Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SEMI PADAT & CAIR

SIRUP CTM
Kelas : A 2 Kelompok : 6 Anggota : Viren Indah Pratiwi Yumna Afifah Nurrahimi Yunita Safitri Dwi Hayatunnufus Maria Fatima Eno (2010210271) (2010210281) (2010210282) (2011211269) (2010212271)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA 2012

I.

Tujuan Percobaan Untuk mengetahui cara pembuatan sirup yang baik dan benar dengan melihat pengaruh penambahan anticaplocking dan pengental.

II.

Teori dasar Sediaan sirup adalah sediaan cair yang mengandung gula (sakarosa), dengan kadar tidak kurang dari 64% dan tidak lebih dari 66% dan berupa larutan. Sirup adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat. Sirup yang mengandung bahan pemberi rasa tapi tidak mengandung zat-zat obat dinamakan pembawa bukan obat atau pembawa yang wangi/harum (sirup). Sirup bukan obat ini dimaksudkan sebagai pembawa yang memberikan rasa enak pada zat obat yang ditambahkan kemudian, baik dalam peracikan mresep secara mendadak atau dalam pembuatan formula standar untuk sirup obat, yaitu sirup yang mengandung bahan terapeutik atau bahan obat. Sirup obat dalam perdagangan dibuat dari bahan-bahan awal; yaitu dengan menggabungkan masing-masing komponen tunggal dari sirup seperti sukrosa, air murni, bahan pemberi rasa, bahan pewarna, bahan terapeutik dan bahan-bahan lain yang perlu dan diinginkan. Sirup merupakan alat yang menyenangkan untuk pemberian suatu bentuk cairan dari suatu obat yang rasanya tidak enak. Sirup-sirup terutama efektif dalam pemberian obat untuk anak-anak, karena rasanya yang enak biasanya menghilangkan keengganan pada sebagian anak-anak untuk meminum obat. Sebagain besar sirup-sirup mengandung komponen-komponen berikut disamping air murni dan semua zat-zat obat yang ada: gula (biasanya sukrosa atau pengganti gula yang digunakan untuk memberikan rasa manis dan kental), pengawet antimikroba, pembau dan pewarna. Juga ada sirup yang mengandung pelarut-pelarut khusus, pembantu kelarutan, pengental dan stabilisator.

III. Preformulasi A. Zat aktif CTM / Chlorphenilamin maleat (FI IV hal 210) Rumus molekul BM Pemerian Kelarutan dalam kloroform. Titik Lebur pH Efek Farmakologi Dosis Wadah / Penyimpanan cahaya. B. Eksipien Propilen Glikol (FI IV hal 712 ; Excipient ed 2 hal 407) Rumus Molekul BM Pemerian : C3H8O2 : 76,09 : Cairan kental, jernih , tidak berwarna, rasa khas, : 132C 135C : 7,2 : Antihistamin : dewasa 2-4 mg. : dalam wadah tertutup rapat dan tidak tembus : C16H19ClN2.C4H4O4 : 390,87 : Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa pahit. : Mudah larut dalam air, larut dalam etanol, larut

praktis tak berbau, menyerap air pada udara lembab. Kelarutan : Dapat bercampur dengan air dan aseton ; tidak

dapat bercampur dengan minyak lemak. Bobot Jenis Titik Lebur Kegunaan kosolven. : 1,038 g/ml : 188C : Antimikroba, desinfektan, humektan, pelarut,

Konsentrasi OTT permanganat. Stabilitas oksidasi. Penyimpanan cahaya,sejuk dan kering.

: untuk sediaan oral 10-25% : dengan reagen oksidasi seperti potasium

: pada temperatur tinggi dan terbuka mengalami

: pada wadah tertutup

rapat,terhindar dari

CMC / Carboxy Metil Cellulosum (Handbook of excipient ed 2 hal. 223,


Martindale 30th edition hal. 1219)

Pemerian Kelarutan air membentuk suspensi. pH Kegunaan Stabilitas 30C Konsentrasi

: Serbuk putih tak berbau, tak berasa, higroskopis. : tidak larut dalam etanol 95%, mengembang dengan

: 3 dan 5 : Pengental. : stabil pada suhu <40C, lebih stabil pada suhu 15

: 2%

Natrium Benzoat (FI IV hal 584 , pharmaceutical excipient ed 2hal 433) Rumus Molekul BM Pemerian hampir tidak berbau Kelarutan etanol 95% Kegunaan Konsentrasi : Pengawet : untuk sediaan oral 0,02-0,5% : Larut dalam 2 bagian air dan dalam 90 bagian : C6H5COONa : 144,11 : Butiran, Serbuk hablur, putih, tidak berbau, atau

Penyimpanan Stabilitas OTT

: Wadah tertutup rapat : disimpan ditempat sejuk dan kering : tidak bercampur dengan gelatin, garam ferri, garam

kalsium dan garam logam berat. Glukosa(FI IV hal 300) Pemerian Kelarutan : hablur tidak berwarna ,serbuk hablur atu serbuk granul putih,tidak berbau ,rasa manis : mudah larut dalam air,sangat mudah larut dalam air mendidih,larut dalam etanol mendidih ,sukar larut dalam etanol . Penyimpanan Kegunaan : dalam wadah tertutup baik : pemanis

Pewarna Red/Erythrosin (Martindale 28 hal 427) Pemerian Kelarutan Stabilitas Penyimpanan Kegunaan : serbuk halus berwarna merah : larut dalam air : tidak stabil terhadap udara : wadah kedap udara dan tidak tembus cahaya : coloring agent

Essence Strawberry ( Pharmaceutical Excipient ed 2 hal 292) Sinonim Rumus Molekul BM : Maltol, Palatone, Veltol : C6H6O3 : 126,11

Pemerian

: Kristal padat putih wangi dan rasa seperti karamel,

dalam larutan memiliki rasa dan bau seperti strawberry atau nanas. Kelarutan 83 bagian air. pH Stabilitas Kegunaan Wadah dan penyimpanan : 5,3 : Dapat disimpan dalam wadah gelas dan plastik. : Flavoring agent : Wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan : Larut dalam 30 bagian etanol (95%), dalam 87

bagian gliserin, dalam 53 bagian propanol, dalam 28 bagian propilen glikol, dalam

ditempat yang sejuk dan kering. Air (FI IV hal 112) Rumus molekul BM Pemerian berasa Kelarutan Titik Didih Titik Leleh KD PH Kegunaan : Bercampur dengan pelarut polar : 100C : 0C : 78,54 : 5 dan 7 : Pelarut / kosolven : H2O : 18 : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak

IV. Alat dan Bahan Alat : 1. Lumpang + mortir 2. Gelas Ukur 3. Beaker Glass 4. Viskometer Brookfield 5. pH meter 6. piknometer

7. Pipet tetes 8. Timbangan

9. Spatula 10. Stirer

Bahan : 1. CTM 2mg/5 ml 2. Glukosa 3. Propilen glikol 4. CMC 5. Na. Benzoat V. Formula Zat CTM Propilen Glikol CMC Glukosa Na.benzoat Pewarna Red Essence strawberry Aquadest Formula I (%) 2mg/5ml 10 1 20 0,03 0,075 O,175 Ad 200 ml Formula II (%) 2mg/5ml 10 1,5 20 0,03 0,075 0,175 Ad 200 ml Formula III (%) 2mg/5ml 10 2 20 0,03 0,075 0,175 Ad 200 ml 6. Pewarna Red 7. Essence strawberry 8. Aquadest

VI. Perhitungan dan Penimbangan 1. Perhitungan Formula I CTM Glukosa Propilen glikol CMC Air untuk CMC Na.Benzoat Essence strawberry : (2mg/5ml) x 200 ml = 80 mg : 20% x 200ml = 40 : 10% x 200 ml = 20 ml : 1% x 200 ml = 2 g : 20 x 2 ml = 40 ml : 0,03% x 200 ml = 0,06 g : 0,175/100 x 200ml = 0,35 x 20 tts = 7 tts

Pewarna Red Berat air

: 0,075/100 x 200ml = 0,15 x 20 tts = 3 tts : 200 ml (0,08 + 40 + 20 + 2 + 40 + 0,06 + 0,35 + 0,15) = 97,36

Formula II CTM Glukosa Propilen glikol CMC Air untuk CMC Na.Benzoat Essence strawberry Pewarna Red Berat air Formula III CTM Glukosa Propilen glikol CMC Air untuk CMC Na.Benzoat Essence strawberry Pewarna Red Berat air 2. Penimbangan Zat CTM Propilen Glikol : Formula I (g) 0,082 20,58 Formula II (g) 0,081 20,70 Formula III (g) 0,081 19,98 : (2mg/5ml) x 200 ml = 80 mg : 20% x 200ml = 40 : 10% x 200 ml = 20 ml : 2% x 200 ml = 4g : 20 x 4 ml = 80 ml : 0,03% x 200 ml = 0,06 g : 0,175/100 x 200ml = 0,35 x 20 tts = 7 tts : 0,075/100 x 200ml = 0,15 x 20 tts = 3 tts : 200 ml (0,08 + 40 + 20 + 4 + 80 + 0,06 + 0,35 + 0,15) =55,3 : (2mg/5ml) x 200 ml = 80 mg : 20% x 200ml = 40 : 10% x 200 ml = 20 ml : 1,5% x 200 ml = 3 g : 20 x 3 ml = 60 ml : 0,03% x 200 ml = 0,06 g : 0,175/100 x 200ml = 0,35 x 20 tts = 7 tts : 0,075/100 x 200ml = 0,15 x 20 tts = 3 tts : 200 ml (0,08 + 40 + 20 + 3 + 40 + 0,06 + 0,35 + 0,15) = 76,36

CMC Glukosa Na.benzoat Pewarna Red Essence strawberry Aquadest

2,005 39,84 0,06 3tts 7tts 97,36

1,99 39,90 0,06 3tts 7tts 76,36

2,03 39,76 0,06 3tts 7tts 55,36

VII. Pembuatan 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan ,Kalibrasi botol 60ml. 2. Kembangkan CMC 1hari sebelum praktikum dengan cara : timbang CMC yang akan digunakan kemudian sediakan aquadest yang akan digunakan untuk mengembangkan CMC. Taburkan sedikit demi sedikit CMC hingga mengembang. 3. Larutkan klorfeniramin maleat dalam air 4. Tambahkan sedikit demi sedikit propilen glikol ke dalam larutan obat gerus ad homogen. 5. Larutkan Na benzoat dalam air, kemudian tambahkan ke dalam larutan campuran gerus ad homogen. 6. Larutkan glukosa dalam air suling ad aduk hingga larut.bila keruh disaring Tambahkan sirup sedikit demi sedikit ke dalam campuran, homogenkan. 7. Tambahkan campuran kedalam CMC yang sudah mengembang dan digerus sedikit demi sedikit,gerus ad homogen. 8. Larutkan pewarna red dengan air kemudian tambahkan tetes demi tetes ad warna merah yang diinginkan. 9. Tambahkan essence strawberry , homogenkan 10. Tambahkan aquadest ad 200ml. 11. Masukkan sediaan ke dalam botol sesuai tanda kalibrasi, kemas kemudian serahkan. 12. Sisa sediaan digunakan untuk evaluasi.

VIII. Evaluasi dan pembahasan

1.

Berat jenis dengan alat piknometer ( FI edisi IV hal 1030) Gunakan piknometer yang telah dibersihkan, kering dan telah dikalibrasi dengan menetapkan bobot piknometer dan bobot air yang baru didinginkan pada suhu 25C, masukkan ke dalam piknometer. Atur suhu piknometer yang telah diisi hingga suhu 25C, buang kelebihan zat uji dan timbang. Kurangkan bobot piknometer kosong dan bobot piknometer yang telah diisi (berat piknometer + sirup) (berat piknometer kosong) BJ = (berat piknometer + air) (berat piknometer kosong) Berat piknometer Kosong + air + sirup Berat jenis formula I (berat piknometer + sirup) (berat piknometer kosong) BJ = (berat piknometer + air) (berat piknometer kosong) 83,02 g 27,30 g = 77,95 g 25,45 g = 1,1001 Formula I (g) 27,30 77,95 83,02 Formula II (g) 25,45 77,95 84,54 Formula III (g) 27,90 77,95 87,35 BJ 1,1001 1,1255 1,1878

Berat jenis formula II (berat piknometer + sirup) (berat piknometer kosong) BJ = (berat piknometer + air) (berat piknometer kosong) 84,54 g 25,45 g

= 77,95 g 25,45 g Berat jenis formula III

= 1,1255

(berat piknometer + sirup) (berat piknometer kosong) BJ = (berat piknometer + air) (berat piknometer kosong) 87,35 g 27,90 g = 77,95 g 27,90 g 2. pH Formula I Formula II Formula III 3. pH = 6,69 pH = 6,99 pH = 6,83 = 1,1878

Organoleptik : warna, bau, rasa, bentuk Formula I, II, III Warna = pink Rasa Bau = manis = strawberry

Bentuk = cairan 4. Viskositas dan Rheologi Formula I KV = 673,7 dyne/cm Spindel 2 2 2 2 RPM 6 12 30 12 Faktor 50 25 10 25 Skala 14 28,5 52 24 Viskositas (skalaxfaktor) 700 712,5 520 600 Gaya (skalaxKV) 9431,8 19200,45 35032,4 16168,8

2 Formula II

50

13,5

675

9094,95

KV = 673,7 dyne/cm Spindel 2 2 2 2 2 Formula III KV = 673,7 dyne/cm Spindel 2 2 2 2 2 RPM 0,3 0,6 1,5 0,6 0,3 Faktor 1000 500 200 500 1000 Skala 42 54 97 56,5 44 Viskositas (skalaxfaktor) 42000 27000 19400 29750 44000 Gaya (skalaxKV) 28295,4 36379,8 65348,9 38064,05 29642,8 RPM 1,5 3 6 3 1,5 Faktor 200 100 50 100 200 Skala 18 22 41 22 18 Viskositas (skalaxfaktor) 3600 2200 2050 2200 3600 Gaya (skalaxKV) 12126,6 14821,4 27621,7 14821,4 12126,6

Rheorgram viskometer brookfield hubungan antara RPM (sumbu y) dan gaya (Sumbu x) pada Formula 1

40 30 20 10 0 0

Y alues -V

Y-Values

10000 20000 30000 40000

Rheorgram viskometer brookfield hubungan antara RPM (sumbu y) dan gaya (Sumbu x) pada Formula 2

8 6 4 2 0 0

Y alues -V

Y-Values

5000 10000 15000 20000 25000 30000


(Sumbu x) pada Formula 3

Rheorgram viskometer brookfield hubungan antara RPM (sumbu y) dan gaya

5.

Stabilitas Sediaan disimpan pada suhu kamar selama 1 minggu dan diamati tingkat kejernihan. Tabel Pengamatan Kestabilan Sirup

Hari Formula I 0 Warna : pink jernih 1 2 Pengendapan : Warna : pink jernih Pengendapan : Warna : pink jernih Pengendapan : -

Formula II Warna : pink jernih Pengendapan : Warna : pink jernih Pengendapan : Warna : pink jernih Pengendapan : -

Formula III Warna : pink jernih Pengendapan : Warna : pink jernih Pengendapan : Warna : pink jernih Pengendapan : -

XI.

Pembahasan Zat aktif yang digunakan adalah chlorpeniramin maleat dimana zat aktif tersebut berkhasiat untuk mengatasi alergi atau antihistamin ,

selain itu memiliki sifat kelarutan mudah larut dalam air, sehingga dapat dibuat menjadi sediaan sirup. Pada sediaan sirup ini digunakan antimikroba yaitu Natrium benzoate dengan konsentrasi minimum 0.02% untuk menjaga kestabilan sediaan terhadap pertumbuhan mikroba yang sangat cepat dalam media air. Pemberi rasa dan pewarna berguna untuk menambah daya tarik sirup, dengan syarat harus mempunyai kelarutan yang sesuai dengan sediaan yaitu mudah larut dalam air. Uji evaluasi pH dilakukan untuk mengetahui pH sediaan yang berhubungan dengan stabilitas zat aktif, Jika pH zat aktif terlalu jauh dengan pH sediaan dikhawatirkan zat aktif akan terurai atau terjadi pengkristalan kembali yang menyebabkan terjadinya endapan. Pada chlorpeniramin maleat akan stabil dan tidak mudah terurai pada PH 7,2. Karena stabilitas PH dari chlorpeniramin maleat adalah 7,2.pada sedian ini PH yang didapat 6,69 6,99 dimana PH tersebut mendekati PH zat aktif sehinnga sedian dapat dikatakan stabil dalam penyimpanan dan penggunaan . Bobot jenis sediaan harus mendekati bobot jenis air, bila perbedaan bobot jenis terlalu jauh maka akan timbul endapan juga yang mempengaruhi sifat fisik dari sediaan sirup tersebut, dimana bobot jenis air adalah 1g/ml, sedangkan masing masing formula sediaan adalah 1.1001, 1.1255, dan 1.1878. Jadi, bobot sediaan lebih besar daripada bobot jenis air sehingga memungkinkan terjadi pengendapan. glukosa yang digunakan dalam sediaan ini ( sirup simplex ) dikombinasi dengan propilenglokol, selain berguna sebagai pemanis, juga dapat mengurangi terjadinya kecenderungan glukosa untuk mengkristal yang dapat mengunci tutup botol ( sebagai anti-caplocking) dan jika mengkristal dapat menyebabkan tutup botol akan sulit dibuka.

Uji viskositas dan rheologi dimaksudkan untuk mengetahui

seberapa pekat konsistensi sediaan sirup tersebut dan pengaruhnya terhadap sifat alir sediaan saat dikonsumsi. Pada sediaan farmasi , viskositas dan rheologi berperan dalam : - Pelewatan melalui mulut termasuk penuangan, pengemasan dalam botol. - Perpindahan cairan, termasuk pemompaan dan pengaliran melalui pipa. - Stabilitas fisik sediaan. Dalam percobaan ini, sirup formula 1,dan formula 2 mempunyai sifat alir thiksotropi. Ditandai oleh viskositas yang lebih rendah pada setiap harga rate of shear pada kurva yang menurun dibandingkan dengan pada kurva yang menaik. Ini menunjukkan adanya pemecahan struktur yang tidak terbentuk kembali dengan segera jika stress dihilangkan atau dikurangi. Sistem tiksotropik mengandung partikelpartikel asimetris. Pada keadaan diam struktur ini mengakibatkan suatu derajat kekakuan. Ketika digunakan shear dan aliran dimulai, struktur ini mulai memecah. Pada saat stress ditiadakan, struktur tersebut terbentuk kembali. Proses ini timbul secara tahap demi tahap sehingga terjadi restorasi konsistensi. Sifat alir yang dihasilkan oleh formula III adalah anti tiksotropik . Dimana Antithiksotropik disebabkan oleh meningkatnya frekuensi tumbukan dari partikel partikel terdispers,atau molekul molekul polimer dalam suspense sehingga meningkatkan ikatan antara partikel dengan bertambahnya waktu.ini mengubah keadaan asli yang terdiri dari sejumlah besar partikel sendiri sendiri dan gumpalan gumpalan kecil menjadi suatu kesetimbangan yang terdiri dari sejumlah kecil gumpalan gumpalan yang relative besar.dalam keadaan diam ,gumpalan tersebut pecah dan lama lama kembali ke keadaan semula ,yang terdiri dari gumpalan gumpalan kecil dan partikel partikel tersendiri.

X.

Kesimpulan BJ formula I = 1.001 BJ formula II = 1.1255 BJ formula III = 1.1878 pH formula I = 6,69 pH formula II pH formula III = 6,99 = 6.83

Organoleptik : warna, bau, rasa, bentuk Formula I, II, III Warna = pink Rasa Bau = manis = strawberry

Bentuk = cairan Stabilitas : formula I, II, III stabil tidak terjadi pengendapan Sifat alirnya Formula I : Tiksotropik pseudoplastik Formula II : Tiksotropik Dilatan Formula III : Anti tiksotropik

XI.

Daftar Pustaka Ansel C.Howard, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, edisi keempat, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. Lachman leon, 2008, Teori dan Praktek Farmasi Departemen Kesehatan RI, 1995, Farmakope Martin, Alfred. Farmasi Fisik, Edisi 2, Jilid 2, Departemen Kesehatan RI, Farmakope Indonesia Industri, edisi ketiga, UI-Press, Jakarta. Indonesia, edisi IV, Jakarta. 1993, UI Press. 1979. Wade Ainley and Paul J Weller, 1994, Handbook Petunjuk Praktikum Formulasi Sediaan Setengah Martindale, The Extra Pharmacopeia 28th of Pharmaceutical Excipients, second edition, London. Padat dan Cair , Fakultas Farmasi Universitas Pancasila 2009. Edition, London: The PharmaceuticalPress;1998 Edisi III, Jakarta; Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan;