Anda di halaman 1dari 6

Tugas Topologi

Himpunan Finit, Infinit, dan Keluarga Himpunan

Nama Anggota Kelompok:

Ana Maryam Septi Rezeki Mulyani Siregar

06091008012 06091008023

Dosen Pengasuh : Dr. Somakim, M.Si

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2011 Himpunan Finit, Infinit, dan Keluarga Himpunan

I. Pendahuluan Sebelum berbicara jauh tentang himpunan finit dan infinit, akan dibahas terlebih dahulu pengertian dua himpunan yang ekuivalen. Perhatikan dua himpunan A dan B yang sama banyak anggotanya. Anggota dari masing-masing himpunan itu dapat dipasangkan satu-satu. Kedua himpunan yang demikianlah yang disebut dengan himpunan yang ekuivalen.

dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen bila ada korespondensi satu-satu antara A dan B. A ekuivalen dengan B ditulis A ~ B Pada gambar di atas, terlihat bahwa korespondensi 1 1 juga merupakan suatu fungsi dari A ke B dan bijektif. Dengan kata lain: Dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen bila ada fungsi f: A B yang bijektif ( sama dengan satu-satu dan onto) II. Himpunan Finit dan Infinit a. Pengertian Himpunan A finit apabila A memiliki anggota himpunan tertentu atau n(A) = a, a bilangan cacah. Dengan kata lain, himpunan finit adalah himpunan yang banyak anggotanya dapat dinyatakan dengan suatu bilangan cacah. Himpunan A disebut himpunan tak berhingga apabila tidak memenuhi syarat himpunan berhingga. Himpunan A apabila anggota-anggotanya sedang dihitung, maka proses perhitunganya tidak akan berakhir. Dengan perkataan lain himpunan A, n banyak anggotanya tidak dapat ditentukan/ditulis dengan bilangan cacah. Definisi: 1. Himpunan H disebut finit jika dan hanya jika H ~ Ak atau H = 2. Himpunan H disebut infinit jika dan hanya jika H ~ Ak atau H 3. Himpunan H disebut denumerable jika dan hanya jika H ~ A 4. Himpunan H disebut countable jika dan hanya jika H finit atau H denumerable 5. Himpunan H disebut nondenumerable jika dan hanya jika H tidak finit dan tidak denumerable. b. Teorema Teorema 1 Setiap himpunan A yang infinit selalu memuat suatu himpunan D yang denumerable. Bukti: Himpunan A infinit, ada satu anggota dari A yaitu a1. Oleh karena A infinit, maka A {a1} tidak kosong.

Jadi, ada lagi satu anggota A yaitu a2. Maka, maka A {a1, a2} juga tidak kosong. Pengambilan dapat terus dilakukan, sehingga ada himpunan D yang anggotanya diambil dari himpunan A, yaitu {a1, a2, a3, a4, ...} Jadi, terbukti bahwa himpunan A yang infinit memuat himpunan D yang denumerable. Teorema 2 Setiap himpunan bagian yang infinit dari suatu himpunan yang denumerable tentulah denumerable juga. Bukti: A denumerable, maka: A = {a1, a2, a3, a4, ...} Misalkan a4 sebagai elemen dari B, beri nama b1. Lakukan hal demikian dengan bergerak ke kanan mengambil anggota A menjadi anggota B. Misalkan a7 sebagai elemen dari B, dengan nama b2. Maka, didapatkan B = {b1, b2, b3, b4, ...} Dengan demikian, jelas bahwa B denumerable. Teorema 3 Gabungan dari suatu finit dan suatu himpunan denumerable adalah himpunan denumerable. Bukti: Andaikan A = {a1, a2, a3, ..., ak} B = {b1, b2, b3, ...} Tidak ada anggota himpunan A yang juga anggota himpunan B. A B = { a1, a2, a3, ..., ak , b1, b2, b3, ...} C = {c1, c2, c3, c4 ... } Jadi, jelas bahwa gabungan A dan B adalah denumerable. Teorema 4 Gabungan dari himpunan-himpunan yang denumerable, yang banyaknya infinit adalah himpunan denumerable juga. Bukti: A = {a1, a2, a3, ...} B = {b1, b2, b3, ...} C = {c1, c2, c3, ... } Jika S adalah gabungan dari A, B, dan C, maka: S = {a1, b1, c1, a2, b2, c2, a3, b3, c3, ...} S = {s1, s2, s3, s4, s5, ...} Jadi, gabungan dari himpunan A, B, dan C adalah denumerable. Teorema 5 Union dari himpunan-himpunan finit yang banyaknya denumerableadalah himpunan yang denumerable. Bukti:

Gunakan beberapa buah indeks bagi elemen-elemen himpunannya. A1 = {a11, a12, a13, ..., a1n1} A2 = {a21, a22, a23, ..., a2n2} A3 = {a31, a32, a33, ..., a3n3} A4 = ............................. ..................................... Denumerable............. a11 berarti elemen pertama dari himpunan yang pertama. a12 berarti elemen kedua dari himpunan yang pertama, dst. a1n1 berarti elemen pertama ke n1 dari himpunan yang pertama. Indeks n1, n2 dan sebagainya menunjukkan bahwa setiap himpunan adalah finit tetapi kemungkinan banyaknya anggota setiap himpunan tersebut tidaklah sama. Untuk membuktikan bahwa gabungan dari himpunan-himpunan tersebutdenumerable, cukup dengan menyusun anggota A1 di depan sampai habis. Diikuti anngota A2. Dan seterusnya. Dengan sendirinya akan terlihat bahwa gabungan tersebut merupakan himpunan yang denumerable. Teorema 6 Union dari himpunan-himpunan denumerable yang banyaknya denumerable adalah himpunan denumerable. Bukti: A1 = {a11, a12, a13, ...} A2 = {a21, a22, a23, ...} A3 = {a31, a32, a33, ...} A4 = {a41, a42, a43, ...} .............................. .............................. Kumpulkan elemen yang jumlah indeksnya sama. Misalkan, a11 jumlah indeksnya 2. a12 dan a21 jumlah indeksnya 3, dst. Masing-masing kumpulan tersebut merupakan himpunan yang finit, tetapi banyaknya denumerable. Jadi, terbukti bahwa gabungan dari himpunan-himpunan denumerable yang banyaknya denumerable adalah himpunan yang denumerable juga. Dapat ditulis: A1 A 2 A 3 A4 ... = {a 11, a12, a21, a13, a22, a31, a14, ...} III. Keluarga Himpunan

Keluarga himpunan atau koleksi himpunan adalah himpunan yang anggotanya himpunan juga. Himpunan A1, A2, A3, A4 dan keempat himpunan ini dikumpulkan dalam satu himpunan menjadi { A1, A2, A3, A4}, maka inilah yang disebut dengan keluarga himpunan. Koleksi himpunan K = { A1, A2, A3, A4}. Jika operasi gabungan dilakukan terhadap anggotaanggota koleksi maka didapatkan gabungan dari koleksi K, ditulis K atau yang berarti A1 A2 A3 A4. Jadi, gabungan dari dua himpunan A B, sama dengan gabungan dari koleksi himpunan {A, B}. Irisan dari koleksi K ditulis K atau . Perkalian kartesius dari koleksi K ditulis XK atau yang berarti A1 X A2 X A3 X A4. Dengan demikian anggota dari perkalian cartesius berbentuk (a1, a2, a3, a4) dengan a1 A1, a2 A2, a3 A3, a4 A4. Jika banyaknya himpunan anggota koleksi itu infinit denumerable, maka gabungan, irisan, dan perkalian cartesius koleksi itu ditulis:

a. Sifat distributif * ) ( ) ( ) Bukti: Ambil himpunan sebarang H dan keluarga himpunan K = {A/i = 1, 2, ..., n} Akankah berlaku juga hubungan ( ) )? ( berarti x A1 A2 A3 A4 ... An Yang berarti x A1 atau x A2 ... x An Akan diperlihatkan bahwa ( ) ) ( ( ) berarti x H dan x K x K berarti x A1 atau x A2 ... x An sehingga ( ) berarti (x H dan x A1) atau (x H dan x A2) atau (x H dan x A3)... atau (x H dan x An) (x H A1) atau (x H A2) atau (x H A3) ... atau (x H An) Jadi, x (H A1) (H A2) (H A3) ... (H An) Atau ) ( b. Sifat De Morgan Hukum de Morgan untuk dua himpunan, yaitu: ( ) Ambil keluarga himpunan K= {A1, A2, A3, ... An} Akan dibuktikan ( ) berarti x P1 P2 P3 ... Pn...*) Harus diperihatkan bahwa Maka Yang berarti dan tak lain adalah ( ) dan dan dan dan ( ... dan ... )