Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK III

ECHINODERMATA

DISUSUN OLEH :
HASRAWATI SARIF EVA YULIANA ABDUL GAFUR ARMAN ABU BAKAR ANDI ARDI AKHSAN INA TRISNAWATI

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

ECHINODERMATA Echinodermata (dalam bahasa yunani, echino = landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. Habitat hewan ini di laut, mulai dari pantai hingga laut dalam danbergerak lambat dengan kaki ambulakral. Karakteristik Echinodermata a. Tubuh pada masa larva simetris bilateral dan masa perkembangannya mengalami perubahan, sehingga tubuh dewasanya simetris radial. b. Alat gerkanya berupa kaki ambulakral yang terdiri atas kaki-kaki tabung. c. Pada permukaan tubuhnya memiliki lima buah daerah radial simetris d. Tubuh tertutup oleh epidermis dan diperkuat serta disokong oleh rangka dalam dari lempeng-lempeng kapur. e. Alat pencernaan telah berkembang baik, terdiri atas mulut, kerongkongan, dan usus. Anusnya tidak ada. Khusus pada Ophiuroidea, alat pencernaannya belum berkembang dengan baik. f. Selom dibatasi oleh peritoneum yang bersilia. Selom berisi cairan yang mengandung sel-sel ameboid yang dapat bergerak bebas. Selom ini merupakan satu kesatuan sistem dengan kaki tabung yang penting utuk gerak. g. Alat pernafasannya berupa papula, insang, kaki tabung, dan tentakel. h. Sistem saraf yang berkembang baik adalah serabut saraf melingkar mulut (sirkum oral) dan serabut saraf radial. i. Berkembang biak secara kawin, berkelamin terpisah, dan fertilisasinya eksternal. Kelenjar kelamin terdapat pada setiap lengan, dan lubang kelamin terdapat pada setiap pangkal lengan.

Struktur tubuh Echinodermata Bentuk tubuh Echinodermata ada yang seperti bintang, bulat, pipih, bulat memanjang, dan seperti tumbuhan. Tubuh terdiri dari bagian oral (yang memiliki mulut) dan Aboral (yang tidak memiliki mulut). Umumnya, Echinodermata mempunyai lengan sebanyak lima atau kelipatan bilangan tersebut. Ada yang mempunyai lengan hingga 50 buah. Yang tidak mempunyai lengan, tubuhnya tersusun atas lima buah keping utama atau bersifat pentagonial. Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat isap. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Sistem ekskresi tidak ada. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit. Sistem sirkulasi belum berkembang baik. Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus. Warna tubuh Echinodermata sangat bervariasi, ada yang hitam, merah kuning, ungu, cokelat, dan sebagainya. Ukuran tubuhnya sangat bervariasi. Umunya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Cara hidup dan habitat Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas. Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati. Habitatnya di dasar air laut, di daerah pantai hingga laut dalam.

Sistem reproduksi Echinodermata bersifat dioseus bersaluran reproduksi sederhana. Fertilisasi berlangsung secara eksternal. Zigot berkembang menjadi larva yang simetris bilateral bersilia. Hewan ini juga dapat beregenerasi. Reproduksi dapat terjadi secara seksual dan aseksual. Secara aseksual dapat terjadi dengan regenerasi atau dengan pembelahan sel. Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi yang terjadi dalam air laut. Jenis kelamin hewan ini terpisah (berumah dua). Larvanya mempunyai bentuk simetri bilateral dan dapat berenang bebas disebut bipinnaria. Reproduksi seksual Echinodermata melibatkan individu jantan dan betina yang membebaskan gametnya ke dalam air laut. Hewan dewasa dengan simetri tubuh radial, berkembang dari larva yang simetris bilateral. Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Sistem Pencernaan Makanan Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

Sistem Pernafasan dan Ekskresi Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh. Filum Echinodermata Filum Echinodermata dibagi menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Holothuroidea, dan Crinoidea. 1. Asteroidea (Bintang Laut) Bintang Echinodermata.

Laut

(Asteropecten

irregularis)

tergolong

dalam

Mengapa jenis hewan ini disebut Echinodermata? Echinodermata berasal dari kata Yunani, Echinos artinya duri dan Derma artinya kulit. Jadi Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Memang jika Anda meraba kulit hewan ini akan terasa kasar, karena kulitnya mempunyai lempeg-lempeng seperti duri-duri kecil dari bahan calsium carbonat / zat kapur /CaCO3

Karena hanya air laut dengan komposisi mineral , pH dan salinitas yang demikian memenuhi itulah maka anggota Echinodermata ini hanya dapat hidup dan ditemukan di laut. Bintang laut biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman

sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban cenderung berifat Bentos kecuali Crinoidea

Golongan Asteroidea (Bintang Laut) ini tidak ada yang parasit. Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal manusia.

Jumlahnya amat banyak, karena musuh hewan ini hanya sedikit. Bintang laut sebagai kelompok Echinodermata juga bisa merugikan, karena hewan laut ini sebagai pemakan tiram/kerang mutiara. Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati.

Bintang laut Asteroidea sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan.

Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Hewan ini banyak dijumpai di pantai. Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan. Perhatikan gambar berikut ini!

Struktur tubuh bintang laut dan peranannya

Madreporit : merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh letaknya di sisi aboral , ini berbeda dengan Ophiuroidea yang berada di sisi oral

Saluran batu : saluran penghubung antara madreporit dengan salurang cincin Saluran cincin : saluran yang melingkar yang bisa mengakses ke semua lengan

Saluran radial : saluran yang berasal dari saluran cincin meluas ke seluruh lengan , saluran ini dari saluran cincin berpencar ke tentakel masing masing

Saluran lateral : saluran yang berasal dari saluran radial yang mengalirkan air ke ampula

Ampula : suatu wadah menyerupai balon yang elastis , ketika terisi air akan membentuk tonjolan seperti kaki yang menyerupai tabung disebut kaki tabung

Kaki tabung : kaki yang terbentuk karena tekanan air di ampula sehingga kak bisa dipijakkan ke obyek sehingga bisa menggerakkan tubuhnya

Sistem ambulakral ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa.

Sistem pergerakan bintang laut

Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu.

Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral.

Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula.

Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas.

Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk.

Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya.

Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.

Stomach : sebagai alat pencernaan. Mulut : tempat menyerap makanan terdapat dibawah , dilengkapi dengan gigi catut ( pedicellaria)

Anus : mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna, terdapat dibagian atas tubuhnya (sisi aboral)

Gonad : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormon kelamin.

System pencernaan a. Mulutnya di sebelah kerongkongan yang pendek yang berhubungan dengan lambung yang besar b. Makanannya dicerna oleh getah di lambung dan diisap, kemudian dikirim kelima cabang usus. Kelima cabang usus ini bercabang-cabang lagi dan merupakan saluran makanan. c. Kemudian sisanya dikeluarkan melalui anus.

System pernafasan a. Gelembung kaki ambulakralnya mengembang dan alas kakinya mencekung. 02 meresap melalui selaput kaki ambulakral. b. Gelembung-gelembung insang pada punggunya juga merupakan alat pernafasan yang mudah menyerap 02 dan untuk mengeluarkan CO2.

System syaraf a. Di sekeliling kerongkongannya terdapat gelang saraf dan cabang-cabang saraf ke bagian lengan yang berakhir pada bintik mata untuk membedakan gelap dan terang. b. Guna gelang sarafnya adalah mengkoordinasikan seluruh gerakan yang dilakukan oleh lengan.

2. Echinoidea Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata). Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea merupakan binatang triploblastik selopmata, tubuh simetris radial yang terbagi menjadi 5 bagian. Bentuk hampir bulat atau gepeng, tidak mempunyai tangan, rangka tersusun dari keping-keping zat kapur yang disebut laminae yang menjadi satu sehingga membentuk semacam mangkok dan umumnya berduri. Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat. Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan

melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan. Pada bagian aboral terdapat anus, madreporit dan lubang genital. Pada oral terdapat mulut yang dikelilingi oleh lima gigi yang kuat dan tajam, gigi tersebut disokong oleh 5 rangka samping di sebelah dalam cangkal yang disebut lentera aristoteles yang berfungsi untuk mengambil makanan.

Sekitar mulut peristom terdapat alat sensoris yang disebut sphaeredia. Tubuh memiliki rongga seperti tabung yang disebut siphon, dilengkapi dengan cillia, dan bernafas dengan menggunakan insang, sistem syaraf echinoidea melingkari mulun atau sistem syaraf melengkung. Jenis kelamin terpisah, larva mempunyai bentuk simetris bilateral yang dapat berenang secara bebas disebut bipinnaria. Reproduksi secara seksual , fertilisasi eksternal, larva plute ada yang hermaprodit, ada yang memiliki regenerasi tinggi (secara aseksual). Fertilisasi eksternal kemudian tumbuh menjadi larva bersilia. Struktur larva Echinoidea mempunyai persamaan dengan struktur Chordata rendah dan dalam perkembangan embrio tahap awal, kedua phyllum di atas mempunyai persamaan. Jadi jika dilihat secara embriologis Echinodermata lebih dekat dengan Chordata daripada ke Annelida, Mollusca atau Arthropoda. Ciri dan Sifat Umum :- Bentuk tubuhnya saat dewasa simetris radial, sedangkan bentuk larvanya simetris

3. Ophiuroidea Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya. Hewan ini pun juga dapat beregenerasi. Seperti echinodermata lainnya, Ophiuroidea memiliki rangka dari kalsium karbonat. Bentuk tubuh bintang ular mirip dengan Asteroidea. Kelima lengan ophiuroidea menempel pada cakram pusat yang disebut calyx. Ophiuroidea memiliki lima rahang. Di belakang rahang ada kerongkongan pendek dan perut besar, serta buntu yang menempati setengah cakram. Ophiuroidea tidak memiliki usus maupun anus. Pencernaan terjadi di perut. Pertukaran udara dan ekskresi terjadi pada kantong yang disebut bursae. Umumnya ada 10 bursae. Kelamin terpisah pada kebanyakan spesies. Ophiuroidea memiliki gonad. Gamet disebar oleh bursal sacs. Sistem saraf terdiri atas cincin saraf utama yang bekerja di sekitar cakram utama. Ophiuroidea tidak memiliki mata, atau sejenisnya. Tetapi, mereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis. Baik Ophiurida maupun Euryalida memiliki lima lengan yang panjang, langsing, fleksibel, dan berbentuk seperti cambuk. Mereka dibantu dengan rangka internal yang terbuat dari kalsium karbonat.Pembuluh dari sistem vaskular air berakhir di kaki tabung. Sistem vaskular air umumnya memiliki satu madreporit. Kaki tabung tidak memiliki penghisap dan

ampulla.Ophiuroidea memiliki kemampuan untuk meregenerasi kaki yang putus. Ophiuroidea menggunakan kemampuan ini untuk melarikan diri dari predator, seperti kadal, yang mampu memutuskan ekor mereka untuk membingungkan pengganggu. Sistem pernapasan

Pernapasan dilakukan oleh 5 pasang kantong kecil yang bercelah di sekitar mulut, alat ini berhubungan dengan saluran alat reproduksi (gonad).

Sistem pencernaan makanan

Alat-alat pencernaan makanan terdapat dalam bola cakram, dimulai dari mulut yang terletak di pusat tubuh kemudian lambung yang berbentuk kantong. Hewan ini tidak memiliki anus. Di sekeliling mulut terdapat rahang yang berupa 5 kelompok lempeng kapur.Makanan dipegang dengan satu atau lebih lengannya, kemudian dihentakkan dan dengan bantuan tentakel dimasukkan ke mulut. Sesudah dicerna, bahan-bahan yang tidak tercerna dibuang ke luar melalui mulutnya.

Sistem reproduksi

Jenis kelamin hewan ini terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular.

4. Holothuroidea Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang.Contoh hewan ini adalah Cucumaria sp., Holothuria sp., dan Bohadschia argus.Hewan ini tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang

tubuhnya.Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya.Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air melalui anus. Tubuh seorang holothurian kira-kira silinder. Hal ini radial simetris di sepanjang sumbu longitudinal, dan memiliki simetri bilateral lemah melintang dengan dorsal dan permukaan ventral. Seperti di Echinozoans lainnya, ada lima ambulacra dipisahkan oleh lima alur ambulacral, interambulacra tersebut. Alur ambulacral menanggung empat baris kaki tabung tetapi ini berkurang dalam ukuran atau tidak ada di beberapa holothurians, terutama pada permukaan dorsal. Kedua punggung abulacra membentuk bivium sementara tiga yang ventral dikenal sebagai trivium itu. Pada akhir anterior, mulut dikelilingi oleh cincin tentakel yang biasanya ditarik ke dalam mulut. Ini dimodifikasi kaki tabung dan mungkin sederhana, bercabang atau Famili serupa. Mereka dikenal sebagai introvert dan posterior kepada mereka ada cincin internal ossicles berkapur besar. Terlampir ini adalah lima pita otot longitudinal berjalan secara internal bersama ambulacra tersebut. Ada juga otot melingkar, kontraksi yang menyebabkan hewan untuk memanjang dan menutup diri

untuk memperpanjang. Anterior pada tulang otot berbohong lebih lanjut, kontraksi yang menyebabkan pendiam untuk menarik kembali. Dinding tubuh terdiri dari epidermis dan dermis dan berisi ossicles berkapur yang lebih kecil, jenis yang merupakan karakteristik yang membantu untuk mengidentifikasi spesies yang berbeda. Di dalam dinding tubuh adalah coelom yang dibagi tiga polip longitudinal yang mengelilingi dan mendukung organ internal. Diet dan sistem pencernaan Holothuroidea umumnya pemulung , makan pada puing-puing di zona bentik laut. Pengecualian termasuk pelagis mentimun dan spesies Rynkatropa pawsoni, yang memiliki komensal hubungan dengan laut anglerfish . Para diet mentimun paling terdiri dari plankton dan bahan organik yang membusuk ditemukan di laut. Beberapa teripang memposisikan diri dalam arus dan menangkap makanan yang mengalir dengan dengan tentakel terbuka mereka. Mereka juga menyaring melalui bagian bawah sedimen menggunakan tentakel mereka. Spesies lain dapat menggali ke dalam lumpur atau pasir bawah sampai mereka benar-benar terkubur. Mereka kemudian extrude tentakel makan mereka, siap untuk menarik diri pada tanda-tanda adanya bahaya. Sebuah faring terletak di belakang mulut dan dikelilingi oleh cincin dari sepuluh lempeng berkapur. Dalam teripang paling, ini adalah satu-satunya bagian besar kerangka, dan membentuk titik attachment untuk otot yang dapat menarik kembali tentakel ke dalam tubuh untuk keselamatan sebagai untuk otot utama dari dinding tubuh. Banyak spesies memiliki sebuah kerongkongan dan perut , tetapi

dalam beberapa faring membuka langsung ke dalam usus . Usus biasanya panjang dan digulung, dan loop melalui tubuh tiga kali sebelum mengakhiri dalam kloaka ruang, atau langsung sebagai anus . Sistem saraf Teripang tidak memiliki otak benar. Sebuah cincin dari jaringan saraf mengelilingi rongga mulut, dan mengirimkan saraf untuk tentakel dan faring . Hewan adalah, bagaimanapun, cukup mampu berfungsi dan bergerak jika cincin saraf pembedahan, menunjukkan bahwa ia tidak memiliki peran sentral dalam koordinasi saraf. Selain itu, lima saraf utama dijalankan dari cincin saraf bawah panjang badan di bawah setiap area ambulacral. Teripang paling tidak memiliki organ indera yang berbeda, meskipun ada ujung saraf yang tersebar melalui kulit hewan memberikan rasa sentuhan dan kepekaan terhadap keberadaan cahaya. Namun demikian, beberapa pengecualian; anggota ordo Apodida diketahui memiliki statocysts , sementara beberapa spesies memiliki mata kecil-tempat dekat basis tentakel mereka. Sistem pernapasan Teripang mengekstrak oksigen dari air dalam sepasang "pohon pernapasan" yang cabang dari kloaka hanya di dalam anus , sehingga mereka "bernafas" dengan menarik air melalui anus dan kemudian mengeluarkannya. [15] [16] Pohon-pohon terdiri dari serangkaian tubulus sempit bercabang dari saluran umum, dan berbaring di kedua sisi saluran pencernaan. Pertukaran gas terjadi seluruh dinding tipis tubulus, ke dan dari cairan rongga tubuh utama.

Bersama dengan usus, pernapasan pohon-pohon juga bertindak sebagai organ ekskresi, dengan limbah nitrogen menyebar di seluruh dinding tubulus dalam bentuk amonia dan fagositik coelomocytes menyetorkan limbah partikulat. Sistem Peredaran Darah Seperti semua binatang berkulit lunak, teripang memiliki kedua sistem vaskular air yang menyediakan tekanan hidrolik untuk tentakel dan kaki tabung, yang memungkinkan mereka untuk bergerak, dan sistem haemal. Yang terakhir ini lebih kompleks dari itu di echinodermata lainnya, dan terdiri dari pembuluh yang berkembang dengan baik serta terbuka sinus . Sebuah cincin haemal pusat mengelilingi faring sebelah kanal cincin dari sistem vaskular air, dan mengirimkan pembuluh tambahan sepanjang kanal radial bewah daerah ambulacral. Pada spesies yang lebih besar, pembuluh tambahan dijalankan atas dan di bawah usus dan dihubungkan oleh lebih dari seratus disembut ampullae otot kecil, bertindak sebagai miniatur hati memompa darah ke seluruh sistem haemal. Pembuluh Tambahan mengelilingi pohon pernapasan, meskipun mereka menghubungi mereka hanya secara tidak langsung, melalui selom cairan. Memang, darah itu sendiri pada dasarnya identik dengan cairan selom yang menggenangi organ secara langsung, dan juga mengisi sistem vaskular air. Coelomocytes fagositik, agak mirip dalam fungsi ke sel-sel darah putih vertebrata, terbentuk dalam pembuluh haemal, dan perjalanan ke seluruh rongga tubuh serta kedua sistem peredaran darah. Tambahan berupa coelomocyte, tidak ditemukan dalam echinodermata lainnya, memiliki bentuk diskoid rata, dan mengandung

hemoglobin . Akibatnya, dalam banyak spesies (meskipun tidak semua), baik darah dan cairan selom yang berwarna merah. Vanadium telah dilaporkan dalam konsentrasi tinggi dalam darah holothurian, Namun peneliti telah mampu untuk mereproduksi hasil ini. Reproduksi dan siklus hidup Teripang Kebanyakan berkembang biak dengan melepaskan sperma dan ovum ke dalam air laut. Tergantung pada kondisi, satu organisme bisa menghasilkan ribuan gamet . Teripang biasanya dioecious , dengan individu jantan dan betina terpisah, tetapi beberapa spesies protandric . Sistem reproduksi terdiri dari satu gonad , yang terdiri dari sekelompok tubulus bermuara ke saluran tunggal yang terbuka pada permukaan atas hewan, dekat dengan tentakel. Sedikitnya 30 spesies, termasuk teripang merah berdada ( Pseudocnella insolens ), menyuburkan telur mereka secara internal dan kemudian mengambil zigot dibuahi dengan salah satu tentakel makan mereka. Sel telur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong pada tubuh orang dewasa, yang mana berkembang dan akhirnya menetas dari kantong sebagai teripang remaja. Beberapa spesies diketahui induk muda mereka di dalam rongga tubuh, melahirkan melalui kecil pecah di dinding tubuh dekat dengan anus. Dalam semua spesies lain, sel telur berkembang menjadi berenang bebas jentik , biasanya setelah sekitar tiga hari pembangunan. Tahap pertama pembangunan larva dikenal sebagai auricularia, dan hanya sekitar 1 milimeter (0,039 in) panjang. Larva ini berenang dengan menggunakan sebuah band panjang silia melilit tubuhnya,

dan agak menyerupai bipinnaria larva bintang laut. Sebagai larva tumbuh itu berubah menjadi doliolaria, dengan tubuh berbentuk tong dan tiga sampai lima cincin terpisah dari silia. Tentakel biasanya fitur dewasa pertama yang muncul, sebelum kaki tabung biasa.

5. Crinoidea Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis.Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih.Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam.Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh).Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabangcabang kecil yang disebut pinula.Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula.Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan. Sistem Pencernaan Makanan berupa plankton kecil atau bahan lainnya yang mikroskopis, yang dibawa oleh lengan atau ditangkap oleh tentakel, dilewatkan sepanjang alur ambulakral dengan bulu-getar yang bergerak-gerak, yang selanjutnya digiring oleh

silia ke dalam mulut. Memiliki Sebuah tangkai yang tumbuh dari cakram sering digunakan untuk melekatkan hewan pada substrat dasar, akibatnya mulut tetap di atas dan lengan-lengan seperti bulu menciptakan alat seperti jaring untuk menangkap dan mengangkut makanan ke mulut. Ada yang tidk mempunyai tangkai, atau menghilang waktu menjadi dewasa dan dapat menggerakkan lengannya untuk berpindah-pindah. Lekukan ambulakral yang ditandai dengan garis bersilia dan berisi tentakel seperti kaki buluh. Coelom adalah sempit dan gonad biasanya terdapat dalam pinnulae. Crinoidea mempunyai daya regenerasi besar sekali, bagian lengan atau calyx yang hilang akan segera diperbaharui. Kelompok hewan ini merupakan hewan yang peka, tetapi mempunyai kemampuan regenerasi tinggi sehingga dapat menyembuhkan diri jika luka. Kira-kira ada 600 jenis mewakili 150 marga dari 30 suku. Sisa-sisa fosil banyak terdapat pada formasi kapur. Sepintas lalu tampak seperti tumbuhan. Pemukaan oral hewan ini menghadap ke atas (berbeda dengan echinodermata lainnya), misalnya: Ptilocrinus pinnatus. Ciri-ciri Crinoidea : 1. Bentuk tubuh seperti tumbuhan tapi ada yang bertangkai dan ada yang tidak bertangkai. 2. Crinoidea yang bertangkai adalah individu yang tidak dapat bergerak dan mulutnya terarah keatas. 3. Crinoidea yang tak bertangkai merupakan indivvidu yang dapat bergerak bebas didalam laut.

4. Tubuhnya menyerupai bunga lili atau bunga bakung dan bentuk seperti bulu burung. 5. Terdapat keping-keping theka dengan percabangan lengan panjang. 6. Beberapa spesies mempunyai tangkai arah aboral 7. Tidak mempunyai duri. 8. Kaki tabungnya kurang mempunyai suber (alat isap). 9. Tidak memiliki madreporit. Sistem syaraf berbentuk cincin yang selanjutnya bercabang-cabang pada tiap lengan. 10. Kulitnya tersusun dari zat kitin.

Contoh spesies dari Crinoidea adalah Antedon sp, Anemon sp, Holopus, dan Metacrinus (lili laut). Antedon sp (bisa berenang) dan Anemon sp menyerupai pohon, yang hidupnya menempel dengan mempergunakan tangkai. Pada permukaan oral biasanya terdapat mulut dan anus. Mulut dan anus terletak sebelah menyebelah, mulut pada daerah oral, sedangkan anus pada daerah aboral. Anus sering terdapat pada kerucut yang menonjol. Pada bidang oral setiap lengan memiliki lekukan ambulakral seperti garis bersilia yang berisi tentakel menyerupain kaki buluh.

Sistem Reproduksi

Pada kelas Crinoidea, melepaskan telur dalam air, tapi beberapa menahan tetap pada pinnulae sampai menetas. Larva yang masih muda sekali masih mendapat

makanan dari kuning telur, tapi belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari dapat hidup bebas dan menempel dengan akhir bagian anterior dan kemudian berbentuk cangkir, lalu tumbuhlah lengannya. Beberapa Crinoidea menyimpan telurnya dalam tubuh.