Komposisi Kimia Lateks Karet Alam Ditulis Oleh Hani Thursday, 18 June 2009

Lateks adalah suatu koloid dari partikel karet dalam air. Lateks Hevea brasiliensis merupakan sitoplasma dari sel-sel pembuluh lateks yang mengandung partikel karet dan non karet yang tersuspensi dalam medium cair yang mengandung banyak bahan-bahan terlarut yang disebut serum. Serum lateks mengandung bahan-bahan terlarut ion-ion anorganik dan ion-ion logam yang masuk ke dalam lateks saat lateks disadap. Ion kalium terdapat dalam jumlah paling besar. Kandungan ion magnesium yang terdapat dalam lateks amoniakal cukup rendah, hal ini dikarenakan sebagian besar ion magnesium membentuk endapan magnesium amonium posfat dengan amonium. Kandungan ion besi dalam lateks komersial sangat bervariasi karena adanya kontaminasi dari kontainer yang dipakai. Komposisi lengkap dari ion-ion logam yang terdapat dalam serum lateks adalah sebagai berikut:

Na K Rb Mg

0,96% 96,0% 0,72% 0,36%

Ca Mn Fe Cu

0,43% 0,02% 1,7% 0,07%

(Persen komposisi berdasarkan perkiraan total ion logam) Sedangkan komposisi lengkap ion-ion anorganik yang terdapat dalam serum lateks adalah sebagai berikut: KCl K3PO4 Ca3(PO4)2 FePO4 Mg3PO4 4,6% 55,0% 6,8% 2,9% 10,2% Na3PO4 XPO4 CaSO4 Al2(SiO3)3 10,2% 4,2% 2,9% 2,9%

(Persen komposisi menyatakan keberadaannya dalam abu) Komposisi kimia lateks sangat kompleks (Archer, et.al., 1963). Secara umum

komponen kimiawi lateks adalah sebagai berikut: Karet (30-35%) Resin (0,5-1,5%) Protein (1,5-2,0%) Abu (0,3-0,7%) Gula (0,3-0,7%) Air (55-60%)

Apabila lateks disentrifugasi pada kecepatan 54.000 g (gravitasi) selama 60 menit, maka lateks akan terpisah menjadi empat fraksi utama sebagai berikut: 1. Fraksi karet (37%) Fraksi ini berwarna putih, terdiri dari partikel karet, protein, lipid, dan ion-ion logam. 2. Fraksi Frey Wyessling (3%) Fraksi ini berwarna kuning jingga, terdiri dari karotenoid dan lipid. 3. Fraksi serum (50%) Fraksi ini berupa larutan jernih yang terdiri dari air, karbohidrat dan inositol, protein dan senyawa turunan, senyawa nitrogen, asam nukleat dan nukleosida, ion anorganik, serta ion-ion logam. 4. Fraksi dasar (10%)

Fraksi ini berwarna kuning pucat, terdiri dari protein dan senyawa nitrogen, karet dan karotenoid, lipid dan ion logam atau yang lebih dikenal sebagai lutoid (vakuolisosom), yang dapat menghentikan aliran lateks karena tersumbatnya pembuluh lateks (Tangpakdee, 1998). Kadar karet di dalam lateks bervariasi menurut jenis klon, intensitas sadap, iklim, dan pemupukan. Umumnya kadar karet kering di dalam lateks berkisar antara 2540% dari total berat lateks, dan kadar non karet antara 3-5% dari total berat lateks. Walaupun jumlahnya sedikit, namun partikel non karet ini cukup berpengaruh terhadap sifat-sifat karet dan lateks. Pengaruh tersebut antara lain terhadap oksidasi karet, storage hardening, vulkanisasi, dan modulus. Lateks Hevea segar merupakan sistem koloid yang sangat kompleks. Kemantapan dari lateks dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu gerak Brown, muatan listrik, dan hidrasi (Honggokusumo, 1978). Partikel non karet yang ada di dalam lateks diantaranya adalah antioksidan alami berupa protein, asam amino, asam askorbat, fosfoaminolipid, dan betain tocotrienol. Lateks mengandung beberapa enzim, antara lain: enzim peroksidase, oksidase, esterase yang menyerang ester dari asam lemak, katalase, dan tirosinase. Sementara itu di dalam lateks juga terkandung 26 jenis bakteri atau mikroorganisme, antara lain: Bacillus pondora dan Micrococcus epimetheus. Bacillus pondora dapat menguraikan lateks dengan memproduksi asam secara

simultan. Micrococcus epimetheus dapat menghasilkan gas dalam serum lateks yang menyebabkan pembentukan gelembung pada karet sit

Gambar 1

Bentuk partikel karet dalam lateks Hevea

Gambar 1 di atas memperlihatkan bentuk partikel karet dalam lateks Hevea. Lateks termasuk isoprenoid, sama seperti hormon Giberelin, asam absisat, farnesol xaktoksin, sterol karotenoid, terpentin dan fitol dari klorofil. Ribuan isoprenoid telah ditemukan di dunia tumbuhan. Karet adalah polimer yang mengandung 3000 sampai 6000 satuan isoprena (Robinson, 1991; Salisbury & Ross, 1992). Manitto (1960) menjelaskan bahwa lateks terdiri dari emulsi butiran-butiran kecil “hidrokarbon karet”. Hidrokarbon tersusun dari makromolekul yang mempunyai berat molekul rata-rata 200.000 – 400.000. berikut ini: Unit monomer isoprenanya, terikat sebagai ikatan kepala ke ekor (head to tail), sesuai dengan Gambar 2 yang disajikan

Gambar 2

Hidrokarbon karet (Manitto, 1960)

Karet merupakan polimer yang bersifat elastis, sehingga dinamakan pula sebagai elastomer. Saat ini karet tergolong atas karet sintetik dan karet alam. Karet alam (Natural Rubber) diperoleh dengan cara menyadap lateks yakni getah pohon karet (Hevea brasiliensis). Karet alam merupakan suatu senyawa polimer hidrokarbon yang panjang. Partikel karet berbentuk bulat berukuran antara 5 nm – 3 µm. Unit dasar dari karet alam adalah senyawa yang mengandung 5 atom karbon dan 8 atom hidrogen yang membentuk suatu senyawa isoprena (C5H8). Karet alam terdiri dari 1000-5000 unit isoprena yang berikatan secara kepala ke ekor (head to tail) dengan susunan geometri 98% cis-1,4-poliisoprena dan 2% trans-1,4-poliisoprena (Archer et.al., 1963). Rumus molekul karet cis-1,4 poliisoprena dengan unit pembentuknya isoprena

glikolipid. Komposisi secara lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Komposisi kimia karet alam menurut Tanaka (1998) Bahan Hidrokarbon karet Fosfolipid.2 0. Karet alam tidak murni poliisoprena.1 Bahan-bahan selain karet yang terdapat di dalam lateks. protein. sehingga kekuatannya berkurang.0 2. rantai polimer tidak secara sempurna kembali ke keadaan asal. seperti lipid dapat berperan sebagai antioksidan. dan lain-lain.dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini. tapi mengandung sekitar 95% poliisoprena dan 5% bagian non karet seperti lemak. Sedangkan protein. fosfolipid.4 1. Rantai molekul karet ini dapat putus menjadi rantai molekul yang lebih pendek akibat reaksi oksidasi.7 2. lemak Glikolipid Protein Karbohidrat Bahan-bahan organik Lain-lain Kadar (%) 93. senyawa-senyawa anorganik. Gambar 3 Monomer cis-poliisoprena pembentuk molekul karet alam Rantai poliisoprena tergulung secara acak dan dirangkaikan menjadi satu oleh gaya antar molekul van der walls.4 0.2 0. Dengan gaya antar molekul yang sangat lemah mengakibatkan suatu gaya pengubah bentuk dari luar tidak saja meregangkan polimer yang tergulung tetapi juga membuat terbentuknya aliran plastis. Bila gaya pengubah dihilangkan. selain berfungsi sebagai penstabil sistem koloid lateks juga berperan sebagai bahan yang mempercepat . Kekuatan atau keliatan karet makin besar dengan semakin panjangnya rantai molekul poliisoprena.

dalam adalah lapisan hidrofobik dan lapisan luar adalah lapisan hidrofilik. Perlakuan secara kimia terhadap karet alam menggambarkan jenis proses yang digunakan untuk memperbaiki sifat polimer. misalnya penurunan pH.. partikel-partikel karet yang terdapat di dalam lateks dipisahkan dari cairannya dengan cara penggumpalan baik secara sengaja maupun alami. Lapisan hidrofilik mengandung protein dan sabun (Tanaka. Untuk memperoleh karet. Protein dan lipid yang ada di dalam lateks dapat membentuk senyawa fosfolipoprotein. Membran sejenis ini menyebabkan partikel-partikel karet terdispersi secara stabil di dalam serum lateks. sehingga mampu . Penyerapan cairan menyebabkan volume karet meningkat. Pada prinsipnya. Bahan-bahan tersebut cenderung rusak dan terbuang pada penggumpalan yang berlangsung secara alami. Sifat fisika dan kimia karet alam Karet alam dikenal sebagai elastomer yang memiliki sifat lunak tetapi cukup kenyal sehingga akan kembali ke bentuknya semula setelah diubah-ubah bentuk. 1998). seperti asam format dan asetat untuk menurunkan pH lateks.proses vulkanisasi pada pembuatan barang jadi karet. et al. Karet alam pada suhu kamar tidak berbentuk kristal padat. Semua karet dapat menyerap minyak baik dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Karet alam termasuk ke dalam kelompok elastomer yang berpotensi besar dalam dunia perindustrian. berupa membran Lapisan bermuatan negatif yang melapisi partikel karet. Sifat-sifat mekanik yang baik dari karet menyebabkan karet dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang umum. Ikatan kuat seperti ikatan silang antara rantai-rantai karet mencegah molekul-molekul karet mengelilingi molekul-molekul cairan dan membatasi perubahan bentuk (Stern. Penggumpalan sengaja yang lazim dilakukan saat ini adalah dengan penambahan asam.1963). 1982). Sedangkan lateks dapat menggumpal secara alami akibat terbentuknya senyawa-senyawa asam hasil perombakan karbohidrat dan lipid yang terdapat di dalam lateks oleh mikroorganisme (Archer. Struktur molekulnya berupa jaringan (network) dengan berat molekul tinggi dan dengan tingkat kristalisasi yang relatif tinggi. tetapi juga tidak dalam bentuk cairan. penggumpalan terjadi akibat terganggunya faktor penunjang kestabilan sistem koloid lateks.

kalor timbul yang rendah (heat build up). daya cengkeram yang baik. Akan tetapi. molekulnya. daya redam. daya lekat. sehingga polaritasnya juga rendah. terutama untuk pembuatan barang jadi karet teknik yang harus tahan lingkungan ekstrim. elastisitas tinggi. Hal ini menyebabkan penggunaan karet alam banyak digantikan oleh karet sintetik. . karet alam juga memiliki kelemahan. Hal ini menyebabkan karet alam memiliki kuat tarik (tensile strength). Berbagai kelemahan tersebut telah membatasi bidang penggunaan karet alam. dan pemuaian di dalam oli atau pelarut organik. dan kestabilan suhu yang relatif baik (bursting). Sifat-sifat unggul ini menyebabkan karet alam banyak digunakan untuk barang-barang industri terutama ban. tidak tahan panas. Karet alam merupakan hidrokarbon tidak polar dengan kandungan ikatan tidak jenuh yang tinggi di dalam Struktur karet alam tersebut menyebabkan keelektronegatifannya rendah. daya pantul tinggi (rebound resilience). degradasi pada suhu tinggi. ozon. Kondisi demikian mengakibatkan karet mudah teroksidasi.menyalurkan gaya-gaya bahkan melawannya jika dikenai beban statis maupun dinamis. kelenturan (flexing).

Karet dengan kadar 60% inilah yang kita sebut karet pekat. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ribbed Smoked Sheet? Klik Sini TSR: Technical Specified Rubber: Lateks karet digumpalkan terus dihaluskan dan dipanaskan untuk digunakan untuk membuat ban. Malaysia. selang tube untuk mesin. Lateks kebun ini kemudian bisa dikentalkan dengan mengunakan mesin sentrifugal untuk meningkatkan kadar karetnya menjadi sekitar 60%.Karet Alam | Natural Rubber 25 Januari 2011 oleh gadabinausaha Tinggalkan sebuah Komentar Karet Alam didunia 70% dihasilkan di Indonesia. Kebanyakan lateks yang berasal dari pohon mempunyai kadar karet 25-29%. TSR nya Indonesia disebut SIR (Standard Indonesian Rubber). TSR diberbagai Negara: TSR nya Malaysia disebut SMR(Standard Malaysian Rubber). Komposisi lateks pekat: RSS: Ribbed Smoked Sheet adalah lateks yang digumpalkan dengan mencampur dengan asam. atau RSS yang berkualitas rendah. Karet sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan industri. Kemudian hasilnya adalah karet yang berwarna putih yang digiling mengunakan mesin pengiling menjadi lembaran tipis crepes. lump karet. Cara pembuatannya mirip dengan RSS yang berbeda adalah menghilangkan warna cokelat tua dari karet kering. Kemudian dipanaskan dan diasap di ruang asap. Digunakan untuk membuat ban dan selang tube untuk mesin. pembuatannya membutuhkan mesin yang cukup komplex dan tenaga listrik yang cukup besar. Kebanyakan karet digunakan dalam pembuatan selang dan ban mobil (sekitar 50% lebih). dan Thailand. Lateks adalah karet alam yang dicampur dengan ammonia. (specifikasi karet pekat). Karet alam didapat dari menyadap pohon karet Hevea Brasiliensis berupa cairan karet yang disebut lateks. TSR nya Thailand disebut TTR (Thai Tested Rubber) . product ini disebut Ribbed smoked Sheet (Lembaran karet yang dipotong dan diasap). Jenis jenis karet: Crepes berasal dari lateks. TSR nya Singapur disebut SSR (Standard Singapore Rubber). TSR disebut juga block rubber. Karena proses pengasapan ini.

dan insulator. kabel. Funtumia elastic Asal Afrika Barat – karet Funtumia lebih halus dibandingkan Hevea Brasiliensis – Banyak ditanam di asia tenggara – bias dikeringkan karet berwarna transparan sedangkan karet kering hevea brasiliensis berwarna cokelat gelap. Karet sintesis dan karet alam adalah barang complementary. Misalnya pada ban digunakan komposisi 45% karet sintesis dan 55 % karet alam. Dikarenakan pembuatan karet sintesis mengunakan bahan dasar minyak bumi. Pemakaian gabungan keduanya banyak digunakan untuk membuat ban. Secara tidak langsung kenaikan minyak bumi akan memicu kenaikan harga karet alam . selang.Macam Macam Pohon Karet Hevea Brasiliensis: Popular sebagai karet alam yang diperjual belikan – asal dari brasil Palaguium gatta Asal dari Malaysia – Stabil terhadap air – Digunakan untuk kabel bawah air dan resin sintesis Dyera Costulata Lateks asal dari Malaysia – bahan dasar permen karet dan bahan perekat untuk ikat pinggang ( Accacia senegal Asal pantai barat afrika – mudah larut di air – banyak digunakan dalam pembuatan tinta. perekat perangko. artinya keduanya harus digunakan bersamaan. kenaikan harga minyak bumi memicu kenaikan harga karet sintesis. Pemakaian Karet didunia Ada dua jenis karet: karet alam yang diambil dari pohon karet dan karet sintesis yang dibuat dari derivatif minyak bumi. karena itu kenaikan harga karet sintesis juga memicu kenaikan harga karet alam. dan pembuatan tablet dan pil.

(specifikasi karet pekat). atau RSS yang berkualitas rendah. Karet sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan industri.karetalam.Natural Rubber 25 Januari 2011 oleh gadabinausaha Tinggalkan sebuah Komentar Karet Alam didunia 70% dihasilkan di Indonesia. pembuatannya membutuhkan mesin yang cukup komplex dan tenaga listrik yang cukup besar. TSR disebut juga block rubber. Kemudian hasilnya adalah karet yang berwarna putih yang digiling mengunakan mesin pengiling menjadi lembaran tipis crepes. natural rubber Karet Alam. Jenis jenis karet: Crepes berasal dari lateks. lump karet.Source : http://www. Karena proses pengasapan ini. Lateks adalah karet alam yang dicampur dengan ammonia. Kemudian dipanaskan dan diasap di ruang asap. Malaysia. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ribbed Smoked Sheet? Klik Sini TSR: Technical Specified Rubber: Lateks karet digumpalkan terus dihaluskan dan dipanaskan untuk digunakan untuk membuat ban. Digunakan untuk membuat ban dan selang tube untuk mesin. Kebanyakan lateks yang berasal dari pohon mempunyai kadar karet 25-29%. Komposisi lateks pekat: RSS: Ribbed Smoked Sheet adalah lateks yang digumpalkan dengan mencampur dengan asam. selang tube untuk mesin. Cara pembuatannya mirip dengan RSS yang berbeda adalah menghilangkan warna cokelat tua dari karet kering. product ini disebut Ribbed smoked Sheet (Lembaran karet yang dipotong dan diasap). Lateks kebun ini kemudian bisa dikentalkan dengan mengunakan mesin sentrifugal untuk meningkatkan kadar karetnya menjadi sekitar 60%. Karet alam didapat dari menyadap pohon karet Hevea Brasiliensis berupa cairan karet yang disebut lateks.com/ Disimpan dalam ILMU PENGETAHUAN Ditandai dengan Karet Alam. Karet dengan kadar 60% inilah yang kita sebut karet pekat. dan Thailand. Kebanyakan karet digunakan dalam pembuatan selang dan ban mobil (sekitar 50% lebih). .

Pemakaian gabungan keduanya banyak digunakan untuk membuat ban. dan insulator. kenaikan harga minyak bumi memicu kenaikan harga karet sintesis. TSR nya Singapur disebut SSR (Standard Singapore Rubber). TSR nya Indonesia disebut SIR (Standard Indonesian Rubber). kabel.TSR diberbagai Negara: TSR nya Malaysia disebut SMR(Standard Malaysian Rubber). selang. Misalnya pada ban digunakan komposisi 45% karet sintesis dan 55 % karet alam. Funtumia elastic Asal Afrika Barat – karet Funtumia lebih halus dibandingkan Hevea Brasiliensis – Banyak ditanam di asia tenggara – bias dikeringkan karet berwarna transparan sedangkan karet kering hevea brasiliensis berwarna cokelat gelap. Pemakaian Karet didunia Ada dua jenis karet: karet alam yang diambil dari pohon karet dan karet sintesis yang dibuat dari derivatif minyak bumi. Karet sintesis dan karet alam adalah barang . Dikarenakan pembuatan karet sintesis mengunakan bahan dasar minyak bumi. TSR nya Thailand disebut TTR (Thai Tested Rubber) Macam Macam Pohon Karet Hevea Brasiliensis: Popular sebagai karet alam yang diperjual belikan – asal dari brasil Palaguium gatta Asal dari Malaysia – Stabil terhadap air – Digunakan untuk kabel bawah air dan resin sintesis Dyera Costulata Lateks asal dari Malaysia – bahan dasar permen karet dan bahan perekat untuk ikat pinggang ( Accacia senegal Asal pantai barat afrika – mudah larut di air – banyak digunakan dalam pembuatan tinta. dan pembuatan tablet dan pil. perekat perangko.

karetalam.com/ . Secara tidak langsung kenaikan minyak bumi akan memicu kenaikan harga karet alam Source : http://www. karena itu kenaikan harga karet sintesis juga memicu kenaikan harga karet alam.complementary. artinya keduanya harus digunakan bersamaan.

12190 Telp 021-5252008 Fax 021-5227609 otensi Karet di Kabupaten Lampung Selatan Produksi 2008 (ton) 17.M No.643 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.Daftar Pelaku Usaha Komoditi Karet di Kabupaten Waykanan Nama Perusahaan Perkebunan Nusantara VII. 44 Jakarta .307 Jl. PT Perkebunan Nusantara VII.817 Produksi 2006 (Ton) 15.M No. PT (Unit Tulung Buyur) Alamat Perusahaan Jl. Harsono R.307 Jl.563 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 27-5-2010 Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 14. Harsono R. Jend Gatot Subroto No. Raya BI Umpu KM 8 Blambangan Umpu Negeri Agung Jenis Produksi (Kapasitas) Sumber Data: Peta Komoditi Sektor Primer dan Pengkajian Peluang Pasar serta Peluang Investasinya di Indonesia Badan Koordinasi Penanaman Modal Jl. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 .

Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 .

3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 . Harsono R.Potensi Karet di Kabupaten Lampung Tengah Produksi 2008 (Ton) 227 Produksi 2006 (Ton) 135 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang. Harsono R.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 27-5-2010 Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 536 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2006-2008 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.M No.307 Jl.307 Jl.

Harsono R.439 Produksi 2006 (Ton) 18. Harsono R. Harsono R. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 .307 Jl. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 26-5-2010 Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 483 Potensi Karet di Kabupaten Lampung Utara Produksi 2008 (Ton) 16.409 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.307 Jl. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 26-5-2010 Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 16.307 Jl.M No.otensi Karet di Kabupaten Lampung Timur Produksi 2008 (ton) 343 Produksi 2006 (Ton) 265 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.126 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.M No.M No.

M No.307 Jl.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 .900 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Potensi Karet di Kabupaten Tanggamus Produksi 2008 (ton) 403 Produksi 2006 (Ton) 360 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2008-2010 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.262 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2006-2008 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.768 Produksi 2006 (Ton) 25. Harsono R.307 Jl. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 11-2-2010 Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 687 Potensi Karet di Kabupaten Tulangbawang Produksi 2008 (Ton) 26. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 26-5-2010 Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 30.M No. Harsono R.307 Jl. Harsono R.

Updated: 26-5-2010 Updated: 27-5-2010 .

Ir Sutami Km. Tanjung Bintang Lampung Selatan Lampung 35361 Telp 0721-350181 / 0721-350063 Cp: Yulia Fridan Industri Kelapa Terpadu Arang Batok 2 AUSTASIA STOCKFEED.Profil Daerah Lampung Pelaku Usaha # Nama Perusahaan Alamat Perusahaan Industri Komoditi Jenis Produksi(Kapasitas/T ahun) 1 ARANG BATOK DJAYA SURYANA Jl. SE Pakan Ternak . 18.2 Kec. Sutami Km.2 Kec. Tanjung Pakan Bintang Lampung Selatan Ternak Lampung Jagung Telp 350149.LTD. Industri 18.PT Jl. Tanjung Bintang Lampung Selatan Telp 0721-350181 / 0721-350062 Cp: Yulia Fridan Jl.PT Industri Pakan Ternak Jagung Pakan Ternak 3 INDONESIAN PELLETING CO. Sutami Km.2 Kec. 350150 / 350151 Cp: Yevrizar. Raya Tj Bintang Desa Serdang No. Raya Ir. 1 Kec.PT Industri Pakan Ternak Jagung Pakan Sapi 4 JAPFA COMPEED INDONESIA. Tanjung Bintang Lampung Selatan lampung 35361 Telp 350310-350311 Cp: Aminah Ir. 18.

Ir. Raya BI Umpu KM 8 Blambangan Umpu Karet Karet Karet 1 Perkebunan Negeri Agung 0 Nusantara VII. 13. PT (Unit Tulung Buyur) Sumber Data: Peta Komoditas Unggulan Sektor Sekunder Badan Koordinasi Penanaman Modal Jl. Sutami Km.PT Kec. Bandar Lampung. Raya Bakauhuni Km. Ardiansyah Jl. 12 Kec. Tulang Bawang Tengah PT 9 Perkebunan Nusantara VII. 44 Jakarta Telp 021-5252008 Updated: 18-8-2008 .5 SENTRA PROFEED Jl. Tanjung Karang Pakan Timur Bandar Lampung Ternak Lampung 35121 Jagung Telp 0721-269828 / 0721-269838 Cp: Silvester 6 SIERAD PRODUCE TBK. Panjang. Lampung.PT Jl. Soekarno Hatta Km 8. Gatot Subroto No. 35241 Telp (0721) 31253 / (0721) 31430 Cp: Debora Rukmawati Industri Pakan Ternak Jagung Pakan Ternak Pakan Ternak 7 NESTLE INDONESIA.5 Industri INTERMITRA. PT Jl. PT Industri Coffe Instant Pengolahan Kopi Perkebunan 8 Huma Indah Mekar. Tanjung Bintang Lampung Selatan Lampung 35361 Telp 0721-351174 / 0721-351173 Cp: Hi.

: Data Tidak Tersedia [ hal.Keterangan : . terakhir . pertama ] << [ 1 ] 2 >>hal.

................. buku ini menyajikan paket informasi berkaitan dengan karet......................................... 1 1............... 21 IV................. 5 3........... Indonesia masih berada di bawah Thailand dan Malaysia..... Jenis varietas yang dikembangkan .......…………......... 2 3........... Syarat pertumbuhan pohon karet . 4 1................................ 14 A......... 3 II..................... 1 B.......………………….................................................. Perkembangan Karet Indonesia ....KATA PENGANTAR Seperti diketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara dengan lahan perkebunan karet terluas di dunia........... Semoga dengan adanya Paket Informasi Karet ini bisa menambah khasanah informasi bagi para stake-holder dalam menunjang pengembangan industri karet nasional............................. 4 2.................. Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia ...... 1 A.……........................... POTENSI PASAR KARET DUNIA .......... Dengan melihat kondisi – potensi lahan....... 22 LAMPIRAN 1 BAB I PENDAHULUAN A...... Industri Pengolahan Karet .... 6 B...... KESIMPULAN . Latar Belakang ....... Varietas Tanaman Karet ... sektor industri pengolahan karet dan sektor perdagangan dapat memanfaatkan paket informasi ini serta menggunakannya sebagai referensi pengembangan bisnisnya pada bidang masing-masing.. Unsur-unsur penunjang perekonomian nasional seperti sektor perkebunan................... Tim Penyusun Pusat Data dan Informasi DAFTAR ISI KATA PENGATAR DAFTAR ISI Hal I....................................………………………….............……………………….................................................... Namun bila ditinjau dari segi produktivitas.…….........……........ Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan‐peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat........……...... POTENSI INDUSTRI KARET INDONESIA .............. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung ... 21 D...........…………………………...…………............. Ini memperlihatkan kurang efisiennya pengolahan karet di Indonesia selama ini................... Wilayah potensi ........ PENDAHULUAN ......... 14 B..................... industri karet... Ekspor / Impor Negara Pesaing .. Perkembangan Karet Dunia ......................... 18 C. Negara Pengimpor Karet Indonesia ............ Pohon industri karet ....... 4 A........................ 7 III........ Jumlah pelaku usaha .......... pasar karet baik dalam negeri maupun luar negeri serta membandingkannya dengan nilai perdagangan karet Indonesia dan dunia. Lahan pengembangan karet .................. 1 2...................

Klon IRR 118 . 6) Resisten terhadap gangguan penyakit gugur daun Colletotrichum dan Corynespora. Eksperimen awal dari pengembangan karet sintetis membawa ke penemuan Silly Putty. Pohon‐pohon tersebut tidak menjadi sumber utama karet. Klon IRR 42 Potensi keunggulan: 1) Pertumbuhan cepat dan berpotensi sebagai penghasil lateks dan kayu. 7) Pada daerah beriklim basah. Lebih dari setengah produksi karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik. Pohon jenis lainnya yang mengandung lateks termasuk fig.kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia. 3) Lilit batang 51. SIR 5 dan SIR 10. 2) Rata‐rata produksi 5. 5) Lateks sangat sesuai diolah menjadi SIR 3 WF. dikarenakan pada perang dunia II persediaan karet orang Jerman dihambat. Karet hypoallergenic dapat dibuat dari Guayule. 2 b. 4) Kadar karet kering (KKK) 34. Corynespora dan Oidium.4 cm pada umur 5 tahun. tetapi beberapa juta ton karet alami masih tetap diproduksi setiap tahun. Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Hevea brasiliensis (Euphorbiaceae). euphorbia dan dandelion.68 kg/pohon/tahun. 4) Resisten terhadap penyakit gugur daun Colletotrichum. 6) Lateks dapat diproses menjadi SIR‐5. sebelum penciptaan karet sintetis. Jenis varietas yang dikembangkan a. sehingga Jerman mencoba mencari sumber‐sumber alternatife lain. Varietas Tanaman Karet 1. Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang menghasilkan lebih banyak latex lagi.5%. B. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. Klon IRR 5 Potensi keunggulan : 1) Pertumbuhan cepat dan berpotensi sebagai penghasil lateks dan kayu.5%. 2) Rata‐rata produksi 1. 5) Kadar karet kering (KKK) 36. klon IRR 5 digolongkan moderat terhadap gangguan penyakit cabang (jamur upas) dan mouldirot. c.7 cm pada umur 5 tahun.8 ton/ha/tahun. dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer. 3) Lilit batang 51.

Konsumsi busa sintetis di dalam negeri setiap tahun berkisar 19 juta lembar (Rp47 miliar).2 tahun 3.000 mm/tahun. 3) Busa alam lebih unggul dibanding busa sintetis dalam hal kenyamanan dan umur pakai.500‐2.9 cm pada umur 5 tahun. 4) Tanaman karet memerlukan lahan dengan penyinaran matahari antara 5‐7 jam/hari. 2) Proses produksi busa sintetis berisiko tinggi karena bahan bakunya (isosianat) beracun dan bersifat karsinogenik. d.000 m2 (Rp665 juta). busa alam hanya memerlukan ketebalan sepertiga dari busa sintetis. berpasir. busa plastik 722. 2. Tanah latosol dan aluvial juga dapat ditanami karet. Kondisi ini menyebabkan permintaan terhadap busa alam meningkat. Lahan pengembangan karet Saat ini ketersediaan lahan untuk pengembangan industri karet di berbagai . Iklim 3 1) Suhu udara yang baik bagi pertumbuhan tanaman antara 24‐28 derajat C. SIR 5 dan SIR 10/20. 2) Kelembaban tinggi sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman karet. b.6 tahun 5) 800‐1. Media Tanam 1) Hasil karet maksimal didapatkan jika ditanam di tanah subur.1 ton/ha/tahun. 3) Keasaman tanah yang baik antara pH 5‐6 (batas toleransi 4‐8) c.000 m dpl: 10.500 unit (Rp186 juta). 5) Cukup tahan terhadap penyakit Corynespora dan Colletotrichum. 4) Lateks dapat digunakan untuk produksi SIR 3 CV dan produk RSS. tanaman karet tumbuh dengan optimum pada ketinggian 200 m dpl. 2) Rata‐rata produksi 2. 3) Curah hujan optimal antara 1. Ketinggian Lahan Walaupun demikian karet masih bisa berproduksi di dataran menengah dan tinggi tetapi dengan waktu penyadapan yang makin panjang. serta SIR 3L. dapat melalukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas yang dapat ditolerir adalah 2‐3 meter).5 tahun 4) 600‐800 m dpl: 8. Syarat pertumbuhan pohon karet a. 2) Tanah Ultisol yang kurang subur banyak ditanami tanaman karet dengan pemupukan dan pengelolaan yang baik. 3) Lilit batang 48. Untuk memberikan nilai kepegasan yang sama. Karet Busa Alam Potensi keunggulan: 1) Karet busa sintetis umumnya dibuat dari karet EVA/poliuretan karena ringan dan murah. Korelasi antara ketinggian tempat dan umur sadap dapat dilihat berikut ini: 1) 0‐200 m dpl: < 6 tahun 2) 200‐400 m dpl: 7 tahun 3) 400‐600 m dpl: 7.Potensi keunggulan: 1) Pertumbuhannya cepat dan berpotensi sebagai penghasil lateks dan kayu. dan busa jok mobil 4.

Gambar 2 Jumlah Pelaku Usaha Komoditi Karet di Tiap Daerah NAD : 11 unit Sumut : 20 unit Riau : 1 unit Bengkulu : 3 unit Lampung : 3 unit . Gambar 1 Wilayah Potensial Industri Pengolahan Karet (Sumber: BKPM) 5 2.2 juta ton. Jumlah Pelaku Usaha Dengan adanya penyebaran lahan‐lahan penanaman pohon karet hampir di seluruh propinsi yang ada di Indonesia saat ini akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan karet alami dan pemenuhan industri pengolahan hasil dari pengolahan pohon karet dan ini membuka peluang kepada investor untuk menanamkan modalnya di perkebunan karet (Lampiran 2). Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk penanaman karet. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan.id). ini membantu bagi pemerintah dalam meninjau sejauh mana tumbuhnya industryindustri yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktifitas karet di Indonesia (Lampiran 1). dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta.daerah. Dari hasil kelompok kerja industri pengolahan karet di daerah telah di petakan dan diinventarisasi di beberapa wilayah potensi perkebunan karet serta industri pengolahan karet hilir. Wilayah Potensi (Industri Pengolahan Karet) Klaster industri pengolahan karet yang dikembangkan pada saat ini telah dilakukan identifikasi permasalahan dalam pengembangan industri barang‐ barang karet di daerah dengan melibatkan stakeholder di daerah melalui pembentukan kelompok kerja. Sementara itu di berbagai daerah telah diberi bantuan peralatan industri komponen yang diharapkan akan dapat medorong tumbuhnya industri sejenis dan industri hilir barang‐barang karet. 4 BAB II POTENSI INDUSTRI KARET INDONESIA A.bi. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan‐lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet (Sumber: www. dimana dengan adanya lahan untuk pengembangan perkebunan karet.go. Industri Pengolahan Karet 1. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet milik rakyat.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Produksi karet secara nasional pada tahun 2005 mencapai 2.

518 615 636 620 638 2.209 Tuntutan Persedian Dunia: Kelebihan/Kekurangan 250 88 38 43 118 316 Persediaan Karet Dunia 3.768 3.881 1.987 1. yang ditunjukan oleh tingkat harga yang relatif tinggi. Pohon Industri Karet Sumber: Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian 7 B.428 5.234 2.377 2.504 2.964 Total 9.8 56.500 Latin America 653 163 165 168 169 665 European Union 2.085 3. Brazil dan negaranegara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Asia‐Pasifik.Kep.306 9. terutama dari China.365 2.886 Persentase Total Pemakaian Karet 56.148 Latin America 538 129 135 127 128 520 European Union 1.540 9.042 3.252 1.301 Africa 78 12 18 19 18 67 Asia/Oceania 5.281 2.160 12.233 325 317 285 374 1.563 1.645 Pemakainan Karet Alam North America 1. Riau : 2 unit Jateng : 14 unit Kalbar : 15 unit Kalsel : 5 unit Sulsel : 1 unit 6 3. Hal tersebut dikarenakan permintaan yang terus meningkat.430 660 620 620 600 2.599 3.2 57.282 Total 12.103 3.7 57.630 2.444 1. Perkembangan Karet Indonesia Perkembangan pasar karet alam dalam kurun waktu tiga tahun terakhir relative kondusif bagi produsen.438 1. India.228 590 508 477 456 2.050 3.725 3.439 9.509 5.330 1.318 313 314 326 327 1.264 2.882 2.226 Tuntutan Persedian Dunia: Kelebihan/Kekurangan ‐200 80 ‐32 265 234 419 Persediaan Karet Dunia 1.0 .509 Other Europe 932 201 225 192 245 862 8 Africa 104 20 26 27 28 101 Asia/Oceania 5.886 3.492 1.298 1.032 Latin America 766 210 200 196 199 805 European Union 2.141 3.687 3.525 Pemakaian Karet Sintetik North America 2.3 56.905 3. dalam studi Rubber diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam dalam dua dekade ke depan.280 Other Europe 227 36 41 43 57 177 Africa 120 30 31 31 26 118 Asia/Oceania 5.573 1. Menurut IRSG.042 12.9 57.019 1.490 1.138 3.568 1.767 Total 11.074 2.616 1.232 2.316 5.357 1. Tabel 1 Statistik Karet Dunia per Kuartal ('000 ton) Uraian 2005 2006 Thn Q1 Q2 Q3 Q4 Thn Produksi Karet Alam Latin America 200 54 57 44 48 203 Africa 411 106 106 109 102 423 Asia 8.696 679 682 665 684 2.339 1.316 328 302 261 257 1.361 2.082 2.648 1.155 3.284 Total 8.709 Other Europe 1.987 Produksi Karet Sintetik North America 2.

TSR20 €/ton 1197 1666 1812 1746 1361 1646 1612 SICOM. namun sampai saat ini potensi kayu karet tua belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Nilai tambah produk karet dapat diperoleh melalui pengembangan industri hilir dan pemanfaatan kayu karet sebagai bahan baku industri kayu. Menunjuk dari pohon industri berbasis karet.7 48 54 55 51.7 NR= Karet Alam SR=Karet Sintetik Sumber: Rubber Statistical Bulletin. diperlukan suatu inovasi baru dari hasil industri karet dengan mengembangkan nilai tambah yang bisa di peroleh dari produk karet itu sendiri.5 63.Sumber: Rubber Statistical Bulletin. US cents per lb (3) 45. US$/ton 1535 2036 2291 2254 1869 2113 2205 Harga Relatif NR/SR per Rasio New York. SBR Export Value €/ton 1284 1330 1360 1391 1447 1382 1458 Yang berhubungan IndikatorKaret Crude oil.3 70.6 123. RSS3.5 70. Terlihat bahwa cukup banyak ragam produk yang dapat dihasilkan dari karet.Edisi Mai‐Juni 2007 Tabel 2 Harga Keret dan Indikator Karet ('000 ton) Uraian 2005 2006 2007 Thn Q1 Q2 Q3 Q4 Thn Q1 Harga Karet Alam Europe.4 63.5 139 132. parquet. Texas Barat basis.2 47.4 66. Pada saat tidak hanya getah karet saja yang diminati oleh konsumen tetapi kayu karet sebenarnya juga banyak diminati oleh konsumen baik dari dalam negeri maupun luar negeri.6 111. industri karet pada saat ini bukan hanya berorientasi untuk produksi getah karet tetapi juga untuk produksi biji dan kayu karet.9 Harga Karet Sintetik USA SBR Export Values US$/ton 1607 1648 1649 1703 1838 1710 1969 Japan SBR Export Value '000Yen/ton 182 197 199 207 217 205 216 France. S$/ton 2500 3283 3886 3472 2733 3344 3400 New York. TSR20. . Pemanfaatan kayu karet merupakan 9 peluang baru untuk meningkatkan margin keuntungan dalam industri karet. karena warnanya yang cerah dan coraknya seperti kayu ramin. MDF (Medium Density Fibreboard) dan lain sebagainya.4 101. kayu karet juga merupakan salah satu kayu tropis yang memenuhi persyaratan ekolabeling karena komoditi ini dibudidayakan (renewable) dengan kegunaan yang cukup luas.5 47. Di samping itu. yaitu sebagai bahan baku perabotan rumah tangga.3 Butadiene. US$ per barrel 56.Edisi Mai‐Juni 2007 Untuk mengantisipasi kekurangan karet alam yang akan terjadi.7 123.6 61. particle board. Oleh karena itu. TSR20 / USA SBR 95.

181.477 2. slab/koagulasi ataupun sit asap/sit angin. Ekspor Karet Indonesia beberapa tahun terakhir 10 terus menunjukkan adanya peningkatan dengan begitu pendapatan devisa dari komoditi ini menunjukan hasil yang bagus. GUAYULE. produksi karet sangat tergantung pada teknologi dan manajemen yang diterapkan dalam sistem dan proses produksinya. IN P 786. arang.494.322. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Sebagai salah satu komoditi industri. Kayu karet dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan rumah.651 1.614.625. Indonesia dalam hal ini telah memiliki lembaga penelitian karet yang menyediakan ilmu pengetahuan. Status industri karet Indonesia akan berubah dari pemasok bahan mentah menjadi pemasok barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah lebih tinggi dengan melakukan pengeolahan lebih lanjut dari hasil karet. sarung tangan. dan lain sebagainya.BALATA.038.CHICLE AND SIMILAR NATURAL GUMS. Areal tanam menggunakan lahan kebun yang diremajakan dan atau lahan‐lahan milik petani serta lahan‐lahan kritis sekitar pemukiman.963.. Umumnya kayu karet yang diperjual belikan adalah dari peremajaan kebun karet yang tua yang dikaitkan dengan penanaman karet baru lagi. Pemanfaatan kayu karet dari kegiatan peremajaan kebun karet tua dapat dilaksanakan bersamaan atau terkait dengan program penanaman tanaman hutan seperti sengon atau akasia sebagai bahan pulp/pembuat kertas. teknologi dan inovasi di bidang perkaretan.Hasil utama dari pohon karet adalah lateks yang dapat dijual/diperdagangkan oleh masyarakat berupa latek segar. kayu api. yang mana diperoleh melalui kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan.583.397 4.251. Kesemuanya ini memerlukan dukungan teknologi industri yang lengkap. Selajutnya produk tersebut sebagai bahan baku pabrik Crumb Rubber/Karet Remah yang menghasilkan bahan baku untuk berbagai industri hilir seperti ban. MIXTURES OF NATURAL RUBBER . Produk industri karet perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang senantiasa berubah.294.502 2.242 1. sepatu karet.402 4002 SYNTHETIC RUBBER AND FACTICE IN PRIMARY FORMS ETC. Tabel 3 Ekspor Karet Indonesia Berdasarkan HS 4 Digit (US $) HS Produksi 2001 2002 2003 2004 2005 2006 4001 NATURAL RUBBER.387. Hasil sampingan dari pohon karet adalah kayu karet yang dapat berasal dari kegiatan rehabilitasi kebun ataupun peremajaan kebun karet tua/tidak menghasilkan lateks lagi.GUTTAPERCHA. ataupun kayu gergajian untuk alat rumah tangga (furniture).

741.969.733 4004 WASTE.438 366. PARINGS AND SCRAP OF RUBBER (OTHER THAN HARD RUBBER) AND POWDERS AND GRAN 152.483.922 10.365 7.264 4011 NEW PNEUMATIC TYRES.928 4.405.293 24.759 523.047 76.416 23.484.599.537 37.706 23.939.RODS AND PROFILE SHAPES.668 1.549 6.CHICLE AND SIMILAR NATURAL GUMS.452.614 102.003.O 20.682 237.915.STRIP.939 8.OF VULCANISED RUBBER OTHER 1.UNVULCANISED.980 4007 VULCANISED RUBBER THREAD AND CORD 9.863.631 10.128.147 95.543 1.924 679.564 2.219 4.498 319.239.050.901 6.TUBES AND PROFILE SHAPES) AND ARTICLES (FOR EXAMPL 1.305 348.216 4008 PLATES.282.690.197.645 4009 TUBES.970.411 29.732.594.448.707.645 5.354 146.240.INCLUDING WASTE AND SCRAP.113 1.FOR ALL PURPOSES 75.533 652.597 1.145 32.EBONITE) IN ALL FORMS.891 167.708 15.OF VULCANISED RUBBER 25.454.559 40.269 4014 HYGIENIC OR PHARMACEUTICAL ARTICLES (INCLUDING TEATS).882 11.300 164.493 1.817.585 2.765 12.661.071 4015 ARTICLES OF APPAREL AND CLOTHING ACCESSORIES (INCLUDING GLOVES).277.455.887 6.130.890.IN PRIMARY FORMS OR IN PLATES.356.008 498.130 6.611. GUAYULE.ARTICLE 235.936 13.585 149.701 45.898.707 1.209 4012 RETREADED OR USED PNEUMATIC TYRES OF RUBBER.533.050 20.BALATA.432.WITH OR WITHOU 3.151.OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD 2.197 402.995.298. 262.523.422.OF RUBBER 9.691 553.INTERCHANGEAB 1.119 .SOLID OR CUSHION TYRES.754.200 100.412 45.135.431. IN P 6.576.095.021 771.754 73.017 1.331 794.247.714.801.733.587 67.147.392 1.124.542 104.295.392.SHEETS.122 625.337.749.620 4013 INNER TUBES.416.988 4005 COMPOUNDED RUBBER.OF RUBBER (+).895.840.505.323.007.GUTTAPERCHA.494 334.107 4003 RECLAIMED RUBBER IN PRIMARY FORMS OR IN PLATES.081.435 1.343 4.921 3.957.682 28.550 4.PIPES AND HOSES.412.088 2.326 272.399 3.566 4010 CONVEYOR OR TRANSMISSION BELTS OR BELTING.048.781 4016 OTHER ARTICLES OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD RUBBER 32.226 1.561.958.OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD RUBBER.865.836 17.529 49.501 1.568.342 4017 HARD RUBBER (FOR EXAMPLE.537.056.507 1.SHEETS OR STRIPS 560.906 34.247 9.297.671.639.900.734.023 1.679.578 59.SHEETS OR STRIP 1.RODS.537.177 20.806.318 10.433 11.471 667.151 13.603 243.287.462 Sumber: Pusdatin Departemen Perindustrian 11 Grafik 1 Ekspor Karet Indonesia Tabel 4 Impor Karet Indonesia Berdasarkan HS 4 Digit (US $) HS Produksi 2001 2002 2003 2004 2005 2006 4001 NATURAL RUBBER.278.911 1.393.322 4006 OTHER FORMS (FOR EXAMPLE.177 70.816.

807.788 Sumber: Pusdatin Departemen Perindustrian Grafik 2 Impor Karet Indonesia Tabel 5 Trend.835.780 78.TUBES AND PROFILE SHAPES) AND ARTICLES (FOR EXAMPL 758.005.531.365 1.UNVULCANISED.706 3.956 54.664.072 2.341.736.455.120.737.592 75.744 171.FOR ALL PURPOSES 1.730 131.OF VULCANISED RUBBER OTHER 2.202 939.998.295 9.147 7.285 4.SHEETS.OF VULCANISED RUBBER 32. Pertumbuhan Ekpor dan Impor Dunia Berdasarkan HS 4 Digit (000 US $) HS Produksi Ekspor Impor Trend % .103 50.366 4008 PLATES.964 15.787 543.653.549 5.352 2.RODS AND PROFILE SHAPES.997 4.623.912 1.969.803 1.112.787 2.710 4.596 644.WITH OR WITHOU 30.009.IN PRIMARY FORMS OR IN PLATES.630 891.902.372 3.522.981 12 4012 RETREADED OR USED PNEUMATIC TYRES OF RUBBER.931.316 414.OF RUBBER 2.456.603.533 115.177 4.733 4007 VULCANISED RUBBER THREAD AND CORD 493.433.926.148.111 4003 RECLAIMED RUBBER IN PRIMARY FORMS OR IN PLATES.PIPES AND HOSES.897 1.268.534.069.158 223.RODS.135.738.844.319 32.182 30.702.445 954.360.SHEETS OR STRIP 10.579.850 4.INCLUDING WASTE AND SCRAP.198 1.472 197.120 4013 INNER TUBES.056 35.135.076.767.080.003.526.805.484 1.869 4016 OTHER ARTICLES OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD RUBBER 57.880.350 1.613.009 865.235.OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD RUBBER.463 14.592 47.419.231.895 114.548.683 75.062.153 4.276.296.SOLID OR CUSHION TYRES.864 12.4002 SYNTHETIC RUBBER AND FACTICE IN PRIMARY FORMS ETC.911.725.727 33..SHEETS OR STRIPS 394.STRIP.649.166.349.467 5.232.632.523 32.209.094.606 4010 CONVEYOR OR TRANSMISSION BELTS OR BELTING.829 4004 WASTE.770 76.595 57.981 6.317 1.EBONITE) IN ALL FORMS.138.406 90.ARTICLE 1.560.180.432 15.694.387.203.928 229.362 4017 HARD RUBBER (FOR EXAMPLE.709 1.OF RUBBER (+).862 1.805 1.005 1.039 28.501 1.220 1.982 5.439 2.247.913.642 1.927.226.634 6.712 226.308 90.002 195.656 1.008.993.856.684 4014 HYGIENIC OR PHARMACEUTICAL ARTICLES (INCLUDING TEATS).396.OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD 5.742.481.364.531 4005 COMPOUNDED RUBBER.686. PARINGS AND SCRAP OF RUBBER (OTHER THAN HARD RUBBER) AND POWDERS AND GRAN 581.489 4015 ARTICLES OF APPAREL AND CLOTHING ACCESSORIES (INCLUDING GLOVES).571 6.891 4.641.587 1.INTERCHANGEAB 2.114 4009 TUBES.473.851 4006 OTHER FORMS (FOR EXAMPLE.196 98.147.149. MIXTURES OF NATURAL RUBBER O 113.091 4011 NEW PNEUMATIC TYRES.559 70.999 1.625.964 4.450 4.604.166 22. 69.

032 7.973 4009 TUBES.TUBES AND PROFILE SHAPES) AND ARTICLES (FOR EXAMPL 0.EBONITE) IN ALL FORMS.104 4.039 4.718 1.028 1.OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD RUBBER.OF RUBBER 1.OF VULCANISED RUBBER OTHER 1.783 1.SHEETS OR STRIP 4006 OTHER FORMS (FOR EXAMPLE.141 1.257 5.274 4002 SYNTHETIC RUBBER AND FACTICE IN PRIMARY FORMS ETC.BALATA.886 21.Pertumbuhan 2005‐2006 Trend % Pertumbuhan 2005‐2006 4001 NATURAL RUBBER.588 1.515 63.982 13.423 4003 RECLAIMED RUBBER IN PRIMARY FORMS OR IN PLATES.694 4011 NEW PNEUMATIC TYRES. 1.127 4016 OTHER ARTICLES OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD RUBBER 1.703 4017 HARD RUBBER (FOR EXAMPLE.310 4014 HYGIENIC OR PHARMACEUTICAL ARTICLES (INCLUDING TEATS).247 71.974 Sumber: Pusdatin Departemen Perindustrian 14 BAB III POTENSI PASAR KARET DUNIA A. Perkembangan Karet Dunia Seiring dengan keinginan manusia menggunakan barang yang bersifat tahan dari pecah dan elastis maka kebutuhan akan karet saat ini akan terus berkembang dan meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif.STRIP.577 1.258 58.SOLID OR CUSHION TYRES.INTERCHANGEAB 1.998 ‐6.GUTTA‐PERCHA.761 4004 WASTE.092 ‐2.868 4007 VULCANISED RUBBER THREAD AND CORD 1.134 0.184 42.634 4013 INNER TUBES.162 13 IN PLATES.767 4010 CONVEYOR OR TRANSMISSION BELTS OR BELTING. IN P 1.CHICLE AND SIMILAR NATURAL GUMS.758 146.490 4015 ARTICLES OF APPAREL AND CLOTHING ACCESSORIES (INCLUDING GLOVES).RODS.133 25. Diperkirakan untuk masa yang akan datang kebutuhan akan karet akan terus meningkat.GUAYULE.FOR ALL PURPOSES 1.295 30. MIXTURES OF NATURAL RUBBER O 1.733 1.295 4012 RETREADED OR USED PNEUMATIC TYRES OF RUBBER.105 12.589 0.966 1.INCLUDING WASTE AND SCRAP.OF RUBBER (+).RODS AND PROFILE SHAPES.IN PRIMARY FORMS OR 1.PIPES AND HOSES.178 1.ARTICLE 0.627 ‐42.446 0.172 338.SHEETS OR STRIPS 1.663 1.055 85.527 4008 PLATES.239 1.UNVULCANISED.904 ‐55.SHEETS.520 1.240 23.186 ‐2. alat kesehatan dan keperluan rumah tangga dan sebagainya.394 67.170 74.OF VULCANISED RUBBER OTHER THAN HARD 1.373 1.WITH OR WITHOU 1.121 18.025 35.. kebutuhan rumah sakit.105 128. Tentu hal ini akan menjadi .OF VULCANISED RUBBER 1.802 4005 COMPOUNDED RUBBER.211 1.201 12.205 0.084 11.026 106.592 1. PARINGS AND SCRAP OF RUBBER (OTHER THAN HARD RUBBER) AND POWDERS AND GRAN 0.028 ‐15.193 ‐24.

462 100.205 97.parings&scrap (excl.629 62.025.523 2.in primary forms 2.377 11.735 88. excl.626 4.519 15 cord 4008 Plate. Tabel 6 Ekspor Karet Dunia Berdasarkan HS 4 Digit (US $) HS Produksi 2001 2002 2003 2004 2005 4000 All products in 40 54.200.526 4007 Vulcanised rubber thread and 281. sheets or strip 54.495 297.unvulcanised.030.677 4005 Compounded rubber.382. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan akan bahan karet alami di negara‐negara industri terhadap komoditi karet dimasa yang akan datang.053 2.415 4009 Tubes.792 8.570. ini semua di sebabkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap karet.594 7.637. Perkembangan ekspor dan impor karet dunia saat ini berdasarkan kode SITC dalam jangka waktu lima tahun terakhir perkomoditi mengalami kenaikan. maka upaya untuk meningkatkan persediaan akan karet alami dan industri produksi karet merupakan langkah yang bagus untuk dilaksanakan.strip.448 6.peluang yang baik bagi Indonesia mengekspor karet dan hasil olahan industri karet yang ada di Indonesia ke negara‐negara lainnya.904 4006 Rubber unvulcanised form & articles nes.569.289. tubes.356.960 72. pipes & hoses of .352 6.287 2.099 3.001 164.033 354.425 145. Guna mendukung hal ini semua.048.302 9. discs & rings 313.692.474 72.063 601.851 59.410 546.180 4004 Waste.balata.684.632 397. perlu diperhatikan perkembangan perkebunan karet.379.098 1.570 2. bisa di lihat dari tabel dibawah ini. industri hilir guna memberi nilai tambah dari hasil industri hulu.305 4003 Reclaimed rubber in primary forms or in plates.841.484 192.425.185 4001 Natural rubber.331.176 405.894.547 9.guttapercha etc 3.266 4.180 4002 Synthetic rubber&factice from oil 6.798.349 79.053 348.081 405.266 128.656.928.643 2.sheet.579. hard rubber)&powder/granule obtaind therefrom 93. rods.rods of vulcanised rubber other than hard rubber 1.017.587.200.205.

427 2.612 897.338.450.887.036.solid tire.917.666 36.621 2.interchangeable tire treads& flaps 838.788 3.412 707.779 10.656.304.739.850 4012 Retreaded/used tire.131 9.126.009.032 499.093 241.764.748.671 976.812 642.165 3.253 701.233 3.863 2.037 9.037.756 6.338.929 2.257 13.intracen.balata.648.059.054 92.953 543.888.191 4017 Hard rubber in all forms.including waste&scrap.679 859.016 63.252.578 4013 Inner tubes of rubber 484.939 279.vulcanised rubber otner than hard rubber 3.623 41.092 4011 New pneumatic tires.368.920 5.621 1.357.447 1.806.841 3.399.928 12.718.465 7.648 .174. nes 8.851 4002 Synthetic rubber&factice from oil 7.493 8.articles of hard rubber 258.237.443.742 2.461 103.870 308.453 29.240.127.623.835.573 24.995.169.786.916.349.824 13.712 4015 Articles of apparel&clothing accessories of vulcanised rubber 2.org Grafik 3 Ekspor Karet Dunia 16 Tabel 7 Tabel Impor Karet Dunia Berdasarkan HS 4 Digit (US $) HS Produksi 2001 2002 2003 2004 2005 4000 All products in 40 58.291 4014 Hygienic/pharmaceutical art of vulcanised rubber 602.544 4001 Natural rubber.guttapercha etc 4.985 Sumber: www. of rubber 22.943.463 260.212.631 4016 Articles of vulcanised rubber o/t hard rubber.717 4.967 1.000 10.268.825.029.642.645 898.001 8.051 4010 Conveyor or transmission belts or belting of vulcanised rubber 2.112.280 2.127 4.630.926 76.

778 4004 Waste.288 2.115 4007 Vulcanised rubber thread and cord 279.669 4008 Plate.678.376 4009 Tubes. hard rubber)&powder/granule obtaind therefrom 89.725 110.572 142. sheets or strip 65.331 341.788.635 2.218 .4003 Reclaimed rubber in primary forms or in plates.687.parings&scrap (excl.618 1.471 142.491 2.111.sheet.681.rods of vulcanised rubber other than hard rubber 1.unvulcanised. excl. tubes.strip.226 3.444.828 367.in primary forms 1.535 78.772 4005 Compounded rubber.598 149.839 371.781.610.178 292.509 228.349.936.212 72.523 323.928 268. pipes & hoses of vulcanised rubber otner than hard rubber 3.416 328.895 115.022 4006 Rubber unvulcanised form & articles nes.101 93.234 1. rods.179 2.008 3. discs & rings 232.546.

648 36.094 485.128 4011 New pneumatic tires.362 2.109.404.007.3.415.solid tire.939.616 30.186 14.489 621.726.554 4013 Inner tubes of rubber 479.626.601 4015 Articles of apparel&clothing accessories of vulcanised rubber 2.408 4016 Articles of vulcanised rubber o/t hard rubber.150 3.996 1.481.622 1.499 508.989 2. nes 9.964.002 887.538 3.348.065 4012 Retreaded/used tire.854.171.922.357.369 11.294.300.074.394.533 5.853.700 15.601 582.interchangeable tire treads& flaps 874.395. of rubber 23.894 25.258.336.070.381 10.837 2.903 .147 4.930 844.488 914.477 5.396 2.843 612.673 76.443.720.349.822 4014 Hygienic/pharmaceutical art of vulcanised rubber 583.480 2.905 42.454 4010 Conveyor or transmission belts or belting of vulcanised rubber 2.737 1.943 3.748.

144 8.190 10.268 4005 Compounded rubber.rods of vulcanised rubber other than hard rubber 1.articles of hard rubber 167. rods.273 793. hard rubber)&powder/granule obtaind therefrom 1.152 8.in primary forms 1.162 8.655 .772 1.167 1058.625 1.318 11. pipes & hoses of vulcanised rubber otner than hard rubber 1.balata.694 1.036 1.131 1346.205 4001 Natural rubber.943 4008 Plate.including waste&scrap.parings&scrap (excl.185 17.157 1.263 4009 Tubes.160 1.543 4007 Vulcanised rubber thread and cord 1. ini bisa dilihat dari table dibawah ini.136 753.533 1.105 ‐2.268 4006 Rubber unvulcanised form & articles nes.175 12. sheets or strip 1.unvulcanised.035 228.591 4004 Waste.131 646.542 4010 Conveyor or transmission belts or belting of vulcanised rubber 1.066 ‐280.109 197.390 4002 Synthetic rubber&factice from oil 1. discs & rings 1.209 9.sheet.4017 Hard rubber in all forms. Tabel 8 Trend.000 1.971 1.161 2147.419 Sumber: www.strip.intracen.133 625.357 1.824 4003 Reclaimed rubber in primary forms or in plates. Pertumbuhan Ekpor dan Impor Dunia Berdasarkan HS 4 Digit (US $) HS Produksi Ekspor Impor Trend (%) Pertumbuhan (2004‐2005) Trend (%) Pertumbuhan (2004‐2005) 4000 All products in 40 1.148 22. of rubber 1.375 228.167 13.163 1004.221 647.184 26.520 1.org 17 Grafik 4 Impor Karet Dunia Pertumbuhan akan karet di lihat dari data tahun 2004 sampai 2005 ini menunjutkan kenaikan dan tren yang ada pun menunjukkan hal yang sama.gutta‐percha etc 1. excl.133 602. tubes.155 4011 New pneumatic tires.696 172.140 1.141 1876.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful