STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BERINGIN (Ficus spp.

) DI eAGAR ALAM TELAGA WARNA, KABUPATEN BOGOR, JAWABARAT

Oleh:

Eko Suwarno E 14201002


.

-

. .

PROGRAM STUDI BUDIDAYA RUTAN FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN
EKO SUWARNO, E14201002. Studi Keanekaragaman Jenis Beringin (Ficus spp.) di eagar Alam Telaga Warna, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dibawah bimbingan Ir. IW AN HIL W AN, MS. Indonesia merupakan salah satu negara yang dikaruniai hutan tropis yang luas dan kaya di dunia. Berdasarkan luasannya, hutan tropis Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo (dahulu Zaire). Keanekaragaman jenis tumbuh-tumbuhan di Indonesia secara keseluruhan ditaksir mencapai 25000 jenis atau sekitar 10% dariflora di dunia, dan salah satu marga tumbuhan yang cukup menarik untuk diteliti dan dipelajari. Ficus juga merupakan salah satu genus penting pada famili Moraceae. Di Indonesia, anggota Ficus spp. sering dikenal dengan nama Beringinberinginan. Marga Ficus memiliki antara 600 sampai 1000 jenis yang umumnya tersebar di daerah tropik. Diduga yang menjadi pusat penyebaran jenis-jenis ini adalah daerah Indomalesia yang mencakup Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua New Guinea, Brunei dan Singapura. Di Pulau Jawa mempunyai lebih dari 70 macam jenis Ficus spp., dan di kawasan eagar Alam Telaga Wama terdapat sekitar 15 jenis Ficus spp. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui jenis-jenis Beringin (Ficus spp.) yang terdapat di areal eagar Alam Telaga Warna, Bogor, Jawa Barat dan membuat kunci determinasinya. (2) Mengetahui komposisi vegetasi hutan di areal eagar Alam Telaga Warna, Bogor, Jawa Barat sebagai habitat jenis-jenis Beringin (Ficus spp.) tersebut. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu menambah informasi tentang keanekaragaman jenis Beringin (Ficus spp.) yang berguna dalam pelestarian plasma nutfah Beringin (Ficus spp.) tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis vegetasi dengan metode jalur berpetak dan observasi secara langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan meliputi nama jenis, keliling setinggi dada, tinggi total, dan tinggi bebas cabang untuk tingkat tiang dan pohon, serta data nama jenis dan jumlah untuk tingkat semai, pancang, dan tumbuhan bawah. Observasi lapangan dilakukan untuk mendapatkan data morfologi jenis Beringinberinginan (Ficus spp.) yang ditemukan di lapangan. Berdasarkan hasil analisis vegetasi diketahui bahwa jenis vegetasi yang ditemukan di plot-plot pengamatan ada 195 jenis dari 67 famili. Jenis yang paling dominan dengan nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada tingkat pohon adalah Saninten (Castanopsis argentea (B1.) DC.) sebesar 27,06 % danjenis kodominan dengan nilai INP 24,92 % adalah jenis Ki bangkong (Turpinia sphaerocarpa Hassk.). Jenis yang paling dominan pada tingkat tiang yaitu Walen (Ficus ribes Reinw.ex Bl.) dengan nilai INP 35,86 %, sedangkan jenis kodominannya yaitu Nangsi (Villebrunea rubescens BL) dengan nilai INP 31,25 %. Untuk tingkat pancang, jenis yang paling dominan adalah Nangsi (Villebrunea rubescens B1.) dengan nilai INP sebesar 11,79 %, sedangkanjenis kodominannya yaitu Walen (Ficus ribes Reinw.ex BL) dengan INP 8,97 %. Tingkat semai jenis yang paling dominan adalah Ki ajag t Ardisia cymosa Bl.) dengan nilai INP 16,28 % sedangkanjenis kodominannya yaitu

Ki hampelas (Sterculia rubiginosa Vent) dengan lNP 11,88%. Untuk tumbuhan bawah jenis yang paling dominan adalah Nanangkaan (Elastotema strigosum (Bl.) Hassk.) dengan INP 53,23 % danjenis kodominannya yaitu Reundeuy badak (Cyrtandra picta Bl.) dengan INP 21,620%. Kekayaan dan keanekaragaman jenis tumbuhan tergolong tinggi dengan kemerataan yang rendah sedang. Berdasarkan hasil analisis vegetasi diketahui ada 12 jenis Beringin (Ficus spp_). Dari jenis-jenis Beringin (Ficus spp_) tersebut ada yang berhabitus pohon (Ficus ribes Reinw, ex BL, F. variegata BL, F lepicarpa m., F. involucrata m., F. alba Reinw. dan F fistulosa Reinw.) dan ada yang berhabitus epifit (Ficus deltoidea Jack., F cuspidata Reinw., F obscura Bl., F. disticha BL, F reeurva Bl., dan F Sagitatta Vahl.). Dari ke dna belas jenis Ficus spp. tersebut yang paling tinggi nilai kerapatan dan Indeks Nilai Pentingnya adalah Walen (Ficus ribes Reinw. ex BL) dengan kerapatan 19 pohon/ha dan INP 35,865 %.

STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BERINGIN (Ficus spp.) DI eAGAR ALAM TELAGA WARNA. KABUPATEN BOGOR. JAWABARAT Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh geJar Sarjana kehutanan Pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Oleh: Eko Suwamo E 14201002 PROGRAM STUDI BUDIDAYA RUTAN FAKULTASKEHUTAN~~ INSTITUT PERT ANIAN BOGOR 2006 .

MS Tanggal Lulus : 24 AUG 2006 . Iwan Hilwan. MS NIP.) DI eAGAR ALAM TELAGA WARNA. l31 578802 Mengetahui. Dosen Pembimbing If. KABUP ATEN BOGOR. JA WA BARA T Nama NRP : EKO SUWARNO : E14201002 Menyetujui.LEMBAR PENGESAHAN Judul : STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BERINGIN (Ficus spp.

Dika sebagai temen sepenelitian yang membantu dalam penelitian. serta Kusnanto. Pak Dikdik dan sebagai dosen penguji dari Departemen 7. Pak Edi. Karpet. Adikku tercinta Dwi Anto dan Andri ini penulis menyarnpaikan terima kasih yang sebesar-besarnya Kurniawan yang senantiasa memberikan dorongan semangat. Bu Yani. Hasil Hutan. My Vacancy's: Sekop. lab ekologi dan Bapak saya. Batang. Arzyana Sumberdaya Sunkar. 24 Agustus 2006 Penulis . Koral. Berry. Pak Agus. Bu Eli sebagai pendarnping dan pengenal pohon atas semua bantuannya Jawa Barat 1. Opak. Bapak Ir. 4. Jawa Jenis Beringin Barat" (Ficus spp. khususnya Pak Ukar serta A' lbar. Poci. doa. Ibu If. dan pengorbanan baik moral maupun materi kepada penulis. Karya sumberdaya di eagar syarat panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia dan penelitian dan penyusunan karya tulis ini. gelar Keaneka~gaman Bogor. Bogor. Dr. M Agr. 6. A' Yopi. Kobel. Iwan Hilwan.) Kabupaten Sarjana sebagai salah satu Kehutanan.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis anugerah-Nya. Keong. Bibi. Ir. Neneng. Fiki. All Sylvalestari-an. Yusuf Sudo Hadi. Ibu Dikdik. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempumaan. Pak Waluyo dan semuadosen semuanya. hasil penelitian di bidang konservasi sehingga dapat menyelesaikan tulis ini disusun berdasarkan hutan dengan judul "Studi Alam Telaga memperoleh Warna. Kental. Institut untuk Kehutanan di Fakultas Pertanian Bogor. Ibu Warsini. MSc sebagai dosen penguji dari Departemen Konservasi Hutan dan Ekowisata dan Bapak Prof. Tespen. Seluruh petugas eagar Alam Telaga Warna. Tezar. 3. 2. Randu. 8. untuk itu saran dan kritik selalu penulis harapkan untuk perbaikan. Pada kesempatan kepada: 1. Bapak Supoyo Dihardjo. Syuhada Agus selaku Kepala BKSDAH 5. Badut. Pak Aep. Pakis. MS selaku dosen pembimbing penulis. Madur. dan Jarnur.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Sragen. Fakultas Kehutanan melalui program Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dan terdaftar sebagai mahasiswa Departemen Manajemen Hutan Program Studi Budidaya Hutan. Pada tahun 2001 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor. penulis mengambil minat Studi di Bidang Ekologi Rutan. Pendidikan yang pemah diperoleh penulis adalah: 1. Jawa Barat" dibawah bimbingan Ir. Kabupaten Bogor. MS. Sekolah Menengah Umum Negeri 1 Sragen. Sragen. Hilwan. Provinsi Jambi. Kabupaten Muaro Jambi. Jawa Tengah. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana kehutanan penulis melaksanakan Jawa "Studi Barat penelitian di Cagar Alam Telaga Wama.RIWAYATHIDUP Penulis dilahirkan di Sragen. lulus pada tahun 1998. 2. Sekolah Dasar Negeri Gabus N Ngrampal. Fakultas Kehutanan. 3. Iwan . lulus pada tahun 1995. Jawa Tengah pada tanggal 3 Desember 1982 dari Ayah Supoyo Dihardjo dan Ibu Warsini. serta Praktek Kerja Lapang (PKL) di IDPHHK PT. Pada tahun 2004 Selama kuliah di Institut Pertanian Bogor penulis telah mengikuti Praktek Pengenalan Kehutanan dan Pengelolaan Hutan (P3H) yang terdiri dari Praktek dan Praktek Umum Pengelolaan Umum Hutan (PUK) di Baturaden-Cilacap (PUPH) di Getas KPH Ngawi. Penulis merupakan anak pertama dad tiga bersaudara. rangka Jenis penyusunan Beringin skripsi dengan judul Alam dalam Keanekaragaman Kabupaten (Ficus spp. lulus pada tahun 2001. Putraduta Indah Wood. Departemen Manajemen Rutan. Bogor.) di eagar Telaga Warna.

) Kunci Determinasi .DAFTARISI Halaman DAFTAR DAFTAR DAFfAR TABEL GAMBAR LA.) Sifat Botani Beringin (Ficus spp. Keanekaragaman.) Pemanfaatan sumberdaya Jenis Beringin (Ficus spp.~ Kerapatan dan Dominansi Kekayaan.) Pengertian Umum Determinasi METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Penelitian Metode Penelitian Analisis Vegetasi Eksplorasi Jenis Beringin (Ficus spp.) di Cagar Alam Telaga Wama Pengaruh Tempat Tumbuh terhadap Keberadaan Jenis Ficus spp Deskripsi Jenis-jenis Beringin (Ficus spp..) Pengumpulan Bahan Herbarium Pembuatan Herbarium Penyusunan Kunei Determinasi Pembuatan Diagram Profil Hutan KONDISI UMUM LOKASI Letak dan Luas Topografi Iklim Flora dan Fauna PENELITIAN 3 3 5 7 7 7 7 10 10 10 11 11 12 12 12 12 14 14 14 18 20 20 22 23 23 25 25 26 37 39 HASIL DAN PEMBAHASAN HasH Penelitian .) di Cagar Alam Telaga Wama Pembahasan Keberadaan Vegetasi Keberadaan Jenis Beringin (Ficus spp. dan Kemerataan Struktur Hutan Keberadaan Jenis Beringin (Ficus spp. Vegetasi Hutan Komposisi Jenis Vegetasi .l\1PIRAN ~ iii iv v 1 2 2 ~ : PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian TINJAUAN PUS TAKA Penyebaran Beringin (Ficus spp.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFT AR PUST AKA LAMPIRAN : 41 41 42 44 ii .

K. FR dan INP Jenis Ficus spp. KR. F. Keanekaragaman. K. DR dan INP Jenis Ficus spp. epifit 14 Deskripsi masing-masing JenisBeringin (Ficus spp. FR dan INP Jenis Ficus spp. F. dan Kemerataan Komposisi. FR.) 111 . FR.) 15 Pemanfaatan Jenis Beringin (Ficus spp. K. KR. Tingkat Semai 13 Komposisi. Tingkat Pancang 12 Komposisi. K.DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 Jenis-jenis Vegetasi yang Ditemukan dalam Plot-plot Pengamatan Jenis dengan K dan INP Tertinggi dan Kedua pada masing-masing Tingkat Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Pohon 14 18 18 19 19 19 19 4 ' .Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Tiang 5 6 7 Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Pancang Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Semai Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tumbuhan Bawah 8 9 Nilai Indeks Kekayaan. Tingkat Pohon 20 22 22 22 22 23 26 37 10 Komposisi. KR. F. KR. Tingkat Tiang 11 Komposisi. K. KR. DR dan INP Jenis Ficus spp. FR dan INP Jenis Ficus spp.

.) yang tumbuh besar Tabat barito (Ficus deltoidea Jack.. ex BI................ 14 Daun dan "Buah" Aroy cantigi (Ficus disticha BI.) yang sudah masak "Buah" Bisoro (Ficus lepicarpa B1....... Diagram Profil Hutan "Buah" Walen (Ficus ribes Reinw.) yang di ketiak daun "Buah" Beunying (Ficusjistulosa Pohon Kiarajingkang Reinw...DAFTAR GAMBAR Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bagan Jalur dan Petak Pengamatan di Lapangan......) yang menggerombol..... ex Bl..) 10 Ficus recurva B1.) yang tumbuh epifit Daun Darangdan (Ficus cuspidata Reinw.....) yang menggerombol : 8 21 27 28 29 30 30 31 32 33 34 35 36 37 (Ficus involucrata B1......) IV .) yang besar dan kasap 12 Ficus sagitatta Vahl..) "Buah" Kondang (Ficus variegata B1..... yang tumbuh epifit 13 "Buah" Ara sebereteh (Ficus obscura BI. yang hidup epifit 11 Daun Hamurang (Ficus alba Reinw...

FR dan INP Tingkat Semai 7 Tabel Nilai K.DAFTAR LAMPlRAN Halaman 1 Peta Propinsi Banten dan Jawa Barat 2 Peta kontur eagar Alam Telaga Warna. KR F. KR. D. F. KR. FR dan INP Tingkat Pancang 6 Tabel Nilai K. KR F. DR dan INP Tingkat Pohon 4 Tabel Nilai K. Jawa Barat 3 Tabel Nilai K. KR F. FR. FR. FR. D. DR dan INP Tumbuhan Bawah : 45 46 47 49 50 51 53 v . DR dan INP Tingkat Tiang 5 Tabel Nilai K. D. F. Bogor.

1987).PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang dikaruniai hutan tropis yang luasannya. 1987). Di hutan tropis hidup sebagian besar tumbuh- tumbuhan dunia yang menutup sebagian besar daratan (63 %) bumi Indonesia dan tersebar hampir di seluruh Kepulauan Indonesia (Resosoedarmo. Banyak jenis-jenis yang kisaran ekologinya sarna tetapi banyak pula yang berbeda. Keanekaragaman jenis tumbuh-tumbuhan Indonesia tercermin pada mempunyai variabilitas genetika yang tinggi (Resosoedarmo. Diduga yang menjadi pusat penyebaran jenis-jenis ini adalah daerah Indomalesia . keanekaragaman hayati didalamnya luar biasa tinggi (Achmaliadi. et al. terutama di hutan primer baik yang terdapat di dataran tinggi maupun yang terdapat di dataran rendah yaitu sekitar 10% dari flora di dunia. Penyebaran geografi tumbuhan di Kepulauan Indonesia secara keseluruhan ditentukan oleh faktor geologi. Berdasarkan urutan ketiga setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo (dahulu Zaire) dan hutan-hutan ini memiliki kekayaan hayati yang unik. et al. hutan tropis Indonesia menempati luas dan kaya di dunia. dan seirama dengan itu pula jenis semacam ini biasanya 1987). Marga Ficus memiliki antara 600 sampai 1000 jenis yang umumnya terse bar di daerah tropik. Ficus merupakan suatu marga tumbuhan yang cukup menarik untuk diteliti dan dipelajari. 2003) Keanekaragaman tumbuh-tumbuhan sumberdaya dalam alam hayati di Indonesia tertinggi terutama jenis tennasuk golongan di dunia. yaitu adanya paparan Sunda di bagian barat dan paparan Sahul di bagian timur yang berbeda sehingga dapat ditarik garis pemisah di antaranya. Jenis-jenis tertentu mempunyai kisaran penyebaran yang luas dan hidup di berbagai macam habitat. Apalagi bila dibandingkan dengan daerah beriklim sedang dan dingin (Resosoedarmo. Meskipun luas daratan Indonesia hanya 1. et al. 'Hal tersebut dikarenakan jenis-jenis Ficus mempunyai peranan Di penting dalam ekosistem alam yaitu sebagai sumber pakan bagi satwa liar Indonesia anggota Ficus sering dikenal dengan nama Beringin.3 persen dari luas daratan permukaan bumi. lebih tinggi daripada Amerika dan Afrika. keanekaragaman jenis hutan-hutan tropika basah.

) (Saputro. Mengetahui Telaga Jenis-jenis Beringin Kabupaten Beringin (Ficus spp.) (Ficus spp. 2.). determinasinya.2 yang mencakup Malaysia. Mengetahui komposisi vegetasi hutan di eagar Alam Telaga Warna. Indonesia. Brunei. Jawa Barat sebagai habitatjenis-jenis tersebut. Papua New Guinea. . Manfaat Penelitian Memberikan infonnasi tentang keanekaragaman Jenis Beringin (Ficus spp. dan di Cagar Alarn Telaga Warna terdapat sekitar 15 jenis Beringin (Ficus spp.). Bogor.) yang terdapat di Cagar Alam Jawa Barat dan mernbuat kunci Warna. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Kabupaten Bogor. Di Pulau Jawa terdapat lebih dari Beringin (Ficus spp. 70 macarnjenis 1984). 1996). dan Singapura (Sastrapradja dan Afriastini. Filipina.) yang berguna dalarn pelestarian plasma nutfah Jenis Beringin (Ficus spp.

) Marga Ficus tennasuk kedalam Famili Moraceae. mempunyai kelas awet yang rendah (kelas IV) dan kelas kuat yang rendah juga sehingga tidak dimungkinkan untuk digunakan sebagai kayu perkakas yang pada umumnya mempunyai kelas awet dan kelas kuat yang tinggi. batang korek api dan kayu lapis tingkat rendah. mempunyai tajuk yang besar dan dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai sumber air. Hal tersebut dikarenakan kayu Ficus spp. Brunei dan Singapura (Sastrapradja dan Afriastini. Indonesia. dimanfaatkan Di Filipina. Malaysia. Sifat Botani Beringin-beringinan (Ficus spp. untuk kayu perkakas belum ada. yang sedang dikembangkan di Indonesia adalah Ficus deltoidea (tabat barito). Daun duduknya berlainan. tunggal. Pemanfaatan kayu Ficus spp. sangat kerap dengan getah. pada umumnya hanya sebagai tanaman pelindung karena beberapa jenis Ficus spp. hanya terbatas untuk rnembangun perumahan sementara. 2003). semi epifit dan pohon. Filipina.TINJAUAN PUSTAKA Penyebaran Beringin-beringinan (Ficus spp. terbagi menjadi tiga golongan yaitu epifit. sedangkan jenis Ficus spp. kayu Ficus callosa Willd. 1984). tanaman memanjat atau perdu. adalah untuk tumbuhan obat. sebagai bahan dasar pembuatan perahu karena kayunya tahan terhadap penggerek Iaut (Osmina et al (1981) dalam Astika. hidup menumpang inangnya tersebut. Papua New Guinea.) Marga Ficus memiliki antara 600 sampai 1000 jenis yang umumnya tersebar di daerah tropik. yang mencakup. yang tennasuk pohon dapat hidup langsung tanpa perantara pohon inang (Astika. 2003). Pemanfaatan Ficus spp. Salah satu pemanfaatan Ficus spp. kayu bakar. Pemanfaatan kayu Ficus spp. Anggota famili Moraceae dapat berupa pohon. Marga Ficus mempunyai satu daun penumpu pada . Marga Ficus merupakan jenis yang hidup pada tempat dengan sinar matahari yang cukup sehingga jarang dapat tumbuh pada hutan yang tumbuh rapat. Diduga yang menjadi pusat penyebaran jenis-jenis ini adalah daerah Indomalesia. Golongan epifit biasanya pohon pada batang pohon lain dan pada akhirnya membunuh Semi epifit pada awalnya hidup menumpang tetapi kemudian akarnya dapat mencapai tanah dan dapat berfotosintesis sendiri. jarang semak. Ficus spp.

kadang-kadang 1975). tidak rontok dan kerapkali membesar setelah mekar. Setiap species Ficus spp. Bunga tersusun dengan bermacam cara. membuat lubang keluar dan Sementara itu sari bunga terbang ke Ficus spp. Dasar bunga utama yang berdaging (buah periuk). menggulung berbentuk cerutu. (Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. tangkai putik 1-2. yang lain untuk meletakkan telurnya.4 setiap daun. yang terbawa membantu penyerbukan Ficus spp. bakal buah menumpang atau tenggelam. et al. sering kali pada dinding bag ian dalam. berumah satu atau dua. lepas atau melekat. jika rontok meninggalkan bekas yang jelas. kadang-kadang bersatu. 1997). Bunga periuk bentuk bola atau bentuk "buah peer" dan hanya terbuka pada ujung (mulut). mengambil tempat di ruang buah. muncul dan mati sesudah kawin. Daun penumpu rontok atau tidak rontok. Siklus kehidupan kumbang. dan serangga ini sebetulnya Yang jantan tidak pemah merupakan "tawanan" di dalam buah yang belum masak. Bunga jantan : daun tenda bunga 4. terkumpul menjadi bunga majemuk atau buah semu (Van Stenis. terasuk perkawinannya. Betina yang dibuahi. Bunga betina: daun tenda bunga kerapkali 4. kadang dengan bulir rap at. benang sari kerapkali sebanyak itu. beruang 1. memiliki jenis kumbang sendiri untuk penyerbukannyasuatu contoh tentang keterkaitan tumbuhan dan serangga. Sebagian dari bunga kadang-kadang berganti bentuk menjadi bunga gal ( bunga yang disebabkan sekresi serangga menjadi melembung (peny) pada genus Ficus. . Klasifikasi marga Ficus adalah sebagai berikut : Kerajaan Divisi Subdivisi Kelas Bangsa Suku Marga Plantae Spermatophyta Angiospermae Dicotyledoneae Urticales Moraceae Ficus Buah kecil serupa buah batu atau dengan dinding lunak. Bunga berkelamin satu. kepala sari beruang dua. bakal biji 1.

sistem taksonomi tumbuh-tumbuhan. Dengan pertolongan kunci pengenalan yang terdapat dalam flora. . Lawrence (1951) dalam Sumedi (2003) mengatakan dalam kegiatan detenninasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. untuk kegiatan di lapangan diperlukan cara pengenalan pohon yang terutama didasarkan pada sifat vegetatif yaitu sifat-sifat batang pohon. Membandingkan contoh tumbuhan yang dijumpai di lapangan dengan contoh tumbuhan yang telah diketahui sifat-sifat dan namanya dalam herbarium.5 Pengertian Detenninasi Umum Determinasi adalah cabang ilmu taksonomi yang mempelajari tentang penetapan suatu jenis tumbuhan atau segolongan dengan tumbuh-turnbuhan yang telah diketahui dalam buku kunci. Kegiatan ini sering disebut dengan identifikasi atau penamaan. kunci bertakik setiap pemyataan yang berhadapan disusun dengan jarak Didalam tertentu sedangkan pada susunan sejajar. Bertanya kepada seseorang yang telah benar-benar mengetahui berbagai jenis tumbuhan. 4. pemyataan satu dengan pernyataan lainnya ditulis lang sung berurutan tanpa jarak tertentu dan di ujung pernyataan terdapat satu nama atau nomor keterangan selanjutnya yang perlu diperhatikan. Membandingkan gambar-gambar atau menyamakan tumbuhan yang ingin diketahui dengan yang ada dalam manual. 1981). Cara pengenalan seperti ini tidak terkait pada dahulu sukul sehingga tidak perlu mengenallebih famili atau marga dari tumbuhan yang dijumpai (Djamhuri. Dalam bidang kehutanan. 3. Lawrence (1951) dalam Sumedi (2003) juga menyatakan bahwa kunci determinasi mempunyai dua macam susunan yaitu susunan bertakik dan susunan sejajar. daun. 2. tunas kemudian bam sifat reproduktifnya. Lebih lanjut Lawrence (1951) dalam Sumedi (2003) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan kunci determinasi adalah cara analitis hutan untuk memungkinkan pengenalan tumbuh-tumbuhan berdasarkan sifat-sifat yang penting dengan jalan memilih sifat yang sesuai dan yang tidak diantara sifat-sifat yang dipertentangkan.

Kata pertama dari setiap pernyataan dalam setiap bait harus -sama. yang terdiri dari pemyataan yang saling bertentangan (Lawrence. 2. 5. 2003). dimana dua pemyataan dalam setiap bait harus kabur. Bentuk kunci determinasi yang paling umum adalah bentuk bercabang dua. Menggunakan sifat-sifat makroskopis. kedua pemyataan berlawanan di dalarn setiap bait disusun . 1951 dalam Sumedi. Selanjutnya Lawrence (1951) dalam Sumedi (2003) mengatakan keuntungan dari susunan bertakik adalah bahwa pemyataan-pemyataan yang menunjukkan kelompok yang sarna dapat dilihat dengan cepat. 4. 3.6 Kegiatan penyusunan kunci determinasi menurut Lawrence (1951) dalam Sumedi (2003) perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. sedangkan pada susunan sejajar tidak dapat dilihat dengan cepat karena berdekatan. Kunci harus bercabang bertentangan. Contoh : ukuran daun besar dan lawannya daun kecil. Setiap bait harus diberi nomor dan atau huruf. Menghindari pemyataan yang terlalu umum schingga pengertiannya menjadi dua.

Kertas koran bekas m. Alat yang digunakan meliputi : a. 10m x 10m untuk tingkat tiang.x 5 m untuk tingkat pancang dan 2 m x 2 m untuk: tingkat semai dan tumbuhan bawah. Bahan dan Alat Penelitian 1.METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di blok hutan Telaga Warna. c. Sasak kayu.) lain yang ada di Iuar jalur pengamatan. Peralatan lapangan g. Kamera Metode Penelitian Analisis Vegetasi Pembuatan Petak-petak Pengamatan. Setiap jalur dibuat dengan ukuran 20 m x 500 m sebanyak 3 jalur dengan luas 3 ha (menyesuaikan dengan kondisi lapangan). Patok dan tali rafia e. Jawa Barat. pancang. eagar Alam Telaga Warna. pohon. Tally Sheet dan alat tulis k. 1. 5 m. . Resort Puncak. Kabupaten Bogor. Golok 1. Bahan yang digunakan adalah semua vegetasi dari tingkat semai. Metode yang digunakan adalah metode jalur memanjang. Kompas d. seperti yang terlihat pada Gambar 1. Pengukur tinggi (Haga Hypsometer) b. Pita meter h. tiang. 2. Pada setiap jalur dibuat petak ukur secara nested sampling yaitu 20 m x 20 m untuk tingkat pohon. AIkohoI 90% Label gantung j. Kantong plastik n. dan tumbuhan bawah yang terdapat dalam hutan dalam jalur pengamatan serta Jenis-jenis Beringin (Ficus spp. Peta kerja f. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan pada bulan Maret sampai Juni 2006.

keliling setinggi dada. dan jumlah petak ditemukan suatu jenis..5 meter.. dan proyeksi tajuk serta posisi sumbu ordinat untuk pembuatan profil hutan. Parameter yang Diukur. Pengolahan sebagai berikut: Kerapatan (K) Frekuensi (F) = Data... Gambar 1 Bagan J alur dan Petak Pengamatan di Lapangan Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan : a. Keterangan gambar : A : Petak B : Petak C : Petak D : Petak Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran 2 ill x 2 m 5 m x 5 ill 10 m x 10 m 20 m x 20 m . d. Pohon adalah semua tumbuhan berkayu dengan ukuran diameter ~ 20 em. Data lapangan diolah dan dianalisis dengan rumus-rumus Jumlah individu suatu jenis phn/ha Luas petak eontoh = Jumlah petak ditemukan suatu jenis Jumlah seluruh petak . b.8 C D ~ ~ B Ar ahRintis . Tiang adalah permudaan dengan ukuran diameter batang antara ~10 em dan < 20 cm c. jumlah individu suatu jenis. B D C .5 meter sampai diameter < 10 em. tinggi bebas eabang. Parameter yang diukur adalah keliling setinggi dada. Paneang adalah permudaan mulai dari tinggi diatas 1. Semai adalah permudaan mulai dari keeambah sampai dengan tinggi 1. untuk menghitung Indeks Nilai Penting (INP) serta tinggi total.

H' = - Rurnus ini digunakan ni ni L(-) 2(-) log ni i=1 N N atau H' = .9 Dominansi (D) Kerapatan Relatif (KR) Frekuensi Relatif (FR) Dominansi Relatif (DR) = Jumlah luas bidang dasar suatu ienis Luas petak contoh Kerapatan seluruh j enis = Kerapatan suatu jenis x 100% = Frekuensi suatu jenis x 100 % Frekuensi seluruh jenis Dominansi suatu ienis x 100% Dominansi seluruh jenis = Indeks Nilai Penting (INP) didapat dari penjumlahan Kerapatan Relatif (KR). dan turnbuhan bawah nilai INP dapat dihitung dengan menjurnlahkan KR dan FR atau ditulis dengan rurnus INP INP = = KR + FR+ DR (untuk tingkat tiang dan tingkat pohon) KR + FR (untuk tingkat semai. . pancang. sedangkan untuk tingkat sernai.L(Pi)ln(Pi) i Dimana = Indeks Keanekaragarnan Jenis =ni/N ill = nilai pentingjenis ke-I ataujurnlah individujenis ke-i N = Total Nilai Penting atau Totaljurnlah individu Indeks kemerataan digunakan untuk menyatakan bagaimana jurnlah total individu H' Pi yang diperoleh tersebar dalarn setiap jenis dengan rumus yang digunakan adalah Index of Evenness (Krebs (1978) dalam Sumedi. 1980 dalam Surnedi. untuk menggarnbarkan variasi jenis turnbuhan dari suatu komunitas. 2003). mengetahui (Sugianto. Untuk. pancang dan turnbuhan bawah) Jenis dominan adalahjenis yang memiliki nilai INP tertinggi. Frekuensi Relatif (FR) dan Dominansi Relatif (DR) untuk tingkat tiang dan tingkat pohon. Indeks kernerataan tinggi bila jumlah total individu terbagi merata pada setiap jenis yang ada. 2003).2004) yaitu nilai Indeks Kekayaan Jenis digunakan rumus Margallef R = (S-l) I (In Dimana R (N» = Indeks Kekayaan S = Jurnlahjenis yang ditemukan N = Jumlah total individu Untuk mengetahui nilai indeks keanekaragarnan jenis digunakan rumus Shanon Index of General Diversity (Misra.

daun. Pembuatan Herbarium Koleksi herbarium Jenis-jenis Ficus spp. Selanjutnya spesimen tersebut dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran bekas untuk masing-masing contoh spesimen yang telah diberi label berurutan. ukuran serta ciri khas dari bentuk batang. ranting. yang dibuat untuk kepentingan pengenalan jenis dan sifat-sifat morfologi. yang sebelumnya telah dicatat sifat-sifat morfologinya. daun. berupa batang.) Metode . baik itu warna. Setelah kering udara. serta sebagai dokumen ilmiah. dan jika ada bunga dan buah. Pengumpulan Bahan Herbarium Pengumpulan atau pengambilan spesimen Ficus spp. Langkah- langkah pembuatan herbarium setelah tiba di Iaboratorium yaitu sebagai berikut : Proses pengeringan. bahan herbarium terse but diidentifikasi di Herbarium Bogoriense untuk mengetahui nama jenisnya. dipersiapkan. Kemudian spesimen tersebut diberi label gantung yang telah berisi keterangan lapangan. dicatat di tally sheet yang telah dimasukkan ke dalam kantong plastik besar dan diberi bahan pengawet (Alkohol 90%) dan ditutup rapat.10 Indeks kemerataan ini dengan rumus : E Dimana E =H'/Hmax = Indeks Kemerataan = Indeks Keanekaragaman Jenis Hmax = LOg2S atau Ln S = jumlah seluruh jenis S H' Eksplorasi Jenis Beringin (Ficus spp. yang digunakan pengamatan untuk menjumpai adalah menelusuri dan mengamati areal hutan di dalam jalur-jalur bentuk morfologi dari Jenis-jenis Ficus spp. Kemudian Data morfolcgi Ficus spp. yang terdapat di areal tersebut. bunga dan mungkin "buah'tnya. . Proses Pasca Pengeringan. Proses pengeringan dilakukan adalah dengan memasukkan spesimen herbarium yang telah dipres dalam sasak kedalam oven dengan suhu 50 selama 3-4 hari. Untuk mempermudah identifikasi jenis maka diambil contoh/ spesimen herbarium serta dari masing-masing jenis diambil foto tumbuhannya. Selanjutnya bahan herbarium tersebut dikeluarkan 0 C dan dikeringudarakan.

Pembuatan Diagram Profil Hutan Dari petak contoh berbentuk jalur dengan arah tegak lurus kontur digunakan ukuran lebar 10m dan panjang 100 m. Setelah itu diukur pilla luas proyeksi (penutupan) tajuk terhadap permukaan tanah. Lebar jalur 10m sebagai sumbu y dan panjang jalur 100 m sebagai sumbu x. Koleksi herbarium dilakukan hanya pada Ficus spp. Kunci determinasi Beringin (Ficus spp.yang lebih spesifik. Penyusunan Kunci Determinasi Setelah terhimpun sifat-sifat yang dipertelakan. . Kemudian diukur diameter batang setinggi dada. tinggi total (Tt) dan tinggi bebas cabang (Tbe) serta digambar bentuk percabangan dan bentuk tajuknya. Kemudian dicatat nama jenis pohon dan posisinya terhadap sumbu koordinat x dan y. Pemilahan dilakukan berdasarkan sifat-sifat yang menonjol atau mudah dibedakan dari satu kelompokjenis dengan kelompokjenis lainnya sampai sifat-sifat.) dibuat menggunakan kunei determinasi sejajar dan bertakik. kemudian diadakan pemilahan. Setelah itu dilakukan pemberian nomor semua pohon yang berdiameter ~ 20 em yang ada di petak eontoh tersebut. Kegiatan terakhir adalah penggambaran bentuk profil hutan pada kertas milimeter dengan sekala 1 : 400.11 Koleksi Herbarium. di atas kertas koran bekas dan diberi keterangan lapangan dan disimpan sebagai koleksi. paling tidak dari dua arah pengukuran yaitu arah tajuk terlebar dan tersempit.

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
Letak dan Luas Kawasan Cagar Alam Telaga Warna ditetapkan berdasarkan Menteri Pertanian Nomor 4881/Kpts/Uml1981 Secara administratif Surat Keputusan

tanggal 9 Juni 1981 seluas 368,25 Hektar.

kawasan Cagar Alam Telaga Warna ini terletak di kaki gunung

Gede Pangrango, di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor, Propinsi Jawa Barat. Secara geografis Cagar Alam Telaga Warna terletak antara 6°42'12" - 6°43'24" Lintang Selatan dan 106°50'12" - 106°51'14" Bujur Tirnur,

Kawasan Cagar Alam Telaga Warna dapat ditempuh melalui Bandung-Cianjur-PuncakTelaga Warna dengan menggunakan kendaraan roda empat selama ± 2,5 jam dan roda dua selama ± 3 jam. Jakarta-Bogor-Puncak-Telaga Warna denganjarak

± 90 Km dapat

ditempuh mengendarai kendaraan roda empat selama ± 2 jam dan kendaraan roda dua selama

±

2,5 jam (Dephutbun, 1998). Topografi

Kawasan

eagar

Alam

Telaga

Warna

memiliki

permukaan

tanah

yang

bergelombang dengan bukit-bukit yang terjal. Keadaan topografi Cagar Alam Telaga Warna bergelombang dengan ketinggian antara 1400-1800 m dpl, sedangkan untuk

kawasan wisata memiliki permukaan yang relatif datar dengan ketinggian ± 1400 m dpl (Dephutbun, 1998). Iklim Menurut Schmidt dan Ferguson (1972) dalam I Made Sandy (1987) iklim di daerah eagar Alam Telaga Warna termasuk type iklim A dengan nilai Q = 5%-9% dengan ratarata curah hujan 3.380 mm/tahun (Dephutbun, 1998). Flora dan Fauna Kawasan eagar Alam Telaga Warna termasuk dalam kategori hutan hujan

pegunungan dan memiliki beberapa jenis flora berupa

tumbuhan tingkat rendah seperti

paku-pakuan, liana dan lainnya yang merupakan ciri khas hutan hujan pegunungan, serta tumbuhan tingkat tinggi seperti Rasamala (Altingia exce!sa), Saninten (Castano psis argentea Bl.), Puspa (Schima wallichiiy; Hiur (Castano psis javanicay; Huru (Litsea sp.),

Jamuju (Podocarpus sp. ), Pasang (Quercus sp.), dan Jambu-jambuan (Eugenia spp.).

13

Fauna yang terdapat pada kawasan ini meliputi jenis-jenis vertebrata dan invertebrata. Jenis-jenis vertebrata antara lain : burung Kipas Merah iRhipidura
phoenicura),

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis),

Surili (Presby tis comata),

Kancil (Tragulus javanicus), Owa (Hylobates moloch), Menjangan (Cervus timorensis), Kijang (Muntiacus muntjak). Jenis-jenis invertebrata yang rnudah dilihat dan paling banyak adalahjenis serangga Capung (Widiyanto, 2004)

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian Vegetasi Hutan Komposisi Jenis Vegetasi. Jenis Vegetasi yang ditemukan dalam plot-plot pengamatan di eagar Alam Telaga Warna sebanyak 195 Jenis dari 67 Famili. Nama Jenis Vegetasi selengkapnya dapat dilihat pada Tabell. Tabel 1 Jenis-jenis Vegetasi yang Ditemukan dalam Plot-plot Pengamatan
No 1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Nama Latin Acer laurinum Hassk. Nama Lokal Ki regas Kijeruk Janitri leutik (BI.) DC. Bunga terompet Ki careuh Tepus Tepus sigung Sembung gunung Paku munding lalakina Pakis kebo BI. Huni Peucang Ki ajag Kayu getah ajag Lampeni Ki ajag gunung BI. HI. ex DC. Reundeu Reundeu bulu Acung! iles-iles Kadaka BI. L. BI. Ki caluncung Paku pakuan Hariang heio Hariang beureum Kaitbesi Sembung lalaki Panggang puyuh Cecerenean Ki welut Famili Aceraceae Rutaceae Elaeocarpaceae Gesneriaceae Alangiaceae Zi ngiberaceae Zingiberaceae Asteraceae Pterydophyta Pterydophyta Euphorbi aceae Myrsinaceae Myrsinaceae Myrsinaceae Myrsinaceae Rubiaceae Rubiaceae Araceae Po!ypodiaceae Melastomataceae Pterydophyta Begoniaceae Begoniaceae Rhamnaceae Asteraceae Araliaceae Euphorbiaceae Asteraceae Euphorbiaceae Solanaceae Solanaceae Arecaceae Arecaceae Arecaceae Fagaceae Fagaceae

Achronychia laurifolia BI.
Acronidia punctata BI. Aeschynanthus longiflorus Amomum coccineum Anaphalis longifolia Anggi tropidia Angiopteris epecta

Alangium chinense (Lour.) Rehd. (BI.) K. Schum. (Bl.) DC. Amomum pseudofoetens

Antidesma tetandrum Ardisia cymosa HI. Ardisia fuliginosa Ardisia javanica Argostemma Argostemma BI. DC.

Ardisia vil/osa Roxb. blumiana montanum

Arisaemafiliforme Asplenium nidus L. Astronia spectabilis Athirium repandum Begonia multangula

Reinw.

Begonia robusta B1. Berchemia affinis (BI.) Hassk. Blumea lacera (Burm.f.) DC. Brassaiopsis glumerulata (HI.) Regel. Breynia microphyl!a Bridelia monoica Browallia americana Brugmansia suaveolens Calamus heteroideus Caryota mitis Lour. Caryota rumphiana Castanopsis Castanopsis Lour. (BI.) A. DC. acuminatissima L. (H. & B. ex Willd.) BI.

(T. & H.) M.A.

Breynia virgata (B1.) M.A.

Kanyere
Ki welut Kecubung Howe geureung Sarai (berumpun) Suangkung Ki riung anak Saninten

argentea (BI.) DC.

) Wedd. Curculigo orcimoides Gaertin. Hvdranaiaceae Ptervdophvta Polvpodiaceae Dipterocarpaceae Euohorbiaceae Meliaceae Elaeocarpaceae Elaeocarpaceae Urticaceae Fagaceae Junglandaceae Diditohlaena truncatula Diplazium esculentum Dipterocarpus hasseltii BI. Forst. & Val. Don. Cryptostylis arachnites (BI.) Hassk.f. Debegreasia Debegresia latifolia Decaspermum fruticosum Depteris conjugata Reinw. Ficus ribes Reinw. Eugeniajastigata Eugenia formosa Eurya acuminata DC.R. Ficus obscura BI. Dapalia sp. Glochidion cyrtostylum . ex BI. Ciatea latebrosa Cinnamomum sintoc BI. Elaeocarpus pierrei Kds. Ficus recurva Bl. ex Bl. Cycloporus sp. Harnurana Daranzdan Beunvinz Kiara iingkang Areuy gondang Bisoro Ara sebereteh Walen Ficus cuspidata Reinw.) Boerl. & Morr.) A. strigosum (Bl. Cymbopogon Daemonorops citratus rubra longifolia (Burm. Commelina ubliqua Hamlt.) D. Cyrtandra picta BI. Kihiur Ki tungeureut Paku rane Ki tarniang Paku tiang Hurusintok Harendong Ki sepat Huru mentek Anggrek tanah Congkok ' Paku duduwitan Sereh Reundeuv badak Rotan Paku-pakuan Totongoan Ki teia minvak J. ex BI. Ficus involucrata BI. Ipis kulit Paku tianz Ki carana Paku-pakuan Paku beunveur Palahlar Ki endoa Pisitan monvet Ganitri Janitri Nanangkaan Huru kawoyang Ki huian lalaki Famili Fagaceae Fagaceae tungurrut (BI. Ficus variegata B I. BI.DC. Ficus fistulosa Reinw. Garuga floribunda 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 - Kondang Rukern Ki beureum Mareme Mareme leuweunz Burseraceae Eunhorbiaceae Euohorbiaceae Glochidion arborescens BI. Ficus sagitatta Vahl. Clidemia hirta (L. Selazinellaceae Ulmaceae Ptervdoohvta Lauraceae Melastomataceae Commelinaceae Lauraceae Orchidaceae Zi nziberaceae Polvnodiaceae Gramineae Gesneriaceae Arecaceae Ptervdophvta Urticaceae Euohorbiaceae Myrtaceae Equisetaceae Celtis timorensis Span. & G.15 No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 Nama Latin Castanopsis javanica Castanopsis Celaginella Nama Lokal (BL) A. opaca Hieron. Endiandra macrophylla (Bl. Elaeocarpus Elatostema Engelhardia ganitrus Roxb.DC. spicata Lech. Dichroa febrifu~a Lour. Ficus lepicarpa BI. Miq. Deere.) Hassk. Cryptocarya ferrea BI. Kijangkar Kopo leuweung Ki sakiti Ki kunteh Myrtaceae Mvrtaceae Theaceae Lozaniaceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Flacourti aceae Fagraea lanceoiata Ficus alba Reinw. Miq. Drypetes minahassae Dysoxylum alliaceum BI. Flacourtia rukam Zoll.

) Boer!' Litsea monopetala Pers. O. CaIik angin Manggong Anggrek tanah Ki racun Manglid Cempaka Baros Harendong Ki canting Cempaka Cempaka leu weung Cau kole areuy (B1. Litsea diversifolia Litsea resinosa 81. Michelia montana B I.) Rehd.) Back. verrucosa Magnolia campaka Micetia montana Michelia chqmpaca L. Kingkilaban Ki kores Huru batu Huru Cangcaratan Pakuandam Karembi Alang-alang Bambung Ki sauheun Ki calung Cangkuang (BI. Litsea angulata BI. Litsea cubeba (Lour. LindL e/egans BI. Escallcnlaceae Urticaceac Rubiaceae Rubiaceae Rubiaceae Lecythidaceae Lauraceae Orchidaceae Fagaceae Fagaceae Fagaceae Fagaceae Lauraceae Lasianthus inodorus Lasianthus Lasianthus umbellatus stercorarius Leea indica Merr. Helicia serrata (R. O_p_hiorrhiza bracteata Korth.) Merr. BI.A.A. Mussaendafrondosa L.) Steud. tanarius (L.K.) BI. B!.) M. Musa acuminata Colla.) Pax.) Miq. laevifolia (Bl.) Pers. Pandanusfurcatus Roxb. Nephrolepis Ophathorium hirsutula odorata Omalanthus populneus (Geisel.) Prain.) Merr. Wall.) Rehd. blumei Prantl. Homalomena cordata Schoot. Huru beyar Anggrek Pasang batu Pasang bodas Tangogo Pasang Huru koneng Ki lemo Ki sereh leuweung Huru manuk Famili Theaceae Proteaceae Araceae Balsami naceae Laportea stimulans (L.16 No 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 Nama Latin Gordonia exelsa (BI.Br. Neolitsea cassiaefolia (BI. sundaicus (81. Neolitsea javanica (BI. Lauraceae Lauraceae Lauraceae (BI.) BI. Lindera po/yan/ha Lithocarpus Lithocarpus Lithocarpus Llparis montana (BI).) Boerl.f) Miq. Lithocarpus rotundatus BI. Ostodes paniculata Paraphlomis Peperomia BI. Ki calung_ Ki soka Cacabean Neonauclea Ianceolata (B1. Orophea hexandra B1. indutus (BI. Piperaceae . Huru minyak Huru meuhmal (B1. Litsea tomentosa B1. (BI. Macaranga Macaranga rhizinoides Lindl. Mycetia cauliflora Reinw.) M. Macodes javanica Magnolia Manglietia Medinilla Lauraceae Lauraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Orchidaceae AraIiaceae Magnoliaceae Magnoliaceae Magnoliaceae Melastomataceae Rubiaceae Magnoliaceae Magnoliaceae Musaceae Rubiaceae Rubiaceae Lauraceae Lauraceae Rubiaceae Polypodiaceae Euphorbiaceae Poacese Rubiaceae Annonaceae Euphorbiaceae Pandanaceae Lamiaceae Rubiaceae Macropanax concinnus Miq. oblongifolia Pavetta indica L. Impatiens javensis Ilea macroplIJjla Nama Lokal GeJam Bareubeuy Cariyang beureum Pacar Jukut Pulus Kahitutan Kahitutan Kahitutan Kituah (BI. glauca BI.) BI.

ex BI. Symplocos dochlnchinensis Moore. Sanicula paniculata Saurauia blumeniana L. integrifolia Polyosma ilicifolia BI. Strobilanihes involucratus BI.) Amsh. ex Piper aduncum L. ex Pair. Benn. Nama Lokal Naja Huru leueur Huru Huru kacang Pohpohan (Poir. Schima wallichii (DC. Ki cabe Salam anjing Famili Acanthaceae Lauraceae Lauraceae Lauraceae Persea exelsa (BI.) Wedd. chinense L. (Lour. Psychotria montana BI. Symplocosfasciculata Zoll. Planchonella Plectocomla Plumbago Podocarpus above/a elongata Mart. ex Mig. BI. Prunus arborea (BL) Kalkrn. Pinanga coronata (BJ.) S. Ki kores Huru menteng Lames Leutah '!yam Ki hareueus Hareueus Saledri Saledri leuweung Ki leho gede Kileho Ki leho beureum Ki leho Kanyere leuweung Ki leho badak Ki leho canting Puspa Jukut ilat Tebe Canar Takoka Bubukuhan Jirak Jirak sasak Kayunyatu Ki tembaga Kupa landak Ki sireum Saurauia bracteosa DC.) BI. Polygala venenosa Juss. Ploemela angustifolia Polyalthia subcordata Polygonum Polyosma (B1. Reinw. Sloanea sigun BI. Rubus lineatus Reinw.) Kost Persea rimosa (BI. Piper arcuatum BI. 174 175 176 177 178 179 180 181 182 BI. Mart.) Korth.) Merr. Rubus cryssophyllus Sanicula iamiaiae L. Pohpohan Pohpohan Bingbing Seuseureuhan Rinu Nanangkaan Babuway Suii gunung Hamperu lemah Kibima Ki cantung Ki tutungkul Bungbrun Ki cabe BI. & V. Myrtaceae . ex Meissn.) Fass. Pygeum latifolium Miq. ex BI. Apiaceae Saurauiaceae Saurauiaceae Saurauiaceae Saurauiaceae Saurauiaceae Saurauiaceae Saurauiaceae Theaceae Cyperaceae Elaeocarpaceae Smilacaceae Solanaceae Acanthaceae Symplocaceae Saurauia junghuhnii Saurauia nudiflora DC. indica blumei BI. Symplocos Zoll. Rubia cordifolia L. Pilea aromatica BI.) BI. Scleria terrestris (L. Pilea melastomoides Urticaceae Urticaceae Urticaceae Arecaceae Piperaceae Piperaceae Sapotaceae Arecaceae Liliaceae Plumbaginaceae Podocarpaceae Annonaceae Polygalaceae Polygonaceae Escalloniaceae Escalloniaceae Rosaceae Rubiaceae Rosaceae Apocynaceae Rubiaceae Rosaceae Rosaceae Apiaceae Pilea trinervia (Roxb. Saurauia cauliflora DC. Rauvolfiajavanica K.17 No 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 Nama Latin Peristrophe hyssopifolia (Bunn. Smilax odoratissima Solanum torvum Sw. Saurauia distatosa Korth. Phoebe grandis (Ness) Merr.) Zoll.) BI. Saurauia pendula BI.F. odoratissima (BL) Choisy ex Syrnplocaceae Symplocaceae Myrtaceae Myrtaceae SYZYKium antisepticum SYZ)J_giumaromatica BI. SYZYRium gracile (Korth.

75 2.00 KRJY!l 8.43 3.01 5. Jenis dengan kerapatan dan dominansi di eagar Alam tertinggi serta jenis kodominan pada masing-masing tingkat Telaga Warna dapat dilihat pada TabeI 2.26 17.28 11.92 7.30 2.08 10. Villebrunea rubescens (BI.33 15.12 8.92 21.20 20.73 FI!(%) 6. sundaicus Turpinia sphaerocarpa Hassk. Villebrunea rubescens (BI. & Perry.06 53.05 360 DR(%) 11. Macropanax concinnus Miq.73 5. Litsea monopetala Pers.33 8.25 24.33 12.56 2.90 3. Elaeocarpus Magnolia ganitrus Roxb.86 5.) Lamk.00 7.33 21.!& Ki jebukgunu.48 4.) BI.88 8.33 4.67 10.) BI.06 24.33 13. Turpinia montana BI.) BI.92 24.59 20.) Merr. Nama Lokal Kopo gede Tunjung Teh gunul_!g_ Akar kuci. Sioanea sigun BI.86 27. Talauma candollei BI. Trema orientalis (L.54 5 S4 6.18 No 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 Nama Latin Syzygium pycnatum Thea lanceolata Toddalia asiatica (L.!& Hambiru. Tabel 2 Jenis dengan Tingkat No 1 2 3 4 5 Tingkat Semai Pancang Tiang Pohon Tumbuhan Bawah Dominan Ki ajag Nangsi Nangsi Ki Bangkong K dan INP Tertinggi dan Kedua pada masing-masing Kerapatan phnfha 933 245 21 16 24767 (K) Kodominsn Ki harnpelas Ki ba~orIg_ Walen Saninten Reundeuy badak phnl ha 900 192 19 14 9467 Dominan Ki ajag Nangsi Walen Saninten Nanangkaa n Deminansl INP{%) 16.51 6.83 1.79 35.~1Jeaceae Asteraceae C!lQfifoliaceae Urticaceae Sterculiaceae Kerapatan dan Dominansi.23 Kodominan Ki hampelas Walen Nangsi KiBangkong Reundeuy badak INP(%) 11.65 8.05 .97 31.!g_ Nangsi Kiham~as Famili M_y_rtaceae M~noliaceae Theaceae Rutaceae Me1iaceae Ulmaceae Araliaceae StaMcaceae Stl!P. Ki kura~ Panggal!g_ cucuk Ki bancet Ki bangko. 3.42 7.!g_ Suren Hassk BI.62 Nanangkaan Berikut ini disajikan sepuIuh jenis dengan INP tertinggi pada rnasingrnasing tingkat. Tabel3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Pohon Jenis Castanopsis Lithocarpus argentea (BI.67 8.67 6.) DC.) Rehd.74 INPff!l 27. K 14.33 12. blumei Prantl.41 9. Kurz.66 7. Trevesia sundaica Miq.36 9.35 4. Toona sureni (BI.38 6. Schima wallichii (DC. Turpinia sphaerocarpa Vernonia arborea Hmlt. Viburnum sambucinum Sterculia rubiginosa Merr.33 7. Vent.24 6.) Korth.90 9.52 (BI.66 4.

23 21. 5 6 7 8 9 10 Tabel5 Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Pancang No 1 2 Jcnis Villebrunea rubescens (BI.86 31.24 0.31 0.73 9.29 7.27 6.142 11.20 0.65 7.89 4. Lasianthus Lithocarpus stercorarius sundaicus BI.24 0.67 3100.92 4.73 3.67 233. & Perry. .76 5.12 3.67 5.33 181.27 0.75 6.27 3.33 9.73 3.00 181.67 500. Miq.33 6. Miq.97 8.11 0.89 5.10 14.90 Cyrtandra pieta BI.08 0.67 4.68 10. BI.74 3.63 1 2 3 4 Turpinia sphaerocarpa Hassk.15 0.38 3.67 5.84 4.07 0. (B1.25 30.12 0.) B1.37 3.68 7.52 4. Merr.14 3.38 F 0.6 .17 0.54 13.00 633.74 8. ubliqua Hamlt. involucratus 36.33 4233.25 9.. Ficus ribes Reinw.46 4.90 6. ex BI.00 181.21 0.48 9.86 4.56 256 FR(%) 12.67 160.32 3.25 3.99 6.00 10.09 8.59 4.33 160. Linn.84 4.94 7.20 10.72 2. 8 9 10 Ardisia villosa Roxb.37 0.06 2.62 9.P.) Steud .55 4.10 3.34 3. Athirium repandum Impatiens javensis 3 4 5 2533.24 0.26 1658 7. K 245.62 3. Roxb.55 3. K 18.61 4.07 FR(%) 5.12 0. (BI. Roxb.33 .97 13.67 300.74 5.00 4.08 0.86 4.55 INP(O/~ 16.42 4.49 8. Viburnum sambucinum BI.72 7.) Hassk. (Bl.33 16.38 4. Turpinia sp_haeroca'".59 3.33 KR{%) 5.63 4.36 4.) BI.27 5.78 10.00 KR(%) F 0.55 3.55 3.37 DR(%) 11.87 4.f.37 3.30 2. ex B1.65 3 4 5 6 7 Ardisia cymosa BI.) BI.00 KR(%) 11.10 2. ganitrus 8 9 10 Elaeocarpus Ardisia villosa Roxb.81 1.18 8.33 466. Schima wallichii (DC.66 14.93 I 2 3 4 Ardisia cymosa BI.) BI.67 21.67 154. Dichroa febrifuga Trevesia sundaica Lour.89 3.81 0.28 INP(o/!l_ 11.15 20.26 6.09 2.) Miq.20 6.81 2. (BI.79 8.67 6. Polyalthia sub cordata (BI.67 6. Castanop_sis arg_entea (BI.08 FR(%) 7. Tabel6 Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Semai No Jenis K 933.67 138.09 0.67 3266.83 4.16 0. Syzygium pycnatum Tabel7 Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tumbuhan Bawah - No Jenis K 24767 9466.03 9.08 10.) Korth.06 2.00 266.00 4.67 266.00 366. Trevesia sundaica Miq. 9. BI.38 5 6 7 (L.a Hassle.35 3.08 3.33 192.37 2.17 1 2 Elatostema Comme/ina Strobilanthes strig_osum (BI.05 6.73 5. Villebrunea rubescens Elaeoearpusganilrus Macrop_anax concinnus Ostodes paniculata Ficus varieg_ata BI. Sterculia rubiginosa Polyalthia subcordata Villebrunea rubescens Laportea stimulans Vent.01 4.32 3.24 2.52 900.69 INP(%) 35.96 4.33 KR(%) F 0.03 8.62 12.) DC Magnolia blumei Prantl.44 1.23 0.92 6. (BI.0& 0.56 2.72 2.08 0.18 6.09 FR(%) INP(o/~ 53.16 0.19 Tabel4 Sepuluh Jenis dengan INP Tertinggi pada Tingkat Tiang No Jenis Ficus ribes Reinw.) Rehd.) BI.27 2.00 170.

10 Tumbuhan Bawah Struktur Butan. . Tabel 8 Nilai Indeks Kekayaan.00 1. keanekaragaman.67 2966.28 3. dan Kemerataan No 1 2 3 4 5 Tlngkat Semai Pancan~ Tiang Pohon R 10.20 No 7 8 9 10 Jenis Psychotria montana BI.21 FR(_o.39 4.33 F 0.16 8.15 3.. dan struktur kanopi. Pilea melastomoides (Poir. Diagram arsitektur pohon ini didasarkan pada ketinggian 1400 .72 E 0.17 5.11 0.00 900. dengan kelerengan 10°. dan kemerataan di lokasi penelitian eagar Alam Telaga Wama pada masing-masing tingkat dapat diketahui pada Tabel 7.93 H' 3. Sedangkan secara horizontal umumnya dapat digambarkan dengan kerapatan.72 2. Homalomena cordata Schoot. Dari hasil penelitian dalam petak seluas satu hektar dan hasil analisis vegetasi dapat digambarkan diagram arsitektur pohon dan proyeksi tajuk yang merupakan pemetaan dari petak contoh berukuran 10m x 100 m.00 KR(%) 3.69 0.41 4. dan Kemerataan.62 0.20 0. Amomum coccineum (SI.57 0. K 2166.17 4.08 7. Keanekaragaman. Keanekaragaman.98 11.35 INP{"/~ 7.1420 m dpl. .68 Kekayaan.13 0.) K. luas bidang dasar (LBDS). Schum.65 0.)_ 4.) BI. Struktur hutan merupakan hasil penataan ruang oleh tegakannya baik secara vertikal maupun horizontaL komponen-komponen Struktur secara vertikal umumnya dapat dilukiskan dengan diagram profil maupun stratifikasi tegakan.. Nilai kekayaan. Untuk melihat gambaran profil hutan di eagar Alam Telaga Wama dapat dilihat pada Gambar 2. frekuensi.28 7.67 2700.50 3.21 4.11 6.38 16.08 2.

. .~.

22 0.01 0.21 0. ex Bl. cuspidata Reinw.64 4.32 ..97 0..33 0.35 INP(%) 3. FRdan INP Jenis Ficus spp. FR.24 0.67 181. ex BI.33 300 KR(%) 0..41 0.247 DR(%) 2. DR dan INP Jenis Ficus spp.93 2. Ficus involucrata Bl. Tingkat Pohon No 1 2 3 4 5 6 Jenis Ficus alba Reinw. fistulosa Reinw.26 INP(%) 2. Ficus variegata HI.38 0.71 0. variegata B1.33 0.41 8.05 F FR(%) 0.38 0. F obscura B1.04 0. Ficus variegata Bl.67 KR(%) 0.33 21.13 0. K 2.33 2.28 0. KR. Ficus cuspidata Reinw.58 2.11 DR(%) 0.91 5.24 2. DR dan INP Jenis Ficus spp.27 FR(%) 2. yang berhabitus pohon adalah Ficus ribes Reinw. dan F.12 dapat dilihat komposisi. .90 0.33 INP(%) 0. Tingkat Semai. dan F sagitatta VahI.67 KR(%) 1.28 2.22 1.). Ficus fistulosa Reinw.26 F 0. F. ex BI. Ficus ribes Reinw.333 18. Jawa Barat diketahui ada 12 Jenis Beringin (Ficus spp.33 33. F.667 KR(%) 1. yang .73 INP(%) 6. Ficus ribes Reinw. (Ficus spp. FR.. F. K.59 0.).667 6. No 1 2 3 Jenis Ficus alba Reinw. Ficus ribes Reinw. Ficus fistulosa Reinw.51 Jenis Ficus alba Reinw.38 0. Ficus ribes Reinw.26 0. lepicarpa B1. Ficus variegata HI.33 26..07 0.77 1.67 1. Pada tabel 8 .86 9. F alba Reinw.33 10.97 4.28 1. ex BL K 33.26 0. Kabupaten Bogor..berhabitus epifit adalah Ficus deltoidea Jack.21 2. ex BI. F.71 0.124 12.54 2.01 3. Tingkat Pancang K 37.49 frekuensi. K 1. ex BI.62 5.76 4. ex Bl. kerapatan. F.67 0.33 3. K.) tersebut.18 0. dan dominansi Jenis Beringin Tabel 10 Komposisi.91 0.03 FR(%) 1. F disticha B1.36 2. F.667 1. ex B1.85 11. TabeI 12 Komposisi.27 11..28 0.67 0. Ficus lepicarpa Bl.33 5.04 1. Ficusfistulosa Reinw.247 1.00 0. K. FRdan INP Jenis Ficus spp..01 0. Tabe19 Kornposisi.) di eagar Alam Telaga Warna Berdasarkan hasil analisis vegetasi di daerah penelitian eagar Alam Telaga Warna. KR. Ficus lepicarpa BI.28 0. Dari ke dua belas Jenis Beringin (Ficus spp. Ficus obscura B I.01 FR(%) 1.58 0. KR.04 0. F involucrata B1.) pada masing-masing tingkat.58 0.99 om 0. KR. recurva B1.25 Tabelll No 1 2 3 4 5 6 Komposisi. K.01 0.14 0..39 2. Tingkat Tiang No 1 2 3 4 Jenis Ficus alba Reinw.89 0.52 0.22 Keberadaan Jenis Beringin (Ficus spp.25 35.

) dengan kerapatan 21 pohon per hektar kemudian Walen (Ficus ribes Reinw. Ficus sagitatta Vahl. Melastomataceae. Caryophyllaceae. F. Aceraceae. Alangiaceae. Araceae. Pterydophyta. Sterculiaceae. Magnoliaceae. Myricaceae. Urticaceae dan Zingiberaceae). Moraceae. Commelinaceae. Selaginellaceae. Annonaceae.27 INP(%) 0. Escalloniaceae. Poaceae. Rosaceae.32 Pembahasan Keberadaan Vegetasi Jenis vegetasi yang ditemukan daIam plot-plot penelitian di Cagar Alam Telaga Wama sebanyak 195 Jenis dari 67 Famili ( yaitu Acanthaceae. Sapotaceae.) DC.01 FR(%) 0.) dengan kerapatan 245 individu per hektar kemudian Ki bangkong (Turpinia sphaerocarpa Hassk. Lecythidaceae. K 133. Theaceae. Burseraceae. Musaceae. Loganiaceae.197 0.) dengan kerapatan yang sarna 12 pohon per hektar.33 KR(%) 0. Polygalaceae. Piperaceae.03 0. Flacourtiaceae. Lamiaceae. Jenis vegetasi yang memiliki kerapatan tertinggi di areal penelitian Cagar Alam Telaga Warna pada tingkat pohon adalah jenis Ki bangkong (Turpinia sphaerocarpa Hassk. Junglandaceae. Rutaceae.54 0. Eucomiceae. Orchidaceae. Gesneriaceae.33 33. Myrtaceae. Syrnplocaceae.049 F 0. Pandanaceae. Polygonaceae. Untuk tingkat pancang yang mempunyai nilai kerapatan tertinggi yaitu Nangsi (Villebrunea rubescens (Bl. Meliaceae. Apocynaceae.) dengan kerapatan 16 pohon per hektar. Equisetaceae. Gramineae. Hydrangiaceae. Apiaceae.) dengan kerapatan 19 pohon per hektar dan Ki bangkong (Turpinia sphaerocarpa Hassk. KR. Solanaceae. Cyperaceae. Araliaceae.74 0. Proteaceae. Lauraceae. Pada tingkat tiang. ex B1. Staphyleaceae.) dengan nilai kerapatan sebesar 16 pohon per hektar kemudian Saninten (Castanopsis argentea (Bl. Rhamnaceae. Fagaceae. Euphorbiaceae. K. Begoniaceae. Asclepiadaceae. Elaeocarpaceae.) serta Ki racun (Macropanax concinnus Miq. Rubiaceae. Liliaceae. Podocarpaceae.) dengan nilai .) B1. FRdan INP Jenis Ficus spp. Dipterocarpaceae. Balsaminaceae.) dengan tingkat kerapatan sebesar 14 pohon per hektar dan Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb. jenis yang memiliki tingkat kerapatan yang paling tinggi adalah Nangsi (Villebrunea rubescens (Bl. Arecaceae. Saurauiaceae. Asteraceae.23 Tabel l3 Komposisi. epifit No 1 2 Jenis Ficus recurva Bl. Myrsinaceae.) B1. Polypodiaceae. Ulmaceae.

499.) dengan kerapatan 933 individu per hektar kemudian dengan kerapatan 900 individu per hektar untukjenis Untuk tingkat tumbuhan bawah.719 dan 3. memiliki kerapatan tertinggi adalah yang Nanangkaan (Elatostema strigosum (BL) Hassk.467 individu per hektar. Indeks Keanekaragamannya yaitu 4.) dengan kerapatan 24.) B1. Untuk tingkat semai dan tumbuhan bawah.28% dan 53.06 % dan untuk jenis kodominannya yaitu jenis Ki bangkong (Turpinia sphaerocarpa Hassk) dengan nilai INP sebesar 24.) DC. jenis Ki hampelas (Sterculia rubiginosa Vent).381 dan 8.25%. Kemudian untuk tingkat pancang nilai Indeks Kekayaannya (R) 16. sedangkan untuk tingkat tiang nilai Indeks Kekayaannya (R) sebesar 7.) Hassk.165.) dengan INP 8.) dengan kerapatan 9. jenis yang paling dominan adalah Ki ajag (Ardisia eymosa B1.767 individu per hektar. ex B1.23%.980.88% dan 21.62%.) dengan INP 31. Nilai kerapatan tertinggi pada tingkat semai adalah Ki ajag (Ardisia cymosa B1. Kemudian untuk tingkat tiang yang memiliki nilai INP paling tinggi yaitu Walen (Ficus ribes Reinw.) dan Nanangkaan (Elatostema strigosum (B1.624.566. Indeks Keanekaragamannya (H') sebesar 3.97%.92 % yang merupakan jenis yang memiliki nilai INP tertinggi kedua. Jenis yang paling dominan pada tingkat pohon dengan nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah jenis Saninten (Castano psis argentea (Bl. Sedangkan untuk tingkat pancang yang mempunyai nilai INP paling tinggi adalah Nangsi (Villebrunea rubescens (BI.) dengan INP 16. kemudian Reundeuy badak (Cyrtandra picta Bl.) dengan INP masing- masing yaitu 11.931.689. Jenis-jenis vegetasi tingkat pohon yang terdapat di wilayah eagar Alam Telaga Warna mempunyai nilai Indeks Kekayaan (R) 11. dan untuk nilai Indeks Kemerataannya sebesar 0.79% dan jenis kodominannya adalah Walen (Ficus ribes Reinw.86% dan untuk jenis kodominannya adalah Nangsi (Villebrunea rubescens (Bl. Untuk tingkat semai dan tumbuhan bawah nilai Indeks Kekayaannya (R) masing-masing 10.24 kerapatan 192 individu per hektar.) B1. untuk tingkat tersebut adalah Ki hampelas (Sterculia Sedangkan jenis kodominan rubiginosa Vent) dan Reundeuy badak (Cyrtandra pieta B1.282 dengan nilai Indeks Kemerataan (E) sebesar 0.103 dengan nilai Indeks . Indeks Keanekaragamannya (H') masing-masing sebesar 3.077.) sebesar 27.) dengan INP sebesar 35.) dengan INP sebesar 11. ex BI.151 dan nilai Indeks Kemerataannya (H') sebesar 0. Indeks Keanekaragaman (H') sebesar 3.

Beringin (Ficus spp. sebagian merupakan jenis yang berhabitus pohon dan sebagian lagi berhabitus epifit. Walen (Ficus ribes Reinw. ex Bl.&6% pada tingkat tiang.) yang ditemukan sebanyak 12 jenis dari satu Famili Reinw. banyak dibantu oleh burung yang memakan buah Ficus spp. Jenis Beringin (Ficus spp. Komposisi Jenis Beringin Moraceae. merupakan jenis yang membutuhkan air yang cukup banyak dan juga penyebaran Ficus spp. yang lain.25 Kemerataannya adalah 0. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kekayaan jenis di Cagar Alam Telaga Warna tersebut cukup kaya dengan tingkat keanekaragaman jenis tinggi dan dengan tingkat kemerataan yang relatif sedang. Keberadaan Jenis Beringin (Ficus spp. ex Bl.) dikatakan paling tinggi dikarenakan juga pada tiap tingkat analisis vegetasi selalu ada yaitu mulai dari tingkat semai sampai pohon dengan INP yang lebih tinggi juga dari jenis Ficus spp.) sebesar 35. Keberadaan Jenis Ficus spp.) yang mempunyai kerapatan tertinggi adalah Walen (Ficus ribes (Ficus spp. (Ficus involucrata BL ) dengan kerapatan satu individu per Pengaruh Tempat Tumbuh terhadap Keberadaan Jenis Ficus spp.408. banyak tumbuh pada daerah yang dekat dengan air atau sumber air. tersebut.) yang ditemukan cukup beragam. Hal ini karena Jenis Ficus spp. Jenis Beringin (Ficus spp.754 individu per hektar mulai dari tingkat semai sampai pohon.654 dan 0. Dari hasil analisis vegetasi di lapangan dapat diketahui bahwa Jenis Ficus spp. ex Bl.) yang ditemulcan mempunyai kerapatan yang cukup tinggi yaitu sebesar 1. Indeks Keanekaragaman (R') dan Indeks Kemerataan (E) tersebut dinilai baik karena jenis vegetasinya yang kaya dan beraneka ragam serta dengan penyebaran yang cukup merata. di lokasi penelitian Cagar Alam Telaga Wama tumbuh agak terpusat pada daerah tertentu dan j enisnya cukup beraneka ragam. Apabila dikaitkan dengan kondisi vegetasi hutan maka nilai Indeks Kekayaan (R).) yang mempunyai nilai INP paling tinggi adalah Walen (Ficus ribes Reinw.) di eagar Alam Telaga Warna Secara umum Jenis Beringin (Ficus spp.) dengan kerapatan 300 individu per hektar. Kemudian jenis yang paling jarang adalah Kiarajingkang hektar. .

Di lokasi penelitian jenis ini bias a disebut Walen (Sunda). penyebaran Selain sifat morfologis. cuspidata Reinw. dengan kelompok terbesar tumbuh di daerah tropik.) merupakan kelompok tumbuhan yang beraneka ragam dan berguna bagi manusia. 1987). bunga dan buah bila ada. recurva Bl. ribes Reinw. F.) Jenis Habitus pohon pohon pohon pohon pohon pohon epifit epifit epifit epifit epifit epifit Ciri MorfoloID Bentuk daun ovatus melanset bulat telur Buah 2 3 4 F. tunggal atau berpasangan bertangkai 0. ex B1. sepertiapelbertangkaipanjang menjaras di gagang pada batang atau cabang vang teba Bertangkai bentuk malai tidak bertangkai tidak bertangkai muncun di ketiak daun atau bekas luruh daun dan berpasangan.2 mm 1-2 buah membulat dan sendiri bertangkai dan berkelompok sampai I 0 buah bulat berwama kuning bertangkai dan menyendiri buah muda tertutup uleh bulu lanset membulat telur sungsang ovatus elips sampai oblong membulat telur sungsang melanset melanset so let Cordatus 5 6 7 8 9 10 11 12 Ficus ribes Reinw. F. exBl. obscura B1.) ?i wilayah penelitian Cagar Alam Telaga Warna meliputi Flora Malesiana Volume 17/ Part 2 Moraeeae-Ficus (Berg dan Corner. Tabel14 No 1 Deskripsi masing-masing Jenis Beringin (Ficus spp. F. sagitatta Vahl. dikemukakan pula tentang Bahan pustaka untuk menambah fakta Jenis alam sebagai habitatnya. 2005). Ficus ribes Reinw. variegate B1. F. alba Reinw. Flora Taman Nasional Gede Pangrango (Sunarno dan Rugayah. fistulosa Reinw. F. F. disticha B1. Secara garis besar Jenis Beringin (Ficus spp. antara lain sifat batang. involucrata B1. F. deltoidea Jack. tumbuh pada ketinggian 100 sampai 1800 m dpl dan sangat umum dijumpai di hutan . dan Tumbuhan Obat Indonesia Jilid VI dan VII ( Zuhud. ex Bl. ex BL tennasuk Jenis Ficus yang berhabitus pohon. ex Bl.5 . F. Tumbuhan Berguna Indonesia (Heyne.) Deskripsi yang dimaksud adalah uraian fakta yang meliputi sifat-sifat morfologis yang dijumpai di lapangan dan keterangan dari bahan pustaka. F. 2003). 1992). F. Di Pulau Jawa Ficus ribes Reinw. Beringin (Ficus spp. daun.26 Deskripsi Jenis-jenis Beringin (Ficus spp. yang tingginya dapat meneapai 15 m dan diametemya dapat mencapai 30 em yang pada umumnya berukuran lebih keeil dari 30 em. F. Jepicarpa Bl.

. "Buah" buni. putik Ionjong. ujung melengkung ke dalam.) Ficus variegata BI. ex BI. permukaan kasar. garis tengah 3 em. bentuk malai. lebar 3-7 ern. warna hijau. di Pulau Jawa sangat umum tetapi tidak berkelompok dan biasanya tumbuh pada ketinggian antara 1 sampai 1500 ill dpl (Heyne. kecil. pereabangan sirnpodial. Biji bulat. rnasih muda hijau setelah tua coklat kotor dan permukaannya gundul. panjang ± 2 em. ex B1. tangkai pendek dengan panjang tangkainya 0. . dan berbanir kuneup serta bergetah putih. pertulangan daun menyirip. Semenanjung Malaya. bentuknya lonjong.·mngan. ranting yang sangat rnuda tertutup oleh buIu-bulu pendek rap at.3 em . 2005). benang sari pendek. pada batang dan ranting. tersusun spiral tersebar. yaitu batang tegak. buahnya tersusun dalam bentuk malai dan posisinya menggantung. mahkota bentuk kuku.1. Akar tunggang. Daun tunggal. bulat. adalah Thailand dan Malesia (Sumatra. sering menarik sisinya tidak sarna besar. hijau keputihputihan. berhabitus pohon yang tingginya dapat meneapai 40 m dengan diameter 1. panjang 10-15 ern. putih. dan Jawa) (Berg dan Comer. Jenis Ficus variegata B1. perrnukaan atasnya gundul atau berbulu rapat. panjang ± 2 rnm. daun rnudanya berwama eoklat kemerah-merahan serta mempunyai daun penumpu. ex B1. Penyebaran Ficus ribes Reinw. ujung dan pangkal daun runcing. bulat.75 m. Ciri morfologis dari Ficus ribes Reinw. wama putih. 1987). 1987). tangkai buah panjangnya ± 3 rom.(Heyne. Gambar 3 "Buah" Walen (Ficus ribes Reinw. wama putih keeoklatan.27 pegu. Bunganya majemuk.25 em. Jenis tersebut tersebar di seluruh Asia Tenggara. tepi rata. warna hijau kotor. tetapi sering berukuran keciL Jenis tersebut di lokasi penelitian disebut Kondang (Sunda).

Jawa. 2005) Ciri morfologisnya yaitu daunnya berbentuk melonjong atau sebagian agak membundar telur atau membundar telur sungsang dengan ukuran 11-32 em x 4-15 em. ujungnya runeing dan pangkalnya lebar 5-10em. bentuknya bulat. panjang 10-15 em. putih. Di daerah penelitian Jenis Ficus ini disebut Bisoro (Sunda). Kalimantan. "Buah"nya tidak . Bijinya kecil. Daunnya tunggal. ujung tiba-tiba agak melancip. "Buah" semuanya terdapat pada batang dan cabang-eabang yang besar.5 em. telur. tangkai panjangnya ± 5 em.28 Ciri morfologis dari Jenis Ficus variegata BI. Thailand. buahnya bertangkai. tangkai daun panjangnya 1 . pertulangan menyirip dan berwarna hijau serta mempunyai daun penumpu. pada batang dan ranting yang besar. Ficus /epicarpa Bl.2 . Sulawesi. dan Filipina (Berg dan Comer. warnanya eoklat kehitaman. Sumatra. permukaan kasar. dengan pangkal menumpul atau membundar dengan sisi ada kalanya tidak sarna besar. Penyebarannya adalah Myanmar.2 em. gnndul dan berwama merah bergaris-garis serta berbereak-bercak putih atau berwama hijau kekuningan. berhabitus pohon dengan tinggi dapat meneapai 15 m. dan mempunyai daun penumpu. Bunganya majemuk. hijau kotor. berbentuk bulat tumpul dengan tepi rata. Jenis Ficus lepicarpa B1. Maluku. wama putih keeoklatan. Malaysia. Akar tunggang. pertulangan daun menyirip.) yang sudahmasak. bergelang dan mulus. putik lonjong. adalah batang bulat. pereabangan sympodial. Gambar 4 "Buah" Kondang (Ficus variegata B1. tumbuh di hutan basah pada ketinggian antara 700 sampai 1600 m dpl (Heyne. panjang 1. Di Pulau Jawa Ficus lepicarpa B1. 1987). benang sari pendek. dengan tepi rata atau tidak. tata daun tersebar (alternate). wamanya hijau keputih-putihan. bergetah putih kental dalam jumlah banyak.

tetapi umumnya tidak berkelompok (Heyne. ex BI. Habitatnya di hutan terbuka. hijau kekuningan atau hijau ungu kecoklatan. bentuknya membulat. atau menjaras di gagang pada batang dan cabang-cabang yang menebal. tepi hutan dan di hutan jati yang basah. dengan penampang melintang 1. 2005) Ciri morfologisnya adalah daun menjorong hingga melanset atau membundar telur sungsang.dengan ketinggian 10 . China. melaneip atau membundar. muncul di ketiak daun atau bekas daun yang luruh. di Pulau lawn di beberapa daerah didapat banyak sekali. berurat jala wama hijau muda atau hijau kekuningan.2100 m dpl (Sunarno dan Rugayah. tepi daun rata atau bergigi dangkal. wamanya hijau. membulat telur atau menjorong melebar dengan satu lubang mulut buah yang melebar. Berakar tunggang. dan Papua New Guinea (Berg dan Comer. .3 em.5 . 1992). berujung laneip. berhabitus pohon atau pohon perdu yang tingginya dapat meneapai 10m dengan diameter 25 em. Ficus ini tersebar di seluruh Asia Tenggara. ex Bl. berjumlah 1-2.29 bertangkai.eoklat. 1987). dan gundul. Ficus fistulosa Reinw. sifatnya soliter atau berkelompok. membulat atau menjorong melebar dengan ujung merata dan tersusun dalam bentuk malai. "Buah" berada pada ketiak daun atau bekas luruh daun. Penyebarannyajuga di India. buahnya gundul atau berbulu jarang. Jenis Ficus fistulosa Reinw. penuukaannya berbintik-bintik kuning atau kuning . Taiwan. Berakar tungggang.) yang di ketiak daun. Ficus jenis ini di lokasi penelitian biasa disebut Beunying (Sunda). Gambar 5 "Buah" Bisoro (Ficus ZepicarpaBl. berpangkal tumpul.

berhabitus pohon dengan tinggi dapat meneapai 50 m. Jenis Ficus involucrata Bl. dan mempunyai daun penumpu yang agak panjang. Daun membundar telur menjorong . menonjol di permukaan bawah. pangkal daun membundar.) yang menggerombol Ficus involucrata BI. Berakar tunggang.1500 m dpl (Heyne. dan pereabangan sympodial. membulat Di Pulau Jawa. ex Bl. ujung daun melaneip pendek atau agak panjang. 1987).30 Gambar 6 "Buah" Beunying (Ficus fistulosa Reinw. ketinggian 50 . muneul di ketiak daunnya atau di bekas daun yang luruh. mempunyai nama lokal Kiara jingkang (Sunda). menumpul atau meruneing. Gambar 7 Pohon Kiarajingkang (Ficus involucrata Bl. tumbuh di hutan pada berpasang-pasangan menjorong waktu masih muda. tata daun alternate. Di wilayah penelitian Ficus involucrata Bl. menumpul atau membaji melebar.) yang tumbuh besar . tangkai daun panjangnya 1-5 em. "Buah"nya tidak bertangkai.melonjong atau sebagian agak membundar telur sungsang dengan ukuran 8-20 em x 2-12 em. bergetah putih melimpah.

5 mm dan berwama kuning. berbentuk Bijinya berbentuk bola. tata daun tersebar (alternate). tepi rata.94. disebut Tabat barito (Indonesia). dpl.4 . jenis ini tumbuh menumpang (epifit) pada pohon-pohon yang tinggi. tanah yang mengandung kapur dan bekas endapan lava tua. Akarnya tunggang dan berwarna coklat (Zuhud.32 0 C. tanah karang. Sumatera. bercabang banyak (percabangan sympodial). Turnbull baik pada kelembaban udara rata-rata 80. kecil dan berwama coklat. Di Indonesia penyebarannya Sulawesi (Zuhud. bulat. 2003) Gambar 8 Tabat barito (Ficus deltoidea Jack. berdiameter 3 . berhabitus epifit dengan tinggi 25-50 em. ujung bulat.400 m meliputi pulau Jawa. Kalimantan. berbentuk solet. panjang 2 . di daerah penelitian bermacam-macam. tumbuh di celah-celah batang atau cabang pohon besar. seperti tanah liat. berbentuk gasing. berada di ketiak daun. berwama coklat kemerahan. bergetah putih dan berwama coklat. berkayu. Sering juga dijurnpai di tepi kawah baik yang rnasih aktif rnaupun yang telah mati. benangsari dan putik tersusun dalam lingkaran.) yang tumbuh epifit . berwama hijau pada permukaan atas dan kuning kecoklatan pada bagian bawahnya. 2003)_ Tabat barito (Ficus deltoidea Jack. Bunga tunggal. bertangkai pendek dan permukaannya Iicin.5 em. bulat. berbentuk kuku dan duduk di atas bakal buah). pangkalnya runcing. permukaannya kasar. mahkota (lepas. Jenis Ficus deltotdea Jack.31 Ficus deltoidea Jack. Di hutan hujan dataran rendah Sumatera dan Kalimantan. Pohon inangnya salah satunya Ficus involucrata Bl. toleransinya terhadap suhu dan kelembaban udara cukup luas ( Ficus ini tersebar pada ketinggian tempat 450-2. dan eurythermal dan euryhumidityy.) tumbuh terbatas pada temp at-temp at tertentu.2 % dan suhu udara ratarata 24 . Ciri morfologisnya yaitu batang tegak. Daun tunggal. "Buah" buni.

Gambar 9 Daun Darangdan (Ficus cuspidata Reinw. panjang tangkainya 2 . ukurannya 4 .6 m.6 mm. bentuk daun melanset atau melonjong-melanset. Penyebarannya adalah di India.) Di wilayah penelitian Ficus cuspidata Reinw. dan percabangan sympodial). Jenis Ficus cuspidata Reinw.32 Ficus cuspidata Reinw. Semenanjung Malaya. Jenis Ficus recurva Bl. berwarna merah atau telur. bentuknya membulat 4 .Sumatra.) Bl. tata daun alternate.) Ficus recurva BI. tumbuhnya di hutan basah dengan ketinggian 700 . pertulangan daun menyirip. bergetah putih dan bercinein. dan Kalimantan (Berg dan Comer. tepi rata atau bergerigi.25 .4. permukaan atas mengkilap dan pennukaan bawahnya suram. jarang sebagai pohon keeil dengan tinggi dapat mencapai 12 m. berbulu kejur tipis. Di daerah penelitian Ficus jenis ini disebut Areuy gondang (Sunda). Berakar tunggang. Hidupnya di hutan basah.) yaitu batang kasar. (Sunarno dan Rugayah. berhabitus epifit dengan tinggi dapat mencapai 2 . disebut Darangdan (Sunda).25 em.4 mm. Thailand. 2005) Ciri morfologis dari Darangdan (Ficus cuspidata Reinw. Di Pulau Jawa hanya terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. tangkai daun panjangnya 3 . Jawa.2000 m dpl. berhabitus epifit. Daun tunggal.8 mm. . Di Jawa Barat hidup pada ketinggian 240 . Pohon 'inangnya yaitu Nangsi (Villebrunea rubescens (Bl.24. dan mempunyai daun penumpu. kadang-kadang hampir memita.5 em x 1. pangkal meruneing pada salah satu sisi atau keduanya. "Buah" bertangkai. penampang melintangnya kemerah-merahan bila masak. 1992).

15 m. Semenanjung Malaya. Daun tunggal. 2003). pertulangan daun menyirip.(Zuhud. dan Filipina (Berg dan Corner. biasanya menyendiri. ranting mudanya gundul atau tertutup bulu-bulu agak panjang berwarna coklat hingga kuning. .5 em. buah mudanya tertutup oleh bulu-bulu berwarna eoklat hingga kuning.33 . membulat sampai menjorong lebar.7. beralur. Sumatra. tepi dainnya bergerigi. dan bergetah putih. tata daun alternate. tumbuh di hutan terbuka pada ketinggian 100 . Penyebarannya di Myanmar. adalah batang berdiri tegak dan lurus.1600 m dpl (Sunamo dan Rugayah. berhabitus pohon kecil atau sernak yang tingginya dapat mencapai 4 . permukaan atas daun berwarna hijau tua sedangkan permukaan bawahnya berwarna putih dengan tangkai yang panjangnya 1. 2005). ujung daun rnelaneip. tepi daun rata. Kalimantan. Ficus alba Reinw. Ciri morfologisnya adalah batang bereabang dan mempunyai akar udara. bentuk daun menjantung. dan mempunyai daun penumpu. percabangan sympodial.5 . Daun tunggal. Gambar 10 Daun Ficus recurva Bl. Di daerah penelitian biasa disebut Hamurang (Sunda). permukaan daun berbulu halus warna eoklat muda. "Buah'tnya bertangkai. berukuran 8-21 em x 6-16 em. Jenis Ficus alba Reinw.2100 m dpl. 1992). tata daun alternate (tersebar). Di Pulau Jawa Ficus alba Reinw. bila masak berwarna kuning atau j ingga. pangkal daun menjantung. penyebarannya juga di Pulau Sumatera dan pulaupulau lainnya di Indonesia. Selain di Pulau Jawa. Ciri morfologis dari Ficus alba Reinw. helaian daun berbentuk bulat telur sampai lanset atau belah ketupat sampai elips. Thailand. Jawa.

20 em x 5 .10 em. Jawa. Gambar 11 Daun Hamurang (Ficus alba Reinw. pangkal daun menumpul. Myanmar. Timor. pertulangan daun menyirip. ujung daun lancip. tepi rata. Penyebarannya adalah di Benua Asia (Kepulauan Andaman.5 em. bentuk daun e1ips sampai oblong. dan mempunyai daun penumpu serta daun mudanya berwarna merah. ukuran daun 10 . berbentuk tidak bulat atau bulat telur sungsang. bila sudah masak berwarna kuning atau kuningjeruk dan panjangnya 1 . Bangladesh.5 . Ciri morfologisnya yaitu daun tunggal. Sulawesi. "Buah"nya berpasangan dan muncul di ketiak daun. Filipina.5 em dan buah bertangkai. Sikkim. Kalimantan.1.4 m (jarang lebih).2 mm. Habitatnya di hutan dengan ketinggian lebih dari 1500 ill dpl. Talaud. Indocina) sampai Malesia (Sumatra. 2005). Berhabitu epifit dengan tinggi 2 . "Buahnya kadang-kadang tumbuh secara tunggal (Soliter) atau berpasangan. Thailand. Jenis Ficus sagitatta Vahl. tata daun alternate. Halmahera) dan Micronesia (Berg dan Comer. tepi rata atau bergerigi. bertangkai pendek dengan ukuran 0. bertangkai.) yang besar dan kasap Ficus sagitatta Vahl.34 ujung daun melancip. ukuran diameter 0. Semenanjung Malaya. simetris. India. perrnukaan berbulu atau gundul. .

Di Iokasi penelitian jenis ini biasa disebut Ara sebereteh (Sunda). Penyebarannya di Sumatra. dan bergetah putih. melonjong hingga melanset. berhabitus epifit. 2005).9 em. tepi daunnya umumnya sedikit bergerigi. Ciri morfologisnya yaitu batangnya gunduI hingga rapat. dan Filipina (Mindanau) (Berg dan Comer.10m. dengan ukuran 10 . Daunnya membundar telur. "Buah"nya bertangkai. tingginya dapat meneapai 3 . hutan sekunder. ujungnya melaneip pendek sampai agak panjang.35 Gambar 12 Ficus sagitatta Vahl. berkelompok sarnpai 10 buah. pangkal daun menumpul.5 . belukar dan di tempat-tempat liar lainnya. pada ketinggian 10 . pereabangan sympodial. Kalimantan. Jawa.yang tumbuh epifit Ficus obscura RI. pangkal umumnya tidak sarna besar.1600 m dpl (Sunamo dan Rugayah. kasap atau liein pada kedua permukaannya.) Di Pulau Jawa tumbuh di hutan campuran. Pohon inangnya bermaeam-maeam misalnya Ki Bangkong tTurpinia sphaerocarpa Hassk.21 em x 3.12 nun. berbulu rapat sarnpai agak gundul pada permukaannya. . Jenis Ficus obscura Bl. tangkai panjangnya 2 . 1992). muneul di ketiak daun atau bekas luruh daun.

Di daerah penelitianjenis ini biasa disebut dengan nama daerah aroy eantigi. permukaan daun gundul (sepintas lalu mempunyai daun yang mirip dengan "tabat barito" hanya bedanya pada struktur daunnya yang lebih kaku serta berdaging tipis).3 em. I . Jawa.36 Gambar 13 "Buah" Ara sebereteh (Ficus obscura BI. penampang melintangnya 0. tangkainya pendek. Seram. 1992). atau agak membundar telur sungsang. Ciri morfologis dari Ficus disticha B1. "Buah"nya 1 . di tepi-tepi air pada ketinggian 1100 . tetapi ada yang sampai 2200 m dp1. dan muneul di ketiak daun atau di bekas daun yang luruh. pangkal daun membaji atau menumpul. Sulawesi). pertulangan daun menyirip.) yang menggerombol. dan Papua New Guinea (Berg dan Corner. ujung membundar.20 m (atau lebih). bentuknya membulat . dan Malesia (Sumatra. yaitu bentuk daunnya membundar telur.5 em x 1 . Ficus disticha Bl.75 . Berhabitus epifit.2. menjorong. dengan tinggi 3 . ukuran 2 . 2005). tangkai daun panjangnya 6 . Jarang pada ketinggian yang rendah (Sunamo dan Rugayah. permuk~nnya gundul.12 mm.1900 m dpl. dan tumbuh di hutan basah. Penyebarannya adalah di Myanmar. Di Pulau Jawajenis tersebut hanya terdapat di Jawa Barat. Jenis Ficus disticha B1. Kalimantan. Thailand. Semenanjung Malaya.mengavokad.1 em. Filipina. berwarna kuning muda. Ternate. Halmahera.

ke dua belas jenis Ficus spp. Jenis-jenis Ficus spp. ex Bl. e Buahnya dapat untuk . yang ditemukan mempunyai beberapa manfaat. Getahnya dapat digunakan untuk abat perut mulas dan bahkan sakit gigi. dapat digunakan untuk obat Ficus variegata BL 2 Ficus fistulosa Reinw. Beunying Daun mudanya dapat dimakan Kulit batangnya dapat digunakan untuk obat malaria dan disentri Akarnya yang muda dapat digunakan untuk obat batuk rejan.) Nama Jenis Nama Lokal Kondang Kegunaan Buahnya dapat dimakan. Tahel15 No 1 Pemanfaatan Jenis Beringin (Ficus spp.) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. baik melalui petugas atau narasumber maupun studi pustaka. tumbuhan survival dari buahnya maupun pakan satwa yaitu dari jenis burung (Walik atau Punai) dan Mamalia (Saputro. 1996).37 Gambar 14 Daun dan "Buah" Aroy cantigi (Ficus disticha Bl. dapat juga dibuat asinan atau dimakan langsung untuk rujak tetapi agak kesat Daunnya malariar' Membantu pengobatan mencret dan eksim. melembabkan kulit. tersebut antara lain digunakan sebagai tumbuhan obat.) Pemanfaatan sumberdaya Jenis Beringin (Ficus spp.

Zuhud. 1987. 2005. sebagai obat sakit Am sebereteh Tabat banta Daun bisa digunakan untuk rokok dengan opium. Mulyana. 2003.r' 10 11 Ficus obscura BI. Getahnya dapat dapat digunakan sebagai digunakan untuk obat exim atau borok.id . Heyne. 3). Berg dan Corner. 7 8 Ficus involucrata Ficus recurva BI. BI. e rnasak dapat 6 Ficus cuspidata Reinw. Bisoro dapat digunakan untuk mengobati sakit kencing. Oaunnya penyakit dapat digunakan untuk C obat keputihan. Getahnya e dapat digunakan untuk 5 Ficus /epicarpa BI. (6 9 Ficus sagitatta Vahl. Oaunnya kuat dapat digunakan untuk obat atau keputihan. www.. 6). 4).balitro. Getahnya memperlancar dapal digunakan ASI (Air Susu Ibu). ex Nama Lokal Walen Kulit batangnya Kegunaan dapat digunakan untuk abat diare. (4 Daun dapat digunakan pinggang. Darangdan Kulit batangnya abat malaria. Hamurang . 2003. Wawancara dengan pengenal pohon. 5). Buahnya yang sudah dirnakan langsung. Ficus deltoidea Jack. 12 Ficus disticha BI. malaria. setelah melahirkan. e untuk 4 Ficus alba Reinw. BI. Kiarajingkang Areuy gondang e menghilangkan penyakit Akar dan batang yang dipotang-potong digunakan sebagai pengganti pinang. mencret dan mual. Sumber: Aroy cantigi e afrodisiak dan obat - 1).go. dan Hendnan.38 No 3 Nama Jenis Ficus rlbes Reinw. Rebusan daunnya dapat digunakan sebagai obat kalik. Elly. 2). Buahnya sebagai pakan orang utan. Oaun mudanya obat sakit ginjal.

disusun menjadi kunci determinasi rnasing-masing guna memudahkan dalam mengenal atau di mengidentifikasi Jenis Beringin (Ficus spp. Bentuk daun membulat telur sungsang b. a. Tepi daun rata 4. Tepi daun rata 8. Tepi daun bergerigi atau menggergaji b. ex B1. Pertulangan daun menyirip 3. PangkaI daun menumpul atau menjantung 5.) tersebut. Buah berwarna merah dan berbercak putih h. a. Ficusjistulosa BI. a.39 Kunci Determinasi Sifat-sifat morfologis dari ke dua belas Jenis Beringin (Ficus spp. a. Ficus alba Reinw. Permukaan daun berbulu hal us b. 10 Ficus involucrata BI. Bentuk daun elips dan simetris 7. 4 Ficus cuspidata Reinw. 8 Ficus ribes Reinw. Ficus sagitatta Vahl. . 6 Ficus disticha B1.2 7 Ficus deltoidea Jack. Permukaan daun gundul 6. Bentuk daun melanset atau ovatus 10. PangkaI daun meruncing b. 9 Ficus lepicarpa B1. PangkaI daun meruncing b.) yang ditemukan eagar Alam Telaga Warna. Habitus epifit atau semi epifit b. Habitus pohon 2. 11 Ficus variegata B1. a. Bentuk daun membulat telur sungsang h. a. a. Pertulangan daun menjari b. 5 Ficus recurva BI. 3 Ficus obscura B1. Buah berwarna hijau kekuningan poJos . Pangkal daun menumpul atau menjantung 9. a. a. Kunci determinasi tersebut disusun sebagai berikut : Bentuk Sejajar 1. a. Buah bertangkai di batang atau cabang besar 11. Tepi daun bergerigi atau menggergaji b. Buah tidak bertangkai di ketiak daun b. a.

Bentuk daun membundar telur sungsang . 7 Ficus alba Reinw.Ficus disticha B!. a. Buah bertangkai di batang atau cabang besar ll. Tepi daun rata 4. 10 Ficus involucrata BL 11 Ficus variegata Ficus jistulosa b. Buah tidak bertangkai di ketiak daun Ficus sagitatta Yah!.a.a. Pangkal daun menumpul atau menjantung 9.a.a.Habitus epifit atau semi epifit 2 Ficus deltoidea Jack. Pangkal daun meruncing b. Buah berwarna hijau kekuningan polos . a. 5 Ficus recurva Bl. 6 6. Perrnukaan daun berbulu halus b. Tepi daun bergerigi atau menggergaji b. b. a. Habitus pohon 7. Tepi daun bergerigi atau rnenggergaji b. Pertulangan daun rnenjari b.b.40 Bentuk Bertakik l. Pangkal daun meruncing b. 3 Ficus obscura Bl.. ~ 4 2. Perrnukaan daun gundul Ficus cuspidata Reinw. Pertulangan daun menyirip 3. Buah berwarna merah dan berbercak putih b. Pangkal daun menumpul atau menjantung 5. Tepi daun rata 8. a. 8 Ficus ribes Reinw.a. Bentuk daun membundar telur sungsang b. Bentuk daun eIips dan simetris l. Bentuk daun melanset atau ovatus 10. a. ex BL 9 Ficus lepicarpa Bl.a.

Ficus recurva B1.. Perlu adanya penelitian kehidupan satwa liar.ex Bl.) tersebut yang paling tinggi nilai Indeks Nilai Penting (INP)nya adalah Jenis Walen (Ficus ribes Reinw.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Ficus involucrata Bl.).) Hassk.. untuk tingkat pancang adalah Walen (Ficus ribes Reinw.. Di lokasi penelitian di Cagar Alam Telaga Wama ditemukan dua belas Jenis Beringin (Ficus spp.. tentang peranan Jenis Beringin (Ficus spp.. ex Bl.. ex B~.) dan Reundeuy badak (Cyrtandra picta dan keanekaragaman jenis vegetasinya tergolong tinggi dengan kemerataan yang rendah sampai sedang. tingkat pancang yaitu Nangsi (Villebrunea rubescens (Bl.) dan Walen (Ficus ribes Reinw..) Bl. Dad ke dua belas Jenis Beringin (Ficus spp. Ficus disticha Bl. 2.). Ficus ribes Reinw.) dengan nilai Indeks Nilai Penting (INP) 35.) Bl. ex Bl. Ficus alba Reinw. Ficus Reinw. 2.).) serta tumbuhan bawah jenis yang paling dominan adalah Nanangkaan (Elatostema B1.) bagi . Perlu adanya penelitian terhadap jenis-jenis tumbuhan yang lain. dan Ficus sagitatta Vahl. yang berhabitus jistulosa pohon sebanyak enam Jenis (Ficus variegata Bl. Ficus obscura Bl. Komposisi jenis vegetasi di lokasi penelitian bervariasi dengan jenis yang paling dominan pada tingkat pohon yaitu Saninten (Castano psis argentea (BL) DC.).86 %. Saran 1.ex Bl.) yang terbagi menjadi dua habitus yaitu Jenis Ficus spp. Tingkat strigosum kekayaan (B1.. dan Jenis Ficus spp. dan Ficus /epicarpa B1.) dan Nangsi (Villebrunea rubescens (Bl.) dan Ki bangkong (Turpinia sphaerocarpa Hassk.) dan untuk tingkat semai adalah Ki ajag (Ardisia cymosa BL) dan Ki hampelas (Sterculia rubiginosa Vent.. yang berhabitus epifit sebanyak enarn Jenis (Ficus deltoidea Jack.). Ficus cuspidata Reinw.

Berg. Penerbit Institut Me. Metode Survey Pertanian Bogar. Kualalumpur: Series I .1981. Institut Pertanian Bogar. . Second Edition. New Delhi: Oxford and IBH Publishing Co. Inventarisasi Tumbuhan Obat Indonesia (IV). ____ . J. Heyne.DAFTAR PUSTAKA Agustini. Manual of Plant Ecology. Hutan Pantai. 2005. dan Hutan Dataran Rendah di Cagar Alam Leuweung Sancang. Cibodas : Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Krebs. lis Kindarliah.G. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. K. 1987.E. 1980.H. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan. Istomo. 2003. Anggun R. Bandung : Dephutbun. Bogar: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogar. E.C. [Depkes] Departemen Kesehatan. Djamhuri. Comer. Ecology : The Experimental Analysis Of Distribution Abundance. Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II. Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid IV. Institut Pertanian Bogar. 1978. Tidak Dipublikasikan.. Mengenal Kawasan Konservasi di Propinsi Jawa Barat. Bogar: Fakultas Kehutanan.Seed Plants. 1999. London: Black Well Science Ltd. Djaenudin. Sopian.J. Bogar: PT. C. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan. Volume [Dephutbun] Departemen Kehutanan dan Perkebunan. 2001. Kunci Pengenalan Jenis-jenis Pohon di Sekitar Kampus Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogar. 1997. G. Pengaruh Media Arang Sekam terhadap Pertumbuhan Semai Ficus callosa Willd. Second Edition. 1987. 1998. (pangsar) [Skripsi]. Tumbuhan Survival dan Tumbuhan Obat Gunung Gede Pangrango Volume 1. Kusmana. Glade. C. Jakarta : Depkes Republik Indonesia.C. Pengenalan Jenis Pohon di Hutan Mangrove. Astika. K. Advanced Ecology Theory : Principles and Application. 2003. Flora Malesiana Moraceae-Ficus 17. and Vegetasi 4. New York: Harper and Row Publisher. C. Jawa Barat. 1997. H. Misra. Bogar: Fakultas Kehutanan. dan EJ.

Taman Nasional Gunung Halimun [Skripsi]. Tidak Diterbitkan. Jakarta Pusat : PT. Bogor Sugianto. Ekologi Hutan Indonesia.. Cibodas ke Cibeureum Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Volume I.J. . 1987. Dendrologi. Soerianegara. Pradnya Paramita. dan Afriastini J.M. 2002. Bogor: Fakultas Kehutanan. S. Kerabat Beringin. Flora untuk Sekolah Indonesia. Pengantar Ekologi.C. 1.LIPI. B. Keanekaragaman Jenis Palem (Arecaceae) di Resort Cikaniki. 2004. dan Istomo. Van Stenis. Laboratorium Ekologi Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor dan Ilmu Pengetahuan Alarn. Bogor: Fakultas Kehutanan. Jakarta: Fakultas Kehutanan. 1996. Hilwan. Departemen Kehutanan. Saputro. dan Rugayah. 2004. Laboratorium Ekologi Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Dua. 2003. Aprilani S. Bogor. Evrizal A. Sunamo. Kuswata K. Bogor [Skripsi].43 Resosoedanno. Bogor: Herbarium Bogoriense. Bandung: Remadja Karya. 2003. 1984. Puncak. E. R.. 2002. Bogor: Lembaga Biologi Nasional. Indrawan. C. Puslitbang Biologi . Sumedi. Cianjur: Dirjen PHKA TNGP. Eymu P. Tumbuhan Obat Indonesia Jilid VI. Institut Pertanian Bogor. 1992. I dan A. C. Institut Pertanian Bogor. Sastrapradja.S. Soerianegara.. seri Sumberdaya Alam. Widiyanto.J. L. Institut Pertanian Bogor dan Yayasan Sarana Wana Jaya. Bloemberg S. Bogor: Fakultas Matematika Universitas Pakuan. Zuhud.G. Djamhuri. LIP!. dan Tiga Tahun Pembakaran di Hutan Sekunder Jasinga. [Skripsi]. Perubahan Struktur dan Komposisi Vegetasi Setelah Satu. Keanekaragaman dan Kelimpahan Capung (Odonata) di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Telaga Wama. Flora Taman Nasional Gede Pangrango. 1975. H. E. I.

LAMPI RAN .

..:I r: ('<j .: ! co ~ ...! ! j II s J! i 1 \ 1J ... E cs r' ....~ t 0 b1) CO ~A 0 :.. ::..l ::: c. U 1:: ~ 0 Q) .._....... . ~ ~ ~ . 0.... ..... N ro .......s ~ ~ E ~ b1) ~ E ~ ~ ~ en ('<j ..

Q- *" 1'.. I '. <vv»: Lokasi ..It.1 :..J' e pH! '-. .~ !I .'«1 .' ..I.- "" ..>~"'""~..p'j\-J..'.~: " ! ~ .."":'_J"~< Penelitian <>' ! o . f...45 Lampiran 1 Peta Propinsi Banten dan Jawa Barat I I I -. '" -~ '.. G .. ~ .1 I .. " "'''W<- ~-= '..-"..~( J .. .

22 0.11 0.21 0.28 1.56 1.67 0.01 0.28 0.62 0.12 0.21 0.67 0. 26 Ficus variegata BI.54 3.41 1.41 0.58 6.) BI. o.R.09 0.33 4.12 0.32 0.28 0.55 0.33 2.79 2.01 0.26 0.) Rehd.75 1.01 0.94 0.41 0.05 1.11 0.01 0.60 0.11 1.36 0.58 0.01 0. chinense (Lour.02 0. ex BI.12 1.58 0.12 1.00 1.41 0.33 14 15 16 17 18 Engelhardia spicata Lech.89 0.71 0.55 3.41 0.41 0.55 0.54 1.67 0.33 2.12 0.67 1.33 14.01 2.21 0.33 0.00 0.39 0.57 1.04 0.01 0.01 0. DR dan INP Tingkat Pohon No I Jcnis AceI' laurinum Hassk.48 0.60 0.55 1.39 7.02 0.67 1.62 5.41 0.01 0.14 0.91 1.54 D 0.27 0.41 0.66 4.01 DR(%) 0.28 2.28 0.33 7.93 2.29 0.37 1. 23 Ficus involucrata BI.07 0.66 0.17 0.?!! 0. pierrei Kds.07 0.Q7 0.33 0.21 0.45 8.33 1.59 0. 45 Mangiietia glauca BI.02 0.04 0.21 0.33 2. & Val. 35 Lirhocarpus sundaicus (BI.33 0.10 003 0.07 0.28 0.67 1.83 0.67 0.54 20.33 1.04 0.27 0.01 FR(%) 0.59 1.87 0.21 0.47 0.46 0. 22 Ficus fistulosa Reinw. 38 Litsea monopetala Pers.06 012 0.67 0. 37 Litsea cubeba (Lour.55 5.41 0.08 0. 19 Eugeniafastigata Miq.11 0. 28 Glochidion arborescens BI.55 1. 24 Ficus lepicarpa BI.51 24.09 0. americana L.33 0.03 0.01 0.30 0.03 0.01 0.33 13.04 0. ex BI.90 0.83 1.35 0. Depteris conjugata Dysoxylum Elaeocarpus Elaeocarpus Endiandra alliaceum BI.04 0.06 4. 33 Lithocarpus e/egans BI. ganitrus Roxb.55 9.90 0.19 0.12 0.24 0.55 0. 27 Flacourtia rukam ZolL & Morr. 43 Macropanax concinnus Miq.10 0.62 5.) Rehd.Q3 0.06 0.27 0.01 0. 36 Litsea angulata BI.04 0.02 0.83 0.15 0.01 0.21 0. 46 Neolitseajavanica (8L) Back. 31 Lasianthus stercorarius BI.00 0. (BI.21 11.00 0.33 0.33 0.28 0. sintoc BI. 42 Macaranga tanarius (L.07 20.01 0.21 1.56 0.A. macrophylla (BL) Boerl.22 1.47 Lampiran 3 Tabel Nilai K. K 0.) DC tungurrut (BL) A.09 1.65 1.21 2.07 2.28 0.05 0.06 1.62 0.54 0.01 0.08 0.55 0.33 3.A.33 3. 40 Litsea tomentosa BI.07 0.28 1.55 0.92 1.65 0.33 0.83 0.08 2.Q3 0.62 1.28 0.) Miq.28 2.28 3.18 0.24 7.16 0.16 0.05 0.00 0.07 2.05 0.21 0.83 O.28 6.21 2.78 0.01 0.[5 0.09 0.01 0.07 0.39 6.01 0.18 0. 32 Lindera polyantha (BL) Boerl.07 [. 47 Neonauclea lanceolata (BL) Merr.60 0.21 1.21 1.00 0.30 0.39 0.03 0.67 KR(%) 0.03 0.03 0.03 0.60 0.15 0.39 0.05 0.28 1. J.01 0.51 0.49 0.21 2.) Pers.45 0. 0.41 3. 29 Helicia serrata (R. 34 Lithocarpus rotunda/us BI.67 0.Br.03 0.57 3.55 0.33 2.67 1.07 0.21 7.67 0.55 0.68 2.01 1. FR. F.91 1.43 0.28 .04 0.03 0.47 0. 12 13 Forst.62 0.DC.14 0.55 0. Caryota rumphiana Castano psis acuminatissima DC.34 0.zs 0.· 41 Macaranga rhislnoides (BL) M. 39 Litsea resinosa BI.00 8.67 0. 44 Magnolia blumei Prantl.69 0.04 27.33 1.39 0.06 0.83 0.36 3.39 2.01 0.93 3.28 0.01 0.33 0. Castanopsis Castaropsis Cinnamomum Decaspermum 9 10 11 argentea (BI.55 6.35 0. 25 Ficus ribes Reinw.33 1. fruticosum Reinw.62 0.67 0.01 0. 20 Eugenia formosa 21 Ficus alba Reinw.17 0.00 0.56 2 3 4 5 6 7 8 Astronia spectabilis BI. ex BI.38 0. 30 Laportea stimu/ans (Lf.14 0. D.04 0. & O.03 0.00 12.24 2.19 0.33 1.28 0.00 2.28 0.83 0.06 0.) M.59 10.10 1.08 INP(%) 0. Achronychia Alangium Antidesma Browallia laurifolia BI. KR.21 0.04 0.22 0.33 0.03 0.15 0. tetandrum BI.21 0.06 6.n 0.Q2 o.?8 1.33 0.49 0.01 0.07 0.03 0.62 0.45 5.21 F 0.33 12.24 0.33 1.) A.

21 1.54 24. Kurz.01 0..) BI.01 0. Prunus arborea (BI.08 0.) Korth.ot 0.13 0.00 0.67 2. Syzygium pycnatum Merr.) Kost.73 3.15 0.08 0.33 3.28 0.28 2.67 0.21 0.46 21.07 0.54 3.92 8.00 10.) BI.01 0.45 0.03 0.70 [.77 0.67 6.06 0.46 0.01 0. Trema orientalis (L.80 2.18 0.28 8.08 100 300 .90 1.) Amsh.08 0.24 8.00 2.28 0.05 0.66 3.27 0.09 0.23 0.1 [ 0.55 0.03 0.33 0.19 0.95 1. Pygeum latifolium Miq.09 0.21 1.21 2.28 0.69 1.60 5.84 0.62 0.28 0.82 0.05 0. Turpinia montana BI.21 1. Sloanea sigun BI.83 0.20 17.04 0.41 0.01 0.39 1. Polyalthia subcordata Polyosma ilicifolia BI.15 0.07 1.22 0.65 9. 161 100 4.94 5.86 3.36 0.48 No Jenis Ostodes paniculata BI.02 0.33 3.12 0.75 0.4[ 1.76 0.[1 0.06 6.71 0. K 0.33 0.24 1.) Merr.86 6.21 0.01 FR(%) 0.33 7.28 0. o.33 2. & V.41 0. Villebrunea rubescens (BI.74 INP(%) 1.01 0.01 1. Persea exelsa (BI.04 0.33 1.01 0.42 4.55 6.29 0.54 4. K.00 0. Schima wallichii (DC.) Kalkm.05 0.03 0.55 0.35 1.28 0.33 J.22 0.73 F 0.28 1.67 1.83 0.28 1.55 0. Symplocos cochinchinensis Syzygium antiseptic Lour. & Perry.70 0.27 0.06 1.70 2.15 .) BI. Turpinia sphaerocarpa Jumlah Hassle.03 0.49 1.30 0.52 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Phoebe grandis (Ness) Merr.15 0.28 1.67 0.63 3.67 0.33 15.81 100 21. Thea lanceo/ata Toona sureni (BI.55 5.37 0.04 0. Rauvolfia javanica Sanicu/a lam/alae Saurauia bracteosa DC. Podacarpus blumei (BI.10 0.13 0.33 0.59 0. lim BI.05 0.02 0.D3 0.33 1.67 1.01 0.05 D 0.00 KR(%) 0.04 0.67 0.37 DR(%) 0.33 0.21 0. Syzygium gracile (Korth.35 0.21 9.45 1.43 0.33 0.43 0.04 0.74 3.01 0.

02 0.67 4.71 6.33 1.47 30.12 3.02 0.01 0. FR.68 [00 F 0.48 20.62 3.45 6.83 5.93 4.33 1.25 1.49 [00 D 0.34 2.27 2.37 1.) Kalkm.01 0.A.Q1 0.48 2.54 0.02 0. ex BI.42 9.12 3.) Boer!' Lithocarpus Lithocarpus Macaranga Macropanax Magnolia rotundatus BI. DR dan INP Tingkat Tiang No 1 2 3 4 5 Jenis Acer Iaurinum Hassk. Ficus alba Reinw.31 0.12 3.66 2.01 0.42 3.33 18.85 2. BI.61 2.03 0.25 1.33 2.95 2.12 2. ex BI.67 1.36 2.28 31.33 1.87 1.05 1.68 2.05 0.65 2.04 1.67 1.41 300 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Drypetes minahassae Dysoxylum alliaceum BI.) Rehd.14 2.12 3.85 1.33 4.08 0.01 0.31 3.23 0.28 5.03 0.) Korth.) DC.71 0.05 0.96 0.01 0. & Perry.) Amsh.33 1.03 0.37 1.28 4.32 0.04 13. Saurauia nudiflora DC. Prunus arborea (BI.37 1.71 0.33 [56 Syzygium gracile (Korth.04 0. Sioanea sigun BI.) Miq.15 2.03 0.03 0.04 0.25 1.56 0.85 1.04 0.67 1.85 0.04 0.04 0. sundaicus (BI. 1.39 0.00 1.33 2.) Merr.66 5.27 36.D3 0.71 0. KR.59 1.47 0.01 0.16 0.81 1.78 5.12 2.04 0.59 8. tetandrum BI.01 0.67 10.19 FR(%) 2.19 2.56 0. Lindera polyantha (Bl.33 1.33 1.33 16.37 2.84 0.03 0. D.00 2.67 1.85 0.07 1.47 2.07 8.12 1.08 0.85 0.08 0.49 Lampiran 4 Nilai K.02 0.) B1.) Rehd.25 1.12 2. Phoebe grandis (Ness.85 2.01 0.03_ 3.29 11.73 1.79 5.71 4.85 2.70 0. Syzygium antisepticum Syzygium pycnatum BI.04 0.01 0. blumei Prantl.52 6.03 0.37 2.01 0.44 1.03 0.) M.03 0.04 0.67 1.67 2.19 0. K 2.33 5.04 0.) Back.71 0.05 2.03 0.00 2.33 4.33 2.D1 0.72 5.04 0.14 0.04 0.56 1.33 2.83 3. Elaeocarpus ganitrus Roxb.25 1.07 0.58 3. argentea (BI.12 1.85 1.27 1.42 3.67 1. Villebrunea rubescens (BI. Engelhardia Ficus fistulosa spicata Lech.74 1.33 1. Ficus ribes Reinw.11 0.59 8.05 0.67 KR(%) 1.11 0.08 0.85 3.67 1.12 2.33 1. Achronychia Antidesma Castanopsis Iaurifolia BI.09 0.03 0. ex BI.74 1.88 1.00 1.02 0.12 1. F.13 4. Litsea angulata BI. concinnus Miq.18 0. Ficus variegata BI.71 0.03 0. Saurauia bracteosa DC.58 1.61 1.49 11.33 4.01 9.01 0.07 2.f.02 0.25 6.61 2.71 0.97 4.67 2. Omalanthus populneus (Geisel.85 11. Laportea stimulans (L.40 10.Q1 0.67 6.01 0.01 0.) Pax.54 3.25 1.84 8.12 1.03 0.12 1.71 0. Toona sureni (BL) Merr. Reinw.09 14. Neolitsea javanica (BI.26 13.85 0.45 2.67 6.04 0.84 1.44 3. Alangium chinense (Lour.01 0.56 1.76 1.12 1.99 4.12 2.85 0.12 1.06 0.12 8.25 5. rhizinoides (BI.Q1 0.15 0.07 0. Merr.00 21.42 3.01 0.42 0.24 100 INP(%) 6.85 0.25 1.18 3.85 1.01 0.12 12.25 2.33 2.25 2.56 5.01 0.03 0. Jumlah .85 1.01 0.03 0.13 0.06 0.37 2. Turpinia sphaerocarpa Hassk.67 0.78 DR(%) 2.71 1.85 10.33 5. Schima wallichii (DC.09 0. Ostodespanicu/ata Podocarpus Poiyosma blumei iltcifolia BI. Solanum torvum Sw.08 0.

ex Wind. Ficus ribes Reinw.33 5.) DC.) K.67 37.26 1.00 5.QI 0.38 1. Flacourtia rukam Zoll.Br. Alangium chinense (Lour.41 8.39 1.13 0.Q3 0.51 1.67 42.67 21.01 0.26 0.33 21.28 0:'5 0.33 37.) DC.77 2.51 4. Celtis timorensis Span. Dipterocarpus hasse/tii BI.01 0.26 0. 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 .51 0.77 0.29 0.00 5.12 0.03 0.67 10.77 0.87 0.77 2. Schum.33 5.01 0.01 O.05 0.39 0. (H. Castanopsis javanica (BI.28 0.04 0.77 4. Berchemia Brassaiopsis Brugmansia affinis (BI.33 26.38 1.03 0.51 0.Q3 0. Ciatea latebrosa Clnnamomum sintoc B1.64 0.51 0.26 0.31 0. Helicia serrata (R.51 0.64 4.73 0. Angiopteris epecta Antidesma tetandrum BI. F.03 0.03 0.07 0.f.54 0.42 0.13 0. & G.33 154.77 0.04 0. f.01 0.38 0.33 10. & 8.67 16.51 1.26 1.13 0.90 1.0 Jents K 10. Ardisia fuliginosa BI.38 7.51 0.67 21.26 0.67 0.15 3.38 0.33 10. Eugeniafastif!.DC. Engelhardia spicata Lech. Miq.51 0. Dysoxylum alliaceum BI.26 0.09 0.DC.26 0.R.01 0.38 1 2 Acer laurinum Hassk.04 0.28 6. Ficus variegata BI.03 0.33 10. Ardisia villosa Roxb.38 0.05 0. 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Decaspermum fruticosum Dichroafebrifuga Lour.24 0.33 181. BI.03 0.02 0.33 26.38 0.13 0.04 0.13 0. Castanopsis argentea (BI.A.11 0.03 0.03 0.77 2.04 0.79 0. Garuga floribunda Deere.33 5.38 4.33 5.77 2.01 0.) Blumea !acera (Burm.67 26.38 0.26 0.77 2.02 1.90 0.26 1.13 0.51 0. Forst.90 0.38 0.33 16.54 1.26 1.26 0.26 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Calamus heteroideus BI.33 5. ex B1.67 181.26 3.13 0.54 0.) Regel.) A.01 0.) Rehd. Gordonia exelsa (BI.67 10.97 0. ex BI.30 0.32 0.03 0.38 0.51 0.77 4.00 21.77 1.) BI.51 1. & B.28 0.33 5.26 1. Eurya acuminata DC.02 0.77 0.38 0.05 0.66 2.03 0.01 0.33 5.13 0.75 0. FR dan INP Tingkat Pancang ".13 3. Elaeocarpus pierrei Kds.01 0.67 5.77 0.59 0.33 5.26 1. KR. Ficus fistulosa Reinw.07 0. Amomum coccineum (BI.26 0.04 0. Achronychia laurifolia BI.67 0. J.05 0.01 0.33 16.17 0.65 0.26 3.) M.05 0.39 4. Breynia microphyfla (T.38 0.13 0.05 0.67 10. Drypetes minahassae Elaeocarpus ganitrus Roxb.64 1.33 128.26 1.13 0.01 0. Ardisia cymosa BI.00 53.33 5.51 0.26 0.90 2.38 0.26 1.) B1.ata Eugenia formosa Ficus alba Reinw.50 Lampiran 5 Tabel Nilai K.26 0.33 5.51 0.13 0.28 0.67 10.) A.26 0. & Morr.73 0. ex BI.67 154.18 0.51 0.64 5. Ficus obscura B1.13 0.33 0.01 0.67 58.33 10. Itea macrophylla Wall.01 0.77 1.01 0.51 0.) Wedd.67 5)3 KR(%) F FR{%) INP(%) 0. & Val.26 1.67 64. Cryptocaryaferrea Daemonorops Debegreasia rubra longifolia (Burm.01 0.09 0.01 0.38 0.07 0. Glochidion cyrtostytum Miq.13 3.00 181.38 1. Castanopsis tungurrut (BI.04 0. 0.02 0.79 0.67 42.09 0.26 0.) Hassk.33 21.18 0. Ficus cuspidata Reinw.82 0.26 0. g!umerulata suaveolens (BI.77 0.

BI.) Boer!' (BI.05 0. Podocarpus Polygonum Polyosma blumei (BI.92 0.01 0.) M.67 Persea rimosa (BI. Pinanga coronata (BI.77 0.54 Laportea stimulans (L. 90.02 2.13 3.13 0.66 2.67 42.13 0.26 0.03 0.13 0.26 0.19 0.54 0.01 0. (B1.55 0.01 0.38 0.54 3.05 0. Lindl.51 No 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Jenis K 90.26 4.67 5.05 0. Psychotria montana BI.03 0.33 5.04 0.26 1.33 37.54 1.29 0.77 0.22 0.33 5.26 0.26 0.26 3.) Zoll.67 5. DC.90 0. 5.01 0.38 0.) BI.51 0.00 10.26 0.38 1.26 0.33 5.77 0.03 0.42 0.33 5.02 0.16 0.33 21.77 3.33 53.77 0.28 0.06 0.23 0.00 10.39 0.31 2. Michelia champaca Micetia montana Mussaendafrondosa Mycelia caulif/ora Neolitseajavanica Neonauclea Ophathorium NeoJitsea cassiaefolia 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 64 85 86 87 88 89 lanceolata odorata Omalanthus populneus Orophea hexandra BI.38 0. (BI.07 0.33 16.15 0.) MeIT.13 0.33 138.67 5.77 0.) Korth.04 0.13 0.) Wedd.84 0.39 0. Pygeum latifolium MiQ.00 10.01 0.05 FR(%) 3.13 0.D3 0.77 4.26 0.18 0.39: 0.13 0.38 1.38 0.33 10.01 0.68 0. ex Meissn. Pilea trinervia (Roxb.05 0.38 2.12 0.13 0.77 0. BI.26 0.26 0. & V.67 64.83 0. Miq. Litsea cubeba (Lour.) Pers.26 0.A.33 5. Paraphlomis ob/ongifolia (BI.26 0.26 1.04 0.64 1.16 0.51 1. O.03 0.06 1.77 2.03 0.38 7. Polyalthia subcordata Polyosma integrifolia BI.01 0.79 0. 90 91 Schima wallichii (DC.28 0.26 3.00 58.67 5.33 5. (BI.67 0.16 2.28 0.02 0.13 4.51 0.19 1.00 21.) Miq.38 7.33 160.13 0.67 133. Lithocarpus Lithocarpus sundalcus (BI.33 16.34 0.33 16.01 0.38 J.04 0.20 0.01 0.26 0.03 0.09 0. K.26 0. L. 92 93 94 95 96 5.67 64. Pavetta indica L.38 1.Q3 0.92 0.77 0.33 16. Litsea diversifolia Macaranga Macropanax Magnolia (BI.) MeIT.33 26.01 0. L.67 21.00 10.64 0.04 0.29 0.01 0.26 3.[3 0. Rauvolfiajavanica Rubia cordifolia Saurauia bracteosa Saurauia junghuhni Saurauiapendula i Saurauia nudiflora DC.) Pax.24 0. Strobilanthes involucratus .26 0.64 0.01 0.33 48.95 0.51 0.00 16.38 6.43 2.33 5.86 0.90 1.51 l. Saurauia blumeniana SYZYRillm aromatica Sloanea sigun B1.) Kalkm.02 0. Benn.01 0.00 KR(%) 2.38 1.26 1. indutus (BI.13 0.35 0. ilicifolia BI.51 0.K.33 5.67 5.33 5.77 0.51 0.) Rehd.04 0.13 1.59 0.01 0.90 0.51 0. Reinw.04 0.67 69.38 0.) Praia. BI.01 0.05 0.33 21. blumei Prantl.25 3.26 0.13 0.33 10. rhizinaides concinnus L.77 0.01 0. Smilax odoratissima BI.05 0.01 0.38 0.01 0.67 5.33 53. Prunus arborea (BI.26 1. ex Mart.03 0.38 2.77 0.26 1.01 0.51 0.) Back.f.02 1.46 0.26 1.94 0.11 0. Lasianthus stercorarius Liparis montana (Bl).67 10.33 Solanum torvum Sw.01 0.51 F 0.51 0.38 0. (Geisel.26 0.00 5.) Rehd.04 0.02 (NP(%) Viburnum sambucinum Lasianthus umbel/atus BI.13 1.26 1.33 170.13 0. chinense L.05 0.) BI.51 2.39 0.51 1.39 0.13 3. Litsea angulata BI.

39 4.26 . 2.39 0. Moore.) Choisy ex Zoll.04 0. 4[44 .13 3.04 0. Villebrunea rubescens (Bl.15 0.00 192.26 0. Jurntah Hassk.[3 1.08 0. 16.51 5. & Perry.01 0.63 0.52 No Jenis K KR(%) F FR(%) INP(%) 1. Trevesia sundaica Miq.92 [00 0.00 10.00 5.01 0.67 16.77 0.26 5.56 3.31 5. Kurz.33 [.15 0.77 11.33 0.) S.08 0.33 42.03 0.39 0.15 8.87 100 Symplocos fasciculata odoratissima Syzygium antisepticum Syzygium pycnatum Thea lanceolata Talauma candoflei BI.13 0.) BI.38 6. Turpinia montana BI.81 0.53 0.86 0.79 200 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 Symplocos Symplocos cochinchinensis (Lour.80 0. BI. (BI.04 0.21 0.26 1.03 1.00 16. Turpinia sphaerocarpa Vernonia arborea Hmlt.77 4.38 2.00 5)3 5.[5 0.33 160. Zoll.01 0.67 1.71 0.08 0. Merr.67 245.53 [.38 0.67 74.77 0.23 0.

FRdan INP Tumbuhan Bawah No I Jenis Aeschynanthus K Iongiflorus (BI.01 0.33 33.27 0.33 24767 133.98 0.1.09 0.01 0.67 66.89 2.28 0.32 0.) K.32 0.32 7. 166. truncatula strigosum (BI.67 1. BI.) Wedd.27 0.54 INP(%) 0.54 0. F.12 0.05 1.) DC.64 0.05 1. Linn.33 66.32 1.67 233.67 133.33 0.10 0.0] 0.32 0.32 0.33 66. Impatiens javensis Macodesjdvanica Medinilfa verrucosa (BI.99 0.27 0.01 0.) DC.54 0. L.64 1.01 0.05 0.27 0.f.19 0.27 0.Q5 0.05 0.67 33.04 0.03 0.01 0.67 33.82 0.01 0.) Calamus heteroideus Cariota mitis Lour. Brugmansia suaveolens (H.52 0.96 0.90 4.68 0.10 0.54 0.12 0.20 0.11 8.64 0.A.03 0.05 0.53 Lampiran 7 TabeI Nilai K.33 1133.7 1.03 0.K.67 66.66 0.67 766. Debegresia Debegreasia Diditohlaena Diplazium E/atostema latifolia Iongifolia (Burm.32 0.00 33. KR.25 1.80 16.06 1.01 0.54 0.09 0.33 33.04 0.33 66.33 866.33 KR1"l~ 0.63 0. nidus L.33 900.01 FR(%) 0. Blumea lacera (Burm.07 0.82 0.35 0.68 4.24 0.01 0.01 0.33 2966.25 0.33 33.81 0.64 0.05 0.67 266.32 5. Schum.39 0. (Bl. BI.05 0.06 0.54 1. Mussaenda frondosa hirsutula 45 46 .20 0. 33.37 0.27 4.33 166. Homa/omena Lasianthus Lasianthus cordata Schoot.05 0. inodorus BL umbellatus O.01 0.Dl 0.67 .01 0.03 0.32 2.10 0.20 4.27 0.67 66.10 F 0. Reinw.32 1.25 0.33 1.05 0.25 0.05 0.08 O.72 1.10 0.33 33.54 0. Caryota rumphiana Celaginella Commelina Curculigo Cyc/oporus Cymbopogon Daemonorops Dapaliasp.59 0.33 333. Reinw.58 0.35 0.45 0. ex DC.QI 0.27 0.04 0.) Hassk.09 0. (BL) Steud.Q3 0.48 53. opaca ubliqua Hamlt.61 0.74 0.67 33.73 3.67 9466.67 33.01 0.27 1. orcimoides sp citratus rubra Gaertin Clidemia hirta (L. Don.32 5.13 14. Arisaemafiiiforme repandum 11 12 13 Begonia multangula Begonia robusta BI.67 133.27 3.33 33.05 4.49 0.03 0.27 1.67 100. Lour.08 0.05 0. Breynia virgata (BI.58 21.27 0.05 0.89 1.09 4.33 33.Q3 0.24 0. & B.00 33.32 0.62 0.1.33 166.33 366.15 0.17 0.04 0.67 33.01 0.03 Cyrtandra picta BI. 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 om 0.27 0. Micetia montana Musa acuminate Mycelia caulijlora Nephro/epis Colla.64 2 3 4 5 Amomum coccineum Amomumpseudojoetens Anggi tropidia Angiopteris Argostema Argostemma Asplenium Athirium epecta blumiana 6 7 8 9 10 montanum BI.01 0.13 0.90 0.23 0.27 2.27 0.39 6. Dichroafebrifuga esculentum Ficus laevis B1.83 1.7 0.) M.77 0.) D.64 0.58 9.05 1.28 9. Ficus sinuata Thunb.36 0.f.79 0.00 433.33 3100.67 1133.25 0.82 0.63 0.67 166.54 0.) BI.54 0.82 0.27 2.25 0. ex Willd.21 0.Dl 0.4& 2.27 1.68 36.33 3266.45 7.10 0.52 3.33 166.32 2.67 4233.64 0.32 0.27 0.05 0.33 166.64 0.

67 33.05 0.05 0.00 2700.27 0.67 33.20 0.32 0.Ql 0.00 33.33 33. 51 Pavetta indica L.91 100 200 .72 0. 49 Pandanusfurcatus Roxb. 67 Smilax odoratissima Bl.43 0.84 0.01 0.QI 0.05 F 0.05 0.27 0.27 INP(%) 0.01 FR("/o) 0.20 0.05 0.69 4.03 0. 58 Piper arcuatum Bl. 56 Pilea trinervia (Roxb.17 0.25 0.) Larnk.13 0.79 0. ex Poir. 68 Strobilanthes involucratus BI.Ql 0.27 0.09 0.33 400.00 66.10 0.89 3.33 0.41 7. 53 Peristrophe hyssopifoliq (Burm.01 0.15 0.69 9.82 0.27 0.20 0.80 5.32 4.30 0.05 0. Jurnlah 67567 100 4.33 133.27 0.27 2.28 1.27 0.) Prain.05 1.09 0.82 0. 65 Sanicula panieulata 66 Scleria terrestris (L.33 66.Q1 0.33 166.33 KR(%) 0.75 0.01 0.54 0.54 3.35 0.27 2.27 1.00 0.32 0.37 0.01 0.67 200.32 1.) Wedd.00 2533.33 1100. 69 Toddalia asiatica (L.28 1. 52 Peperomia laevifolia (BL) Miq.19 0.54 0.04 0. 50 Paraphlomis oblongifolia (BI. 54 Pi/ea aromatica 55 Pi/ea melastomoides (Poir.32 0.67 33.33 133.01 0.04 0.33 100.67 166.04 0.18 0.42 6.03 O.63 0.15 0.00 2166.54 No Jenis K 33. 63 Rubus cryssophyllus 64 Rubus lineatus Reinw.82 4.) Fass.f.25 0.00 33.) Merr.27 0.) Bl.11 0.00 600.96 0.17 0.32 47 Ophathorium odorata 48 Ophiorrhiza bracteata Korth.59 3. ex Bl.03 0. 57 Piper aduncum L.OO 100.01 0.32 1. 59 Plectocomia elongata Marl. 61 Psychotria montana BL 62 Rubia cordifolia L.05 0.10 0. 60 Potygala venenosa Juss. ex BJ.05 0.08 1.37 0.33 JOO.15 4.21 0.