MPIRAN : BERITA DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2004 PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1 TAHUN

2006 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang : a. bahwa dengan Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 telah ditetapkan pengaturan tentang Retribusi Daerah; b. bahwa dalam rangka mendukung perkembangan Otonomi Daerah yang nyata, dinamis, dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah dan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000, maka Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu disempurnakan kembali; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta pengawasan dan pengendalian perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. Mengingat : 1. Undang-Undang Gangguan (Hinder Ordonantie Stbl. 1926 Nomor 226); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokokpokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); 3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2824); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918); 5. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); 6. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3214); -1-

7. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3274); 8. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3299); 9. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3317); 10. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3318); 11. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 12. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3469); 13. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 47/1992, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3479); 14. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480); 15. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481); 16. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493); 17. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian di Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502); 18. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3611 ); 19. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1996, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3647 ); 20. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 246 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048); -2-

21. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1997, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699); 22. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3814); 23. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 24. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833); 25. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 26. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 146, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 3878); 27. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152); 28. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Bangun Bangunan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 29. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235); 30. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 31. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2003 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 32. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); 33. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 34. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2004); -3-

35. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 36. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444); 37. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib Pembebasan Untuk Ditera dan atau Ditera Ulang Serta Syarat-syarat Bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283 ); 38. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1987 tentang Penyediaan dan Penggunaan Tanah untuk Keperluan Tempat Pemakaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3350 ); 39. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3372); 40. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1990 tentang Penyerahan Sebagian Unsur Pemerintahan Dalam Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kepada Daerah Tk. I dan Daerah Tk. II (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3410); 41. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3445); 42. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3527); 43. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3528); 44. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3529); 45. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3576); 46. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 1998 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 189, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3795);

-4-

47. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 1999 tentang Angkutan di Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3907 ); 48. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3928); 49. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 50. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 51. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2000 tentang Kenavigasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 160, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4001); 52. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139); 53. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4227); 54. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988 tentang Usaha atau Kegiatan Yang Tidak Dikenakan Wajib Daftar Perusahaan; 55. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol; 56. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1978 tentang Pengaturan Tempat dan Usaha Serta pembinaan Pedagang Kali Lima dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1979 Nomor 15); 57. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1986 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1986 Nomor 91); 58. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 1986 tentang Penomoran Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1987 Nomor 31); 59. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1988 Nomor 31);

-5-

-6- . Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1989 tentang Pengawasan Pemotongan ternak. 68. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1992 tentang Penampungan dan Pemotongan Unggas serta Peredaran Daging Unggas di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 75). 62. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 1992 tentang Pemakaman Umum dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 43). 69. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1989 Nomor 72).60. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan dan Pajak Pemanfataan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1998 Nomor 30). 63. 70. Perdagangan ternak dan Daging di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1990 Nomor 2). 65. 64. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1990 tentang Usaha Persusuan di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1991 Nomor 2). 67. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1992 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 22). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 1995 tentang Pengawasan Hewan Rentan Rabies Serta Pencegahan dan Penanggulangan Rabies di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1996 Nomor 47 ). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 23). 61. 66. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 1991 tentang Rumah Susun di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 19). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 13 Tahun 1997 tentang Usaha Perikanan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2000 Nomor 12 ).

Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 50). 77. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1999 tentang Perparkiran (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 22). Kereta Api. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2002 Nomor 76). 74. -7- . Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 92). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 2001 tentang Bentuk Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sektretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 66). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Pertambangan Umum. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 25). Minyak dan Gas Bumi serta Ketenagalistrikan (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2003 Nomor 83). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 26). 81. Sungai dan Danau serta Penyeberangan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2003 Nomor 87). 73. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Komoditas Hasil Pertanian di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 62). 79. 75. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 23). 72.71. 76. 78. 80.

Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah adalah Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.82. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 17 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Barang Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 72. 84. Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 3. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2004 tentang Peredaran Hasil Hutan dan Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 66). 6. 85. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2005 Nomor 4). 5. Gubernur adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 4. 2. 83. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 65). -8- .

dana pensiun. Badan adalah suatu bentuk Badan usaha yang meliputi Perseroan Komanditer. 11. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek retribusi. barang. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Perseroan lainnya. bentuk usaha tetap serta bentuk Badan usaha lainnya. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Jabatan yang selanjutnya disingkat SKRD Jabatan adalah surat ketetapan retribusi daerah yang ditetapkan karena jabatan sebagai akibat tidak menyampaikan permohonan. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian Izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan.7. 13. yayasan atau organisasi yang sejenis. persekutuan. retribusi jasa usaha dan retribusi perizinan tertentu. firma. koperasi. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama atau bentuk apapun. 14. Retribusi Perizinan Tertentu adalah retribusi atas kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian Izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. 9. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRD adalah surat keputusan yang menentukan besarnya retribusi yang terutang. kongsi. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib retribusi serta pengawasan penyetorannya. 10. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. -9- . 19. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Tambahan yang selanjutnya disingkat SKRD Tambahan adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah retribusi yang ditetapkan. prasarana. 16. penggunaan sumber daya alam. Golongan retribusi adalah pengelompokan retribusi yang meliputi retribusi jasa umum. 12. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. barang. 8. Retribusi Jasa Usaha adalah retribusi atas jasa usaha yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. pengaturan. 17. 15. perkumpulan. prasarana. Retribusi Jasa Umum adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. lembaga. 18.

Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. BAB II GOLONGAN DAN JENIS RETRIBUSI Pasal 2 (1) Golongan dan Jenis Retribusi adalah sebagai berikut: a. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Retribusi Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerjasama. Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Retribusi Jasa Rekomendasi. 20. 21. Retribusi Pelayanan Tera. Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan. 21. 2. 17. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. . Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari. 10. Retribusi Pelayanan Kebersihan. Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. 6. 4. 16. 11. Tera Ulang dan Kalibrasi. 14.10 - . Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda.20. 12. Retribusi Pemeliharaan Data. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. 19. 18. 7. 22. 5. Retribusi Jasa Umum terdiri dari: 1. Retribusi Pelayanan Pemberian Plat Nomor Bangunan. Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. Retribusi Pelayanan Kesehatan. 8. 3. Retribusi Jasa Pertanahan. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan. 9. 13. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. 15. mengumpulkan dan mengolah data dan/atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi berdasarkan peraturan perundangundangan retribusi daerah. Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. Pemetaan dan Pengukuran. Retribusi Jasa Peraturan Perusahaan.

16. Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. 22. Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan Tanah. 2. Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. Retribusi Izin Pertambangan Umum. Retribusi Penyedotan Kakus. 19. Retribusi Jasa Terminal. 9. Retribusi Tempat Pelelangan. Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan. 12. . 4. 7. Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olahraga. Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. 8. Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. 21. 23. 7. Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). 4. 6. 3. Retribusi Izin Minyak dan Gas Bumi. Retribusi Izin Ketenagalistrikan. 8. Retribusi Jasa Usaha terdiri dari: 1. 13. Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. Retribusi Perizinan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Retribusi Perizinan di bidang Peternakan. 17. 15. Angkutan Jalan Rel dan . 14. 10. Retribusi Izin Sarana/fasillitas Kesehatan. Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. Retribusi Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. Retribusi Jasa Perhubungan Penyeberangan. Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan. 10. 9. Retribusi Perizinan di bidang Perikanan. c. Retribusi Tempat Khusus Parkir. Retribusi Izin Pemakaian Mesin.b. 5.11 Udara. 20. 2. 24. Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. 11. 6. Retribusi Rumah Potong Hewan. Retribusi Tempat Rekreasi. 5. 11. 3. Retribusi Perizinan Tertentu terdiri dari: 1. 18. Retribusi Perizinan di bidang Pertanian dan Kehutanan.

29. Bidang Kesejahteraan Rakyat.Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. 41. 40. Retribusi Persetujuan Bangunan (KLB). Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Retribusi Izin Pelengkap. d. Retribusi Izin Perhubungan Udara. 39. 32. . . 36. 30. Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. Retribusi Izin Trayek. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Retribusi Izin Perposan dan Pertelekomunikasian. Retribusi Jasa Umum: 1. 33. Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. 37. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. Retribusi Izin Perhubungan Laut. 27.Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. 35. 2.25. Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah Rinci. (3) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Pemerintahan terdiri dari: a.12 - . Bidang Pemerintahan. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut. Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. 26. Retribusi Izin Penebangan Pohon Pelindung. 43. b. c. 34. Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. Bidang Ekonomi. Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. 28. Retribusi Izin Kepelabuhanan. Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan 38. 42. Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. (2) Golongan dan jenis retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam 4 (empat) bidang terdiri dari: a. Kenavigasian dan Perkapalan. . Bidang Pembangunan. Retribusi Pelayanan Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir untuk umum di luar Badan Jalan. Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). 31.

b) Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. Pelayanan Peternakan. . e) Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. c. 3. 4. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: . Pelayanan Peternakan. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Jasa Umum: 1. Tera Ulang dan Kalibrasi. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan. c) Retribusi Tempat Pelelangan Ikan. 2. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: a) Retribusi Pelayanan Tera. b) Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang.Retribusi Izin Gangguan. Retribusi Jasa Usaha: 1. b) Retribusi Pemanfaatan Air Bersih.Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. Pelayanan Pertambangan dan Energi: a) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. b) Retribusi Rumah Potong Ternak/Unggas. 5. c) Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. d) Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. Retribusi Jasa Usaha: 1. 3. b. . .Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah. Pelayanan Pemakaian Fasilitas Bangunan Milik Pemerintah Daerah. Perikanan dan Kelautan. Retribusi Perizinan Tertentu: Pelayanan Izin Undang-Undang Gangguan.Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. . . b) Retribusi Pengujian Barang dalam Keadaan Tertutup (BDKT).Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Pelayanan Kepariwisataan: . Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (4) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Ekonomi terdiri dari: a. 2.13 - . 2.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.b. f) Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. 4. . Perikanan dan Kelautan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

3.5. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: . 4.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Peternakan. . Pelayanan Koperasi. Retribusi Izin Pertambangan Umum. Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: .Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. 3. Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah. Retribusi Jasa Umum: 1. Pelayanan Kesehatan: a) Retribusi Pemakaian Mobil Ambulan.14 - . Pelayanan Ketenagakerjaan: a) Retribusi Jasa Pengesahan Peraturan Perusahaan. c. 2. 6. . Retribusi Izin Pengeboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. b) Retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). c) Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama.Retribusi Izin Usaha Pertanian dan Kehutanan. Pelayanan Kepariwisataan: . Retribusi Jasa Usaha: 1.Retribusi Kebersihan. 2. Retribusi Izin Minyak dan Gas Bumi. b) Retribusi Pemakaian Laboratorium. Pelayanan Kebersihan: . b) Retribusi Perizinan di bidang Perikanan. Pelayanan Pemakaman: . Pelayanan Pertambangan dan Energi: a) b) c) d) e) a) b) Retribusi Izin Ketenagalistrikan. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. Pelayanan Kesehatan: .Retribusi Pelayanan Kesehatan. 5.Retribusi Perizinan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Perikanan dan Kelautan: a) Retribusi Perizinan di bidang Peternakan. Retribusi Perizinan Tertentu: 1.Retribusi Izin Usaha Industri Pariwisata. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah: (5) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri dari: a. 4. Usaha Kecil dan Menengah. b.

Pelayanan Ketenagakerjaan: a) Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. 6. Pelayanan Kesehatan: . g) Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. Pelayanan Pemakaman: . b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 3. 4. 7. c) Retribusi Izin Pemakaian Mesin. 4. Pelayanan Perumahan: . c. h) Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja.Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga. Fasilitas Ketenagakerjaan Milik 6. b) Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. . Retribusi Perizinan Tertentu: 1. Pelayanan Pemakaman: . b) Retribusi Tempat Rekreasi.2.Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. 5. 2.Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium. Pelayanan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman: a) Retribusi Tempat Rekreasi. 3. e) Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Pelayanan Keolahragaan: a) Retribusi Pemakaian Tempat Rekreasi dan Olahraga. Pelayanan Planetarium dan Observatorium: . d) Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan. 7. f) Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. i) Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari.Retribusi Izin Sarana/fasilitas Kesehatan. Pelayanan Keolahragaan: . Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Kebersihan: a) Retribusi Penyedotan Kakus.Retribusi Jasa Pemakaian Pemerintah Daerah.Retribusi Pemakaian Rumah Susun Sederhana Milik Daerah. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.15 - . Pelayanan Ketenagakerjaan: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Retribusi Perizinan Tertentu: 1. . 2. Retribusi Jasa Umum: 1. 4. b) Retribusi Jasa Perhubungan Udara. Retribusi Jasa Pemetaan. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup: .Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Tata Kota: a) Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). 3.(6) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Pembangunan terdiri dari: a. Pelayanan Pertamanan: . 6. b) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan: a) b) c) Retribusi Pemeliharaan Data dan Penggantian Biaya Cetak.Retribusi Tempat Khusus Parkir. 3. Pengukuran dan Pertanahan. Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas: . c.16 - . 5. 5. Retribusi Retribusi Pemetaan. Kenavigasian dan Perkapalan.Retribusi Penggantian Percetakan Plat Nomor Bangunan. c) Retribusi Jasa Kepelabuhanan. 2. Pelayanan Tata Kota: a) Retribusi Ketatakotaan. Pelayanan Peralatan Pengukuran dan b. Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan: . Pelayanan Perparkiran: . 4. Pelayanan Perparkiran: . Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Terminal.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b) Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Pekerjaan Umum: .

3. Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan: Retribusi Surat izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). b) Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. Pelayanan Perparkiran: Retribusi Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir untuk Umum di Luar Badan Jalan. d) Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Danau dan Penyeberangan.17 - . Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. 4. Pelayanan Pertamanan: Retribusi Izin Penebangan pohon Pelindung. Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan: a) Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Izin Trayek.b) Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). Angkutan Jalan Rel dan Angkutan Sungai. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah: a) b) Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Jaringan Utilitas: Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap. e) Retribusi Perizinan Perhubungan Udara. e) Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. 8. . Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. 2. b) c) d) Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. d) Retribusi Perizinan Perhubungan Laut. e) Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. 7. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut dan Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. 5. 6. c) Retribusi Jasa Perposan dan Pertelekomunikasian. c) Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah Rinci.

Keterangan Pengesahan Perjanjian Perkawinan. p. (4) Untuk mendapatkan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. o. q. Pencatatan Pengakuan Anak. j. c. Surat Keterangan Pelaporan Akta Catatan Sipil Luar Negeri. Pencatatan Pengesahan Anak. Pencatatan Pengangkatan Anak. f. (3) Keterlambatan pendaftaran/pencatatan/pelaporan kependudukan dan catatan sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Duplikat Akta Catatan Sipil. Kartu Identitas Pendatang (KIP). Pencatatan Kelahiran. h. s. Pencatatan Perbaikan/Perubahan Akta. n. Pencatatan Mutasi Data. k. m. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. . selain tarif retribusi juga dikenakan denda. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. e. Pencatatan Perceraian. d. Kartu Keluarga (KK).18 - . g. i.BAB III BIDANG PEMERINTAHAN Bagian Kesatu Kependudukan dan Catatan Sipil Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 3 (1) Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil terdiri dari: a. l. Kartu Tanda Penduduk (KTP). b. Salinan Lengkap Akta. r. Pencatatan Kematian. Pencatatan Perkawinan luar jam kerja/luar kantor/hari libur. Pencatatan Surat Pembatalan Akta. (2) Setiap orang pribadi yang memerlukan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pencatatan Perkawinan dalam Kantor.

biaya pengadaan blanko. Pasal 5 (1) Subjek retribusi penggantian biaya cetak dokumen kependudukan dan akte catatan sipil adalah orang pribadi yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1). Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 6 Tingkat penggunaan jasa penggantian biaya cetak dokumen kependudukan dan akta catatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2). Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Nama dan Subjek Pasal 4 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. Golongan.19 - . diukur berdasarkan jumlah akta/salinan akta yang diterbitkan dan jasa yang diberikan. dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 7 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi penggantian biaya cetak akta catatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya cetak. proses penerbitan. pemeliharaan Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah wajib retribusi.Paragraf 2 Objek. Pasal 8 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adalah sebagai berikut: . (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf s dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa.

2. j. 2. 1.00 Rp 75.000.00 Rp 25.00 Rp50.00 Rp 10. 1. 1. 2.00 Rp 0. 2.00 Rp 200. l.000.000. 1. Pencatatan Kelahiran e.20 Rp 0. 2.00 Rp 0.000. 2.00 Rp 50.000.000. i.00 Rp100.000. 1.000.00 Rp 10. 2. 2. Pencatatan Perbaikan/Perubahan Akta Catatan Sipil .000.Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil: a.000.00 Rp 100. 2.00 Rp 5.00 b. 1. 1. 2. 2.00 Rp 150.000. Pencatatan Kematian Pencatatan Perkawinan dalam kantor g. Kartu Keluarga (KK) c.000.000.00 Rp 150. 1.00 Rp 0. Kartu Identitas Pendatang (KIP) d.000. 1. 1. 2.000. Pencatatan Perkawinan luar jam kerja/luar kantor/hari libur h. Pencatatan Penceraian Pencatatan Pengakuan Anak Pencatatan Pengesahan Anak k. WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar .00 Rp 100. Pencatatan Pengangkatan Anak Pencatatan Mutasi Data m.00 Rp 300.00 Rp 100.000. Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1.00 Rp 3.00 Rp 0. f.00 Rp 5.00 Rp 6.000.00 Rp 0. 1.000.000. 1.00 Rp 50.

balik nama. 1. Pencatatan Pembatalan Akta o. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat terdiri dari: a. 2.000.00 Rp 50. 2. Keterangan Pengesahan Perjanjian Perkawinan s. 2. WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 25. 1. ganti nama.000.00 Rp 50.00 Rp5. .000.00 Rp50. 2.00 Rp 100. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 9 (1) Pelayanan Ketentraman.000.00 Rp 50.00 Bagian Kedua Ketentraman. b.00 Rp 25.000. izin undang-undang gangguan.000. 1.000. 1. ganti merk izin undang-undang gangguan. 2. WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 20.000. 2.00 Rp 50. WNI sebesar WNA sebesar Rp10. c.000. Surat Keterangan Pelaporan Akta Catatan Sipil Luar Negeri 1. daftar ulang izin undang-undang gangguan.00 r. Salinan Lengkap Akta q.21 - .00 Rp100.000.00 Rp50.000.000.00 n.000. Duplikat Akta Catatan Sipil p.00 Rp 100. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil lainnya (2) Keterlambatan pendaftaran/pencatatan/pelaporan kependudukan dan catatan sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku selain dipungut retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga dikenakan denda: 1.000.2.

Golongan. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. Paragraf 2 Objek. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 13 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Undang-Undang Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dengan memperhatikan biaya pengecekan. .(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Ketentraman. indeks lokasi dan jenis usaha. Nama dan Subjek Pasal 10 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 12 Tingkat penggunaan jasa Izin Undang-Undang Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) diukur berdasarkan perkalian luas areal usaha. Pasal 11 (1) Subjek Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). biaya pemeriksaan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. biaya pengukuran. (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.22 - . Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana dalam Peraturan Daerah ini. indeks gangguan.

001 sampai dengan 2.000.00 Rp 3.000.00 Rp 1.00 Rp 37.700.500.00 Rp 200.000.001 m2. Protokol b) Jl. Lingkungan Indeks ½ ¾ 1 1 ¾ ½ Rp 37.Pasal 14 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.500.000.000.000 m2 9) lebih dari 10.000. 1.000.000.00 Rp 750.001 sampai dengan 10.000.000 m2 7) 2.001 sampai dengan 10.000 m2 9) Lebih dari 10.00 Rp 2.001 sampai dengan 5. klasifikasi indeks lokasi dan klasifikasi indeks gangguan sesuai tabel sebagai berikut: 1. Non Industri a) Jl.00 Rp 7. Besarnya retribusi Izin Undang-Undang Gangguan dihitung berdasarkan perkalian dari klasifikasi jenis usaha.00 Rp 50. Ekonomi c) Jl.000 m2 8) 5.000.000.000. Klasifikasi Jenis Usaha dan Tarif: a) Industri 1) sampai dengan 50 m2 2) 51 sampai dengan 100 m2 3) 101 sampai dengan 200 m2 4) 201 sampai dengan 400 m2 5) 401 sampai dengan 1000 m2 6) 1.000 m2 8) 5. Lingkungan 2.000.00 Rp 1. Protokol b) Jl.00 Rp 300.00 Rp 5.000.00 Rp 75.001 sampai dengan 2.000 m2 7) 2. Ekonomi c) Jl. b) Non Industri 1) sampai dengan 50 m2 2) 51 sampai dengan 100 m2 3) 101 sampai dengan 200 m2 4) 201 sampai dengan 400 m2 5) 401 sampai dengan 1000 m2 6) 1.000.001 sampai dengan 5.000. luas ruangan.000.500.00 .000.000.00 Rp 100.500.00 Rp 10.00 Rp 50. Jenis Usaha Industri Lokasi a) Jl. Klasifikasi Indeks Lokasi: No.000.000.23 - . 2.00 Rp 400.001 m2.00 Rp 150.000.

Jenis Usaha Industri Lokasi a) Berdampak penting b) Berdampak kurang penting c) Tidak berdampak 2. Non Industri a) Berdampak penting b) Berdampak kurang penting c) Tidak berdampak Indeks 5 3 1 3 2 1 4. Perusahaan kecil Rp200.00 Rp 100. 1.00 2.00 Rp150.00 Rp100. Perusahaan menengah 3. 5. jalan ekonomi dan jalan lingkungan serta indeks ganggunan berdampak penting dan tidak berdampak serta klasifikasi perusahaan besar.000. Balik nama. c.000.000. ganti merek Izin Undang-Undang Gangguan dikenakan retribusi: 1. b. Penentuan lokasi jalan protokol. Keterlambatan mendaftar ulang izin Undang-Undang Gangguan dan dimungkinkan untuk Perpanjangan izin dikenakan retribusi dan sanksi administrasi sebesar 10% (sepuluh persen) setiap bulan keterlambatan dari jumlah retribusi yang terutang sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 1. Daftar ulang Izin Undang-Undang Gangguan untuk 5 (lima) tahun: a) b) c) Perusahaan besar Perusahaan menengah Perusahaan kecil Rp 250. Klasifikasi Indeks Gangguan: No.3. ganti nama. Perusahaan besar 2. menengah dan kecil ditetapkan oleh Gubernur.000.00 .24 - . Keterlambatan mendaftar izin Undang-Undang Gangguan terhadap permohonan izin baru dikenakan biaya tambahan sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah retribusi terutang.000.00 Rp 150.000. Daftar ulang Izin Undang-Undang Gangguan: 1.

Paragraf 2 Objek. c.Bagian Ketiga Pemakaian Fasilitas Bangunan Milik Pemerintah Daerah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 15 (1) Pelayanan pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah terdiri dari: a. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Pasal 17 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1). (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b. Nama dan Subjek Pasal 16 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pemakaian ruang serbaguna gedung Mitra Praja. pemakaian ruang serbaguna gedung Nyi Ageng Serang. . (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. pemakaian ruang serbaguna gedung BIPI.25 - . Golongan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan penggunaan fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.

c. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 19 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. .Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 18 Tingkat penggunaan jasa terhadap pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah diukur berdasarkan luas ruangan. biaya penyusutan bangunan.000.000.00/5jam Rp1. penelitian gambar rencana dan atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan gedung.000. Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.26 - .250. Pemakaian ruang serbaguna Gedung Nyi Ageng Serang Pemakaian ruang serbaguna Gedung BIPI Pemakaian ruang serbaguna Gedung Mitra Praja Rp2. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. b. biaya perawatan/pemeliharaan. fasilitas dan waktu pemakaian.00/5jam Rp2. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.00/5jam Bagian Keempat Penanggulangan Bahaya Kebakaran Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 21 (1) Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran terdiri dari: a.000.

pemakaian mobil tangga dan motor pompa. (3) Untuk mendapatkan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Pasal 23 (1) Subjek Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Nama dan Subjek Pasal 22 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pengujian perlengkapan pokok pemadam kebakaran. pengujian alat pemadam api ringan. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. e. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf i. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf i. Golongan. i.27 - . g. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dipungut retribusi jasa umum dengan nama Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. c. sarana penyelamatan jiwa dan ancaman bahaya kebakaran yang ada pada bangunan gedung termasuk B3 paling rendah luas 200 (dua ratus) m3. pemeriksaan berkala atas kelengkapan sarana proteksi kebakaran. d. pemakaian gedung dan peralatan pada pusat pelatihan ketrampilan tenaga kebakaran. f. pengujian peralatan pencegah dan pemadam kebakaran di luar alat pemadam api ringan. . h. Paragraf 2 Objek. pemakaian korps musik. pemakaian mobil pompa dan mobil tangki. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.b.

00/titik Rp50. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 24 (1) Tingkat penggunaan jasa pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) diukur berdasarkan gambar rencana yang diteliti. (2) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah fasilitas pencegahan kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) diukur berdasarkan volume. 2. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.(3) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. biaya perawatan/ pemeliharaan. frekuensi dan waktu pemakaian. Penelitian gambar rencana dan/atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan gedung: 1. biaya penyusutan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00/m2 . jenis dan tipe peralatan pencegahan pemadam kebakaran. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya pemeriksaan/pengecekan. biaya operasional/pemeliharaan dan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Hidran kebakaran minimal 2 (dua) titik Pemercik .28 Rp10. biaya segel.000. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 25 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan peralatan. luas lantai pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran. biaya asuransi. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Pencegahan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Pasal 26 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.

500.000.00/tabung Rp1. Instalasi pemadam khusus Instalasi lain yang belum termasuk dalam butir 1 sampai dengan butir 6: a) berdasarkan luas lantai b) berdasarkan jumlah peralatan yang dipasang Rp500.000.00/buah Rp2. Paling sedikit 2 titik 4.00/tabung Rp1.500.001 sampai dengan 10.00/tabung Rp750.00/titik . Alat pemadam api ringan: a) Jenis air bertekanan: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b) Jenis busa kimia (chemical): 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter c) Jenis busa mekanik: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter d) Jenis kimia kering serbaguna (dry chemical): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg e) Jenis non halon (tidak mengandung CFC): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg f) Jenis CO2 (carbondioxida): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg Rp750..00/m2 Rp2.000 m2 d) 10.000 cfm sampai dengan 10.00/m3 5.3.00/m2 Rp5.00/m2 Rp30.500.000.00/tabung Rp1. Fire dampaer: a) dengan motor b) sambungan lebur Rp10..00/buah Rp12.000 m2 b) 2.00/tabung Rp750.000 cfm 6. Alarm kebakaran: a) Otomatis b) manual Rp40.00/tabung Rp1.000 m2 .00/tabung Rp750.29 - .000 m2 c) 5.00/buah 8.500.00/tabung Rp500.00/m2 Rp45. Kipas angin bertekanan: a) sampai dengan 7.001 sampai dengan 5.500.00/tabung Rp1. 7. Pemeriksaan gambar dan fisik: a) sampai dengan 2.00/tabung Rp60.000.00/tabung Rp500.00/buah Rp50.00/tabung 9.500.00/m2 Rp35.000 cfm b) 7..00/m2 Rp750.000.001 sampai dengan 20.00/buah Rp500.

. Hidran kebakaran paling sedikit 2 (dua) titik Alarm kebakaran: a) otomatis (paling sedikit 200 m2) 1) sampai dengan 2.001 sampai dengan 10.00/m2 Rp500.001 sampai dengan 40.000.00/titik Rp15.00/m2 Rp10.001 sampai dengan 40.000 m2 3) 5.750. Pemeriksaan berkala atas kelengkapan sarana proteksi kebakaran sarana penyelamatan jiwa dan ancaman bahaya kebakaran yang ada pada bangunan gedung termasuk B3 paling rendah dari luas 200 (dua ratus) m2: 1.000 m2 5) 20.001 m2 1) ancaman bahaya ringan 2) ancaman bahaya sedang 3) ancaman bahaya tinggi h) Pemasangan tanda bahaya: 1) pemasangan labeling pada kemasan 2) pemasangan tanda bangunan/gudang bahaya pada Rp25.000 cfm sampai dengan 10. paling sedikit 2 titik .000 m2 6) lebih dari 40.500.001 sampai dengan 10.001 sampai dengan 5.00/ m3 Rp100.00/m2 Rp8. Sistem pemadam khusus: a) sampai dengan 180 m3 b) lebih dari 180 m3 5.30 Rp3..00/m2 Rp1.00/buah Rp500.00/m2 Rp600.000 m2 c) 5.000 m2 d) 10. Alat penahan api: a) dengan motor b) sambungan lebur 6.e) 20. Kipas angin bertekanan: a) sampai dengan 7. Pemercik (paling sedikit 100 m ): a) sampai dengan 2. 2.00/m2 Rp20.000.00/buah Rp2.000 m2 f) lebih dari 40.00/kemasan Rp50.001 sampai dengan 5.00/titik .00/m2 Rp12.000.000 m2 b) 2.000 cfm .001 m2 b) manual 3.00/m3 Rp22.00/m2 Rp15.00/m2 Rp4.000 cfm b) 7.000 m2 4.00/m2 Rp18.000 m2 e) 20.00/m2 Rp6.00/m2 Rp10.000 m2 4) 10.00/m2 Rp12.00/m2 Rp500.500.00/m2 Rp8..00/buah Rp6.001 sampai dengan 20.001 sampai dengan 40.00/m2 Rp700.000 m2 f) lebih dari 40.001 sampai dengan 20.00/buah g) bangunan yang menangani bahan-bahan berbahaya: b.250.000 m2 2) 2.00/buah Rp18.00/m2 2 Rp1.

000.500.001 sampai dengan 10.00/tipe Rp 125.00/buah Rp1.000.00 Rp 250.00/m2 Rp300.00 Rp 450.00 Rp 225.001 sampai dengan 40.00/buah Rp1.00/m2 Rp10.00/buah Rp500.00/m2 (berlaku juga untuk pemeriksaan berkala dan persetujuan pada pelaksanaan pembangunan): a) Jenis air bertekanan: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b) jenis dry chemical: 1) sampai dengan 6 kg 2) lebih besar dari 6 kg c) jenis halon/alternatif pengganti halon: 1) sampai dengan 14 lbs 2) lebih besar 14 lbs d) jenis CO2 (karbondioxida): 1) sampai dengan 7 kg 2) lebih besar dari 7 kg 9.00/buah Rp1.000.00/buah Rp1.000 m2 b) 2.000 cfm 7.00 Rp45.000. Pengujian alat pemadam api ringan: 1.31 - . Jenis CO2.001 sampai dengan 5.00/buah Rp100.00/m2 Rp20.000.000 m2 c) 5. Bangunan yang menyimpan bahan berbahaya: a) ancaman bahaya ringan b) ancaman bahaya sedang c) ancaman bahaya tinggi 8.500.500. kimia kering (dry chemical) dan pengganti halon: a) sampai dengan 7 kg b) lebih besar dari 7 kg 2.500. Pemeriksaan gambar dan fisik: a) sampai dengan 2.500.00/m2 Rp30.00/buah .00/m2 Rp15.001 m2 c.000 m2 d) 10. Alat pemadam api ringan Rp12.000 m2 f) lebih dari 40.00/m2 Rp35.00/m2 Rp750.500.c) lebih dari 10.001 sampai dengan 20.000 m2 e) 20.00/tipe Rp 10.00/m2 Rp200. Jenis air bertekanan dan jenis foam/busa: a) sampai dengan 9 liter b) lebih besar dari 9 liter 3. Tabung alat pemadam api ringan: a) sampai dengan 6 kg b) lebih besar dari 6 kg Rp 7.00/buah Rp750.00/buah Rp750.

Pemakaian mobil pompa dan mobil tangki 1.000. .d. resque.00/jam Rp 125.00/tipe Rp 45. Pemakaian mobil tangga dan motor pompa 1.00/tipe Rp 20.000.000.000.000. alat pengindera (detektor): a) pengindera panas b) pengindera asap c) pengindera nyala 6. mobil tangga. motor pompa Rp 125.00/tipe Rp 5.komersial oleh swasta selama 24 (dua puluh empat) jam atau kurang.000.00/tipe Rp 25.000. dengan mobil tangki g.32 - .00/unit Rp 150.00/tipe f. 4.000. 4.000.000. snorkel: a) bersifat komersial.komersial dan atau yang diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah Daerah yang komersial selama 24 (dua puluh empat) jam atau kurang.000.000. 2.00/tipe e. b) bersifat non komersial. pompa kebakaran dengan penggerak motor diesel pompa kebakaran dengan penggerak listrik pintu tahan api berikut perlengkapannya alat penahan api: a) sambungan lebur b) motorized 5.500.500. bantuan khusus memompa.00/jam Rp 55. bantuan memompa pada waktu berlangsungnya .00/unit biaya pemompaan seperti pada angka 1.000.00/jam Rp 25. kepala pemercik Rp 20.00/jam Rp 5.00/tipe Rp 30. Pengujian perlengkapan pokok pemadam kebakaran slang kebakaran Rp 100. bantuan khusus memberikan air. breaksquirt.00/tipe Rp 50. 3.00/jam Rp 40. 2.00/tipe Rp 25.000. bantuan khusus penjagaan yang bersifat .000. Pengujian peralatan pencegah dan pemadam kebakaran di luar alat pemadam api ringan: 1.000. 3. 5. 2. 3. angka 2 dan angka 3 kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam. bantuan khusus penjagaan untuk swasta non .bantuan penjagaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2.00/m3 Rp 250.00/tipe Rp 30.

000.00/orang/hari Rp 50.000.00/orang/hari Rp 8. tanda daftar industri. untuk keperluan swasta yang bersifat komersial: a) satu kali penggunaan sampai dengan 2 (dua) jam b) penambahan waktu tiap jam berikutnya untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a 2.000.000. Rp 175.000.000. c. izin usaha industri melalui tahap persetujuan prinsip.000. izin usaha industri tanpa melalui tahap persetujuan prinsip.h. .000. Rp 70. Pemakaian gedung dan peralatan pada pusat pelatihan ketrampilan tenaga kebakaran. b. 1. untuk pendidikan ketrampilan tenaga kebakaran paling sedikit 30 (tiga puluh) orang pribadi: a) swasta b) instansi pemerintah 2.000. pendidikan di luar ketrampilan tenaga kebakaran: a) ruang kelas b) barak c) gedung olah raga d) gedung pelatihan i. e.00 Rp 25.33 - .00/3 jam Rp 3. b) penambahan waktu tiap jam berikutnya untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a. izin perluasan.00/orang/hari Rp 4. d. Pemakaian Korps Musik: 1. persetujuan perubahan/penggantian/duplikat.00/jam BAB IV BIDANG EKONOMI Bagian Kesatu Perindustrian dan Perdagangan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 27 (1) Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari: a.00/jam untuk keperluan swasta non komersial atau instansi pemerintah: a) satu kali penggunaan sampai dengan 2 (dua) jam.00/kelas/hari Rp 100.000.00/barak/hari Rp 25.00 Rp 25.

Timbangan dan Perlengkapan (UTTP). j. (2) Atas Pelayanan Pemakaian Peralatan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf h dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. q. n. v. pemakaian sarana praktek dan workshop balai kerajinan. izin reparasi Ukuran. pengujian tekstil dan produk tekstil. tanda daftar perusahaan. k. m. ukuran takaran timbangan dan perlengkapan serta kalibrasi. pelayanan tera. surat keterangan penyelenggaraan pameran. Golongan. surat tanda daftar gudang. l. pemakaian sarana praktek dan akomodasi balai bahan dan barang teknik. i. g. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pengujian barang-barang kerajinan. w.f. pendaftaran kartu petunjuk manual berbahasa Indonesia dan kartu garansi bagi produk/barang teknologi informasi dan elektronika. y. surat izin usaha perdagangan. konvensi dan seminar dagang. p. h. surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol.34 - . r. t. pengujian bahan bangunan. . Takaran. pemakaian sarana praktek balai tekstil. Nama dan Subjek Pasal 28 (1) Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. surat izin usaha pasar modern. u. tanda daftar keagenan produksi dalam negeri. s. izin bebas tera ulang. Paragraf 2 Objek. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setiap orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. izin perpanjangan tanda pabrik. surat tanda pendaftaran usaha warabala. tera ulang. o. pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) perjenis kuantita nominal. x.

huruf j dan huruf k dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Tera Ulang dan Kalibrasi . (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf y dipungut Retribusi Jasa Umum dengan Nama Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). volume. waktu dan klasifikasi jenis pengujian.(3) Atas Pelayanan Pemakaian Ruangan dan Fasilitas Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf i. Tera Ulang dan Kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (5) diukur berdasarkan keahlian. (3) Tingkat penggunaan Jasa Tera. . (3) Subjek Retribusi Tera. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf x dipungut Retribusi Jasa Umum dengan Nama Retribusi Tera. jenis. kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. Pasal 29 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf k. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (3) diukur berdasarkan fasilitas dan waktu pemakaian. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dan huruf l sampai dengan huruf w dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan Nama Retribusi dibidang Perindustrian dan Perdagangan. (5) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) adalah Wajib Retribusi. karakteristik. Tera Ulang dan Kalibrasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf x. (4) Subjek Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf y. (2) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dan huruf l sampai dengan huruf w.35 - . Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 30 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) diukur berdasarkan jenis bahan yang diuji.

00 Izin Usaha Industri tanpa melalui tahap persetujuan prinsip: . biaya asuransi. biaya penyusutan.36 Rp 300. biaya pemeriksaan dan biaya pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian. biaya perawatan/pemeliharaan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya operasional. Pasal 32 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. a) besar . biaya perawatan/pemeliharaan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.000. jenis.00 Rp 300.00 Rp 0.(4) Tingkat penggunaan Jasa Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) diukur berdasarkan keahlian. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. karakteristik.00 Rp 200. Izin Usaha Industri melalui tahap persetujuan prinsip: a) besar b) menengah c) kecil b. Tera Ulang dan Kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 31 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Tera. biaya operasional. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (5) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Tertentu sebagaimana dalam Pasal 28 ayat (4) diukur berdasarkan jenis kegiatan usaha dan jangka waktu.000. kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya survei.

Pengujian Tekstil dan Produk Tekstil a) Benang 1) Pengujian bersifat fisika per jenis pengujian 2) Pengujian bersifat kimia per jenis pengujian 3) Khusus identifikasi serat secara kuantitatif: a)) Dua Jenis Serat b)) Penambahan per jenis serat 4) Pencelupan Skala Labolatorium b) Kain 1) Pengujian bersifat fisika per jenis pengujian 2) Pengujian bersifat kimia per jenis pengujian 3) Khusus identifikasi serat secara kuantitatif: a)) Dua Jenis Serat b)) Penambahan per jenis serat 4) Pencelupan skala laboratorium 5) Uji Merserisasi Kuantitatif (BAN) 6) Analisa Kualitatif Penyempurnaan 7) Identifikasi Zat Warna: a)) Serat Tunggal b)) Serat Campuran (paling banyak 2 jenis serat) 8) Uji Kadar Formaldehid 9) Komposisi Campuran Zat Warna c) Pakaian Jadi Pengujian per jenis pengujian .00 Rp 90.00 Rp 30.00 Rp 0.00 Rp 35.000.00 Rp 40.00 Rp 0.000.00 .00 Rp 60.00 Rp 55.00 Rp 0.00 Rp 50.00 Rp 25.00 Rp 50.000.00 Rp 200.00 Rp 70.37 - Rp 200.00 Rp 40.00 Rp 200.000.000.00 Rp 60.000. Izin perluasan: a) besar b) menengah c) kecil d.00 Rp 30.00 Rp 150.000.000.00 Rp 0.b) menengah c) kecil c.000.000. Tanda Daftar Industri: a) menengah b) kecil e.000.000.000.000.00 Rp 50.000.000.000.00 Rp 35.000. Persetujuan perubahan/penggantian/duplikat: a) besar b) menengah c) kecil f.00 Rp 75.000.00 Rp 150.00 Rp 125.000.00 Rp 55.000.000.000.

000 Rp100.000 Rp 10.000 Rp300.000 Rp 100.000 Rp 70.000 Rp 150.38 - .000 Rp 100.000 Rp 10.g.000 Rp125.000 Rp125.000 Rp125.000 15-0554-1989 g) bata merah karawang h) genteng keramik i) j) genteng keramik bergelasur ubin dinding keramik 15-0553-1989 03-2045-1995 03-2134-1996 03-0054-1987 k) ubin lantai keramik l) ubin semen m) ubin teraso n) kubus beton o) silinder beton p) bata beton untuk pasangan dinding q) agregat halus r) t) bata transs kapur pipa beton tanpa tulang s) agregat kasar 03-0106-1987 03-0028-1987 03-0136-1987 03-1974-1990 03-1974-1990 03-0349-1989 03-1754-1990 03-2097-1991 03-1753-1990 03-0445-1989 u) asbes semen gelombang v) asbes semen datar w) serat semen x) genteng baja berlapis butiran y) bata beton untuk lantai 03-2950-1990 03-1027-1995 03-1974-1990 03-1588-1989 03-0691-1996 .000 Rp 100.000 Rp 110.000 Rp 70.000 Rp 200. Pengujian Bahan Bagunan No Pelayanan Pengujian SNI Jumlah Sampel 50 kg 50 kg 50 kg 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 60 buah 60 buah 20 buah 20 buah 1 buah 1 buah 10 buah 20 kg 10 buah 50 kg 2 buah 3 lembar 4 lembar 4 lembar 5 lembar 20 buah Tarif 1.000 Rp 70.000 Rp 100. Komoditi non logam: a) batu alam b) batu kapur c) marmer d) bata merah pejal e) bata merah berlubang f) bata merah berlapis 03-0394-1989 03-2097-1991 15-0089-1998 15-2094-2000 15-0686-1989 Rp300.000 Rp 100.000 Rp 70.000 Rp300.000 Rp 70.000 Rp100.000 Rp 90.000 Rp125.

000 Rp 80.000 Rp 125.000 03-1974-1990 07-2053-1995 1 buah 2x3m 2x3m 2 x1.000 Rp 400.5 m 2 (1mx1m) 2x3 m 2x4 m 2x4 m Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 300.000 Rp 300.z) kanstien aa) lembaran genteng asbes bb) beton keras 2.000 03-0090-1987 07-0040-1987 07-2050-1997 07-0663-1995 03-3750-1998 g) pipa pvc saluran air h) pipa pvc saluran air buangan diluar bangunan i) j) jaringan kawat baja las jaringan kawat baja las lapis seng 06-0084-1987 06-0162-1987 07-0663-1995 2 (1mx1m) 1 unit Rp 125.000 Rp 400.000 07-1590-1989 k) baja siku sama kaki l) baja bentuk l m) baja kanal n) bronjong logam bentang o) pipa baja untuk kontruksi umum p) pipa baja lapis seng q) bronjong kawat baja lapis r) bronjong kawat baja 07-0329-1989 1m 1m 2x1m 2x1m 1 unit 2x3m 1 unit 1 unit 2x1m Rp 350.000 Rp 350.000 Rp 450.000 Rp 135.000 07-0052-1992 07-3760-1995 07-0068-1987 07-2053-1995 03-3750-1998 07-4603-1998 03-3750-1998 s) logam bentang 07-3759-1995 .000 Rp 400.000 Rp 300.39 - .000 Rp 400.000 Rp 200.000 Rp 125.000 Rp 350.000 Rp 350. Komoditi logam: a) baja lembaran lapis seng b) kawat baja lapis seng c) kawat baja biasa d) baja tulangan beton e) jaringan kawat baja las f) kawat bronjong lapis seng 03-4361-1996 03-4358-1996 5 buah 5 buah 1 buah Rp 70.000 Rp 60.

000 Rp 285.500.5 m 0.000 Rp 200.000 07-1155-1989 3 x 1.000 07-0065-1997 2x1m Rp 100.5 x 0.5 x 0.5 m Rp 3.000 07-6503-2001 jj) kawat baja karbon 07-1051-1989 tinggi untuk .000 07-1050-1989 3 x 1.000 Rp 100.000 03-3046-1992 07-0601-1989 0.000 Rp 1.000 07-3567-1995 12-0345-1995 12-1297-1989 03-0090-1987 03-0090-1987 2x3m 2 (1m x 1m) 2x3m Rp 285.000 Rp 400.000 Rp 325.000 12-1297-1989 07-1155-1989 2 buah 3 x 1.000.000 07-0821-1989 2 (1mx1m) 2x3m Rp 300.5 m Rp 250.40 - .t) baja lembaran lapis seng yg diberi cat berwarna 07-006-1987 1x1m Rp 780.000 u) pagar tekuk jaringan kawat baja las v) baja tulangan beton hasil reroling w) baja tulangan untuk konstruksi beton pratekan x) veldvels y) kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan konsts beton pratekan z) jalinan tujuh kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan aa) anyaman kawat baja segi enam bb) kawat bronjong dan bronjong kawat lapis PVC cc) baja lembaran canai panas dd) baja lembaran canai dingin ee) kompor minyak tanah ff) muk aluminium gg) jaringan kawat baja u tulangan beton hh) kawat baja karbon rendah ii) jaringan kawat baja harmonika 07-4599-1998 1 lembar Rp 450.5 m Rp 100.000 Rp 100.5 m 2 buah 2 buah 2 (1m x 1m) Rp 550.000 Rp 300.

Komoditi kimia: a) baja karbon b) cat minyak c) cat tembok emulsion 06-0469-1989 06-3564-1994 07-4096-1989 1 lembar Rp 200.000 Rp 350.000 07-0068-1987 2x1m Rp 550.000 07-4603-1998 0413-1989-A Paling singkat 150 jam uji Rp 2.000 07-0132-1987 1 lembar Rp 250.000 Rp 150.000 .000 12-1297-1989 07-0068-1987 07-0068-1987 2x1m Rp 550.000 07-0065-1987 2x1m Rp 100.000 07-0068-1987 2x1m 2x1m Rp 550.konstruksi beton pratekan kk) baja lembaran lapis paduan aluminium seng ll) baja tulangan beton canai tulang mm) baja tulangan beton dlm bentuk gulungan nn) baja siku canai panai hasil canai ulang oo) baja lembaran lapis seng tahan lipat pp) pipa baja lapis seng qq) rantang susun rr) pipa baja konstruksi umum PKB 41 ss) pipa baja konstr umum PKB 50 konstr mesin tt) pipa baja konstr umum PKB 55 konstr mesin uu) pipa baja konstr umum PKB 55 vv) kolom praktis jaring kawat baja las ww)semprot kabut garam 3.000 07-0070-1987 1 lembar Rp 350.000 Rp 550.000 07-2053-1995 1 unit 2 unit 2x1m Rp 550.41 - .000 Rp 200.000 07-0954-1989 2x1m Rp 100.000/jam 1 gallon 1 gallon 1 gallon Rp 500.000 Rp 250.

00/8jam Rp 300.000.00/contoh Rp 70.000. openan) i.00/contoh Rp 20.000.000.00/contoh Rp 300. pantulan. kekuatan tarik.000.000. Peralatan olahraga: a) pengujian berbagai jenis bola untuk olahraga (dimensi.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 25. lapis.00/contoh Rp 50. kekerasan kayu). Pengujian barang-barang kerajinan 1. sesetan.00/contoh Rp 300.000.000.00/contoh Rp 25. Kayu dan meubel: a) pengujian kayu (kadar air.000.00/contoh Rp 100. kekuatan tekan.000.000 kali j) tali sepatu k) mutu bahan (jenis sol.h. kekuatan jahitan.000.00/contoh Rp 20. Emas dan perak: a) kadar jarum uji b) kadar berat jenis c) kadar tetrasi d) kadar (peleburan) 4.42 - .000.00/contoh Rp 50.000. ketahanan gosok) b) pengujian jaring untuk olahraga (dimensi.00/contoh . potongan. kekuatan tarik) 3.000. upper.000.00/contoh Rp 90.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 20. b) kursi belajar c) tempat tidur 2.00/contoh Rp 300.00/8jam Rp 150.000.000.00/contoh Rp 300.000. berat.00/contoh Rp 200. penyerapan air.00/contoh Rp 80.00/orang Rp 75.000.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 200.000.000. hak) l) pengerjaan (jahitan. Pemakaian Sarana Praktek Balai Tekstil: 1) jenis praktek per orang 2) industri skala kecil 3) industri skala besar Rp 10. Kulit dan sepatu: a) kulit bor (16 jenis uji) b) kulit sol (14 jenis uji) c) kulit beludru (16 jenis uji) d) kulit lapis domba/kambing (16 jenis uji) e) kulit sol imitasi (14 jenis uji) f) sepatu wanita (9 jenis uji) g) sepatu pria (9 jenis uji) h) ketahanan bengkap sepatu 60 jam i) ketahanan bengkap kulit 20.000.000.000.

bor. gergaji besi.000.00/hari Rp 200.000.000/hari/8Jam Rp 30.000.00 Rp 40. profil. pond.000/hari/24Jam Rp 30. kompresor masing-masing alat b) mesin pengering 2.00/hari Rp 15.000/hari/8Jam Rp 75. ples masing-masing alat b) centrifugal casting pewter 4. bubut vakum. bubut.00/hari b) industri skala besar 3) Pemakaian ruangan fasilitas perindustrian: a) ruang penginapan b) ruang seminar c) ruang pelatihan k. Pemakaian mesin dan peralatan logam: a) mesin bubut. potong masing-masing alat b) mesin gergaji belah.000. skrap. Pemakaian sarana praktek dan akomodasi balai bahan dan barang teknik 1) Sarana praktek: a) usaha industri kecil b) swasta dan konsultan 2) Akomodasi a) peserta pelatihan dan seminar Rp 5.00/ hari Rp 100. potong 3.000.000/hari/8Jam Rp 50. pembuat lidi. Pemakaian mesin batu-batuan: a) mesin bor.j. Pemakaian mesin dan peralatan bambu: mesin potong.000/hari/8Jam Rp 40.00/hari Rp 5. pembengkok serut roll.000.000/hari/8Jam Rp 100. pengasah pisau.00/hari Rp 30. potong. Pemakaian mesin kayu: a) mesin serut.000/hari/8Jam Rp 0. pembelah. gurinda. dowel. Pemakaian sarana praktek dan workshop Balai Kerajinan 1. Pemakaian mesin dan peralatan rotan mesin amplas.000/hari/ 8Jam/ hari/orang/paket .000.00/hari Rp 100. penghilang bulu 5. penyayat.43 - .000/hari/8Jam Rp 30. poles. gergaji. gergaji potong masing-masing alat a) mahasiswa b) masyarakat industri Rp 20.

000.000.00 Rp 100.000. t. v.000.000.250.500m2 10. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol: a) pengecer (toko bebas bea) b) penjualan langsung (restoran. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP): a) perusahaan kecil b) perusahaan menengah c) perusahaan besar Rp 0.00 Rp 2.000.00 o.00 Rp 1.l.500. Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba: a) pemberi waralaba dalam negeri b) pemberi waralaba lanjutan Rp 100.00/unit Rp 100.000.00 Rp 250. Surat Izin Usaha Pasar Modern Tanda Daftar Perusahaan (TDP): a) perorangan b) Koperasi c) Persekutuan Komanditer (CV) d) Firma e) Perseroan Terbatas f) bentuk perusahaan lainnya g) perusahaan asing h) salinan resmi i) petikan resmi j) buku informasi perusahaan hasil olahan resmi s.000.000.00 Rp 250.00 Rp 250. .00 Rp 2.000.00 Rp 100.000.000.00 q. Surat Tanda Daftar Gudang: a) luas 36m2 sampai dengan kurang dari 2.000.00 Rp 1.000.00 Rp 250.000.000. Izin Reparasi Ukuran Takaran Timbangan dan Perlengkapan izin bebas tera ulang izin perpanjangan tanda pabrik Rp 500. hotel dan bar) p.500 m2 b) luas 2.44 - . w.00 Rp 50.00 Rp 50.00 Rp 100.500.000.000.000.000.000.000m2 sampai dengan kurang dari n.00 Rp 500. Tanda Daftar Keagenan Produksi Dalam Negeri Pendaftaran kartu petunjuk manual berbahasa Indonesia dan kartu garansi bagi produk/barang teknologi informasi dan elektronika. Surat keterangan penyelenggaraan pameran. konvensi dan seminar dagang: a) nasional b) lokal Rp 150.000.00 Rp 500.00/izin u.00 Rp 100.000.00/izin Rp 20.000.000.00 m.000.00 Rp 1.000.00 Rp 25. r.000.00 Rp 100.00 Rp 250.00 Rp 100.

setiap 1. timbangan dan perlengkapan serta kalibrasi 1) alat ukur massa: a) anak timbangan biasa kelas m2 dan m3 b) anak timbangan biasa kelas m1 dan f2 2) alat timbang: a) ketelitian sedang & biasa (III & IIII) mekanik 1)) sampai dengan kapasitas 100 kg 2)) lebih dari 100 kg sampai dengan 1.000.00/Kiloliter Rp 1.00/unit Rp 15. pelayanan tera.000.00/unit Rp 250.00/buah Rp 9.00/unit Rp 500.000. dan LPG f) meter arus: 1)) sampai dengan 15 m3/jam 2)) lebih dari 15 m3/h.00/buah Rp 600.00/buah Rp 1.45 3 Rp 300.00/buah Rp 10.000.00/buah Rp 15.000.000 kg b) ketelitian halus (kelas II) mekanik tarif ditambah 25% (dua puluh lima persen) c) ketelitian sedang dan biasa (III & IIII) elektronik 1)) sampai dengan kapasitas 100 kg 2)) lebih dari 100 kg sampai dengan 1000 kg 3)) selebihnya dari 1.00/unit .000.000kg.000.00/Kiloliter Rp 200. depth tape.00/Nozle Rp 20.00/buah Rp 3.000.000.000. setiap 1.00/unit Rp 10.000.00/unit Rp 4.00/unit Rp 1.00/unit Rp 5. BBG.000 kg 3)) lebih dari 1. tera ulang ukuran.x.000.000.00/unit Rp 20. setiap m3/jam g) meter air: 1)) sampai dengan 7 m3/jam 2)) lebih dari 7 m /jam h) alat ukur dari gelas i) bejana ukur .000. takaran.00/unit Rp 10.000 kg.000.00/unit Rp 5. counter meter c) meter taksi 4) alat ukur volume: a) tangki ukur tetap 1 sampai dengan 500 kiloliter b) tangki ukur mobil/wagon c) tangki ukur tongkang/tangker d) takaran basah/kering e) pompa ukur BBM.000.000.00/buah Rp 10.000.00/buah Rp 5.000kg d) Ketelitian halus (kelas II) elektronik tarif ditambah 25 % (dua puluh lima persen) 3) alat ukur panjang: a) meter kayu dan logam b) ban ukur.

000.00/unit Rp 1.00/unit Rp 2.000. pemeriksaan laboratorium kesmavet.00/hari Rp 10. . d. b. pemeriksaan kesehatan ternak potong/unggas di rumah potong hewan.500. pemakaian fasilitas/peralatan peternakan.00/unit Rp 3.000. pemeriksaan pos/klinik kesehatan hewan.alat ukur lain yang tidak tersebut pada huruf a sampai dengan huruf g dihitung berdasarkan lamanya waktu pengujian paling singkat 4 jam. pemeriksaan laboratorium kesehatan hewan.00/hari Rp 100. c. paling sedikit Rp 10.000.5 dan elektronik: tarif a) ditambah 50% (lima puluh persen).meter parkir dan stop watch 8) alat ukur lain .000.00/unit Rp 2. Perikanan dan Kelautan terdiri dari: a.00/unit Rp 1. Bagian Kedua Peternakan.000.46 Rp 25. bagian dari jam dihitung 1 jam. e.5) meter listrik ( kWh meter ) a) kelas 2: 1)) 1 phase 2)) 3 phase b) kelas i dan 0. 6) alat ukur gas (meter gas) a) sampai dengan 50 m3/jam b) lebih dari 50 m3/jam 7) alat ukur waktu: .00/ton/hari Rp 100.10) sewa peralatan: a) anak timbangan bidur b) bejana ukur standar kerja c) roll tester meter taksi portable y. Perikanan dan Kelautan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 33 (1) Pelayanan Peternakan.00/unit .000.000.000.000. Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT ) per jenis kuantita nominal.00/unit Rp 20.000. 9) biaya tambahan untuk peneraan/pengujian di luar kantor.00/jam Rp 6.

o. (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Pelelangan Ikan. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. huruf h dan huruf i dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. . penjualan benih ikan. dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. huruf e. pemakaian tempat pelelangan ikan. pemakaian tempat penginapan nelayan. pemakaian tempat pendaratan kapal. n. perizinan bidang perikanan. pemakaian fasilitas pengujian mutu hasil perikanan. huruf c. huruf d. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a. h. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan peternakan. g.f. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Golongan. pengujian kapal perikanan. pemakaian fasilitas/sarana dan prasarana perikanan. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf k dan huruf l dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. penjualan bibit ternak. j. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan bidang Peternakan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan peternakan. i. Nama dan Subjek Pasal 34 (1) Pelayanan peternakan. l. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf m dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf b. m.47 - . Paragraf 2 Objek. perizinan bidang peternakan. k.

Pasal 35 (1) Subjek retribusi Rumah Potong Hewan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a. huruf c. (6) Subjek retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf k dan huruf l. (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf o dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Bidang Perikanan. huruf h dan huruf i. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 36 (1) Tingkat penggunaan jasa Rumah Potong Hewan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) diukur berdasarkan jenis. volume dan waktu.(9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf n dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. (10) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (9) adalah wajib retribusi. . (2) Subjek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf b.48 - . huruf e. (8) Subjek retribusi Tempat Pendaratan Kapal adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf n. (3) Subjek retribusi Perizinan Bidang Peternakan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf f. (4) Subjek retribusi Pengujian Kapal Perikanan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf g. (7) Subjek retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf m. huruf d. (9) Subjek retribusi Perizinan Bidang Perikanan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf o. (5) Subjek retribusi Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf j.

49 - . (5) Tingkat penggunaan jasa Pengujian Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) diukur berdasarkan berat kapal (GT). huruf d. huruf e dan huruf h diukur berdasarkan volume. volume dan waktu. (7) Tingkat penggunaan jasa Produksi Usaha Daerah Penjualan Benih Ikan dan Bibit Ternak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (7) diukur berdasarkan jenis. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (8) Tingkat penggunaan jasa Tempat Penginapan/pesanggrahan/villa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (8) diukur berdasarkan jumlah kamar dan waktu pemakaian. biaya penyusutan. volume dan waktu. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. klasifikasi/peralatan dan harga media. biaya asuransi. biaya penyusutan. huruf c. volume dan harga pedoman. (10) Tingkat penggunaan jasa Perizinan Bidang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (10) diukur berdasarkan klasifikasi. (4) Tingkat penggunaan jasa Perizinan Bidang Peternakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) diukur berdasarkan klasifikasi. klasifikasi/peralatan dan waktu pemakaian.(2) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf b. (6) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (6) diukur berdasarkan prosentase volume dan harga transaksi. biaya asuransi. (3) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf i diukur berdasarkan volume. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 37 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Rumah Potong Hewan dan pemakaian kekayaan Daerah fasilitas/peralatan peternakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (9) Tingkat penggunaan jasa Tempat Pendaratan Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (9) diukur berdasarkan Berat Kapal (GT) dan waktu pemakaian. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Perizinan tertentu Bidang Peternakan dan retribusi Perizinan tertentu Bidang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dan ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. . jumlah kapal yang diuji dan waktu. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.

000. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.00/ekor . serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/ pemeliharaan. Pemeriksaan kesehatan ternak potong/unggas di Rumah Potong Hewan: 1. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/ Villa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. babi adat .50 Rp 4.000. biaya pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Pengujian Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya operasional. babi 3. biaya asuransi.00/ekor Rp 2. kuda 2.500. biaya penyusutan. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Tempat Pendaratan Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan fasilitas pendaratan dan transit. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. sapi. angsuran bunga pinjaman. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya pembinaan. biaya tanda uji dan segel. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.00/ekor Rp 5. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. kerbau. biaya pemeriksaan perlengkapan dan peralatan lainnya. Pasal 38 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.

Residu a) Antibiotika b) penecilin/oxytetracyclin/makrolida/ aminoglikosida 5.000.000. a) fisik/organoleptik b) kualitas telur 2.00/contoh/jenis Rp 15.000.00/contoh Rp 250.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 15.00/ekor Rp 25. 1.00/contoh/jenis Rp 50.00/contoh Rp 25. Hewan kecil/besar a) pemeriksaan patologi anatomi b) pemeriksaan darah/hematologi c) pemeriksaan kimia darah d) pemeriksaan parasitologi e) pemeriksaan virologi/bakteriologi/mikrologi f) pemeriksaan bangkai g) pemeriksaan hispatologi h) pemeriksaan tuberculin c.00/contoh/jenis Rp 25. domba dan hewan kecil lainnya 5.000.000.000. Unggas/ikan a) pemeriksaan patologi anatomi b) pemeriksaan parasitologi c) pemeriksaan mikrobiologi/bakteriologi d) pemeriksaan serologi e) pemeriksaan histopatologi 2.000.00/contoh Rp 15. Hormon .00/contoh Rp 20.000.Coli/Entrococci b) staphylococuus aureus/kapang/kamir c) salmonella spp/clostridium sp/comphylobacter d) listeria/bacilus antraxis 4.000.00/contoh/jenis Rp 100. unggas 6.000.000.000.00/ekor Rp 2.000.000.00/contoh/jenis Rp 20.00/3hari/ekor Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Hewan dan Ikan: Rp 5.000.00/contoh/jenis Rp 250.00/contoh/jenis Rp 5. pengandangan/pemeriksaan babi b.000.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 200.000.00/contoh Rp 30.000.000.00/contoh/jenis Rp 15.51 - Rp 1. kambing.000.000.00/contoh Rp 25.4.00/contoh/jenis Rp 100.00/contoh/jenis Rp 100.00/contoh/jenis Rp 15.000.00/contoh Rp 20. Pemeriksaan Laboratorium Kesmavet: 1.000.000.000.00/contoh/jenis Rp 50. Kimia a) Kadar lemak/protein/air/abu/total solid/Laktosa b) bahan pengawet/bahan tambahan 3. Mikrobiologi a) total kuman/coliform/E.000.000.00/contoh/jenis Rp 15.000.00/contoh Rp 15. Pestisida a) organochlorine b) organophosphor 6.00/contoh .

Pemakaian Asrama Taman Ternak a) non AC b) AC 3.000.00/sampel c) Pemasukan daging unggas lokal d) Pemasukan daging unggas import e) Pemasukan daging olahan/jeroan (edible offal) d.00/ekor/hari a) pemakaian fasilitas penampungan b) pemakaian fasilitas pemotongan e.00/hari Rp 250. Pemakaian Rumah Observasi Rabies: a) observasi hewan penular rabies b) pemeliharaan hewan penular rabies yang diadopsi c) biaya eliminasi dan penguburan d) pemeliharaan hewan setelah observasi 5.00/ekor Rp10.00/ekor Rp 10.00/sampel Rp 100. Izin/rekomendasi pemasukan/pengeluaran ternak dan daging untuk: a) Pemasukan ternak dari luar kota b) Pemasukan daging: 1) Pemasukan daging dari luar kota 2) Pemasukan daging dari luar negeri c) Pengeluaran daging 2.00/rekomendasi Rp50. Pemakaian Kandang Sapi 4.00/sampel Rp 300.00/ekor Rp40. operasi besar f. Perizinan Bidang Peternakan: Rp 400.000. pemeriksaan kesehatan hewan 2.000.52 Rp300.00/kamar/hari Rp 120.00/sampel Rp 150. Izin Perusahaan Daging a) distributor daging .00/kdg/bln Rp 50.000. Pemeriksaan Pos/Klinik Kesehatan Hewan: 1. Pemeriksaan ulang (herkeuring) BAH/HBAH yang masuk ke Wilayah Provinsi DKI Jakarta: a) Pemasukan daging sapi/kerbau lokal b) Pemasukan import daging sapi/kerbau/domba Rp 350.000. Logam berat Rp 150.000.00/ekor/hari Rp 50.000.000.00/kamar/hari Rp 500.00/ekor Rp25.00/ekor Rp100.00/izin Rp150.00/rekomendasi Rp250. operasi kecil 4. pemeriksaan dan pengobatan 3.00/ekor/10hari Rp 10.00/contoh 8.00/sampel Rp 300.00.000. Pemakaian Aula Taman Ternak 2.000.00/ekor 1.000.000.000.000. Pemakaian Fasilitas/Peralatan Peternakan 1.000.000.000.00/rekomendasi Rp400.7.000.000.000.00/ekor/hari Rp 50.00/rekomendasi .000. Pemakaian Tempat Pemotongan Unggas: Penampungan dan Rp 50.000.

b) toko daging c) pasar swalayan d) KTBD e) usaha pengolahan daging f) penampungan daging cold storage 3.000.00/rekomendasi 7.00/ekor Rp350.000.00/ izin Rp250.00/ izin Rp50. lebih dari 10 GT sampai dengan 30 GT 4.00/ izin Rp5.00/ izin Rp40. Rekomendasi/izin usaha persusuan a) pemasok susu b) pengolah susu a) hewan yang keluar masuk ke Wilayah Provinsi DKI Jakarta b) unggas/kera c) izin tempat penampungan hewan d) izin pet shop dan salon anjing e) izin klinik hewan f) izin praktek dokter hewan g) izin depo obat hewan h) izin toko obat hewan i) suntikan/vaksinasi rabies j) izin Rumah Sakit Hewan g.000.000.00/ izin Rp 0.000.00/ izin Rp100.00/ izin Rp25.00/ izin Rp200.000.000. lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT 3.000.00/ izin Rp200. sampai dengan 5 Gross Tonage (GT) 2. kuda b) kambing.000.00/rekomendasi Rp100.000.000.000. kerbau.00/kapal/tahun Pemakaian Fasilitas/Sarana dan Prasarana Perikanan: 1. Pengujian Kapal Perikanan: 1.000.00/ izin Rp50.000.00/ izin Rp100.000. Retribusi izin/rekomendasi unggas a) pemasukan/pengeluaran unggas b) pemasukan/pengeluaran daging unggas c) izin distribusi daging unggas d) izin penjualan daging unggas (KTBD) 6.000.000.00/ izin Rp200.00/ izin Rp100.000.000.000.00/ izin Rp250.00/m2/bulan .00/kapal/tahun Rp 100. Izin usaha pengangkutan/kendaraan daging 5.00/ izin Rp100. Rp200.53 - .000. domba dan hewan lainnya 4.00/ izin Rp5.00/ izin Rp10.000.000.00/kendaraan Rp100.000. Rekomendasi/izin berdagang dan berusaha hewan kesayangan: Rp 25.000. lebih dari 30 GT h.00/rekomendasi Rp100.000.00/rekomendasi Rp50.00/kapal/tahun Rp 50.000. Pemakaian kios pengecer di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Rp 5. Izin usaha pemotongan ternak a) sapi.00/ izin Rp200.00/kapal/tahun Rp 10.000.

500. Pemakaian wadah Pelelangan Ikan ikan/trays di Tempat Rp 500.000.00/m2/tahun 15. 4.000. 9. Pemakaian gudang alat perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.00/m2/bulan 2 Rp 7.00/hari Rp1.000.00/m2/tahun Rp 150.000.2.00/unit/bulan Rp 600. pabrik es.00/hari Rp2. Pemakaian fasilitas kolam di Balai Benih Ikan (BBI) 11. Pemakaian kios Pujaseri di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke : a) Pemakaian Kios Pujaseri b) Pemakaian Kios Pujaseri Mirasih 3.000.000.000.00/m2/bulan Rp 50.Pemakaian tempat penitipan kendaraan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke a) sepeda motor b) bajaj/kancil c) mobil d) truk/bis 13. Pemakaian kantor di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke. pengolahan ikan.00/m2/tahun Rp 9. gudang alat perikanan.00 /buah/1kali pakai Rp1.00/hari Rp3.00/m2/bulan 2 Rp 4. Pemakaian fasilitas Tempat Pengolahan Ikan di Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke.00/m /bulan 12.500.00/m2/bulan Rp 5. restoran dan depot es Rp 6.00/m2/bulan Rp 5.00/m /bulan Rp 7.00/m2/bulan Rp 8.000. 8.000. Pemakaian tanah di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke untuk: a) dock kapal. 7.00/hari 14. cool room b) bioskop.000.000. Pemakaian Tempat Pengepakan Ikan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke. SPBU. 6.00/m2/bulan Rp 10.54 - . Pemakaian fasilitas lahan untuk usaha budidaya perikanan di Balai Benih Ikan (BBI) 10. Pemakaian alur docking untuk Kapal Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: . 5. bengkel. Pemakaian fasilitas tempat penjualan/ penampungan ikan Rp 6.000. Pemakaian gudang garam di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.000. Pemakaian kios alat perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke dan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu .

000.00/kapal/satu kali docking Rp50.00/kapal/satu kali docking Rp100.000.000.00/kapal/satu kali docking Rp60.000.00/kapal/satu kali docking Rp 30.000.000.000. Pemakaian alur docking untuk Kapal Bukan Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT Rp40.000.00/kapal/satu kali docking Rp 45.a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT Rp20.00/kapal/satu kali docking Rp25.00/kapal/satu kali docking .00/kapal/satu kali docking Rp 70. Pemakaian fasilitas docking kapal untuk Kapal Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke dan Pulau Seribu berukuran: a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT Rp 25.000.00/kapal/satu kali docking Rp70.00/kapal/satu kali docking Rp150.000. Pemakaian fasilitas docking kapal untuk Kapal Bukan Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke berukuran: a) sampai dengan 20 GT b) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT .00/kapal/satu kali docking 16.000.000.00/kapal/satu kali docking Rp 85.00/kapal/satu kali docking d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT 17.000.00/kapal/satu kali docking 18.00/kapal/satu kali docking Rp30.000.55 Rp 60.00/kapal/satu kali docking Rp100.00/kapal/satu kali docking Rp50.000.000.000.

20.56 - .000.5 2.000.5 5 5 5 2. Pemakaian tanah di Taman Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng.5 0. Besar retribusi pemakaian fasilitas pengujian mutu hasil perikanan dihitung berdasarkan perkalian dari volume (ton).5 2. 3.00/contoh Rp100.000.000. Harga media pengujian sebagaimana dimaksud pada angka 1 ditetapkan oleh Gubernur.000. Pemakaian Kios Pengecer Ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Ikan. asin o) rumput laut 12.5 2. lobster b) sirip c) paha kodok d) ikan e) tuna f) minyak ikan g) olahan teri h) ubur-ubur i) tepung ikan.5 1.500.00/contoh Rp150. Pengujian Mikrobiologi: a) Total Plate Count (TPC) b) Escherichia coli (E Coli) c) Salmonella d) Vibro cholerae e) Staphylococcus aureus f) Listeria Monocytogenesis Rp25. Cilincing dan Kamal Muara.00/kapal/satu kali docking Rp150.5 2. i.000.00/kapal/satu kali docking Rp 2.5 10 5 2.5 0.5 2.00/contoh Rp75.c) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT d) lebih dari 50 GT 19.00/contoh Rp200.000.00/contoh Rp200. Pemakaian Fasilitas Pengujian Mutu Hasil Perikanan: Rp110. tepung rumput laut j) Ikan kaleng k) kepiting.00/m2/bulan Rp 5. Kalibaru. harga media pengujian dan Nilai Ekonomis Komoditas (NEK) sebagai berikut: a) udang. rajungan.00/contoh .000.00/m2/tahun 1. kerang-kerangan l) kulit ikan m) kerupuk n) ikan kering.000.

00/contoh 7.00/contoh Rp250.57 - .000. Penjualan Benih Ikan 100% (seratus persen) dari harga pedoman 1% (satu persen) dari harga pedoman 5% (lima persen) dari harga pedoman 5% (lima persen) dari harga transaksi Rp50.00/Kg Rp100.000.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp20. Ikan olahan. Ikan segar/beku/hidup dari luar daerah yang masuk/dijual tanpa melalui lelang 1% (satu persen) dari harga pedoman k.00/Kg Rp200.000. Uji Organoleptik (ikan segar) 6. kering dan lain-lainnya yang sejenis dari luar daerah 4.4. Pengujian Kimia a) Garam b) Air c) Abu d) Abu tak larut dalam air 5.00/Kg .00/contoh Rp25.00/contoh Rp20. Ikan segar/beku/hidup/kering produksi lokal dikenakan pada nelayan dan pedagang 2. Pemeriksaan ulang terhadap Produk Impor Hasil Perikanan: a) Ikan/olahan b) Udang c) Kodok d) Produk perikanan kering j.000.000.00/contoh Rp80.00/contoh Rp30. Pengujian tambahan: a) Uji antibiotik (metode HPLC) b) Uji antibiotik (metode bio assay) c) Uji histamin d) Uji merkuri e) Uji zat warna f) Uji zat pengawet g) Uji pestisida Rp250. Ikan segar/beku/hidup/kering produksi lokal yang dijual tanpa melalui lelang 3. Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan: 1.00/contoh Rp150.000.00/Kg Rp25. asin.000.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp100.00/contoh Rp90.000.000.

000.00/kapal/24 jam 3.00/kapal/24 jam Rp4.00/kapal/24 jam Rp4.00/ izin . Hari ke 1 (satu) sampai dengan hari ke 2 (dua): a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT 2.600.00/tahun Rp500.00/kamar/hari m.00/kapal/24 jam Rp1.00/kapal/24 jam Rp2.00/kapal/24 jam Rp2. Perizinan Bidang Perikanan: 1.000. Penjualan Bibit Ternak 100% (seratus persen) dari harga pedoman Rp20.00/kapal/24 jam Rp1.00/kapal/24 jam Rp500.00/kapal/24 jam Rp500.400.200. Hari ke 3 (tiga) sampai dengan hari ke 5 (lima): a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT 4.000.600.00/kapal/24 jam Rp2.400.000.00/kapal/24 jam Rp1.00/ izin Rp0.00/ izin Rp100.000.100.000.000.800.000.l.200. 1. Pemakaian Tempat Penginapan Nelayan n. Pemakaian tempat pendaratan kapal di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke. Pemberian Tanda Daftar Usaha Perikanan (TDUP) bidang pemasaran.00/ izin Rp150.00/kapal/24 jam Rp1.58 - .00/kapal/24 jam Rp5.00/kapal/24 jam Rp500. pengolahan dan pengangkutan hasil perikanan: a) usaha pemasaran ikan dan olahan lainnya 1) pengecer 2) grosir 3) eksportir 4) jasa pengangkutan Rp25. Pemberian izin Usaha Perikanan (IUP) bidang Penangkapan Ikan : a) IUP b) daftar ulang (perpanjangan) Rp100.000. Hari ke 10 (sepuluh) keatas a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT o.00/ izin Rp250. Hari ke 6 (enam) sampai dengan hari ke 9 (sembilan): 2.00/kapal/24 jam Rp2.200.00/kapal/24 jam Rp4.

000.00/ izin Rp100.00/izin Rp30.000.00/ izin Rp00. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel c) Jaring payang: 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/ izin Rp75. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel d) Jaring muro-ami e) Jaring ikan hias Rp30.00/ izin Rp75.000.00/rekomendasi 4.00/unit/tahun Rp30.b) usaha pengolahan ikan: 1) tradisional (pengeringan/pengasinan/ pemindangan dan lain-lain yang sejenis) 2) modern (pembekuan/pengalengan dan lain-lain yang sejenis) c) usaha pengangkutan ikan 1) menggunakan kendaraan angkutan ikan dengan insulasi berukuran: a)) sampai dengan 1 ton b)) lebih dari 1 ton sampai dengan 3 ton c)) lebih dari 3 ton sampai dengan 5 ton d)) lebih dari 5 ton a)) sampai dengan 1 ton b)) lebih dari 1 ton sampai dengan 3 ton c)) lebih dari 3 ton sampai dengan 5 ton d)) lebih dari 5 ton 3.00/ izin Rp250.00/ izin Rp25.000.00/izin Rp30.000.00/ izin Rp150.000.00/ izin Rp00.00/ izin Rp50.000.00/ izin Rp100.59 - .00/ izin 2) menggunakan kendaraan angkutan ikan tanpa insulasi berukuran: .00/ izin Rp25. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK (daya kuda) b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel b) Jaring Kolor (purse seine): 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.000. Rekomendasi pemasukan ikan/pakan/ikan obat-obatan ikan a) Jaring Insang (Gill Nett): 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.000.00/ izin Rp50.000.000.00/ izin Rp100.000. dengan alat: Rp40.00/ izin Rp00.000.00/ izin Rp50.000.000.00/ izin Rp30.000. Pemberian Surat Penangkapan Ikan (SPI).000.00/ izin Rp50.

pemakaian kios promosi bunga. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel g) B u b u 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.00/izin Rp00.00/izin Rp00. pemakaian kios terbuka promosi bunga.000.00/izin Rp30.00/izin Rp00. pemakaian los promosi bunga. dengan mesin berkekuatan: 1) sampai dengan 10 DK 2) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK Rp30.00/izin Bagian Ketiga Pertanian dan Kehutanan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 39 (1) Pelayanan Pertanian dan Kehutanan terdiri dari: a.000.00/izin Rp00.000.60 - . dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel i) Jaring Arad 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/izin Rp50.00/izin Rp50.000. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel j) Kapal Pengangkut Ikan kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel h) Jaring Cumi (Bouke Ami) 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/izin Rp30.f) Pancing: 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT. b.000.00/izin Rp30. c.000.00/unit/tahun Rp30. .000.000.000.00/izin Rp50.00/izin Rp50.00/izin Rp50.

(4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf p dipungut retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terhadap hasil hutan yang diangkut oleh pribadi atau badan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pertanian dan kehutanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. j. n. Paragraf 2 Objek. e. pemakaian lahan usaha promosi penangkar bibit. pemakaian fasilitas kehutanan di kota/hutan wisata. pemakaian laboratorium uji mutu pertanian. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf o dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah.d. pemakaian green house/lath house. . Nama dan Subjek Pasal 40 (1) Pelayanan Pertanian dan Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. pemakaian peralatan untuk pengujian pengawetan dan pengeringan kayu. pemakaian pusat latihan pertanian klender dan fasilitasnya. m. Pasal 41 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n. k. pemakaian sarana/fasilitas kehutanan. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. i. pengawetan dan pengolahan kayu. Golongan. g. pemakaian tempat penimbunan hasil hutan. pengukuran dan pengujian hasil hutan. h. pemakaian peralatan pengeringan. o. pemakaian lahan taman anggrek ragunan. l. p.61 - . (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertanian dan kehutanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian lahan kebun bibit. penjualan bibit/hasil kebun. f.

(3) Subjek Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf p. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. umur dan tinggi tanaman. luas. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (2) Tingkat penggunaan Jasa Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) diukur berdasarkan jenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (3) Tingkat penggunaan Jasa Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4) diukur berdasarkan jenis. biaya perawatan/pemeliharaan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 43 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah fasilitas/peralatan pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.62 - . .(2) Subjek Retribusi Penjulan Produksi Usaha Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf o. biaya penyusutan. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. ukuran dan volume. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 42 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) diukur berdasarkan penggunaan. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. biaya perawatan/pemeliharaan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya asuransi. jumlah dan waktu pemakaian.

00/m3 b) sistem injeksi Rp175.000.00/m3 2. Pengeringan Rp2. pemakaian Green House/lath House g.00/m3 3. pemakaian lahan Taman Anggrek Ragunan : 1.00/orang/skl masuk Rp185.00/kav/bulan Rp7.000.00/ha/tahun Rp1. Kayu gelondongan/dolken Rp150. pemakaian tempat tidur Rp4.500.00/m3 b) pembuatan palet Rp35.000. masuk kawasan taman anggrek ragunan: a) mobil b) motor c) orang h.000. pemakaian kursi tambahan Rp500.00/m3 l. Pemakaian peralatan pengeringan. Pemakaian pusat latihan pertanian Klender dan fasilitasnya: 1. Kayu gergajian Rp100.00/orang/hari i.00/m3 . pemakaian lahan kebun bibit f.000.000.000. Pengawetan Rp3.000.000. forklift Rp200. pemakaian lahan taman anggrek ragunan 2. gedung pertemuan Rp150. pemakaian kios promosi bunga b. pemakaian aula dan ruang makan Rp150.00/M3/hari 3. pengawetan dan pengolahan kayu: 1.000.000. bangunan Rp500.000.00/m3 c) pembuatan kusen Rp130.00/M3/hari j. Rotan Rp200.000.63 Rp1. Tempat penimbunan hasil hutan: 1.00/m3 2.00/motor/skl masuk Rp1. Pengawetan kayu: a) sistem vacuum pressure Rp150.00/hari 4.00/kios/bulan Rp2. Pemakaian peralatan untuk pengujian pengawetan dan pengeringan kayu: 1.00/m3 3.000.000.00/hari 3.Pasal 44 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.500.00/m2/hari k.000. Jenis/kualitas kayu Rp3. tempat ruang terbuka Rp250.00/mobil/skl masuk Rp500. pemakaian lahan usaha promosi penangkar bibit Rp1.00/M3/hari 2.000. Pemakaian sarana/fasilitas kehutanan: 1.000.00/m2/bulan .000.00/m2/hari Rp75.00/m2/bulan Rp500.00/hari 2.00/m2/hari 2. Pengolahan kayu: a) penyerutan kayu Rp60. pemakaian kios terbuka promosi bunga e.000.00/m2/bulan d. Pengeringan kayu Rp100. pemakaian los promosi bunga c.00/buah/hari 3.

00/contoh Rp50.00/contoh Rp75.00/contoh Rp30.00/contoh Rp1.00/contoh Rp40. Masuk hutan kota/hutan wisata: a) mobil b) motor c) orang 2.00/contoh Rp40.00/m3 Rp10. Pemakaian fasilitas kehutanan di kota/hutan wisata/hutan lindung 1.000. Kayu Bulat 2.00/orang/sekali masuk Rp500.00/contoh Rp30. Rotan .00/contoh Rp30.000.000.000.000.00/motor/sekali masuk Rp500.000.00/contoh Rp20.000.000.000.00/contoh/golongan Rp20.000.000.00/contoh Rp35.00/m2/bulan n.000.00/contoh Rp325.00/contoh Rp40.000.000. Penjualan bibit/hasil kebun 100% (seratus persen) dari harga pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.000.000.000.000. Sewa lapak tanaman hias 1) uji organopoleptik: a) sayur-sayuran segar b) buah-buahan segar c) hasil olahan: 1)) dalam kaleng 2)) kemasan lain 2) uji kimia: a) kadar lemak b) kadar serat c) kadar protein d) kadar abu e) kadar air f) kadar gula g) total gula h) kadar asam i) kadar vitamin c j) derajat kekentalan 3) uji residu pestisida 4) uji mikrobiologi: a) escherisia coli b) total plate count c) salmonella d) v pata haemoliticus e) stafilococcus f) clostridium botulinum Rp40.00/contoh Rp35.000.00/contoh Rp20.000.00/ton .000.000.64 Rp5.00/contoh Rp35.00/contoh Rp20.00/contoh Rp40.00/m3 Rp10.00/contoh Rp50.000. Pelayanan pemakaian laboratorium uji mutu pertanian: o. Kayu Olahan 3.00/contoh Rp50. Pengukuran dan pengujian hasil hutan: besaran tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada Pasal 41 ayat (5) ditetapkan sebagai berikut : 1.000. p.000.m.00/contoh Rp20.00/mobil/sekali masuk Rp500.

Paragraf 2 Objek.65 - .4. Golongan. pemakaian penginapan Graha Wisata Kuningan. d. izin usaha penyediaan makanan dan minuman. i. f. izin usaha rekreasi dan hiburan. g. Getah/Damar Rp500. k. pemakaian penginapan Graha Wisata Ragunan. h. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf f dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah. izin usaha jasa pariwisata. Nama dan Subjek Pasal 46 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata Kuningan. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata TMII. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata Ragunan. pemakaian penginapan Graha Wisata TMII.00/kg Bagian Keempat Pariwisata Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 45 (1) Pelayanan Kepariwisataan terdiri dari: a. e. izin usaha kawasan pariwisata. . izin usaha akomodasi. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kepariwisataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. j. (3) Untuk mendapatkan pelayanan kepariwisataaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. c. b.

Struktur. Pasal 47 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kepariwisataan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1). dan waktu pemakaian. biaya penyusutan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya penertiban. biaya pengawasan dan pengendalian. Pasal 50 Struktur dan besarnya tarif retribusi Pelayanan Kepariwisataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) adalah sebagai berikut: . biaya perawatan/pemeliharaan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Tingkat penggunaan Jasa Izin Usaha Industri Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3) diukur berdasarkan jenis dan klasifikasi industri pariwisata. biaya pembinaan. klasifikasi fasilitas tempat. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. dan Besarnya Tarif Pasal 49 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Jasa Pelayanan Izin Usaha Industri Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3) adalah dengan memperhatikan jenis dan klasifikasi industri pariwisata yang mencakup biaya pemeriksaan lokasi. biaya promosi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 48 (1) Tingkat penggunaan Jasa Fasilitas Akomodasi Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) diukur berdasarkan jumlah orang. serta jangka waktu.66 - . Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf g sampai dengan huruf k dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Usaha Industri Pariwisata. biaya promosi.

a.000.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).000.000.000.000. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200.00/8 jam Rp400.00/8 jam Rp400.000.67 - .000.00/orang/tempat tidur/hari c.00/orang/tempat tidur/hari Rp20.00/orang/tempat tidur/hari Rp10.00/8 jam Rp400.000.00/orang/tempat tidur/hari Rp20.000.00/orang/tempat tidur/hari b.000. Pemakaian penginapan Graha Wisata Ragunan: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).000. .000. Pemakaian penginapan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.00/orang/tempat tidur/hari d.00/orang/tempat tidur/hari Rp50.00/orang/tempat tidur/hari Rp20.000. e. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Kuningan: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200. Pemakaian penginapan Graha Wisata Kuningan: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.00/orang/tempat tidur/hari Rp10.000.00/orang/tempat tidur/hari Rp50. f.000.000. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Ragunan: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200.00/orang/tempat tidur/hari Rp50.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).000.00/orang/tempat tidur/hari Rp10.000.

00/tahun Rp3.500.000.00 Rp0. Hotel: a) bintang lima: 1) baru 2) daftar ulang b) bintang empat: 1) baru 2) daftar ulang c) bintang tiga: 1) baru 2) daftar ulang d) bintang dua: 1) baru 2) daftar ulang e) bintang satu: 1) baru 2) daftar ulang f) melati 3: 1) baru 2) daftar ulang g) melati 2: 1) baru 2) daftar ulang h) Melati 1: 1) baru 2) daftar ulang 2.00/tahun Rp 20.00 Rp0.00 Rp0.00 Rp0.00 Rp 0.000.00/tahun Rp15.00 Rp0.000.000. Motel: a) baru b) daftar ulang 3. Penginapan remaja: a) baru b) daftar ulang .000.00 Rp0. Izin usaha akomodasi 1.68 Rp1.00/tahun .g.00/tahun Rp 2.000.000.00 Rp0.00/tahun Rp 10.00/tahun Rp 15.00 Rp0.000.00/tahun Rp5.000.00/tahun Rp 1.000.000.000.000.000.000.000.00/tahun Rp 3.00/tahun Rp 7. Resort wisata: a) baru b) daftar ulang 5.000.00 Rp0.000.000.00 Rp0.000. Losmen: a) baru b) daftar ulang 4.00/tahun Rp 5.000.00 Rp0.000.000.

000. Jasa boga: a) baru b) daftar ulang 5.000.000. Bar: a) baru b) daftar ulang 3. Jasa biro perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang . Hunian wisata/service apartemen: a) baru b) daftar ulang 7.000.000.00/tahun Rp1.000.000.00 Rp 0. Karavan: a) baru b) daftar ulang 8.00/tahun Rp2.000.000.00 Rp 0.00 Rp0.500.000. Pondok wisata/cottage: a) baru b) daftar ulang 9.000.00/tahun . Bakeri: a) baru b) daftar ulang i.00 Rp0.00 Rp 0. Izin Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman: 1.000.00/tahun Rp1.00 Rp0.00 Rp0.000.00 Rp 0. Wisma: a) baru b) daftar ulang h.000. Izin usaha jasa pariwisata 1.00/tahun Rp2.69 Rp7.000.00 Rp0.00/tahun Rp10.000. Restoran/Rumah Makan: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang 2.00 Rp0.00/tahun Rp500.00/tahun Rp1.000.00 Rp0.6.00/tahun Rp5.500.00/tahun Rp10.000.00/tahun Rp1.000.00 Rp 0.00/tahun Rp500.000. Pusat jajan: a) baru b) daftar ulang 4.

000.70 - .000. Jasa penyediaan pramuwisata: a) baru b) daftar ulang 6.000.000. Jasa informasi pariwisata: a) baru b) daftar ulang 10.500.000.00 Rp 0. Jasa cabang biro perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 3.00/tahun .000. Jasa agen perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 4.000. Jasa gerai jual perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 5.00/tahun Rp 3.00 Rp 0.2.000.00/tahun Rp 1. perjalanan insentif dan pameran: a) baru b) daftar ulang 7. Jasa impresariat: a) baru b) daftar ulang 8.00 Rp 0.00/tahun Rp 5.500.000.00 Rp 0.000.00 Rp 0.00/tahun Rp 1.000. Jasa fasilitas teater: a) baru b) daftar ulang 12.000.000.00 Rp 0.00/tahun Rp 1. Jasa penyelenggaraan konvensi.00/tahun Rp 1.000. Jasa konsultasi pariwisata: a) baru b) daftar ulang 9.00 Rp 0.00/tahun Rp 1.00 Rp 0.00 Rp 0.00 Rp0.500.00 Rp 0. Jasa manajemen hotel: a) baru b) daftar ulang 11.00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 1.000.500.00/tahun Rp 2.000.500. Jasa fasilitas konvensi dan pameran: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang Rp 2.00/tahun Rp 5.000.00 Rp 0.000.000.

Izin usaha rekreasi dan hiburan 1.00/tahun Rp 5.000.71 - .13. Klab malam: a) baru b) daftar ulang 2.000.000.00/tahun Rp 5. Diskotik: a) baru b) daftar ulang 3.00 Rp 0.00 Rp 0.00/tahun Rp 3.00 Rp 0.00 Rp0. Spa: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang Rp 3.000.000.00/tahun Rp 3.00 Rp 0.00 Rp 0.000. Karaoke: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang 5.000.00 Rp 0.00/tahun Rp 5.000.00 Rp 0. Musik hidup: a) baru b) daftar ulang 4.000.000. Mandi uap: a) baru b) daftar ulang 6.00/tahun Rp 3.00 Rp 0.000.00/tahun Rp 2.000.00/tahun Rp 5.000.000.00 Rp0.000. Jasa ruang pertemuan eksekutif: a) baru b) daftar ulang j.000.00/tahun Rp 5.000.000.00/tahun Rp 5.000.000.00 Rp 0.000.00/tahun .000. Griya pijat: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang 7.

00/tahun Rp 500.000.00 Rp 0.000.000.000.000.00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 7.00/tahun Rp 3.00 Rp 0.500.00 Rp 0. Seluncur: a) baru b) daftar ulang 12.000.00/tahun Rp 1.000.000.00 Rp 0.00/tahun 9.00/tahun Rp 2.00 Rp 0.000.00/tahun .00 Rp 0.000.000.000. Permainan ketangkasan manual/mekanik/elektronik: a) klasifikasi A (jumlah mesin 50 keatas): 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B (jumlah mesin 20 sampai dengan 49): 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C (jumlah mesin sampai dengan 19): 1) baru 2) daftar ulang 13.8. Bioskop untuk per layar: a) Bioskop klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) Bioskop klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) Bioskop klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang Rp 250.500.00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 10.000.000.000.000.00 Rp 0.72 Rp 3. Bola gelinding: a) baru b) daftar ulang 10.00 Rp 0.000.000.00/tahun Rp 2.000.00 Rp 0. Bola sodok: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang 11.00 Rp 0.00/tahun Rp 5. Pusat olah raga dan kesegaran jasmani: a) baru b) daftar ulang .00 Rp 0.00 Rp 0.000.

00/tahun Rp 1.00/tahun Rp 500. Izin usaha kawasan pariwisata: 1.00/tahun Rp 30.00 Rp 250.000.00 Rp0.00 Rp 0.00 Rp0. Taman Margasatwa: a) baru b) daftar ulang 20. Kolam pemancingan: a) baru b) daftar ulang 21. Pagelaran kesenian: a) baru b) daftar ulang 22.00 Rp 0.00 Rp 0.00/tahun Rp 15.000.00 Rp 0.000.14.000.00 Rp0.000.000.000.000.73 - .00 Rp0. Pertunjukan temporer: a) dengan menggunakan harga tanda masuk b) tanpa menggunakan harga tanda masuk k.000.00/tahun Rp 20.000. Arena latihan golf: a) baru b) daftar ulang 16.00/tahun Rp 1. Padang golf: a) kelas A (36 hole): 1) baru 2) daftar ulang b) kelas B (18 hole): 1) baru 2) daftar ulang c) kelas C (9 hole): 1) baru 2) daftar ulang 15.000.00/tahun Rp 1.000.000.00/tahun Rp 10.00/tahun Rp 300.00 Rp 0.00 Rp 0.00 Rp 0.00 Rp 500. Taman rekreasi: a) baru b) daftar ulang 19. Pangkas rambut: a) baru b) daftar ulang 17.000.000. baru 2.00/tahun Rp 250.000.000. daftar ulang Rp 5.000.00/tahun .000.000.000. Gelanggang renang: a) baru b) daftar ulang 18.

izin penggalian/pengurugan dan pengangkutan tanah. b. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Ketenagalistrikan.74 - . izin pengusahaan minyak dan gas bumi. pemanfaatan air bersih. g. pemanfaatan ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. e. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. c. Nama dan Subjek Pasal 52 (1) Pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. f. Paragraf 2 Objek . h. izin pemboran dan pemanfaatan air bawah tanah. d. .Bagian Kelima Pertambangan dan Energi Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 51 (1) Pelayanan pertambangan terdiri dari: a. izin ketenagalistrikan. izin pertambangan umum. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan dan memerlukan pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan pengangkutan Tanah. penggantian biaya cetak peta. Golongan. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pertambangan Umum. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi.

75 - . (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Penggantian Biaya Cetak Peta.(6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. (8) Subjek Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf h. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. (2) Subjek Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b. (5) Subjek Retribusi Izin Pemboran Dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf e. (4) Subjek Retribusi Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf d. (3) Subjek Retribusi Izin Pertambangan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf c. . (6) Subjek Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf f. Pasal 53 (1) Subjek Retribusi Izin Ketenagalistrikan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a. (7) Subjek Retribusi Pemanfaatan Air Bersih adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf g. (9) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (8) adalah Wajib Retribusi. (9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu.

resiko dan kualitas air. ayat (5) diukur berdasarkan volume. resiko dan waktu.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 54 (1) Tingkat penggunaan Jasa Izin Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) diukur berdasarkan kapasitas. resiko dan waktu. biaya konservasi dan penertiban serta kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (8) Tingkat penggunaan jasa Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (9) diukur berdasarkan jenis. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. jenis pemanfaatan. luas area dan waktu. biaya pengumpulan dan pemutakhiran data. (6) Tingkat penggunaan Jasa Pengantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (7) diukur berdasarkan skala. (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Pertambangan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) diukur berdasarkan lokasi. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. volume. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) diukur berdasarkan volume. biaya analisa laboratorium. biaya pemeriksaan/pengecekan. lokasi. (4) Tingkat penggunaan Jasa Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. (5) Tingkat penggunaan Jasa Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dimaksud dalam Pasal 52 ayat (6) diukur berdasarkan kedalaman pemboran. volume. teknis pencetakan dan jumlah. jenis pemanfaatan air bawah tanah. jenis bahan tambang. resiko dan waktu. kapasitas dan waktu. biaya penyediaan peralatan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 55 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. resiko. biaya segel dan biaya penertiban. resiko dan waktu. jenis. (7) Tingkat penggunaan Jasa Pemanfaatan Air Bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (8) diukur berdasarkan volume. biaya laboratorium. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. ukuran. biaya pemeriksaan. .76 - . biaya sosialisasi.

00/5tahun Rp1. biaya sosialisasi.00/5tahun Rp2. biaya meter air. biaya pemeriksaan kualitas air. tanda daftar penyediaan tenaga listrik . biaya konservasi dan penertiban. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (7) adalah dengan memperhatikan skala. biaya konservasi. biaya operasional/pemeliharaan. biaya analisa laboratorium. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya penertiban kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pemeriksaan. biaya segel. perpanjangan izin usaha penyediaan tenaga listrik 3.00/5tahun Rp250. biaya pengumpulan/pengolahan dan analisa data hidrogeologi. (8) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan.000. biaya analisa air. ukuran. biaya konservasi dan penertiban kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pemeriksaan. biaya pengujian. biaya pemeriksaan. biaya pemutakhiran data. biaya pengumpulan/pengolahan dan analisa data. jenis. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemanfaatan Air Bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya operator. biaya penertiban. biaya peralatan. teknis pencetakan dan jumlah peta. biaya sosialisasi. biaya sosialisasi. biaya sosialisasi.000. perpanjangan izin operasional penyediaan tenaga listrik 5.500.00/5tahun Rp500. biaya peralatan. biaya pemeriksaan/uji laik. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Pasal 56 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pengusahaan Miyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. Izin ketenagalistrikan: 1. biaya operator. izin usaha penyediaan tenaga listrik 2. izin operasional penyediaan tenaga listrik 4. biaya operasional/pemeliharaan. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pengumpulan.500. biaya koordinasi. biaya sosialisasi.77 Rp0.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pertambangan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya penyusutan. biaya penyusutan.000.000. pengolahan dan analisa data.00/5tahun . (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya bahan bakar.

000. pengesahan penanggung jawab teknik Rp0.000. izin pengolahan dan pemurnian 8. izin eksplorasi 4. izin pengumpulan dan penyaluran minyak pelumas bekas 8.000.000.00/10tahun Rp50.00/5tahun 10.00/10tahun Rp2.78 Rp500.000. izin eksploitasi 6.000.00/tahun Rp500.00/5tahun Rp5. Izin pengusahaan minyak dan gas bumi: 1.000. izin penyelidikan umum 2. izin pengusahaan SPBU 2.000.00/5tahun Rp7.00/5tahun Rp2.00/5tahun Rp2.000.6. perpanjangan tanda daftar penyediaan tenaga listrik 7.000.00/10tahun Rp500. izin pengusahaan depo lokal 4. perpanjangan izin eksplorasi 5.00/5tahun .000.00/5tahun Rp500. izin penjualan dan/penampungan 12.000.000.00/tahun Rp2.000.00/5tahun Rp1.500. Izin penggalian/pengurugan dan pengangkutan tanah c.00/5tahun Rp1.00/tahun Rp1. perpanjangan izin pengusahaan depo lokal 5.000.000. izin pengangkutan 10.00/10tahun Rp1.00/tahun Rp1.500.00/5tahun Rp100.000.000.000.000.000.00/5tahun Rp500. izin pengusahaan minyak tanah: a) pangkalan b) agen 6.00/5tahun Rp250.000.000. b. perpanjangan izin eksploitasi 7. perpanjangan izin penjualan dan/penampungan Rp1.000.00/10tahun Rp1. perpanjangan izin penyelidikan umum 3.000.000. perpanjangan izin pengumpulan dan penyaluran minyak pelumas bekas 9.00/10tahun Rp250.00/5tahun Rp1. atas keterlambatan perpanjangan izin pertambangan umum dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi perpanjangan izin.000. perpanjangan izin pengusahaan SPBU 3.500.00/10tahun Rp1. atas keterlambatan perpanjangan izin ketenagalistrikan dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi perpanjangan izin.000. izin usaha penunjang tenaga listrik 8. perpanjangan izin pengangkutan 11.000.000.000. d. perpanjangan izin usaha penunjang tenaga listrik 9.000.00/5tahun Rp10.000.000.000. Izin pertambangan umum: 1.00/5tahun Rp10.000. izin pemasaran bahan bakar khusus .00/10tahun Rp100.000.000.500. perpanjangan izin pengusahaan minyak tanah: a) pangkalan b) agen 7.000.000. perpanjangan izin pengolahan dan pemurnian 9.00/tahun /lokasi 13.

perpanjangan izin usaha jasa penunjang kegiatan migas Rp1.000. Izin pemboran air bawah tanah: a) instansi pemerintah dan sosial b) non niaga c) niaga kecil d) industri kecil e) niaga besar f) industri besar 2.000.00 Rp1.000.000. perpanjangan izin pengusahaan bahan bakar gas 23.000.500.00/2tahun Rp1.00/2tahun Rp2. perpanjangan rekomendasi penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan migas 15.000.000. non niaga . instansi pemerintah dan sosial b.00 Rp1.000. rekomendasi penggunaan lokasi pendirian kilang 16. izin usaha jasa penunjang kegiatan migas 24.00/5tahun Rp1.00/2tahun Rp2.000.000.000.000. izin pengusahaan bahan bakar gas 22.000.00/2tahun Rp500.000.000. perpanjangan izin pemasaran bahan bakar khusus 11.000. atas keterlambatan perpanjangan izin pengusahaan minyak dan gas bumi dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi perpanjangan izin. perpanjangan rekomendasi penggunaan lokasi pendirian kilang 17.00/3bulan Rp4.000.00/5tahun Rp500. perpanjangan izin pendirian dan penggunaan gudang bahan peledak 21.00/3bulan Rp5. rekomendasi penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan migas 14. Perpanjangan izin pemboran air bawah tanah: a.000.00/2tahun Rp1.000.00/3bulan Rp3.00/3tahun Rp2. perpanjangan izin penggunaan wilayah kuasa penambangan diluar kegiatan migas 19.000.000.000.00/2tahun Rp2.00/2tahun Rp1.00/3bulan Rp00. izin penggunaan wilayah kuasa penambangan diluar kegiatan migas 18.79 Rp00.000.000. izin pendirian dan penggunaan gudang bahan peledak 20. perpanjangan izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan sub sektor migas 13.000.10.000.000.000.000.000. izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan sub sektor migas 12.000.00/3tahun 25. Izin pemboran dan pemanfaatan air bawah tanah: 1.00/3bulan Rp2.000.00/2tahun Rp1.000.000.00/5tahun Rp2.000.00/2tahun Rp500.00/2tahun Rp1.000.000. e.00/3bulan .000.

00/3tahun Rp500.000. pemakaian tempat usaha di lokasi binaan usaha mikro.80 - .00/3tahun Rp100.000.00/liter Rp100.000.000.00/3tahun 6. Usaha Kecil dan Menengah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 57 (1) Pelayanan Usaha Mikro. . industri kecil e.000. Izin perusahaan pemboran air bawah tanah (SIPPAT) (SIPPAT) 7. niaga besar f.000. SIPA bor 5. SIPA pantek b.00/3bulan Rp5.000.000.00/liter Rp500.000 ukuran (50x50) cm g.000/3tahun Rp500. niaga kecil d. Perpanjangan izin perusahaan pemboran air bawah tanah 11.000.000.000.00/3bulan Rp4.500. komersial Rp25. Kecil dan Menengah terdiri dari: a. f. Bagian Keenam Koperasi. Izin pengambilan atau pemanfaatan: a.c.00/3tahun Rp500. Atas kelebihan debit dari yang diizinkan dikenakan denda sebesar 50% (lima puluh persen) dari golongan tarif/m3.00/3bulan Rp100. Pemanfaatan air bersih: 1.000/3tahun Rp100. Izin kartu pengenal instalasi bor 10. SIPA pantek b. Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu besarnya tarif retribusi disesuaikan dengan ketentuan tarif PLN. masyarakat 2. Izin juru bor air bawah tanah 8.00 h.00/3tahun Rp500.000/3tahun Rp500.000. Perpanjangan kartu pengenal instalasi bor Rp2.00/3tahun Rp100.000. industri besar 3.00/3bulan Rp3. Perpanjangan izin pengambilan atau pemanfaatan Air Bawah Tanah: a. Penggantian biaya cetak peta Peta digital skala 1: 50.000.000/3tahun Rp500. SIPA bor 4. Perpanjangan izin juru bor air bawah tanah 9.

Paragraf 2 Objek. intensitas pemakaian lokasi usaha dan jenis lokasi usaha. d. f. Nama dan Subjek Pasal 58 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah wajib Retribusi. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.b. e. pemakaian tempat usaha di lokasi promosi dan pusat perdagangan usaha kecil dan menengah. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 60 Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah di Lokasi Usaha Mikro. pemakaian tempat usaha di lokasi sementara usaha mikro. pemakaian tempat usaha di lokasi usaha pedagang tanaman hias. g. pemakaian sarana produksi/bengkel kerja usaha kecil dan menengah. orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. . pemakaian tempat usaha di lokasi terjadwal usaha mikro. Kecil dan Menengah diukur berdasarkan luas lahan. c. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. h. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1). batu alam. pemakaian tempat usaha di lokasi binaan usaha kecil. Golongan. Pasal 59 (1) Subjek retribusi tempat Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) dan ayat (2). pemakaian tempat usaha di lokasi sarana pujasera usaha kecil dan menengah.81 - .

000.000.000.000. biaya rutin periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Pasal 62 Struktur dan besarnya tarif Retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/hari Rp 3.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Sementara Usaha Mikro: 1) Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2) Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2.00/hari Rp 4.00/hari Rp 9. biaya perawatan/pemeliharaan.Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00/hari Rp 3. biaya penyusutan. dengan orientasi pada kemampuan usaha.00/hari Rp 4.00/hari Rp 5.00/hari Rp 3.000.00/hari Rp 10.00/hari .500.00/hari Rp 2.000. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 61 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di Lokasi Usaha Mikro.00/hari Rp 6.00/hari Rp 9.000.00/hari b. biaya asuransi.000.000.82 - .500.00/hari Rp 10.00/hari Rp 5.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi binaan Pedagang Usaha Mikro: 1) Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2) Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3) Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2. Kecil dan Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000.000.

000.000.00/m2/hari untuk luas yang lebih dari 25 m2.00/hari Rp 14.000.000.000.000.000.000.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Sarana Pujasera Usaha Kecil dan Menengah: 1. Batu Alam. Pemakaian Tempat Usaha di Lokasi Usaha Pedagang Tanaman Hias.00/hari dengan paling luas tempat dagang 25 m2 dikenakan tambahan Rp500.000.00/hari Rp 15. d.3) Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2.00/hari Rp 15.000.00/hari c.000.00/hari Rp 9.000.00/hari Rp 8. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2.00/hari Rp 10.000.000.00/hari/pedagang.00/hari Rp 8.000.00/hari f.00/hari Rp 4.000. dikenakan retribusi sebesar Rp5.000.00/hari Rp 5. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Promosi dan Pusat Perdagangan Usaha Kecil dan Menengah: 1.000.000.83 - . Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 3. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2.00/hari Rp 4.00/hari Rp 5. Pemakaian Tempat Usaha di Lokasi Usaha Terjadwal Usaha Mikro dikenakan retribusi sebesar Rp5.00/hari .00/hari Rp 10.00/hari Rp 12. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 3. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000.000.00/hari Rp 9.00/hari Rp 12.00/hari Rp 6.00/hari Rp 14. e.000.00/hari Rp 3.

e. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000.00/hari Rp 5. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2. Untuk komersial per m2 3. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m2 di Lokasi Binaan Usaha Kecil 1.00/hari Rp 3.00/hari Rp 10. pelayanan kesehatan di rumah sakit umum/khusus milik pemerintah daerah.00 Rp 250.00/hari BAB V BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Bagian Kesatu Kesehatan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 63 (1) Pelayanan kesehatan terdiri dari: a.00/hari Rp 4.000.00/hari Rp 2. Show room/ruang pertemuan perhari/8 jam Rp 175.00/hari Rp 6.00/hari Rp 9. d. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.00/hari Rp 3.000.000. Untuk pelatihan per 10 orang/hari 2.000.000.000.00 h.000.g.000.84 - . . pelayanan mobil ambulance.00 Rp 100. Pemakaian Sarana Produksi/Bengkel Kerja Usaha Kecil dan Menengah: 1. c.000.000. pelayanan kesehatan di puskesmas dan penyediaan fasilitas/peralatan kesehatan dasar lainnya milik daerah. izin sarana/fasilitas kesehatan. b. pelayanan laboratorium kesehatan daerah.500.

(4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a dan huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan.(3) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c dan huruf d dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. dan jenis pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah. (3) Subjek Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf e. Golongan.85 - . . Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 (1) Tingkat penggunaan Jasa Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) diukur berdasarkan jenis pelayanan kesehatan di puskesmas. Nama dan Subjek Pasal 64 (1) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c dan huruf d. Paragraf 2 Objek. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan. Pasal 65 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a dan huruf b. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. jenis pelayanan kesehatan dasar.

biaya operasional dan pemeliharaan. keahlian dan waktu. (3) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) diukur berdasarkan jenis usaha. biaya analisa laboratorium.000. lokasi. pengobatan dan obat-obatan): a) poliklinik pagi b) poliklinik sore c) keur kesehatan d) pelayanan UGD/Puskesmas 24 Jam 2. Pelayanan kesehatan di puskesmas dan penyediaan fasilitas/peralatan kesehatan dasar lainnya milik Pemerintah Daerah.00/orang/kunjungan Rp 5.000. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya pengawasan dan pengendalian.00/orang/kunjungan Rp 10. 1. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan.00/orang/kunjungan Rp 2. fasilitas. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 67 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000.000.(2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) diukur berdasarkan jenis pemeriksaan.00/orang/kunjungan Rp 5. jarak tempuh dan jumlah pemakaian. biaya pembinaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan .00/orang/kunjungan . biaya pemeriksaan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dengan mempertimbangkan harga pasar. Poliklinik rawat jalan semi spesialis atau spesialis yaitu: a) THT. Pasal 68 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 adalah sebagai berikut: a. . biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya pengujian. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah fasilitas/peralatan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya perawatan/pemeliharaan. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya penginapan dan konsumsi.000.86 Rp 5.

k) mata.00/orang/kunjungan Rp 5. m) fisioterapi.000. n) klinik sanitasi.00/orang Rp 50.000.00/orang Rp 100.00/orang/kunjungan Rp 5. l) neurologi. i) konsultasi remaja. o) paru.000.00/orang/kunjungan Rp 3.000.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 50.00/orang/kunjungan Rp 5.000.000. e) kebidanan.000. h) konsultasi usia lanjut.000.000.00/orang .00/orang Rp 250.00/orang Rp 7. p) spesialis 3. d) kulit/kelamin.00/orang Rp 5.000.500.000.000.000.00/orang Rp 100. f) klinik gizi.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 50.000.00/orang Rp 7.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 5.000.000.750.000.000.00/orang Rp 250.000.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 7.00/orang Rp 15.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 5.500.b) anak.00/orang Rp 10. Tindakan khusus di Poliklinik/BP: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 c) Tindakan khusus mata: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 Rp 5.000.000.00/orang Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang Rp 1. Perawatan tindakan khusus: a) Tindakan khusus gigi dan mulut: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 b.000.000.000.000.000. j) akupuntur.000.00/orang Rp 3.00/orang/kunjungan Rp 5.500.87 - . c) penyakit dalam.00/orang Rp 100.000. g) klinik jiwa.000.

000.000.00/orang Rp 200.000.000.00/orang Rp 20.000.000.d) Tindakan khusus keluarga berencana dan KIA: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 e) Tindakan khusus kulit dan kelamin serta akupuntur: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 f) Tindakan khusus kebidanan (rumah bersalin): 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g) Tindakan khusus THT: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 h) Tindakan khusus UGD/Puskesmas 24 Jam: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 4.00/orang Rp 30.00/orang Rp 250.000.500.000.00/orang Rp 5.00/orang .00/orang Rp 100.00/orang Rp 30.00/orang Rp 150.000.000.000.000.00/orang Rp 75.00/orang Rp 7.000.00/orang Rp 5.00/orang Rp 3.000.88 Rp 15.000.000.00/orang Rp 50.00/orang Rp 25.000.00/orang Rp 2.000.000.000.00/orang Rp 25.00/orang Rp 7.000.00/orang Rp 50.500.00/orang Rp 30.00/orang Rp 15.00/orang Rp 20.00/orang Rp 9.000.000.000. Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana: a) labotarium klinik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 8) kelompok 8 b) Radiodiagnostik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 .00/orang Rp 1.000.000.00/orang Rp 25.00/orang Rp 10.00/orang Rp 10.00/orang Rp 9.00/orang Rp 100.000.000.00/orang Rp 35.

00/orang .00/4 parameter Rp 100.00/orang Rp 25.000.000.00/orang Rp 25.000. Rawat inap rumah bersalin a) perawatan 1 (satu) hari: 1) kelas 3 2) kelas 2 3) kelas 1B 4) kelas 1 A (AC) b) pertolongan partus: 1) bidan 2) dokter umum 3) konsul dokter spesialis 4) pertolongan partus oleh dokter Kebidanan c) perawatan ibu: 1) visite dokter umum 2) visite dokter spesialis d) perawatan bayi: 1) perawatan bayi tanpa kelainan 2) perawatan bayi khusus 3) dokter spesialis anak (konsul) e) tindakan rumah persalinan: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 6.000.00/orang Rp 15.00/orang Rp 25.00/orang Rp 10.00/orang Rp 10. Lain-lain pelayanan kesehatan: a) angkutan mobil pusling/1 kali pakai b) pemeriksaan mayat Rp 10.00/contoh Rp 15.00/orang Rp 35.000.000.000.00/orang Rp 10.000.00/orang Rp 20.500.000.00/contoh Rp 10.000.000.89 - .c) Elektromedik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 d) Laboratorium kesling pemeriksaan air: 1) air bersih bakteriologi 2) air bersih kimia 3) air kolam renang 4) air limbah 5.000.00/orang Rp 5.00/orang Rp 15.000.000.00/orang Rp 2.000.000.00/orang Rp 15.000.000.000.00/orang Rp 7.500.000.00/orang Rp 350.00/orang Rp 2.000.00/contoh Rp 25.000.000.00/orang Rp 15.00/orang Rp 15.00/jenazah Rp 30.00/orang Rp 400.00/orang Rp 100.000.

00/orang Rp 50.00/orang Rp 18.000.000.000.00/orang .000.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 150.000.00/orang Rp 200.000.00/orang Rp 40.000.000.000.00/orang Rp 35.000. 5.00/orang Rp 40.00/orang Rp 55.00/orang Rp 8.000.00/orang Rp 85.b.00/orang Rp 25. Perawatan isolasi per hari Perawatan bayi sehat per hari Perawatan bayi sakit per hari Perawatan dengan blue light per hari Pemeriksaan patologi klinik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 q) kelompok 17 r) kelompok 18 .00/orang Rp 50. Perawatan: a) kelas III a per hari b) kelas III b per hari 4.000. Poliklinik spesialis pagi Kamar gawat darurat (IGD): a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 3.000.000.00/orang Rp 300.000.00/orang Rp 35.000.000.00/orang Rp 90.00/orang Rp 135.000.00/orang Rp 12.000.000.000.00/orang Rp 80.000.000.00/orang Rp 15.00/orang Rp 70.000.00/orang Rp 24.00/orang Rp 20.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 35.000. 8.00/orang Rp 75.00/orang Rp 50.00/orang Rp 75.00/orang Rp 115.000.000.00/orang Rp 250.000.00/orang Rp 15.00/orang Rp 100.00/orang Rp 5.000. 2. 6.Pelayanan kesehatan di rumah sakit umum/khusus milik Pemerintah Daerah: 1. 7.00/orang Rp 60.000.000.000.90 Rp 5.000.

250.00/orang Rp 285.000.000.00/orang Rp 50.00/orang Rp 205.000.00/orang Rp 240.000.000.000.000.000.000.00/orang Rp 65.00/orang Rp 26.000.000.00/orang Rp 225.000.00/orang Rp 1.000.000.000.00/orang Rp 150.00/orang Rp 15.00/orang Rp 300.000.00/orang Rp 290.000.00/orang Rp 600.s) kelompok 19 t) kelompok 20 u) kelompok 21 v) kelompok 22 w) kelompok 23 x) kelompok 24 y) kelompok 25 z) kelompok 26 aa) kelompok 27 bb) kelompok 28 cc) kelompok 29 dd) kelompok 30 9.000.000.00/orang Rp 185.00/orang Rp 1.00/orang Rp 275.00/orang Rp 75.000. Pemeriksaan radio diagnostik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 .000.000.00/orang Rp 250.00/orang Rp 35.000.00/orang Rp 465.000.000.00/orang .00/orang Rp 750.00/orang Rp 100.00/orang Rp 270.00/orang Rp 260.91 - Rp 155.000.00/orang Rp 275.000.000.00/orang Rp 110.00/orang Rp 225.000.00/orang Rp 415.000.000.00/orang Rp 250.00/orang Rp 300.000.00/orang Rp 165.00/orang Rp 375.000.00/orang Rp 40.00/orang Rp 210.000.000.000.000.00/orang Rp 510. Patologi anatomi: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 10.

000.00/orang Rp 2.000.00/orang Rp 225.00/orang Rp 100.000.00/orang Rp 60.000.00/orang Rp 5.00/orang Rp 80.000.00/orang Rp 150.000.000.000.00/orang Rp 260.00/orang Rp 40.00/orang Rp 350.00/orang Rp 30.000.000.00/orang Rp 250.00/orang Rp 110.500.00/orang Rp 10.00/orang Rp 350.000.00/orang Rp 175.000.00/orang Rp 200.000.000.000.750.000.000.000.000.000.000.000.000.00/orang Rp 400.00/orang Rp 600.000.000.000. Pemeriksaan elektro medik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 12.00/orang Rp 1.00/orang Rp 20.00/orang Rp 1.00/orang Rp 700.00/orang Rp 70.000.00/orang Rp 300.00/orang Rp 45.000.000.00/orang Rp 800.000.000.00/orang Rp 150.000.000.00/orang Rp 450. Tindakan ringan rumah bersalin/RJ/RI: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 q) kelompok 17 r) kelompok 18 .q) kelompok 17 r) kelompok 18 s) kelompok 19 11.00/orang .00/orang Rp 10.00/orang Rp 15.00/orang Rp 300.00/orang Rp 500.000.000.000.000.00/orang Rp 275.00/orang Rp 200.92 - Rp 1.000.

000.00/orang Rp 850.000.000.200.000.00/orang Rp 600.000.000.000.00/orang .00/orang Rp 100.000.000.00/orang Rp 900.00/orang Rp 1.000. Pelayanan tindakan medik: a) tindakan medik kecil 1 b) tindakan medik kecil 2 c) tindakan medik kecil 3 d) tindakan medik sedang 1 e) tindakan medik sedang 2 f) tindakan medik sedang 3 g) tindakan medik besar 1 h) tindakan medik besar 2 i) tindakan medik besar 3 j) tindakan medik khusus 1 k) tindakan medik khusus 2 l) tindakan medik khusus 3 m) tindakan medik cito 2 kali total tindakan medik 14.000.000.000.00/orang Rp 750.00/orang Rp 1.000.000.000.00/orang Rp 450.000.00/orang Rp 1.000.s) kelompok 19 t) kelompok 20 13.00/orang Rp 25.00/orang Rp 2.00/orang Rp 300. Pelayanan Persalinan Kelas III: a) persalinan normal b) persalinan dengan penyulit 1 c) persalinan dengan penyulit 2 15.000.00/orang Rp 800.00/orang Rp 50.00/orang Rp 800.000.750.00/orang Rp - Rp 250.00/orang Rp 1.00/orang Rp 15.00/orang Rp 350.000.00/orang Rp 300.00/orang Rp 350.000.000.00/orang Rp 1.500.000.00/orang Rp 500.000.000.000. Tindakan gigi dan mulut: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 l) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 .00/orang Rp 1.250.00/orang Rp 400.000.00/orang Rp 400.000.000.00/orang Rp 250.00/orang Rp 500.00/orang Rp 200.000.500.00/orang Rp 500.00/orang Rp 20.000.93 - Rp 450.000.000.00/orang Rp 600.000.

Bedah rawat jalan/ ODC a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 19.00/orang Rp 15.00/orang .000.000.000.000.00/orang Rp 42.000.000.200.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 22.00/jenazah Rp 12.00/jenazah Rp 800.000. Perawatan jenazah: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 18.000.00/orang Rp 25.94 Rp 5.000.000.000. Rehab medik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 17.16.000.000.00/orang/kunjungan Rp 1.000.000. Pelayanan khusus Rumah Sakit Duren Sawit a) Psikiatri dan Napza 1) Tindakan Ringan Rawat Jalan/Rawat Inap Psikiatri/Napza Pendaftaran Family Therapi Group Therapy .000.000.00/orang Rp 38.000. Tindakan medik khusus /kosmetik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 20.00/orang Rp 450.00/orang Rp 1.000.000.000.00/orang Rp 20.00/orang Rp 30.00/jenazah Rp 600.000.800.00/orang Rp 34.00/jenazah Rp 700.00/jenazah Rp 450.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang Rp 2.00/orang Rp 2.00/orang Rp 800.000.000.00/orang Rp 3.00/orang Rp 17.00/orang Rp 15.000.00/orang Rp 4.00/orang Rp 5.000.000.00/jenazah Rp 150.00/jenazah Rp 75.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.000.

000.S/Parafin/HOT PACK Brain Rehab/latihan IQ Toys Terapi / OT .00/orang Rp 45.000.00/orang/kunjungan Rp 20.00/orang/kunjungan Rp 5.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 80.000.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 25.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.S/Berat/E.000.000.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 15.00/orang/kunjungan Rp 30.000.000.00/orang/kunjungan Rp 25.000.000.00/orang/kunjungan Rp 1.000.000.00/orang/kunjungan Rp 25.000.00/orang/kunjungan Rp 15.000.00/orang /paket Rp 5.00/orang Rp 15.95 - Rp 30.00/orang/kunjungan Rp 150.000.00/orang/kunjungan Rp 80.00/orang/kunjungan Rp 45.00/orang/kunjungan Rp 25.000.TAK Surat Kesehatan Jiwa Psikoterapi I Psikoterapi II Psikoterapi III Rehabilitasi Mental Home Visit dalam Wilayah Home Visit luar Wilayah Home Visit luar DKI 2) Tindakan Medik Khusus Detox I Detox II Rehabilitasi narkoba Sleep Laboratorium b) Psikologi Tindakan Ringan Rawat Jalan Psikologi Pendaftaran Family Therapi Group Therapy Surat Kesehatan Jiwa Test Minat Test IQ Test EQ Test Bakat Test Seleksi Pekerjaan Psikoterapi I Psikoterapi II Psikoterapi III c) Rehab medik Pendaftaran Exercise tanpa alat /ringan/Pemeriksaan ADL Exercise dengan 1 alat/Infra red Terapi Inhalasi + Chest Therapy Exercise dengan Static Cycle/sedang Terapi dengan U.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 45.00/orang/kunjungan .000.000.000.500.00/orang /paket Rp 3.00/orang/kunjungan Rp 80.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang /paket Rp 2.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang/kunjungan Rp 30.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 20.000.00/orang /paket Rp 1.000.000.000.

000.96 - Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 30.00/contoh Rp 500.00/orang/kunjungan Rp 30.000. Penggunaan mobil jenazah keluar kota d. Pemeriksaan doping atlet: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 .00/orang/kunjungan Rp 34.000.ringan Pembuatan Alat Bantu c.Ringan Rp 42.000.00/orang/kunjungan Rp 34.500.Terapi Wicara/Behavior/SI Terapi Bin Roh Terapi SWD / E.00/orang/kunjungan Rp 34.00/km Rp100.200. Pelayanan laboratorium kesehatan daerah: 1.000.000.00/contoh Rp 1.00/orang/kunjungan Rp20.500.000.000.00/orang/kunjungan Rp 30.S / Tens / MWD Terapi Inhalasi + Chest Therapy + Infra red Terapi Traksi lumbal/cervical Home Program/Touch therapy Terapi Snozlen/Terapi relaksasi Ketrampilan / Lukis Rehab MTPS dengan lidocain inj Biofeedback Terapi Laser Treadmill exercise Terapi Whirpool Terapi Ken A Terapi 2 alat listrik + Exc.00/orang/kunjungan Rp 34.00/contoh Rp 1. Angkutan orang sakit keluar kota 4.00/orang/kunjungan Rp 34.000.750. Angkutan orang sakit dalam kota satu wilayah 2.00/kali Rp1.000. Penggunaan mobil jenazah dalam kota 5.000.000.00/contoh Rp 700.00/kali Rp2.00/contoh . Pelayanan Mobil Ambulan 1.00/orang/kunjungan Rp 34.00/contoh Rp 450.000.000.000.00/km Rp 300.00/orang/kunjungan Rp 25.000.000.000.00/contoh Rp 1.500.000.000.00/contoh Rp 600.000.000.00/orang/kunjungan Rp 25.000.000.00/orang/kunjungan Tarif Khusus Terapi dg 3 alat listrik + Exc.000.00/orang/kunjungan Rp 34.000.00/kali Rp50.000.000.00/orang/kunjungan Rp 30. Angkutan orang sakit dalam kota lain wilayah 3.00/contoh Rp 350.

00/contoh .00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 120.97 - . Pemeriksaan mutu obat dan makanan: a) mutu obat: Uji Kadar (Kuantitatif) 1) Uji dengan spektropotometri: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji kadar / disolusi: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 b) Mutu makanan: Rp 300.000.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 80.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 210.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 180.000.000.000.00/contoh Rp 30.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 200.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 350.000.000.2.00/contoh Rp 250.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 150.000.000.00/contoh Rp 100.000.000.00/contoh Rp 180.000 .00/contoh Rp 150.000.000.000.000.00/contoh Rp 35.000.000.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 150.000. Penelitian a) Uji kromatografi tanpa preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 b) Uji kromatografi dengan preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 c) Uji spektrophotometer tanpa preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 d) Uji spektrophotometer dengan preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 3.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 40.00/contoh Rp 300.000.000.000.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 250.

00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 30.00/contoh Rp1.000.00/contoh Rp 180.00/contoh Rp 220.00/contoh Rp 150.000.000.000.00/contoh Rp 200.000.000.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp35.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 60.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp1.000.00/contoh Rp 200.000.00/contoh Rp750.000.000.00/contoh Rp40.98 - .00/contoh Rp 50.000.000.00/contoh Rp 120. Pemeriksaan toksikologi cholinesterase: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 1) Uji cemaran residu pestisida organoklorin: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji cemaran residu pestisida organophosfat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp750.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp1.00/contoh Rp 300.zat adiktif (pewarna. pemanis dan pengawet) 1) Uji dengan kromatografi lapis tipis: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji kadar dengan spektrofotometri: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3) Uji dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4) Uji kadar gula total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5) Uji kadar gula sacharosa: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6) Kadar gula pereduksi: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7) Uji kadar air: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4.00/contoh .00/contoh Rp 35.000.00/contoh Rp1.000.250.00/contoh Rp 160.00/contoh Rp 160.000.000.250.000.000.000.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp50.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 45.000.000.000.

00/contoh Rp6.00/contoh Rp 7.000. Suhu: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 12.000.5. Zat padat terlarut (TDS): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 9.00/contoh Rp 15.000.00/contoh Rp 5.500.000.500.000.00/contoh Rp 12.000.99 - .000. Warna: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).000.000.00/contoh Rp 9.000.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp7.00/contoh Rp 9.00/contoh Rp 10. Daya hantar listrik: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp 15. Zat padat tersuspensi (TTS): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).000.000.000. Salinitas: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.00/contoh Rp 6.00/contoh Rp8.00/contoh .00/contoh Rp 12.000.00/contoh Rp 5.000. Kecerahan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4). Zat padat terendapkan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000.00/contoh Rp 7. Pemeriksaan/ analisis kimia air a).00/contoh Rp 5.500. Kekeruhan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp 7.00/contoh Rp 10.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 6.00/contoh Rp 9.500.000.000.00/contoh Rp 12.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 7. Zat padat total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 7.000.000.00/contoh Rp 6. Fisika: 1).

000.000.000. Amonia bebas: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp 59.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 57.00/contoh Rp 72.500.000. Kesadahan calcium: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8). Klorida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 62. Fluorida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).500.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 25.000.000.000.00/contoh Rp 18.00/contoh Rp 20.000.00/contoh Rp 40.000.000.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 62.000.500.00/contoh Rp 62.00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 22.500.00/contoh Rp 57. Kimia: 1). Amonia total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.500. Klorin: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.00/contoh Rp 57.00/contoh Rp 10.000.00/contoh Rp 70.100 - .00/contoh . Nitrat (sebagai N): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).500.00/contoh Rp 22. Kesadahan total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).00/contoh Rp 12.00/contoh Rp 22.000.500.000.500. Nitrit (sebagai N): Rp 30.00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 22.000.00/contoh Rp 35.000. Kesadahan magnesium: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).000.000.b).500. Karbondioksida/ bikarbonat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).500.00/contoh Rp 15.

00/contoh Rp 23.00/contoh Rp 19.00/contoh Rp 120.000.000.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp 65. Sulfida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 c).101 - . BOD (kebutuhan oksigen biologi): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).500.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 70.000.00/contoh Rp 62.00/contoh Rp 20.000.500.500.00/contoh Rp 115.500.000.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 10. Detergent (extract carbon cloroform): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.000.000.000.000.00/contoh Rp 22.00/contoh Rp 70.000. Minyak dan lemak: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 12).00/contoh Rp 5.00/contoh Rp 22. Sulfat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 14).000.000.000. Khusus 1). pH: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 13). DO (oksigen terlarut): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6). COD (kebutuhan oksigen kimiawi): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).500.500. Zat organik (sebagai KMNO4) Rp 17.000.00/contoh Rp 12.000.00/contoh Rp 15.000.00/contoh Rp 6.000.000.000.00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 7.00/contoh .000.000.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 20.00/contoh Rp 70.00/contoh Rp 112.00/contoh Rp 60. Cyanida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.00/contoh Rp 28.000.00/contoh Rp 60.

00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 125. 1 sampai dengan 3 jenis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).000.00/contoh Rp 115.000. Besi a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp 68.00/contoh Rp 100.000.000.00/contoh Rp 62.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 350.500.000.00/contoh Rp 75.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 125.00/contoh .000.000.000.00/contoh Rp 65.000.00/contoh Rp 75.000. Aluminium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.00/contoh Rp 150. Arsen a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000. Barium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.00/contoh Rp 60.000. Phenol a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 125. Cadmium Rp 112.000.00/contoh Rp 125.000.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 125. Boron a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 125. Logam: 1).a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 100.500.00/contoh Rp 100.000.000.00/contoh Rp 120. Senyawa aktif biru metilen (surfaktan) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 d).000.102 - .00/contoh Rp 75.000. Air raksa a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.

00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100.103 - .00/contoh . Natrium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 17).00/contoh Rp 100. Calcium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).000.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125. Mangan a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 16). Kalium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 14).000.000.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 125.000.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 100.000.000.00/contoh Rp 100. Selenium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 Rp 75.000.00/contoh Rp 75.000. Chromium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75. Nikel a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 18).00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 125.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100.000. Magnesium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 15).00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 75. Chromium hexavalent (Cr6+) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 12).00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125.000. Cobalt a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 13).000.

000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 450.00/contoh Rp 125. Mutu air (kimia) 1).00/contoh Rp 400. Air minum/ air kemasan a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp 125. Air buangan (limbah) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).00/contoh Rp 475.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 250.00/contoh Rp 75.000.00 /contoh Rp 100.00/contoh Rp 600. Strontium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 22).00/contoh Rp 200.00/contoh Rp 430.000.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 350.000.000. Air kolam renang a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 550.104 - .000.00/contoh Rp 175.000.00/contoh Rp 100.000.000.000.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 500.000.000.000.00/contoh Rp 390.000.000. Tembaga a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 23).000. Air badan air/ air sungai a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 125.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 100. Air bersih a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh .000.000. Silver a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 21).000.000.000. Seng a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 20).00/contoh Rp 300.000. Timbal a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 e).c)) kelompok 3 19).00/contoh Rp 500.000.000.00/contoh Rp 75.000.

000.00/contoh 2).00/contoh Rp 65.000.000.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 55.000.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 55.000. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 35.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 75. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 500. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.000.00/contoh Rp 65.000.000.00/contoh Rp 55.000.000.00/contoh Rp 35.000.000.000.6).00/contoh Rp 65.000. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3). Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.000.000.000.105 - .00/contoh Rp 65.000.000. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.000.00/contoh 6 Pemeriksaan Napza (Narkotika. Air pemandian umum a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 350.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 55. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8). Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 55.000.00/contoh Rp 35. Skrining (urin) 1). Psikotropika dan Zat adiktif lainnya) a).000.00/contoh Rp 65. Propoxyphene .

00/contoh Rp 350. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).00/contoh Rp 350. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 300.00/contoh b).00/contoh Rp 350.000.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 300. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp 350.a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 55.000.000.000.000.00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 400. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 300.000.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 65. Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 350.000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 300.000.000.00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 350.000. Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4). Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh 2).00/contoh Rp 300.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 350.000.000.00/contoh Rp 300.000.000.106 - .000.000.000. Konfirmasi urin 1).000.00/contoh Rp 300.000.000. Propoxyphene a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 .

Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.000.000.00/contoh Rp 500. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).00/contoh 2).00/contoh Rp 500.000.000.00/contoh Rp 400.000.000.00/contoh Rp 500.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 500.000.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 400.000. Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.000.000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 400.000.00/contoh Rp 350. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 350.00/contoh Rp 400.000. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 400. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3). Nicotine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 c). Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.00/contoh 10).00/contoh Rp 400.000.000.00/contoh Rp 500.c)) kelompok 3 Rp 400.000. Konfirmasi (Darah) 1).107 - .00/contoh Rp 500. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).000.00/contoh Rp 350.000.000.000.000. Propoxyphene .000.00/contoh Rp 350.000.000.

000.000.000.00/contoh Rp 75.000.000.a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp 350.000.00/contoh Rp 120.00/contoh Rp 400. Staphylococcus aureus 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g).00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 400.000.000. Vibrio Sp 1) kelompok 1 2) kelompok 2 .00/contoh Rp 70.00/contoh Rp 60.000.000.000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 150.000.000.00/contoh Rp 70.00/contoh Rp 350.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 150.00/contoh b) MPN Fecal Coliform 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 c).00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 100. Salmonella 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 f). Total Plate Count 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 d).000.00/contoh Rp 40.000.000.00/contoh 10).000.000.00/contoh Rp 400.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 60.000. Coli 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e).00/contoh Rp 500.000.00/contoh Rp 350. Alkohol a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).000.108 - . Nicotine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7 Pemeriksaan mikrobiologi: a) MPN coliform: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Rp 40.00/contoh Rp 120.000.000.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 55.000.

00/contoh h).000. Pewarnaan gram/ zeil nelson 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 8 Pemeriksaan epidemiologi/ penyakit menular: a). Bacillus cereus 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 i).000. TPHA 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e).00/contoh Rp 90.3) kelompok 3 Rp 150.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 50.00/contoh b). Malaria 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g).00/contoh Rp 35.000.00/contoh Rp 75.000.000.000.000.00/contoh Rp 40.000.00/contoh Rp 40.000.00/contoh Rp 75.109 - .000. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Rp 100.000. VDLR 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 f).000.00/contoh Rp 150. BTA Direct 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 .000.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 180.000.00/contoh Rp 50.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 210.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 200.00/contoh Rp 30.00/contoh Rp 30.000.00/contoh Rp 40.00/contoh Rp 35.00/contoh Rp 60.00/contoh Rp 110.000.000. Leptospirosis 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 c).000.000.00/contoh Rp 50.000.000.00/contoh Rp 150.000. HIV/ AIDS 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 d).00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 75.

00 1. RUMAH SAKIT UMUM/KHUSUS 1).00/contoh Rp 110.000. PABRIK OBAT h).500.00 .00/contoh Rp 175.00 2.500.000.000.00 200.00/contoh Rp 50. Retribusi izin sarana/fasilitas kesehatan SARANA JENIS IZIN RETRIBUSI WAKTU 1 FARMASI MAKANAN / MINUMAN: a).00/contoh Rp 50.500.000. KESEHATAN 1.00 500.500.000.000.Utama .00 1.00/contoh Rp 90.h).000.00 750.00/contoh Rp 150.000.000.000.00/contoh Rp 60.00 1. PABRIK ALAT KESEHATAN k). CABANG / SUB PENYALUR ALAT KES.00 2.500.000.000.00 SETIAP ADA PERUBAHAN BERGANTI 300. e).GANTI PEMILIK .GANTI NAMA PERUSAHAAN 1.PINDAH ALAMAT PERUSAHAAN SETIAP ADA PERUBAHAN DIKENAIKAN TARIF RETRIBUSI IZIN g).000.000.110 - .500.000.Utama .Madya .000. Antibodi Basil TB (Tuberculosis) 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Rp 75. IZIN MENDIRIKAN .500.00 IZIN ADA DI DEP.00 Rp Rp Rp 3.000. YANKES SPESIALIS a).00 1.Utama . IZIN SEMENTARA Rp 1.00/contoh Rp 60.500.00 TARIF RETRIBUSI REKOMENDASI 1. INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL d).000.000. Hepatitis B 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e.00/contoh i).00 2.Pratama b).00 DEMIKIAN HALNYA DENGAN REKOMENDASI 1.000.000.000.000. PRAKTEK BERKELOMPOK DR/DRG SPESIALIS 1).500. APOTEK b).PERLUASAN PERUSAHAAN .000. PABRIK KOSMETIK j).00/contoh Rp 200.000.000.00 Rp Rp Rp 3. PABRIK OBAT TRADISIONAL i). SERTIFIKAT PENYULUHAN MAK/MIN f).Pratama 3).000.000.500.Pratama 2).Madya .00 Rp Rp Rp 3.00 2.GANTI PENANGGUNG JAWAB TEKNIS . Widal test/salmonella 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 j). TOKO OBAT c).000. PEDAGANG BESAR FARMASI/BUAHN BAKU FARMASI m).000.000.000.000.000.000.RUMAH TANGGA l).00 SETIAP ADA PERUBAHAN DIKENAIKAN 1.500. Rekomendasi Izin Tetap .000.000.00 1. PABRIK PERBEKALAN KES.00 IZIN KECUALI TOKO OBAT 2 TAHUN .00/contoh Rp 75.500. IZIN SEMENTARA . CABANG PEDAGANG BESAR FARMASI IZIN IZIN IZIN IZIN IZIN IZIN Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.00/contoh Rp 75.000.Madya .00 . USAHA PENYALUR ALAT KESEHATAN REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3.500. Hepatitis A 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 k).500.000.

TANDA DAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL IZIN IZIN IZIN IZIN SERTIFIKAT SERTIFIKAT SERTIFIKAT SERTIFIKAT SERTIFIKAT Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.00 150.00 150.000. TYPE A 5.00 500.00 Rp 250.00 750. SIPTM /SPTP b). LAIK SEHAT HOTEL b).00 50. YANKES DASAR: a).00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30.000. TYPE C 3).00 50.00 750. MOBILE KLINIK i).500.000.00 50.00 100.000. IZIN MENDIRIKAN 2). PRAKTEK FISIOTERAPI f). PRAKTEK PERAWAT & PERAWAT GIGI d).000. KLINIK FISIOTERAPI 1).000.000.00 250.00 150.00 100. SURAT IZIN KERJA ASISTEN APOTEKER h). TYPE B 4).00 300.00 Pasal 69 (1) Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian kelompok sebagaimana dimaksud pada Pasal 68 diatur dengan Peraturan Gubernur.00 1.000. IZIN TETAP f).000. AHLI KECANTIKAN j).00 100. PRAKTEK Dr.000.000.00 500.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 500.000.000.00 100. SUMBER DAYA MANUSIA a). II dan VIP diatur dengan Peraturan Gubernur atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.000.00 100.00 250. PENYEHATAN MAKANAN RESTORAN c).00 500. .000.00 300. PANTI PENGOBATAN TRADISIONAL b).000.00 150.UMUM /GIGI 1).00 150. RODENT CONTROL 3).000.000.00 50. INSECT CONTROL 2).000. KLINIK IMUNISASI 4. FUMIGASI e).00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 300.000.000.00 150. KLINIK GIZI j). IZIN MENDIRIKAN 2). KESEHATAN MASYARAKAT: a). IZIN MENDIRIKAN 2). MEDICAL CHECK UP f).000. AKUPUNKTUR i). PRAKTEK BERKELOMPOK DR/DRG UMUM c).00 500. YANKES TRADISIONAL: a).00 1.SPESIALIS e).000.000.000. BALAI KESEHATAN MASYARAKAT g). TERMITE CONTROL 4).000.000. IZIN TETAP 3.000. LABORATORIUM KLINIK SWASTA 1).00 150. DEPO AIR MINUM f).00 200. PRAKTEK Dr.000. PES CONTROL: 1).00 150.000.00 100.00 Rp Rp Rp Rp 100.111 - . PRAKTEK BIDAN c).000.00 300.000. KLINIK REHABILITASI NAPZA 1).00 400. IZIN TETAP e). RUMAH BERSALIN d).000.00 500. PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT 6. IZIN SEMENTARA 3).000.000.00 50.000.000. BALAI PENGOBATAN UMUM / GIGI b). BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK h).500. (2) Ketentuan mengenai tarif layanan Rumah Sakit Umum Daerah kelas I.00 50.SPESIALIS/Drg.000.00 700.000.000. REFRAKSI OPTISIEN g). SALON KECANTIKAN 1). IZIN TETAP d).000. KLINIK HEMODIALISA 1).000. IZIN TETAP c). TYPE D 2).000.000. IZIN SEMENTARA 2). OPTIK e).000. PENYEHATAN MAKANAN JASA BOGA d).2).000. IZIN SEMENTARA 2).00 750.00 50.

tempat untuk rekreasi. areal taman medan merdeka dan taman monumen soekarno-hatta proklamator kemerdekaan ri untuk kegiatan perlombaan. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kebudayaan dan permuseuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian ruang serba guna museum. Pemakaian Gedung Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk pertunjukan kesenian. c. e. b. d. Paragraf 2 Objek. pemakaian plaza ruangan dan taman museum. Pasal 72 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a. g.112 - . rekaman dan sejenisnya. pemakaian plaza taman. (3) Untuk mendapatkan Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. jalan silang monumen nasional. Nama dan Subjek Pasal 71 (1) Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi. pemakaian teropong di pelataran puncak monumen nasional. sarasehan. .Bagian Kedua Kebudayaan dan Permuseuman Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 70 (1) Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman terdiri dari: a. Golongan. f. acara ritual dan sejenisnya. pemakaian lokasi untuk shooting film.

00/orang Rp600.000.113 - . biaya perawatan/pemiliharaan. (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. biaya penyusutan dan biaya pembinaan.00/orang f) rombongan anak-anak/pelajar minimal 20 org Rp500.000. biaya pengadaan.(2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g.500. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 73 (1) Tingkat penggunaan Jasa Tempat Rekreasi Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) diukur berdasarkan frekuensi masuk. jenis pemakaian dan jumlah orang. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. Museum : a) dewasa / umum c) mahasiswa d) rombongan mahasiswa minimal 20 orang e) anak-anak pelajar Rp2. (2) Prinsip penetapan Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (3) adalah untuk memperoleh keuntungan yang layak dengan mempertimbangkan biaya administrasi. biaya perawatan/pemiliharaan dan biaya pembinaan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 74 (1) Prinsip penetapan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) adalah untuk memperoleh keuntungan yang layak dengan mempertimbangkan biaya administrasi. Pasal 75 Struktur dan besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/orang b) rombongan dewasa paling rendah 20 orang Rp1. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. waktu. Tempat untuk rekreasi: 1. jenis pemanfaatan dan pemakaian.00/orang Rp1.00/orang Rp750. biaya pengadaan. luas.00/orang .

00/hari Rp250.2. Pemakaian Teropong di pelataran puncak Rp1.000. Pelataran Cawan Monumen Nasional: a) Dewasa/umum (17 th keatas) b) Mahasiswa/Anak-anak Pelajar c) Rombongan Tamu Negara/Pemerintah Rp2.5menit 3.000.00/hari/lokasi Rp1.00/hari Rp25.000.00/orang Rp0.00/orang Rp3. Pelataran Puncak Monumen Nasional: a) Dewasa/umum (17 tahun keatas) b) Mahasiswa/Anak-anak Pelajar c) Rombongan Tamu Negara/Pemerintah Rp7. Gedung Teater Kecil 2.00/hari/lokasi g.000.000.000. . Jalan Silang Monumen Nasional. Luas 10.000 m2 4.001 sampai dengan 5. pameran. 3.000.00/hari Rp250.000. Luas lebih dari 25.00/hari 3.000.000.500.001 sampai dengan 10. perlombaan dan sarasehan d.00/unit/1.000.00/hari Rp2. Luas 1.00/orang d) Rombongan dengan jumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang diberikan Keringanan 25 % (dua puluh lima persen). pemotretan untuk iklan.500.00/hari/lokasi Rp750. Gedung Teater Besar Rp2.500. Pemakaian ruang serbaguna e. bazar a) taman b) plaza ruangan 2. Areal Taman Medan Merdeka dan Taman Monumen Soekarno-Hatta Proklamator Kemerdekaan RI untuk kegiatan perlombaan.00/hari Rp150.00/hari/lokasi Rp1.000 m2 5.000.00/orang d) Rombongan dengan Jumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang diberikan Keringanan 25% (dua puluh lima persen).001 sampai dengan 25. diberikan keringanan tarif sebesar 50 % (lima puluh persen). Pemakaian plaza ruangan dan taman untuk: 1.000. sarasehan.00/hari/lokasi Rp900.000 m2 2.00/hari f. 4.000.000.000 m2 Rp350. b. promosi dan pameran Rp350.00/hari Rp250.114 - . Pemakaian lokasi untuk shooting film. rekaman dan sejenisnya c. Luas 5.000. acara ritual dan sejenisnya: 1.500. Untuk kegiatan pertunjukan kesenian yang mendapat rekomendasi dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Pemerintah Daerah dibebaskan dari tarif pelayanan . Pemakaian Gedung Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk pertunjukkan kesenian: 1.000.500.000 m2 3. Untuk kegiatan pertunjukan kesenian yang bersifat sosial dan mendapat rekomendasi dari pejabat instansi terkait. Pemakaian Plaza Taman.000.00/orang Rp1.00/orang Rp0. Luas sampai dengan 1.

Golongan.115 - . Nama dan Subjek Pasal 77 (1) Pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Paragraf 2 Objek. b) pertunjukan multimedia. (2) Setiap orang pribadi atau rombongan yang memerlukan pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. jenis pertunjukkan dan jumlah orang.Bagian Ketiga Pendidikan Menengah dan Tinggi (Planetarium dan Observatorium) Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 76 (1) Pelayanan Planetarium dan Observatorium terdiri dari: a) pertunjukan planetarium dan observatorium. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau rombongan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Paragraf 3 Cara mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 79 Tingkat penggunaan jasa tempat rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 diukur berdasarkan frekuensi masuk. . Pasal 78 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas planetarium dan observatorium adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1).

angsuran bunga pinjaman. . biaya penyusutan.000. pemakaian kolam renang. Pasal 81 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 76 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000.500.00/100 orang Rp2. umum a) dewasa b) anak-anak /pelajar 2.rombongan (paling sedikit 100 orang): a) pelajar b) bukan pelajar dan mahasiswa Rp100.00/orang Rp3. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 80 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa tempat rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/orang Rp5.00/orang Rp3.00/orang Rp7.00/orang Bagian Keempat Olah Raga Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 82 (1) Pelayanan keolahragaan terdiri dari: a.000.Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya perawatan/pemeliharaan.00/orang Rp1.000.116 - .500. rombongan (paling sedikit 100 orang): a) pelajar/mahasiswa b) bukan pelajar dan mahasiswa b.000. umum a) dewasa b) anak-anak /pelajar 2. biaya asuransi. Pertunjukan planetarium dan observatorium: 1. pemakaian gedung olah raga. b.00/100 orang Rp150. Pertunjukan multimedia 1.500. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.

(4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf i dipungut retribusi Perizinan tertentu dengan nama Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga. pemakaian lokasi tempat usaha pada fasilitas olah raga. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3). pemakaian gedung olah raga dan gelanggang remaja di luar kegiatan olah raga. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Nama dan Subjek Pasal 83 (1) Pelayanan Keolahragaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. i.117 - . e. (3) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4). (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf e sampai dengan huruf h dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. f. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf d dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga. pemakaian peralatan gedung olah raga dan gelanggang remaja. d. h. Paragraf 2 Objek. (3) Untuk mendapatkan pelayanan keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. izin operasional fasilitas olah raga. Golongan. pemakaian wisma atlet. Pasal 84 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2).c. pemakaian stadion olah raga. pemakaian lapangan olah raga terbuka. g. .

biaya penyusutan. jenis olah raga dan jenis organisasi. jenis. biaya pengukuran.118 - . biaya perawatan/pemeliharaan. biaya asuransi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 86 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 85 (1) Tingkat penggunaan Jasa Tempat Rekreasi dan Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) diukur berdasarkan frekuensi masuk. biaya perawatan/pemeliharaan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) diukur berdasarkan penggunaan luas ruangan. Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah sebagai berikut: a. gangguan dan jenis usaha. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. dan waktu pemakaian. Pemakaian kolam renang: 1. lokasi. luas areal. angsuran bunga pinjaman biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa dalam rangka pembinaan dan prestasi olah raga serta berusaha untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya pengecekan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. perorangan: . (3) Tingkat penggunaan Jasa Izin Operasional Fasilitas Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4) diukur berdasarkan waktu. biaya pemeriksaan. biaya asuransi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. jumlah orang. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.

Pemakaian gedung olahraga (GOR): 1.000. langganan perorangan (delapan kali sebulan) 7. kegiatan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan b. Tenis meja: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan .00/orang/1.000.000.00/lapangan/2 jam Rp3.00/lapangan/2 jam Rp8.00/orang Rp2.00/orang Rp5.000.00/rombongan/2 jam Rp200.00/meja/2 jam Rp3.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp3.000. rombongan PRSI (induk organisasi olah raga) untuk latihan empat kali sebulan 5 untuk pertandingan 6.000.00/meja/2 jam Rp4.000.000.00/2 jam Rp4.000.a) hari biasa b) hari libur c) malam hari 2.1/2 jam Rp30.000.000. rombongan instansi/kantor/umum empat kali sebulan paling sedikit 20 (dua puluh) orang 4. Bulu tangkis/sepak takraw: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 2. rombongan sekolah dan perguruan tinggi empat kali sebulan.00/lapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp5. setiap rombongan paling sedikit 20 (dua puluh) orang 3.00/meja/2 jam Rp8.000.00/lapangan/2 jam Rp10.00/meja/2 jam .000.00/orang/1.000.000.500.1/2 jam Rp20.119 - Rp1.00/meja/2 jam Rp2.00/orang/1.1/2 jam Rp4.000.00/orang Rp2.000.000.000.00/meja/2 jam Rp4.000.00/6 jam Rp10.000.

000.000.00/meja/2 jam .00/lapangan/2 jam Rp6.000.000.00/2 jam Rp5.000.00/lapangan/2 jam Rp10.000.00/lapangan/2 jam Rp4.000.00/lapangan/2 jam Rp8.00/lapangan/2 jam Rp6.00/lapangan/2 jam Rp9.00/ 2 jam Rp30.000.00/lapangan/2 jam Rp7.000.000.000.000.000.d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 3.000. Bola basket/futsal: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 5.000.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/lapangan/2 jam Rp10. Senam: a) induk organisasi olah raga: paling banyak 20 (dua puluh) orang 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: paling banyak 20 (dua puluh) orang 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: paling banyak 20 (dua puluh) orang .00/lapangan/2 jam Rp12.00/lapangan/2 jam Rp5.000.120 Rp3.00/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp5.00/ 2 jam Rp8. Bola voli: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 4.000.000.00/lapangan/2 jam Rp11.00/lapangan/2 jam Rp20.

000.00/ 2 jam Rp3.000.000.00/2 jam Rp7.000.000.00/2 jam/orang Rp5.000.00/2 jam Rp10.00/6 jam Rp200.000.00/2 jam .00/2 jam Rp6.000.00/2 jam Rp30.000.00/2 jam/orang Rp5.00/2 jam/orang Rp5.00/2 jam Rp6.00/hari Rp40.00/2 jam Rp10.00/ 2 jam Rp8. Karate.121 - Rp5.000.000.00/hari Rp150.00/6 jam Rp100.000.00/hari Rp10.000. Lapangan menembak: a) smallbore/free pistol b) centre fire pistol c) rapid fire pistol d) big bore e) clay pigeon untuk: 1) 1 orang 2) 2 orang .1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) penggunaan piano dan alat-alat senam e) pemakaian oleh sanggar senam f) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 6.00/2 jam Rp5.00/2 jam Rp7.00/1 kali Rp10.00/2 jam/orang Rp5. pencak silat dan bela diri lainnya: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 7.000.00/2 jam Rp15.000.000.00/2 jam Rp40.00/2 jam Rp10.000.000.000.000.000.000. Pemakaian prasarana olah raga air: a) tempat berlabuh: 1) speed boat tujuh meter ke atas 2) speed boat tujuh meter ke bawah 3) sewa dok/galangan b) gedung induk c) plaza gedung induk d) pembuatan film e) peluncuran speed boat f) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 8.000.00/hari Rp30.000.000.000.00/2 jam Rp5. judo.

000.122 Rp40.000.000.00/2 jam 8 (delapan) kali sebulan tiap-tiap jenis kegiatan Rp25.00/6 jam Rp5. Catur: a) untuk 10 (sepuluh) meja paling lama 4 jam: 1) untuk latihan pagi hari 2) untuk latihan sore hari b) untuk 10 (sepuluh) meja paling lama 10 jam pertandingan c) pertandingan dua regu (persahabatan) d) langganan: 1) latihan pagi hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan 2) latihan sore hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan e) setiap pemakaian AC f) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 10.00/2 jam Rp17.00/2 jam Rp12.00/4 jam Rp10.000.00/4 jam Rp50.00/10 jam Rp20.000.000.500.000.00/4 jam Rp50.000.00/2 jam Rp50.000.00/4 jam Rp40.00/10 jam Rp7.00/6 jam Rp15.000.00/latihan g) rombongan tiap jenis paling banyak 20 (dua puluh) orang h) senapan angin perorangan 9.000.000.000.000.00/10 jam Rp20.000.000. Bridge: a) untuk 10 meja Paling lama 4 jam: 1) untuk latihan pagi hari 2) untuk latihan sore hari b) untuk 10 meja paling lama 10 jam pertandingan c) pertandingan dua regu (persahabatan) d) langganan: 1) latihan pagi hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan 2) latihan sore hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan e) setiap pemakaian AC .000.00/2 jam Rp15.00/4 jam Rp30.00/4 jam Rp30.000.000.00/4 jam Rp50.00/4 jam Rp60.3) 3 orang 4) 4 orang 5) 5 orang 6) 6 orang f) langganan dengan fasilitas lapangan dan sasaran tertentu yang diinginkan maksimal Rp9.00/2 jam .00/4 jam Rp30.000.000.00/4 jam Rp25.

00/lapangan/2 jam Rp20.000.00/lapangan/2 jam Rp100.500.000.000.000.500.00/lapangan/2 jam Rp45. Stadion sepak bola: a) Penggunaan oleh induk organisasi olah raga untuk: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan .000.00/lapangan/2 jam Rp40. Pemakaian stadion olah raga: 1.000.f) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan Rp15.00/lapangan/2 jam Rp65.123 Rp30. Tennis indoor (raibond ice): a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) untuk pertandingan d) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 12.000.00/2 jam Rp32.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp100.00/lapangan/2 jam Rp20.000.00/lapangan/2 jam Rp60.00/lapangan/2 jam Rp20.000.00/2 jam 11.00/lapangan/2 jam Rp22.000.000.00/lapangan/2 jam d) setiap latihan dengan menggunakan lampu .500.00/1.00/lapangan/2 jam Rp22.00/lapangan/2 jam Rp32.00/lapangan/2 jam Rp50.000.5 jam Rp50.500.00/lapangan/2 jam Rp65.00/lapangan/2 jam Rp60. Squash: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan dikenakan biaya tambahan c.00/lapangan/2 jam Rp20.00/lapangan/2 jam Rp40.00/lapangan/2 jam Rp50.00/lapangan/2 jam Rp45.000.000.000.000.

Cendrawasih dan lapangan sepak bola Ragunan: 1.5 jam Rp250.00/2 jam Rp20.00/2 jam .00/1.000. 2.00/2 jam Rp5.00/2 jam Rp5.000.00/2 jam Rp7.124 Rp5.500.000.000. Stadion soft ball/base ball untuk: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari lampu dikenakan biaya tambahan d.00/1.00/2 jam d) setiap pemakaian stadion dengan menggunakan Rp750.00/2 jam Rp50.5 jam Rp75.00/2 jam Rp2.00/2 jam Rp15.00/2 jam Rp1.000.000.00/1.5 jam Rp100.00/jam Rp10.5 jam Rp25.000.000.00/2 jam Rp15.00 d) setiap pemakaian stadion dengan menggunakan Lapangan sepak bola Banteng.00/2 jam Rp15.000.500. Pondok Bambu.00/2 jam Rp5.00/2 jam Rp0.000.000.000.00/2 jam Rp25.00/1.000. lapangan sepak bola: a) induk organisasi olah raga untuk: 1) latihan pagi atau sore . Pemakaian lapangan olah raga terbuka: Kecuali pemakaian lapangan olah raga terbuka: Rp20.000.000.000.00/2 jam Rp25.000.5 jam Rp40.000.00/1.000.3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari lampu dikenakan biaya tambahan e) Stadion sepak bola lebak bulus: 1) Kegiatan olahraga: a)) pagi/sore b)) malam 2) Kegiatan non olahraga.000.000.000.

00/lapangan/2 jam Rp10.000.00/lapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp5. Lapangan tenis: a) lapangan keras (hard court): 1) induk organisasi olah raga untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 2) sekolah/perguruan tinggi untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 3) masyarakat/instansi/umum untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari b) lapangan tenis gravel: 1) induk organisasi olah raga: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 2) sekolah/perguruan tinggi: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 3) masyarakat/instansi/umum: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari .00/lapangan/2 jam Rp15.000.00/lapangan/2 jam .00/lapangan/2 jam Rp10.00/2 jam Rp3.500.000.00/lapangan/2 jam Rp17.00/lapangan/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp12.500.000.500.00/2 jam Rp2.500.000.500.00/lapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp7.000.000.00/lapangan/2 jam Rp5.000.000.00/lapangan/2 jam Rp27.2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi untuk: 1) latihan pagi atau sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum untuk: 1) latihan pagi atau sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 2.00/lapangan/2 jam Rp7.00/2 jam Rp10.000.500.00/lapangan/2 jam Rp5.000.500.000.000.00/lapangan/2 jam Rp7.00/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/2 jam Rp7.500.000.00/2 jam Rp6.125 - Rp10.000.00/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp17.500.00/2 jam Rp20.000.

000.00/lapangan/2 jam Rp7.000.c) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 3.000.000.000.000.000.00/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp5.500.00/lapangan/2 jam Rp2.000.00/lapangan/2 jam Rp7. Lapangan hoki: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 4.00/lapangan/2 jam Rp2.000.00/lapangan/2 jam Rp1.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp4.00/2 jam Rp15.500.000.00/lapangan/2 jam Rp3. Lapangan bola basket: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari .00/2 jam Rp4.000.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp2.00/2 jam Rp20.00/lapangan/2 jam Rp2.00/2 jam Rp5.000.00/2 jam Rp8.000.000. Lapangan bola voli: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 5.000.00/lapangan/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp3.00/2 jam Rp3.00/2 jam Rp2.000.00/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam .000.126 Rp2.00/lapangan/2 jam Rp6.

00/lapangan/2 jam Rp2.000.00/2 jam Rp1.000.000.000.00/2 jam Rp20.00/2 jam Rp15.127 Rp4.00/2 jam Rp50.000.00/2 jam/orang Rp15.000.00/2 jam Rp150.00/2 jam Rp30.000.000.000.00/2 jam/orang Rp25.00/2 jam/orang Rp4.000.00/2 jam/orang Rp2.000.00/2 jam/orang Rp3.000.000.000.00/2 jam Rp3.00/2 jam/orang Rp20.000.00/40 orang/2 jam Rp20.500. Lapangan panahan: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore .000.00/lapangan/2 jam d) setiap kegiatan dengan menggunakan lampu di e) setiap pemakaian dengan menggunakan TARTANT .00/2 jam Rp4.c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 6.000.000.000.00/40 orang/2 jam Rp15.000. Gelanggang balap sepeda: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 7.00/2 jam Rp2.00/2 jam/orang Rp10.00/2 jam Rp1.00/2 jam Rp5. Track atletik: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari kenakan biaya tambahan dikenakan biaya tambahan 8.00/2 jam Rp6.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp7.

Wisma atlet Kebon Jahe a).000.000.000.000.00/Kamar/hari Rp185.00/Kamar/hari Rp25.00/Kamar/hari Rp30.00/2 jam/orang Rp1.000.00/2 jam/orang Rp2. Wisma atlet Bahtera Jaya a).000.000. Wisma atlet Ragunan a). pelajar/mahasiswa b).00/Kamar/hari Rp50.000.00/2 jam/orang Rp5. Pemakaian lokasi tempat usaha pada fasilitas olahraga: 1. umum 4.2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari Rp8.000.00/Kamar/hari Rp50.00/Kamar/hari Rp25.00/m2/tahun Rp75.00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp15.000.00/Kamar/hari Rp30. atlet c). dalam gedung olah raga 2.000.00/Kamar/hari Rp20.00/Kamar/hari Rp30. umum 5.000.00/Kamar/hari Rp20.00/Kamar/hari Rp30.00/2 jam/orang e. pelajar/mahasiswa b).000.00/Kamar/hari Rp50.00/2 jam/orang Rp3.000. atlet c). AC 1) pelajar/mahasiswa 2) atlet 3) umum 2.000.00/2 jam/orang Rp10.00/Kamar/hari Rp25. pelajar/mahasiswa b).000.000.00/m2/tahun . Wisma atlet Bulungan a).000. atlet c).000.00/Kamar/hari Rp50.000.000.000. atlet .00/2 jam/orang Rp2.000. Wisma atlet Rawamangun (AC) a).000.00/2 jam/orang Rp5. di luar gedung olah raga f. Pemakaian wisma atlet 1.128 Rp20.000.000. non AC 1) pelajar/mahasiswa 2) atlet 3) umum b).000. umum 3. pelajar/mahasiswa b).

00/5 jam Rp600.00/Kamar/hari g. gedung teater 2. atlet c).00/5 jam Rp600.00/5 jam Rp20.000. pelajar/mahasiswa b). standar baru Rp250.000.000.000. Pemakaian gedung olahraga dan gelanggang remaja diluar kegiatan olahraga: 1.000.000.000.00/5 jam Rp850.00/5 jam Rp1. gedung catur b).00/5 jam Rp400.000.500. gedung bulu tangkis e).000.c).00/5 jam Rp5. Wisma atlet Cendrawasih (AC) a). Pemakaian gelanggang remaja kecamatan: a).00/5 jam Rp100. Pemakaian peralatan gedung olahraga dan gelanggang remaja: 1.000. gedung serba guna l).000.00/5 jam . Wisma atlet Radin Inten (AC) a).000. kolam renang j) .000.00/5 jam Rp850. standar lama b). gedung auditorium k).000.00/5 jam Rp500. umum Rp50.000.000.00/5 jam Rp500. gedung olahraga dan gelanggang remaja h).00/5 jam Rp600.000. gedung tenis meja d).00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp20. gedung bridge c).129 Rp75.00/5 jam Rp400. gedung bela diri g).00/5 jam 3. umum 7.00/Kamar/hari Rp50.000.000.000. h.000.00/5 jam Rp7. Setiap pemakaian oleh induk organisasi olahraga/sekolah/perguruan tinggi diberikan keringanan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen).00/5 jam Rp2. Peralatan gedung olahraga dan gelanggang remaja: a) satu unit sound system b) satu buah meja panjang c) satu buah panel/sketsel d) panggung auditorium e) satu set tape recorder f) satu set perangkat gamelan g) satu buah meja/lavel .00/Kamar/hari Rp20.00/5 jam Rp400. pelajar/mahasiswa b).000. gedung basket f). Pemakaian gedung olahraga: a).00/Kamar/hari Rp50.000.000.00/5 jam Rp850.00/5 jam Rp600. atlet c). stadion olahraga i). umum 6.000.00/5 jam Rp75.000.00/Kamar/hari Rp30.000.000.

h) satu set sofa i) satu set karpet j) satu buah kursi pernekel/jok

Rp15.000,00/5 jam Rp100.000,00/5 jam Rp1.500,00/5 jam

2. Setiap pemakaian oleh induk organisasi olahraga/sekolah/perguruan tinggi diberikan keringanan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen). i. Izin operasional fasilitas olahraga: 1. kolam renang 2. lapangan tenis terbuka 3. lapangan tenis tertutup 4. lapangan bulu tangkis 5. lapangan sepak bola 6. stadion sepak bola 7. selam 8. jet ski 9. lapangan bola basket/futsal 10. lapangan squash Rp150.000,00/tahun Rp75.000,00/lap/tahun Rp100.000,00/lap/tahun Rp15.000,00/lap/tahun Rp100.000,00/lap/tahun Rp250.000,00/lap/tahun Rp200.000,00/tahun Rp200.000,00/tahun Rp100.000,00/lap/tahun Rp100.000,00/lap/tahun

Bagian Kelima Tenaga Kerja dan Transmigrasi Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 88 (1) Pelayanan Ketenagakerjaan terdiri dari: a. izin pemakaian pesawat; b. izin pemakaian instalasi; c. izin pemakaian mesin; d. izin pemakaian peralatan bejana tekan; e. izin pemakaian bahan kimia berbahaya; f. izin lembaga pelatihan kerja; g. izin lembaga penempatan tenaga kerja dan lembaga bursa kerja khusus; h. izin operasional penyedia dan penyalur pramuwisma; i. izin tempat penampungan tenaga kerja; j. izin mempekerjakan pekerja perempuan malam hari; k. jasa legalisasi pengesahan peraturan perusahaan; l. jasa rekomendasi; m. jasa pendaftaran perjanjian kerja bersama; n. jasa pemakaian fasilitas ketenagakerjaan milik pemerintah daerah. - 130 -

(2) Setiap orang pribadi atau badan yang memerlukan pelayanan ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Perusahaan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. Paragraf 2 Objek, Golongan, Nama dan Subjek Pasal 89 (1) Pelayanan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Mesin. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Lembaga Pelatihan Kerja. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma.

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf i dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. (11) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. - 131 -

(12) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf k dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan. (13) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf l dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). (14) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf m dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. (15) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf n dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah. Pasal 90 (1) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Pesawat ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2). (2) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3). (3) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Mesin ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4). (4) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5). (5) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6). (6) Subjek Retribusi Izin Lembaga Pelatihan Kerja adalah Perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7). (7) Subjek Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8). (8) Subjek Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9). (9) Subjek Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10). (10) Subjek Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari adalah Perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11). - 132 -

(11) Subjek retribusi Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12). (12) Subjek retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13). (13) Subjek Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14). (14) Subjek retribusi Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15). (15) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (1) sampai dengan ayat (14) adalah Wajib Retribusi.

Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 91 (1) Tingkat penggunaan Izin Perpanjangan Pemakaian Pesawat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) diukur berdasarkan jenis, kapasitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3) diukur berdasarkan daya, jenis, resiko dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Mesin ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) diukur berdasarkan jenis, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) diukur berdasarkan kapasitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6) diukur berdasarkan jumlah dan resiko. Tingkat penggunaan Izin Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah, jenis usaha, kepemilikan dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah dan waktu.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6) (7)

(8)

- 133 -

(9)

Tingkat penggunaan Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10) diukur berdasarkan fasilitas, jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11) diukur berdasarkan jenis pekerjaan, jumlah pekerja, fasilitas dan waktu.

(10)

(11) Tingkat penggunaan Jasa Legalisasi/Pengesahan Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12) diukur berdasarkan jenis usaha, jumlah dan waktu. (12) Tingkat penggunaan Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13) diukur berdasarkan kelayakan, fasilitas dan jenis usaha. (13) Tingkat penggunaan Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14) diukur berdasarkan jenis usaha, jumlah dan waktu. (14) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15) diukur berdasarkan jenis barang, volume, resiko, keahlian dan waktu. Paragraf 4 Prinsip Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 92 (1) Prinsip penetapan tarif Izin Pemakaian Pesawat di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar konstruksi, sertifikat bahan dan perhitungan konstruksi, biaya operasional yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik dan percobaan uap serta biaya pengawasan dan pengendalian . (2) Prinsip penetapan tarif Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar teknis, biaya perhitungan beban, biaya operasional yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik, pengujian alat-alat pengaman, pengujian/pengukuran tahanan sebaran tanah/elektroda dan radius jangkauan penerima serta biaya pengawasan dan pengendalian. (3) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Mesin ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar, perhitungan konstruksi, pemeriksaan fisik mesin dan kamar diesel, pengujian suara/kebisingan dan alat-alat pengaman serta biaya pengawasan dan pengendalian. (4) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan, penelitian gambar teknis, sertifikat bahan, perhitungan konstruksi peralatan, pemeriksaan fisik las-lasan, ketebalan plat, pengujian hidrostatis test dan pengujian alat-alat pengaman serta biaya pengawasan dan pengendalian.

- 134 -

serta biaya pengawasan dan pengendalian. (10) Prinsip penetapan tarif Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. (7) Prinsip penetapan tarif Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8) adalah dengan meperhatikan biaya kunjungan lapangan. koordinasi dengan instansi terkait.00/unit/2 tahun (11) (12) (13) (14) . Pasal 93 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Prinsip penetapan tarif Jasa Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. investasi. serta biaya pengawasan dan pengendalian. Prinsip penetapan tarif Izin Pemakian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15) adalah dengan memperhatikan biaya pemakaian bahan. (9) Prinsip penetapan tarif Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. serta biaya pengawasan dan pengendalian. koordinasi dengan instansi terkait. serta biaya pengawasan dan pengendalian.(5) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian dokumen. koordinasi dengan instansi terkait. volume dan cara penyimpanan serta biaya pengawasan dan pengendalian. (8) Prinsip penetapan tarif Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya biaya kunjungan lapangan. Prinsip penetapan tarif Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14) adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan adminsitrasi dan pembinaan. Prinsip penetapan tarif Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12) adalah dengan memperhatikan biaya pengawasan dan pengendalian.135 Rp0. pemeriksaan fisik barang. Izin pemakaian pesawat: 1) pesawat uap a) sampai dengan 5 Ton . (6) Prinsip penetapan tarif Izin Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. serta biaya pengawasan dan pengendalian. koordinasi dengan instansi terkait. koordinasi dengan instansi terkait. koordinasi dengan instansi terkait. biaya penyusutan serta biaya pengawasan dan pengendalian. serta biaya pengawasan dan pengendalian.

f.00/ton Rp0.000. i.00/unit/5 tahun Rp0.00/unit/tahun pesawat angkat dan angkut pesawat lift instalasi listrik a) b) c) d) e) f) g) sampai dengan 250 KVA 251 sampai dengan 750 KVA 751 sampai dengan 1250 KVA 1251 sampai dengan 2000 KVA 2001 sampai dengan 2500 KVA 2501 sampai dengan 3000 KVA lebih dari 3001 KVA Izin pemakaian instalasi : Rp0.00/unit/5 tahun Rp0. h. Izin lembaga penempatan tenaga kerja dan lembaga bursa kerja khusus. k. Izin pemakaian bahan-bahan kimia berbahaya Izin lembaga pelatihan kerja.001 sampai dengan 1.00/unit/5 tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00 Rp300.00/unit/tahun Rp0. d.00/2 tahun .00/unit/2 tahun Rp150.00/3 tahun Rp200.00/unit/tahun Rp0.00/unit/2 tahun Rp0. Izin pemakaian mesin : motor diesel 1) sampai dengan 25 Liter 2) 26 sampai dengan 100 Liter 3) 1.00/unit/5 tahun Rp0.000.00/2 tahun Rp0.136 - 2) instalasi penyalur petir c. 1) perusahaan A 2) perusahaan B 3) perusahaan C Izin pemakaian peralatan bejana tekan : Jasa legalisasi pengesahan peraturan perusahaan: .00/unit/tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00/2 tahun Rp0.00 Rp0.000.000.500 Liter 4) 1.501 sampai dengan 5. Izin tempat penampungan tenaga kerja Izin mempekerjakan pekerja perempuan malam hari.00/unit/5 tahun Rp0.001 Liter e. j. g.00/2 tahun Rp0.00/unit/2 tahun Rp0. 1) 6 sampai dengan 25 Ton lebih dari 25 Ton forklift tower crane crane dan hoist Rp0.00/unit/5 tahun Rp0.00/unit/tahun Rp0.000 Liter 5) lebih dari 5.b) c) 2) a) b) c) 3) b.00/unit/5 tahun Rp0. Izin operasional penyedia dan penyalur pramuwisma.00/unit/5 tahun Rp25.00 Rp0.

000.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 50.000.000.000.00/contoh Rp 325.000.00/contoh Rp 325.5 j) H2S k) Pb l) Kebisingan m) Getaran 3) Udara emisi a) Ammonia (NH3) b) Gas Chlorin (Cl2) c) Hidrogen Klorida (Hcl) d) Hidrogen Fluorida (HF) e) Nitrogen Oksida (NO2) f) Opasitas g) Partikel h) Sulfur Dioksida (SO2) i) Total Sulfur Tereduksi (H2S) j) Air Raksa (Hg) k) Arsen (As) l) Antimon (Sb) m) Kadmium (Cd) n) Seng (Zn) .000.000.00/2 tahun Rp0.000.000.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 75.000.00/2 tahun Rp0.00/2 tahun Rp0.000. Izin pemakaian fasilitas ketenagakerjaan milik pemerintah daerah.000.000.00/contoh Rp 325.000.000.00/contoh Rp 150.00/2 tahun Rp0.00/contoh Rp 75. Jasa rekomendasi: 1) antar kerja antar daerah 2) antar kerja antar negara Rp0.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 325.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 150.00/paket Rp 75.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 325. balai hygiene perusahaan kesehatan dan keselamatan kerja (Balai Hyperkes dan KK) : 1) Air/limbah cair (fisika dan kimia): a) NH3 b) SO2 c) NO2 d) O3 e) CO f) Total H-C g) Total partikulat h) PM 10 i) PM 2. Jasa pendaftaran perjanjian kerja bersama: 1) perusahaan A 2) perusahaan B 3) perusahaan C n.000.000.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 325.000.00/contoh Rp 325.000.00/contoh Rp 325.137 Rp 325.000.00/contoh Rp 90.l.000.000.000.000.00/contoh Rp 300.00/contoh 2) Udara ambin .00/contoh Rp 325.000.00/2 tahun m.

000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.000.000.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 75.000.000.138 - Rp 325.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 150.o) Timah Hitam (Pb) 4) Fisik lingkungan kerja Fisika: a) kebisingan b) pencahayaan c) iklim kerja d) radiasi sinar UV e) gelombang elektromagnetik f) getaran 5) Udara lingkungan kerja: a) alkohol b) acrylonitril c) acrylic acid d) asam nitrat e) asam sulfida f) asam sulfat g) asam cianida h) asam clorida i) ammonia j) alumunium k) arsen l) asbes m) benzene n) besi o) butadien p) butana q) cobalt r) chromium s) chloroform t) cadmium u) debu carbon v) karbon monoksida w) karbon dioksida x) klorin y) mangan z) merkuri aa) nikel .000.000.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 75.000.000.000.00/contoh .000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 100.000.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 75.000.

tempat rekreasi taman margasatwa ragunan.000.00/contoh Rp 150. .00/orang Rp 40.00/contoh Rp 75.000.000. Golongan. Paragraf 2 Objek.139 - .00/contoh 6) Pemeriksaaan kesehatan kerja a) pemeriksaan kehilangan daya dengar b) pemeriksaan fungsi paru c) pemeriksaan kesehatan umum Rp 40.ab) nitrogen diokasida ac) ozon ad) sulfur dioksida ae) tembaga af) timbal ag) toluene ah) xylene ai) zink. pemakaian fasilitas/sarana taman margasatwa ragunan. Rp 75.000. b. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi .000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.00/orang Bagian Keenam Taman Margasatwa Ragunan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 94 (1) Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan terdiri dari: a.000.000.00/orang Rp 40.00/contoh Rp 75. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a.00/contoh Rp 150. Nama dan Subjek Pasal 95 (1) Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemanfaatan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.000.

dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan. angsuran bunga pinjaman.000. waktu. Pasal 96 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 (1) Tingkat penggunaan jasa tempat rekreasi Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (2) diukur berdasarkan jumlah frekuensi masuk. jumlah orang dan jenis kendaraan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi tempat rekreasi serta fasilitas/sarana Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (3) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya penyusutan.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b. 1. jenis alat dan jumlah orang. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b. biaya asuransi.140 Rp4. anak-anak .00/orang .00/orang Rp3. Untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (3) diukur berdasarkan intensitas pemakaian. Pelayanan masuk tempat rekreasi Taman Margasatwa Ragunan.000. Pasal 99 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. dewasa 2.

00/foto .00/hari Rp10.000. Pemutaran film satwa i.00/hari Rp500. untuk shooting: a) film cerita b) film iklan c) film video dokumentasi d) film video keluarga .00/orang Rp5.00/hari Rp10.00/orang 2.00/orang Rp5.00/hari Rp150. Pemakaian sarana/prasarana Taman Margasatwa Ragunan: c.000.000.000. Hari biasa a) dewasa b) anak-anak 2.000.00/hari Rp100. Penyediaan satwa jinak untuk berfoto Pemakaian lokasi /tempat: 1.00/orang/sekali keliling Rp5.000.00/hari Rp200.141 Rp1. rombongan pelajar/mahasiswa/panti sosial paling sedikit 30 (tiga puluh) orang dikenakan tarif 75% (tujuh puluh lima persen) dari tarif yang berlaku 4. Pemakaian fasilitas Taman Margasatwa Ragunan.000. juru foto b.000.500.00/orang 3.00/orang/sekali keliling Rp1. Hari Minggu/besar a) dewasa b) anak-anak Rp5.00/hari Rp1.00/hari Rp100. untuk berdagang: a) hari minggu/besar b) hari biasa 2. Gedung auditorium g.000. Gedung informasi f.3.00/hari Rp1.000.000.00/hari Rp10.000.000.00/orang/sekali keliling Rp5.000.000.000.000.000.000.00/orang Rp5. Pemakaian kawasan pusat primata untuk menyaksikan gorilla dan primata lainnya: 1.00/hari Rp15. Sound sistem h.500. Panggung e.500.00/hari Rp250. Rombongan pelajar/mahasiswa/panti sosial paling sedikit 30 (tiga puluh) orang dikenakan tarif 75% (tujuh puluh lima persen) dari tarif yang berlaku d.00/judul Rp2.000. Pemakaian tempat penitipan kendaraan: a) mobil b) bus/truk c) sepeda motor d) sepeda a) kuda tunggang b) unta tunggang c) gajah tunggang d) taman satwa anak-anak/pentas Rp5.500. 1.000.000.00/hari Rp2.000. j.00/hari Rp500.00/hari Rp3.

penyediaan sampah). h. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf h. pengangkutan sampah toko dan sejenisnya. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi persampahan/kebersihan. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penyedotan Kakus. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf i. pengangkutan sampah dari lokasi industri dan sejenisnya. Nama dan Subjek Pasal 101 (1) Pelayanan kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. . c. i. pengangkutan sampah dari lokasi pedagang usaha mikro. (3) Untuk mendapatkan pelayanan kebersihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. b.142 - . e. poliklinik dan laboratorium. penyediaan lokasi instalasi pengolahan air buangan (LIPAB). pemakaian toilet berjalan. f. d. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. pengangkutan sampah dari rumah sakit. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan dan memerlukan pelayanan kebersihan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. tempat pembuangan/pemusnahan akhir sampah (TPA g. Paragraf 2 Objek . pengangkutan sampah perumahan/rumah tinggal. penyedotan kakus/tangki septikteng. Golongan.Bagian Ketujuh Kebersihan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 100 (1) Pelayanan kebersihan lingkungan terdiri dari: a.

biaya penampungan sampah. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 104 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya pengumpulan sampah. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya penyedotan. biaya pengadaan dan perawatan.143 - . volume sampah dan jangka waktu pelayanan. (3) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf i. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 103 (1) Tingkat penggunaan Jasa Persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) diukur berdasarkan luas bangunan. biaya pengangkutan sampah. (3) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (4) diukur berdasarkan jumlah toilet dan jangka waktu pemakaian. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya pemusnahan/pengolahan sampah. biaya penyediaan lokasi tempat pembuangan akhir. . (2) Tingkat penggunaan Jasa Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (3) diukur berdasarkan volume penyedotan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya pembuangan/pengolahan. biaya operasional dan perawatan. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 102 (1) Subjek Retribusi Persampahan/Kebersihan adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf g. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Subjek Retribusi Penyedotan Kakus adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf h.

00 g. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. luas bangunan 301 m2 keatas b.00 Rp0.00/m3 Rp5.000. taman hiburan/ rekreasi. bioskop. pusat pertokoan/plaza.000. besar (volume sampah lebih dari 0.00 Rp0.76 m3/bulan) Rp15. bola sodok. panti pijat. luas bangunan 151 m2 sampai dengan 250 m2 4.50 m3/bulan) Rp10. warung makan. luas bangunan sampai dengan 70 m2 2.000. Penyediaan tempat pembuangan/pemusnahan akhir Sampah (TPA sampah).000.00 Rp0.000.00/m3 Rp0.00 m3 Rp10. biaya asuransi. pasar swalayan. 1.000. apotik. bengkel. luas bangunan 251 m2 sampai dengan 300 m2 5. Pasal 105 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya perawatan/ pemeliharaan. Pengangkutan sampah toko.000.00/m3 f. perbengkelan dll d.00/m3 Pemakaian toilet berjalan Rp325. salon barbershop. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. poliklinik dan laboratorium minimum 1.5 m3 dari lokasi industri. tempat hiburan lainnya.500. Rp10. biaya penyusutan.000. Penyediaan lokasi instalasi pengolahan air buangan (LIPAB) . Pengangkutan sampah dari rumah sakit. penginapan.75 m3/bulan) Rp12. pertokoan.00 Rp0.00/bulan 3.00/bulan 2. Pengangkutan sampah dari lokasi Pedagang Usaha Mikro Rp20.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/bulan c. Pengangkutan sampah minimum 2. luas bangunan 71 m2 sampai dengan 150 m2 3.00/toilet/hari e. hotel. i.00 Rp0. Pengangkutan sampah perumahan/rumah tinggal 1.00/m3 Rp5. motel. kecil (volume sampah sampai dengan 0.00/m3 h. Penyedotan kakus/tangki septikteng paling sedikit 2 m3 Rp20. rumah makan/restoran. penjahit/konpeksi.144 - .000.51 sampai dengan 0. binatu dan lain-lain. sedang (volume sampah 0.

izin pelayanan pemakaman .145 - . b. c.Bagian Kedelapan Pemakaman Umum Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 106 (1) Pelayanan Pemakaman Umum terdiri dari: a. Paragraf 2 Objek . dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. . pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya . e. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. pemakaian peralatan perawatan jenazah . pemakaian tempat pemakaman . (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pemakaman umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemakaman umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. huruf c dan huruf d. pemakaian lokasi taman pemakaman . d. Golongan. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf b. Nama dan Subjek Pasal 107 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.

biaya perawatan jenazah. huruf c dan huruf d. biaya perawatan/ pemeliharaan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. . biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. lokasi dan jumlah pemakaian. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf b. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi.146 - . biaya penyusutan.Pasal 108 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf a. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 109 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Tempat Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) diukur berdasarkan klasifikasi blok tempat pemakaman dan jangka waktu sewa tempat pemakaman. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (3) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Pemakaman dalam Pasal 107 ayat (4) diukur berdasarkan tingkat pengendalian dan pengawasan terhadap perizinan pelaksanaan tersebut. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) diukur berdasarkan jarak tempuh. biaya penguburan. biaya operasional dan pemeliharaan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 110 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Jasa Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. peralatan. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. waktu. (3) Subjek Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf e.

3.500.00/kilo meter Rp1. izin mengangkut jenazah keluar wilayah Provinsi .000.00/jenazah Rp10.000.00/lokasi Rp200.000.000.000.000. Izin pelayanan Pemakaman 1.000. Sewa tanah makam untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun: a) blok b) blok c) blok d) blok e) blok AA.000.00 Rp60.III Rp100. diajukan paling lama 3 (tiga) tahun setelah sewa tanah makam berakhir dan apabila tidak diperpanjang setelah lewat jangka waktu 3 (tiga) tahun dapat digunakan untuk pemakaman ulang.00 Rp0.00/sekali pakai Rp1.000.00 Rp40. Pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya: d.000. lebih dari 8 hari dikenakan biaya tambahan e.00/izin Rp20.000.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. izin tahan jenazah setelah 24 jam .500. untuk luar kota 1.I AA.00/jenazah Rp10. Pemakaian tempat pemakaman: 1.00/24 jam Rp75.000.00/lokasi Rp2. serta biaya cetak formulir.II A.00 2. 3 sampai dengan 4 hari 3.00/jenazah Rp100.00 Rp80. sampai dengan 2 hari 2. Pasal 111 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 adalah sebagai berikut: a. Pemakaian lokasi taman pemakaman untuk shooting film: 3.I A.000.II A.00/hari/lokasi c. izin mengangkut jenazah keluar negeri DKI Jakarta 4. izin pemasangan plaket makam 2. Sewa tanah makam tumpangan sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1. 5 sampai dengan 8 hari 4. Pemakaian peralatan perawatan jenazah: 1. b. b) Tiga tahun kedua dan seterusnya 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1.000. Perpanjangan sewa tanah makam adalah: a) Tiga tahun pertama 50% (lima puluh persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1. untuk dalam kota 2. c) Perpanjangan sewa tanah makam sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b).00/lokasi Rp1.000.000.147 Rp30.

(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.00/jenazah/kerangka Rp10. izin usaha dan daftar ulang izin usaha dibidang pelayanan Bagian Kesembilan Perumahan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 112 (1) Pelayanan perumahan adalah pemakaian rumah susun sederhana milik Pemerintah Daerah.00/jenazah/kerangka Rp250. Paragraf 2 Objek . (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.Penambahan lebih dari 1 hari sampai dengan paling lama 5 hari 5.000.00/tahun 7.000. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Golongan.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.000. Nama dan Subjek Pasal 113 (1) Pelayanan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. Pasal 114 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1). .148 - .00/hari Rp10. izin pengabuan jenazah/kerangka jenazah 6. izin penggalian dan pemindahan jenazah/ kerangka jenazah pemakaman atau pengabuan (kremasi) Rp2.

lantai dasar untuk usaha Rp152.00/bulan Rp170.00/m2/bulan b. lantai III 4.000.000.000.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 115 Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 diukur berdasarkan lokasi. Pasal 117 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. lantai IV 5. lantai II 3. lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp125. Pemakaian rumah susun sederhana di Sukapura type 21 untuk NON PNS: c. biaya rutin/periodik dan biaya administrasi yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.000.00/bulan Rp144. lantai dasar untuk usaha .000.000.149 Rp157.00/bulan Rp187. Pemakaian rumah susun sederhana di Sukapura untuk PNS: 1. biaya penyusutan.000.00/bulan Rp178.000.00/bulan Rp134.000. lantai V 6. lantai IV 5. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya asuransi kebakaran.00/bulan Rp15. lantai I 2.000. lantai II 3.00/bulan Rp141. biaya perawatan/pemeliharaan. lantai III 4. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 116 Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/m2/bulan Rp207. lantai IV 5.00/bulan Rp10.000.00/bulan Rp10.000. lantai III 4. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan Blok Mawar dan Melati type 21: 1.00/bulan Rp197.00/bulan Rp149. tipe dan waktu pemakaian. lantai I 2. lantai II 3. lantai V 6.00/bulan Rp131. lantai I 2.000.000.000.000.00/bulan Rp137.00/m2/bulan .000.

type 21: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha Rp113.000. lantai IV 5.000.150 Rp110.00/bulan Rp239.00/bulan Rp265.000.000.000.000.00/bulan Rp134. lantai V 6. lantai III 4.00/bulan Rp100.00/bulan Rp99. type 18/Blok A (Apel) dan B (Belimbing): a) lantai I b) lantai II c) lantai III .000.000.000.00/bulan Rp10.00/bulan Rp10.00/bulan Rp95.00/bulan Rp101. lantai III 4.00/bulan Rp334.00/bulan Rp15.000. lantai III 4.000.000.000.d.00/bulan Rp96.000. lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp107.000. lantai I 2.000.00/bulan Rp10. lantai V 6.000. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 2.00/m2/bulan Rp368.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan blok Kenanga type 32: f.000. lantai V 6. lantai IV 5. Pemakaian rumah susun sederhana di Flamboyan/Bulak Wadon Blok A (Apel) dan B (Belimbing): 1.00/m2/bulan Rp105.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Tambora IV blok A dan B type 21: g.00/bulan Rp351.00/bulan Rp252.000.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Tambora III : h.000.000.000.00/bulan Rp91. lantai I 2. lantai dasar untuk usaha 1. lantai IV 5.00/m2/bulan e. lantai II 3.000.000.000.00/bulan Rp141.00/bulan .000.000. lantai II 3.00/bulan Rp149.000.00/bulan Rp104.00/bulan Rp279.00/m2/bulan Rp293.00/bulan Rp128.00/bulan Rp15. lantai I 2. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan Blok Cempaka type 24: 1. lantai dasar untuk usaha 1.00/m2/bulan Rp157. lantai II 3.00/bulan Rp302.00/bulan Rp318.

00/m2/bulan I.000.00/m2/bulan k.000. 6.00/bulan Rp10.d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp304.000.00/bulan Rp327.00/bulan Rp175.00/bulan Rp10.00/bulan Rp193.000.000. 5.000.00/m2/bulan Rp275. 3.00/bulan Rp225.000. 4.00/bulan Rp230.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Pulo Jahe: 1. 6.00/m2/bulan Rp138.000.00/m2/bulan j.000. 2.000.00/bulan Rp237.00/bulan Rp10.00/bulan Rp10.000.000.000. lantai I lantai II lantai III lantai IV lantai V lantai dasar untuk usaha Rp214. lantai I lantai II lantai III lantai IV lantai V lantai dasar untuk usaha Rp344.00/bulan Rp312.00/bulan Rp118.000.000.151 - .000.000.000.000.00/bulan Rp10.00/bulan .000.00/bulan Rp282. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Muara Blok Pendidikan dan Pengajaran type 30 untuk NON PNS: 1.000.000.00/bulan Rp262. type 30: a) lantai I b) lantai II Rp324.00/bulan Rp124.00/bulan Rp203.000.000. type 30/Blok E (Enau) dan F (Fiir) : a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha Rp95.00/bulan Rp249.000.000. 4.000. type 21/Blok C (Ceri) dan D (Delima) : a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 3. type 21: a) lantai I b) lantai II 2. 5.00/bulan Rp131. 2.00/bulan Rp297. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Muara Blok Pendidikan dan Pengajaran type 30 untuk PNS: 1.00/bulan Rp250. 3.00/bulan Rp184.000.

500.00/bulan Rp471. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 2. lantai II 3.000. lantai dasar untuk usaha Rp110.00/bulan Rp313.000. lantai I 2.000. lantai I 2.00/bulan Rp12.00/m2/bulan m.000.00/m2/bulan n. lantai V 6.00/bulan Rp446.00/bulan Rp520.000.00/bulan Rp64. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Besar Utara type 32: .000. lantai III 4.000. type 30: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 1.00/bulan Rp100. lantai IV 5.00/bulan Rp12.000. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk PNS dan Buruh: 1. lantai II 3.00/bulan Rp329.00/m2/bulan Rp545. Pemakaian rumah susun sederhana Tambora I dan II: 1.00/bulan Rp275.00/bulan Rp87. lantai II 3.000.00/bulan Rp283.000.000.000. lantai V 6.00/bulan Rp70.000. lantai I 2.000. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk Umum: o.00/bulan Rp496. lantai III 4.00/bulan Rp12.500. lantai dasar untuk usaha 1.000. lantai IV 5.00/bulan p. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III .000.000. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk Target Grup: 1.00/bulan Rp53.00/bulan Rp298.00/bulan Rp105.00/bulan Rp97. lantai IV 5.00/bulan Rp90.00/bulan Rp116. lantai III 4.l.000.00/bulan Rp289.000. lantai V 6.000.500.000.00/bulan Rp107.000.000.152 Rp303. lantai dasar untuk usaha Rp345.00/bulan Rp95.000.00/bulan Rp58.000.000.

500.500.00/bulan Rp12. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp12.00/bulan Rp12.000.00/bulan Rp361.000.000. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha .00/m2/bulan Rp399.000.000.000.500.000.000.000.000. Pemakaian rumah susun sederhana Pondok Bambu Type 24: Rp257.000.00/bulan Rp245.00/m2/bulan Rp588.000. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.000.000.00/bulan Rp380.00/bulan Rp325.500.00/bulan Rp12.00/m2/bulan r.00/bulan Rp12.000.00/bulan Rp482.000.00/bulan Rp222.153 - Rp262.00/bulan Rp361.00/bulan Rp211.500.00/bulan Rp12.000.000.00/bulan Rp343.000. Target Group a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp245.000.00/bulan Rp233.00/m2/bulan .00/bulan Rp211.00/bulan Rp561.000.00/m2/bulan q.d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Besar Utara type 24: Rp257.000.000.00/bulan Rp233.500.00/m2/bulan Rp399.00/bulan Rp508.00/bulan Rp222.00/bulan Rp249.000.000.00/bulan Rp380.00/bulan Rp343.000.000.00/bulan Rp534.00/bulan Rp325.

500.000.000.00/bulan Rp361.00/bulan Rp12.000. type 27: a) lantai I b) lantai II .000.000.00/bulan Rp12.00/bulan Rp99. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp60.00/bulan Rp249.000. Pemakaian rumah susun sederhana Jatirawasari type 32: 1.00/bulan Rp399.000.00/bulan Rp275.00/bulan Rp54.00/bulan Rp534.500.00/m2/bulan Rp257.000.000.00/bulan Rp508.00/bulan Rp380. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp482.00/bulan Rp289.000.000.00/bulan Rp343. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 2.00/bulan Rp211.000.000.00/bulan Rp262.00/bulan Rp66.00/bulan Rp72.000.000.000.154 Rp107.000.00/bulan Rp222. Pemakaian rumah susun sederhana Karang Anyar: 1.000.000.00/m2/bulan Rp303.00/bulan Rp325.000.00/bulan Rp12.00/m2/bulan Rp588.00/bulan Rp245. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha u.s.000.000.000.00/bulan Rp233.000.00/m2/bulan t.000.00/bulan Rp12.000.500.00/bulan Rp561.500. Pemakaian rumah susun sederhana Jatirawasari type 24: . Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.

Ketetapan Rencana Kota (KRK). Nama dan Subjek Pasal 119 (1) Pelayanan Tata Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. Paragraf 2 Objek. pematokan untuk penerapan rencana kota. penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder.00/bulan Rp81. d. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi pengukuran situasi tanah.00/bulan Rp5.155 - .00/m2/bulan BAB VI BIDANG PEMBANGUNAN Bagian Kesatu Tata Kota Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 118 (1) Pelayanan Tata Kota terdiri dari: a. . (3) Untuk mendapatkan pelayanan Tata Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Golongan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan jasa ketatakotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan tehnis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci.000. Pemakaian lantai dasar rumah susun sewa beli Rp90. h. survey dan perencanaan trace jalan-jalur jalan. pencetakan peta tematis ketatakotaan. c. pengukuran situasi tanah.000.000. saluran atau utilitas. g. persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). b. f. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). e. j. Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).c) lantai III d) lantai IV v. jembatan. i.

(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf i dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). (9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi pematokan untuk penerapan rencana kota. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder. (2) Subjek Retribusi penggantian biaya cetak peta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf b. (4) Subjek Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf d.156 - . saluran atau utilitas. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi survei dan perencanan trace jalan jalur jalan. (3) Subjek Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf c. jembatan. (11) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). . Pasal 120 (1) Subjek Retribusi pengukuran situasi tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf a.

Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 121 (1) Tingkat penggunaan jasa umum pengukuran situasi tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) untuk pelayanan Tata Kota diukur berdasarkan luas tanah. jenis alat yang digunakan. penggunaan bangunan dan intensitas ruang. saluran dan utilitas serta nilai manfaat . (3) Tingkat penggunaan jasa Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (4) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. (11) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam pada ayat (1) sampai dengan ayat (7) adalah Wajib Retribusi. (6) Subjek Retribusi survei dan perencanaan prasarana jalan. (2) Tingkat penggunaan jasa penggantian biaya cetak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (3) diukur berdasarkan skala. (8) Subjek Retribusi persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf h.157 - . saluran dan utilitas serta nilai manfaat.(5) Subjek Retribusi pematokan untuk penerapan rencana kota adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf e. jembatan. jenis alat yang digunakan. (9) Subjek Retribusi persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf i. (7) Subjek Retribusi penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g. jenis peruntukan tanah rinci. saluran dan utilitas adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf f. klasifikasi jalan. ukuran dan jumlah peta. jumlah persil dan perpetakan (4) Tingkat penggunaan jasa Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (5) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. jembatan. (10) Subjek Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf j. . (5) Tingkat penggunaan jasa pematokan untuk penerapan rencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (6) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. jembatan. klasifikasi jalan.

biaya pemutakhiran data. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya survei. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya survei. jenis alat yang digunakan. (9) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (10) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan intensitas ruang dan zona. biaya perencanaan intensitas ruang serta biaya pengawasan dan pengendalian. jenis alat yang digunakan. (8) Tingkat penggunaan jasa persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (9) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan nilai manfaat dan zona. biaya rencana tata letak bangunan. biaya konsultasi. biaya pemutakhiran data serta biaya pengawasan dan pengendalian. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya survei. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi penggantian biaya cetak peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. jembatan.(6) Tingkat penggunaan survei dan perencanaan prasarana jalan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 122 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pengukuran situasi tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. klasifikasi jalan. biaya survei. (7) Tingkat penggunaan jasa penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (8) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya transportasi.158 - . saluran dan utilitas serta nilai manfaat. saluran dan utilitas serta nilai manfaat . (10) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (11) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya studio gambar. biaya transportasi. jembatan. biaya pemetaan. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya transportasi. biaya penataan perpetakan. jembatan. biaya cetak peta. klasifikasi jalan. biaya pengukuran/pematokan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya ketetapan rencana kota. jenis peruntukan tanah rinci. . saluran dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (7) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya pemetaan. penggunaan bangunan dan intensitas ruang.

biaya survei. Pasal 123 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan ketatakotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya perencanaan intensitas ruang dan nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya transportasi.000.000. biaya pemberian izin penggunaan tanah serta biaya pengawasan dan pengendalian. jembatan.00 Rp500. biaya pemetaan.(5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pematokan untuk penerapan rencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. biaya transportasi. biaya pemutakhiran data. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi survei dan perencanaan prasarana jalan.00 Rp750. biaya pemetaan. biaya perencanaanan pemanfaatan ruang. biaya penyesuaian peruntukan tanah rinci dan nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. Pengukuran situasi tanah 1. biaya pemetaan.000. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian.00 Rp300.000.00 Rp150.000. (10) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (11) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya transportasi.000. biaya pemetaan.00 e) luas lebih dari 400 sampai dengan 500 m2 luas lebih dari 500 sampai dengan 1000 m2 . biaya transportasi. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pemutakhiran data. biaya survei.159 - . (8) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya survei. (9) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya pemutakhiran data. biaya transportasi.00 Rp50. Pengukuran situasi tanah a) luas sampai dengan 100 m2 b) luas lebih dari 100 sampai dengan 200 m c) luas lebih dari 200 sampai dengan 300 m d) luas lebih dari 300 sampai dengan 400 m f) 2 2 2 Rp30. biaya transportasi. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya survei. saluran dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan.

00 ditambah setiap kelipatan luas sampai dengan 1 Ha dikenakan Rp3.00 b.00/km panjang i) Pengukuran contour/garis tinggi permukaan tanah dengan interval beda tinggi maksimum 0.00 2. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan sampai dengan satu tahun dan tidak ada perubahan fisik lokasi dari kondisi sebelumnya. Skala 1: 1000 dengan ukuran kertas folio dikenakan retribusi Rp1. c. 5. Pencetakan peta tematis ketatakotaan.000. 4. harus diproses baru dengan dikenakan biaya 100% (seratus persen) dari tarif pengukuran menurut huruf a. 1.000.160 - . . Pengukuran situasi perairan a) luas sampai dengan 1 Ha b) luas lebih dari 1 Ha Rp5. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dan tidak ada perubahan fisik lokasi atas permintaan pemohon yang sama dapat dicetak ulang dengan dikenakan biaya penggantian pencetakan peta situasi menurut huruf a angka 1 dan angka 2 ditambah biaya legalisasi 25% (dua puluh lima persen) dari tarif pengukuran menurut huruf a sesuai luasnya dan apabila terdapat perubahan secara fisik dilokasi dimaksud harus dilakukan pengukuran ulang dengan pengenaan retribusi sesuai tarif menurut huruf a. Skala 1: 5000 dengan ukuran kertas folio dikenakan retribusi Rp15.000.00/lembar. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan lebih dari lima tahun.000 m2. saluran.000. atas permintaan pemohon yang sama dapat dicetak ulang dengan dikenakan penggantian biaya pencetakan peta situasi menurut huruf a angka 1 ditambah biaya legalisasi sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif pengukuran pada huruf a sesuai luas tanahnya.g) luas lebih dari 1.00 j) Pengukuran opname jalan.000.00 Rp5.000. 2.000.5 m2 tiap 100 m2 dikenakan Rp50.00/lembar Untuk peta/gambar yang lebih besar dinilai dengan ukuran kelipatan kertas folio. untuk setiap jenis peruntukan tanah rinci dikenakan tarif sebagaimana tercantum dalam Tabel I.000. jembatan dan jaringan utilitas dikenakan retribusi setiap m2 Rp200.000. 3.00 h) Pengukuran Water Pass Rp500. dikenakan retribusi sebesar Rp750.00 ditambah setiap kelebihan kelipatan luas sampai dengan 1000 m2 dikenakan Rp300.000. Ketetapan Rencana Kota (KRK) 1.000.000.

1 1. Wisma flat (Wfl) Wisma susun taman (Wst) Wisma kantor (Wkt) Wisma dagang (Wdg) Wisma taman (Wtm) Karya pemerintahan (Kpm) Karya perwakilan negara asing (Kpa) Karya kantor/jasa (Kkt) Karya perdagangan (Kpd) Karya industri (Kin) Karya pergudangan (Kpg) .00 kelipatan penuh dari 500 m2 5.000. Wisma sedang (Wsd) 200 sampai dengan 400 4.000.000.000. 16.00 kelipatan penuh dari 2000 m2 15. 7.000. Wisma besar (Wbs) 401 sampai dengan 500 5.000.000.00 per unit hunian 5.00 kelipatan penuh dari 100 m2 40. Wisma susun (Wsn) sampai dengan 2.000.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 50.000.00 kelipatan penuh dari 100 m2 50. 15. 8.TABEL I: TARIF RETRIBUSI KETETAPAN RENCANA KOTA Jenis Peruntukan Tanah Rinci 2 Wisma sangat kecil (Wsk) Wisma kecil (Wkc) Luas Tanah (m2) 3 sampai dengan 60 61 sampai dengan < 200 3.000. 11.000 sampai dengan 100 sampai dengan 1000 sampai dengan 100 sampai dengan 100 sampai dengan 500 sampai dengan 1000 sampai dengan 500 sampai dengan 100 sampai dengan 100 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 20.000. 14. 2.00 kelipatan penuh dari 100 m2 50. 12.00 kelipatan penuh dari 100 m2 10.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 40.000.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 40.000.000.00 kelipatan penuh dari 500 m2 10. 10.000.00 per unit hunian Kelebihan Luas kolom (3) berlaku tarif 5 No.000. 9.161 - .00 kelipatan penuh dari 100 m2 10. 13.00 kelipatan penuh dari 500 m2 50.00 per unit hunian 6. Tarif (Rp) 4 2.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 15.

25.000. dikenakan retribusi sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya tanpa pengukuran kelapangan. 21.000.000.17.000.000.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 0. 22. Karya umum taman (Kut) Suka fasilitas bangunan parkir (Spk) Suka fasilitas terminal (Stn) Suka pendidikan (Spd) Suka sosial ibadah (Ssi) Suka sosial kesehatan (Ssk) Suka sosial budaya (Ssb) Suka pelayanan umum (Spu) Suka rekreasi olah raga (Sro) Penyempurnaan hijau rekreasi/olah raga (Phr) Penyempurna hijau taman (Pht) Penyempurna hijau makam (Phm) Penyempurna hijau umum (Phu) Penyempurna saluran air/waduk (Psw) Penyempurna tegangan tinggi (Ptt) Marga jalan (Mjl) Marga jalan kereta api (Mjk) sampai dengan 500 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 sampai dengan 500 sampai dengan 500 sampai dengan 400 sampai dengan 400 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 - 40.00 0. 32.00 0. 3.000.00 - 2.00 kelipatan penuh dari 500 m2 5.000. dikenakan retribusi sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya tanpa pengukuran kelapangan.00 0.00 kelipatan penuh dari 400 m2 5.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 5.00 0. 20. 26. . 31. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang telah diterbitkan kurang atau sampai dengan satu tahun atas permintaan pemohon yang sama. 19. 24.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 5. 29.000. 27. 33. 30. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang diterbitkan lebih dari satu tahun sampai dengan lima tahun atas permintaan pemohon yang sama.000.00 0. 23.162 - .00 kelipatan penuh dari 400 m2 5.00 5. 18.00 kelipatan penuh dari 500 m2 5.00 kelipatan penuh dari 1000 m2 5.00 0. 28.00 kelipatan penuh dari 500 m2 0.

d. Wisma dagang (Wdg) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. Karya pergudangan (Kpg) dan Karya umum taman (Kut). Untuk jenis peruntukan tanah rinci penyempurnaan Suka fasilitas parkir (Spk).00 apabila luas bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. dikenakan retribusi Rp40.000.163 - . Suka pendidikan (Spd). maka dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sesuai rencana kota yang baru. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya industri (Kin). maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh 100 m2. Apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2.000. angka 3 dan angka 4 dalam hal kondisi lapangan dan rencana kota terjadi perubahan pada saat diterbitkan dengan ketetapan rencana kota terdahulu.00. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya kantor/jasa (Kkt) dan Karya perdagangan (Kpd) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. Suka rekreasi/olahraga (Sro) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. Wisma flat (Wfl). maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. Suka terminal (Stn).00. 4. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma susun (Wsn). Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB): 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma kantor (Wkt). 2. Suka sosial ibadah (Ssi). Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma taman (Wtm).00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2.000. dikenakan retribusi Rp60. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2.00.000.00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. dikenakan retribusi Rp50. dikenakan retribusi sebesar Rp10. dikenakan retribusi sebesar Rp30. untuk permohonan ulang sebagaimana tersebut pada huruf c angka 2. 5. Suka sosial budaya (Ssb). Untuk jenis peruntukan tanah rinci penyempurnaan Hijau rekreasi/olah raga (Phr) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2.000.dikenakan retribusi Rp20.00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2 . apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2.000. dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m2. 3. Suka sosial kesehatan (Ssk). Suka pelayanan umum (Spu).4. dikenakan retribusi sebesar Rp10.000. Wisma susun taman (Wst) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2. . maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang sudah diterbitkan lebih dari lima tahun harus diproses sebagaimana permohonan baru dan dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sesuai dengan tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m2. apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m2.

00/m2 Rp100. 6.000. Cetak ulang rencana tata letak bangunan untuk materi yang sama sampai dengan 5 tahun dikenakan retribusi 10%(sepuluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud pada huruf d pada angka 1 sampai dengan angka 4. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp50. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. Untuk tata letak bangun-bangunan reklame dikenakan retribusi dengan memperhatikan peletakan/penempatan serta luas bidang bangunbangunan reklame sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) jalur jalan utama I jalur jalan utama II jalur jalan utama III jalur jalan sekunder I jalur jalan sekunder II jalur jalan sekunder III jalur jalan sekunder IV Rp350. yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp50.00/m2 Rp250.000.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp50.000.00/m2 Rp75. Untuk lebih jelas peruntukan tanah rinci Wisma susun (Wsn) yang luas tanahnya sampai dengan 1. 6.000.000. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma sangat kecil (Wsk) dikenakan retribusi Rp5.000.000.000 m2 berlaku tarif retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2.000. Penyesuaian atau perubahan rencana tata letak bangunan dikenakan retribusi 100% (seratus persen) hanya pada bangunan yang berubah sesuai tarif sebagaimana dimaksud pada huruf d angka 1 sampai dengan angka 4.00/m2 Rp125. 3.00/m2 Rp50. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma kecil (Wkc) dikenakan retribusi Rp10.00/unit/kavling/petak.000.5.00/unit/kavling/petak apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 berlaku tarif retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2.000 m2.00/m2 e. 2.000. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma besar (Wbs) yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp50.00/unit/kavling/petak.00/m2 Rp300.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.164 - . 7. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma sedang (Wsd) dikenakan retribusi Rp40. 5. Pematokan untuk penerapan rencana kota: 1.000. 4.000.00/unit/kavling/petak.000. .000.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.00/unit/kavling/petak apabila luas tanahnya lebih dari 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma taman (Wtm) atau Wisma susun taman (Wst).00/unit bangunan.

maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp5.000 m2.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2. Karya perwakilan negara asing (Kpa). . Suka sosial kesehatan (Ssk). yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp5. yang luas tanahnya sampai dengan 1.000. yang luas tanahnya sampai dengan 1. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. Wisma kantor (Wkt).000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. Karya kantor/jasa (Kkt). 10. Karya perdagangan (Kpd).00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.00 apabila luas tanahnya lebih dari 200 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 200 m2. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp100. yang luas tanahnya sampai dengan 200 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp60.000 m2. 12.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka pendidikan (Spd). Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka pelayanan umum (Spu).00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. Karya pemerintahan (Kpm). Wisma perdagangan (Wdg).000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.000.000.00/ unit bangunan.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp80.00/ unit bangunan.000 m2. Karya pergudangan (Kpg). yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp10. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp80. Suka sosial ibadah (Ssi). dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.00/unit bangunan.000.000.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2. yang luas tanahnya sampai dengan 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka rekreasi/olah raga (Sro). Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka fasilitas parkir (Spk) dalam bentuk bangunan. Suka sosial budaya (Ssb). dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. 8.000.000.00/unit bangunan. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp60. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp10.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.000.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp30.000.00/ unit bangunan. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. 11. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma flat (Wfl).000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp60.000. 9.000.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp60.00/unit bangunan.165 - . maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp30.00/unit bangunan.000.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m2.7. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya umum taman (Kut) dan Karya perdagangan taman (Kpt) yang luas tanahnya sampai dengan 500 m2dikenakan retribusi sebesar Rp100.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. 13. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya industri (Kin).

14. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka fasilitas terminal (Stn), yang luas tanahnya sampai dengan 5.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp150.000,00 apabila luas tanahnya lebih dari 5.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 5.000 m2, dan apabila jumlah unit bangunannya lebih besar dari jumlah kelipatan penuh tanahnya, maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp150.000,00/unit bangunan. 15. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Penyempurna hijau rekreasi/olah raga (Phr), Penyempurna hijau taman (Pht), Penyempurna hijau makam (Phm), Penyempurna hijau umum (Phu), Penyempurnaan saluran air / waduk (Psw), Penyempurna tegangan tinggi (Ptt), yang luas tanahnya sampai dengan 1.000 m2 dikenakan retribusi sebesar Rp20.000,00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.000 m2 dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.000 m2. 16. Untuk permohonan pematokan jalur jalan (arteri/kolektor/lokal/ lingkungan), jalur jaringan saluran air (makro/sub makro), jalur utilitas (ducting system atau bukan ducking system) dan pematokan jalur jembatan utilitas dikenakan retribusi sebesar Rp300,00/meter dengan pengenaan retribusi minimal sebesar Rp150.000,00. 17. Untuk jembatan, terowong Rp500.000,00/buah/unit. dikenakan retribusi sebesar

18. Khusus untuk permohonan pematokan dengan menggunakan patok beton dikenakan pungutan sebesar Rp100.000,00/titik. f. Survei dan perencanaan trace jalur jalan, jembatan, saluran atau utilitas. 1. Perencanaan trace jalur jalan, dikenakan retribusi sebagai berikut: a. lebar sampai dengan 10 m b. lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m c. lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m d. lebar diatas 30 m 2. Perencanaan trace jembatan: a. jembatan jalan raya b. jembatan jalan masuk (inrit) c. jembatan penyeberangan orang (JPO) d. fly over/fly pass e. under pass f. under way g. jembatan utilitas Rp250.000,00/unit Rp250.000,00/unit Rp250.000,00/unit Rp500.000,00/unit Rp500.000,00/unit Rp450.00/m2 Rp150.000,00/unit Rp300,00/meter panjang Rp400,00/meter panjang Rp450,00/meter panjang Rp650,00/meter panjang

3. Perencanaan sarana penyeberangan multi guna: a. diatas pra sarana jalan (jembatan penyeberangan multi guna): 1) lebar sampai dengan 10 m 2) lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m 3) lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m - 166 Rp1.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp3.000.000,00/unit

b. dibawah prasarana jalan (terowongan penyeberangan multi guna): 1) lebar sampai dengan 10 m 2) lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m 3) lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m Rp1.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp3.000.000,00/unit

4. Perencanaan trace jalur utilitas termasuk ducting system dikenakan retribusi sebagai berikut: a. lebar lebih kecil dari 0,5 m b. lebar 0,5 m sampai dengan 1 m c. lebar 1 m sampai dengan 2 m d. lebar lebih besar dari 2 m a. lebar lebih kecil dari 0,5 m b. lebar 0,5 m sampai dengan 1 m c. lebar 1 m sampai dengan 2 m d. lebar lebih besar dari 2 m 6. Perencanaan waduk dikenakan retribusi Rp200,00/meter panjang Rp400,00/meter panjang Rp600,00/meter panjang Rp900,00/meter panjang Rp200,00/meter panjang Rp400,00/meter panjang Rp600,00/meter panjang Rp800,00/meter panjang Rp500.000,00/Ha

5. Perencanaan trace saluran dikenakan retribusi sebagai berikut:

Setiap kelebihan luas tanah kurang dari 1 (satu) hektar, dihitung sama dengan 1 (satu) hektar, dengan pungutan paling sedikit sama dengan 1 Ha. 7. Perencanaan dermaga pelabuhan a. menara telekomunikasi seluler b. menara radio/TV c. menara telekomunikasi khusus Rp2.500.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit Rp2.000.000,00/unit 8. Perencanaan tata letak bangun-bangunan menara telekomunikasi:

g. Penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan sekunder: 1. Jalur jalan utama terdiri dari: a. jalur jalan utama I b. jalur jalan utama II c. jalur jalan utama III 2. Jalur jalan sekunder terdiri dari: a. jalur jalan sekunder I b. jalur jalan sekunder II c. jalur jalan sekunder III d. jalur jalan sekunder IV Rp25.000,00/m2 Rp20.000,00/m2 Rp15.000,00/m2 Rp10.000,00/m2 Rp50.000,00/m2 Rp40.000,00/m2 Rp30.000,00/m2

3. Penataan perpetakan sebagaimana dimaksud pada huruf g angka 1 dan 2 hanya dikenakan sekali kecuali hak atas tanah tersebut dialihkan kepada pihak lain/tidak termasuk warisan untuk tanah yang dibangun sesuai dengan rencana kota. 4. Penetapan jalan utama dan sekunder ditetapkan oleh Gubernur.

- 167 -

h. Persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci: 1. Besarnya retribusi atas persetujuan prinsip/dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci dihitung berdasarkan luas tanah sesuai dengan rencana kota (peta skala 1: 1000) dan dikalikan dengan indeks N pada kolom penyesuaian dari peruntukan lama ke peruntukan baru sebagaimana tercantum dalam tabel II dikalikan dengan retribusi pada zona pembatasan lalu lintas sesuai rencana tata ruang yang terdiri dari: a. zona I pembatasan sangat ketat b. zona II pembatasan ketat c. zona III pembatasan kurang ketat d. zona IV pembatasan tidak ketat e. zona Kepulauan Seribu Tabel II Rp4.000.000/m2 Rp2.500.000/m2 Rp1.500.000/m2 Rp500.000/m2 Rp250.000/m2

: Index (N) untuk dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci.
Peruntukan Lama 2 Peruntukan Baru 3 Index (N) 4 0,2 0,2 0,2 0,1 0,2 0,2 0,3 0,3 0,3 0,2 0,3 0,3 0,3 0,2

No 1 1. 2. 3.

Karya perkantoran / Karya Karya industri / Karya pergudangan perdagangan (Kkt/Kpd) (Kin/Kpg) Karya umum taman (Kut) Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg), KDB 20% / Karya

Karya industri / Karya Karya perkantoran pergudangan (Kin/Kpg) perdagangan (Kkt/Kpd)

Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) 4. Wisma kantor / Wisma Karya industri / Karya pergudangan perdagangan (Wkt/Wdg) (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) 5. Wisma susun/Wisma (Wsn/Wfl) / Karya

flat Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) / Karya

6.

Wisma sangat kecil / Wisma kecil / Wisma sedang / Wisma besar (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs)

Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) / Karya

- 168 -

7.

Wisma susun taman (Wst)

Karya industri/Karya pergudangan (Kin/Kpg) KDB 20% Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) KDB 20%

0,5 0,3 0,3

8.

Wisma taman (Wtm)

Karya industri / Karya pergudangan (kin/Kpg) KDB 20% Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg), KDB 20%

0,5 0,3 0,3 0,4 0,3 0,2 0,2 0,2 0,2

9.

Suka pendidikan/Suka sosial kesehatan/Suka rekreasi/Suka olahraga /Suka sosial ibadah/Suka sosial budaya / Suka pelayanan umum / Suka Fasilitas terminal / Suka Fasilitas parkir (Spd/Ssk/Sro/Ssi/Ssb/Spu/S tn/Spk)

Karya industri/Karya perdagangan (Kin/Kpg) Karya perkantoran/Karya perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) Wisma susun/Wisma flat (Wsn/Wfl) Wisma sangat kecil /Wisma kecil/ Wisma sedang/ Wisma besar (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs) Wisma taman/Wisma susun taman (Wtm/Wst)

0,2 3,0 3,0 2,5 2,5 2,0 1,5 2,0

10.

Marga jalan lebih dari 12 Karya industri/Karya pergudangan meter/Marga jalan rel (Kin/Kpg) (Mjl/Mjr) Karya perkantoran/Karya perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) Wisma susun/Wisma flat (Wsn/Wfl) Wisma taman/Wisma susun taman (Wtm/Wst) Wisma kangat kecil/Wisma kecil/ Wisma sedang/Wisma besar (Wsk/ Wkc/Wsd/Wbs) Suka fasilitas parkir / Suka pendidikan /Suka sosial kesehatan/Suka rekreasi/Suka olahraga /Suka sosial ibadah / Suka sosial budaya (Spk/Spd/Ssk/Sro/Ssi/Ssb.

0,5

- 169 -

2. Penyesuaian peruntukan tanah rinci pada daerah yang dibatasi pengembangan pembangunannya (sebagai daerah resapan di wilayah pengembangan selatan) besarnya retribusi penyesuaian rencana peruntukan tanah sebesar 100% (seratus persen) dari pungutan tersebut pada angka 1 (satu) diatas. 3. Untuk jenis-jenis rencana peruntukan Penyempurna hijau taman (Pht), Penyempurna hijau makam (Phm), Penyempurna hijau umum (Phu), Penyempurna saluran makro/waduk (Psw) dan Penyempurna tegangan tinggi (Ptt) tidak diperkenankan dilakukan penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. i. Persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB): Penyesuaian terhadap tambahan luas total bangunan berdasarkan batasan rencana KLB (Koefisien Lantai Bangunan) termasuk hasil penyesuaian peruntukan tanah dikenakan retribusi sebesar selisih antara usulan KLB dengan batasan rencana KLB dibagi batasan rencana KLB dikalikan dengan luas tanah efektif dikalikan nilai berdasarkan zona pembatasan lalu lintas sesuai rencana tata ruang yang terdiri dari : 1. zona I pembatasan sangat ketat 2. zona II pembatasan ketat 3. zona III pembatasan kurang ketat 4. zona IV pembatasan tidak ketat 5. Zona Kepulauan Seribu j. Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) 1. Setiap izin penunjukan penggunaan tanah (baru/pertama) untuk suatu bidang tanah yang luasnya 5.000 m2 atau lebih diluar jalur jalan utama dan sekunder dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sebagaimana tercantum dalam tabel III. Tabel III No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. : Tarif Retribusi SIPPT Tarif / m2 3 Rp5.000,00 Rp4.000,00 Rp12.000,00 2 Wisma (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs/Wsn/Wfl) Wisma taman / Susun taman (Wtm/Wst) Wisma dan bangunan umum (Wkt/Wdg) Jenis Peruntukan Tanah Rinci Rp4.000.000/m2 Rp2.500.000/m2 Rp1.500.000/m2 Rp500.000/m2 Rp250.000/m2

Karya pemerintahan, Karya perwakilan negara Rp0,00 asing (Kpm/Kpa) Karya bangunan umum (Kkt/Kpd) Karya industri pergudangan (Kin/Kpg) Karya umum taman (Kut) Rp15.000,00 Rp10.000,00 Rp10.000,00

Suka fasilitas terminal, Suka sosial ibadah Rp0,00 (Stn/Ssi) Suka pendidikan (Spd), bangunan parkir (Spk) - 170 Suka fasilitas Rp3.000,00

10.

Suka sosial kesehatan/Suka sosial Rp3.000,00 budaya/Suka pelayanan umum/Suka rekreasi olah raga (Ssk/Ssb/Spu/Sro) Penyempurna /Phr/Psw/Ptt) hijau (Phl/Php/Pht/Phm/Phu Rp0,00

11. 12.

Marga jalan darat/Marga rel kereta api / Rp0,00 utilitas/Marga drainase dan tata air/Marga penyeberangan (Mjl/Mka/Mut/Mdt/Psb)

2. Terhadap bidang tanah yang termasuk sebagai areal kewajiban yang harus diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk kepentingan umum pada semua jenis peruntukan, tidak dikenakan pungutan retribusi. 3. Pengenaan retribusi tersebut pada huruf j angka 1 hanya dilakukan sekali, kecuali hak atas tanah tersebut dialihkan pada pihak lain (tidak termasuk warisan) dengan tidak merubah penggunaan tanah yang ditetapkan dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai tabel III. 4. Setiap pembaharuan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah karena habis masa berlakunya dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai tabel III. 5. Setiap Perpanjangan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah yang dimohon sebelum habis masa berlakunya dikenakan retribusi 25% (dua puluh lima persen) dari tabel III. 6. Setiap penyempurnaan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagai akibat adanya perubahan penggunaan tanah sebagaimana tercantum dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari tabel III sesuai dengan perubahan penggunaan tanah dimaksud dan Gubernur dapat memberikan keringanan dan pembebasan retribusi berdasarkan kemampuan, fungsi penggunaan tanah dan sesuai ketentuan yang berlaku. 7. Setiap penyempurnaan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagai akibat adanya penambahan luas tanah sebagaimana tercantum dalam SIPPT dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari Tabel III sesuai dengan pertambahan luas tanah dimaksud. Pasal 124 Untuk menghitung besarnya retribusi pelayanan dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g, huruf h, huruf i dan huruf j ditetapkan kategori untuk penggunaan komersial 1 (satu), non komersial ½ (setengah) dikalikan dengan besarnya retribusi masing-masing jenis pelayanan. Pasal 125 Terhadap pelayanan jasa ketatakotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat 1, yang diberikan untuk kepentingan unit/satuan kerja Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat atau perwakilan negara asing tidak dikenakan retribusi. - 171 -

izin pelaku teknis bangunan. Golongan. (6) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. pemberian plat nomor bangunan. kelayakan menggunakan bangunan. . b. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. d. Nama dan Subjek Pasal 127 (1) Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. e. (3) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan.172 - . (5) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan.Bagian Kedua Penataan dan Pengawasan Bangunan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 126 (1) Jenis pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan terdiri dari: a. (2) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. (4) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. administrasi perizinan bangunan. Paragraf 2 Objek. c. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan pengajuan secara tertulis kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. izin mendirikan bangunan.

jumlah lantai.173 - . luas bangunan. . biaya pengawasan dan pengendalian. panjang pagar dan jumlah saluran penghantar atau unit dari bangun-bangunan. huruf b dan huruf d diukur berdasarkan kelompok bangunan. (2) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c diukur berdasarkan klasifikasi dan penggolongan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 129 (1) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a. luas perkerasan. (2) Subjek Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b. (3) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e diukur berdasarkan satuan unit dan/atau satuan bangunan. biaya penelitian teknis dan administrasi.Pasal 128 (1) Subjek Retribusi Izin Mendirikan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a. (6) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (5) adalah Wajib Retribusi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 130 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (5) Subjek Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e. (4) Subjek Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d. (3) Subjek Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan adalah orang pribadi yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c. jenis bangunan.

00/m2 Rp 4.000. Tabel I Jenis Bangunan 1 Rumah tinggal kecil a.00/m2 Rp10.00/m2 Rp 9.000. Pasal 131 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. Rumah sedang b. Wsn sampai dengan 2 Lt c.00/m2 Rp 4. Rp 6. Wsd (T/D) d. Rumah kecil b. biaya penelitian teknis dan administrasi serta biaya pengendalian.000. Retribusi Pengawasan Pembangunan (RPP): a) Untuk bangunan rumah tinggal dikenakan RPP berdasarkan luas bangunan dikalikan dengan harga satuan retribusi per meter persegi. Wkc (T/D) Rumah tinggal sedang a.00/m2 Luas Bangunan (LB) 0<LB≤100m2 100m2<LB≤200 m2 200m2<LB≤400 m2 400m2<LB≤800 m2 LB>800m2 2 3 4 5 6 Rp 500.00/m2 Rp 6.Wbs Rumah Susun Sederhana (RSS). Izin Mendirikan Bangunan terdiri dari: 1.00/m2 Rp8. Rumah sederhana c.00/m2 Rp 7.000.00/m2 Rp 6.00/m2 .00/m2 Rp 7.000. Wtm dengan KDB 5%-20% Rumah tinggal besar .000.00/m2 Rp 7. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e adalah dengan memperhatikan biaya cetak plat nomor bangunan. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi izin Pelaku Teknis Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan administrasi. Finishing interior dan atau exterior menggunakan bahan mutu sederhana.00/m2 Rp 500. biaya pengawasan dan pengendalian. sebagaimana tercantum dalam tabel I.00/m2 Rp 4. biaya penelitian teknis dan administrasi.174 - . biaya administrasi umum serta biaya pengawasan dan pengendalian. dengan kriteria: Tidak ada AC central Tidak ada lift Luas maksimal 45 m2 / unit Menggunakan hall terbuka.000. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan.000.000.000. biaya pengendalian dan pembinaan.000.

direksi keet c.b) Untuk bangunan sosial.00/unit 1.00/unit Rp 20.000.000. gapura/gardu jaga dengan luas maksimum 2 meter persegi.000.00/ m 2 14.00/unit 2 13.00/m Rp5. Kolam renang/kolam pengolahan air/bak penyimpanan air. 12. tempat ibadah b.jumlah lantai ≤ 4 lantai . 4. Awning atau atap atrium (tembus cahaya atau yang sejenisnya) .000.00/m Rp 1. a.00/m 2 2 2 Rp3.175 - . gudang bahan bangunan Rp12. 6.75% dari biaya pembuatan/paling sedikit Rp 2. Bangunan bersifat sementara a. a.000.000.jumlah lantai > 8 lantai 3.000.00/m Rp 2.00/ m 2 Rp 50. ruang travo dan panel dengan luas maksimum 10 m .000.000.000.000.00/unit Rp 50.000.000.000. Pondasi mesin (diluar bangunan).00/unit Rp 25.000. Tabel II: No 1 1. Monumen diluar pekarangan. Jembatan jalan (kompleks).000.000. Monumen dalam persil (pekarangan). b. 8.000.00/unit Rp 200.75% dari biaya reklame perpasang / paling sedikit Rp 2.000.00/unit Rp 100.000.5 lantai ≤ jumlah lantai ≤ 8 lantai .000. Jembatan/lift (untuk service kendaraan). Tabel III: No 1 1. 11. 5. b. industri / pergudangan b.000.75% dari biaya pembuatan/ paling sedikit Rp 2. Reklame 1. perdagangan / perkantoran: .000. b.00/unit 1.000. selebihnya dihitung. 9.00/m 2 2 2 2 2 2 Jenis Bangunan 3 Tarif 4 Rp0.00/unit Rp 100. . Kelompok Bangunan 2 Bangunan sosial a. gardu listrik.00/m Rp15. 10.000.00/unit Rp 5. Selebihnya dihitung Rp 100. bukan tempat ibadah 2.000. bedeng kerja b.00/m Rp20.00/m Rp 4. Bangunan usaha a. 3.00/m 2 2 2 2 Rp 50.00/unit Rp 5.00/m Rp7. 7. usaha atau bangunan bersifat sementara dikenakan RPP berdasarkan luas bangunan dikalikan dengan harga satuan retribusi permeter persegi sebagaimana tercantum dalam tabel II.00/m Rp5. a. Jenis Bangun-Bangunan 2 Pagar pekarangan dan tanggul / turap. Menara bakar/cerobong asap (tinggi maksimum 5 m) Menara penyimpanan air (kapasitas maksimum 1 m ) Menara antena dan sejenisnya (tinggi maksimum 5 m) Menara telekomunikasi 3 Tarif 3 Rp 1.00/unit 15.000.000.500. Perkerasan (tidak termasuk pelataran peti kemas).00/m Rp5.00/m c) Untuk bangun-bangunan dikenakan RPP berdasarkan panjang bangunbangunan dikalikan dengan harga satuan permeter panjang atau luas bangun-bangunan dikalikan dengan harga satuan permeter persegi atau jumlah unit/saluran penghantar dari bangun-bangunan dikalikan dengan harga satuan perunit/persatuan penghantar (sebagaimana tercantum dalam tabel III). 2.

2. Lapangan olah raga terbuka dengan perkerasan untuk: a. sementara dan sementara berjangka sebagaimana tercantum dalam tabel IV.000.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya pembuatan/bangunan sesuai nilai kontrak. Tabel IV Uraian / Kelompok 1 1. modernisasi bagian bangunan. Tidak sesuai perpetakan tanah mengakibatkan pemecahan /penyatuan satuan kavling IZIN Sifat Persyaratan Dasar Perhitungan Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) 5 RPBT = LP LT X RPP x F 3 Izin Bersyarat/ izin sementara 4 Bangunan/ tanah harus disesuaikan menurut rencana kota dan peraturan mendirikan bangunan ditempat itu Izin sementara Bangunan/ bagian bangunan harus dibongkar/ harus disesuaikan menurut rencana kota dan peraturan mendirikan bangunan ditempat itu LP RPBT = LT X RPP x F .00/ m Rp 0.000.000. b.176 - .00/ m 2 2 17. Luas tanah yang dikuasai belum sesuai luas satuan kavling /syarat minimum luas setiap jenis peruntukan tanah 2. dikenakan RPP sebesar 1. komersil tidak komersil Rp 3.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya pembongkaran bangunan sesuai nilai kontrak. e) Untuk pelaksanaan perbaikan bangunan lama baik sebagian atau seluruh luas lantai bangunan tanpa perubahan struktur utama dikenakan RPP sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari RPP bangunan yang diperbaiki. b.00/ saluran penghantar 2 19. komersil tidak komersil Rp 4.00/ m d) Untuk bangunan dan bangun-bangunan yang tidak dapat atau sulit dihitung luasnya dikenakan RPP sebesar 1.00/ m 2 2 18. seperti antara lain perubahan tampak. f) Untuk pelaksanaan perbaikan bangunan yang dimaksud pada ayat (2) huruf e yang tidak dapat dihitung bangunannya. g) Untuk pembongkaran bangunan dikenakan RPP sebesar 1. Pelataran untuk penimbunan peti kemas Rp 5. Instalasi bahan bakar Rp 1. Tidak memenuhi jarak bebas b. Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) 2 a.00/ m Rp 0.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya perbaikan sesuai nilai kontrak. Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) a) Untuk pemanfaatan lebih atas kelonggaran dari segi teknis tertentu dapat diberikan izin yang bersifat bersyarat.000. Lapangan olah raga terbuka tanpa perkerasan (luas efektif) untuk: a.16.000.

Rumah tinggal sedang .3. dimana untuk semua jenis kelonggaran F1 = 1. .F1 = Koefisien jenis kelonggaran.Bangun-bangunan yang dimohon tersendiri .Bangunan sosial bukan tempat ibadah .Perbaikan/perubahan untuk semua jenis bangunan F2 = 1 F2 = 2 F2 = 3 F2 = 2 F2 = 6 F2 = 1 F2 = 1 F2 = 1 e) Koefisien pemanfaatan lebih (F) sebagaimana dimaksud pada huruf b) dan huruf c) adalah koefisien jenis kelonggaran (F1) dikalikan dengan koefisien jenis bangunan (F2) sebagaimana tercantum dalam tabel IV dan huruf d).Bangunan usaha .Rumah tinggal kecil .Rumah tinggal besar . . kecuali kelonggaran penyatuan kavling F1 = 2 .LT = Luas total bangunan / perpetakan / batasan minimum luas tanah yang diajukan. .LP = Luas bangunan / perpetakan yang melanggar. dimana termasuk pula RPP bagi unsur yang hanya dapat dihitung panjangnya dan/atau unitnya -F = Koefisien pemanfaatan lebih = F1 x F2 .RPP= adalah RPP dalam segala aspeknya.F2 = Koefisien jenis bangunan dimana besarnya F2 adalah sebagai berikut: .Bangunan bersifat sementara . Tidak memenuhi persyaratan khusus Izin sementara atau Izin sementara berjangka Persyaratan idem I dan II di atas LP RPBT= X RPP x F LT b) Untuk pemanfaatan lebih atas bangunan dan perpetakan dikenakan retribusi pengawasan bangunan tambahan berdasarkan perbandingan luas pemanfaatan lebih atas kelonggaran dari segi teknis bangunan dan atau perpetakan (LP) dengan luas total bangunan atau perpetakan yang diajukan (LT) dikalikan RPP dikalikan dengan koefisien pemanfaatan lebih (F) atau dengan rumus: LP LT RPBT = X RPP X F c) Pemanfaatan lebih atas pelaksanaan bangunan yang dibangun sebelum ada izin dikenakan RPBT berdasarkan prosentase tahapan pembangunan dikalikan RPP dikalikan koefisien pemanfaatan lebih (F) atau dengan rumus: RPBT = Prosentase tahapan pembangunan X RPP X F d) Untuk menghitung RPBT sebagaimana dimaksud pada huruf a) sampai dengan huruf c) dengan memperhatikan: .177 - .

00 Rp200.000.000. Terhadap pelayanan perpanjangan izin bekerja pelaku teknis bangunan dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan sesuai angka 1.00/3 tahun Rp150. Izin pelaku teknis bangunan 1. Untuk semua jenis bangunan bukan rumah tinggal sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.000.000.000.000.00 Rp80.000.000.000.00 Rp250.f) Retribusi paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan Izin Mendirikan Bangunan adalah sebagai berikut: 1) Bangunan rumah tinggal: a)) Wisma kecil (Wkc) b)) Wisma sedang (Wsd) c)) Wisma besar (Wbs) 2) Bangunan sosial bukan tempat ibadah 3) Bangunan usaha: a)) industri/pergudangan b)) perdagangan/perkantoran 4) Bangunan sementara 5) Bangun-bangunan b.00 Rp80.00 Rp100.00 Rp100.00 Rp80.00 Rp100.00 Rp80. kecuali bangunan rumah susun sederhana sebesar 5% (lima persen) dari RPP.00 Rp100.00 Rp150. Retribusi paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan Kelayakan Menggunakan Bangunan adalah sebagai berikut: a) Bangunan rumah tinggal: 1) Wisma kecil (Wkc) 2) Wisma sedang (Wsd) 3) Wisma besar (Wbs) b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha: 1) industri/pergudangan 2) perdagangan/perkantoran d) Bangunan sementara e) Bangun-bangunan c.000.00 Rp200.000. .000.000.000.000. Kelayakan menggunakan bangunan 1.00 Rp0.000.00/3 tahun Rp200. 2.000.178 - .000.00 Rp80.00 Rp250.00/3 tahun Rp100.00 2.000. Besar retribusi izin pelaku teknis bangunan baru dan kenaikan golongan sebagai berikut: a) golongan A sebesar b) golongan B sebesar c) golongan C sebesar Rp300.00 Rp80.

00 Rp80.000.00 Rp100.00 3.000.00 Rp100. Balik nama atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP: a) Rumah tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0. Salinan izin atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.000.000.000.00 Rp80.000. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0.d. Administrasi perizinan bangunan 1.000.000.00 Rp100.000.00 2.00 Rp250. a) Rumah tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit Rp80.179 - .00 Rp250.000.000.00 Rp100.00 Rp100.00 Rp80.00 Rp100.00 Rp250.000.00 Rp250.000.00 Rp250.00 . Pembatalan izin atas permintaan pemohon yang sedang diproses sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.000.000.000.000.000.00 Rp250. Pemecahan izin atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.00 4.00 Rp100.00 Rp250.

00/buah. d. pencetakan plat nomor bangunan 2.b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit Rp0. penggantian plat nomor bangunan Pasal 132 Setiap pencabutan izin akibat kesalahan pemohon.00 Rp100. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit e.00 Rp250. .00 5.00 Rp100. Pasal 133 Terhadap pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a. Rp80.00 Rp250. Untuk setiap pembatalan izin atas permintaan pemohon yang telah diproses sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari RPP. pengujian kendaraan bermotor.000. c. Pemberian plat nomor bangunan 1. huruf d dan huruf e untuk bangunan milik Pemerintah atau bangunan milik perwakilan negara asing dibebaskan dari pungutan retribusi.00 Rp0.180 Rp15.00 Rp250.000. maka retribusi yang telah dibayar menjadi milik Pemerintah Daerah dan seluruh dokumen perizinannya dinyatakan tidak berlaku.000. pemakaian fasilitas lainnya di terminal penumpang mobil bus.00/buah.000. Bagian Ketiga Perhubungan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 134 (1) Pelayanan perhubungan terdiri dari: a.000. huruf b.00 . Rp10. pemakaian fasilitas terminal mobil barang.000.000.00 Rp100. pemakaian terminal penumpang mobil bus dan terminal mobil barang.000. b.000.

Golongan. . (3) Untuk mendapatkan pelayanan dan perizinan perhubungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.181 - . jasa kepelabuhanan. Paragraf 2 Objek. f. pemakaian pangkalan kajen IV. p. pemakaian fasilitas untuk kendaraan antar jemput dalam areal terminal. perizinan perhubungan udara. perizinan jasa telekomunikasi. penerbitan rekomendasi perhubungan laut. pemakaian pangkalan taksi. kenavigasian dan perkapalan.e. perizinan angkutan jalan rel. izin pengusahaan jasa titipan . t. r. x. bb. k. l. pemakaian pangkalan mobil barang. n. v. i. h. s. u. y. w. pemakaian tempat pencucian kendaraan bermotor. perizinan perhubungan laut. pemakaian mobil derek. m. o. perizinan jasa multimedia. danau dan penyeberangan. perizinan jasa penunjang penyelenggaraan telekomunikasi. jasa pelayanan angkutan sungai. jasa pelayanan perhubungan udara. j. penetapan daerah pelabuhan. lingkungan kerja dan lingkungan kepentingan z. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan dan perizinan perhubungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). izin operasi angkutan. pemakaian pool kendaraan. izin usaha angkutan. danau dan penyeberangan. g. aa. perizinan angkutan sungai. jasa pelayanan angkutan jalan rel. q. izin trayek. Nama dan Subjek Pasal 135 (1) Pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.

182 - . Kenavigasian dan Perkapalan. (6) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf m. huruf j dan huruf k dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. . (7) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf p dan huruf r dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. (8) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf q dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Trayek.(2) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Pasal 136 (1) Subjek retribusi izin trayek adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1). (4) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf i. Angkutan Jalan Rel dan Angkutan Sungai. huruf n dan huruf o dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Perhubungan Udara. huruf x dan huruf y dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Perhubungan Laut. (9) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf s sampai dengan huruf v dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Jasa Perposan dan Pertelekomunikasian. (10) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf w. (3) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Terminal. (11) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf z. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. (2) Subjek retribusi izin usaha angkutan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf p. huruf aa dan huruf ab dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Perhubungan Udara. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut dan Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. (5) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf l dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Kepelabuhanan.

rekomendasi dan jasa perhubungan laut adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf w. jenis kendaraan. rekomendasi dan jasa perhubungan udara. huruf j dan huruf k.(3) Subjek retribusi pengujian kendaraan bermotor adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf a. . (9) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (8) adalah Wajib Retribusi. jasa perposan dan pertelekomunikasian adalah orang pribadi atau Badan menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf t. jenis kendaraan jumlah kendaraan dan jangka waktu pemakaian. rekomendasi. jumlah kendaraan dan jangka waktu. jumlah kendaraan dan jangka waktu. angkutan jalan rel dan penyebrangan adalah orang pribadi atau Badan menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf z. huruf aa dan huruf bb. jumlah kendaraan dan jangka waktu. (4) Tingkat penggunaan jasa izin usaha angkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (7) diukur berdasarkan jenis kendaraan. (3) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (4) diukur berdasarkan jenis usaha. (5) Tingkat penggunaan jasa izin trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (8) diukur berdasarkan jenis kendaraan. (5) Subjek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf i.183 - . (4) Subjek retribusi terminal adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h. jumlah kendaraan dan jangka waktu. (6) Subjek retribusi izin. (8) Subjek retribusi izin. huruf u dan huruf v. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 137 (1) Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (2) diukur berdasarkan jenis kendaraan. (2) Tingkat penggunaan jasa terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (3) diukur berdasarkan jenis usaha. (7) Subjek retribusi izin. huruf x dan huruf y.

(6) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi dan jasa perposan dan pertelekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (9) diukur berdasarkan jenis perangkat. biaya asuransi. bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 138 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin trayek. angsuran bunga pinjaman. jumlah. biaya operasional dan pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. jumlah dan jangka waktu. biaya perawatan/pemeliharaan. angkutan jalan rel dan angkutan sungai. volume. (7) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi dan jasa perhubungan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (10) diukur berdasarkan jenis. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah fasilitas/sarana lalu lintas angkutan jalan dan terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (6) adalah dengan memperhatian biaya investasi. .184 - . (8) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi. biaya pemeriksaan lampu-lampu. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pengujian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan. biaya asuransi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. perlengkapan dan peralatan lainnya. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. volume. biaya penyusutan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya pembuatan dan pemasangan tanda samping. jasa perhubungan udara. ukuran dan jangka waktu. biaya perawatan/pemeliharaan. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. danau dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (11) diukur berdasarkan jenis. izin usaha dan operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya pemeriksaan emisi gas buang. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. ukuran dan jangka waktu. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya tanda uji dan segel. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. sumber uji. biaya pengetokan. jumlah.

000. angkutan jalan rel dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000.000. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.185 - . biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya penyusutan. biaya asuransi. biaya penyusutan. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. kendaraan jenis keempat/kendaraan bermotor roda tiga 4. mobil penumpang umum Rp25. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perhubungan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.(5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perposan dan pertelekomonikasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perhubungan udara. biaya asuransi. biaya perawatan/pemeliharaan.00/kendaraan/ 6 bulan Rp30. biaya penyusutan. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya survei. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. angsuran bunga pinjaman. mobil barang. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya asuransi. Pasal 139 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya survei. mobil bus dan kendaraan khusus 2.00/kendaraan/ 6 bulan . Pengujian kendaraan bermotor: 1. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. biaya survei. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. kereta tempel/gandengan 3. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. angsuran bunga pinjaman.00/kendaraan/ 6 bulan Rp40. biaya perawatan/pemeliharaan.000. angsuran bunga pinjaman.00/kendaraan/ 6 bulan Rp35. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.

00/kendaraan/sekali masuk Rp3.00/kendaraan/sekali masuk Rp250. Pemakaian terminal penumpang mobil bus dan terminal mobil barang: 1.000.00/kendaraan/sekali masuk Rp150.000.000.5. masuk pelataran di terminal mobil barang: 4. pengujian ulang atas keputusan hasil uji yang dinyatakan tidak lulus uji tidak dipungut retribusi pengujian kendaran bermotor.00/sekali masuk Rp3.00/kendaraan/hari/malam Rp5.00/kendaraan/hari/malam 2. 7. kendaraan yang berada di Jakarta untuk menumpang uji dikenakan retribusi sebesar 1 kali tarif kendaran uji.00/kendaraan/hari/malam Rp2. kios pedagang makanan/minuman.000. majalah/koran di terminal bus dalam kota yang berdampingan dengan terminal bus antar kota dan pool bus Rp20.00/kendaraan/hari/malam Rp5. 6. traktor tanpa kereta tempelan b) tronton c) gandengan d) kereta e) light truck f) truck kecil Rp750.00/sekali masuk Rp3. apabila hasil pengujian sebagaimana dimaksud pada angka 5 tetap tidak lulus uji. mobil bus dalam kota di terminal penumpang: 3.00/sekali masuk Rp2. traktor tanpa kereta tempelan b) tronton c) gandengan d) kereta e) light truck f) truck kecil a) truck.00/sekali masuk Rp2.00/kendaraan/sekali masuk Rp100.500.00/m2/bulan .000.000. 1.186 - .000.000. kios pedagang makanan/minuman. mobil bus antarkota di terminal penumpang: a) mobil bus non ekonomi b) mobil bus ekonomi (bus lambat) a) mobil bus besar b) mobil bus tingkat/gandeng/tempel c) mobil bus sedang d) mobil bus kecil a) truck. Pemakaian fasilitas lainnya di terminal penumpang mobil bus.500.00/kendaraan/sekali masuk Rp500.00/kendaraan/sekali masuk Rp250. diberikan kesempatan untuk pengujian ulang dan diperlakukan sebagai pemohon baru. b. majalah/koran di terminal bus antar kota Rp30.000.00/kendaraan/hari/malam Rp5.00/m2/bulan 2.00/sekali masuk Rp5. tempat menginap di terminal mobil barang: c.00/sekali masuk Rp3.00/kendaraan/hari/malam Rp2.000.000.000.

00/kend.00/orang 4.000.000. peturasan e. traktor tanpa kereta 2. light truck 6. Pemakaian pangkalan kajen IV Rp1.000. truck kecil / pick up h.00/orang/hari Rp15. Pemakaian fasilitas terminal mobil barang./sekali mangkal Rp1. pemakaian loket karcis kendaraan bus antar kota (peron) d.3.00/kg/hari Rp30.000.00/kend.00/kend.000.00/kendaraan b) 10 kilo meter sampai dengan 20 kilo meter Rp35.000. Pemakaian pangkalan mobil barang. penyimpanan barang 3. mobil penumpang (sedan. APK dan sejenisnya): a) sampai dengan 10 kilo meter c) untuk pemakaian lebih dari 20 kilo meter dikenakan tambahan setiap 5 kilo meter berikutnya Rp10.00/kend. Pemakaian fasilitas untuk kendaraan antar jemput dalam areal terminal g.00/kend.00/kendaraan/bulan Rp50. kios pedagang makanan/minuman. tronton 3. light truck dan sejenisnya) dan mobil bus kecil (mikrolet.00/kendaraan Rp20.000. jeep.00/kendaraan/2 jam i.187 - . ruang kantor 4. penginapan awak kendaraan 2./sekali mangkal Rp500./sekali mangkal Rp1. truck. gandengan 4. kereta 5. station wagon)./sekali mangkal Rp4.000.000./sekali mangkal Rp500. 1.00/perusahaan otobus/bulan 6. mobil box.00/orang 5.000. mobil barang (pick up. Pemakaian mobil derek (atas permintaan pemilik kendaraan): 1. pemakaian fasilitas terminal antar kota Rp200.000.00/kendaraan . 1.000.00/kend. Pemakaian pangkalan taksi Rp5.000. peturasan di terminal bus antar kota/dalam kota f.000./sekali mangkal Rp1.00/m2/bulan Rp500.00/kendaraan/bulan Rp1.00/orang Rp5.00/m2/bulan Rp500. majalah/koran di terminal bus dalam kota dan terminal mobil barang Rp15.

00/kendaraan/hari Rp1. Pemakaian pool kendaraan 1.Mobil barang: a) truck tangki. kendaraan khusus b) kereta tempel/ gandengan 2. bus tempel) dan mobil barang (truck. Jasa Kepelabuhanan.2.035/GT/kunjungan Rp40.00/kendaraan/hari Rp1.00/kendaraan/2 jam Rp10.000.500.188 - .000.00/kendaraan Rp5. Pemakaian tempat pencucian kendaraan bermotor: 1. pick up.500.000.000. Kenavigasian dan Perkapalan: 1.00/kendaraan Rp3. Mobil penumpang umum. bestel wagon. kereta penarik.00/GT/kunjungan Rp400.000. kereta tempelan. bus besar.00/kendaraan Rp5. tempelan/gandengan. mobil bus: a) bus besar b) bus sedang c) bus kecil 2.d 20 kilo meter c) untuk pemakaian lebih dari 20 kilo meter dikenakan tambahan setiap 5 kilo meter berikutnya Rp20.500. Mobil bus besar dan mobil bus sedang 3.00/kendaraan Rp1. mobil bus kecil dan kajen IV l.00/GT/bulan .00/hari/kendaraan Rp45. kereta gandengan dan kendaraan khusus): a) sampai dengan 10 kilo meter b) 10 kilo meter s.00/kendaraan Rp80. tracktor.000.018/GT/kunjungan US$0. bus tingkat. mobil antar jemput k. mobil bus (bus mikro.00/GT/kunjungan Rp20.00/kendaraan 3. Jasa labuh: a) Kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum: 1) kapal yang melaksanakan kegiatan niaga: a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkutan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 1))) kapal angkutan laut dalam negeri 2) kapal tidak melaksankan kegiatan niaga: a)) kapal angkutan laut luar negeri US$0.00/kendaraan d)) kapal melakukan kegiatan tetap di perairan pelabuhan: 2))) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis Rp200.000.000.00/GT/bulan Rp3. penginapan dan penyimpanan kendaraan yang diderek j.00/kendaraan/hari Rp500.

b)) kapal angkutan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis b) Kapal yang melakukan kegiatan di dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus: 1) kapal angkutan laut luar negeri 2) kapal angkutan laut dalam negeri 3) kapal perikanan 2. tiap kelebihan GT tambahan b) Kelompok II: pemanduan dengan jarak 10 s/d 10 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.012/GT kelebihan/gerakan Rp36. Jasa pemanduan di pelabuhan umum. tiap kelebihan GT tambahan 2) kapal angkutan laut dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.012/GT kelebihan/gerakan Rp 33.00/GT kelebihan/gerakan US$30/per kapal/gerakan US$0.035/GT/kunjungan Rp40.00/GT kelebihan/gerakan US$33/per kapal/gerakan US$0.000.00/GT/kunjungan Rp10.189 - Rp20.000.012/GT kelebihan/gerakan . tiap kelebihan GT tambahan 2) kapal angkutan laut dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/kapal/gerakan Rp14.00/kapal/gerakan Rp14.00/GT/kunjungan US$27/per kapal/gerakan US$0. dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus : a) Kelompok I pemanduan dengan jarak 0 s/d 10 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/GT/kunjungan US$0. tiap kelebihan GT tambahan c) Kelompok III: pemanduan dengan jarak diatas 20 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/GT/kunjungan Rp20. tiap kelebihan GT tambahan .

00/kapal/jam Rp500.000.00/GT kelebihan/gerakan b) apabila menggunakan kapal tunda yang bukan dimiliki pelabuhan 20 % dari pendapatan jasa penundaan 4. Jasa penundaan di pelabuhan umum.000.050/kapal/jam Rp41. dolphin.000.00/GT/etmal .00/GT/etmal US $ 0.000.190 US $ 0.00/GT/etmal Rp0.00/GT/etmal US $ 0. tiap kelebihan GT tambahan 3.00/kapal/jam Rp900. pelampung a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 3) tambatan pinggiran/talud a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis .00/kapal/jam Rp1. dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus a) apabila menggunakan kapal tunda yang dimiliki pelabuhan: 1) kapal angkutan luar negeri: a)) kapal s/d 1500 GT b)) kapal 1501 GT s/d 8000 GT c)) kapal 8001 GT s/d 18000 GT d)) kapal 18001 GT s/d 75000 GT e)) kapal diatas 75000 GT 2) kapal angkutan dalam negeri a)) kapal s/d 1500 GT b)) kapal 1501 GT s/d 8000 GT c)) kapal 8001 GT s/d 18000 GT d)) kapal 18001 GT s/d 75000 GT e)) kapal diatas 75000 GT Rp100.00/GT/etmal Rp10.00/kapal/jam US $80/kapal/jam US $200/kapal/jam US $400/kapal/jam US $700/kapal/jam US $1.00/kapal/jam Rp250.00/per kapal/gerakan Rp14.000. beton dan kayu) a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 2) tambatan breatsting.2) kapal angkutan dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.005/GT/etmal Rp10.0035/GT/etmal Rp30.300.000. Jasa tambat a) kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum 1) tambatan dermaga (besi.00/GT/etmal Rp15.0020/GT/etmal Rp20.

00/ton/m3 Rp0. babi dan sejenisnya 2) barang yang dibongkar/dimuat melalui dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) dan di pelabuhan khusus a)) barang yang merupakan bahan baku hasil produksi dan peralatan penunjang produksi untuk kepentingan sendiri b)) barang kepentingan umum 50 % (lima puluh persen) dari pendapatan jasa dermaga per ton per m3 b) Jasa penumpukan 1) gudang tertutup 2) lapangan Rp80.00/ekor Rp350.00/GT/etmal .00/ton/m3/hari Rp0. Jasa pelayanan barang a) jasa dermaga dibongkar/dimuat 1) barang yang dibongkar/dimuat melalui pelabuhan umum a)) barang ekspor dan impor b)) barang antar pulau: 1)) garam.191 - .00/ton/m3 Rp175.00/ekor Rp350.00/ton/m3 Rp550. 5.00/ton/m3/hari Rp60. hasil produksi dan peralatan penunjang produksi untuk kepentingan sendiri 2) kapal yang mengangkut kepentingan umum 50 % (lima puluh persen) dari pendapatan jasa tambat per GT per etmal.b) kapal yang melaksanakan kegiatan di dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) dan di pelabuhan khusus 1) kapal yang mengangkut bahan baku. kuda dan sejenisnya 2)) kambing. pupuk dan barang Bulog (beras dan gula) 2)) barang lainnya c)) hewan 1)) kerbau.00 Rp200. sapi.

kuda dan sejenisnya b)) kambing.00/unit/hari Rp6.000.000. babi dan sejenisnya 4) peti kemas (container) a)) ukuran 20 feet 1))) kosong 2))) isi b)) ukuran 40 feet 1))) kosong 2))) isi c)) ukuran 40 feet 1))) kosong 2))) isi 5) chasis a)) ukuran 20 feet b)) ukuran 40 feet c)) ukuran diatas 40 feet 6.000.00/unit/hari Rp125.000.000.000.000.00/unit/hari Rp65.000.00/unit/hari Rp750.000. Jasa pelayanan alat a) apabila menggunakan alat yang dimiliki pelabuhan 1) alat mekanik a)) sewa forklif 1)) sampai dengan 2 ton Rp550.500.00/unit/hari .00/unit/hari Rp35.00/unit/hari 3)) lebih dari 3 ton sampai dengan 6 ton Rp7.00/unit/hari Rp6.00/unit/hari Rp1.00/unit/hari Rp12.00/unit/hari Rp5. sapi.000.000.000.3) penyimpanan hewan a)) kerbau.000.00/ton/m3 Rp5.00/ekor/hari Rp200.00/unit/hari 4)) lebih dari 6 ton sampai dengan 7 ton Rp13.00/unit/hari 6)) 10 ton keatas b)) sewa kren derek (mobil crane) 1)) s/d 3 ton 2)) lebih dari 3 ton s/d 7 ton 3)) lebih dari 7 ton s/d 15 ton 4)) 25 ton keatas c)) motor boat 1)) s/d 60 PK 2)) 61 PK keatas .00/unit/hari Rp32.00/unit/hari 5)) lebih dari 7 ton sampai dengan 10 tonRp22.500.500.00/unit/hari Rp23.00/unit/hari Rp3.00/unit/hari Rp1.00/ekor/hari 2)) lebih dari 2 ton sampai dengan 3 ton Rp6.000.000.00/unit/hari Rp3.192 Rp22.000.00/unit/hari Rp12.00/unit/hari Rp3.500.

000.000.00/orang Rp500.00/orang/tahun Rp1.00/m2/tahun Rp300.b) apabila menggunakan alat yang bukan dimiliki pelabuhan 20% (dua puluh persen)dari pendapatan jasa pelayanan alat per unit per hari.00/orang Rp1.00/orang/sekali masuk Rp500.500.00/orang/sekali masuk Rp1. truk gandengan Rp600.000.00/orang Rp500. 7.000.500.00/orang/bulan Rp40.00/kendaraan dan pengemudi+kenek/ sekali masuk .00/m2/tahun Rp500.00/m2/tahun Rp1.000.00/m2/tahun Rp1. Pelayanan jasa kepelabuhan lainnya a) Sewa tanah dan penggunaan perairan 1) untuk bangunan-bangunan Industri galangan dan dock kapal a)) persewaan tanah pelabuhan b)) penggunaan perairan untuk bangunan dan kegiatan lainnya di atas air 2) untuk bangunan-bangunan industri perusahaan-perusahaan a)) persewaan tanah pelabuhan b)) penggunaan perairan untuk bangunan dan kegiatan lainnya diatas air 3) untuk kepentingan lainnya a)) toko.00/m2/tahun d) Tanda masuk kendaraan (termasuk uang parkir) 1) tanda masuk harian a)) trailer.00/orang/sekali masuk Rp4.193 - .00/orang/sekali masuk Rp500. warung dan sejenisnya b)) perumahan penduduk b) Pelayanan terminal penumpang kapal laut 1) terminal penumpang kelas A a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput 2) terminal penumpang kelas B a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput 3) terminal penumpang kelas C a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput c) Tanda masuk orang 1) tanda masuk orang 2) tanda masuk harian 3) tanda masuk tetap Rp200.00/m2/tahun Rp500.

027/GT Rp200.00/kendaraan/bulan Rp100.00/kendaraan/tahun Rp8.000.000.00/kendaraan/bulan Rp120.000.000.00/kendaraan/tahun Rp10.00/kapal Rp10.00/kendaraan/sekali masuk Rp100. truk gandengan b)) truk.00/kendaraan/bulan Rp80.00/kendaraan/bulan Rp20. cikar.00/kendaraan/sekali masuk Rp12.00/kendaraan dan pengemudi sekali masuk Rp200.000.00/GT US $0.000.000. dokar dan sepeda 2) tanda masuk tetap a)) trailer.00/kendaraan/tahun Rp4.000.00/kapal Rp100. minibus.b)) truk.000.00/kapal Rp35.00/kendaraan/tahun Rp2.000. kapal perintis dan kapal perikanan 9. bus besar c)) pick up.000.00/kapal Rp50.194 - .00/kapal Rp100. Penerimaan jasa perkapalan a) Pemeriksaan dan sertifikat yang berkaitan dengan keselamatan kapal 1) 0 sampai dengan GT 35 2) lebih dari GT 35 sampai dengan GT 50 3) lebih dari GT 50 sampai dengan GT 150 4) lebih dari GT 150 sampai dengan 500 5) lebih dari GT 500 sampai dengan GT 1600 6) lebih dari GT 1600 Rp5.000.000. sedan dan jeep d)) sepeda motor e)) gerobak.00/kendaraan dan pengemudi+kenek/ sekali masuk c)) pick up.00/kendaraan/tahun 8. minibus.000.000.00/kapal Rp20.00/kendaraan/bulan Rp40. cikar.00/GT . bus besar Rp500. Jasa kenavigasian jasa penggunaan sarana bantu navigasi pelayanan (SBNP)/uang rambu a) kapal angkutan laut luar negeri b) kapal angkutan laut dalam negeri c) kapal pelayaran rakyat.000. sedan dan jeep d)) sepeda motor e)) gerobak. dokar dan sepeda Rp400.

pengujian alat penolong dan alat pencegahan pencemaran e) Pengesahan gambar kapal 1) 0 sampai dengan GT 35 2) lebih dari GT 35 sampai dengan GT 50 3) lebih dari GT 50 sampai dengan GT 150 4) lebih dari GT 150 sampai dengan 500 f) Penelitian dokumen kepelautan dan dokumen kapal selain sertifikat 1) dokumen kepelautan 2) dokumen status hukum kapal: a)) surat tanda kebangsaan b)) akte pendaftaran g) Pengawasan barang berbahaya 1) kurang dari 6 jam 2) lebih dari 6 jam s/d 12 jam 3) lebih dari 12 jam untuk tiap jam ditambah h) Pemeriksaan kapal asing (port state control m.000.500.00/GT Rp50.00/unit Rp500.00/kapal Rp25.00/Fa Rp50. Perizinan perhubungan udara: a) Tanda izin mengemudi di sisi udara operasi penerbangan (KKOP) di bandara c) Izin operasi pembangunan bandar khusus d) PAS bandara 1) harian 2) bulanan 3) tahunan e) Flight approval (lokal) .000.00/GT Rp100. keselamatan kapal .00/GT Rp10.195 Rp2.00/kapal Rp20.000.000.000.00/kapal Rp50.00/thn Rp7.000.00/izin b) Rekomendasi bangunan tinggi dikawasan keselamatan US $250/kapal Rp100.000.000. Jasa-jasa pelayanan perhubungan udara 1.00/GT Rp150.00/GT Rp15.00/GT Rp10.00/kapal Rp15.000.0 sampai dengan GT 35 c) Penerbitan sertifikat: surat tanda kebangsaan kapal d) Pengujian dan sertifikat perlengkapan kapal.000.00/hari Rp10.00/kapal .000.00/dokumen Rp10.00/rek Rp500.00/bln Rp25.000.00/2tahun Rp300.b) Pelaksanaan pengukuran kapal dan penerbitan surat ukur .000.

Rp100./Barang Jasa pelayanan angkutan sungai. Jasa pemakaian fasilitas angkutan barang di stasiun kereta api o. Sebira) Rp25./Orang Rp1. P. Lancang) (P.00/GT/Call Rp10. Jasa tanda masuk pengantar/penjemput di pelabuhan penyeberangan 3.00/m2/bln Rp30.00/orang Rp30.00/Izin Rp700/1000 kg dan bagiannya/hari Rp100/1000 kg dan bagiannya/hari Rp160/1000 kg dan bagiannya/hari Rp2.f) Izin usaha ekspedisi muatan pesawat udara g) Izin usaha pengurusan transportasi udara 2. P.000.000 kg 2) penempatan 3) penyimpanan 3.000. Untung Jawa.00/orang (P. penempatan dan penyimpanan pesawat udara (JP4U) penerbangan dalam negeri 1) pendaratan sampai dengan 40. Jasa pelayanan penumpang pesawat udara (JP3U) n. Sewa ruang penumpukkan barang/hewan di pelabuhan penyeberangan sungai dan danau 5. Jasa sandar a) dermaga/jembatan bergerak b) dermaga beton c) jembatan kayu d) pinggiran pantai e) kapal istirahat di dermaga 2. P.00/Izin Rp200. Jasa pelayanan angkutan jalan rel: 1. Payung.00/m2/hari Rp300. Jasa perhubungan udara a) Jasa pendaratan.000.00/orang Rp50.196 - .000.000.00/orang Rp5. Pari dan P.00/GT/Call Rp20.00/GT/Call . Jasa pemakaian fasilitas peron stasiun kereta api 2. 1.000. Sewa ruang di kantor penyeberangan 4. danau dan penyeberangan .00/GT/Call Rp30. Kelapa.00/org/keberangkatan Rp1. Bidadari. P.000.000. Pramuka. Tidung.000.000. P. Tarif retribusi penumpang kapal cepat a) jarak 0 sampai dengan 20 mil b) jarak 20 sampai dengan 35 mil c) jarak diatas 35 mil (P. dan Resort-Resort) Rp1.00/GT/Call Rp25.

00/kendaraan/tahun Rp75.000.00/orang Rp6. mobil bus besar 2.00/kendaraan/tahun .000. mobil barang Rp50.00/kendaraan Rp11. mobil bus sedang 3. b) keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang. mobil bus kecil 4.00/kendaraan Rp50. Izin operasi angkutan: 1.00/kendaraan/tahun Rp25.000.6.00/kendaraan Rp25.000. c) keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan.000.000.00/orang Rp9. taksi 2. Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4 dikenakan tambahan sebagai berikut: a) atas keterlambatan sampai dengan 1 (satu) bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang.00/orang 7.000. q.000. taksi 5. angkutan pengganti bemo (APB) 6.000.500. Izin trayek: 1. c) keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan. angkutan pengganti bemo (APB) Rp100.000.00/kendaraan Rp20.500.000.000.00/kendaraan/tahun 5.197 - . Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 6 dikenakan tambahan sebagai berikut: a) atas keterlambatan sampai dengan 1 (satu) bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. sewa Rp50. b) keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang.00/kendaraan Rp20. mobil bus sedang 3.00/kendaraan Rp50.000. Izin usaha angkutan: 1. wisata 3.00/kendaraan/tahun Rp50.00/kendaraan/tahun Rp20. mobil bus kecil 4.00/kendaraan/tahun Rp50. r. mobil bus besar 2. Tarif Retribusi penumpang kapal Reguler a) Jakarta – Pulau Pramuka/Kelapa b) Jakarta – Pulau Tidung c) Jakarta – Pulau Untung Jawa p.000.

000. 2.000.000. Perizinan jasa multimedia: 1.00/izin Rp25.000.000. 4.00/kendaraan/tahun Jasa penunjang penyelenggaraan telekomunikasi: 1.00/izin Rp5.00/izin Rp30. izin Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) 10. izin penyelenggaraan radio panggil untuk umum (RPPU) 12.000. izin komunikasi radio pelayanan rakyat 9.000.00/kendaraan/tahun Rp100.000. 1.500. mobil barang: a).00/izin Rp3.000. v.00/izin/thn Rp150.000.00/izin/thn Rp150.00/izin/thn Rp30. izin penyelenggaraan telekomunikasi lokal (LAN.000.00/izin Rp2.000.00/kendaraan/tahun Rp50.000.000.00/izin Rp10.00/izin/thn 2.000.00/orang . Peti kemas (APK) 1) 20 feet 2) 40 feet 3) diatas 40 feet b).00/kendaraan/tahun Rp250. 5. izin TV berbayar/kabel izin TV siaran lokal izin radio siaran AM izin radio siaran FM izin penyelenggaraan jasa internet teleponi (ITSP) izin penyelenggaraan akses internet (ISP) izin usaha warnet Rp10. t. izin radio link Rp2.00/izin Rp1.000. izin penyelenggaraan radio trunking 3.000. 6.00/kendaraan/tahun Rp75.000. 3.000.000.000.000. izin stasiun radio bergerak (Mobile unit) 5.000.500.00/izin/thn Rp2.00/izin/thn Rp500.000.000.500.00/kendaraan/tahun Rp75.000.000.000. izin stasiun radio komunikasi stasioner 8. Izin pengusahaan jasa titipan Perizinan jasa telekomunikasi.500. izin penempatan perangkat telekomunikasi ujian amatir radio tingkat pemula .00/izin/thn Rp150.000.000.000.00/izin/thn Rp500. izin stasiun radio bergerak (HT) 6. WAN) u. izin stasiun repeater 7. izin amatir radio 11. izin radio komunikasi taksi 4. 7.4.198 Rp2.000.000. Mobil barang umum (MBU) 1) 4 ban 2) 6 sampai dengan 10 ban 3) diatas 10 ban s.00/izin/thn Rp100.00/izin Rp50.00/izin/thn Rp150.00/izin Rp200. 2.00/izin/thn Rp3.750.00/izin/thn Rp15.

00 Rp200.000.00 Rp500. 8.00 Rp100. 14.000.000.00 Rp250. 8.00 Rp100.000.00 Rp100.000.199 - .00 Rp100.00/izin Rp2.3. 15. 4. Trans (SIU JPT) Surat Izin Usaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut (SIU EMKL) Rp250.000.000.00 Rp250.00/izin w.00 Rp100.00/izin/tahun Rp200. 20.000. 5.000.00/orang Rp75.000.00 Rp200. 3.00/izin Rp500. 14.00 Rp200. 13. 6.00 Rp200. 11. 19.000.00/izin/tahun Rp25.000.000.000.000. 10.000.000.000. 16. 5.000. 6. 7.00 Rp200.000.000. 17.000. ujian amatir radio tingkat siaga ujian amatir radio tingkat penggalang ujian amatir radio tingkat penegak izin penguasaan perangkat amatir radio (RIG) izin penguasaan perangkat amatir radio (HT) izin penguasaan perangkat KRAP (RIG) izin penguasaan perangkat KRAP (HT) izin usaha wartel izin instalasi kabel rumah/gedung izin instalasi jaringan telkom izin instalasi perangkat telkom izin usaha pemasok/suplier perangkat telkom Rp30.000. 13. 18. 12.00/izin Rp500. 11.00 Rp250. Izin perhubungan laut: 1.00/izin Rp150. 2.000.00 Rp200.000.00/m3 Surat Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat (SIU PBM) Rp200.000.000. 9. 12.00 Rp250.000. surat izin usaha perusahaan angkutan laut Surat Izin Operasi Angkutan Laut Khusus (SIOPSUS) Surat Izin Usaha Pelayaran Rakyat (SIU PERLA) Surat Izin Usaha Jasa Peng. 9.00/orang Rp50.000. 7.00 Surat izin usaha tally Surat izin Usaha Depo Peti Kemas (SIU DPK) Surat Izin Usaha Salvage dan Pekerjaan Bawah Air (SIU SPBA) Surat izin usaha pengadaan.000. pemeliharaan alatalat keselamatan pelayaran Surat izin operasi floating repair Surat izin pengangkutan dan bongkar Muat barang berbahaya Surat izin pembangunan pelabuhan umum Surat izin pengoperasian pelabuhan umum Surat izin pembangunan pelabuhan khusus Surat izin pengoperasian pelabuhan khusus Surat izin pembangunan dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) Surat Izin Pengoperasian Dermaga untuk kepentingan Sendiri (DUKS) Surat izin kerja keruk Surat izin reklamasi .00/orang Rp60.00/izin/tahun Rp25.00/izin/tahun Rp50. 10.00 Rp250.00/m3 Rp100. 4.000.

000. keramba. bagan Rp500.000. izin operasi angkutan penyeberangan.00/izin Rp50.00/izin Rp2.000. tanda izin mengemudi di sisi udara penerbangan(KKOP) di Bandara 3.000.00/m2 y.00/tahun Rp7. 22.00/izin Rp200.21. danau dan penyeberangan: 1.00/hari Rp10.000. kabel laut.00/2tahun Rp300. izin usaha angkutan penyeberangan 2.00/m2 Rp100. Rekomendasi pembuatan talud/break water di luar DLKR dan DLKP Rp50. sungai dan danau . Penerbitan rekomendasi perhubungan laut 1.00/izin Rp200. izin usaha prasarana dan sarana kereta api 2.00 24.000. PAS bandara a) harian b) bulanan c) tahunan 5.00/rekomendasi Rp500. Perizinan angkutan penyeberangan sungai.000. Surat izin mendirikan bangunan di atas air x.00/izin . izin pengoperasian prasarana dan sarana KA Rp200.000.500. Rekomendasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di dalam lingkungan pelabuhan 2.000. Surat izin penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal Surat izin usaha angkutan bandar Surat izin penggunaan perairan untuk a.00/m2 Rp100. Perizinan angkutan jalan rel: 1.00 Rp250.00/izin/2tahun Rp200.000.200 Rp100.00/bulan Rp25. Flight Approval (lokal) 6.000.000. pipa b. 23.00/Fa Rp100.000.00/m2 Rp25. izin operasi dan pembangunan bandar khusus 4. izin usaha ekspedisi muatan pesawat udara 7.000. Penetapan Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) Rp300. Perizinan perhubungan udara 1. rekomendasi bangunan tinggi dikawasan keselamatan operasi bb.00/izin 2.00/m2 Rp250.00/m2 z. izin usaha jasa pengurusan transportasi udara aa.

b. Nama dan Subjek Pasal 141 (1) (2) Pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. keterlambatan sampai dengan 1 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. Untuk mendapatkan pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian tempat parkir di pelataran parkir.(2) Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang izin pengujian kendaraan. perizinan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan. c. (3) Paragraf 2 Objek. izin usaha angkutan dan izin trayek sebagaimana dimaksud pada huruf a. Setiap orang pribadi yang memerlukan pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf a dan huruf b. dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. huruf p dan huruf q dikenakan tambahan sebagai berikut: a. . pemakaian tempat parkir di gedung parkir. pemakaian tempat parkir di lingkungan parkir. (2) pemakaian tempat parkir tepi jalan umum. c. keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang.201 - . e. d. Golongan. Bagian Keempat Perparkiran Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 140 (1) Pelayanan Perparkiran terdiri dari: a. b.

Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf e dipungut retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Pelayanan Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Untuk Umum Di Luar Badan Jalan.202 - . dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. kapasitas tempat parkir dan jangka waktu parkir.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf c dan huruf d. Subjek Retribusi Pemakaian Pelataran Parkir milik Pemerintah Daerah dan Pemakaian Gedung Parkir milik Pemerintah Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf c dan huruf d. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya pengawasan/pengendalian. Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 142 (4) (1) Subjek retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf a dan huruf b. jenis kendaraan dan jangka waktu parkir. intensitas/tingkat kepadatan. Tingkat penggunaan jasa pelayanan perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (4) diukur berdasarkan kapasitas/jumlah Satuan Ruang Parkir (SRP) dan jangka waktu parkir. Tingkat penggunaan jasa tempat khusus parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (3) diukur berdasarkan fasilitas tempat parkir. . biaya operasional/pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Subjek Retribusi Perizinan Pengoperasian Fasilitas Parkir untuk umum diluar badan jalan adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf e. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 144 (2) (3) (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi parkir di tepi jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan marka/rambu parkir. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 143 (2) (3) (4) (1) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (2) diukur berdasarkan golongan jalan.

kurang dari satu jam dihitung satu jam.000.000. biaya pembinaan.00 pertama.00 untuk satu kali parkir .00 untuk satu kali parkir. b) bus. minibus. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.00 untuk setiap jam berikutnya. Tarif 3 untuk jam Rp1. jalan golongan a) sedan.000. pickup dan sejenisnya .000. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya penyusutan. jeep. biaya asuransi. kurang dari satu jam dihitung satu jam.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi tempat khusus parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (3) Pasal 145 (1) Struktur dan besarnya tarif Perparkiran dan retribusi izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) adalah: a.203 - Rp1. c) sepeda motor Rp500. jeep.00 pertama. angsuran bunga pinjaman. biaya penelitian.000.00 untuk setiap jam berikutnya. pickup dan sejenisnya Rp1. truck dan sejenisnya Rp2. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. untuk jam Rp2. Tempat parkir di tepi jalan umum: Golongan Jalan 1 jalan golongan A Jenis Kendaraan 2 a) sedan. minibus. Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi perizinan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum diluar badan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (4) dengan memperhatikan biaya administrasi izin. biaya perawatan/pemeliharaan. pengawasan dan pengendalian.

000. truck dan sejenisnya c) sepeda motor Rp2.00 untuk jam pertama Rp500.00 untuk jam pertama Rp2. sepeda motor . kurang dari satu jam dihitung satu jam Rp500. Rp2.00 untuk jam pertama Rp2. jeep. kurang dari satu jam di hitung satu jam . Tempat parkir di lingkungan parkir: Jenis kendaraan Tarif 1. truck dan sejenisnya dari satu jam Rp2. Tempat parkir di pelataran parkir: Jenis kendaraan Tarif 1.000. sedan. minibus. sedan. jeep.B b) bus. bus.00 untuk setiap jam berikutnya.000.000.204 - 3.00 untuk setiap jam berikutnya.00 untuk setiap jam berikutnya kurang dihitung satu jam 2. minibus. bus.00 untuk satu jam pertama Rp500. c.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1.000. kurang dari satu jam dihitung satu jam 2.00 untuk satu kali parkir b.00 untuk satu jam berikutnya kurang dari satu jam dihitung satu jam.000.000.000.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1.00 untuk setiap jam berikutnya. Rp2.00 untuk satu kali parkir Rp500. sepeda motor Rp500.00 untuk setiap jam berikutnya kurang dihitung satu jam dari satu jam 3. truck dan sejenisnya Rp2.000.

sepeda motor c) (2) Besarnya Tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. jeep. Tempat parkir di gedung parkir: Jenis kendaraan Tarif 1. besarnya retribusi atas daftar ulang izin tanpa adanya perubahan dalam izin adalah Rp50. huruf c dan huruf d sudah termasuk pembayaran premi asuransi kehilangan dan kerusakan kendaraan. .000. bus.00 (lima puluh ribu rupiah).d.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1.00 untuk setiap jam berikutnya. 3. besarnya retribusi perubahan izin adalah 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi izin penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum diluar Badan jalan.00 untuk satu jam pertama Rp500. Rp2.205 - .000.000. Perizinan penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan: 1.000.00 (seratus ribu rupiah).000. dengan memungut biaya parkir a) besarnya retribusi izin berlaku rumus jumlah satuan ruang parkir tersedia dikalikan dengan tarif dasar yang berlaku saat izin dikeluarkan. c) besarnya retribusi atas daftar ulang izin tanpa adanya perubahan dalam izin adalah 25% (dua pulu lima persen) kali satuan ruang parkir (SRP) x tarif dasar . b) besarnya retribusi perubahan izin adalah 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi izin penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum diluar Badan jalan. dengan tidak memungut biaya parkir a) b) besarnya retribusi izin sebesar Rp100.000.00 untuk jam pertama Rp2. sedan. kurang dari satu jam dihitung satu jam 2.00 untuk satu Jam Berikutnya Kurang dari satu jam di hitung satu jam e. truck dan sejenisnya Rp2. kurang dari satu jam dihitung satu jam Rp500. 2.00 untuk setiap jam berikutnya. minibus.

lingkungan pelataran parkir dan gedung parkir ditetapkan sebesar Rp25. pemakaian peralatan ukur dan mobilisasi.(3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pembayaran premi asuransi dan tata cara penggantian kehilangan dan kerusakan kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Gubernur. (7) Tarif retribusi parkir pada lokasi parkir kawasan pengendalian parkir ditetapkan 150% (seratus lima puluh per seratus) dari tarif yang ditetapkan atas setiap golongan tempat parkir bukan kawasan pengendalian parkir (8) Tarif retribusi parkir pada kegiatan parkir insidentil ditetapkan sebesar 150% dari tarif yang ditetapkan atas setiap golongan tempat parkir bukan kegiatan insidentil. Bagian Kelima Pekerjaan Umum Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 146 (1) Pelayanan pekerjaan umum terdiri dari: a. b. diatur dengan Peraturan Gubernur. (6) Untuk berlangganan bulanan bagi kendaraan bermotor roda dua di tepi jalan umum.206 - . c. .000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (5) Untuk berlangganan bulanan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih di tepi jalan umum. lingkungan pelataran parkir dan gedung parkir berlaku rumus 25 hari x 3 kali parkir x tarif parkir dasar sesuai jenis kendaraan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (4) Tarif progresif tempat parkir di tepi jalan umum pada jalan golongan A sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan apabila pada jalan tersebut tersedia alat ukur parkir atau alat pembuktian lain. pemakaian peralatan laboratorium dan mobilisasi. (9) Ketentuan mengenai kriteria dan penentuan kawasan pengendalian parkir serta kegiatan parkir insidentil sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dan ayat (8). pemakaian alat-alat besar dan/atau penunjang .00 (dua puluh lima ribu rupiah).

000.000. direksi keet (kontainer) ukuran 2 m x 6 m 4. Pasal 148 (1) Subjek retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1). Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Golongan.000. biaya asuransi. pengujian. gudang lapangan . Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 149 Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (2) diukur berdasarkan jenis alat. direksi keet (kontainer) ukuran 1.00/hari/paling singkat 90 hari .000.00/buah 2. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi . volume.00/hari/paling singkat 90 hari Rp21. Nama dan Subjek Pasal 147 (1) Pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi.Paragraf 2 Objek.00/hari/paling singkat 90 hari Rp74. biaya administrasi umum yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. jumlah contoh dan pemakaian alat serta mobilisasi peralatan. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 150 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan. Ongkos angkut direksi keet/gudang lapangan (pp) Rp700. Pasal 151 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. angsuran bunga pinjaman biaya rutin/periodik.207 Rp21.5 m x 4 m 3. Pemakaian alat-alat besar dan/atau penunjang: 1. biaya perawatan/pemeliharaan.

5. mesin gilas 1,5 sampai dengan 10 ton 6. mesin gilas 10 sampai dengan 18 ton 7. dump truck kecil 8. dump truck besar 9. excavator kecil 10. excavator besar 11. shovel loader b. Pemakaian peralatan laboratorium dan mobilisasi: 1. pekerjaan sondir dan pengeboran:

Rp188.000,00/hari Rp223.500,00/hari Rp316.000,00/hari Rp477.000,00/hari Rp856.000,00/hari Rp3.491.500,00/hari Rp889.000,00/hari

a) sondir q.c 150 kg/cm2 atau paling dalam 25 m b) sondir q.c 400 kg/cm2 atau paling dalam25 m c) pengeboran tanah sampai kedalaman paling dalam 10 m berikut test laboratorium d) pengeboran tanah dengan mesin: 1) sampai dengan 10 m 2) lebih dari 10 m sampai dengan 20 m 3) lebih dari 20 m sampai dengan 30 m 4) lebih dari 30 m sampai dengan 40 m 5) lebih dari 40 m sampai dengan 50 m 6) lebih dari 50 m sampai dengan 60 m 7) lebih dari 60 m sampai dengan 70 m 8) lebih dari 70 m sampai dengan 80 m 2. pengambilan contoh (sample) tanah asli dengan bor tangan maximal kedalaman 10 m 3. pengambilan contoh tanah dengan bor mesin 4. standard penetration test 5. pengeboran aspal beton (hotmix) 6. test pit dan penutupan 7. kepadatan lapangan a) sirtu b) macadam (CBR on place) c) hotmix 9. benkelmen beam 10. kekasatan permukaan (skid resistance) 11. tegangan geser (lapisan antara hotmix/batu alam) 12. pemecahan batu kali/kapur

Rp175.000,00/titik Rp1.250.000,00/titik Rp500.000,00/titik Rp52.500,00/m Rp63.500,00/m Rp74.000,00/m Rp84.250,00/m Rp99.125,00/m Rp120.400,00/m Rp141.750,00/m Rp184.125,00/m Rp140.000,00/titik Rp46.000,00/contoh Rp46.000,00/contoh Rp50.000,00/contoh Rp126.000,00/contoh Rp35.000,00/titik Rp75.000,00/titik Rp60.000,00/titik Rp130.000,00/titik Rp93.000,00/titik Rp35.000,00/titik Rp27.500,00/contoh Rp23.500,00/contoh

γd tanah/batuan

8. pengujian mutu (quality control)

- 208 -

13. pengeboran beton: a) kedalaman sampai dengan 10 cm Rp225.500,00/titik b) kedalaman lebih dari 10 cm sampai dengan 20 cm Rp451.000,00/titik c) kedalaman lebih dari 20 cm sampai dengan 30 cm Rp676.500,00/titik 14. pemotongan beton 15. pemeriksaan, jalan , jembatan dan pengairan: a) pemeriksaan contoh tanah. 1) triaxial 2) konsolidasi 3) direct shear 4) unconfined 5) hidrometer 6) analisis saringan 7) atterberg limit 8) berat jenis 9) berat isi 10) kadar air 11) permeability 12) shrinkage limit 13) percobaan pemadatan 14) percobaan CBR laboratorium b) pemeriksaan beton: 1) percobaan mix design beton 2) slump test (3 x percobaan) 3) kuat tekan kubus/silinder/paving block c) pemeriksaan kualitas semen d) pemeriksaan batuan: 1) test kualitas sirtu 2) test kualitas macadam 3) test kualitas spleet, screening (hotmix) 4) test kualitas spleet (beton) 5) test abu batu 6) pemeriksaan index kepipihan e) pemeriksaan pasir: 1) test kualitas pasir pasang 2) test kualitas pasir beton 3) pemeriksaan pasir untuk konstruksi jalan f) pemeriksaan aspal beton (hotmix): 1) mix design hotmix 2) mix design hotmix dan additive - 209 Rp300.000,00/contoh Rp350.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp110.000,00/contoh Rp85.000,00/contoh Rp200.000,00/contoh Rp150.000,00/contoh Rp144.500,00/contoh Rp159.000,00/contoh Rp85.000,00/contoh Rp35.000,00/contoh Rp364.000,00/contoh Rp36.500,00/contoh Rp6.000,00/contoh Rp95.000,00/contoh Rp110.000,00/contoh Rp100.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp60.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp15.000,00/contoh Rp15.000,00/contoh Rp82.000,00/contoh Rp44.000,00/contoh Rp60.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp22.000,00/contoh

3) test job mix aspal beton g) pemeriksaan kualitas aspal: 1) pemeriksaan aspal emulsi 2) pemeriksaan aspal cair 3) pemeriksaan aspal semen 4) sieve test aspal emulsi 5) storage stability 24 hour aspal emulsi 6) cement mixing aspal emulsi 7) kinematik viscositas aspal 8) pemeriksaan kadar air aspal (hotmix) dgn cara destilasi 9) pemeriksaan asbuton/micro asbuton 10) ekstraksi asbuton/micro asbuton dengan alat soxlet h) pemeriksaan kadar gilsonite i) pemeriksaan berat jenis semen
j) pemeriksaan gravity maximum mixture (gmm) hotmix

Rp225.000,00/contoh Rp275.000,00/contoh Rp286.000,00/contoh Rp200.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp34.000,00/contoh Rp84.000,00/contoh Rp204.000,00/contoh Rp118.500,00/contoh Rp75.000,00/contoh Rp21.000,00/contoh
Rp45.000,00/contoh

k) pemeriksaan air bersih l) pemeriksaan air limbah/sungai m) bor klasifikasi n) cone penetrometer o) kualitas tanah p) proktor q) shallow boring r) geo listrik s) seismic per/m/rentang t) vane test u) kuat tekan dengan hammer test v) wheel tracking test w) indirect tensile modulus test UTM UMATA x) kuat tarik besi beton sampai dengan 25 mm 16. Biaya mobilisasi pekerjaan lapangan a) Mobilisasi quality control: 1) test pit dan penutupan 2) pengujian mutu (Quality Control): a)) sirtu b)) macadam (CBR on Place) c)) hotmix - 210 -

Rp58.500,00/contoh Rp104.000,00/contoh Rp140.000,00/titik Rp56.000,00/titik Rp220.000,00/contoh Rp150.000,00/contoh Rp35.000,00/titik Rp160.800,00/titik Rp16.800,00/m Rp18.000,00/titik Rp3.480,00/titik Rp450.000,00/contoh Rp450.000,00/contoh Rp70.000,00/contoh

Rp100.000,00/3 titik Rp150.000,00/8 titik Rp150.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik

3) benkelman beam 4) kekasatan permukaan (Skid Resistance) 5) pengeboran beton 6) kepadatan lapangan 7) shallow boring b) Mobilisasi colecting data mekanika tanah: 1) sondir Ringan (kapasitas 2,5 tonf) 2) bor dangkal (bor tangan) 3) sondir berat (kapasitas 10 tonf) 4) bor dalam (bor mesin) 5) bor klasifikasi 6) cone penetrometer c. Pemakaian peralatan ukur: 1. Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control)

Rp150.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik Rp100.000,00/6 Titik Rp100.000,00/15 titik Rp100.000,00/10 titik Rp150.000,00/2 titik Rp150.000,00/2 titik Rp300.000,00/1 titik Rp300.000,00/1 titik Rp100.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik

saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m Rp520,00/m’ 2. Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m 3. Pengukuran jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih kecil atau sama dengan 10 m 4. Pengukuran Jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih besar dari 10 m 5. Pengukuran (Collecting Data, Uitzet & Peil Control) peil lantai bangunan, peil banjir 6. Pengukuran waduk / situ (Collecting Data,Uitzet &Peil Control) 7. Pengukuran jembatan (Profile, Uitzet&Peil Control) jembatan 8. Mobilisasi pengukuran: a) Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m b) Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m c) Pengukuran Jalan (Profile, Uitzet, Peil Control) jalan lebar lebih kecil atau sama dengan 10 m d) Pengukuran jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih besar dari 10 m peil lantai bangunan, peil banjir - 211 Rp100.000,00/1.000 m’ Rp100.000,00/10.000 m2 e) Pengukuran (Collecting Data, Uitzet & Peil Control) Rp100.000,00/1.000 m’ Rp100.000,00/1.000 m’ Rp100.000,00/1.000 m’ Rp300,00/ m2 Rp320.000,00/1buah Rp300,00/ m2 Rp550,00/m’ Rp520,00/m’ Rp550,00/m’

f) Pengukuran waduk/situ (Collecting Data,Uitzet &Peil Control) g) Pengukuran jembatan (Profile, Uitzet & Peil Control) Rp100.000,00/10.000 m2 Rp100.000,00/1buah Jembatan

Bagian Keenam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 152 (1) Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup terdiri dari: a. pemakaian peralatan penelitian lingkungan untuk pengambilan contoh pengukuran air dan udara; b. pemakaian peralatan laboratorium; c. izin pembuangan limbah cair;
d. izin pembuangan emisi sumber tidak bergerak.

(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Paragraf 2 Objek, Golongan, Nama dan Subjek Pasal 153 (1) Pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) adalah objek Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf a dan b dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak.

- 212 -

213 - . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 156 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (3) Subjek Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak adalah orang pribadi atau Badan yang mengunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf d. waktu. Untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. . Paragraf 4 Prinsip Penetapan.Pasal 154 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf a dan huruf b. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. contoh dan waktu. jenis usaha dan tingkat pencemaran yang ditimbulkan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (4) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (3) dengan memperhatikan biaya evaluasi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 155 (1) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (2) diukur berdasarkan jenis alat dan tempat pemakaian. biaya penyusutan. (2) Subjek Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair adalah orang pribadi atau Badan yang mengunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf c. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak dalam Pasal 153 ayat (4) diukur berdasarkan volume. biaya perawatan/pemeliharaan. jenis usaha dan tingkat pencemaran yang ditimbulkan. angsuran bunga pinjaman. verifikasi dan pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian pencemaran. (1) Tingkat penggunaan jasa Izin Pembuangan Limbah Cair dalam Pasal 153 ayat (3) diukur berdasarkan volume. ukuran. waktu.

Pengambilan/pengukuran udara: a) alat pengambil gas (gas sampler) b) alat pengambil debu (high volume) c) alat pengukur CO (NDIR) d) alat pengukur SO (UV-Fluoresence) e) alat pengukur NO (Chemiluminesence) f) alat pengukur O3 (UV-AdsoRption) g) alat pengukur debu (B-ray) h) alat pengukur HC (FID) i) j) l) alat pengukur emisi kendaraan alat pengukur emisi industri Rp130.000.00/hari Rp60.000.00/lokasi/hari . suhu.000.00/lokasi/hari Rp400.000. kapasitas 5 liter g) botol contoh.000.00/hari Rp50.000.000.00/lokasi/hari Rp150. Pengambilan contoh air: a) alat pengambil contoh air b) alat pengambil contoh benthos c) alat pengambil contoh plankton d) alat pengukur kualitas in-situ (pH.00/hari k) alat pengukur gas (tube detector) m) alat pengukur arah dan kecepatan angin n) alat pengukuran kebisingan o) mobil labotarium dan peralatan pengujian p) alat pengukur partikular q) alat pengukur vibrasi alat pengukur temperatur dan kelembaban Rp50.00/lokasi/hari Rp150.00/hari Rp7.000.000.000.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (4) dengan memperhatikan biaya evaluasi.000. verifikasi dan pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian pencemaran.00/lokasi/hari Rp150.000.00/lokasi/hari Rp150.000.000.00/lokasi/hari Rp200.000.00/buah Rp25.000.000.00/lokasi/hari Rp70.000. DO.000.00/lokasi/hari Rp750.00/hari Rp70.00/lokasi/hari Rp200.00/lokasi/hari Rp80.000.00/buah Rp7.00/lokasi/hari Rp150.000.00/lokasi/hari Rp130.000.214 - . Pemakaian peralatan penelitian lingkungan untuk pengambilan contoh dari pengukuran air dan udara: 1.00/lokasi/hari Rp100. kapasitas 2 liter 2.00/lokasi/hari Rp200. Pasal 157 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 adalah sebagai berikut: a.000.00/lokasi/hari Rp500.000.000.00/lokasi/hari Rp2. kekeruhan) e) alat pengukur debit f) botol contoh.

00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp15.000.000.00/contoh Rp17.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp10.00/contoh Rp15.00/contoh Rp15. Pemakaian peralatan labotarium: 1. Analisa air: a) fisis: 1) daya hantar listrik 2) kekeruhan 3) warna 4) suhu 5) salinitas 6) kecerahan b) kimiawi: 1) alkalinity/acidity 2) carbondioksida/bicarbonation 3) chlorida 4) ammonia bebas 5) ammonia total 6) nitrat 7) nitrit 8) pH 9) phosphat 10) sulfifda 11) sulfat 12) sulfit 13) kesadahan total 14) fluorida 15) kesadahan calsium ( CaCO3) 16) kesadahan magnesium / Mg(CaCO3) 17) lumpur kasar 18) zat padat tersuspensi 19) zat padat total 20) zat padat terlarut 21) chlorine 22) zat padat terendapkan Rp10.00/contoh Rp15.00/contoh Rp5.000.00/contoh Rp7.000.00/contoh Rp5.00/contoh Rp15.000.000.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp10.00/contoh Rp15.000.000.000.000.00/contoh Rp15.500.b.00/contoh Rp15.000.000.000.00/contoh Rp3.000.000.00/contoh Rp10.00/contoh Rp15.000.00/contoh .000.215 - .00/contoh Rp15.000.000.00/contoh Rp5.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp17.00/contoh Rp7.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp15.500.000.000.

00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp15.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp20.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh 5) detergent (ekstract carbon chloroform) Rp60.00/contoh Rp50.000.00/contoh .000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp30.00/contoh Rp50.00/contoh 10) mangan (Mn) 11) nikel (Ni) 12) timah hitam (Pb) 13) seng (Zn) 14) cadmium (Cd) 15) alumunium (Al) 16) arsen (As) 17) boron (Bo) 18) air raksa (Hg) 19) selenium (Se) 20) silver (Ag) 21) strontium (Sr) 22) cobalt (Co) 23) distruksi logam berat e) Mikrobiologi: 1) escherichia coli 2) MPN Fecal Coliform .00/contoh Rp20.00/contoh Rp20.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp35.000.000.000.000.00/contoh Rp30.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp90.00/contoh Rp35.000.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp45.000.000.00/contoh Rp20.000.000.216 - Rp130.000.000.000.00/contoh Rp20.000.c) khusus: 1) COD (kebutuhan oksigen kimiawi) 2) BOD (kebutuhan oksigen biologi) 3) DO (oksigen terlarut) 4) organic (nilai KMnO4) 6) minyak dan lemak 7) phenol 8) cyanida 9) silikat (Si 02) d) logam: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) natrium (Na) kalium (K) calsium (Ca) magnesium (Mg) barium (Ba) besi (Fe) chromium (Cr) chromium hexavalent tembaga Rp20.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp20.00/contoh Rp30.000.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp70.000.

000. dalam lumpur/padat j) destruksi padatan 3.000.000.00/contoh Rp250.000.000. Ca.000.217 Rp60.00/contoh Rp30. Pb. Analisa udara: a) gas carbon monoksida (Co) b) gas carbon dioksida (Co2) c) gas sulfur dioksida (SO2) d) gas nitrogen dioksida (NO2) e) gas chlor (Cl2) .00/contoh Rp1.000.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp800.000.000. K) i) kadar Hg.00/contoh Rp60.00/contoh Rp35.000.000.00/contoh/jenis Rp75.00/contoh Rp50.00/contoh .00/contoh Rp50.00/contoh Rp75. Cd. Mg.00/contoh Rp40.000.00/contoh Rp70.00/contoh Rp100.000.000.00/contoh Rp30. Mn.000.00/contoh 7) TCLP (logam berat) metode SSA Rp60.00/contoh Rp30.00/jenis Rp50.00/contoh/jenis Rp70.000.000.000.00/contoh Rp40.00/contoh Rp50.000.000.000. Ni. Cu.00/contoh/jenis 2.000.Al. Cr.As.000.000.Ag.000.000.000.00/contoh Rp150.3) MPN Coliform 4) total plate count 5) jamur 6) bakteri pathogen 7) bentos 8) plankton 9) test antibiotika f) Toksikologi: 1) bioassay test 2) pestisida untuk semua jenis: a)) formulasi b)) residu 3) senyawa organik non pestisida 4) uji karateristik limbah B3 5) ekstraksi lindi limbah B3 6) TCLP Rp50. Na. Analisa padat: a) kadar air b) kadar abu c) nilai kalor d) nitrogen total (kyedahl) e) lemak f) phosphat g) total organik content (titrasi) h) kadar logam dalam lumpur /padat (Fe.00/contoh/jenis (Toxicity Characteristic Leaching Prosedure) Rp1.500.000.000.Se.000.000.00/contoh Rp700.Co.00/contoh Rp1.00/contoh/jenis Rp90.00/contoh Rp50. Zn.00/contoh Rp40.

000.000.00/contoh Rp80.00/izin Rp100.00/contoh Rp100.00/contoh Rp90.00/contoh Rp100.000.00/contoh Rp50. Izin pembuangan emisi sumber tidak bergerak Rp50.00/contoh Rp250.000.000.218 - .000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp80.00/contoh Rp80.000.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.000.000. pemakaian peralatan penerangan jalan umum.000. .000.f) gas ammonia (NH3) g) gas hidrogen sulfida (H2S) h) gas hidrocarbon (HC) i) gas ozone/oksidan j) partikel/debu 24 jam k) partikel/debu 8 jam l) logam dalam debu m) silikat dalam debu n) SO2 dalam debu o) opasitas p) hidrogen florida q) gas clorin r) hidrogen florida s) total sulfur tereduksi t) partikular emisi cerobong u) vibrasi v) kebisingan c.000.000.00/contoh Rp50.000.000.00/contoh Rp100. b.00/contoh Rp75.00/contoh Rp75.00/izin Bagian Ketujuh Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 158 (1) Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas terdiri dari: a.00/contoh Rp50. izin penempatan jaringan utilitas dan bangunan pelengkap.00/contoh Rp100. Izin pembuangan limbah cair d.00/contoh Rp50.000.000.00/contoh Rp100.000. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.

(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap. untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. .219 - . jenis. ketinggian dan waktu. jenis. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 161 (1) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. Nama dan Subjek Pasal 159 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. kapasitas. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. berdasarkan diameter jaringan. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (3) diukur berdasarkan lokasi. biaya penyusutan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 162 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. Golongan. panjang jaringan. jenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Pasal 160 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 158 ayat (1) huruf a.Paragraf 2 Objek. satuan dan waktu pemakaian. (2) Subjek Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 158 ayat (1) huruf b. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar serta biaya pengawasan dan pengendalian.

000.000.00/meter/tahun Rp 135.000.00 Rp 230.00 Rp 45.000.00 .000. Bangunan koker. biaya pengawasan dan pengendalian serta pembinaan. Pemakaian peralatan penerangan jalan umum: Mobil tangga sampai dengan 8 jam: a.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya transportasi.00/meter Rp1. Penyediaan tanah untuk penempatan utilitas dibawah tanah. Pemerintah b. Bangunan pelengkap: a) tiang tinggi. Lebih dari 8 jam dikenakan tambahan biaya per jam b.00 Rp 320.00/meter Rp4.000. 1.00/meter Rp10. Kabel dan Pipa menggunakan bangunan Koker: a) kabel b) pipa: 1) diameter sampai dengan 300 milimeter 2) diameter 301 sampai dengan 500 milimeter 2. Pasal 163 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. manhole.000. Kabel dan pipa tanpa menggunakan bangunan koker: a) kabel b) pipa: 1) diameter sampai dengan 300 milimeter 2) diameter 301 sampai dengan 500 milimeter 3) diameter 501 sampai dengan 1000 milimeter 4) diameter lebih dari 1000 milimeter 3.00/meter/tahun Rp15.000.200.220 - .000.000. handhole dan bak valve 4.00/meter Rp5. paling tinggi 50 m Rp100. biaya survei. Swasta d.000.00/meter3/tahun Rp700.000.000.00/lokasi Rp10.000.00/meter Rp1. paling tinggi 12 m b) menara dan tower tinggi.00/titik Rp5. BUMN/BUMD c.00/meter/tahun Rp5.

(2) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. pemakaian lokasi taman dan jalur hijau. Nama dan Subjek Pasal 165 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) adalah Objek yang dikenakan Retribusi. (3) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penebangan Pohon Pelindung. c. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pertamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. izin penebangan pohon pelindung. (2) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (3). pemakaian peralatan pertamanan. Golongan. . (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi.Bagian Kedelapan Pertamanan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 164 (1) Pelayanan pertamanan terdiri dari: a. Paragraf 2 Objek . (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. b. Pasal 166 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (2).221 - .

00/lokasi Rp2. Pemakaian lokasi taman dan jalur hijau untuk: 1.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 167 (1) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. (2) Tingkat penggunaan jasa pelayanan perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (3) diukur berdasarkan diameter dan jumlah pohon.000.000. untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.000 m2 .000. perlombaan.000. biaya asuransi.00/5 hari/lokasi .500.00/5 hari/lokasi Rp2. Bazar.000. pengendalian dan pembinaan. biaya perawatan/pemeliharaan.000. pameran acara ritual dan kegiatan lainnya: a) sampai dengan 1000 m2 b) 1.001 sampai dengan 10. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya pengawasan.250.000.000 m2 c) 5. Pasal 169 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000.222 Rp1. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.00/lokasi Rp250. kapasitas dan waktu penggunaan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.00/lokasi Rp2.500.001 sampai dengan 5.000. Shooting film: a) 1 sampai dengan 2 hari b) 3 sampai dengan 4 hari c) 5 sampai dengan 8 hari d) diatas 8 hari dikenakan biaya tambahan Rp1. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 168 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa pemakaian kekayaan Daerah fasilitas/sarana/peralatan pertamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.00/5 hari/lokasi Rp1. sarasehan.00/hari/lokasi 2. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. luas. biaya penyusutan.000.

mahasiswa b) umum 4.000.00/hari/lokasi Rp50.00/orang/hari Rp2.00/hari/lokasi Rp300.00/hari/lokasi Rp75.000.00/hari/lokasi Rp150.00/5 hari/lokasi Rp3.000.d) 10.000 m2 e) 25.00/hari/unit Rp3.00/hari/unit Rp20.000.000.000.000. Pemakaian peralatan pertamanan: 1.000.000. 3.000.00/orang/hari 5. pemakaian lokasi taman untuk perkemahan: a) pelajar.00/hari/unit Rp10.00/hari/lokasi Rp1. pemakaian lokasi taman dan jalur hijau pada titik lubang tiang umbul-umbul b. Tenda kemah a) pelajar dan mahasiswa: 1) ukuran 2 orang 2) ukuran 6 orang 3) ukuran 10 orang b) umum: 1) ukuran 2 orang 2) ukuran 6 orang 3) ukuran 10 orang 2.500.00/hari/unit Rp15.00/hari/lokasi .00/5 hari/lokasi setiap penambahan per hari pemakaian ditambah biaya 20% (dua puluh persen) dari biaya pokok tarif.00/hari/lokasi Rp100.500.00/hari/lubang Rp100.000.000. penggunaan lokasi taman/jalur hijau untuk material pekerjaan proyek dan sejenisnya: a) sampai dengan 100 m2 b) 101 sampai dengan 200 m2 c) 201 sampai dengan 300 m2 d) lebih dari 300 m2 e) setiap penambahan 10 m2 diatas 300 m2 6.000. pramuka.000.000.000 m2 keatas f) Rp2.000.00/hari/lokasi Rp250.00/hari/unit Rp7.00/hari/unit Rp3. Tiang umbul-umbul .000.00/hari/lokasi Rp100.000.001 sampai dengan 25. penggunaan lokasi taman/jalur hijau untuk bedeng proyek (Direksi Keet) dan sejenisnya a) 0 sampai dengan 15 m2 b) 16 sampai dengan 30 m2 c) 31 sampai dengan 50 m2 d) setiap penambahan 5 m2 diatas 50 m2 Rp5.00/hari/unit Rp5.000.000.000.223 Rp10.

rekomendasi SIPPT. Izin penebangan pohon pelindung khususnya pohon yang sehat: 1. Izin sebagaimana dimaksud angka 1 dan angka 2 diberikan untuk pohon yang sehat dengan syarat mengganti pohon yang ditebang sesuai dengan ketentuan yang berlaku . b. jasa validasi hasil pengukuran. informasi P4-T (Pemilikan. Milik Pemda dengan izin: a) diameter sampai dengan 30 cm b) diameter di atas 30 cm 2. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah). Bagian Kesembilan Pertanahan dan Pemetaan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 170 (1) Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan terdiri dari: a.000. g. c.000. jasa pemetaan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pemetaan dan pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. e. Penguasaan. informasi peta.00 Rp0. pemakaian peralatan pengukuran dan pemetaan. h. . informasi pengukuran.00 Rp5.00/cm Rp10.c. f. d.00/cm 3.224 - . (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Milik sendiri dengan izin: a) diameter sampai dengan 30 cm b) diameter di atas 30 cm Rp0. Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK).

skala. teknis pencetakan dan jumlah peta. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pelayanan Peralatan Pengukuran dan Pemetaan. ukuran. Golongan. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf a dan huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemeliharaan data dan Penggantian Biaya Cetak Peta.Paragraf 2 Objek. jenis. dan huruf g. ukuran. dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Pemetaan. Pasal 172 (1) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (2). huruf f. skala. . Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 173 (1) Tingkat penggunaan jasa Pemeliharaan data dan Penggantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (2) diukur berdasarkan tingkat akurasi. ayat (3). Pengukuran dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (3) diukur berdasarkan tingkat akurasi. media cetak. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). lokasi. teknis pelaksanaan dan hari orang kerja (HOK). Pengukuran dan Pertanahan. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. jenis. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemetaan.225 - . (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf c. ayat (4) dan ayat (5) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1). Nama dan Subjek Pasal 171 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. huruf d.

bmp. biaya survei.00/cm2 2.) c) cetak komputer berwarna (kertas standard HVS 90 gr.ttf. Salinan peta foto udara (soft copy) dalam Compact Disc (CD) . Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00/cm2 3.wmf dlll) dalam Compact Disc (CD) . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 174 (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pelayanan Pertanahan dan Pemetaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Cetakan peta dasar atau peta administrasi (hard copy): a) cetakan biru b) cetak komputer hitam putih (kertas standard HVS 90 gr.(3) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pemberian Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK) sebagaimana dimaksud pada Pasal 171 ayat (4) diukur berdasarkan jenis pekerjaan.00/cm2 Rp65. biaya cetak peta.wmf dlll) dalam Compact Disc (CD) Rp200. biaya pengukuran/pematokan.00/kilobyte 4.) c) cetak komputer berwarna (kertas standard HVS 90 gr. jenis dan jumlah alat. biaya operasional dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.bmp. Cetakan peta foto udara (hard copy): a) cetakan photografi (23x23)2 b) cetak komputer hitam putih (kertas standard HVS 90 gr.226 Rp250. Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pelayanan Peralatan Pengukuran dan Pemetaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 171 ayat (5) diukur berdasarkan spesifikasi teknis. tingkat keahlian dan jangka waktu. Pasal 175 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/kilobyte Rp100.) .) Rp45.00/cm2 Rp95. . . Salinan peta dasar dan peta administrasi (soft copy) dalam Compact Disc (CD) - Rp5.00/cm2 format data raster (.ttf. Informasi peta: 1.00/cm2 Rp25. . .format data raster (.

Y). saluran. jembatan dan pekerjaan ke P. dihitung dengan rumus: 3. informasi titik dasar teknis orde 2 2. Jasa pembuatan peta orthopoto.00/titik T = n x L ( 0 . Validasi hasil pengukuran kerekayasaan (engineering) yang terdiri dari: a) penentuan posisi koordinat (X. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) b) pengukuran ketinggian peil (z).01L x 1. cutt & fill. dihitung dengan rumus: Rp45. dihitung dengan rumus: T= n x L (0. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) .000.227 - . Jasa pengolahan citra satelit. profil. 50 U 2 S 2.75U 2 S 4. Jasa pembuatan peta peta garis secara photogrametris. informasi titik dasar teknis orde 3 c. konstruksi jalan.1) −1 x 2. Informasi pengukuran: 1.50U d.000.00/titik Rp30. Jasa validasi hasil pengukuran: 1. Jasa pemetaan: 1.b. Jasa pembuatan peta tematik. dihitung dengan rumus: T = k x 0.U-an lainnya . dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) c) pengukuran dan penggambaran rencana kota. 25 ) −1 x 1 .

Informasi P4-T: Rp150.125U 2. 2. dihitung dengan rumus: T = 12.000. Validasi hasil pengukuran bidang tanah yang terdiri dari : a) pengukuran rincikan bidang tanah.d) pengukuran hidrografi dan kelautan. surat izin bekerja bagi surveyor kadastral. 3. surat izin bekerja bagi ahli pemetaan kota.00/tahun Rp100. dengan rumus: T = n x D(0. surat izin bekerja bagi asisten ahli pemetaan kota.1) −1 x 0.000. surat izin bekerja bagi asisten surveyor kadastral.228 - .5% x ( BP − PPh) b) pengukuran pertelaan.1) −1 x 0.00/tahun Rp100. informasi penguasaan tanah. Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK): 1.00/tahun Rp75. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) 2. dengan rumus: T = n x D(0. 4.125U 3.125U . informasi penggunaan tanah.5% x ( BP − PPh) c) pengukuran SIPPT.5% x ( BP − PPh) e. dihitung dengan rumus: T = 12.00/tahun 1.000. dengan rumus: T = n x D(0.1) −1 x 0. dihitung dengan rumus: T = 12. dihitung dengan rumus: T = 10% x ( BP − PPh) e) pengukuran jaringan utilitas. f .000. informasi pemilikan tanah.

Rekomendasi SIPPT: T = 0.45% x ( NPT ) h. (2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. BAB IX PENDAFTARAN DAN PENDATAAN Pasal 178 (1) Setiap Wajib Retribusi baik yang berdomisili di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta maupun yang berdomisili di luar wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan memiliki objek retribusi di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta wajib menyampaikan data Objek dan Subjek Retribusi. dengan rumus: T = n x D(0. informasi pemanfaatan tanah. Pemakaian peralatan pengukuran dan pemetaan: T= HP + (25% x HP) N 365 BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN RETRIBUSI Pasal 176 Wilayah Pemungutan Retribusi adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.1) −1 x 0.229 - .125U g. . (2) Data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bahan pendataan bagi unit pemungut retribusi. BAB VIII TATA CARA PEMUNGUTAN Pasal 177 (1) Pemungutan Retribusi Daerah tidak dapat diborongkan.4.

maka diterbitkan SKRD Tambahan dengan pengenaan retribusi sebesar jumlah pokok retribusi tambahan yang terutang ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50 % (lima puluh per seratus) dari pokok retribusi tambahan yang terutang.230 - . menyebabkan penambahan retribusi yang terutang. SKRD Jabatan. d. b. Dokumen lainnya yang dipersamakan. (4) Terhadap Wajib Retribusi yang tidak mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan setelah diadakan pemeriksaan maka diterbitkan SKRD secara Jabatan dengan pengenaan retribusi sebesar jumlah pokok retribusi yang terutang ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100 % (seratus per seratus) dari pokok retribusi yang terutang. BAB XI PEMBAYARAN Pasal 181 (1) Pembayaran Retribusi dilakukan di Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. SKRD. (5) Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan diketemukan data baru dan/atau data yang semula belum terungkap. e. Pasal 180 (1) Bentuk dan isi SKRD atau dokumen lainnya yang dipersamakan SKRD Jabatan.BAB X PENETAPAN Pasal 179 (1) Penetapan besarnya retribusi terutang dihitung berdasarkan atas perkalian antara tarif dengan tingkat penggunaan jasa. c. (3) Atas penetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. . SKRD Tambahan ditetapkan oleh Gubernur. (2) Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas permohonan yang diajukan Wajib Retribusi. SKRD Tambahan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan penetapan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. STRD.

ayat (4). jenis dan ruang lingkup. dan bentuk dan isi STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur. (4) Tata cara penyelesaian pembayaran secara angsuran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Gubernur. (7) Apabila pembayaran retribusi dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran yang ditetapkan sebagaimana dimaksud ayat (2). penundaan pembayaran. (3) Dalam hal Wajib Retribusi tidak dapat memenuhi pembayaran secara lunas/sekaligus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. huruf d. dan ayat (6) atau kurang membayar. (2) Tata cara pembukuan ditetapkan oleh Gubernur. yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. huruf c. huruf d dan huruf e Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan penundaan pembayaran kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (8) Bentuk dan isi STRD ditetapkan oleh Gubernur. BAB XII PEMBUKUAN DAN PELAPORAN Pasal 182 (1) SKRD. penyelesaian pembayaran. (6) Tata cara penundaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Gubernur. (5) Dalam hal Wajib Retribusi tidak dapat membayar retribusi sesuai dengan waktu pembayaran yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. SKRD Jabatan dan STRD dibukukan menurut golongan. Pasal 183 Tata cara pelaporan penerimaan retribusi ditetapkan oleh Gubernur . maka dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari retribusi yang terutang. tempat pembayaran. . dan huruf e Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembayaran secara angsuran kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. SKRD Tambahan. huruf c. dokumen lainnya yang dipersamakan.231 - .(2) Jatuh tempo pembayaran.

(6) Pejabat yang berwenang melakukan penagihan bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal penagihan retribusi menurut Peraturan Daerah ini. BAB XV PENGHAPUSAN PIUTANG RETRIBUSI Pasal 186 (1) Piutang Retribusi yang sudah kadaluwarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185 dapat dilakukan penghapusan. . SKRD Tambahan dan STRD. kecuali apabila Wajib Retribusi melakukan tindak pidana dibidang retribusi. teguran merupakan awal tindakan pelaksanaan (2) Penerbitan surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan 7 (tujuh) hari sebelum jatuh tempo pembayaran dimaksud dalam SKRD. kadaluwarsa setelah melampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak terutangnya retribusi. BAB XIV KADALUWARSA PENAGIHAN Pasal 185 (1) Hak untuk melakukan penagihan retribusi. Wajib Retribusi harus melunasi retribusinya yang terutang. Diterbitkan Surat Teguran.BAB XIII PENAGIHAN Pasal 184 (1) Surat peringatan/surat penagihan retribusi. (2) Kadaluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh apabila: a.232 - . b. SKRD Jabatan. SKRD Tambahan dan STRD (3) Penerbitan surat teguran wajib dikeluarkan setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud dalam SKRD. isi surat peringatan dan surat teguran ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. atau. SKRD Jabatan. (4) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran. (3) Tata cara penentuan kadaluwarsa penagihan retribusi ditetapkan oleh Gubernur. Ada pengakuan utang retribusi dari Wajib Retribusi baik langsung maupun tidak langsung. (4) Pejabat yang berwenang melakukan penagihan wajib memberi pertanggungjawaban mengenai terjadinya kadaluarsa atas penagihan retribusi. (5) Bentuk.

SKRD Jabatan. Surat keterangan dari Kepala Dinas Pendapatan Daerah bahwa piutang retribusi tersebut tidak dapat ditagih lagi. SKRD Tambahan. BAB XVI KEBERATAN Pasal 187 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan keberatan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD. (3) Permohonan penghapusan piutang retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya harus memuat: a. Nama dan alamat Wajib Retribusi b. kecuali apabila Wajib Retribusi dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya. SKRD Jabatan.233 - . (3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak tanggal ketetapan retribusi diterbitkan. (4) Apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan Gubernur tidak menetapkan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 (tiga) maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. SKRD Tambahan dan STRD. . Daftar piutang retribusi yang tidak tertagih. (5) Berdasarkan permohonan penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (5) Kewajiban untuk membayar retribusi tidak tertunda dengan mengajukan surat keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Gubernur menetapkan penghapusan piutang retribusi dengan terlebih dahulu mendapat pertimbangan Tim yang dibentuk oleh Gubernur. Jumlah Piutang Retribusi c. b. (2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasan-alasan yang jelas. Bukti salinan/tindasan SKRD. c. (6) Pelaksanaan lebih lanjut penghapusan Piutang Retribusi ditetapkan oleh Gubernur .(2) Piutang retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan permohonan penghapusan piutang dari Dinas Pendapatan Daerah. Tahun Retribusi (4) Permohonan penghapusan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dengan melampirkan: a.

(5) Apabila setelah lewat 3 (tiga) bulan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk tidak memberikan keputusan. pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus disampaikan secara tertulis kepada Gubernur paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterima SKRD. ditetapkan oleh Gubernur. (4) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk paling lama 3 (tiga) bulan sejak surat permohonan diterima harus memberikan keputusan. KERINGANAN DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 188 (1) Gubernur dapat memberikan pengurangan. (2) Tata cara pemberian pengurangan. PEMBATALAN. ketetapan retribusi yang tidak benar. SKRD Jabatan. Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. SKRD Tambahan dan STRD yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis. kesalahan hitung dan/atau kekeliruan dalam penerapan Peraturan Daerah. (3) Permohonan pembetulan. SKRD Jabatan. keringanan dan pembebasan retribusi atas permohonan atau tanpa adanya permohonan dari Wajib Retribusi terhadap hal-hal tertentu. (2) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk dapat: a. Mengurangkan atau pembatalan. b. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi. keringanan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).234 - . PENGURANGAN KETETAPAN. PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRASI Pasal 189 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembetulan terhadap SKRD. SKRD Tambahan dan STRD dengan memberitahukan alasan yang jelas. . BAB XVIII PEMBETULAN.BAB XVII PENGURANGAN. maka permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga atau pembatalan ketetapan retribusi dianggap diterima.

(2) Gubernur dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memberikan keputusan. (3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Gubernur tidak memberikan suatu keputusan. c. (4) Apabila Wajib Retribusi mempunyai hutang retribusi lainnya. (6) Apabila pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat jangka waktu 2 (dua) bulan.235 - . kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu hutang retribusi tersebut. Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan serta dokumen lain yang berhubungan dengan Objek Retribusi .BAB XIX PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 190 (1) Atas kelebihan pembayaran retribusi. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. b. permohonan pengembalian pembayaran retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. Memberikan keterangan yang dianggap perlu. Gubernur memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua per seratus) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran retribusi. (5) Pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. Memberikan kesempatan kepada petugas yang ditunjuk untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan . (7) Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. BAB XX PEMERIKSAAN Pasal 191 (1) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. . (2) Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. (3) Tata cara pemeriksaan retribusi sebagimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.

Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. catatan-catatan dan dokumen-dokumen berkenaan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. Menerima. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. (2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana Retribusi Daerah. h. . mencari. mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah agar keterangan atau laporan tesebut menjadi lebih lengkap dan jelas.BAB XXI PENYIDIKAN Pasal 192 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. i. melalui Penyidik Pajabat Polisi Negara Republik Indonesia. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. Menerima. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. d. lain e. j. bukti pembukuan. pencatatan dan dokumen-dokumen lain. f. Menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan/atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e.236 - . Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. Menghentikan penyidikan. k. b. c. Memeriksa buku-buku. g. (3) Penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum.

(2) Kepada setiap unit pemungut Retribusi Daerah agar mencantumkan jenis pelayanan dan besaran tarif Retribusi Daerah di tempat yang mudah terlihat oleh Wajib Retribusi sesuai dengan bidang tugas pelayanan masing-masing unit pemungut. BAB XXIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 194 (1) Gubernur dapat menetapkan penyesuaian tarif retribusi jasa umum dan jasa usaha sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. baik administrasi maupun teknis pemungutannya. (2) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilaksanakan di bawah koordinasi Dinas Pendapatan Daerah.BAB XXII KETENTUAN PIDANA Pasal 193 (1) Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan daerah diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak 4 (empat) kali jumlah retribusi yang terutang. (2) Penetapan penyesuaian tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pasal 196 Pemungutan Retribusi yang diatur dalam Peraturan Daerah ini. adalah pelanggaran tindak pidana retribusi.237 - . apabila penyediaan jasa dimaksud menggunakan bahan/barang pakai habis yang harganya relatif cepat berubah. . Pasal 195 (1) Semua hasil pungutan Retribusi Daerah sebagimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini harus disetor ke Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 2000 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2000 Nomor 43). c. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 21). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 2001 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 81). b. BAB XXV KETENTUAN PENUTUP Pasal 198 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Peraturan Daerah ini diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Gubernur atau Keputusan Gubernur.238 - . .BAB XXIV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 197 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka Ketentuan Pelaksanaan sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah berdasarkan Peraturan Daerah ini masih tetap berlaku. Pasal 199 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini maka: a.

H. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA.Pasal 200 Peraturan Daerah ini berlaku pada tanggal diundangkan. SUTIYOSO Diundangkan di Jakarta pada tanggal SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERA KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. RITOLA TASMAYA NIP 140091657 LEMBARAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2006 NOMOR . Agar setiap orang dapat mengetahuinya.239 - .

dimana pengaturan kembali peraturan daerah ini merupakan pelaksanaan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000. Pengaturan kembali atas perubahan Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah tersebut selain melakukan perubahan atas jenis-jenis pelayanan dan penyesuaian tarif juga dimaksudkan untuk menampung pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Daerah sehubungan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah khususnya di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu yang diikuti dengan penyesuaian tarif masing-masing jenis retribusi yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001. Jenis pelayanan/jasa yang diberikan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000. II. dibagi dalam 3 (tiga) jenis golongan yaitu: Retribusi Jasa Umum.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 : Cukup jelas : Cukup jelas . dan pengaturan mengenai Retribusi Daerah perlu dibentuk dengan Peraturan Daerah. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.240 - . yang kemudian di tindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah. UMUM Peraturan Daerah ini merupakan pengaturan kembali dari Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah. maka pengaturan kembali jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan pemungutan retribusi daerah.

: Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas ayat (3) ayat (4) Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Pasal 8 ayat (1) huruf a .241 - .Pasal 3 ayat (1) huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k huruf l huruf m huruf n huruf o huruf p huruf q huruf r huruf s ayat (2) : Kartu Tanda Penduduk berlaku selama 5 (lima) Tahun : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Peraturan perundang-undangan dimaksud pada ayat ini adalah Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Petunjuk Pelaksanaannya.

surat keterangan perkawinan KUA.surat keterangan pendaftaran penduduk WNA. . . . .surat keterangan marga. pelaporan kematian. .242 - . .pelaporan kepindahan : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil lainnya adalah jenis pelayanan yang meliputi: huruf m huruf n huruf o huruf p huruf q huruf r Pasal huruf s . . pelaporan calon penduduk. .surat keterangan perubahan status kewarganegaraan.surat keterangan pengantar pengadilan.huruf b huruf c 8 huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k huruf l : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Pencatatan Mutasi Data meliputi pelaporan kelahiran. . .surat keterangan pelaporan tamu. .surat keterangan data kependudukan.surat keterangan susunan keluarga pendatang.surat keterangan belum kawin.surat keterangan tempat tinggal.surat keterangan pencatatan sipil.

huruf b huruf c Pasal 15 Pasal 16 Pasal 17 Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Pasal 21 ayat (1) huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Hasil penelitian gambar rancangan atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dapat digunakan sebagai bahan pemberian rekomendasi pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan bangunan selama masa tenggang waktu tidak lebih dari 3 (tiga) bulan.00 x ½ x 5 = Rp 250.000.243 - .000. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas Pasal 9 ayat (1) huruf a Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 huruf a : Contoh perhitungan besarnya retribusi Izin Undang-Undang gangguan : − Perusahaan industri yang berlokasi di jalan protokol dengan nilai interval 100 m2 dan indeks gangguannya berdampak penting. dapat diberikan keringanan dan/atau pembebasan pembayaran denda. perhitungannya adalah: Rp. perhitungannya adalah: Rp. 75.000. .- − Perusahaan non industri (misal Pasar Swalayan) dengan nilai interval 100 m2 berlokasi di jalan protokol dan indeks gangguannya berdampak penting.Pasal 8 ayat (2) : Khusus Keterlambatan Pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. 100. bagi penduduk WNI maupun WNA yang dinyatakan tidak mampu.000 x 1 x 3 = Rp 225.

perpustakaan. pabrik tekstil. pabrik elektronik. minuman keras. pabrik pakaian. cat. museum. pabrik korek api.perawatan. pemintalan benang atau kain. perumahan. bengkel mobil. percetakan dan penerbitan. perhotelan. perabot rumah tangga dan lain-lain). pabrik tepung terigu. pergudangan (yang menyimpan kertas. pabrik minuman. . penddikan. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran sedang III antara lain bangunan gedung pameran.244 - . pabrik makanan. toko dengan pramuniaga lebih dari 50 orang. klub. huruf c : Yang dimaksud Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah alat pemadam api ringan yang dapat memadamkan kebakaran kelas A dan kelas B dengan daya padam untuk masingasing kelas yaitu 2A dan 5B – 10B. pabrik kembang api. pabrik bahan peledak. pengergajian kayu. barang kertas. pabrik cat. lembaga pemasyarakatan. pengeringan kayu. perkantoran. pabrik kimia (bahan kimia dengan kemudahan terbakar sedang). pabrik sabun. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran sedang II antara lain pabrik bahan makanan. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran sedang I antara lain bangunan parkir mobil. studi dan pemancar. perdagangan. pabrik/perakitan kendaraan bermotor.huruf b : Yang dimaksud dengan ancaman kebakaran yang ada pada bangunan gedung adalah: − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran ringan antara lain bangunan yang dipergunakan untuk ibadat. pabrik gelas. rumah sakit. rumah makan. − Bangunan yang mempunyai ancaman bahaya kebakaran berat antara lain bangunan pabrik kimia (bahan kimia dengan kemudahan terbakar tinggi). pabrik roti. pabrik susu. pabrik keramik. pabrik plastik dan karung plastik. pabrik makanan kering dari bahan tepung. pabrik bahan klontong. bengkel motor.

AFFF ( Agueous Film Forming Foam ) ukuran 9 liter. drychemical (potasium bikarbonat ) ukuran 2 sampai dengan 5 kg. huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i ayat (2) ayat (3) Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 27 ayat(1) huruf a Pasal 28 Pasal 29 Pasal 30 Pasal 31 Pasal 32 Pasal 33 ayat(1) huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud pemeriksanaan kesehatan ternak potong adalah pemeriksaan kesehatan ternak potong sebelum dipotong (antemortum) dan setelah dipotong (post mortum) : Cukup jelas : Pemeriksaan labolatorium kesmavet adalah pemeriksaan pengujian terhadap bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan : Cukup jelas huruf b huruf c huruf d . 3/4.. 1 lb sampai dengan 5 lb. 5B – 10B antara lain: busa kimia untuk 9 liter.245 - .Contoh: APAR yang mempunyai daya padam 2A. dryhemical ( sodium bikarbonat ) ukuran 2.

246 - .huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k huruf l huruf m huruf n huruf o ayat (2) ayat (3) Pasal 34 Pasal 35 Pasal 36 Pasal 37 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 Pasal 38 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan harga pedoman adalah pedoman harga yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur tentang jenis. ukuran dan harga bibit ternak/ikan yang akan dipasarkan kepada masyarakat. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas Pasal 39 ayat(1) Pasal 40 Pasal 41 Pasal 42 .

bukan jaringan bisnis atau .247 - . termasuk golongan pengusaha menengah. termasuk golongan pengusaha besar. termasuk golongan pengusaha kecil.000.500.000.000.00 (satu milyar lima ratus juta).000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah ).500. huruf c): Klasifikasi C: Total Investasi di bawah Rp500.000. huruf a): klasifikasi B: Total Investasi antara Rp500. mempunyai jaringan bisnis kerjasama internasional dan/atau jaringan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas: 20(dua puluh) sampai dengan 50(lima puluh) kursi. huruf b): huruf h angka 1.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp1.000. mempunyai jaringan bisnis waralaba multinasional dengan jaringan pemasaran internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 50(lima puluh) kursi.00 (lima ratus juta rupiah).Pasal 43 Pasal 44 Pasal 45 Pasal 46 Pasal 47 Pasal 48 Pasal 49 Pasal 50 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas Klasifikasi A: Total Investasi di atas Rp1.000.000.

000.000.000(seribu) pengunjung.000 (seribu) pengunjung huruf i angka 12.00 (lima milyar rupiah).000. termasuk golongan pengusaha besar.fasilitas: entitas bisnis tunggal atau kapasitas: di bawah 20(dua puluh) kursi Pasal 50 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 huruf i angka 1 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 angka 6 angka 7 angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas angka 10 : Cukup jelas angka 11 : Cukup jelas huruf i angka 12. mempunyai jaringan bisnis kerjasama dan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas: terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas Event MICE Nasional dan Lokal di bawah 1.000. huruf b): klasifikasi B: Total Investasi dibawah Rp5. huruf a): klasifikasi A: Total Investasi di atas Rp5. termasuk golongan pengusaha menengah.000. angka 13 : Cukup jelas huruf j angka 1 angka 2 : Cukup jelas : Cukup jelas .000.00 (lima milyar rupiah).248 - . mempunyai jaringan bisnis kerjasama dan pemasaran internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas Event MICE Internasional dan Nasional di atas 1.

huruf b): Klasifikasi B Total Investasi di bawah Rp1.000.00 (dua milyar rupiah). angka 7.000. termasuk golongan pengusaha besar. mempunyai jaringan bisnis waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional/nasional/ lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 20(dua puluh) kamar. bukan jaringan bisnis atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas: di bawah 20(dua puluh) kamar.00 (satu milyar rupiah).249 - .000. mempunyai jaringan bisnis waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional/nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 20(dua puluh) kamar 0 angka 6.000.000. angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Cukup jelas . mempunyai jaringan bisnis: waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas di bawah 20(dua puluh) kamar.00 (satu milyar rupiah). termasuk golongan pengusaha besar/Menengah.000.angka 3 angka 4 angka 5 Pasal 5 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : klasifikasi A Total Investasi di atas Rp1.00 (dua milyar rupiah).000. huruf b) : klasifikasi B Total Investasi di bawah Rp2.000. termasuk golongan pengusaha menengah.000.000.000. termasuk golongan pengusaha kecil.000. huruf a) : klasifikasi A Total Investasi di atas Rp2.huruf a) 50 huruf j angka 6.

00 (lima milyar rupiah). termasuk golongan pengusaha: menengah atau mempunyai jaringan bisnis: kerjasama dan atau jaringan pemasaran lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas antara 20(dua puluh) sampai dengan 40(empat puluh) meja.000.000. huruf b) : klasifikasi B Total Investasi di bawah Rp 500.500.000.00(satu milyar lima ratus juta rupiah).00 (satu milyar lima ratus juta rupiah) Milyar. mempunyai jaringan bisnis Bisnis waralaba dan atau jaringan kerjasama internasional atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 50(lima puluh) mesin.000.000. termasuk golongan pengusaha besar.00(lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 1.000.000.000.000.000.000. huruf c) : klasifikasi C Total Investasi di atas Rp1.termasuk golongan pengusaha besar.Pasal 50 huruf a angka 10.000. mempunyai jaringan bisnis kerjasama internasional dan atau jaringan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi dengan produk dan jenis pelayanan lain lebih dari 2 jenis atau kapasitas di atas 40(empat puluh) meja.000.000. bukan jaringan bisnis atau fasilitas entitas bisnis tunggal atau kapasitas di bawah 20(dua puluh) meja. termasuk golongan pengusaha besar.000.00 (satu milyar rupiah). termasuk golongan pengusaha besar/ menegah atau jaringan bisnis kerjasama internasional dan atau jaringan pemasaran nasional/lokal atau fasilitas terintegrasi .000.00(lima milyar rupiah).000.250 - .00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.500. huruf b): klasifikasi B Total Investasi antara Rp1. angka 11 : Cukup jelas Pasal 50 huruf a angka 12.huruf a): klasifikasi A Total Investasi di atas Rp 5.huruf a) : klasifikasi A Total Investasi di atas Rp1.000.

000. : Yang dimaksud dengan Izin Ketenagalistrikan adalah Izin Operasi Ketenagalistrikan : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi adalah Izin Operasi Kegiatan Minyak dan Gas Bumi : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas .dengan produk dan jenis pelayanan lain 1 jenis atau kapasitas antara 20(dua puluh) sampai dengan 50(lima puluh) mesin. huruf c): klasifikasi C Total Investasi di bawah Rp1. bukan jaringan bisnis atau fasilitas entitas bisnis tunggal atau kapasitas di bawah 20(dua puluh) mesin.00 (satu milyar rupiah).000. termasuk golongan pengusaha menengah. : izin usaha industri pariwisata berlaku sepanjang usaha tersebut masih berjalan dan harus didaftar ulang setiap tahun.251 - Pasal 51 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h Pasal 52 Pasal 53 Pasal 54 Pasal 55 . Pasal 50 angka 13 : Cukup jelas angka 14 : Cukup jelas angka 15 : Cukup jelas angka 16 : Cukup jelas angka 17 : Cukup jelas angka 18 : Cukup jelas angka 19 : Cukup jelas angka 20 : Cukup jelas angka 21 : Cukup jelas angka 22 : Cukup jelas huruf k.000.

: Yang dimaksud penyelidikan umum adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk mengetahui kondisi geologi nasional dan indikasi mineralisasi atau endapan bahan galian dan gambaran umum kualitas. geofisika. termasuk kegiatan penggalian tanah. tidak perlu dilakukan uji laik. angka2 angka 3 angka 4 angka 5 angka6 angka7 angka8 angka9 Pasal 56 huruf b angka10 : CukupJelas Pasal 56 huruf c angka 1 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 angka 6 angka 7 . : Cukup jelas : Yang dimaksud eksploitasi pertambangan umum adalah pengambilan bahan tambang dari sumber alam untuk dimanfaatkan. dari endapan yang dilakukan dengan penyelidikan geologi. : Cukup jelas : Yang dimaksud pengolahan dan pemurnian adalah pekerjaan untuk mempertingi mutu/kualitas bahan tambang serta untuk memanfaatkan dan memperoleh unsur-unsur yang terdapat dalam bahan tambang. : Cukup jelas : CukupJelas : CukupJelas : CukupJelas : Yang dimaksud pengurugan adalah usaha kegiatan menimbun sebagai pengisian ruang kosong dengan material tanah penutup dengan maksud tertentu.Pasal 56 huruf a angka1 : Izin usaha penyediaan tenaga listrik dengan kapasitas > 200 Kva dan perlu dilakukan pengawasan pada saat uji laik. geokimia secara regional dan pengambilan contoh secara fisik : Cukup jelas : Yang dimaksud eksplorasi pertambangan umum adalah segala usaha penyelidikan geologi pertambangan untuk menetapkan lebih teliti/seksama adanya dan sifat letakan bahan tambang. sumber daya tereka.252 - . : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Tanda Daftar penyediaan tenaga listrik dengan kapasitas < 200 Kva.

angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Yang dimaksud pengangkutan adalah segala kegiatan usaha pemindahan bahan tambang dan hasil pengolahan/pemurnian dari lokasi penambangan atau tempat pengolahan dan pemurnian atau lokasi penggalian ke tempat lain. angka 10 : Cukup jelas angka 11 : Yang dimaksud penjualan adalah segala usaha penjualan bahan tambang dari lokasi sumber tambang atau dari hasil pengolahan dan pemurnian atau dari tempata penampungan.253 - . angka 12 : Cukup jelas angka 13 : Cukup jelas huruf d angka 1 angka 2 angka 3 angka 4 angka 5 angka 6 angka 7 angka 8 angka 9 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas angka 10 : Cukup jelas angka 11 : Cukup jelas angka 12 : Cukup jelas angka 13 : Cukup jelas angka 14 : Cukup jelas angka 15 : Cukup jelas angka 16 : Cukup jelas angka 17 : Cukup jelas angka 18 : Cukup jelas angka 19 : Izin tersebut khusus gudang bahan peledak untuk kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi sedangkan bahan peledaknya kewenangan Kepolisian Republik Indonesia Pasal 56 angka 20 : Cukup jelas .

huruf b huruf c huruf d huruf e .254 - .angka 21 : Cukup jelas angka 22 : Cukup jelas angka 23 : Cukup jelas angka 24 : Cukup jelas angka 25 : Cukup jelas huruf e Pasal 56 Pasal 56 huruf f huruf g angka 1 : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud masyarakat dalam ayat ini adalah masyarakat kepulauan seribu dan daerah tertinggal. : Yang dimaksud dengan Tempat Usaha Tertutup adalah Tempat usaha berbentuk kios dan permanen yang seluruh bangunanya tertutup dengan menggunakan bahan rolling door/folling gate/ papan kayu. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf h Pasal 57 Pasal 58 Pasal 59 Pasal 60 Pasal 61 Pasal 62 huruf a huruf a angka 1. : Yang dimaksud dengan Tempat Usaha Setengah Tertutup adalah Tempat usaha yang tertutup sebagian berupa boks buka/tutup berbentuk counter : Yang dimaksud dengan Tempat Usaha Terbuka adalah Tempat usaha yang terbuka hanya menggunakan meja dengan atas tertutup : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas angka 3. angka 2. Pasal 56 huruf g angka 2 : Yang dimaksud komersial dalam ayat ini adalah pemanfaatan air bersih di kawasan pariwisata kepulauan seribu.

Museum Bahari 3. .huruf f huruf g huruf h Pasal 63 ayat(1) huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Pelayanan kesehatan di Puskesmas dan fasilitas peralatan kesehatan dasar lainnya milik daerah bagi pegawai negeri.255 Museum Tekstil . penerima pensiunan dan perintis kemerdekaan untuk biaya pemakaian Rumah Bersalin/Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pemerintah Daerah dan biaya perawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah diatur berdasarkan ketentuan Asuransi Kesehatan (ASKES) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Pengenaan retribusi untuk pelayanan dalam kelompok ini adalah perjenis pelayanan yang ada pada tiap-tiap kelompok : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf b huruf c huruf d huruf e ayat (2) ayat (3) Pasal 64 Pasal 65 Pasal 66 Pasal 67 Pasal 68 Pasal 69 Pasal 70 huruf a Pasal 71 Pasal 72 Pasal 73 Pasal 74 Pasal 75 huruf a angka 1 : Museum yang dimaksud adalah: 1. Museum Sejarah Jakarta 2. Museum Wayang 4.

Stadion Pluit 4. Stadion Tugu 3. Museum Joeang 45 dan Thamrin 6.5. Stadion/Lap Tenis Rawa Badak 6. Taman arkeologi Pulau Onrust huruf a): Yang dimaksud dengan Dewasa adalah orang pribadi yang sudah berumur 17 tahun keatas atau telah kawin.256 - . huruf b): Cukup jelas huruf c): Cukup jelas huruf d): Cukup jelas huruf e): Cukup jelas huruf f): Cukup jelas angka 2 angka 3 : Cukup jelas : Cukup jelas huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g Pasal 76 Pasal 77 Pasal 78 Pasal 79 Pasal 80 Pasal 81 Pasal 82 ayat(1) huruf a huruf b huruf c : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Stadion yang dikelola oleh Dinas Olahraga dan Pemuda antara lain: 1. Stadion/Lap Tenis Cendrawasih 2. Stadion Tamansari . Stadion VIJ 7. Stadion Lebak Bulus 5. Museum Seni Rupa dan Keramik 7.

Stadion Banteng huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i ayat (2) ayat (3) Pasal 83 Pasal 84 Pasal 85 Pasal 86 Pasal 87 Pasal 88 huruf a Pasal 89 Pasal 90 Pasal 91 Pasal 92 Pasal 93 huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . Stadion Pulo Mas 9. Stadion PSPT Tebet 11. Stadion Gongseng 10.257 - .8.

dengan jumlah pekerja sampai dengan 49 orang 2. huruf m huruf n Pasal 94 Pasal 95 Pasal 96 Pasal 97 Pasal 98 Pasal 99 Pasal 100 ayat (1) huruf a A Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan toilet berjalan adalah kontainer mobil atau sejenisnya yang berfungsi sebagai toilet berjalan. fasilitas atau kemanfaatan yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.258 - . dengan jumlah pekerja 100 orang keatas. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas ayat (2) ayat (3) Pasal 101 Pasal 102 Pasal 103 Pasal 104 . dengan jumlah pekerja 50 sampai dengan 99 orang 3. Golongan A.huruf k : Klasifikasi perusahaan: 1. Golongan B. huruf l : Jasa Rekomendasi: Proses persetujuan atas usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. Golongan C.

Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas.00/bulan namun pelayanan pengangkutan sampah tetap dilaksanakan sebagai Tugas dan Fungsi yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta (subsidi murni) . : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf b Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 93 a Pasal 106 Pasal 107 Pasal 108 Pasal 109 Pasal 110 Pasal 111 huruf a huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i : Yang dimaksud dengan blok AA dan A adalah blok tempat pemakaman umum sedangkan angka romawi I. Cukup jelas. Cukup jelas. Cukup jelas.Pasal 105 huruf a : meskipun penetapan tarif Rp 0. penanggung jawab proyek mengajukan permohonan tertulis ke Kantor Pelayanan Pemakaman 2. Kantor Pelayanan pemakaman mengadakan penelitian dan perhitungan biaya . perpetakan tanah makam A. Prosedur penggalian/pemindahan jenazah yang terkena proyek: kerangka huruf b huruf c huruf d 1 Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e Pasal 1huruf e : : : angka 2 : angka 3 : angka 4 : angka 5 : angka 6 : huruf e angka 1 : 1.III.II.259 - . Cukup jelas. membedakan letak perpetakan tanah makam.III diperuntukan bagi jenazah yang terlantar dan jenazah dari keluarga yang tidak mampu.

besarnya sewa rumah susun sederhana tidak termasuk biaya pemakaian air PAM. melaksanakan penyuluhan dan pemberitahuan kepada ahli waris melalu media massa. biayanya menjadi tanggung jawab ahli waris. tempat penampungan disediakan dan diatur oleh Kantor Pelayanan Pemakaman atas beban biaya pihak penanggung proyek 6. ahli waris yang makam keluargannya terkena proyek penggalian/peindahan tidak dikenakan biaya 7.260 Pasal 112 ayat (1)ayat (1) Pasal 112 ayat (2)ayat (1) Pasal 112 ayat (3)ayat (1) Pasal 113 Pasal 114 Pasal 115 Pasal 116 Pasal 117 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 Pasal 116 .3. penggalian dilakukan oleh petugas Kantor Pelayanan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta 5. : Yang dimaksud dengan pemakaian rumah susun sederhana adalah sewa rumah susun sederhana. Pasal 1huruf e angka 7 : Cukup jelas. Listrik dan Gas Negara : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j huruf k : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . baik cetak maupunelektronik 4. kerangka jenazah yang akan digali/dipindahkan atas kehendak ahli waris sendiri.

261 - . rencana garis sempadan. : Yang dimaksud dengan pencetakan peta tematis ketatakotaan adalah peta dengan skala tertentu yang digunakan untuk pengukuran tanah dan penetapan rencana serta keperluan lainnya : Yang dimaksud dengan Ketetapan Rencana kota adalah dokumen rencana kota yang berupa peta situasi hasil pengukuran tanah yang telah diisi oleh rencana tata ruang wilayah dan lembar keterangan rencana kota yang berisi rencana peruntukan tanah rinci. rencana intensitas bangunan dan keterangan lainnya yang ditetapkan sebagai kelengkapan izin mendirikan bangunan. : Yang dimaksud dengan pelayanan rencana tata letak bangunan adalah pelayanan yang diberlakukan untuk penataan kota secara tiga dimensi atas sebidang tanah tertentu sesuai rencana kota yang telah ditetapkan Pasal 116 huruf l huruf r huruf s huruf t huruf u huruf v Pasal 118 ayat (1) huruf a angka 2 huruf b huruf c huruf d . rencana utilitas/sanitasi. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas al 93 ayat(1) : Yang dimaksud pengukuran situasi tanah adalah pengukuran situasi dilapangan baik yang berupa daratan maupun perairan yang diperlukan untuk pelayanan rencana kota dan perencanaan kota. persertifikatan tanah. rencana jalan.Pasal 116 Pasal 116 huruf l huruf m huruf n huruf o huruf p huruf q angka 1 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan Target Grup adalah Warga terprogram yang ditetapkan dengan Keputusan Gubenur. dan keperluan lainnya dalam rangka pembangunan fisik.

huruf e : Yang dimaksud pelayanan pematokan penerapan rencana kota adalah pelayanan pemasangan patok dalam rangka penerapan rencana kota dilapangan dan tarif tersebut tidak termasuk pengadaan patok besi atau patok beton : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder adalah jasa yang dipungut pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder dalam rangka penataan perpetakan atau persil sesuai rencana kota : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan pengenaan retribusi persetujuan prinsip/dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah dan atau penyesuaian terhadap tambahan luas total banggunan berdasarkan batasan rencana KLB adalah pengenaan retribusi yang ditetapkan berdasarkan dinamika perkembangan kota. Zona retribusi persetujuan prinsip/dispendsasi penyesuaian rencana peruntukan tanah dan atau penyesuaian terhadap tambahan luas total bangunan (KLB) ditetapkan melalui Peraturan Gubernur. Khusus untuk SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/Pompa Bensin dan Gas) dapat ditempatkan pada peruntukan tanah manapun kecuali pada peruntukan penyempurnaan sesuai AMDAL dan tidak dikenakan penyesuaian peruntukan tanah. Rencana Tat Ruang Wilayah dan keserasian lingkungan yang pengenaannya didasarkan pada zona pembatasan lalu lintas dimana petak atau persil yang berhadapan pada jalan yang sama maka tarif retribusinya diberlakukan sama. Adapun pengenaan tarif retribusinya disetarakan dengan peruntukan tanah rinci. : Cukup jelas : Cukup jelas . huruf f huruf g huruf h huruf i huruf j : Yang dimaksud dengan Izin penunjukan penggunaan tanah adalah Izin yang diterbitkan oleh Gubernur Kepala Daerah dalam bentuk Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).262 - ayat(2) ayat(3) .

Pasal 119 Pasal 120 Pasal 121 Pasal 122 Pasal 123 Pasal 123 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf a angka 1 huruf a): huruf a angka 1 huruf b): huruf c) : huruf d): huruf e): huruf f): huruf g): huruf h): huruf i): huruf j) Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas : Yang dimaksud dengan pengukuran opname jalan. jembatan dan jaringan utilitas adalah pengukuran situasi lapangan yang lebar dan panjangnya ditetapkan berdasarkan kebutuhan pembangunan prasarana. angka 2 huruf b angka 1.263 - . angka 2 1 : Cukup jelas angka 3 1 : Cukup jelas angka 4 1 : Cukup jelas angka 5 1 : Cukup jelas huruf d angka 1 1 : Cukup jelas angka 2 1 : Cukup jelas angka 3 1 : Cukup jelas angka 4 1 : Cukup jelas angka 5 1 : Cukup jelas angka 6 1 : Cukup jelas . sarana jalan dan utilitas kota sesuai dengan rencana kota : Yang dimaksud dengan pengukuran situasi perairan adalah kegiatan pengukuran yang dilakukan pada perariran untuk reklamasi menjadi daratan sebagian atau seluruhnya. : Cukup jelas huruf c angka 1an : Tarif Retribusi Ketetapan Rencana Kota Wisma susun dan Wisma susun taman yang dibangun untuk penggunaan rumah susun murah/sederhana tidak dikenakan retribusi. saluran.

Pengenaan retribusi diberlakukan apabila jalan tersebut telah dibangun secara fisik minimal 50% dari rencana jalan sesuai rencana kota atau tracenya sedang dibebaskan sesuai rencana kota huruf h angka 1. h : Yang dimaksud dengan pengunaan tanah adalah pemanfaatan tanah yang ditetapkan berdasarkan peruntukan tanah rinci huruf j angka 2.huruf d angka 7 1 : Rencana Tata Letak bangunan-bangunan reklame hanya berlaku 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan dan dapat diperpanjang dengan Keputusan Gubernur. . maka RTLB Reklame dikenakan 25% (dua puluh lima persen) dari tarif yang berlaku huruf e angka 1. ketinggian dan besaran bangunan-bangunan. h: Yang dimaksud dengan tidak merubah penggunaan tanah yang ditetapkan adalah tidak merubah pemanfaatan tanah berdasarkan peruntukan tanah rinci yang ditetapkan dalam SIPPT lama. h : Cukup jelas huruf i angka 1. Apabila terjadi perubahan penggunaan tanah. posisi. h: Cukup jelas huruf f angka 1 huruf g angka 1 : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan penataan perpetakan pada jalu jalan utama dan sekunder adalah pungutan retribusi pelayanan bagi ketetapan rencana kota atau SIPPT yang dikenakan untuk penataan perpetakan atau persil dengan penataan maksimal 2 kali lebar dimensi rencana jalan atau pada batas perpetakan /persil yang menghadap jalur jalan utama dan sekunder. h : Cukup jelas huruf j angka 1. Perpanjangan tersebut apabila tidak ada perubahan bentuk. angka 3. maka ditetapkan SIPPT baru. letak. : Pungutan retribusi pelayanan ketetapan rencana kota dan atau SIPPT dengan penataan perpetakan atau persil dengan kedalaman 2 kali lebar dimensi rencana jalan pada jalur jalan utama dan sekunder dikenakan apabila jalan tersebut telah dibangun paling kecil 50%(lima puluh persen) sesuai rencana kota atau dibebaskan tracenya sesuai dengan rencana kota.264 - .

luas tanah tetap atau berkurang angka 6 : Yang dimaksud dengan penyempurnaan SIPPT akibat perubahan penggunaan tanah adalah perubahan pemanfaatan tanah berdasarkan peruntukan tanah rinci yang telah ditetapkan dalam SIPPT lama dikenakan retribusi sebasar 100%(seratus persen) sesuai tarif yang berlaku pada areal yang berubah penggunaannya. : Yang dimaksud dengan penyempurnaan SIPPT akibat perubahan luas adalah SIPPT yang dimohon sehubungan adanya perubahan luas dari SIPPT yang telah diterbitkan. dikenakan tarif 100%(seratus persen) dari areal perluasan dimaksud : Yang dimaksud kategori penggunaan: .angka 4 : Yang dimaksud dengan pembaharuan SIPPT adalah SIPPT yang dimohon kembali setelah 30 hari sejak habis masa berlakunya batas waktu pembangunan yang diberikan.Komersial adalah pengenaan retribusi atas pelayanan ketatakotaan yang diarahkan untuk kepentingan dagang/berorientasi untuk mencari keuntungan Non Komersial adalah penggenaan retribusi atas pelayanan ketatakotaan yang diarahkan tidak untuk kepentingan dagang/mencari keuntungan.Perwakilan Negara Asing adalah yang permohonan pelayanannya dibiayai .265 - .Pemerintah Pusat adalah yang permohonan pelayanannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/APBN . : Yang dimaksud dengan perpanjangan SIPPT adalah SIPPT yang dimohonkan kembali sampai dengan 30 hari sejak habis masa berlakunya batas waktu pembangunan yang diberikan dengan catatan tidak ada perubahan. angka 7 Pasal 124 Pasal 125 : Yang tidak dikenakan retribusi atas pelayanan ketatakotaan untuk kepentingan: . nama pemohon.Pemerintah Daerah adalah yang permohonan pelayanannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah /APBD . angka 5.

. pusdiklat. perpustakaan.Bangunan pembelanjaan yang terdiri dari pasar inpres. tinggi bangunan dan golongan bangunan. vihara.Bangunan kesenian/kebudayaan yang terdiri dari museum. gedung stadion. aula. asrama bangunan sosial. .Bangunan pemakaman yang terdiri dari krematorium. : Besar retribusi pengawasan pembangunan (RPP) yang harus dibayarkan diperhitungkan berdasarkan peruntukan. seminar. Bangunan sosial ibadah antara lain masjid. perguruan tinggi.Bangunan pendidikan yang terdiri dari sekolah ( TK.Bangunan olahraga yang terdiri dari sport hall.angka 1 huruf a) : Pasal 131 Yang dimaksud dengan luas bangunan adalah luas denah bangunan senyatanya dalam satuan meter persegi huruf b): Yang dimaksud dengan : 1. pasar sementara. . rumah susun sederhana.Bangunan kesehatan yang terdiri dari rumah sakit klinik.Bangunan sosial bukan tempat ibadah antara lain: . balai budaya. . pasar penampungan. panti asuhan. pura 2. . gedung olahraga/gelanggang olahraga. labolatorium. SLTP dan SLTA). rumah duka. gereja. puskesmas. rumah abu.Bangunan hunian yang terdiri dari flat murah. lapangan olahraga tertutup.Anggaran Perwakilan Negara Asing sesuai dengan perjanjian bilateral Pasal 126 Pasal 127 Pasal 128 Pasal 129 Pasal 130 Pasal 131 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas huruf a angka 1. huruf a. .266 - . jenis bangunan. . pesantren/madrasah. warung/kedai/ waserda. luas bangunan. SD. gedung kesenian. akademi.

silo/tangki. lapangan bola basket. ruang kantor. rumah makan. lapangan bola volley. huruf c) : Termasuk lapangan olahraga terbuka dengan perkerasan antara lain lapangan tenis. : Yang dimaksud bangunan usaha adalah: a. . MCK/WC umum. bangunan industri/pergudangan.Pelengkap bangunan ibadah yang terdiri dari ruang pertemuan/serbaguna. hanggar. lapangan sepak bola. balai rakyat. Yang dimaksud jumlah lantai adalah jumlah lantai di atas permukaan tanah atau lantai basement. yang tidak memenuhi kriteria. pos polisi. cotage motel flat/apartemen mewah. hotel. terminal/stasiun. pertokoan/kios.267 - . lintas aerobik. gedung pertemuan. ruang pamer(show room).Perdagangan/perkantoran antara lain perkantoran.Industri/pergudangan antara lain industri ringan. pool kendaraan. gardu bebas hambatan.Sarana umum yang terdiri dari pemberhentian bus. gedung parkir. panti pijat. gudang. gelanggang remaja. angka 3). b. apotik. bengkel/workshop. peternakan/ pertanian/ perikanan dengan ketinggian maksimum 6 meter. cafetaria. restoran. toserba(departemen store) pasar swalayan. pub. berat. bioskop. : Yang dimaksud bangunan yang bersifat sementara adalah bangunan yang penggunaannya paling lama 2 (dua) tahun atau selama digunakan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan.17 . service station (bengkel). kantor kedutaan. : Termasuk lapangan olahraga terbuka tanpa perkerasan antara lain lapangan golf. studio film. ruang pendidikan. bangunan pertokoan. sedang.. perbelanjaan/pasar. amusement center/diskotik. home industri. pasar raya (shoping store).

huruf b. pembangunan dan pengembangan yang berdasarkan: .Harga satuan per meter persegi bangunan yang ditetapkan oleh Cipta Karya atau.angka 1 hu: Cukup jelas huruf eangka 1 hu: Cukup jelas huruf fangka 1 hur: Cukup jelas huruf gangka 1 hu: Cukup jelas .angka 1 : Cukup jelas : Cukup jelas huruf d. pembuatan. .angka 1 h : Cukup jelas huruf e. .Pedoman perhitungan harga satuan DKI Jakarta atau.huruf d): Yang dimaksud dengan biaya pembuatan/ pembangunan adalah biaya untuk perbaikan/ perubahan.angka 1 hu: Cukup jelas huruf d. .268 - .angka 1 huruf c.Standar harga satuan umum yang berlaku huruf e): Cukup jelas huruf f) : Cukup jelas huruf g): Cukup jelas angka 2 : Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) wajib bayar oleh pemohon sebagai akibat tambahan pelayanan yang disebabkan adanya pemanfaatan lebih dari segi teknis tertentu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah ini.angka 1 h : Cukup jelas Pasal 132 Pasal 133 Pasal 134 Pasal 135 Pasal 136 Pasal 137 Pasal 138 Pasal 139 huruf a : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Kendaraan yang dinyatakan lulus uji berkala diberikan tanda bukti lulus uji berkala berupa buku dan tanda uji huruf b.Kontrak atau bagian kontrak atau.angka 1 hu: Cukup jelas huruf c.

angka 1 huruf a) huruf o.angka 1 huruf a) huruf r. Perkapalan dan lain-lain diberlakukan pada pelabuhan-pelabuhan yang dimiliki atau dikelola Pemda DKI Jakarta dan perizinan perhubungan laut diberlakukan di wilayah DKI Jakarta. huruf m.angka 1 huruf a) huruf u.angka 1 huruf a) huruf p. sertifikat keahlian. Kurs Dollar ditetapkan pada saat transaksi (hanya untuk kapal dari Luar Negeri) huruf l angka 1 huruf f: Cukup jelas angka 2 huruf f: Cukup jelas angka 3 huruf f: Cukup jelas angka 4 huruf f: Cukup jelas angka 5 huruf f: Cukup jelas angka 6 huruf f: Cukup jelas angka 7 huruf f: Cukup jelas angka 8 huruf f: Cukup jelas angka 9 huruf a) : Cukup jelas huruf b) : Cukup jelas angka 9 huruf c) : Cukup jelas huruf d) : Cukup jelas huruf e) : Cukup jelas huruf f) : Yang dimaksud dengan Dokumen Kepelautan adalah Buku Pelaut. Kenavigasian.angka 1 huruf a) huruf s.angka 1 huruf a) huruf t. : Pelayanan perhubungan udara untuk lapangan terbang yang berada di Pulau Panjang Kepulauan seribu : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas .angka 1 h : Cukup jelas huruf l : Jasa kepelabuhan.angka 1 huruf a) huruf q.huruf hangka 1 h : Cukup jelas huruf i : jangka waktu penginapan dan penyimpanan kendaraan yang diderek perpanjangannya diberikan paling lama 6 bulan huruf j.269 - huruf n.angka 1 hu: Cukup jelas huruf k.angka 1 huruf a) . perjanjian kerja laut dan lain-lain yang sejenis.

angka 1 huruf a) huruf w. : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan: .ngka 1 huruf a) Pasal 140 Pasal 141 Pasal 142 ayat (3) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Subjek Retribusi Perizinan Pengoperasian Fasilitas Parkir untuk umum di Luar Badan Jalan. : Yang dimaksud jangka waktu parkir adalah lamanya waktu parkir kendaraan bermotor ditempat parkir.huruf v.Jalan golongan A adalah jalan-jalan yang padat lalu lintasnya dan merupakan pusat kegiatan umum . adalah penyelenggara parkir pada lokasi milik swasta termasuk lokasi parkir milik BUMD/BUMN.ngka 1 huruf a) huruf bb.angka 1 huruf a) huruf x.270 - .angka 1 huruf a) huruf z.Jalan golongan B adalah jalan rendah kepadatan lalulintasnya yang Pasal 143 Pasal 144 Pasal 145 ayat (1) huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e ayat(2) ayat(3) ayat(4) ayat(5) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Untuk tarif berlangganan bulanan bagi kendaraan diperhitungkan dengan rumus 1 (satu) bulan dihitung 25 hari dikalikan 1 (satu) hari dihitung 3 (tiga) kali parkir dikalikan tarif terendah sesuai jenis kendaraan pada tempat parkir ditepi jalan umum. .angka 1 huruf a) huruf y.angka 1 huruf a) huruf aa.ngka 1 huruf a) huruf cc. sehingga dengan kondisi seperti ini akan menimbulkan pengaruh terhadap kelancaran lalu lintas maupun kesempatan orang lain untuk dapat menikmati tampat parkir yang tersedia.

huruf d ayat (2) ayat (3) Pasal 153 Pasal 154 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . Kegiatan Resepsi-resepsi dan Perayaan-perayaan. Yang dimaksud dengan parkir Insidentil adalah kegiatan parkir di badan jalan maupun di luar badan jalan milik Pemda yang bersifat tidak tetap atau tidak permanen karena adanya suatu kepentingan atau keramaian seperti: Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta.ayat (6) Pasal ayat (7) : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan Kawasan pengendalian parkir adalah suatu kawasan yang kondisi kepadatan lalu lintasnya sudah mencapai ambang kejenuhan dan di dalam kawasan tersebut diberlakukan ketentuan pengendalian parkir sebagai alat pembatasan lalu lintas. yang pengelolaan parkirnya diperlukan penanganan dengan dukungan personil dan dana yang khusus. Pameran Flora dan Fauna.271 - . hotel dan rumah sakit. energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar Sumber tidak bergerak adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat seperti industri. ayat (8) : ayat(9) Pasal 146 Pasal 147 Pasal 148 Pasal 149 Pasal 150 Pasal 151 Pasal 152 ayat (1) huruf a huruf b huruf c : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup Jelas : Limbah Cair adalah cairan yang berasal dari sisa kegiatan proses produksi dan usaha lainnya yang tidak dimanfaatkan kembali : Emisi adalah zat.

daunnya segar dan tidak membahayakan lingkungan disekitarnya. pemanfaatan Direksi Keet di taman dan jalur hijau yang merupakan pekerjaan/proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.272 - . Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Yang dimaksud dengan pohon sehat adalah pohon yang tidak keropos akarnya masih kuat. huruf b angka 4 huruf a) : Pasal 163 huruf b angka 4 huruf b) : Pasal 164 Pasal 165 Pasal 166 Pasal 167 Pasal 168 Pasal 169 Pasal 169 huruf a Pasal 169 huruf a Pasal 169 huruf a angka 2 angka 3 angka 4 : : : : : huruf a angka 1 : : : : Pasal 169 huruf a Pasal 169 huruf a Pasal 169 Pasal 169 Pasal 169 huruf a huruf c angka 5 angka 6 huruf b angka 1 angka 2 angka 3 : : : : : huruf c angka 1 : . Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Untuk pengecualian tarif pemakaian proyek Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.Pasal 155 Pasal 156 Pasal 157 Pasal 158 Pasal 159 Pasal 160 Pasal 161 Pasal 162 Pasal 163 huruf a angka 4 huruf b angka 1 4 huruf b angka 2 4 huruf b angka 3 4 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : : : : Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Menara dan tower tinggi adalah bangunan bangunan yang merupakan perwujudan fisik yang tidak dihuni manusia yang berfungsi sebagai sarana penunjang jaringan utilitas yang terdiri dari antara lain menara/tower telekomunikasi dan listrik yang bentuk/jenis konstruksinya kerangka dan monopole.

sephia film. 1:2.500.Pasal 170 ayat (1) huruf a huruf b huruf c huruf d huruf e : : : : : Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Yang dimaksud dengan ahli pengukuran dan pemetaan kota adalah ahli pengukuran dan pemetaan kota yang telah memenuhi syaratsyarat yang ditentukan oleh asosiasi profesi SURTA Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Yang dimaksud dengan Peta administrasi adalah peta yang dapat memberikan data informasi geografi dengan batas wilayah tertentu secara jelas (Kotamadya. peta dasar tersedia pada tingkat ketelitian atau skala 1:1.273 - .000 dan 1:10. Yang dimaksud dengan Hardcopy adalah cetakan peta di atas media tertentu seperti kertas.000.000. jalan maupun objek bumi lainnya yang dapat terekam langsung dari pemotretan udara. informasi yang dimuat pada peta dasar umumnya adalah informasi yang relatif tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang pendek. informasi yang terekam dari peta foto udara ini adalah penampakan bumi sebenarnya dilihat dari sisi atas seperti atap rumah. Kecamatan dan kelurahan) Yang dimaksud dengan Peta Dasar adalah peta yang dipergunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta-peta lain. huruf f huruf g huruf h Pasal 171 Pasal 172 Pasal 173 Pasal 174 Pasal 175 huruf a angka 1 : : : : : : : : angka 2 huruf c angka 3 : : Cukup jelas Yang dimaksud dengan Peta Foto Udara adalah peta yang menggunakan foto udara sebagai wahana perekam datanya dan data tersebut diolah sehingga menghasilkan data yang bebas kesalahan. kertas foto. 1:5. . pohon.

25 adalah luas daerah yang ingin dipetakan adalah konstanta bahwa kemampuan menggambar peta dari satu orang pribadi juru gambar adalah 50x50 cm = 2.upah juru gambar 1 U . adalah jumlah lembar foto udara yang diiginkan S1. desain. komposisi dan kegiatan kartografi lainnya.33x1. CD. huruf c angka 1 : T. 0.upah koordinato 1. adalah tarif pembuatan Peta Orthophoto 0. pengolahan data. adalah jumlah lapis informasi(layers) yang ingin ditampilkan diatas peta dasar L. adalah skala peta yang dikehendaki 1.angka 4 : Yang dimaksud dengan Softcopy adalah rekaman atau salinan peta dalam format digital yang direkam dalam diskette.upah koordinator = 0. Harddisk Yang dimaksud dengan cetak Photografi adalah teknik pencetakan film negatif diatas kertas khusus cetak foto (paper print) huruf b huruf c : : Cukup jelas Yang dimaksud dengan pemetaan adalah kegiatan pembuatan peta yang meliputi outline. tata letak.5 = 0.500 cm2 atau sama dengan 0.50 U. adalah skala yang diinginkan pemohon S0.25m2 adalah satu konstanta bahwa upah yang diperlukan untuk menggambar peta berukuran 50x50 cm adalah: . adalah standar biaya Hari Orang Kerja (HOK) staf yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta S. adalah skala foto udara yang tersedia . adalah tarif pembuatan peta tematik n.5x upah juru gambar .50 angka 2 : T.3 adalah konstanta yang mewakili kemampuan satu orang interpreter foto udara hanya mampu mengolah 3 lembar foto udara ukuran 23x23 cm I.274 - .495 dibulatkan menjadi 0.dalam 1 tim 1 koordinator mampu mengawasi 3 juru gambar .

Adalah banyaknya klasifikasi yang di inginkan 0.125) .1. huruf d angka 1huruf a) adalah standar biaya HOK sebagaimana penjelasan pada angka 1 adalah tarif retribusi pelayanan validasi hasil pengukuran :T BP adalah besarnya biaya pelaksanaan biaya lapangan yang diterima oleh pemegang lisensi SURTA yang dihitung menurut standar beban biaya personil (BBP) yang berlaku Pph adalah pajak penghasilan yang harus dibayar oleh pemegang lisensi SURTA huruf b) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf c) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf d) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf e) : sebagaimana penjelasan pada huruf a) huruf e huruf f angka 1 : Cukup jelas : T adalah besarnya tarif pelayanan Informasi P4-T n adalah jumlah lapis informasi (layers) yang diinginkan D adalah jumlah lembar peta dasar 50x50 cm yang mecakup lokasi P4-T yang dikehendaki 0.50 adalah konstanta upah penjelasan pada angka 1 sebagaimana U.01 adalah konstanta dimana paling rendah luasan dalam penafsiran citra satelit adalah 100 Ha L.125 adalah konstanta yang mencerminkan jumlah jam kerja yang diperlukan dimana 1 hari kerja adalah 8 jam.275 - . adalah luasan daerah yang ingin di tafsirkan dalam satuan Ha sebagaimana 1. sedangkan untuk mencari lembar peta diperlukan waktu 1/8 hari kerja (0.50 adalah konstanta upah penjelasan pada angka 1 U.1 adalah konstanta yang mewakili kebutuhan biaya pemeliharaan data per lembar peta 0. adalah standar biaya HOK sebagaimana penjelasan angka 1 angka 3 angka 4 : sebagaimana penjelasan pada angka 2 : k.

U adalah standar biaya Hari Orang Kerja (HOK) staf yang ditetapkan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta angka 2 angka 3 angka 4 huruf g : sebagaimana penjelasan pada angka 1 : sebagaimana penjelasan pada angka 1 : sebagaimana penjelasan pada angka 1 : T adalah tarif retribusi untuk pelayanan rekomendasi SIPPT (luas x NJOP) NPT adalah Nilai Perolehan Atas Tanah huruf h : T N adalah retribusi sewa peralatan per hari adalah penyusutan yang diperhitungkan sebagai berikut: N=3 untuk peralatan elektronik N=4 untuk peralatan optik N=5 untuk peralatan mekanik dan manual Pasal 176 Pasal 177 Pasal 178 Pasal 179 ayat (1) ayat (2) ayat (3) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan dokumen lain yang dipersamakan antara lain karcis. kartu langganan dan sejenisnya yang ditetapkan oleh Gubernur. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan jatuh tempo pembayaran adalah batas waktu pembayaran yang tertera pada Surat Ketetapan Retribusi ayat (2) HP adalah harga perolehan ayat (4) ayat (5) Pasal 180 Pasal 181 ayat (1) ayat (3) ayat (4) ayat (5) ayat (6) ayat (7) ayat (8) Pasal 182 Pasal 183 : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas . kupon.276 - .

: Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Gubernur sebelum memberikan keputusan dalam hal kelebihan pembayaran retribusi harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.Pengkuan utang secara tidak langsung adalah Wajib Retribusi tidak secara nyatanyata langsung menyatakan bahwa ia mengakui mempunyai utang retribusi kepada Pemerintah Daerah. contoh: Wajib Retribusi mengajukan permohonan anggsuran/ penundaan pembayaran dan kebaratan.Pengakuan utang retribusi secara langsung adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Gubernur karena jabatannya dan berlandaskan unsur keadilan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan retribusi yang tidak benar.277 huruf b Pasal 186 Pasal 187 Pasal 188 ayat (1) ayat (2) Pasal 189 ayat (1) ayat (2) huruf a ayat (3) ayat (4) ayat (5) Pasal 190 ayat (1) ayat (2) . ayat(3) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Dasar pemberian pengurangan dan keringanan dikaitkan dengan kemampuan wajib retribusi. sedangkan pembebasan retribusi dikaitkan dengan fungsi objek retribusi.Pasal 184 Pasal 185 ayat (1) ayat (2) huruf a huruf b : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan: . misalnya Wajib Retribusi yang ditolak pengajuan keberatannya karena tidak memenuhi persyaratan formal (memasukan surat keberatan tidak pada waktunya) meskipun persyaratan material terpenuhi. kejadian diluar kemampuan manusia (force majeure). . . azas timbal balik konvensi Wina 1961.

ayat (7) Pasal 191 ayat (1) ayat (2) : Apabila wajib retribusi tidak dapat memenuhi kewajibannya yang berkaitan dengan pemeriksaan retribusi. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas ayat (3) Pasal 192 Pasal 193 ayat(1) huruf a Pasal 194 ayat (1) ayat (2) Pasal 195 Pasal 196 Pasal 197 Pasal 198 Pasal 199 Pasal 200 --------------------------------------------------------------------- . : Cukup jelas : Gubernur dalam rangka pengawasan. alat-alat suntik.278 - . tujuan lain dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan retribusi. berwenang melakukan pemeriksaan untuk: a. rontgen. Pemeriksaan dapat dilakukan di kantor atau tempat wajib retribusi yang lingkup pemeriksaannya dapat meliputi tahun-tahun yang lalu maupun tahun berjalan. menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi daerah b.ayat (3) ayat (4) ayat (5) ayat (6) : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Besarnya imbalan bunga atas keterlambatan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dihitung dari habis waktu 2(dua) bulan sejak diterbitkannya Surat Ketetapan Retribusi Lebih Bayar sampai saat dilakukannya pembayaran kelebihan. : Cukup jelas : Cukup jelas : Cukup jelas : Yang dimaksud dengan bahan/barang pakai habis antara lain obat-obatan. bahan-bahan kimia. maka dikenakan penetapan secara jabatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful