Anda di halaman 1dari 4

Renanto Putra Wijaya

Data publikasi : P.W. Atkins.1997.Kimia Fisika Jilid 2.Jakarta.Erlangga Chang.Raymond.2004.Kimia Dasar.Jakarta : Erlangga

1006704202

Mekanisme Reaksi Rumit


1.1 Hukum Laju Reaksi Berantai Reaksi berantai sering menghasilkan hukum laju yang rumit namun tidak selalu. Sebagai contoh reaksi Thermal antara H2 dan Br2 dengan reaksi keseluruhan dan hukum laju yang diamati adalah: H2 + Br2 2HBr Dengan mekanisme berantai radikal: Inisiasi : Br2 2 Br Perambatan: Br + H2 HBr + H v = kb [Br][H2] H +Br2 HBr + Br v = kb [H][Br2] Perlambatan : H + HBr H2 + Br v = kc [H][HBr] Terminasi : Br + Br + M Br2 + M v = kd [Br2]2 1.2 Ledakan Ledakan termal adalah karena pertambahan laju reaksi dengan cepat, dengan bertambahnya tempratur. Jika energi reaksi eksoterm tidak dapat keluar, maka tempratur reaksi naik, sehingga reaksi berlangsung lebih cepat. Contoh kedua jenis ledakan, diberikan oleh reaksi antara Hidrogen dan Oksigen. 2H2 + O2 2H2O Walaupun reaksi netonya sangat sederhana namun mekanismenya sangat rumit dan belum dijelaskan sepenuhnya. Sudah diketahui bahwa mekanisme ini meliputi reaksi berantai, dan pembawa rantainya adalah H, O, OH, dan H2O beberapa tahapnya adalah : Inisiasi : H2 + O2 O2H + H

Kinetika Reaksi Rumit

UNIVERSITAS INDONESIA

Renanto Putra Wijaya


Perambatan : H2 + O2H OH + H2O H2 + OH H + H2O O2 + H O + OH O + H2 OH + H

1006704202

1.3 Medan Kuantum Hukum Stark-Einstein menyatakan bahwa satu foton diabsorbsi oleh setiap molekul yang berperan dalam proses fotokimia primer. Rendeman Kuantum Keseluruhan , adalah jumlah molekul reaktan yang bereaksi, untuk setiap foton yang diabsorbsi. Contohnya, adalah fotolisi HI, prosesnya adalah: HI + hv H + I H + HI H2 + I 2I I2 Medan kuantum keseluruhan adalah 2, karena absorbsi satu foton menyebabkan musnahnya dua molekul HI. Dalam reaksi berantai, dapat bernilai sangat besar, dan sekitar 104 adalah nilai yang umum. 1.4 Polimerisai Berantai Polimerisasi berantai menghasilkan pertumbuhan cepat rantai polimer individual untuk setiap monomer teraktifkan. 1.4.1 Hukum Laju Untuk Polimerisasi Berantai Dalam proses polomerisasi berantai terdapat tiga reaksi dasar: a. Inisiasi I 2R v = ki [I] M + R M1 (cepat) Dengan I merupakan inisiator dan M merupakan radikal monomer. b. Perambatan M + M1 M2 M + M2 M3 M + Mn-1 Mn v = kp[M][M] Karena serangkaian reaksi ini merambat dengan cepat, maka laju pertumbuhan konsentrasi total radikal, sama dengan laju tahap inisiasi penentu laju, dan kita dapat menuliskan

Dan pada akhirnya menjadi ( )

Kinetika Reaksi Rumit

UNIVERSITAS INDONESIA

Renanto Putra Wijaya


1.5 Katalisis dan Osilasi

1006704202

Jika energi pengaktifkan reaksi tinggi, maka tempratur noemal, hanya sebagian kecil pertemuan molekul, yang menghasillkan reaksi. Katalis menurunkan energi pengaktifasi reaksi, sehingga menghasilkan laju reaksi lebih tinggi, pada tempratur yang sama. Katalis dapat sangat efektif. Misalnya, energi 76 kJ mol-1 dan pada suhu kamar berlangsung sangat lambat, jika ditambahkan sedikit bromida, energi pengaktivasi menjadi turun 56 kJ mol-1 dan laju reaksi bertambah dengan faktor 2000. Enzim, yang merupakan katalis biologis bersifat sangat spesifik dan dapat memunyai efek yang sangat besar pada reaksi yang dikontrolnya. Katalis Homogen adalah katalis yang berada dalam fase yang sama dengan campuran reaksinya (misalnya: asam yang ditambahkan pada larutan berair). Katalis Heterogen adalah katalis dalam fase yang berbeda.

1.5.1

Katalis Homogen Beberapa gagasan tentang cara kerja katalis homogenm dan dapat diperoleh dengan memelajari kinetika dekomposisi hidrogen peroksida yang di katalisa oleh bromida: 2H2O2(aq) 2H2O (aq) + O2(g) Dianggap reaksi tersebut berlangsung melalui prakeseimbangan berikut ini: HOOH + H3O+ HOOH2+ + H2O HOOH2+ + Br - HOBr + H2O HOBr + HOOH H3O+ + O2 + Br k [HOOH2+] [Br -] (cepat)

1.5.2

Otokatalisis Gejala Otokatalisis merupakan katalisis reaksi oleh produknya. Contoh: dalam reaksi A P, mungkin saja hukum lajunya adalah: V = k [A][P] Contoh otokatalisis dua tahapan dalam reaksi Belousov-Zhabotinski (reaksi BZ) yang terdapat dalam pembahasan dibagian selanjutnya subbab ini: BrO3- + HBrO2 + H3O+ 2BrO2 + 2H2O 2BrO2 + 2Ce(III) + 2H3O+ 2HBrO2 + 2Ce(IV) + 2 H2O Produk HBrO2 merupakan reaktan dalam tahap pertama

1.5.3

Reaksi Berosilasi Salah satu konsekuensi otokatalisis adalah kemungkinan bahwa konsentrasi reaktan, zat antara, dan produk bervariasi secara periodik dalam ruang atau dalam waktu. Osilasi kimia analog dengan osilasi listrik. Otokatalisis memainkan peranan sebagai umpan balik positif. Reaksi berosilasi, lebih dari sekedar eksperimen laboratorium, reaksi ini terjadi dalam banyak proses industri, dan banyak contoh dalam sistem biokimia, dengan sel memegang peranan penting sebagai reaktan kimia.

Kinetika Reaksi Rumit

UNIVERSITAS INDONESIA

Renanto Putra Wijaya

1006704202

1.6 Mekanisme Lotka-Volterra Kita menggunakan reaksi otokatalisis model, dengan bentuk yang sederhana, yang menggambarkan bagaimana osilasi terjadi. Contoh kimia sebenarnya, yang sudah ditemukan sejauh ini, mempunyai mekanisme yang berbeda, Mekanisme Lotka-Volterra adalah sebagai berikut: a. A + X 2X b. X + Y 2Y c. Y B - ka [A][X] -ka [X][Y] - kc [Y]

Tahap (a) dan (b) adalah tahap otokatalisis. Kosentrasi [A] dijaga agar tetap konstan dengan memasukannya dalam bejana realso saat diperlukan.

1.7 Bruselator Satu set persamaan lain yang sangat menarik disebut bruselator (karena ini merupakan osilator yang berasal dari kelompok Ilya Progegine di Brusel, Belgia. a. A X b. 2X + Y 3Y c. B + X Y + C d. X D - kd [X] ka [A] kb [X]2 [Y] kc [B][X]

Karena reaktan (A dan B) dijaga agar konsentrasinya konstan, maka kedua variabelnya adalah konsentrasi X dan Y. Kedua konsentrasi ini dapat dihitung dengan menyelesaikan persamana laju secara numerik. Hal yang menarik adalah berapapun konsentrasi awal X dan Y, sistem itu berakhir dengan variasi periodik yang sama, dari konsentrasinya.

Kinetika Reaksi Rumit

UNIVERSITAS INDONESIA