Anda di halaman 1dari 40

Modul VIII SMP

SISTEM PEREDARAN DARAH

Dosen Pembimbing Drs ADNAN MS

oleh NOVIA ANUGRAH


JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Hak Cipta pada Penyusun Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar Indonesia Dilarang memperbanyak sebagian ataupun seluruh modul ini dalam bentuk apa pun tanpa seizin dari penyusun Edisi Pertama Mei, 2012 Penyusun : Novia Anugrah

Dosen Pembimbing :. Drs. Adnan MS

Desain Cover dan Ilustrasi : Novia Anugrah Layouter : Novia Anugrah

Diketik dalam Microsoft Office Word 2007 Olah gambar dengan Microsoft Paint v. 6.1

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

SISTEM PEREDARAN DARAH Modul

Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia. Kompetensi Dasar : 1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

Tujuan 1. Siswa mampu menyebutkan bagian-bagian atau komponen penyusun darah; 2. Siswa mampu menjelaskan fungsi darah; 3. Siswa mampu menjelaskan penggolongan darah berdasarkan keberadaan aglutinogen dan aglutinin; 4. Siswa mampu membedakan ciri dan fungsi pembuluh nadi, pembuluh balik, dan pembuluh kapiler; 5. Siswa mampu menyebutkan perbedaan antara peredaran darah dan peredaran limfa; 6. Siswa mampu menjelaskan fungsi tonsil; 7. Siswa mampu menyebutkan contoh penyakit pada sistem peredaran darah manusia.

Takut dengan darah? Jangan, setetes darah sangat berarti bagi nyawa kita. Dalam modul ini akan ditunjukkan bagaimana darah beredar dalam tubuh kita, bagaimana kita bisa sembuh ketika kulit sudah terluka. Peran darah begitu besar, setetes darah yang sebesar kepala jarum pentul penuh dengan 6 juta sel darah dalam setiap milimeter kubik

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

PETA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

GETAH BENING

JANTUNG

DARAH

PEMBULUH DARAH

GANGGUAN & PENYAKIT

VENTRIKEL

ATRIUM

SEL DARAH

PLASMA DARAH

ARTERI

VENA

KAPILER ERITROSIT LEUKOSIT TROMBOSIT

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

KEGIATAN 1

Sistem peredaran darah adalah sistem yang mempunyai sangkut paut dengan pergerakan darah di dalam pembuluh darah dan juga perpindahan darah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sistem peredaran darah atau kardiovasluler merupakan sistem yang member fasilitas proses pengngkutan berbaga Subtansi menuju sel-sel tubuh dan dari sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mengalirkan dah dari jantung, dan virena yang mengalirkan darah menuju ke jantung. Sistem peredarah darah mempunyai peranan sebagai berikut : 1. Mengangkut zat makanan atau nutrient dari usus ke seluruh jaringan tubuh. 2. Mengangkut zat ampas dari jaringan tubuh ke alat pembuangan. 3. Mengangkut O2 dari paru-paru atau insang ke seluruh jaringan tubuh. 4. Mengangkut CO2 dari seluruh jaringan tubuh ke paru-paru atau insang. 5. Mengankut hormone dari kelenjar endokrin ke tempat sasaran. 6. Mendistribusikan panas dari sumbernya ke seluruh bagian tubuh. DARAH Darah merupaka cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah. Darah yang terdapat di dalam darah arteri warnanya merah muda, sedangkan darah yang terdapat di dalam vena adalah merah tua. Viskositas darah adalah 3 sampai 5 kali viskositas air. Jumlah darah tergantung dari jenis hewan, tatapi pada manusia jumlah darah adalah 5-8% berat badan atau 5600 ml pada orang yang beratnya 70 kg. Secara umum fungsi darah adalah : 1. Merupakan alat pengangkut bermacam-macam subtansi, 2. Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan,

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

3. Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah, 4. Mencegah pendarahan, 5. Merupakan alat pertahanan tubuh, 6. Mengatur suhu tubuh. Komposisi Darah Darah terdiri dari 2 bagian yaitu : sel-sel darah (butir-butir darah) dan cairan darah (plasma darah). Sel-sel darah merupakan bagain darah yang

mempunyai bentuk. Yaitu terdiri dari 3 macam : sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). 1. Cairan darah (Plasma Darah) Plasma darah nerupakan bagian yang cair dari darah yang pada umumnya terdiri dari air 91-92 %, protein 8-9%, protein yang terdapat dalam plasma darah adalah serum albumin, serum globulin, dan fibrinogen; garam anorganik 0,9%, subtansi lain selain protein seperti protein non protein, garam ammonium, urea, asam urat, keratin, keratinin asam amino, serta lipid ;

lemak, fosolipid, kolesterol; karbodhidrat seperti glukosa,; gas-gas yang larut dalam plasma seperti O2, Co2, dan N2, serta subtansi yang lain seperti hormone, enzim benda-benda penolak. Fibrinogen yang merupakan salah satu macam protein plasma adalah penting untuk pembekuan darah. Darah tidak akan membeku bila fibrinogen tidak ada. Albumin, globulin dan fibrinogen adalah penting untuk mempertahankan tekanan osmose darah. Protein plasma menyebabkan darah menjadi agak kental sehingga dapat emmpertahankan tekanan darah yang penting untuk mengefesiensikan kerja jantung. Protein plasma juga dapat dijadikan sebagai cadangan protein dan digunakan seandainya protein dalam makanan berkurang.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

2. Sel darah a. Sel Darah Merah (Eritrosit) Pada mamalia, sel darah merah tidak mempunyai inti, bentuknya bulat dan

bikonkaf. Pada manusia, sel darah merah mempunyai diameter rata-rata ,5 mikron, sedangkan tebalnya adalah 1 mikron di bagian tengah dan 2 mikron di bagian tepi. Luas permukaannya adalah 120 mikron. Menurut strukturnya, eritrosit terdiri dari membrane sel yang merupakan dinding sel, subtansi seperti spons yang disebut stroma dan haemoglobin yang menempati ruang-ruang ksong pada stroma. Warna sel-sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah suatu protein yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin mengandung zat besi (Fe). Hb ini mempunyai daya ikat tinggi terhadap O2. Dalam peredarannya ke seluruh tubuh, darah diikat oleh Hb yang kemudian diberi nama oksihemoglobin. Selain mengikat O2, Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolism tubuh untuk dibuang melalui organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut karbominohemoglobin.

Pembentukan Sel darah Merah Eritrosit dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun. Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang mieloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa heme dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.

b. Sel darah Putih (Leukosit) Umumya terdapat di dalam darah, cairan limfa, sering juga terdapat di cairan jaringan. Pada keadaan normal, jumlah total sel darah putih berkisar antara 4,5 sampai 10 juta butir/mm3. Untuk setipa orang, jumlah sel darah putih bervariasi menurut umur, aktivitas dan kedaan patologis seperti infeksi dan trauma. Sel darah putih berbeda dengan sel darah merah, dalam hal bahwa ada beberapa cirri yang dimiliki oleh sel darah putih yaitu : mempunyai nucleus, tidak mengandung haemoglobin, mempunyai ukuran yang relative lebih besar dan jumlahnya lebih sedikit dibanding Dengan

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

sel darah merah. Selain itu, ada beberapa cirri khusus yang dimiliki sel darah putih : 1) Pergerakan seperti amuba, dapat bergerak ke suau tempat ke tempat yang lain dengan menjulurkan sitoplasmanya kea rah yang dikehendaki, 2) Khemotaksis, kemampuan untuk bergerak menuju ke tempat luka atau inflamasi, 3) Fagositosis, kemampuan untuk mencerna sel-sel yang mati atau benda asing,\ 4) Diapedesisi, yaitu kemampuan untuk menembus dinding kapiler menuju ke cairan jaringan. Sel darah putih dibuat di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler.

Tabel Agranulosit No 1 Agranulosit Monosit Keterangan Bersifat fagosit dan motil dengan inti

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

bulat panjang 2 Limfosit Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Sel ini dibagi lagi menjadi limfosit besar dan kecil

Table Granulosit No 1 Granulosit Netrofil Keterangan bentuk bermacam-macam pula antara lain batang, bengkok, dan bercabang-cabang. Sel-sel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Sel golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa serta tampak berwarna ungu 2 Basofil Bersifat fagosit dan cenderung berwarna biru. Warna biru ini disebabkan karena sel basofit menyerap pewarna basa 3 Eosinofil eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah putih. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

10

c. Keping darah (Trombosit) Merupakan sel darah yang berbentuk agak bulat, tidak

mengandung inti, tidak berwarna, berat jenisnya rendahdan berukuran kecil dengan diameter anatara 1 4 mikron. Volume tiap trombosit 7 8 mikron3 dan jumlahnya bervariasi antara

150.000 sampai 400.000/mm, tetapi jumlah rata-rata adalah 250.000/mm3. Dinding cenderung sangat rapuh dans erring melekat pada permukaan kasar, seperti pembuluh darah yang robek. Setelah banyak melekat pada permukaan kasar, trombosit mengalami aglutinasi yaitu berkumpulnya trombosit dan pecahnya dinidng sel. Trombosit di bentuk dari sel induk yang disebut megakariosit yang banyak terdapat di sum-sum tulang, sedangkan oengahncuran trombonist dilakukan di dalam limfa.

Proses Pembekuan Darah

1) Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaanpermukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase. 2) Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca2+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

11

mengandung

globulin.

Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati.

Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. 3) Trombin yang terbentuk akan firbrinogen benangbenang Terbentuknya benang mengubah menjadi fibrin. benangfibrin

menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

12

GOLONGAN DARAH Golongan darah manusia dibagi menjadi beberapa macam. Hal ini dapat dilihat dari aglutinogen (antigen) dan aglutinin (antibodi) yang terkandung dalam darah seseorang. Penggolongan darah ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Lendsteiner dan Donath. Di dalam darah manusia terdapat aglutinogen (antigen) pada eritrosit dan agglutinin (antibodi) yang terdapat di dalam plasma darah. Penemuan Karl Landsteiner diawali dari penelitiannya, yaitu ketika eritrosit seseorang dicampur dengan serum darah orang lain, maka terjadi penggumpalan (aglutinasi). Tetapi pada orang lain, campuran itu tidak menyebabkan penggumpalan darah. Aglutinogen (aglutinin) yang terdapat pada eritrosit orang tertentu dapat bereaksi dengan zat aglutinin (antibodi) yang terdapat pada serum darah. Aglutinogen dibedakan menjadi dua yaitu: Aglutinogen A : memiliki enzim glikosil transferase yang mengandung glutiasetil glukosamin pada rangka glikoproteinnya. Aglutinogen B : memiliki enzim galaktose pada rangka glikoproteinnya. Aglutinin dibedakan menjadi aglutinin dan . Darah seseorang memungkinkan dapat mengandung aglutinogen A saja atau aglutinogen B saja. Tetapi kemungkinan juga dapat mengandung aglutinogen A dan B. Ada juga yang tidak mengandung aglutinogen sama sekali. Adanya aglutinogen dan aglutinin inilah yang menjadi dasar penggolongan darah manusia berdasarkan sistem ABO. Menurut sistem ABO, golongan darah manusia dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai.berikut

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

13

1. Golongan darah A : Apabila di dalam sel darah seseorang mengandung aglutinogen A dan serumnya mengandung aglutinin sehingga dapat dirumuskan (A, ). 2. Golongan darah B : Apabila di dalam sel darah seseorang terdapat aglutinogen sedangkan dalam serumnya terdapat agglutinin sehingga dirumuskan (B, ). 3. Golongan darah AB : Apabila di dalam sel darah seseorang terdapat aglutinogen A dan B, sedangkan di dalam serumnya tidak mengandung aglutinin, sehingga dapat dirumuskan (AB,). 4. Golongan darah O : Apabila di dalam sel darah seseorang tidak terdapat aglutinogen sedangkan dalam serumnya mengandung agglutinin dan sehingga dapat dirumuskan (-, ). Tranfusi Darah Darah ini sangat penting sekali diketahui. Jika golongan darah yang ditransfusikan tidak sesuai, terutama protein darahnya, maka sel darah akan digumpalkan atau mengalami aglutinasi (penggumpalan). Apabila hal ini terjadi bisa membahayakan jiwa penerima transfusi darah. Orang yang memberikan darahnya disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. a. golongan darah A dapat menjadi donor bagi golongan darah A dan AB; b. golongan darah B dapat menjadi donor bagi golongan darah B dan AB; c. golongan darah AB dapat menjadi donor bagi golongan darah AB; d. golongan darah O dapat menjadi donor bagi golongan darah A, B dan AB

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

14

LATIHAN 1. Jelaskan fungsi sistem peredaran darah di dalam tubuh !. 2. Jelaskan tahapan pembentukan sel darah merah ! 3. Jelaskan sifat-sifat yang dimiliki oleh sel darah putih 4. Trombosit berperan dalam pembekuan darah saat terjadi luka. Jelaskan mekanismenya !. 5. Mengapa sehingga pada pelaksanaan tranfusi darah, harus dilakukan oleh donor yang benar-benar sesuai dengan orang yang akan menerima sumbangan darah (Resipien)?.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

15

UMPAN BALIK 1. Secara umum fungsi darah adalah : a. Merupakan alat pengangkut bermacam-macam subtansi, b. Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan, c. Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah, d. Mencegah pendarahan, e. Merupakan alat pertahanan tubuh, f. Mengatur suhu tubuh 2. Tahapan pembentukan sel darah merah Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. 3. Ada beberapa sifat khusus yang dimiliki sel darah putih : 1) Pergerakan seperti amuba, dapat bergerak ke suau tempat ke tempat yang

lain dengan menjulurkan sitoplasmanya kea rah yang dikehendaki, 2) Khemotaksis, kemampuan untuk bergerak menuju ke tempat luka atau

inflamasi, 3) Fagositosis, kemampuan untuk mencerna sel-sel yang mati atau benda

asing,\ 4) Diapedesisi, yaitu kemampuan untuk menembus dinding kapiler menuju ke cairan jaringan.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

16

4. Tahapan Pembekuan Darah Bila terjadi luka, trombosit akan pecah mengeluarkan trombokinase atau tromboplastin. Trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang berbentuk benang-benang yang menjerat sel darah merah dan membentuk gumpalan sehingga darah membeku. Protrombin adalah senyawa globulin yang larut dan dihasilkan di hati dengan bantuan vitamin K (perubahan protrombin yang belum aktif menjadi trombin yang aktif dipercepat oleh ion kalsium (Ca)). Fibrinogen adalah protein yang larut dalam plasma darah. 5. Pada saat melakukan trnfusi darah, ahrus betul-betul di periksa apakan darah donor sama dengan resipien. Hal ini disebabkan karena jika memang darahnya tidak cocok maka akan terjadi penggunmpalan (aglutinasi) karena bertemunya aglutinogen dan agglutinin mislanya aglutinogen A dan aglutinin .

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

17

KEGIATAN 2

ALAT PEREDARAN DARAH JANTUNG a. Struktur Jantung

Jantung merupakan alat tubuh yang berongga dan terletak di ruang dada. Jantung manusia besarnya kurang lebih sebesar kepalan tangan. Ukurannya adalah panjang 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 6. Berat jantung kurang lebih 300 gram pada pria dan 250 gram pada wanita. Bagian atas jantung disebut dasar, sedangkan bagian bawah jantung disebut apeks. Jantung diliputi oleh selaput yang disebut pericardium, yang terdiri dari 2 lapisan. Lapisan sebelah dalam disebut lapisan pericardium visceral, melekat pada otot jantung dan dikenal dengan istilah epikardium. Lapisan sebelah luar disebut pericardium parietal. Antara kedua lapisan pericardium ini terisi cairan pericardium.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

18

Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan , yaitu epikardium merupakan lapisan terluar, miokardium merupakan otot jantung dan endokardium merupakan bagian terdalam dari dinding jantung. b. Kerja Jantung Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu : atrium kanan dan atrium kiri (L, atrium= serambi), dan ventrikel kiri dan ventrikel kanan (L, ventrikulus, singkatan venter = bilik). Jantung bekerja dengan melakukan kontraksi otot dengan gerakan mengembang dan mengempis secara bergantian. Denyutan jantung tersebut dapat dirasakan pembuluh nadi pada tubuh kita Darah yang melalui vena cava superior dan vena cava inferior menuju jantung memasuki atrium kanan dan menuju ke ventrike kanan, kemudian di pompakan melalui arteri pulmonalis ke paru-paru untuk di aerasi, setelah itu darah kembali menuju ke atrium kiri melalui vena pulmonalis menuju ke ventrikel kiri, selanjutnya darah dipompakan ke aorta dan melalui cabangcabangnya menuju ke seluruh tubuh. Antara atrium kanan dan ventrikel kanan terdapat lubang yang ditutup oleh katub trikuspidalis, sedangkan lubang antara atrium kiri dan ventrikel kiri ditutup oleh katub mitral. Lubang ke aorta d trunkus pulmonalis ditutup oleh katub semilinaris, yang mencegah aliran balik selama relaksasi jantung sementara katub trikuspidalis dan katub mitral terbuka. Jika ventrikel

berkontraksi, maka katub ini tertutup karena tekanan yang timbul di dalam ventrikel (bilik) ini.

Sifat Fungsional Jantung a. Irritabilitas, kemmapuan jantung untuk mengadakan tanggapan bila medapat rangsangan dengan intensitas yang besar.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

19

b. Daya hantar (konduktovitas), kemampuan jantung untuk merambatkan infuls, c. Daya kontraksi (Kontaktilitas), kemampuan jantung untuk berkontraski, d. Keotomatisan, kemampuan jantung untuk berdenyut denganm sendirinya. PEMBULUH DARAH Struktur Pembuluh darah Dinding pembuluh darah dari bagian dalam semua sistem sirkulasi terdiri dari sel-sel endotel. Sedangkan pembuluh darah lainnya mempunya\i lapisan jaringan yang terseusun secara konsentris mengilingi sel endotel. Struktur lapisan ini terdiri atas 3 lapsian : 1) Lapsian dalam tunika intma terdiri ats selapis sel-sel endotel, 2) Lapisan tengah adalah tunika media terdiri dari sel-sel otot polos dan jaringan ikat yang tersusun secara kosentris, 3) Lapisan terluar adalah tunika adventsia merupakan jaringan ikat yang tersusun secara longitudinal.

Jenis Pembuluh Darah Ada 3 jenis pembuluh darah : a. Arteri (Pembuluh Nadi) Arteri (G, arteria = pipa udara) yang membawa darah dari jantung ke jalinan kapiler. Dinding arteri terdiri atas 3 lapis kosentris : (1) Tunika intima merupakan lapisan bagian dalam berupa tabungterdiri ats sel-sel pipih, (2), Tunika Media merupakan lapisan bagian tengah, terdiri atas sels-el otot polos yang tersusun melingkar, dan (3) Tunika adventisia, terdiri ats fibroblast dan serabut kolagen, tersusun longitudinal.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

20

Pembuluh ini memiliki 1 buah katup/klep berbentuk bulan sabit yang disebut valvula semilunaris. Fungsi pembuluh ini adalah untuk menjaga aliran darah tetap searah. Pembuluh ini dibedakan menjadi tiga : 1) Pembuluh nadi Besar (Aorta)
Pembuluh nadi besar disebut juga aorta. Pembuluh ini berhubungan langsung dengan bilik kiri, sehingga membawa darah kaya O2 yang akan dibawa ke seluruh tubuh, bagian kepala maupun bagian bawah dari organ tubuh. Pembuluh nadi lain yang berhubungan dengan bilik kanan adalah arteri pulmonales, yaitu mengangkut darah yang kaya CO2. Pembuluh ini menghubungkan darah menuju organ paru-paru kiri dan kanan. Gas CO2 di dalam paru-paru akan dilepaskan dan diganti dengan O2 yang kemudian dibawa menuju jantung.

2) Arteri Arteri merupakan cabang dari aorta dan trunkus pulmonalis yang berasal dariventrikel jantung kiri dan kanan. Semua arteri kecuali arteri pulmonalis dan percabangannya membawa darah yang dioksigenasi. 3) Arteriola Arteri-arteri kecil adalah arteriola Pembuluh ini merupakan cabang arteri yang berhubungan langsung dengan kapiler dan merupakan unsur utama terhadap tahanan perifer terhadap polaran yang mengatur tekanan darah. Pada kapiler ini akan terjadi pertukaran gas, kemudian dari kapiler ini darah akan kembali ke jantung melalui venula dan dibawa ke pembuluh balik (vena). b. Vena (Pembuluh Balik) Darah dari kapiler menuju jantung adalah pembuluh darah vena. Pembuluh ini selalu berjalan beriringan dengan pembuluh darah arteri. Diameter lebih besar dari arteri dan jumlahnya lebih banyak. Dindingnya lebih kecil dan tidak seelastis arteri. Terdiri dari Tunika intima, Tunika media dan tunika adventisia. Vena dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

21

1) Vena Besar Vena besar dapat ditemukan pada vena cava inferior, vena porta, vena brakiosefalis, dan vena renalis. Berdiameter lebih besar dari 10 mm. Merupakan bagian pembuluh darah vena yang langsung menuju ke jantung, misalnya vena cava superior pembuluh darah yang mengangkut darah dari bagian atas (kepala) ke jantung. 2) Vena Sedang Merupakan vena superficial, vena-vena di viscera, vena kepala, vena brakial, dan vena ekstremitas. Berdiameter sekitar 1-10 mm. 3) Vena kecil Vena-vena kecil disebut venula. Pembuluh venula merupakan pembuluh balik yang langsung berhubungan dengan kapiler. c. Kapiler Kapiler (Capillus = rambut), adalah pembuluh darah terkecil, diameter lumen berkisar 8 um (5-10 um). Susunannya bervariasi pada jaringan dan organ yang berebeda. Dinding kapiler terdiri atas sel endotel yang sel endotel yang tipis. Sebab fungsi utama darah adalah untuk mengangkut bahan yang

berguna menuju sel serta distribusi dan pengumpulan substansi menggunakan kapiler, maka kapiler dipandang memegang peranan penting secara fungsional. Pada bagian kapiler ini, terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbon dioksida jaringan.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

22

LATIHAN 1. Jelaskan bagian-bagian yang menyusun jantung ! 2. Jelaskan sifat-sifat yang dimiliki jantung. 3. Jelaskan mekanisme pemompaan darah di jantung! 4. Jelaskan apa itu arteri, vena dan kapiler ! 5. Jelaskan mengapa kapiler merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem peredaran darah.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

23

UMPAN BALIK 1. Bagian bagian yang menyusun jantung : a. Serambi, yang terdiri ats serambi kanan yang merupakan tempat diterimanya darah dari vena cava superior dan inferior, yang akan di teruskanb ke bilik kanan. Sementara untuk serambi kiri, akan menerima dari vena pulmonalis, yang akan di teruskan ke bilik kiri. b. Bilik, yang terdiri atas bilik kanan, yang memompakan darah menuju ke paru-paru. Sementara bilik kiri befungsi untuk memompa darah menuju ke seluruh tubuh. c. Sinus venosus, merupakan bagian yang terapat di serambi kanan yang berfungi sebagai pace maker d. Septum trikuspidalis, merupakan bagian yang membatasi antara bilik kanan dan serambi kanan. e. Septum bikuspidalis, merupakan bagian yang membatasi bilik kiri dan serambi kiri. 2. Sifat yang dimiliki jantung a. Irritabilitas, kemmapuan jantung untuk mengadakan tanggapan bila medapat rangsangan dengan intensitas yang besar. b. Daya hantar (konduktovitas), kemampuan jantung untuk merambatkan infuls, c. Daya kontraksi (Kontaktilitas), kemampuan jantung untuk berkontraski, d. Keotomatisan, kemampuan jantung untuk berdenyut denganm sendirinya.

3.

Kerja jantung Jantung bekerja dengan melakukan kontraksi otot dengan gerakan mengembang dan mengempis secara bergantian. Denyutan jantung tersebut dapat dirasakan pembuluh nadi pada tubuh kita

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

24

Darah yang melalui vena cava superior dan vena cava inferior menuju jantung memasuki atrium kanan dan menuju ke ventrike kanan, kemudian di pompakan melalui arteri pulmonalis ke paru-paru untuk di aerasi, setelah itu darah kembali menuju ke atrium kiri melalui vena pulmonalis menuju ke ventrikel kiri, selanjutnya darah dipompakan ke aorta dan melalui cabangcabangnya menuju ke seluruh tubuh. Arteri adalah pembuluh nadi , yang membawa darah dari jantung ke kapiler/ selurh tubuh, dan di bedakan atas 3 yaitu Aorta, arteri, dan arteriola. - Vena adalah pembuluh balik, yang membawa darah dari seluruh tubuh / kapiler ke jantung, dibedakan atas , Vena besar, vena sedang dan vena kecil. - kapiler adalah pembuluh darah paling kecil dan hanya tersusun atas selpis sel endotel, yang berfungsi sebagai tempat terjadinya difusi oksigen dari darah ke jaringan. 5. Kapiler merupakan bagian yang sangat penting pada kapiler darah karena di kapilerlah terjadi , pertukaran oksigen dari darah dengan karbon dioksida jaringan.

4.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

25

KEGIATAN 3 PEREDARAN DARAH LIMFA Limfa disebut juga getah bening, merupakan cairan tubuh yang tak kalah penting dari darah. Ada beberapa perbedaan antara limfa dengan darah. Di antaranya dapat dijelaskan di bawah ini. Cairan limfa berwarna kuning keputih-putihan yang disebabkan karena adanya kandungan lemak dari usus. Jika darah tersusun dari banyak sel-sel darah, maka pada limfa hanya terdapat satu macam sel darah, yaitu limfosit, yang merupakan bagian dari sel darah putih. Limfosit inilah yang akan menyusun sistem imunitas pada tubuh, karena dapat menghasilkan antibodi. Cairan limfa juga memiliki kandungan protein seperti pada plasma darah, namun pada limfa ini kandungan proteinnya lebih sedikit dan mengandung lemak yang dihasilkan oleh usus. Perbedaan lain juga terlihat pada pembuluh limfa. Berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh limfa ini memiliki katup yang lebih banyak dengan struktur seperti vena kecil dan bercabang-cabang halus dengan bagian ujung terbuka. Dari bagian yang terbuka inilah cairan jaringan tubuh dapat masuk ke dalam pembuluh limfa. Pembuluh limfa mempunyai fungsi seperti berikut. 1. Mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah. 2. Menghancurkan kuman penyakit. 3. Menghasilkan zat antibodi. 4. Mengangkut emulsi lemak dari usus ke dalam darah. Pembuluh limfa utama dalam tubuh terdiri atas bagian-bagian berikut. 1) Duktus Limfatikus Dekster ( Pembuluh Limfa Kanan ) Pembuluh ini terletak pada pembuluh balik di bawah tulang selangka kanan. Pembuluh limfe kanan merupakan tempat muara dari semua cairan limfe yang berasal dari kepala,

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

26

2)

Duktus Torasikus ( Pembuluh

Limfa Dada ) Pembuluh ini terletak pada pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri. Pembuluh ini merupakan tempat muara pembuluh lemak dari usus. Pembuluh limfe ini juga mengumpulkan cairan limfe yang berasal dari bagian lain selain yang disebutkan di atas. Peredaran limfe dimulai dari seluruh tubuh dan berakhir di pembuluh balik. Padatempat-tempat pertemuan

pembuluh limfe terdapat kelenjar limfa. Kelenjar ini menghasilkan zat antibody yang disebut limfosit, berfungsi untuk membasmi bibit penyakit. sepanjang pembuluh limfa limfa atau Di

terdapat nodus.

kelenjar-kelenjar

Kelenjar ini berfungsi untuk menyaring kuman.

Beberapa kelenjar getah limfa yang besar adalah: a. Kelenjar limfa lipat siku, lipat paha, ketiak, lutut, dan leher. b. Kelenjar selaput lendir usus. c. Pembuluh limfa yang berasal dari selaput lendir usus disebut pembuluh kil. d. Kelenjar folikel bawah lidah. e. Kelenjar pada tonsil amandel dan adenoid

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

27

GANGGUAN / PENYAKIT Kelainan dan penyakit pada darah dan sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan non keturunan. 1. Faktor Keturunan Penyakit keturunan disebabkan oleh genetik. Di antaranya adalah sebagai berikut: a. Hemofilia Penyakit keturunan berupa darah yang keluar dari pembuluh darah tidak dapat membeku. b. Thalassemia Penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah merah yang tidak beraturan. Akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida kurang. c. Sick Cell Anemia (SCA) Penyakit berupa kelainan sel darah merah yang berbentuk seperti bulan sabit, akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida berkurang. 2. Faktor Non Keturunan Kelainan darah ini disebabkan oleh faktor fisiologis. Di antaranya adalah: a. Anemia Penyakit kurang darah, disebabkan kandungan Hb rendah, berkurangnya sel darah merah, atau menurunnya volume darah dari ukuran normal. b. Anemia pernisiosa Penyakit di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B - 12. c. Aneurisma Penyakit pelebaran pembuluh arteri karena lemahnya dinding otot. d. Eritroblastosis fetalis

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

28

Rusaknya eritrosit bayi di dalam kandungan karena perbedaan rhesus dengan ibu. e. Elefantiasis Penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing Filaria. f. Hipertensi Tekanan darah tinggi, yaitu nilai ambang tekanan sistole sekitar 140 200 mmHg atau lebih, dan nilai ambang tekanan diastole sekitar 90 - 110 mmHg atau lebih. g. Hipotensi Tekanan darah rendah, bila tekanan sistole di bawah 100 mmHg. h. Leukemia (kanker darah) Penyakit yang disebabkan bertambahnya leukosit yang tidak terkendali akibat kanker jaringan penghasil sel-sel darah putih.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

29

LATIHAN 1. Jelaskan perbedaan sistem peredaran darah dengan getah bening ! 2. Jelaskan fungsi peredaran darah getah bening ! 3. Sebutkan organ-organ pada s. peredaran getah bening ! 4. Apa yang kamu ketahui tentang hemophilia? 5. AIDS merupakan salah satu penyakit akibat gangguan sistem peredaparn darah. Jelaskan !

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

30

UMPAN BALIK 1. Perbedaan darah dan Getah bening : Cairan limfa berwarna kuning keputihputihan yang disebabkan karena adanya kandungan lemak dari usus Cairan limfa juga memiliki kandungan protein seperti pada plasma darah, namun pada limfa ini kandungan proteinnya lebih sedikit dan mengandung lemak yang dihasilkan oleh usus. Perbedaan lain juga terlihat pada pembuluh limfa. Berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh limfa ini memiliki katup yang lebih banyak dengan struktur seperti vena kecil dan bercabang-cabang halus dengan bagian ujung terbuai. 2. Fungsi peredaran getah bening a. Mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah. b. Menghancurkan kuman penyakit. c. Menghasilkan zat antibodi. d. Mengangkut emulsi lemak dari usus ke dalam darah 3. Kelenjar pada sistem peredaran getah bening : Organ-organ limfoid berperan sebagai mtempat hidup sel fagositik. Organ- organ limfoid terdiri atas limpa, nodus limfa, sumsum tulang, timus, dan tonsil. 4. Hempfilia adalah salah satu dari penyakit atau gangguan pada sistem peredaran darah yang sifatnya diturunkan atau karena faktor genetis. Orang yang menderita hemophilia akan sukar mengalami pembekuan darah apalagi saat terjadi luka. Oleh Karena itu, jarang sekali orang ditemukan menderita hmofilia yang dapat bertahan hidup hingga dewasa. Yang ada hanyalah turunan carrier. 5. AIDS adalah Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV AIDS, biasanya terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup berganti pasangan serta pengguna jarum suntik untuk obat-obatan terlarang. Sekitar 60% pengguna jarum suntik obatobatan terlarang terinfeksi virus.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

31

Seseorang yang mengidap penyakit ini jika terinfeksi penyakit walaupun ringan, penyakit tersebut mudah sekali menjadi parah. Kasus tersebut merupakan sebagian kecil dari akibat rusaknya sel darah putih. Seseorang yang terkena penyakit yang merusak sel darah putih, berakibat ia tidak lagi memiliki kekebalan tubuh. Jika seseorang tidak punya daya kebal dalam tubuhnya, maka ia mudah terinfeksi penyakit-penyakit lain. Inilah yang menunjukkan fungsi utama dari sel darah putih, yaitu untuk kekebalan tubuh.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

32

RANGKUMAN

Sistem peredaran darah adalah sistem yang mempunyai sangkut paut dengan pergerakan darah di dalam pembuluh darah dan juga perpindahan darah dari suatu tempat kae tempat yang lain.

Kompenen darah tediri dari sel darah yaitu eritrosit, leukosit dan trombosit serta plasma darah. Plasma darah merupakan bagian cair di dalam darah terdiri dari air 91-92 %, protein 8-9%. Sel darah merah (eritrosit) mengandung haemoglobin yang berperan dalam mengikat oksigen. Sel darah putih (leukosit) terdiri dari monosit, eusinofil, basofil, netrofil dan limfosit. Trombosit berperan dalam pembekuan darah. Jantung dan pembuluh darah merupakan alat peredaran darah. Jantung terdiri dari atrium sinister dan dekster, serta ventrikel sinister dan dekster. Pembuluh darah terdiri atas: arteri, vena dan kapiler. Sistem peredaran getah bening utamanya mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah.

Kelainan dan penyakit pada darah dan sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh SOAL FORMATIF faktor keturunan dan non keturunan. 1. Berikut ini fungsi darah: a. Menghindarkan tubuh dari infeksi b. Melakukan proses pembekuan darah c. Menjaga keseimbangan suhu tubuh d. Mengedarkan O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh e. Mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh Fungsi eritrosit ditunjukkan oleh nomor . . . A. a dan c

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

33

B. b dan c C. a dan b D. d dan e 2. Sel darah putih pada tubuh kita yang mempunyai peranan dalam keadaan alergi adalah . . . . A. monosit B. limfosit C. eosinofil D. basofil 3. Komponen darah yang dijumpai di dalam plasma, antara lain. . . . A. air, serum, leukosit, dan zat organic B. air, serum, zat organik, dan eritrosit C. air, serum, zat organik, dan zat anorganik D. serum, eritrosit, zat anorganik, dan zat organik 4. Jantung manusia dilapisi oleh lapisan otot . . . . A. epikardium B. miokardium C. endokardium D. pericardium 5. Katup jantung yang memisahkan serambi kiri dengan blik kiri disebut . . . . A. valvula trikuspidalis B. valvula bikuspidalis C. valvula semilunaris D. septum apikularis 6. Siklus peredaran darah besar meliputi . . . A. ventrikel kiri - nadi - seluruh tubuh - atrium kanan B. ventrikel kanan - nadi - seluruh tubuh - atrium kiri C. ventrikel kiri - nadi - seluruh tubuh - ventrikel kanan

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

34

D. ventrikel kiri - nadi - seluruh tubuh - ventrikel kanan 7. Seseorang dikatakan bergolongan darah A, bila dalam darahnya mengandung . ... A. aglutinogen B dan aglutinin B. aglutinogen A dan aglutinin C. aglutinogen B dan aglutinin D. aglutinogen A dan aglutinin 8. Limfosit berperan dalam kekebalan tubuh dengan cara . . . . A. memakan kuman penyakit atau benda-benda asing yang ada di dalam tubuh B. menghasilkan antibodi yang sesuai dengan antigen yang dilawannya C. menghasilkan zat asam yang dapat menyebabkan terjadinya lisis sel bakteri atau virus D. menghancurkan kuman dan benda asing dengan menggunakan sekret dari lisosom 9. Penyakit sistem peredaran darah yang disebabkan karena faktor genetis adalah , kecuali . . . . A. Hemofilia B. Sick Cell Anemia (SCA) C. Eritroblastosit fetalis D. Thalassemia 10. Jika seseorang terkena luka, darah yang keluar akhirnya dapat terhenti kejadian ini melibatkan . . . . A. eritrosit B. leukosit C. trombosit D. hemoglobin

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

35

TINGKAT PENGUASAAN

x 100%
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup 0% - 69% = kurang

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

36

KUNCI JAWABAN 1. D 3. C 5. B 7. B 9. C 2. B 4. B 6. A 8. A 10. C

UMPAN BALIK

1. Secara umum fungsi darah adalah : a. Merupakan alat pengangkut bermacam-macam subtansi, b. Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan, c. Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah, d. Mencegah pendarahan, e. Merupakan alat pertahanan tubuh, f. Mengatur suhu tubuh 2. Limfosit Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Sel ini dibagi lagi menjadi limfosit besar dan kecil. 3. Plasma darah terdiri atas Plasma darah nerupakan bagian yang cair dari darah yang pada umumnya terdiri dari air 91-92 %, protein 8-9%, protein yang terdapat dalam plasma darah adalah serum albumin, serum globulin, dan fibrinogen; garam anorganik 0,9%, subtansi lain selain protein seperti protein non protein, garam ammonium, urea, asam urat, keratin, keratinin asam amino, serta lipid ;

lemak, fosolipid, kolesterol; karbodhidrat seperti glukosa,; gas-gas yang larut dalam plasma seperti O2, Co2, dan N2, serta subtansi yang lain seperti hormone, enzim benda-benda penolak.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

37

4. Jantung pada manusia terbagi atas 3 bagian yaitu epikardium merupakan lapisan terluar, miokardium merupakan otot jantung dan endokardium merupakan bagian terdalam dari dinding jantung. 5. Katub yang memisahkan serambi kiri dan bilik kiri adalah Bikuspidalis, sedangkan antara bilik kanan dan serambi kanan adalah katub trikuspidalis. 6. Silus peredaran darah besar merupakan peredaran darah menuju ke seluruh tubuh, yaitu di mulai dari bilik kiri, kemudian melalui pembuluh nadi ke kapiler, selanjutnya vena dan masuk ke dalam serambi kanan jantung. 7. Seseorang dikatakan bergolongan dapat dirumuskan (A, ). 8. Limfosit berperan dalam kekebalan tubuh dengan cara fagositosis dan pinositosis. Yaitu fagositosis memakan benda asing yang sifatnya padat atau keras, sementara pinositosis untuk benda yang sifatnya lunak. 9. Penyakit pada sistem peredaran darah yang disebabkan karena faktor genetis ada 3 yaitu : Hemofilia, sick cell Anemia, Thallesemia. 10. Jika seseorang terkena luka, darah yang keluar akhirnya dapat terhenti kejadian ini melibatkan trombosit A Apabila di dalam sel darah seseorang mengandung aglutinogen A dan serumnya mengandung aglutinin sehingga

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

38

DAFTAR PUSTAKA

Adnan dan Halifah Pagarra. 2010. Struktur Hewan. Makassar : Universitas Negeri Makassar. Campbell, Neil, A, Reece, Mitchel. 2000. Biologi Edisi Ke Lima Jilid Tiga. Jakarta : Erlangga. Lestari Endang S, Idun Kistinnah. 2009. Biologi 2 Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas XIJakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Soewolo, Basoeki S, Titi, Y. 2003. Fisiologi Manusia. Jakarta : JICA. Suwarno.2009. Panduan Pembelajaran Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Wulangi, Kartolo. 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta : DepDikBud.

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

39

PROFIL PENYUSUN
Novia Anugrah, yang biasa disapa vhia oleh orang-orang terdekatnya, dari karena pasangan rahmat-Nya, terlahir

Baharuddin dan Putira, 2 Juni 1991. Penulis paling paling hobby baca teenlit, nonton dan berkesperimen. Penulis sangat bersyukur bisa melanjutkan study S1 di Universitas Negeri Makassar jurusan Biologi Prodi Pendidikan Biologi dengan menggenggam harapan suatu saat dapat berguna bagi banyak orang Aminn ^^

MODUL SISTEM PEREDARAN DARAH SMP VIII

40