Anda di halaman 1dari 19

TEMA : PENGELOLAAN DAN MANAJEMAN

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

DAFTAR ISI Daftar Isi .......................................................................................................i A. Definisi Manajemen ................................................................................1 B. Sejarah Manajemen.................................................................................2 C. Macam-Macam Manajemen ...................................................................5 D. Aplikasi Manajemen ................................................................................9 E. Tahapan Dalam Manajemen ................................................................10 F. Fungsi Pemerintah Dalam Pengelolaan SD Mineral dan Batubara......13 G. Analisis SWOT .....................................................................................15

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

A. DEFINISI MANAJEMEN Manajamen menurut James A. F. Stoner : merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengaendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisai untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya Manajemen menurut George R.Terry : merupakan suatu kumpulan proses untuk mencapai tujuan organisasi, dimana seorang manajer harus memanfaatkan orang lain. Atau dengan kata lain, manajemen adalah proses get things done through other people. Dalam referensi yang lain, manajamen disebutkan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yg dilakukan untuk menetapkan dan mencapai tujuan dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasi. Manajamen menurut Henry Fayol : merupakan ilmu dan seni, merupakan Fungsi-fungsi untuk merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sesuatu. Fungsi-fungsi Manajemen menurut Henry Fayol : 1. Perencanaan (Planning); 2. Mengorganisir (Organizing); 3. Memerintah (Commanding); 4. Mengkoordinir (Coordinating); 5. Mengawasi (Controlling). Manajemen menurut Manullang : merupakan tangkaian fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan. Dimana terdapat 3 hal penting yang terdapat dalam manajemen, yaitu : 1. Tujuan. Yang dengan sendirinya harus ditetapkan terlebih dahulu. 2. Pencapaian tujuan. Melalui atau menggunakan orang lain. 3. Pelaksanaan manajemen. Yang memerlukan bimbingan dan pengawasan agar tujuan yang telah ditetapkan tersebut dapat tercapai. 1

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

Sintesa : berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka manajemen adalah suatu upaya untuk mencapai tujuan dengan beberapa kaidah penting dalam upayanya yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pelaksanaan dan pengawasan. B. SEJARAH MANAJEMEN Sejarah manajemen adalah sama tuanya dengan sejarah manusia. Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorangtanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika ituyang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana. Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains (ilmiah), era manusia sosial, dan era moderen. 1. Era Pemikiran Awal Manajemen. Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen, yaitu : a. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orangmasing-masing melakukan pekerjaan khususperusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 2

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh kerja peniti dapat sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian meningkatkan

produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja. b. Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli. 2. Era Manajemen Ilmiah. Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson. a. Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." b. Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. c. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henri Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen : merancang, mengorganisasi, 3 memerintah, mengoordinasi, dan

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

mengendalikan. d. Perkembangan selanjutnya pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. e. Pada tahun 1946, Peter F. Druckersering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemenmenerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). 3. Era Manusia Sosial. Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. a. Kontribusi lainnya datang dari Mary Parker Follet. Follett (18681933) mengajukan suatu filosifi bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa kompromi atau dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka sebagai mitra, bukan lawan. b. Pada tahun 1938, Chester Barnard (18861961) menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi "efektifefisien". Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi merupakan elemen universal, sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. 4

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu. 4. Era Modern. Era modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality managementTQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (19001993) and Joseph Juran (lahir 1904). a. Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga meningkat. dapat bertahan dalam bisnis; 14 (5) jumlah pekerjaan untuk Deming mengembangkan poin rencana

meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas. b. Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan. C. MACAM-MACAM MANAJEMEN Sebagaimana sudah banyak dituangkan dalam berbagai tulisan ilmiah bahwasannya ilmu manajemen selalu dapat dilihat dalam dua perspektif, yakni normatif dan realitas. 5

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

1. Perspektif normatif. Disebut juga preskriptif atau generik adalah terkait dengan apa yang seharusnya oleh para manajer lakukan dalam mengelola organisasi. Domain normatif biasanya dibatasi oleh teori-teori yang sudah mapan dan bersifat linear-rasional, dikembangkan dengan pendekatan MDSM (manajemen sumberdaya manusia), pendekatan normatif versus kontekstual (siswanto). 2. Perspektif Realitas. Disebut juga profane, deskriptif atau kontekstual adalah pandangan yang terkait denga praktik sebenarnya tentang manajemen di lapangan dalam mengelola organisasi. Domain deskriptif biasanya dikembangkan dari penelitian-penelitian yang bersifat kualitatifeksploratif. Berdasarkan sistemnya, manajemen dapat dibedakan antara lain Management By Objective (MBO), Management Information System (MIS). 1. Management by Objective ( MBO ) digagas pertama kali oleh Peter F.Drucker yang merupakan profesor, praktisi konsultan manajemen dari Claremont Graduate University atau sekarang dikenal dengan nama Peter F.Drucker and Masatoshi Uto Graduate School of Management. MBO digagas pada tahun 1954, dengan tujuan agar para perusahaan dapat berjalan baik harus menetapkan sasaran yang jelas dan secara terpadu agar goal atau tujuan dapat tercapai secara efektif. MBO mendorong setiap tingkatan manajemen berkomitmen untuk partisipasi dalam mencapai rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dalam pelaksanaan MBO ini harus ada kesepakatan antara karyawan dan pimpinan, agar mereka melaksanakan dan memiliki komitmen yang sama, yaitu : a. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bagian / bawahan. b. Perencanaan yang akan dilakukan setiap divisi, untuk mendukung tujuan bersama. c. Standard pengukuran keberhasilan pencapaian tujuan. d. Prosedur untuk mengevaluasi keberhsilan pencapaian tujuan. Untuk mencapai keberhasilan dalam MBO, dibutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak internal di perusahaan. Pimpinan dan karyawan di dalam perusahaan harus memiliki kesepakatan untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik, dimana dicapai melalui proses perencanaan dan implementasi, serta melalui pengawasan bersama dan terintegrasi. Untuk pelaksanaan 6

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

MBO, maka di butuhkan tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Tahap Persiapan, dimana menyiapkan dokumen-dokumen serta datadata yang diperlukan. b. Tahap Penyusunan, dimana menjabarkan tugas pokok dan fungsi-fungsi setiap bagian dalam organisasi, agar seluruhnya terintegrasi mencapai visi dan misi yang dicanangkan oleh perusahaan. Merumuskan keadaan sekarang untuk membantu identifikasi dan antisipasi masalah atau hambatan serta kemudahan-kemudahan. c. Tahap Pelaksanaan, dimana pelaksanaan seluruh kegiatan dan fungsi manajemen secara menyeluruh seperti pengorganisasian, pengarahan, pemberian sinkronisasi. d. Tahap Pengendalian, Monitor, Evaluasi dan Penyesuaian, dimana bertujuan tercapainya tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana stratejik ( Renstra ) melalui kegiatan keseluruhan dalam perusahaan. Penilaian Kinerja diukur dengan : Efesiensi, Efektivitas, Kemanfaatan program dan keberlanjutan program/kegiatan. Evaluasi dilaksanakan terahadap HASIL (OUTCOMES) PROGRAM yang berupa DAMPAK DAN MANFAAT. 2. Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif. semangat dan motivasi, koordinasi, integrasi dan

Tujuan Umum MIS : 7

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

a. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen. b. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi: 1. Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan. 2. Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatankegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran. 3. Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems). 4. Sistem informasi personalia (personal information systems). 5. Sistem informasi distribusi (distribution information systems). 6. Sistem informasi pembelian (purchasing information systems). 7. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems). 8. Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems). 9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems). 10. Sistem informasi analisis software 11. Sistem informasi teknik (engineering information systems). 12. Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

D. APLIKASI MANAJEMEN 1. Pada Militer. Dalam doktrin militer, informasi merupakan bagia integral dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap operasi. Dengan demikian maka setiap langkah yang diambil ditujukan untuk mencapai keunggulan informasi. Saat ini menurut para analis, ada konsep baru yaitu Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, dan Manajemen Pertempuran (k4I / MP) sebagai satu kesatuan yang bulat dalam rangka memenangkan pertempuran. Hal ini menunjukan bahwa ternyata teknologi saja tidak cukup untuk memenangkan pertempuran tetapi manajemen pertempuran juga memegang peran pentingdalam memenangkan perang. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan tuntutan tugas pokok maka penerapan pengetahuan manajemen di lingkungan TNI AD merupakan suatu keharusan. Penerapan pengetahuan manajemen ini dapat diawali dari Lembaga Pendidikan (lemdik) TNI AD sebagai "gudang ilmu". Lemdik merupakan garda depan dalam mencetak sumber daya manusia TNI AD. Dari sinilah seluruh personel TNI AD yang mengawaki organisasi dibentuk. Diharapkan dengan dibuatnya bahan ajaran menggunakan teknologi informasi maka ketersediaan pengetahuan eksplisit menjadi tidak bermasalah karena tersedia dalam bentuk yang mudah diakses secara cepat dengan bantuan komputer. 2. Pada Bidang Pendidikan. Pada bidang pendidikan, aplikasi dapat dilakukan pada pengelolaan kurikulum atau manajemen kurikulum, manajemen personalia atau pengembangan guru, manajemen siswa seperti penerimaan pemberdayaan dan pembinaan siswa. 3. Pada Bidang Kesehatan. Pada bidang ini sepert pengelolaan rumah sakit, manajemen fasilitas dan daya tampung, manajemen tenaga ahli, manajemen keuangan. 4. Pada Bidang Pertambangan. Pada bidang pertambangan aplikasi manajemen dapat dilakukan pada setiap tahap perencanaan pertambangan sesuai dengan Undang-Undang No.4 Tahun 2009 mengenai pertambangan mineral dan batubara. Adapun tahapan perencanaan pertambangan menurut undang-undang tersebut adalah 9

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

sebagai berikut :

Produks i

IUP IUPK Eksplor Eksplor asi asi Masing-masing tahapan dalam

IUP IUPK Operasi Operasi Produksi Produksi perencanaan pertambangan tersebut

dibutuhkan pengaturan atau manajemen agar kegiatan dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Misalkan, pengorganisasian tenaga kerja, penyusunan job description, pelaporan, pengaturan jadwal dibutuhkan dalam penyelidikan umum, eksplorasi, dan seterusnya. E. TAHAPAN DALAM MANAJEMEN Menurut Henry Fayol ada 4 tahapan manejemen yaitu POAC, tahaptahap kegiatan tersebut dinamakan Planning (disingkat P), Organizing (O), Actuating (A), dan Controlling (C). Kegiatan manajemen melalui keempat tahapan tersebut sudah pasti sering kita lakukan di lapangan selama ini, dalam rangka menjalankan manajemen yang baik untuk mencapai tujuan. Walaupun inti tahapan manajemen ada 4 (empat), namun masih dapat dikembang-kan menjadi tahapan manajemen yang lebih rinci. Yang oleh ahli manajemen Sloan dalam bukunya Mine Management, ada 8 tahapan manajemen, yang urutannya : 1. Penetapan tujuan. Dalam menetapkan tujuan, harus diketahui macam kegiatan pada tahapan pengelolaan/manajemen peralatan pertambangan, apakah pada tahapan Penyelidikan umum atau tahapan eksplorasi atau tahapan eksploitasi. Apabila tahapannya adalah tahapan eksploitasi, maka harus ditetapkan terlebih dahulu berapa besar/jumlah produksi yang akan dikerjakan setiap satuan waktu (per tahun, atau per bulan atau per hari); ini biasa disebut dengan sasaran produksi atau target produksi. Dari sasaran produksi ini kemudian dijabarkan menjadi anak kegiatan anak kegiatan yang diperlukan untuk tercapainya sasaran produksi tersebut. Anak kegiatan anak kegiatan ini jumlahnya banyak, mulai dari kegiatan yang berkait dengan aspek hukum (Peraturan-peraturan yang berlaku), aspek ekonomi, aspek teknik dan aspek sosial. 10

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

2. Organisasi. Untuk mencapai tujuan atau untuk menjalankan pekerjaan dalam suatu kesatuan, satu system, atau dalam satu keharmonisan yang dapat menimbulkan sinergi, dibentuklah/dibuatlah organisasi. Tiap pekerjaan dianalisis jenis dan bobotnya sehingga diketahui persyaratan apa yang diperlukan untuk pelaksanaannya; ini disebut job analysis, job description dan job requirement. 3. Staffing. proses manajemen yang berkenaan dengan: - penarikan (recruitment), - penempatan, - pelatihan, - dan pe- ngembangan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu usaha yang sudah di organisasikan untuk mencapai tujuan seperti yang sudah ditetapkan pada awal kegiatan usaha dimulai. 4. Directing. Directing atau pengarahan adalah usaha-usaha untuk memobilisasi sumber- sumber daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Directing ini juga terkandung usaha usaha bagaimana memotivasi orang agar dapat bekerja dengan baik, bagaimana proses kepemimpinan yang memungkinkan pencapaian tujuan serta dapat memberikan suasana hubungan kerja yang baik, dan bagaimana mengkoordinasikan orangorang dan kegiatan-kegiatan dalam suatu badan usaha (organisasi). 5. Koordinasi. Koordinasi didefinisikan sebagai interaksi langsung antara individu-individu dalam suatu organisasi (Badan Usaha) untuk mencapai kinerja serta tujuan organisasi tersebut. Dalam koordinasi perlu diamati adanya suatu kondisi tertentu dalam organisasi yaitu fenomena kelompok formal dan informal dalam suatu organisasi 6. Pelaporan. Dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja, agar terketahui sejauh mana suatu pelaksanaan kegiatan kerja berlangsung, maka harus ditimbulkan mekanisme pelaporan (Reporting). Pada kegiatan Pertambangan, diperlukan adanya laporan fisik, paling sedikit untuk tiap tiga bulan sekali. Bila perlu disertai dengan kunjungan pihak manajemen ke lokasi kerja (plantsite visit). Umumnya peninjauan utnuk penyusunan laporan diutamakan pada masalah teknik/operasional dan pembiayaan. 7. Pengendalian & Pengawasan (Controlling). Pengendalian ini sangat erat hubungannya dengan kegiatan perencanaan, sebab pada pengendalian 11

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

inilah ditumpukan apa-apa yang sudah ditetapkan (dan direncanakan) dapat dicapai atau tidak. 8. Evaluasi. Pada kegiatan manajemen Pertambangan dengan tujuan untuk merealisasikan atau mewujudkan gagasan manajemen, setelah ditetapkan tujuan usaha yang diinginkan, melalui suatu bentuk badan usaha/organisasi dan kemudian menetapkan sarana yang diperlukan (sumberdaya manusia-staffing & directing, maupun sumberdaya yang lain), dapat berhasil (sesuai yang telah ditetapkan/ditarget kan) tetapi dapat juga gagal ataupun megalami kemacetan. Bila demikian sebab-sebabnya perlu dicari dengan mengkaji atau melihat ulang apa-apa yang telah dilakukan, dan apa-apa yang tidak dilakukan, yang demikian ini disebut melakukan evaluasi. Dilihat dari sumber nya, faktor-faktor tadi dapat berasal dari faktor-faktor luar (ekstern), namun dapat pula berasal dari dalam tubuh Perusahaan/Organisasi itu sendiri. Ada banyak sekali faktor-faktor luar yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu Usaha. Sebagai gambaran, dapat dikemukakan beberapa diantaranya: Forecasting (peramalan) pemasaran kurang jitu. Adanya fluktuasi harga pasaran, baik secara seasonal maupun tidak. Kelambatan dalam memproses prosedur-prosedur yang ditentukan Peme-rintah, seperti izin-izin , fasilitas PMA/PMDN, perpajakan, peraturan-peraturan impor dan lain sebagainya. Evaluasi Teknik yang kurang sempurna. dan lain-lain.

12

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

F. FUNGSI PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN SD MINERAL DAN BATUBARA Dalam pengelolaan sumberdaya mineral, pemerintah secara umum memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Sebagai agent of development. Sebagai agent of development, artinya pemerintah adalah wakil dalam pembangunan atau pemerintah menjadi aktor dalam pembangunan. Salah satu pendekatan mengenai hal ini adalah mengikuti diagram alir proses distribusi, konsumsi dan produksi. PASAR FAKTOR PRODUKSI

PRODUSEN

PEMERINTAH

KONSUMEN (RUMAH TANGGA)

PASAR BARANG DAN JASA Dari diagram diatas, kemudian dijabarkan suatu contoh sebagai berikut. Pemerintah melihat kedalam dan keluar mengenai potensi pengembangan sumberdaya mineral. Saat melihat kedalam, pemerintah mengetahui bahwa potensi mineral seperti timah, bijih besi, nikel, emas, perak, tembaga, dapat dipergunakan untuk pengembangan teknologi yang mampu mempermudah kegiatan masyarakat. Saat melihat keluar, pemerintah mengetahui bahwa lingkungan internasional telah berkembang dalam pengolahan bahan-bahan mineral menjadi barang-barang teknologi tinggi yang mampu mempermudah kegiatan masyarakat. Kondisi internal dan eksternal ini memicu permintaan akan barang dan jasa pengelolaan sumberdaya mineral. Saat pemerintah bertindak sebagai agent of development, pemerintah melihat peluang dan potensi akan hal ini, sehingga berbagai kebijakan pembangunan dibuat untuk menjadi mencapai tujuannya. Sebagai contoh, pemerintah dengan BUMN-nya 13

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

melakukan

eksplorasi

sumberdaya

mineral.

Setelah

diketemukannya

cadangan mineral yang potensial, selanjutnya dilakukan kegiatan eksploitasi. Hasil eksploitasi ini, kemudian dikembangkan pemerintah untuk produksi bahan setengah jadi hingga bahan jadi dengan menggunakan bahan mentah tambang tadi. Keterikatan kegiatan produksi ini secara terus menerus menimbulkan multiplier efek, sehingga meningkatkan kegiatan disuatu wilayah, hasilnya adalah wilayah dapat berkembang. Dari contoh ini dapat dilihat bahwa pemerintah terlibat langsung dalam pengembangan sumberdaya mineral. Dengan kata lain pemerintah menjadi agent of development. Selanjutnya, 2. Balancing Agent. Pemerintah sebagai balancing agent adalah pemerintah bertindak secara bijaksana didalam pengembangan sumberdaya mineral. Dalam diagram diatas dapat dilihat bahwa pemerintah memiliki kedudukan yang potensial untuk bertindak adil dalam urusan pengelolaan arus produksi dan konsumsi suatu barang dan jasa. Sebagai contoh, saat pasar barang tambang (suatu mineral) meningkat, artinya permintaan meningkat, maka produsen akan berusaha mengikuti peningkatan permintaan tersebut. Akibat prilaku produsen ini, maka salah satu dampak yang muncul apabila tidak ada pengaturan adalah produsen cenderung mengeksploitasi berlebihan terhadap sumberdaya minerals sehingga kelestarian lingkungan diabaikan. Sehingga, untuk menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran, serta memberikan rambu-rambu terhadap prilaku produsen dan konsumen, pemerintah bertindak sebagai balancing agent. Artinya pemerintah menengahi kegiatan pengembangan sumberdaya mineral yang dilakukan produsen dan konsumen. Beberapa contoh kegiatan pemerintah sebagai balancing agent adalah mengenai penetapan harga barang tambang, penetapan pajak, pengaturan wilayah pertambangan (WP) dengan membagi wilayah yang dapat dijadikan wilayah usaha pertambangan (WUP) dan wilayah pertambangan yang dicadangkan (tidak diusahakan sebagai upaya strategis).

14

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

G. ANALISIS SWOT Analisa terhadap faktor-faktor internal dan eksternal dalam penentuan formulasi strategi sering disebut sebagai analisa situasi atau analisa SWOT. Analisa SWOT merupakan alat untuk merumuskan formulasi strategi. Oleh karena itu, analisa ini mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi organisasi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Karena yang dianalisa adalah faktor-faktor strategis (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi saat ini, analisa ini disebut juga analisa situasi. Pendapat lain mengenai analisis SWOT ini adalah analisis interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu strengths dan weakness dan hubungan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu opportunity dan threats. Kekuatan internal yang datang dari dalam organisasi dapat bersifat sebagai S yaitu kekuatan yang dimiliki organisasi untuk maju dan W, yaitu kelemahan organisasi sendiri yang menghambat kemajuan. Sedangkan kekuatan eksternal yang datang dari luar organisasi bisa bersifat O, yaitu kesempatan yang ada untuk maju, dan T yaitu hambatan-hambatan yang menghalangi organisasi untuk maju. Analisa SWOT membandingkan antara faktor ekternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) seperti diagram kuadran pada gambar di bawah ini.

15

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

BERBAGAI PELUANG
3. Mendukung strategi diversifikasi 1. Mendukung strategi agresif

KELEMAHAN INTERNAL
4. Mendukung strategi defensif

KEKUATAN INTERNAL
2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN

Diagram Kuadran SWOT Keterangan : Kuadran : 1 Merupakan situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan, dan strategi yang dapat diterapkan adalah mendukung kebijakan Kuadran 2 : pertumbuhan yang agresif. Walaupun menghadapi berbagai ancaman , namun masih memiliki kekuatan internal, sehingga strategi yang dapat diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfatkan Kuadran : peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi. 3 Walaupun memiliki kelemahan internal, namun peluang yang ada dapat dimanfaatkan. Strategi yang dapat diterapkan adalah meminimalkan Kuadran : masalah-masalah internal sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. 4 Merupakan situasi tidak menguntungkan, karena menghadapi berbagai ancaman dengan kondisi internal pada posisi lemah. Untuk menentukan strategi dalam menganalisis situasi adalah dengan cara memanfaatkan semua informasi yang telah dikumpulkan dengan menggunakan model kuantitatif strategi seperti model matriks. Dengan model ini dapat digambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman 16

Ringkasan Perkuliahan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Energi

eksternal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Model matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis, yang dapat digambarkan sebagai berikut. Matrik SWOT
STRENGTHS (S) Tentukan OPPORTUNITIES (O) Tentukan faktor-faktor peluang eksternal THREATS (T) Tentukan faktor-faktor ancaman eksternal kekuatan internal Strategi S-O Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi S-T Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. faktor-faktor WEAKNESSES (W) Tentukan kelemahan internal Strategi W-O Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan faktor-faktor

untuk memanfaatkan peluang. Strategi W-T Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.

Keterangan : a. Strategi S-O Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. b. Strategi c. Strategi W-O ini dibuat dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki

perusahaan untuk mengatasi ancaman. Strategi S-T Strategi ini dibuat berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. d. berusaha ancaman. Strategi W-T meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari Strategi ini dibuat berdasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan

17