Anda di halaman 1dari 30

PENDAHULUAN

A. Nama dan alamat perusahaan


Nama Perusahaan Perusahaan ini akan bernama King Tour and Travel

Alamat Perusahaan Kantor dan lokasi permasaran King Tour and Travel akan bertempat di Jalan Kuntabhaswara Gang 1, No.4

B. Nama dan alamat penanggung jawab


Nama Alamat : Agista Rully Saraswati : Jalan Kuntabhaswara Gang 3, No.5

C. Informasi perusahaan
Perusahaan King Tour and Travel ini bergerak di bidang Jasa dan Transportasi

Deskripsi Aspek-aspek Usaha


A. Deskripsi umum usaha
Dalam era globalisasi ini pembahasan faktor manusia dalam ruang lingkup pekerjaan merupakan faktor yang sangat penting. Persaingan yang sangat ketat di berbagai bidang pekerjaan membuat manusia yang terlibat di dalamnya ingin memberikan yang terbaik bagi orang lain, terutama jika industri atau bidang kerja tersebut menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan masalah pelayanan. Mengingat semakin maraknya tindak kriminal yang terjadi di kendaraan umum yang keamanannya masih belum terjamin. Salah satu contoh industri atau bidang kerja yang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan masalah pelayanan yaitu perusahaan travel. Perusahaan travel adalah perusaaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan transportasi, akomodasi dan lain-lain.

B. Latar belakang perusahaan


Sejalan dengan meningkatnya penggunaan jasa dalam era globalisasi dan zaman yang semakin modern ini, khusunya perusahaan travel, yang pada saat ini sangat diminati oleh masyarakat indonesia yang membutuhkan kemudahan dan efisiensi waktu dalam mencapai tempat tertentu, akan dibutuhkan lebih banyak keahlian pemasaran. Perusahaan jasa menghadapi tiga tugas yaitu meningkatkan perbedaan kompetitif, kualitas jasa dan produktifitasnya. Walaupun ketiganya saling berhubungan dalam hal tertentu, tapi yang akan dibahas secara mendalam dalam hal ini adalah tentang kualitas jasa hubungannya dengan loyalitas konsumen.

C. Tujuan atau potensi perusahaan


Memiliki pelanggan yang loyal adalah tujuan akhir dari semua bisnis yang ada, tetapi kebanyakan perusahaan tidak menyadrinya. Demi tercapainya tujuan tersebut perusahaan dituntut untuk terus-menerus mengupayakan kepuasan konsumennya dan sebenarnya tujuan akhir yang diiginkan oleh perusahaan di masa yang akan datang adalah terciptanya loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, banyak hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam

memberikan rasa puas kepada pelanggannya, hal tersebut dapat berupa pemberian pelayanan yang lebih baik kepada konsumen melalui fasilitas yang lebih lengkap dan memadai serta peningkatan pelayanan dari para karyawannya. Dengan alasan itulah kualitas pelayanan sangat diperlukan oleh perusahaan, karena dengan kualitas pelayanan yang lebih baik, maka akan dapat menumbuhkan sifat loyal konsumen kepada perusahaan sehingga perusahaan akan tetap dipercaya oleh konsumennya. Mempertahankan pelanggan agar loyal dan tidak berpaling ke perusahaan yang lain, merupakan salah satu hal yang senantiasa dipelihara oleh perusahaan. Loyalitas pelanggan secara umum dapat dinilai berdasarkan lamanya pelanggan dalam menggunakan jasa serta kesetiaan pelanggan untuk tidak menggunakan jasa lain yang sejenis, dalam hal ini pelanggan hanya menggunakan jasa perusahaan yang selama ini dia gunakan. Pelanggan seringkali tidak loyal oleh karena salah satu sebab, misalnya karena kualitas pelayanan yang buruk atau kualitas yang semakin menurun dari yang diharapkan pelanggan. Oleh karena itu, kualitas pelayanan dituntut untuk senantiasa ditingkatkan dengan tujuan agar dapat mendukung keberadaan suatu jasa tersebut. Hal tersebut tentunya perlu peranan aktif dari seluruh karyawan dan pihak yang terlibat dalam penyediaan pelayanan.

D. Keunikan produk atau pelayanan Sebagai perusahaan yang ingin terus berkembang, CV King Tour and Travel Malang terus berusaha dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya melalui penawaran berbagai jenis produk dan layanan dengan keunggulan masingmasing seperti, paket regular untuk umroh plus dan program haji, kajian rutin, adanya pelayanan dari pembimbing yang dekat dengan para jamaah baik sebelum keberangkatan, ketika pelaksanaan ibadah maupun sesudah pelaksanaan ibadah, pelayanan yang lebih mengutamakan pelaksanaan ibadah haji maupun umroh yang sesuai dengan tuntutan Al Quran dan sunnah Rosululloh SAW, fasilitas kemanan dan kenyamanan serta tempat penginapan yang relatif dekat dengan Baitullah. Kualitas pelayanan dapat menumbuhkan loyalitas kepada pelanggan yang telah mencapai kepuasan tertinggi. Karyawan CV King Tour and Travel menyadari betul manfaat kepuasan pelanggan, hal tersebut dapat terlihat dari adanya keharmonisan hubungan perusahaan dengan pelanggan. Pelanggan yang lebih dari satu kali

menggunakan jasa tersebut pada akhirnya akan tercipta loyalitas pelanggan. Dengan demikian, komitmen bagi perusahaan adalah memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi kepada para pelanggannya.

Aspek Pemasaran
A. Penelitian dan analisis
1. Target pasar atau konsumen Target pasar merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi perusahaan. Dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen tertentu. Bersama dengan bekembangnya Travel Agent di Indonesia dalam memburu pasar , kami berupaya melayani pasar domestik dan internasional.

Pemasaran : a. Produk yang dipasarkan b. Sasaran konsumen c. Wilayah pemasaran d. Penetapan harga jual : Travel Agent : tourist domestik, tourist internasional : Jawa Timur, Indonesia : - sewa mini bus - sewa mobil - sewa untuk paket wisata

2. Ukuran dan trend pasar Konsep Travel Agent akan berubah-ubah setiap saat, tergantung permintaan pasar, kemungkinan besar sewa paket tour bromo akan menjadi tren tahun 2011 dikarenakan salah satu objek wisata yang memiliki panorama alam yang memukau.

3. Situasi persaingan Situasi kompetisi dalam Travel Agent yang ada saat ini adalah: Tidak semua Travel Agent mengutamakan tingkat kenyamanan konsumen. Kompetitor yang ada kebanyakan hanya menyediakan kenyamanan internal. Hal ini merupakan sebuah keunggulan bagi King Tour and Travel karena dapat menambah fungsi di mata konsumennya.

Kompetitor yang ada sudah melekat pada konsumen Setiap brand yang sudah melekat pada konsumen telah menciptakan komunitas

tersendiri. Para penyewa Travel Agent cenderung setia pada satu Travel Agent yang menurut mereka paling cocok. Apalagi dengan adanya sistem membering yang dapat meningkatkan loyalty konsumen terhadap suatu brand, karena potongan harga dan fitur lain yang ditawarkan.

B. Rencana Pemasaran
1. Strategi pasar (penjualan dan distribusi) Banyaknya usaha Travel Agent di Indonesia terutama di Jawa Timur sehingga selain website dengan orientasi pasar global, kita juga perlu memperhatikan kebutuhan lokal. Ketika kita bicara SEO, website kita juga perlu mencakup keyword lokal. Selain itu kita perlu memperhatikan beberapa strategi SEO off-page untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pencarian lokal, termasuk memperhatikan kemungkinan adanya review negatif yang mungkin akan mempengaruhi pemasaran kita di pasar lokal meskipun dari sisi ranking cukup baik. Kita bicara pasar online untuk lingkup lokal, penduduk Indonesia yang menyewa produk kita melalui website. Mungkin juga tidak sampai menyewa tapi tertarik untuk menyewa setelah menemukan website kita mungkin melalui search engine kemudian datang ke King Tour and Travel kita dan menyewa secara offline.

2. Masalah penetapan harga Sewa minibus Sewa avanza Sewa kijang Sewa xenia Paket umroh Paket tour bromo Paket tour malang : Rp 700.000,00 : Rp 300.000,00 : Rp 350.000,00 : Rp 300.000,00 : Rp 30.000.000,00 : Rp 2.500.000,00 : Rp 1.750.000,00

3. Periklanan dan promosi Untuk kelancaran dalam bisnis perlu dilakukan promosi dan periklanan. Promosi dan periklanan meliputi penempelan poster, pembuatan spanduk, papan reklame, website resmi, sosialisasi lewat radio. Yang nantinya akan disebarluaskan ke seluruh pasar yang ada di sekitar Jawa Timur.

Penelitian, Model, dan Pengembangan


A. Pengembangan dan rencana desain
Pengembangan untuk wilayah Travel Agent yang berpusat di Jawa Timur di perluas melalui media massa, baik elektronik maupun non-elektronik

B. Struktur biaya
No Rincian Pembiayaan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 20 Unit mobil Avanza atau APV 5 Unit mobil Kijang. 5 Unit minibus ELF. 2 Unit Komputer. 1 Unit Handphone CDMA. 1 Unit Handphone GSM. 2 pesawat telepon. Biaya pemasangan telepon. Biaya pemasangan internet. Biaya konsumsi listrik dan air. Biaya konsumsi BBM motor. Biaya penggunaan pulsa HP. Gaji pimpinan. Gaji Administrator. Gaji Operator. Gaji tukang cuci. Biaya kontrak tempat usaha. @ Kirsaran harga @ @ @ @ Rp100.000.000,00 Rp95.000.000,00 Rp200.000.000,00 Rp1.500.000,00 Rp200.000,00 Rp200.000,00 Rp50.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp100.000,00/bulan Rp50.000,00/bulan Rp200.000,00/bulan @ Rp3.500.000,00/bulan @ @ @ Rp850.000,00/bulan Rp725.000,00/bln Rp500.000,00/bln Rp5.000.000,00/thn

Aspek Pabrik
A. Analisis Lokasi
Kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi merupakan faktor pendukung pemilihan tempat berdirinya usaha. Tempat usaha seharusnya mudah dijangkau oleh konsumen dan terletak di daerah yang strategis, seperti tengah kota. Daerah yang strategis dan berada di tengah Kota Malang ini salah satunya adalah lingkungan Sawojajar. Selain mudah dijangkau konsumen dari daerah Gadang, Pakis, Tumpang, Buring, sampai Singosari biaya sewa tempat di kawasan Sawojajar juga termasuk terjangkau bagi keuangan perusahaan. Maka dari itu, pemilik memilih Sawojajar sebagai tempat membuka usaha Tour and Travel ini. Tepatnya, di Jalan Kunta Bhaswara gang I nomor 4. Tempat usaha terletak tak jauh dari jalan besar untuk memudahkan konsumen untuk mengunjungi sekaligus menggunakan jasa kami.

B. Kebutuhan Produksi
1 Unit tempat usaha sebagai tempat untuk menjalankan usaha 20 Unit mobil Avanza atau APV sebagai armada antarjemput Juanda-Malang 5 Unit mobil Kijang sebagai armada antarjemput Juanda-Malang 5 Unit minibus ELF sebagai armada Tour Bromo dan Tour wisata lain. 2 Unit Komputer sebagai sarana pencatatan dan penyimpanan data administrasi 1 Unit Handphone CDMA sebagai sarana komunikasi dengan pemilik 1 Unit Handphone GSM sebagai sarana komunikasi dengan pegawai 2 pesawat telepon sebagai sarana komunikasi dengan konsumen dan rekanan

C. Penyuplai Transportasi
Tidak membutuhkan penyuplai transportasi karena badan usaha telah memiliki alat transportasi sendiri untuk melakukan kegiatan usaha.

D. Suplai tenaga kerja


Komponen operasional yang diterapkan adalah : Direktur Utama bertanggung jawab atas kelancaran keseluruhan proses produksi dan pemasaran, menciptakan sistem produksi dan pemasaran,melakukan negosiasi

bisnis,menetapkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan dengan dibantu kepala bagian. 4 orang kepala bagian yang masing membawahi bagian keuangan, humas, pemasaran, dan personalia 2 orang administrator yang memeriksa dan mengatur manajemen keuangan perusahaan 2 orang operator yang menghubungkan secara langsung perusahaan dengan konsumen 2 orang tukang cuci sebagai penjaga kebersihan alat transportasi sehingga penumpang nyaman dan puas atas pelayanan perusahaan

E. Data biaya pabrik


No Rincian Pembiayaan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 20 Unit mobil Avanza atau APV 5 Unit mobil Kijang. 5 Unit minibus ELF. 2 Unit Komputer. 1 Unit Handphone CDMA. 1 Unit Handphone GSM. 2 pesawat telepon. Biaya pemasangan telepon. Biaya pemasangan internet. Biaya konsumsi listrik dan air. Biaya konsumsi BBM motor. Biaya penggunaan pulsa HP. Gaji pimpinan. Gaji Administrator. Gaji Operator. Gaji tukang cuci. Biaya kontrak tempat usaha. @ Kirsaran harga @ @ @ @ Rp100.000.000,00 Rp95.000.000,00 Rp200.000.000,00 Rp1.500.000,00 Rp200.000,00 Rp200.000,00 Rp50.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp100.000,00/bulan Rp50.000,00/bulan Rp200.000,00/bulan @ Rp3.500.000,00/bulan @ @ @ Rp850.000,00/bulan Rp725.000,00/bln Rp500.000,00/bln Rp5.000.000,00/thn

Aspek Manajemen
A. Tim manajemen
Jabatan Direktur Utama Kepala Bagian : - Kepala Bagian Keuangan - Kepala Bagian Pemasaran - Kepala Bagian Personalia - Kepala Bagian Humas Karyawan Jumlah 1 4

6 Total 11

B. Struktural legal
1. Perjanjian Kontrak Mobil BISMILLAHHIRROHMANNIRROHIM
Pada hari ini, Kamis Nama Status Alamat rumah Telepon Rumah Telepon Kantor tanggal 06 Januari 2011, kami yang bertandatangan di bawah ini : : Agista Rully Saraswati : PEMILIK TRAVEL : JL. Kunta Bhaswara III/5 RT.01 RW.06 : 0341-457825 : 0341-335858, 333358

Telepon HP : 0341-7766225 / 081233343337 Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA Nama Status Alamat Rumah Telepon Rumah Telepon Kantor : FLANQA FARID, SE : PEMINJAM MOBIL : Ruko Perum Permata Jingga 6 Malang : : 0341 419171

Telepon HP : 085755666798 Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA Dalam kedua rangka belah pengembangan pihak hal usaha dan bidang transportasi, perjanjian mobil

bermaksud pengadaan

mengadakan

kerjasama

dalam

pengoperasian

untuk travel .

Pasal 1
RUANG LINGKUP KERJASAMA Kontrak mobil oleh pihak pertama kepada pihak kedua berupa satu unit mobil TOYOTA ALVIS N (data unit terlampir )

Pasal 2
TUJUAN 1. Menyediakan sarana trasnportasi 2. Sebagai sarana pengembangan usaha masing masing pihak

Pasal 3
JANGKA WAKTU 1. Perjanjian operasional mobil ini berlaku selama 3 bulan sejak serah terima unit, atau mulai tanggal 13 bulan Oktober tahun 2010 sampai dengan tanggal 12 bulan Januari tahun 2011 2. Setelah jangka waktu kerjasama berakhir, unit mobil merupakan hak milik sepenuhnya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kembali mobil tersebut kepada PIHAK PERTAMA. Atau perjanjian kerjasama dapat diperpanjang

Pasal 4
KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA Pihak pertama wajib melakukan perawatan mobil dengan biaya sendiri, berupa : a. Oli mesin tiap 5.000 km b. Perawatan berkala tiap 10.000 15.000 km Penggantian sparepart jika dibutuhkan ( maintenance )

Pasal 5
KEWAJIBAN PIHAK KEDUA Dalam pengelolaan mobil selama masa kontrak : 1. Pihak Kedua wajib membayar kontrak mobil tiap bulan sebesar Rp 3.000.000,- selama masa kontrak 2. Pihak Kedua wajib membayar kontrak mobil tiap bulan terhitung mulai 30 hari ke depan sejak serah terima unit. 3. Pihak Kedua wajib menjaga dan merawat mobil sebagai sarana usaha jasa travel. 4. Pihak Kedua wajib mengurus asuransi kendaraan apabila terjadi permasalahan yang dapat dicover oleh asuransi kendaraan mobil ini.

Pasal 6
1. HAK PIHAK PERTAMA Pihak Pertama berhak memeriksa kendaraan 1 (satu ) kali dalam 1 ( satu ) bulan selama 1 ( satu ) hari dengan konfirmasi waktu 1 ( satu ) minggu sebelum waktu pemeriksaan untuk keperluan perawatan mobil sebagaimana disebutkan pada Pasal 4. Pihak Pertama berhak meminta bantuan tenaga dan waktu Pihak Kedua untuk pelaksanaan perawatan mobil sebagaimana disebutkan pada Pasal 4. Pihak Pertama berhak mengetahui keadaan dan keberadaan unit mobilnya secara pasti. Pihak Pertama berhak mengetahui perkembangan usaha travel yang dikelola oleh Pihak Kedua.

2.

3. 4.

Pasal 7
1. 2. 3. HAK PIHAK KEDUA Pihak Kedua berhak menggunakan mobil sebagai sarana usaha travel. Pihak Kedua tidak berhak atau dilarang memindah-tangankan unit mobil kepada pihak lain. Pihak Kedua berhak mendapatkan toleransi keterlambatan pembayaran kontrak selama 10 15 hari sejak tanggal jatuh tempo pembayaran kontrak mobil. Pihak Kedua berhak menuntut kewajiban Pihak Pertama dalam hal yang disebutkan pada Pasal 4.

4.

Pasal 8
Pihak Pertama sebagai berikut : 1. Pihak Pertama melakukan konfirmasi pemesanan ( booking ) 1 minggu sebelum pemakaian kepada pihak kedua tentang tanggal pemakaian, mobil tersebut. 2. Biaya sewa oleh Pihak Pertama sebesar Rp 150.000 / 24 jam. 3. Pihak pertama wajib mengedepankan aspek kepentingan operasional travel dalam pemakaian unitnya. PEMAKAIAN KENDARAAN OLEH PIHAK PERTAMA berhak menyewa unit ini dengan ketentuan

Pasal 9
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJASAMA OLEH PIHAK PERTAMA 1. Pihak Pertama dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerjasama secara sepihak tanpa dikenakan biaya ganti rugi apapun apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan perjanjian kerjasama oleh Pihak Kedua. 2. Pihak Pertama dikenakan biaya ganti rugi sebesar 3 x ( tiga kali ) nilai kontrak bulanan jika melakukan Pemutusan Hubungan secara sepihak tanpa disebabkan adanya penyimpangan pelaksanaan perjanjian kerjasama oleh Pihak Kedua.

Pasal 10
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJASAMA OLEH PIHAK KEDUA 1. Pihak Kedua dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerjasama secara sepihak tanpa dikenakan biaya ganti rugi apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan perjanjian kerjasama oleh Pihak Pertama. 2. Pihak kedua dikenakan biaya ganti rugi sebesar 3 x ( tiga kali ) nilai kontrak bulanan jika melakukan Pemutusan Hubungan secara sepihak tanpa disebabkan adanya penyimpangan pelaksanaan perjanjian kerjasama oleh Pihak Pertama.

Pasal 11
ATURAN-ATURAN PERUBAHAN Perubahan dan penambahan ketentuan dalam perjanjian kerjasama ini akan dimusyawarahkan antara kedua belah pihak dengan mengedepankan aspek kekeluargaan.

Perjanjian Kerjasama ini dibuat atas kesepakatan bersama oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua dengan tujuan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan. Ditetapkan di Malang, pada tiap hari Rabu, tanggal 13 Oktober 2010

PIHAK PERTAMA ( PEMILIK MOBIL )

PIHAK KEDUA ( PEMILIK TRAVEL )

ARUF WALIADI, ST, H

AGISTA RULLY SARASWATI

BUKTI SERAH TERIMA MOBIL Pada hari ini Rabu, tanggal 13 Oktober 2010 telah diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA berupa 1 ( satu ) unit mobil dengan data sebagai berikut : Merk Model & Tipe Thn Pembuatan Thn Pemakaian No. Rangka No. Mesin No. Pol Warna Atas nama STNK Atas nama BPKB : SUZUKI APV ( ARENA ) : MINIBUS : 2009 : 2009 : MHYGN42V9J326057 : G15AID192184 : N 1606 CT : ABU ABU METALIK : TUMIATI, HJ : TUMIATI , HJ

PIHAK PERTAMA ( PEMILIK MOBIL )

PIHAK KEDUA ( PEMILIK TRAVEL )

ARUF WALIADI, ST, H

AGISTA RULLY SARASWATI

2. Perjanjian Kontrak Pegawai BISMILLAHHIRROHMANNIRROHIM Pada hari ini, Minggu 28 November 2010, kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat Kantor Telepon : AGISTA RULLY SARASWATI : PIMPINAN KING TOUR & TRAVEL : JL. KUNTABHASWARA I / 4 MALANG : 0341.333358, 335858

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA Nama Jabatan : FRANS DOLLA : OPERATOR

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA Dalam rangka pengembangan usaha bidang transportasi, kedua belah pihak bermaksud mengadakan perjanjian kerjasama dalam hal pengadaan dan pengoperasian mobil untuk travel.

Pasal 1
RUANG LINGKUP KERJASAMA Kontrak kerja antara Pihak Pertama Manajemen KING Tour & Travel dan Pihak Kedua OPERATOR Juanda

Pasal 2
TUGAS PIHAK KEDUA 1. Menjadi operator untuk wilayah Juanda dan Surabaya 2. Pengaturan unit + driver untuk wilayah Juanda dan Surabaya 3. Mencari penumpang untuk wilayah Juanda dan Surabaya

Pasal 3
JANGKA WAKTU 1. Perjanjian ini berlaku selama 1 tahun sejak ditandatanganinya kesepakatan ini 2. Setelah jangka waktu kerjasama berakhir, maka kedua belah pihak akan memperbaharui kontrak baru yang mana akan disepakati oleh kedua belah pihak

Pasal 4
1. 2. 3. 4. HAK PIHAK KEDUA Masing - masing Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji sebesar Rp 250.000,-/ bulan Mendapat komisi sebesar Rp 10.000,- / per pax Komisi Drop sebesar 10 % Apabila Pihak Kedua berkeinginan KAS BON, maka diwajibkan mengajukan dahulu ke Pihak Pertama sehingga Pihak Kantor Pusat bisa menyediakan dana yang diperlukan untuk dikirim via driver / lewat pemberangkatan berikutnya sepanjang dana yang diperlukan tersebut sudah ada.

Pasal 5
1. 2. KEWAJIBAN PIHAK KEDUA Mengisi unit King Tour & Travel minimal 3 pax dan maximal 5-6 pax / unit Tidak ada mogok kerja / unjuk rasa dan apabila terjadi, maka pihak kedua sanggup memberikan ganti rugi 3 kali lipat dengan rincian per unit 5 pax x Rp 70.000,- sebanyak mobil yang ada / parkir di Juanda ( 3 x ( 5x 70.000 ) ) Tidak diperbolehkan mengatur atau intervensi driver, apapun bentuk dan tindakan sopir. Akan tetapi wajib melaporkan driver manakala melanggar aturan dari pihak Manajemen KING Tour & Travel Dilarang KAS BON pada Driver (DP) dalam bentuk dan alasan apapun Tidak diperkenankan mengajari driver untuk PG ( Penumpang Gelap ) dengan cara dan bentuk apapun. Sanggup melindungi dan membantu Driver / karyawan KING Tour & Travel apabila di Surabaya mengalami kendala / kesulitan Apabila berkunjung / datang ke Malang tidak akan mengganggu kinerja pihak Manajemen / Driver KING Tour & Travel. Segala bentuk tuntutan administrasi lainnya di Surabaya dan Juanda diluar tanggung jawab Manajemen King Tour & Travel. Pihak Kedua wajib mendahulukan kepentingan perusahaan KING Tour & Travel daripada kepentingan pribadi .

3.

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Demikian Perjanjian Kontrak Kerjasama ini kami buat berdasarkan kesepakatan tanpa ada Manajemen. dan unsur ketentuan paksaan, ketentuan yang telah disepakati, dari Pihak intervensi atau rekayasa

PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA

FRANS DOLLA

AGISTA RULLY SARASWATI

PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA

(FRANS DOLLA)

(AGISTA RULLY S)

A. Susunan perusahaan Direktur Utama Wakil Direktur : Agista Rully Saraswati : Liyana Madayu

Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Humas Kepala Bagian Personalia

: Syabania Mulyati : Liyana Madayu : Icha Nur Novianti : Miranda Silviarista

Kepala Administrator : Ertri Wahyuni Administrator : Yuni Adianti Operator Operator : Frans Dolla Rahadi : Adi Firmansyah

1. Latar Belakang Pegawai a. Direktur Utama Nama : Agista Rully Saraswati Alamat : Jalan Kunta Bhaswara III/5 Pendidikan Terakhir : S2 Akuntansi Harvard College Pengalaman Kerja : - Accountant Bussiness di Commonwealth Bank - Konsultan Akuntansi di CV Mitra Perwira Persada b. Wakil Direktur Nama : Liyana Madayu Alamat : Desa Kebonagung, Singosari Pendidikan Terakhir : S2 Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Pengalaman Kerja : Dosen FK TI Universitas Brawijaya c. Kepala Bagian Pemasaran Nama : Syabania Mulyati Alamat : Jalan Pendidikan Terakhir : S1 Manajemen Bisnis Universitas Ma Chung Pengalaman Kerja : Manager Marketing Distro Retail Therapy d. Kepala Bagian Humas Nama : Icha Nur Novianti Alamat : Jalan Johor DD-5 Pendidikan Terakhir : S1 Public Relation London School of Public Relation Pengalaman Kerja : Humas Radio Tidar Sakti e. Kepala Bagian Personalia Nama : Miranda Silviarista Alamat : Jalan Stasiun 106 Pendidikan Terakhir : S1 Psikologi Universitas Indonesia 2. Bagan Organisasi Perusahaan
DIREKTUR Agista R. S.

C. Susunan direktur, penasihat, konsultan, ddan lain-lain.


Bagian VIII: Aspek Finansial
WAKIL DIREKTUR Liyana M.

A. Keuntungan dan kerugian. 1. Keuntungan dan kerugian 2. Arus kas 3. Analisis break even point 4. Biaya B. Sumber-sumber penggunaan dana. 1. Rencana anggaran 2. Penahanan financial Bagian IX : Aspek Jadwal Pembagian Waktu 1. Penentuan waktu dan tujuan 2. Batas waktu 3. Hubungan peristiwa-peristiwa Bagian X : Apendiks atau Bibliografi 1. Surat-surat 2. data penelitian pasar 3. Surat-surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya 4. Daftar harga dari pemasok barang.

SURAT IZIN Nomor : 545/15390/RK Tahun 1991 Tentang TEMPAT USAHA Lampiran : 1. Gambar denah

2. . WALIKOTA BANDUNG

Membaca

: Surat Permohonan tanggal ...............dari ............................. dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ....Bertempat tinggal di

.............................................................../untuk memperoleh/memperluas/memperpanjang Izin Tempat Usaha bagi perusahaan dengan tenaga ........................ dengan nama ..................................................terletak di Bandung .... Memperhatikan : 1. Hasil sidang team rekomendasi Surat Izin Usaha tanggal 2. .. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 (LN 1974 Nomor 38 TLN Nomor 3037) tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah; 2. Hinder Ordonnantie (LN Tahun 1926 Nomor 226) juncto LN Tahun 1940 Nomor 14 LN Tahun 1940 Nomor 450 dan Peraturan Daerah Gangguan Bandung Tahun 1928; 3. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tanggal 11 Maret 1982 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986 tanggal 5 Juni 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;

5. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan dan Koperasi; 6. Instruksi Gubernur Propinsi Jawa Barat No. 116/13, VII, Instr/1971 tanggal 10 Agustus 1971 beserta Pedoman Pelaksanaannya; 7. Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bandung No. 702 Tahun 1986 tanggal 21 Mei 1986 perihal Pembentukan Team Rekomendasi Surat Izin Tempat Usaha dan Tata Cara Pemberian Surat Izin Tempat Usaha; 8. Surat .........................

MENGIZINKAN Kepada

Nama Alamat Nama Perusahaan Alamat Perusahaan Jenis Usaha Mesin Penggerak

: Agista Rully Saraswati : Jalan Kuntobasworo Gang 3, No.5 : KING TOUR & TRAVEL : Jalan Kuntobasworo Gang 1, No.4 : Jasa Transportasi : Mobil dan Minibus

Di bawah ini dimuat contoh SIUP. REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERDAGANGAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP) NO. SIUP : 0077110-251PK/1/1994

Nama Perusahaan Alamat Perusahaan

: ........................................................................................... : ........................................................................................... No. Telp ........................................................................... No. Telex ..........................................................................

Nama Pemilik/Penanggung Jawab .................................................................................... :

Alamat Pemilik/Penanggung Jawab .....................................................................................: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ................................................................................. : Golongan Usaha Bidang Usaha Jenis Kegiatan Usaha : .......................................................................................... : .......................................................................................... : ..........................................................................................

Jenis Barang/Jasa Dagagan Utama ................................................................................... : Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ini berlaku untuk melakukan kegiatan Perdagangan di seluruh wilayah Republik Indonesia selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usahanya. Dikeluarkan di Bandung Pada tanggal: Pas Photo (3 x 4 cm) A.n. Menteri Perdagangan Kepala Kantor Wilayah Departemen u.b Kepala Bidang Usaha dan Sarana Perdagangan ( ........................................ ) NIP.

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG KAREES KARTU NOMOR POKOK WAJIB PAJAK No. Reg :001541-4236

NAMA ALAMAT

: PT. YUDHISTIRA : JL. RANCAMAYA KM. 1 BANDUNG 40253

Kode Cabang : Pajak NPWP : 1.201.409.8-424

Kepala

Kantor

Pelayanan

Bandung Karees Kasi. T.U.P

KP.PDI P.4.20 NURHAIDA LUBIS NIP. 060026152

Berikut ini contoh NRP/TDP Bagian muka Formulir Model DEPARTEMEN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TANDA DAFTAR PERUSAHAAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 Tentang Wajib Daftar Perusahaan Nomor Pendaftaran Nama Perusahaan Status Alamat : : Bandung, Kepala Kantor Wilayah Departemen Perdagangan Provinsi Jawa Barat Selaku Kantor Pendaftaran Perusahaan Dati II Yang Mewakili (.................................. ) : Berlaku s/d Tanggal

7. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab.

Dalam hal ini setiap perusahaan perlu menjaga keserasian antarberbagai kegiatan usahanya. Pada dasarnya setiap perusahaan yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup perlu dianalisis sejak awal perencanaannya. Kegiatan perusahaan yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup meiputi: a. Kegiatan perusahaan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial budaya. b. Perubahan yang dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam. Adapun dampak suatu usaha perusahaan terhadap lingkungan hidup antara lain ditentukan oleh: Jumlah manusia yang terkena dampak Luas wilayah persebaran yang terkena dampak Lamanya dampak berlangsung Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak Syarat-syarat pengajuan AMDAL: a. Fotokopi KTP penanggung jawab perusahaan b. Fotokopi akta pendirian usaha c. Fotokopi surat izin usaha d. Fotokopi NPWP e. Fotokopi NRP f. Fotokopi denah lokasi yang menimbulkan dampak lingkungan. Berikut contoh AMDAL: 1. Pendahuluan : Pada umumnya setiap pabrik,bangunan, atau tempat yang dipakai untuk pengelolaan usaha, sudah barang tentu akan menimbulkan dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Oleh karena itu, sesuai dengan keputusan MENKLH No. 51/MENKLH/6/967, bahwa kegiatan yang sedang atau beroperasi wajib membuat dokumen (PEL). Penyajian Melalui Evaluasi PEL ini

Lingkungan

diharapkan dapat diperoleh informasi ada

atau tidak adanya dampak akibat usaha yang nantinya dapat digunakan untuk mencegah atau upaya pencegahan terhadap dampak

lingkungan. 2. Rencana usaha atau kegiatan a. Jenis usaha b. Rencana lokasi : Pabrik tahu : di JI. Cijagra I, RT. 08/RW. 02, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong c. Jarak lokasi dengan pemukiman d. Sarana/fasilitas yang direncanakan 1) Luas area tanah yang digunakan meliputi : a) Bangunan utama b) Pemukiman tenaga kerja c) Panjang jalan dan data letak d) Peralatan yang digunakan dan kapasitasnya :- Blender listrik, panci rebus, dan saringan; - Ketel pemanas, kotak peniris, kain dan pembungkus; - Sendok besar, garpu besar, cangkir, sarung tangan dan tungku.kompor; - Kapasitas produksi 10.000 buah per hari 2) Jeni bahan baku, serta bahan tambahan : a) Jumlah : 1 ton kacang kedelai, 10 kg nigari (bahan pengentaltahu), 100 kg garam dapur, 10 kg lemon juice, 5 kg asam cuka, 5 kg kalsium sulfat, dan lain-lainnya 10 kuintal. b) Volume c) Sifat bahan d) Asal pengambilan bahan e) Sistem pengangkutan f) Cara penyimpanan khusus g) Sistem pembuangan limbah 3) Sumber air dan penggunaannya : Ditampung di dalam bak beton khusus : - Dari air tanah yang digunakan sebagai : 10 kuintal' : Padat dan cair kental : Dari Lembang dan Pangalengan : Dengan mobil truk : Dibungkus rapi dengan karung di gudang : 300 m2 : 450 m2 : 200 m dan lebar 3 m : 500 meter

sumber air cadangan dalam penyediaan air bersih. Kapasitas yang diambil sebesar 50 liter/menit. Pengambilan air tanah dilakukan jika sumber air dari PAM Kotamadya Bandung tidak mengalir atau kualitas airnya kurang baik. Pengeboran sumur pompa sedalam kurang lebih 7 rente atau 42 meter. menurut ketentuan/ peraturan sumur pompa tersebut termasuk kategori diperbolehkan. Penggunaan sumur pompa tersebut tidak secara kontinue, sehingga akan mempunyai dampak relatif kecil terhadap kondisi air tanah dan struktur tanahnya. - Dari air ledeng yang diatur PDAM Kotamadya Bandung 4) Sumber energi 5) Tenaga kerja yang digunakan : Air, api, listrik, dan sinar matahari :Dikerjakan sebanyak 20 orang dari

daerah/wilayah Kelurahan Cianjur Bandung. Pendidikan pekerja pada umumnya lulusan SD dan SLTP. 6) Proses produksi yang.digunakan : Tradisional dan dibantu dengan peralatan semi modern. Pada umumnya

menggunakan tenaga tangan. 3. Sumber-sumber yang kena dampak a. Sungai : DI daerah/wilayah tersebut tidak ada sungai. Palingpaling yang kena dampak adalah parit kecil. Untuk mengatasi dampak, dibuatkan bak dari beton yang dilengkapi dengan resapan. b. Udara : Dari parameter kualitas udara yang ditinjau pada waktu kegiatan, tidak begitu menonjol. Di lokasi pabrik tahu mempunyai konsentrasi debu rata-rata 50 mg/ m3 yang masih di bawah ambang batas, sedangkan

kebisingan tidak begitu kedengaran karena di dalam ruangan pabrik diberi peredam suara dari lapisan karton, triplek, serta secara sederhana ada glasswool. c. Flora dan fauna : Flora di daerah/wilayah pabrik cukup baik, bahkan tumbuh subur. Pohon-pohon

sepanjang JI. Cijagra atau sekitar pabrik cukup hijau dan rindang, tumbuhan

penghias pagar dan rumput manila, serta tehtehan tumbuh subur. Menurut pengamatan langsung di lapangan, tidak ada gangguan pada daun yang tumbuh di sekitar pabrik. Secara umum, kegiatan pabrik tidak

menimbulkan dampak negatif. Akan tetapi, kondisi ini perlu ditingkatkan dengan

pemilihan jenis flora yang berfungsi sebagai estetika dan yang dapat menyerap udara kotor atau kebisingan dari knalpot

kendaraan. Sedangkan keadaan faunanya sangat tergantung kepada keadaan floranya. Limbah cair dari buangan pabrik yang keluar masih di bawah ambang batas, sehingga tidak menyebabkan dampak pada kehidupan fauna. 4. Dampak yang akan terjadi a. Sumber dampak b. Jenis dampak c. Sifat dan tolok ukur dampak : : Dari air limbah : Bau uap atau gas ampas tahu : Masih di bawah ambang batas, dampak relatif kecil terhadap timbulnya penyakit dan pengaruh bau pada lingkungan di sekitarnya. 5. Upaya pengelolaan lingkungan a. Konstruksi : : Dengan munculnya dampak dari pabrik tahu, misalnya air limbah dan ampas tahu yang tidak terpakai lagi, perlu diatasi dengan : - Membuat bak-bak penampungan air limbah

dari beton berikut peresapannya - Ampas tahu dapat diolah untuk dijadikan pelet (bahan makanan ikan) - Menanam pohon-pohonan di sekitar pabrik - Disediakan bak-bak pembuangan sampah - Di dalam pabrik dibuatkan peredam kebisingan dari karton, triplek dan glasswool secara sederhana b. Pasca konstruksi : Pabrik sudah mampu mengendalikan limbah cair dan ampas padat. Masalah zat kimia sama sekali tidak ada. 6. Upaya pemantauan lingkungan a. Jenis dampak yang dipantau b. Lokasi pemantauan : Air limbah dan uap (gas) atau udara : - Di sekitar pabrik - Di sekitar pemukiman penduduk - Di daerah pertanian dan perkebunan penduduk - Di sekitar kolam-kolam penduduk - Di parit-parit di sekitar/di sepanjang jalan Cijagra I c. Waktu pemantauan : d. Cara pemantauan : hid Diawasi dan dikontrol terus Diujicobakan dampaknya Meminta bantuan tenaga ahli lingkungan Setiap hari Seminggu sekali Sebulan sekali

Bandung, 17 Agustus 1993 Pengelola Usaha Laporan : Disampaikan kepada Yth. 1. Pembina Lingkungan Hidup Setwilda TK I, Provinsi Jawa Barat 2. BAPEDAL Provinsi Jawa Barat

3. Pemda TK I Provinsi Jawa Barat 4. Pemda TK II Setempat