Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga penulisan makalah dengan judul Mengelola Exposure Transaksi dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini diperuntukkan sebagai pelengkap tugas mata kuliah Manajemen Keuangan Internasional. Kami sebagai kelompok penulis berharap dengan adanya makalah ini maka kita dapat mengetahui dan memahami lebih dalam mengenai pengelolaan exposure transaksi oleh perusahaan multinasional atau MNC. Kami dari kelompok penulis juga menyadari bahwa tak ada hal yang sempurna dan setiap tulisan juga memiliki keterbatasan oleh karena itu bilamana terdapat kesalahan lebih dan kurangnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya.

Makassar, 27 April 2012 Hormat Kami

Kelompok 4

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Daftar Isi

BAB. I PENDAHULUAN .......................................................................................1 A. Latar belakang .....................................................................................1 B. Rumusan Permasalahan .....................................................................2 C. Tujuan Penulisan .................................................................................2

BAB. II PEMBAHASAN ................................................................................. 3 A. Exposure Transaksi dan Cara Pengelolaannya oleh Perusahaan MNC ........................................................................................... 3 B Teknik-Teknik Menghilangkan Exposure Transaksi .................. 5

C. Perbandingan Teknik-Teknik Hedging ..................................... 10


BAB.III PENUTUP .................................................................................................15 A. Kesimpulan ..........................................................................................15

Daftar Pustaka

MENGELOLA EXPOSURE TRANSAKSI

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4

A.CAKRAM ABD. RAHMAN BURHAN DIANAH DWI OLIVIA I FATWA ALSAD GASPAR E.S HERAWATI KADIR HIDAYAT ILHAM SETIAWAN JASMIN INDAH SUCI RAHAYU FIRMAN H

09.12.014 09.12.015 09.12.018 09.12.020 09.12.021 09.12.023 09.12.024 09.12.025 09.12.026 09.12.027 09.12.029 08.12.069 08.12.014

STIE TRI DHARMA NUSANTARA MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang melakukan perdagangan internasional. Perusahaan multinasional (MNC) dalam melakukan transaksi transaksi internasional terkadang menghadapi resiko sebagai akibat dari adanya fluktuasi nilai tukar. Adanya fluktuasi nilai tukar ini menyebabkan transaksi transaksi internasional yang dilakukan oleh MNC menjadi terpengaruh sehingga memberikan dampak terhadap penilaian kinerja perusahaan multinasional MNC. Kondisi dimana kinerja perusahaan terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar disebut dengan exposure. Exposure ini terdiri dari 3 jenis yaitu exposure transaksi, exposure ekonomi, dan exposure translasi. Untuk dapat menekan besarnya exposure yang terjadi maka perusahaan multinasional harus mampu mengukur seberapa besar transaksi perusahaan terekspos oleh adanya fluktuasi nilai tukar sehingga perusahaan dapat menentukkan tekhnik tehnik yang akan digunakan untuk menghadapi kondisi tersebut. Exposure transaksi merupakan exposure yang terjadi ketika perusahaan multinasional melakukan suatu transaksi kas dimasa depan seperti pembayaran hutang dan piutang dagang luar negri. Dimana bila pada saat terjadi pembayaran piutang atau hutang dimasa depan ternyata terjadi fluktuasi maka akan berdampak pada besarnya jumlah yang akan akan dikeluarkan oleh kas dimasa depan sesuai dengan fluktuasi yang terjadi.

B. Rumusan Permasalahan Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai permasalahan tentang exposure transaksi menyangkut beberapa hal yaitu : Pengelolaan exposure transaksi oleh MNC Menjelaskan tehnik tehnik yang digunakan dalam meng hedged exposure transaksi Perbadingan Keunggulan dan Kelemahan dari tiap tehnik hedging Metode metode lain yang dapat digunakan dalam mengurangi tingkat resiko nilai tukar

C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah aga kita dapat mengetahui dan memahami tentang exposure transaksi dan bagaimana cara pengelolaannya oleh perusahaan multinasional (MNC).

BAB II PEMBAHASAN

A. Exposure Transaksi dan Cara Pengelolaannya oleh Perusahaan MNC Exposure Transaksi muncul pada saat transaksi-transaksi kas dimasa depan dari sebuah perusahaan yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan AS yang membeli barang dari Jerman membutuhkan mark untuk melakukan pembayaran. Walaupun perusahaan mungkin tahu secara pasti berapa banyak mark yang akan dibutuhkan, perusahaan tidak tahu berapa banyak dolar yang akan dibutuhkan untuk ditukarkan dengan mark. Ketidak pastian ini terjadi karena nilai tukar antara mark dengan dolar berfluktuasi secara setiap saat. Pertimbangkan juga sebuah perusahaan multinasional AS yang memiliki piutang dalam valuta asing. Piutang masa depannya dikatakan terekspose terhadap pergerakan nilai tukar karena perusahaan tidak mengetahui secara pasti berapa banyak dolar yang akan diperoleh pada saat piutang valuta asing tersebut dikonversikan kedalam dolar. Jika exposure transaksi eksis, perusahaan memiliki tugas penting Pertama, Perusahaan harus mengidentifikasi besarnya exposure transaksi tersebut. Kedua, perusahaan harus memutuskan perlu tidaknya meng-hedge sebagian atau seluruh exposure. Terakhir, jika memutuskan untuk meng-hedge sebagian atau seluruh exposure transaksi, perusahaan harus memilih berbagai teknik hedging yang tersedia. 1. Mengidentifikasi Exposure Transaksi Netto. Sebelum membuat keputusan apapun yang bersangkutan dengan hedging, perusahaan Multinasional harus terlebih dahulu mengidentifikasi Exposure Transaksi Netto (net transaction exposure) individual berbasis valuta-per-valuta. Istilah netto disini mengacu kepada gabungan dari semua arus kas masuk dan keluar dimasa depan, pada waktu tertentu dan untuk valuta tertentu. Manajemen pada masing-masing anak perusahaan memainkan peranan penting dalam proses melaporkan arus kas masuk dan

keluar dimasa depan ke perusahaan induk. Kemudian, manajemen perusahaan induk menggabungkan dan mengkonsolidasikan laporan anak perusahaan dalam rangka mengidentifikasi, bagi perusahaan multinasional secara keseluruhan, posisi netto dalam masin-masing valuta selama beberapa periode kedepan. Perusahaan multinasional dapat mengidentifikasi exposure-nya dengan menilai laporan konsolidasi. Sebagai contoh, salah satu anak perusahaan mungkin memiliki piutang netto dalam mark yang akan jatuh tempo dalam 3 bulan dari sekarang, sementara anak perusahaan yang lain memiliki hutang netto juga dalam mark. Jika mark mengalami apresiasi, anak perusahaan yang pertama akan diuntungkan dan anak perusahaan yang kedua akan dirugikan. Tetapi, dampak apresiasi mark atas perusahaan multinasional secara keseluruhan ditentukan atas selisih antara piutang dengan hutang. Jadi, exposure transaksi netto merupakan selisih antara arus kas arus kas masa depan dalam suatu valuta dengan arus kas arus kas keluar masa depan dalam suatu valuta yang sama.

2. Hedge or No Hedge Sebelum perusahaan-perusahaan multinasional melakukan tehnik hedging maka perusahaan MNC harus menentukan apakah hedging yang dilakukan bermanfaat atau tidak .contoh, Asumsikan jika sebuah perusahaan yang tengah mempertimbangkan untuk meng-hedge kewajiban-kewajiaban masa depan dalam suatu valuta asing dengan menggunakan kontrak forward. Jika kurs spot dimasa depan melebihi kurs forward hari ini, maka perusahaan multinasional yang dimaksud akan menghemat uang jika menghedge kewajiban netto tersebut (Dibandingkan jika perusahaan tidak melakukan hedging). Namun Jika kurs spot dimasa depan lebih kecil dari pada kurs forward maka perusahaan tersebut akan kehilangan uang jika meng-hedge kewajiban nettonya. Banyak perusahaan multinasional seperti Black and Decker, Eastman Kodak Company, Merck & Company, dan Zenith Electronuks Corporation, hanya melakukan hedging dalam situasi dimana mereka memperkirakan valuta akan bergerak dalam arah yang akan membuat hedging bermanfaat. Yaitu, mereka meng-hedge kewajiban masa depan jika mereka memperkirakan valuta yang mendominasi kewajiban tersebut akan mengalami apresiasi. Selain itu, mereka akan meng-hedge piutang masa depan jika mereka mengalami depresiasi. Sebagai contoh, Zenith meng-hedge pembayaran impor komponen dari Jepang hanya jika Zenith memperkirakan yen akan mengalami apresiasi.

Namun terdapat juga perusahaan multinasional seperti Seagram Company yang melakukan hedge untuk menciptakan kepastian kurs dimasa depan. Dimana hedging yang dilakukan memungkinkan perusahaan untuk mengetahui besarnya arus kas dimas datang yang akan muncul dari setiap transaksi valuta asing yang telah ditandatangani atau disetujui. Secara umum keputusan untuk melakukan hedging, berapa besar nilai yang akan di hedge, dan tehnik apa yang akan digunakan bervariasi menurut risk aversion yang dimiliki manajemen multinasional dan peramalan akan nilai tukar. 3. Memutuskan Melakukan Tehnik Hedge Jika suatu perusahaan memutuskan untuk melakukan tehnik hedging dalam menghadapi exposure transaksi baik itu sebagian atau seluruhnya maka perusahaan multinasional dapat menggunakan beberapa perangkat hedging diantaranya adalah kontrak future, kontrak forward, instrumen pasar uang dan valuta asing.

B. Tehnik Tehnik Menghilangkan Exposure Transaksi Jika perusahaan multinasional memutuskan untuk meng-hedge sebagian atau seluruh exposure transaksi-nya, mereka dapat menggunakan perangkat hedging berikut ini : Kontrak futures Kontrak forward Instrumen pasar uang Opsi valuta

1. Hedging Memakai Futures Kontrak currency futures dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaanyang ingin meng-hedge exposure transaksi. Kontrak futures dalam banyak hal serupa dengan kontrak forward. Kontrak forward lebih umum bagi transaksi-transaksi bernilai besar sementara kontrak futures mungkin lebih cepat bagi perusahaan-perusahaan yang ingin meng-hedge exposure transaksi yang bernilai kecil.

Sebuah perusahaan yang membeli kontrak currency futures berhak menerima suatu valuta asing dengan jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada tanggal tertentu. Untuk meng-hedge kewajiban valuta asing di masa depan, perusahaan mungkin ingin membeli kontrak currency futures yang mewakili valuta yang sama dengan valuta yang mendominasi kewajiban tersebut. Walaupun currency futures dapat mengurangi exposure transaksi perusahaan, currency futures kadang-kadang bisa merugikan. Yaitu, jika setelah perusahaan meng-hedge kewajiban di masa depan, kurs spot di masa depan ternyata lebih rendah daripada kurs yang disepakati oleh currency futures (karena valuta asing yang dimaksud telah mengalami depresiasi). Sebuah perusahaan yang menjual kontrak currency futures berhak menjual suatu valuta asing dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada tanggal tertentu. Sama seperti pembelian kontrak currency futures, penjualan kontrak currency futures juga bisa merugikan. 2. Hedging Memakai Forward Kontrak forward sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang ingin melakukan hedging. Untuk melakukan hedging memakai kontrak forwad, perusahaan multinasional harus membeli kontrak forward untuk valuta yang sama dengan valuta yang mendominasi kewajiban dimasa depan. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan multinasional yang berbasis di AS akan harus membayar SF1.000.000 kepada sebuah pemasok dari swiss 30 hari dari sekarang, perusahaan tersebut dapat membeli kontrak forward franc swiss dari sebuah bank untuk mengakomodasi pembayarannya. Bank, dengan demikian, setuju untuk menyediakan franc swiss kepada MNC AS tersebut 30 hari dari sekarang dan menerima dolar. Kontrak forward ditujukan untuk memastikan nilai tukar konversi franc swiss dengan dolar AS. Hedge yang dilakukan dengan kontrak forward ini memberikan kepastian kepada perusahaan akan besarnya nilai dolar AS yang akan dikonversikan dalam franc. 3. Hedging Memakai Instrumen Pasar Uang Hedging memakai instrument pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang dimasa depan. Hedging

hutang dan piutang memakai instrument pasar uang akan dibahas secara terpisah sebagai berikut. 3.1. Hedging Hutang Memakai Instrumen Pasar Uang. Pertama, akan diilustrasikan hedging pasar uang sedehana, dimana sebuah perusahaan memiliki kelebihan kas. Kemudian, contoh kedua akan memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan dapat menggunakan hedging pasar uang untuk meng-hedge hutang, walaupun perusahaan tersebut tidak memiliki kelebihan kas. Dalam banyak kasus, perusahaan lebih suka meng-hedge hutang tanpa menggunakan saldo kas mereka. Hedging pasar uang masih dapat digunakanuntuk situasi seperti ini, tetapi memerlukan dua posisi dalam pasar uang : (1) meminjam dana dalam valuta asal, dan (2) melakukan investasi jangka pendek dalam valuta asing. Sebagai ilustrasi, pertimbangkan lagi contoh diatas dimana sebuah perusahaan AS membutuhkan SF1.000.000 untuk membayar kewajiban 30 hari dari sekarang. Ingat juga bahwa jumlah dolar AS yang dibutuhkan pada awal periode investasi adalah $646.766, yang akan menghasilkan SF1.000.000 pada akhir periode investasi. Jika tidak memiliki kelebihan kas, perusahaan AS tersebut dapat meminjam $646.766 dari bank AS, kemudian menukarkannya dengan franc swiss, dan terakhir membeli instrument investasi jangka pendek franc swiss. Karena investasi dalam instrument franc swiss pada saat jatuh tempo akan mampu menutupi posisi hutang dimasa depan, perusahaan AS hanya perlu mengkhawatirkan pelunasan kredit kepada bank AS 30 hari dari sekarang. Instrument pasar uang yang digunakan untuk meng-hedge hutang valas dapat diikhtisarkan sebagai berikut. Langkah 1. Meminjam $646.766 dari bank AS, katakanlah dengan suku bunga 0,7% sepanjang periode 30 hari. Langkah 2. Mengkonversikan $646.766 menjadi SF995.025, berbasis kurs $0,65. Langkah 3. Menginvestasikan SF995.025 dalam instrument franc swiss yang memberikan 0,5% selama 30 hari. Langkah 4. Melunasi pinjaman kepada bank AS, beserta bunganya; jumlah yang harus dibayarkan adalah $651.293 ($646.766 x 1,007).

3.2. Hedging Piutang Memakai Instrument Pasar Uang. Pertimbangkan sebuah perusahaan AS yang akan menerima DM400.000 90 hari

dari sekarang. Hedging pasar uang sederhana dapat diimplementasikan jika perusahaan tersebut juga berencana meminjam dolar AS untuk jangka waktu 90 hari. Dalam hal ini daripada meminjam dolar, perusahaan dapat meminjam mark dan mengkonversikan kedalam dolar. Dengan mengasumsikan suku bunga tahunan 8% atau 2% selama 90 hari, jumlah mark yang harus dipinjam untuk meng-hedge piutang dimasa depan adalah, jika perusahaan meminjam dana DM392.157 dan mengkonversikannya kedalam dolar, maka piutang dapat digunakan melunasi pinjaman mark pada saat jatuh tempo. Sementara itu, dana pinjaman dapat digunakan oleh perusahaan untuk tujuan lain. Dalam sejumlah kasus, perusahaan mungkin tidak berencana meminjam dana untuk jangka waktu 90 hari. Dalam hal ini hedging pasar uang tetap dapat digunakan untuk meng-hedge piutang dimasa depan jika perusahaan mengambil dua posisi dalam pasar uang : (1) meminjam valuta asing yang mendominasi piutang dimasa depan, dan (2) berinvestasi dalam valuta asal. Hasil hedging memakai instrument pasar uang dalam contoh ini dapat dibandingkan dengan hasil hedging memakai kontrak forward untuk menentukan tipe hedging mana yang lebih baik. Karena hasil dari kedua hedging sebelumnya, perusahaan sebaiknya

mengimplementasikan tipe hedging yang paling menguntungkan. Sama seperti hedging hutang, perusahaan tidak tahu apakah teknik hedging piutang yang dipilih akan mengungguli strategi tanpa-hedging sampai periode hedging berakhir. 4. Hedging Memakai Opsi Valuta Perusahaan-perusahaan menyadari bahwa perangkat-perangkat hedging seperti kontrak forward dan instrument pasar uang kadang-kadang dapat merugikan jika valuta dari hutang mengalami depresiasi atau valuta dari piutang mengalami apresiasi sepanjang periode hedging. Dalam hal ini, strategi tanpa-hedging mungkin akan mengungguli hedging memakai kontrak forward atau instrument pasar uang. Tipe hedging yang ideal harus mampu mengisolasi perusahaan dari pergerakan nilai tukar yang mungkin merugikan dan juga memungkinkan perusahaan untuk mengambil manfaat dari pergerakan nilai tukar yang menguntungkan. Pemakaian opsi valuta untuk hedging yaitu sebagai berikut : 4.1. Hedging Hutang Memakai Currency Call Option

Currency call option memberikan hak untuk membeli suatu valuta dalam jumlah tertentu dengan harga tertentu (exercise price) selama periode waktu tertentu. Tetapi, tidak seperti kontrak futures atau kontrak forward, currency call option tidak mewajibkan pemiliknya untuk membeli valuta pada harga yang ditentukan. Sebagai ilustrasi, pertimbangkan sebuah perusahaan yang memiliki hutang dalam pounds inggris. Jika kurs spot pound tetap lebih rendah daripada exercise price sepanjang periode opsi, perusahaan yang membutuhkan pound dapat membiarkan opsinya kadaluarsa dan membeli pound dalam pasar spot saja. 4.2. Hedging Piutang Memakai Currency Put Option Sama seperti currency call option, currency put option juga perangkat hedging yang bermanfaat. Currency put option memberikan hak untuk menjual suatu valuta dalam jumlah tertentu (exercise price) sepanjang periode waktu tertentu. Currency put option dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk meng-hedge piutang valas di masa depan, karena put option menjamin harga jual (yaitu, exercise price) dari piutang di masa depan. Currency put option berjalan dari valuta asing berada diatas exercise price pada saat menerima pembayaran piutang, perusahaan dapat menjual valuta yang diterima dalam pasar spot dan membiarkan put option kadaluarsa.

C. Perbandingan Tehnik Tehnik Hedging Ketika menggunakan kontrak futures, kontrak forward, atau instrumen pasar uang untuk melakukan hedging, perusahaan dapat mengestimasi jumlah valuta Negara asal yang akan dibutuhkan untuk melunasi kewajiban valas di masa depan, atau jumlah valuta asal yang akan diterima dari piutang valas di masa depan. Jadi, perusahaan dapat membandingkan biaya dan penerimaan serta menetukan teknik hedging mana yang lebih tepat. Namun arus kas yang terkait dengan hedging memakai opsi valuta tidak bisa ditentukan secara pasti, karena biaya pembayaran hutang dan pendapatan yang diterima dari piutang tidak diketahui di muka. Masing-masing teknik hedging diikhtisarkan sebagai berikut ini. Review Teknik-teknik Hedging Exposure Transaksi Perangkat Hedging Untuk Meng-hedge Hutang Untuk meng-hedge Piutang

1. Kontrak futures

Membeli kontrak currency futures yang mewakili valuta yang sama dengan valuta yang mendominasi hutang.

Menjual kontrak currency futures dengan valuta yang mendominasi hutang.

2. Kontrak forward

Membeli kontrak forward yang mewakili valuta yang sama dengan valuta yang mendominasi hutang.

Menjual kontrak forward dengan valuta yang mendominasi hutang.

3. Instrumen pasar uang

Meminjam valuta local dan mengkonversikannya kedalam valuta yang mendominasi hutang. Kemudian, menginvestasikan dana ini sampai hutang jatuh tempo dan melunasinya.

Meminjam valuta asing yang mendominasi hutang dan mengkonversikannya kedalam valuta local, serta menginvestasikan valuta local tersebut. Kemudian, melunasi pinjaman memakai arus kas masuk dari piutang.

4. Opsi valuta

Membeli currency call option Membeli currency put untuk valuta yang mendominasi hutang optionuntuk valuta yang mendominasi piutang

D. Tehnik Tehnik Hedging Alternatif Kadang-kadang sebuah perusahaan tidak mampu menghilangkan exposure transaksi sepenuhnya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan tidak selalu mampu memproyeksikan nilai penjualan (atau arus kas keluar) di masa depan yang didenominasi dalam valuta asing secara akurat. Jika tidak tersedia atau terlalu mahal, perusahaan dapat mempertimbangkan metode-metode yang dapat digunakan, paling tidak, untuk mengurangi exposure. Metode-metode yang dimaksud diantaranya adalah : 1. Percepatan dan Perlambatan

Tindakan percepatan dan perambatan mencerminkan penyesuaian dalam waktu pembayaran atau penerimaan untuk mencerminkan ekspektasi mengenai nilai tukar di masa depan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan multinasional AS yang memiliki anak perusahaan diseluruh dunia. Sebuah anak perusahaan berada di Inggris dan membeli sejumlah bahan baku dari anak perusahaan lain di Jeman. Asumsikan bahwa bahan baku didenominasi dalam mark Jerman. Jika anak perusahaan Inggris memperkirakan pound akan segera mengalami depresiasi terhadap mark, anak perusahaan ini dapat mempercepat pembayaran sebelum pound mengalami depresiasi. Strategi ini dinamakan dengan percepatan (leading). Sebagai contoh kedua, bahwa anak perusahaan Inggris tersebut memperkirakan pound akan segera mengalami apresiasi terhadap mark. Dalam hal ini, anak perusahaan tersebut dapat menunda pembayaran sampai benar-benar pound mengalami apresiasi. Dengan begini, jumlah pound yang harus dikeluarkan bisa lebih kecil. Strategi ini dinamakan dengan perlambatan (lagging). 2. Cross-Hedging Cross-hedging merupakan metode umum yang dipakai untuk mengurangi exposure transaksi pada suatu valuta tidak dapat di-hedge. Asumsikan bahwa sebuah perusahaan AS memiliki hutang dalam Valuta X 90 hari dari sekarang. Karena khawatir valuta X akan mengalami apresiasi terhadap dolar AS, perusahaan tersebut ingin meng-hedge posisi seperti ini. Jika kontrak forward dan teknik hedging lain tidak tersedia untuk valuta X ini, perusahaan dapat menggunakan cross-hedging, dimana perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi valuta lain (katakanlah Valuta Y) yang dapat di-hedge dan memiliki korelasi yang tinggi dengan dengan valuta X. kemudian perusahaan dapat membeli kontrak forward 90 hari yang mendasari valuta Y. Sebagai ilustrasi kedua mengenai cross-hedging, asumsikan sebuah perusahaan AS yang memiliki arus kas netto masuk dalam mark Jerman dan arus kas keluar netto dalam franc swis. Karena kedua valuta tersebut biasanya bergerak searah relative terhadap dolar AS, cross-hedging dapat diterapkan. Jika mark ternyata mengalami depresiasi terhadap dolar AS, maka jumlah dolar yang akan diterima menjadi lebih rendah. Tentu saja, franc swiss kemungkinan besar juga kan mengalami depresiasi terhadap dolar (walaupun belum tentu dengan persentase yang sama). Jadi, jumlah dolar yang harus dikeluarkan untuk

melakukan pembayaran juga menjadi lebih kecil. Terlepas dari apakah kedua valuta ini mengalami apresiasi atau depresiasi terhadap dolar AS, perusahaan As dalam contoh ini akan agak terlindungi dari fluktuasi nilai tukar karena kedua valuta memiliki korelasi yang tinggi. 3. Diversifikasi Valuta Metode ketiga yang bisa dipakai untuk mengurangi exposure transaksi adalah diversifikasi valuta. Pertimbangkan sebuah perusahaan multinasional AS yang memiliki bisnis utama ekspor-impor dan mempunyai lebih banyak arus kas masuk daripada arus kas keluar dalam tiap valuta asing. Dalam hal ini, perusahaan multinasional ini akan dirugikan jika dolar menguat karena jumlah dolar yang diterima dari arus kas masuk valuta asing menjadi lebih kecil. Jika semua arus kas masuk didenominasi dalam satu atau beberapa valuta asing, depresiasi substansial salah satu valuta akan sangat mengurangi nilai dolar dari arus kas masuk. Namun, depresiasi substansial salah satu valuta tidak akan begitu merugikab jika valuta tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak valuta yang terekspos bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena arus kas masuk dalam satu valuta hanya mewakili sebagian kecil dari arus kas masuk yang dimiliki perusahaan dan, dengan demikian, tidak akan banyak merugikan perusahaan AS jika valuta mengalami depresiasi.

Nilai dolar dari arus kas masuk valuta asing di masa depan akan lebih stabil jika valuta-valuta asing yang akan diterima tidak memiliki korelasi yang tinggi satu sama lain. Korelasi positif yang rendah atau korelasi negative dapat mengurangi variabilitas nilai dolar dari semua arus kas masuk valuta asing. Jika valuta-valuta asing memiliki korelasi positif tinggi satu sama lain, diversifikasi tidak akan efektif mengurangi risiko. Yaitu, jika salah satu valuta mengalami depresiasi secara substansial, valuta-valuta lain juga akan mengalami hal yang sama.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN Perusahaan multinasional dalam mengelola exposure transaksi memiliki 3 fokus utama yaitu : (1) Identifikasi Exposure Transaksi Netto (2) Menentukan Hedge or No Hedge (3) Menentukan tehnik tehnik dalam mengurangi exposure transaksi bilamana perusahaan memutuskan untuk melakukan hedge Tehnik tehnik dalam melakukan hedge dapat menggunakan beberapa perangkat yaitu kontrak futures, kontrak forward, instrument mata uang dan opsi valuta. Untuk meng-hedge hutang, kontrak futures atau kontrak forward yang mendasari valuta asing dapat dibeli. Atau, strategi hedging pasar uang dapat diterapkan, di mana perusahaan multinasional meminjam valuta Negara asal dan kemudian mengkonversikannya kedalam valuta asing yang akan dibutuhkan dimasa depan.

Terakhir, untuk meng-hedge hutang, perusahaan multinasional juga dapat membeli call option. Untuk meng-hedge piutang, perusahaan multinasional dapat menjual kontrak futures atau kontrak forward yang mendasari valuta asing. Atau, strategi hedging pasar uang dapat dipakai, dimana perusahaan multinasional meminjam valuta asing yang akan diterima di masa depan dan kemudian mengkonversikannya ke dalam valuta Negara asal, pinjaman nanti dilunasi memakai piutang. Terakhir, perusahaan multinasional yang ingin meng-hedge piutang juga dapat membeli put option. Jika teknik-teknik hedging tidak tersedia, masih ada sejumlah metode yang dapat digunakan untuk mengurangi exposure transaksi, seperti percepatan dan perlambatan, cross-hedging, dan diversifikasi valuta.

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

http://pksm.mercubuana.ac.id/new/.../files.../31027-10-855787408135.doc http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=753:carapengelolaan-eksposur-transaksi&catid=41:pasar-uang-internasional&Itemid=72 http://www.managementfile.com/journal.php?id=46&sub=journal&awal=40&page= risk Kuncoro, Mudrajad.Manajemen Keuangan Internasional Pengantar Ekonomi dan Bisnis Global.Edisi 2.Yogyakarta:BPFE. Madura,.Jeff.2006.Manajemen Keuangan Internasional.Edisi 4.Jakarta: (s.n). http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=787:makalahmanaging-transaction-exposure&catid=41:pasar-uang-internasional&Itemid=72