Anda di halaman 1dari 9

URGENSI PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS DI LUAR PENGADILAN

Kritik terhadap Pengadilan : Peran dan fungsi pengadilan dianggap mengalami beban yang terlampau padat (overloaded) Lamban dan buang waktu (waste of time) Biaya mahal (very expensive) Kurang tanggap (unresponsive) terhadap kepentingan umum Terlapau formalistik (formalistic) dan terlampau teknis (technically)

Ridwan Khairandi dkk menyebutkan beberapa faktor penyebab tidak disukainya penyelesaian sengketa melalui pengadilan : Lamanya proses beracara dalam persidangan penyelesaian perkara perdata ; Lamanya penyelesaian sengketa dapat juga disebabkan oleh panjangnya tahapan penyelesaian sengketa ; Akibat lamanya penyelesaian sengketa, maka biaya perkara tinggi ;

Sidang secara terbuka tidak menjaga kerahasiaan bisnis ; sering terjadi hakim tidak menguasai substansi sehingga tdk profesional ; Adanya citra yang kurang baik terhadap dunia peradilan Indonesia

Faktor-faktor perlunya Aletrnative Dispute Resolution (ADR) : Faktor ekonomis. Biaya murah. Faktor budaya hukum. Komunalitas, kekerabatan, harmoni Luasnya ruang lingkup permasalahan yang dapat dibahas. Felksibel, tdk terikat formalitas Hubungan baik para pihak. Koopertif. Proses. Win win solution.

Bentuk-bentuk ADR : Konsultasi. Tindakan yang bersifat personal antara suatu pihak tertentu (klien) dengan konsultan yang memberikan pendapatnya kepada klien untuk memenuhi keperluan atau kebutuhannya ; Negosiasi (perundingan). Musyawarah tanpa bantuan pihak lain ; Mediasi. Mekanisme penyelesaian sengketa dengan bantuan pihak ketiga (mediator) yang memberikan bimbingan atau arahan. Keputusan tetap ada pada para pihak ;

Konsiliasi (permufakatan). Penyelsaian sengketa dengan intervensi pihak ketiga (konsiliator) yang aktif menyusun dan merumuskan langkahlangkah penyelesaian untuk ditawarkan kepada para pihak yang bersengketa ; Arbitrase. Adjudikasi privat yg melibatkan pihak ketiga (arbiter) yang diberi kewenangan penuh oleh para pihak untuk menyelesaikan sengketa sehingga berwenang untuk mengambil putusan yang bersifat final dan mengikat (binding) ;

Good Office (jasa baik). Penyelesaian sengketa dengan bantuan pihak ketiga yang memberikan jasa baik berupa penyediaan tempat fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh para pihak yang bersengketa untuk melakukan musyawarah atau perundingan guna mencapai penyelesaian ; Summary jury trial (pemeriksaan juri secara sumir). Biasanya dilakukan di negara-negara yang memakai sistem juri seperti amerika. Suatu sengketa diajukan kepada juri tapi keputusan juri tidak mengikat ; Mini Trial (persidangan mini). Hampir sama dengan summary jury trial bedanya tanpa adanya juri. Dalam proses ini pengacara membuat suatu presentasi ringkas dihadapan panel yang terdiri dari wakil masing-masing pihak.

Rent A judge. Para pihak menyewa seorang hakim pengadilan, biasanya yang sudah pensiun. Para pihak membuat suatu kontrak akan mentaati keputusan hakim tersebut. Mediasi Arbitrase. (Med-Arb). Kombinasi antara mediasi dengan arbitrase. Apabila mediasi tidak berhasil dilanjutkan dengan arbitrase.