Anda di halaman 1dari 8

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMERINTAHAN DALAM PENERAPAN e-KTP

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul Sistem Informasi Dalam Penerapan e-KTP. Penyusunan makalah ini bertujuan sebagai penunjang mata kuliah SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang nantinya dapat digunakan mahasiswa untuk menambah wawasan dan pengetahuannya.

Terakhir kepada teman-teman yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini mungkin banyak terdapat kesalahan-kesalahan dan masih jauh dari kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritikan-kritikan dari pembaca, dan mudah-mudahan makalah ini dapat mencapai sasaran yang di harapkan dan mudah-mudahan makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Pada dasarnya sistem administrasi kependudukan merupakan sub sistem dari sistem administrasi negara, yang mempunyai peranan penting dalam pemerintahan dan pembangunan penyelenggaraan administrasi kependudukan. Suatu instansi membutuhkan suatu sistem informasi yang mendukung kebutuhan instansi pemerintah dalam menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja maupun dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya, sehingga

implementasi sistem informasi berbasis komputer sangat diharapkan membantu peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

TUJUAN Tujuan dari adanya penerapan sistem informasi berbasis komputer pada pembuatan KTP adalah untuk mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil yang berorientasi pada kepuasaan dan kemitraan masyarakat menuju terciptanya data dan informasi kependudukan yang akurat.

Sistem Informasi Pemerintahan Dalam Penerapan e-KTP

Semakin maju suatu negara/daerah, semakin tinggi tuntutan terhadap penyediaan data dan informasi yang akurat. Berdasarkan asumsi tersebut, urgensi penyediaan data menjadi sejalan dengan akselerasi. Di samping untuk keperluan perencanaan, data diperlukan untuk bahan dalam proses pembuatan keputusan yang efektif. Penyediaan data dan informasi oleh pemerintah / government, merupakan upaya yang ditempuh untuk mewujudkan akuntabilitas publik serta membangun citra pemerintah yang bersih, berwibawa dan bertanggungjawab. Manajemen data dan informasi dalam suatu pengelolaan basis data yang terintegrasi akan memudahkan berbagai pihak mengetahui potensi dan permasalahan di suatu daerah. E-Government, yang di implementasikan dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), adalah salah satu upaya dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi secara cepat, tepat, lengkap, akurat dan terpadu untuk menunjang proses administrasi pemerintahan, pelayanan masyarakat. E-Government yang "juga disebut e-gov, digital government, online government atau dalam konteks tertentu transformational government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokrasi. Permasalahan yang ada di Indonesia berawal dari sistem data kependudukan yang ada di beberapa daerah,

Belajar dari kasus itulah, pemerintah saat ini sedang giat-giatnya memperbaiki sistem administrasi kependudukan. Caranya, merancang sistem identitas tunggal dalam bentuk KTP elektronik (e-KTP). Berbeda dengan KTP yang berlaku sebelumnya, di dalam KTP elektronik terdapat sebuah chip yang memuat data biometrik atau sidik jari setiap pemiliknya. KTP elektronik tersebut nanti dapat mempermudah proses-proses pendataan kependudukan yang dilakukan untuk menunjang program-program pemerintah seperti pilkada atau pemilu, Sejumlah langkah awal untuk program KTP elektronik akan diimplementasikan mulai tahun ini. Bentuknya, merancang nomor induk kependudukan (NIK) yang akan ditampung oleh sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). SIAK merupakan data kependudukan dari seluruh wilayah Indonesia dalam satu jaringan integral. Di dalamnya, semua data kependudukan di daerah-daerah saling terkoneksi. Mulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga kabupaten dan provinsi. Dengan SIAK, data kependudukan dari Sabang hingga Merauke bisa dilihat dan dimonitor dari pusat. pemanfaatan SIAK tidak hanya dimonopoli Kementerian Dalam Negeri. Seluruh kementerian yang berhubungan dengan data kependudukan bakal dapat memanfaatkannya. Misalnya, Kementerian Kesehatan yang mengusung program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program itu memberikan jaminan asuransi nasional kepada seluruh penduduk Indonesia. Jika pemerintah benarbenar sukses menjalankan SIAK, kelak tidak akan ada lagi seseorang ber-KTP dobel. Pemalsuan KTP juga bisa dihindarkan. Jika terjadi kehilangan kartu, maka orang yang menemukan kartu e-KTP milik orang lain tidak akan dapat menggunakannya karena akan dicek kesamaan biometriknya.

Perbedaan pembuatan e-ktp Saat ini uji coba KTP elektronik alias e-KTP sedang digelar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selama proses uji coba tersebut, penduduk yang membuat e-KTP tak akan dipungut biaya Meskipun penduduk dibebaskan dari biaya pembuatan, harga e-KTP sesungguhnya cukup mahal bila dibandingkan dengan KTP biasa. Diperkirakan harga dasar fisik e-KTP sebesar Rp 26 ribu. Kemudian, harga e-KTP setelah melalui proses print-out diperkirakan mencapai Rp 40 ribu. Jelas, harga tersebut lebih mahal bila dibandingkan dengan biaya pembuatan KTP sebelumnya di wilayah di Indonesia yang hanya lebih kurang sebesar Rp 10.000. Penggunaan sidik jari e-KTP yang telah diterapkan sekarang ini lebih canggih dibandingkan dengan sidik jari pada pembuatan SIM. Di mana sidik jari tersebut tidak sekedar tercetak dalam bentuk gambar seperti di SIM, namun juga dapat dikenali melalui kartu chip yang terdapat pada kartu e-KTP tersebut. Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut: 1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain. 2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores. 3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar.

Data Pokok e-KTP 1. Database kependudukan berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan); nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, dan sebagainya. 2. Sidik jari; memuat geometri jari yang unik bagi setiap orang. 3. Mekanisme verifikasi dan otentifikasi; Data sidikjari dibandingkan dan dicocokkan dengan pemegang e- KTP menggunakan alat pemindai. 4. Validasi proses pelayanan publik yang lain; imigrasi, perbankan, kepolisian, rumah-sakit, perhotelan, transportasi, asuransi,

ketenagakerjaan, perpajakan, dan lain lain.

Manfaat e-KTP Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut: 1. Identitas jati diri tunggal 2. Tidak dapat dipalsukan 3. Tidak dapat digandakan 4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada.

Struktur e-KTP sendiri terdiri dari sembilan layer

yang akan

meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip. 2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu. 3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang

menyerupai spiral) 4. Printing,yaitu pencetakan kartu. 5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik. 6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman.

E-KTP yang telah digagas oleh pemerintah merupakan sebuah inovasi dari penerapan e-goverment dalam rangka mencapai tata pemerintahan yang baik.

Sistem Informasi Manajemen

Disusun oleh : Ketua Anggota : Ari Santosa : Hengki Andika Alia Widya Bayu Nugroho Yoga Agung S Amir Mahmud Riyan Agustoni Irwanto Hilwan Muhimin 011.01.022 011.01.054 011.01.018 011.01.308 011.01.011 011.01. 011.01. 011.01. 011.01.01

Jurusan

: Teknik Informatika

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER MUSI RAWAS (STMIK - MURA) 2012