Anda di halaman 1dari 17

eBook Pidato Korupsi

By BlogBintang.com

KUMPULAN PIDATO KORUPSI


eBook ini Disediakan Oleh...

BLOGBINTANG.COM
(Blog NO:1 di Indonesia versi United Blogging Freedom dan Sunlight Believe Foundation Selama 5 Tahun Berturut-turut)

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com Assalamualaikum wr.wb Terimakasih kepada Bapak Munarman Ketua Badan Pengurus YLBHI, dan Bapak Abdurahman Saleh Jaksa Agung Republik Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjadi pasukan perang anti korupsi Indonesia. Bersenjatakan ide dan solusi, generasi muda ini, mencoba mengisi peran untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia yang kedua kali. Lawannya bukanlah Kolonial penjajah, melainkan penjarah Rp166,5 triliun dan US 62,7 juta selama kurun 1999-2003, yang ironisnya dilakukan oleh penjarah uang rakyat yang mengatas namakan rakyat. Hal ini terungkap dalam laporan Ketua BPK Satrio Budihardjo Judono di depan anggota Majelis Permusyaratan Rakyat dalam sidang umum di gedung MPR/DPR Jakarta, Kamis (23/9). Bukan itu saja korupsi yang memakan 30% dari anggaran total negara (belum termasuk semua "mark up biaya" dan gaji-gaji pegawai negeri yang tidak produktif), dan alokasi anggaran negara untuk pendidikan yang hanya 5%, bagaimana pendidikan dan negara Indonesia dapat terus exist, apa lagi maju?. Sayalah hasilnya, generasi yang lahir dengan perampasan hak intelektual yang harusnya mendapatkan pendidikan yang bermutu dengan anggaran 25% untuk pendidikan harus menanggungnya. Wajarkah bila bunga bangsa ini layu karena siraman air dan pupuknya di korup ? Wajarkah bila tunas muda ini tak peduli karena tak mampu menanggung beban hutang yang harus diemban walau bukan aku sang pelaku? Sudah, jangan hanya memaparkan segala masalah atau mencari siapa yang salah. Sebab tugas kita adalah bagaimana mengatasi masalah dengan indah. Suka tidak suka estafet negara ini akan menghampiri. Waktu takkan kembali, detik takkan berhenti. Kita harus siap sejak dini dan berperang melawan korupsi. Berperang dengan bersikap jujur, tidak korupsi di masyarakat maupun di sekolah. Tidak menyontek, tidak menyuap guru, tidak memanipulasi nilai serta tindakan yang menjadi bibit praktek korupsi kolusi dan nepotisme. Pemuda bisa apa di hadapan penguasa ? Belum cukup umur untuk mengatur. Hanya mampu sekedar saran walau kalau diterapkan akan berkadar emas. Solusi korupsi ini bukti bahwa saya pemuda, peduli dengan korupsi. Inilah solusinya menurut saya. Kontrol sosial dari masyarakat, yang menyadari bahwa perbuatan korupsi merugikan semua orang, dan korupsi uang negara adalah perbuatan jahat yang direncanakan dan menyengsarakan rakyat. Bahwa koruptor itu berjuta kali lebih jahat dan kejam dari segala perbuatan kriminal lainnya. Dan perbuatan korupsi adalah perbuatan manusia bejat serta tidak bermor Sistem hukum yang berlaku, seharusnya dalam pelaksanaan sistem hukum negara kita jangan ada perbedaan perlakuan dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun, kalau maling ayam tertangkap masuk tahanan, sang pejabat yang ada bukti awal korupsi juga seharusnya segera dimasukkan dalam tahanan. Pelaku kriminal lainnya hanya boleh dibesuk pada jam dan waktu yang telah ditentukan, sang koruptor harusnya juga diperlakukan sama. Seringkali pihak aparat penegak hukumnya seolah-olah kalah wibawa dengan sang koruptor, jelas ini masalah moral dan mental yang perlu segera dibenahi. Negara juga harus tegas kepada para koruptor, kalau perlu berlakukan hukuman mati atau potong tangan sebagai pembelajaran untuk pemuda yang mencari teladan Seleksi penerimaan Pegawai Negeri, Cara penerimaan pegawai negeri yang sampai hari ini tidak jelas ujung pangkalnya perlu sesegera mungkin dibenahi, dan dengan prinsip dasar transparan. Sehingga jelas apa dasar dan alasan seseorang diterima menjadi pegawai negeri, juga pengangkatan pejabat yang sampai hari ini masih kacau balau. Undang-undang korupsi, yang berlaku saat ini, terlampau banyak celah dan kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh koruptor. Berlakukan undang-undang korupsi pembuktian terbalik dengan tambahan bahwa yang dapat dijerat dengan undang-undang ini termasuk keluarga sang pejabat.

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com Saluran terbuka untuk masyarakat, seringkali masyarakat mengetahui tentang adanya perbuatan korupsi, tetapi tidak tahu harus melapor kemana dan kepada siapa, juga ketakutan akan dijadikan saksi yang bakal merepotkan dirinya, perlu dipikirkan agar adanya akses langsung dari masyarakat luas kepada pihak yang betul-betul dapat menjamin dan melindungi pelapor, juga menindak lanjuti laporan tersebut, sehingga tidak menciptakan sikap masa bodoh dari masyarakat, seperti yang terjadi saat ini. Sistem pendidikan, mungkin dapat dirancang untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mulai setingkat SLTP, yang menanamkan kepada anak didik tentang hak dan kewajiban warga negara atas negaranya, juga menanamkan rasa memiliki negara ini, dengan mengajarkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi, akibatnya, dan rasa kebenciannya terhadap korupsi, sehingga anak-anak koruptor tidak dengan leluasa lagi mendikte sekolahnya, di sekolah-sekolah favorit tertentu, secara tidak langsung, anak-anak koruptor seringkali memberikan contoh dan image yang tidak baik terhadap kawan-kawannya, dan akan berpengaruh di jiwa seorang anak-anak lainnya di kemudian hari. Lihatlah anak-anak koruptor yang baru bersekolah di SLTP, dengan bangganya mengendarai mobil hasil dari korupsi orangtuanya yang berharga ratusan juta rupiah ke sekolah. Kejaksaan Agung, Polri dan lembaga pengawasan keuangan di pemerintahan juga harus dibenahi sebagai langkah awal untuk mengatasi korupsi. Sebaik apapun sistem, ide serta banyaknya undang-undang akan percuma jika Kejaksaan Agung, Polri dan lembaga pengawasan keuangan di pemerintahan bisa dibeli alias korupsi juga. Pemberantasan korupsi tidaklah mudah namun bukanlah suatu hal yang mustahil. Harus ada peran serta dari seluruh masyarakat terutama pemuda untuk perang mengatasi korupsi. Intinya pada diri, individu yang baik akan menciptakan masyarakat yang jujur dan masyarakat yang jujur akan melahirkan negara yang bebas dari korupsi. Pemuda harus sadar akan hak-haknya yang telah dicuri oleh para koruptor. Hingga mampu mensosialisasikan perang terhadap para pencuri berdasi, dan kita pemuda bisa mengubah negara ini dengan hati nurani serta bukti, bahwa kita pelajar anti korupsiPemuda bisa apa yang kau lakukan? Tak punya daya di hadapan penguasa. Terlalu banyak solusi mengatasi korupsi namun hasilnya tetap saja. Semua terasa karena cara. Jangan terlalu mengawang-awang. Lakukan langkah nyata dan yang kita bisa. Mulailah dari diri sendiri dan sekarang, dengan menjadi generasi anti korupsi, lalu songsonglah Indonesia bebas korupsi. Pemuda bunga bangsa, peran kita harus nyata berperang terhadap korupsi dengan mensosialisasikan bahaya dan gerakan anti korupsi serta bukti bahwa kita pelajar bebas dari korupsi dan tindakan sejenisnya, lalu tularkan kemasyarakat dan pada saatnya kita akan menjadikan Indonesia menjadi negara bebas korupsi. Masa depan negeri ini bergantung pada kemauan masyarakatnya dan peran pemuda mengubah diri. Demikian pidato saya, seorang pelajar yang masih harus banyak belajar. Saya harap pidato ini tidak hanya menjadi kata tanpa makna, semoga berguna. Jangan lihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah apa yang disampaikan.Sekian dan terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com

Naskah Pidato Korupsi |Perubahan Harus Dimulai Dari Sekarang


Assalaamualaikum wr wb. Selamat siang saudara, salam sejahtera bagi kita semua yang hadir dalam kesempatan yang berbahagia ini. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robbi, karena berkat rahmat dan karunianya lah kita dapat berkumpul dalam acara ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat dan Bapak Ketua KPK, serta pemerintah pada umumnya, Yang telah memberikan penghargaan yang begitu berarti ini kepada saya. Tak pernah saya menyangka sebelumnya akan mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari negara ini. Namun, ini semua semata-mata bukanlah hasil dari usaha saya pribadi, akan tetapi penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras saya bersama rekan-rekan yang mendedikasikan dirinya bagi perjuangan melawan korupsi di negeri Indonesia tercinta ini. Bagi kami, perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa akhir, proses pembentukan suatu bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada kejujuran dalam dada masyarakatnya, suatu bangsa yang entah kapan benar-benar menjadi kenyataan. Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai korupsi, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu arti dari kata korupsi itu sendiri. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu corruption, corrupt; Perancis yaitu corruption; dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari bahasa Belanda inilah kata itu turun ke bahasa Indonesia menjadi korupsi (Andi Hamzah, 2005:4). Dalam Kamus Bahasa Indonesia, 1991, korupsi berarti busuk; palsu; suap. Akan tetapi, saya lebih setuju dengan arti kata korupsi dalam The Lexicon Webster Dictionary, 1978, yang menyebutkan arti kata korupsi adalah kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian. Indonesia boleh bangga sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Bangga karena dianugerahi keindahan alam nan menawan. Mungkin juga bangga akan kemajuan peradaban masa lalu, di jaman Majapahit ataupun Sriwijaya. Bangga karena berhasil mempersatukan bangsa, berjuang bersama melewati masa-masa sulit dan memerdekakan Indonesia. Tapi kini, masihkah itu semua cukup untuk kita banggakan ? Tidak adakah hal baru atau prestasi yang pantas kita banggakan? Prestasi yang tidak semua bangsa bisa dengan mudah menyainginya ? Ignatius Haryanto dalam artikelnya di harian Kompas, mengajak kita mencatat prestasi terbaru bangsa Indonesia. Prestasi itu ialah, negara kita sebagai salah satu negara terkorup selama

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com bertahun-tahun. Selain itu, negara kita juga merupakan negara yang koruptornya paling rentan dengan kesehatan. Koruptor kita selalu sakit setiap kali hendak diperiksa atau diadili. Lalu, PBB menyimpulkan bahwa korupsi peradilan di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia yang mungkin hanya bisa disaingi oleh Meksiko. Dan ironisnya, dari berbagai cara yang selama ini sudah ditempuh, belum terlihat perubahan yang baik dari kondisi bangsa ini. Lalu apa yang bisa kita berikan untuk bangsa ini ? Matahari terlalu pagi mengkhianati. Pena terlalu cepat terbakar. Kemungkinan sekarang adalah memperbesar kemungkinan, pada ruang ketidakmungkinan. Sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan. Untuk berkata tidak mungkin, sampai darah mereka mengering. Sebelum mata pena berkarat, dan menolak kembali terisi. Sebelum semua paru disesaki tragedi, dan pengulangan menemukan maknanya sendiri. Dalam pasar dan semerbak tontonan. Atau mungkin dalam limbah dan kotoran. Atau mungkin dalam seragam sederetan nisan. Atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inch yang menawarkan hasrat pembangkangan, ala Levis dan Nokia. Atau menara teatrikal Supermall. Opera sabun panitia penyusun Undang-undang Pemilu yang membanyol tentang kekonyolan demokrasi, naratif berdasi. Menopengi mutilasi pembebasan dengan sengkarut argumentasi tentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinja para sosok pembaharu dunia bernama pasar bebas. Dan perdagangan yang adil, untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI, dan dikebiri matahari, terlalu pagi mengkhianati. Dan heroisme berganti nama menjadi C4, sukhoi, dan fiksi berpagar konstitusi. Menjenguk setiap pesakitan dan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga. Dari berhala hingga anonimus bernama burung Garuda Pancasila, yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepenggal bebatuan yang melayang pada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam firaun berkhakis. Yang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi di setiap pojokan, bahkan di kampus umum dan selokan, mencari target konsumen, dan homogenisasi kelayakan. Maka setiap angka menjadi maka dan makna. Ketika kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK untuk menjaga stabilitas. Sejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata. Menolak terasuki Setan dan Tuhan yang mewujud dalam ocehan canon-canon dukungan Big Mac dan Ice Cream Cone yang berseru Beli, beli, beli, konsumsi, konsumsi kami sehingga kalian dapat berpartisipasi dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji. Oh betapa menariknya dunia yang sudah pasti. Menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransi, dengan janji pahala bertubi, dengan janji akumulasi nilai lebih, bursa saham, dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kala ketika periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar menawar jatah kursi. Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin nista. Sehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasional menemukan pembenaran evolusi mereka dengan berbentangkan saluran-saluran pencerahan para rockstar yang lelah berkeluh kesah. Karena peluh mengering kasat di hadapan pasang giri lalat-lalat pasar, dan kiloan refleksi etalase, dan display berhala-berhala, berskala lebih takut dari ampas neraka. Di antara

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com robekan surat rekomendasi para negara donor, perancang undang-undang dan fakta-fakta anti teror, para arsitek bahasa menaklukkan, para pengagung kebebasan, kebebasan yang hanya berlaku di hadapan layar flatron, kemajemukan ponsel, demokrasi kotak suara, dan pluralisme gedung rubuh. Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari, terlalu pagi mengkhianati. Maka, jangan ijinkan aku untuk mati terlalu dini wahai rotasi CD dan seperangkat boombox ringkih. Jangan ijinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan wahai tentara seluloid dan narasi. Dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku, jangan ijinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini. Demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur zahraku, mentariku. Jangan sedetikpun ijinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kala terhunus. Lelap tertidur tanpa satu mata membuka. Tanpa pagi mensponsori keinginan berpisah. Tanpa di lengan kanan dan kiriku adalah matahari dan rembulan, bintang dan sabit, palu dan arit, bumi dan langit, lautan dan parit, dan sayap dan rakit. Sehingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar, memperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan, sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan, untuk berkata tidak mungkin, tanpa darah mereka mengering, sebelum mata pena berkarat, dan menolak kembali terisi. Dan matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati,, Ibarat sebuah tubuh, bangsa Indonesia sedang terjangkiti sebuah penyakit mematikan, yaitu korupsi ! Saking parahnya penyakit yang diderita, bangsa Indonesia pun menjadi kondang di seantero dunia. Si penyakitan sebutannya. Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini dengan serius, jangan ada lagi korupsi di negeri ini ! Perubahan harus dimulai dari sekarang ! Mungkin bisa dimulai dengan menjauhi motto hidup sederhana bangsa ini, Maju tak gentar membela yang bayar ! Mohon maaf bila ada ucapan saya yang kurang berkenan di hati anda. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalam. (hitokiri666.blog.friendster.com)

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com

Pidato tema Negara dan Korupsi


Assalaamualaikum Wr.wb Pertama-Tama Kami ucapkan puji & syukur atas kehadiran allah SWT yg telah memberikan rahmatnya & nabi besar kita nabi Muhammad SAW dan para ibu/bapak guru yg saya hormati dan juga teman-teman saya yg saya cintai. Saya akan membawakan pidato yang berjudul NEGARA VS KORUPSI Suatu kehormatan yang besar bagi kami memperoleh kesempatan menyampaikan Pidato Kebudayaan Negara Versus Korupsi: Mencari Indonesia dalam Agama dan Kebudayaan di Taman Ismail Marzuki. Terlebih lagi, kesempatan ini diberikan di dalam sepertiga akhir bulan mulia Ramadhan 1425 H. Saat dimana kita kian mendekatkan diri kepada-Nya sembari berkaca diri terhadap pencapaian moral spiritual individual dan kesalehan sosial kita. Untuk kehormatan yang membahagiakan ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dewan Kesenian Jakarta, yang telah memelihara suatu tradisi positif untuk menciptakan kedekatan hubungan rakyat dengan rakyat dan rakyat dengan pemimpin. Usaha ini perlu dipelihara dan didorong terus, mengingat makin berjaraknya hubungan keduanya. Dus, karena berjaraknya hubungan ini, isu-isu dan agenda bangsa menjadi elitis kian menjauh dari kepentingan kalangan akar rumput. Tradisi tatap muka ini, sangat mungkin menghadirkan kehangatan bersosialisasi, sekaligus memberi kesempatan para pemimpin untuk belajar langsung dari kebersahajaan rakyatnya. Para hadirin dan hadirat yang terhormat, para budayawan, para seniman, para aktivis, para cendekiawan, para mahasiswa dan kawan-kawan tercinta,Dalam kesempatan yang terhormat dan penuh kebahagian ini, sungguh tepat bila kita merenungkan sejenak perjalanan reformasi yang mengamanatkan demokratisasi , pemberantasan korupsi, perbaikan ekonomi dan jaminan keamanan. Perihal proses demokratisi, kita bersyukur kepada Allah SWT, karena rakyat telah berhasil melaksanakan pemilu legislatif, DPD dan pemilihan presiden langsung ; suatu tradisi berdemokrasi yang begitu penting dan akan menentukan nasib bangsa dan negara kita. Harus diakui secara jujur, perjalanan nasib bangsa dan negara kita telah mengalami berbagai musim pancaroba dan gelombang pasang surut yang melahirkan harapan sekaligus kecemasan. Kecemasan yang mendalam selama sewindu krisis multidimensi ini bahkan berimbas pada krisis identitas bangsa. Taufiq Ismail (2003) secara sinis memotret kondisi ini dalam, Tak Tahu Aku Apa Jati Diriku Kini: Sampai disini saja pidato dari saya kalau ada kata-kata yg tidak berkenan bagi ibu / bapak guru dan teman-teman ku sekalian yg saya hormati saya ucapkan beribu-ribu maaf Walaikumsalam Wr.wb

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com

Contoh Naskah Pidato Tentang Korupsi


Contoh Naskah Pidato Tentang Korupsi Assalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Suatu kehormatan yang besar bagi kami memperoleh kesempatan menyampaikan Pidato Kebudayaan Negara Versus Korupsi: Mencari Indonesia dalam Agama dan Kebudayaan di Taman Ismail Marzuki. Terlebih lagi, kesempatan ini diberikan di dalam sepertiga akhir bulan mulia Ramadhan 1425 H. Saat dimana kita kian mendekatkan diri kepada-Nya sembari berkaca diri terhadap pencapaian moral spiritual individual dan kesalehan sosial kita. Untuk kehormatan yang membahagiakan ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dewan Kesenian Jakarta, yang telah memelihara suatu tradisi positif untuk menciptakan kedekatan hubungan rakyat dengan rakyat dan rakyat dengan pemimpin. Usaha ini perlu dipelihara dan didorong terus, mengingat makin berjaraknya hubungan keduanya. Dus, karena berjaraknya hubungan ini, isu-isu dan agenda bangsa menjadi elitis kian menjauh dari kepentingan kalangan akar rumput. Tradisi tatap muka ini, sangat mungkin menghadirkan kehangatan bersosialisasi, sekaligus memberi kesempatan para pemimpin untuk belajar langsung dari kebersahajaan rakyatnya. Para hadirin dan hadirat yang terhormat, para budayawan, para seniman, para aktivis, para cendekiawan, para mahasiswa dan kawan-kawan tercinta, Dalam kesempatan yang terhormat dan penuh kebahagian ini, sungguh tepat bila kita merenungkan sejenak perjalanan reformasi yang mengamanatkan demokratisasi , pemberantasan korupsi, perbaikan ekonomi dan jaminan keamanan. Perihal proses demokratisi, kita bersyukur kepada Allah SWT, karena rakyat telah berhasil melaksanakan pemilu legislatif, DPD dan pemilihan presiden langsung ; suatu tradisi berdemokrasi yang begitu penting dan akan menentukan nasib bangsa dan negara kita. Harus diakui secara jujur, perjalanan nasib bangsa dan negara kita telah mengalami berbagai musim pancaroba dan gelombang pasang surut yang melahirkan harapan sekaligus kecemasan. Kecemasan yang mendalam selama sewindu krisis multidimensi ini bahkan berimbas pada krisis identitas bangsa. Taufiq Ismail (2003) secara sinis memotret kondisi ini dalam, Tak Tahu Aku Apa Jati Diriku Kini: Kita hampir paripurna jadi bangsa porak poranda, terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara didunia Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia kini, sudah untung Pergelanggan tangan dan kaki Indonesia diborgol di ruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya, dan dipunggung kita kaos oblong dicap sablon besar-besar : Tahanan IMF dan Bank Dunia. Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu di dunia, diusir pula di tangga pelabuhan, terapung-apung di lautan, Kita sudah tidak merdeka lagi. Indonesia sudah masuk ke dalam masa kolonialisme baru, dengan penjajah yang banyak negara sekaligus, Nilai-nilai luhur telah luluh lantak, berkeping-keping dan hancur,

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com berserakan di kubangan Lumpur, Senada dengan gambaran di atas, dalam bahasa lain yang futuristik, pujangga Ronggowarsito (1802-1873) menulis Serat Kalatidha memprediksi munculnya jaman edan, suatu masa krisis sebuah bangsa. Secara bijak, pujangga ini menasihati kita agar tetap eling dan waspada. Amenangi jaman edan ,ewuh aya ing pambudi melu edan ora tahan yen tan melu anglakoni,boya kaduman melik kaliren wekasanipun Ndilallah karsa Allah Sakbeja-bejane kang lali luwih beja kang eling lawan waspada.. Para hadirin dan hadirat yang berbahagia, Masalah korupsi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh bangsa ini. Ia telah menjalar sebagai budaya sekaligus penyakit akut bagai virus ganas yang aktif menggerogoti ke sekujur tubuh negara. Ia bukan lagi bisul yang bisa ditutup-tutupi. Sungguh ironis, sebagai bangsa yang berbudaya luhur dan beragama bahkan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pilar pertama dasar negara- juara pertama korupsi justru kita sandang. Berbagai indikator olimpiade korupsi diselenggarakan oleh lembaga asing semacam Transparancy International (TI) dan Political Economic Risk Consultancy (PERC), menempatkan RI sebagai pemenang. Dampak praktik korupsi begitu jelas telah memporak-porandakan bangsa kita. Studi Rose Ackerman (1999) menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap institusi-institusi publik. Ini berakibat lanjut pada pudarnya komitmen warga pada proyek kolektif dan perilaku warga, memacu tingkat kriminalitas dan disorganisasi sosial. Secara lebih khusus, laporan UNSFIR (United Nations Support for Indonesia Recovery, 2000) menyatakan bahwa keterlambatan Indonesia untuk melakukan pemulihan (recovery) pasca krisis yang menimpa Asia sejak 1997 juga akibat meluasnya korupsi di sektor publik Sedangkan, Della Porta (2000) menengarai bahwa korupsi merupakan sebab dari buruknya kinerja pemerintahan. Korupsi membawa buruk kinerja pemerintahan, dan buruknya kinerja pemerintahan merangsang warga negara untuk mengembangkan praktik-praktik penyuapan untuk mempermudah urusan atau mempengaruhi proses pengambilan keputusan, yang pada gilirannya kian menyuburkan praktik korupsi. Pada akhirnya, tingginya tingkat korupsi menimbulkan rendahnya tingkat kepercayaaan terhadap demokrasi. Dengan kata lain, meminjam istilah Yudi Latif (2002), korupsi sangat erat dengan delegitimasi politik. Walhasil, pemerintahan yang koruptif akan menuai delegitimasi politik yang tidak menguntungkan sama sekali dengan demokrasi. Para hadirin dan hadirat yang berbahagia, Relasi agama dan pemberantasan korupsi dapat disederhanakan sebagai, prestasi negara yang bangsanya religius akan lebih baik dalam pemberantasan korupsi. Apabila yang terjadi sebaliknya, kita tidak serta merta menunjuk kesalahan terletak pada an sich agama, namun pada penghayatan keberagamaan masyarakat. Sangat gamblang, semua agama melarang perbuatan korupsi. Tetapi, mengapa orang beragama masih terjerumus pada tindakan yang dimusuhi agama? Salah satu jawabannya ada lah tercerabutnya penghayatan terhadap visi agama yang luhur dalam praksis sosial seharihari. Sebagian kita masih lebih mementingkan kesalehan individual, dan kehilangan elan kesalehan sosial. Disinilah dibutuhkan peran keteladanan para pemimpin nasional untuk menegakkan kualitas spiritual bangsa, memupuk kualitas moral dan meningkatkan harkat martabat bagsa , menjadi krusial. Kita menaruh harapan besar pada upaya pemberantasan korupsi sebagaimana telah dijanjikan oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono yang kini bekerja keras dengan kabinet

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com Indonesia Bersatu. Selain keberadaan berbagai perundangan untuk penyelenggaraan tata pemerintahan yang bebas KKN, rencana program 100 hari dengan terapi kejut seperti meNusakambangkan para koruptor patut kita apresiasi dan tunggu pengejawantahannya. Larangan yang diserukan Komite Pemberantasan Korupsi supaya pejabat tidak menerima parsel juga merupakan angin segar pertanda mulai muncul gerakan mengurangi masuknya pintu-pintu budaya KKN. Jauh sebelum hingar bingar Pemilu, ormas tertua di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bersama-sama telah mengikat janji untuk bahu membahu memerangi budaya korupsi. Kita juga bersyukur dengan maraknya jaringan lembaga-lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non pemerintah sejak beberapa tahun silam membentuk koalisi anti korupsi di setiap kabupaten dan provinsi melalui Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK). Meskipun perlu terus mengkritisi efektivitas gerakan populis tersebut, kita berharap ormasormas lain untuk terlibat aktif dan kreatif menyambut semangat perang memberantas korupsi. Secara moral, lembaga dan ormas keagamaan memiliki otoritas menyerukan kepada institusi maupun individu anggotanya untuk menolak keras setiap sumbangan haram yang terindikasikan korupsi. Seruan atau slogan-slogan pemberantasan budaya korupsi seyogianya selalu dikelola secara cerdas dan berkesinambungan, mengimbangi kampanye konsumtivisme, hedonisme dan materialisme yang setiap hari gencar mengepung pemirsa lewat berbagai media massa. Alangkah indahnya membayangkan sinergi agama dan negara dalam pemberantasan korupsi; penegakkan hukum yang adil tanpa pandang bulu dilakukan pemerintah , sementara penghayatan keberagamaan melalui keteladanan para pemimpin dijalankan secara nyata, bukan sekedar wacana belaka. Dengan begitu agama benar-benar mampu menjadi kekuatan solutif bagi problema bangsa dan selalu mengedepankan azas manfaat (utility). Agama seyogianya menjadi ujung tombak yang merekatkan seluruh umat untuk saling mengokohkan eksistensi bangsa dalam memberantas korupsi. Ini sekaligus menepis anggapan negatif bahwa agama menjadi sumber konflik dan teror. Kita patut mendorong fungsi profetik agama yang mengedepankan supremasi hukum, proses demokratiasai dan memerangi korupsi. Fungsi ini hendaknya ditumbuh kembangkan secara partisipatoris dan dialogis mengingat pluralisme dalam kebangsaan kita. Jadi, tidak dibenarkan oleh agama atau hukum positif manapun, upaya pengurasakan secara sepihak terhadap tempat-tempat atau simbol kemaksiatan tanpa mengindahkan dampak yang muncul sebagai akibatnya. Terdapat ungkapan the fish rots from the head, ikan membusuk dari kepala. Dalam kalimat lain dinyatakan, Bayangan selalu mengikuti sang badan. Intinya adalah budaya paternalistik kita masih kuat. Rakyat cenderung melihat contoh dari apa yang dilakukan pemimpinnya. Karenanya, budaya paternalistik ini seyogianya mampu kita kelola untuk merekonstruksi perubahan mental pada elitnya. Jika para elit pimpinan bangsa menghendaki perubahan, perubahan itu pun harus dimulai dari pucuk pimpinan. Mustahil mengharapkan muncul perubahan budaya melawan korupsi, apabila elit pemimpin justru merasa nyaman dengan praktik tersebut. Mustahil mengharap negara berani membersihkan koruptor jika pemimpin kita membiarkan inefisiensi birokrasi tetap terjadi. Kebersahajaan, kebersihan dan kepedulian merupakan contoh-contoh ajaran mulia setiap agama untuk diperbincangkan sekedar sebuah idiologi. Semua ini bisa dipraktikkan seharihari, dan alangkah indahnya jika dimulai dari para pemimpin kita yang memiliki kedudukan sangat penting di dalam masyarakat, dan karenanya mempunyai pengaruh yang luas dalam masyarakat. Pada dasarnya, semua agama mengajarkan idealisme yang baik bagi penganutnya. Idealisme seperti bersahaja, bersih dan peduli jika dikerjakan dari yang kecil-kecil oleh pemimpinpemimpin besar kita, maka merupakan bagian dari pengobatan penyakit sosial seperti korupsi. Pemimpin yang peduli tidak akan membiarkan kemungkaran terjadi di depan mata mereka.

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com Mereka tidak saja menjaga fisik dan lingkungan sosial yang bersih, namun lebih dari itu kebersihan moral dan nurani akan selalu dipelihara. Mereka merasa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijunjung tinggi, namun tetap dengan sikap bersahaja terhadap rakyat yang dipimpinnya. Mereka yang bersahaja akan jauh dari sikap tamak yang selalu menginginkan kelebihan materialisme dan hedonisme, -sumber godaan melakukan korupsi-. Kebesaran seorang tokoh pemimpin yang bersahaja, bersih dan peduli tidak datang secara sekejap dan tiba-tiba. Ia terlahir dari proses transformasi nilai yang lama ditempa sejak dini dalam lingkungan keluarga. Transformasi nilai tidak datang mendadak dalam kuliah-kuliah di perguruan tinggi atau lembaga-lembaga pendidikan formal. Kepuasan kita selama ini hanya pada verbalisme (Nurcholish Madjid, 2004) Yaitu perasaan telah berbuat sesuatu karena karena telah mengucapkannya sehari-hari. Seolah-olah kalau kita bicara kitab suci, sabda Tuhan, sabda Allah, dan suri tauldan para Rasul, para nabi, para aulia itu semuanya sudah selesai (Mohamad Sobary, 2004). Kebersahajaan, kebersihan dan kepedulian tidak akan terwujud hanya karena dikatakan dan dibicarakan setiap hari betapapun kita sering dan rajinnya melakukan melainkan harus dengan tindakan keteladanan yang berani, teguh dan istiqamah. Mengapa kamu semua mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak mengerjakannya?! Sungguh besar dosanya di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak mengerjakannya Kalau kita tengok sejarah, transformasi nilai yang dialami tokoh-tokoh pemimpin berawal dari didikan sejak kecil pada keluarga mereka. Di rumah tangga, patut diadakan dialog-dialog tata nilai atau ajaran yang meskipun normatif, tidak melulu diajarkan secara normatif. Diperlukan pendekatan secara dialektis dalam keluarga sehingga terlatih jika ada bandingan-bandingan. Ketika orang bicara bersih dan bersahaja, maka bersih dan bersahaja tidak bisa dijejalkan kepada anak sebagai sesuatu yang jadi. Ketika masih kanak-kanak kita tentu hapal bahwa kebersihan sebagian dari iman, namun bagaimana kebersihan sebagian dari iman itu supaya tidak tinggal kata-kata. Secara singkat dapat disimpulkan, kita menginginkan pemimpin bersahaja, bersih dan perduli bukan karena kebetulan bersahaja, bersih dan perduli. Namun karena bersahaja yang betul, tidak karena kebetulan. Bersih dan perduli pun yang betul, bukan karena kebetulan. Tugas kebudayaan bangsa kita mengubah, mentransformasi segala hal apakah itu wisdom, apakah itu nilai-nilai dan semua perangkat ajaran dari tataran normatif menjadi tataran yang menyejarah, membuat orang-orang jujur itu jujur menyejarah. (M. Sobary, 2004) .Barangkali inilah saatnya tatkala elit pemimpin kita justru perlu belajar dari kebersahajaan, kebersihan dan kepedulian dari rakyatnya. Keteladanan yang berani, teguh dan istiqamah termasuk nilai budaya yang kita ingin transformasikan sehingga menjadi gerakan nyata baik di tingkat elit pemimpin atau rakyat. Keteladan yang berani dapat muncul oleh karena kesadaran ketuhanan yang merata. Menurut Moh. Iqbal: The sign of a kafir is that he is lost in horizon, while the sign of a mukmin is that the horizon lost in him Para hadirin dan hadirat yang berbahagia, Sesuai dengan pasal 32 UUD 1945 yang telah diamendemen, salah satu tugas kebudayaan kita juga adalah mendorong pluralisme budaya. Negara memajukan kebudayaan nasional dengan tetap menjamin kemerdekaan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaanya. Selanjutnya, negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Kemajemukan budaya ini harus kita terus dorong tanpa perlu terjebak pada etnosentrime sempit sehingga warisan adi luhung nenek moyang kita tetap eksis di tengah-tengah pertempuran global elemen budaya asing. Salah satu warisan adi luhung yang cukup relevan kita pelihara adalah wasiat Ronggowarsito. Di tengah zaman edan, ketika budaya korupsi sudah mewabah demikian dahsyat, nasihat untukeling dan waspodo dapat dikontekstualisasi dengan apa yang menjadi nilai-nilai

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com kebangsaan di dalam UUD 1945. Kita diharapkan eling bahwa bangsa ini memiliki potensi untuk bangkit dan bersaing dengan budaya bangsa lain (global). Kita menyadari , eling sepenuhnya bahwa dengan kesederhanaan ketika masa perjuangan mampu menghantarkan bangsa ini merdeka dari penjajah. Waspodo dapat dimaknai agar kita menghadirkan kesadaran penuh tentang jati diri bangsa yang tidak ingin tereduksi justru karena budaya korupsi. Secara sederhana, budaya waspodo telah ditunjukkan oleh rakyat kita dalam Pemilu 2004 silam. Budaya money politics sudah berkurang tidak seperti dikhawatirkan banyak pihak. Wallahualam bishowaab, Wabillahitaufik wal hidaayah, Wassalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur saya ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita boleh dipertemukan kembali di tempat ini dengan keadaan selamat. Terimakasih juga saya ucapkan pada panitiayang telah memberi saya kesempatan yang begitu berarti ini. Bagi saya, perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa ahir. Sebuah proses menuju bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada 'kejujuran' dalam hati tiap warganya, sebuah bangsa yang entah kapan menjari benar-benar nyata. Sebelum kita masuk lebih jauh, ada perlunya kita mengenal asal kata korupsi itu. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, kata dalam bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin ini turun ke banyak bahasa Eropa. Di Belanda disebut korruptie. Kemudian turun ke bahasa Indonesia menjadi korupsi. Dalam KBBI (1991), korupsi berarti busuk; palsu; suap. Tetapi saya lebih setuju dengan arti kata korupsi pada TheLexion Webster Dictionary, dimana korupsi berarti kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian. Indonesia boleh bangga akan keanekaragaman yang dimiliki, juga untuk perjuangan meraih kemerdekaannya yang begitu menarik. Tetapi apa hanya ini sajakah yang bisa kita banggakan? Mengapa tidak kita capai sebuah prestasi baru? Prestasi yang tidak semua negara bisa mendapatkan dengan mudah. Harian Kompas pernah memuat artikel karya Ignatius Haryanto, dimana didalam artikel itu tercatat sebuah prestasi lagi. Yaitu, negara kita, Indonesia, menjadi negara terkorup selama bertahun tahun. Selain itu, koruptor di negara kita paling rentan dengan kesehatan. Dibuktikan bahwa setiap hendak diperiksa atau diadili, koruptor kita berdalih sakit. Dari hal ini, PBB menyimpulkan bahwa peradilan korupsi di Indonesia merupakan yang terburuk di dunia. Yang lebih ironis, segala cara yang selama ini sudah digembar-gemborkan pemerintah, tidak membuahkan hasil. Bahkan kian menambah poin korupsi bangsa ini. Lalu apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia? Banyak orang sedang berlomba menutupi kemunafikan mereka dengan bisikan iblis berselimut rayuan-rayuan manis. Tapi kita? Saya tekankan JANGAN!! Jangan pernah kita tertarik! Pikirkan, jika kebudayaan ini terus dilestarikan, bagaimana nasib generasi penerus kita? Bagaimana nasib bangsa ini kemudian? Dan apakah penghargaan kita terhadap para pejuang yang telah rela mati? Sia-sia, bukan? Ibarat sebuah tubuh, bangsa kita sedang terkena penyakit mematikan, korupsi. Begitu parahnya penyakit ini sehingga Indonesia pun menjadi kondang di seantero dunia. Si Penyakitan sebutannya. Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini. Jangan ada lagi korupsi di tanah air kita! Hindari motto Maju tak gentar membela yang bayar . Saya rasa sudah cukup kata-kata dari saya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan kesalahan dalam perkataan saya. Tuhan memberkati. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur saya ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita boleh dipertemukan kembali di tempat ini dengan keadaan selamat. Terimakasih juga saya ucapkan pada panitiayang telah memberi saya kesempatan yang begitu berarti ini. Bagi saya, perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa ahir. Sebuah proses menuju bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada 'kejujuran' dalam hati tiap warganya, sebuah bangsa yang entah kapan menjari benar-benar nyata. Sebelum kita masuk lebih jauh, ada perlunya kita mengenal asal kata korupsi itu. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, kata dalam bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin ini turun ke banyak bahasa Eropa. Di Belanda disebut korruptie. Kemudian turun ke bahasa Indonesia menjadi korupsi. Dalam KBBI (1991), korupsi berarti busuk; palsu; suap. Tetapi saya lebih setuju dengan arti kata korupsi pada TheLexion Webster Dictionary, dimana korupsi berarti kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian.

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com Indonesia boleh bangga akan keanekaragaman yang dimiliki, juga untuk perjuangan meraih kemerdekaannya yang begitu menarik. Tetapi apa hanya ini sajakah yang bisa kita banggakan? Mengapa tidak kita capai sebuah prestasi baru? Prestasi yang tidak semua negara bisa mendapatkan dengan mudah. Harian Kompas pernah memuat artikel karya Ignatius Haryanto, dimana didalam artikel itu tercatat sebuah prestasi lagi. Yaitu, negara kita, Indonesia, menjadi negara terkorup selama bertahun tahun. Selain itu, koruptor di negara kita paling rentan dengan kesehatan. Dibuktikan bahwa setiap hendak diperiksa atau diadili, koruptor kita berdalih sakit. Dari hal ini, PBB menyimpulkan bahwa peradilan korupsi di Indonesia merupakan yang terburuk di dunia. Yang lebih ironis, segala cara yang selama ini sudah digembar-gemborkan pemerintah, tidak membuahkan hasil. Bahkan kian menambah poin korupsi bangsa ini. Lalu apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia? Banyak orang sedang berlomba menutupi kemunafikan mereka dengan bisikan iblis berselimut rayuan-rayuan manis. Tapi kita? Saya tekankan JANGAN!! Jangan pernah kita tertarik! Pikirkan, jika kebudayaan ini terus dilestarikan, bagaimana nasib generasi penerus kita? Bagaimana nasib bangsa ini kemudian? Dan apakah penghargaan kita terhadap para pejuang yang telah rela mati? Sia-sia, bukan? Ibarat sebuah tubuh, bangsa kita sedang terkena penyakit mematikan, korupsi. Begitu parahnya penyakit ini sehingga Indonesia pun menjadi kondang di seantero dunia. Si Penyakitan sebutannya. Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini. Jangan ada lagi korupsi di tanah air kita! Hindari motto Maju tak gentar membela yang bayar . Saya rasa sudah cukup kata-kata dari saya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan kesalahan dalam perkataan saya. Tuhan memberkati.

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com CONTOH NASKAH PIDATO | PIDATO B.INGGRIS Ass. Wr. Wb. Ladies and gentlemen, first I want to introduce myself, .. Now I want to tell you some real condition of Indonesia. Indonesia has a large area from Sabang until Merauke with a lot of natural resources. Indonesia has a lot of human resources too, who have good intelligence but they cant get a work or we can say it as jobless. This kind of problem like jobless, can causes of very low employment, and this can be effect of corruption. Now I want to tell indonesias corruption problem. Now, Indonesia is the most corrupted country in Asia. I dont know why its happen??? I think if Indonesia people are discipline and always obey the rule, corruption will not happen now in Indonesia. But based on our history from colonial era, we was colonized by Holland, and Holland have an organization called VOC. And that organization is corrupt the government money, so the conclusion based on our history, corruption can be our culture. But that based on our history of VOC. Ladies and gentlemen, In Indonesia maybe the corruption was start from the simple activity to the complicated ones. For the example from the simple activity is someone who need help, but he/she gives dome money to make it easier than before. And for the complicated are, who dont know about century case??? Everyone was know about it, because this case involved vice president of Indonesia and minister of finance. And who dont know about Gayus Tambunan??? Yes, he is a worker of tax office with not too much salary but he can bought several expensive houses. The question is HOW GAYUS TAMBUNAN BOUGHT SEVERAL EXPENSIVE HOUSES WITH NOT TOO MUCH SALLARY??? The answers is corruption maybe at our mind, RIGHT??? But it can be right, why does the worker of tax office with minimum salary can bought several expensive house??? OK, now the corruptor make our country lose out, because of them!!! We have a lot of natural resources, but wheres the results of this natural resources??? The result of this resources maybe can take by the corruptors. So, Indonesia government make an organization called in bahasa KPK or Corruption Eradication Commission. KPK have a vision to free Indonesia from corruption. So. The function of KPK is to eliminate corruption in Indonesia, especially in government circle. Because at government circle corruption is happen, so to eliminate this treats, Indonesia government built KPK. Ladies and Gentlemen, now Indonesia has broken because of corruption, so as the Indonesia people we must do something to make Indonesia move again. For example: FIRST, make the corruptor wont to do corruption again, in china corruptor have a death punishment, so the corruptor wont to be corrupt again SECOND, WE as the next generation must study lot of religion, to make our faith, and god fearing is strong from bad habits THIRD, WE must be honest people Ladies and gentlemen, besides the government try to STOP CORUPTION with KPK, we must STOP CORRUPTION from ourselves with AN EXCELENT RELIGION. AN EXCELENT RELIGION will make us as honest people. And Honest is the KEY TO ELIMINATE CORRUPTION, so if you want Indonesia clean from corruption YOU MUST BE HONEST PEOPLE. THANKS FOR YOUR ATTENTION, AND BE HONEST PEOPLE WASSALAMUAALAIKUM

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

eBook Pidato Korupsi


By BlogBintang.com

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

Anda mungkin juga menyukai