Anda di halaman 1dari 11

Kecepatan rendah (terjatuh, dipukul)

Taruma tembus: (luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya)2. Keparahan cideraRingan : Skala koma Glasgow (Glasgow Coma Scale, GCS) 14-15Sedang : GCS 9 13Berat : GCS 3 83. MorfologiFraktur tengkorak: kranium, linear/stelatum, depresi/non depresi, terbuka/tertutup.Basis: dengan / tanpa kebocoran cairan serebrospinal, dengan / tanpa kelumpuhan nervus VII.Lesi Intrakranial: Fokal, Epidural, IntraserebralDifus: konkusi ringan, konkusi klasik, cidera aksonal difus.Dalam banyak aspek, pengelolaan cidera kepala pada anak serupa dnegan dewasa. Namundalam beberapa hal sedikit berbeda atau sangat khusus. Anak-anak terutama yang berusia 2tahun ke bawah rentan terhadap komplikasi dan sekuele berat setelah cidera kepala berat. Banyak dari komplikasi tersbut berkaitan dengan cidera sekunder otak seperti edema, hiperemia,hipoksia.Mekanisme cidera kepala berat berupa dengan dewasa, namun anak yang tertabrak kendaraan 3 kali lebih sering dari dewasa. Kecelakaan sepeda juga sering, namun akibat jatuhtidak sesering dewasa. Walau begitu, derajat kerusakan yang diakibatkan oleh jatuh tidak samadengan dewasa. 1.2. TANDA DAN GEJALA CIDERA KEPALA BERAT A. Gejala Merasa lemah, lesu, lelah, hilang keseimbangan, perubahan tekanan darah atau normalperubahan frekuensi jantung, perubahan tingkah laku atau kepribadian, inkontenensia kandungkemih / khusus mengalami gangguan fungsi, mual, muntah, dan mengalami perubahan seleramakan / minum, kehilangan kesadaran, amnesia, vertigo, syncope, tinnitus, kehilanganpendengaran, perubahan penglihatan, gangguan pengecapan, sakit kepala dengan

intensitas danlokasi yang berbeda, trauma baru karena kecelakaan konfusi, sukar bicara, dan kelemahan padasalah satu sisi tubuh.

B. Tanda Cidera kepala berat mempunyai tanda yang variabel yaitu:- Perubahan kesadaran - Depresi- Latergi - Muntah (mungkin proyektif)- Ataksia atau cara berjalan tidak Tetap- Gangguan menelan- Perubahan kesadaran sampaikoma- Cidera orthopedic- Kehilangan tonus otot - Perubahan status mental- Cemas - Perubahan pupilMudah tersinggung - Kehilangan penginderaan- Delirium (suatu kondisi dimanakesadaran menjadi kabur dandisertai ilusi atau halusinasi)- Kejang- Kehilangan sensasi sebagiantubuh- Agitasi - Wajah menyeringiBingung - Respon menarik pada rangsang- Perubahan pola nafas - Nyeri yang hebat- Nafas bunyi rochi - GelisahFraktur atau dislokasi - Gangguan rentang gerak - Gangguan penglihatan - Gangguan dalam regulasi suhutubuhGangguan kognitif - Afasia motoris atau sensoris- Bicara tanpa arti disartriaanomia 1.3. ETIOLOGI CIDERA KEPALA BERAT Menurut Hudak dan Gallo (1996: 108) mendeskripsikan bahwa penyebab cidera kepalaadalah karena adanya trauma rudapaksa yang dibedakan menjadi 2 faktor yaitu:1. Trauma PrimerTerjadi karena benturan langsung atau tidak langsung (akselarasi dan deselerasi).2. Trauma SekunderTerjadi akibat dari trauma saraf (melalui, akson) yang meluas, hipertensi intrakranial, hipoksia,hiperkapnea, atau hipotensi siskemik. 1.4. PATOFISIOLOGI CIDERA KEPALA BERAT Trauma pada kepala menyebabkan tengkorak beserta isinya bergetar, kerusakan yangterjadi tergantung pada besarnya getaran makin besar getaran makin besar kerusakan yangtimbul, getaran dari benturan akan diteruskan menuju Galia Aponeurotika sehingga banyak energi yang diserap oleh perlindungan otak, hal itu menyebabkan pembuluh darah robek sehingga akan menyebabkan haematoma epidural, subdura maupun intracranial, perdarahantersebut juga akan mempengaruhi pada sirkulasi darah ke otak menurun sehingga suplai oksigenberkurang dan terjadi hipoksia jaringan akan menyebabkan edema cerebral. Akibat darihaematoma diatas akan menyebabkan distorsi pada otak, karena isi otak terdorong ke arah yangberlawanan yang berakibat pada kenaikan TIK (Tekanan Intrakranial) merangsang kelenjarPitultary dan Steroid adrenal sehingga sekresi asam lambung meningkat akibatnya timbul rasamual dan muntah dan anoreksia sehingga masukan nutrisi kurang. 1.5. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. CT-ScanMengidentifikasi adanya hemorragic, ukuran ventrikuler, infark pada jaringan mati.2.

Foto tengkorak atau craniumUntuk mengetahui adanya fraktur pada tengkorak.3. MRI (Magnetic Resonan Imaging)Gunanya sebagai penginderaan yang mempergunakan gelombang elektomagnetik.4. LaboratoriumKimia darah: mengetahui ketidakseimbangan elektrolit. 1.6. KOMPLIKASI CIDERA KEPALA BERAT 1. Kebocoran cairan cerebrospinal , dapat disebabkan oleh rusaknya leptomeningen dan terjadipada 2 6 % pasien dengan cidera kepala tertutup. Kebocoran ini berhenti spontan denganelevasi kepala setelah beberapa hari pada 85 % pasien. Drainase lumbai dapat mempercepatproses ini. Walaupun pasien ini memiliki resiko meningitis yang meningkat (biasanyapneumolok), pemberian antibiotik profilaksis masih kontoversial. Otorea atau rinorea cairancerebrospinal yang menentap atau meningitis berulang merupakan indikasi untuk operasireparatif.2. Fistel Karotis-Kavernosusu , ditandai oleh trias gejala: eksolftalmos, kemosisi dan bruit orbitaldapat timbul segera atau beberapa hari setelah cidera. Anglografi diperlukan untuk konformasidiagnosis dan terapi dengan oklusi balon endovaskular merupakan cara yang paling efektif dandapat mencegah hilangnya penglihatan yang permanen. 3. Diabetes Incipidus , dapat disebabkan oleh kerusakan traumatik pada tangkai hipofisis,menyebabkan penghentian sekresi hormon antidiuretik. Pasien mengekskresikan sejumlah besarvolume urin encer, menimbulkan hipernatremia dan deplesi volum. Vasopresin arginin(pitressin) 5 10 unit intravena, intramuscular, atau subkutan setiap 4 6 jam atau desmopressinasetat subkutan atau intravena 2 4 mg setiap 12 jam, diberikan untuk mempertahankanpengeluaran urin kurang dari 200 ml/jam, dan volume diganti dengan cairan hipotonis (0,25 5atau 0,45 % salin) tergantung pada berat ringannya hipernatremia.4. Kejang Pascatrauma , dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama), dini (minggu pertama) ataulanjut (setelah satu minggu). Kejang segera tidak merupakan predesposisi untuk kejang lanjut.Kejang dini menunjukkan resiko yang meningkat untuk kejang lanjut, dan pasien ini harusdipertahankan dengan antikonvulsan. Insidens keseluruhan epilepsi pascatrauma lanjut(berulang, tanpa provokasi) setelah cidera kepala tertutup adalah 5 %; resiko mendekati 20 %pada pasien dengan perdarahan intrakranial ayau fraktur depresi.5.

Pneumonia , radang paru-paru disertai eksudasi dan konsolidasi.6. Meningitis Ventrikulitis7. Infeksi saluran kemih8. Perdarahan gastrointestinal9. Sepsis asam negatif 10. Kebocoran CSS 1.7. PENATALAKSANAAN 1. Pemeriksaan Fisik Hal penting yang pertama kali dinilai adalah status fungsi vital dan status kesadaranpasien. Ini harus dilakukan sesegera mungkin bahkan mendahului anamnesis yang teliti.a. Status fungsi vitalSeperti halnya dengan kasus kedaruratan lainnya, hal terpenting yang dinilai adalah:Jalan nafasPernafasanNadi dan tekanan darah, sirkulasi jalan nafas harus segera dibersihkan dari benda asing, lendiratau darah, bila perlu segera dipasang pipa naso/orofuring, diikuti dengan pemberian oksigen.Manipulasi leher hams berhati-hati bila ada riwayat / dugaan trauma servikal (whiplash injury),

BAB II TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY. D DENGAN CIDERA KEPALA BERAT A. PENGKAJIAN Pengkajian dilaksanakan di 1. BIODATAa) Identitas PenderitaNama : Ny. DTTL : -Umur : 51 tahunJenis Kelamin : PerempuanAlamat : -Agama : -Suku : Pendidikan : -Diagnosa : Cidera Kepala Berat (CKB)b) Identitas Penanggung JawabNama : Tn. ATTL : -Umur : -Jenis Kelamin : Laki-lakiAlamat : -Agama : -Suku : Pendidikan : -Hubungan dengan Klien : Suami Klien2. RIWAYAT KESEHATAN a) Keluhan UtamaPasien CKB mengeluh nyeri dibagian kepalab) Riwayat Kesehatan SekarangPasien dirawat selama tiga minggu dipoli penyakit dalam setelah menderita sakit kepala yangtimbul akibat pasien terjatuh dengan kepala terbentur.c) Riwayat Kesehatan Dahulu :Trauma saraf, hipertensi intracranial, hipoksia, hiperkapnea, hipotensi siskemik.d) Riwayat Kesehatan KeluargaDi keluarga pasien tidak ada yang mengalami penyakit CKBe) GenogramKETERANGAN :: Laki-laki : Meninggal: Perempuan : Hidup dalam satu rumah: Menikah : 3. POLA FUNGSI KESEHATANa) Pola Persepsi Terhadap Kesehatan

Pasien tidak menyadari bahwa nyeri kepalanya tersebut merupakan gejala penyakit yangbisa menjadi parah sehingga pasien tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.b) Pola Aktivitas LatihanAktivitas latihan selama sakitAKTIVITAS 0 1 2 3 4Mandi Berpakaian/berdandan Eliminasi Mobilisasi ditempat tidur Pindah Makan KETERANGAN0 = Mandiri1 = Dengan menggunakan alat buntu2 = Dengan menggunakan bantuan dari orang lain3 = Dengan bantuan orang lain dan alat bantu4 = Tergantung total, tidak berpartisipasi dalam beraktivitasPasien dalam melakukan aktivitas dibantu oleh perawat/keluargac) Pola Istirahat TidurPada pasien CKB mengalami gangguan tidur akibat cemas, gelisah dan nyeri di kepalanya.d) Pola Nutrisi Metabolik Pada pasien CKB terjadi gangguan metabolik yaitu nafsu makan klien berkurang karenatidak dapat menelan.e) Pola EliminasiBAB dan BAK klien tidak normal, dalam BAK dan BAB pasien dipasang kateter danpispot untuk membantu klien melakukan pola deminasi. Inkotenesia kandung kemih/ususmengalami gangguan fungsi.f) Pola Kognitif PerseptualHilangnya sebagian penglihatan, dan pendengaran, gangguan pengelapan, adanya vertigo,dan pasien merasakan nyeri berat, pasien mengalami kehilangan kesadaran Pasien tidak menyadari bahwa nyeri kepalanya tersebut merupakan gejala penyakit yangbisa menjadi parah sehingga pasien tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.b) Pola Aktivitas LatihanAktivitas latihan selama sakitAKTIVITAS 0 1 2 3 4Mandi Berpakaian/berdandan Eliminasi Mobilisasi ditempat tidur Pindah Makan

KETERANGAN0 = Mandiri1 = Dengan menggunakan alat buntu2 = Dengan menggunakan bantuan dari orang lain3 = Dengan bantuan orang lain dan alat bantu4 = Tergantung total, tidak berpartisipasi dalam beraktivitasPasien dalam melakukan aktivitas dibantu oleh perawat/keluargac) Pola Istirahat TidurPada pasien CKB mengalami gangguan tidur akibat cemas, gelisah dan nyeri di kepalanya.d) Pola Nutrisi Metabolik Pada pasien CKB terjadi gangguan metabolik yaitu nafsu makan klien berkurang karenatidak dapat menelan.e) Pola EliminasiBAB dan BAK klien tidak normal, dalam BAK dan BAB pasien dipasang kateter danpispot untuk membantu klien melakukan pola deminasi. Inkotenesia kandung kemih/ususmengalami gangguan fungsi.f) Pola Kognitif PerseptualHilangnya sebagian penglihatan, dan pendengaran, gangguan pengelapan, adanya vertigo,dan pasien merasakan nyeri berat, pasien mengalami kehilangan kesadaran

Klien tidak nafsu makanKulit klien keringKlien tidak melakukan aktivitas sehari-hariMata klien tampak pucatKlien sering terbangun karena nyeri dikepalaPenampilan klien tampak kumuhMulut klien bauGigi klien kotorKlien mengalami keterbatasan ROMTurgor kulit klien jelek Mukosa tampak kering BAB III ANALISA DATA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama : Ny. DUmur : 51 tahun NO SYMPTOM PROBLEM ETIOLOGI 1.Do :Klien meringis kesakitanKlien tampak gelisahKlien sakit kepala dengan intensitasdan lokasi berbedaNyeri akut Agen cidera fisik 2.Do :Klien sering terbangunKlien tampak pucat, mata bengkak 3 kali atau lebih bangun di malam harikarena nyeri kepalaGangguan polatidurNyeri

3.Do :Klien tampak lemah, lelah, lesuKlien butuh bantuan dalam melakukanaktivitas sehari-hariTD : sistole < 105, diastole < 60mmHgND : < 60 x/menitIntoleransiaktivitasImmobilisasi4.Do :Klien mengalami keterbatasan ROMKulit klien tampak memerah padabagian clavikula, siku, pantat dan tumitTurgor kulit jelek Kulit tampak keringResikoKerusakanintegritas kulitBedrest5.Do :Klien mengalami keterbatasan ROMKlien terpasang infuse pada lenganbagian kananTidak ada koordinasi gerak Kerusakanimobilitas fisik Nyeri dan immobilisasi NO SYMPTOM PROBLEM ETIOLOGI 6.Do :Terdapat luka pada kepalaKulit tampak tidak terawatResiko tinggiterhadap infeksiTrauma(kecelakaan,kesengajaan)7.Do :Klien mual dan muntahKlien tampak lemasKlien tidak nafsu makanKetidakseimbangannutrisi kurang darikebutuhan tubuhTidak mampudalammemasukkandan mencernamakanan8.Do :Tidak ada respon motorik danKlien kehilangan kesadaranSianosisKlien mengalami perubahan tingkatPerubahan perfusi jaringan cerebralPenghentiandarah oleh sel,odema cerebral

lakuKlien mengalami perubahanpenglihatan dan gangguanpengecapan.9.Do :Penampilan klien tampak kumuhPerineal tampak kotor dan bauRambut klien tampak kotorMulut klien bauGigi klien tampak kotorKurang perawatandiriKerusakanNeuro Muscular10.Do :Klien tampak lemasKlien terpasang infuseTurgor kulit klien jelek ND : > 100 x/menitTD : sstole <, diastole < mmHgSuhu > 37 CMukosa tampak keringKekuranganvolume cairanKehilanganvolume cairanaktif DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH 1. Nyeri akut berhubungan dengan cidera fisik 2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan aktif 3.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak mampudalam mencerna, memasukkan dan mengabsorbsi makanan.4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri akut5. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penghentian darah oleh cerebral6. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri dan imobilisasi7. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan imobilisasi8. Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan neuromuscular9. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan trauma (kecelakaan)10. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan bed rest

INTERVENSI (PERENCANAAN) NO.DX TUJUAN TINDAKAN 1.Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama .. x 24 jam diharapkan nyeri klien dapatteratasi/terkurang dengan KH :Nyeri klien terkontrolWajah klien tidak meringisKlien tidak gelisahKaji intensitas nyeriKaji pengalaman klien terhadap nyeriEvaluasi tentang keefektifan dari tindakanmengontrol nyeriKontrol faktor lingkungann yang dapatmempengaruhi respon pasien terhadapketidaknyamananAjarkan teknik relaksasiKolaborasi dengan dokter pemberiananalgetik Cek riwayat alergiMonitor TTV sebelum dan sesudahpemberian analgetik 2.Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama .. x 24 jam diharapkan volume cairan kliendapat terpenuhi dengan KH.Klien tidak lemasND : normalMukosa tidak keringTurgor kulit baik Kaji TTVMonitor menekan makanan/cairanDorong masukan oralAnjurkan untuk minum air banyak Kolaborasi pemberian cairan/makananMonitor hasil laboratorium yang sesuaidengan retensi cairan (BUN, HMT,Osmolalitas Urin)Pertahankan catatan intake dan output yangakurat NO.DX TUJUAN TINDAKAN 3.Setelah dilakukan tindak asuhan keperawatan selama .. x 24 jam diharapkan nutrisi klien seimbangdengan KH :Kaji adanya alergi makananKolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yangdibutuhkan klien

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa cidera kepala adalah keadaan dimanastruktur lapisan otak dari lapisan kulit kepala tulang tengkorak, durameter, pembuluh darah sertaotaknya mengalami cidera baik yang trauma tertutup maupun trauma tembus.Cidera kepala dibagi menjadi 3 yaitu :

Cidera kepala ringan

Cidera kepala sedang

Cidera kepala beratDari pembahasan cidera kepala berat, perawat dapat mengambil diagnosis yaitu :1. Nyeri akut berhubungan dengan fisik 2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan aktif 3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak mampu memasukkan, mencerna makanan4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri akut5. Perubahan porfusi jaringan berhubungan dengan penghentian darah oleh cerebral6. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri/imobilisasi7. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilisasi8. Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan neuro muscular9. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan trauma10. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan bed rest

B.

SARAN Dari Asuhan Keperawatan yang telah disusun, penulis menyarankan bagi pembuatAsuhan Keperawatan berikutnya agar lebih teliti dan akurat dalam pengkajian agar diagnosa yang diangkat sesuai dengan keluhan pasien. Seperti pepatah Tak ada gading yang tak retak. Dan penulis menyadari, makalah ini cukup jauh dari sempurna. Maka penulis sangat mengharapdan sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Untuk itupenulis ucapkan terima kasih