Anda di halaman 1dari 2

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Atas izin dan ridho-Nya kita dapat menghirup udara, meneguk air dan merasakan lezatnya masakan pemberianNya. Lebih dari itu, hidayah fitrah, akal sehat dan hidayah Islam membuat kita termanusiakan dan mulia di atas makhluk-makhluk yang lain. Semoga kita semakin takwa kepada Allah dan Rasul-Nya dan semoga Allah swt. yang Maha Pemurah menerima semua amal ibadah kita serta mengampuni dosa-dosa dan kekurangan kita. Shalawat serta salam senantiasa kita sampaikan ke haribaan junjungan umat, pemimpin sejati, Rasulullah Muhammad saw., pembawa cahaya kebenaran yang menerangi segenap penjuru alam. Semoga dengan shalawat yang terus kita sampaikan kepada baginda Rasul, kita diberikan kekuatan oleh Allah swt. istiqamah menempuh jalan yang diajarkannya dan mendapat syafaat kelak di yaumul hisab..... amin. Pada hari Jumat kali ini, khutbah yang disampaikan berjudul :

tersebut. Oleh karena itu, AKU berikan cobaan kepadanya agar dapat mencapai derajat yang dia inginkan. Di lain waktu, Nabi MUSA AS. bermunajat di bukit Thursina. Isinya : Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku !. Allah memerintahkan Nabi MUSA AS. Turun ke lembah. Tak lama kemudian Musa melihat seorang penunggang kuda datang menuju sebuah sumur. Di situ ia minum dan berwudhu. Setelah shalat, ia buru-buru pergi, sampai-sampai satu kantong yang berisi uang seribu dinar, tertinggal. Tidak lama kemudian, datang seorang anak kecil. Ia mampir di sumur itu untuk minum. Melihat ada sebuah kantong, ia pun mengambilnya dan membawanya pergi. Berikutnya datang lagi seorang kakek yang buta. Dengan tertatih-tatih, ia berhasil juga menemukan air di sumur itu. Setelah minum ia berwudhu dan shalat. Setelah salam, datang lagi si Penunggang Kuda yang kantongnya ketinggalan. Ia menuduh si kakek itulah yang mengambil kantong tersebut. Tentu saja si kakek tidak mengaku, walau pun berbagai alasan telah disampaikan kepada si Penunggang Kuda, namun tuduhan tetap ditujukan kepadanya. Akhirnya, si Penunggang Kuda habis kesabarannya dan dia pun membunuh si kakek buta itu.

KETIKA SATU PETUAH BELUM MENCUKUPI


Maksiral Muslimin, sidang Jumat yang dirahmati Allah ... Di antara para utusan Allah yang namanya banyak disebut dalam Al-Quran adalah Nabi Musa AS. Dari pertanyaan-pertanyaannya kepada Allah, banyak hikmah yang dapat kita petik. Di antaranya sebagai berikut : ABU SULAIMAN AL DARANI, berkata :

Melihat peristiwa itu, Nabi MUSA bermunajat kembali, Ya Allah, sungguh aku tidak sabar atas kejadian itu. Namun aku yakin Engkau sangat adil, mengapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi ? Malaikat Jibril As. turun menjelaskan : Anak kecil yang memungut kantong

Suatu hari Nabi Musa As. Melewati seseorang yang sedang diterkam binatang buas. Musa mencari tahu tentang orang tersebut. Ternyata ia seorang yang shaleh. Lalu Nabi MUSA AS. Bermunajat, Ya Tuhanku, sesungguhnya ia

tadi adalah mengambil haknya. Dahulu, ayahnya pernah bekerja di tempat si Penunggang Kuda itu, tetapi ia tidak membayar upah ayah anak itu secara penuh, sampai sejumlah seribu dinar. Adapun kakek buta itu adalah orang yang telah membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan. Demikian keterangan Jibril As. Maksiral Muslimin, sidang Jumat yang dirahmati Allah ...

seorang yang taat kepada-Mu, mengapa aku diberi kesempatan untuk menyaksikan peristiwa ini ? Allah swt. menjawab : Sesungguhnya ia telah memohon derajat yang tinggi, tetapi amalnya belum mencapai derajat

Nabi MUSA AS. pernah melihat seseorang yang sedang berdoa dengan khusuk dan nampak memelas (merintih). Musa merasa iba kepada orang itu, karena doanya belum juga dikabulkan Allah. Lalu Nabi Musa bermunajat lagi : Ya Allah, jika saja aku apa yang dimintanya itu, niscaya akan aku berikan. Allah swt. menjawab, Wahai Musa, ketahuilah bahwa AKU sayang kepada orang itu. Akan tetapi dia berdoa kepada-KU sedangkan hatinya masih mengingat kambing yang dimilikinya. Aku tidak mau mengabulkan doa seorang hamba yang ketika berdoa hatinya masih mengingat selain AKU.

hasil panen itu kau bawa pulang ke rumah?

Musa menjawab, Tidak, ya

Tuhan. Yang saya bawa pulang adalah padi yang baik. Sedang yang tidak baik, hampa dan busuk, saya bakar, agar tidak merusak padi yang baik-baik. Lalu Allah swt. menjawab : Begitulah, wahai Musa. Bagi hamba-hamba-KU yang baik, aku masukkan ke dalam surga-KU. Tapi yang tidak baik AKU bakar agar tidak merusak hamba-KU yang baik-baik. Maksiral Muslimin, sidang Jumat yang dirahmati Allah ... Mudah-mudahan khutbah yang disampaikan hari ini dapat menjadi petuah

Maksiral Muslimin, sidang Jumat yang dirahmati Allah ... Dikisahkan lagi, Nabi MUSA AS. mengadukan sakit giginya kepada Allah. Allah berfirman : Ambillah rumput tifani dan letakkan di gigimu yang sakit. Nabi MUSA AS. mengikuti perintah itu. Seketika sakit giginya hilang. Beberapa waktu kemudian , ia mengalami sakit gigi lagi. Karena sudah tahu obatnya, ia langsung mengambil rumput tifani dan meletakkannya seperti pertama kali. Cuma anehnya, kali ini bukannya sembuh, sakit giginya justru bertambah parah. Nabi MUSA kembali memohon pertolongan kepada Allah. Allah swt. berfirman : Wahai Musa ! Aku adalah yang menyembuhkan dan menyehatkan. Aku adalah yang memberikan bahaya dan manfaat. Pada waktu pertama, engkau melakukannya karena AKU, sehingga KU-hilangkan

bagi kita bersama, terutama bagi saya pribadi dan semoga Allah swt. menjadikan kita hamba-hamba-NYA yang baik sebab kita tentu tidak ingin menjadi hamba yang dibakar-Nya karena akan merusak hamba-Nya yang baik-baik.


Dan sesungguhnya tapi kami telah mengulang-ulang manusia tidak

kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, kebanyakan menyukai kecuali mengingkari (Nya).

penyakitmu. Sedangkan sekarang engkau melakukannya bukan karena AKU, melainkan karena rumput tifani itu. Pada waktu yang lain, Nabi MUSA AS. bermunajat kepada Allah, Ya Tuhan. Katanya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tapi kenapa masih ada hamba-MU yang dimasukkan ke dalam neraka. Allah swt. tidak langsung menjawab, tapi menyuruh Musa menanam padi sampai dipanen dan hasilnya dibawa pulang ke rumah. Perintah Allah itu dikerjakan oleh Nabi MUSA. Kemudian Allah bertanya, Apakah semua padi