Anda di halaman 1dari 5

DIABETES MELITUS (DM) 1.

Pengertian Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan metabolisme hidrat arang akibat berkurangnya hormon insulin, baik kekurangan relative maupun absolut. Hasil penelitian Departemen Kesehatan yang dipublikasikan pada tahun 2008 menunjukkan angka prevalensi DM di Indonesia sebesar 5,7%, yang berarti lebih dari 12 juta penduduk Indonesia menderita DM. (KS Kariadi, 2009) Istilah diabetes mellitus diperoleh dari bahasa latin yang berawal dari kata Yunani, yaitu diabetes yang berarti pancuran dan mellitus yang berarti madu. Jika diterjemahkan, diabetes mellitus adalah pancuran madu. Istilah pancuran madu berkaitan dengan kondisi penderita yang mengeluarkan sejumlah besar urin dengan kadar gula yang tinggi. Selanjutnya, di Indonesia dikenal dengan nama penyakit kencing gula atau kencing manis karena urin (kencing) penderita sering dikerumuni semut karena tingginya kadar gula dalam urin. (Hembing,2007)

2. Proses Terjadi Diabetes adalah suatu penyakit yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan sari-sari makanan secara efisien. Hormon insulin yang diproduksi di Pankreas membantu tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi. Diabetes terjadi bila satu dari dua kondisi ini terjadi, yaitu pankreas gagal memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksinya. Pancreas adalah salah satu organ di dalam tubuh dengan tugas menjaga kadar gula darah selalu dalam batas aman. Apabila gula darah tinggi, yaitu pada setiap kali sesudah makan, secara otomatis pankreas akan membuat dan mengeluarkan insulin. Insulin akan mengeluarkan gula dengan cara mendistribusikan gula masuk ke dalam sel-sel, yang akan diolah lebih lanjut

untuk menjadi energi. Selama pankreas sehat semua akan berjalan dengan lancer tanpa kelainan. Produksi dan sekresi insulin di pacu oleh jumlah glukosa dalam darah. Jika jumlah glukosa telah mencapai kadar tertentu, insulin akan disekresikan dan membuka sel-sel dalam hati, otot dan lemak sehingga memungkinkan glukosa masuk kedalam sel-sel tersebut. Dengan demikian, glukosa tidak menumpuk dalam darah dan kadar glukosa darah tetap normal. (Hembing, 2007) Insulin mengatur kesanggupan glukosa untuk masuk ke dalam sel-sel yang membutuhkannya dan membantu proses oksidasi glukosa menjadi energi yang digunakan untuk beraktivitas. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akan dibuang melalui ginjal ke dalam urin sehingga terjadi glikosuria (glukosa dalam urin = kencing manis).

3. Faktor Penyebab Ada beberapa penyebab penyakit diabetes mellitus yaitu a) Pola makan b) Obesitas c) Faktor genetis d) Bahan-bahan kimia dan obat-obatan e) Penyakit dan infeksi pada pankreas

4. Gejala Diabetes Gejala adalah hal-hal yang dirasakan oleh penderita,sedangkan tandatanda adalah keadaan yang dapat dilihat pada pemeriksaan badan. Menurut Hembing, gejala diabetes dapat dirasakan secara fisik, yaitu: a) b) c) d) e) f) g) Merasa lemah dan berat badan menurun Poliuria (banyak kencing) Polidipsia (banyak minum) Polifagia (banyak makan) Jumlah glukosa besar Lensa mata berubah Luka sulit sembuh

5. Tipe Diabetes Melitus Berdasarkan diklsifikasikan penyakitnya. a) Diabetes Mellitus Tipe I (insulin dependent diabetes mellitus/IDDM) Diabetes tipe ini muncul ketika pankreas sebagai penghasil insulin tidak dapat atau kurang mampu memproduksi insulin. Jika insulin tidak ada, produk sampingan hasil penghancuran lemak dan otot akan menumpuk dalam darah dan menghasilkan suatu zat yang disebut keton. Jika hal ini dibiarkan terus, jumlahnya akan terus meningkat hingga orang tersebut mengalami apa yang disebut ketoasidosis koma. menjadi American empat tipe Diabetes Association/World penyebab dan Health proses

Organization (ADA/WHO) (dalam Hembing,2007, h.8), diabetes mellitus berdasarkan

Pasien yang menderita diabetes tipe I ini akan sangat bergantung pada insulin. Ia memerlukan suntikan insulin setiap harinya. Tipe ini banyak menyerang orang muda di bawah umur 30 tahun. Namun, kadang-kadang tipe ini juga dapat menyerang segala umur. Biasanya, penderita tipe I tampak kurus.

b)

Diabetes

Mellitus

Tipe

II

(non-insulin

dependent

diabetes

mellitus/NIDDM)

Diabetes tipe II ini adalah jenis yang paling banyak dijumpai. Biasanya terjadi pada usia diatas 40 tahun, tetapi bisa pula timbul pada usia diatas 20 tahun. Diabetes tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadi gangguan pengiriman gula ke sel tubuh.

c) d)

Diabetes Mellitus saat Kehamilan Diabetes tipe spesifik lain

6. Komplikasi Diabetes 7.