Anda di halaman 1dari 13

Demam Rematik Akut(DRA)

Oleh: dr Djoko Sugiarto SpA

Demam Rematik Akut (DRA)


Demam rematik akut (DRA) merupakan penyakit reaksi autoimum lambat terhadap Streptococcus grup A. Manifestasi klinis pada penderita ditentukan oleh kerentanan genetik penderita, virulensi organisme, dan lingkungan. Demam rematik akut yang tidak diterapi dengan baik akan menimbulkan gejala sisa pada jantung yang dikenal sebagai penyakit jantung rematik (PJR). DRA dan PJR terjadi sebagaian besar dinegara yang sedang berkembang, lingkungan padat, sosial ekonomi rendah, keadaan malnutrisi, fasilitas kesehatan terbatas. Insidens puncak terjadi pada usia 8 tahun (rentang 6 15 th)

Diagnosis Kriteria Jones (revisi) untuk pedoman dalam diagnosis rematik (1992) Manifestasi Mayor : Karditis, Poliartritis, Khorea, Eritema marginatum, Nodul subkutan Manifestasi Minor : klinis, artralgia, demam, laboratorium: peningkatan reaktan fase akut( laju enap darah, C- reaktive protein), pemanjangan interval PR pada EKG

Plus : bukti infeksi streptokokus grup A sebelumnya, kultur usap tenggorok atau rapi streptococcal antigen positip, titer ASTO diatas nilai normal atau meningkat Dasar diagnosis - Sangat mungkin (highly probable) : 2 mayor atau 1 mayor + 2 minor, disertai bukti infeksi Streptokokus beta hemolitikus grupA -Perkecualian: diagnosis DRA dapat ditegakkan bila hanya ditemukan : Korea saja atau Karditis indolen saja

Tahun 2003 WHO mengeluarkan rekomendasi untuk melanjutkan Kriteria Jones yg diperbarui, untk demam rematik serangan pertama, dan serangan rekuren pada pasien yg tidak mengalami PJR Untk serangan rekuren DR pada pasien dengan PJR , WHO merokemendasikan 2kriteria minor dan bukti infeksi SGA sebelumnya. PJR ditujukan pada pasien yang datang pertama kali dengan mitral stenosis murni atau kombinasi stenosis mitral dan insufiensi mitral dan atau penyakit katup aorta.

Untuk Khorea rematik tidak diperlukan kriteria mayor lainnya atau bukti infeksi SGA sebelumnya (WHO 2004) Tata laksana 1. Tirah baring : Artritis : 1 2 minggu Karditis minimal : 2 4 minggu Karditis sedang : 4 6 minggu

Karditis berat : 2 4 bulan/selama terdapat gagal jantung kongestif Aktivitas dalam rumah Artritis : 1 2 minggu, karditis minimal : 2- 3 minggu, karditis sedang : 4 6 minggu, karditis berat : 2 3 bulan Aktivitas diluar rumah : Artritis : 2 minggu, Karditis minimal ; 2 4 minggu, karditis sedang : 4 6 minggu, karditis berat: 2-3 bln

Aktivitas penuh : artritis : setelah 6 10 minggu, karditis minimal : setelah 6 10 minggu, karditis sedang setelah 3 6 bulan, karditis berat bervariasi 3.Pemusnahan streptokokus dan pencegahan: Untuk streptokokus dari tonsil dan faring yaitu : Benzatin penicilin G dosis 0,6 1,2 juta Unit i.m

Atau Eritromisin 40 mg/kg bb/hari, dibagi 2 dosis selama 10 hari Alternatif lain penisilin V 4 x 250 mg p.o selama 10 hari 2.Pengobatan anti nyeri dan anti radang Anti inflamasi Asetosal diberikan pada karditis ringan sampai sedang, sedangkan prednison hanya diberikan pada karditis berat

Karditis minimal : tidak jelas ditemukan kardiomegali Karditis sedang : kardiomegali ringan Karditis berat : kardiomegali dan gagal jantung Lama pemberian : Prednison : 2 4 minggu untk karditis sedang, 2 6 minggu untk karditis berat Dosis prednison : 2 mg/kg bb/hari dibagi 4

Dosis, Dosis prednison diturunkan pada minggu terakhir, dan mulai diberikan Aspirin Aspirin dosis 100 mg/kg bb/hari dibagi 4 dosis , setelah 2 minggu diturunkan menjadi 60 mg/kg bb/hari 3.Pencegahan sekunder : Benzathin penisilin G 600.000 unit i.m (untuk BB kurang 27 kg), 1,2 juta unit i.m (untuk BB lebih 27 kg) setiap 4 minggu

Lama pencegahan sebagai berikut : Demam rematik tanpa karditis --- sedikitnya sampai 5 tahun setelah serangan terakhir atau sampai usia 18 tahun Demam rematik dengan karditis tanpa bukti adanya penyakit janutung residual/kelainan katup --- sedikitnya sampaI 10 tahun setelah serangan terakhir atau hingga usia 25 tahun

Demam rematik akut dengan karditis dan penyakit jantung residual (kelainan katup persisten) --- sedikitnya 10 tahun sejak episode terakhir atau sedikitnya hingga usia 40 tahun, atau seumur hidup Setelah operasi katup, ----- seumur hidup