Anda di halaman 1dari 15

TEKNIK TENAGA LISTRIK

MATA KULIAH WAKTU SIFAT UJIAN PENGUJI

: TEKNIK TENAGA LISTRIK : 90 MENIT : BUKA BUKU : HENDRA MARTA YUDHA

1. GUNAKAN LEMBAR JAWABAN KOMPUTER YANG DIBERIKAN.


2. PILIHLAH JAWABAN PALING BENAR DARI KEEMPAT JAWABAN YANG ADA 3. GUNAKAN PENSIL 2B ATAU BALPOINT WARNA HITAM UNTUK MENGISI LJK.

SOAL
A PERNYATAAN BENAR SALAH
1.
2. 3. 4. 5. Sistem tenaga listrik dapat dikelompokkan atas tiga komponen, yaitu: Sistem Pembangkit, Sisten Transmisi dan Sistem Distribusi Stasiun pembangkit umumnya terdiri lebih dari satu unit pembangkit Berdasarkan bahan masukan energi primer, pembangkit dapat dibedakan menjadi: PLTD, PLTU, PLTA, PLTP, dan PLTN Jenis bahan bakar untuk PLTD adalah solar, sedangkan PLTU berupa residu,minyak,batubara,gas atau nuklir Dalam rangka menaikkan efisiensi dijumpai pembangkitan campuran seperti PLTGU Keuntungan PLTGU adalah proses pembangkitan listrik dapat dilaksanakan secara bertahap dimana pada tahap awal PLTGU bekerja dengan sistem open cyle Tegangan keluaran Generator berkisar antara 6,6 hingga 24 Kv Tidak ada standar umum yang dibuat mengatur tegangan keluaran generator Di Indonesia level tegangan Transmisi adalah 70kV,150kV dan 500 kV Di beberapa daerah masih terdapat level tegangan transmisi yang lebih rendah yaitu 30 kV atau dengan tegangan jaringan 20 kV Di samping saluran udara tegangan tinggi terdapat pula saluran tegangan tinggi bawah tanah Sering pula interkoneksi antara dua sistem pada pulau-pulau yang berbeda dilakukan dengan menggunakan kabel dibawah laut yang sering disebut sebagai submarine cable Gardu induk merupakan bagian dari suatu sistem transmisi dimana dilakukan penurunan tegangan ke tingkat yang lebih rendah yang cocok dalam sistem distribusi tenaga listrik Terdapat berbagai macam jenis gardu yang bisa dikategorikan menurut: level tegangan, fungsi dan sistem konfigurasi Gardu induk ada dua jenis, yaitu Gardu Induk tipe Indoor atau Outdoors Sistem distribusi tenaga listrik meliputi semua jaringan tegangan menengah 20 kV dan semua jaringan tegangan rendah 380/220 V hingga meter-meter pelanggan

6.
7. 8. 9.

10.
11.

12.
13. 14.

15.
16.

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

17. 18. 19.

20.
21. 22. 23. 24.

25.
26. 27.

Distribusi tenaga listrik dilakukan dengan menarik kawat distribusi baik penghantar udara maupun penghantar dibawah tanah dari mulai gardu induk hingga ke pusat beban Setiap elemen jaringan distribusi pada lokasi tertentu dibangun gardu distribusi dimana tegangan distribusi diturunkan ke level tegangan yang lebih rendah yaitu 20 kV menjadi 380/220 V Para pelanggan listrik dilayani dengan menarik kabel tegangan rendah atau dapat juga dilayani secara khusus dengan menggunakan jaringan tegangan menengah baik 150kV ataupun dengan jaringan tegangan 20kV Keuntungan perusahaan listrik dalam pelayanan menggunakan jaringan tegangan menengah, antara lain: Tidak membutuhkan investasi instalasi JTR, rugi-rugi yang rendah, dan pelaksanaan pembanunan yang lebih cepat Dalam jaringan tegangan rendah di Indonesi pada umumnya dipergunakan jaringan 3 phasa empat kawat Jaringan Tegangan Menengah 20 kV pada umumnya adalah jaringan 3 phasa dengan 3 kawat Dalam sistem ketenaga listrikandigunakan satuan dasar sistem SI, dimana untuk ukuran panjang digunakan satuan meter (m), berat dalam kilogram (kg), waktu dalam detik (s) Besaran dasar sistem kelistrikan untuk arus adalah ampere (A), yang dapat didefinisikan memakai terminologi Gaya (F) Satuan arus, Ampere didefinisikan sebagai besaran arus yang bilamana mengalir dalam dua buah konduktor paralel yang terletak diruang hampa dapat menimbulkan gaya antara kedua konduktor sebesar 2 x 10-7 N/m Arah aliran arus berdasarkan konvensi berlawanan dengan arah aliran elektron Arus listrik mengalir dalam sebuah konduktor bilamana muatan q ditransfer dari satu titik ke titik lain dalam konduktor Relasi arus dan muatan dapat dituliskan sebagai berikut i (ampere ) =

28. 29.

dq (coulomb ) dt (det ik )

Gaya antara dua muatan q dan q yang terpisah sejauh d, dapat dinyatakan dalam hukum Coulomb F = k

30.

31.
32. 33. 34. 35. 36.

37. 38. 39. 40.

Satuan muatan, q yang sering di gunakan antara lain mikrocoulomb, pikocoulomb dan coulomb Muatan yang dibawa oleh sebuah elektron (-e) atau photon (+e) adalah e =1,602 x 10-19 C Beda potensial (v) antara dua titik diukur berdasarkan berapa besar kerja (Usaha) yang dibutuhkan untuk memindahkan satu satuan muatan dari satu titik ke titik lain 1 Volt adalah 1 Joule usaha yang diperlukan untuk memindahkan 1 Coulomb muatan dari satu titik ke titik lain Daya listrik p merupakan hasil perkalian antara tegangan v, dan arus i, sebagai berikut: p (Watt) = v (Volt) x i (Ampere) Daya, p adalah perubahan energi persatuan waktu Bila energi listrik diberikan pada suatu sirkit elektrik, maka sirkit tersebut akan bereaksi dengan salah satu atau beberapa cara dari tiga cara berikut. Jika energi dikonsumsi, maka elemen sirkit tersebut adalah tahanan murni. Jika energi disimpan dalam medan magnetik, elemen rangkaian tersebut adalah induktor murni. Dan jika energi tersebut disimpan dalam medan listrik, maka elemen rangkaian tersebut adalah kapasitor murni Beda potensial v antara terminal sebuah tahanan murni akan berbanding langsung dengan arus yang melalui tahanan tersebut Bilamana v dalam Volt, dan di/dt dalam ampere/detik, maka satuan bagi L adalah volt-detik/ampere atau henry Perbedaan potensial v pada terminal kapasitor berbanding langsung dengan muatan q yang besarnya konstan disebut dengan Kapasitoir C Bila muatan q dalam Coulomb dan v dalam Volt, maka C dalam Coulomb/volt atau Farad

q q' d2

TEKNIK TENAGA LISTRIK

41.
42.

43.

44.

1 mikrofarad setara dengan 10-6 F, dan 1 pikofarad setara dengan 10-12 F Jumlah arus yang menuju suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkan cabang tersebut. Jika arus menuju titik cabang dinyatakan positif, maka yang meninggalkan titik cabang bertanda negatif. Dengan demikian jumlah arus pada titik cabang tersebut adalah NOL Jumlah potensial rises dari sebuah sirkit tertutup sama dengan jumlah potensial drop pada sitkit tersebut. Dengan katalain, jumlah aljabar dari potensial yang mengelilingi sirkit tersebut sama dengan NOL Fungsi umum y(t) dengan prioda T, memiliki harga rata-rata YAV sebagai berikut:

YAV =

1 T

y(t ) dt
0

45.

Fungsi umum y(t) dengan prioda T, mempunyai harga efekti Yrms sebesar:

Yrms
46.
47.

1 = y (t ) 2 dt T 0

Harga efektif dari fungsi a sin t dan a cos t adalah

a 2

48. 49. 50. 51.

Bila elemen sebuah rangkaian adalah R, maka tegangan jatuh pada elemen ini adalah sebagai berikut v = i R Bila elemen sebuah rangkaian adalah L, maka tegangan jatuh pada elemen ini adalah sebagai berikut: vL = L di/dt Pada Induktor murni arus tertinggal dari tegangan sebesar 90 0 atau / 2 radian dan magnitude impedansi adalah L Pada kapasitor murni, arus terdahulu oleh tegangan sebesar 90 0 atau dan magnitud impedan si adalah 1/ C

/2

radian

Dalam rangkaian RL seri arus tertinggal dari tegangan sebesar tan 1 magnitude impedansi adalah
R 2 + ( L )
2

L dan R

52.

Dalam rangkain RC seri arus terdahulu dari tegangan sebesar tan magnitude Impedansi adalah
1 R2 + C
2

1 dan CR

53. 54.
55. 56. 57.

58. 59.
60. 61. 62. 63.

Untuk elemen-elemen rangkaian yang terhubung secara seri, tegangan total adalah jumlah tegangan jatuh pada masing-masing elemen sebagai berikut vT = vR + vL + vC Bilamana elemen-elemen tersebut terhubung paralel maka total arus pada sirkuit tersebut adalah jumlah arus masing-masing cabang, yaitu: iT = iR + iL + iC Sistim bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional Akar-akar dari bilangan real negative disebut bilangan imajiner murni Dua buah bilangan kompleks, a + jb dan c + jd dinyatakan sama jika dan hanya jika a=c dan b=d Bentuk polar atau sket skeinmetz dari sebuah bilangann kompleks Z dituliskan sebagai berikut Z = re j = r Konjugate Z * bilangan kompleks Z = x + jy adalah bilangan kompleks Z * = x jy Perkalian dua bilangan kompleks bila keduanya dalam bentuk bilangan eksponensial mengikuti aturan bilangan eksponen Sedangkan untuk bentuk rectangular, perkalian keduanya didapat dengan memperlakukannya sebagai binomial Pembagian bilangan kompleks dalam bentuk rektanguler hanya dapat dilakukan dengan mengalikan penyebut dan pembilang dengan konjugat pembilang Impedansi kompleks dari sebuah sirkit seri RL adalah sebagai berikut: Z = R + j L

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

64.

65. 66. 67.


68. 69. 70.

71.
72. 73. 74. 75. 76. 77. 78.

79.
80.

81. 82.
83.

84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91.


92.

Impedansi kompleks, dari sebuah sirkit seri PLC adalah sebagai berikut: Z = R + j(L -1/C) Sebuah rangkaian pasiv, terdiri dari sebuah elemen induktif, yang diberi catu tegangan v = Vm sin t. Arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut adalah i = Im sin(t /2) Pada sebuah rangkaian pasiv yang diberi catu tegangan v = Vm sin t. Maka arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut adalah i = Im sin(t + ). Daya rata-rata P adalah P = Vm Im cos = V I cos Sudut adalah sudut antara V dan I, dan besarnya 900 Perkalian VI disebut dengan daya semu, dinyatakan menggunakan simbol S dengan satuan VA Perkalian VI sin disebut dengan daya reaktif, dinyatakan menggunakan simbol Q dengan satuan kVAR Transformator adalah sebuah alat listrik yang mampu mentransfer energi elektrik dari satu sirkit ke sirkit lain pada frekuensi yang sama. Transformator dapat dipergunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan dalam suatu sirkit, tetapi arus akan turun dan naik juga secara proporsional. Transformator terdiri dari dua belitan induktif yang terpisah secara elektris, namum terhubung secara magnetis melalui sebuah jalur reluctance rendah. Pada Transformator, belitan yang terhubung dengan suplai ac disebut belitan primer, sedangkan yang belitan lain disebut belitan sekunder. Elemen sebuah Transformator selain kedua belitan adalah sebuah inti terlaminasi Berdasarkan cara melilit inti dikenal ada 2 tipe Transformator, yaitu TIPE INTI dan TIPE CANGKANG Berdasarkan cara pendinginannya, dikenal 3 tipe Transformator, yaitu: Oil filled self cooled, oil filled water cooled, dan air blast Belitan primer sebuah Transformator tidak dapat dihubungkan dengan sumber dc Bila Transformator dihubungkan dengan sumber dc, maka yang akan timbul adalah fluks konstan, sehingga tidak dihasilkan emf pada belitan sekunder Besarnya e.m.f. rata-rata pada suatu Transformator adalah E = 4,44 f N m Ratio Transformator (K): adalah Ratio antara tegangan sekunder terhadap tegangan primer Bila harga K > 1, maka Transformator tersebut adalah Transformator penaik tegangan V2 > V1 Pada Transformator ideal berlaku keseimbangan elektrik maupun keseimbangan magnetik, sehingga :V2 I2 = V1 I1 atau E2 I2 = E1 I1 Bila sisi primer Transformator diberi catu tegangan ac dan sisi sekunder terbuka, TRANSFORMATOR tersebut dikatakan tidak berbeban. Emf induksi yang dihasilkan dalam sebuah Tansformator tertinggal terhadap fluksi sebesar 900 dan tegangan sekunder V2 = E2. Bila sisi sekunder Transformator dihubungkan lewat impedansi, atau beban, maka Transformator disebut berbeban, dan I2 akan mengalir. Besar dan fase arus I2 terhadap V2 sangat tergantung pada karakteristik beban yang terhubung disisi sekunder. Arus I2 akan sefase, tertinggal atau mendahului tergantung apakah beban tersebut non-induktif, induktif atau kapasitif. I2 mengakibatkan munculnya fluksi sekunder yang berlawan an dengan fluksi utama yang ditimbulkan oleh arus I0 yang akan memperlemah fluksi utama Untuk menjaga agar fluks utama ini kembali pada harga semula dibutuhkan arus tambahan disisi primer, sehingga arus primer menjadi I1. Berdasarkan keseimbangan magnetik antara sisi primer dan sekunder, dapat dinyatakan bahwa : N1 I1 = N2 I2 Impedansi primer dan sekunder dari sebuah Transformator adalah: Z1 = R1 + jX1 dan Z2 = R2 + jX2 Jika diinginkan sebuah sirkit yang mengacu pada sisi sekunder Transformator, maka, semua besaran primer harus diperkalikan dengan kuadrat ratio TRANSFORMATOR

TEKNIK TENAGA LISTRIK

93.

94.
95. 96. 97. 98. 99. 100. 101.

102. 103.
104.

105. 106.
107. 108.

109. 110. 111. 112. 113.

114. 115. 116. 117. 118. 119.

Bilamana TRANSFORMATOR dibebani, tegangan terminalnya akan turun dari tegangan tanpa beban menjadi tegangan beban penuh, Pengaturan Tegangan dinyatakan sebagai berikut: VR = 1 VFL/VNL Rugi yang terjadi pada Transformator adalah (i) rugi-rugi besi dan (ii) rugi tembaga. Rugi besi ditimbulkan oleh fluksi magnetik pada inti besi, yang terdiri dari : rugi histerisis dan rugi arus Eddy. Rugi histerisis yang disebabkan fluksi elektromagnetik Arus Eddy dapat menimbulkan susut daya yang akan menimbulkan panas pada Transformator Untuk mengurangi arus Eddy maka inti besi disusun dari lempengan-lempengan tipis logam besi. Rugi histerisis dan arus Eddy tergantung pada kerapatan fluksi maksimum pada inti dan frekuensi. Susut tembaga terjadi karena sifat resistif dari belitan Transformator. Jika I1 dan I2 adalah arus-arus primer dan sekunder, sedangkan R1 dan R2 adalah tahanan belitan primer dan sekunder, maka total rugi tembaga yang terjadi adalah: (I1)2 R1 + (I2)2 R2 Tujuan pengujian tanpa beban pada Transformator adalah untuk menentukan besarnya rugi inti Pi dan arus beban nol I0 Alat ukur yang dibutuhkan dalam pengujian beban nol Transforamtor, antara lain alat ukur arus, tegangan, dan daya Data pengujian beban nol diperlukan untuk menentukan konstanta Transformator seperti : R0 , Xm , 0 , I0 , dan Susut daya inti Pi Data yang didapat dari hasil pengujian beban nol adalah:besar Daya beban nol, arus beban nol dan Tegangan beban nol Pengujian hubung singkat pada Transformator bertujuan untuk menentukan rugi tembaga beban penuh dan menentukan tahanan dan reaktansi ekivalen dilihat dari sisi dimana pengukuran dilakukan. Dalam pengujian hubung singkat, terminal belitan sekunder (umumnya sisi tegangan rendah) dihubung singkat Pada pengujian hubung singkat, tegangan masukan Vhs dinaikkan secara perlahan sampai Ammeter menunjukkan arus beban penuh Dari pengujian hubung singkat ini, akan diperoleh data rugi tembaga total beban penuh, tegangan masukan, dan arus beban penuh Dari data pengujian hubung singkat dapat ditentukan parameter berikut: Tahanan ekivalen dipandang dari sisi primer dan Impendansi ekivalen dipandang dari sisi primer Efisiensi Transformator dapat diekspresikan sebagai 1 Pout/Prugi Dalam operasi paralel beberapa kondisi yang harus dipenuhi antara lain: Ratio belitan atau transformasi dan rating tegangan sama, Polaritas sama, Persen impedansi sama, Ratio antara resistansi dan reaktasi sama, Pergeseran fasa antara belitan primer dan sekunder dari kedua Transformator sama dan urutan fasa kedua Transformator sama Bila persen impedansi atau ratio antara resistansi terhadap reaktansi tidak sama tidak akan terjadi sirkulasi arus Bila dua Transformator memiliki ratio transformasi yang sama dihubungkan paralel, arus beban total akan terbagi secara terbalik sesuai dengan impedansi ekivalen kedua Transformator Bila ratio belitan tidak sama, lalu dengan primer terhubung pada suplai yang sama, emf induksi akan tidak sama dan arus sirkulasi akan mengalir Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik maupun sebaliknya berlangsung melalui media yang sama, yaitu medan magnet. Energi yang akan dikonversi akan tersimpan dalam medan magnet dan kemudian dilepas dalam bentuk energi lainnya Medan magnit selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai media yang mengkopel proses perubahan energi

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

120. Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus memotong sebuah medan magnet
dengan kerapatan fluks B, maka perubahan fluks yang terjadi pada konduktor yang memiliki panjang efektif l adalah:

d = B l ds

121. Menurut hukum FARADAY besar gaya gerak listrik yang terjadi adalah:e = dQ/dt 122. Persamaan e = B l v mempunyai arti bahwa bila dalam mendan magnet diberikan energi mekanik guna menghasilkan kecepatan v, maka akan dibangkitkan energi listrik e, ini merupakan prinsip dasar sebuah Generator 123. Arus listrik I yang dialirkan didalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan Gaya F sebesar: B I l 124. Pada umumnya mesin dinamik terdiri dari bagian yang berputar disebut ROTOR dan bagian yang diam disebut STATOR 125. Diantara rotor dan stator terdapat celah udara. 126. Stator merpakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan 127. Untuk mendapatkan tegangan searah diperlukan penyearah yang disebut dengan komutator. 128. Pada mesin empat kutub, terlihat bahwa setiap satukali putaran mesin, tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan dua siklus penuh, atau dengan kata lain 3600 putaran mekanik sama dengan 7200 putaran listrik 129. Generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 Hz dan mempunyai jumlah kutub (p = 2), kecepatan berputar mesin tersebut adalah: 3000 rpm 130. Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor 131. Apabila kumparan jangkar dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa akan ditimbulkan medan putar pada stator, kutub medan rotor yang diberi penguat arus searah mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berputar dengan kecepatan yang sama (sinkron) 132. Apabila generator sinkron (alternator) melayani beban, maka pada kumparan jangkar stator akan mengalir arus dan arus ini menimbulkan fluks jangkar 133. Reaksi jangkar sangat tergantung pada sifat beban yang dilayani, dengan perkataan lain tergantung dari sudut fasa antara arus jangkar dan tegangan induksi 134. Bilamana alternator diputar dengan kecepatan sinkron dan pada rotor diberi arus medan, maka tegangan akan terinduksi pada kumparan jangkar stator sebesar c n fluks 135. Harga Xs diperoleh dari dua macam percobaan, yaitu percobaan tanpa beban dan percobaan hubung singkat. 136. Dari percobaan beban nol diperoleh harga E0 sebagai fungsi arus medan, hubungan ini menghasilkan kurva permagnetan 137. Percobaan hubung singkat akan menghasilkan hubungan antara arus jangkar sebagai fungsi arus medan 138. Pengaturan tegangan adalah perubahan tegangan terminal Alternator pada keadaan tanpa beban dan dalam kondisi beban penuh 139. Apabila sumber tegangan 3 fase dipasang pada kumparan medan (stator), akan timbul medan putar dengan kecepatan: ns = (120 f) / p 140. Perbedaan kecepatan antara nr dan ns disebut slip (S) dinyatakan dengan 141. Kerja motor induksi seperti juga kerja Transformator adalah berdasarkan prinsip induksi electromagnet 142. Motor induksi pada umumnya berputar dengan kecepatan konstan mendekati kecepatan sinkronnya 143. Pengaturan motor induksi dapat dilakukan dengan cara: Mengubah jumlah kutub motor, Mengubah frekuensi jala-jala, Mengatur tegangan jala-jala. 144. Dari persamaan kopel motor induksi diatas diketahui bahwa kopel sebanding dengan pangkat dua tegangan yang diberikan 145. Motor fasa tidak seimbang mempunyai 2 kumparan stator yaitu kumparan utama (u) dan kumparan bantu (b) yang diletakkan dengan perbedaan sudut 90 derajat listrik 146. Kumparan bantu diputuskan hubungannya (saklar terbuka) ketika motor mencapai sekitar 75% kecepatan sinkron

TEKNIK TENAGA LISTRIK

147. Dalam prinsip, motor-motor arus searah tidak mempunyai perbedaan konstruksi dengan generator. 148. Beberapa tipe motor arus searah, antara lain motor berpenguatan bebas, motor shunt, motor seri, dan motor berpenguat kompon. 149. Kecepatan motor berubah dengan tagangan jepitan U dan fluks magnet atau juga arus medan Im pada suatu harga Ia tertentu. 150. Diantara berbagai karakteristik motor, yang terpenting adalah hubungan antara jumlah perputaran n dan kopel T 151. Pada motor-motor berpenguatan bebas dan shunt, Fluks tidak tergantung dari keadaan beban

B PILIH JAWABAN YANG PALING BENAR


1. Sistem tenaga listrik dapat dikelompokkan atas tiga komponen, yaitu A. Sistem Pembangkit, Sistem Transmisi dan Sistem Distribusi B. Pusat Pembangkit, Sistem Transmisi dan Sistem Distribusi C. Pusat Pembangkit, Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi D. Pusat Pembangkit, Saluran Transmisi dan SaluranDistribusi 2. Jenis bahan bakar untuk PLTD dan PLTU berupa A. Solar dan residu,minyak,batubara,gas atau nuklir B. Solar, residu dan minyak,batubara,gas atau nuklir C. Solar, residu,minyak dan batubara,gas atau nuklir D. Solar, residu,minyak,batubara dan gas atau nuklir 3. Dalam rangka menaikkan efisiensi dijumpai pembangkitan campuran seperti A. PLTGU B. PLTN C. PLTP D. PLTM 4. Keuntungan PLTGU adalah proses pembangkitan listrik dapat dilaksanakan secara bertahap dimana pada tahap awal PLTGU bekerja dengan sistem A. Open cycle B. Combine Cycle C. Double Cycle D. Single open cycle 5. Tegangan keluaran Generator berkisar antara A. B. C. D. 6,6 hingga 24 kV 0,6 hingga 2,4 kV 6,6 hingga 2,4 kV 66 hingga 240 kV

6. Hubungan antara arus i, dengan muatan q dapat dinyatakan sebagai berikut : A. I(Ampere) = dT(detik)/dQ(Coulomb) B. I(Ampere)= dQ(Coulomb)/dT(detik) C. i(Ampere) = dq(Coulomb) dt(detik) D. i(Ampere) = dq(Coulomb)/dt(detik) 7. Besaran listrik dasar yang dipergunakan untuk arus adalah Ampere yang dapat didefinisikan dalam terminologi Gaya (F) sebagai berikut.. A. mI I/d B. qq/d2 C. k I I/d2 D. k I I/d

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

8. Bila muatan digunakan sebagai satuan dasar listrik, maka Gaya (F) antara dua muatan titik q dan q menurut hukum Coulomb adalah A. F = q q/d B. F = k q q/d C. F = q q/d2 D. F = k q q/d2 9. Keuntungan perusahaan listrik dalam pelayanan menggunakan jaringan tegangan menengah, antara lain..., kecuali A. Tidak membutuhkan investasi instalasi JTR B. Rugi-rugi yang rendah C. Pelaksanaan pembanunan yang lebih cepat D. Investasi awal tinggi 10. Muatan yang dibawa oleh sebuah elektron (-e) atau photon (+e) adalah A. e =1,602 x 10-19 C B. e =1,602 x 1019 C C. e =1,602 x 1029 C D. e =1,602 x 10-29 C 11. Terdapat beberapa sistem jaringan distribusi antara lain A. Radial, Loop dan Spindle B. Radial, Loop dan Network C. Radial, Paralel dan Spindle D. Network, Loop dan Spindle 12. Dalam jaringan tegangan rendah di Indonesia pada umumnya dipergunakan jaringan kecuali A. 3 phasa tiga kawat B. 3 phasa empat kawat C. Dua phasa dua kawat D. Satu phasa dua kawat 13. Dalam sistem ketenaga listrikandigunakan satuan dasar sistem SI, dimana untuk ukuran panjang, berat dan waktu digunakan satuan A. m, kg, detik B. cm, g, detik C. cm, kg, menit D. m, g, detik 14. Bila muatan q dalam Coulomb dan v dalam Volt, maka C dalam Coulomb/volt atau A. Farad B. Mikrofarad C. Milifarad D. Picofaras 15. 1 mikrofarad setara dengan A. 10-6 F B. 10-6 pico F C. 10-6 mikro F D. 10-6 mili F 16. Harga efektif dari fungsi 141,42 sin t dan 141,42 cos t adalah A. 100 B. 141,42 C. 70,71 D. 81,63 17. Bila elemen sebuah rangkaian adalah L, maka tegangan jatuh pada elemen ini adalah sebagai berikut A. L di/dt

TEKNIK TENAGA LISTRIK

B. wL di/dt C. L di dt D. L di/dv

18. Konjugate Z* bilangan kompleks Z = 3 + j4 adalah


A. B. C. D. Z = 5 cos 53, 130 j sin 53, 130 Z = 5 cos 53, 130 + j sin 53, 130 Z = 3 cos 53, 130 j4 sin 53, 130 Z = 3 cos 53, 130 + j4 sin 53, 130

19. Tujuan pengujian tanpa beban pada Transformator adalah untuk menentukan A. besarnya rugi inti Pi dan arus beban nol I0 B. besarnya rugi besi Pi dan arus beban nol I0 C. besarnya rugi besi Pi dan arus beban D. besarnya rugi inti Pi dan arus beban 20. Generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 Hz dan mempunyai jumlah sebanyak p = 2, kecepatan berputar mesin tersebut adalah: 3000 rpm A. Z = 5 cos 53, 130 j sin 53, 130 B. Z = 5 cos 53, 130 + j sin 53, 130 C. Z = 3 cos 53, 130 j4 sin 53, 130 D. Z = 3 cos 53, 130 + j4 sin 53, 130 21. Menurut hukum FARADAY besar gaya gerak listrik yang terjadi adalah A. e = d/dt B. e = -N d/dt C. e = dq/dt D. e = -N dq/dt 22. Dalam operasi paralel beberapa kondisi yang harus dipenuhi antara lain A. Ratio belitan atau transformasi dan rating tegangan sama B. Polaritas sama, Persen impedansi sama C. Ratio antara resistansi dan reaktasi sama D. Jawaban A,B dan C Benar

23. Pada pengujian hubung singkat, tegangan masukan Vhs dinaikkan secara perlahan sampai Ammeter
menunjukkan A. arus beban penuh B. arus hubung singkat C. arus pengujian beban penuh D. arus pengujian hubung singkat 24. Data yang didapat dari hasil pengujian beban nol adalah A. Besar Daya, arus dan Tegangan beban nol B. Besar beban, arus dan Tegangan beban nol C. Besar beban, daya dan Tegangan beban nol D. Besar Daya, arus dan Impedansi beban nol 25. Data pengujian beban nol diperlukan untuk menentukan konstanta Transformator seperti: A. R0 , Xm , 0 , I0 , dan Susut daya inti Pi B. R0 , Xm , 0 , I0 C. I0, dan Susut daya inti Pi D. R0 , Xm , 0 , I0 , dan Susut daya tembaga Pcu 26. Kumparan bantu diputuskan hubungannya (saklar terbuka) ketika motor mencapai sekitar A. 75% kecepatan sinkron B. 65% kecepatan sinkron C. 55% kecepatan sinkron D. 25% kecepatan sinkron

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

27. Dari persamaan kopel motor induksi diatas diketahui bahwa kopel sebanding dengan.... A. pangkat dua tegangan yang diberikan B. akar dua tegangan yang diberikan C. pangkat dua impedansi yang diberikan D. akar dua impedansi yang diberikan 28. Diantara berbagai karakteristik perputaran n dan ...... A. kopel T B. Arus C. Impedansi D. Daya keluaran motor, yang terpenting adalah hubungan antara jumlah

29. Berdasarkan cara pendinginannya, dikenal 3 tipe Transformator, yaitu: A. Oil filled self cooled, oil filled water cooled, dan air blast B. Oil filled self cooled, oil filled water cooled, dan oil filled air blast C. Oil field self cooled, oil field water cooled, dan air blast D. Oil field self cooled, oil filled water cooled, dan air blast 30. Berdasarkan cara melilit inti dikenal ada 2 tipe Transformator, yaitu A. Tipe Inti dan Cangkang B. Tipe Cangkang dan Linear C. Tipe Inti dan Linear D. Tipe Linear dan Selenoid 31. Sudut adalah sudut antara V dan I, dan besarnya A. 900 B. - 900 C. + 900 D. < 900

32. Sebuah rangkaian pasiv, terdiri dari sebuah elemen induktif, yang diberi catu tegangan v = Vm sin
t. Arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut adalah A. i = Im sin(t /2) B. i = Im sin(t + /2) C. i = Im cos(t /2) D. i = Im cos(t + /2) 33. Rugi yang terjadi pada Transformator adalah A. rugi-rugi besi dan rugi tembaga B. rugi histerisis dan rugi tembaga C. rugi histerisis dan arus eddy D. arus eddy dan rugi tembaga 34. Pengaturan Tegangan dinyatakan sebagai berikut...... A. VR = 1 VFL/VNL B. VR = 1 VNL/VNL C. VR = VNL VFL/VFL D. VR = 1 VNL/VNL

35. Dua buah resistor masing-masing memiliki resistansi sebesar 1 dan 2 , terhubung secara
paralel, maka arus yang melalui resistor 1 adalah. A. 2 kali arus total B. 1/3 arus total C. arus total D. 2/3 arus total

36. Menurut Hukum Ohm, hubungan antara arus dan tegangan dapat dinyatakan sebagai berikut ..

10

TEKNIK TENAGA LISTRIK

A. B. C. D.

V=iR v=iR v=ir V = I. R

37. Sebuah sirkit elektrik apabila diberi catu tegangan sebesar v = 141,4 Sin(t 450) volt, maka akan
mengalir arus sebesar i = 7,05 Sin (t + 150) ampere. Bila sirkit tersebut terdiri dari dua elemen terhubung seri, maka kedua elemen tersebut adalah.. A. Z dan L B. R dan C C. Z dan R D. R dan L

38. Sebuah sirkit elektrik apabila diberi catu tegangan sebesar v = 141,4 Sin(t 450) volt, akan
mengalir arus sebesar i = 7,05 Sin (t + 150) ampere, maka besar impedansi dari sirkit tersebut adalah.. A. 20,05 60 0 B. D.

20,05 60 0 20,05 30 0

C. 20,05 30 0

39. Jika v = 141,4 Sin(t 100) volt, dan i = 7,05 Sin (t + 100) ampere, maka nilai efektif (rms) dari
tegangan dan arus masing-masing adalah.. A. 141,4 - 10 0 ; 7,05 10 0 B. 141,4 V;7,05 A C. 100 - 10 0 ; 5 10 0 D. 100 V; 5,00 A

40. Jika V = 100 0 0 dan I = 5 30 0 A , maka besarnya IMPEDANSI adalah. A. 20 0 0 B. 500 - 30 0 C. 20 - 30 0 D. 20 30 0 41. Jika V = 100 0 0 dan I = 5 30 0 A , maka besarnya ADMITANSI adalah. A. 0,05 - 30 0 B. 500 - 30 0 C. 0,05 30 0 D. 0,05 0 0 42. Hitung besar daya AKTIF, bila tegangan, V = 100 0 0 dan arus, I = 5 30 0 A .
A. 445 W B. 500 W C. 500 - 30 0 W D. 0,005 kW

43. Hitung besar daya SEMU, bila tegangan, V = 100 0 0 V dan arus, I = 5 0 0 A .
A. 500 VA B. 500 VAR C. 500 kW

11

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

D. 500 kVAR

44. Hitung besar daya AKTIF, bila tegangan, V = 100 0 0 dan arus, I = 5 0 0 A .
A. B. C. D. 500 W 500 VAR 500 kW 500 kVAR

45. Hitung besar daya REAKTIF, bila tegangan, V = 100 0 0 dan arus, I = 5 0 0 A .
A. B. C. D. 0 VAR 500 VAR 250 VAR 0,005 kVAR

46. Empat buah lampu pijar masing-masing sebesar 25 W menyala selama 8 jam, maka energi yang dikonsumsi oleh ke empat lampu pijar tersebut adalah A. 800 kWH B. 0,080 kWH C. 0,008 kWH D. 0,800 kWH

47. Arus yang mengalir dalam sebuah sirkit SERI yang diberi catu tegangan 120 V adalah 5 A. Bila
resistor pertama 4 , resistor kedua 15 maka resistor ketiga adalah yang akan menyerap daya sebesar .. W A. 5 ; 25 W B. 25 ; 25 W C. 25 ; 5 W D. 5 ; 5 W

48. Hitunglah impedansi dari sebuah tahanan 5 yang terhubung seri dengan suatu induktor 1,0 H
pada suatu frekuensi sebesar1,0 MHz adalah. A. 5 + j 6,28 B. 5 - j 6,28 C. 5 + j 1 D. 5 - j 1 pada suatu frekuensi sebesar1,0 MHz adalah. A. 5 - j 0,1592 B. 5 + j 0,1592 C. 5 + j 1 D. 5 - j 1 konduktansi ekivalennya. A. 0,04 S B. 25 S C. 0,04 D. 25

49. Hitunglah impedansi dari sebuah tahanan 5 yang terhubung seri dengan suatu Kapasitor 1,0 F

50. Sebuah resistor sebesar 10 dihubungkan seri dengan resistor lain sebesar 15 . Hitunglah

51. Hitunglah nilai-nilai kapasitansi minimum dan maksimum yang dapat diperoleh dengan
menggunakan tiga buah kapasitor-kapasitor 0,01 F. A. 0,03 ; 3333,34 B. 0,01 ; 0,0034 C. 0,03 ; 0,01 D. 3333,34; 0,03

12

TEKNIK TENAGA LISTRIK

52. Hitunglah besarnya admitansi dari suatu impedansi Z = 2 + j3


A. B. C. D. 0,1538 - j 0,2307 S 0,1538 - j 0,2307 S 0,5 + j 0,333 S 0,5 - j 0,333 S

53. Bilangan komplek Z = 3 + j4, setara dengan A. Z = 5 59,00 0 B. D.

Z = 3 59,00 0 Z = 5 40,96 0

C. Z = 4 59,00 0

54. Bilangan komplek Z = Z = 10 45 0 , setara dengan


A. B. C. D. Z = 7,60 + j6,49 Z = 6,49 + j7,60 Z = 10 + j7,60 Z = 6,49 + j10

55. Dua buah impedansi masing-masing Z1 = 3 - j 4 dan Z2 = 1 + j2 . Nilai impedansi ekivalen dari
kedua impedansi bila terhubung SERI adalah.. A. 4 + j 2 B. 4 - j 2 C. 11 + j 2 D. 11 - j 2

56. Dua buah impedansi masing-masing Z1 = 5 59,00 0 dan Z = 10 45 0 . Nilai impedansi


ekivalen dari kedua impedansi bila terhubung SERI adalah.. A. 10,60 + j 10,49 B. 10,60 - j 10,49 C. 10 + j 10 D. 15 - j 20

57. Tegangan fasa fasa dari suatu sistem tiga fasa empat kawat VLL = 220 Volt, maka tegangan fasa
netral dari sistem tersebut adalah A. 220/4 V B. 220 V C. 127 V D. 220/3 V

58. Suatu sistem tenaga listrik tiga fasa tiga kawat dengan tegangan VRS = VRT = VST = 380 Volt, maka
tegangan VRN adalah A. 127 V B. 220 V C. 380/4 V D. 380/3 V
0 0 0 59. Tiga buah arus masing-masing I a = 100 A, I b = 10 120 A, dan I c = 10120 A. Bila 1 I 0 = ( I a + I b + I c ) , maka besar I 0 adalah. 3 A. 30 0 0 A B. 30 360 0 A C. 0 0 0 A

13

KUMPULAN SOAL TEKNIK TENAGA LISTRIK

D.

30 0 0 A

60. Tiga buah elemen rangkaian masing-masing R = 5, L = 1 mH, dan C = 100 F terhubung secara
seri. Bila frekuensi 1000 Hz. Hitunglah besarnya impedansi rangkaian tersebut. A. 5,00 + j 4,84 B. 5,00 + j 6,40 C. 5,00 + j 1,56 D. 0,005 seri. Bila frekuensi 1000 Hz. Hitunglah besarnya impedansi rangkaian tersebut. A. 0,050 B. 0,500 C. 5,00 D. 0,005 adalah. A. 20o B. -10o C. 10o D. 0o

61. Tiga buah elemen rangkaian masing-masing R = 5 , L = 100 H, dan C = 100 F terhubung secara

62. Jika v = 141,4 Sin(t 100) Volt, dan i = 7,05 Sin (t + 100) Ampere, maka besar sudut fasa

63. Jika v = 141,4 Sin(t 100) Volt, dan i = 7,05 Sin (t + 100) Ampere, maka besar faktor kerja
adalah. A. 0,98 B. 0,95 C. -0,98 D. -0,95

64. Jika 100 10 0 ) Volt, dan 5 10 0 A Ampere, beban yang ada adalah beban.
A. B. C. D. Kapasitif Induktif Resistif Induktif murni

65. Jika v = 141,4 Sin(t 100) Volt, dan i = 7,05 Sin (t + 100) Ampere, beban yang ada adalah
beban A. Kapasitif B. Induktif C. Resistif D. Induktif murni 66. Sebuah Transformator satu fasa dengan tegangan primer 13,8 kV dan tegangan sekunder 150 kV, maka besarnya ratio Transformator tersebut adalah A. 10,86 B. 0,092 C. 10 D. 9,2 67. Sebuah Transformator penaik tegangan, mempunyai perbandingan belitan 10 kali. Bila besar tegangan disisi primer 220 Volt, maka besar tegangan disisi sekunder adalah A. 220 V B. 2200 V C. 22 V D. 2,2 V 68. Salah satu fungsi Transformator daya pada sistem tenaga adalah A. Menaikan dan menurunkan tegangan sistem B. Menurunkan tegangan sistem C. Menaikan tegangan sistem D. Memindahkan daya elektrik dari satu sirkit ke sirkit lain

14

TEKNIK TENAGA LISTRIK

69. Efisiensi maksimum suatu Transformator akan dicapai bilamana.. A. Rugi tembaga sama dengan Rugi besi B. Rugi tembaga primer sama dengan Rugi tembaga sekunder C. Rugi besi sama dengan Rugi inti D. Rugi tembaga primer sama dengan Rugi besi 70. Rugi inti Transformator terdiri dari A. Rugi histerisis dan rugi arus edy B. Rugi tembaga, dan rugi arus edy C. Rugi tembaga dan rugi besi D. Rugi tembaga dan histerisisi 71. Untuk menghindari sirkulasi arus lokal dan pembagian beban yang tidak proporsional pada kerja paralel dua atau lebih Transformator maka Transformator harus memenuhi A. Rating tegangan primer dan sekunder dari Transformator harus identik B. Tipe harus sama C. Tipe dan rating harus sama D. Perbandingan lilitan harus sama 72. Peralatan yang dipergunakan untuk dapat mengkonversi energi elektrik menjadi energi elektrik adalah. A. Motor B. Generator C. Tranformator D. Mesin 73. Peralatan yang dipergunakan untuk dapat mengkonversi energi mekanik menjadi energi elektrik adalah. A. Motor B. Generator C. Tranformator D. Mesin 74. Arah daya gerak listrik ditentukan dengan aturan tangan kanan, dengan jempol, telunjuk dan jari tengah saling tegak lurus yang menunjukkan arah A. Fluks,Gaya, Arus B. Fluks,Gaya,Tegangan C. Gaya,Arus,tahanan D. Gaya,kuat medan, daya

75. Pada mesin empat kutub 3600 putaran mekanik akan sama dengan .derajat putaran listrik.
A. 720 D. 4 B. 360 C. 180 D. 90

15