan/2 jam Rp6.00/2 jam Rp5.000.000. Senam: a) induk organisasi olah raga: paling banyak 20 (dua puluh) orang 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: paling banyak 20 (dua puluh) orang 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: paling banyak 20 (dua puluh) orang .000. Bola basket/futsal: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 5.00/lapangan/2 jam Rp11.00/lapangan/2 jam Rp12.000.00/meja/2 jam .000.00/lapangan/2 jam Rp5.00/2 jam Rp5.000. Bola voli: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 4.000.00/lapangan/2 jam Rp7.000.000.

000.000.000.00/2 jam/orang Rp5.000.1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) penggunaan piano dan alat-alat senam e) pemakaian oleh sanggar senam f) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 6.000.00/hari Rp30. Pemakaian prasarana olah raga air: a) tempat berlabuh: 1) speed boat tujuh meter ke atas 2) speed boat tujuh meter ke bawah 3) sewa dok/galangan b) gedung induk c) plaza gedung induk d) pembuatan film e) peluncuran speed boat f) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 8.000.00/2 jam Rp15.00/2 jam/orang Rp5.000.00/2 jam/orang Rp5.00/2 jam Rp10.000.000.000.000.00/2 jam/orang Rp5.00/hari Rp40. Karate.000.00/1 kali Rp10.000. judo. pencak silat dan bela diri lainnya: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 7.000.00/2 jam .00/2 jam Rp40.000.00/2 jam Rp7.00/2 jam Rp10.000.000.00/2 jam Rp10.000.000.00/hari Rp150.00/2 jam Rp5.000.000.00/2 jam Rp7.000.00/ 2 jam Rp8.000.00/hari Rp10.00/2 jam Rp6.121 - Rp5.00/ 2 jam Rp3.00/6 jam Rp100.00/2 jam Rp30.000. Lapangan menembak: a) smallbore/free pistol b) centre fire pistol c) rapid fire pistol d) big bore e) clay pigeon untuk: 1) 1 orang 2) 2 orang .00/2 jam Rp6.000.000.00/2 jam Rp5.00/6 jam Rp200.

00/4 jam Rp40.000.000.00/6 jam Rp15.000.00/4 jam Rp30.122 Rp40.00/10 jam Rp20.000.000.00/2 jam Rp17.00/latihan g) rombongan tiap jenis paling banyak 20 (dua puluh) orang h) senapan angin perorangan 9. Catur: a) untuk 10 (sepuluh) meja paling lama 4 jam: 1) untuk latihan pagi hari 2) untuk latihan sore hari b) untuk 10 (sepuluh) meja paling lama 10 jam pertandingan c) pertandingan dua regu (persahabatan) d) langganan: 1) latihan pagi hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan 2) latihan sore hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan e) setiap pemakaian AC f) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 10.000.00/4 jam Rp30.3) 3 orang 4) 4 orang 5) 5 orang 6) 6 orang f) langganan dengan fasilitas lapangan dan sasaran tertentu yang diinginkan maksimal Rp9.500.000. Bridge: a) untuk 10 meja Paling lama 4 jam: 1) untuk latihan pagi hari 2) untuk latihan sore hari b) untuk 10 meja paling lama 10 jam pertandingan c) pertandingan dua regu (persahabatan) d) langganan: 1) latihan pagi hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan 2) latihan sore hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan e) setiap pemakaian AC .000.000.000.00/10 jam Rp7.00/6 jam Rp5.00/4 jam Rp60.00/2 jam Rp15.00/4 jam Rp50.00/2 jam 8 (delapan) kali sebulan tiap-tiap jenis kegiatan Rp25.000.000.000.000.00/4 jam Rp10.00/2 jam Rp12.000.00/2 jam .000.000.000.000.000.00/4 jam Rp30.00/4 jam Rp50.00/4 jam Rp50.00/2 jam Rp50.00/10 jam Rp20.000.00/4 jam Rp25.

00/lapangan/2 jam Rp20.00/2 jam Rp32.000.00/1.000.500.000.123 Rp30. Stadion sepak bola: a) Penggunaan oleh induk organisasi olah raga untuk: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan .000.00/lapangan/2 jam Rp65.00/lapangan/2 jam Rp20.000.00/lapangan/2 jam Rp65.000.00/lapangan/2 jam Rp20.000.500.00/lapangan/2 jam Rp60.00/lapangan/2 jam Rp20.00/lapangan/2 jam Rp45.00/lapangan/2 jam Rp100. Tennis indoor (raibond ice): a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) untuk pertandingan d) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 12. Pemakaian stadion olah raga: 1.00/lapangan/2 jam Rp60.f) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan Rp15.00/lapangan/2 jam d) setiap latihan dengan menggunakan lampu .00/lapangan/2 jam Rp22.000.5 jam Rp50.000.000.00/lapangan/2 jam Rp45.00/lapangan/2 jam Rp32.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp100.500.00/lapangan/2 jam Rp50.000.00/lapangan/2 jam Rp50.00/lapangan/2 jam Rp40.00/lapangan/2 jam Rp22.000.500.000.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp40. Squash: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan dikenakan biaya tambahan c.00/2 jam 11.

5 jam Rp100.000.00/2 jam Rp5.00/1.000.00/2 jam Rp50.5 jam Rp250.00/2 jam Rp25.00/2 jam Rp5.000.00/2 jam Rp5.000.000.00/jam Rp10.000.00 d) setiap pemakaian stadion dengan menggunakan Lapangan sepak bola Banteng.00/2 jam Rp1.000. Pemakaian lapangan olah raga terbuka: Kecuali pemakaian lapangan olah raga terbuka: Rp20. Pondok Bambu.500.00/2 jam d) setiap pemakaian stadion dengan menggunakan Rp750.000.000.00/2 jam Rp20.00/1.00/2 jam Rp15.000.00/2 jam Rp25.00/2 jam Rp2.000.000.5 jam Rp40.000.5 jam Rp25.00/1.000.00/2 jam Rp0. Cendrawasih dan lapangan sepak bola Ragunan: 1.5 jam Rp75.000.3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari lampu dikenakan biaya tambahan e) Stadion sepak bola lebak bulus: 1) Kegiatan olahraga: a)) pagi/sore b)) malam 2) Kegiatan non olahraga.000.00/1.00/2 jam Rp15.124 Rp5.000.500. 2.000.00/1.000. Stadion soft ball/base ball untuk: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari lampu dikenakan biaya tambahan d.000.00/2 jam Rp15.000. lapangan sepak bola: a) induk organisasi olah raga untuk: 1) latihan pagi atau sore .00/2 jam .000.00/2 jam Rp7.

500.00/lapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp10.000.000.500.00/2 jam Rp10.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp12.00/2 jam Rp7.500.000.00/lapangan/2 jam Rp10.500.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp4.00/2 jam Rp3.00/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam .500.00/2 jam Rp6.00/lapangan/2 jam Rp15.500.000.000.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/lapangan/2 jam Rp7.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp17.2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi untuk: 1) latihan pagi atau sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum untuk: 1) latihan pagi atau sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 2. Lapangan tenis: a) lapangan keras (hard court): 1) induk organisasi olah raga untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 2) sekolah/perguruan tinggi untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 3) masyarakat/instansi/umum untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari b) lapangan tenis gravel: 1) induk organisasi olah raga: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 2) sekolah/perguruan tinggi: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 3) masyarakat/instansi/umum: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari .00/lapangan/2 jam Rp7.500.500.000.00/lapangan/2 jam Rp5.500.00/2 jam Rp20.000.000.000.000.00/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp27.000.00/lapangan/2 jam Rp7.125 - Rp10.000.000.00/lapangan/2 jam Rp17.00/2 jam Rp4.

500.000.00/lapangan/2 jam Rp1.00/2 jam Rp4.500.00/lapangan/2 jam Rp3.00/lapangan/2 jam Rp5.000.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp7.00/lapangan/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam .000.00/2 jam Rp3.000.00/lapangan/2 jam Rp2.00/2 jam Rp2.000.00/2 jam Rp8. Lapangan bola basket: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari .000.00/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/2 jam Rp2.126 Rp2.000.000.000.00/2 jam Rp20.00/2 jam Rp15.00/lapangan/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam Rp2.c) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 3.000. Lapangan bola voli: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 5.00/2 jam Rp10.000.00/lapangan/2 jam Rp4.000.000.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp3. Lapangan hoki: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 4.000.00/lapangan/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam Rp6.00/lapangan/2 jam Rp5.000.000.

000.c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 6.000.00/2 jam Rp1.00/2 jam Rp20.000.000.00/2 jam Rp4.000.00/2 jam Rp150.500.00/2 jam/orang Rp25.00/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp2.000.000.00/40 orang/2 jam Rp20.00/2 jam Rp3.00/2 jam/orang Rp15.000.00/2 jam/orang Rp20.000.000.00/2 jam Rp6.000.000.000.00/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam d) setiap kegiatan dengan menggunakan lampu di e) setiap pemakaian dengan menggunakan TARTANT .00/2 jam/orang Rp2.000.000.00/2 jam/orang Rp10.000.000.00/2 jam/orang Rp3.000. Lapangan panahan: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore . Gelanggang balap sepeda: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 7.00/lapangan/2 jam Rp7.000.000.00/2 jam Rp30.00/2 jam Rp50.000.00/40 orang/2 jam Rp15.000.00/2 jam Rp15.000.00/2 jam Rp1.00/2 jam/orang Rp4.127 Rp4. Track atletik: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari kenakan biaya tambahan dikenakan biaya tambahan 8.

000.000.000. atlet .00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp25.000. Pemakaian lokasi tempat usaha pada fasilitas olahraga: 1.00/m2/tahun . umum 5.000.00/Kamar/hari Rp30. di luar gedung olah raga f.000.00/2 jam/orang Rp5.00/Kamar/hari Rp50.000.00/2 jam/orang Rp2. Wisma atlet Rawamangun (AC) a).000.00/Kamar/hari Rp20.000.000.00/Kamar/hari Rp185.00/Kamar/hari Rp30.000. umum 3.00/2 jam/orang Rp3. dalam gedung olah raga 2. atlet c).000.00/2 jam/orang e. Wisma atlet Bulungan a).00/Kamar/hari Rp30. AC 1) pelajar/mahasiswa 2) atlet 3) umum 2.00/Kamar/hari Rp50.000.00/2 jam/orang Rp10.000.000. Wisma atlet Bahtera Jaya a). pelajar/mahasiswa b).000. Pemakaian wisma atlet 1. atlet c). non AC 1) pelajar/mahasiswa 2) atlet 3) umum b).000. umum 4.00/2 jam/orang Rp1.000.00/Kamar/hari Rp50.00/Kamar/hari Rp25.00/2 jam/orang Rp2.00/Kamar/hari Rp30. pelajar/mahasiswa b).000. atlet c).00/Kamar/hari Rp20.000.00/Kamar/hari Rp25.000.000.00/2 jam/orang Rp5.000.000.00/m2/tahun Rp75.00/Kamar/hari Rp15.000. Wisma atlet Ragunan a). pelajar/mahasiswa b).000. pelajar/mahasiswa b).128 Rp20.00/Kamar/hari Rp50.2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari Rp8.000. Wisma atlet Kebon Jahe a).

00/Kamar/hari Rp30. Pemakaian gelanggang remaja kecamatan: a).000. pelajar/mahasiswa b).000. gedung serba guna l). atlet c). gedung basket f).00/5 jam Rp400.00/5 jam .000. pelajar/mahasiswa b). standar baru Rp250.000.000. gedung bulu tangkis e).00/5 jam Rp600. h.000. umum 7. gedung catur b).000.000.00/Kamar/hari Rp30. gedung auditorium k).000. Setiap pemakaian oleh induk organisasi olahraga/sekolah/perguruan tinggi diberikan keringanan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen).00/5 jam Rp850.000.000.00/5 jam Rp500. kolam renang j) .129 Rp75.00/5 jam Rp850.00/Kamar/hari Rp50. Pemakaian gedung olahraga: a). gedung teater 2.000.000.00/5 jam Rp5.000.00/5 jam Rp100.000.500.00/5 jam Rp400. Pemakaian peralatan gedung olahraga dan gelanggang remaja: 1.c). gedung olahraga dan gelanggang remaja h).00/5 jam Rp400.000.000. umum 6. stadion olahraga i).00/5 jam 3.000.00/5 jam Rp7.000. umum Rp50. Wisma atlet Cendrawasih (AC) a). gedung bela diri g).00/Kamar/hari Rp20.00/5 jam Rp850.000.00/5 jam Rp600.00/5 jam Rp600.00/5 jam Rp20.00/5 jam Rp600.000.000. Peralatan gedung olahraga dan gelanggang remaja: a) satu unit sound system b) satu buah meja panjang c) satu buah panel/sketsel d) panggung auditorium e) satu set tape recorder f) satu set perangkat gamelan g) satu buah meja/lavel .000.000.00/Kamar/hari Rp50.00/5 jam Rp500.00/5 jam Rp2.000.00/5 jam Rp1.000. gedung bridge c). Wisma atlet Radin Inten (AC) a). gedung tenis meja d).00/5 jam Rp75.00/Kamar/hari Rp20. Pemakaian gedung olahraga dan gelanggang remaja diluar kegiatan olahraga: 1. standar lama b). atlet c).000.000.00/Kamar/hari g.

h) satu set sofa i) satu set karpet j) satu buah kursi pernekel/jok

Rp15.000,00/5 jam Rp100.000,00/5 jam Rp1.500,00/5 jam

2. Setiap pemakaian oleh induk organisasi olahraga/sekolah/perguruan tinggi diberikan keringanan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen). i. Izin operasional fasilitas olahraga: 1. kolam renang 2. lapangan tenis terbuka 3. lapangan tenis tertutup 4. lapangan bulu tangkis 5. lapangan sepak bola 6. stadion sepak bola 7. selam 8. jet ski 9. lapangan bola basket/futsal 10. lapangan squash Rp150.000,00/tahun Rp75.000,00/lap/tahun Rp100.000,00/lap/tahun Rp15.000,00/lap/tahun Rp100.000,00/lap/tahun Rp250.000,00/lap/tahun Rp200.000,00/tahun Rp200.000,00/tahun Rp100.000,00/lap/tahun Rp100.000,00/lap/tahun

Bagian Kelima Tenaga Kerja dan Transmigrasi Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 88 (1) Pelayanan Ketenagakerjaan terdiri dari: a. izin pemakaian pesawat; b. izin pemakaian instalasi; c. izin pemakaian mesin; d. izin pemakaian peralatan bejana tekan; e. izin pemakaian bahan kimia berbahaya; f. izin lembaga pelatihan kerja; g. izin lembaga penempatan tenaga kerja dan lembaga bursa kerja khusus; h. izin operasional penyedia dan penyalur pramuwisma; i. izin tempat penampungan tenaga kerja; j. izin mempekerjakan pekerja perempuan malam hari; k. jasa legalisasi pengesahan peraturan perusahaan; l. jasa rekomendasi; m. jasa pendaftaran perjanjian kerja bersama; n. jasa pemakaian fasilitas ketenagakerjaan milik pemerintah daerah. - 130 -

(2) Setiap orang pribadi atau badan yang memerlukan pelayanan ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Perusahaan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. Paragraf 2 Objek, Golongan, Nama dan Subjek Pasal 89 (1) Pelayanan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Mesin. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Lembaga Pelatihan Kerja. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma.

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf i dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. (11) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. - 131 -

(12) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf k dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan. (13) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf l dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). (14) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf m dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. (15) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf n dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah. Pasal 90 (1) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Pesawat ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2). (2) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3). (3) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Mesin ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4). (4) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5). (5) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6). (6) Subjek Retribusi Izin Lembaga Pelatihan Kerja adalah Perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7). (7) Subjek Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8). (8) Subjek Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9). (9) Subjek Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10). (10) Subjek Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari adalah Perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11). - 132 -

(11) Subjek retribusi Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12). (12) Subjek retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13). (13) Subjek Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14). (14) Subjek retribusi Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15). (15) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (1) sampai dengan ayat (14) adalah Wajib Retribusi.

Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 91 (1) Tingkat penggunaan Izin Perpanjangan Pemakaian Pesawat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) diukur berdasarkan jenis, kapasitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3) diukur berdasarkan daya, jenis, resiko dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Mesin ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) diukur berdasarkan jenis, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) diukur berdasarkan kapasitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6) diukur berdasarkan jumlah dan resiko. Tingkat penggunaan Izin Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah, jenis usaha, kepemilikan dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah dan waktu.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6) (7)

(8)

- 133 -

(9)

Tingkat penggunaan Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11) diukur berdasarkan jenis pekerjaan, jumlah pekerja, fasilitas dan waktu.

(10)

(11) Tingkat penggunaan Jasa Legalisasi/Pengesahan Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12) diukur berdasarkan jenis usaha, jumlah dan waktu. (12) Tingkat penggunaan Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13) diukur berdasarkan kelayakan, fasilitas dan jenis usaha. (13) Tingkat penggunaan Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14) diukur berdasarkan jenis usaha, jumlah dan waktu. (14) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15) diukur berdasarkan jenis barang, volume, resiko, keahlian dan waktu. Paragraf 4 Prinsip Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 92 (1) Prinsip penetapan tarif Izin Pemakaian Pesawat di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar konstruksi, sertifikat bahan dan perhitungan konstruksi, biaya operasional yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik dan percobaan uap serta biaya pengawasan dan pengendalian . (2) Prinsip penetapan tarif Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar teknis, biaya perhitungan beban, biaya operasional yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik, pengujian alat-alat pengaman, pengujian/pengukuran tahanan sebaran tanah/elektroda dan radius jangkauan penerima serta biaya pengawasan dan pengendalian. (3) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Mesin ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar, perhitungan konstruksi, pemeriksaan fisik mesin dan kamar diesel, pengujian suara/kebisingan dan alat-alat pengaman serta biaya pengawasan dan pengendalian. (4) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan, penelitian gambar teknis, sertifikat bahan, perhitungan konstruksi peralatan, pemeriksaan fisik las-lasan, ketebalan plat, pengujian hidrostatis test dan pengujian alat-alat pengaman serta biaya pengawasan dan pengendalian.

- 134 -

serta biaya pengawasan dan pengendalian. Prinsip penetapan tarif Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14) adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan adminsitrasi dan pembinaan. koordinasi dengan instansi terkait. serta biaya pengawasan dan pengendalian. (7) Prinsip penetapan tarif Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8) adalah dengan meperhatikan biaya kunjungan lapangan. pemeriksaan fisik barang. biaya penyusutan serta biaya pengawasan dan pengendalian. koordinasi dengan instansi terkait. (8) Prinsip penetapan tarif Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya biaya kunjungan lapangan. serta biaya pengawasan dan pengendalian.00/unit/2 tahun (11) (12) (13) (14) .135 Rp0. (9) Prinsip penetapan tarif Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. Izin pemakaian pesawat: 1) pesawat uap a) sampai dengan 5 Ton . (6) Prinsip penetapan tarif Izin Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. Prinsip penetapan tarif Jasa Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. koordinasi dengan instansi terkait. serta biaya pengawasan dan pengendalian. Prinsip penetapan tarif Izin Pemakian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15) adalah dengan memperhatikan biaya pemakaian bahan. volume dan cara penyimpanan serta biaya pengawasan dan pengendalian. investasi. serta biaya pengawasan dan pengendalian. (10) Prinsip penetapan tarif Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. Prinsip penetapan tarif Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12) adalah dengan memperhatikan biaya pengawasan dan pengendalian. serta biaya pengawasan dan pengendalian. koordinasi dengan instansi terkait. Pasal 93 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. koordinasi dengan instansi terkait.(5) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian dokumen. koordinasi dengan instansi terkait.

g. 1) 6 sampai dengan 25 Ton lebih dari 25 Ton forklift tower crane crane dan hoist Rp0.00/2 tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0. f. k.500 Liter 4) 1.00/unit/5 tahun Rp0. i.00/unit/5 tahun Rp0.00 Rp0.00/unit/2 tahun Rp150.00/unit/5 tahun Rp0.001 Liter e. Izin pemakaian mesin : motor diesel 1) sampai dengan 25 Liter 2) 26 sampai dengan 100 Liter 3) 1.000.00/unit/2 tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00 Rp300.00/unit/5 tahun Rp0.000. Izin tempat penampungan tenaga kerja Izin mempekerjakan pekerja perempuan malam hari. Izin lembaga penempatan tenaga kerja dan lembaga bursa kerja khusus.00/unit/2 tahun Rp0.00/unit/tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00/unit/tahun pesawat angkat dan angkut pesawat lift instalasi listrik a) b) c) d) e) f) g) sampai dengan 250 KVA 251 sampai dengan 750 KVA 751 sampai dengan 1250 KVA 1251 sampai dengan 2000 KVA 2001 sampai dengan 2500 KVA 2501 sampai dengan 3000 KVA lebih dari 3001 KVA Izin pemakaian instalasi : Rp0.000.00/unit/tahun Rp0. h.00/unit/5 tahun Rp0.00/2 tahun .00 Rp0.000.00/unit/5 tahun Rp0.136 - 2) instalasi penyalur petir c. j.501 sampai dengan 5.001 sampai dengan 1. 1) perusahaan A 2) perusahaan B 3) perusahaan C Izin pemakaian peralatan bejana tekan : Jasa legalisasi pengesahan peraturan perusahaan: .00/3 tahun Rp200.00/unit/tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0. Izin operasional penyedia dan penyalur pramuwisma.00/ton Rp0. Izin pemakaian bahan-bahan kimia berbahaya Izin lembaga pelatihan kerja.00/2 tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp25.b) c) 2) a) b) c) 3) b.00/2 tahun Rp0. d.00/unit/5 tahun Rp0.000 Liter 5) lebih dari 5.00/unit/tahun Rp0.

000.00/contoh Rp 325.000.000.00/contoh Rp 325.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150. balai hygiene perusahaan kesehatan dan keselamatan kerja (Balai Hyperkes dan KK) : 1) Air/limbah cair (fisika dan kimia): a) NH3 b) SO2 c) NO2 d) O3 e) CO f) Total H-C g) Total partikulat h) PM 10 i) PM 2.l.000.000.000.000.00/contoh Rp 325.00/2 tahun m.00/contoh Rp 325.000.00/contoh Rp 75. Jasa rekomendasi: 1) antar kerja antar daerah 2) antar kerja antar negara Rp0.00/contoh Rp 325.00/2 tahun Rp0.00/contoh Rp 75.000.00/2 tahun Rp0.000.000.00/contoh Rp 325.000.000.00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 325. Jasa pendaftaran perjanjian kerja bersama: 1) perusahaan A 2) perusahaan B 3) perusahaan C n.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 325.137 Rp 325.00/2 tahun Rp0.000.5 j) H2S k) Pb l) Kebisingan m) Getaran 3) Udara emisi a) Ammonia (NH3) b) Gas Chlorin (Cl2) c) Hidrogen Klorida (Hcl) d) Hidrogen Fluorida (HF) e) Nitrogen Oksida (NO2) f) Opasitas g) Partikel h) Sulfur Dioksida (SO2) i) Total Sulfur Tereduksi (H2S) j) Air Raksa (Hg) k) Arsen (As) l) Antimon (Sb) m) Kadmium (Cd) n) Seng (Zn) .000.00/contoh Rp 75.000.00/2 tahun Rp0.00/paket Rp 75.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 325. Izin pemakaian fasilitas ketenagakerjaan milik pemerintah daerah.000.00/contoh Rp 90.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 325.00/contoh 2) Udara ambin .000.000.000.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 325.000.000.

00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.000.000.000.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150.000.000.000.00/contoh Rp 75.o) Timah Hitam (Pb) 4) Fisik lingkungan kerja Fisika: a) kebisingan b) pencahayaan c) iklim kerja d) radiasi sinar UV e) gelombang elektromagnetik f) getaran 5) Udara lingkungan kerja: a) alkohol b) acrylonitril c) acrylic acid d) asam nitrat e) asam sulfida f) asam sulfat g) asam cianida h) asam clorida i) ammonia j) alumunium k) arsen l) asbes m) benzene n) besi o) butadien p) butana q) cobalt r) chromium s) chloroform t) cadmium u) debu carbon v) karbon monoksida w) karbon dioksida x) klorin y) mangan z) merkuri aa) nikel .000.00/contoh Rp 150.000.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.138 - Rp 325.000.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150.000.000.000.00/contoh Rp 150.000.000.00/contoh .00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 75.000.000.000.

000.00/orang Rp 40. Nama dan Subjek Pasal 95 (1) Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi .139 - . (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a.00/orang Rp 40. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.000.000. Golongan.00/contoh Rp 150.000.000. .00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh 6) Pemeriksaaan kesehatan kerja a) pemeriksaan kehilangan daya dengar b) pemeriksaan fungsi paru c) pemeriksaan kesehatan umum Rp 40.000. pemakaian fasilitas/sarana taman margasatwa ragunan.000.000.ab) nitrogen diokasida ac) ozon ad) sulfur dioksida ae) tembaga af) timbal ag) toluene ah) xylene ai) zink. tempat rekreasi taman margasatwa ragunan.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75. b.000.000. Paragraf 2 Objek.00/contoh Rp 150. Rp 75.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemanfaatan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.00/orang Bagian Keenam Taman Margasatwa Ragunan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 94 (1) Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan terdiri dari: a.00/contoh Rp 150.

Pasal 99 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b. waktu. jenis alat dan jumlah orang.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b. (3) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.140 Rp4. Pasal 96 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a. dewasa 2. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi tempat rekreasi serta fasilitas/sarana Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah dengan memperhatikan biaya investasi. angsuran bunga pinjaman.00/orang . biaya asuransi. jumlah orang dan jenis kendaraan.000. (2) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (3) diukur berdasarkan intensitas pemakaian.00/orang Rp3. biaya penyusutan. biaya perawatan/pemeliharaan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 (1) Tingkat penggunaan jasa tempat rekreasi Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (2) diukur berdasarkan jumlah frekuensi masuk. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. anak-anak . 1. Pelayanan masuk tempat rekreasi Taman Margasatwa Ragunan.000.

00/hari Rp1.000.00/hari Rp10.000.000.000. j.00/hari Rp200.500. Gedung auditorium g. untuk berdagang: a) hari minggu/besar b) hari biasa 2.00/hari Rp10.000.000. juru foto b. Gedung informasi f.500.000. rombongan pelajar/mahasiswa/panti sosial paling sedikit 30 (tiga puluh) orang dikenakan tarif 75% (tujuh puluh lima persen) dari tarif yang berlaku 4. Hari biasa a) dewasa b) anak-anak 2. Rombongan pelajar/mahasiswa/panti sosial paling sedikit 30 (tiga puluh) orang dikenakan tarif 75% (tujuh puluh lima persen) dari tarif yang berlaku d. Pemutaran film satwa i.00/orang Rp5.00/hari Rp100.000.00/hari Rp500. untuk shooting: a) film cerita b) film iklan c) film video dokumentasi d) film video keluarga .000.00/hari Rp3. Hari Minggu/besar a) dewasa b) anak-anak Rp5.000. Pemakaian tempat penitipan kendaraan: a) mobil b) bus/truk c) sepeda motor d) sepeda a) kuda tunggang b) unta tunggang c) gajah tunggang d) taman satwa anak-anak/pentas Rp5.000.000.500.00/foto .000.00/hari Rp500.000.00/hari Rp2.3.500.00/hari Rp15.141 Rp1.00/orang/sekali keliling Rp5.000.00/hari Rp150. Penyediaan satwa jinak untuk berfoto Pemakaian lokasi /tempat: 1. Pemakaian kawasan pusat primata untuk menyaksikan gorilla dan primata lainnya: 1.000.00/orang 3.00/hari Rp250.000.00/judul Rp2.000.00/orang Rp5.00/orang/sekali keliling Rp5. Sound sistem h.000.000.000.00/orang/sekali keliling Rp1.00/orang 2.00/hari Rp1.000.00/hari Rp10. Pemakaian fasilitas Taman Margasatwa Ragunan. Panggung e.00/hari Rp100.000.00/orang Rp5. Pemakaian sarana/prasarana Taman Margasatwa Ragunan: c. 1.

penyediaan sampah). dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. e. pemakaian toilet berjalan. Nama dan Subjek Pasal 101 (1) Pelayanan kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. poliklinik dan laboratorium. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penyedotan Kakus. h. pengangkutan sampah dari lokasi industri dan sejenisnya. penyediaan lokasi instalasi pengolahan air buangan (LIPAB). (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan dan memerlukan pelayanan kebersihan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pengangkutan sampah dari lokasi pedagang usaha mikro. c. pengangkutan sampah toko dan sejenisnya. d. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf i. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi persampahan/kebersihan.142 - . pengangkutan sampah dari rumah sakit. (3) Untuk mendapatkan pelayanan kebersihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Golongan. i. . Paragraf 2 Objek . f. b. tempat pembuangan/pemusnahan akhir sampah (TPA g. penyedotan kakus/tangki septikteng. pengangkutan sampah perumahan/rumah tinggal.Bagian Ketujuh Kebersihan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 100 (1) Pelayanan kebersihan lingkungan terdiri dari: a. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf h.

volume sampah dan jangka waktu pelayanan.143 - . biaya penyediaan lokasi tempat pembuangan akhir. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya pemusnahan/pengolahan sampah.Pasal 102 (1) Subjek Retribusi Persampahan/Kebersihan adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf g. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 103 (1) Tingkat penggunaan Jasa Persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) diukur berdasarkan luas bangunan. biaya operasional dan perawatan. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. . (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya pengangkutan sampah. (3) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (4) diukur berdasarkan jumlah toilet dan jangka waktu pemakaian. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 104 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya pengumpulan sampah. biaya pengadaan dan perawatan. (2) Tingkat penggunaan Jasa Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (3) diukur berdasarkan volume penyedotan. (3) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf i. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya penyedotan. (2) Subjek Retribusi Penyedotan Kakus adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf h. biaya pembuangan/pengolahan. biaya penampungan sampah.

taman hiburan/ rekreasi. poliklinik dan laboratorium minimum 1.00/m3 Rp0. hotel.5 m3 dari lokasi industri.00 Rp0. luas bangunan 71 m2 sampai dengan 150 m2 3.51 sampai dengan 0.00 g. luas bangunan 301 m2 keatas b. biaya perawatan/ pemeliharaan. Pasal 105 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. salon barbershop. Pengangkutan sampah toko.00/m3 h. bioskop. Penyediaan tempat pembuangan/pemusnahan akhir Sampah (TPA sampah).000.500.75 m3/bulan) Rp12.00/m3 Pemakaian toilet berjalan Rp325. Rp10.00 Rp0.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. luas bangunan sampai dengan 70 m2 2. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. bengkel.000. Pengangkutan sampah minimum 2.000.00/m3 Rp5. perbengkelan dll d. i. pertokoan. 1. apotik.76 m3/bulan) Rp15. motel. tempat hiburan lainnya.00/bulan 3.000. Penyedotan kakus/tangki septikteng paling sedikit 2 m3 Rp20.00 m3 Rp10. panti pijat. Pengangkutan sampah dari rumah sakit. penjahit/konpeksi. kecil (volume sampah sampai dengan 0. biaya asuransi. Pengangkutan sampah dari lokasi Pedagang Usaha Mikro Rp20. sedang (volume sampah 0.000. pusat pertokoan/plaza.000.00/toilet/hari e.00 Rp0.00/bulan c. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. penginapan.144 - .50 m3/bulan) Rp10. biaya penyusutan.00/bulan 2. luas bangunan 251 m2 sampai dengan 300 m2 5.00/m3 Rp5. binatu dan lain-lain.00 Rp0. rumah makan/restoran.00/m3 f. Pengangkutan sampah perumahan/rumah tinggal 1.00 Rp0.000. Penyediaan lokasi instalasi pengolahan air buangan (LIPAB) . bola sodok.000.000. besar (volume sampah lebih dari 0. warung makan. pasar swalayan. luas bangunan 151 m2 sampai dengan 250 m2 4.

d. izin pelayanan pemakaman . pemakaian lokasi taman pemakaman . . (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemakaman umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Nama dan Subjek Pasal 107 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.145 - . Golongan. Paragraf 2 Objek . (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pemakaman umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya . huruf c dan huruf d. e.Bagian Kedelapan Pemakaman Umum Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 106 (1) Pelayanan Pemakaman Umum terdiri dari: a. pemakaian tempat pemakaman . dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf b. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. c. pemakaian peralatan perawatan jenazah .

(3) Subjek Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf e. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . peralatan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. waktu. lokasi dan jumlah pemakaian.Pasal 108 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf a. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 110 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Jasa Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya operasional dan pemeliharaan. biaya perawatan/ pemeliharaan. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) diukur berdasarkan jarak tempuh.146 - . biaya penyusutan. biaya penguburan. biaya perawatan jenazah. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf b. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (3) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Pemakaman dalam Pasal 107 ayat (4) diukur berdasarkan tingkat pengendalian dan pengawasan terhadap perizinan pelaksanaan tersebut. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 109 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Tempat Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) diukur berdasarkan klasifikasi blok tempat pemakaman dan jangka waktu sewa tempat pemakaman. huruf c dan huruf d. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.

000.00/hari/lokasi c.500. izin mengangkut jenazah keluar wilayah Provinsi .II A.00/kilo meter Rp1. Pemakaian tempat pemakaman: 1.000.000. 5 sampai dengan 8 hari 4. 3 sampai dengan 4 hari 3.00 2. izin mengangkut jenazah keluar negeri DKI Jakarta 4.000. sampai dengan 2 hari 2. b. serta biaya cetak formulir.000.00/lokasi Rp1. 3.00 Rp80.00/lokasi Rp200.000.00/sekali pakai Rp1.00 Rp40.000. Izin pelayanan Pemakaman 1.00 Rp0.00 Rp60.III Rp100.00/lokasi Rp2.00/jenazah Rp10.000. Pasal 111 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 adalah sebagai berikut: a.000. izin pemasangan plaket makam 2. untuk luar kota 1.000. b) Tiga tahun kedua dan seterusnya 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1.000.00/24 jam Rp75. c) Perpanjangan sewa tanah makam sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b).000. izin tahan jenazah setelah 24 jam .00/jenazah Rp100.000.000. lebih dari 8 hari dikenakan biaya tambahan e.II A.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. Pemakaian lokasi taman pemakaman untuk shooting film: 3. Pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya: d. Pemakaian peralatan perawatan jenazah: 1.00/jenazah Rp10.00/izin Rp20. Sewa tanah makam untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun: a) blok b) blok c) blok d) blok e) blok AA.000.I AA.500.I A. Sewa tanah makam tumpangan sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1. diajukan paling lama 3 (tiga) tahun setelah sewa tanah makam berakhir dan apabila tidak diperpanjang setelah lewat jangka waktu 3 (tiga) tahun dapat digunakan untuk pemakaman ulang.147 Rp30. Perpanjangan sewa tanah makam adalah: a) Tiga tahun pertama 50% (lima puluh persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1. untuk dalam kota 2.000.

(2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Nama dan Subjek Pasal 113 (1) Pelayanan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. izin penggalian dan pemindahan jenazah/ kerangka jenazah pemakaman atau pengabuan (kremasi) Rp2.000. Pasal 114 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1).00/jenazah/kerangka Rp10. Golongan.000.00/jenazah/kerangka Rp250.00/tahun 7. (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.00/hari Rp10. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.000.000. izin pengabuan jenazah/kerangka jenazah 6.148 - . . Paragraf 2 Objek .Penambahan lebih dari 1 hari sampai dengan paling lama 5 hari 5. izin usaha dan daftar ulang izin usaha dibidang pelayanan Bagian Kesembilan Perumahan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 112 (1) Pelayanan perumahan adalah pemakaian rumah susun sederhana milik Pemerintah Daerah. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.

00/bulan Rp170.000.00/bulan Rp141. lantai III 4. tipe dan waktu pemakaian.00/bulan Rp144. lantai V 6.00/bulan Rp10.00/bulan Rp187.00/bulan Rp134.000.000.00/bulan Rp178.000.00/bulan Rp15. lantai dasar untuk usaha Rp152. biaya perawatan/pemeliharaan.000.000. lantai dasar untuk usaha .000.000. lantai IV 5.000.00/bulan Rp131.00/bulan Rp10. lantai V 6.00/bulan Rp125. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 116 Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/m2/bulan .000. lantai III 4.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 115 Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 diukur berdasarkan lokasi. lantai I 2. lantai IV 5. lantai II 3. Pasal 117 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/bulan Rp149.000.000. biaya asuransi kebakaran. lantai I 2.000.000. lantai dasar untuk usaha 1. Pemakaian rumah susun sederhana di Sukapura untuk PNS: 1.00/m2/bulan Rp207. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya penyusutan.149 Rp157. lantai II 3.000.000.00/bulan Rp137. biaya rutin/periodik dan biaya administrasi yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Pemakaian rumah susun sederhana di Sukapura type 21 untuk NON PNS: c.00/bulan Rp197.00/m2/bulan b. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan Blok Mawar dan Melati type 21: 1. lantai I 2. lantai III 4. lantai II 3.000. lantai IV 5.

000. lantai I 2.d.00/bulan Rp128.000.00/bulan Rp15.000. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 2. lantai V 6. lantai I 2.00/bulan Rp334.00/bulan Rp279.00/bulan Rp95.000. lantai I 2.00/m2/bulan e. lantai II 3.00/m2/bulan Rp105. lantai V 6.000.00/bulan Rp252.00/m2/bulan Rp157. lantai IV 5.00/bulan Rp302. lantai IV 5.000.00/m2/bulan Rp293.000.000.00/bulan Rp10.00/bulan Rp99. Pemakaian rumah susun sederhana di Tambora III : h. lantai II 3.00/bulan Rp15.00/bulan Rp107. lantai V 6.00/bulan Rp239.00/m2/bulan Rp368.000.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Tambora IV blok A dan B type 21: g. lantai III 4.000.00/bulan .000.000.000.000. lantai III 4. lantai dasar untuk usaha 1. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan blok Kenanga type 32: f.000. type 18/Blok A (Apel) dan B (Belimbing): a) lantai I b) lantai II c) lantai III .00/bulan Rp149.000.000.000.000. lantai III 4.000.00/bulan Rp141.000.00/bulan Rp10.00/bulan Rp100. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan Blok Cempaka type 24: 1.00/bulan Rp265.00/bulan Rp351.00/bulan Rp96. type 21: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha Rp113. lantai II 3.000.00/bulan Rp134.000.000. lantai dasar untuk usaha 1.000.000.000.150 Rp110.00/bulan Rp91.000.00/bulan Rp101.000.000.00/bulan Rp104.00/bulan Rp318. lantai IV 5. Pemakaian rumah susun sederhana di Flamboyan/Bulak Wadon Blok A (Apel) dan B (Belimbing): 1.00/bulan Rp10. lantai dasar untuk usaha 1.

000.00/bulan Rp10.00/m2/bulan Rp138.d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 2. lantai I lantai II lantai III lantai IV lantai V lantai dasar untuk usaha Rp344.000.000. type 21: a) lantai I b) lantai II 2.000.000. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Muara Blok Pendidikan dan Pengajaran type 30 untuk PNS: 1. 5.00/bulan Rp304.000. type 30/Blok E (Enau) dan F (Fiir) : a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha Rp95.00/bulan Rp262.000.000.00/bulan Rp193.00/bulan Rp10.00/bulan Rp184.00/bulan Rp124.000. 2.00/m2/bulan j.00/bulan Rp282.000.000.00/bulan Rp131. 4.00/bulan Rp230. 6.000.000.000. 2.00/bulan Rp237.000.00/bulan Rp312.000. type 21/Blok C (Ceri) dan D (Delima) : a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 3. lantai I lantai II lantai III lantai IV lantai V lantai dasar untuk usaha Rp214.00/bulan Rp118.000.00/bulan Rp327.000.00/m2/bulan I.000.000.00/m2/bulan k.000.000.00/m2/bulan Rp275.00/bulan Rp175.00/bulan Rp249.00/bulan Rp225. 4. type 30: a) lantai I b) lantai II Rp324.000.000. 6.000.000.00/bulan Rp10.000.00/bulan Rp250. 3.151 - .00/bulan Rp297.00/bulan Rp10.000.00/bulan Rp203. Pemakaian rumah susun sederhana di Pulo Jahe: 1.000. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Muara Blok Pendidikan dan Pengajaran type 30 untuk NON PNS: 1. 3. 5.00/bulan .00/bulan Rp10.

type 30: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 1.00/bulan Rp12.00/bulan Rp298. lantai I 2.00/bulan Rp90.00/bulan Rp97. lantai II 3.00/bulan Rp12.00/bulan Rp329. lantai dasar untuk usaha 1. lantai III 4.000.000. lantai IV 5. lantai IV 5.000.00/bulan Rp520.00/bulan Rp64.00/m2/bulan n.00/bulan Rp107.00/bulan Rp105.00/bulan Rp12.000.00/bulan Rp313. Pemakaian rumah susun sederhana Tambora I dan II: 1.00/bulan Rp95.152 Rp303.000. lantai V 6.00/bulan Rp100.000. lantai III 4.00/bulan Rp53. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Besar Utara type 32: .000.000.000.00/bulan Rp289.l.000.00/bulan Rp283.000.500. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk Umum: o. lantai IV 5. lantai V 6.000.00/bulan Rp496. lantai II 3. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk Target Grup: 1. lantai II 3.00/bulan Rp116.00/m2/bulan Rp545.000. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk PNS dan Buruh: 1.00/bulan Rp87.00/bulan Rp58.000.000. lantai I 2. lantai III 4.500.000. lantai dasar untuk usaha Rp110.000.00/m2/bulan m.000. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III .000.000.00/bulan Rp275. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 2.00/bulan Rp446. lantai dasar untuk usaha Rp345.00/bulan p.00/bulan Rp70.000.000.000.500.00/bulan Rp471.000. lantai V 6. lantai I 2.000.000.

00/bulan Rp233.00/bulan Rp343.d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.153 - Rp262.00/m2/bulan Rp588.000.00/bulan Rp12.000.000.000.500.000.000.00/bulan Rp249.00/bulan Rp325.000.00/bulan Rp222.00/bulan Rp325.000.000.00/bulan Rp211.00/bulan Rp12. Target Group a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.000.00/bulan Rp245.500. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp380.000.00/bulan Rp361.00/bulan Rp380. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha .00/bulan Rp222.500.00/bulan Rp233. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp361.000.00/bulan Rp482.000. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Besar Utara type 24: Rp257.000.00/m2/bulan r.000. Pemakaian rumah susun sederhana Pondok Bambu Type 24: Rp257.00/bulan Rp12.000.00/m2/bulan q. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp508.00/bulan Rp534.000.000.000.00/bulan Rp211.000.000.000.00/bulan Rp343.00/m2/bulan Rp399.00/m2/bulan Rp399.000.00/bulan Rp12.00/bulan Rp12.000.000.000.500.00/bulan Rp12.500.00/m2/bulan .00/bulan Rp245.000.00/bulan Rp561.500.

000.000.000.000.00/bulan Rp399.00/bulan Rp211.s.00/m2/bulan Rp303.00/bulan Rp380.000.000.000.00/bulan Rp508.500.00/bulan Rp343.00/bulan Rp534.000.000.000.00/bulan Rp561. Pemakaian rumah susun sederhana Jatirawasari type 24: .000.000.00/bulan Rp222.000. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp12.000.000.00/bulan Rp12.00/bulan Rp54.00/bulan Rp12.000. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.000. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.000.500.00/bulan Rp325.00/bulan Rp275.00/m2/bulan Rp257. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha u.00/bulan Rp249.154 Rp107.00/bulan Rp361.00/bulan Rp66.00/bulan Rp99.00/bulan Rp72.500.00/bulan Rp245.00/m2/bulan t. Pemakaian rumah susun sederhana Karang Anyar: 1.000. type 27: a) lantai I b) lantai II .000.00/m2/bulan Rp588.00/bulan Rp12. Pemakaian rumah susun sederhana Jatirawasari type 32: 1.500.00/bulan Rp482. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 2.000.00/bulan Rp233.000.000.00/bulan Rp262.00/bulan Rp289.00/bulan Rp60.000.000.000.

c) lantai III d) lantai IV v. c.155 - . g. jembatan. b.000. h.00/m2/bulan BAB VI BIDANG PEMBANGUNAN Bagian Kesatu Tata Kota Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 118 (1) Pelayanan Tata Kota terdiri dari: a.000.000. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi pengukuran situasi tanah.00/bulan Rp5. Ketetapan Rencana Kota (KRK). e. penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan jasa ketatakotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan tehnis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. j. pematokan untuk penerapan rencana kota. d. persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). pencetakan peta tematis ketatakotaan. survey dan perencanaan trace jalan-jalur jalan. Paragraf 2 Objek. Golongan. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). (3) Untuk mendapatkan pelayanan Tata Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. . Pemakaian lantai dasar rumah susun sewa beli Rp90.00/bulan Rp81. f. i. Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). saluran atau utilitas. pengukuran situasi tanah. Nama dan Subjek Pasal 119 (1) Pelayanan Tata Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi.

(11) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). saluran atau utilitas. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB).(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta.156 - . (4) Subjek Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf d. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). . (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi pematokan untuk penerapan rencana kota. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi survei dan perencanan trace jalan jalur jalan. jembatan. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder. (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf i dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Pasal 120 (1) Subjek Retribusi pengukuran situasi tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf a. (9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. (3) Subjek Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf c. (2) Subjek Retribusi penggantian biaya cetak peta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf b.

saluran dan utilitas serta nilai manfaat . (3) Tingkat penggunaan jasa Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (4) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. saluran dan utilitas adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf f. (7) Subjek Retribusi penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g. .157 - . (10) Subjek Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf j. jenis peruntukan tanah rinci. (8) Subjek Retribusi persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf h.(5) Subjek Retribusi pematokan untuk penerapan rencana kota adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf e. jembatan. jenis alat yang digunakan. saluran dan utilitas serta nilai manfaat. (11) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam pada ayat (1) sampai dengan ayat (7) adalah Wajib Retribusi. (5) Tingkat penggunaan jasa pematokan untuk penerapan rencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (6) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. (6) Subjek Retribusi survei dan perencanaan prasarana jalan. klasifikasi jalan. (2) Tingkat penggunaan jasa penggantian biaya cetak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (3) diukur berdasarkan skala. (9) Subjek Retribusi persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf i. penggunaan bangunan dan intensitas ruang. ukuran dan jumlah peta. jembatan. jumlah persil dan perpetakan (4) Tingkat penggunaan jasa Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (5) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. jembatan. klasifikasi jalan. jenis alat yang digunakan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 121 (1) Tingkat penggunaan jasa umum pengukuran situasi tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) untuk pelayanan Tata Kota diukur berdasarkan luas tanah.

(7) Tingkat penggunaan jasa penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (8) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya transportasi. biaya survei. (9) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (10) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan intensitas ruang dan zona. penggunaan bangunan dan intensitas ruang. biaya transportasi. biaya perencanaan intensitas ruang serta biaya pengawasan dan pengendalian. jenis alat yang digunakan. biaya transportasi. jenis alat yang digunakan. saluran dan utilitas serta nilai manfaat . (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya rencana tata letak bangunan.(6) Tingkat penggunaan survei dan perencanaan prasarana jalan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 122 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pengukuran situasi tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. jembatan. biaya cetak peta. klasifikasi jalan. . Paragraf 4 Prinsip Penetapan.158 - . biaya penataan perpetakan. biaya studio gambar. jenis peruntukan tanah rinci. (8) Tingkat penggunaan jasa persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (9) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan nilai manfaat dan zona. saluran dan utilitas serta nilai manfaat. jembatan. biaya pemutakhiran data serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pengukuran/pematokan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pemutakhiran data. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya survei. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pemetaan. klasifikasi jalan. jembatan. biaya survei. saluran dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (7) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya konsultasi. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi penggantian biaya cetak peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (10) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (11) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya pemetaan. biaya ketetapan rencana kota.

biaya transportasi. jembatan. Pasal 123 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan ketatakotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya transportasi. biaya survei. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan.00 Rp150. biaya transportasi. biaya pemetaan. biaya pemutakhiran data. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. Pengukuran situasi tanah a) luas sampai dengan 100 m2 b) luas lebih dari 100 sampai dengan 200 m c) luas lebih dari 200 sampai dengan 300 m d) luas lebih dari 300 sampai dengan 400 m f) 2 2 2 Rp30. biaya transportasi.000. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian.000. Pengukuran situasi tanah 1. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi survei dan perencanaan prasarana jalan. (10) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (11) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya survei.00 Rp300. biaya perencanaan intensitas ruang dan nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. (8) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya pemutakhiran data.159 - . biaya pemetaan. biaya survei. biaya pemetaan.000. biaya pemetaan. biaya pemberian izin penggunaan tanah serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya transportasi. biaya perencanaanan pemanfaatan ruang. biaya pemutakhiran data. (9) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya survei.00 Rp50. saluran dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. biaya penyesuaian peruntukan tanah rinci dan nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian.00 Rp750.00 e) luas lebih dari 400 sampai dengan 500 m2 luas lebih dari 500 sampai dengan 1000 m2 .(5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pematokan untuk penerapan rencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan.00 Rp500. biaya transportasi.000.000.000.

Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan lebih dari lima tahun.000.000.160 - . c.00/km panjang i) Pengukuran contour/garis tinggi permukaan tanah dengan interval beda tinggi maksimum 0.00/lembar.000. Skala 1: 1000 dengan ukuran kertas folio dikenakan retribusi Rp1.5 m2 tiap 100 m2 dikenakan Rp50.00 2. untuk setiap jenis peruntukan tanah rinci dikenakan tarif sebagaimana tercantum dalam Tabel I.00 b.00 ditambah setiap kelipatan luas sampai dengan 1 Ha dikenakan Rp3. 4. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan sampai dengan satu tahun dan tidak ada perubahan fisik lokasi dari kondisi sebelumnya. 5.00 j) Pengukuran opname jalan.000.000.00 Rp5.000.000 m2.000. dikenakan retribusi sebesar Rp750.00/lembar Untuk peta/gambar yang lebih besar dinilai dengan ukuran kelipatan kertas folio. Skala 1: 5000 dengan ukuran kertas folio dikenakan retribusi Rp15.g) luas lebih dari 1.000. 2.00 ditambah setiap kelebihan kelipatan luas sampai dengan 1000 m2 dikenakan Rp300. 1. harus diproses baru dengan dikenakan biaya 100% (seratus persen) dari tarif pengukuran menurut huruf a. Pengukuran situasi perairan a) luas sampai dengan 1 Ha b) luas lebih dari 1 Ha Rp5.000. saluran. Ketetapan Rencana Kota (KRK) 1. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dan tidak ada perubahan fisik lokasi atas permintaan pemohon yang sama dapat dicetak ulang dengan dikenakan biaya penggantian pencetakan peta situasi menurut huruf a angka 1 dan angka 2 ditambah biaya legalisasi 25% (dua puluh lima persen) dari tarif pengukuran menurut huruf a sesuai luasnya dan apabila terdapat perubahan secara fisik dilokasi dimaksud harus dilakukan pengukuran ulang dengan pengenaan retribusi sesuai tarif menurut huruf a. 3.000. Pencetakan peta tematis ketatakotaan.000.00 h) Pengukuran Water Pass Rp500. .000. atas permintaan pemohon yang sama dapat dicetak ulang dengan dikenakan penggantian biaya pencetakan peta situasi menurut huruf a angka 1 ditambah biaya legalisasi sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif pengukuran pada huruf a sesuai luas tanahnya. jembatan dan jaringan utilitas dikenakan retribusi setiap m2 Rp200.

000. 10.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 15.00 kelipatan penuh dari 500 m2 50.000.00 per unit hunian 6.00 kelipatan penuh dari 2000 m2 15. Tarif (Rp) 4 2.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 50. 7. Wisma flat (Wfl) Wisma susun taman (Wst) Wisma kantor (Wkt) Wisma dagang (Wdg) Wisma taman (Wtm) Karya pemerintahan (Kpm) Karya perwakilan negara asing (Kpa) Karya kantor/jasa (Kkt) Karya perdagangan (Kpd) Karya industri (Kin) Karya pergudangan (Kpg) . 13.000.00 kelipatan penuh dari 100 m2 40. 2.00 kelipatan penuh dari 100 m2 50.000.000.000. Wisma susun (Wsn) sampai dengan 2.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 40. 1 1.00 per unit hunian Kelebihan Luas kolom (3) berlaku tarif 5 No.00 kelipatan penuh dari 100 m2 10.00 kelipatan penuh dari 500 m2 10.00 per unit hunian 5.000.00 kelipatan penuh dari 500 m2 5.00 kelipatan penuh dari 100 m2 10. 16. 9. 11. Wisma sedang (Wsd) 200 sampai dengan 400 4.000.161 - . 12. Wisma besar (Wbs) 401 sampai dengan 500 5.000.000.000.000.000. 8.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 40.000.000. 14.000. 15.00 kelipatan penuh dari 100 m2 50.000 sampai dengan 100 sampai dengan 1000 sampai dengan 100 sampai dengan 100 sampai dengan 500 sampai dengan 1000 sampai dengan 500 sampai dengan 100 sampai dengan 100 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 20.TABEL I: TARIF RETRIBUSI KETETAPAN RENCANA KOTA Jenis Peruntukan Tanah Rinci 2 Wisma sangat kecil (Wsk) Wisma kecil (Wkc) Luas Tanah (m2) 3 sampai dengan 60 61 sampai dengan < 200 3.

dikenakan retribusi sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya tanpa pengukuran kelapangan. 29.000.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 5.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 5. 25.00 0. dikenakan retribusi sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya tanpa pengukuran kelapangan. .00 kelipatan penuh dari 400 m2 5.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 0. 3.00 kelipatan penuh dari 500 m2 0. 24.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 5. 18.00 0.00 kelipatan penuh dari 500 m2 5. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang diterbitkan lebih dari satu tahun sampai dengan lima tahun atas permintaan pemohon yang sama.000.00 - 2.000.17. 23.000.162 - .000. 21. 27. 31. 20.00 kelipatan penuh dari 400 m2 5. Karya umum taman (Kut) Suka fasilitas bangunan parkir (Spk) Suka fasilitas terminal (Stn) Suka pendidikan (Spd) Suka sosial ibadah (Ssi) Suka sosial kesehatan (Ssk) Suka sosial budaya (Ssb) Suka pelayanan umum (Spu) Suka rekreasi olah raga (Sro) Penyempurnaan hijau rekreasi/olah raga (Phr) Penyempurna hijau taman (Pht) Penyempurna hijau makam (Phm) Penyempurna hijau umum (Phu) Penyempurna saluran air/waduk (Psw) Penyempurna tegangan tinggi (Ptt) Marga jalan (Mjl) Marga jalan kereta api (Mjk) sampai dengan 500 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 sampai dengan 500 sampai dengan 500 sampai dengan 400 sampai dengan 400 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 - 40. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang telah diterbitkan kurang atau sampai dengan satu tahun atas permintaan pemohon yang sama.000.00 kelipatan penuh dari 500 m2 5. 30. 28.00 0.000.00 0. 22.00 5. 26.00 0.000. 32.00 0. 19. 33.000.

untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang sudah diterbitkan lebih dari lima tahun harus diproses sebagaimana permohonan baru dan dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sesuai dengan tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya.000. Apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2.163 - . Suka pelayanan umum (Spu). 4. . untuk permohonan ulang sebagaimana tersebut pada huruf c angka 2. dikenakan retribusi sebesar Rp10.4. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB): 1. 2. Untuk jenis peruntukan tanah rinci penyempurnaan Suka fasilitas parkir (Spk).dikenakan retribusi Rp20. 3. Untuk jenis peruntukan tanah rinci penyempurnaan Hijau rekreasi/olah raga (Phr) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2.00. d. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma kantor (Wkt). maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. Wisma flat (Wfl). Suka rekreasi/olahraga (Sro) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma susun (Wsn). Wisma susun taman (Wst) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2.000. Suka terminal (Stn).00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. dikenakan retribusi Rp40. dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2.000. Suka sosial budaya (Ssb). dikenakan retribusi Rp50.00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh 100 m2. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. Suka sosial kesehatan (Ssk).00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2 .000. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya kantor/jasa (Kkt) dan Karya perdagangan (Kpd) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma taman (Wtm). Suka sosial ibadah (Ssi).00. Suka pendidikan (Spd). 5. angka 3 dan angka 4 dalam hal kondisi lapangan dan rencana kota terjadi perubahan pada saat diterbitkan dengan ketetapan rencana kota terdahulu.00 apabila luas bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. dikenakan retribusi sebesar Rp10.000. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. Wisma dagang (Wdg) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. dikenakan retribusi sebesar Rp30. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya industri (Kin).000.00. dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. Karya pergudangan (Kpg) dan Karya umum taman (Kut). maka dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sesuai rencana kota yang baru. dikenakan retribusi Rp60. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2.000.

000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp50.000. Penyesuaian atau perubahan rencana tata letak bangunan dikenakan retribusi 100% (seratus persen) hanya pada bangunan yang berubah sesuai tarif sebagaimana dimaksud pada huruf d angka 1 sampai dengan angka 4. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma sangat kecil (Wsk) dikenakan retribusi Rp5.000 m2 berlaku tarif retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2. Untuk tata letak bangun-bangunan reklame dikenakan retribusi dengan memperhatikan peletakan/penempatan serta luas bidang bangunbangunan reklame sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) jalur jalan utama I jalur jalan utama II jalur jalan utama III jalur jalan sekunder I jalur jalan sekunder II jalur jalan sekunder III jalur jalan sekunder IV Rp350.5.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.00/m2 Rp125.00/unit/kavling/petak apabila luas tanahnya lebih dari 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma besar (Wbs) yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp50. 4. Untuk lebih jelas peruntukan tanah rinci Wisma susun (Wsn) yang luas tanahnya sampai dengan 1.000.00/m2 Rp100.000. 3.000.00/m2 e. Cetak ulang rencana tata letak bangunan untuk materi yang sama sampai dengan 5 tahun dikenakan retribusi 10%(sepuluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud pada huruf d pada angka 1 sampai dengan angka 4. Pematokan untuk penerapan rencana kota: 1.000 m2.000.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.164 - . 5.000.000. 7. 6.000.00/unit/kavling/petak.000.00/m2 Rp50.000.000.00/unit/kavling/petak apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 berlaku tarif retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2.00/m2 Rp300. 2. .000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp50.00/unit/kavling/petak.00/unit bangunan.00/m2 Rp250. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma taman (Wtm) atau Wisma susun taman (Wst). 6. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma sedang (Wsd) dikenakan retribusi Rp40.00/m2 Rp75.00/unit/kavling/petak.000. yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp50. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma kecil (Wkc) dikenakan retribusi Rp10.000.

000.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.00/unit bangunan. yang luas tanahnya sampai dengan 1. yang luas tanahnya sampai dengan 1.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2. Karya kantor/jasa (Kkt).000 m2.000. Suka sosial budaya (Ssb). Suka sosial ibadah (Ssi).000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya umum taman (Kut) dan Karya perdagangan taman (Kpt) yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2dikenakan retribusi sebesar Rp100.00/ unit bangunan.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp60. Wisma kantor (Wkt). Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma flat (Wfl).000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp80. Suka sosial kesehatan (Ssk).00/unit bangunan.165 - . yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp10.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya industri (Kin). maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp100. 9. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka pendidikan (Spd).000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp60.000. Wisma perdagangan (Wdg).00 apabila luas tanahnya lebih dari 200 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 200 m2. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka pelayanan umum (Spu). Karya pemerintahan (Kpm). maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp60. yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp5. 8.000 m2. . Karya pergudangan (Kpg).000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp80. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp30. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.00/ unit bangunan. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka rekreasi/olah raga (Sro).00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2. Karya perdagangan (Kpd). yang luas tanahnya sampai dengan 200 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp60.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2.000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp5.000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp30.000 m2.000.000. 13. 11. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp10.00/unit bangunan. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka fasilitas parkir (Spk) dalam bentuk bangunan.000. 10.7. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.000.00/ unit bangunan.00/unit bangunan.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. 12. Karya perwakilan negara asing (Kpa).000.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. yang luas tanahnya sampai dengan 1.

14. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka fasilitas terminal (Stn), yang luas tanahnya sampai dengan 5.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp150.000,00 apabila luas tanahnya lebih dari 5.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 5.000 m2, dan apabila jumlah unit bangunannya lebih besar dari jumlah kelipatan penuh tanahnya, maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp150.000,00/unit bangunan. 15. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Penyempurna hijau rekreasi/olah raga (Phr), Penyempurna hijau taman (Pht), Penyempurna hijau makam (Phm), Penyempurna hijau umum (Phu), Penyempurnaan saluran air / waduk (Psw), Penyempurna tegangan tinggi (Ptt), yang luas tanahnya sampai dengan 1.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp20.000,00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.000 m2. 16. Untuk permohonan pematokan jalur jalan (arteri/kolektor/lokal/ lingkungan), jalur jaringan saluran air (makro/sub makro), jalur utilitas (ducting system atau bukan ducking system) dan pematokan jalur jembatan utilitas dikenakan retribusi sebesar Rp300,00/meter dengan pengenaan retribusi minimal sebesar Rp150.000,00. 17. Untuk jembatan, terowong Rp500.000,00/buah/unit. dikenakan retribusi sebesar

18. Khusus untuk permohonan pematokan dengan menggunakan patok beton dikenakan pungutan sebesar Rp100.000,00/titik. f. Survei dan perencanaan trace jalur jalan, jembatan, saluran atau utilitas. 1. Perencanaan trace jalur jalan, dikenakan retribusi sebagai berikut: a. lebar sampai dengan 10 m b. lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m c. lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m d. lebar diatas 30 m 2. Perencanaan trace jembatan: a. jembatan jalan raya b. jembatan jalan masuk (inrit) c. jembatan penyeberangan orang (JPO) d. fly over/fly pass e. under pass f. under way g. jembatan utilitas Rp250.000,00/unit Rp250.000,00/unit Rp250.000,00/unit Rp500.000,00/unit Rp500.000,00/unit Rp450.00/m2 Rp150.000,00/unit Rp300,00/meter panjang Rp400,00/meter panjang Rp450,00/meter panjang Rp650,00/meter panjang

3. Perencanaan sarana penyeberangan multi guna: a. diatas pra sarana jalan (jembatan penyeberangan multi guna): 1) lebar sampai dengan 10 m 2) lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m 3) lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m - 166 Rp1.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp3.000.000,00/unit

b. dibawah prasarana jalan (terowongan penyeberangan multi guna): 1) lebar sampai dengan 10 m 2) lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m 3) lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m Rp1.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp3.000.000,00/unit

4. Perencanaan trace jalur utilitas termasuk ducting system dikenakan retribusi sebagai berikut: a. lebar lebih kecil dari 0,5 m b. lebar 0,5 m sampai dengan 1 m c. lebar 1 m sampai dengan 2 m d. lebar lebih besar dari 2 m a. lebar lebih kecil dari 0,5 m b. lebar 0,5 m sampai dengan 1 m c. lebar 1 m sampai dengan 2 m d. lebar lebih besar dari 2 m 6. Perencanaan waduk dikenakan retribusi Rp200,00/meter panjang Rp400,00/meter panjang Rp600,00/meter panjang Rp900,00/meter panjang Rp200,00/meter panjang Rp400,00/meter panjang Rp600,00/meter panjang Rp800,00/meter panjang Rp500.000,00/Ha

5. Perencanaan trace saluran dikenakan retribusi sebagai berikut:

Setiap kelebihan luas tanah kurang dari 1 (satu) hektar, dihitung sama dengan 1 (satu) hektar, dengan pungutan paling sedikit sama dengan 1 Ha. 7. Perencanaan dermaga pelabuhan a. menara telekomunikasi seluler b. menara radio/TV c. menara telekomunikasi khusus Rp2.500.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit 8. Perencanaan tata letak bangun-bangunan menara telekomunikasi:

g. Penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan sekunder: 1. Jalur jalan utama terdiri dari: a. jalur jalan utama I b. jalur jalan utama II c. jalur jalan utama III 2. Jalur jalan sekunder terdiri dari: a. jalur jalan sekunder I b. jalur jalan sekunder II c. jalur jalan sekunder III d. jalur jalan sekunder IV Rp25.000,00/m2 Rp20.000,00/m2 Rp15.000,00/m2 Rp10.000,00/m2 Rp50.000,00/m2 Rp40.000,00/m2 Rp30.000,00/m2

3. Penataan perpetakan sebagaimana dimaksud pada huruf g angka 1 dan 2 hanya dikenakan sekali kecuali hak atas tanah tersebut dialihkan kepada pihak lain/tidak termasuk warisan untuk tanah yang dibangun sesuai dengan rencana kota. 4. Penetapan jalan utama dan sekunder ditetapkan oleh Gubernur.

- 167 -

h. Persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci: 1. Besarnya retribusi atas persetujuan prinsip/dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci dihitung berdasarkan luas tanah sesuai dengan rencana kota (peta skala 1: 1000) dan dikalikan dengan indeks N pada kolom penyesuaian dari peruntukan lama ke peruntukan baru sebagaimana tercantum dalam tabel II dikalikan dengan retribusi pada zona pembatasan lalu lintas sesuai rencana tata ruang yang terdiri dari: a. zona I pembatasan sangat ketat b. zona II pembatasan ketat c. zona III pembatasan kurang ketat d. zona IV pembatasan tidak ketat e. zona Kepulauan Seribu Tabel II Rp4.000.000/m2 Rp2.500.000/m2 Rp1.500.000/m2 Rp500.000/m2 Rp250.000/m2

: Index (N) untuk dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci.
Peruntukan Lama 2 Peruntukan Baru 3 Index (N) 4 0,2 0,2 0,2 0,1 0,2 0,2 0,3 0,3 0,3 0,2 0,3 0,3 0,3 0,2

No 1 1. 2. 3.

Karya perkantoran / Karya Karya industri / Karya pergudangan perdagangan (Kkt/Kpd) (Kin/Kpg) Karya umum taman (Kut) Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg), KDB 20% / Karya

Karya industri / Karya Karya perkantoran pergudangan (Kin/Kpg) perdagangan (Kkt/Kpd)

Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) 4. Wisma kantor / Wisma Karya industri / Karya pergudangan perdagangan (Wkt/Wdg) (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) 5. Wisma susun/Wisma (Wsn/Wfl) / Karya

flat Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) / Karya

6.

Wisma sangat kecil / Wisma kecil / Wisma sedang / Wisma besar (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs)

Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) / Karya

- 168 -

7.

Wisma susun taman (Wst)

Karya industri/Karya pergudangan (Kin/Kpg) KDB 20% Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) KDB 20%

0,5 0,3 0,3

8.

Wisma taman (Wtm)

Karya industri / Karya pergudangan (kin/Kpg) KDB 20% Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg), KDB 20%

0,5 0,3 0,3 0,4 0,3 0,2 0,2 0,2 0,2

9.

Suka pendidikan/Suka sosial kesehatan/Suka rekreasi/Suka olahraga /Suka sosial ibadah/Suka sosial budaya / Suka pelayanan umum / Suka Fasilitas terminal / Suka Fasilitas parkir (Spd/Ssk/Sro/Ssi/Ssb/Spu/S tn/Spk)

Karya industri/Karya perdagangan (Kin/Kpg) Karya perkantoran/Karya perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) Wisma susun/Wisma flat (Wsn/Wfl) Wisma sangat kecil /Wisma kecil/ Wisma sedang/ Wisma besar (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs) Wisma taman/Wisma susun taman (Wtm/Wst)

0,2 3,0 3,0 2,5 2,5 2,0 1,5 2,0

10.

Marga jalan lebih dari 12 Karya industri/Karya pergudangan meter/Marga jalan rel (Kin/Kpg) (Mjl/Mjr) Karya perkantoran/Karya perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) Wisma susun/Wisma flat (Wsn/Wfl) Wisma taman/Wisma susun taman (Wtm/Wst) Wisma kangat kecil/Wisma kecil/ Wisma sedang/Wisma besar (Wsk/ Wkc/Wsd/Wbs) Suka fasilitas parkir / Suka pendidikan /Suka sosial kesehatan/Suka rekreasi/Suka olahraga /Suka sosial ibadah / Suka sosial budaya (Spk/Spd/Ssk/Sro/Ssi/Ssb.

0,5

- 169 -

2. Penyesuaian peruntukan tanah rinci pada daerah yang dibatasi pengembangan pembangunannya (sebagai daerah resapan di wilayah pengembangan selatan) besarnya retribusi penyesuaian rencana peruntukan tanah sebesar 100% (seratus persen) dari pungutan tersebut pada angka 1 (satu) diatas. 3. Untuk jenis-jenis rencana peruntukan Penyempurna hijau taman (Pht), Penyempurna hijau makam (Phm), Penyempurna hijau umum (Phu), Penyempurna saluran makro/waduk (Psw) dan Penyempurna tegangan tinggi (Ptt) tidak diperkenankan dilakukan penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. i. Persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB): Penyesuaian terhadap tambahan luas total bangunan berdasarkan batasan rencana KLB (Koefisien Lantai Bangunan) termasuk hasil penyesuaian peruntukan tanah dikenakan retribusi sebesar selisih antara usulan KLB dengan batasan rencana KLB dibagi batasan rencana KLB dikalikan dengan luas tanah efektif dikalikan nilai berdasarkan zona pembatasan lalu lintas sesuai rencana tata ruang yang terdiri dari : 1. zona I pembatasan sangat ketat 2. zona II pembatasan ketat 3. zona III pembatasan kurang ketat 4. zona IV pembatasan tidak ketat 5. Zona Kepulauan Seribu j. Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) 1. Setiap izin penunjukan penggunaan tanah (baru/pertama) untuk suatu bidang tanah yang luasnya 5.000 m2 atau lebih diluar jalur jalan utama dan sekunder dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sebagaimana tercantum dalam tabel III. Tabel III No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. : Tarif Retribusi SIPPT Tarif / m2 3 Rp5.000,00 Rp4.000,00 Rp12.000,00 2 Wisma (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs/Wsn/Wfl) Wisma taman / Susun taman (Wtm/Wst) Wisma dan bangunan umum (Wkt/Wdg) Jenis Peruntukan Tanah Rinci Rp4.000.000/m2 Rp2.500.000/m2 Rp1.500.000/m2 Rp500.000/m2 Rp250.000/m2

Karya pemerintahan, Karya perwakilan negara Rp0,00 asing (Kpm/Kpa) Karya bangunan umum (Kkt/Kpd) Karya industri pergudangan (Kin/Kpg) Karya umum taman (Kut) Rp15.000,00 Rp10.000,00 Rp10.000,00

Suka fasilitas terminal, Suka sosial ibadah Rp0,00 (Stn/Ssi) Suka pendidikan (Spd), bangunan parkir (Spk) - 170 Suka fasilitas Rp3.000,00

10.

Suka sosial kesehatan/Suka sosial Rp3.000,00 budaya/Suka pelayanan umum/Suka rekreasi olah raga (Ssk/Ssb/Spu/Sro) Penyempurna /Phr/Psw/Ptt) hijau (Phl/Php/Pht/Phm/Phu Rp0,00

11. 12.

Marga jalan darat/Marga rel kereta api / Rp0,00 utilitas/Marga drainase dan tata air/Marga penyeberangan (Mjl/Mka/Mut/Mdt/Psb)

2. Terhadap bidang tanah yang termasuk sebagai areal kewajiban yang harus diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk kepentingan umum pada semua jenis peruntukan, tidak dikenakan pungutan retribusi. 3. Pengenaan retribusi tersebut pada huruf j angka 1 hanya dilakukan sekali, kecuali hak atas tanah tersebut dialihkan pada pihak lain (tidak termasuk warisan) dengan tidak merubah penggunaan tanah yang ditetapkan dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai tabel III. 4. Setiap pembaharuan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah karena habis masa berlakunya dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai tabel III. 5. Setiap Perpanjangan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah yang dimohon sebelum habis masa berlakunya dikenakan retribusi 25% (dua puluh lima persen) dari tabel III. 6. Setiap penyempurnaan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagai akibat adanya perubahan penggunaan tanah sebagaimana tercantum dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari tabel III sesuai dengan perubahan penggunaan tanah dimaksud dan Gubernur dapat memberikan keringanan dan pembebasan retribusi berdasarkan kemampuan, fungsi penggunaan tanah dan sesuai ketentuan yang berlaku. 7. Setiap penyempurnaan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagai akibat adanya penambahan luas tanah sebagaimana tercantum dalam SIPPT dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari Tabel III sesuai dengan pertambahan luas tanah dimaksud. Pasal 124 Untuk menghitung besarnya retribusi pelayanan dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g, huruf h, huruf i dan huruf j ditetapkan kategori untuk penggunaan komersial 1 (satu), non komersial ½ (setengah) dikalikan dengan besarnya retribusi masing-masing jenis pelayanan. Pasal 125 Terhadap pelayanan jasa ketatakotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat 1, yang diberikan untuk kepentingan unit/satuan kerja Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat atau perwakilan negara asing tidak dikenakan retribusi. - 171 -

izin pelaku teknis bangunan. administrasi perizinan bangunan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan pengajuan secara tertulis kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (5) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. (2) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. kelayakan menggunakan bangunan. Golongan. b.Bagian Kedua Penataan dan Pengawasan Bangunan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 126 (1) Jenis pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan terdiri dari: a. .172 - . c. pemberian plat nomor bangunan. (3) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. Nama dan Subjek Pasal 127 (1) Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. e. Paragraf 2 Objek. d. izin mendirikan bangunan. (4) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. (6) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan.

Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 130 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. (3) Subjek Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan adalah orang pribadi yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c. (2) Subjek Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (6) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (5) adalah Wajib Retribusi. luas perkerasan.Pasal 128 (1) Subjek Retribusi Izin Mendirikan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a. jenis bangunan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 129 (1) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a. biaya penelitian teknis dan administrasi. (3) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e diukur berdasarkan satuan unit dan/atau satuan bangunan. luas bangunan. jumlah lantai. (5) Subjek Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e. biaya pengawasan dan pengendalian. (2) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c diukur berdasarkan klasifikasi dan penggolongan. .173 - . (4) Subjek Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d. huruf b dan huruf d diukur berdasarkan kelompok bangunan. panjang pagar dan jumlah saluran penghantar atau unit dari bangun-bangunan.

00/m2 Rp 6.000. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi izin Pelaku Teknis Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan administrasi. biaya pengawasan dan pengendalian.00/m2 Rp10.00/m2 Rp 7. Rumah kecil b.000.00/m2 Luas Bangunan (LB) 0<LB≤100m2 100m2<LB≤200 m2 200m2<LB≤400 m2 400m2<LB≤800 m2 LB>800m2 2 3 4 5 6 Rp 500.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. dengan kriteria: Tidak ada AC central Tidak ada lift Luas maksimal 45 m2 / unit Menggunakan hall terbuka.000. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan.000.00/m2 Rp8. Finishing interior dan atau exterior menggunakan bahan mutu sederhana.000.000.00/m2 Rp 7.000. Wsd (T/D) d.00/m2 Rp 500.000. biaya pengendalian dan pembinaan. biaya penelitian teknis dan administrasi serta biaya pengendalian.Wbs Rumah Susun Sederhana (RSS).000. Wsn sampai dengan 2 Lt c.000.000. Rp 6. biaya administrasi umum serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya penelitian teknis dan administrasi. Rumah sedang b.00/m2 Rp 4.00/m2 Rp 7.00/m2 Rp 4. Izin Mendirikan Bangunan terdiri dari: 1.00/m2 Rp 6. Pasal 131 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.174 - .00/m2 Rp 9.000. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e adalah dengan memperhatikan biaya cetak plat nomor bangunan. Wkc (T/D) Rumah tinggal sedang a. Retribusi Pengawasan Pembangunan (RPP): a) Untuk bangunan rumah tinggal dikenakan RPP berdasarkan luas bangunan dikalikan dengan harga satuan retribusi per meter persegi. Tabel I Jenis Bangunan 1 Rumah tinggal kecil a.00/m2 Rp 4. Wtm dengan KDB 5%-20% Rumah tinggal besar .00/m2 . Rumah sederhana c. sebagaimana tercantum dalam tabel I.

a.000. Selebihnya dihitung Rp 100.000.000. selebihnya dihitung. 5.00/m 2 2 2 2 2 2 Jenis Bangunan 3 Tarif 4 Rp0. 9.000.000.00/m Rp20.000.00/unit 1. gardu listrik.000. Monumen diluar pekarangan.75% dari biaya pembuatan/paling sedikit Rp 2. Awning atau atap atrium (tembus cahaya atau yang sejenisnya) .00/unit 15. Monumen dalam persil (pekarangan).000.000.000. 3.00/unit 2 13.000. gapura/gardu jaga dengan luas maksimum 2 meter persegi.00/unit Rp 5.b) Untuk bangunan sosial. tempat ibadah b. Perkerasan (tidak termasuk pelataran peti kemas). a.000. Jembatan jalan (kompleks). Jenis Bangun-Bangunan 2 Pagar pekarangan dan tanggul / turap. Menara bakar/cerobong asap (tinggi maksimum 5 m) Menara penyimpanan air (kapasitas maksimum 1 m ) Menara antena dan sejenisnya (tinggi maksimum 5 m) Menara telekomunikasi 3 Tarif 3 Rp 1.00/unit Rp 100. Tabel II: No 1 1.000. Jembatan/lift (untuk service kendaraan).00/unit Rp 200.00/m Rp7.00/m 2 2 2 Rp3. usaha atau bangunan bersifat sementara dikenakan RPP berdasarkan luas bangunan dikalikan dengan harga satuan retribusi permeter persegi sebagaimana tercantum dalam tabel II.000.00/unit Rp 100.75% dari biaya reklame perpasang / paling sedikit Rp 2. Bangunan usaha a. Kolam renang/kolam pengolahan air/bak penyimpanan air.00/m Rp5. 11.000. ruang travo dan panel dengan luas maksimum 10 m .000.000. 10. 7.00/m Rp 1. 4. Kelompok Bangunan 2 Bangunan sosial a.000. direksi keet c. Reklame 1. 2.000. b.00/m Rp5. perdagangan / perkantoran: . b. 6.00/m Rp 4.00/unit Rp 20. b. industri / pergudangan b. 8.00/m 2 2 2 2 Rp 50.75% dari biaya pembuatan/ paling sedikit Rp 2.000.5 lantai ≤ jumlah lantai ≤ 8 lantai .175 - .00/unit Rp 50.000. Pondasi mesin (diluar bangunan).500. .00/unit Rp 25. Bangunan bersifat sementara a.00/unit Rp 5.00/m Rp15. 12. gudang bahan bangunan Rp12.00/ m 2 14.jumlah lantai ≤ 4 lantai .00/unit 1. Tabel III: No 1 1.000.000. a.jumlah lantai > 8 lantai 3.00/m c) Untuk bangun-bangunan dikenakan RPP berdasarkan panjang bangunbangunan dikalikan dengan harga satuan permeter panjang atau luas bangun-bangunan dikalikan dengan harga satuan permeter persegi atau jumlah unit/saluran penghantar dari bangun-bangunan dikalikan dengan harga satuan perunit/persatuan penghantar (sebagaimana tercantum dalam tabel III).000.000.000. bedeng kerja b. bukan tempat ibadah 2.000.000.00/m Rp5.00/ m 2 Rp 50.00/m Rp 2.

Tabel IV Uraian / Kelompok 1 1.000. b. f) Untuk pelaksanaan perbaikan bangunan yang dimaksud pada ayat (2) huruf e yang tidak dapat dihitung bangunannya. seperti antara lain perubahan tampak. Lapangan olah raga terbuka dengan perkerasan untuk: a. Luas tanah yang dikuasai belum sesuai luas satuan kavling /syarat minimum luas setiap jenis peruntukan tanah 2.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya pembongkaran bangunan sesuai nilai kontrak. Pelataran untuk penimbunan peti kemas Rp 5.000.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya pembuatan/bangunan sesuai nilai kontrak.00/ m 2 2 18.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya perbaikan sesuai nilai kontrak.00/ saluran penghantar 2 19.000. Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) a) Untuk pemanfaatan lebih atas kelonggaran dari segi teknis tertentu dapat diberikan izin yang bersifat bersyarat. Tidak sesuai perpetakan tanah mengakibatkan pemecahan /penyatuan satuan kavling IZIN Sifat Persyaratan Dasar Perhitungan Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) 5 RPBT = LP LT X RPP x F 3 Izin Bersyarat/ izin sementara 4 Bangunan/ tanah harus disesuaikan menurut rencana kota dan peraturan mendirikan bangunan ditempat itu Izin sementara Bangunan/ bagian bangunan harus dibongkar/ harus disesuaikan menurut rencana kota dan peraturan mendirikan bangunan ditempat itu LP RPBT = LT X RPP x F . b. g) Untuk pembongkaran bangunan dikenakan RPP sebesar 1. komersil tidak komersil Rp 3.00/ m Rp 0.000.16.00/ m Rp 0. Lapangan olah raga terbuka tanpa perkerasan (luas efektif) untuk: a.00/ m 2 2 17. sementara dan sementara berjangka sebagaimana tercantum dalam tabel IV.000.176 - . e) Untuk pelaksanaan perbaikan bangunan lama baik sebagian atau seluruh luas lantai bangunan tanpa perubahan struktur utama dikenakan RPP sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari RPP bangunan yang diperbaiki.00/ m d) Untuk bangunan dan bangun-bangunan yang tidak dapat atau sulit dihitung luasnya dikenakan RPP sebesar 1. komersil tidak komersil Rp 4. Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) 2 a. Instalasi bahan bakar Rp 1. modernisasi bagian bangunan. 2. Tidak memenuhi jarak bebas b. dikenakan RPP sebesar 1.

LP = Luas bangunan / perpetakan yang melanggar.F2 = Koefisien jenis bangunan dimana besarnya F2 adalah sebagai berikut: . kecuali kelonggaran penyatuan kavling F1 = 2 . Tidak memenuhi persyaratan khusus Izin sementara atau Izin sementara berjangka Persyaratan idem I dan II di atas LP RPBT= X RPP x F LT b) Untuk pemanfaatan lebih atas bangunan dan perpetakan dikenakan retribusi pengawasan bangunan tambahan berdasarkan perbandingan luas pemanfaatan lebih atas kelonggaran dari segi teknis bangunan dan atau perpetakan (LP) dengan luas total bangunan atau perpetakan yang diajukan (LT) dikalikan RPP dikalikan dengan koefisien pemanfaatan lebih (F) atau dengan rumus: LP LT RPBT = X RPP X F c) Pemanfaatan lebih atas pelaksanaan bangunan yang dibangun sebelum ada izin dikenakan RPBT berdasarkan prosentase tahapan pembangunan dikalikan RPP dikalikan koefisien pemanfaatan lebih (F) atau dengan rumus: RPBT = Prosentase tahapan pembangunan X RPP X F d) Untuk menghitung RPBT sebagaimana dimaksud pada huruf a) sampai dengan huruf c) dengan memperhatikan: .Perbaikan/perubahan untuk semua jenis bangunan F2 = 1 F2 = 2 F2 = 3 F2 = 2 F2 = 6 F2 = 1 F2 = 1 F2 = 1 e) Koefisien pemanfaatan lebih (F) sebagaimana dimaksud pada huruf b) dan huruf c) adalah koefisien jenis kelonggaran (F1) dikalikan dengan koefisien jenis bangunan (F2) sebagaimana tercantum dalam tabel IV dan huruf d).Rumah tinggal sedang .Rumah tinggal kecil .3.LT = Luas total bangunan / perpetakan / batasan minimum luas tanah yang diajukan.Bangunan bersifat sementara .177 - .Bangunan sosial bukan tempat ibadah .Bangunan usaha . .RPP= adalah RPP dalam segala aspeknya. dimana termasuk pula RPP bagi unsur yang hanya dapat dihitung panjangnya dan/atau unitnya -F = Koefisien pemanfaatan lebih = F1 x F2 . .Bangun-bangunan yang dimohon tersendiri .F1 = Koefisien jenis kelonggaran. .Rumah tinggal besar . dimana untuk semua jenis kelonggaran F1 = 1.

000.000.f) Retribusi paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan Izin Mendirikan Bangunan adalah sebagai berikut: 1) Bangunan rumah tinggal: a)) Wisma kecil (Wkc) b)) Wisma sedang (Wsd) c)) Wisma besar (Wbs) 2) Bangunan sosial bukan tempat ibadah 3) Bangunan usaha: a)) industri/pergudangan b)) perdagangan/perkantoran 4) Bangunan sementara 5) Bangun-bangunan b. Besar retribusi izin pelaku teknis bangunan baru dan kenaikan golongan sebagai berikut: a) golongan A sebesar b) golongan B sebesar c) golongan C sebesar Rp300.00 Rp250.000. 2.000.000. Untuk semua jenis bangunan bukan rumah tinggal sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP. Izin pelaku teknis bangunan 1.000.00 Rp150.000.000.00 Rp100. Kelayakan menggunakan bangunan 1.00 Rp250. .000.00 Rp100.00/3 tahun Rp200.000.178 - .000.000.000.00 Rp200.00 Rp0.00 Rp80. Retribusi paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan Kelayakan Menggunakan Bangunan adalah sebagai berikut: a) Bangunan rumah tinggal: 1) Wisma kecil (Wkc) 2) Wisma sedang (Wsd) 3) Wisma besar (Wbs) b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha: 1) industri/pergudangan 2) perdagangan/perkantoran d) Bangunan sementara e) Bangun-bangunan c.000.00 2.00 Rp100. kecuali bangunan rumah susun sederhana sebesar 5% (lima persen) dari RPP.00 Rp100.000. Terhadap pelayanan perpanjangan izin bekerja pelaku teknis bangunan dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan sesuai angka 1.00 Rp200.000.000.00 Rp80.000.00 Rp80.00 Rp80.00/3 tahun Rp150.00 Rp80.00/3 tahun Rp100.000.00 Rp80.

000.000.00 4.d.00 Rp100. Balik nama atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP: a) Rumah tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0.179 - . a) Rumah tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit Rp80.000. Administrasi perizinan bangunan 1.00 Rp100.000.00 3.00 Rp100.00 Rp80. Pembatalan izin atas permintaan pemohon yang sedang diproses sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.000.00 .000.000.000.00 Rp250. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0.00 2.00 Rp250.00 Rp250.000.00 Rp100.000.00 Rp250.000.000.000.000.00 Rp250.00 Rp100.00 Rp100.000.000.00 Rp250.00 Rp80.00 Rp100. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0.000.000. Salinan izin atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.00 Rp250.00 Rp80. Pemecahan izin atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.

b.000.00 Rp100.00 Rp250. c.00 Rp100.00 Rp250. Rp80. huruf d dan huruf e untuk bangunan milik Pemerintah atau bangunan milik perwakilan negara asing dibebaskan dari pungutan retribusi. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit e.000.000.00 Rp250.180 Rp15.000.00/buah. pemakaian fasilitas terminal mobil barang. Untuk setiap pembatalan izin atas permintaan pemohon yang telah diproses sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari RPP. Rp10.b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0. pencetakan plat nomor bangunan 2. Bagian Ketiga Perhubungan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 134 (1) Pelayanan perhubungan terdiri dari: a. penggantian plat nomor bangunan Pasal 132 Setiap pencabutan izin akibat kesalahan pemohon.000. huruf b.000. Pemberian plat nomor bangunan 1.00 . maka retribusi yang telah dibayar menjadi milik Pemerintah Daerah dan seluruh dokumen perizinannya dinyatakan tidak berlaku. Pasal 133 Terhadap pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a.000.000. pemakaian terminal penumpang mobil bus dan terminal mobil barang.00 Rp0.00 Rp100. pemakaian fasilitas lainnya di terminal penumpang mobil bus. pengujian kendaraan bermotor. d.000.00/buah.00 5. .

.e. v. aa. w. pemakaian pangkalan kajen IV. x. pemakaian pangkalan mobil barang. pemakaian mobil derek. pemakaian tempat pencucian kendaraan bermotor. danau dan penyeberangan. l. izin operasi angkutan. perizinan angkutan jalan rel. pemakaian fasilitas untuk kendaraan antar jemput dalam areal terminal. y. perizinan jasa penunjang penyelenggaraan telekomunikasi. penerbitan rekomendasi perhubungan laut. izin pengusahaan jasa titipan . harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. jasa pelayanan angkutan jalan rel. p. penetapan daerah pelabuhan. r. o. izin trayek. t. perizinan angkutan sungai. Golongan. n. kenavigasian dan perkapalan. pemakaian pool kendaraan. k. pemakaian pangkalan taksi. g. perizinan jasa multimedia. i. (3) Untuk mendapatkan pelayanan dan perizinan perhubungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. danau dan penyeberangan. lingkungan kerja dan lingkungan kepentingan z. perizinan perhubungan udara. jasa pelayanan perhubungan udara. jasa pelayanan angkutan sungai. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan dan perizinan perhubungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). bb. Nama dan Subjek Pasal 135 (1) Pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. h. perizinan jasa telekomunikasi. perizinan perhubungan laut. Paragraf 2 Objek. f. q. s.181 - . jasa kepelabuhanan. izin usaha angkutan. j. m. u.

(6) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf m. (9) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf s sampai dengan huruf v dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Jasa Perposan dan Pertelekomunikasian. Kenavigasian dan Perkapalan. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut dan Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. huruf j dan huruf k dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (8) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf q dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Trayek. . huruf aa dan huruf ab dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Perhubungan Udara. Danau dan Penyeberangan. Angkutan Jalan Rel dan Angkutan Sungai. Pasal 136 (1) Subjek retribusi izin trayek adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1). (4) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf i. (10) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf w. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. (11) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf z. (7) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf p dan huruf r dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. (2) Subjek retribusi izin usaha angkutan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf p.182 - . (5) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf l dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Kepelabuhanan. huruf x dan huruf y dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Perhubungan Laut.(2) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. (3) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Terminal. huruf n dan huruf o dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Perhubungan Udara.

rekomendasi dan jasa perhubungan laut adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf w. huruf aa dan huruf bb. jenis kendaraan. jumlah kendaraan dan jangka waktu. (5) Subjek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf i. jenis kendaraan jumlah kendaraan dan jangka waktu pemakaian. rekomendasi. jasa perposan dan pertelekomunikasian adalah orang pribadi atau Badan menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf t. angkutan jalan rel dan penyebrangan adalah orang pribadi atau Badan menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf z.(3) Subjek retribusi pengujian kendaraan bermotor adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf a. huruf x dan huruf y. huruf j dan huruf k. (9) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (8) adalah Wajib Retribusi. (7) Subjek retribusi izin. (6) Subjek retribusi izin. jumlah kendaraan dan jangka waktu. rekomendasi dan jasa perhubungan udara. (4) Subjek retribusi terminal adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h. jumlah kendaraan dan jangka waktu. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 137 (1) Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (2) diukur berdasarkan jenis kendaraan. (8) Subjek retribusi izin.183 - . jumlah kendaraan dan jangka waktu. (3) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (4) diukur berdasarkan jenis usaha. . (2) Tingkat penggunaan jasa terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (3) diukur berdasarkan jenis usaha. (5) Tingkat penggunaan jasa izin trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (8) diukur berdasarkan jenis kendaraan. (4) Tingkat penggunaan jasa izin usaha angkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (7) diukur berdasarkan jenis kendaraan. huruf u dan huruf v.

bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah fasilitas/sarana lalu lintas angkutan jalan dan terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (6) adalah dengan memperhatian biaya investasi. biaya penyusutan. biaya pengetokan. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (7) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi dan jasa perhubungan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (10) diukur berdasarkan jenis. biaya pemeriksaan emisi gas buang. angkutan jalan rel dan angkutan sungai. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. volume. biaya tanda uji dan segel. angsuran bunga pinjaman. (8) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi. sumber uji. biaya pemeriksaan lampu-lampu. . serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. ukuran dan jangka waktu. biaya operasional dan pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya asuransi. perlengkapan dan peralatan lainnya. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pengujian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. ukuran dan jangka waktu. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya perawatan/pemeliharaan. jumlah. jasa perhubungan udara. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya penyusutan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. jumlah dan jangka waktu. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 138 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin trayek. volume.(6) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi dan jasa perposan dan pertelekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (9) diukur berdasarkan jenis perangkat.184 - . biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. biaya asuransi. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya pembuatan dan pemasangan tanda samping. danau dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (11) diukur berdasarkan jenis. jumlah. izin usaha dan operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya survei.

serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. angsuran bunga pinjaman.00/kendaraan/ 6 bulan . biaya perawatan/pemeliharaan.000. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Pasal 139 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. kereta tempel/gandengan 3. mobil bus dan kendaraan khusus 2. biaya penyusutan.00/kendaraan/ 6 bulan Rp40. kendaraan jenis keempat/kendaraan bermotor roda tiga 4. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya survei.(5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perposan dan pertelekomonikasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan.00/kendaraan/ 6 bulan Rp35. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.000. mobil barang. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. mobil penumpang umum Rp25. biaya asuransi. biaya survei.185 - . biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya penyusutan. biaya perawatan/pemeliharaan. angsuran bunga pinjaman. biaya survei. angkutan jalan rel dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000.000.00/kendaraan/ 6 bulan Rp30. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perhubungan udara. biaya asuransi. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. angsuran bunga pinjaman. biaya asuransi. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perhubungan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Pengujian kendaraan bermotor: 1.

500. kios pedagang makanan/minuman.00/kendaraan/hari/malam Rp5.00/kendaraan/hari/malam Rp2. diberikan kesempatan untuk pengujian ulang dan diperlakukan sebagai pemohon baru. majalah/koran di terminal bus dalam kota yang berdampingan dengan terminal bus antar kota dan pool bus Rp20.00/kendaraan/sekali masuk Rp500. traktor tanpa kereta tempelan b) tronton c) gandengan d) kereta e) light truck f) truck kecil a) truck.00/m2/bulan 2.00/kendaraan/sekali masuk Rp150. apabila hasil pengujian sebagaimana dimaksud pada angka 5 tetap tidak lulus uji. traktor tanpa kereta tempelan b) tronton c) gandengan d) kereta e) light truck f) truck kecil Rp750. pengujian ulang atas keputusan hasil uji yang dinyatakan tidak lulus uji tidak dipungut retribusi pengujian kendaran bermotor. Pemakaian fasilitas lainnya di terminal penumpang mobil bus. kendaraan yang berada di Jakarta untuk menumpang uji dikenakan retribusi sebesar 1 kali tarif kendaran uji. kios pedagang makanan/minuman.00/kendaraan/hari/malam 2.000. 7.000.000. mobil bus dalam kota di terminal penumpang: 3. mobil bus antarkota di terminal penumpang: a) mobil bus non ekonomi b) mobil bus ekonomi (bus lambat) a) mobil bus besar b) mobil bus tingkat/gandeng/tempel c) mobil bus sedang d) mobil bus kecil a) truck.000.00/kendaraan/hari/malam Rp5.00/kendaraan/hari/malam Rp5.5.000.000.00/kendaraan/sekali masuk Rp250. Pemakaian terminal penumpang mobil bus dan terminal mobil barang: 1.00/sekali masuk Rp3.000.00/sekali masuk Rp2. 6. 1.00/sekali masuk Rp3. tempat menginap di terminal mobil barang: c.00/kendaraan/sekali masuk Rp100.00/m2/bulan .00/sekali masuk Rp3.00/kendaraan/hari/malam Rp2.000.000.00/sekali masuk Rp2.000.500. masuk pelataran di terminal mobil barang: 4.186 - .00/sekali masuk Rp5.000. b.00/kendaraan/sekali masuk Rp250. majalah/koran di terminal bus antar kota Rp30.000.00/kendaraan/sekali masuk Rp3.

Pemakaian pangkalan taksi Rp5. Pemakaian fasilitas terminal mobil barang.000.00/kendaraan/bulan Rp1./sekali mangkal Rp1. traktor tanpa kereta 2.00/kg/hari Rp30. pemakaian fasilitas terminal antar kota Rp200. penginapan awak kendaraan 2.000. APK dan sejenisnya): a) sampai dengan 10 kilo meter c) untuk pemakaian lebih dari 20 kilo meter dikenakan tambahan setiap 5 kilo meter berikutnya Rp10.00/kendaraan/bulan Rp50.3. 1.000.000.00/kend. penyimpanan barang 3. peturasan di terminal bus antar kota/dalam kota f.000. tronton 3.000.000.00/kendaraan . kios pedagang makanan/minuman. pemakaian loket karcis kendaraan bus antar kota (peron) d.000.00/kend. kereta 5.00/kend. ruang kantor 4. Pemakaian pangkalan mobil barang.00/kend. Pemakaian fasilitas untuk kendaraan antar jemput dalam areal terminal g.00/orang/hari Rp15./sekali mangkal Rp1.000. mobil box.000. truck kecil / pick up h.00/perusahaan otobus/bulan 6. truck.000./sekali mangkal Rp500. majalah/koran di terminal bus dalam kota dan terminal mobil barang Rp15.00/kendaraan b) 10 kilo meter sampai dengan 20 kilo meter Rp35./sekali mangkal Rp1.00/kend.000.187 - . mobil barang (pick up. jeep. gandengan 4.00/kendaraan Rp20.00/m2/bulan Rp500.00/orang 5. Pemakaian pangkalan kajen IV Rp1.000. peturasan e.00/orang Rp5.00/kendaraan/2 jam i. mobil penumpang (sedan. station wagon). Pemakaian mobil derek (atas permintaan pemilik kendaraan): 1. light truck dan sejenisnya) dan mobil bus kecil (mikrolet.00/kend. 1./sekali mangkal Rp500.000.00/orang 4./sekali mangkal Rp4. light truck 6.00/m2/bulan Rp500.

bus tingkat.000. mobil bus: a) bus besar b) bus sedang c) bus kecil 2. Mobil penumpang umum. kereta tempelan. Jasa labuh: a) Kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum: 1) kapal yang melaksanakan kegiatan niaga: a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkutan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 1))) kapal angkutan laut dalam negeri 2) kapal tidak melaksankan kegiatan niaga: a)) kapal angkutan laut luar negeri US$0. kereta penarik. Kenavigasian dan Perkapalan: 1. bus besar. mobil bus (bus mikro.500.00/kendaraan d)) kapal melakukan kegiatan tetap di perairan pelabuhan: 2))) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis Rp200.00/kendaraan/2 jam Rp10.2. Pemakaian tempat pencucian kendaraan bermotor: 1.000.000. mobil bus kecil dan kajen IV l. penginapan dan penyimpanan kendaraan yang diderek j.00/GT/kunjungan Rp400.035/GT/kunjungan Rp40. Mobil bus besar dan mobil bus sedang 3.000.000. tempelan/gandengan. Jasa Kepelabuhanan. kendaraan khusus b) kereta tempel/ gandengan 2.00/kendaraan Rp1. pick up.00/kendaraan 3.00/kendaraan Rp80.00/kendaraan Rp5. bus tempel) dan mobil barang (truck.00/GT/kunjungan Rp20.500. bestel wagon.000. Pemakaian pool kendaraan 1.00/kendaraan Rp3.00/kendaraan/hari Rp1.000.000. mobil antar jemput k. kereta gandengan dan kendaraan khusus): a) sampai dengan 10 kilo meter b) 10 kilo meter s.00/kendaraan/hari Rp1. tracktor.00/GT/bulan Rp3.00/kendaraan Rp5.018/GT/kunjungan US$0.500.Mobil barang: a) truck tangki.00/GT/bulan .d 20 kilo meter c) untuk pemakaian lebih dari 20 kilo meter dikenakan tambahan setiap 5 kilo meter berikutnya Rp20.00/hari/kendaraan Rp45.188 - .00/kendaraan/hari Rp500.

b)) kapal angkutan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis b) Kapal yang melakukan kegiatan di dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus: 1) kapal angkutan laut luar negeri 2) kapal angkutan laut dalam negeri 3) kapal perikanan 2.00/GT kelebihan/gerakan US$30/per kapal/gerakan US$0. tiap kelebihan GT tambahan c) Kelompok III: pemanduan dengan jarak diatas 20 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/GT/kunjungan US$27/per kapal/gerakan US$0.189 - Rp20. Jasa pemanduan di pelabuhan umum. tiap kelebihan GT tambahan 2) kapal angkutan laut dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/kapal/gerakan Rp14.00/GT/kunjungan Rp10.000.012/GT kelebihan/gerakan .035/GT/kunjungan Rp40. tiap kelebihan GT tambahan .00/kapal/gerakan Rp14.00/GT/kunjungan US$0.012/GT kelebihan/gerakan Rp 33.012/GT kelebihan/gerakan Rp36.00/GT kelebihan/gerakan US$33/per kapal/gerakan US$0.00/GT/kunjungan Rp20. tiap kelebihan GT tambahan 2) kapal angkutan laut dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.000. dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus : a) Kelompok I pemanduan dengan jarak 0 s/d 10 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT. tiap kelebihan GT tambahan b) Kelompok II: pemanduan dengan jarak 10 s/d 10 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.

00/kapal/jam Rp1.0020/GT/etmal Rp20.0035/GT/etmal Rp30.00/GT/etmal US $ 0.300.00/kapal/jam Rp250. dolphin. pelampung a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 3) tambatan pinggiran/talud a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis .00/GT/etmal .005/GT/etmal Rp10.00/GT/etmal US $ 0.00/kapal/jam US $80/kapal/jam US $200/kapal/jam US $400/kapal/jam US $700/kapal/jam US $1. Jasa tambat a) kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum 1) tambatan dermaga (besi.000.000.00/GT/etmal Rp0. Jasa penundaan di pelabuhan umum. beton dan kayu) a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 2) tambatan breatsting.000.000.00/per kapal/gerakan Rp14.000.00/kapal/jam Rp900.050/kapal/jam Rp41.2) kapal angkutan dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.190 US $ 0.00/GT kelebihan/gerakan b) apabila menggunakan kapal tunda yang bukan dimiliki pelabuhan 20 % dari pendapatan jasa penundaan 4.00/kapal/jam Rp500.00/GT/etmal Rp15.000.00/GT/etmal Rp10. tiap kelebihan GT tambahan 3. dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus a) apabila menggunakan kapal tunda yang dimiliki pelabuhan: 1) kapal angkutan luar negeri: a)) kapal s/d 1500 GT b)) kapal 1501 GT s/d 8000 GT c)) kapal 8001 GT s/d 18000 GT d)) kapal 18001 GT s/d 75000 GT e)) kapal diatas 75000 GT 2) kapal angkutan dalam negeri a)) kapal s/d 1500 GT b)) kapal 1501 GT s/d 8000 GT c)) kapal 8001 GT s/d 18000 GT d)) kapal 18001 GT s/d 75000 GT e)) kapal diatas 75000 GT Rp100.

hasil produksi dan peralatan penunjang produksi untuk kepentingan sendiri 2) kapal yang mengangkut kepentingan umum 50 % (lima puluh persen) dari pendapatan jasa tambat per GT per etmal.b) kapal yang melaksanakan kegiatan di dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) dan di pelabuhan khusus 1) kapal yang mengangkut bahan baku.00/ton/m3/hari Rp0. kuda dan sejenisnya 2)) kambing. 5.00/ton/m3 Rp175.00/ton/m3 Rp0. babi dan sejenisnya 2) barang yang dibongkar/dimuat melalui dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) dan di pelabuhan khusus a)) barang yang merupakan bahan baku hasil produksi dan peralatan penunjang produksi untuk kepentingan sendiri b)) barang kepentingan umum 50 % (lima puluh persen) dari pendapatan jasa dermaga per ton per m3 b) Jasa penumpukan 1) gudang tertutup 2) lapangan Rp80.00/ton/m3 Rp550. Jasa pelayanan barang a) jasa dermaga dibongkar/dimuat 1) barang yang dibongkar/dimuat melalui pelabuhan umum a)) barang ekspor dan impor b)) barang antar pulau: 1)) garam.00 Rp200.00/ekor Rp350.00/GT/etmal .00/ton/m3/hari Rp60.00/ekor Rp350. pupuk dan barang Bulog (beras dan gula) 2)) barang lainnya c)) hewan 1)) kerbau.191 - . sapi.

000.000.000.3) penyimpanan hewan a)) kerbau.00/unit/hari 6)) 10 ton keatas b)) sewa kren derek (mobil crane) 1)) s/d 3 ton 2)) lebih dari 3 ton s/d 7 ton 3)) lebih dari 7 ton s/d 15 ton 4)) 25 ton keatas c)) motor boat 1)) s/d 60 PK 2)) 61 PK keatas .000.00/unit/hari Rp6.00/unit/hari Rp5.00/unit/hari Rp65.00/unit/hari Rp6.00/unit/hari Rp12.000.00/unit/hari Rp3.000. sapi.00/unit/hari 3)) lebih dari 3 ton sampai dengan 6 ton Rp7.00/unit/hari Rp750.000. kuda dan sejenisnya b)) kambing.00/unit/hari Rp35.00/unit/hari Rp23.00/unit/hari Rp32.00/unit/hari Rp12.000.500.00/ekor/hari 2)) lebih dari 2 ton sampai dengan 3 ton Rp6. Jasa pelayanan alat a) apabila menggunakan alat yang dimiliki pelabuhan 1) alat mekanik a)) sewa forklif 1)) sampai dengan 2 ton Rp550.000.00/unit/hari Rp3.00/unit/hari Rp1.000.00/unit/hari 5)) lebih dari 7 ton sampai dengan 10 tonRp22.000.00/ton/m3 Rp5.000.00/unit/hari Rp125.192 Rp22.000.500.500.000.00/unit/hari Rp1.00/unit/hari Rp3.000.500.00/unit/hari 4)) lebih dari 6 ton sampai dengan 7 ton Rp13.00/unit/hari .00/ekor/hari Rp200. babi dan sejenisnya 4) peti kemas (container) a)) ukuran 20 feet 1))) kosong 2))) isi b)) ukuran 40 feet 1))) kosong 2))) isi c)) ukuran 40 feet 1))) kosong 2))) isi 5) chasis a)) ukuran 20 feet b)) ukuran 40 feet c)) ukuran diatas 40 feet 6.000.

00/m2/tahun Rp500.00/orang Rp500.00/orang/sekali masuk Rp500.00/m2/tahun Rp1. truk gandengan Rp600.500.00/m2/tahun Rp500.00/m2/tahun d) Tanda masuk kendaraan (termasuk uang parkir) 1) tanda masuk harian a)) trailer. warung dan sejenisnya b)) perumahan penduduk b) Pelayanan terminal penumpang kapal laut 1) terminal penumpang kelas A a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput 2) terminal penumpang kelas B a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput 3) terminal penumpang kelas C a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput c) Tanda masuk orang 1) tanda masuk orang 2) tanda masuk harian 3) tanda masuk tetap Rp200.193 - .000.00/orang/sekali masuk Rp1.000. Pelayanan jasa kepelabuhan lainnya a) Sewa tanah dan penggunaan perairan 1) untuk bangunan-bangunan Industri galangan dan dock kapal a)) persewaan tanah pelabuhan b)) penggunaan perairan untuk bangunan dan kegiatan lainnya di atas air 2) untuk bangunan-bangunan industri perusahaan-perusahaan a)) persewaan tanah pelabuhan b)) penggunaan perairan untuk bangunan dan kegiatan lainnya diatas air 3) untuk kepentingan lainnya a)) toko.b) apabila menggunakan alat yang bukan dimiliki pelabuhan 20% (dua puluh persen)dari pendapatan jasa pelayanan alat per unit per hari.00/m2/tahun Rp1.00/orang/tahun Rp1.00/orang Rp500.00/orang/sekali masuk Rp4.00/orang/bulan Rp40.000.000.00/orang/sekali masuk Rp500.00/orang Rp1.000. 7.500.00/kendaraan dan pengemudi+kenek/ sekali masuk .00/m2/tahun Rp300.

truk gandengan b)) truk. cikar. Penerimaan jasa perkapalan a) Pemeriksaan dan sertifikat yang berkaitan dengan keselamatan kapal 1) 0 sampai dengan GT 35 2) lebih dari GT 35 sampai dengan GT 50 3) lebih dari GT 50 sampai dengan GT 150 4) lebih dari GT 150 sampai dengan 500 5) lebih dari GT 500 sampai dengan GT 1600 6) lebih dari GT 1600 Rp5. dokar dan sepeda 2) tanda masuk tetap a)) trailer. Jasa kenavigasian jasa penggunaan sarana bantu navigasi pelayanan (SBNP)/uang rambu a) kapal angkutan laut luar negeri b) kapal angkutan laut dalam negeri c) kapal pelayaran rakyat.00/kapal Rp50. bus besar Rp500.000. kapal perintis dan kapal perikanan 9.000. minibus.000.000.00/kapal Rp20.00/GT US $0.027/GT Rp200.00/kendaraan/tahun Rp4.b)) truk.000.00/kendaraan/bulan Rp80.00/kendaraan/bulan Rp40.00/kendaraan/bulan Rp120.00/kendaraan/tahun Rp8.194 - .000.000.00/kendaraan/sekali masuk Rp12.000.00/kendaraan/tahun Rp10.00/kapal Rp100. sedan dan jeep d)) sepeda motor e)) gerobak.00/kapal Rp35.00/kendaraan/sekali masuk Rp100. minibus.000.000.000.00/kapal Rp100. dokar dan sepeda Rp400.000.000.00/GT .00/kendaraan/tahun Rp2.00/kendaraan/bulan Rp20.00/kapal Rp10.000.000.00/kendaraan dan pengemudi sekali masuk Rp200.000. sedan dan jeep d)) sepeda motor e)) gerobak.00/kendaraan/bulan Rp100. cikar.00/kendaraan/tahun 8. bus besar c)) pick up.00/kendaraan dan pengemudi+kenek/ sekali masuk c)) pick up.

000. Jasa-jasa pelayanan perhubungan udara 1.00/GT Rp150.00/kapal Rp15.00/Fa Rp50.00/kapal Rp20.195 Rp2.00/kapal .pengujian alat penolong dan alat pencegahan pencemaran e) Pengesahan gambar kapal 1) 0 sampai dengan GT 35 2) lebih dari GT 35 sampai dengan GT 50 3) lebih dari GT 50 sampai dengan GT 150 4) lebih dari GT 150 sampai dengan 500 f) Penelitian dokumen kepelautan dan dokumen kapal selain sertifikat 1) dokumen kepelautan 2) dokumen status hukum kapal: a)) surat tanda kebangsaan b)) akte pendaftaran g) Pengawasan barang berbahaya 1) kurang dari 6 jam 2) lebih dari 6 jam s/d 12 jam 3) lebih dari 12 jam untuk tiap jam ditambah h) Pemeriksaan kapal asing (port state control m.000.00/GT Rp10.000.500.000.000.000.0 sampai dengan GT 35 c) Penerbitan sertifikat: surat tanda kebangsaan kapal d) Pengujian dan sertifikat perlengkapan kapal. Perizinan perhubungan udara: a) Tanda izin mengemudi di sisi udara operasi penerbangan (KKOP) di bandara c) Izin operasi pembangunan bandar khusus d) PAS bandara 1) harian 2) bulanan 3) tahunan e) Flight approval (lokal) .00/dokumen Rp10.00/kapal Rp50.b) Pelaksanaan pengukuran kapal dan penerbitan surat ukur .00/unit Rp500.000.00/2tahun Rp300.000.00/GT Rp100.00/GT Rp10.000.00/GT Rp50.000.00/GT Rp15.00/hari Rp10.00/izin b) Rekomendasi bangunan tinggi dikawasan keselamatan US $250/kapal Rp100.00/thn Rp7.00/kapal Rp25.00/rek Rp500.000.000.000.00/bln Rp25. keselamatan kapal .

danau dan penyeberangan . 1. Payung. Jasa perhubungan udara a) Jasa pendaratan./Orang Rp1. Jasa pemakaian fasilitas angkutan barang di stasiun kereta api o. Kelapa.000. Pramuka.00/GT/Call Rp25.000 kg 2) penempatan 3) penyimpanan 3. Sewa ruang penumpukkan barang/hewan di pelabuhan penyeberangan sungai dan danau 5./Barang Jasa pelayanan angkutan sungai. Untung Jawa.00/GT/Call Rp30. Sebira) Rp25. P. P. Rp100. Pari dan P.000. P.000.000.00/org/keberangkatan Rp1. Jasa sandar a) dermaga/jembatan bergerak b) dermaga beton c) jembatan kayu d) pinggiran pantai e) kapal istirahat di dermaga 2. Sewa ruang di kantor penyeberangan 4.00/m2/bln Rp30.00/orang Rp30.00/Izin Rp200. P.00/m2/hari Rp300. Tidung.f) Izin usaha ekspedisi muatan pesawat udara g) Izin usaha pengurusan transportasi udara 2.00/GT/Call Rp10.00/orang (P. Jasa pelayanan angkutan jalan rel: 1.00/Izin Rp700/1000 kg dan bagiannya/hari Rp100/1000 kg dan bagiannya/hari Rp160/1000 kg dan bagiannya/hari Rp2.00/orang Rp50.000. Jasa tanda masuk pengantar/penjemput di pelabuhan penyeberangan 3.000. Jasa pelayanan penumpang pesawat udara (JP3U) n. penempatan dan penyimpanan pesawat udara (JP4U) penerbangan dalam negeri 1) pendaratan sampai dengan 40.00/orang Rp5.000. Jasa pemakaian fasilitas peron stasiun kereta api 2. Bidadari.196 - .000. Tarif retribusi penumpang kapal cepat a) jarak 0 sampai dengan 20 mil b) jarak 20 sampai dengan 35 mil c) jarak diatas 35 mil (P.00/GT/Call Rp20. P.000. dan Resort-Resort) Rp1.00/GT/Call . Lancang) (P.000.

b) keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang. mobil barang Rp50.00/kendaraan/tahun Rp75. wisata 3.00/kendaraan Rp11.00/kendaraan/tahun Rp50.000.500.000. mobil bus besar 2.00/kendaraan/tahun . q. mobil bus kecil 4.000.000. Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 6 dikenakan tambahan sebagai berikut: a) atas keterlambatan sampai dengan 1 (satu) bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang.00/kendaraan Rp50.00/kendaraan Rp50.000. taksi 2. angkutan pengganti bemo (APB) 6.00/kendaraan/tahun Rp20. Tarif Retribusi penumpang kapal Reguler a) Jakarta – Pulau Pramuka/Kelapa b) Jakarta – Pulau Tidung c) Jakarta – Pulau Untung Jawa p. mobil bus sedang 3. Izin operasi angkutan: 1.00/kendaraan Rp25.000.00/kendaraan Rp20. Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4 dikenakan tambahan sebagai berikut: a) atas keterlambatan sampai dengan 1 (satu) bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. c) keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan.00/orang Rp6. angkutan pengganti bemo (APB) Rp100.000.000.6. c) keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan.000.000. mobil bus kecil 4. taksi 5.00/orang Rp9.00/kendaraan/tahun 5.000. b) keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang.00/kendaraan/tahun Rp50.500. mobil bus besar 2.00/kendaraan Rp20. Izin usaha angkutan: 1.000.00/orang 7. sewa Rp50.197 - .00/kendaraan/tahun Rp25. r. Izin trayek: 1.000.000. mobil bus sedang 3.

00/izin/thn Rp500. izin stasiun repeater 7.000. izin stasiun radio bergerak (HT) 6.000.00/izin/thn Rp3.000. v.000.000. t. 7.000. 2.000.00/izin Rp2.000. Mobil barang umum (MBU) 1) 4 ban 2) 6 sampai dengan 10 ban 3) diatas 10 ban s.500. izin penyelenggaraan telekomunikasi lokal (LAN. Peti kemas (APK) 1) 20 feet 2) 40 feet 3) diatas 40 feet b).000.00/izin/thn Rp150.000.000.00/izin Rp10.4.00/izin Rp30.000. izin penyelenggaraan radio trunking 3.000.500.00/izin/thn Rp2.00/izin/thn Rp150. izin penempatan perangkat telekomunikasi ujian amatir radio tingkat pemula . mobil barang: a).00/izin/thn Rp150.00/orang .000.000.000.00/izin/thn Rp100. izin amatir radio 11. izin penyelenggaraan radio panggil untuk umum (RPPU) 12.000.198 Rp2.000.00/izin/thn 2.000.00/kendaraan/tahun Rp100.000.000. Perizinan jasa multimedia: 1. Izin pengusahaan jasa titipan Perizinan jasa telekomunikasi.000.00/kendaraan/tahun Rp75.000. izin radio komunikasi taksi 4.500. izin radio link Rp2.00/izin Rp50. izin stasiun radio komunikasi stasioner 8.00/kendaraan/tahun Rp50. 4.000. izin Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) 10. 3.00/izin/thn Rp30.500.00/kendaraan/tahun Jasa penunjang penyelenggaraan telekomunikasi: 1.00/kendaraan/tahun Rp250. izin stasiun radio bergerak (Mobile unit) 5.000.00/izin Rp3. WAN) u. 1. izin TV berbayar/kabel izin TV siaran lokal izin radio siaran AM izin radio siaran FM izin penyelenggaraan jasa internet teleponi (ITSP) izin penyelenggaraan akses internet (ISP) izin usaha warnet Rp10.00/izin/thn Rp500.000.00/izin Rp200.00/izin/thn Rp150. 5. 2.00/izin/thn Rp15.000.750.000.000.00/izin Rp25.000.00/izin Rp5.00/izin Rp1. 6. izin komunikasi radio pelayanan rakyat 9.000.000.000.00/kendaraan/tahun Rp75.

00/orang Rp60.00/orang Rp50.00 Rp100. 10.000.000. 17. 8.00 Rp200.000. 20.00 Surat izin usaha tally Surat izin Usaha Depo Peti Kemas (SIU DPK) Surat Izin Usaha Salvage dan Pekerjaan Bawah Air (SIU SPBA) Surat izin usaha pengadaan.000.000.000. pemeliharaan alatalat keselamatan pelayaran Surat izin operasi floating repair Surat izin pengangkutan dan bongkar Muat barang berbahaya Surat izin pembangunan pelabuhan umum Surat izin pengoperasian pelabuhan umum Surat izin pembangunan pelabuhan khusus Surat izin pengoperasian pelabuhan khusus Surat izin pembangunan dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) Surat Izin Pengoperasian Dermaga untuk kepentingan Sendiri (DUKS) Surat izin kerja keruk Surat izin reklamasi .00 Rp250.000.000.000. 2.00/izin w.000.000. 11. Trans (SIU JPT) Surat Izin Usaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut (SIU EMKL) Rp250.00/izin Rp150.00 Rp200.00/izin/tahun Rp200.00/izin/tahun Rp50.000.000.000.000.000.000.000. 15.000.00 Rp500.00 Rp200. 7.199 - . 6.00/izin/tahun Rp25.00/izin Rp500. 14. 19. 3.000. 18.000. 5.00 Rp100. 11.000. 8. 6. 12. surat izin usaha perusahaan angkutan laut Surat Izin Operasi Angkutan Laut Khusus (SIOPSUS) Surat Izin Usaha Pelayaran Rakyat (SIU PERLA) Surat Izin Usaha Jasa Peng. 9.00/m3 Surat Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat (SIU PBM) Rp200. 4.00/orang Rp75.000. 4. 10.00 Rp250.000. ujian amatir radio tingkat siaga ujian amatir radio tingkat penggalang ujian amatir radio tingkat penegak izin penguasaan perangkat amatir radio (RIG) izin penguasaan perangkat amatir radio (HT) izin penguasaan perangkat KRAP (RIG) izin penguasaan perangkat KRAP (HT) izin usaha wartel izin instalasi kabel rumah/gedung izin instalasi jaringan telkom izin instalasi perangkat telkom izin usaha pemasok/suplier perangkat telkom Rp30.00 Rp100.3.00/izin/tahun Rp25. 13.000.00 Rp200.00 Rp250.000.00 Rp250.00 Rp250. 5. 13.000. 12.000. 7. 14.00 Rp200.00/izin Rp2.00 Rp100.00/m3 Rp100.000. Izin perhubungan laut: 1.00 Rp100.00 Rp200. 9. 16.000.000.00/izin Rp500.

izin operasi angkutan penyeberangan.00/hari Rp10. Perizinan perhubungan udara 1. rekomendasi bangunan tinggi dikawasan keselamatan operasi bb.00/m2 Rp100. Perizinan angkutan jalan rel: 1.00/Fa Rp100.00/tahun Rp7.00/izin Rp200. Penerbitan rekomendasi perhubungan laut 1.000. izin usaha angkutan penyeberangan 2. tanda izin mengemudi di sisi udara penerbangan(KKOP) di Bandara 3.00/m2 z.00/izin . 23. Surat izin mendirikan bangunan di atas air x.000. izin operasi dan pembangunan bandar khusus 4.000.00/2tahun Rp300.00/izin Rp50.00/izin Rp2.000.00/m2 Rp25.00 Rp250. Rekomendasi pembuatan talud/break water di luar DLKR dan DLKP Rp50.000. izin usaha jasa pengurusan transportasi udara aa.000. keramba.000. izin pengoperasian prasarana dan sarana KA Rp200.000.500.000.00/m2 Rp100.00/m2 y.000. 22. danau dan penyeberangan: 1. Flight Approval (lokal) 6.000.00/rekomendasi Rp500.21.000.000.00/izin 2. PAS bandara a) harian b) bulanan c) tahunan 5. pipa b. izin usaha prasarana dan sarana kereta api 2.000. Rekomendasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di dalam lingkungan pelabuhan 2. Surat izin penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal Surat izin usaha angkutan bandar Surat izin penggunaan perairan untuk a. Perizinan angkutan penyeberangan sungai. izin usaha ekspedisi muatan pesawat udara 7. sungai dan danau . bagan Rp500.00/izin/2tahun Rp200. Penetapan Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) Rp300. kabel laut.00 24.00/izin Rp200.00/m2 Rp250.200 Rp100.00/bulan Rp25.

e. keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang.(2) Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang izin pengujian kendaraan. pemakaian tempat parkir di lingkungan parkir. perizinan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan. d. pemakaian tempat parkir di pelataran parkir. Nama dan Subjek Pasal 141 (1) (2) Pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf a dan huruf b. Golongan. huruf p dan huruf q dikenakan tambahan sebagai berikut: a. Setiap orang pribadi yang memerlukan pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (2) pemakaian tempat parkir tepi jalan umum.201 - . keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan. pemakaian tempat parkir di gedung parkir. c. . b. c. Untuk mendapatkan pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. keterlambatan sampai dengan 1 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. izin usaha angkutan dan izin trayek sebagaimana dimaksud pada huruf a. b. Bagian Keempat Perparkiran Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 140 (1) Pelayanan Perparkiran terdiri dari: a. (3) Paragraf 2 Objek. dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum.

Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 144 (2) (3) (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi parkir di tepi jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan marka/rambu parkir. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf e dipungut retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Pelayanan Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Untuk Umum Di Luar Badan Jalan. Tingkat penggunaan jasa tempat khusus parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (3) diukur berdasarkan fasilitas tempat parkir. kapasitas tempat parkir dan jangka waktu parkir. Pasal 142 (4) (1) Subjek retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf a dan huruf b. biaya pengawasan/pengendalian.202 - . intensitas/tingkat kepadatan. Subjek Retribusi Perizinan Pengoperasian Fasilitas Parkir untuk umum diluar badan jalan adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf e. Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. jenis kendaraan dan jangka waktu parkir. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 143 (2) (3) (4) (1) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (2) diukur berdasarkan golongan jalan. Subjek Retribusi Pemakaian Pelataran Parkir milik Pemerintah Daerah dan Pemakaian Gedung Parkir milik Pemerintah Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf c dan huruf d.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf c dan huruf d. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. Tingkat penggunaan jasa pelayanan perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (4) diukur berdasarkan kapasitas/jumlah Satuan Ruang Parkir (SRP) dan jangka waktu parkir. . biaya operasional/pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.

000.000.00 untuk satu kali parkir.000.000. biaya penelitian.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi tempat khusus parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan. truck dan sejenisnya Rp2. Tarif 3 untuk jam Rp1. jeep. (3) Pasal 145 (1) Struktur dan besarnya tarif Perparkiran dan retribusi izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) adalah: a. kurang dari satu jam dihitung satu jam. Tempat parkir di tepi jalan umum: Golongan Jalan 1 jalan golongan A Jenis Kendaraan 2 a) sedan. Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi perizinan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum diluar badan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (4) dengan memperhatikan biaya administrasi izin. pickup dan sejenisnya . biaya pembinaan.00 pertama. b) bus. jeep.203 - Rp1. kurang dari satu jam dihitung satu jam. angsuran bunga pinjaman.00 untuk satu kali parkir . biaya asuransi. untuk jam Rp2. c) sepeda motor Rp500. biaya penyusutan. jalan golongan a) sedan.000. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. minibus. minibus. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.00 untuk setiap jam berikutnya. pengawasan dan pengendalian. pickup dan sejenisnya Rp1.00 pertama.00 untuk setiap jam berikutnya.

000.000.B b) bus. minibus.000. Tempat parkir di lingkungan parkir: Jenis kendaraan Tarif 1.00 untuk jam pertama Rp500.00 untuk setiap jam berikutnya kurang dihitung satu jam dari satu jam 3.00 untuk satu jam berikutnya kurang dari satu jam dihitung satu jam.000.204 - 3. truck dan sejenisnya Rp2. Rp2.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1.00 untuk setiap jam berikutnya kurang dihitung satu jam 2. c. jeep. kurang dari satu jam di hitung satu jam . sedan. sepeda motor .00 untuk setiap jam berikutnya.00 untuk satu jam pertama Rp500.000. truck dan sejenisnya dari satu jam Rp2.000. kurang dari satu jam dihitung satu jam Rp500. Tempat parkir di pelataran parkir: Jenis kendaraan Tarif 1. truck dan sejenisnya c) sepeda motor Rp2.00 untuk jam pertama Rp2.000.00 untuk jam pertama Rp2. sepeda motor Rp500. kurang dari satu jam dihitung satu jam 2.00 untuk satu kali parkir b.000.00 untuk setiap jam berikutnya. sedan.00 untuk satu kali parkir Rp500. minibus.000. bus. jeep.00 untuk setiap jam berikutnya. Rp2.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1. bus.

2. kurang dari satu jam dihitung satu jam 2. bus.000.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1. minibus.000.000.000. dengan memungut biaya parkir a) besarnya retribusi izin berlaku rumus jumlah satuan ruang parkir tersedia dikalikan dengan tarif dasar yang berlaku saat izin dikeluarkan. besarnya retribusi perubahan izin adalah 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi izin penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum diluar Badan jalan. b) besarnya retribusi perubahan izin adalah 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi izin penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum diluar Badan jalan. Rp2.d. huruf c dan huruf d sudah termasuk pembayaran premi asuransi kehilangan dan kerusakan kendaraan.00 (seratus ribu rupiah).00 untuk setiap jam berikutnya. dengan tidak memungut biaya parkir a) b) besarnya retribusi izin sebesar Rp100. kurang dari satu jam dihitung satu jam Rp500. truck dan sejenisnya Rp2.000.00 untuk jam pertama Rp2. Tempat parkir di gedung parkir: Jenis kendaraan Tarif 1.00 (lima puluh ribu rupiah). . sepeda motor c) (2) Besarnya Tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. besarnya retribusi atas daftar ulang izin tanpa adanya perubahan dalam izin adalah Rp50.00 untuk setiap jam berikutnya.00 untuk satu Jam Berikutnya Kurang dari satu jam di hitung satu jam e.205 - . 3.000. jeep. sedan.00 untuk satu jam pertama Rp500. c) besarnya retribusi atas daftar ulang izin tanpa adanya perubahan dalam izin adalah 25% (dua pulu lima persen) kali satuan ruang parkir (SRP) x tarif dasar . Perizinan penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan: 1.

c. . lingkungan pelataran parkir dan gedung parkir ditetapkan sebesar Rp25.000. (9) Ketentuan mengenai kriteria dan penentuan kawasan pengendalian parkir serta kegiatan parkir insidentil sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dan ayat (8). b.00 (dua puluh lima ribu rupiah). (4) Tarif progresif tempat parkir di tepi jalan umum pada jalan golongan A sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan apabila pada jalan tersebut tersedia alat ukur parkir atau alat pembuktian lain. pemakaian peralatan laboratorium dan mobilisasi. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Bagian Kelima Pekerjaan Umum Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 146 (1) Pelayanan pekerjaan umum terdiri dari: a. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. diatur dengan Peraturan Gubernur. (6) Untuk berlangganan bulanan bagi kendaraan bermotor roda dua di tepi jalan umum. lingkungan pelataran parkir dan gedung parkir berlaku rumus 25 hari x 3 kali parkir x tarif parkir dasar sesuai jenis kendaraan. pemakaian alat-alat besar dan/atau penunjang .(3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pembayaran premi asuransi dan tata cara penggantian kehilangan dan kerusakan kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Gubernur.206 - . (7) Tarif retribusi parkir pada lokasi parkir kawasan pengendalian parkir ditetapkan 150% (seratus lima puluh per seratus) dari tarif yang ditetapkan atas setiap golongan tempat parkir bukan kawasan pengendalian parkir (8) Tarif retribusi parkir pada kegiatan parkir insidentil ditetapkan sebesar 150% dari tarif yang ditetapkan atas setiap golongan tempat parkir bukan kegiatan insidentil. (5) Untuk berlangganan bulanan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih di tepi jalan umum. pemakaian peralatan ukur dan mobilisasi.

5 m x 4 m 3. Pasal 151 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. pengujian. jumlah contoh dan pemakaian alat serta mobilisasi peralatan. biaya penyusutan. Ongkos angkut direksi keet/gudang lapangan (pp) Rp700. Pemakaian alat-alat besar dan/atau penunjang: 1.000. Golongan. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi .000. Nama dan Subjek Pasal 147 (1) Pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. direksi keet (kontainer) ukuran 1.00/hari/paling singkat 90 hari .Paragraf 2 Objek.000. angsuran bunga pinjaman biaya rutin/periodik. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 149 Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (2) diukur berdasarkan jenis alat. volume. biaya administrasi umum yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya asuransi. direksi keet (kontainer) ukuran 2 m x 6 m 4. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 150 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. gudang lapangan .207 Rp21. Pasal 148 (1) Subjek retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1).00/hari/paling singkat 90 hari Rp74. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.000.00/buah 2.00/hari/paling singkat 90 hari Rp21. biaya perawatan/pemeliharaan.

5. mesin gilas 1,5 sampai dengan 10 ton 6. mesin gilas 10 sampai dengan 18 ton 7. dump truck kecil 8. dump truck besar 9. excavator kecil 10. excavator besar 11. shovel loader b. Pemakaian peralatan laboratorium dan mobilisasi: 1. pekerjaan sondir dan pengeboran:

Rp188.000,00/hari Rp223.500,00/hari Rp316.000,00/hari Rp477.000,00/hari Rp856.000,00/hari Rp3.491.500,00/hari Rp889.000,00/hari

a) sondir q.c 150 kg/cm2 atau paling dalam 25 m b) sondir q.c 400 kg/cm2 atau paling dalam25 m c) pengeboran tanah sampai kedalaman paling dalam 10 m berikut test laboratorium d) pengeboran tanah dengan mesin: 1) sampai dengan 10 m 2) lebih dari 10 m sampai dengan 20 m 3) lebih dari 20 m sampai dengan 30 m 4) lebih dari 30 m sampai dengan 40 m 5) lebih dari 40 m sampai dengan 50 m 6) lebih dari 50 m sampai dengan 60 m 7) lebih dari 60 m sampai dengan 70 m 8) lebih dari 70 m sampai dengan 80 m 2. pengambilan contoh (sample) tanah asli dengan bor tangan maximal kedalaman 10 m 3. pengambilan contoh tanah dengan bor mesin 4. standard penetration test 5. pengeboran aspal beton (hotmix) 6. test pit dan penutupan 7. kepadatan lapangan a) sirtu b) macadam (CBR on place) c) hotmix 9. benkelmen beam 10. kekasatan permukaan (skid resistance) 11. tegangan geser (lapisan antara hotmix/batu alam) 12. pemecahan batu kali/kapur

Rp175.000,00/titik Rp1.250.000,00/titik Rp500.000,00/titik Rp52.500,00/m Rp63.500,00/m Rp74.000,00/m Rp84.250,00/m Rp99.125,00/m Rp120.400,00/m Rp141.750,00/m Rp184.125,00/m Rp140.000,00/titik Rp46.000,00/contoh Rp46.000,00/contoh Rp50.000,00/contoh Rp126.000,00/contoh Rp35.000,00/titik Rp75.000,00/titik Rp60.000,00/titik Rp130.000,00/titik Rp93.000,00/titik Rp35.000,00/titik Rp27.500,00/contoh Rp23.500,00/contoh

γd tanah/batuan

8. pengujian mutu (quality control)

- 208 -

13. pengeboran beton: a) kedalaman sampai dengan 10 cm Rp225.500,00/titik b) kedalaman lebih dari 10 cm sampai dengan 20 cm Rp451.000,00/titik c) kedalaman lebih dari 20 cm sampai dengan 30 cm Rp676.500,00/titik 14. pemotongan beton 15. pemeriksaan, jalan , jembatan dan pengairan: a) pemeriksaan contoh tanah. 1) triaxial 2) konsolidasi 3) direct shear 4) unconfined 5) hidrometer 6) analisis saringan 7) atterberg limit 8) berat jenis 9) berat isi 10) kadar air 11) permeability 12) shrinkage limit 13) percobaan pemadatan 14) percobaan CBR laboratorium b) pemeriksaan beton: 1) percobaan mix design beton 2) slump test (3 x percobaan) 3) kuat tekan kubus/silinder/paving block c) pemeriksaan kualitas semen d) pemeriksaan batuan: 1) test kualitas sirtu 2) test kualitas macadam 3) test kualitas spleet, screening (hotmix) 4) test kualitas spleet (beton) 5) test abu batu 6) pemeriksaan index kepipihan e) pemeriksaan pasir: 1) test kualitas pasir pasang 2) test kualitas pasir beton 3) pemeriksaan pasir untuk konstruksi jalan f) pemeriksaan aspal beton (hotmix): 1) mix design hotmix 2) mix design hotmix dan additive - 209 Rp300.000,00/contoh Rp350.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp110.000,00/contoh Rp85.000,00/contoh Rp200.000,00/contoh Rp150.000,00/contoh Rp144.500,00/contoh Rp159.000,00/contoh Rp85.000,00/contoh Rp35.000,00/contoh Rp364.000,00/contoh Rp36.500,00/contoh Rp6.000,00/contoh Rp95.000,00/contoh Rp110.000,00/contoh Rp100.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp60.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp15.000,00/contoh Rp15.000,00/contoh Rp82.000,00/contoh Rp44.000,00/contoh Rp60.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp22.000,00/contoh

3) test job mix aspal beton g) pemeriksaan kualitas aspal: 1) pemeriksaan aspal emulsi 2) pemeriksaan aspal cair 3) pemeriksaan aspal semen 4) sieve test aspal emulsi 5) storage stability 24 hour aspal emulsi 6) cement mixing aspal emulsi 7) kinematik viscositas aspal 8) pemeriksaan kadar air aspal (hotmix) dgn cara destilasi 9) pemeriksaan asbuton/micro asbuton 10) ekstraksi asbuton/micro asbuton dengan alat soxlet h) pemeriksaan kadar gilsonite i) pemeriksaan berat jenis semen
j) pemeriksaan gravity maximum mixture (gmm) hotmix

Rp225.000,00/contoh Rp275.000,00/contoh Rp286.000,00/contoh Rp200.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp34.000,00/contoh Rp84.000,00/contoh Rp204.000,00/contoh Rp118.500,00/contoh Rp75.000,00/contoh Rp21.000,00/contoh
Rp45.000,00/contoh

k) pemeriksaan air bersih l) pemeriksaan air limbah/sungai m) bor klasifikasi n) cone penetrometer o) kualitas tanah p) proktor q) shallow boring r) geo listrik s) seismic per/m/rentang t) vane test u) kuat tekan dengan hammer test v) wheel tracking test w) indirect tensile modulus test UTM UMATA x) kuat tarik besi beton sampai dengan 25 mm 16. Biaya mobilisasi pekerjaan lapangan a) Mobilisasi quality control: 1) test pit dan penutupan 2) pengujian mutu (Quality Control): a)) sirtu b)) macadam (CBR on Place) c)) hotmix - 210 -

Rp58.500,00/contoh Rp104.000,00/contoh Rp140.000,00/titik Rp56.000,00/titik Rp220.000,00/contoh Rp150.000,00/contoh Rp35.000,00/titik Rp160.800,00/titik Rp16.800,00/m Rp18.000,00/titik Rp3.480,00/titik Rp450.000,00/contoh Rp450.000,00/contoh Rp70.000,00/contoh

Rp100.000,00/3 titik Rp150.000,00/8 titik Rp150.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik

3) benkelman beam 4) kekasatan permukaan (Skid Resistance) 5) pengeboran beton 6) kepadatan lapangan 7) shallow boring b) Mobilisasi colecting data mekanika tanah: 1) sondir Ringan (kapasitas 2,5 tonf) 2) bor dangkal (bor tangan) 3) sondir berat (kapasitas 10 tonf) 4) bor dalam (bor mesin) 5) bor klasifikasi 6) cone penetrometer c. Pemakaian peralatan ukur: 1. Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control)

Rp150.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik Rp100.000,00/6 Titik Rp100.000,00/15 titik Rp100.000,00/10 titik Rp150.000,00/2 titik Rp150.000,00/2 titik Rp300.000,00/1 titik Rp300.000,00/1 titik Rp100.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik

saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m Rp520,00/m’ 2. Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m 3. Pengukuran jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih kecil atau sama dengan 10 m 4. Pengukuran Jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih besar dari 10 m 5. Pengukuran (Collecting Data, Uitzet & Peil Control) peil lantai bangunan, peil banjir 6. Pengukuran waduk / situ (Collecting Data,Uitzet &Peil Control) 7. Pengukuran jembatan (Profile, Uitzet&Peil Control) jembatan 8. Mobilisasi pengukuran: a) Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m b) Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m c) Pengukuran Jalan (Profile, Uitzet, Peil Control) jalan lebar lebih kecil atau sama dengan 10 m d) Pengukuran jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih besar dari 10 m peil lantai bangunan, peil banjir - 211 Rp100.000,00/1.000 m’ Rp100.000,00/10.000 m2 e) Pengukuran (Collecting Data, Uitzet & Peil Control) Rp100.000,00/1.000 m’ Rp100.000,00/1.000 m’ Rp100.000,00/1.000 m’ Rp300,00/ m2 Rp320.000,00/1buah Rp300,00/ m2 Rp550,00/m’ Rp520,00/m’ Rp550,00/m’

f) Pengukuran waduk/situ (Collecting Data,Uitzet &Peil Control) g) Pengukuran jembatan (Profile, Uitzet & Peil Control) Rp100.000,00/10.000 m2 Rp100.000,00/1buah Jembatan

Bagian Keenam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 152 (1) Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup terdiri dari: a. pemakaian peralatan penelitian lingkungan untuk pengambilan contoh pengukuran air dan udara; b. pemakaian peralatan laboratorium; c. izin pembuangan limbah cair;
d. izin pembuangan emisi sumber tidak bergerak.

(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Paragraf 2 Objek, Golongan, Nama dan Subjek Pasal 153 (1) Pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) adalah objek Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf a dan b dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak.

- 212 -

. contoh dan waktu. waktu. jenis usaha dan tingkat pencemaran yang ditimbulkan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (4) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Subjek Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair adalah orang pribadi atau Badan yang mengunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf c. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak dalam Pasal 153 ayat (4) diukur berdasarkan volume. verifikasi dan pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian pencemaran. biaya penyusutan. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 156 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. angsuran bunga pinjaman. waktu. jenis usaha dan tingkat pencemaran yang ditimbulkan. (3) Subjek Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak adalah orang pribadi atau Badan yang mengunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf d. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 155 (1) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (2) diukur berdasarkan jenis alat dan tempat pemakaian. ukuran.Pasal 154 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf a dan huruf b.213 - . biaya perawatan/pemeliharaan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (1) Tingkat penggunaan jasa Izin Pembuangan Limbah Cair dalam Pasal 153 ayat (3) diukur berdasarkan volume. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (3) dengan memperhatikan biaya evaluasi.

000.00/buah Rp25.00/lokasi/hari Rp200.000.00/lokasi/hari Rp150.00/lokasi/hari Rp200.000.000.00/lokasi/hari .000.214 - .000.000.000. DO.000. kekeruhan) e) alat pengukur debit f) botol contoh.000.000.000.000.000.00/lokasi/hari Rp200.00/hari Rp50. Pengambilan/pengukuran udara: a) alat pengambil gas (gas sampler) b) alat pengambil debu (high volume) c) alat pengukur CO (NDIR) d) alat pengukur SO (UV-Fluoresence) e) alat pengukur NO (Chemiluminesence) f) alat pengukur O3 (UV-AdsoRption) g) alat pengukur debu (B-ray) h) alat pengukur HC (FID) i) j) l) alat pengukur emisi kendaraan alat pengukur emisi industri Rp130.000. kapasitas 5 liter g) botol contoh.00/hari Rp7.000.00/lokasi/hari Rp150.00/lokasi/hari Rp150.00/buah Rp7. verifikasi dan pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian pencemaran.000.000. suhu.00/lokasi/hari Rp2.00/lokasi/hari Rp150.00/hari Rp70. Pemakaian peralatan penelitian lingkungan untuk pengambilan contoh dari pengukuran air dan udara: 1.000.00/hari k) alat pengukur gas (tube detector) m) alat pengukur arah dan kecepatan angin n) alat pengukuran kebisingan o) mobil labotarium dan peralatan pengujian p) alat pengukur partikular q) alat pengukur vibrasi alat pengukur temperatur dan kelembaban Rp50.000.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (4) dengan memperhatikan biaya evaluasi.000.00/lokasi/hari Rp130.00/lokasi/hari Rp80.00/lokasi/hari Rp750.00/lokasi/hari Rp70.000.00/lokasi/hari Rp150.00/lokasi/hari Rp400.00/hari Rp60.00/lokasi/hari Rp500. Pengambilan contoh air: a) alat pengambil contoh air b) alat pengambil contoh benthos c) alat pengambil contoh plankton d) alat pengukur kualitas in-situ (pH.000.000.000.00/lokasi/hari Rp100. Pasal 157 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 adalah sebagai berikut: a. kapasitas 2 liter 2.

000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp7.00/contoh Rp15.00/contoh Rp15.00/contoh Rp15.00/contoh .000.000.500.b.00/contoh Rp15.00/contoh Rp7.000.00/contoh Rp10.000.00/contoh Rp15. Analisa air: a) fisis: 1) daya hantar listrik 2) kekeruhan 3) warna 4) suhu 5) salinitas 6) kecerahan b) kimiawi: 1) alkalinity/acidity 2) carbondioksida/bicarbonation 3) chlorida 4) ammonia bebas 5) ammonia total 6) nitrat 7) nitrit 8) pH 9) phosphat 10) sulfifda 11) sulfat 12) sulfit 13) kesadahan total 14) fluorida 15) kesadahan calsium ( CaCO3) 16) kesadahan magnesium / Mg(CaCO3) 17) lumpur kasar 18) zat padat tersuspensi 19) zat padat total 20) zat padat terlarut 21) chlorine 22) zat padat terendapkan Rp10.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp17.000.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp15.000.000.00/contoh Rp15. Pemakaian peralatan labotarium: 1.000.00/contoh Rp17.000.000.00/contoh Rp20.000.000.00/contoh Rp5.500.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp10.00/contoh Rp15.000.000.00/contoh Rp3.000.000.000.215 - .000.000.00/contoh Rp5.00/contoh Rp10.00/contoh Rp15.000.000.00/contoh Rp5.

000.00/contoh Rp45.000.00/contoh Rp15.000.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp20.000.000.00/contoh Rp35.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp20.216 - Rp130.000.00/contoh .000.000.000.000.00/contoh Rp30.00/contoh 10) mangan (Mn) 11) nikel (Ni) 12) timah hitam (Pb) 13) seng (Zn) 14) cadmium (Cd) 15) alumunium (Al) 16) arsen (As) 17) boron (Bo) 18) air raksa (Hg) 19) selenium (Se) 20) silver (Ag) 21) strontium (Sr) 22) cobalt (Co) 23) distruksi logam berat e) Mikrobiologi: 1) escherichia coli 2) MPN Fecal Coliform .000.00/contoh Rp70.00/contoh Rp50.000.000.000.000.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp50.000.c) khusus: 1) COD (kebutuhan oksigen kimiawi) 2) BOD (kebutuhan oksigen biologi) 3) DO (oksigen terlarut) 4) organic (nilai KMnO4) 6) minyak dan lemak 7) phenol 8) cyanida 9) silikat (Si 02) d) logam: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) natrium (Na) kalium (K) calsium (Ca) magnesium (Mg) barium (Ba) besi (Fe) chromium (Cr) chromium hexavalent tembaga Rp20.00/contoh Rp50.00/contoh Rp20.00/contoh Rp50.00/contoh Rp30.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp35.00/contoh Rp20.000.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp50.00/contoh Rp30.00/contoh 5) detergent (ekstract carbon chloroform) Rp60.00/contoh Rp20.000.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp50.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp90.

000.Ag.000. Mg.00/contoh/jenis 2. Cd.Co.000.00/jenis Rp50.000.00/contoh Rp30. Analisa udara: a) gas carbon monoksida (Co) b) gas carbon dioksida (Co2) c) gas sulfur dioksida (SO2) d) gas nitrogen dioksida (NO2) e) gas chlor (Cl2) .3) MPN Coliform 4) total plate count 5) jamur 6) bakteri pathogen 7) bentos 8) plankton 9) test antibiotika f) Toksikologi: 1) bioassay test 2) pestisida untuk semua jenis: a)) formulasi b)) residu 3) senyawa organik non pestisida 4) uji karateristik limbah B3 5) ekstraksi lindi limbah B3 6) TCLP Rp50.000.00/contoh/jenis Rp75.000.000.500.00/contoh/jenis Rp90. Mn.000.000. Ca. dalam lumpur/padat j) destruksi padatan 3.000.00/contoh Rp70. Pb.00/contoh Rp40.00/contoh Rp1.00/contoh Rp30.000. Na.000.00/contoh Rp30.00/contoh 7) TCLP (logam berat) metode SSA Rp60.00/contoh Rp150.00/contoh .000.00/contoh Rp700.000.00/contoh/jenis (Toxicity Characteristic Leaching Prosedure) Rp1.00/contoh Rp100.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp35.000.00/contoh Rp75.000.00/contoh Rp1.000.00/contoh Rp40.00/contoh Rp50.000.As. Ni.000.000.000.00/contoh/jenis Rp70.000. Cu.00/contoh Rp40.00/contoh Rp50.000.217 Rp60.Al. Cr.00/contoh Rp50. K) i) kadar Hg.000.Se.000.00/contoh Rp50.000.000.000. Zn.00/contoh Rp250. Analisa padat: a) kadar air b) kadar abu c) nilai kalor d) nitrogen total (kyedahl) e) lemak f) phosphat g) total organik content (titrasi) h) kadar logam dalam lumpur /padat (Fe.000.00/contoh Rp800.000.00/contoh Rp60.000.

00/contoh Rp100.f) gas ammonia (NH3) g) gas hidrogen sulfida (H2S) h) gas hidrocarbon (HC) i) gas ozone/oksidan j) partikel/debu 24 jam k) partikel/debu 8 jam l) logam dalam debu m) silikat dalam debu n) SO2 dalam debu o) opasitas p) hidrogen florida q) gas clorin r) hidrogen florida s) total sulfur tereduksi t) partikular emisi cerobong u) vibrasi v) kebisingan c.00/izin Bagian Ketujuh Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 158 (1) Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas terdiri dari: a.000. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.00/contoh Rp50.000.000.00/contoh Rp75.00/contoh Rp100.000.00/contoh Rp100.00/contoh Rp75. pemakaian peralatan penerangan jalan umum.000.000.000.00/contoh Rp100. . Izin pembuangan emisi sumber tidak bergerak Rp50.000.00/contoh Rp100.000.00/contoh Rp50.00/izin Rp100.00/contoh Rp50.00/contoh Rp80.000.00/contoh Rp90.000.00/contoh Rp80.00/contoh Rp50. izin penempatan jaringan utilitas dan bangunan pelengkap.000.000. b.000.000.218 - .000.00/contoh Rp250. Izin pembuangan limbah cair d.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp80.000.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.

jenis. . (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 162 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (3) diukur berdasarkan lokasi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pasal 160 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 158 ayat (1) huruf a. biaya perawatan/pemeliharaan.219 - . Paragraf 4 Prinsip Penetapan. jenis. jenis. satuan dan waktu pemakaian. biaya penyusutan. (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.Paragraf 2 Objek. Golongan. (2) Subjek Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 158 ayat (1) huruf b. kapasitas. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Nama dan Subjek Pasal 159 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 161 (1) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar serta biaya pengawasan dan pengendalian. panjang jaringan. berdasarkan diameter jaringan. ketinggian dan waktu.

00/meter Rp5. 1. Kabel dan pipa tanpa menggunakan bangunan koker: a) kabel b) pipa: 1) diameter sampai dengan 300 milimeter 2) diameter 301 sampai dengan 500 milimeter 3) diameter 501 sampai dengan 1000 milimeter 4) diameter lebih dari 1000 milimeter 3.000. BUMN/BUMD c. Swasta d. Pemerintah b. manhole.000.000.00/meter Rp10. Lebih dari 8 jam dikenakan tambahan biaya per jam b.00/meter Rp1.000.000. biaya survei.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya transportasi.000.00 Rp 45.00 Rp 230.000. handhole dan bak valve 4.00 Rp 320. Bangunan pelengkap: a) tiang tinggi.000. Bangunan koker.000.000.000.220 - .00/meter Rp4. Penyediaan tanah untuk penempatan utilitas dibawah tanah.200.00/lokasi Rp10.00/titik Rp5. Pemakaian peralatan penerangan jalan umum: Mobil tangga sampai dengan 8 jam: a.000.00/meter/tahun Rp5.000. Kabel dan Pipa menggunakan bangunan Koker: a) kabel b) pipa: 1) diameter sampai dengan 300 milimeter 2) diameter 301 sampai dengan 500 milimeter 2. Pasal 163 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. paling tinggi 50 m Rp100.00/meter Rp1.00/meter3/tahun Rp700. biaya pengawasan dan pengendalian serta pembinaan.00/meter/tahun Rp15. paling tinggi 12 m b) menara dan tower tinggi.00 .00/meter/tahun Rp 135.000.

. Nama dan Subjek Pasal 165 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) adalah Objek yang dikenakan Retribusi.221 - . Paragraf 2 Objek . Golongan. pemakaian lokasi taman dan jalur hijau. pemakaian peralatan pertamanan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pertamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. b. Pasal 166 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (2). izin penebangan pohon pelindung. (3) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penebangan Pohon Pelindung. (2) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. c.Bagian Kedelapan Pertamanan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 164 (1) Pelayanan pertamanan terdiri dari: a. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (2) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (3).

250. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa.000 m2 .222 Rp1.000 m2 c) 5.000.000. Pemakaian lokasi taman dan jalur hijau untuk: 1. sarasehan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. kapasitas dan waktu penggunaan.001 sampai dengan 10. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.500. (2) Tingkat penggunaan jasa pelayanan perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (3) diukur berdasarkan diameter dan jumlah pohon.000.001 sampai dengan 5. Bazar. biaya penyusutan.000. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya pengawasan.00/hari/lokasi 2. pameran acara ritual dan kegiatan lainnya: a) sampai dengan 1000 m2 b) 1. Pasal 169 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.500.000. perlombaan. biaya perawatan/pemeliharaan.000.00/lokasi Rp2. biaya asuransi.00/lokasi Rp2.00/5 hari/lokasi Rp2.000.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 167 (1) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. pengendalian dan pembinaan.00/5 hari/lokasi . untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 168 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa pemakaian kekayaan Daerah fasilitas/sarana/peralatan pertamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000. Shooting film: a) 1 sampai dengan 2 hari b) 3 sampai dengan 4 hari c) 5 sampai dengan 8 hari d) diatas 8 hari dikenakan biaya tambahan Rp1.000.000.00/5 hari/lokasi Rp1. luas.00/lokasi Rp250.

000 m2 e) 25.000.d) 10. Pemakaian peralatan pertamanan: 1. mahasiswa b) umum 4.00/hari/lokasi Rp75.00/hari/unit Rp20.00/hari/lubang Rp100.000. Tiang umbul-umbul .000. pemakaian lokasi taman untuk perkemahan: a) pelajar.000.00/hari/unit Rp15.000.000.000 m2 keatas f) Rp2.000.000.00/hari/unit Rp3.00/hari/lokasi Rp150.00/orang/hari 5.00/hari/lokasi Rp1.00/hari/lokasi .000.000.000.000.00/5 hari/lokasi Rp3.00/hari/unit Rp5.000.00/hari/unit Rp10. 3.00/5 hari/lokasi setiap penambahan per hari pemakaian ditambah biaya 20% (dua puluh persen) dari biaya pokok tarif.00/hari/unit Rp3.000.500.000.00/orang/hari Rp2.00/hari/unit Rp7.223 Rp10. pramuka. pemakaian lokasi taman dan jalur hijau pada titik lubang tiang umbul-umbul b.00/hari/lokasi Rp300.500. penggunaan lokasi taman/jalur hijau untuk material pekerjaan proyek dan sejenisnya: a) sampai dengan 100 m2 b) 101 sampai dengan 200 m2 c) 201 sampai dengan 300 m2 d) lebih dari 300 m2 e) setiap penambahan 10 m2 diatas 300 m2 6.000. Tenda kemah a) pelajar dan mahasiswa: 1) ukuran 2 orang 2) ukuran 6 orang 3) ukuran 10 orang b) umum: 1) ukuran 2 orang 2) ukuran 6 orang 3) ukuran 10 orang 2.000.000.00/hari/lokasi Rp50. penggunaan lokasi taman/jalur hijau untuk bedeng proyek (Direksi Keet) dan sejenisnya a) 0 sampai dengan 15 m2 b) 16 sampai dengan 30 m2 c) 31 sampai dengan 50 m2 d) setiap penambahan 5 m2 diatas 50 m2 Rp5.00/hari/lokasi Rp100.00/hari/lokasi Rp250.00/hari/lokasi Rp100.001 sampai dengan 25.000.000.000.

Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah). jasa pemetaan. rekomendasi SIPPT. Izin sebagaimana dimaksud angka 1 dan angka 2 diberikan untuk pohon yang sehat dengan syarat mengganti pohon yang ditebang sesuai dengan ketentuan yang berlaku . Milik sendiri dengan izin: a) diameter sampai dengan 30 cm b) diameter di atas 30 cm Rp0. b. informasi peta. h. . e. informasi P4-T (Pemilikan. pemakaian peralatan pengukuran dan pemetaan. g.00/cm Rp10.00 Rp5.00 Rp0. Izin penebangan pohon pelindung khususnya pohon yang sehat: 1.224 - . d. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. jasa validasi hasil pengukuran.c. f. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pemetaan dan pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.000. Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). Penguasaan.00/cm 3. Bagian Kesembilan Pertanahan dan Pemetaan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 170 (1) Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan terdiri dari: a. c.000. informasi pengukuran. Milik Pemda dengan izin: a) diameter sampai dengan 30 cm b) diameter di atas 30 cm 2.

teknis pencetakan dan jumlah peta. Pengukuran dan Pertanahan. ayat (4) dan ayat (5) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1). (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf c. ukuran. media cetak. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 173 (1) Tingkat penggunaan jasa Pemeliharaan data dan Penggantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (2) diukur berdasarkan tingkat akurasi. jenis. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). Pengukuran dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (3) diukur berdasarkan tingkat akurasi. skala. Golongan. skala. jenis. Pasal 172 (1) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (2). dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Pemetaan. dan huruf g. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemetaan. Nama dan Subjek Pasal 171 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.Paragraf 2 Objek. huruf d. . (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pelayanan Peralatan Pengukuran dan Pemetaan. lokasi.225 - . teknis pelaksanaan dan hari orang kerja (HOK). ukuran. ayat (3). (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf a dan huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemeliharaan data dan Penggantian Biaya Cetak Peta. huruf f.

) c) cetak komputer berwarna (kertas standard HVS 90 gr. . Cetakan peta dasar atau peta administrasi (hard copy): a) cetakan biru b) cetak komputer hitam putih (kertas standard HVS 90 gr.) Rp45.) c) cetak komputer berwarna (kertas standard HVS 90 gr.wmf dlll) dalam Compact Disc (CD) Rp200.226 Rp250. biaya survei. . Salinan peta foto udara (soft copy) dalam Compact Disc (CD) . biaya pengukuran/pematokan.ttf.wmf dlll) dalam Compact Disc (CD) . jenis dan jumlah alat.00/cm2 2. biaya operasional dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.00/kilobyte 4.00/cm2 format data raster (.00/cm2 3. Cetakan peta foto udara (hard copy): a) cetakan photografi (23x23)2 b) cetak komputer hitam putih (kertas standard HVS 90 gr. Informasi peta: 1. biaya cetak peta.(3) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pemberian Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK) sebagaimana dimaksud pada Pasal 171 ayat (4) diukur berdasarkan jenis pekerjaan.00/cm2 Rp65. Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pelayanan Peralatan Pengukuran dan Pemetaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 171 ayat (5) diukur berdasarkan spesifikasi teknis.00/cm2 Rp25. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 174 (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pelayanan Pertanahan dan Pemetaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/kilobyte Rp100. tingkat keahlian dan jangka waktu.bmp. . Pasal 175 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. .format data raster (. Salinan peta dasar dan peta administrasi (soft copy) dalam Compact Disc (CD) - Rp5.bmp.) .00/cm2 Rp95.ttf. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.

dihitung dengan rumus: 3.U-an lainnya . Informasi pengukuran: 1. informasi titik dasar teknis orde 3 c.227 - . dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) . Jasa validasi hasil pengukuran: 1. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) c) pengukuran dan penggambaran rencana kota. dihitung dengan rumus: T = k x 0. Jasa pemetaan: 1. 25 ) −1 x 1 .000. konstruksi jalan.75U 2 S 4. Jasa pembuatan peta tematik.00/titik Rp30. Validasi hasil pengukuran kerekayasaan (engineering) yang terdiri dari: a) penentuan posisi koordinat (X. dihitung dengan rumus: Rp45.Y). saluran. Jasa pengolahan citra satelit.50U d. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) b) pengukuran ketinggian peil (z). dihitung dengan rumus: T= n x L (0. 50 U 2 S 2. jembatan dan pekerjaan ke P. profil. cutt & fill. Jasa pembuatan peta orthopoto.000.00/titik T = n x L ( 0 .1) −1 x 2.01L x 1. informasi titik dasar teknis orde 2 2. Jasa pembuatan peta peta garis secara photogrametris.b.

d) pengukuran hidrografi dan kelautan.000.5% x ( BP − PPh) c) pengukuran SIPPT.125U 3. dihitung dengan rumus: T = 12.5% x ( BP − PPh) e. Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK): 1. dihitung dengan rumus: T = 12.000.000. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) 2. surat izin bekerja bagi asisten ahli pemetaan kota. Validasi hasil pengukuran bidang tanah yang terdiri dari : a) pengukuran rincikan bidang tanah. f .00/tahun Rp100.000.1) −1 x 0.228 - . dengan rumus: T = n x D(0. informasi pemilikan tanah. dengan rumus: T = n x D(0.00/tahun Rp75. dengan rumus: T = n x D(0. informasi penguasaan tanah.1) −1 x 0.125U .1) −1 x 0. 3. Informasi P4-T: Rp150. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) e) pengukuran jaringan utilitas. 2. informasi penggunaan tanah.00/tahun Rp100.00/tahun 1. 4. surat izin bekerja bagi asisten surveyor kadastral. dihitung dengan rumus: T = 12. surat izin bekerja bagi surveyor kadastral.125U 2.5% x ( BP − PPh) b) pengukuran pertelaan. surat izin bekerja bagi ahli pemetaan kota.

Pemakaian peralatan pengukuran dan pemetaan: T= HP + (25% x HP) N 365 BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN RETRIBUSI Pasal 176 Wilayah Pemungutan Retribusi adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Rekomendasi SIPPT: T = 0.4. (2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. informasi pemanfaatan tanah.125U g. BAB IX PENDAFTARAN DAN PENDATAAN Pasal 178 (1) Setiap Wajib Retribusi baik yang berdomisili di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta maupun yang berdomisili di luar wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan memiliki objek retribusi di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta wajib menyampaikan data Objek dan Subjek Retribusi. dengan rumus: T = n x D(0. BAB VIII TATA CARA PEMUNGUTAN Pasal 177 (1) Pemungutan Retribusi Daerah tidak dapat diborongkan.1) −1 x 0.45% x ( NPT ) h. (2) Data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bahan pendataan bagi unit pemungut retribusi. .229 - .

(3) Atas penetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. STRD. (2) Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas permohonan yang diajukan Wajib Retribusi. SKRD Tambahan ditetapkan oleh Gubernur. SKRD Tambahan.230 - . d. SKRD.BAB X PENETAPAN Pasal 179 (1) Penetapan besarnya retribusi terutang dihitung berdasarkan atas perkalian antara tarif dengan tingkat penggunaan jasa. (5) Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan diketemukan data baru dan/atau data yang semula belum terungkap. Pasal 180 (1) Bentuk dan isi SKRD atau dokumen lainnya yang dipersamakan SKRD Jabatan. e. . Dokumen lainnya yang dipersamakan. menyebabkan penambahan retribusi yang terutang. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan penetapan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. c. maka diterbitkan SKRD Tambahan dengan pengenaan retribusi sebesar jumlah pokok retribusi tambahan yang terutang ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50 % (lima puluh per seratus) dari pokok retribusi tambahan yang terutang. SKRD Jabatan. b. BAB XI PEMBAYARAN Pasal 181 (1) Pembayaran Retribusi dilakukan di Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. (4) Terhadap Wajib Retribusi yang tidak mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan setelah diadakan pemeriksaan maka diterbitkan SKRD secara Jabatan dengan pengenaan retribusi sebesar jumlah pokok retribusi yang terutang ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100 % (seratus per seratus) dari pokok retribusi yang terutang.

huruf d. (2) Tata cara pembukuan ditetapkan oleh Gubernur. penyelesaian pembayaran. SKRD Jabatan dan STRD dibukukan menurut golongan. huruf d dan huruf e Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan penundaan pembayaran kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (3) Dalam hal Wajib Retribusi tidak dapat memenuhi pembayaran secara lunas/sekaligus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. dan ayat (6) atau kurang membayar. (5) Dalam hal Wajib Retribusi tidak dapat membayar retribusi sesuai dengan waktu pembayaran yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. (6) Tata cara penundaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Gubernur. huruf c. BAB XII PEMBUKUAN DAN PELAPORAN Pasal 182 (1) SKRD. tempat pembayaran. (8) Bentuk dan isi STRD ditetapkan oleh Gubernur. ayat (4). (4) Tata cara penyelesaian pembayaran secara angsuran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Gubernur. . maka dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari retribusi yang terutang. dan huruf e Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembayaran secara angsuran kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. penundaan pembayaran. yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. dokumen lainnya yang dipersamakan. jenis dan ruang lingkup. huruf c.231 - .(2) Jatuh tempo pembayaran. (7) Apabila pembayaran retribusi dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran yang ditetapkan sebagaimana dimaksud ayat (2). Pasal 183 Tata cara pelaporan penerimaan retribusi ditetapkan oleh Gubernur . SKRD Tambahan. dan bentuk dan isi STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur.

. BAB XV PENGHAPUSAN PIUTANG RETRIBUSI Pasal 186 (1) Piutang Retribusi yang sudah kadaluwarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185 dapat dilakukan penghapusan. b. (2) Kadaluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh apabila: a. atau. Diterbitkan Surat Teguran. Ada pengakuan utang retribusi dari Wajib Retribusi baik langsung maupun tidak langsung. SKRD Tambahan dan STRD. SKRD Tambahan dan STRD (3) Penerbitan surat teguran wajib dikeluarkan setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud dalam SKRD.232 - . (6) Pejabat yang berwenang melakukan penagihan bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal penagihan retribusi menurut Peraturan Daerah ini. kadaluwarsa setelah melampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak terutangnya retribusi. SKRD Jabatan. SKRD Jabatan. isi surat peringatan dan surat teguran ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. Wajib Retribusi harus melunasi retribusinya yang terutang. (4) Pejabat yang berwenang melakukan penagihan wajib memberi pertanggungjawaban mengenai terjadinya kadaluarsa atas penagihan retribusi. teguran merupakan awal tindakan pelaksanaan (2) Penerbitan surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan 7 (tujuh) hari sebelum jatuh tempo pembayaran dimaksud dalam SKRD. kecuali apabila Wajib Retribusi melakukan tindak pidana dibidang retribusi. (4) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran. BAB XIV KADALUWARSA PENAGIHAN Pasal 185 (1) Hak untuk melakukan penagihan retribusi. (5) Bentuk.BAB XIII PENAGIHAN Pasal 184 (1) Surat peringatan/surat penagihan retribusi. (3) Tata cara penentuan kadaluwarsa penagihan retribusi ditetapkan oleh Gubernur.

Tahun Retribusi (4) Permohonan penghapusan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dengan melampirkan: a. Jumlah Piutang Retribusi c.233 - . SKRD Tambahan dan STRD. Surat keterangan dari Kepala Dinas Pendapatan Daerah bahwa piutang retribusi tersebut tidak dapat ditagih lagi. (3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak tanggal ketetapan retribusi diterbitkan. BAB XVI KEBERATAN Pasal 187 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan keberatan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD. SKRD Tambahan. kecuali apabila Wajib Retribusi dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya. Daftar piutang retribusi yang tidak tertagih. Gubernur menetapkan penghapusan piutang retribusi dengan terlebih dahulu mendapat pertimbangan Tim yang dibentuk oleh Gubernur. Nama dan alamat Wajib Retribusi b. (5) Kewajiban untuk membayar retribusi tidak tertunda dengan mengajukan surat keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Piutang retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan permohonan penghapusan piutang dari Dinas Pendapatan Daerah. SKRD Jabatan. (6) Pelaksanaan lebih lanjut penghapusan Piutang Retribusi ditetapkan oleh Gubernur . (4) Apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan Gubernur tidak menetapkan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 (tiga) maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. (3) Permohonan penghapusan piutang retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya harus memuat: a. SKRD Jabatan. . b. (5) Berdasarkan permohonan penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. (2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasan-alasan yang jelas. Bukti salinan/tindasan SKRD.

(2) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk dapat: a. kesalahan hitung dan/atau kekeliruan dalam penerapan Peraturan Daerah. (4) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk paling lama 3 (tiga) bulan sejak surat permohonan diterima harus memberikan keputusan. PEMBATALAN. (5) Apabila setelah lewat 3 (tiga) bulan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk tidak memberikan keputusan. Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. maka permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga atau pembatalan ketetapan retribusi dianggap diterima. SKRD Tambahan dan STRD yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis. PENGURANGAN KETETAPAN. Mengurangkan atau pembatalan. BAB XVIII PEMBETULAN. (3) Permohonan pembetulan.BAB XVII PENGURANGAN. SKRD Jabatan. PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRASI Pasal 189 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembetulan terhadap SKRD. SKRD Tambahan dan STRD dengan memberitahukan alasan yang jelas. keringanan dan pembebasan retribusi atas permohonan atau tanpa adanya permohonan dari Wajib Retribusi terhadap hal-hal tertentu. (2) Tata cara pemberian pengurangan. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi. ketetapan retribusi yang tidak benar. SKRD Jabatan. pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus disampaikan secara tertulis kepada Gubernur paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterima SKRD. b.234 - . ditetapkan oleh Gubernur. . KERINGANAN DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 188 (1) Gubernur dapat memberikan pengurangan. keringanan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Tata cara pemeriksaan retribusi sebagimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.BAB XIX PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 190 (1) Atas kelebihan pembayaran retribusi. (4) Apabila Wajib Retribusi mempunyai hutang retribusi lainnya. BAB XX PEMERIKSAAN Pasal 191 (1) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. Gubernur memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua per seratus) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran retribusi. (7) Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (2) Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. (2) Gubernur dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memberikan keputusan. b. Memberikan keterangan yang dianggap perlu. (3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Gubernur tidak memberikan suatu keputusan. Memberikan kesempatan kepada petugas yang ditunjuk untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan . . c. Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan serta dokumen lain yang berhubungan dengan Objek Retribusi . permohonan pengembalian pembayaran retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. (5) Pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu hutang retribusi tersebut.235 - . (6) Apabila pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat jangka waktu 2 (dua) bulan.

bukti pembukuan. (2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. c. pencatatan dan dokumen-dokumen lain. . Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. h. g. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. Menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan/atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. Menerima. mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. b. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. mencari. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana Retribusi Daerah. j. mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah agar keterangan atau laporan tesebut menjadi lebih lengkap dan jelas. d. (3) Penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum. k.236 - . f. lain e. i. Menghentikan penyidikan. melalui Penyidik Pajabat Polisi Negara Republik Indonesia. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan.BAB XXI PENYIDIKAN Pasal 192 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. Menerima. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. catatan-catatan dan dokumen-dokumen berkenaan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. Memeriksa buku-buku.

BAB XXII KETENTUAN PIDANA Pasal 193 (1) Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan daerah diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak 4 (empat) kali jumlah retribusi yang terutang. baik administrasi maupun teknis pemungutannya. Pasal 195 (1) Semua hasil pungutan Retribusi Daerah sebagimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini harus disetor ke Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku. . BAB XXIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 194 (1) Gubernur dapat menetapkan penyesuaian tarif retribusi jasa umum dan jasa usaha sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Pasal 196 Pemungutan Retribusi yang diatur dalam Peraturan Daerah ini. adalah pelanggaran tindak pidana retribusi. (2) Kepada setiap unit pemungut Retribusi Daerah agar mencantumkan jenis pelayanan dan besaran tarif Retribusi Daerah di tempat yang mudah terlihat oleh Wajib Retribusi sesuai dengan bidang tugas pelayanan masing-masing unit pemungut. dilaksanakan di bawah koordinasi Dinas Pendapatan Daerah. (2) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).237 - . apabila penyediaan jasa dimaksud menggunakan bahan/barang pakai habis yang harganya relatif cepat berubah. (2) Penetapan penyesuaian tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 2000 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2000 Nomor 43). BAB XXV KETENTUAN PENUTUP Pasal 198 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Peraturan Daerah ini diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Gubernur atau Keputusan Gubernur.238 - . Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 2001 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 81). maka Ketentuan Pelaksanaan sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah berdasarkan Peraturan Daerah ini masih tetap berlaku.BAB XXIV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 197 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 21). c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. . b. Pasal 199 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini maka: a.

RITOLA TASMAYA NIP 140091657 LEMBARAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2006 NOMOR . memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. H. SUTIYOSO Diundangkan di Jakarta pada tanggal SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERA KHUSUS IBUKOTA JAKARTA.239 - .Pasal 200 Peraturan Daerah ini berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA.

Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu yang diikuti dengan penyesuaian tarif masing-masing jenis retribusi yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001. yang kemudian di tindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 : Cukup jelas : Cukup jelas . maka pengaturan kembali jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan pemungutan retribusi daerah. II. Pengaturan kembali atas perubahan Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah tersebut selain melakukan perubahan atas jenis-jenis pelayanan dan penyesuaian tarif juga dimaksudkan untuk menampung pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Daerah sehubungan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah khususnya di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I. Jenis pelayanan/jasa yang diberikan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000. UMUM Peraturan Daerah ini merupakan pengaturan kembali dari Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah. dan pengaturan mengenai Retribusi Daerah perlu dibentuk dengan Peraturan Daerah.240 - . dibagi dalam 3 (tiga) jenis golongan yaitu: Retribusi Jasa Umum. dimana pengaturan kembali peraturan daerah ini merupakan pelaksanaan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000.

241 - .Pasal 3 ayat (1) huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k huruf l huruf m huruf n huruf o huruf p huruf q huruf r huruf s ayat (2) : Kartu Tanda Penduduk berlaku selama 5 (lima) Tahun : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Peraturan perundang-undangan dimaksud pada ayat ini adalah Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Petunjuk Pelaksanaannya. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas ayat (3) ayat (4) Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Pasal 8 ayat (1) huruf a .

. .huruf b huruf c 8 huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k huruf l : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Pencatatan Mutasi Data meliputi pelaporan kelahiran. pelaporan calon penduduk.surat keterangan tempat tinggal.pelaporan kepindahan : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil lainnya adalah jenis pelayanan yang meliputi: huruf m huruf n huruf o huruf p huruf q huruf r Pasal huruf s .surat keterangan perubahan status kewarganegaraan.surat keterangan pendaftaran penduduk WNA.surat keterangan susunan keluarga pendatang. .surat keterangan pelaporan tamu. .surat keterangan perkawinan KUA.242 - . .surat keterangan pengantar pengadilan. . . . . . pelaporan kematian.surat keterangan pencatatan sipil. .surat keterangan marga.surat keterangan data kependudukan.surat keterangan belum kawin.

- − Perusahaan non industri (misal Pasar Swalayan) dengan nilai interval 100 m2 berlokasi di jalan protokol dan indeks gangguannya berdampak penting. .Pasal 8 ayat (2) : Khusus Keterlambatan Pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.000 x 1 x 3 = Rp 225.huruf b huruf c Pasal 15 Pasal 16 Pasal 17 Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Pasal 21 ayat (1) huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Hasil penelitian gambar rancangan atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dapat digunakan sebagai bahan pemberian rekomendasi pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan bangunan selama masa tenggang waktu tidak lebih dari 3 (tiga) bulan. 100. 75. perhitungannya adalah: Rp.00 x ½ x 5 = Rp 250.000. perhitungannya adalah: Rp. dapat diberikan keringanan dan/atau pembebasan pembayaran denda.000. bagi penduduk WNI maupun WNA yang dinyatakan tidak mampu. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas Pasal 9 ayat (1) huruf a Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 huruf a : Contoh perhitungan besarnya retribusi Izin Undang-Undang gangguan : − Perusahaan industri yang berlokasi di jalan protokol dengan nilai interval 100 m2 dan indeks gangguannya berdampak penting.000.243 - .

studi dan pemancar. pabrik minuman. pabrik bahan peledak. lembaga pemasyarakatan. pabrik susu. pabrik gelas. perabot rumah tangga dan lain-lain). cat. bengkel mobil. museum. pabrik pakaian. pabrik keramik. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran berat antara lain bangunan pabrik kimia (bahan kimia dengan kemudahan terbakar tinggi). percetakan dan penerbitan. pabrik plastik dan karung plastik. pabrik makanan kering dari bahan tepung. bengkel motor. pergudangan (yang menyimpan kertas. perdagangan. perpustakaan. pemintalan benang atau kain. pabrik cat. minuman keras. rumah makan. . − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran sedang III antara lain bangunan gedung pameran. pabrik makanan.perawatan. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran sedang I antara lain bangunan parkir mobil. perkantoran. pengergajian kayu. pabrik tepung terigu. pabrik korek api. pabrik roti. penddikan. toko dengan pramuniaga lebih dari 50 orang. pabrik kembang api.huruf b : Yang dimaksud dengan ancaman kebakaran yang ada pada bangunan gedung adalah: − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran ringan antara lain bangunan yang dipergunakan untuk ibadat. rumah sakit.244 - . pabrik tekstil. pabrik elektronik. pabrik kimia (bahan kimia dengan kemudahan terbakar sedang). pengeringan kayu. barang kertas. perumahan. klub. huruf c : Yang dimaksud Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah alat pemadam api ringan yang dapat memadamkan kebakaran kelas A dan kelas B dengan daya padam untuk masingasing kelas yaitu 2A dan 5B – 10B. pabrik/perakitan kendaraan bermotor. pabrik sabun. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran sedang II antara lain pabrik bahan makanan. pabrik bahan klontong. perhotelan.

1 lb sampai dengan 5 lb. dryhemical ( sodium bikarbonat ) ukuran 2. AFFF ( Agueous Film Forming Foam ) ukuran 9 liter.245 - . 3/4.Contoh: APAR yang mempunyai daya padam 2A. 5B – 10B antara lain: busa kimia untuk 9 liter.. drychemical (potasium bikarbonat ) ukuran 2 sampai dengan 5 kg. huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i ayat (2) ayat (3) Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 27 ayat(1) huruf a Pasal 28 Pasal 29 Pasal 30 Pasal 31 Pasal 32 Pasal 33 ayat(1) huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud pemeriksanaan kesehatan ternak potong adalah pemeriksaan kesehatan ternak potong sebelum dipotong (antemortum) dan setelah dipotong (post mortum) : Cukup jelas : Pemeriksaan labolatorium kesmavet adalah pemeriksaan pengujian terhadap bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan : Cukup jelas huruf b huruf c huruf d .

246 - . : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas Pasal 39 ayat(1) Pasal 40 Pasal 41 Pasal 42 . ukuran dan harga bibit ternak/ikan yang akan dipasarkan kepada masyarakat.huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k huruf l huruf m huruf n huruf o ayat (2) ayat (3) Pasal 34 Pasal 35 Pasal 36 Pasal 37 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan harga pedoman adalah pedoman harga yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur tentang jenis.

mempunyai jaringan bisnis kerjasama internasional dan/atau jaringan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas: 20(dua puluh) sampai dengan 50(lima puluh) kursi.000. termasuk golongan pengusaha kecil.000.000. huruf c): Klasifikasi C: Total Investasi di bawah Rp500.500.000.500. mempunyai jaringan bisnis waralaba multinasional dengan jaringan pemasaran internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 50(lima puluh) kursi.00 (lima ratus juta rupiah).000.247 - .000. termasuk golongan pengusaha menengah. huruf b): huruf h angka 1.000.000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah ).00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp1. termasuk golongan pengusaha besar.Pasal 43 Pasal 44 Pasal 45 Pasal 46 Pasal 47 Pasal 48 Pasal 49 Pasal 50 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas Klasifikasi A: Total Investasi di atas Rp1. huruf a): klasifikasi B: Total Investasi antara Rp500. bukan jaringan bisnis atau .00 (satu milyar lima ratus juta).

000.000. angka 13 : Cukup jelas huruf j angka 1 angka 2 : Cukup jelas : Cukup jelas .000. termasuk golongan pengusaha besar. huruf a): klasifikasi A: Total Investasi di atas Rp5.00 (lima milyar rupiah). termasuk golongan pengusaha menengah.000 (seribu) pengunjung huruf i angka 12.000. mempunyai jaringan bisnis kerjasama dan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas: terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas Event MICE Nasional dan Lokal di bawah 1.000.248 - .000.00 (lima milyar rupiah). huruf b): klasifikasi B: Total Investasi dibawah Rp5.fasilitas: entitas bisnis tunggal atau kapasitas: di bawah 20(dua puluh) kursi Pasal 50 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 huruf i angka 1 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 angka 6 angka 7 angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas angka 10 : Cukup jelas angka 11 : Cukup jelas huruf i angka 12. mempunyai jaringan bisnis kerjasama dan pemasaran internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas Event MICE Internasional dan Nasional di atas 1.000(seribu) pengunjung.

000.00 (dua milyar rupiah).000. termasuk golongan pengusaha besar/Menengah.00 (satu milyar rupiah). angka 7.000.000. huruf b) : klasifikasi B Total Investasi di bawah Rp2. angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Cukup jelas . termasuk golongan pengusaha menengah. mempunyai jaringan bisnis: waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas di bawah 20(dua puluh) kamar. termasuk golongan pengusaha kecil.huruf a) 50 huruf j angka 6.000.000.00 (dua milyar rupiah).000.249 - . huruf a) : klasifikasi A Total Investasi di atas Rp2. mempunyai jaringan bisnis waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional/nasional/ lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 20(dua puluh) kamar.00 (satu milyar rupiah). termasuk golongan pengusaha besar.000.000.000.angka 3 angka 4 angka 5 Pasal 5 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : klasifikasi A Total Investasi di atas Rp1.000. mempunyai jaringan bisnis waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional/nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 20(dua puluh) kamar 0 angka 6. huruf b): Klasifikasi B Total Investasi di bawah Rp1. bukan jaringan bisnis atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas: di bawah 20(dua puluh) kamar.000.

000.000.250 - .00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5. termasuk golongan pengusaha besar.000.termasuk golongan pengusaha besar.000. huruf b) : klasifikasi B Total Investasi di bawah Rp 500.000.500.000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah) Milyar.000. termasuk golongan pengusaha besar/ menegah atau jaringan bisnis kerjasama internasional dan atau jaringan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi .000.000.00(satu milyar lima ratus juta rupiah).000.00(lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 1. huruf c) : klasifikasi C Total Investasi di atas Rp1. huruf b): klasifikasi B Total Investasi antara Rp1.00 (satu milyar rupiah).000. termasuk golongan pengusaha besar. bukan jaringan bisnis atau fasilitas entitas bisnis tunggal atau kapasitas di bawah 20(dua puluh) meja.000.000.000.Pasal 50 huruf a angka 10.000. angka 11 : Cukup jelas Pasal 50 huruf a angka 12.500.000. mempunyai jaringan bisnis kerjasama internasional dan atau jaringan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 40(empat puluh) meja.000. mempunyai jaringan bisnis Bisnis waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 50(lima puluh) mesin.huruf a): klasifikasi A Total Investasi di atas Rp 5.huruf a) : klasifikasi A Total Investasi di atas Rp1.00 (lima milyar rupiah). termasuk golongan pengusaha: menengah atau mempunyai jaringan bisnis: kerjasama dan atau jaringan pemasaran lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas antara 20(dua puluh) sampai dengan 40(empat puluh) meja.000.00(lima milyar rupiah).

huruf c): klasifikasi C Total Investasi di bawah Rp1. bukan jaringan bisnis atau fasilitas entitas bisnis tunggal atau kapasitas di bawah 20(dua puluh) mesin.251 - Pasal 51 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h Pasal 52 Pasal 53 Pasal 54 Pasal 55 .000. termasuk golongan pengusaha menengah.00 (satu milyar rupiah). : izin usaha industri pariwisata berlaku sepanjang usaha tersebut masih berjalan dan harus didaftar ulang setiap tahun.000.000. : Yang dimaksud dengan Izin Ketenagalistrikan adalah Izin Operasi Ketenagalistrikan : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi adalah Izin Operasi Kegiatan Minyak dan Gas Bumi : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas .dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas antara 20(dua puluh) sampai dengan 50(lima puluh) mesin. Pasal 50 angka 13 : Cukup jelas angka 14 : Cukup jelas angka 15 : Cukup jelas angka 16 : Cukup jelas angka 17 : Cukup jelas angka 18 : Cukup jelas angka 19 : Cukup jelas angka 20 : Cukup jelas angka 21 : Cukup jelas angka 22 : Cukup jelas huruf k.

: Yang dimaksud penyelidikan umum adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk mengetahui kondisi geologi nasional dan indikasi mineralisasi atau endapan bahan galian dan gambaran umum kualitas. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Tanda Daftar penyediaan tenaga listrik dengan kapasitas < 200 Kva. sumber daya tereka. : Cukup jelas : CukupJelas : CukupJelas : CukupJelas : Yang dimaksud pengurugan adalah usaha kegiatan menimbun sebagai pengisian ruang kosong dengan material tanah penutup dengan maksud tertentu.252 - . geofisika. dari endapan yang dilakukan dengan penyelidikan geologi. tidak perlu dilakukan uji laik. angka2 angka 3 angka 4 angka 5 angka6 angka7 angka8 angka9 Pasal 56 huruf b angka10 : CukupJelas Pasal 56 huruf c angka 1 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 angka 6 angka 7 . : Cukup jelas : Yang dimaksud eksploitasi pertambangan umum adalah pengambilan bahan tambang dari sumber alam untuk dimanfaatkan. geokimia secara regional dan pengambilan contoh secara fisik : Cukup jelas : Yang dimaksud eksplorasi pertambangan umum adalah segala usaha penyelidikan geologi pertambangan untuk menetapkan lebih teliti/seksama adanya dan sifat letakan bahan tambang.Pasal 56 huruf a angka1 : Izin usaha penyediaan tenaga listrik dengan kapasitas > 200 Kva dan perlu dilakukan pengawasan pada saat uji laik. : Cukup jelas : Yang dimaksud pengolahan dan pemurnian adalah pekerjaan untuk mempertingi mutu/kualitas bahan tambang serta untuk memanfaatkan dan memperoleh unsur-unsur yang terdapat dalam bahan tambang. termasuk kegiatan penggalian tanah.

angka 12 : Cukup jelas angka 13 : Cukup jelas huruf d angka 1 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 angka 6 angka 7 angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas angka 10 : Cukup jelas angka 11 : Cukup jelas angka 12 : Cukup jelas angka 13 : Cukup jelas angka 14 : Cukup jelas angka 15 : Cukup jelas angka 16 : Cukup jelas angka 17 : Cukup jelas angka 18 : Cukup jelas angka 19 : Izin tersebut khusus gudang bahan peledak untuk kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi sedangkan bahan peledaknya kewenangan Kepolisian Republik Indonesia Pasal 56 angka 20 : Cukup jelas . angka 10 : Cukup jelas angka 11 : Yang dimaksud penjualan adalah segala usaha penjualan bahan tambang dari lokasi sumber tambang atau dari hasil pengolahan dan pemurnian atau dari tempata penampungan.253 - .angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Yang dimaksud pengangkutan adalah segala kegiatan usaha pemindahan bahan tambang dan hasil pengolahan/pemurnian dari lokasi penambangan atau tempat pengolahan dan pemurnian atau lokasi penggalian ke tempat lain.

254 - . : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf h Pasal 57 Pasal 58 Pasal 59 Pasal 60 Pasal 61 Pasal 62 huruf a huruf a angka 1. : Yang dimaksud dengan Tempat Usaha Tertutup adalah Tempat usaha berbentuk kios dan permanen yang seluruh bangunanya tertutup dengan menggunakan bahan rolling door/folling gate/ papan kayu. Pasal 56 huruf g angka 2 : Yang dimaksud komersial dalam ayat ini adalah pemanfaatan air bersih di kawasan pariwisata kepulauan seribu. angka 2.angka 21 : Cukup jelas angka 22 : Cukup jelas angka 23 : Cukup jelas angka 24 : Cukup jelas angka 25 : Cukup jelas huruf e Pasal 56 Pasal 56 huruf f huruf g angka 1 : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud masyarakat dalam ayat ini adalah masyarakat kepulauan seribu dan daerah tertinggal. : Yang dimaksud dengan Tempat Usaha Setengah Tertutup adalah Tempat usaha yang tertutup sebagian berupa boks buka/tutup berbentuk counter : Yang dimaksud dengan Tempat Usaha Terbuka adalah Tempat usaha yang terbuka hanya menggunakan meja dengan atas tertutup : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas angka 3. huruf b huruf c huruf d huruf e .

penerima pensiunan dan perintis kemerdekaan untuk biaya pemakaian Rumah Bersalin/Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pemerintah Daerah dan biaya perawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah diatur berdasarkan ketentuan Asuransi Kesehatan (ASKES) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Pengenaan retribusi untuk pelayanan dalam kelompok ini adalah perjenis pelayanan yang ada pada tiap-tiap kelompok : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf b huruf c huruf d huruf e ayat (2) ayat (3) Pasal 64 Pasal 65 Pasal 66 Pasal 67 Pasal 68 Pasal 69 Pasal 70 huruf a Pasal 71 Pasal 72 Pasal 73 Pasal 74 Pasal 75 huruf a angka 1 : Museum yang dimaksud adalah: 1. Museum Sejarah Jakarta 2. .huruf f huruf g huruf h Pasal 63 ayat(1) huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Pelayanan kesehatan di Puskesmas dan fasilitas peralatan kesehatan dasar lainnya milik daerah bagi pegawai negeri. Museum Bahari 3. Museum Wayang 4.255 Museum Tekstil .

Stadion/Lap Tenis Rawa Badak 6. Stadion Pluit 4. Stadion Tugu 3. Stadion/Lap Tenis Cendrawasih 2. Taman arkeologi Pulau Onrust huruf a): Yang dimaksud dengan Dewasa adalah orang pribadi yang sudah berumur 17 tahun keatas atau telah kawin. huruf b): Cukup jelas huruf c): Cukup jelas huruf d): Cukup jelas huruf e): Cukup jelas huruf f): Cukup jelas angka 2 angka 3 : Cukup jelas : Cukup jelas huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g Pasal 76 Pasal 77 Pasal 78 Pasal 79 Pasal 80 Pasal 81 Pasal 82 ayat(1) huruf a huruf b huruf c : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Stadion yang dikelola oleh Dinas Olahraga dan Pemuda antara lain: 1. Museum Joeang 45 dan Thamrin 6. Museum Seni Rupa dan Keramik 7.256 - .5. Stadion Lebak Bulus 5. Stadion Tamansari . Stadion VIJ 7.

257 - . Stadion Pulo Mas 9. Stadion Banteng huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i ayat (2) ayat (3) Pasal 83 Pasal 84 Pasal 85 Pasal 86 Pasal 87 Pasal 88 huruf a Pasal 89 Pasal 90 Pasal 91 Pasal 92 Pasal 93 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . Stadion PSPT Tebet 11.8. Stadion Gongseng 10.

huruf k : Klasifikasi perusahaan: 1. dengan jumlah pekerja 100 orang keatas. Golongan B. Golongan C. huruf l : Jasa Rekomendasi: Proses persetujuan atas usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. Golongan A. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas ayat (2) ayat (3) Pasal 101 Pasal 102 Pasal 103 Pasal 104 .258 - . dengan jumlah pekerja 50 sampai dengan 99 orang 3. fasilitas atau kemanfaatan yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. dengan jumlah pekerja sampai dengan 49 orang 2. huruf m huruf n Pasal 94 Pasal 95 Pasal 96 Pasal 97 Pasal 98 Pasal 99 Pasal 100 ayat (1) huruf a A Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan toilet berjalan adalah kontainer mobil atau sejenisnya yang berfungsi sebagai toilet berjalan.

00/bulan namun pelayanan pengangkutan sampah tetap dilaksanakan sebagai Tugas dan Fungsi yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta (subsidi murni) . perpetakan tanah makam A. Kantor Pelayanan pemakaman mengadakan penelitian dan perhitungan biaya . Cukup jelas.III.Pasal 105 huruf a : meskipun penetapan tarif Rp 0.259 - . : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf b Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 106 Pasal 107 Pasal 108 Pasal 109 Pasal 110 Pasal 111 huruf a huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i : Yang dimaksud dengan blok AA dan A adalah blok tempat pemakaman umum sedangkan angka romawi I. penanggung jawab proyek mengajukan permohonan tertulis ke Kantor Pelayanan Pemakaman 2. Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas. membedakan letak perpetakan tanah makam. Prosedur penggalian/pemindahan jenazah yang terkena proyek: kerangka huruf b huruf c huruf d 1 Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e : : : angka 2 : angka 3 : angka 4 : angka 5 : angka 6 : huruf e angka 1 : 1.III diperuntukan bagi jenazah yang terlantar dan jenazah dari keluarga yang tidak mampu.II. Cukup jelas. Cukup jelas. Cukup jelas.

melaksanakan penyuluhan dan pemberitahuan kepada ahli waris melalu media massa.260 Pasal 112 ayat (1)ayat (1) Pasal 112 ayat (2)ayat (1) Pasal 112 ayat (3)ayat (1) Pasal 113 Pasal 114 Pasal 115 Pasal 116 Pasal 117 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 . Pasal 1huruf e angka 7 : Cukup jelas. kerangka jenazah yang akan digali/dipindahkan atas kehendak ahli waris sendiri. ahli waris yang makam keluargannya terkena proyek penggalian/peindahan tidak dikenakan biaya 7. : Yang dimaksud dengan pemakaian rumah susun sederhana adalah sewa rumah susun sederhana. baik cetak maupunelektronik 4. Listrik dan Gas Negara : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . penggalian dilakukan oleh petugas Kantor Pelayanan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta 5.3. biayanya menjadi tanggung jawab ahli waris. tempat penampungan disediakan dan diatur oleh Kantor Pelayanan Pemakaman atas beban biaya pihak penanggung proyek 6. besarnya sewa rumah susun sederhana tidak termasuk biaya pemakaian air PAM.

persertifikatan tanah.261 - . rencana garis sempadan. dan keperluan lainnya dalam rangka pembangunan fisik.Pasal 116 Pasal 116 huruf l huruf m huruf n huruf o huruf p huruf q angka 1 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan Target Grup adalah Warga terprogram yang ditetapkan dengan Keputusan Gubenur. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas al 93 ayat(1) : Yang dimaksud pengukuran situasi tanah adalah pengukuran situasi dilapangan baik yang berupa daratan maupun perairan yang diperlukan untuk pelayanan rencana kota dan perencanaan kota. : Yang dimaksud dengan pencetakan peta tematis ketatakotaan adalah peta dengan skala tertentu yang digunakan untuk pengukuran tanah dan penetapan rencana serta keperluan lainnya : Yang dimaksud dengan Ketetapan Rencana kota adalah dokumen rencana kota yang berupa peta situasi hasil pengukuran tanah yang telah diisi oleh rencana tata ruang wilayah dan lembar keterangan rencana kota yang berisi rencana peruntukan tanah rinci. rencana utilitas/sanitasi. rencana intensitas bangunan dan keterangan lainnya yang ditetapkan sebagai kelengkapan izin mendirikan bangunan. : Yang dimaksud dengan pelayanan rencana tata letak bangunan adalah pelayanan yang diberlakukan untuk penataan kota secara tiga dimensi atas sebidang tanah tertentu sesuai rencana kota yang telah ditetapkan Pasal 116 huruf l huruf r huruf s huruf t huruf u huruf v Pasal 118 ayat (1) huruf a angka 2 huruf b huruf c huruf d . rencana jalan.

Adapun pengenaan tarif retribusinya disetarakan dengan peruntukan tanah rinci. Zona retribusi persetujuan prinsip/dispendsasi penyesuaian rencana peruntukan tanah dan atau penyesuaian terhadap tambahan luas total bangunan (KLB) ditetapkan melalui Peraturan Gubernur. Rencana Tat Ruang Wilayah dan keserasian lingkungan yang pengenaannya didasarkan pada zona pembatasan lalu lintas dimana petak atau persil yang berhadapan pada jalan yang sama maka tarif retribusinya diberlakukan sama.huruf e : Yang dimaksud pelayanan pematokan penerapan rencana kota adalah pelayanan pemasangan patok dalam rangka penerapan rencana kota dilapangan dan tarif tersebut tidak termasuk pengadaan patok besi atau patok beton : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder adalah jasa yang dipungut pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder dalam rangka penataan perpetakan atau persil sesuai rencana kota : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan pengenaan retribusi persetujuan prinsip/dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah dan atau penyesuaian terhadap tambahan luas total banggunan berdasarkan batasan rencana KLB adalah pengenaan retribusi yang ditetapkan berdasarkan dinamika perkembangan kota. Khusus untuk SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/Pompa Bensin dan Gas) dapat ditempatkan pada peruntukan tanah manapun kecuali pada peruntukan penyempurnaan sesuai AMDAL dan tidak dikenakan penyesuaian peruntukan tanah.262 - ayat(2) ayat(3) . huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j : Yang dimaksud dengan Izin penunjukan penggunaan tanah adalah Izin yang diterbitkan oleh Gubernur Kepala Daerah dalam bentuk Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). : Cukup jelas : Cukup jelas .

angka 2 1 : Cukup jelas angka 3 1 : Cukup jelas angka 4 1 : Cukup jelas angka 5 1 : Cukup jelas huruf d angka 1 1 : Cukup jelas angka 2 1 : Cukup jelas angka 3 1 : Cukup jelas angka 4 1 : Cukup jelas angka 5 1 : Cukup jelas angka 6 1 : Cukup jelas . jembatan dan jaringan utilitas adalah pengukuran situasi lapangan yang lebar dan panjangnya ditetapkan berdasarkan kebutuhan pembangunan prasarana. : Cukup jelas huruf c angka 1an : Tarif Retribusi Ketetapan Rencana Kota Wisma susun dan Wisma susun taman yang dibangun untuk penggunaan rumah susun murah/sederhana tidak dikenakan retribusi. angka 2 huruf b angka 1.263 - . sarana jalan dan utilitas kota sesuai dengan rencana kota : Yang dimaksud dengan pengukuran situasi perairan adalah kegiatan pengukuran yang dilakukan pada perariran untuk reklamasi menjadi daratan sebagian atau seluruhnya.Pasal 119 Pasal 120 Pasal 121 Pasal 122 Pasal 123 Pasal 123 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf a angka 1 huruf a): huruf a angka 1 huruf b): huruf c) : huruf d): huruf e): huruf f): huruf g): huruf h): huruf i): huruf j) Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas : Yang dimaksud dengan pengukuran opname jalan. saluran.

Pengenaan retribusi diberlakukan apabila jalan tersebut telah dibangun secara fisik minimal 50% dari rencana jalan sesuai rencana kota atau tracenya sedang dibebaskan sesuai rencana kota huruf h angka 1. posisi. h : Cukup jelas huruf j angka 1. Perpanjangan tersebut apabila tidak ada perubahan bentuk. ketinggian dan besaran bangunan-bangunan. : Pungutan retribusi pelayanan ketetapan rencana kota dan atau SIPPT dengan penataan perpetakan atau persil dengan kedalaman 2 kali lebar dimensi rencana jalan pada jalur jalan utama dan sekunder dikenakan apabila jalan tersebut telah dibangun paling kecil 50%(lima puluh persen) sesuai rencana kota atau dibebaskan tracenya sesuai dengan rencana kota. letak. h : Cukup jelas huruf i angka 1. h: Yang dimaksud dengan tidak merubah penggunaan tanah yang ditetapkan adalah tidak merubah pemanfaatan tanah berdasarkan peruntukan tanah rinci yang ditetapkan dalam SIPPT lama. . maka ditetapkan SIPPT baru. h: Cukup jelas huruf f angka 1 huruf g angka 1 : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan penataan perpetakan pada jalu jalan utama dan sekunder adalah pungutan retribusi pelayanan bagi ketetapan rencana kota atau SIPPT yang dikenakan untuk penataan perpetakan atau persil dengan penataan maksimal 2 kali lebar dimensi rencana jalan atau pada batas perpetakan /persil yang menghadap jalur jalan utama dan sekunder.264 - . angka 3. h : Yang dimaksud dengan pengunaan tanah adalah pemanfaatan tanah yang ditetapkan berdasarkan peruntukan tanah rinci huruf j angka 2. maka RTLB Reklame dikenakan 25% (dua puluh lima persen) dari tarif yang berlaku huruf e angka 1. Apabila terjadi perubahan penggunaan tanah.huruf d angka 7 1 : Rencana Tata Letak bangunan-bangunan reklame hanya berlaku 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan dan dapat diperpanjang dengan Keputusan Gubernur.

: Yang dimaksud dengan penyempurnaan SIPPT akibat perubahan luas adalah SIPPT yang dimohon sehubungan adanya perubahan luas dari SIPPT yang telah diterbitkan. angka 5. nama pemohon. angka 7 Pasal 124 Pasal 125 : Yang tidak dikenakan retribusi atas pelayanan ketatakotaan untuk kepentingan: . dikenakan tarif 100%(seratus persen) dari areal perluasan dimaksud : Yang dimaksud kategori penggunaan: .Pemerintah Daerah adalah yang permohonan pelayanannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah /APBD .Komersial adalah pengenaan retribusi atas pelayanan ketatakotaan yang diarahkan untuk kepentingan dagang/berorientasi untuk mencari keuntungan Non Komersial adalah penggenaan retribusi atas pelayanan ketatakotaan yang diarahkan tidak untuk kepentingan dagang/mencari keuntungan.Pemerintah Pusat adalah yang permohonan pelayanannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/APBN . luas tanah tetap atau berkurang angka 6 : Yang dimaksud dengan penyempurnaan SIPPT akibat perubahan penggunaan tanah adalah perubahan pemanfaatan tanah berdasarkan peruntukan tanah rinci yang telah ditetapkan dalam SIPPT lama dikenakan retribusi sebasar 100%(seratus persen) sesuai tarif yang berlaku pada areal yang berubah penggunaannya.265 - .Perwakilan Negara Asing adalah yang permohonan pelayanannya dibiayai .angka 4 : Yang dimaksud dengan pembaharuan SIPPT adalah SIPPT yang dimohon kembali setelah 30 hari sejak habis masa berlakunya batas waktu pembangunan yang diberikan. : Yang dimaksud dengan perpanjangan SIPPT adalah SIPPT yang dimohonkan kembali sampai dengan 30 hari sejak habis masa berlakunya batas waktu pembangunan yang diberikan dengan catatan tidak ada perubahan.

.Bangunan kesehatan yang terdiri dari rumah sakit klinik. jenis bangunan. tinggi bangunan dan golongan bangunan. rumah duka. pasar sementara. SD. perguruan tinggi. . gedung olahraga/gelanggang olahraga.Bangunan pembelanjaan yang terdiri dari pasar inpres. panti asuhan. rumah susun sederhana.Bangunan pemakaman yang terdiri dari krematorium. gedung stadion. puskesmas. Bangunan sosial ibadah antara lain masjid. vihara.Anggaran Perwakilan Negara Asing sesuai dengan perjanjian bilateral Pasal 126 Pasal 127 Pasal 128 Pasal 129 Pasal 130 Pasal 131 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf a angka 1. asrama bangunan sosial. . pura 2. akademi. aula.Bangunan kesenian/kebudayaan yang terdiri dari museum.angka 1 huruf a) : Pasal 131 Yang dimaksud dengan luas bangunan adalah luas denah bangunan senyatanya dalam satuan meter persegi huruf b): Yang dimaksud dengan : 1.Bangunan olahraga yang terdiri dari sport hall.Bangunan sosial bukan tempat ibadah antara lain: . huruf a. balai budaya. gereja. . . lapangan olahraga tertutup. pasar penampungan. warung/kedai/ waserda. . . seminar. luas bangunan.266 - .Bangunan pendidikan yang terdiri dari sekolah ( TK. gedung kesenian.Bangunan hunian yang terdiri dari flat murah. pusdiklat. rumah abu. perpustakaan. labolatorium. pesantren/madrasah. : Besar retribusi pengawasan pembangunan (RPP) yang harus dibayarkan diperhitungkan berdasarkan peruntukan. SLTP dan SLTA).

toserba(departemen store) pasar swalayan. kantor kedutaan. restoran. lintas aerobik.Industri/pergudangan antara lain industri ringan.17 . cafetaria. gedung parkir. gedung pertemuan. MCK/WC umum. cotage motel flat/apartemen mewah. ruang kantor. Yang dimaksud jumlah lantai adalah jumlah lantai di atas permukaan tanah atau lantai basement. panti pijat. ruang pendidikan. hotel. rumah makan. pos polisi. terminal/stasiun. lapangan bola basket. bioskop.. pool kendaraan. perbelanjaan/pasar. studio film. huruf c) : Termasuk lapangan olahraga terbuka dengan perkerasan antara lain lapangan tenis. hanggar. : Termasuk lapangan olahraga terbuka tanpa perkerasan antara lain lapangan golf. bangunan pertokoan. gudang. pasar raya (shoping store). .267 - . amusement center/diskotik. : Yang dimaksud bangunan yang bersifat sementara adalah bangunan yang penggunaannya paling lama 2 (dua) tahun atau selama digunakan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan. balai rakyat. yang tidak memenuhi kriteria. bengkel/workshop.Perdagangan/perkantoran antara lain perkantoran. gelanggang remaja. gardu bebas hambatan. apotik. sedang. pertokoan/kios. angka 3). peternakan/ pertanian/ perikanan dengan ketinggian maksimum 6 meter. berat. b. service station (bengkel). ruang pamer(show room). home industri.Pelengkap bangunan ibadah yang terdiri dari ruang pertemuan/serbaguna. lapangan bola volley. silo/tangki. pub. bangunan industri/pergudangan.Sarana umum yang terdiri dari pemberhentian bus. : Yang dimaksud bangunan usaha adalah: a. lapangan sepak bola.

angka 1 h : Cukup jelas huruf e. pembangunan dan pengembangan yang berdasarkan: . pembuatan.268 - .huruf d): Yang dimaksud dengan biaya pembuatan/ pembangunan adalah biaya untuk perbaikan/ perubahan. .Harga satuan per meter persegi bangunan yang ditetapkan oleh Cipta Karya atau. . huruf b.Kontrak atau bagian kontrak atau.Pedoman perhitungan harga satuan DKI Jakarta atau. .angka 1 huruf c.angka 1 hu: Cukup jelas huruf d.angka 1 h : Cukup jelas Pasal 132 Pasal 133 Pasal 134 Pasal 135 Pasal 136 Pasal 137 Pasal 138 Pasal 139 huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Kendaraan yang dinyatakan lulus uji berkala diberikan tanda bukti lulus uji berkala berupa buku dan tanda uji huruf b.angka 1 hu: Cukup jelas huruf c.Standar harga satuan umum yang berlaku huruf e): Cukup jelas huruf f) : Cukup jelas huruf g): Cukup jelas angka 2 : Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) wajib bayar oleh pemohon sebagai akibat tambahan pelayanan yang disebabkan adanya pemanfaatan lebih dari segi teknis tertentu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah ini.angka 1 : Cukup jelas : Cukup jelas huruf d.angka 1 hu: Cukup jelas huruf eangka 1 hu: Cukup jelas huruf fangka 1 hur: Cukup jelas huruf gangka 1 hu: Cukup jelas .

angka 1 h : Cukup jelas huruf l : Jasa kepelabuhan.angka 1 huruf a) huruf o.angka 1 huruf a) huruf s. sertifikat keahlian.angka 1 huruf a) huruf t.angka 1 huruf a) huruf p. huruf m. perjanjian kerja laut dan lain-lain yang sejenis.huruf hangka 1 h : Cukup jelas huruf i : jangka waktu penginapan dan penyimpanan kendaraan yang diderek perpanjangannya diberikan paling lama 6 bulan huruf j.angka 1 huruf a) .269 - huruf n. : Pelayanan perhubungan udara untuk lapangan terbang yang berada di Pulau Panjang Kepulauan seribu : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas .angka 1 huruf a) huruf u. Kurs Dollar ditetapkan pada saat transaksi (hanya untuk kapal dari Luar Negeri) huruf l angka 1 huruf f: Cukup jelas angka 2 huruf f: Cukup jelas angka 3 huruf f: Cukup jelas angka 4 huruf f: Cukup jelas angka 5 huruf f: Cukup jelas angka 6 huruf f: Cukup jelas angka 7 huruf f: Cukup jelas angka 8 huruf f: Cukup jelas angka 9 huruf a) : Cukup jelas huruf b) : Cukup jelas angka 9 huruf c) : Cukup jelas huruf d) : Cukup jelas huruf e) : Cukup jelas huruf f) : Yang dimaksud dengan Dokumen Kepelautan adalah Buku Pelaut. Perkapalan dan lain-lain diberlakukan pada pelabuhan-pelabuhan yang dimiliki atau dikelola Pemda DKI Jakarta dan perizinan perhubungan laut diberlakukan di wilayah DKI Jakarta.angka 1 huruf a) huruf q.angka 1 huruf a) huruf r.angka 1 hu: Cukup jelas huruf k. Kenavigasian.

huruf v.angka 1 huruf a) huruf y. : Yang dimaksud jangka waktu parkir adalah lamanya waktu parkir kendaraan bermotor ditempat parkir. . : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan: .angka 1 huruf a) huruf aa.angka 1 huruf a) huruf x. adalah penyelenggara parkir pada lokasi milik swasta termasuk lokasi parkir milik BUMD/BUMN.ngka 1 huruf a) huruf bb.angka 1 huruf a) huruf w.270 - .ngka 1 huruf a) huruf cc.angka 1 huruf a) huruf z.ngka 1 huruf a) Pasal 140 Pasal 141 Pasal 142 ayat (3) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Subjek Retribusi Perizinan Pengoperasian Fasilitas Parkir untuk umum di Luar Badan Jalan.Jalan golongan B adalah jalan rendah kepadatan lalulintasnya yang Pasal 143 Pasal 144 Pasal 145 ayat (1) huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e ayat(2) ayat(3) ayat(4) ayat(5) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Untuk tarif berlangganan bulanan bagi kendaraan diperhitungkan dengan rumus 1 (satu) bulan dihitung 25 hari dikalikan 1 (satu) hari dihitung 3 (tiga) kali parkir dikalikan tarif terendah sesuai jenis kendaraan pada tempat parkir ditepi jalan umum.Jalan golongan A adalah jalan-jalan yang padat lalu lintasnya dan merupakan pusat kegiatan umum . sehingga dengan kondisi seperti ini akan menimbulkan pengaruh terhadap kelancaran lalu lintas maupun kesempatan orang lain untuk dapat menikmati tampat parkir yang tersedia.

Pameran Flora dan Fauna. huruf d ayat (2) ayat (3) Pasal 153 Pasal 154 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar Sumber tidak bergerak adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat seperti industri. hotel dan rumah sakit. ayat (8) : ayat(9) Pasal 146 Pasal 147 Pasal 148 Pasal 149 Pasal 150 Pasal 151 Pasal 152 ayat (1) huruf a huruf b huruf c : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup Jelas : Limbah Cair adalah cairan yang berasal dari sisa kegiatan proses produksi dan usaha lainnya yang tidak dimanfaatkan kembali : Emisi adalah zat.ayat (6) Pasal ayat (7) : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan Kawasan pengendalian parkir adalah suatu kawasan yang kondisi kepadatan lalu lintasnya sudah mencapai ambang kejenuhan dan di dalam kawasan tersebut diberlakukan ketentuan pengendalian parkir sebagai alat pembatasan lalu lintas. Yang dimaksud dengan parkir Insidentil adalah kegiatan parkir di badan jalan maupun di luar badan jalan milik Pemda yang bersifat tidak tetap atau tidak permanen karena adanya suatu kepentingan atau keramaian seperti: Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta. Kegiatan Resepsi-resepsi dan Perayaan-perayaan. yang pengelolaan parkirnya diperlukan penanganan dengan dukungan personil dan dana yang khusus.271 - .

272 - .Pasal 155 Pasal 156 Pasal 157 Pasal 158 Pasal 159 Pasal 160 Pasal 161 Pasal 162 Pasal 163 huruf a angka 4 huruf b angka 1 4 huruf b angka 2 4 huruf b angka 3 4 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : : : : Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Menara dan tower tinggi adalah bangunan bangunan yang merupakan perwujudan fisik yang tidak dihuni manusia yang berfungsi sebagai sarana penunjang jaringan utilitas yang terdiri dari antara lain menara/tower telekomunikasi dan listrik yang bentuk/jenis konstruksinya kerangka dan monopole. daunnya segar dan tidak membahayakan lingkungan disekitarnya. Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Yang dimaksud dengan pohon sehat adalah pohon yang tidak keropos akarnya masih kuat. Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Untuk pengecualian tarif pemakaian proyek Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. huruf b angka 4 huruf a) : Pasal 163 huruf b angka 4 huruf b) : Pasal 164 Pasal 165 Pasal 166 Pasal 167 Pasal 168 Pasal 169 Pasal 169 huruf a Pasal 169 huruf a Pasal 169 huruf a angka 2 angka 3 angka 4 : : : : : huruf a angka 1 : : : : Pasal 169 huruf a Pasal 169 huruf a Pasal 169 Pasal 169 Pasal 169 huruf a huruf c angka 5 angka 6 huruf b angka 1 angka 2 angka 3 : : : : : huruf c angka 1 : . pemanfaatan Direksi Keet di taman dan jalur hijau yang merupakan pekerjaan/proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

. Kecamatan dan kelurahan) Yang dimaksud dengan Peta Dasar adalah peta yang dipergunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta-peta lain. sephia film. 1:5. kertas foto. pohon.500. informasi yang dimuat pada peta dasar umumnya adalah informasi yang relatif tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang pendek.000.000.Pasal 170 ayat (1) huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e : : : : : Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Yang dimaksud dengan ahli pengukuran dan pemetaan kota adalah ahli pengukuran dan pemetaan kota yang telah memenuhi syaratsyarat yang ditentukan oleh asosiasi profesi SURTA Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Yang dimaksud dengan Peta administrasi adalah peta yang dapat memberikan data informasi geografi dengan batas wilayah tertentu secara jelas (Kotamadya.000 dan 1:10. peta dasar tersedia pada tingkat ketelitian atau skala 1:1. 1:2. huruf f huruf g huruf h Pasal 171 Pasal 172 Pasal 173 Pasal 174 Pasal 175 huruf a angka 1 : : : : : : : : angka 2 huruf c angka 3 : : Cukup jelas Yang dimaksud dengan Peta Foto Udara adalah peta yang menggunakan foto udara sebagai wahana perekam datanya dan data tersebut diolah sehingga menghasilkan data yang bebas kesalahan.273 - . informasi yang terekam dari peta foto udara ini adalah penampakan bumi sebenarnya dilihat dari sisi atas seperti atap rumah. Yang dimaksud dengan Hardcopy adalah cetakan peta di atas media tertentu seperti kertas. jalan maupun objek bumi lainnya yang dapat terekam langsung dari pemotretan udara.

3 adalah konstanta yang mewakili kemampuan satu orang interpreter foto udara hanya mampu mengolah 3 lembar foto udara ukuran 23x23 cm I. tata letak.50 U.upah koordinato 1.495 dibulatkan menjadi 0. adalah jumlah lembar foto udara yang diiginkan S1. adalah skala foto udara yang tersedia . Harddisk Yang dimaksud dengan cetak Photografi adalah teknik pencetakan film negatif diatas kertas khusus cetak foto (paper print) huruf b huruf c : : Cukup jelas Yang dimaksud dengan pemetaan adalah kegiatan pembuatan peta yang meliputi outline.dalam 1 tim 1 koordinator mampu mengawasi 3 juru gambar . adalah skala peta yang dikehendaki 1. adalah skala yang diinginkan pemohon S0.50 angka 2 : T.5x upah juru gambar . pengolahan data. CD. 0. adalah tarif pembuatan peta tematik n.25 adalah luas daerah yang ingin dipetakan adalah konstanta bahwa kemampuan menggambar peta dari satu orang pribadi juru gambar adalah 50x50 cm = 2. komposisi dan kegiatan kartografi lainnya.5 = 0.angka 4 : Yang dimaksud dengan Softcopy adalah rekaman atau salinan peta dalam format digital yang direkam dalam diskette.25m2 adalah satu konstanta bahwa upah yang diperlukan untuk menggambar peta berukuran 50x50 cm adalah: . adalah standar biaya Hari Orang Kerja (HOK) staf yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta S.500 cm2 atau sama dengan 0.33x1.upah koordinator = 0. huruf c angka 1 : T.upah juru gambar 1 U . adalah tarif pembuatan Peta Orthophoto 0. desain.274 - . adalah jumlah lapis informasi(layers) yang ingin ditampilkan diatas peta dasar L.

125 adalah konstanta yang mencerminkan jumlah jam kerja yang diperlukan dimana 1 hari kerja adalah 8 jam.1. sedangkan untuk mencari lembar peta diperlukan waktu 1/8 hari kerja (0.01 adalah konstanta dimana paling rendah luasan dalam penafsiran citra satelit adalah 100 Ha L. Adalah banyaknya klasifikasi yang di inginkan 0.50 adalah konstanta upah penjelasan pada angka 1 sebagaimana U.125) . adalah luasan daerah yang ingin di tafsirkan dalam satuan Ha sebagaimana 1. adalah standar biaya HOK sebagaimana penjelasan angka 1 angka 3 angka 4 : sebagaimana penjelasan pada angka 2 : k.50 adalah konstanta upah penjelasan pada angka 1 U. huruf d angka 1huruf a) adalah standar biaya HOK sebagaimana penjelasan pada angka 1 adalah tarif retribusi pelayanan validasi hasil pengukuran :T BP adalah besarnya biaya pelaksanaan biaya lapangan yang diterima oleh pemegang lisensi SURTA yang dihitung menurut standar beban biaya personil (BBP) yang berlaku Pph adalah pajak penghasilan yang harus dibayar oleh pemegang lisensi SURTA huruf b) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf c) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf d) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf e) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf e huruf f angka 1 : Cukup jelas : T adalah besarnya tarif pelayanan Informasi P4-T n adalah jumlah lapis informasi (layers) yang diinginkan D adalah jumlah lembar peta dasar 50x50 cm yang mecakup lokasi P4-T yang dikehendaki 0.1 adalah konstanta yang mewakili kebutuhan biaya pemeliharaan data per lembar peta 0.275 - .

: Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan jatuh tempo pembayaran adalah batas waktu pembayaran yang tertera pada Surat Ketetapan Retribusi ayat (2) HP adalah harga perolehan ayat (4) ayat (5) Pasal 180 Pasal 181 ayat (1) ayat (3) ayat (4) ayat (5) ayat (6) ayat (7) ayat (8) Pasal 182 Pasal 183 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas .276 - . kartu langganan dan sejenisnya yang ditetapkan oleh Gubernur. kupon.U adalah standar biaya Hari Orang Kerja (HOK) staf yang ditetapkan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta angka 2 angka 3 angka 4 huruf g : sebagaimana penjelasan pada angka 1 : sebagaimana penjelasan pada angka 1 : sebagaimana penjelasan pada angka 1 : T adalah tarif retribusi untuk pelayanan rekomendasi SIPPT (luas x NJOP) NPT adalah Nilai Perolehan Atas Tanah huruf h : T N adalah retribusi sewa peralatan per hari adalah penyusutan yang diperhitungkan sebagai berikut: N=3 untuk peralatan elektronik N=4 untuk peralatan optik N=5 untuk peralatan mekanik dan manual Pasal 176 Pasal 177 Pasal 178 Pasal 179 ayat (1) ayat (2) ayat (3) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan dokumen lain yang dipersamakan antara lain karcis.

. contoh: Wajib Retribusi mengajukan permohonan anggsuran/ penundaan pembayaran dan kebaratan.277 huruf b Pasal 186 Pasal 187 Pasal 188 ayat (1) ayat (2) Pasal 189 ayat (1) ayat (2) huruf a ayat (3) ayat (4) ayat (5) Pasal 190 ayat (1) ayat (2) . misalnya Wajib Retribusi yang ditolak pengajuan keberatannya karena tidak memenuhi persyaratan formal (memasukan surat keberatan tidak pada waktunya) meskipun persyaratan material terpenuhi. kejadian diluar kemampuan manusia (force majeure).Pengakuan utang retribusi secara langsung adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. sedangkan pembebasan retribusi dikaitkan dengan fungsi objek retribusi. azas timbal balik konvensi Wina 1961. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Gubernur sebelum memberikan keputusan dalam hal kelebihan pembayaran retribusi harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Gubernur karena jabatannya dan berlandaskan unsur keadilan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan retribusi yang tidak benar.Pasal 184 Pasal 185 ayat (1) ayat (2) huruf a huruf b : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan: . ayat(3) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Dasar pemberian pengurangan dan keringanan dikaitkan dengan kemampuan wajib retribusi.Pengkuan utang secara tidak langsung adalah Wajib Retribusi tidak secara nyatanyata langsung menyatakan bahwa ia mengakui mempunyai utang retribusi kepada Pemerintah Daerah. .

: Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan bahan/barang pakai habis antara lain obat-obatan. rontgen. ayat (7) Pasal 191 ayat (1) ayat (2) : Apabila wajib retribusi tidak dapat memenuhi kewajibannya yang berkaitan dengan pemeriksaan retribusi. berwenang melakukan pemeriksaan untuk: a. Pemeriksaan dapat dilakukan di kantor atau tempat wajib retribusi yang lingkup pemeriksaannya dapat meliputi tahun-tahun yang lalu maupun tahun berjalan. : Cukup jelas : Gubernur dalam rangka pengawasan.278 - . bahan-bahan kimia. menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi daerah b. alat-alat suntik. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas ayat (3) Pasal 192 Pasal 193 ayat(1) huruf a Pasal 194 ayat (1) ayat (2) Pasal 195 Pasal 196 Pasal 197 Pasal 198 Pasal 199 Pasal 200 --------------------------------------------------------------------- . tujuan lain dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan retribusi. maka dikenakan penetapan secara jabatan.ayat (3) ayat (4) ayat (5) ayat (6) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Besarnya imbalan bunga atas keterlambatan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dihitung dari habis waktu 2(dua) bulan sejak diterbitkannya Surat Ketetapan Retribusi Lebih Bayar sampai saat dilakukannya pembayaran kelebihan.