Anda di halaman 1dari 33

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

BAB IV INSTALASI PERANGKAT MICROWAVE

Perangkat transmisi terbagi menjadi dua, yaitu outdoor equipment (ODU) dan indoor equipment (IDU). Interkoneksi dengan berbagai area dilakukan pada DDF box tersebut dan setiap area yang terhubung ke dalam DDF box diberikan label sesuai dengan tujuan dan asalnya. Digital Distribution Frame (DDF)box terhubung dengan indoor equipment microwave. Sistem proteksi pada perangkat transmisi terbagi menjadi dua yaitu sistem proteksi (1+0) dan sistem proteksi (1+1). Sistem proteksi (1+0) yaitu IDU yang dimana hanya terdapat satu main IDU ke ODU dan tidak terdapat standby ODU, dengan perangkat IDU (1+0) memiliki kelemahan bila terjadi kerusakan baik pada main IDU ataupun ODU sehingga tidak dapat melakukan pengiriman baik berupa data, suara, video dan penerimaan dengan baik. System proteksi (1+1) yaitu IDU yang memiliki satu main dan satu standby dengan dua ODU yaitu mempunyai main dan standby bila menggunakan ODU LINK F juga dilengkapi dengan pemasangan IDU pada hybrid coupler. Perangkat komunikasi antar dua link dapat berlangsung dengan baik dan bila terjadi kegagalan komunikasi saluran yang satu, standby. Pada bab ini akan dibahas mengenai diagram alir kerja instalasi, instalasi IDU, instalasi ODU, instalasi antenna, koneksi waveguie, dan koneksi kabel. Dalam laporan Kerja Praktek ini instalasi perangkat transmisi yang akan dibahas adalah perangkat NEC pasolink (1+0) yang digunakan pada site JBBD124 Bojong Asih Dayeuh Kolot. 4.1 Perangkat IDU dan ODU NEC Pasolink (1+0) Pada bagian ini akan dibahas mengenai IDU dan ODU NEC Pasolink (1+0). maka saluran standby akan menjadi yang utama dikarenakan tidak adanya IDU dan ODU

Sistem ini terdiri dari TRP-[ ]G-[ ] Transmitter-Receiver (Outdoor Unit (ODU) ) dan MDP-[ ]MB-[ ] Modulator-Demodulator (Indoor Unit (IDU) ). Berikut ini adalah gambar dari IDU dan ODU yang digunakan.
Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek 23

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.1 ODU outline

Gambar 4.2 IDU outline sistem proteksi (1+0) Fitur-fitur pada NEC Pasolink V.4 : 1. Perangkat microwave yang memiki kecepatan transfer data 2Mbit/s 2. Satu kabel IF menghubungkan IDU dan ODU (max 450m) 3. Instalasi sederhana, cepat dan mudah 4. Memiliki skala frekuensi yang besar dan kapasitas yang besar pula a. b. 7 / 8 / 13 / 15 / 18 / 23 / 26 / 38 GHz 2x2 / 4x2 / 1x8 / 8x2 / 16x2 / 1x34 MB

5. Modulasi QPSK , level threshold rendah 6. Sistem penguatan tinggi


Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek 24

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

7. Dapat mengubah frekuensi dan daya Tx melalui PC 4.2 Diagram Alir Kerja Instalasi Berikut ini menunjukkan gambar kerja dari diagram alir instalasi :

Gambar 4.3 Diagram alir instalasi 4.3 Unpacking ( Pembongkaran ) Proses unpacking meliputi checking cargo, unpacking dan pengecekan pemeriksaan komponen instalasi. 4.3.1 Checking cargo ( Pemeriksaan Isi ) a. Periksa nomer container pada packing list

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

25

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.4 Contoh Packing List b. Pastikan dan periksa pemancar sesuai dengan data yang ada dalam packing list. 4.3.2 Unpacking IDU dan ODU Proses pembongkaran ODU : buka bagian atas karton, ambil bagian atas dari karton, lepaskan poly sheet, ambil ODU dari karton, kemudian periksa ODU.

Gambar 4.5 Pembongkaran ODU Proses pembongkaran IDU : potong segel bahan, ambil karton dari segel bahan, potong PP tape dan buka karton, ambil IDU dari tas antistatic karton, kemudian periksa IDU.
Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek 26

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.6 Pembongkaran IDU (1+0) 4.3.3 Pemeriksaan Komponen Instalasi Setiap komponen yang dibongkar harus diperiksa kembali.Berikut ini standar instalasi komponen ODU dan IDU.

Tabel 4.1 Standar Instalasi Komponen ODU dan IDU

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

27

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.7 Instalsi komponen IDU dan ODU 4.4 Mounting IDU dan ODU 4.4.1 Mounting IDU Prosedur Instalasi untuk (1+0) IDU pemasangan adalah sebagai berikut: 1. Luruskan posisi IDU dan naikkan ke atas rak 19-inci 2. Atur setiap sisi IDU dan rak dengan kedua sekrup (M5) 3. Untuk memasang IDU di rak 19-inci membutuhkan jarak lebih dari 200mm ke bagian belakang dan jarak untuk satu unit ke atas dan bawah

Gambar 4.8 Pemasangan IDU


Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

28

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.4.2 ODU Monting Ada tiga jenis mounting untuk ODU: Pole mounting, wall mounting dan 19-inch rack mounting.. Peralatan untuk instalasi pemasangan ODU tercantum dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.2 Alat-alat untuk pemasangan ODU a. Pole Mounting ( Pemasangan polarisasi antena) Cara menggunakan O-rings kecil dan besar ditunjukkan pada table 4.3 berikut. Kedua buah O-rings (kecil dan besar dipasang dalam band Andrew 18-38GHz / RFS direct mount antena. Antena band 13/15G tidak memiliki O-ring kecil (Oring kecil tidak digunakan untuk Andrew / direct mount antena). Jika O-ring kecil digunakan untuk instalasi ODU direct mount, timbul celah antara ODU dan antenna untuk

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

29

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

interface RF. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan level saat mengirimkan dan menerima. O Ring of Attachment of Antena Ant----------ODU Ant------WG/ODU (1838GHz Band) O Ring Small Size Not Used Used Large Size Used Not Used Remark Antenna direct mounting Waveguide Connection

Tabel 4.3 O-ring antena Catatan: untuk antena 13/15GHz direct mount tidak bisa dihubungkan dengan waveguide flanges seperti biasa.

Gambar 4.9 ODU Pole Mounting Catatan: 1.Jangan bersamaan 2. Ukuran O-ring berdasarkan dengan band frekuensi sebagai berikut : menggunakan O-ring kecil dan besar secara

Gambar 4.10 O-ring antenna

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

30

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Mengubah Polarisasi 1. Pastikan antenna dalam posisi berdiriJika ingin mnegubah ke polarisasi horizontal, 2. longgarkan sekrup menggunakan kunci Inggris, kemudian. Pastikan posisi antena tetap berdiri. 3. Putar feed 900 4. Pastikan kembali apakah lubang polarisasi telah diputar 90 derajat, kemudian pasang kembali sekrupsekrup yang telah dilepaskan ke posisi semula. Catatan : Langkah-langkah diatas berlaku untuk antena yang memiliki diameter lebih besar dari 1.2 m

Langkah 1

Langkah 2

Langkah 3

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

31

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.11 Mengubah Polarisasi antena berdiameter lebih besar dari 1.2m

Untuk antenna yang memiliki diameter lebih kecil dari 1.2 m berikut cara untuk mengubah polarisasinya : 1. Pastikan antenna dalam posisi berdiri 2. Lepaskan keenam sekrup dengan kunci Inggris sampai transisi poarisasi dapat diubah

3. Putar 90 derajat transition hub cekung

hingga posisi timing pin

4. Kencangkan sekrup saat transition hub dipasang

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

32

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.12 Mengubah Polarisasi antena berdiameter lebih kecil dari 1.2m b. Wall Mounting 1. Gunakan center punch untuk menentukan titik pemasangan ODU pada dinding

2. Gunakan bor listrik untuk membuat titik yang telah ditandai. Buat lubang berdiameter 4.8mm

3. Buat lubang berdiameter 18mm dititik yang lain

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

33

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4. Bersihkan lubang yang telah dibor kemudian pasang baut

5. Pastikan baut sudah terpasang penuh

6. Sekrup baut tersebut menggunakan wrench

7. Lepaskan bautnya saja

Gambar 4.13 Langkah-langkah wall mounting c. 19 inch rack mounting (Pemasangan rak 19 inch) 1. Pasang bracket dengan enam buah sekrup

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

34

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

2. Tempatkan ODU pada bracket yang telah dipasang

3. Periksa ODU dan pemasangan bracket telah ditempatkan dengan benar

Gambar 4.14 Langkah-langkah pemasangan ODU untuk rak 19 inch

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

35

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.4.3 Waveguide Connection (Koneksi Waveguide) Langkah-langkah untuk menghubungkan waveguide dengan ODU adalah sebagai berikut : 1. Pasang ODU bracket dengan dua buah sekrup U

2. Tempatkan ODU ke ODU bracket dengan menggunakan empat buah skrup

3. Pastikan ODU dan ODU bracket telah dipasang dengan benar

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

36

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.15 Koneksi Waveguide ODU bracket dengan ODU 4.4.4 Instalasi Rak 1. Beri tanda kemudian bor rak tersebut sesuai dengan ketentuan berikut :

2. Pasang baut (M10) pada rak

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

37

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.4.5 Instalasi Rak Kabel 1. Tandai titik yang akan dibor 2. Siapkan rak kabel dengan proses cutting dengan memotong dan megebor titik yang telah ditandai. 3. Amankan baut PY-400 4. Amankan kabel-kabel 4.5 Frame Grounding Grounding atau pembumian adalah salah satu metoda dalam listrik dan elektornika yang digunakan untuk meneruskan energi listrik yang berlebihan dengan aman ke bumi. Para pengguna peralatan elektronik tentu membutuhkan sistem kelistrikan yang baik yang dapat menjamin kelangsungan operasional peralatan mereka. Oleh karena itu metoda pembumian atau grounding ini sangat diperlukan untuk kelangsungan kerja dan keamanan dalam banyak hal. Sistem Grounding merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan pada sebuah BTS untuk mencegah faktor kegagalan transmisi pada perangkat jika terjadi serangan petir. Penempatan frame grounding untuk setiap IDU dan ODU ditunjukkan oleh gambar berikut ini:

Gambar 4.16 Penempatan frame ground pada IDU (1+0)

Gambar 4.17 Penempatan frame ground pada ODU (1+0)

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

38

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Fungsi utama grounding ini adalah untuk menjaga impedansi agar tetap stabil, dan mencegah kebocoran rambatan listrik.

Gambar 4.18 Hubungan earth point dengan frame grounding 4.6 Terminasi Kabel Berikut ini akan dijelaskan mengenai terminasi kabel yang meliputi : D-sub konektor, IF konektor tipe L , IF konektor tipe straight dan Molex M5557-4R konektor. Berikut ini adalah daftar peralatan dan material yang digunakan untuk terminasi kabel :

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

39

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Tabel 4.4 Peralatan dan daftar material terminasi kabel 4.6.1 Terminasi kabel dengan konektor tipe Sub D Langkah-langkah untuk melakukan terminasi kabel dengan konektor tipe Sub-D adalah sebagai berikut : 1. Kupas bagian luar kabel, hati-hati jangan sampai merusak bagian dalamnya

2. Lipat kembali pelindung tersebut, kemudian pangkas seperti yang terlihat pada gambar
Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

40

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

3. Lepaskan isolasi melebihi 4mm dari ujung kawat

4. Sisipkan kabel ke kontak soket

5. Kabel harus pas sehingga isolasi/penyekatan dapat diatur

6. Pasang kontak soket menggunakan crimping tool

7. Periksa kembali posisi kabel seperti langkah 5

8. Biarkan terkena udara pita peindung logam diatas sekat pelindung

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

41

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

9. Atur kabel kedalam plug case, sesuaikan penjepit kabel dengan sekrup.

10. Circle a memperbaiki saluran dengan sekrup 11. Circle b, sisipkan setiap kabel di tempat yang telah ditentukan,sisipkan kontak soket ke bagian atas dan bagian bawah baris. Kemudian betulkan posisinya dengan menggunakan sekrup

4.6.2 Terminasi Coaxial (sinyal IF) dengan konektor N-P tipe sudut L: 1. Sesuaikan ikatan logam, washer dan gasket

2. Kupas kembali kabel tanpa merusak pelindung

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

42

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

3. Lipat kembali pelindung tersebut, kemudian pangkas seperti yang terlihat pada gambar

4. Sisipkan felure

5. Cocokkan bush

6. Potong aluminium sepanjang inner konduktor

7. Runcingkan bagian tepinya dari konduktor pusat

8. Potong aluminium fail dan penyekat bagian dalam

9. Masukkan kabel kedalam shell

10. Kencangkan logam metal dengan kunci Inggris

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

43

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.6.3 Terminasi Coaxial (sinyal IF) dengan jenis konektor N-P dengan tipe straight: 1. Susun mur,washer, gasket dan kabel

2. Kupas kembali kabel tanpa merusak pelindung

3. Lipat kembali pelindung tersebut, kemudian pangkas seperti yang terlihat pada gambar

4. Potong konduktor isolasi dari pusat dan cocokan dengan clamp B. Pastikan untuk tidak memotong atau menggores konduktor sementara pengupasan isolasi

5. Potong pusat konduktor.


Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek 44

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

6. Pasang kontak pusat ke kontak konduktor

7. Pasang isolasi ke kontak bagian tengah

8. Sisipkan kabel ke konektor shell

9. Kencangkan mur

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

45

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.6.4 Penghubungan kabel dan terminal 1. Hubungkan dengan kabel sinyal baseband. Ambil dan hubungkan konektor Sub D kemudian kencangkan dengan menggunakan sekrup (M3). 2. Hubungkan 10/100 T(x) kabel LAN. Periksa apakah sudah terhubung dengan konektor modular, kemudian pastikan bahwa keadaannya lock. 3. Hubungkan kabel sinyal IF. Hubungkan konektor kabel dengan kencang, kemudian putar ring berlawanan jarum jam 4. Hubungkan kabel supervisiory Ambil dan hubungkan konektor D-Sub kemudian kencangkan dengan menggunakan sekrup (M3). 5. Hubungkan Kabel Power Supply Jaga konektor Molex agar tetap terhubung dengan suplai daya. 6. Menghubungkan terminal Jaga koneksi konektor sub D kemudian kencangkan dengan sekrup (M3). Berikut ini adalah hubungan koneksi terminal IDU dan ODU:

Gambar 4.19 Menghubungkan IDU dengan ODU

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

46

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.7

Perlindungan Anti Air Setelah kabel terhubung, langkah selanjutnya yaitu lakukan perlindungan terhadap perangkat dengan pembungkus agar tidak terkena air.

Gambar 4.20 Waterproof Protetion Untuk menghindari kerusakan pada perangkat, lakukan pelapisan pada setiap ujung sambungan konektor dengan menggunakan bahan yang tahan terhadap air. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk memproteksi perangkat:

Gambar 4.21 Pemasangan Lapisan Pelindung di ujung konektor

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

47

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

4.8

Initial Line Up Initial Line Up dilakukan seteah instalasi pemasangan kabel seluruhnya telah terhubung. Initial Line Up meliputi prose start-up, shut down, antenna orientasi dan line up test pada perangkat. 4.8.1 Start Up Periksa tegangan Line IN antara 20 V sampai +60 V/-20V sampai -60V dengan multimeter digital, sebelum menghubungkan konektor daya ke IDU.Catatan: Rentang input daya DC tergantung pada sistem yang dibutuhkan, kemudian nyalakan tombol power pada IDU tersebut.

Gambar 4.22 Start Up pada IDU 4.8.2 Shut down Untuk system proteksi (1+0) , turn off saklar POWER pada bagian depan IDU tersebut. 4.8.3 Line Up Test Pengukuran BER tidak dapat dilakukan pada saluran yang terhubung dengan sinyal LAN, sehingga dapat mengubah pengaturan dari sinyal transmisi hingga 2MB LAN menggunakan LCT sebelum pengukuran. Untuk alat uji BER diperlukan seperti: 1) Digital Multimeter; 2) Obeng; 3) BER Tester; 4) Komputer. Prosedur untuk uji BER antara dua situs dijelaskan untuk kedua sistem (1 +0) dan (1 +1) sebagai berikut: Langkah 1.Lakukan pengaturan sebagai berikut , di stasiun A, sinyal output dari tester BER (Unit Transceiver), maka sinyal input mode untuk tester BER (Unit Receiver) di stasiun B. Juga, bisa loop sampai stasiun B menggunakan satu tester BER untuk melakukan tes ini.

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

48

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.23 Line Up Test Sistem Proteksi (1+0)

4.8.4 Initial Line Up pada ODU Berikut ini akan dijelaskan mengenai proses pengaturan Initial Line Up pada ODU 1. Sambungkan kabel RF dengan konektor F (Male) untuk RX LEV MON jack.With multimeter digital atau OW / RX LEV unit Monitor, pastikan bahwa indikasi meter adalah sebagai dijelaskan dalam table berikut:

Tabel 4.Line Up ODU 2. Lepaskan kabel RF, multimeter digital atau OW / RX LEV monitordan kembali tutup dihapus pada langkah 2. 3. Hubungkan laptop ke PORT LA dari IDU menggunakan kabel RS-232C

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

49

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.24 Menghubungkan port IDU ke laptop 4. Nyalakan tombol Daya PC kemudian tekan CTRL dan D secara bersamaan

5. Tekan Enter 6. Tekan 0 kemudian Enter

7. Selanjutnya untuk Sistem Proteksi (1+0) akan ditampilkan sebagai berikut :

8. Tekan 1 dan enter

9. Berikut ini menampilkan kondisi Pasolink dalam kondisi kerja normal

10. Tekan 99 untuk exit 11. Hubungkan OW / RX LEV MONITOR ke jack LEV RX MON pada ODU tersebut. 12. Hubungkan headset ke jack EOW pada panel depan penasun dan / atau untuk EOW jack di OW LEV / RX Monitor 13. Tekan tombol tombol CALL pada panel depan IDU, di tempat yang berlawanan, bel di IDU diaktifkan.
Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek 50

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

14. Cek kembali hubungan kawat telepn antar web agar dapat terhubung dengan headset. 15. Gunakan OW untuk mengaktifkan OW LEV / RX MONITOR ke ON (indikator OW di OW / RX LEV MONITOR diaktifkan). 16. Lakukan pengaturan bahwa perintah kawat telepon antara situs dapat dihubungkan dengan menggunakan headset. 17. Lakukan pengaturan pada OW untuk menghidupkan OW LEV / RX MONITOR ke OFF (indikator OW di OW / RX LEV MONITOR dimatikan). 18. Disconnect headset dari jack EOW pada panel depan penasun, dan / atau dari jack EOW di OW LEV / RX MONITOR. 19. Disconnect yang OW/RX LEV MONITOR dari jack LEV RX MON pada ODU tersebut. Berikut ini merupakan gambar pengaturan line up pada ODU

Gambar 4.25 Initial Line Up ODU untuk sistem (1+0) 4.9 Instalasi antena microwave Pada dasarnya antena berfungsi untuk memfokuskan sinyal transmisi yang diterima dari ODU dan juga meningkatkan gain dari sinyal tersebut sebelum dilepaskan ke udara. Selain itu juga antena berfungsi sebagai direction device dimana antena dimaksudkan menghubungkan antara link dari site yang satu dengan site yang lain. Antena bermacam-macam diameternya diantaranya 0.3 m, 0.6 m, 1.2 m, 1.8 m, 2.0 m, 2.4 m, 3.0 m dan 3.2 m.
Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

51

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.26 Pointing Antena Microwave Berdasarkan jenis dari polarisasinya, antena microwave terbagi menjadi polarisasi horisontal dan polarisasi vertikal. Berdasarkan dari banyaknya polarisasi yang digunakan yakni ada single- polarized antenna dan dual-polarized antenna.

Gambar 4.27 Single-polarized dan Dual-polarized Antenna 4.10 Solusi Antena Antena integral omni mendukung space diversity untuk micro cell (Tx/Rx,Tx/Rx). Antena berbentuk antena low profile, yang ditempatkan pada bagian bawah kabinet BTS dan dilindungi oleh radome.

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

52

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

GSM 900 GSM 1800 GSM 1900

-1 dBi 1 dBi 1dBi

Tabel 4.5 Penguatan Antena Integral Omni Antena integral directional untuk pencakupan sektor, mendukung space diversity untuk micro cell (Tx/Rx, Tx/Rx). Antena diintegrasikan kedalam front cover dari kabinet BTS dan dilindungi oleh radome. GSM 900 GSM 1800 GSM 1900 6 dBi 8.5 dBi 9 dBi

Tabel 4.6 Penguatan Antena Integral Directional Sebuah interface feeder tunggal untuk antena eksternal, terutama untuk penggunaan dalam gedung, dibutuhkan Multi Casting Box (MCB) sebagai unit yang memiliki hybrid. Pada MCB terdapat penambahan dan pengurangan tenaga untuk cabang Tx dan Rx yakni kurang dari 4 dB untuk band frekuensi 900 MHz dan kurang dari 4.5 dB untuk band frekuensi 1800/1900 MHz. Dalam memilih MCB minimal dibawah standar tetapi masih dapat menghubungkan dua antena/sistem antena untuk perluasan dari cell. Contohnya untuk membedakan lantai di dalam gedung atau masuk ke dalam terowongan. Dengan kondisi seperti itu tidak tertutup kemungkinan terjadinya overlapping coverage dari dua sistem antena tersebut yang disebabkan phase error.

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

53

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Seperti halnya antena sektor, antena microwave juga haruslah terpasang dengan sangat kuat dan sesuai dengan standar. Sebelum antena dipasang di mounting-nya kita diharuskan mengatur pola radiasi dari antena yang akan kita gunakan.

Gambar 4.28 Setting-an Polarisasi Vertikal

Gambar 4.29 Setting-an Polarisasi Horizontal

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

54

Bab IV Instalasi Perangkat Microwave

Gambar 4.30 Instalasi ODU ke Antena Setelah itu baru kita menginstal ODU yang akan kita gunakan.

Azzahra Eka Putri, 08321009 Laporan Kerja Praktek

55