P. 1
PTT PNS

PTT PNS

|Views: 86|Likes:
Dipublikasikan oleh Ahmad Faizal Bustomi

More info:

Published by: Ahmad Faizal Bustomi on May 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

PERIPHERAL NERVOUS SYSTEM

AHMAD FAIZAL BUSTOMI 160121110008

PENDAHULUAN
• Susunan saraf terdiri dari sel-sel dengan spesialisasi yang berfungsi untuk menerima stimulus sensorik dan mentransmisikan stimulus ini ke orgam-orgam efektor, baik muskuler atau glanduler

Sistem Saraf

Sistem Saraf Perifer

Perbedaan Neuron Motorik Somatik dan Otonom
• Sistem motorik somatik
• Satu sel saraf motorik memanjang dari SSP ke otot skelet • Axon bermyelinisasi dan dapat menghantarkan rangsang dengan cepat

• Sistem Saraf Otonom
• Rangkaian dari 2 sel saraf
• Saraf preganglionik • Saraf postganglionik

• Penghantaran rangsang lebih lambat karena axon tidak bermyelin

Perbedaan Neuron Motorik Somatik dan Otonom

SISTEM SARAF SOMATIK
• mengatur pergerakan tubuh melalui pengaturan otot skeletal (sadar), serta menghubungkan organisme dengan lingkungan melalui penerimaan stimuli eksternal, seperti melalui sensasi penglihatan, pendengaran, pengecapan, dan penciuman • terdapat saraf motorik eferen, yang menghantarkan impuls dari pusat ke perifer dan saraf sensoris aferen, yang menghantarkan impuls dari perifer ke pusat.

• somatik terdiri dari 31 pasang saraf spinalis dan 12 pasang saraf kranialis, serta ganglia yang terkait

SARAF SPINALIS

• Masing-masing saraf spinalis dihubungkan dengan medula spinalis oleh dua radiks, yaitu radiks anterior dan posterior. • Radiks anterior  berkas serabut saraf yang membawa impuls keluar dari susunan saraf pusat (eferen). Serabut eferen yang menuju ke otot-otot skeletal dan menyebabkan timbulnya kontraksi disebut serabut motorik. Sel-sel asalnya terdapat pada kornu grisea anterior medula spinalis

• Radiks posterior  aferen (impuls saraf ke susunan saraf pusat). Karena serabut ini bertugas untuk mengalirkan informasi mengenai sensasi raba, nyeri, suhu dan getaran, disebut sebagai serabut sensorik.

• Badan sel serabut saraf terletak pada suatu pembesaran pada radiks posterior yang disebut sebagai ganglion radiks posterior. Sel tubuh yang dimiliki neuron sensoris terdapat di ganglion ini

Radiks saraf anterior dan posterior  membentuk saraf spinalis (campuran serabut motorik dan sensorik)

• Keluar dari foramen intervertebrale  saraf spinalis membagi diri  ramus anterior yang besar dan ramus posterior yang kecil (serabut motorik dan sensorik) • Ramus posterior melintas ke posterior di sekeliling kolumna vertebralis serta mempersarafi otot-otot dan anggota gerak • Ramus anterior bergabung satu sama lain  pleksus saraf:  Pleksus servikalis dan brakialis  pangkal anggota gerak atas  Pleksus lumbalis dan sakralis  pangkal anggota gerak bawah.

Ramus anterior dan posterior

Cabang dari saraf-saraf spinalis serta otototot mayor yang dipersarafi:

PLEKSUS
• Jaring-jaring serabut saraf yang terbentuk dari ramus ventral seluruh saraf spinal, kecuali T1 dan T11, yang merupakan awal saraf interkostal. • Ada 5 pleksus di saraf spinalis: serviks, brakial, lumbal, sakral, koksiks.

PLEKSUS

PLEKSUS SERVIKS
• terbentuk dari ramus ventral keempat saraf serviks pertama (C1, C2, C3, C4) dan sebagian C5 • menginervasi otot leher, dan kulit kepala, leher serta dada. Saraf terpenting yang berawal pada pleksus ini adalah saraf frenik, yang menginervasi diafragma.

PLEKSUS BRAKIAL
• terbentuk dari ramus ventral saraf sserviks C5, C6, C7, C8 dan saraf toraks pertama T1, dengan melibatkan C4 dan T2. • mensuplai lengan atas dan beberapa otot pada leher dan bahu.

PLEKSUS LUMBAL
• terbentuk dari ramus saraf lumbal L1, L2, L3, dan L4 dengan bantuan T12 • menginervasi kulit dan otot dinding abdomen, paha, dan genitalia eksterna. • Saraf terbesar saraf femoral, yang mensuplai otot fleksor paha dan kulit pada paha anterior, regio panggul, dan tungkai bawah.

PLEKSUS SAKRAL
• terbentuk dari ramus ventral saraf sakral S1, S2, dan S3, serta kontribusi dai L4, L5, dan S4 • menginervasi anggota gerak bawah, bokong, dan regio perineal. • Saraf terbesar adalah saraf akiatik.

PLEKSUS KOKSIKS
• terbentuk dari ramus ventral S5 dan saraf spinal koksiks dengan kontribusi dari ramus S4. • merupakan awal saraf koksiks yang mensuplai regio koksiks.

SARAF KRANIALIS
• terdiri dari 12 pasang saraf kepala yang meninggalkan permukaan ventral otak. • Sebagian besar saraf-saraf kepala ini mengontrol fungsi sensoris dan motorik di bagian kepala dan leher • membawa stimulus motoris dan sensoris

Saraf kranial terdiri atas: - Sensorik (1,2,8)

- Motorik (3,4,6,11,12)
- Sensorik dan motorik (5,7,9, 10

TIPE DARI CRANIAL NERVES
• SERAT AFEREN (sensoris) - Serat Aferen Somatik  mengirim rasa nyeri, suhu, raba, tekanan, dan propioseptif melaui resptor pd kulit, sendi, tendon, dll) - Serat Aferen Otonom/visera  mengirim impuls nyeri dari visera - Serat Aferen Somatik spesial  Impuls dari reseptor spesial seperti mata dan telinga - Serat Aferen Visera spesial  mengirim impuls pengecapan dan penciuman • SERAT EFEREN ( motorik ) - Serat Eferen Somatik  mepersarafi otot otot skelet (III,IV,VI,XII) - Serat Eferen visera  mempersarafi otot polos, otot jantung, dan kelenjar parasimpatik seperti juga simpatik - Serat Eferen brankiomerik spesial  mempersarafi otot2 yang berasal dari arkus brankialis (V arkus pertama, VII  arkus ke 2, IX  arkus ke 3, XI  arkus ke empat dan selanjutnya )

VI Abducens

Motor

Movements of eyeball: lateral rectus muscle. See also III, IV Muscles of facial expression, stapedius (middle ear) (parasympathetic: lacrimal, nasal, palatine, submandibular, sublingual glands) (taste: anterior tongue) Hearing, balance

VII Facial

Mixed

VIII Vestibulocochlear

Sensory

IX Glossopharyngeal

Mixed

Sensation from oropharynx, posterior tongue, carotid body and sinus (taste: posterior tongue) (muscle: stylopharyngeus) (parasympathetic: parotid gland) Muscles of larynx, pharynx (phonation, swallowing) Sensation from larynx, hypopharynx, heart, lungs, abdominal viscera (taste: epiglottic region, hypopharynx) (parasympathetic: cardiac muscle; muscles and glands of foregut and midgut: intestinal activity) Muscles: sternocleidomastoid, trapezius

X Vagus

Mixed

XI Accessory

Motor

XII Hypoglossal

Motor

Tongue muscles and movements

NUKLEUS MOTORIK

NUKLEUS SENSORIS

SISTEM SARAF OTONOM
• bagian dari susunan saraf yang berkaitan dengan persarafan struktur-struktur involunter  jantung, otot polos, dan glandula seluruh tubuh • dibagi menjadi dua bagian, simpatis dan parasimpatis, dimana pada kedua bagian ini terdapat serabut aferen dan eferen.

• Simpatis dan parasimpatis
• Rangkaian dua sel saraf
• Sebagian besar menginervasi struktur yang sama • Sebagian besar menyebabkan efek yang bertolak belakang

• Simpatis – “fight, flight, or fright”
• Teraktivasi saat latihan, gembira, dan keadaan darurat

• Parasimpatis – “rest and digest”
• Bekerja untuk menyimpan energi

Perbedaan Anatomik Sistem Simpatis dan Parasimpatis
• Keluar dari daerah SSP yang berbeda • Simpatis  divisi thoracolumbar • Parasimpatis  divisi craniosacral

47

Perbedaan Anatomis Sistem Simpati dan Parasimpatis
• Panjang serabut preganglionik dan postganglionik • Cabang-cabang axon • Axon simpatis  sangat banyak cabangnya  mempersarafi banyak organ • Axon parasimpatis  sedikit cabangnya  efek lokal

Perbedaan Anatomis Sistem Simpatis dan Parasimpatis

• Neurotransmiter yang dikeluarkan oleh axon postganglionik • Simpatis  sebagian besar melepaskan norepinefrin (adrenergik) • Parasimpatis  melepaskan asetilkolin

Perbedaan Anatomis Sistem Simpatis dan Parasimpatis

Perbedaan Anatomis Sistem Simpatis dan Parasimpatis

Sistem Parasimpatis
• Yang berasal dari cranial • Keluar dari otak • Mempersarafi organ di kepala, leher, thorax, dan abdomen • Yang berasal dari sacral • Mempersarafi organ abdomen dan pelvis yang lain

Sistem Parasim patis

Parasimpatis dari Nervi Craniales
• Serabut preganglionik melalui: • N. Oculomotorius (N. III) • N. Facialis (N. VII) • N. Glossopharyngeus (N. IX) • N. Vagus (X) • Badan sel terletak dalam nuclei nervi craniales dalam batang otak

PARASIMPATIS SSO
• melestarikan dan mengembalikan tenaga, seperti memperlambat denyut jantung, mengkonstriksi pupil, meningkatkan peristalsis usus dan aktivitas glandula, serta membuka sphincter, juga berkontraksinya dinding vesica urinaria.

Parasimpatis dari N. Oculomotorius (N. III)
• Serabut parasimpatis mempersarafi otot polos bola mata  menyebabkan konstriksi pupil • Badan sel preganglionik  terletak dalam nucleus oculomotorius di batang otak • Badan sel postganglionik  terletak dalam ganglion ciliaris

Parasimpatis dari N. Facialis (N. VII)
• Serabut parasimpatis merangsang sekresi kelenjarkelenjar di kepala • Nuclei lacrimalis  terletak di pons • Bersinaps di ganglion pterygopalatinum • Nucleus salivarius superior  terletak di pons • Bersinaps di ganglion submandibularis

Parasimpatis dari N. Glossopharyngeus (N. IX)
• Serabut parasimpatis merangsang sekresi kelenjar parotis • Nuclei salivarius inferior  terletak di medulla oblongata • Bersinaps di ganglion oticum

Parasimpatis dari N. Vagus (N. X)
• Mempersarafi organ visceral pada cavum thorax dan sebagian besar organ abdomen • Merangsang pencernaan, penurunan denyut jantung dan tekanan darah • Badan sel preganglionik • Terletak di nucleus motorik dorsalis di medulla oblongata • Saraf postganglionik • Tertanam di dalam dinding organ yang dipersarafinya

Parasimpatis dari N. Vagus (N. X)
• Memberikan cabang-cabangnya melalui: • Plexus saraf otonom • Plexus cardiacus • Plexus pulmonary • Plexus esophagus • Plexus coeliacus • Plexus mesentericus superior

Parasimpatis dari Nervi Sacrales
• Keluar dari nervi spinales S2-S4 • Mempersarafi organ pada rongga pelvis dan abdomen bagian bawah • Badan sel preganglionik • Terletak di regio motorik visceral pada substantia grisea medulla spinalis • Axon berjalan dalam radix ventralis – nervus spinalis – ramus ventralis • Membentuk nervi splanchnicus • Berjalan melalui plexus hypogastricus inferior

Sistem Simpatis
• Pengaturan • Keluar dari medulla spinalis segmen T1-L2 • Serabut preganglionik berasal dari cornu lateralis medulla spinalis • Mempersarafi organ viscera dan permukaan tubuh • Mempunyai lebih banyak ganglion dibandingkan sistem parasimpatis

Ganglia Truncus Sympathicus
• Terletak pada kedua sisi columna vertebralis • Dihubungkan satu sama lain oleh serabut saraf pendek  membentuk truncus sympathicus • Bergabung dengan rami ventralis melalui rami communicantes alba dan grisea • Ganglia berfusi  jumlah ganglia lebih sedikit daripada nervi spinalesnya

Ganglia Truncus Symphaticus

Ganglia Prevertebralis
• Tidak berpasangan dan tidak tertata secara segmental • Hanya ada di cavum abdomen dan pelvis • Terletak pada bagian anterior columna vertebralis • Ganglion utama : coeliacus, mesentericus superior, mesentericus inferior, hypogastricus

Sistem Simpatis

67

SIMPATIS SSO
• adalah mempersiapkan tubuh untuk keadaaan darurat, mempercepat denyut jantung, menyebabkan konstriksi arteriol-arteriol pada kulit dan usus tetapi mendilatasi arteriol pada otot skelet, menaikkan tekanan darah. • menyebabkan redistribusi darah sehingga meninggalkan daerah kulit dan usus serta darah dialihkan ke otak, utung, dan otot skelet • menghambat otot polos bronki, sus, dan dinding vesica urinaria; serta menutup hincter, juga • menyebabkan berdirinya rambut dan kulit berkeringat.

Sistem Simpatis pada Extremitas

• Mempersarafi • Kelenjar keringat • Musculi errector pili • Pembuluh darah perifer

Sistem Simpatis pada Kepala

• Serabut preganglionik berasal dari medulla spinalis segmen T1-T4 • Serabut ascendens pada truncus sympathicus
• Bersinaps pada ganglion cervicalis superior

• Serabut postganglionik berkaitan dengan arteri-arteri besar
• Dibawa menuju : :
• Kelenjar • Otot polos • Pembuluh saraf menuju ke otak

Sistem Simpatis pada Organ Thoraks
• Serabut preganglionik berasal dari medulla spinalis segmen T1-T6 • Beberapa serabut bersinaps pada ganglia truncus symphaticus terdekat • Serabut postganglionik langsung menuju organ yang dipersarafinya • Serabut simpatis tak langsung yang menuju ke jantung

Sistem Simpatis pada Organ Thorax
• Fungsi  peningkatan denyut jantung, dilatasi bronkiolus, dilatasi pembuluh darah dinding pembuluh darah, menghambat kerja otot dan kelenjar di esofagus

Sistem Simpatis pada Organ Abdomen
• Serabut preganglionik berasal dari medulla spinalis segmen T5-L2 • Keluar melalui ganglia truncus sympathicus didekatnya
• Lalu berjalan dalam nervus splanchnicus thoracis
• Bersinaps dalam ganglia prevertebralis pada aorta abdominalis • Ganglion coeliacus dan mesentericus superior

• Menghambat aktivitas musculus dan kelenjar pada organ visceral

Sistem Simpatis pada Organ Pelvis
• Serabut preganglionik berasal dari medulla spinalis segmen T10 –L2 • Beberapa serabut bersinaps pada truncus symphaticus • Serabut preganglionik lain bersinaps di ganglion prevertebralis • Serabut postganglionik berjalan melalui plexus menuju ke organ pelvis

W. Winami W. - Anatomi FK UKRIDA

74

Peran Medulla Adrenal pada Sistem Simpatis
• Organ utama pada sistem simpatis • Merupakan ganglion simpatis yang terbesar • Mensekresi norepinefrin dan adrenalin dalam jumlah besar • Sekresi dirangsang oleh serabut simpatis preganglionik

75

Pengendalian SSP pada Sistem Saraf Otonom
• Dikontrol oleh otak dan medulla spinalis
• Formatio reticularis yang paling banyak berpengaruh langsung, terutama :
• Medulla oblongata • Substantia grisea periaquaductus

• Kontrol oleh hipotalamus dan corpus amygdaloideum
• Hipotalamus  pusat integrasi utama sistem saraf otonom • Corpus amygdaloideum  regio limbik utama yang mengatur cortex

• Dikontrol oleh cortex hemispherium cerebri

AKTIVITAS SIMPATIS

• Bulu romanya berdiri, kulit pucat (vasokonstriksi yang mengakibatkan redistribusi darah jauh dari kulit dan visera kearah jantung dan otot skelet), kelopak mata atasnya terbuka besar 4 cm, pupil dilatasi luas sehingga dapat melihat kemana arah lari, denyut jantungnya meningkat (resistensi perifer arteriol mungkin meningkat mengakibatkan tekanan darah meningkat), bronkus dilatasi (memungkinkan maksimalnya aliran udara pernapasan), Aktivitas pristaltiknya dihambat dan sfingternya kon-traksi. sfingter kandung kemih juga kontraksi (tidak ada pikiran ingin defikasi dan miksturisi). Glikogen akan dipecah menjadi glukosa untuk energi dan berkeringat mcnghilangkan panas badan.

AKTIVITAS PARASIMPATIS

• pada seorang telah tertidur dengan tangan terkulai sctelah makan dengan puas  Denyut jantung melambat, tekanan darah tidak meninggi. Kelopak mata atas turun atau memitup dan pupilnya kostriksi. Napasnya berbunyi karena konstriksi bronkus. Perutnya berbunyi karena meningkatnya peristaltik. la mungkin cendrung merasa ingin defikasi miksturisi.

AKTIVITAS PARASIMPATIS

PENYAKIT-PENYAKIT MELIBATKAN SUSUNAN SARAF OTONOM
• Pupil Argyll Robertson pupil yang kecil, tidak bereaksi terhadap cahaya, tetapi berkontraksi dengan akomodasi. biasanya disebabkan oleh lesi sifilis yang memutuskan serabut yang berjalan dari nucleus pretectalis ke nuclei parasimpatis (nuclei Edinger-Westphal) n. oculomotorius pada kedua sisi.

• Sindroma Frey komplikasi menarik yang kadang-kadang setelah luka tembus pada glandula parotis. Selama proses penyembuhan, serabut sekretomotorik postganglionik parasimpatis yang berjalan dalam n. auriculotemporalis tumbuh keluar dan bersatu dengan ujung distal n. auricularis major, yang mensuplai glandula sudorifera kulit luka diatasnya. suatu stimulus untuk produksi saliva sebaliknya menimbulkan sekresi keringat.

• Penyakit Hirschsprung (Megacolon) keadaan kongenital kegagalan perkembangan pleksus mienterikus (pleksus Auerbach) pada kolon bagian distal. Bagian kolon yang tidak memiliki sel-sel ganglion parasimpatis, peristaltik tidak ditemukan secara efektif menghambat pasase feses dan kolon bagian proksimal mengalami pembesaran yang luas.

TERIMAKASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->