Anda di halaman 1dari 13

SEBARAN MOLUSKA DI PANTAI PASIR PUTIH, DESA DALEGAN KECAMATAN PANCENG, GRESIK

Fitria Dwi Apriyanti, Elvi Era Fitri, Umi Istiqomah, dan Yoga Tri Bakti Rachmat Jurusan Biologi-FMIPA Universitas Negeri Surabaya, Email : fitripolymorpha@ymail.com

ABSTRAK Penelitian gastropoda dan bivalvia yang kami lakukan pada tanggal 10 Maret 2012 di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gastropoda dan bivalvia apa saja yang terdapat di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik beserta sebarannya di daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampling di tiga intertidal yang berbeda yakni, intertidal atas, tengah dan bawah. Penelitian ini dilakukan dengan membuat plot berukuran 10m x 1m untuk setiap intertidal. Identifikasi sampling dilakukan di Laboratorium Taksonomi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya. Secara keseluruhan, dari hasil penelitian, jenis moluska di Pantai Pasir Putih didapatkan 2 kelas yaitu kelas bivalvia dan gastropoda. Pada kelas bivalvia tidak ditemukan di intertidal atas, namun ditemukan di intertidal tengah dan intertidal bawah yang terdiri dari 2 famili yakni Veneridae dan Ostreidae yang berasal dari 3 genus, yakni Gafrarium, Pitar dan Marcia dengan jumlah populasi terbanyak terdapat di intertidal bawah. Dari kelas gastropoda dapat ditemukan di ketiga intertidal. Pada intertidal atas ditemukan 4 famili, yakni Cerithiidae, Turbinidae, Neritidae dan Muricidae yang terdiri dari 6 genus, yakni Clypeomorus, Pseudovertagus, Lunella, Neritopsis, Rhinoclavis dan Chicoreus. Pada intertidal tengah ditemukan 5 famili yakni Muricidae, Turbinidae, Potomididae, Cerithiidae, Neritidae, yang terdiri atas 7 genus yakni Chicoreus, Morula, Turbo, Teriblaria, Clypeomarus, Pseudovertagus dan Nerita. Pada intertidal bawah ditemukan 2 famili yakni Cerithiidaedan Neritidae, termasuk 2 genus yakni Nerita dan Cerithium. Dari data tersebut, sebaran data moluska yang paling banyak terdapat pada intertidal bawah (58,85%). Pada intertidal tengah (32,74%) dan pada intertidal atas (8,41%). Kata kunci: Moluska, Bivalvia, Gastropoda, Intertidal atas, tengah dan bawah.

PENGANTAR Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang meimpah, baik flora dan faunanya. Keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari atas 515 spesies (12% dari jenis mamalia dunia), reptilia 511 jenis (7,3% dari jenis reptilia dunia), burung 1.513 jenis (17% dari jenis burung dunia), amphibi 270 jenis, binatang tidak bertulang belakang 2.827 dan tumbuhan sebanyak 38.000 jenis, di antaranya 1.260 jenis yang bernilai medis (SoeR OF INDONESIA, 2007). Selain itu, wilayah Indonesia sebagian besar terdiri atas kawasan perairan atas kawasan perairan lautyang luas. Laut nusantara mempunyai keanekaragaman hayati (marine megadiversity). Di Indonesia terdapat Rumput laut (makroalga) ada lebih dari 700 jenis, karang batu lebih dari 450 jenis, moluska (bivalvia dan gastropoda) lebih dari 2.500 jenis, Echinodermata sekitar 1.400 jenis, Crustaceae lebih dari 1.500 jenis dan ikan lebih dari 2.000 jenis. Kekayaan keanekaragaman hayati di peraian itu memberikan potensi yang tinggi pula
1

untuk pemanfaatannya, baik secara langsung ataupun tidak langsung (SoeR OF INDONESIA, 2007). Berdasarkan data di atas, salah satu yang banyak keragamannya di perairan laut Indonesia adalah moluska. Moluska mudah ditemukan pada ekosistem akuatik maupun ekosistem terestrial. Pada ekosistem akuatik, terdapat jenis moluska air laut, mangrove dan air tawar. Hingga tahun 2008 moluska air laut dan air tawar tercatat 14.600 nomor koleksi gastropoda (keong dan slug), 1989 nomor koleksi pelecypoda (kerang) dan tahun 2007 telah tercatat 3354 jenis moluska (bivalvia dan gastropoda) yang disimpan di Museum Zoologicum Bogorience, Indonesia (Laboratorium Malakologi dan Invertebrata Lain, Isnaningsih,NR & S.Troelstra, 2008). Hughes (1986) menyebutkan terdapat 2000 spesies gastropoda yang hidup di laut. Sedangkan di Indonesia diperkirakan mencapai 1500 jenis gastropoda (Nontji, 1987). Selain itu, hasil penelitian menunjukkan di hutan mangrove (Sendang Biru, Malang Selatan) ditemukan moluska 17 jenis (78,9%) dari 5 famili gastropoda. Kepadatan jenis tertinggi pada Terebralia sp. (famili Potamididae) dengan 447 individu/m2 (Dian, dkk, 2009) Salah satu perairan laut yang menyimpan banyak keanekaragaman moluska adalah Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan Kecamatan Panceng, Gresik. Pantai berpasir putih ini dicirikan dengan relief landai, butiran pasir yang terdapat di pantainya tersusun atas pecahan cangkang kerang, karbonat berwarna putih, dengan proses sedimentasi yang dominan sehingga pasir tampak berwarna merata. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Pantai pasir Putih yang terletak di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik merupakan salah satu tempat objek pariwisata yang dijadikan tujuan masyarakat untuk mengisi waktu luang dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi. Sehingga, hal tersebut mempengaruhi kondisi Pantai Pasir Putih, baik itu kondisi sosial, ekonomi maupun lingkungannya. Banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Pasir Putih menyebabkan masalah lingkungan yang berupa pencemaran lingkungan yang secara tidak langsung akan mempengaruhi ekosistem organismenya terutama moluska. Adanya peran manusia yang secara langsung maupun tidak, menurunkan kualitas lingkungan Pantai Pasir Putih, dibanding sebelum dijadikan objek pariwisata seperti sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar jenis-jenis moluska yang terdapat di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik.

METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode deskriptif yaitu suatu cara untuk memperoleh data primer dan objek sebagai sumber utama. Penelitian ini memerlukan waktu selam 1 bulan, dimana tempat penelitian yang digunakan adalah di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan panceng, Gresik. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Taksonomi Universitas Negeri Surabaya. Dalam penelitian ini, alat yang digunakan adalah kantong plastik, sarung tangan, penggaris, ember, karet gelang, nampan plastik, toples, kertas label, dan alat tulis. Sedangkan bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah alkohol untuk pengawetan dan jenis-jenis moluska yang hidup di Pantai Pasir Putih, Desa dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik. Dalam penelitian ini, yang dijadikan sasaran penelitian adalah moluska yang hidup di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik. Pada penelitian ini dilakukan dengan mengoleksi berbgai jenis moluska yang hidup di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik dengan metode jelajah. Jelajah dilakukan dengan membuat petak-petak area yang digunakan untuk mengoleksi jenis-jenis moluska dengan membagi 3 daerah menjadi intertidal atas, tengah dan bawah. Jelajah dilakukan saat pantai surut, yakni pada saat bulan purnama pada tanggal 10 Maret 2012 pada pukul 02.30 WIB. Pengambilan sampel dilakukan dengan pengoleksian dengan cara preservasi atau pengawetan dengan menggunankan alkohol. Mula-mula spesimen atau sampel yang diambil kemudian dibersihkan. Setelah itu disortir untuk dilakukan pengawetan. Sampel diambil secara utuh, tidak hanya cangkangnya saja sehingga sampel dimasukkan ke dalam alkohol. Setelah melakukan observasi dan pengawetan sampel moluska, sampel tersebut dilabeli dengan memberikan identitas untuk segera dilakukan identifikasi di Laboratorium Taksonomi Universitas Negeri Surabaya dengan cara mencocokkan morfologi moluska yang didapatkan dengan Buku Identifikasi Moluska.

Peta Lokasi

Sumber: Pusat data PU Jawa Timur (wilayah sumber air Jawa Timur). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak jenis moluska yang ditemukan di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Gresik. Terdapat 9 jenis yang ditemukan di daerah intertidal atas, 16 jenis di intertidal tengah, sedangkan pada intertidal bawah ditemukan 11 jenis. Moluska yang ditemukan meliputi anggota kelas gastropoda dan juga anggota bivalvia.

Tabel 1: Keanekaragaman dan Sebaran Gastropoda Di Pantai Dalegan, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik
Species Famili Clypeomorus coralium Clypeomorus moniliferus Habitat dan Jumlah Intertidal Atas (2) Intertidal Atas (2) Intertidal Tengah (4) Intertidal Atas (2) Intertidal Tengah (2) Intertidal Atas (2) Warna Cangkang Hijau kehitaman Abu-abu kehitaman Panjang Cangkang 2,2-3,3 cm Arah Putaran Cangkang Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral Bentuk Cangkang Gulungan Benang Bulat Bentuk Mulut Cangkang Perbani Jumlah Seluk 9 Hidup Perbani 4 Hidup

Keterangan

1,8-2,3 cm

Pseudovertagu s aluco Cerithiidae Pseudovertagu s nobilis

Putih Kehijauan

1,7-2,9 cm

Contong

Perbani Sempit

5 Hidup

Putih kecoklatan

2,1-3,4 cm

Gulungan Benang

Perbani

6 Hidup

Rhinoclavis vertagus

Merah bata Intertidal Atas (1) Intertidal Bawah (31) Hitam

2,4 cm

Gulungan Benang

Lonjong sempit

4 Hidup

Cerithium alveolum Lunella cinera

1,2 cm

Gulungan benang Pipih

Lonjong

6 Hidup

Intertidal Atas (1) Turbinidae Turbo setosus Intertidal Tengah (14) Intertidal Tengah

Putih tulang

1,8 cm

Sabit dalam

6 Hidup

Hitam

1-3,4 cm

Bulat

Lonjong

5 Hidup

Turbo

Coklat

2,4 cm

Bulat

Perbani

4 5

argyrostoma Chicoreus capucinus

(1) Intertidal Atas (3) Intertidal Tengah (24) Intertidal Atas (3) Intertidal Tengah (6) Intertidal Tengah (1)

kemerahan Hitam 1-3,5 cm

(putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran kanan) Dextral (putaran

Hidup Bulat Lonjong sempit 4 Hidup

Muricidae

Chicoreus stainforthi Morula biconica Teriblaria sulcata Neritopsis radula Nerita insculpta

Putih bercorak coklat Abu-abu

3,4-4,6 cm

Contong

Lonjong Sempit Lonjong sempit Perbani

5 Hidup 4 Hidup 8 Hidup

0,8-2 cm

Bulat

Hitam

2,6 cm

Potomididae

Gulungan Benang Bulat

Nerita undata

Nerita signata

Intertidal (3) Intertidal (10) Intertidal (15) Intertidal (4) Intertidal (6) Intertidal (1)

Atas Tengah Bawah Tengah Bawah Tengah

Putih tulang Putih bercorak hitam Putih bercorak hitam Kuning bercorak coklat Kuning bercorak hitam Kuning bercorak

1,6-2,1 cm

Perbani

3 Hidup

0,9-2,8 cm

Bulat

Perbani

3 Hidup

1,2 cm

Bulat

Bundar

2 Hidup

1,3 cm

Bulat

Bundar

3 Hidup

Nerita polita Neritidae

Nerita plicata

Intertidal Tengah (1) Intertidal Bawah (21) Intertidal Tengah (4)

1,5 cm

Bulat

Perbani

3 Hidup

1,3-1,8 cm

Bulat

Perbani

3 Hidup 6

Nerita planospira

Intertidal Bawah (42) Intertidal Tengah (2) Intertidal Bawah (18)

Coklat Abu-abu kecoklatan 1,5-2 cm

kanan) Dextral (putaran kanan) Bulat Perbani 4 Hidup

Tabel 2: Keanekaragaman dan Sebaran Bivalvia Di Pantai Dalegan, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik
Nama spesies Umbo Habitat dan Jumlah Intertidal (16) Intertidal (2) Intertidal (19) Intertidal (12) Intertidal (3) Tengah Tengah Bawah Bawah Bawah Ada Ada Ada Ada Tidak Ada Ada Ada Ada Ada Ada ligamen Gigi engsel Bekas perlekatan otot adductor anterior Ada Ada Ada Ada Ada Bekas perlekatan otot adductor posterior Ada Ada Ada Ada Ada Garis palial Lekuk Palial

Famili

Keterangan

Veneridae

Ostreidae

Gafrarium tumidum Pitar manillae Marcia hinanta Gafrarium pectiantum -

Ada Ada Ada Ada Ada

Ada Ada Ada Ada Ada

Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada

Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

Pada intertidal atas, hanya ditemukan anggota moluska dari kelas gastropoda dan tidak ditemukan kelas bivalvia. Pada intertidal atas, ditemukan 9 spesies gastropoda yakni Neritopsis radula, Chicoreus capucinus, Chicoreus stainforthi, Clypeomorus coralium, Clypeomorus moniliferus, Pseudovertagus aluco, Pseudovertagus nobilis, Lunella cinera dan Rhinoclavis vertagus, dan dapat dibedakan menjadi 4 famili, yakni famili Cerithiidea, Turbinidae, Neritidae dan Muricidae. Terdiri dari 6 genus, yakni Clypeomorus, Pseudovertagus, Lunella, Neritopsis, Rhinoclavis dan Chicoreus. Dilihat dari jumlahnya, pada intertidal atas jumlah antar spesies yang ditemukan merata, yakni paling banyak 3 yakni pada Neritopsis radula, Chicoreus capucinus dan Chicoreus stainforthi, sedangkan spesies yang berjumlah 2 adalah Clypeomorus coralium, Clypeomorus moniliferus, Pseudovertagus aluco dan Pseudovertagus nobilis dan spesies yang berjumlah 1 adalah Lunella cinera dan Rhinoclavis vertagus. Gastropoda pada intertidal ini banyak dijumpai di karang-karang tepi pantai. Gastropoda menempel pada bebatuan karang ataupun tertindih batu-batu karang, sehingga untuk menemukan gastropoda intertidal atas ini harus dengan cara mengoyak dan memilah-milah batu-batu atau karang tepian pantai. Hal tersebut juga senada dengan apa yang dikatakan Barnes (1987) yang menyebutkan bahwa beberapa jenis dari gastropoda hidup menempel pada substrat yang keras seperti karang atau bebatuan pantai, namun ada juga yang hidup di pasir atau lumpur. Pada umumnya Gastropoda yang ditemukan pada daerah intertidal atas menempel pada terumbu karang (Barny, 1972). Pada intertidal tengah, didapatkan 2 kelas moluska yakni gastropoda dan bivalvia. Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah gastropoda masih mendominasi sebaran moluska laut di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik. Diperoleh gastropoda sebanyak 13 spesies yang terdiri Chicoreus capucinus, Morula biconica, Turbo argyrostoma, Turbo setosus, Teriblaria sulcata, Clypeomarus monileferus, Pseudovertagus aluco, Nerita insculpta, Nerita undata, Nerita signata, Nerita polita, Nerita plicata dan Nerita planospira dari 5 famili yakni Muricidae, Turbinidae, Potomididae, Cerithiidae, Neritidae, dan terdiri atas 8 genus yakni Chicoreus, Morula, Turbo, Cerithadae, Teriblaria, Clypeomarus, Pseudovertagus, dan Nerita. Pada kelas bivalvia hanya ditemukan 2 spesies saja yakni Gafrarium tumidum dan Pitar manillae, yang berasal dari 1 famili yang sama yakni Veneridae, namun berbeda dalam 2 genus, yakni Gafrarium dan Pitar. Jumlah gastropoda yang sangat mendominasi di intertidal tengah adalah Chicoreus capucinus dengan jumlahnya 24, dan selanjutnya Turbo setosus sebesar 14 dan Nerita insculpta sebanyak 10. Sedangkan gastropoda lainnya jumlahnya hanya sedikit yakni berkisar antara 1 sampai 6. Bivalvia pada intertidal
8

tengah hanya ditemukan 2 spesies yang diperoleh di batas antar intertidal tengah dan intertidal bawah. 2 spesies ini terbenam di lumpur, sehingga untuk mendapatkannya harus dilakukan penggalian dengan tangan kira-kira sedalam 5 cm di dalam lumpur atau pasir. Di intertidal ini juga masih dijumpai spesies yang sama seperti pada intertidal atas, misalnya Chicoreus capucinus dan Clypeomarus monileferus. Di sini terdapat kesamaan dalam tingkat famili yakni Muricidae, Turbinidae, Potomididae, Cerithiidae, Neritidae dan genusnya Clypeomarus, Pseudovertagus dan Chicoreus, namun bivalvia pada intertidal ini sangat sedikit jenisnya. Pada intertidal bawah, didapatkan 2 kelas moluska yakni gastropoda dan bivalvia. Jenis gastropoda antara lain Nerita planospira, Nerita insclupta, Nerita undata, Nerita plicata, Nerita polita, Nerita planospira, dan Cerithium alveolum. Yang merupakan famili Neritidae dan Cerithiidea, dan termasuk dalam genus Nerita dan Cerithium. Jenis gastropoda yang ditemukan di intertidal bawah sebagian besar berbeda dengan gastropoda yang ditemukan di intertidal sebelumnya, dengan jumlah yang mendominasi adalah Nerita plicata sebanyak 42 dan Cerithium alveolum sebanyak 31. Gastropoda dengan jumlah paling sedikit adalah Nerita undata sebanyak 6. Spesies yang lain tersebar dengan jumlah yang merata seperti Nerita planospira sebanyak 18, Nerita insclupta sebanyak 15 dan Nerita polita sebanyak 21. Gastropoda pada intertidal bawah berada dalam satu famili dengan intertidal-intertidal sebelumnya yakni Neritidae dan Cerithiidea. Namun jumlahnya sangat banyak ditemukan di intertidal bawah dibanding intertidal sebelumnya. Selain gastropoda, di intertidal bawah juga ditemukan bivalvia seperti halnya pada intertidal tengah, namun di intertidal bawah lebih banyak jenis dan ragamnya. Antara lain Pitar manillae (seperti pada intertidal tengah), Gafrarium pectiantum, Marcia hinanta dan jenis tiram dari famili Ostreidae. Jika dilihat dari segi julmlah, bivalvia di intertidal bawah lebih banyak dan beragam dibanding di intertidal tengah. Gastropoda yang ditemukan di Pantai Pasir Putih ini merupakan gastropoda air laut yang bentuknya sempurna, yakni tersusun atas kepala, leher, kaki dan badan (Barnes, 1987). Gastropoda memilki cangkang tunggal yang berupa terowongan berbentuk spiral dan melingkar. Pada bagian dasar atau bawahnya lebih lebar dan bagian atas melingkar seperti kerucut (Mather & Bennet, 1984). Pernyataan ini juga didukung oleh Barnes (1987) yang menerangkan bahwa gastropoda memiliki bentuk cangkang spiral mengerucut yang tersusun atas gulungan-gulunagan berbentuk tabung yang berisi jaringan tubuh. Sebagian besar gastropoda laut yang ditemukan di Pantai Pasir Putih, Desa Dalegan, Gresik mempunyai cangkang dextral (arah putarannya ke kanan). Dijelaskan dalam Nontji (1987) b ahwa hal tersebut
9

akibat

pengendapan dengan

bahan bagian

cangkang dalam

bagian sehingga

luar

berlangsung

lebih

cepat pada

dibandingkan

pertumbuhan

cangkang

gastropoda memilin seperti spiral. Putaran cangkang ini akan melindungi bagian tubuhnya yang berisi bagian-bagian dari sistem pencernaan, sirkulasi, re spirasi, eksresi dan reproduksi. Untuk Bivalvia atau lebih dikenal dengan nama kerang, mempunyai dua keping atau belahan yaitu belahan sebelah kanan dan kiri yang disatukan oleh suatu engsel bersifat elastis disebut ligamen dan mempunyai satu atau dua otot adductor dalam cangkangnya yang berfungsi untuk membuka dan menutup kedua belahan cangkang tersebut. Untuk membedakan belahan kanan dan balahan kiri cangkang terkadang mengalami kesulitan, hal ini biasa terjadi pada bivalvia yang hidup menempel pada benda keras misalnya pada karang, karena pertumbuhan bivalvia ini mengikuti bentuk dari permukaan karang tersebut, sehingga bentuknya tidak wajar, seperti pada tiram (Barnes, 1982). Bivalvia tidak memiliki kepala, mata serta radula di dalam tubuhnya. Tubuh bivalvia hanya terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu kaki, mantel, dan organ dalam (massa visseral). Kaki dapat ditonjolkan di antara dua cangkangnya, kemudian bergerak memanjang dan memendek untuk bergerak dan merayap (Robert et al,1982). Berbeda dengan gastropoda yang kebanyakan menempel di karang atau bebatuan, pada bivalvia cara menemukannya di pantai ini sedikit berbeda dengan cara mencari gastropoda lautnya. Untuk mencari bivalvia harus menggali lumpur laut atau pasirnya sedalam kira-kira 5 cm sampai 7 cm. Karena bivalvia pada umumnya hidup membenamkan dirinya dalam pasir atau lumpur dan beberapa jenis diantaranya ada yang menempel pada benda-benda keras dengan semacam serabut yang dinamakan byssus. Demikian pula Nontji (1987), bivalvia hidup menetap di dasar laut dengan cara membenamkan diri di dalam pasir atau lumpur bahkan pada menempel sangat rapat pada batu-batu karang. Dari pembahasan di atas, dapat diketahui bahwa dalam 3 intertidal berbeda, terdapat perbedaan jenis moluska yang hidup di area tersebut, walaupun terdapat jenis yang sama dijumpai pada ketiga daerah intertidal. Namun dari ketiga intertidal tersebut dapat dilihat karakteristik sebaran jenis moluska, dimana pada intertidal atas hanya ditemukan kelas gastropodanya saja. Pada intertidal tengah ditemukan gastropoda dan juga mulai ada beberapa spesies bivalvia yang didapatkan di perbatasan antara intertidal tengah dan bawah. Sedangkan pada intertidal bawah keragaman jenis moluska semakin besar dibanding ada intertidal sebelumnya, yakni selain terdapat gastropoda yang jumlahnya melimpah, juga didapatkan
10

bivalvia dengan jenis dan keragaman yang lebih banyak, yang tidak ditemukan pada intertidalintertidal sebelumnya, yakni pada intertidal atas dan tengah.

SIMPULAN Jenis Mollusca yang terdapat di Pantai Pasir Putih sebanyak 2 kelas yaitu, kelas bivalvia dan gastropoda. Pada kelas bivalvia tidak ditemukan di intertidal atas, namun ditemukan di intertidal tengah (gafrarium tumidum dan Pitar manillae) dan intertidal bawah (Pitar manillae, Marcia hinanta Gafrarium pectiantum, dan sejenis tiram dari famili Ostreidae) dengan jumlah populasi yang paling banyak di intertidal bawah. Pada kelas gastropoda dapat ditemukan di ketiga intertidal. Pada intertidal atas ditemukan ditemukan Neritopsis radula, Chicoreus capucinus Chicoreus stainforthi. Clypeomorus coralium, Clypeomorus moniliferus,

Pseudovertagus aluco Pseudovertagus nobilis, Lunella cinera dan Rhinoclavis vertagus serta dapat dibedakan menjadi 4 famili, yakni famili Cerithiidea, Turbinidae, Neritidae dan Muricidae. Terdiri dari 6 genus, yakni Clypeomorus, Pseudovertagus, Lunella, Neritopsis, Rhinoclavis dan Chicoreus. Pada intertidal tengah ditemukan Chicoreus capucinus, Morula biconica, Turbo argyrostoma, Turbo setosus, Teriblaria sulcata, Cerithadae Cingulata, Clypeomarus monileferus, Pseudovertagus aluco, Nerita insculpta, Nerita undata, Nerita signata, Nerita polita, Nerita plicata dan Nerita planospira dari 5 famili Muricidae, Turbinidae, Potomididae, Cerithiidae, Neritidae, dan terdiri atas 8 genus yakni Chicoreus, Morula, Turbo, Cerithadae, Teriblaria, Clypeomarus, Pseudovertagus, Nerita. Pada intertidal bawah ditemukan Nerita planospira, Nerita insclupta, Nerita undata, Nerita plicata, Nerita polita, Nerita planospira, dan Cerithium alveolum. Yang merupakan famili Neritidae dan Cerithiidea, dan termasuk dalam genus Nerita dan Cerithium. Dari data tersebut, sebaran data moluska yang paling banyak terdaat pada intertidal bawah (58,85%). Pada intertidal tengah sebesar (32,74%) dan pada intertidal atas hanya (8,41%).

11

KEPUSTAKAAN Barnes, R. D. 1987. Invertebrate Zoology. Fith edition. Sounders College Publishing Berry, A. J. 1972. Fauna Zonatio in Mangrove Swamps. Departement of Zoology. University of Malaya Dharma, B. 1988. Siput Dan Kerang Indonesia I. PT. Sarana Graha, Jakarta Hughes, R.H. 1986. A Fungtional Biology of Marine Gastropods. First Published. John Hopkins University Press. USA:7-112. Kennish, M. 1990. Ecology of Estuary, Biologycal Aspect. Vol 2. CRC Press, Boston Mather, P., and Bennet, I. 1984. Aguid To The Fauna, Flora and Geology of Heron Island and Adjacent Reef and Bays. The Australian Coral Reef Society Incorporate. The Great Barrier Reef Committee Brisbane Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta. Robert, D. And Soemodiharjo. 1982. Shallow Waters Marine Mollusca of North-West Java. LON-LIPI. Jakarta Ambarwati R dan Trijoko, 2010. Kekayaan Jenis Anadara di Perairan Pantai Sidoarjo. Berkala Penelitian hayati, Edisi khusus (in press) Haryono Tjipto, dkk. 2011. Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata. Surabaya: Unipress State Of Environment Report (SOeR) Of Indonesia, 2007. diakses pada tanggal 16 Februari 2012. Isnaningsih,NR & S.Troelstra, 2008. Jenis Moluska. Laboratorium Malakologi dan Invertebrata Lain. Diakses pada tanggal 17 Februari 2012 dari http://www.biologi.lipi.go.id/biobidang/zooindonesia/labmoluska.php Dian, dkk. 2009. Moluska Sendang Biru, Malang Selatan. Diakses tanggal 17 Februari 2012 dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/9409403409.pdf Anonim. 2011.Bivalvia. Diakses pada tanggal 20 Februari 2012 dari http://id.wikipedia.org/wiki/Bivalvia Anonim. 2011. Siput. Diakses pada tanggal 20 Februari 2012 dari http://id.wikipedia.org/wiki/Gastropoda

12

LAMPIRAN TAMBAHAN Jumlah species pada intertidal atas: 19 Jumlah species pada intertidal tengah: 74 Jumlah species pada intertidal bawah: 133 Total species : (19+74+133) = 226

Sebaran Intertidal Atas: Intertidal Tengah: Intertidal Bawah:

13

Beri Nilai