Anda di halaman 1dari 4

Jurnal BIOKIMIA PRAKTIKUM ke-3 , Desember 2011

KELARUTAN LIPID SERTA PENGARUH EMULGATOR TERHADAP KELARUTAN LIPID


Wulan Susanti, Nur Wal Jiniana, Dessy Rositasari, Nur Firti, dan Nuri Purnama Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

ABSTRAK Percobaan yang telah dilakukan mengkaji sifat minyak kelapa terhadap penambahan senyawa tambahan mencakup kelarutan lipid dengan penambahan air, alcohol, eter dan kloroform serta pengaruh penambahan emulgator terhadap kelarutannya. Lipid dalam air dan alcohol tidak larut dengan terbentuknya dua fasa sedangkan lipid larut dalam eter dan kloroform. Lipid juga akan membentuk membrane protein dengan terbentuknya emulsi stabil setelah lipid dicampurkan dengan protein 1% menggunakan albumin encer yang berperan sebagai emulgator.. Dari hasil percobaan ini lipid tidak larut pada senyawa polar sedangkan lipid larut dalam senyawa non polar dan membentuk emulsi stabil dalam senyawa polar dengan bantuan emulgator. Kata kunci: lipid, kelarutan, emulgator I. PENDAHULUAN Lipid adalah sekumpulan senyawa dalam tubuh yang memiliki ciri-c ir i ya ng ser upa denga n ma la m, ge muk ( greas e), ata u minyak Lipid merupakan ester asam lemak yang tersebar di alam dalam bentuk nabati maupun hewani. Kegunaan lipid sebagai pelindung seluler karena lipid merupakan bagian integral dari membrane sel dan lipid sebagai pelindung aseluler karena lipid merupakan pelindung organism dalam bentuk jaringan integument. Sifat asam lemak ditentukan oleh rantai hidrikarbonnya. Ada asam rantai lurus dan rantai bercabang yag ditemukan di alam dalam bentuk siklis baik yang jenuh maupun tidak jenuh. S e n ya w a - s e n ya wa ya n g te r ma s uk lip id in i d a p a t d ib a g i d a la mbeberapa golongan, ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Bloor me mb a gi lip id da la m tiga go lo ngga n besar yak ni, lip id seder ha na, ya itue s t e r a s a m l e ma k d e n ga n b e r b a ga i a l k o h o l, c o n t o h n y a le m a k a t a u glise r ida dan lilin ( waxes), lip id gab unga n ya itu ester a sa m le mak ya ngmempunyai gugus tambahan, contohnya fosfolipid, serebrosida, derivatlipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnyaa sa m le mak, glisero l, dan s tero l. Komponen integral lipid terdiri dari alcohol tinggi dan lipoprotein larut dalam air, dan proteolipid tidak larut dalam air tetapi dapat membentuk emulsi yang stabil bila ada bahan lain yang berfungsi sebgai emulgator. Sebagai penyusun lipid, asam lemak memiliki sifat

Jurnal BIOKIMIA PRAKTIKUM ke-3 , Desember 2011

ampifatik dimana memiliki ujung rantai karbon bermuatan(polar;hidrofilik), dan 2. BAHAN DAN CARA KERJA Bahan dan alat: Bahan: Minyak Kelapa, Protein 1% berupa albumin encer yang merupakan campuran protein dan

ujung rantai karbon lainnya bermuatan(nonpolar;hidrofobik).

tidak

air, akuades, kloroform.

alcohol,

eter,

Alat: Tabung reaksi, rak tabung reaksi, gelas kimia, pipet tetes

Cara kerja: A. Uji k e lar uta n, Tab ung reaks i seba nyak 4 b ua h bers ih d iis i ma s ing- mas ing 1 mL o le h a ir, a lco ho l,e ter, da n k loro for m. Ke mud ia n pada tab ung terseb ut mas ing- mas ing dimas uka n 1 ml minyak ke lapa. Kocok k uat- k uat s e la ma 1- 2 me nit. B. Uji Protein Sebagai Emulgator Tabung reaksi dimasukkan 3cc protein 1% (albumin encer) dikocok, tabung ini digunakan sebagai blanko. Tabung reaksi lain dimasukan 3cc protein 1% dan 3 tetes minyak, dikocok sehingga membentuk membrane protein. 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil: 1. Uji kelarutan Minyak Penambahan 1 ml kelapa 1 ml Air (tidak berwarna, bening)

Pengocokan Sebelum 2 fasa


Minyak (kuning bening)

sesudah

Didiamkan 2 menit

Minyak (keruh)

Kuning gading bening

Air (tidak berwarna

air

Jurnal BIOKIMIA PRAKTIKUM ke-3 , Desember 2011

1ml

Alkohol (tidak berwarna)

2 fasa
minyak Minyak (kuning) alkohol

Air (tidak berwarna , bening) Minyak (tidak berwarna, bening)

1ml

Klorofom (pink bening)

2 fasa
Minyak Larut pink bening klorofom Larut ( pink bening)

1 ml

Eter (tak berwarna)

minyak

2 fasa eter

Larut (tidak (berwarna bening)

Larut (tidak berwarna b ening)

2.

Uji protein sebagai emulgator penambahan Minyak ( dikocok) Keruh putih

blanko bening Tidak berwarna

Pembahasan Pada percobaan uji kelaruran didapat hasil air tidak larut, dan hanya membentuk emulsi tidak stabil (emulsi nya mudah pecah) pada saat pengocokan dan kembali ke memisah membentuk 2 fase setelah proses pengookan. Hal tersebut disebabkan oleh sifat air yang merupakan pelarut polar sedangkan minyak sayur merupakan senyawa non polar yang keduanya tidak dapat bercampur. Selain itu juga minyak kelapa memiliki rantai karbon yang panjang dimana semakin panjang rantai karbon maka sisi hidrofobik lipid terhadap air semakin besar.

Jurnal BIOKIMIA PRAKTIKUM ke-3 , Desember 2011

Alcohol akan membentuk emulsi tidak stabil pada saat pengocokan,tetapi emulsi yang dibentuk dapat lebih lama bertahan dengan berubahnya dua fasa alcohol dan minyak sayur menjadi emulsi yang keruh. Walaupun setelah didiamkan lebih lama campuran ini kembali membentuk 2 fasa, dan sedikit larut dalam minyak,sedangkan alcohol dan eter larut dalam minyak. Sedikit kelarutan minyak sayur pada alcohol juga dikarenakan alcohol (ROH)adalah gugus alkil yang masih memiliki kesaan rumus kimia dengan air, (H2O) dimana minyak sayur atau lipid tidak larut dalam air. Lipis atau minyak larut dalam kloroform dan eter karena keduanya adalah pelarut organic sehingga antara minyak sayur dan kloroform saling melarutka, begitu juga dengan minyak sayur dan eter. Bertahannya kekeruhan yang terbentuk setelah proses pengocokan, berbeda dengan larutan blanko yang kembali lagi ke bentuk awalnya yaitu bening tak berwarna menandakan terbentuknya emulsi stabil antara air dan minyak goring, hal ini dikarenakan adanya albumin yang merupakan protin yang akan mengurangi tegangan antar muka minyak dan air. Kesimpulan Lipid tidak larut dalam air. Lipid sedikit larut dalam alcohol. Lipid larut dalam klofroform dan eter. Emulsi stabil terbentuk dengan penambahan albumin sebagai emulgator

Daftar Pustaka Hawab, H.M. 2007. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Diadit Media Poejadi, Anna dan . M Titin Supriyanti. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: UI Press Sumarlin, La Ode, 2010. Penuntun Praktikum Biokimi, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah