Anda di halaman 1dari 29

PERSENTASI KASUS

STATUS PASIEN JIWA


Nama Jenis Kelamin Tempat , tanggal Lahir Umur Status Perkawinan Warga Negara Agama Suku Bangsa Tingkat Pendidikan Pekerjaan Alamat : : : : : : : : : : : Nn. D Perempuan Desa Tanjung Mas, 5 Desember 1995 16 tahun Belum Menikah Indonesia Islam Komering Tamat SD Dulunya pembantu rumah tangga Desa Tanjung Mas Kecamatan Banyuasin II RT 012 RW 01 : Keluarga Pasien Sandra (Saudara Kandung) : 6 Februari 2012

Dikirim Oleh MRS

ANAMNESIS
ALLOANAMNESIS Sebab Utama : Mengamuk Riwayat Perjalanan Penyakit : Sejak + 1,5 tahun yang lalu pasien mengalami perubahan sikap setelah pulang dari bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selama ini pasien bekerja sebagai pembantu di palembang, dengan orang cina. Selama bekerja pasien jarang memberi kabar kepada keluarga dan tidak mau diajak pulang oleh keluarga dengan alasan yang tidak diketahui.

Suatu ketika pasien pulang kerumah tetapi keadaannya menjadi lebih pendiam dibanding sebelumnya. Pasien kadang menjadi mudah emosi dan keinginannya harus dituruti, apabila tidak dituruti pasien aakan mengamuk. Pasien masih bisa mengurus diri sendiri seperti mandi, makan tetapi nafsu makannya berkurang. Pasien tidak mengalami gangguan tidur.

Sejak + 1 tahun yang lalu membawa pasien ke orang pintar, kemudian pasien dikatakan kerasukan hantu dari tempat kerjanya. Pasien kemudian diberi air jampian. Setelah dari orang pintar terlihat perbaikan dari perilaku pasien, walaupun kadang pasien masih mengamuk dan merusak barang tetapi masih dapat dikendalikan oleh keluarga.

Sejak + 3 bulan yang lalu, pasien memiliki pacar. Saat pacaran pasien tidak pernah mengamuk, kemudian setelah 2 bulan pacaran pasien putus dari pacarnya dan berubah menjadi pendiam lagi. Sejak + 1 bulan yang lalu, setelah putus pasien mulai mengamuk lagi dan mengatakan hal yang aneh seperti bahwa ia memiliki ikatan batin dengan pacarnya dan pacarnya adalah cinta sejatinya.

Sejak + 2 minggu yang lalu pasien makin sering mengamuk seperti memecahkan kaca dan piring. Pasien mulai berbicara terus menerus dengan topik yang tidak jelas dan perkataannya tidak dapat dimengerti orang lain. Pasien sering beranggapan bahwa orang yang berada di sekitarnya membicarakan dirinya. Pasien mulai tidak mau makan, minum dan mandi. Pasien mengatakan bahwa ia dimasuki Allah dan mengatakan bahwa tanah desa harus disucikan, jika tidak disucikan maka akan ada warga yang meninggal. Pasien mengatakan dapat menurunkan hujan. Karenanya, os kemudian dibawa ke RS ERBA Palembang.

Riwayat Penyakit Dahulu


R/ Kejang (-) R/ Trauma Capitis (-) R/ NAPZA (-) R/ Asma (-) R/ dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal.

Riwayat Premorbid :
Bayi : lahir normal, cukup bulan, langsung menangis, ditolong dukun Anak Anak : Pendiam, mudah bergaul, banyak teman, tertutup Remaja : Pendiam, mudah bergaul, banyak teman, tertutup

Riwayat Keluarga :

Riwayat Pendidikan Tamat SD, os berhenti sekolah atas keinginan sendiri. Riwayat Perkawinan Belum menikah

Status Ekonomi Kurang

AUTOANAMNESIS

IKHTISAR DAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN PSIKIATRI (AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI)


KEADAAN UMUM
Kesadaran/Sensorium Perhatian Sikap Inisiatif Tingkah Laku Motorik Karangan/Tulisan/Gambaran Ekspresi Fasial Verbalisasi : Jelas Kontak Psikis : - Kontak Fisik - Kontak Mata - Kontak Verbal : CM Terganggu : Ada : Kooperatif : Ada : Normoaktif : Tidak dilakukan : Wajar Cara Bicara : Lancar : Ada : Ada : Ada

KEADAAN KHUSUS (SPESIFIK)


Keadaan Afektif : Eutimik Hidup Emosi Stabilitas : Stabil Dalam-dangkal : dangkal Pengendalian : Terkendali Adekuat-Inadekuat : Adekuat Echt-Unecht : Unecht Skala Diferensiasi : Menyempit Einfuhlung : Sulit dirabarasakan Arus Emosi : Cepat

Keadaan dan Fungsi Intelek Daya ingat (amnesia, dsb) : Relatif terganggu Daya Konsentrasi : Baik Orientasi : Tempat : Baik Waktu : Baik Personal : Baik Luas Pengetahuan umum dan Sekolah : Sesuai Discriminative Judgement : Relatif terganggu Discriminative Insight : Terganggu Dugaan taraf intelegensi : Normal Kemunduran intelektual (demensia, dsb) : (-)

Kelainan Sensasi dan Persepsi Ilusi : (-) Halusinasi : Halusinasi Visual (+) melihat Allah berwarna putih, gelap seperti lampu. Melihat roro kidul, cantik, rambutnya panjang, pake kemben tujuh warna. Melihat kuntilanak, pocong. Halusinasi Audiotorik (+) mendengar perintah Allah, nabi.

Keadaan Proses Berpikir Psikomotilitas Mutu proses berpikir Arus Pikiran

: Cepat : Jelas, Tidak wajar


Sirkumstansial (+) Terhambat (-)

Flight of ideas (+) Inkoherensi (+) Tangensial (-) Terhalang (-)

Perseverasi (-)

Verbigerasi (-)

Lain-lain (-)

Isi Pikiran Pola Sentral (-) Rasa permusuhan/dendam (-) Delutional perception (+) percaya bahwa pasien bertemu, berkomunikasi dan diberi seuatu oleh Allah. Fobia (-) Hipokondria (-) Konfabulasi(-) Banyak sedikit isi pikiran (banyak) Perasaan inferior (-) Perasaan berdosa/salah (-) Kecurigaan (belum taraf waham) (-) Lain-lain(-)

Pemilikan Pikiran
Obsesi (-) Alienasi (-)

Bentuk Pikiran
Autistik/dereistik (+) Simbolik (-) Paralogik (-) Simetrik (-) Konkritisasi (-) Lain-lain

Lain-lain : -

Keadaan Dorongan Instinktual dan Perbuatan Abulia/Hipobulia (-) Vagabondage (-) Stupor (-) Pyromania (-) Raptus/Impulsivitas (Agresif) (-) Mannerisme (-) Kegaduhan Umum (-) Autisme(-) Deviasi Seksual (-) Logore (+) Ekopraksi (-) Mutisme (-) Ekolalia (-) Lain-lain

Kecemasan (anxiety) yang terlihat secara nyata (overt) Tidak ada Reality Testing Ability RTA terganggu alam pikiran, perasaan dan perbuatan

Formulasi Diagnostik
Seseorang berumur 16 tahun, belum menikah, pendidikan pelajar SD kelas 6, beragama Islam. Tidak memiliki ciri kepribadian khas atau gangguan kepribadian. Pasien dirawat di RSEB untuk pertama kalinya. Dalam 1,5 tahun terakhir setekah os pulang dari Palembang, tempatnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, perilaku os mulai berubah, os menjadi lebih pendiam dan suka mengamuk sendiri. Os juga cepat marah dan kehendaknya harus dituruti. Os juga menganggap orang lain membicarakan hal-hal buruk tentangnya.

Kemudian setelah putus dari pacarnya keadaan os semakin memburuk. Os mulai bicara sendiri dan merusak barang-barang di rumah. Os mulai menganggap bahwa dia dapat mendengar suara Allah, nabi Muhammad dan melihat Allah berupa sinar putih dan Roro Kidul yang berambut panjang. Os juga mengaku dapat menurunkan hujan. Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, dari penyesuaian fungsi secara global menunjukkan adanya penurunan taraf berat ditandai dengan tidak mampu mengurus dirinya sendiri.

Didapatkan kompleks gejala primer berupa gangguan asosiasi, berupa arus fikiran yang terkadang inkoheren, flight of ideas, sirkumstansial; gangguan hidup emosi yang dangkal, skala diferensiasi menyempit, sukar dirabasakan. Ditemukan juga gejala sekunder berupa waham bizzare: - os mengaku dapat hidup lagi setelah meninggal, os mengaku diberi Allah kalung, diberi Nyi Roro Kidul cincin agar tidak dipukul orang lain. - Os mengaku Allah masuk ke dalam tubuhnya. Os juga mengaku mempunyai ikatan batin dengan pacarnya.

Terdapat halusinasi visual dimana os melihat Allah, nabi, Roro Kidul, pocong dan kuntilanak. Terdapat pula halusinasi akustik dimana os merasa mendengar suara-suara Allah dan Nabi Muhammad yang mengatakan padanya bahwa orang bersalah harus dikubur. Atas dasar rangkaian gejala diatas, maka berdasarkan kriteria Bleurer, dapat ditegakkan diagnosis Skizofrenia. Sebagai diagnosis banding yaitu skizofrenia paranoid dan skizofrenia herbefrenik.

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL AKSIS I : F.20 Skizofrenia AKSIS II : Tidak ada diagnosis AKSIS III : Tidak ada diagnosis AKSIS IV : Tidak jelas AKSIS V : tertinggi : GAF Scale 80-71 Terendah : GAF Scale 20-11 Follow up: GAF Scale 40-31

DIAGNOSIS DIFERENSIAL Skizofrenia paranoid Skizofrenia herbefrenik TERAPI Chlorpromazine 2x50 mg Haloperidol 2x5 mg THP 3x2 mg

Prognosis
Prognosis Baik

Prognosis buruk

Onset lambat Faktor pencetus jelas Onset akut Riwayat sosial, seksual, dan pekerjaan premorbid baik Gejala gangguan mood Menikah Riwayat keluarga gangguan mood Sistem pendukung yang baik Gejala positif

Onset muda Tidak ada faktor pencetus Onset tidak jelas Riwayat sosial, seksual, dan pekerjaan premorbid buruk Perilaku menarik diri, autistik Tidak menikah, bercerai, atau janda/duda Riwayat keluarga skizofrenia Sistem pendukung buruk Gejala negatif Tanda dan gejala neurologis Riwayat trauma perinatal Tidak ada remisi dalam tiga tahun Banyak relaps Riwayat penyerangan

Berdasarkan prognosis skizofrenia menurut Kaplan, prognosis intuk kasus ini mengarah ke dubia ad malam.

Terima kasih