Anda di halaman 1dari 2

AKTIVITAS FIBRINOLISIS JUS BAWANG PUTIH (Allium sativum) PADA TIKUS WISTAR YANG DIPAPAR ASAM TRANEKSAMAT

Samsul Arifin. 2004. Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Jember, Jember Lebih dan 90% pasien infark miokard akut transmural berkaitan dengan trombosis koroner.2 Trombosis merupakan pembentukan massa bekuan darah (trombus) dalam sistem kardiovaskuler yang tidak terkendali.3 Trombus terbentuk jika trombosit melekat pada permukaan yang abnormal seperti plak aterosklerosis atau endotelium yang rusak sehingga merangsang trombosit mensekresi adenosin difosfat dan tromboksan A2 (TXA2). Adenosin difosfat akan menginduksi trombosit untuk melekat ke trombosit lain (agregrasi). Tromboksan A2 merupakan perangsang agregasi trombosit yang sangat kuat dan menyebabkan vasokonstriksi. Selain itu trombosit yang sudah diaktifkan akan mempercepat pembentukan trombin dan mengaktifkan faktor V dan faktor VII serta akhirnya mengubah fibrinogen menjadi fibrin.4 Bila trombus terbentuk tidak dipecah maka lumen arteri tersumbat dan bisa terjadi iskhemia jaringan. Trombus akan dicegah dan dihancurkan oleh sistem antikoagulan dan fibrinolitik tubuh. Diketahui pula bahwa ajoene, allicin dan polisulfid yang terdapat dalam bawang putih sangat efektif sebagai antitrombosis. Menurut Chutani dan Bordia dengan mengkonsumsi bawang putih mentah 0,5 gram/kg per hari, aktivitas fibrinolisis meningkat 72 % 6 jam setelah makan bawang putih dan 84,8 % pada hari ke-28.5 Selain itu pemberian bawang putih 2 gram/kg selama 4 minggu yang dilakukan oleh Huey Chen et al 6 mampu menurunkan adenosin difosfat serta berdasarkan penelitian Banerjee et al, 7 ajoene dan polisulfid mampu menghambat pembentukan tromboksan Az, sehingga bawang putih dapat digunakan sebagai antitrombosis.Dari uraian di atas akan dibuktikan peranan jus bawang putih terhadap peningkatan waktu lysis time pada tikus Wistar yang di papar asam traneksamat. 2. Suyono, S, Sarwono, W dan Leurenttius L. 2001. Hematologi. Ilmu penyakit dalam.5(3) : 577-78. 3. Robbins SL dan Vijay Kumar. 1997. Gangguan cairan dan hemodinamik. Buku ajar patologi I. 3(4): 66- 78. 4. Stamler, Kaplan. 1991. Pencegahan penyakit jantung : 148-51 5. Roser, David. 2000. Bawang putih untuk kesehatan : 52-60. 6. Huey Chen J, Hsiun-ing Chen, Shun -Jen Tsay and Chauying JJ. Chronic consumption of raw but not boiled welsh onion juice inhibit rat platelet .function. [Serial on line] 2000. Available from http://www. nutrition, org 7. Banerjee. SK, Maulik SK, Effec of garlie on cardiovascular disorder; a review [Serial on line] 2002. Available from http://www. gordonresearch.com

EFEK SPIDER SILK PROTEIN (SSP) Tetragnatha javana TERHADAP CTBT dan APTT PADA TIKUS YANG DIINDUKSI OLEH HEPARIN SULFAT Firman Adi Prasetyo, Lilavati Vijaganita, Luh Putu Swastiyani Purnami, Weda Kusuma* *Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo Pembentukan sumbat trombosit Trombosit akan melekat pada endotel sehingga terbentuk sumbat trombosit yang dapat menutup luka pada pembuluh darah. Walaupun masih permeable terhadap cairan, sumbat trombosit mungkin dapat menghentikan perdarahan pada pembuluh darah kecil. Tahap akhir untuk menghentikan perdarahan adalah pembentukan sumbat trombosit yang stabil melalui pembentukan fibrin (Sudoyo, 2006; Hoffbrand, 2005; Sherwood, 2001). Hoffbrand, J.E. Pettit, P.A.H. Moss. 2005. Kapita Selekta Hematologi. Edisi 4. EGC. Jakarta Sherwood, Laurelle. 2001. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Edisi 2. EGC. Jakarta Sudoyo , Aru W. dkk. 2006. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Pusat Penerbitan Fakultas Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta

Beri Nilai