P. 1
PENYAKIT AKIBAT KERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

|Views: 400|Likes:
Dipublikasikan oleh Novriza Catur Setya

More info:

Published by: Novriza Catur Setya on May 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2014

pdf

text

original

PENYAKIT AKIBAT KERJA (Occupational Diseases) (Penyakit Jabatan

)

Seorang pekerja, kemungkinan dapat menderita penyakit sebagai berikut : 1. Penyakit umum : diabetes, malaria, demam berdarah, dsb. 2. Penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan (work-related disease) : peny. jantung koroner, nyeri pinggang / otot, dsb. 3. Penyakit akibat kerja (occupational disease) : pnemokoniosis, keracunan timah hitam, dsb.

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) Penyakit / gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan atau saat menjalankan pekerjaan yang tidak diderita oleh masyarakat umum. Di Indonesia, dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.

Diatur dalam Permenaker : 01 / 1981

Penyakit ini terjadi akibat paparan terhadap faktor-faktor fisik, kimia, bilogis, fisiologis (ergonomik), dan psikologis yang terdapat di tempat kerja. Faktor-faktor ini berlaku sebagai hazard.

Faktor Penyebab : 1. Faktor fisik : Kebisingan, Getaran, Radiasi sinar mengionkan / tidak mengionkan, Cuaca kerja yang ekstrim, Tekanan udara tinggi, Pencahayaan 2. Faktor kimia : Debu / fume, Gas / uap, Larutan, Asap 3. Faktor biologis : bakteri, virus, jamur, riketsia, cacing, protozoa, binatang lainnya. 4. Faktor fisiologis / ergonomis : kerja berat, posisi/sikap kerja salah, jam kerja, dll.

5. WORK-RELATED DISEASE : Penyebabnya umumnya ganda dan penyakitnya lazim diderita oleh masyarakat umum. Tjd hanya pada pekerja Penyebabnya multifaktor Paparan di tempat kerja mungkin hanya salah satu faktor Tidak harus dilaporkan dan mungkin tidak mendapat kompensasi Diatur dalam Kepress No : 22/1983 (31 jenis) Work-related Dis. beban kerja (mental). monotoni. dll. penyakit paru obstruktif menahun (PPOM). bronkitis kronik. Anamnesis Tentang riwayat penyakit dan riwayat pekerjaan . hubungan interpersonal. Tjd juga di masyarakat Penyebabnya spesifik Tjd akibat adanya paparan di tempat kerja Harus dilaporkan dan mendapat kompensasi Diatur dalam Kepmenaker No: 02/1982 Diagnosis : Di Indonesia. penyakit ini sering tidak terdiagnosis. misalnya : hipertensi. pjk. dll. sehingga belum ada atau hanya sedikit data tentang kejadian PAK. Occupatinal Dis. karena masa laten yang lama Kompetensi dokter / provider kesehatan yang kurang Kurangnya perhatian praktisi industri dan/ kinerja pemerintah / birokrasi Langkah-langkah diagnosis PAK adalah : 1. gangguan otot-tulang. Kesulitan-2 ini mungkin menjadi penyebab    Sering tidak khas. kepuasan kerja. Faktor psikologis : hubungan perburuhan.

dll. terutama pada penyakit pnemokoniosis 5. Terapi : . Pemeriksaan rontgen Sering sangat membantu diagnosis.Suportive : menunjang terapi Sebagian besar penyakit akibat kerja bersifat irreversible (tak dapat pulih). misalnya penyakit kanker akibat kerja. silikosis. tetapi hampir semuanya potensial untuk dicegah (preventable) !!! Pencegahan : 1. Pemeriksaan Laboratorium Mencari adanya paparan internal.Kausal : menghilangkan penyebab Tidak semua dapat diterapi kausal. Pemeriksaan ruang / tempat kerja Tujuannya adalah membuktikan adanya faktor pemapar di tempat kerja (kualitatif & kwantitatif) 6. gangguan patologis 4.Simtomatis : menghilangkan / mengurangi gejala . Ventilasi umum 3. Pemeriksaan fisik Untuk menemukan tanda-2 maupun gejala yang sesuai dengan keluhan. Hubungan antara bekerja dan tidak bekerja dengan munculnya keluhan penyakit.2. Ventilasi lokal . Sering satusatunya terapi adalah hanya dengan memindahkan pekerja dari tempat kerja semula untuk mengurangi progresifitas penyakit . yang sering ada kekhasan pada PAK Misalnya : wrist drop atau garis hitam pada gusi akibat keracunan timah hitam 3. Substitusi 2.

Pemeriksaan kesehatan berkala 8. jalan raya padat. untuk mengukur intensitas antara 30 – 130 dB. Alat pelindung diri 6. Pendidikan kesehatan Faktor fisik penyebab PAK 1. Pemeriksaan kerja sebelum bekerja 7. kantor umumnya. dll) . Isolasi proses 5. 80 – 100 dB : sangat hiruk (Lapangan terbang. 100 – 120 dB : menulikan (halilintar. mesin-mesin industri/genset.4. pasar. percakapan kuat. mesin uap. dll) 40 – 60 dB : sedang (rumah gaduh. dll. radio. Penerangan / training sebelum bekerja 9. jalan umumnya. meriam. KEBISINGAN (noise)       Suara yang tidak dikehendaki Kwalitas bunyi : intensitas (kekerasan) dan frekuensi (nada) Intensitas : Menentukan kerasnya suara Satuan : desibel (dB) Alat ukur : sound level meter (SLM). perusahaan. mesin pintal. radio perlahan. dll) 60 – 80 dB : kuat (kantor gaduh.

Impulsif : ketokan palu. suara baru terdengar pada intensitas > 25 dB. katup gas. dll Terputus-putus (intermittent) : laulintas.000 HZ alat ukur : octave band analyzer Jenis kebisingan : Kontinyu dengan frekwensi luas : mesin-mesin. Kontinyu dengan frekwensi sempit : gergaji sirkuler. tembakan bedil. dll.20 – 40 dB : tenang (rumah tenang. kantor perorangan. kipas angin. dapur pijar. suara daun-daun. paling nyata pada frekwensi pembicaraan (4000 Hz) Penurunan pendengaran    Bukan pendengaran (nonauditoir) ketidak-nyamanan (annoyance) gangguan komunikasi . dll)             Frekwensi : jumlah getaran perdetik yang sampai pada telinga menentukan nada satuan : Herz (HZ) umumnya suara terdiri dari berbagai frekuensi suara yang dapat didengar manusia : 20 – 20. mulai ringan sampai berat (total). dll) 0 – 20 dB : sangat tenang (berbisik. Sifatnya permanen. dll. dll. percakapan biasa. kerusakan pada koklea (syaraf) Pada tes audimeter. bandara.   Efek kebisingan : Pendengaran (auditoir) : penurunan pendengaran atau Noise induced hearing loss (NIHL).

Radiasi mengionkan (ionizing radiation) Menyebabkan ionisasi pada cairan tubuh 1. sumbat atau tutup telinga 2. RADIASI 1. Kerusakan utama pada inti sel dan protein sel Bentuk gangguan kesehatan : 1. Sistem genetik 2. ultraviolet Efek biologis : Bergantung beberapa faktor : jenis sinar.     penurunan kapasitas kerja gangguan tidur hipertensi. bagian tubuh yang terkena. Sinar elektromagnetik : sinar X (Rontgen). Sinar radioaktif : partikel alfa. Kanker 3. Radiasi tidak mengionkan (nonionizing radiation) Oleh gelombang elektromagnetik Mempunyai panjang gelombang dan frekwensi  (lambda) = c/f . beta dan gama 2. dll. perawatan mesin-mesin. lama paparan. shelding. dosis. peredam. Acute radiation syndrome (ARS) : karena paparan akut pada seluruh tubuh 2. Nilai Ambang Batas (NAB) : 85 dB Pengendalian . kandungan oksigen jaringan.

 = panjang gelombang (meter) C = kecepatan cahaya (300. diatermi. 4 x 10-7 7.d 10 x 10 -3 4 x 10 14 Radar.6 x 10-7 Lampu. dll. radiokomunikasi.d 7. Inframerah 7.000 km/detik) f = frekwensi (sikel/detik) Sinar Lambda (meter) Frekwensi (sikel/dtk) > 3 x 1015 Sumber Ionizing Nonionizing : Ultraviolet < 1 x 10-7 Sinar X 1 x 10-7 s.d 3 x 1011 < 3 x 108 Televisi. pemanasan logam. lampu sterilisasi. las karbit. las listrik. dll Radiofrekwensi >1 Efek Biologis : .5 x 1014 s. kapasitor panas Gelombang mikro 10 x 10-3 s. sinar matahari. dll Sinar tampak 4 x 10-7 s. radiokomunikasi.d 7. sinar matahari.5 x 1014 3 x 1011 s. tungku. industri plastik.6 x 10-7 s. bara api.d Lampu. dll Lampu. alat saintifik.d 3 x 1015 4 x 1014 s.d 1 3 x 108 s.d. las listrik.

gatal. yang kadang-2 disertai perdarahan. Gelombang mikro / radiofrekwensi : Tidak khas. Dapat merubah senyawa hidrokarbon terklorinasi menjadi gas fosgen    2. traktor dan sejenisnya (2 – 20 Hz) Gergaji tangan.1. Umumnya disertai luka-2 kemerahan – coklat. hummer dan alat lain bergetar (20 -1000Hz). bus. terbentuk senyawa ozon atau nitrogen oksida. Dapat teratur (harmoni) maupun tak teratur (disharmoni). Ultraviolet :  Solar elastosis : kulit menjadi coklat dan kering akibat paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama Solar keratosis : mirip solar elastosis tetapi lebih parah. Sinar tampak : . bengkak. yaitu di bagian posterior 4. Pekerja berisiko :   sopir truk.Berhubungan dengan kondisi penerangan di tempat kerja 3. Umumnya mengenai sistem neuro-psikis GETARAN (VIBRASI) MEKANIS Getaran adalah suatu osilasi mekanik pada sebuah permukaan dengan frekuensi antara 2 – 1000 Hz. Konjungtivitis fotoelektrika Menyebabkan terjadinya reaksi kimia antara oksigen dan nitrogen. Dianggap sebagai gelombang mempunyai frekuensi dan amplitudo. Efek getaran mekanis pada tubuh : . Inframerah : Menyebabkan katarak lensa mata yg khas. nyeri. Selain itu dapat pula diukur kecepatan (m/detik) dan percepatan (m/detik2).

getaran pada lantai lewat kaki. Efek kronik akibat getaran dengan frekuensi rendah (<100 Hz) belum banyak diketahui. Tiap organ / jaringan mempunyai frekuensi tersendiri. Getaran pada seluruh tubuh (whole body) 2. Jika tidak sama akan terjadi peredaman. Penyakit Macam : 1. Jika frekuensi getaran sama dengan frekuensi jaringan (biasanya antara 4 – 6 Hz). Kelelahan 3.dll). Gangguan pada visus terjadi pada getaran antara 60 – 90 Hz. bersifat elastis. Bagian tubuh perifer umumnya mempunyai frekwensi lebih tinggi. Tubuh manusia tersusun atas kerangka tulang yang menyangga otot dan alat-alat dalam tubuh yanglain. mengantarkan getaran tetapi sekaligus sebagai peredam getaran. Getaran pada alat-tangan (tool-hand) 1. Getaran pada seluruh tubuh : Penyebab : alat angkut berat (truk. forklift. prostatitis dan melemahnya impuls syaraf. gangguan motilitas usus. tetapi tetap mempunyai efek. trailer. Gangguan kenikmatan 2.  efek mekanis pada jaringan rangsangan reseptor syaraf di jaringan Dapat terjadi secara akut atau kronik Tingkat gangguan : 1. Beberapa studi mengindikasikan kemungkinan gangguan pada struktur tulang. . maka terjadi amplifikasi (resonansi) efek getaran. Berasal dari tempat duduk atau topangan kaki/pedal.

Usaha prevensi akibat getaran adalah pemasangan peredam. R = radiasi.Yang paling rentan terhadap getaran adalah mata. 2. radiasi) M ± Kond ± R – E = 0 M = metabolisme. Kecepatan aliran angin . artritis tunnel-carpal syndrome Mekanismenya adalah gangguan pada vaskuler (vasopresser) dan peradangan pada sendi. Getaran pada alat-tangan (tool-hand) Kelainan :    sindroma Raynaud / dead hand / vibration white finger / traumatic vasospastic disease. ada mekanisme pengatur Sumber panas : metabolisme dan panas dari luar tubuh (konduksi/konveksi. CUACA KERJA (WORK CLIMATE) Suhu tubuh manusia dipertahankan tetap. Suhu udara 2. kemudian pembuluh darah dan persendian. Kond = kondusksi. E = evaporasi Cuaca kerja dibangun oleh : 1. Kelembaban udara 3.

heat cramp 4. Dinyatakan sebagai Indeks Suhu Basah Bola (ISBB) dengan satuan oC. Pengaruh tersebut dinamakan tekanan panas (heat stress).31 suhu bola) Suhu udara panas paling banyak pengaruhnya dibanding suhu dingin.32 suhu basah) + (0.4. Indonesia (daerah katulistiwa) mempunyai rata-rata iklim dengan suhu dan kelembaban cukup tinggi. yaitu : 1. heat exhaustian 3. heat stroke Aklimatisasi : penyesuaian diri terhadap suhu udara panas. Miliaria / heat rush 2.1xsuhu kering (bekerja dengan sinar matahari) ISBB = 0. yang akan mempengaruhi pola metabolisme tubuh. dengan formula sbb : ISBB = 0. Suhu radiasi Suhu udara : suhu kering (uap air tak jenuh) dan suhu basah (uap air jenuh).3xsuhu radiasi (bekerja tanpa sinar matahari) Formula Denny Ardianto : ISBB = (0.2x suhu radiasi + 0. Cuaca panas menyebabkan orang cepat lelah.7xsuhu basah + 0. . Kombinasi tersebut dirasakan sebagai “cuaca”.7xsuhu basah + 0. Cuaca lebih sering dirasakan “sumuk / gerah”. Suhu nyaman : sekitar 24 – 26 oC. Orang tidak teraklimatisasi. lebih berisiko menderita gangguan kesehatan akibat panas.37 suhu kering) + (0.

dll). oksidator. debu. Merupakan penyebab terbanyak PAK Sebagian besar bahan kimia penyebab PAK masuk lewat tubuh melalui saluran penapasan. Sebagian kecil masuk via kulit (larutan mudah larut lemak) dan paling sedikit melalui saluran pencernaan. korosif. Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia yang mempunyai bahaya (hazard) sebagai bahan toksik dan bahaya fisik lainnya (mudah terbakar atau meledak. fume. Tentang ini dapat dipelajari dalam disiplin Toksikologi Industri. asap. kabut. dalam bentuk : gas. . uap.Pengendalian suhu panas : airconditioning suhu dingin : heater Faktor-faktor kimia penyebab PAK Efek terhadap kesehatan terutama disebabkan oleh efek toksik bahan kimia.

tetapi sebagian besar terjadi secara kronis. Faktor kerentanan individu Sifat Fisik bahan kimia : padatan. fume. debu. dll. Port d’entry : sal pernapasan. kelarutan terhadap air atau minyak. Bahan kimia toksik sering dikelompokkan berdasar organ spesisik sasaran (target organ). kebiasaan. dll. Sifat kimia : jenis senyawa. cairan. misalnya : bahan kimia hepatotoksikan. Faktor-2 yang mempengaruhi toksisitas bahan kimia : 1. sal pencernaan. kulit Kerentanan individu : umur. dll. genetik (idiosinkrasi) . asap. terutama dalam kejadian kecelakaan (accident). Tempat masuk (port d’entry) dalam tubuh 3.Efek toksik dapat terjadi secara akut. ukuran molekul. kabut. konsentrasi. neurotoksikan. Sifat fisiko-kimianya 2. gas. nefrotoksikan. karena pola paparan di tempat kerja adalah pada dosis kecil (sub lethal) tetapi dalam waktu lama. uap. Bentuk efek toksik dapat sbb :        iritasi (perangsangan) dan korosi efek toksik sistemik fibrosis paru asfiksia alergi mutagenik karsinogenik.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->