MENTERIKESEHATAN

REPUBLIK INDONESII

KEPUTUSAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK NOMOR : 134/MENKES/SKlltl12006 TENTANG UNIT DESENTRALISASI

INDONESIA

MENTERI

KESEHATAN

REPUBLIKINDONESIA,

Menimbang:

a. bahwa dalam rangka menunjang pelaksanaan dari UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pernerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebe .. gai Daerah Otonom telah ditetapkan Unit Desentralisasi Departemen Kesehatan; b. bahwa terdapat sehingga perlu Desentralisasi; perubahan merubah struktur organisasi Departemen Kesehatan susunan organisasi dan personalia Unit

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Unit Desentralisasi;

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 4. Peraturan Pemerintah Nomor : 20 Tahun 2001 Tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nornor 41. Tambahan Ler;',baran

5. Peraturan Preaiden Nomor 9 Tahun 2005 Tentang Kedudukan, Tugas, Funqsl. Kewenangan, Susunan. Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Repubiik Indonesia; 6. Peraturan Presiden Nemer 10 Tahun 2005 Tentang Unit Organisasi Tugas Eselon l Kementerian Negara Republik Indonesia; dan

Keputusan Menteri Kesehatan Pe. Keputusan fvlenteri Kesehatan Nomor 004/MENKES/SKlII2003 Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan.ampiran I Keputusan ini Unit Desentralisas: sebagaimana struktural dan bersirat ad-hoc. kegiatan dalam f. kesehatan di dimaksud Desentralisasi sebagaimana Ketiga : Diktum Kedua merupakan Unit non Keempat : b. khususnya kabupaten/kota.a fasilitasi kegiatan desentralisasi ke daerah (propinsi dan kabupaten/kota). 8. . c. Melakukan telaah kritis terhadap penerapan desentralisasi semua tingkat administrasi. propinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan desentralisasi kesehatan. memberikan pembekalan dan melakukan pemberdayaan Tenaga PDK dalam rangk. d. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1274/MENKES/SKl111/2005 Rencana Strategis Departemen Kesehatan tahun 2005-2009.doman Penatalaksanaan Kesehatan. Menyusun policy papertentang berbagal aspek penerapan desentrallsasi kesehatan sebagai bahan masukan bagi pengambilan keputusan. Melakukan rekruitrnen Tenaga Pendamping Desentralisasi Kesehatan (POK).MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESID 7. Mengembangkan konsep untuk peningkatan kapasitas institusi di pusat. 10. Unit Desentralisas: bertugas: a. e. Tentang Nornor 1419/MENKES/SKlXJ2003 Tentang Tenaga Pendamping Desentralisasi 9. Peraturan Menteri Kesehatan Nornor 1575/MENKESJPer/XI/2005 Organisasi dan Tata Kerja Qepartemen Kesehatan. Memfasilitasi berbaqai kegiatan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan sumber daya dalam rangka penerapan desentralisasi kesehatan. Tentang Tentang MEMUTUSKAN: Menetapkan Kesatu : Kedua: KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG UNIT DESENTRALISASI. Susunan Orqanisasi dan Personalia Unit tercanturn dalam l. Memfasilitasi pelaksanaan langkah-Iangk"ah kunci dan Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan.

PHP II. 7. GTZ 9. DHS I. Sekretaris Eksekutif PHP I. Badan Pengawasan Keuangan dan P·_. I. Keputusan lni. dr. HSP (USAIO). Menteri Negara Pendayaq. 3. Yang bersangkutan .mbangunan di Jakarta. SITI FADILAH SUPARI. 2. 5. Oitetapkan Pada Tanggal di Jakarta 13 Maret 2006 ESEHATAN L~· Dr. rnaka Keputusan Menteri Kesehatan Tentang Unit Desentralisasi dicabut dan Keenarn : Ketujuh : Kedelapan: ini rnulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. DHS II. Para Pejabat Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan.MENTER I KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kelima : Dalam rnelaksanakan tugasnya Unit Desentralisasi berpedoman pada Tatalaksana U'lit Oesentralisasi sebagairnana tercanturn dalam Lampiran II Keputusan Ini Sega!a biaya yang timbul sebagai pelaksanaan Keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Belanja Departemen Kesehatan Tahun 2006 dan surnber lain yang sah dan tidak mengikat. Menteri Dalam Negeri RI di Jakarta. Dengan ditetapkan Keputusan Nomor 08/ME!'-lKES/SKlI/2005 dinyatakan tidax berlaku lagi. Sadan Pemeriksa Keuc:ngan di Jakarta. HWFS.maan Aparatur Negara di Jakarta. Sp. 8.JP (K) Tembusan : Kepada Yth. Menteri Keuangan RI di Jakarta. 6. 4. SCHS (UE). Para Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.

M. SAM Bideng Teknolcqi Kesehatan dan Globalisasi 9.Kusnadinata .Herri Ruswan. 6. Direktur Jcnoeral PP dan PL 4. Randasuli Latuconsina. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 5. 5. Direktur Jenderal Bina PeJayanan Medik 3. Beriyanto. SAM Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat 10. Inspektur Jenderal 6. M. MSc Tri Hadiah Herawati. SKM.Sos 3. 2. Tim Pengarah Ketua Sekretaris Anggota Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan DAN PERSONALIA UNIT DESENTRALlSASJ SAM Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi : 1. Rini Purwaningrum. Dr. M.Kes Ora. SAM Bidang Medico Legal II. SPd 2. S. o. MM 1. PhD Dr. 7. Kepala Badan ?PSDM Kesehatan 8. 8. MScPH Kapasitas Kelembagaan Sekretaris Anggota Staf Sekretariat 1 Gusye Charles Yonki. Direktur Janderal Bina Kesehatan Masyarakat 2. Sihadi. Kepala Badan Litbangkes 7.Kes Noar Edi Widya 8. 4. M. Enny Wahyu Lestari.REPUBLIK INDONESIA MENTERIKESEHATAN Lampinan I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 134/MENKES/SK/II1I2006 T anqqal : 13 Maret 2006 SUSUNAN ORGANISASI I.Kes Ir. 3. Faiq Bahfein SH Dr. Tim Pelaksana Penanggung Penanggung Jawab Umurn Jawab Harlan Sekretaris Jenderal SAM Bidang Peningkatan dan Desentralisasi org. Triono Soendoro.Kes Org. SAM Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan 11.

esehatan 17.JP (K) . Kepala Pusdiklat 14. Sekretaris Sadan Utbangkes 12. Sp. 8. Tim Teknis Ketua Anggota Kepala Pusat Kajian Pembangunan 1.REPUBLIK INDONESIA MENTERIKESEHATAN III. Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan 13. dr. 4. Kepala Pusat Prornosi l<. Kepala Pusat Data dan Informasi Kesehatan 16. Kepala Pusgunakes 15. 2. Kesehatan Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kepata Biro Kepegawaian Kepala Biro Hukurn dan Organisasi Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan Sekretaris Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Sekretaris Ditjen PP dan PL Sekretaris Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes Sekretaris Inspektorat Jenderal 10. Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan MENTERIKESEHATAN ~: Dr. 5. Kepala Pusat Komunikasi Publik 18. 3. SITI FADILAH SUPARl. 6. 7. 9.

Ini menuntut penyesuaian pola fikir dan gaya manajemen yang cepat dalam situasi yang tidak menentu (learning organization). Beberapa pedoman telah ditetapkan antara lain Kepmenkes Nemer: 00-1/MENKES/SK/I/2003 tentanq Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan. serta Kepmenkes Nomor 1274/MENKES/SKNIII/2005 Tentang Reneana Strategis Departemen Kesehatan Tahun 2005-2009. Pertukaran informasi tentang inovasi baru dilaksanakan sehingga dapat dicapai kesamaan pemahaman tentang situasi yang dihadapi. dunia juga menghadapi globalisasi yang akan berpengaruh terhadap semua segi kehidupan. Organisas: masa depan harus mampu menyerap perubahan-perubahan yang akan terjadi dalam era desentralisasi dan berorientasi kepada hasil (mission driven).arnpiran Nornor II : 134/MENKES/SKIilI/2006 Keputusan Menteri Kesehatan Tanqqal : 13 Maret 2006 PEDOMAN TATA LAKSANA UNIT DESENTRALISASI DEPARTEMEN KESEHATAN RI I. Perubahan yang besar ini menqharuskan adanya perubahan peran dan fungsi birokrasi di semua tingkat administrasi. . LATAR BELAKANG Desentralisasi rnenyebabkan perubahan mendasar dalarn tatanan pemerintahan.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA l. Pelayanan kesehatan harus memiliki kapasitas untuk berkembang dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dengan semua pihak terkait. akuntabilitas dan efisiensi urusan kesehatan sesuai den9an kebutuhan masyarakat setempat. Sementara itu. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perirnbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.sehatan. Kebijakan mi diperlukan dalam rangka rnewujudkan pelayanan kesehatan yang menjamin eksternalitas. masih perlu diikuti pengembangan berbagai kebiiakan dalam bentuk Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri Kesehatan untuk mendukung keberhasilan penerapan desentralisasi. Kepmenkes Nomor : 1419/MENKES/SKlX/2003 Tentang Pedoman Penataiaksanaan Tenaga Pendamping Desentralisasi Ke. Dengan latar belakang pernikiran seperti diatas telah dibentul< Unit Desentralisasi yang merupakan Unit non struktural dan bersifat ad hoc di tingkat pusat untuk mendukung keberhasilan desentralisasi kesehatan di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Dirasakan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan sinergi antara Unit Utama dan antar Program. :<epmenkes Nomor : 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di· Kabupaten/Kota. Untuk ltu. Narnun demikian. dibutuhkan upaya khusus untuk mendukung keberhasifan proses transisi tersebut. Suatu perubahan yang mendasar seyogyanya melalui proses transisi yang kompleks..

propinsi dan kabupaten/kota dalarn melaksanakan desentralisasi kesehatan. Untuk itu keberadaan Unit Desentralisasi Departemen Kesehatan perlu dilanjutkan dengan ketetapan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. 4. . II. 3. 2. Tujuan Unit Desentralisasi dibentuk dengan tujuan untuk membantu Menteri Kesehatan dalam melakukan analisis dan memberikan alternatif saran tentang kebijakan desentralisasi kesehatan sehingga dapat menjamin tersedianya pelayanan kesehatan masyarakat terutama bagi kelompok rentan dan miskin. B. Mengelola pemberdayaan Tenaga PDK untuk melaksanakan fasilitasi ke kabupaten/kota yang membutuhkan. Memfasilitasi berbagai kegiatan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan sumber daya dalam rangka penerapan desentralisasi kesehatan. Penatalaksanaan Unit Desentralisasi perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan yang rnerupakan unit non struktural dan bersifat ad hoc dengan masa kerja satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerapan desentralisasi. Menyusun policy paper tentang berbagai aspek penerapan desentralisasi kesehatan sebagai bahan masukan bagi pengambilan keputusan. Unit Desentnalisasi dinilai sangat berhasil dalam memberdayakan Tenaga Pendamplng DesentraHsasl Kesehatan (PDK) memfasilitasl Dinas Kesehatan dalam rangka percepatan desentralisasi. 5. Struktur organisasi Unit Desentralisasi tendiri dan Tim Pengarah.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Hasil pertemuan Tim Teknis di Satam tanggal 30 Agustus sampai dengan 2 September 2005 dan di Yogyakarta tanqqal 15 s/d 19 Desember 2005 menyatakan bahwa Unit Desentralisasi sang at membantu dalam memtasilitasi dan mensinergikan kegiatan-kegiatan di Departemen Kesehatan khususnya berkaitan dengan penerapan Kepmenkes Nomor: 004/MENKES/SK/I/2003. khususnya di kabupaten/kota. Melakukan telaah kritis terhadap penerapan desentralisasi kesehatan di semua tingkat adrninistrasi. Mengembangkan konsep untuk peningkatan kapasitasinstitusi di pusat.' Tim Teknis dan Tim Pelaksana denqan Tenaga PDK. Tugas Pokok 1. 6. TUJUAN DAN TUGAS POKOK A. Untuk memenuhi tugas pokok tersebut. perlu didukung Sekretariat Unit Desentralisasi yang ditetapkan dengan Keputusan Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Memfasilitasi pelaksanaan langkah-Iangkah kunci dan kegiatan dalam Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan. Agar pelaksanaan kegiatan Unit Desentralisasi dapat berjalan lancar.

Organisasi Profesi. LSM. Penanggung Jawab Urnum dan Penanggung Jawab Hariar. arahan dan infonmasi serta isu terkini rnenyangkut kebijakan Unit Utama yang berkaitan dengan desentralisasi. Anggota melaksanakan kegiatan sesuai reneana kerja tahunan dan kegiatan lain yang ditugaskan Tim Pengarah dan Penanggung Jawab. Inspektorat Jenderal. Tim Pengarah : Berkewajiban memberikan petunjuk. Staf sekretariat membantu sekretaris dalam melaksanakan tuqas kesekretariato. Merupakan perwakilan tetap dan Unit Utarna (Direktorat Jenderal. Tidak tertutup kernungkinan Unit Desentralisasi menggali pengalaman dari negara lain antara lain dengan mendatangkan tenaga ahli/konsultan dan negara bersangkutan dalam keqiatan seminar! lokakarya atau melakukan studi komparatif ke negara lain. kabupaten/kota). Sekretaris Unit Desentralisasi melaksanakan tugas koordinasi Sekretariat Unit Desentralisasi dalam memberikan dukungan administrasi kepada keseluruhan komponen Unit Desentralisasi dalam melaksanakan tugas dan funqsinya.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA III. Proyek PLN dan Hibah serta berkonsultasi dengan berbagai nara sumber dan Departemen lain/Lembaga Pemerintal1 Non Oepartemen. memberikan arahan/saran dan memantau pelaksanaan keqiatan unit desentralisasi.h. • Melakukan analisis yang objektif tentang penerapan . Sekretariat Jenderal.n dan tugas-tugas umum yang diberikan oleh Sekretaris Unit Desentralisasi Sekretariat UD: . dan Badan) dan berfungsi untuk • Menjadi focal point di dalam Unit Utama. Perguruan Tunggi dan Stakeholders lain serta memfasilitasi propinsi dan kabupaten/kota (Lihat Bagan Tata . Dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi ke daerah (propinsi. lubunqan Kerja). Unit Desentralisasi. Unit Desentralisasi dapat menugaskan Tenaga PDK untuk melaksanakan fasilitasi atas nama Unit Desentralisasi. • Memberikan informasi yang rnutakhir tentang penerapan desentralisasi kesehatan dan isu terkini yang dlhadapi dalam Tim Teknis : desentrallsasl. HUBUNGAN KERJA Oalam melaksanakan tugas dan fungsinya Unit Desentralisasi melaksanakan koordinasi antar Unit Utarna di dalam lingkup Oepkes dan SE. Salah seorang Anggota merangkap sebagai Sekretaris Unit Oesentralisasi. Tim Pelaksana : Menyusun agenda prioritas selama satu tahun yang disetujui Tim Pengarc. desentralisasi kesehatan dan iSLIterkini yang dihadapi oleh unit yang diwakilinya.

Segala biaya yang tirnbul sebagai pelaksanaan Keputusan mi dibebankan pada Anggaran Belanja Departemen Kesehatan Tahun 2006 dan sumber lain yang sah dan sifatnya tidak mengikat. V. Tenaga PDK dikoordinasikan oleh Sekretariat Unit' Desentralisasi. PEMBIAYAAN Pembiayaan untuk Unit Desentralisasi akan terbagi dalarn pembiayaan untuk operasional unit dan pemoiayaan untuk melaksanakan agenda kerja tahunan. MONITORING DAN EVALUASI Melalui Penanggung Jawab Umum/Penanggung jawab Harlan.MENTER I KESEHATAN REPUBLlK INDONESIP. Tenaga PDK: Merupaxan tenaga funqsional desentrallsasi yang ditugasi khusus untuk memfasilitasi dan mendampingi petugas di Propinsif Kabupaten/Kota dalam mewujudkan kesinambunqan. IV. keserasian dan keselarasan pembangunan bidang kesehatan. . dilaporkan kepada Menteri Kesehatan melalui Sekretaris Jenderal. Pada akhir tahun dilakukan pertanggung jawaban untuk dievaluasi dan ditetapkan tindak lanjut untuk tahun berikutnya. secara berkala hasil kerja Unit Desentralisasi sesudah memperoleh tanggapan dan penyempurnaan Tim Pengarah. Dalarn melaksanakan kegiatan fasilitasi di daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful