Anda di halaman 1dari 2

ACARA II UJI KUALITAS SUSU

I. Pendahuluan Susu merupakan bahan pangan yang mempunyai komposisi yang baik sehingga mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Susu yang berasal dari sapi yang tidak sehat juga sering terkontaminasi oleh bakteri patoge. Susu merupakan cairan yang berwarna putih yang dieksresikan oleh hewan mamlia untuk memenuhi kebutuhan gizi pada anaknya. Bakteri pathogen pada susu dapat dinonaktifkan dengan proses pemansa, sedangakan prosesnya sendiri merupakan pasteurisasi. Proses pasteurisasi dapat membunuh bakteri pathogen yang sering ada pada susu yaitu bakteri Coliform. Kandungan mikroba dalam susu yang dapat menurunkan nilai gizi dalam susu, bahkan beberrrapa jenis mikroba yang menyebabkan penyakit dan keracunan. Kandungan mikroorganisme dalam susu yang perlu diketahui karena menyangkut kelayakan susu tersebut untuk dikonsumsi. II. Tujuan 1. Mengetahui metode-metode yang dapat digunakan dalam uji mutu susu. 2. Mengetahui kualitas susu yang diuji. III. Materi dan Metode Alat yang digunakan berupa tabung reaksi, pipet ukur, tabung Durham, incubator, Bunsen. Bahan yang digunakan berupa sample susu dari berbagai tempat, metilen blue, medium Lactose Broth (LB), akuades dan alkohol 70 %. Cara Kerja 1 (Most Propable Number/MPN) 1. Sebanyak 5 ml sampel susu diencerkan dalam 45 ml akuades dan disuspensikan sebanyak 10 ml pada seri satu, 1 ml pada seri dua, dan 0,1 ml pada seri tiga. 2. Diinkubasikan selama 2 x 24 jam pada suhu 370C. 3. Sampel diamati ada tidaknya gas dalam tabung Durham. 4. Nilai kombinasi dicocokkan dengan tabel. Cara Kerja 2 (Uji Metilen Blue) 1. Sebanyak 10 ml sampel susu diambil dengan pipet steril dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

2. Sampel ditetesi dengan metilen blue sebanyak 2-3 tetes dan dikocok. 3. Ditunggu perubahan warna dari biru menjadi putih dan warna putih telah mencapai empat per lima dari volume tabung, waktu reduksi yang diperlukan kemudian dicatat dan dicocokkan dengan tabel. Cara Kerja 3 (SPC/TPC) 1. Sampel susu diambil 1ml menggunakan pipet steril. 2. Lakukan pengenceran sampai sepuluh pangkat delapan dengan dua pengenceran terakhir diplating duplo secara spread plate (sp) pada medium Plate Count Agar (PCA). 3. Diinkubasi selama 2 x 24 jam. 4. Hitung menggunakan rumus SPC-TPC. IV. Penutup Setelah didapat data dari pengamatan dan penghitungan yang dilakukan, perlu sekiranya Anda membahas beberapa hal dibawah ini di dalam laporan praktikum Anda. 1. Hasil dibahas dan bandingkan dengan pustaka. 2. Kelebihan dan kekurangan masing-masing metode 3. Kriteria kualitas susu yang layak dikonsumsi 4. Faktor-faktor yang menyebabkan rusaknya susu dan alasan mengapa susu tidak layak dikonsumsi 5. Mekanisme pengolahan susu yang sesuai dengan SNI