Anda di halaman 1dari 3

SIFAT SIFAT DASAR SISTEM ALJABAR YANG DIDEFINISIKAN OLEH KISI

Sekarang akan kita bahas beberapa sifat dasar yang dimiliki oleh sistem aljabar yang ) adalah sebuah sistem aljabar yang didefinisikan oleh kisi. Misalkan ( ). didefinisikan oleh sebuah kisi ( Teorema Kedua operasi join dan meet bersifat komutatif.

BUKTI. Ini merupakan akibat langsung dari definisi batas atas terkecil dan batas bawah terbesar bagi sembarang dua unsur di dalam sebuah kisi. Teorema Kedua operasi join dan meet bersifat asosiatif. adalah asosiatif.

BUKTI. Pertama tama akan ditunjukkan bahwa operasi join Artinya, untuk sembarang , , di dalam , berlaku ( Misalkan ( dan ( Karena g adalah join dari dan ( g Lebih lanjut, g berarti bahwa g g ) ), g ) g ) ( )

Karena join dari dan adalah batas atas terkecil bagi berdasarkan kenyataan bahwa g dan g kita memperoleh g

dan

, maka

Banyak teladan penting lain yang mengilustrasikan prinsip dualitas. Di dalam bidang rekayasa listrik, konsep tegangan dan kuat arus, tahanan dan penghantaran, induktansi dan kapasitansi adalah konsep konsep dual. ( [ ] ) Di dalam teori graf, konsep rangkaian dan himpunan-potongan, tree dan cotree adalah konsep [ ]) dual. ( Yang, bila digabungkan dengan kenyataan bahwa ( Jadi, kita telah menunjukkan bahwa g Dengan cara serupa dapat kita tunjukkan bahwa g ) yang dimiliki Dengan demikian, karena sifat tolak setangkup ( oleh setiap relasi pengurutan parsial, maka kita menyimpulkan bahwa ) g g akan menghasilkan

g Berdasarkan prinsip dualitas, operasi meet Teorema Untuk setiap ), di dalam , juga asosiatif. dan .

BUKTI. Menurut (

Karena

, maka kita memperoleh

Dengan demikian

Berdasarkan prinsip dualitas, kita juga memperoleh

Hasil hasil dalam teorema operasi join dan meet. Teorema Untuk sebarang dan ( ( BUKTI. Karena memperoleh ( )

dikenal sebagai sifat idempoten operasi

di dalam , ) ) adalah join dari ( ) dan , maka kita ( )

Karena ( Maka berdasarkan ( ) maka kita memperoleh ( Karena Jika g dan bagi g dan . , maka g sebab g adalah batas atas terkecil ) )

Maka (

) menjadi ( ) ), kita memperoleh ) ( )

Dengan menggabungkan (

) dan ( (

Berdasarkan prinsip dualitas kita peroleh pula ( )

Hasil hasil dalam teorema dikenal sebagai sifat penyerapan ( ) dari operasi operasi join dan meet. Sekarang marilah kita perhatikan kisi bilangan bilangan asli yang diurutkan oleh ). Karena maksimum dari dua relasi "lebih kecil atau sama dengan," ( bilangan dan sama dengan maksimum dari dua bilangan dan , berarti ) bersifat komutatif. Begitu pula, opersi meet juga operasi join di dalam ( ( ) ) dan maks ( ( )) keduanya komutatif. Karena maks ( sama dengan maksimum dari tiga bilangan , , dan , maka operasi join di dalam ( ) bersifat asosiatif. Begitu pula, operasi meet juga asosiatif. Sifat idempoten dari operasi operasi join dan meet merupakan akibat dari kenyataan bahwa maksimum dari dan adalah , dari kenyataan bahwa minimum dari dan adalah . Persamaan - persamaan [ [ menghasilkan sifat penyerapan. Sebagai teladan lain, perhatikan kisi bilangan bilangan positif yang diurutkan ). Karena kelipatan persekutuan terkecil oleh relasi "membagi habis," yaitu ( dari dan sama dengan kelipatan persekutauan terkecil dari dan , berarti ) bersifat komutatif. Begitu pula, operasi meet di operasi join di dalam ( ) ( ) dalam sistem ini juga komutatif. Karena ( dan ) dari ketiga bilangan , , keduanya adalah kelipatan persekutuan terkecil ( dan , berarti operasi join bersifat asosiatif. Begitu pula, operasi meet di dalam sistem ini juga asosiatif. Pembagi persekutuan terkecil dari dan adalah , ) dari dan adalah . Oleh begitu pula pembagi persekutuan terbesar ( karena itu, terbuktilah sifat idempoten bagi operasi operasi join dan meet. Persamaan persamaan [ [ menghasilkan sifat absorpsi. ( ( )] )] ( ( )] )]