P. 1
SISTEM INTELIJEN PADA PENILAIAN DAN PREDIKSI KUALITAS SUSU PASTEURISASI(STUDI KASUS PADA PT. INDUSTRI SUSU ALAM MURNI BANDUNG)

SISTEM INTELIJEN PADA PENILAIAN DAN PREDIKSI KUALITAS SUSU PASTEURISASI(STUDI KASUS PADA PT. INDUSTRI SUSU ALAM MURNI BANDUNG)

|Views: 367|Likes:
Dipublikasikan oleh KARYAGATA MANDIRI

More info:

Published by: KARYAGATA MANDIRI on May 16, 2012
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/13/2014

Sumber : Quality Control PT. Indomilk, Jakarta

64

Tabel 23. Perbandingan Beberapa Pendapat Pakar Mengenai Karakteristik Mutu Susu Pasteurisasi

FDA

SNI 2000

No Karakteristik Mutu PT. Fajar Taurus

California SNI 1995

SK Dirjen
Peternakan

Akuisisi Pendapat Pakar

Baik

: < 6

-

maks. 8

-

Normal : 6 – 8

1 Suhu

maks. 5o

C

Buruk : > 8
Baik

: > 3,4

min 3,25

3,5 - 4

-

Normal : 2,8 – 3,4

2 Kadar Lemak, %

min 3,50

min 3,5

2,8

Buruk : < 2,8
Baik

: > 12

No standar

-

Normal : 11 – 12

3 Kadar bahan kering,
%

min 11

Min 12,2

12 - 13

Buruk : < 11
Baik

: < 0,02x106

maks.
0,02x106

maks.
0,03x106

Normal : 0,02x106

– 0,03x106

4 Jumlah bakteri,
CFU/ml

10.000

maks.
0,015x106

0,03x106

maks.
0.025x106

Buruk : > 0,03x106

Baik

: 0

maks. 10

Normal : 1 – 10

5 Koliform, CFU/ml

0

maks. 10

< 1

< 1

Buruk : > 10
Baik

: Negatif

6 Uji Fosfat

Negatif

Negatif

Negatif

Negatif

Buruk : Positif

65

Tabel 23. Perbandingan Beberapa Pendapat Pakar Mengenai Karakteristik Mutu Susu Pasteurisasi (Lanjutan)

FDA

SNI 2000

No Karakteristik Mutu PT. Fajar Taurus

California SNI 1995

SK Dirjen
Peternakan

Akuisisi Pendapat Pakar

Baik : > 8,0

Min. 8,25

7,70

-

Normal : 7,7 – 8,0

7 SNF (%)

7,70

Min. 8,70

7,50

Buruk : < 7,7
Baik : Negatif

8 Tes residu Antibiotika

Negatif

Negatif (0)

Negatif

Negatif

Buruk : Positif
Baik : Spesifik susu

Bau

Normal

Spesifik susu Normal

Standar

Buruk : Diluar spesifik susu
Baik : Putih kekuningan

Warna

Normal

Putih
kekuningan Normal

Standar

Buruk : Warna lain
Baik : Khas susu

9 Organoleptik

Rasa

Normal

Khas

Normal

Standar

Buruk : Bukan khas susu

66

4.4.1.3 Penilaian Kualitas Penyimpanan dan Kemasan Produk Jadi

Kualitas produk akhir selain ditentukan oleh kualitas bahan baku dan

pengolahan juga ditentukan oleh kondisi penyimpanan dan bahan kemasannya.

Apabila kondisi penyimpanan dan bahan pengemasnya baik, maka susu yang

berkualitas baik dapat dipertahankan kualitasnya.

Daya simpan susu pasteurisasi sangat dipengaruhi oleh beberapa hal

seperti: jumlah awal bakteri, sanitasi alat-alat pengolahan dan kontaminasi setelah

pasteurisasi serta suhu penyimpanan (Frazier & Westhoff, 1988 dan Ledford &

Murphy, 1992)

4.4.2 Analisis Teknis

Mutu susu pasteurisasi dipengaruhi oleh jumlah dan jenis mikroorganisme,

suhu dan waktu pasteurisasi (Frazier dan Westhoff, 1988). Proses pasteurisasi yang

diterapkan pada susu, terutama yang diterapkan secara komersial yaitu metode

HTST (High Temperature Short Time) dapat membunuh khamir, kapang,

kebanyakan bakteri psikotropik, koliform dan bakteri pembusuk asam seperti

Streptococcus lactis (Srikandi, 1992). Tabel 24 menunjukkan suhu dan waktu

pasteurisasi susu menurut Hubbert dan Hagstad (1991).

Tabel 24. Suhu dan Waktu Pasteurisasi pada Proses Pasteurisasi Susu (Hubbert
dan Hagstad, 1991)

Suhu

0

C

0

F

Waktu
(detik)

Istilah Umum

63

145

180

Long Time Holding (LTH)

72
89
90
94
96
100

161
191
194
201
204
212

15
1
0,5
0,1
0,05
0,01

High Temperature Short Time

(HTST)

138

286

2

Ultra Pasteurized (UHT)

Perbandingan suhu dan lama pasteurisasi di beberapa industri dan literatur

dengan Metoda HTST ditunjukkan pada Tabel 25.

67

Tabel 25. Perbandingan Suhu dan Lama Pasteurisasi Beberapa Industri dan
Literatur dengan Metoda HTST

Perusahaan/SNI/Literatur Suhu (O

C)

Lama
Pasteurisasi

(dalam detik)

Buckle et al, 1987

PT. Fajar Taurus, 2005

PT. Indomilk, 2005

HACCP ◊ CCP

PT. ISAM, 2005

71,7 - 75

75 – 85

87,6

75

90 - 95

15 – 16

15

16

16

15

Jika kita dapat mengetahui kecenderungan/trend keragaman proses dari

suhu dan waktu pasteurisasi ke depan, maka kita dapat mengambil keputusan

dalam peningkatan kualitas lebih cepat. Salah satu metode untuk melakukan

prediksi keragaman proses suhu dan waktu pasteurisasi adalah dengan menemukan

keteraturan (pattern recognition) di dalam data. Hal ini dapat dipenuhi dengan

mengembangkan jaringan syaraf tiruan.

68

BAB 5
MODEL KONSEPTUAL

5.1 Konfigurasi Model

Sistem intelijen prediksi dan penilaian kualitas susu pasteurisasi dirancang

dan dikembangkan dalam sistem diberi nama SINKUAL-SP (Sistem Intelijen Kualitas

Susu Pasteurisasi).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->