Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN

disusun oleh : NAMA NIM PRODI : AGUSTIN PURWANINGSIH : K 3310003 : PENDIDIKAN KIMIA (A)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Page | 1

BAB V ETOS KERJA


A. PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi, persaingan kerja yang semakin meningkat memaksa setiap orang untuk menguasai keahlian dan kemampuan tertentu (Wills, 1993). Untuk dapat menjawab tantangan ini diperlukan adanya dedikasi, kerja keras dan kejujuran dalam bekerja. Menurut Anoraga (1992) manusia yang berhasil harus memiliki pandangan dan sikap yang menghargai kerja sebagai sesuatu yang luhur untuk eksistensi manusia. Suatu pandangan dan sikap demikian dikenal dengan istilah Etos Kerja. Dewasa ini Etos Kerja merupakan topik yang kembali hangat. Telah sekian lama Indonesia selalu berkutat dengan masalah korupsi, jam karet,asal kerja, semrawut dan predikat negatif lainnya. Berbeda dengan kondisi di negara Jepang, yang menjadikan kerja sebagai sesuatu yang sangat mulia, dankualitas kerja merupakan nilai-nilai penting yang didasari spiritualitas agama (Anoraga, 1992). Suatu opini untuk menggambarkan kondisi Etos Kerja bangsa kita saat ini dinyatakan oleh Muhtadi (2005) bahwa kondisi masyarakat kita kurang memiliki Etos Kerja. Secara khusus Muhtadi menyoroti kondisi perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia. Sebagai lingkungan organisasi yang berfokus pada tujuan utama mendidik serta mengembangkan ilmu pengetahuan, perguruan-perguruan tinggi dan sekolah-sekolah sering ditemui sebagai organisasi yang kurang efektif dalam mencapai sasarannya karena kinerja individu-individu yang terlibat didalamnya tidak didukung oleh Etos Kerja yang baik. Sepertinya Etos Kerja di Indonesia relatif masih belum tinggi. Untuk dapat meningkatkan Etos Kerja ini, diperlukan adanya suatu sikap yang menilai tinggi pada kerja keras dan sungguhsungguh. Karena itu perlu ditemukan suatu dorongan yang tepat untuk memotivasi dan merubah sikap rakyat kita. Nilai-nilai sikap dan faktor motivasi yang baik menurut Anoraga (1992) bukan bersumber dari luar diri, tetapi yang

Page | 2

tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri, yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Manusia merupakan mahluk sosial yang bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri saja, tetapi juga untuk melayani sesama. Melalui pekerjaan, kita bekerjasama dan melayani teman sekerja, memenuhi kebutuhan keluarga, mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara (Anoraga, 1992). Untuk mempermudah tercapainya berbagai tujuan ini di dalam masyarakat, maka manusia berkumpul untuk bekerja secara bersama-sama dan terbentuklah berbagai organisasi. Setiap organisasi diatur dan dikelola oleh manusia. Tanpa adanya manusia yang mengelola dan bekerja, suatu organisasi tidak dapat eksis di tengahtengah masyarakat (Cascio, 2003). Setiap organisasi memiliki tujuan bersama yang tertuang dalam visi dan misi organisasi. Untuk mencapai tujuan ini organisasi menerapkan filosofi, kebijakan, serta target. Filosofi, target, dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh organisasi dibuat agar dapat mensejajarkan arah pencapaian, tujuan, dan nilai-nilai yang terdapat dalam individu sebagai anggota organisasi dengan tujuan organisasi itu sendiri. Hal ini dikenal dengan istilah penjajaran/alignment (Wills, 1993). Proses penjajaran ini tentunya akan mempengaruhi individu dalam memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri, karena apa yang ditanamkan oleh organisasi pada individu merupakan suatu harapan yang bernilai ideal atas dirinya. Suatu keyakinan nilai diri sendiri yang didasarkan pada evaluasi diri secara keseluruhan dikenal dengan istilah harga diri atau self-esteem. Nilai yang dimiliki oleh seorang individu atas dirinya sebagai anggota organisasi yang bertindak dalam konteks organisasi disebut harga diri berbasis

organisasi/Organization- Based Self-esteem; selanjutnya disingkat dengan OBSE. Individu dengan nilai OBSE yang tinggi cenderung memandang diri mereka sendiri sebagai seorang yang penting, berharga, berpengaruh, dan berarti dalam konteks organisasi yang mempekerjakannya. Dari beberapa aspek yang dipengaruhi OBSE, salah satunya adalah motivasi intrinsik (Kreitner & Kinicki, 2000). Faktor yang terakhir ini seperti yang dinyatakan Anoraga (1992) merupakan elemen yang penting dalam mengembangkan Etos Kerja. Penulisan membuktikan bahwa tidak selamanya selfesteem yang tinggi itu memberikan

Page | 3

indikasi yang positif. Pada penulisan individu yang self-esteem-nya tinggi dihadapkan pada situasi yang menekan.Artinya self-esteem yang tinggi menjadi sesuatu yang baik hanya jika dijaga dan disalurkan dengan cara yang membangun dan etis (Kreitner & Kinicki, 2000). (http:// repository.usu.ac.id)

B. PENGERTIAN ETOS KERJA


Etos kerja merupakan semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Etos kerja seorang guru adalah selalu membangun suasana ilmiah,

memberikan kesempatan kepada siswa belajar dari berbagai sumber belajar, dan membangun makna baik melalui interaksi social maupun interaksi personal serta menginternalisasi cara ilmu pengetahuan diperoleh, subtansi ilmu pengetahuan, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (http://kkgpailawang.wordpress.com) Kamus Wikipedia menyebutkan bahwa etos berasal dari bahasa Yunani; akar katanya adalah ethikos, yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Dalam bahasa Yunani kuno dan modern, etos punya arti sebagai keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang. Pada Webster's New Word Dictionary, 3rd College Edition, etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika. Kata etos berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti ciri, sifat atau kebiasaan, adat istiadat, atau juga kecenderungan moral, pandangan hidup, yang dimiliki oleh seseorang, suatu golongan, atau suatu bangsa. Jadi etos kerja ialah sikap terhadap kerja, pandangan terhadap kerja, kebiasaan kerja, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja, yang dimiliki oleh seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa. Berdasarkan definisi ini, kalau dikatakan sekarang, bahwa etos kerja bangsa Indonesia perlu dimantapkan, artinya pandangan bangsa Indonesia, sikap bangsa Indonesia terhadap kerja dan kebiasaan kerja bangsa Indonesia perlu dimantapkan, ditingkatkan, dan diperbaiki

Page | 4

(http://thsumantri.blogspot.com) Bila ditelusuri lebih dalam, etos kerja adalah respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau masyarakat terhadap kehidupan sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Setiap keyakinan mempunyai sistem nilai dan setiap orang yang menerima keyakinan tertentu berusaha untuk bertindak sesuai dengan keyakinannya. Bila pengertian etos kerja re-definisikan, etos kerja adalah respon yang unik dari seseorang atau kelompok atau masyarakat terhadap kehidupan; respon atau tindakan yang muncul dari keyakinan yang diterima dan respon itu menjadi kebiasaan atau karakter pada diri seseorang atau kelompok atau masyarakat. Dengan kata lain, etika kerja merupakan produk dari sistem kepercayaan yang diterima seseorang atau kelompok atau masyarakat. (http://www.putra-putri-indonesia.com/ ) Menurut Gregory (2003) sejarah membuktikan negara yang dewasa ini menjadi negara maju, dan terus berpacu dengan teknologi/informasi tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu etos kerja yang sangat kuat untuk berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos kerja merupakan bagian yang patut menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja seseorang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap orang memiliki internal being yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal being menetapkan respon, atau reaksi terhadap tuntutan external. Respon internal being terhadap tuntutan external dunia kerja menetapkan etos kerja seseorang (Siregar, 2000 : 25) Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter, cara hidup, kebiasaan seseorang, motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka, yakni gambaran, cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya (Khasanah, 2004:8). Menurut Geertz (1982:3) Etos adalah sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia yang dipancarkan hidup. Sikap disini digambarkan sebagai prinsip

Page | 5

masing-masing individu yang sudah menjadi keyakinannya dalam mengambil keputusan . Menurut kamus Webster, etos didefinisikan sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok, atau sebuah institusi (guiding beliefs of a person, group or institution). Menurut Usman Pelly (1992:12), etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja masing-masing pribadi. Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas (Sinamo, 2003,2). Menurut Toto Tasmara, (2002) Etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti: a. Orientasi ke masa depan, yaitu segala sesuatu direncanakan dengan baik, baik waktu, kondisi untuk ke depan agar lebih baik dari kemarin. b. Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu merupakan hal yang sangat penting guna efesien dan efektivitas bekerja. c. Tanggung jawab, yaitu memberikan asumsi bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan ketekunan dan kesungguhan. d. Hemat dan sederhana, yaitu sesuatu yang berbeda dengan hidup boros, sehingga bagaimana pengeluaran itu bermanfaat untuk kedepan. e. Persaingan sehat, yaitu dengan memacu diri agar pekerjaan yang dilakukan tidak mudah patah semangat dan menambah kreativitas diri (http://jurnal-sdm.blogspot.com/ )

Page | 6

Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian yang berbeda yaitu: a. suatu aturan umum atau cara hidup b. suatu tatanan aturan perilaku. c. Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku . Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif. Akhlak atau etos dalam terminologi Prof. Dr. Ahmad Amin adalah membiasakan kehendak. Kesimpulannya, etos adalah sikap yang tetap dan mendasar yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dalam pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan diluar dirinya .

Dari keterangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi guna mewujudkan sesuatu keinginan atau cita-cita. Etos kerja adalah refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden. Menurut K.H. Toto Tasmara etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high Performance) . Dengan demikian adanya etos kerja pada diri seseorang pedagang akan lahir semangat untuk menjalankan sebuah usaha dengan sungguh-sungguh, adanya keyakinan bahwa dengan berusaha secara maksimal hasil yang akan didapat tentunya maksimal pula. Dengan etos kerja tersebut jaminan keberlangsungan usaha berdagang akan terus berjalan mengikuti waktu. (http://aliciakomputer.blogspot.com) Menurut kamus Websters (2003), Etos berarti guiding beliefs of a person, group or institution. Sedangkan menurut The New Oxford Dictionary (2005), the characteristic spirit of a culture, era, or community as manifested in its attitudes and aspirations.

Page | 7

Mengutip dari Jansen Sinamo dalam buku 8 ETOS KERJA PROFESIONAL (2005), etos kerja profesional adalah seperangkat perilaku kerja positif yang berakar pada kesadaran yang kental, keyakinan yang fundamental, disertai komitmen yang total pada paradigma kerja yang integral. (http://sibermedik.wordpress.com/ ) Menurut Ndra (1999.91) etos adalah waktu atau semangat yang menunjukkan kepercayaan, kebiasaan atau prilaku suatu kelompok masyarakat.. Dan menurut Mydral (1999;123) ada dua belas etos kerja yang dianggap perlu dalam menyukseskan pembangunan yaitu 1. Efisien, 2) Kejujuran, 3) Sikap tepat waktu, 4. Kesederhanaan , 5. Kerajinan, 6. Mengikuti rasio dalam mengambil keputusan dan tindakan , 7. Sikap bekerja sama, 8. Sikap bersandar pada kekuatan sendiri, 9. Sikap mau berkerja sama , 10. Kesediaan untuk berubah, 11. Kegesitan dalam mempergunakan kesempatan, 12. Kesediaan memandang jauh ke depan. Webber (2002; 64) menyatakan etos didefinisikan sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok atau sebuah lembaga (guiding belief of a person, group or instititution). Tanjung (2002;64) menyatakan etos kerja adalah jiwa atau watak seseeorang dalam melakukan tugasnya yang dipancarkan keluar.

Tamara (2002; 73) menyatakan ciri-ciri etos kerja adalah ; 1. Tepat waktu, 2. Moralitas, 3. Kejujuran , 4. Komitmen, 5. Kuat pendirian , 6. Disiplin, 7. Tanggung jawab, 8. Percaya diri, 9. Kreatif.. Berdasar kriteria yang dikemukan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa etos kerja guru adalah perilaku seorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya yang tampak dari unjuk kerjanya . Hal ini meliputi ; 1. Tepat waktu, 2. Tanggung jawab, 3. Jujur, 4. Percaya diri. (http://suka954.blogdetik.com/)

C. CIRI - CIRI
Ada tiga ciri dasar yang selalu dapat dilihat pada setiap profesional yang baik mengenai cara kerja mereka. Ketiga ciri dasar itu ialah : 1. Keinginan untuk menjunjung tinggi mutu pekerjaan (job quality) 2. Menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan

Page | 8

3. Keinginan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pekerjaan atau karya profesionalnya. Di republik ini, Jansen Sinamo menyajikan 8 Etos Kerja Professional dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. Kerja adalah Rahmat Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari ALLAH SWT. Anugerah itu kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan, punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, dan masih banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut disyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespon semua rahmat itu dengan kerja yang ogah-ogahan. 2. Kerja adalah Amanah Apapun pekerjaan kita semua adalah Amanah. Seyogyanya kita menjalankan amanah tersebut dengan sebaik mungkin. Kerja bukanlah sekedar pengisi waktu tapi perintah Allah. Amanat itu mendatangkan rezeki,sedangkan khianat itu mendatangkan kemiskinan (HR Dailami). Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. 3. Kerja adalah Panggilan Dalam konteks pekerjaan, panggilan umum ini memiliki arti bahwa apa saja yang kita kerjakan hendaknya memenuhi tuntutan profesi. Agar panggilan dapat diselesaikan hingga tuntas maka diperlukan integritas yang kuat karena dengan memegang teguh integritas maka kita dapat bekerja dengan sepenuh hati, segenap pikiran, segenap tenaga kita secara total, utuh dan menyeluruh. Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya yang kita kerjakan kurang baik mutunya. 4. Kerja adalah Aktualisasi

Page | 9

Aktualisasi diri artinya pengungkapan atau penyataan diri kita, apa yang harus kita aktualisasikan kemampuan kita untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab kejujuran disiplin kemauan untuk maju Tunjukkanlah terlebih dulu kualitas pekerjaan yang anda lakukan sebelum anda menuntut terlalu banyak untuk menerima imbalan yang besar karena kerja adalah aktualisasi diri. 5. Kerja adalah Ibadah Seperti halnya aktivitas keseharian seorang muslim, kerja juga harus diniatkan dan berorentasi ibadah kepada Allah SWT. Dengan kata lain, setiap aktivitas yang kita lakukan hakikatnya mencari keridhaan Allah semata. Setiap ibadah kepada Allah harus direalisasikan dalam bentuk tindakan, sehingga bagi seorang muslim aktivitas bekerja juga mengandung nilai ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata. 6. Kerja adalah Seni Maksudnya bekerja cerdas penuh kreatifitas. Bekerja keras itu perlu, namun bekerja dengan cerdas sangat dibutuhkan. Kecerdasan disini maksudnya adalah menggunakan strategi dan taktik dengan pintar untuk mengembangkan diri, memanfaatkan waktu bekerja agar tetap efektif dan efesien, melihat dan memanfaatkan peluang kerja yang ada, melahirkan karya dan buah pikiran yang inovatif dan kreatif. Kesadaran ini membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. 7. Kerja adalah Kehormatan Karena tidak semua orang bisa diberi kepercayaan untuk melakukan suatu pekerjaan seperti yang anda terima saat ini. Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita menjadi hijau melihat uang, sampai akhirnya

Page | 10

melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki. Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar. Seremeh apapun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan. Jika kita bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan yang lain yang lebih besar akan datang kepada kita. 8. Kerja adalah Pelayanan Manusia diciptakan dengan dilengkapi oleh keinginan untuk berbuat baik. Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercu suar, semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama.

Menurut penelitian dalam masyarakat Indonesia di kalangan penduduk lapisan bawah dan menengah bawah terdapat etos kerja yang cukup baik dan dapat diandalkan untuk keperluan pembangunan. Etos kerja tersebut memandang bekerja sebagai gabungan dari beberapa tujuan atau maksud : 1. Mencari nafkah 2. Menjamin masa depan anak cucu 3. Mendapatkan tempat di masyarakat 4. Menyatakan jati diri, pandangan-pandangan serta prinsip-prinsip yang ada dalam dirinya. (http://www.putra-putri-indonesia.com/)

D. FUNGSI DAN TUJUAN


Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha atau manajer. Menurut A. Tabrani Rusyan, (1989) fungsi etos kerja adalah: (a) pendorang timbulnya perbuatan (b) penggairah dalam aktivitas (c) penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan.

Page | 11

(http://jurnal-sdm.blogspot.com/) Kerja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan atau menurut kamus W.J.S Purwadaminta, kerja berarti melakukan sesuatu, sesuatu yang dilakukan . Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita. (http://aliciakomputer.blogspot.com/) Menurut penelitian dalam masyarakat Indonesia di kalangan penduduk lapisan bawah dan menengah bawah terdapat etos kerja yang cukup baik dan dapat diandalkan untuk keperluan pembangunan. Etos kerja tersebut memandang bekerja sebagai gabungan dari beberapa tujuan atau maksud : 1. Mencari nafkah 2. Menjamin masa depan anak cucu 3. Mendapatkan tempat di masyarakat 4. Menyatakan jati diri, pandangan-pandangan serta prinsip-prinsip yang ada dalam dirinya. Etos kerja ini berbeda dengan etos kerja para professional, namun dapat diambil kesimpulan yang cukup baik bahwa etos kerja semacam ini sudah cukup memadai untuk menjauhkan seseorang dari perbuatan-perbuatan yang tercela yang dapat merugikan masyarakat. Perlu kita catat dalam hubungan ini bahwa pada akhirnya etos kerja atau pandangan dan sikap terhadap kerja adalah masalah pribadi. Kita tidak dapat mengharapkan bahwa setiap orang akan dapat bersifat seperti malaikat dalam soal etos kerja ini tetapi setidaknya kita dapat berusaha dengan baik.

(http://thsumantri.blogspot.com/)

E. UNSUR
Unsur dalam etos kerja yaitu,

Page | 12

a. Pandangan hidup sebagai nilai-nilai. b. Sifat, kebiasaan, dan kekuatan pendorong yang membudidaya. c. Kehidupan suatu kelompok masyarakat/organisasi. d. Cermin perilaku, kepercayaan, cita-cita dan tindakan yang terwujud sebagai kerja. (http://colinawati.blog.uns.ac.id)

F. CARA MENUMBUHKAN ETOS KERJA


1. Menumbuhkan sikap optimis : - Mengembangkan semangat dalam diri - Peliharalah sikap optimis yang telah dipunyai - Motivasi diri untuk bekerja lebih maju 2. Jadilah diri anda sendiri : - Lepaskan impian - Raihlah cita-cita yang anda harapkan 3. Keberanian untuk memulai : - Jangan buang waktu dengan bermimpi - Jangan takut untuk gagal - Merubah kegagalan menjadi sukses 4. Kerja dan waktu : - Menghargai waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu) - Jangan cepat merasa puas 5. Kosentrasikan diri pada pekerjaan : - Latihan berkonsentrasi - Perlunya beristirahat 6. Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan(Khasanah, 2004) Aspek Kecerdasan yang Perlu Dibina dalam Diri, untuk Meningkatkan Etos Kerja

1.Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya. 2. Semangat : keinginan untuk bekerja 3. Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja.

Page | 13

4. Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan (janji dalam bekerja). 5. Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja. 6. Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan. 7. Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja. 8. Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja.(Siregar, 2000, p.24) (http://jurnal-sdm.blogspot.com/)

G. KOMPONEN ETOS KERJA


Nilai-nilai sebagai etos kerja yang dijunjung tinggi orang Jepang adalah sebagai berikut: a. b. Kejujuran dan kesungguhan dalam menyelesaikan tugas. Kebersamaan dalam kelompok. Yaitu mengutamakan kepentingan

kelompok dari pada kepentingan anggota kelompok. c. d. e. Menghindarkan persaingan dalam kelompok. Memandang teman-teman sekerja sebagai teman seperjuangan. Keserasian organisasi, yaitu hubungan antaranggota organisasi baik

pimpinan dengan pimpinan, pimpinan dengan bawahan harus serasi dan searas. Sehingga anggota organisasi wajib menjaga keserasian tersebut. (http://colinawati.blog.uns.ac.id/) Macam komponen dan indikatornya : KOMPONEN/ASPEK INDIKATOR

1. Kesetiaan dan Ketaatan 1.1 Kesetiaan dan ketaatan terhadap lembaga. 1.2 Internalisasi nilai-nilai lembaga yang berupa

peraturan dan tata tertib lembaga serta budaya lembaga. 1.3 Kedisiplinan kerja.

Page | 14

1.4 Pengabian terhadap lembaga. 1.5 Perasaan memiliki lembaga dan korps. 1.6 Pemeliharaan dan peningkatan kehormatan dan martabat lembaga. 2. Tanggung Jawab 2.1 Makoto yaitu keikhlasan dan kesungguhan untuk melakukan tugas dengan baik. 2.2 Kesiapan yaitu segera melakukan tugas yang tanggung jawabnya (tidak menunda

menjadi

tugas/pekerjaan). 2.3 Penggunaan tugas yaitu mendahulukan dan

mengutamakan penyelesaian tugas dari pada kegiatan lain. 2.4 Ketekunan yaitu bekerja dengan kapasitas

maksimum dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja. 2.5 Pemberian pelaksanaan dengan baik. 3. Semangat 3.1 Kreatifitas dan inisiatif. 3.2 Upaya pencarian informasi dan pemahaman strategi/metode/teknik penyelesaian

terhadap pekerjaan. 3.3

Upaya pencarian informasi dan pemahaman

pembagian tugas dan wewenang. 3.4 Upaya peningkatan kemampuan diri dalam

memecahkan masalah untuk menyelesaikan tugas. 3.5 Keceriaan bekerja yaitu bekerja dengan senang

Page | 15

dan bersemangat. 4. Kerjasama dengan 4.1 Upaya kerja sama terhadap teman. 4.2 Kesigapan membantu teman, yaitu kesegeraan memberikan bantuan kepada teman yang mengalami hambatan dalam penyelesaian tugas. 4.3 Upaya melakukan koordinasi dan komunikasi. 4.4 Orientasi pada penyelesaian tugas lembaga dengan tetap bertanggung jawab terhadap tugasnya sendiri. 4.5 Kerelaan mengimbaskan pengalaman dan

kemampuan terhadap teman. 5. Kejujuran dan 5.1 Kejujuran menggunakan dana, fasilitas, dan

Kecermatan

peralatan. 5.2 Kehati-hatian penggunaan dana, fasilitas, dan peralatan. 5.3 Kecermatan/kehati-hatian dalam merawat fasilitas dan peralatan. 5.4 Efisiensi dan efektifitas penggunaan dana dan fasilitas. 5.5 Kejujuran dalam memberikan informasi dan

laporan. 6. Persatuan dan Kesatuan 6.1 Pemeliharaan dan peningkatan keutuhan,

kekompakan, persatuan, dan kesatuan korps. 6.2 Penghomatan terhadap perbedaan

agama/kepercayaan. 6.3 Penghormatan terhadap sesama pribadi teman

Page | 16

sekerja. 6.4 Pemeliharaan suasana pergaulan yang baik. (http://colinawati.blog.uns.ac.id/)

H. INDIKATOR ETOS KERJA


Nawawi (2003:395) mengukur etos kerja PNS diperlukan unsur-unsur dalam penilaian pelaksanaan pekerjaan yaitu: 1) Kesetiaan Tekad dan kesanggupan mentaati, melaksanakan dan mengamalkan segala sesuatu yang ditaati dengan penuh tanggung jawab. Tekad dan kesanggupan tersebut harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari dalam perbuatan dalam melaksanakan tugas. 2) Prestasi Kerja Suatu hasil yang secara nyata dapat dicapai oleh seorang PNS dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya, Prestasi kerja tersebut akan dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman dan kesungguhan PNS yang bersangkutan. 3) Tanggung Jawab Kesanggupan seorang PNS untuk menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya serta berani memikul resiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya. 4) Ketaatan Kesanggupan seorang PNS untuk mentaati segala peraturan perundangundangan dan peraturan kedinasan yang berlaku , mentaati perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang ditentukan. 5) Kejujuran Ketulusan hati seorang PNS dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang diberikan kepadanya.

Page | 17

6) Kerja Sama Kemampuan seorang PNS untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas yang ditentukan, sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. 7) Prakarsa Kemampuan seorang PNS untuk mengambil keputusan, langkah-langkah atau melaksanakan Sesutu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan. 8) Kepemimpinan Kemampuan seorang PNS untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokoknya. (http://diklatonline.wordpress.com/) Berdasarkan toeri-teori yang telah dikemukan para ahli etos kerja guru dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 1. Tepat Waktu, 2 Tanggung jawab, 3. Jujur, 4. Percaya diri. 1. Tepat Waktu Tepat waktu merupakan prilaku yang taat pada ketentuan waktu yang mengikat dalam melaksanakan pekerjaan serta memahami dan mengetahui betapa berharganya waktu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Guru yang tepat waktu adalah guru yang menunjukkan sikap; a. Taat kepada ketentuan waktu, b. Memahami waktu dalam melaksanakan tugas. 2. Tanggung Jawab Panglaykin dan Tanzil (1999;67) menjelaskan bahwa tanggung jawab mempunyai tiga aspek antara lain a. Tanggung jawab sebagai kewajiban yang harus dilakukan, b. Tanggung jawab sebgai penentu kewajiban, c. Tanggung jawab sebagai kewibawaan. Mayanti (2004;157) menyatakan tanggung jawab pribadi tercermin dari kemampuan mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri, mampu memahami diri, mengelola diri, mengendalikan diri dan menghargai serta mengembangkan diri.

Page | 18

Dari pengertian di atas dapatlah diuraikan bahwa guru yang bertanggung jawab menunjukan sikap ; (a) Patuh pada tata tertib, (b) Mengutamakan kepentingan dinas, (c) Melaksankan tugas dengan prosedur yang benar, (d) Menyelesaikan tugas dengan baik, tepat waktunya 3. Jujur Tamara (2001;192) menyatakan jujur pada diri sendiri juga berarti kesungguhan yang amat sangat untuk meningkatkan dan mengembangkan misi dan bentuk keberadaannya (mode of existence). Untuk memberikan yang tertinggi bagi orang lain, menampakkan dirinya sejati, apa adanya (at is Us), lurus, bersih dan otentik dan menyadari bahwa keberadaanya hanya punya makna apabila memberikan mamfaat bagi orang lain secara terbuka (tranparan), tanpa kepalsuan, apalagi menyembunyikan fakta-fakta kebenaran atau memanipulasinya. Dengan demikian jujur terdapat komponen nilai rohani yang memantulkan sikap, melahirkan prilaku yang berpihak kepada kebenaran moral yang terpuji. Dari penjelasan dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jujur adalah; (a) Berani menyatakan sesuatu yang benar, (b) Transparan dalam memberikan nilai kepada siswa, (c) Memberikan laporan yang jujur. 3. Percaya Diri Sebagai hasil dari berfungsinya dengan baik kekuatan diri dalam pribadi seseorang, maka timbul yang disebut percaya diri. Percaya diri tidak saja menuntut kesadaran akan nilai dan kesadaran untuk pengendalian kehendak tetapi memerlukan pula untuk bebas dari halangan seperti suasana hati, pearasaan rendah diri, dan bebas dari emosi diri sendiri. Bekerjasama dengan orang lain dan memamfaatkan waktu senggang. Dari pengertian dan uraian di atas dapatlah disismpulkan bahwa guru yang memiliki sikap percaya diri dalam melaksanakan tugas dapat diperhatikan melalui; (a) Yakin dengan kemampuan sendiri, (b) Berani melakukan sesuatu, (c) Bersikap optimis. dan (e) berani mengambil resiko.

Page | 19

(http://suka954.blogdetik.com/)

I. FAKTOR PENDUKUNG ETOS KERJA


Faktor- faktor yang mendukung etos kerja antara lain sebagai berikut : 1. Tingkat Kesadaran Moral Tingkat kedewasaan moral seseorang sebagai pendukung etos kerja adalah sebagai berikut: a. Tanpa kesadaran yang berarti, dimana yang terjadi adalah proses imitasi dan sekedar ikut-ikutan saja. b. Kaidah moral dianggap sebagai kaidah-kaidah yang dibuat dan dikenakan secara mengikat oleh orang tua, oleh sederajat yang lebih tua, oleh pimpinan organisasi, atau bahkan oleh Pemerintah dan Negara. Pada fase da tingkat kesadaran ini, kiadah-kaidah moral dainggap dan dipercaya serta diterima sebagai azimat-azimat, yang tidak bolh dilanggar. c. Moral dianggap sebagai ketentuan-ketentuan yang diterima baik bersama, atas persetujuan dan kesepakatan bersama, dan diperjanjikan untuk ditaati bersama. Kesadaran moral disini didasarkan pada adagium bahwa setiap perjanjian harus ditaati. d. Moral berdasar pada kesadaran kata hati, pda hati nurani, pada kesadaran, mental yang otonom sebagai panggilan jiwa, pada kebutuhan indera internal. Di samping tingkat kesadaran moral, ada factor penting lain yang menentukan etos kerja yaitu motivasi menjalankan kaidah moral. 2. Motivasi Untuk Menjalankan Kaidah Moral Ada banyak tingkatan motivasi untuk menjalankan kaidah moral. Adapun tingkatan-tingkatan tersebut adalah sebagai berikut: a. Orang mentaati kaidah moral karena didorong oleh unsur hukuman

dan ganjaran dari luar, yakni takut di hukum kalau tidak mentaati, dan mengharapkan imbalan ganjaran dalam hal mentaatinya.

Page | 20

b.

Orang mentaati kaidah moral karena didorong oleh keinginan untuk

mendapati julukan orang baik, sebagai good boy nice girl. c. Orang mentaati kaidah moral karena didorong oleh motif

instrumentasi, yaitu untuk mencapai suatu tujuan dan kebutuhan lain, tidak berdiri mandiri. Tindakan adil/jujur untuk ditaati, umpamanya, jika yang bersangkutan diperlakukan jujur oleh orang lain. Jika tidak ada yang berbuat adil dan jujur, maka dianggap tak perlu keadilan dan kejujuran itu ditaati. d. Orang mntaati kaidah moral karena didorong oleh motif

menghormati moral sebagai kaidah yang berlaku umum, dibuat masyarakat atau oleh Negara. Mentaati kaidah moral didorong oleh tujuan mencapai ketertiban umum. e. Orang mentaati kaidah moral karena didorong oleh rasa hormat pada

konstitusi, pada Undang-Undang Dasar, pada the guiding principles yang mengatur kehidupan bernegara, berpemerintahan secara nasional. Jadi seandainya ada undang-undang ataupun kebiasaan masyarakat dan kaidah tata karma sopan santun yang bertentangan dengan kaidah konstitusi, maka disini kaidah-kaidah tersebut belakangan itu dianggap tidak mengikat secara moral, sebab moral konstitusi lebih dihormati dengan keluhuran. f. Orang mentaati kaidah moral karena didorong oleh kesadaran diri

(self-conscientiousness) dan bahkan oleh panggilan hati nuraninya (selfconscientiousness) yang tumbuh, berkembang, dan mantap komprehensif di dalam sanubarinya.
(http://colinawati.blog.uns.ac.id/)

Faktor yang mempengaruhi etos kerja karyawan dalam perusahaan dapat digolongkan pada kelompok, yaitu: a. Kualitas dan kemampuan

Page | 21

Kualitas dan kemampuan karyawan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan atau latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik pekerja yang bersangkutan. b. Sarana Pendukung Sarana pendukung untuk peningkatan prestasi kerja karyawan perusahaan dapat dikelompokkan pada dua golongan, yaitu: 1) Menyangkut lingkungan kerja, termasuk teknologi dan cara produksi sarana dan peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta suasana dalam lingkungan kerja itu sendiri. 2) Menyangkut kesejahteraan pekerja yang tercermin dalam sistim pengupahan dan jarninan sosial, serta jaminan kelangsungan kerja. c. Supra Sarana Aktivitas perusahaan terjadi dalam isolasi apa yang terjadi dalam perusahaan di pengaruhi oleh apa yang terjadi diluar perusahaan, seperti sumber-sumber faktor produksi yang akan digunakan, prospek pemasaran, perpajakan, perizinan, lingkungan hidup dan lain-lain. Kemampuan manajemen menggunakan sumber-sumber secara maksimal dan

menciptakan system kerja yang optimal akan menentukan tinggi rendahnya prestasi kerja karyawan. Peranan manajemen sangat strategi untuk peningkatan produksi, menerapkan fungsi-fungsi manajemen, menciptakan system kerja dan pembagian kerja, menempatkan orang yang tepat pada pekerja yang tepat, serta menciptakan kondisi kerja yang aman dan tentram. Perusahaan adalah tempat dimana para pekerja memperoleh pengalaman kerja dan kesempatan dalam meningkatkan keterampilannya. Kesempatan seperti ini dapat dinikmati pekerja hanya bila pemimpin perusahaan memungkinkannya. Secara umum hal ini sangat berperan bagi manajem en dal am meningkatkan prestasi kerja karyawan. ( http://id.shvoong.com/ )

Page | 22

J. KESIMPULAN
Etos kerja merupakan semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok Etos Kerja Professional dengan ciri-ciri sebagai berikut: o Kerja adalah Rahmat o Kerja adalah Amanah o Kerja adalah Panggilan o Kerja adalah Aktualisasi o Kerja adalah Ibadah o Kerja adalah Seni o Kerja adalah Kehormatan o Kerja adalah Pelayanan Fungsi etos kerja adalah: o pendorang timbulnya perbuatan o penggairah dalam aktivitas o penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan Unsur dalam etos kerja yaitu, o Pandangan hidup sebagai nilai-nilai. o Sifat, kebiasaan, dan kekuatan pendorong yang membudidaya. o Kehidupan suatu kelompok masyarakat/organisasi. o Cermin perilaku, kepercayaan, cita-cita dan tindakan yang terwujud sebagai kerja. Aspek Kecerdasan yang Perlu Dibina dalam Diri, untuk Meningkatkan Etos Kerja antara lain : o Kesadaran o Semangat o Kemauan o Komitmen o Inisiatif o Produktif o Peningkatan

Page | 23

o Wawasan KOMPONEN ETOS KERJA o Kesetiaan dan Ketaatan o Tanggung Jawab o Semangat o Kerjasama dengan o Kejujuran dan Kecermatan o Persatuan dan Kesatuan INDIKATOR ETOS KERJA o Kesetiaan o Prestasi Kerja o Tanggung Jawab o Ketaatan o Kejujuran o Kerja Sama o Prakarsa o Kepemimpinan Faktor Pendukung Etos Kerja: 1. Tingkat Kesadaran Moral 2. Motivasi Untuk Menjalankan Kaidah Moral 3. Kualitas dan kemampuan 4. Sarana Pendukung 5. Supra Sarana

Page | 24

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Amin dalam http://sibermedik.wordpress.com/tag/kerja/ . 2012. Etos Kerja. 26 April 2012 Anoraga dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/08E00921.pdf .2009. Hubungan Antara Organization-Based Self-Esteem Dengan Etos Kerja. 26 April 2012 A Tabrani Rusyan dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerjadefinisi-fungsi-dan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Cascio dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/08E00921.pdf .2009. Hubungan Antara Organization-Based Self-Esteem Dengan Etos Kerja. 26 April 2012 Geertz dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisi-fungsidan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Gregory dalam http://diklatonline.wordpress.com/2011/04/09/indikator-penilaianpelaksanaan-pekerjaan/. 2011. Indikator Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. 26 April 2012 http://colinawati.blog.uns.ac.id/2010/06/15/etos-kerja/. 2010. Etos Kerja. 26 April 2012 http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2113949-faktor-yangmempengaruhi-prestasi-kerja/#ixzz1t9BzITTk. 2011. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja. 26 April 2012 http://diklatonline.wordpress.com/2011/04/09/indikator-penilaian-pelaksanaanpekerjaan/. 2011. Indikator Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. 26 April 2012 http://thsumantri.blogspot.com/2011/04/makalah-profesi-pendidikan.html. Makalah Profesi Pendidikan . 26 April 2012
2011.

http://kkgpailawang.wordpress.com/2012/01/09/usaha-peningkatan profesionalisme-guru/. 2010. Usaha Peningkatan Profesionalisme Guru. 26 April 2012 Jansen Sinamo dalam http://sibermedik.wordpress.com/tag/kerja/. 2012. Etos Kerja. 26 April 2012 Khasanah dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisifungsi-dan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam http://thsumantri.blogspot.com/2011/04/makalah-profesi-pendidikan.html. 2011. Makalah Profesi Pendidikan. 26 April 2012 Kamus Wikipedia dalam http://thsumantri.blogspot.com/2011/04/makalahprofesi-pendidikan.html. 2011. Makalah Profesi Pendidikan. 26 April 2012

Page | 25

Kreitner & Kinicki dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/08E00921.pdf .2009. Hubungan Antara Organization-Based Self-Esteem Dengan Etos Kerja. 26 April 2012 Mayanti dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etos-kerja-2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012 Muhtadi dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/08E00921.pdf .2009. Hubungan Antara Organization-Based Self-Esteem Dengan Etos Kerja. 26 April 2012 Nawawi dalam http://diklatonline.wordpress.com/2011/04/09/indikator-penilaianpelaksanaan-pekerjaan/. 2011. Indikator Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. 26 April 2012 Ndra 26 April 2012Mydral dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etoskerja-2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012 Panglaykin dan Tanzil dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etos-kerja2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012 Sinamo dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisi-fungsidan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Siregar dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisi-fungsidan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Panglaykin dan Tanzil dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etos-kerja2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012 Tamara dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etos-kerja-2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012 Tanjung dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etos-kerja-2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012 The New Oxford Dictionary dalam http://sibermedik.wordpress.com/tag/kerja/. 2012. Etos Kerja. 26 April 2012 Toto Tasmara dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisifungsi-dan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Toto Tasmara dalam http://sibermedik.wordpress.com/tag/kerja/ . Kerja. 26 April 2012 2012. Etos

Usman Pelly dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisifungsi-dan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Webber dalam http://suka954.blogdetik.com/2010/05/14/etos-kerja-2/. 2010. Etos Kerja 2. 26 April 2012

Page | 26

Websters dalam http://sibermedik.wordpress.com/tag/kerja/. 2012. Etos Kerja. 26 April 2012 Webster dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definisi-fungsidan-cara.html. 2010. Etos Kerja Definisi Fungsi Dan Cara. 26 April 2012 Wills dalam dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/08E00921.pdf .2009. Hubungan Antara Organization-Based Self-Esteem Dengan Etos Kerja. 26 April 2012 W.J.S Purwadaminta dalam http://aliciakomputer.blogspot.com/2008/01/etoskerja.html. 2008. Etos Kerja. 26 April 2012

Page | 27