Anda di halaman 1dari 65

Kelompok VII

Struktur Beton 2 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pelat adalah elemen horisontal struktuk yang mendukung beban mati maupun
beban hidup dan menyalurkannya kerangka vertikal dari sistem struktur.
Berdasarkan perbanding antara bentang yang panjang dan bentang yang
pendek, pelat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pelat satu arah dan pelat dua arah.
Pelat satu arah jika perbandingan antara bentang panjang dan bentang pendek pelat
dua kali atau lebih, sedangkan pelat dua arah jika pebandingan bentang panjang dengan
bentang pendek pelat kurang dari dua. Pelat satu arah lazim dirancang sebagai balok
dengan lebar tertentu.
Perancangan dan analisis pelat satu arah dan dua arah dapat dilakukan dengan
beberapa metoda. Oleh karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, maka
metoda perancangan pelat juga mengalami perkembangan termasuk juga peraturan
yang digunakan.
Peraturan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SK
SNI 03-2847-2002) adalah peraturan beton yang baru untuk menggantikan Peraturan
Beton SK SNI-T-15-1991-03. Dalam peraturan baru ini banyak perbedaan yang ada SK
SNI-T-15-1991-03, baik dalam dasar-dasar perencanaan maupun persyaratan
perencanaan. Untuk perancangan dan analisis struktur pelat juga banyak perbedaannya.

Tujuan
Perancangan dan Analisis Sistem Pelat Lantai Dua Arah Menurut SK SNI 03-2847-
2002 ini bertujuan menampilkan perancangan sistem pelat lantai beserta persyaratan-
persyaratan yang mengatur secara detail dan terperinci. Serta membandingkan
perbedaan antara SK SNI-T-15-1991-03 dengan SK SNI 03-2847-2002.

Kelompok VII

Struktur Beton 2 2

Batasan Permasalahan
Untuk dapat menampilkan pembahasan perancangan dan analisis sistem pelat
lantai dengan detail dan terperinci, maka batasan masalah yang diambil adalah
perancangan sistem pelat lantai dua arah. Perencanaan ini meliputi persyaratan-
persyaratan, penentuan gaya-gaya dalam, perencanaan tulangan dan penggambaran
hasil perancangan.





















Kelompok VII

Struktur Beton 2 3

1. Suatu bangunan bertingkat banyak dengan sebagian denah lantai tampak pada
Gambar 1.1. Digunakan sistem lantai tanpa balok dengan kolom persegi, tinggi
bersih tiap lantai 3,50 m. Bangunan tidak mengalami gempa bumi sehingga yang
ditinjau hanyalah beban gravitasi dengan beban hidup 2,40 kPa, beban mati 0,50
kPa, sedang f
c
= 30 Mpa, f
y
= 400 Mpa. Rencanakan panel plat ujung dan
penulangan yang diperlukan.

Gambar 1.1














Kelompok VII

Struktur Beton 2 4



Penyelesaian :

Pemeriksaan penggunaan metode perencanaan langsung :
a) Nilai banding panjang terhadap lebar bentang < 2 (SKSNI 03-2847-2002
pasal 15.6.1.2)
7,2/5,5 < 2
1,31 < 2 sehingga berlaku aksi dua arah
b) Masing-masing arah lebih dari tiga bentang dengan panjang bentang
bersebelahan sama, semua kolom duduk pada sumbunya.
c) Pada awal langkah dianggap tebal plat 220 mm

Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
W
DL
= 0,50 + 0,22 (23 ) = 5,56 kPa
Syarat perencanaan plat : 2 kali beban mati (W
DL
) > beban hidup (W
LL
)
3 W
DL
> W
LL

3 (5,56) > 2,40 kPa
16,68 > 2,40 Kpa

Sedangkan berdasarkan SKSNI 03-2847-2002 pasal 15.6.1.5
W
DL
= 0,50 + 0,22 (23 ) = 5,56 kPa
Syarat perencanaan plat : 2 kali beban mati (W
DL
) > beban hidup (W
LL
)
2 W
DL
> W
LL

2 (5,56) > 2,40 kPa
11,12 > 2,40 Kpa
Dengan demikian metode perencanaan langsung dapat digunakan.

Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat lendutan :
l
n1
arah memanjang = 7200 (450) (500) = 6725 mm = 6,725 m
l
n2
arah melebar = 5500 (500) (500) = 5000 mm = 5,0 m
nilai banding panjang terhadap lebar bentang bersih,

345 , 1
5000
6725
= = |

seluruh keliling
menerus yang balok
S
_
_ _
= |
Kelompok VII

Struktur Beton 2 5


78 , 0
) 50 , 5 20 , 7 ( 2
2 , 7 5 , 5 2 , 7
=
+
+ +
=
s
|
Kekakuan balok
0 =
n
o karena balok tanpa tepi
Pemeriksaan lendutan,
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03

)
`

+ +
|
|
.
|

\
|
+
=
|
o |
1
1 ( 12 , 0 5 36
1500
8 , 0
m
n
y
l
f
h

Karena
m
= 0, maka unsur kekakuan dalam persamaan tersebut menjadi negatif,
sehingga menggunakan persamaan berikut :

) (
9 36
1500
8 , 0
n
y
l
f
h
| +
|
|
.
|

\
|
+
s

dan ) (
36
1500
8 , 0
n
y
l
f
h
|
|
.
|

\
|
+
s


Dipilih menggunakan yang terakhir dengan panjang bentang yang menentukan,

mm h
h
3 , 199
) 6725 (
36
1500
400
8 , 0
=
|
.
|

\
|
+
=


Karena tidak menggunakan balok tepi, tebal tersebut harus ditambah 10%, dengan
demikian h = 219 mm, yang kurang lebih sama dengan perkiaan semula, sehingga tetap
menggunakan h = 220 mm.
Persyaratan tebal minimum plat tanpa balok menurut peraturan SK SNI T-15-1991-03
adalah 120 mm. Maka, perhitungan d = 220 25 = 195 mm.



Kelompok VII

Struktur Beton 2 6

Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.5.3.2.(a)

{ } 2 , 0 5 36
1500
8 , 0
+
|
|
.
|

\
|
+
=
m
n
y
l
f
h
o |

Karena
m
= 0, maka unsur kekakuan dalam persamaan tersebut menjadi negatif,
sehingga berdasarkan peraturan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.5.3.2.(a) bahwa pelat
tanpa balok interior yang menghubungkan tumpuan-tumpuannya dan mempunyai rasio
bentang panjang terhadap bentang pendek yang tidak lebih dari dua, harus memiliki
tebal plat minimal 120mm. Sehingga tebal plat rencana dapat digunakan.

Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat gaya geser :
W
U
= 1,6 W
LL
+ 1,2 W
DL

W
U
= 1,6 (2,40) + 1,2 (5,56)
W
U
= 10,512 kPa = 11 kPa

Kolom Interior :
Gambar 1.2


Kelompok VII

Struktur Beton 2 7

Gaya geser netto terfaktor keliling kolom,
VU = [ ( l
1
) ( l
2
) ( c
1
+ d ) ( c
2
+ d ) ] W
U
VU = [ ( 7,2 ) ( 5,5

) ( 0,5 + 0,195 ) ( 0,5 + 0,195 ) ] 11
VU = 430,3 kN

Luas permukaan bidang geser,
v A
C
= ( b
0
) ( d )
A
C
= 2d ( c
1
+ c
2
+ 2d )
A
C
= 2 (195) ( 500 + 500 + 390 )
A
C
= 542100 mm
2
v |
C
= nilai banding sisi panjang dan pendek kolom = 500/500 = 1,0

v Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
|
U
n
V
V = kN 2 , 717
60 , 0
3 , 430
= =

Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3)
|
U
n
V
V = kN 73 , 573
75 , 0
3 , 430
= =
( nilai berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3) )

Mencari nilai terkecil V
C
dari,
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
1) Ac f V
c
c
c
'
4
2
|
|
.
|

\
|
+ =
|

3
) 10 )( 542100 ( 30 ) 4 2 (

+ =
c
V
kN V
c
17815 =




Kelompok VII

Struktur Beton 2 8

2) Ac f
b
d
V
c
s
c
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ = '
12
1
2
0
o

3
) 10 )( 542100 ( 30
12
1
2
2780
) 195 ( 40

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ =
c
V
kN V
c
1189 =


3)
c c c
A f V ' 4 =
3
) 10 )( 542100 ( 30 4

=
c
V
kN V
c
11877 =
Nilai terkecil, V
c
= 1189 kN > V
n
= 717,2 kN dapat digunakan pada perhitungan awal.

Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 13.12
1)
6
'
2
1
Ac f
V
c
c
c
|
|
.
|

\
|
+ =
|

6
10 542100 30
1
2
1
3
|
.
|

\
|
+ =
x x
V
c


kN V
c
602 , 1484 =


2)
12
'
2
0
c c
s
c
A f
b
d
V
|
|
.
|

\
|
+ =
o

12
10 542100 30
2
2780
195 40
3
|
.
|

\
|
+ =
x x x
V
c


kN V
c
106 , 1189 =


3)
c c c
A f V '
3
1
=

3
10 542100 30
3
1

= x x V
c

kN V
c
735 , 989 =
Diambil nilai V
C
terkecil, jadi V
C
= 989,735 kN
Dengan syarat V
C
> V
n

Nilai terkecil V
C
= 989,735 kN > V
n
= 573,73 kN dapat digunakan perhitungan awal.
Kelompok VII

Struktur Beton 2 9

Kolom Eksterior :
Gambar 1.3
Diperhitungkan ada tambahan beban dari dinding eksterior 4,0 kN/m

Gaya geser netto terfaktor keliling kolom,
VU = [ (5,5) (7,2 + 0,45) {0,45 + (0,195)} (0,5 + 0,195) ] 11 + (5,5-0,5)(4,0) (1,2)
VU = 251,53 kN
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
|
U
n
V
V = kN 2 , 419
60 , 0
53 , 251
= =

Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3)
|
U
n
V
V = kN 37 , 335
75 , 0
53 , 251
= =
( nilai berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3) )
b
0
= 2c
1
+ d + c
2
+ d = 2c
1
+ c
2
+ 2d


Kelompok VII

Struktur Beton 2 10

Luas permukaan bidang geser,
v A
C
= ( b
0
) ( d )
A
C
= d ( 2c
1
+ c
2
+ 2d )
A
C
= 195 ( 900 + 500 + 390 )
A
C
= 349050 mm
2
v |
C
= nilai banding sisi panjang dan pendek kolom = 450/500 = 0,9

Mencari nilai terkecil V
C
dari,
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
1) Ac f V
c
c
c
'
4
2
|
|
.
|

\
|
+ =
|

3
) 10 )( 349050 ( 30 ) 44 , 4 2 (

+ =
c
V
kN V
c
12321 =


2) Ac f
b
d
V
c
s
c
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ = '
12
1
2
0
o

3
) 10 ))( 349050 ( 30
12
1
2
2780
) 195 ( 40

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ =
c
V
kN V
c
839 =


3)
c c c
A f V ' 4 =
3
) 10 )( 542100 ( 30 4

=
c
V
kN V
c
7647 =
Nilai terkecil, V
c
= 839 kN > V
n
= 717,2 kN dapat digunakan pada perhitungan awal.
Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 13.12
1)
6
'
2
1
Ac f
V
c
c
c
|
|
.
|

\
|
+ =
|

6
10 349050 30
9 , 0
2
1
3
|
.
|

\
|
+ =
x x
V
c

kN V
c
72 , 1026 =
Kelompok VII

Struktur Beton 2 11

2)
12
'
2
0
c c
c
c
A f
b
d
V
|
|
.
|

\
|
+ =
o

12
10 349050 30
2
1790
195 30
3
|
.
|

\
|
+ =
x x x
V
c

kN V
c
316 , 839 =


3)
c c c
A f V '
3
1
=
3
10 349050 30
3
1

= x x V
c

kN V
c
275 , 637 =
Nilai terkecil V
C
= 637,275 kN > V
n
= 335,37 kN dapat digunakan perhitungan awal

Perhitungan momen statis total,
l
n1
arah memanjang = 7200 (450) (500) = 6725 mm = 6,725 m
l
n2
arah melebar = 5500 (500) (500) = 5000 mm = 5,0 m
0,65 l
1
= 0,65(7200) = 4680 mm, gunakan l
n1
= 6,725 m
0,65 l
2
= 0,65(5500) = 3575 mm, gunakan l
n2
= 5,0 m

a) Arah memanjang bangunan :
( )
2
2 1 0
8
1

U
W M = ( )
2
725 , 6 5 , 5 11
8
1
x x = = 342 kNm

Untuk panel plat ujung, faktor distribusi momen (Daftar 1) adalah :
M
u
pada tumpuan interior pertama = 0,70 M
0

+ M
u
pada lapangan = 0,52 M
0

M
u
pada muka eksterior = 026 M
0
Momen rencana negatif, - M
u
= 0,70 (342) = 239,4 kNm
Momen rencana positif, + M
u
= 0,52 (342) = 177,8 kNm
Momen negatif eksterior, - M
u
= 0,26 (342) = 88,9 kNm





Kelompok VII

Struktur Beton 2 12

b) Arah melebar bangunan :
( )
2
2 1 0
8
1

U
W M = ( )
2
5 2 , 7 11
8
1
x x = = 247,5 kNm
Untuk panel plat ujung, faktor distribusi momen (Daftar 1) adalah :
M
u
pada tumpuan interior pertama = 0,65 M
0

+ M
u
pada lapangan = 0,35 M
0

M
u
pada tumpuan interior kedua = 0,65 M
0
Momen rencana negatif, - M
u
= 0,65 (247,5) = 160,875 kNm
Momen rencana positif, + M
u
= 0,35 (247,5) = 86,625 kNm
Momen negatif eksterior, - M
u
= 0,65 (247,5) = 160,875 kNm
Apabila eksterior tepi benar-benar tertahan sebetulnya momen rencana positif
arah melebar bangunan dapat menggunakan faktor 0,35 < 0,52.

Distribusi momen Lajur Kolom dan Lajur Tengah :
Pada lajur kolom eksterior tidak ada balok tepi yang mengalami puntir, dengan demikian
nilai banding kekuatan |
c
= 0, selanjutnya juga
1
= 0.
Dari daftar momen lajur kolom (lihat Daftar), faktor distribusi momen negatif pada
tumpuan eksterior adalah 100%, momen positif lapangan 60%, dan mommen negatif
interior 75%.

Pemeriksaan kapasitas pelimpahan momen geser pada tumpuan kolom eksterior :
M
u
pada kolom interior = 239,40 kNm
M
u
pada kolom eksterior = 88,9 kNm
V
u
= 251,53 kN yang bekerja dipermukaan kolom
Kuat momen nominal M
n
yang akan dipakai untuk pelimpahan momen geser kolom tepi
adalah yang diperoleh berdasrkan nilai : - M
u
= 88,9 kNm.






Kelompok VII

Struktur Beton 2 13

Tabel 1.1 Distribusi Momen

Arah memanjang
76 , 0
2 , 7
5 , 5
2
1
= =


0
2
1
=
|
|
.
|

\
|

o

Arah melebar
31 , 1
5 , 5
2 , 7
2
1
= =


0
2
1
=
|
|
.
|

\
|

o


Lajur Kolom
Momen
negatif
interor
Momen
positif
Lapangan
Momen
negaif
Eksterior
Momen
negatif
interor
Momen
positif
Lapangan
Momen
negaif
Interior
Mu (kNm) 239,4 177,8 88,9 160,875 86,625 160,875
Faktor
Distribusi
75% 60% 100% 75% 60% 75%
Momen
Rencana
0,75 x 0,60 x 1,00 x 0,75 x 0,60 x 0,75 x
Lajur Kolom 239,4 177,8 88,9 160,875 86,625 160,875
(kNm)
- - - -
179,55
- - - -
106,68
- - - -
8,90
- - - -
120,656
- - - -
51,975
- - - -
120,656
Momen
Rncana
239,40 177,80 88,90 160,875 86,625 160,875
Lajur
Tengah
-179,55 -106,68 -88,90 -120,656 -51,975 -120,656
(kNm)
- - - -
59,85
- - - -
71,12
- - - -
0
- - - -
40,219
- - - -
34,65
- - - -
40,219








Kelompok VII

Struktur Beton 2 14

Gaya geser rencana pada kolom tepi dengan memperhitungkan momen interior :
88,9 kNm 239,4 kNm

(7,2 (0,45) (0,5) ) = 6,725
V
U
= 251,53 kNm (kolom eksterior)
V
U
=
725 , 6
9 , 88
kNm
V
U
= -
725 , 6
4 , 239
kNm
V
U
= 251,53 +
725 , 6
9 , 88
-
725 , 6
4 , 239


Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
|
U
n
V
V = kN 91 , 381
60 , 0
151 , 229
= =

Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3)
|
U
n
V
V = kN 53 , 305
75 , 0
151 , 229
= =
( nilai berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3) )









Kelompok VII

Struktur Beton 2 15

Dengan mengacu pada Gambar,
Gambar 1.4

menentukan letak titik berat penampang kritis dengan menggunakan momen statis :
A
c
= b
0
(d)
= {2 (c
1
+ d ) + c
2
+ d } d
= (2c
1
+ 2d + c
2
) d
= 349050 mm
2
jarak titik berat penampang kritis,
x =
( )
( )d d c d d c
x d c d c dx d c
+ +
(

|
.
|

\
|
+
+ +
(

|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
2 1
2 2 1
2
1
2
0
2
1
2
1
2
1
2

x =
2
2
2
1
2
1
2
2
1
d d c d d c
d c d
+ + +
|
.
|

\
|
+

Kelompok VII

Struktur Beton 2 16

x =
) 2 2 (
2
1
2 1
2
1
d c c d
d c d
+ +
|
.
|

\
|
+

x =
) 195 2 500 195 2 ( 195
195
2
1
450 195
2
x x + +
|
.
|

\
|
+

x =
1790
299756

x = 167 mm
Jarak dari muka kolom ke itik berat penampang kritis, s= 167 (195) = 69,50 mmm.
Gaya geser V
u
dilimpahkan dari muka kolom ke pusat berat penampang kritis dengan
menambahkan momen kolom eksterior M
u
= 88,9 kNm.
Momen eksterior rencana total :
M
U
= M
U
+ V
U
(s) = 88,9 + 229,151(69,50)(10)
-3
= 104,8259 kNm
Kuat momen tak seimbang minimum yang diperlukan :
kNm
M
M
u
n
0324 , 131
80 , 0
104,8259
= = =
|
u

Kuat momen nominal M
n
yang dilimpahkan oleh geser :
2
1
3
2
1
1
1
b
b
v
+
=
di mana, kolom tepi menggunakan nilai b
1
= (c
1
+ 1/2d) = (50 + 97,5) = 547,50 mm
37 , 0
59 , 0 1
1
1
695
5 , 547
3
2
1
1
1 =
+
=
+
=
v

dengan demikian M
nv
= 0,37 M
n
= 0,37(131,0324) = 48,4819 kNm
Momen inersia sisi penampang kritis yang sejajar dengan arah momen terhadap
sumbu melebar bangunan :
I
1
= 2[1/12(195)(547,5)
3
+ 195(547,5)(1/2(547,5) 167)
2
+ 1/12(547,5)(195)
3
]
Kelompok VII

Struktur Beton 2 17

= 2(2666893888 + 1216618742 + 338303672) = 8443632604 mm
4


Momen inersia sisi penampang kritis yang tegak lurus dengan arah momen
terhadap sumbu melebar bangunan :
I
2
= Ad
2
= (500 + 195)(195)(167)
2
= 3779656725 mm
4


Momen inersia torsional :
J
c
= I
1
+ I
2
= 8443632604 + 3779656725 = 12223289329 mm
4

Tegangan geser akibat geser keliling kolom, efek M
n
, dan berat dinding adalah :
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
V
n


()

()

()()()



V
c
maksimum ijin =

= 1,826 MPa > V


n
= 0,431 Mpa
Jadi, tebal panel plat yang ditetapkan dapat digunakan.

Sedangkan berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3)
V
n


()

()

()()()



V
c
maksimum ijin =

= 1,826 MPa > V


n
= 0,213 Mpa
Jadi, tebal panel plat yang ditetapkan dapat digunakan.
( nilai berdasarkan SKSNI-03-2847-2002 pasal 11.3.2.(3) )


Kelompok VII

Struktur Beton 2 18

Untuk menahan teganan geser pada daerah kolom di sudut bangunan yang
cenderung menahan geser yang lebih besar, ada kemungkinan memerlukan
usaha-usaha perkuatan penebalan yang dapat dilakukan dengan membuat
kepala kolom atau perbesaran kolom, atau kepala geser.
Gambar 1.5

Merencanankan penulangan plat,
a) Penulangan tambahan pada plat di daerah muka kolom,
Momen tak imbang yang dilimpahkan ke kolom dengan lentur :


M
nf
=

M
n
= 0,63(131,0324) = 82,55 kNm

Momen dilimpahkan ke lajur selembar [c
2
+ 2(1,50 h)],
c
2
+ 2(1,50 h) = 500 + 3(220) = 1160 mm
M
nf
= A
s
f
y
(d 1/2a)
perkirakan (d 1/2a) = 0,90d, maka:
82,55(10)
6
= A
s
(400)0,90(195)
195 90 , 0 400
10 55 , 82
6
x x
x
A
S
=
A
s
= 1175,926 mm
2
untuk lebar lajur b = 1160 mm


Kelompok VII

Struktur Beton 2 19


Pemeriksaan A
s

b f
f A
a
C
y S
' 85 , 0
=

()
()()

82,55(10)
6
= A
s
(400) [195 (14,69)]
A
s
= 1099,758 mm
2
Maka untuk tulangan tambahan ini gunakan batang tulangan D13
berjarak p.k.p. 100 mm, dan dipasang pada lajur kolom selebar 500 mm,
kemudian dijangkarkan ke dalam kolom sesuai dengan panjang
penyaluran yang diperlukan.
Untuk pelimpahan momen geser pada daerah muka kolom interior
dilakukan dengan cara yang sama, harap diperhatikan bahwa kadang-
kadang dihadapi permasalahan pola pembebanan dan bentang yang tidak
sama pada peninjauan suatu kolom interior.

b) Penulangan arah memanjang bangunan,
Momen nominal pada lajur kolom (lihat Tabel 1.1):
Momen Kolom Interior :


Momen Lapangan :


Momen Kolom Eksterior :


Momen nominal pada lajur tengah (lihat Tabel 1.1):
Momen Kolom Interior :


Momen Lapangan :


Momen Kolom Eksterior :



Perencanaan tulangan lajur kolom :
Lebar lajur kolom = 2(1/4)(5,5) = 2,75 m

interior tiap meter lebar =

= 81,615 kNm
+

lapangan tiap meter lebar =

= 48,491 kNm
Tulangan negatif :

= A
s
f
y
(d 1/2a)
Kelompok VII

Struktur Beton 2 20

sebagai langkah awal anggap (d 1/2a) = 0,9d
81,615 = A
s
(400)(0,9)(195), maka A
s
= 1163 mm
2



()
()()

81,615 = A
s
(400)[195 (18,24)], didapat A
s
= 1098 mm
2

dicoba menggunakan batang tulangan D16 (201,1 mm
2
) dengan jarak s :

()
s pada momen negatif =

()

apabila digunakan tulangan yang sama untuk daerah momen positif, maka :
s pada momen positif =

() =

() = 652 mm
2

s maksimum ijin = 2h = 2(220) = 440 mm
Tulangan positif :

() mm
2

dicoba menggunakan batang tulangan D13 (132,7 mm
2
), dengan jarak s :

()
s pada momen positif =

() mm
untuk daerah momen eksterior apabila menggunakan D13,
s pada momen negatif =

() = 245 mm
Susunan tulangan sebagai berikut :
daerah momen negatif kolom interior : 15D16 berjarak 180 mm
daerah momen positif kolom interior : 13D13 berjarak 200 mm
daerah momen negatif kolom eksterior : 10D13 berjarak 240 mm, dan 8
batang dipasang di luar lebar lajur pelimpahan momen lentur 1160 mm.
Kelompok VII

Struktur Beton 2 21

Perencenaan tulangan lajur tengah :
Lebar lajur tengah = 5,5 2,75 = 2,75 m
Momen Kolom Interior :


Momen Lapangan :

interior tiap meter lebar

lapangan tiap meter lebar



Tulangan negatif :

)
sebagai langkah awal anggap (

)
27,21 = A
s
(400)(0,9)(195)
Maka A
s
= 388 mm
2

a =


()
()()
mm
27,21 = A
s
(400)[195 (6,09)], didapat A
s
=355 mm
2

dicoba menggunakan batang tulangan D10 (78,5 mm
2
) dengan jarak s :

()
s pada momen negatif

() mm p.k.p.
s maksimum ijin = 2h = 2(220) = 440 mm

Tulangan positif :

()




Kelompok VII

Struktur Beton 2 22

dicoba menggunakan tulangan D10 (78,5 mm
2
) dengan jarak s :

()
s pada momen negatif

() mm p.k.p.
Susunan tulangan sebagai berikut :
daerah momen negatif kolom interior : 13D10 berjarak 200 mm
daerah momen positif kolom interior : 15D10 berjarak 180 mm

c) Penulangan arah melebar bangunan,
Pada dasarnya proses perhitungan sama dengan yang telah dilakukan
untuk arah memanjang bangunan.
Karena (l
1
) = (7,2) = 1,8 m > (l
2
),
maka lebar lajur kolom menggunakan 2()(l
2
) = (5,5) = 2,75 m.
Sehingga lebar lajur tengah = 7,2 2,75 = 4,45 m.
Tinggi efektif plat (d) pada arah melebar bangunan juga lebih pendek dari
yang digunakan pada arah memanjang bangunan. Untuk
memperhitungkan batang tulangan pokok arah memenjang bangunan
digunakan d = 185 mm. Kemudian untuk seluruh rencana penulangan plat
dibuat daftar dan gambar, lihat Tabel 1.2 dan Gambar 7.3.
Tabel 1.2
Arah Memanjang Arah Melebar
Lajur
Jenis
Momen
Momen
(kNm) tiap m
As perlu
Ukuran
Tulangan
Dan jarak
Momen
(kNm) tiap
m
As perlu
Ukuran
Tulangan
Dan jarak
Kolom
Negatif
Interior
81,615 1098
D13
180 mm
47,251 658
D13
200 mm
Negatif
Eksterior
40,410 544
D13
240 mm
23,4 326
D10
200 mm
Positif
Lapangan
48,491 652
D13
200 mm
28,08 391
D10
220 mm
Tengah
Negatif
Interior
27,210 355
D10
200 mm
9.733 136
D10
400 mm
Negatif
Eksterior
0 0
D10
400 mm
0 0
D10
400 mm
Positif
Lapangan
32,33 422
D10
180 mm
11,569 161
D10
400 mm
Kelompok VII

Struktur Beton 2 23


Gambar 1.6










Kelompok VII

Struktur Beton 2 24

2. Suatu bangunan bertingkat banyak dengan sebagian denah lantai seperti pada
Gambar 7.3.1. Menggunakan sistem lantai dicor secara monolit denmgan balok dan
kolom persegi, tinggi bersih tiap lantai 4,00 m, lebar panel 5,50 m, panjang panel
7,20 m. Beban yang ditinjau : beban gravitasi, beban hidup 5,40 kPa, beban mati
0,70 kPa, f
c
= 30 MPa, f
y
= 400 Mpa. Rencanakan panel plat dan penulangannnya.
Penyelesaian :
Pemeriksaan penggunaan metode perencanaan langsung :
d) Nilai banding panjang terhadap lebar bentang < 2 (SKSNI 03-2847-2002
pasal 15.6.1.2)
7,2/5,5 < 2
1,31 < 2 sehingga berlaku aksi dua arah
e) Masing-masing arah lebih dari tiga bentang dengan panjang bentang
bersebelahan sama, semua kolom duduk pada sumbunya.
f) Pada awal langkah dianggap tebal plat 180 mm
W
DL
= 0,70 + 0,18 (23 ) = 4,84 kPa

Syarat perancanaan plat berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
3 kali beban mati (W
DL
) > beban hidup (W
LL
)
3 W
DL
> W
LL

3 (4,84) > 5,40 kPa
14,52 > 5,40 Kpa

Syarat perencanaan plat berdasarkan SKSNI 03-2847-2002 pasal 15.6.1.5
2 kali beban mati (W
DL
) > beban hidup (W
LL
)
2 W
DL
> W
LL

2 (4,84) > 5,40 kPa
9,68 > 5,40 Kpa
Dengan demikian metode perencanaan langsung dapat digunakan.



Kelompok VII

Struktur Beton 2 25

Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat lendutan :
l
n1
arah memanjang = 7200 2(d) = 7200 2(150) = 6900 mm = 6,9 m
l
n2
arah melebar = 5500 2(d) = 5500 2(150) = 5200 mm = 5,2 m
Nilai banding panjang terhadap lebar bentang bersih,
33 , 1
5200
6900
= = |
karena semua tepi menerus, maka
s
=1,0
Pemeriksaan lendutan
Pemeriksaan lendutan berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
)
`

|
|
.
|

\
|
+ +
+
s
|
o |
1
1 12 , 0 5 36
1500
8 , 0
m
y
f
h
Pemeriksaan lendutan berdasarkan SK SNI 03-2847-2002 pasal 15.3.3,
menggunakan persamaan :
( )
( ) n
m
y f
h
2 , 0 5 36
1500
8 , 0
+
+
s
o |


Karena unsur kekuatan
m
dalam persamaan tersebut belum diketahui, sehingga dipakai
persamaan
berikut :
( ) ( ) mm
f
h n
y
153 6900
12 36
1500
400
8 , 0
9 36
1500
8 , 0
=
+
+
=
+
+
s
|

( Berdasarkan SKSNI 03-2847-2002 pasal 15.3.3).(c) )
dan tidak perlu lebih dari :
( ) ( ) mm
f
h n
y
205 6900
36
1500
400
8 , 0
36
1500
8 , 0
=
+
=
+
s

Kelompok VII

Struktur Beton 2 26

Dengan demikian anggapan awal tebal plat h = 180 mm, sampai sejauh ini dapat dipakai.
gambar 2.1

Perhitungan
m
dilakukan berikut :
Berdasarkan penampang pada hubungan plat dengan balok yang membentuk balok T
seperti terlihat pada Gambar 2.1, maka lokasi titik berat penampang dapat ditentukan:
Sesuai SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.2 ayat 4, lebar efektif (b
E
) diperhitungkan sebagai
berikut:
b
E
= 2(h t) + b
w
= 2(500 180) + 300 = 940 mm
dengan syarat panjang (flens) tidak lebih dari 4t = 4(180) = 720 mm.
Sesuai SK SNI 03-2847-2002 pasal 10.10(2) lebar efektif (b
E
) diperhitungkan sebagai
berikut :
b
E
= b
w
+ 2 h
w
= 300 + 2(320) = 940 mm
dengan syarat :
v tidak boleh melebihi seperempat bentang balok (5500) = 1375 mm
v lebar efektif sayap (flens) dari masing-masing sisi badan balok tidak
boleh melebihi delapan kali tebal pelat 8t = 8(180) = 1440 mm dan
setengah jarak bersih antara balok-balok yang bersebelahan
[5500 (1/2 . 400) (1/2 . 400)] = (5100) = 2550 mm



Kelompok VII

Struktur Beton 2 27

Persamaan statis momen terhadap tepi atas :
(180)(940)(90) + (300)(320)(160 + 180) = [(180)(940) + (300)(320)]y
mm y 50 , 180
265200000
32640000 15228000
=
+
=

l
b
= 1/3 (300)(0,5
3
) + 1/12(940)(180)(90,5)
2
+ 1/3(300)(319,5)
3

= 5104094299 mm
4


Untuk arah memanjang bangunan :
l
b1
= l
b

l
s1
= 1/12(h)
3
( 1 ) = 1/12(180)
3
(7200) = 3499200000 mm
4

E
cb
= E
cs

46 , 1
3499200000
5104094299
1
1 = = =
s cs
b cb
l E
l E
o


Untuk arah melebar bangunan :
l
b2
= l
b

l
s2
= 1/12(h)
3
( 2 ) = 1/12(180)
3
(5500) = 2673000000 mm
4

E
cb
= E
cs

91 , 1
2673000000
5104094299
2
1 = = =
s cs
b cb
l E
l E
o

maka,
m
= {1,46(2) + (1,91)(2)} = 1,69





Kelompok VII

Struktur Beton 2 28

Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan berdasarkan SK SNI T-15-1991-03 :
( ) n
m
y f
h
)
`

|
|
.
|

\
|
+ +
+
=
|
o |
1
1 12 , 0 5 36
1500
8 , 0

( ) mm h 161 6900
33 , 1
1
1 12 , 0 69 , 1 ) 33 , 1 ( 5 36
1500
400
8 , 0
=
)
`

|
.
|

\
|
+ +
+
=


Pemeriksaan lendutan pada peraturan SK SNI 03-2847-2002, menggunakan persamaan :
( )
( ) n
m
y f
h
2 , 0 5 36
1500
8 , 0
+
+
s
o |

( )
( ) mm h 32 , 160 6900
2 , 0 69 , 1 ) 3 , 1 ( 5 36
1500
400
8 , 0
=
+
+
s

Dengan demikian, dapat tetap digunakan tebal h = 180 mm, dengan d = 150 mm.

Perhitungan Momen Statis Total :
Beban rencana adalah :
W
u
= 1,2 w
DL
+ 1,4 w
LL

W
u
= 1,2 (4,84) + 1,4 (5,4)
W
u
= 13,37 kPa







Kelompok VII

Struktur Beton 2 29

Untuk arah memanjang bangunan:
0,65 1 = 0,65 (7200) = 4680 mm, gunakan 1 n = 6,9 m
2
1 2 0
) (
8
1

U
W M =
2
0
) 9 , 6 ( 5 , 5 37 , 13
8
1
x x M =
625 , 437
0
= M kNm

Untuk arah melebar bangunan :
0,65 2 = 0,65 (5500) = 3575 mm, gunakan 1 n = 5,2 m
2
2 1 0
) (
8
1

U
W M =
2
0
) 2 , 5 ( 2 , 7 37 , 13
8
1
x x M =
372 , 325
0
= M kNm

Distribusi momen :
gambar 2.2



Kelompok VII

Struktur Beton 2 30

Untuk arah memanjang bangunan :
Faktor distribusi momen (lihat Gambar 2.2) :
M
u
= 0,65 M
0
= 0,65 (437,625) = 284,456 kNm
+ M
u
= 0,35 M
0
= 0,35 (437,625) = 153,169 kNm
46 , 1
1
1 = =
s cs
b cb
l E
l E
o

764 , 0
2 , 7
5 , 5
1
2
= =


maka 0 , 1 12 , 1 ) 764 , 0 ( 46 , 1
1
2
1 > = =

o

Faktor momen dari interpolasi nilai berdasarkan SKSNI 03-2847-2002 pasal 15.6.4).(1) :
80 , 0
75 , 0 90 , 0
50 , 0 ) 75 , 0 764 , 0 (
75 , 0 =

+ = u M
80 , 0
75 , 0 90 , 0
50 , 0 ) 75 , 0 764 , 0 (
75 , 0 =

+ = + u M

Untuk arah melebar bangunan :
Faktor distribusi momen (lihat Gambar 2.2) :
M
u
= 0,65 M
0
= 0,65 (325,372) = 284,456 kNm
+ M
u
= 0,35 M
0
= 0,35 (325,372) = 113,880 kNm
91 , 1
2
1 = =
s cs
b cb
l E
l E
o
309 , 1
5 , 5
2 , 7
1
2
= =


maka 0 , 1 50 , 2 ) 309 , 1 ( 91 , 1
1
2
1 > = =

o


Kelompok VII

Struktur Beton 2 31

Faktor momen dari interpolasi nilai berdasarkan SKSNI 03-2847-2002 pasal 15.6.4).(1) :
M
u
= 0,75 (0,75 0,45)0,309 = 0,66
+ M
u
= 0,75 (0,75 0,45)0,309 = 0,66
Untuk selanjutnya, agar memudahkan dalam pengerjaannya, dibuat tabel distribusi
momen seperti dapat dilihat pada tabel 2.1.

Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat gaya geser :
W
u
= 1,2 w
DL
+ 1,4 w
LL

W
u
= 1,2 (4,84) + 1,4 (5,4)
W
u
= 13,37 kPa

karena 0 , 1 ) / )( ( 1 2 1 > o pelimpahan geser akibat beban w
u
dari plat ke balok akan
mengikuti bentuk bidang trapesium dan segitiga dengan menarik garis sudut 45 dan
garis di tengah-tengah panel arah memanjang. Bagian beban yang lebih besar akan
dipikul oleh balok bentang arah melebar dengan harga terbesar terdapat di muka kolom
interior pertama. Gaya geser rencana untuk setiap meter lebar pada arah melebar,
adalah :
u V = ) )( )( 15 , 1 (
2
1
2 n u w

u V =
) 2 , 5 ( 2
) 2 , 5 )( 37 , 13 ( 15 , 1
2

u V = ' / 98 , 39 m kN

Tinggi efektif plat d = h 20 1/2 = 150 mm





Kelompok VII

Struktur Beton 2 32

Pemeriksaan lendutan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03, menggunakan persamaan :
bd f V
C C
|
.
|

\
|
= '
6
1
| |
3
10 150 1000 30
6
1
6 , 0

|
.
|

\
|
= x x V
C
|
158 , 82 =
C
V | kN
V
u
< V
c

Pemeriksaan lendutan pada peraturan SK SNI 03-2847-2002, menggunakan persamaan :
bd f V
C C
|
.
|

\
|
= '
3
1
| |
3
10 150 1000 30
3
1
75 , 0

|
.
|

\
|
= x x V
C
|
396 , 205 =
C
V | kN
V
u
< V
c

Dengan demikian tebal plat cukup aman dan tahan terhdap geser.

Distribusi Momen Lajur Kolom dan Lajur Tengah :
a) Arah memanjang bangunan
Lajur Kolom :
|
Mr
M
n
=
8 , 0
135 , 34
=
n
M
67 , 42 =
n
M kNm
( 2 ) = (5,5) = 1,375 m < ( 1 ) = (7,2) = 1,80 m


Kelompok VII

Struktur Beton 2 33

M
n
tiap meter lebar lajur kNm 58 , 23
81 , 1
67 , 42
= =
+ M
n
tiap meter lebar lajur kNm 70 , 12
) 81 , 1 ( 8 , 0
38 , 18
= =

Lajur Tengah :
Lebar lajur tengah = 5,5 2,75 = 2,75 m
M
n
tiap meter lebar lajur kNm 86 , 25
) 75 , 2 ( 8 , 0
891 , 56
= =
+ M
n
tiap meter lebar lajur kNm 93 , 13
) 75 , 2 ( 8 , 0
634 , 30
= =


b) Arah melebar bangunan
Lajur Kolom :
Lebar lajur kolom = 2(1,375) 0,94) = 1,81 m
M
n
tiap meter lebar lajur kNm 46 , 14
) 81 , 1 ( 8 , 0
938 , 20
= =
+ M
n
tiap meter lebar lajur kNm 79 , 7
) 81 , 1 ( 8 , 0
274 , 11
= =

Lajur Tengah :
Lebar lajur tengah = 7,2 2,75 = 4,45 m
M
n
tiap meter lebar lajur kNm 20 , 20
) 45 , 4 ( 8 , 0
907 , 71
= =
+ M
n
tiap meter lebar lajur kNm 88 , 10
) 45 , 4 ( 8 , 0
719 , 38
= =

Merencanakan penulangan plat,
Momen tumpuan terbesar arah memanjang bangunan : M
n
= 25,86 kNm
M
n
= A
s
f
y
(d 1/2a)

Kelompok VII

Struktur Beton 2 34

Sebagai langkah awal anggap (d 1/2a) = 0,9d
25,86 = A
s
(400)(0,9)(150), maka A
s
= 479 mm
2

a mm
b f
f A
c
y s
513 , 7
) 1000 )( 30 ( 85 , 0
) 400 ( 479
' 85 , 0
= = =
25,86 = A
s
(400){150 (7,513)], didapat A
s
= 442 mm
2

Tabel 2.1 Distribusi Momen

Arah memanjang
76 , 0
2 , 7
5 , 5
2
1
= =


12 , 1
2
1
=
|
|
.
|

\
|

o

Arah melebar
31 , 1
5 , 5
2 , 7
2
1
= =


50 , 2
2
1
=
|
|
.
|

\
|

o


Lajur Kolom
Momen
negatif
interor
Momen
positif
Lapangan
Momen
negaif
Eksterior
Momen
negatif
interor
Momen
positif
Lapangan
Momen
negaif
Interior
Mu (kNm) 284,456 177,8 88,9 160,875 86,625 160,875
Faktor
Distribusi
80% 60% 100% 75% 60% 75%
Momen
Rencana
0,80 x 0,60 x 1,00 x 0,75 x 0,60 x 0,75 x
Lajur Kolom 284,456 177,8 88,9 160,875 86,625 160,875
(kNm)
Momen
Balok 85 %
(kNm)
- - - -
227,565
- - - -
106,68
- - - -
8,90
- - - -
120,656
- - - -
51,975
- - - -
120,656
Momen
Rencana
0,85 x 177,80 88,90 160,875 86,625 160,875
Lajur
Tengah
227,565 -106,68 -88,90 -120,656 -51,975 -120,656
(kNm)
- - - -
59,85
- - - -
71,12
- - - -
0
- - - -
40,219
- - - -
34,65
- - - -
40,219

Kelompok VII

Struktur Beton 2 35

Dicoba menggunakan batang tulangan D13 (132,7 mm
2
) dengan jarak s :
) 1000 (
7 , 132
s
A
s =
S pada momen negatif = ( ) 300 1000
442
7 , 132
= mm p.k.p
Selanjutnya dengan cara yang sama, dihitung luas tulangan yang diperlukan untuk
masing-masing arah, aik untuk lajur kolom maupun lajur tengah. Karena batang tulangan
saling menyilang, maka untuk penulangan arah melebar bangunan menggunakan tinggi
efektif ( ) 110 5 , 6 13 20 180 = + + = d mm, dimana posisi tulangan arah melebar
bangunan diatas tulangan memanjang bangunan. Kemudian dibuat daftar penulangan
seperti pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Rencana Penulangan Plat
Arah Memanjang Arah Melebar
Lajur
Jenis
Momen
Momen
(kNm)
Tiap m
A
s
perlu
Ukuran
Tulangan
dan Jarak
Momen
(kNm)
Tiap m
A
s
perlu
Ukuran
Tulangan
dan Jarak
Kolom
Negatif
Interior
81,615 1098
D16
180 mm
47,251 658
D13
200 mm
Positif
Lapangan
48,491 652
D13
200 mm
28,080 391
D10
220 mm
Tengah
Negatif
Interior
27,210 335
D10
200 mm
9,733 136
D10
400 mm
Positif
Lapangan
32,330 422
D10
180 mm
11,569 161
D10
400 mm





Kelompok VII

Struktur Beton 2 36

3. Rencanakan Pelat Lantai dua arah dengan ukuran seperti terlihat pada gambar 4.3.
luas dibadi atas 25 panel dengan masing-masing ukuran 7000 x 6000 mm. Kekuatan
beton (f
c
) = 30 MPa kekuatan baja (fy) = 400 MPa. Beban hidup layan yang harus
dipikul adalah 2,50 Kn/m
2
. Tinggi tingkat 3800mm ukuran balok panjang 350 x 700
mm
2
balok pendek 300 x 1600 mm
2
kolom atas dan bawah 400 x 400 mm
2
tebal
pelat lantai asumsi awal 180 mm. keempat jenis panel (sudut pinggir sisi panjang
pinggir sisi pendek dan dalam) diberi nomor 1,2,3, dan 4.


Gambar 3.1






Kelompok VII

Struktur Beton 2 37

Penyelesaian
1. Data perencanaan sudah tersusun dalam soal.
2. Menentukan perbandingan kekakuan relative balok memanjang terhadap pelat
ditentukan untuk panel 1,2,3 dan 4.

a) B
1
- B
2

Lebar efektif (B
e
) diambil yang terkecil dari B
e
berikut :

Gambar 3.2





Kelompok VII

Struktur Beton 2 38


Berdasarkan SK SNI 03-2847-2002 b
W
+ 2h
W
b
W
+ 8h
f
dengan h
W
= (h-t)

b
E
= B
w
+ 2 (h-t) = 350 + 2 (700-180)
= 1390 mm (digunakan)
b
E
= b
W
+ 8(t) = 350 + 2 (700-180)
= 1790 mm


k =
(

)(

)[(

) (

)(

]
(

)(

)

=
()()()

()()

()()

= 1,769

()
()


()

)

b) B
3
- B
4

Lebar efektif (b
E
) diambil yang terkecil dari b
E
berikut :
b
E
= b
w
+ 2 (h-t) = 350 + (700-180)
= 870 mm (digunakan)
b
E
= b
W
+ 4(t) = 350 + 4 (180)
= 1070 mm


K = 1,483

()
()


()



Kelompok VII

Struktur Beton 2 39

)

c) B
5
- B
6

Lebar efektif (b
E
) diambil yang terkecil dari b
E
berikut :
b
E
= b
w
+ 2 (h-t) = 350 + 2(600-180)
= 1140 mm (digunakan)
b
E
= b
W
+ 8(t) = 350 + 8 (180)
= 1740 mm



K = 1,747

()
()


()

)
2,773

d) B
7
- B
8
Menentukan t Lebar efektif (b
E
) diambil yang terkecil dari b
E
berikut :
b
E
= b
w
+ (h-t) = 350 + (600-180)
= 720 mm (digunakan)
b
E
= b
W
+ 4(t) = 350 + 4 (180)
= 1020 mm


K = 1,473

()
()


()

)
2,773

Kelompok VII

Struktur Beton 2 40


1. Menentukan tebal pelat berdasarkan persyaratan lendutan dan geser.
Perbandingan rata-rata
m
dari panel 1,2,3 dan 4

m
panel 1 = (4,679 + 6,06 + 2,773 + 10,175) = 5,922

m
panel 2 = (2,733 + 6,06 + 2,773 + 10,175) = 5,445

m
panel 3 = (4,679 + 6,06 + 2,773 + 6,06) = 4,893

m
panel 4 = (2,773 + 6,06 + 2,773 + 6,06) = 4,416

Koefisien dari bagian yang menerus
s
untuk keliling panel
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03

s
panel 1 =

()

s
panel 2 =
()
()

s
panel 3 =
()
()

s
panel 4 =
()
()


Sedangkan berdasarkan SK SNI 03-2847-2002
Nilai banding panjang terhadap lebar bentang bersih :

()
()

()
()

()
()







Kelompok VII

Struktur Beton 2 41

()
()




a) Tebal pelat menurut persyaratan lendutan
Untuk pelat dengan balok tebal pelat (h) tidak boleh kurang dari persamaan
(3.18)
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03

[

(

)]



(

)
() * (

)+


Juga tidak boleh kurang dari persamaan (3.19)

)
()


Dan tidak perlu lebih dari persamaan (3.20)







Kelompok VII

Struktur Beton 2 42

Daftar 3.1 persyaratan tebal pelat untuk tiap panel
Panel 1 2 3 4
Persamaan (3.19) 161,168 151,069 153,194 147,220
Persamaan (3.20) 176,461 167,880 166,507 158,815
Persamaan (3.21) 198,518 198,518 198,518 198,518
Asumsi awal 180,0 180,0 180,0 180,0


Sedangkan berdasarkan SK SNI 03-2847-2002 Pasal 11.5 tentang tebal pelat
minimum dengan balokyang menghubungkan tumpuan pada semua
sisinya.dengan m lebih besar dari 2,0 ketebalan pelat minimum tidak boleh
kurang dari :

)




(

)
()

)




(

)
()

)




(

)
()

)




(

)
()



Kelompok VII

Struktur Beton 2 43

Daftar 3.2
Panel 1 2 3 4
Persamaan
Asumsi awal 180,0 180,0 180,0 180,0


b) Tebal pelat menurut persyaratan geser
Karena semua nilai I
1
/I
2
berada jauh diatas 0,1 maka geser rencana pada jalur
selebar kolom dalam arah pendek dapat didekati dengan :

()
()

= 32,678 kN

Dengan : W
d

pelat
= 0,180 x 24= 4,32 kN/m
2

W
d

penutup
lantai =0,24 kN/m
2

=4,56 kN/m
2

W
u
= 1,2(W
d
)+1,6 (W
1
)= 1,2 (4,56)+1,6(2,5) = 9,472 Kn/m
2

Tebal pelat efektif (d) = 180- 30 - (10) = 145 mm.
Dengan penutup beton 30 mm dan asumsi diameter tulangan untuk sengkang
10 mm.
V
c
(

)()()
= 23.852,931 N < Vu
Maka tebal pelat (h) = 180 tidak memenuhi persyaratan geser. Tebal pelat tetap
dipakai 180 mm dengan catatan geser yang tersisa disalurkan pada tulangan
geser balok.

Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan :
V
c
= (1/6f
c
)bd
V
u
< V
c


Sedangkan berdasarkan SK SNI 03-2847-2002
Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan :
V
c
= (1/3f
c
)bd
V
u
< V
c



Kelompok VII

Struktur Beton 2 44

)
(

()())


Maka tebal pelat (h) = 180 memenuhi persyaratan geser.

2. Cek apakah memenuhi metoda perancangan langsung
Menurut batasan dalam sub bab 3.3. empat batasa yang pertama secara
pemeriksaan dipenuhi. Untuk batasan yang kelima

< 3 OK. Memenuhi persyaratan



Untuk batasan yang ke enam dengan menunjuk Gambar 3.3, dengan mengambil
I1 dan I2 masing- masing dalam arah panjang dan pendek untuk :


Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03

Panel 1 :


()

( )


()

( )


Panel 2 :


()

( )


()

( )





Kelompok VII

Struktur Beton 2 45

Panel 3 :


()

( )


()

( )


Panel 4 :


()

( )


()

( )



Karena untuk keempat panel harga

semua terletak antara 0,2 dan 5,0


maka batasan ke enam dipenuhi.


Berdasarkan SK SNI 03-2847-2002 Pasal 3.6.7

tidak boleh kurang dari 0,2 dan tidak boleh lebih dari 0,5

Panel 1:

( ))(

)
(

( ))(


Panel 2:

( ))(

)
(

( ))(




Kelompok VII

Struktur Beton 2 46


Panel 3:

( ))(

)
(

( ))(


Panel 4:

( ))(

)
(

( ))(



Karena untuk keempat panel harga

semua terletak antara 0,2 dan 5,0 maka


batasan ke enam dipenuhi.


Menghitung momen statis total terfaktor :


Gambar 3.3

Momen statis total (Mo)
Portal A

()()( )


Portal B

()()( )


Portal C

()()( )


Portal D

()()( )





Kelompok VII

Struktur Beton 2 47

Menghitung kekakuanpelat balok dan kolom.
Kekakuan kolom

()()

()


Portal A

)()()

()
( )

( )


()
( )

( )


Portal B

)()()

()
( )

( )

()
( )

( )

Kelompok VII

Struktur Beton 2 48

Portal C

)()()

()
( )

( )

()
( )

( )


Portal D

)()()

()
( )

( )


()
( )

( )




Kelompok VII

Struktur Beton 2 49

Menentukan harga
min


a
= perbandingan beban layan mati dengan beban hidup
=
()()


Dari table 3.3 didapatkan min sebagai berikut:
Portal A B C D


6,06 0,175 12,773 4,479

0,857 0,857 1,167 1,167


a
min
(Tabel 3.10) 0 0 0 0

Karena untuk semua portal
c
>
min
= 0 maka faktor penggali pembesaran momen
positif
s
= 1,0 jadi momen positif tidak mengalami pembesaran momen

Menentukan distribusi momen di arah longitudinal.
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03
Portal A : M
o
= 318.999 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (318.999)
= 51.040 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (318.999)
= 181.829 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (318.999)
= 223.299 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,65 (318.999)
= 207.349 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (318.999)
= 111.649 kNm

Kelompok VII

Struktur Beton 2 50

Portal B : M
o
= 159.499 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (159.499)
= 25.519 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (159.499)
= 90.914 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (159.499)
= 111.649 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,65 (159.499)
= 103.674 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (159.499)
= 55.825 kNm


Portal C : M
o
= 264.657 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (264.657)
= 42,345 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (264.657)
= 150,854 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (264.657)
= 185,259 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,65 (264.657)
= 172027 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (264.657)
= 92,630 kNm


Kelompok VII

Struktur Beton 2 51

Portal D : M
o
= 132.328 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (132.328)
= 21,172 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (132.328)
= 75,27 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (132.328)
= 92,630 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,65 (132.328)
= 86,013 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (132.328)
= 46,315 kNm

Berdasarkan SNI 03-2847-2002 Pasal15.6 Tabel distribusi momen total terfaktor,maka :
Portal A : M
o
= 318.999 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (318.999)
= 51.040 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (318.999)
= 181.829 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (318.999)
= 223.299 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,63 (318.999)
= 200.969 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (318.999)
= 111.649 kNm


Kelompok VII

Struktur Beton 2 52

Portal B : M
o
= 159.499 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (159.499)
= 25.519 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (159.499)
= 90.914 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (159.499)
= 111.649 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,63 (159.499)
= 100.484 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (159.499)
= 55.825 kNm


Portal C : M
o
= 264.657 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (264.657)
= 42,345 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (264.657)
= 150,854 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (264.657)
= 185,259 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,63 (264.657)
= 166,734 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (264.657)
= 92,630 kNm


Kelompok VII

Struktur Beton 2 53

Portal D : M
o
= 132.328 kNm
M
neg
tumpuan eksterior M
o
= 0,16 (132.328)
= 21,172 kNm
M
pos
bentang eksterior M
o
= 1,0 (0,57) (132.328)
= 75,27 kNm
M
neg
Tumpuan interior pertama M
o
= 0,70 (132.328)
= 92,630 kNm
M
neg
tump. Interior M
o
= 0,63 (132.328)
= 83, 366 kNm
M
pos
bentang interior M
o
= 1,0 (0,35) (132.328)
= 46,315 kNm

Menentukan tetapan torsi C dari balok transversal
Arah pendek balok dalam
b
E
= b
w
+ 2(h-t) = 300 + 2(600-180) = 1140 mm (digunakan)
b
E
= b
w
+ 8(t) = 300 + 8(180) = 1740 mm

Kelompok VII

Struktur Beton 2 54


Gambar 3.4

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)

Arah pendek balok tepi
b
E
= b
w
+ (h-t) = 300 + (600-180) = 720 mm (digunakan)
b
E
= b
w
+ 4(t) = 300 + 4(180) = 1020 mm

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)


Kelompok VII

Struktur Beton 2 55


Arah panjang balok dalam
b
E
= b
w
+ 2(h-t) = 350 + 2(700-180) = 1390 mm (digunakan)
b
E
= b
w
+ 8(t) = 350 + 8(180) = 1790 mm

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)

Arah panjang balok tepi
b
E
= b
w
+ (h-t) = 350 + (700-180) = 870 mm (digunakan)
b
E
= b
w
+ 4(t) = 350 + 4(180) = 1070 mm

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)

*
()

+ (
()

()

) *
()

+ (
()

()

)


Mendistribusikan momen longitudinal kea rah transversal. Untuk pembagian lebar
transversal menjadi jalur kolom dan jalur tengah untuk tiap portal dapat dilihat pada
Gambar 3.5.

Kelompok VII

Struktur Beton 2 56


Gambar 3.5 Pembagian jalur tengah dan jalur kolom
Hitungan distribusi arah transversal
a) Momen negative pada tumpuan ekterior
Portal A :

()()

)

Table 3.4. menunjukan interpolasi linier untuk kolom dari batas-batas yang
ditetapkan dalam table lapiran. momen total sebesar 51,040 kNm dibagikan atas
tiga bagian 93,90% untuk jalur kolom (yang 85% dari itu masuk ke balok dan
15%nya masuk ke pelat jalur kolom) oleh karena
1
,I
2
/I
1
= 5,193 1,0 dan 6,1 %
ke pelat jalur tengah.
Hasil-hasil ini di perlihatkan pada Tabel 3.5.

Portal B :


Kelompok VII

Struktur Beton 2 57

()()

)

Momen total sebesar 25,519 kNm di bagikan atas tiga bagian prosentase jalur
kolom 98,775% (85%-nya masuk ke balok dan 15%-nya masuk ke pelat jalur
kolom) karena
1
l
1
/l
2
=8,720>1,0 dan 1,225% masuk ke jalur tengah.

Portal C:

()()

)
Momen total sebesar 42,345 kNm di bagikan atas tiga bagian prosentase jalur
kolom 86,339% (85%-nya masuk ke balok dan 15%-nya masuk ke pelat jalur
kolom )oleh
1
l
1
/l
2
= 3,236 >1,0 dan 13,661% ke pelat jalur tengah.

Portal D :

()()

)

Kelompok VII

Struktur Beton 2 58

Momen total sebesar 21,172 kNm di bagikan atas tiga bagian prosentase jalur
kolom 72,691 % (85% masuk ke balok dan 15 % masuk ke pelat jalur kolom )
oleh karena
1
l
1
/l
2
=5,460 dan 27,309 %masuk ke pelat jalur tengah.

Table 3.4 interpolasi linear momen negative pada tumpuan interior
L
1
/l
2
0,5 0,857 1,0 1,167 2,0

1
I
1
/I
2
>1,0

1
=0 100 100 100 100 100

1
=0,147 99,412 98,775 98,530

1
=0,736 97,056 93,900 92,640

1
=1,138 88,20 86,339 74,964

1
=2,275 77,250 72,691 49,950

1
2,50 90,000 75,000 45,000


b) Momen-momen negative pada tumpuan interior pertama dan tumpuan interior
Portal A :
I
1
/I
2
= 0,857

1
=6,06

1
l
1
/l
2
=5,193 9>1,0
Menurut table 3.5. Prosentase untuk kolom 84645% (harga interpolasi lihat
Tabel 3.6) sisahnya masuk dalam pelat jalur tengah.

Portal B :
I
1
/I
2
= 0,857

1
=10,175

1
l
1
/l
2
=8,720>1,0
Menurut Tabel lampiran. prosentase untuk lajur kolom 84,645% (harga
interpolasi lihat table 3.6) sisahnya masuk dalam pelat jalur tengah.
Kelompok VII

Struktur Beton 2 59

Portal C :
I
1
/I
2
= 1,167

1
=2,773

1
l
1
/l
2
=3,236>1,0
Menurut Tabel lampiran. Prosentase untuk lajur kolom 69,99% (harga
interpolasi lihat table 3.6) sisahnya masuk dalam pelat jalur tengah.

Portal D :
I
1
/I
2
= 1,167

1
=4,679

1
l
1
/l
2
=5,460>1,0
Menurut Tabel lampiran. Prosentase untuk lajur kolom 69,99% (harga
interpolasi lihat table 4.2) sisahnya masuk dalam pelat jalur tengah.

Tabel 3.5 Interpolasi linier momen negatif pada tumpuan interior
I
1
/I
2
0,5 0,857 1,0 1,167 2,0

1
l
1
/l
2
= 0 75 75 75 75 75

1
l
1
/l 2 1,0 90 84,645 75 69,99 45


c) Momen- momen positif di dalam bentang luar dan bentang dalam oleh karena
batas-batas yang di tetapkan untuk 1 l1/l 2 1,0 adalah sama untuk mimen
positif dan momen negatif pada tumpuan dalam maka prosentase momen-
momen positif bentang dalam dan bentang luar adalah identik dengan yang
untuk momen-momen negative seperti yang di tentukan di dalam bagian (b)
dalam contoh ini . Hasil-hasil distribusi tranversal dari momen-momen
longitudinal dapat di lihat pada Table 4.3.




Kelompok VII

Struktur Beton 2 60

Tabel 3.6. Hasil distribusi tranversal dari momen longitudinal contoh perencanaan pelat
dengan balok-balok .
Portal A :
Lebar total = 6000 mm lebar jalur kolom = 3000 mm lebar jalur tengah = 3000 mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
51,040 181,829 223,299 207,349 111,649
M
balok
40,737 130,823 160,660 149,184 80,330
M
pelat jalur kolom
7,189 23,086 28,352 26,326 14,176
M
pelat jalur tengah
3,114 27,920 34,287 31,839 17,143

Portal B :
Lebar total = 3000 mm lebar jalur kolom = 1500 mm, lebar jalur tengah = 1500
mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
25,519 90,914 111,649 103,674 55,825
M
balok
21,425 65,411 80,330 74,593 40,165
M
pelat jalur kolom
3,781 11,543 14,176 13,163 7,088
M
pelat jalur tengah
0,313 13,960 17,143 15,918 8,572






Kelompok VII

Struktur Beton 2 61

Portal C :
Lebar total = 3000 mm lebar jalur kolom = 1500 mm, lebar jalur tengah = 4000 mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
42,345 150,854 185,259 172,027 92,630
M
balok
31,076 89,754 110,213 102,340 55,107
M
pelat jalur kolom
5,484 15,837 19,449 18,060 9,724
M
pelat jalur tengah
5,785 45,272 55,597 51,627 27,799

Portal D :
Lebar total = 3000 mm lebar jalur kolom = 1500 mm, lebar 1/2 jalur tengah = 2000
mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
21,179 75,427 92,630 86,013 46,315
M
balok
13,082 44,873 55,107 51,105 27,518
M
pelat jalur kolom
2,308 7,908 9,712 9,018 4,856
M
pelat jalur tengah
5,782 22,646 27,811 25,890 13,944







Kelompok VII

Struktur Beton 2 62

Berdasarkan SNI 03-2847-2002 tentang perencanaan langsung maka terjadi perubahan
pada distribusi momen total terfaktor maka terjadi perubahan pada M
total
Portal A :
Lebar total = 6000 mm lebar jalur kolom = 3000 mm lebar jalur tengah = 3000 mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
51,040 181,829 223,299 200.969 111,649
M
balok
40,737 130,823 160,660 149,184 80,330
M
pelat jalur kolom
7,189 23,086 28,352 26,326 14,176
M
pelat jalur tengah
3,114 27,920 34,287 31,839 17,143

Portal B :
Lebar total = 3000 mm lebar jalur kolom = 1500 mm, lebar jalur tengah = 1500
mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
25,519 90,914 111,649 100.484 55,825
M
balok
21,425 65,411 80,330 74,593 40,165
M
pelat jalur kolom
3,781 11,543 14,176 13,163 7,088
M
pelat jalur tengah
0,313 13,960 17,143 15,918 8,572






Kelompok VII

Struktur Beton 2 63

Portal C :
Lebar total = 3000 mm lebar jalur kolom = 1500 mm, lebar jalur tengah = 4000 mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
42,345 150,854 185,259 166,734 92,630
M
balok
31,076 89,754 110,213 102,340 55,107
M
pelat jalur kolom
5,484 15,837 19,449 18,060 9,724
M
pelat jalur tengah
5,785 45,272 55,597 51,627 27,799

Portal D :
Lebar total = 3000 mm lebar jalur kolom = 1500 mm, lebar 1/2 jalur tengah = 2000
mm
Bentang luar Bentang dalam
luar negatif positif dalam
positif
negatif positif
M
total
21,179 75,427 92,630 83, 366 46,315
M
balok
13,082 44,873 55,107 51,105 27,518
M
pelat jalur kolom
2,308 7,908 9,712 9,018 4,856
M
pelat jalur tengah
5,782 22,646 27,811 25,890 13,944

Menghitung tulangan pelat berdasarkan momen-momen yang paling menentukan ,
Untuk keseragaman diameter tulangan dalam satu jalur maka hitungan penulangan di
susun dalam bentuk table untuk tiap jalurnya juga langsung di adakan cek kapasitas
lenturnya lihat table dalam lampiran 7.a. sanpai table dalam lampiran 7.h.



Kelompok VII

Struktur Beton 2 64

Menentukan panjang penyaluran dan panjang sambungan lewatan
(a). Panjang penyaluran menurut SK SNI-T-15-1991-03 tidak di tentukan
persyaratannya untuk baja polos begitu juga pada SNI 03-2847-2002 maka pakai
persyaratan PBI 71 yaitu panjang penyaluran baja polos kelipatan dua dari Idb
baja deform.
Idb = 0,02 Ab..
Tetapi tidak kurang dari =0,06 db fy
=0,06 (12) (400) =288 mm.
Diambil Idb= 290 mm, Idb polos = 2 (290) =580 mm.
Ld =1,4 Idb untuk tulangan atas dan tidak boleh kurang dari 300mm.
Maka Ld = 1,4 (580) =812 mm, dipakai Ld =820 mm untuk tulangan atas dan Ld
=580 mm untuk tulangan bawah .
(b). Panjang sambungan lewatan


Menurut Tabel 3.3 untuk nilai


dan persentase maksimum dari As
yang di sambung lewat di dalam panjang lewatan perlu 50% maka termasuk
kelas B. Untuk kelas B
Ldp =1,3 Ld=1,3(580) =754 mm,di pakai Ldp =760 mm.










Kelompok VII

Struktur Beton 2 65

Menggambar denah penulangan dan potongan melintang pelat lantai dengan balok-
balok lihat gambar dalam lampiran 13.a.