Anda di halaman 1dari 28

Bidang kristal dan arah bidang

Dalam menganalisis struktur kristal, suatu titik tertentu


pada kristal akan memiliki seperangkat identitas untuk
menspesifikasi atom-atom yang menduduki titik tersebut.
Identitas suatu atom dinyatakan dalam koordinat titik
dimana atom berada, letak bidang yang ditempati oleh
atom dan juga arah bidang yang ditempati atom.

Koordinat titik

Posisi suatu titik pada unit cell dapat dinyatakan dalam
bentuk vektor satuan dari sumbu-sumbu koordinat
penyusun unit cell.
Misalkan suatu unit cell memiliki vektor satuan h, k, dan l
yang berkaitan dengan ketiga sumbu koordinat.
Maka posisi dari suatu atom dalam unit cell dapat
dinyatakan oleh vektor p sebagai berikut


+ + = l c k b h a p
di mana a, b, dan c adalah bilangan bulat.
Contoh
Tentukan koordinat titik dari posisi atom pada unit cell
BCC berikut ini
Penyelesaian
Untuk tiap-tiap titik pada unit cell koordinat titiknya
dapat dinyatakan sebagai berikut :
Posisi titik
Panjang sumbu
Koordinat titik
x y z
1 0 0 0 000
2 1 0 0 100
3 1 1 0 110
4 0 1 0 010
5
6 0 0 1 001
7 1 0 1 101
8 1 1 1 111
9 0 1 1 011
Posisi titik (crystallographic direction)

Langkah-langkah untuk menentukan crystallographic direction

1. Menarik suatu vektor dari titik yang diinginkan dan pusat sumbu
koordinat acuan. Vektor satuan selalu berarah dari pusat sumbu
koordinat menuju titik yang dimaksud.
2. Menentukan panjang proyeksi vektor pada ketiga sumbu unit cell.
3. Mencari kelipatan bulat terkecil untuk ketiga proyeksi vektor
dengan membagi atau mengalikan dengan faktor yang sama untuk
ketiga sumbu
4. Crystallographic direction dinyatakan dalam ketiga bilangan yang
didapatkan pada Langkah 3 dan dituliskan dalam kurung siku
tanpa dipisahkan dengan tanda koma. Sehingga crystallographic
direction [u v w] menyatakan vektor satuan dari titik pada suatu
unit cell.
(


w v u
Untuk koordinat negatif, crystallographic direction dapat
dituliskan sebagai
Posisi-posisi [111], [110], dan [100] adalah posisi-posisi
yang paling umum. Ketiga posisi ini dapat ditunjukkan
pada gambar berikut ini

Contoh soal

Tentukan indeks arah untuk vektor pada unit cell pada
gambar berikut ini

Penyelesaian
1. Menarik vektor dari titik yang diinginkan menuju pusat
sumbu koordinat
2. Menentukan proyeksi vektor terhadap sumbu x, y, dan
z. Hasil proyeksinya berturut-turut adalah a/2, b, dan
0c. Jika vektor satuan untuk sumbu x, y, dan z
berturut-turut adalah a, b, dan c, maka faktor untuk
masing-masing sumbu koordinat adalah , 1, dan 0.
3. Kelipatan terkecil untuk ketiga proyeksi vektor pada
sumbu x, y, dan z adalah 2, sehingga hasil
perkaliannya berturut-turut adalah 1,2, dan 0.
4. Crystallographic direction untuk vektor pada unit cell di
atas dapat dinyatakan sebagai [120]
Bidang kristal (crystallographic planes)

Orientasi bidang dalam unit cell dapat ditentukan dengan
menggunakan metode yang sama.
Orientasi bidang dalam unit cell dapat dinyatakan
dengan indeks Miller (h k l).
Bidang-bidang yang saling paralel akan memiliki indeks
Miller yang sama.
Untuk menentukan nilai h, k, dan l dari indeks Miller
digunakan prosedur sebagai berikut :
1. Jika suatu bidang melewati sumbu koordinat pada titik
tertentu, bidang paralel harus dibuat untuk menghasilkan
suatu bidang yang melalui pangkal koordinat, atau pangkal
kooordinat yang baru dibuat pada bidang yang akan
ditentukan indeks Miller-nya
2. Menentukan apakah suatu bidang sejajar atau memotong
sumbu koordinat. Selanjutnya ditentukan titik potong untuk
masing-masing sumbu
3. Mencari nilai kebalikan (reciproc) untuk tiap titik potong dari
sumbu koordinat. Bidang yang sejajar dengan sumbu
koordinat ditetapkan memiliki titik potong di tak hingga,
sehingga nilai kebalikannya adalah nol
4. Mencari kelipatan bulat terkecil untuk ketiga nilai kebalikan
5. Indeks Miller dituliskan sebagai kumpulan bilangan bulat
dalam tanda kurung tanpa dipisahkan koma seperti (h k l)

Berikut ini contoh indeks Miller untuk bidang (001),
(110), dan (111)


Berikut ini contoh indeks Miller untuk bidang (001),
(110), dan (111)


Contoh soal
Tentukan indeks Miller untuk bidang pada Gambar a
berikut ini
Penyelesaian
Bidang yang akan dicari melalui pangkal sumbu
koordinat O sehingga harus dibuat bidang lain yang
paralel dengan bidang asal atau dibuat pangkal sumbu
koordinat yang baru.
Gambar b menunjukkan sumbu koordinat yang baru
yaitu O.
Titik potong terhadap sumbu x dapat dianggap pada a,
sedangkan titik potong pada sumbu y dan z adalah b
dan c/2, dimana a, b, dan c, adalah vektor satuan pada
unit cell (lattice constant).
Perbandingan panjang antar sumbu x, y,dan z adalah ,
-1, dan .
Nilai kebalikan (reciprocal) dari bilangan-bilangan ini
adalah 0, -1, dan 2.
Karena ketiga bilangan ini sudah berupa bilangan bulat,
maka tidak diperlukan lagi perkalian dengan faktor
pengali.
Dengan demilkian indeks Miller dapat dinyatakan (0 -1
2).
Densitas linear (linear density) dan densitas
bidang (planar density)
Linear density (LD) didefinisikan sebagai jumlah atom
per satuan panjang dimana garis terletak pada arah
yang dispesifikasikan untuk vektor kristalografi tertentu.
Secara matematis LD dapat dinyatakan sebagai berikut
tersebut arah pada vektor panjang
tertentu arah pada atom jumlah
LD =
Satuan dari LD adalah nm
-1
atau m
-1
(tergantung satuan
panjang yang diinginkan).
Contoh soal

Tentukan Linear density untuk arah vektor [110] pada
struktur kristal FCC

Penyelesaian

Vektor [110] pada struktur kristal FCC dapat digambarkan
sebagai berikut
Pada Gambar a ditunjukkan posisi garis yang diwakili
oleh vektor [110].
Gambar b menunjukkan atom-atom yang terdapat di
dasar unit cell yang berjumlah lima buah atom.
Dari Gambar b dapat dilihat bahwa vektor [110] bergerak
dari atom x melalui atom y dan menuju atom z.
Atom-atom yang terletak di titik sudut (di x dan z) dibagi
dengan satu atom lain yang juga memiliki arah pada
vektor [110]. Sehingga jumlah atom yang terdapat pada
arah [110] adalah
2
2
1
2 1 = +
R R
atom
LD
2
1
4
2
110
= =
tersebut rafi krista bidang luas
tertentu rafi krista bidang pada atom jumlah
PD
log
log
=
Sementara itu panjang vektor [110] adalah 4R.
Dengan menggunakan persamaan untuk Linear
density didapatkan
Dengan analogi yang sama, planar density (PD)
dapat didefinisikan sebagai jumlah atom per satuan
bidang dimana bidang dispesifikasikan untuk indeks
kristalografi tertentu.
Secara matematis PD dapat dinyatakan sebagai
berikut
Satuan dari PD adalah nm
-2
atau m
-2
(tergantung
satuan panjang yang diinginkan).
2
4
1
4
2
1
2 = +
2 2 2 2
2a a a p = + =
Contoh soal
Tentukan planar density untuk bidang (110) pada
struktur kristal FCC

Penyelesaian
Untuk kasus bidang (110) pada unit cell FCC, terdapat
dua atom di diagonal sisi yang dimiliki secara bersama
oleh dua bidang (110) dan 4 atom di titik sudut yang
dimiliki oleh empat bidang (110) yang lain. Sehingga
jumlah atom total yang dimiliki oleh bidang (110) adalah
Sementara itu jika a adalah kisi kristal, maka luas
bidang (110) dapat dicari sebagai berikut
2 a p =
2 2
2
a a a a p = =
2 2R a =
( ) 2 8 2 2 2 2
2
2
2
R R a = =
2 4
1
2 8
2
2 2
110
R R
atom
PD = =
Sehingga panjang diagonal sisi p adalah
Luas bidang (110) adalah
Untuk struktur kristal FCC terdapat hubungan antara a dan
R sebagai berikut
Sehingga luas bidang (110) jika dinyatakan sebagai
fungsi R adalah
Dengan demikian planar density (PD) dapat dihitung
sebagai berikut
Metode analisis struktur kristal
Struktur kristal dapat ditentukan dengan menggunakan
gelombang yang memiliki panjang gelombang dalam
orde yang yang dengan kisi kristal atau jarak antar
bidang kristal.
Persyaratan ini dapat dipenuhi oleh dua jenis
gelombang yaitu
1. sinar-X
2. partikel yang dipercepat (memanfaatkan efek
dualisme partikel-gelombang)

Metode yang digunakan untuk menganalisis struktur
kristal adalah difraksi kisi.
Dalam metode ini, jarak antar bidang atau kisi kristal
berperan sebagai kisi difraksi untuk sumber
gelombang.
Proses difraksi sinar-X oleh kristal dapat
diilustrasikan pada gambar berikut ini
u n d = sin 2
2 2 2
l k h
a
d
+ +
=
Berdasarkan persamaan yang dirumuskan Bragg, difraksi orde
ke n dari suatu gelombang dengan panjang gelombang pada
suatu kristal dengan jarak antar bidang d dapat dinyatakan
dalam persamaan berikut ini
Di mana adalah sudut hambur yang dibentuk oleh
gelombang hambur dan permukaan bidang kristal.
Untuk suatu kristal dengan indeks Miller (h k l), maka
hubungan antara jarak antar bidang d dan kisi kristal a dapat
dinyatakan sebagai berikut
Dengan demikian persamaan difraksi Bragg dapat dituliskan
kembali sebagai berikut

u
n
l k h
a
=
+ +
2 2 2
sin 2
Beberapa contoh pola difraksi Bragg dapat ditunjukkan
pada gambar berikut ini

Gambar a menunjukkan pola untuk struktur FCC dari tembaga,
Gambar b menunjukkan pola struktur BCC dari tungsten, dan
Gambar c menunjukkan pola HCP dari seng.
Bidang Difraksi Bragg

Intensitas gelombang hamburan pada difraksi Bragg
ditentukan oleh struktur geometri dari kristal yang
bersangkutan. Sementara itu setiap struktur kristal
tertentu akan memiliki densitas atom (nilai APF
maupun PD) yang tertentu pula. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa intensitas gelombang hamburan
akan sebanding dengan densitas atom.

Beberapa pola kristalografi tertentu akan
menghasilkan pola difraksi minimum sehingga tidak
dapat teramati. Pada saat gelombang hamburan
berdifat destruktif satu sama lain, akan terjadai pola
difraksi minimum.
Tabel berikut menunjukkan struktur bidang kristalografi
yang akan menghasilkan pola difraksi maksimum.
h k l simple cubic BCC FCC
100 +
110 + +
111 + +
200 + + +
210 +
211 + +
220 + + +
221 +
300 +
310 + +
311 + +
222 + + +
320 +
321 + +
400 + + +
Contoh soal

Bubuk sodium fluoride (NaF) dianalis dengan
menggunakan metode difraksi sinar X menggunakan
panjang gelombang 154 pm (1.54 ). Sudut hamburan
Bragg teramati sebesar 19
o
31, 41
o
50, dan 76
o
25.
Diketahui tetapan kisi untuk NaF adalah a = 463,42 pm
(4,6342 ).

Tentukan jarak antar bidang dan bidang-bidang yang
diperkenankan untuk hamburan Bragg.
Penyelesaian.

Persamaan difraksi Bragg dapat dituliskan kembali
sebagai berikut
u

sin 2
=
n
d
Nilai d/n untuk tiap-tiap sudut hamburan dapat
diringkaskan pada tabel berikut ini
Sudut d/n
19
o
31 232 pm
41
o
50 116 pm
76
o
25 79,1 pm
Jika diamati, nilai d/n untuk sudut hamburan 19
o
31
adalah dua kali dari sudut hamburan 41
o
50 dan tiga kali
dari sudut hamburan 76
o
25.
Dapat disimpulkan bahwa nilai n bervariasi dari 1, 2,
dan 3. Sehingga jarak antarbidang adalah 232 pm.

Berdasarkan hubungan antara a dan d didapatkan
2
232
42 , 463
2 2 2
~ = + + =
pm
pm
l k h
d
a
Untuk struktur FCC bidang-bidang hamburan Bragg
yang diperkenankan adalah (111), (200), (220), (311),
(222), dan (400).
Dari seluruh bidang yang diperkenankan yang
memenuhi harus dipenuhi syarat khusus a/d = 2,
sehingga yang memenuhi syarat adalah bidang (200).