Anda di halaman 1dari 4

TUGAS BIOLOGI ORAL

MEKANISME PERKEMBANGAN ADHESI BAKTERI DI PERMUKAAN


KELOMPOK 2

Ardi Siswanto Enny Khalisa Wahyuni A. Anis Belinda Zayyan Cindy Dwintannandi Fransisca Viesta Nanda H. Annisa Maya Nugraha M. Nur Rizky Dian Pratiwi Anindya Putri P. Melinda Hairi Taupiek Rahman Nor Sakinah Nita Herlina

I1D111003 I1D111008 I1D111011 I1D111022 I1D111026 I1D111031 I1D111039 I1D111043 I1D111204 I1D111207 I1D111214 I1D111217 I1D111220 I1D1110

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN BANJARMASIN 2012

Tahap Adhesi Bakteri Secara umum perlekatan dari bakteri ke suatu permukaan dapat dibagi empat tahap yaitu : 1. Transportasi ke Permukaan Tahap pertama melibatkan transportasi awal dari sebuah bakteri ke permukaan. Kontak acak mungkin terjadi melalui sedimentasi, melalui aliran cairan atau melalui gerakan bakteri aktif (aktivitas kemostatis). 2. Perlekatan awal Pada perlekatan awal ini bakteri dapat melekat ke permukaan gigi melalui dua gaya yaitu gaya yang bekerja pada jarak yang dekat dan jarak yang jauh. Gaya yang bekerja pada jarak jauh sendiri dapat dibagi laghi menjadi dua yaitu gaya van der Waals yang bekerja pada jarak diatas 50 nm dan gaya elektrostatik pada jarak dibawah 50nm Gaya yang bekerja pada jarak dekat jika partikel mencapai jarak minimum, yaitu <1nm dari permukaan, maka gaya yang akan bekerja dalam melakukan perlekatan ini adalah ikatan hidrogen, pembentukan pasangan ion dan steric interaction. 3. Perlekatan Setelah awal pembentukan perlekatan antara bakteri dan permukaan, komponen protein ekstraselular spesifik organisme (adhesins) akan saling melengkapi dengan reseptor pada permukaan (misalnya, kulit tipis). Pellikel di rongga mulut terdiri dari mucins, glikoprotein, protein yang kaya prolin, histidin-kaya protein, enzim -amilase, dan molekul-molekul lain. Beberapa molekul dari pelikel mengalami perubahan ketika melekat ke permukaan sehingga reseptor baru telah terbentuk. Actinomyces viscosus, koloni awal intra-oral misalnya, mengenal segmen protein kaya prolin yang hanya tersedia molekul yang diabsorbsi, yang menyebabkan mikroorganisme mempunyai mekanisme yang efisien melekat pada gigi. Di lain pihak, keadaan permukaan juga memiliki dampak pada pelikel yang berkembang. 4. Kolonisasi Ketika melekat erat mikroorganisme mulai tumbuh dan sel-sel baru dibentuk tetap melekat, sebuah biofilm dapat berkembang., setiap strain kolonisasi awal dapat dilapisi dengan molekul yang berbeda. sel yang identik dilapisi dengan

molekul saliva tertentu mungkin dapat menggumpal, yang akan mengarah ke microconcentration dan juxtapositioning strain tertentu. Atau, pertumbuhan strain accreted tertentu juga akan mengarah ke mikrokoloni yang dilapisi molekul saliva spesifik. Dalam konsep ini adhesi bakteri, baik kekasaran permukaan dan energi permukaan bebas memainkan peran penting. Pada permukaan kasar bakteri dilindungi terhadap gaya geser, sehingga perubahan dari perlekatan bakteri yang reversibel menjadi ireversibel lebih mudah dan lebih sering

Peranan komponen organik saliva dalam membantu perkembangan adhesi bakteri di permukaan : 1) Histatin Histatin adalah suatu kelompok peptida kationik yang terdapat dalam saliva, memainkan peranan penting pada kesehatan oral dan memiliki efek antibakteri dan antifungi yang kuat (OGorman and Albert, 2008).

2) Amilase Amilase merupakan protein saliva konsentrasi tinggi. Amilase adalah enzimpencernaan yang terutama diproduksi oleh kelenjar parotis dansubmandibular. Amilase mengubah tepung kanji dari glikogen menjadikesatuan karbohidrat yang lebih kecil dan akibat pengaruh amilase, polisakarida dapat dicerna dengan mudah (Amerongen, 1991). 3) Immunoglobulin Immunoglobulin terlibat pada sistem penolakan fisik dan agen antibakteri.Immunoglobulin terdiri dari sebagian besar IgA sekretorik (SIgA) dansebagian kecil IgM dan IgG. Aktivitas antibakteri SIgA yang terdapat dalammukosa mulut bersifat mukus dan bersifat melekat dengan kuat, sehinggaantigen dalam bentuk bakteri dan virus akan melekat erat dalam mukosamulut yang kemudian dilumpuhkan oleh SIgA. Bakteri mulut yangdiselubungi oleh SIgA lebih mudah difagositosis oleh leukosit (Amerongen,1991; Rensburg, 1995).3)

4) Protein Kaya Prolin Protein kaya prolin membentuk suatu kelas protein dengan berbagai fungsipenting yaitu mempertahankan konsentrasi kalsium di dalam saliva agar tetap konstan yang menghambat demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi (Amerongen, 1991). 5) Mukus Glikoprotein Mukus glikoprotein merupakan lapisan pada rongga mulut yang berfungsidalam lubrikasi jaringan rongga mulut, pengatur interaksi antara epitel permukaan dengan lingkungan luar dan perangkap bakteri. 6) Lisozim Lisozim mempunyai fungsi proteksi terhadap bakteri yaitu berperan aktif menghancurkan dinding sel bakteri Gram positif dan sangat efektif dalammelisiskan bakteri. Pada saliva, lisozim berasal dari kelenjar parotis, kelenjarsubmandibul ar dan kelenjar sublingual (Bradley.1995). 7) Statherin Staterin berfungsi sebagai pendukung dari perlekatan bakteri pada permukaan gigi. Statherin ditemukan pada glandula parotid dan submandibula 8) Albumin Albumin sebagai protein dari komponen mayor saliva berperan untuk membentuk pelikel dan modulasi microbiota dalam mulut.