Anda di halaman 1dari 3

ITIBAR MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Oleh : Drs. Mesiono, M.Pd.

Sesungguhnya pada diri Rosul Allah itu terdapat suri-tauladan yang baik
bagimu, bagi orang-orang yang mengharap Rahmat Allah dan Keselamatan di Hari Kemudian dan Memperbanyak zikir. (Al Ahzab : 21)
Bukti cinta kita pada nabi Muhammad SAW salah satunya adalah mengingat dan memperingati serta membesarkan hari kelahirannya. Karena itu di bulan Rabiul Awal ini, dimana kaum muslimin mengadakan peringatan dan membesarkan hari lahirnya orang yang menuntun dan mengajarkan umat agar bermanfaat di tengahtengah masyarakatnya. Orang yang memutarbalikkan alam kejahiliyahan ke alam ilmu pengetahuan. Pada peringatan itu diceritakan perihal Nabi Muhammad SAW, baik itu sifat, perjuangan hidup beliau bahkan budi pekertinya yang luhur. Namun yang sangat fundamen dalam memperingati maulid nabi ini bukan peringatannya, akan tetapi itibar dari peringatan itu yang perlu kita ambil dan tauladani. Inilah bukti cinta kita yang sesungguhnya kepada Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan dalam sejarah, bahwa Rosul adalah hamba yang dikasihi Allah, hamba semulia-mulia makhluk, do,anya makbull. Namun begitupun dalam perjuangan hidupnya tidak terlepas dari hambatan dan tantangan, beliau berjuang bukan berlayar di air yang tenang. Hambatan silih berganti dihadapinya, namun beliau tetap mendapatkan kemenangan, sukses merubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat Imaniyah dan Islamiyah. Apakah kunci kusuksesan Beliau yang dapat kita tauladani. Kusuksesan beliau terletak pada sifat istiqomah Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak mudah terpengaruh kemilaunya kehidupan dunia, seperti pangkat, jabatan, harta, dan kekayaan bahkan beliau tidak terpengaruh oleh rayuan wanita cantik, intimidasi dari pihak lawannya. Hal ini terbukti, pada waktu Nabi Muhammad SAW disodorkan kemewahan dunia yaitu pangkat tertinggi, sehingga menjadi orang terbesar fungsinya di jazirah Arab, disodorkan harta, sehingga menjadi orang terkaya di kalangan masyarakat arab, disodorkan ratu tercantik di tanah arab, asalkan nabi Muhammad SAW berhenti dari dakwahnya. Melalui Pamanya Abu Tholib Beliau menolak tawaran orang-orang kafir, seraya beliau berkata Wallahi ya ammii, kalaupun mereka meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku berhenti berdakwah, tidak, tidakkan kuhentikan, sehingga aku menang atau terbunuh karenanya. Melihat begitu istiqomahnya Nabi Muhammad SAW, akhirnya orang orang kafir yang dipimpin oleh Abu Jahal dan Abu Lahab menawarkan satu bentuk ibadah yang dilakukan secara bersama-sama, sekali Nabi Muhammad ikut menyembah berhala dan sekali mereka sama menyembah Tuhan Nabi Muhammad SAW. Apa jawab Nabi Muhammad mengenai tawaran tersebut Agamamu untukmu dan agamaku untukku.

Setelah mengalami kegagalan demi kegagalan, akhirnya orang-orang kafir tersebut berencana untuk membunuh Muhammad, salah satunya dikisahkan oleh seorang kafir bernama Datsur. Ketika Nabi Muhammad SAW sedang berbaring di bawah pohon yang rindang, Datsur datang dengan mengendap-endap dengan pedang terhunus seraya berkata : Hai Muhammad, aku sendiri, kau juga sendiri, sekarang, siapakah yang bisa menolongmu dari pedangku ini. Nabi Muhammad Berdiri dengan tidak ada merasa takut sedikitpun dan berkata dengan tegas Allah . Mendengar ucapan yang tegas dari Nabi Muhammad SAW itu, Datsurpun tiba-tiba menggigil dan ketakutan sehingga pedangnya terjatuh dan Nabi Muhammad SAWpun mengambil pedang seraya menyodorkan ke arah Datsur dan Nabi Muhammad SAW berkata : Siapakah yang dapat menolongmu dari pedangmu untuk memotong lehermu ini, Dengan rasa gemetar dan ketakutan Datsur menjawab, Tidak ada yang dapat menolongku, selain Engkau ya Muhammad. Akhirnya Nabi Muhammad SAWpun memaafkannya dan mengembalikan pedangnya, ketika itu juga Datsur mengucapkan Syahadat dan memeluk Agama Islam. Kisah lain yang sangat mulia dan patut untuk ditauladani dalam kesuksesan beliau adalah Sifat kejujuran dan keamanahan nabi Muahmmad SAW, contoh Beliau tidak mau mengambil yang bukan haqnya. Pernah mulut cucunya Husain dikoreknya dengan telunjuknya seraya mengatakan Kakh-kakh, aku dan keluarga Muhammad tidak halal bagi kita shadaqoh(zakat), sehingga cucunya termuntah-muntah, karena Husain sewaktu kecilnya memakan sebutir tamar dari tamar-tamarnya yang ada di mesjid, (zakat masyarakat untuk dibagikan kepada mustahiqnya). Ketika itupun sahabat bertanya, kenapa Muhammad berbuat demikian, padahal hanya sebutir tamar saja yang dimakan cucunya itu ? Jawab nabi : Dari pada ia memakan yang bukan haqnya, lebih baiklah ia menelan api sehingga terbajar perut panjangnya. Jika ditelusuri dari kisah Rosul di atas dan diperhatikan kejadian dewasa ini, sudah banyak umat Nabi Muhammad yang mengingkari prilaku Rosul ini, bahkan ironisnya kadang kala perbuatan itu didukung pula. Dibiarkannya anak-anaknya untuk melakukan yang dilarang Allah dan Rosulnya, mereka melakukan perzinahan, dianggap hal yang wajar dalam pergaulan dewasa ini, mereka melakukan persengkongkolan untuk melakukan perbuatan maksiat, seperti menjual ganja,futau, sabu-sabu yang dilakukan oleh satu keluarga ( anak, mama dan bapak) dengan alasan tekanan ekonomi, padahal sesungguhnya orang tuanya telah mematikan perekonomian keluarganya sendiri, membiarkan anak-anaknya berkeliaran dengan pakaian yang seronok, terbuka auratnya, tak sadar sesungguhnya ia telah menabur beni dosa dan akan menuai dosa pada akhirat nanti. Nauzubillahiminzaliq. Ingatlah wahai saudaraku, semua perbuatan yang kita lakukan dipersinggahan bumi Allah ini, akan dimintai pertanggungjawaban. Demikianlah sifat Istiqomah Nabi Muhammad SAW yang harus kita jadikan itibar (pelajaran) dan kita amalkan, tidak pernah goyang karena dipengaruhi pangkat, jabatan, wanita cantik, kekayaan, Makanan yang bukan haqnya, keamanan dari manusia (intimidasi) dan lain sebagainya. Akhlah Rosul inilah yang harus kita tauladani dalam mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat.

Kita jangan sombong karena pangkat dan jabatan, Kita jangan menjual kehormatan karena wanita cantik Kita jangan kikir,bakhil karena kekayaan yang kita miliki Kita jangan makan yang bukan milik kita karena itu bukan haq kita Kita Jangan takuk kepada siapapunjuga karena yang patut kita takuti hanya Allah semata. karena sesungguhnya semua itu kecil semua itu amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Semoga kita menjadi orang yang mampu meneladani prilaku Rasulullah SAW dengan Memperbanyak Zikir akan Mendapat Rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat. Amiin ya Robbal Alamiin.

Kata Mutiara

Warisan yang paling Indah adalah Akhlakulkarimah


Oleh karena itu

Jangan biarkan anak-anak kita, generasi muda Islami kita terombang ambing oleh kezholiman dunia, permainan dunia, kenikmatan dan keindahan dunia yang fatamorgana didiklah anak-anak kita dengan akhlak yang mulia